Curiosity

tumblr_mg910w5dd31qkyzjpo1_1280

Rasa penasaran dapat membunuhmu.

Ungkapan itu tak lagi terasa janggal, bahkan kali ini sama sekali tak dapat dibantah. Jemarinya gatal. Ia sudah menggenggam ponselnya dengan erat, menjadi lebih erat lagi saat ada pikiran yang menyemangati; menyemangati untuk membiarkan jemarinya menari di atas layar ponsel dan menuliskan pesan. Ia berhasil menghalau pikiran itu selama… dua belas menit beberapa belas detik. Prestasi yang lumayan.

I’d like to ask him by myself, but strangely myself couldn’t bring me to.

Ia meloloskan hembusan napas berat. Rasa ingin tahunya sampai pada batasnya. Mustahil lagi untuk dihalau walaupun entah bagaimana, ia tahu konsekuensi dari perasaan itu.

Jika ia bertanya, tak ada jaminan yang ditanya akan baik-baik saja. Ini pertanyaan pribadi, nyaris tak berhubungan dengannya. Ia menghela napas, kemudian menggelengkan kepala. Tidak, tentu saja ia berhubungan dengan semua ini. Ia berhak untuk tahu karena ia yang memulai semuanya.

Ia berhasil melempar ponselnya ke atas ranjang. Tindakan itu ia kategorikan sebagai tindakan heroik penghilang stres tanpa menyakiti benda kesayangan. Rasa penasarannya tak menghilang. Setidaknya, ponselnya sudah tak berada dalam jangkauan. Ia bangga karena bisa mengambil setiap sisi baik dari setiap kejadian.

Detik berikutnya, ponselnya berdering. Cukup mengejutkan hingga ia harus meletakkan telapak tangan di depan dada, berharap tindakan itu dapat menenangkan jantungnya. Ia meraih ponselnya kemudian duduk di atas ranjang. Kedua matanya berkilat, terkejut saat nama itu muncul di layar. Ia menelan ludah dan menempelkan ponselnya ke telinga kiri.

“Halo?”

“…”

Kepalanya tertunduk. Ia berharap ia bisa menerka keadaan seseorang di ujung telepon, tapi walaupun ia bisa, ia tak ingin.

“Aku diterima,” adalah kalimat pertama dari orang itu. “Aku berangkat bulan depan.”

Ia tersenyum, atau setidaknya ia berusaha demikian. Tak ada yang dapat melihatnya, tidak pula lawan bicaranya ini. Tapi toh, ia tetap berusaha melakukannya.

“Kau harus berterimakasih karena aku mengirimkan surat rekomendasi untukmu,” katanya. Ada sesuatu dalam tenggorokannya yang mencegahnya untuk bicara lebih banyak. Rasa penasarannya lenyap, digantikan oleh… sesuatu yang tak bernama.

Sesuatu yang kosong. Ia menggigit bibir, merasakan lubang hitam terbentuk di dadanya dan perlahan menelannya. Tak ada yang tersisa hingga ia tak merasakan apa pun.

Ia mati rasa.

“Kau hanya ingin mengusirku,” balasnya.

Suara yang dalam dan berat itu adalah hal terakhir yang didengarnya. Ia memutuskan sambungan, membiarkan ponselnya terjatuh ke pangkuan. Suara lain yang kemudian didengarnya adalah suara tangisnya sendiri.

Menggelikan, bagaimana ia masih penasaran pada sesuatu yang jelas-jelas akan menyakitinya seperti ini.

Terkadang, ia berpikir, ia mungkin sama sekali tidak ingin tahu, mengingat ia sendiri sadar akan jawaban dari rasa ingin tahunya. Terkadang, ia hanya membutuhkan alasan untuk menjadi yang terluka. Hanya kadang-kadang, ia akan membiarkan rasa ingin tahunya menyebarkan racun, membuatnya sekarat hingga perlahan-lahan ia terbunuh olehnya.

——————————————-

Selamat Hari Kartini, Wahai Puteri-puteri Indonesia~! \o/

Well… entahlah. Bbai! HAHAHAHA.. Lagi pingin galau, tapi gak pingin yang panjang, jadi ya… /.\

So, its basically about how curiosity could kill. Jadi, kecuali kita belom bener-bener siap buat muasin rasa ingin tahu kita, mending nyiapin mental aja dulu. Kira-kira itu pesan moralnya #diinjek Gak-lah, ada jenis curiosity lain yang bisa bikin kita maju kok. Haha.

And oh! I’m still working on special ff for LHJ, so… mind to wait?

p.s.: It’s actually bisa banget dibikin oneshot, tapi saya kehabisan cast. Mungkin ada yang mau usul?

8 thoughts on “Curiosity

  1. hihihi nice ^^

    hello, aku nemu blog ini baruuuuuuu dan dapet dari rekomendasi dari blog lain. mengklik karena liat main castnya unyuk kkkk~ aku baru baca yang ini dan sesuai harapanku. Keren. (y) harus berterima kasih sama yang rekomendasiin soalnya dapet lagi satu author keren. xixixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s