Something Couldn’t be Fixed

Summary: Hyukjae was a human with supernatural power. He could reverse the time. But no matter how many times he tried, he still couldn’t protect the person he cared most.

download

This is bad.

When I open my eyes, I can’t see you. When I close my eyes, I still can’t see you in my head. I can’t draw you in my mind. I’ve lost you. You’re gone right before I could remember you. You’re gone.

This is nightmare.

Dunia ini berubah. Tak ada yang tampak normal. Anomali.

Begitulah Hyukjae memandang dunia yang ada di hadapannya. Ia tak pernah tahu bagaimana cara menghadapi dunia yang berantakan ini. Ia punya seluruh waktu di dunia untuk mencari tahu, tapi ia menolak melakukannya. Setiap kali waktu dalam genggamannya diputar mundur, ia sibuk melakukan hal lain. Ia membiarkan dirinya melakukan hal yang sama berulang-ulang.

Hyukjae memandang tato hitam yang tercetak di balik pergelangan tangan kirinya. Dua anak panah tampak saling membelakangi, menunjuk ke arah yang berlawanan. Hyukjae menggerakkan tangannya perlahan, membuat tatonya sekilas mengkilap kemerahan. Inilah salah satu alasan dunia ini berubah baginya. Kemampuan memutarbalikkan waktu miliknya membuat segalanya berubah.

Jika kenyataannya dunia ini tetap sama, mungkin justru cara Hyukjae memandangnya yang mulai berubah.

Ia bisa mengembalikan waktu yang telah terlewati; kemampuan yang diinginkan oleh sebagian besar kaum anomalinya. Hyukjae terkesima saat pertama kali mendapatkannya. Namun, ketika itu ia tak memahami satu hal yang penting.

Bahwa tak semua kejadian akan memiliki hasil yang berbeda sekalipun kau dapat mengembalikan waktu.

Senja di hari Senin tak pernah menarik bagi Hyukjae. Seperti biasa, ia memutarbalikkan waktu untuk melakukan dua hal berbeda di tempat berbeda. Begitulah caranya untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sambilan sekaligus menghadiri kelasnya.

Senja itu tak terasa istimewa hingga ia melihat seorang gadis menarik perhatiannya. Hyukjae berdiri, mematung seraya mengamati sang gadis. Ia mengenal gadis itu, dan sebaliknya, sang gadis juga tampak mengenalinya. Hyukjae menatap gadis itu begitu lama, tanpa berkedip hingga ia terkesiap saat air matanya terjatuh. Satu demi satu, dan selanjutnya mengalir tanpa henti.

Hyukjae mengangkat sebelah tangannya, mengusap jejak air mata di pipinya. Saat tatapannya kembali pada sang gadis, gadis itu balas menatap Hyukjae dan tersenyum sedih. Dada Hyukjae terasa sesak. Kedua matanya kembali panas, namun ia berhasil menghentikan keinginannya untuk meneteskan air mata.

Hyukjae melihat gadis itu berjalan mendekat. Tanpa sadar, kedua tangannya mengepal kuat.

Tangan gadis itu terulur ragu-ragu. Sorot mata gadis itu melembut, seolah meminta izin Hyukjae. Saat itu Hyukjae tahu gadis itu meminta izin untuk menyentuhnya. Ia mengangguk samar.

Gadis itu sedikit mendongakkan kepala. Sepasang tangannya membingkai kedua sisi wajah Hyukjae. Jemari lembut gadis itu mengusap sisa air mata yang masih ada di bawah kelopak mata Hyukjae. Sentuhannya terasa hangat dan lembut, terlalu hangat dan lembut seolah tak nyata.

“Kau bisa berhenti sekarang,” kata gadis itu pelan. Air matanya menggantung di kedua maniknya yang bulat.

“Tidak,” jawab Hyukjae tanpa sadar, seolah ia bicara tanpa kehendak langsung dari otaknya. Bibirnya terbuka sendiri, menyuarakan jawaban untuk perkataan yang tak dipahaminya. “Aku akan menyelamatkanmu! Aku tidak bisa, tidak, aku tidak ingin berhenti sekarang!”

Kali ini gadis itu meneteskan air mata. “Kau akan kembali terluka. Kau sudah berkali-kali terluka.”

“Aku tidak mau kau mati… aku… aku tidak mau…”

Hyukjae terbangun dengan napas yang terengah-engah. Seperti biasa, kedua matanya basah oleh air mata. Pergelangan tangannya terasa panas, seolah terbakar. Ia memegang erat pergelangan tangan kirinya dengan tangannya yang lain, berharap rasa sakitnya dapat berkurang. Hyukjae menatap langit-langit kamarnya. Ia ingat seluruh mimpi –mimpi buruknya.

“Jiyoo…” bisiknya lemah.

Kedua matanya memandang kalender meja di samping ranjang. Tanggal 10 Juli. Entah sudah berapa kali Hyukjae kembali ke tanggal ini. Hari ini ia akan bertemu dengan Jiyoo. Mereka akan bertemu di taman. Hyukjae mengerutkan kening. Tidak, bukan di taman, ia akan mengajak Jiyoo bertemu di toko buku. Lebih aman begitu.

Skenario taman sudah dicobanya dua minggu yang lalu. Jiyoo tetap meninggal.

Hyukjae tetap tak bisa menyelamatkan gadis itu. Hyukjae tetap tak bisa memperbaiki apa pun. Hyukjae tetap kehilangan Jiyoo.

Kali ini semuanya akan berbeda. Kali ini semuanya harus berbeda.

Hyukjae bangkit dari ranjangnya sambil berkali-kali menggumamkan kalimat itu. Ia melakukannya terus-menerus tanpa tahu bahwa kalimat itulah yang selalu diucapkannya saat terakhir kali ia mencoba dan gagal. Selalu seperti itu. Seperti boneka tali yang kehilangan talinya, Hyukjae terus menggemakan kalimat itu di kepalanya.

—FIN—

Hyukjae tried again and again and again but he still failed. He tried til Jiyoo came to his dream, asked him to stop. He got hurt every time he tried but he couldn’t do anything about it. He was exhausted but he still tried to fix… everything that need to be fixed.

Maybe next time, when Jiyoo comes to his dream, Jiyoo would say something like, “It’s alright. You’ve done enough for me. So stop now… for me, for yourself.”

Author’s note: So… this is basically how I became when I was too depressed *jambak rambut*

31 thoughts on “Something Couldn’t be Fixed

  1. oh sad story “” yah karna hidup itu buat maju ke depan Jae biarkan lah Jiyoo pergi dengan tenang kamu sama aku aja sini Lol “” ah kakak She bikin sedih aja “:”

  2. how can u make it so awesome when u r too depressed?? Waaaah bener2 kesedihan yg tersalurkan dengan efektif. Kesedihan tapi tetep produktif.. so nice kak hahaha
    Hyukjae desperate bgt pasti ya kehilangan jiyoo berkali kali. Dan sbg jihyuk lover aku juga ikutan nih TT_____TT Menyayat hati sekali waktu mereka ketemu dan gak aku sangka2 hyukjae nya yg malah nangis bombay, berasa mereka saat itu udah ada di dua alam aja gituu. Dan makin sedih waktu jiyoo nyuruh hyukjae menyerah, si jiyoo paling ngeri gak sih perannya?? dia mengalami mati berkali2 dan mengalami perasaan kalo dia akan mati pun berkali2.. Poor jiyoo >< tp maunya hyukjae jgn pernah putus asa, jgn mau nurutin jiyoo, who knows ke1000 kali nya dia nyoba keajaiban bakal muncul, dan mereka hidup bahagia. Yeaaaay!!
    Nice story kak sekaligus menguras hati.. semoga jgn sering2 sedih ya hhhh biarkan jihyuk merasakan berkah di bulan ramadhan😄
    Keep writing yaaah~

    • I WAS BASICALLY SMILING AS READING THIS! Hahaha.. Thanks!
      Yang perlu diralat cuma satu sebenernya: jadi yang ada ‘pertemuan’ Hyukjae-Jiyoo di bagian kedua ini ceritanya cuma mimpi Hyukjae. Malam sebelum Hyukjae balikin waktu ke tanggal 10 Juli si Hyukjae mimpiin Jiyoo, asked him to stop trying. Kalo aslinya sih Jiyoo sama sekali gak aware soal dia mati berkali2 pas lagi sama Hyukjae. Semoga penjelasan ini bisa dipahami yaa. ^^
      Nanti deh ya dibikinin Jihyuk spesial lebara (?) biar semua dapet berkah. HAHAHAHA..
      Thank you so much!!

  3. oh begitu hahaha kirain hyukjae waktu itu bangun karna proses dia balik ke masa lalu, bukan dr mimpi buruk. Oke fixed, susah ya aku menginterpretasikan dgn tepat -____- tp tetep aja kok ini menyayat hati haha oke semoga beneran ada jihyuk edisi lebaran yaah. Sama saeyoon juga dong ka, kangeeeeen😄

    • ah, sebenernya interpretasi kamu juga makes sense kok. Mungkin bisa juga dibikin versi gitunya, tp yang ada di pikiranku ntar pasti jatohnya lebih angst lagi. HAHAHAHA
      Berhubung di SJ album yg baru ada lagu yg cucok, aku juga pingin nulis lagi nih. Haha.
      Boleeeh, reqnya ditampung dulu yaa.. ntar insya Allah diwujudkan. ^^

  4. seriously I miss you, yoo! :”)
    udh lama ngga mampir kesini juga dan akhirnya ada notice diemailku :’)
    another sad ending for Lee hyukjae? kenapa yoo? kayanya berat yaa buat balik lagi bareng hyukjae? btw, he’s ready to enlist. semakin sepi ya suju. oke ini oot xD
    kebayang deh gimana nangis2nya ala hyukjae. nanti dibikin versi jiyoonya, yoo xD
    gini yaa yoo, ‘Right now we are like the clock hands at 12:30
    we have our backs to each other, looking at different places and
    trying to let go of everything
    We are like the clock hands at 12:30,
    walking towards the place where we won’t be able to return to’ back soundnya bagus pake lagu 12:30 – Beast, yoo hahaha

    mungkin kalau kata hyukjae, ‘I’m afraid that I won’t be able to see and touch it anymore’ yahh udah deh jadinya baper ><

    • Hi! Sebenernya rada galow, bikin ini dari sudut pandang Hyukjae ato Jiyoo. Berhubung Jiyoo uda kebanyakan galow, jd kali ini Hyukjae dulu deh yang dapet jatah sad ending. Hahaha.
      Nah, sempet pingin bikin cerita ini dari versi Jiyoo, mungkin bisa lebih dapet feelnya. Cuma nanti dulu deh, kalo dapet ide lagi. HAHAHA.
      Um… no, gak susah kok balik ke Hyukjae. He always has his way to guide me back #ASEEEEEKK
      Wah gara2 kamu mensyen lagu 12:30 sekarang tiap denger lagu itu aku kepikiran ff ini dan baper berat. xD

  5. ini drabble kokk yaa bikin berkaca2 kak ngenaa bgt “gak ada yg bisa ngelawan takdir” …
    kangen jihyukk yg manyiss2 kak shel,!!!!

    kak boleh mnt pw bt ff twoshootnya kak shel yg bru g ? ak baru tau ad postan baru dan diprotec..

  6. *suddenly blank*

    Astagahh inih apah, She??? Nelangsah sayah setelah membacah tulisan inih *dada bergemuruh, perut mules, napas tercekat*

    Kalimat-kalimatmu so touchy, jadi kayak habis baca tulisan Nicholas Spark *sesenggukkan*
    Ide ceritanya ajah udah macam ga bisa dilawan —> waktu.

    Bagian favoritku adalah ketika mata Eunhyuk menangkap sosok Jiyoo, mereka saling bertatapan dan air mata mengalir di wajah Eunhyuk tanpa disadarinya…pediiihhh.

    And, my favorite line is “It’s alright. You’ve done enough for me. So stop now… for me, for yourself.” ♥♥♥
    Love you so much, She! Love Yoo so much!

    Ide dan inspirasi itu memang bisa didapatkan dari mana ajah yaa termasuk dari kondisi nadir sekali pun.
    Semangat berkarya dan menginspirasi! ^^9

    • HAHAHAHAHA… ini bukan apa-apa kok, cuma penyaluran bakat depresi (?)
      Oh wow, jangan dibandingan sama Nicholas Spark, ini mah masih kalah jauh sama Beliau. Haha.
      Yeps, Hyukjae’s crying itu my fave part juga. Pas nulisnya juga dadanya berasa sesek. HUHUHUHUHU..
      Yes yes, i love you too HAHAHAHA..
      Terima kasyihh!! ^^

  7. Awalnya bingung..
    Eunhyuk makhluk apa ya,hebat dia punya kekuatan kayak gitu. Semua orang gak bisa menghindari takdir semacam itua

  8. Hai kakak hehehehehe
    Aku mampir dan langsung sukses sesenggukan tengah malem
    Ini angst luar biasa, kebayang banget tiap tiap kejadiannya, Hyukjae yang balikin waktu buat nolong Jiyoo tapi gagal….. *kemudian rebahan di paha bgy* jadi inget anime charlotte. Aku nonton sampai banjir sendiri.

    Selalu suka banget sama tulisan Kak Shela!

    Umm, ngutip komentar di atas;

    Love you so much, Kak She! Love Yoo so much!

    • ADEK AUUUUUULLL!!!!
      Kakak juga nulisnya sambil patah hati, nyesek dan gasanggup idup *nyari byg buat nyanderin pala*
      LOVE CHU TOO, LOVE CHU SOOOO MUCHIE! :***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s