[0404] One, Two, Three & Four

bdaySelamat hari lahir, lelaki kebanggaan! ^^

One, Two, Three & Four

April 3rd, 2014

Look at me, waiting for your call,

Look at how I’m smiling by myself,

I look at you like a fool, I can’t hide it…

Lee Hyukjae menatap lekat-lekat layar ponsel dalam genggamannya. Pesan terakhir yang dilihatnya adalah susunan kata-kata yang berarti ‘Fighting~!^^’ dari Jiyoo. Hyukjae berharap lebih, sebenarnya. Ia ingin gadis itu merengek, meminta waktu lebih banyak untuk besok. Ia toh tak keberatan jika Jiyoo melakukannya. Karena ia sendiri juga ingin memiliki lebih banyak waktu dengan gadis itu.

Alasan lainnya, Hyukjae tak ingin melewatkan hari ulang tahunnya tanpa Jiyoo.

Hyukjae menggeletakkan ponselnya ke meja dan menghela napas panjang. Ia sudah menjadi sangat egois. Ia tak ingin berulang tahun tanpa Jiyoo tapi dua bulan lalu ia melewatkan hari ulang tahun gadis itu begitu saja. Hyukjae belum menebus kesalahan itu dan ia ingin melakukannya di hari ulang tahunnya.

Tapi, gadis itu bahkan tak keberatan dengan semua yang dilakukan Hyukjae di hari ulang tahunnya. Apapun yang diharapkan Hyukjae sama sekali tak terjadi, setidaknya semuanya tak berjalan sesuai dugaannya. Jiyoo bukan lagi Jiyoo yang suka bersandar padanya, yang selalu menuntut banyak hal darinya. Hyukjae tak tahu pasti, tapi perubahan diri gadis itu semakin terasa akhir-akhir ini.

I’m curious about you each and every day,

I’m getting a fever and feel frustrated,

I feel like I’m going to go crazy, wondering if you know how I feel or not…

“Dia tahu kita sibuk,” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Lelaki yang lebih muda dari Hyukjae itu bahkan tak mengalihkan pandangannya dari layar tab. “Atau… mungkin saja hubungan kedua kalian memang sama sekali tidak berhasil.”

“Ya!” tegur Hyukjae.

“Hanya bercanda, Hyung,” Kyuhyun meletakkan tabnya dan tersenyum lugu. “Lagipula, tetap saja bukan Jiyoo yang salah kalau dia ingin mengabaikan ulang tahunmu besok. Bukan Jiyoo yang dibiarkan sendirian sebulan yang lalu di hari ulang tahunnya.”

Hyukjae berdeham. “Dia tahu waktu itu aku benar-benar sibuk di Jepang.”

“Nah!” seru Kyuhyun. “Kalau begitu, seharusnya kau senang karena kali ini pun Jiyoo mengerti kau juga sedang sibuk.”

Hyukjae melotot tanpa bisa membalas kata-kata Kyuhyun. Mungkin seharusnya ia tak membiarkan hari itu terlewat begitu saja. Ia terus memikirkan hal itu; bagaimana ia bisa dengan mudah memutuskan untuk tak menyempatkan diri di hari ulang tahun Jiyoo. Seandainya ia adalah Lee Hyukjae yang dulu, ia akan berlari menghampiri Jiyoo tanpa mengeluh soal waktu yang terbatas.

Karena jika ia adalah Lee Hyukjae yang dulu, ia bukan mencari waktu untuk bersama Jiyoo, tapi ia akan menciptakan waktunya sendiri demi bersama gadis itu.

Hyukjae menatap datar ponselnya yang tak bergerak. Ia ingin gadis itu ada di sini saat ini, menemaninya melewati malam ulang tahunnya. Ia benar-benar sudah menjadi seseorang yang egois. Dan kemudian pikirannya berbisik, bertanya mungkinkah Jiyoo juga merasakan hal yang sama saat ulang tahunnya terlewatkan tanpa Hyukjae?

Mungkin. Mungkin tidak.

“Tidak ada?!”

Shin Hyori membelalakkan mata sambil melayangkan sorotan laser ke arah Jiyoo. Gadis sebaya berambut panjang itu balas menatap Hyori dengan pandangan lugu dan mengangguk. Hyori menahan diri untuk tak mendesah kesal. Ada yang salah dengan Choi Jiyoo yang ada di hadapannya ini, tapi ia tak yakin apa dan bagaimana hal itu menjadi terasa begitu keliru.

Kalender di ponsel pintar Hyori menampilkan tanggal 3 bulan 4. Pun demikian dengan kalender meja yang dipajang di lemari mungil di dekat televisi. Semua penanda waktu yang Hyori tahu menunjukkan tanggal yang sama; 3 April. Tanggal itu, secara tidak langsung, merupakan pengingat bahwa esok adalah tanggal 4 April. Tanggal 4 April, secara langsung, merupakan tanggal yang seharusnya menjadi penting bagi Jiyoo, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, karena tanggal 4 April adalah tanggal ulang tahun Lee Hyukjae.

“Kau… bercanda?” tanya Hyori, masih dengan tatapan tak percaya. “Sama sekali tidak ada rencana untuk Hyuk Oppa?”

Jiyoo menghela napas panjang. “Dia akan sibuk. Ulang tahunku kemarin saja dia tidak ada di sini, kan? Apalagi sekarang.”

“Kau sudah bosan dengannya ya?”

Tak ada jawaban.

“Atau… kau tidak suka menjadi kekasihnya lagi, makanya kau sama sekali tidak antusias dengan ulang tahunnya tahun ini?”

Jiyoo melotot ke arah Hyori namun tetap tanpa jawaban. Ia sendiri tak tahu harus menjawab apa. Mungkin ini hanya perasaannya, tapi terkadang hubungannya dengan Hyukjae terasa terlalu canggung. Padahal ketika pertama kali, semuanya terasa begitu mudah. Rasanya mudah untuk menyukai Hyukjae, mudah untuk memikirkannya, mudah untuk mencintai seorang Lee Hyukjae. Namun, kali ini tak semudah itu.

Jiyoo meloloskan napas berat tanpa sadar. Ia kira, menyukai Lee Hyukjae sekali lagi pasti akan mudah. Tapi justru sebaliknya. Selalu ada sesuatu yang mengganjal, memberinya beban maya yang memberatkan, bahkan untuk memandang lelaki itu pun terasa berat.

“Benar, kan?” ujar Hyori tiba-tiba. “Kau tidak sepenuh hati dalam memulai hubungan kalian? Tidak seperti pertama kali, tidak semudah yang pertama.”

“Karena itulah yang pertama selalu terasa paling benar,” Jiyoo mencibir. Ia selalu berusaha membuang pikiran semacam itu. Karena jika ia terus memikirkannya, ia akan semakin menyesal sudah memulai hubungan kembali dengan Hyukjae, dan ia tidak mau. Tidak ada penyesalan jika berhubungan dengan lelaki itu. Tidak pernah ada.

Hyori mengangkat setengah alisnya –sesuatu yang selalu membuat Jiyoo iri, karena Hyori bisa menciptakan ekspresi keheranan atau merendahkan orang lain dengan sempurna. “Mau coba dihubungi?”

“Tidak,” ujar Jiyoo. Ia mengeluarkan ponsel dari tas tangannya. Tak ada pesan atau pemberitahuan apapun. “Dia sibuk.”

11:21 PM

“Apa yang kaulakukan malam ini?” Hyukjae bertanya sekenanya, berusaha menyembunyikan rasa penasaran yang menggigit tiap ujung jemarinya. Ia menunggu jawaban di ujung telepon dengan tak sabar. “Sibuk?”

“Um…” Jeda agak panjang. “Seharian di laboratorium, membantu penelitian teman. Apa yang akan kaulakukan malam ini? Apa Oppadeul menyiapkan pesta?”

Hyukjae setengah mendengus. “Tidak tahu, tidak peduli.”

“Wae?”

“Aku ingin bertemu denganmu,” ujar Hyukjae, sama sekali tidak menjawab pertanyaan Jiyoo. Lelaki itu langsung menyesali ucapannya. Ia tak bisa membayangkan perasaan Jiyoo saat mendengar kalimat yang meluncur dengan mudah melalui bibirnya. Ketika hari ulang tahun Jiyoo tiba, gadis itu bahkan tak berani meminta apa yang diminta Hyukjae saat ini. “Mian…”

Tak ada jawaban.

“Lupakan saja, Yoo. Aku juga tidak bisa bertemu denganmu sekarang.”

Terdengar jeda panjang lagi. Hingga akhirnya Jiyoo berkata, “Maaf ya… Aku hanya bisa menghabiskan malam ulang tahunmu lewat telepon.”

Ada sesuatu yang menghantam Hyukjae, tepat di dadanya, saat Jiyoo meminta maaf. “Tidak apa-apa. Waktu ulang tahunmu–“

“Jangan bicarakan itu lagi. Kau selalu mengungkitnya,” tegur Jiyoo. Hyukjae tersenyum tipis, membayangkan wajah Jiyoo yang kesal. Jiyoo tak ingin Hyukjae mengingat-ingat kejadian itu, karena Hyukjae tak sepenuhnya bersalah. Bukan Hyukjae yang mengatur jadwal pekerjaannya di Jepang. Jiyoo mengerti.

Tapi terkadang, hanya kadang-kadang, Hyukjae tak ingin Jiyoo mengerti.

“Aku masih ingin kau merengek. Kalau waktu itu kau melakukannya, mungkin aku bisa langsung terbang ke Seoul, kau tahu?” ucapnya.

Jiyoo mendengus pelan. “Karena itulah aku tidak melakukannya.”

“Kalau sekarang aku memintanya, apa–“

“Tidak,” potong Jiyoo cepat. Hyukjae bisa mendengar gadis itu menahan tawa. “Kau sedang sibuk, aku tahu. Dan kedatanganku tidak akan mengurangi esensi ulang tahunmu, Lee Hyukjae.” Gadis itu menimpali, “Dan lagi, aku tidak sedang balas dendam atau semacamnya.”

Hyukjae mengerucutkan bibir. “Tapi aku merindukanmu.”

Jiyoo tahu persis perasaan itu. Ia selalu mengenal perasaan itu, terutama di hari seperti ini. Sudah pasti, ia juga merasakannya saat hari ulang tahunnya berlalu. Tapi ia memutuskan untuk tak mempermasalahkan hal itu, toh Hyukjae tak harus bersamanya tiap saat. Jiyoo menanamkan pengertian itu di kepalanya.

My two feet run towards you, I want to see you,

I can’t hold back because it hurts so much,

I want to tell you, I love you…

Hyukjae menunggu jawaban dari Jiyoo. Seharusnya, gadis itu menjawab dengan ‘Aku juga merindukanmu’, kan? Hyukjae berkata pada dirinya sendiri, jika Jiyoo mengucapkan kalimat itu, ia akan menemui gadis itu malam ini. Ia akan menebus segalanya di malam ini. Jiyoo boleh memakinya, mengomel karena masalah ulang tahun kemarin. Gadis itu boleh melakukan apa saja.

Hanya jika ia mengucapkan mantra ajaibnya…

My heart runs towards you, I want to hold you,

The words I held back and still haven’t been able to say,

I want to yell it out loudly…

“Apa kita akan terus begini sampai tengah malam nanti?” tanya Jiyoo, mengalihkan pembicaraan. “Bukankah ada latihan malam ini?”

Hyukjae berdecak kesal. “Kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?”

“Soal apa?”

“Kata-kata ajaibmu.”

Jiyoo tertawa. Hyukjae mengeluh dalam hati. Gadis itu benar-benar tak sadar dengan tindakannya. Suara tawa Jiyoo membuat Hyukjae semakin ingin berlari menemuinya. “Aku tidak akan mengucapkannya. Ceritakan saja bagaimana harimu.”

“Tidak mau. Tidak ada yang penting.”

“Tapi aku ingin tahu…” rengek Jiyoo. “Aku siap mendengarkan.”

Sudut bibir Hyukjae terangkat, membentuk senyuman yang terkulum. Ia berhasil menggambarkan Jiyoo yang bersantai di sofa, siap mendengarkan cerita darinya. “Aku jadi semakin merindukanmu, Yoo.”

Jiyoo menggigit bibir, menahan diri untuk tak mengucapkan mantra kesukaan Hyukjae. Ia hanya mengangguk dan tersenyum. Jiyoo melakukan apapun untuk menjawab pernyataan Hyukjae; apapun yang tak bisa diketahui oleh lelaki itu melalui telepon. Ia berbisik tanpa suara.

Bahwa ia juga merindukan Hyukjae. Lebih banyak, lebih dalam dibandingkan dengan lelaki itu sendiri.

Bahwa Jiyoo juga ingin berada di dekat Hyukjae, melewatkan malam ulang tahun lelaki itu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bahwa Jiyoo ingin berhenti mencari Lee Hyukjae yang dulu, dan mulai untuk menerima Lee Hyukjae yang sekarang.

Hubungan mereka dimulai kembali, tapi Jiyoo tak pernah tak meragukan keputusan itu. Ia menggigit bibir. Keputusan itu terasa terlalu cepat, terlalu terburu-buru. Pada akhirnya, ia lebih sering mencari sosok Lee Hyukjae yang dulu, yang hidup dalam kenangannya, yang terlihat begitu mudah untuk dicintai. Tapi ia tak pernah menemukannya.

Jiyoo merasakan kedua matanya panas sebelum ia menyadari bahwa ia sedang menangis. Ia sudah bersikap tak adil pada Hyukjae dengan diam-diam mencari sosoknya yang dulu. Orang berubah, Lee Hyukjae pun demikian. Jiyoo mengetahui fakta itu, namun tak sanggup menerimanya.

“… Akhirnya kami tidak jadi makan di restoran itu,” ucap Hyukjae menyelesaikan ceritanya; cerita yang sama sekali tak didengar oleh Jiyoo.

“Poo?”

Hyukjae mendengar perubahan nada tak menyenangkan itu dari suara Jiyoo. Sudah lama ia tak mendengar lagi nada suara ini dari gadis itu. Terakhir kali ia mendengarnya saat perpisahan mereka dulu. Hyukjae mengerutkan kening, mau tak mau menjawab panggilan itu. “Wae?”

“Aku sama sekali tidak merindukanmu,” ucap Jiyoo tenang. “Aku sama sekali tidak menginginkan dirimu yang dulu, aku ingin Lee Hyukjae yang sekarang.”

“Yoo, kau bicara apa?”

Jiyoo tertawa kaku sambil menyeka air mata yang membekas di pipinya. “Bukan apa-apa. Ayo ceritakan lagi soal hari ini!”

00:14 AM – D-Day

“SAENGIL CHUKHAHAE, LEE HYUKJAE!”

Hyukjae tak terkejut saat melihat seluruh membernya berdiri membawa kue dan confetti. Ia hanya tersenyum muram. Siapa yang akan terkejut jika rencana pesta kejutan itu dibicarakan secara langsung di depan orang yang berulang tahun? Mungkin inilah bakat utama orang-orang di sekitar Hyukjae; membuat kejutan yang tidak menimbulkan keterkejutan.

“Terima kasih!” Meskipun begitu, Hyukjae tetap berseru senang.

Kedua matanya melihat sekeliling, sibuk mengenali satu demi satu orang yang berada di hadapannya. Semuanya laki-laki, yang artinya tak ada Jiyoo di antara orang-orang ini. Hyukjae tahu gadis itu tak akan ada di sini, tapi ia tetap saja merasakan goresan kekecewaan yang nyata. Rasanya sedikit sedih tak ada orang penting di ulang tahun ke-29nya.

“Kau beruntung,” Sungmin menyikut lengan Hyukjae pelan. Hyukjae menatapnya dengan kedua mata menyipit, keheranan. “Seperti biasa, Choi Jiyoo yang penuh persiapan.”

“Eh?”

“Ck, seperti biasa, Lee Hyukjae yang selalu kebingungan,” decak Kyuhyun tak sabar. “Dikirimkan ke semua orang yang ada di ruangan ini dan orang-orang lain yang mengenalmu, Hyung.” Ia merogoh saku dalam jaketnya dan mengeluarkan selembar kartu warna-warni. Sekilas, Hyukjae bisa membaca segelintir tulisan ‘Happy Birthday, Precious!’ di bagian atas kertas itu. Otaknya berseru, ‘Mustahil… mustahil…’ tapi hatinya terasa hangat.

Tulisan tangan Jiyoo, seperti biasa, rapi dan terlihat tak asing di matanya. Hyukjae menelan ludah, merasakan jantungnya berdebar oleh kepakan rasa antusias dan terharu. Ia tak menyadari senyuman-senyuman miring yang dikirimkan oleh semua orang di sekitarnya.

To: Anyone who knows Lee Hyukjae

Firstly, let’s shouting ‘Happy Birthday, Precious!’ together~

Thank you for standing next by Lee Hyukjae all this time. Maybe it’s too much for asking more than that, but please takes my words as favor for his birthday. ^^;;

One: whatever Hyukjae does, he always does his best, even today, I’m sure he practices well as his own. So please continue to look nicely after him. Anticipate more from him, I believe he will never disappoint people around him. ^^

Two: Hyukjae is not weak, he’s tough. He’s sensitive, so he often cries, but he’s not a weak guy. He always take care his family and friends really well. If he’s down or upset or maybe sad, rather than pity him, please encourage him that he’d done great but sometime a thing would never be like what we wanted.

Three: Hyukjae is a precious youth boy (?), I know you all already knew that. Kekeke~ He really is. ^^ So please keep loving him, more and more than yesterday.

Four: last but not least, please don’t forget this Lee Hyukjae today will always be the precious Lee Hyukjae tomorrow. Stay by him, cherish him, and love him as much as you can. ^^

Thank you so much for taking my words into your consideration. Kekekeke~ Eventho I’m not there, please look well after him. *bow*

-Yoo-

===================END===================

APA YANG SUDA SAYA TULIS!? T_________T

Such a bad birthday present this year. :’< Anyway, happy birthday, dear Precious Person! Twenty-nine, omg 29 years old. I’ll always cherish you, I’ll never stop saying thank you for your existence. Thank you, really, Lee Hyukjae. ^-^

My congratulation message is already written here. Hihihi… I do admit I prefer this year message tho. xD

Happy Birthday! Happy happy happy birthday~ \o/

BGM & Lyric: B.A.P – Lovesick (highly recommended love song!)

48 thoughts on “[0404] One, Two, Three & Four

  1. Happy birthday, Poo! *tiup tanjidor*
    Hope your life full of bless from Above❤
    Sukses buat album 'irama'nya bersama dengan para lelaki spesial lainnya ;;)
    Sayang kamu selalu, Poo :-*

    Shelaaa~ miss you sooo much! Thank you for your update🙂 Sungguh menjadi penawar rinduku padanya. As usual, love your writes ^^ Lagi sibuk apa akhir-akhir ini?

    • Happy birthday! /nyalain mercon
      Amin amin amin~

      Hehehehe… syukurlah ada event ulang taun hyukjae, jadi bisa update. Padahal gak rencana sih, cuma ya kejadian gitu aja. Saya juga lagi kangen berat sama manusia itu kebetulan. ;;____;;
      Lagi sibuk kuliah aja sih, makin keteteran sama jadwal yg macem2. Huhuhuhu…

  2. Happy Birthday Hyukjae sayaaang ^^
    Seoga diberi kesehatan yg banyaak,
    tambah sukses,,dalam karir,keluarga,,Wish U all the Best!!
    #hug

    Selalu suka tulisan qm yoo ^^

  3. Yoo brhrp Hyuk ky dlu , dan aku brhrp JiHyuk ky dlu, manis ky permen kapas😦 ini trlalu canggung bwt JiHyuk, ah pngn nangis klu JiHyuk ky gini eonn😥 Tp JiHyuk ttp JiHyuk mrka sllu bs bikin hal” yg manis wlupn itu skcl apapun, contoh’y surat yoo td, ah terharu :’) Ah saengil chukkae-yo oppa, makin langgeng sama Jiyoo’y🙂

    • Disini yoo suda mulai ngehapus keinginan itu sih. Dia cuma pingin leehyukjae yg sekarang ajah, karna percuma juga ngarep hyukjae jadi kaya dulu soalnya faktanya kan gak gitu. Hehe… jadi, ini semacam pendewasaan jihyuk aja. Mudah2an selanjutnya gak canggung deh. xD

  4. first of all, I would like to say…
    Happy Birthday Lee Hyukjae ^^ may you have glowing year ahead \(^_^)/

    dihari ulangtahunmu, kamu harus happy oppa🙂 even without jiyoo beside you🙂 hehe~

    padahal suasananya harusnya happy kn? tapi knpa aku jadi merasa sedih ya? /okay, don’t care my feeling/

    JiHyuk jjang ‘-‘)9

  5. yaks! rindu eonni, rindu poo dan yoo juga, rindu lee hyuk jae dan selalu rindu tulisan eonni yang super manis^^
    aa aku suka banget yang ini. meskipun setelah aku ubek-ubek lagi, tahun tahun sebelumnya eonni selalu bikin sebuah harapan dari kata-kata tapi engga berbentuk FF. tapi apapun itu selalu terasa manis. suka banget sama scene waktu poo bilang ‘aku merindukanmu, yoo’. itu rasanya dalem banget :’) dan saat ngebacain wishing card dari yoo, itu semacam harapan pribadi dan jujur aja selama ini apapun yang eonni tulis selalu bisa menyampaikan harapan aku secara tidak langsung.
    aku mungkin udah berkali-kali bilang ini. dan eonni juga mungkin mulai bosen bacanya, hehe. tapi aku selalu suka eonni dan segala tentang blog ini. ini rumah aku, dan beberapa hari belakangan aku rindu sama rumah. makasih eonni udah update, ini semacam hadiah buat aku yang padahal engga ulang tahun-__- tapi aku seneng banget.
    mhihi,,
    Happy birthday, lee hyuk jae. my precious boy. hehe, eonni kita punya rasa yang sama untuk orang yang sama. dan, entah kenapa aku gak pernah keberatan kalau harus berbagi sama eonni😀 semoga lelaki kebanggan ini bisa menjadi lebih baik dalam hal apapun, semua harapannya menjadi terkabul dan bisa sukses. panjang umur, selalu bisa menjadi lee hyuk jae yang lugu dan luar biasa menyenangkan. semoga semakin dewasa dan juga semakin semakin semakin. semoga setelah ini, lelaki kebanggan ini bisa melewati segala cobaan dengan lebih ringan. apapun yang terbaik untuk lee hyuk jae.
    yey, hwaiting!^^
    eonni nomu daebakkia!~

    • Um… sedikit ralat, sebenernya taun2 sebelumnya juga rajin bikin ff kok. Hehehehe…
      Silakan aja dianggep rumah sendiri, maaf banget soalnya yang punya rumah jarang2 beresin (?) rumah, baru kalo ada event2 gini doang aja rajin kesini. Huhuhu.. xD
      Makasih yaa~ ^^

  6. jiaaaaahahaha.. saia telat 2 hari terbitan postingan ini T.T ufggh padahal it hri penting ? .. habisnya siih eonni sih sunyii sepih nih rumah … oh oh oh eehkknmm Happy Brithday Lee Hyuk jae aka Eunhyuk aka Poo >< .. udah tentang wish . yak kayak di surat di atas ^^ … apa ini yah yg dinamakan masa pendewasaan aaghh . . kog mirip saia ya yg saat ini menghadpi para Namja2 itu😦 .. jiahahhaa kenapa bawaannya jadi curhat terus llw udah masuk nih rumah🙂😄

  7. uh POO!!! Happy birthday..smoga tmbh sukses breng sj yah.. smga smkin langgeng sama donghae hahaha..

    mf juga gw gk bnyak ngucapin hbd buat Poo di twitter haha jdi curhat.. oke nice ff author

  8. Happy bday akang…udah nambah tua setahun.aja niii
    Meskipun ga yakin si akang eunhyik bisa b.inggris dan bsa baca surat jiyoo tnp bntuan transletan, hihihi
    Sebenernya aq udh lama folow blog km.tp suka bingung mw mulai bca dr mana
    Ada rekomendasi?

    • nambah setaun dan kurang setaun buat jadi kepala 3. ;3;
      takapa. Kan ada choisiwon yang bisa jadi penerjemah gratis. xD

      um… secara pribadi sih aku rekomendasiin Marry Yoo, sama Blueast Harmony. Ato Lovabook Story. Sisanya biasa aja, gak ada yang pantes buat dibaca. ><

  9. Segala hal pasti berubah, tapi aku masih dan akan selalu suka sama ff apapun yang Eonni buat, especially JiHyuk one. Terima kasih sudah mengobati kerinduan kita -para reader- dengan ff manis (tapi nyesek) ini. ^^
    Semangat kuliahnya, Eonni!! 9( ^_^)9
    And for Lee Hyukjae: I really had fallen for you when you sang Cracks of My Broken Heart.
    Eonni, sudah dengarkah? Menurutku, lagunya cocok sama JiHyuk yg sekarang.
    Jaa, mata ne! ^^

    • Ini ff manis kooook… gak nyeseeek. Suweer deh gak niat bikin ff nyesek buat leehyukjae. ;;____;; Kenapa gak ada yg percayaaaa? T^T
      Sudah. Itu lagu patah hati kesukaan. HAHAHAHAHAHA~
      Betewe saya dengerin lagi abis baca komen kamu, iya juga ya.. rada mirip. Hehehehehehe… xD

      • Ok, eonni, aku percaya…. Jangan banjir lagi, yaaa???
        Betul, betul, betul. Aku paling suka pas “I hope that you can love me when the pain is gone”. Jadi inget Jiyoo eonni abis denger itu, hehee..
        Oh ya, eonni, aku boleh tanya, kalo mau postingan gambarnya ujungnya ngelengkung gitu gimana ya? makasih, eonni..

      • HAHAHAHAHA… samaan. aku berasa gimana gitu pas denger lirik itu. xD
        Gambarnya melengkung? Aku gak gitu paham sama wp sih, jd cuma posting apa adanya. ><

  10. saya reader baru disini ..aku pengen baca dari awal ,kasih tau dong ff yang paling awal..biar nysmbung gyty dari awal kekekeke…^_^

  11. selalu suka sm semua FF tentang pasangan ini dan hey. your english is as good as your bahasa. doesnt look like an amateur. you should make your own book maybe🙂

  12. eonniii sudah lama sekalai egak maen kesiniii….
    dan ternyata sudah banyak yang saya lewatkan,!!!!!🙂
    inii ff buat ulang tahun hyukiee oppa yaa, kenapa manisss sekaliiiii…

    inii scene bt sayaa nahan ketawaa eonn
    Hyukjae tak terkejut saat melihat seluruh membernya berdiri membawa kue dan confetti. Ia hanya tersenyum muram. Siapa yang akan terkejut jika rencana pesta kejutan itu dibicarakan secara langsung di depan orang yang berulang tahun? Mungkin inilah bakat utama orang-orang di sekitar Hyukjae; membuat kejutan yang tidak menimbulkan keterkejutan.
    miriip oppadeul sekaliiii………………

    • Haloooo~ ^^
      Hahahaha… itu terinspirasi dari temen yg ulang taun. Yakali dia ulang taun tapi mau ikutan beli kado bareng kami. -_- Hahahaha

  13. Anyyeong eonni new reader here
    hehe slam knal ya eon
    in ff prtma yng sya bca dn lngsung suka :))
    izin bca ffnya yng lain ya eon ;))

  14. bagussss bgt. nyentuh. Aku suka sekali kata” paling atas itu “selamat hari lahir lelaki kebanggaan”
    gak berlebihan malah kesannya manis:$
    bahasanya bagus + rapi.
    pokoknya daebaklah!!!😀

  15. salam kenal unni new reader here ^^
    berharap nemuin blog ff donghae malah nemuin ff blog eunhyuk. but never mind😀 Eunhyuk jga bias wkwk

    knpa gantung endingny, berharap jiyoo nemenin unyuk buat hri ultahny
    keep wrting ~~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s