Stupid Kyupid [2 of 3]

Stupid Kyupid 2 of 3. Lets hope I’ll end this on 3. xD

HyunStupid Kyupid 1: here. Make sure to read it first before this one. Thanks!

Have you ever been fallin’ in love?

Yes?

Then you had been a stupid person once. Stupid yet the happiest person.

                Sial! Ruangan itu besar dan luas. Hyunra menelan ludah. Jika ia sudah mengatakan besar dan luas, berarti ruangan itu memang benar-benar… besar dan tentu saja luas. Tak ada sikap hiperbolis. Hyunra tak berani membayangkan berapa lama ia harus membuat ruangan itu siap dipakai.

“Ini?” tanya Hyunra. Setengah hati ia berharap Kyuhyun akan menggeleng, bercanda, dan mengantarkannya ke ruangan lain yang jauh, jauh lebih kecil daripada ruangan ini.

Salah. Kyuhyun mengangguk. Gayanya luar biasa angkuh. “Ya. Ini.”

Telinga Hyunra terasa gatal. Sepertinya Kyuhyun sengaja menekankan kata itu untuknya. “Waktuku hanya satu jam? Apa ada orang lain yang akan membantuku?”

“Ya, untuk pertanyaan pertama, dan tidak, untuk pertanyaan kedua.” Kyuhyun bersandar di meja berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu pohon oak.

Hyunra memejamkan mata sejenak. Terbaca sudah niat awal Cho Kyuhyun. Lelaki itu pasti ingin membuat Hyunra kesal dan menderita dengan menjadikannya pesuruh di kantor ini.

“Jadi?”

“Apa?” Kedua mata Hyunra menyipit ke arah Kyuhyun. “Aku akan mengerjakannya!”

Dengan tatapan menilai, Kyuhyun menggeleng pelan. “Maaf jika aku merendahkanmu, tapi aku sama sekali tidak berharap banyak padamu.”

“Kalau begitu kau akan sangat terkejut setelah melihatku membersihkan semua ruangan ini!” seru Hyunra. Ia tak akan rela jika kalah dari lelaki itu. Jika Kyuhyun ingin ruangan ini siap dalam waktu satu jam, Hyunra bisa melakukannya. Oh, memangnya apa yang tak bisa dilakukan Kim Hyunra?

Kyuhyun memiringkan kepala. “Kau yakin?”

Tidak, tidak, tidak!

“Iya!” Terlambat untuk bersikap lemah. Hyunra harus membuat Cho Kyuhyun berhenti memandang rendah dirinya. “Sekarang, mana peralatan yang bisa kugunakan?”

“Kau mengerjainya ya?” tanya Jongwoon.

Kyuhyun tak menoleh. Kedua maniknya masih mengintip melalui celah pintu ruang rapat. Ia bisa melihat Hyunra bekerja keras. Gadis itu mengelap seluruh bagian meja, merapikan kertas-kertas yang berserakan di beberapa sudut ruangan. Secara singkat, Hyunra merapikan seluruh ruangan tanpa terkecuali.

“Mengerjai apa?” Kyuhyun baru menanggapi Jongwoon setelah Hyunra menghilang dari jarak pandangnya.

“Anak itu,” tunjuk Jongwoon dengan dagu. “Apa kau mengenalnya?”

Kyuhyun mengibaskan telapak tangan dan tergelak. “Hanya seorang anti-Nexon.”

“Ha?”

“Tidak perlu dipikirkan, Hyung.” Dengan penuh semangat, Kyuhyun kembali mengamati Hyunra yang berkutat dengan satu unit penghisap debu. Rambut panjang gadis itu diikat ekor kuda. Kyuhyun bisa melihat leher Hyunra yang berkilau karena keringat. Mungkin Kyuhyun harus mengakui bahwa pemandangan itu sangat menarik.

Jongwoon berdeham. Senyum nakal menggoda Kyuhyun. “Kau menyukainya?”

“Memangnya aku laki-laki seperti apa? Kenapa aku harus menyukainya?” tandas Kyuhyun. Walaupun menyangkal, Kyuhyun sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari Hyunra. Jongwoon terkekeh. “Hyung!”

“Apa?” Jongwoon tersenyum lebar. “Wajahmu merah, Direktur Cho.”

Kyuhyun berdecak kesal. Sudah cukup sesi sok tahu dari Kim Jongwoon. Kyuhyun tak akan tahan jika menerima pernyataan-pernyataan aneh dari asisten pribadinya itu. Ia membalikkan badan dan menghilang di koridor.

“Mwoya, dasar anak kecil.” Jongwoon tertawa nyaring sebelum berjalan cepat menyusul Kyuhyun.

Kim Hyunra memandangi Kyuhyun yang menundukkan kepala di mejanya. Yang mengherankan, mana ada direktur yang tidur di waktu bekerja? Hyunra menggeleng-gelengkan kepala dengan sikap prihatin. Ia juga mendengar beberapa pegawai berkata direktur mereka tertidur saat rapat.

Mungkin Hyunra bukan orang yang pantas mengatakan ini, tapi Cho Kyuhyun memang benar-benar tak pantas jadi direktur.

Dan Jiyoo pasti sudah buta karena mengatakan Cho Kyuhyun sangat berkompeten, berbakat, dan bla bla bla dalam menangani Nexon. Hyunra jadi benar-benar prihatin. Jika saja semua orang; Jiyoo dan para pembuat artikel berlebihan tentang Cho Kyuhyun tahu tentang kelakuan lelaki itu, segala pujian setinggi langit pasti akan lenyap.

“Kau suka melihatku diam-diam ya?” tegur Kyuhyun tanpa mengangkat kepala.

Hyunra terkesiap. Sambil menelan ludah, ia buru-buru menghilangkan pikiran-pikiran usil tentang bosnya ini. “Hanya bertanya-tanya, bagaimana bisa Anda tidur saat semua pegawai masih bekerja dengan giat.”

Oh, Hyunra merutuk, seseorang harus memukul kepalanya. Ia tak akan mau kehilangan pekerjaan ini setelah pengorbanannya di ruang rapat tadi.

“Aku harus mengisi ulang energiku,” jawab Kyuhyun.

“Anda bahkan tidur saat rapat, dan sekarang Anda butuh mengisi ulang energi? Energi macam apa?” Hyunra bodoh! Ia memaki dalam hati. Seharusnya ia biarkan saja Kyuhyun berkata apapun. Jangan menyela, jangan membantah, jangan mendebatnya.

Jangan melakukan apapun!

Kyuhyun mengangkat kepalanya, memerhatikan Hyunra yang buru-buru berdiri dari sofa. Gadis itu tampak lelah walaupun mulutnya sama sekali tak melukiskan keadaan yang demikian. Helai-helai rambut keluar dari ikatan ekor kudanya.

Ajaibnya, Kyuhyun harus menahan diri untuk tak meraih helai-helai itu dan menyelipkannya kembali ke balik telinga Hyunra.

“Kyuhyun-ah.” Pintu tiba-tiba terbuka. Jongwoon melongok dari tepi pintu, tersenyum sopan pada Hyunra yang mendadak merona. “Tuan Choi mengadakan pesta malam ini. Di salah satu hotelmu. Apa kau akan datang?”

Mungkin ini konyol, tapi Hyunra seperti kembali menjadi gadis remaja yang berdebar-debar. Ia sudah kepala dua. Sangat memalukan jika ia masih mengalami perasaan semacam itu. Terlebih jika ia dibandingkan dengan si gadis-kecil-tapi-tampak-dewasa seperti Jiyoo.

Jiyoo akan menertawainya. Itu pasti.

Hyunra menelan ludah. Terserah dengan pendapat Jiyoo. Ia akan membiarkan Jiyoo mengolok-oloknya. Hanya jika ia bisa melihat lelaki bernama Jongwoon ini tiap saat.

Kyuhyun menangkap kilatan senang dari kedua mata itu lagi. Ia tak suka. Haruskah ia merasa tak senang seperti ini? Jika ada orang yang seharusnya mendapat tatapan seperti itu, orang itu tak lain adalah dirinya. Ia, sang direktur muda, yang menjadi idaman setiap gadis.

“Akan kupertimbangkan,” sahutnya dingin. “Hyung pergi saja dulu. Nanti kuberi kabar.”

Jongwoon mengerjap. “Baiklah kalau begitu.”

Pintu tertutup. Kyuhyun seharusnya bisa bernapas lega. Namun nampaknya keadaan belum mengijinkan. Hyunra masih melayangkan tatapan memuja pada daun pintu yang tertutup. Ha! Gadis itu membuat Kyuhyun kesal.

“Kau.” Kyuhyun melirik tajam. Dengan agak enggan, Hyunra menatapnya. “Kau suka pada Jongwoon Hyung?”

Seperti tertangkap guru saat sedang berusaha mencuri jawaban ujian, Hyunra merasakan keringat dingin menuruni keningnya. Dari sekian banyak orang, kenapa harus Cho Kyuhyun yang menanyakan hal seperti itu? Dan apa yang harus dijawabnya?

“T-tidak!”

“Tidak salah lagi?”

Ugh. Hyunra menggeram. Menyebalkan saat orang yang paling kau benci justru menyimpan rahasiamu yang paling besar.

“Apa kau pikir Jongwoon Hyung bisa menyukai gadis sepertimu?” Lagi-lagi Kyuhyun melayangkan tatapan menilai. Hyunra benci saat orang ini benar. Jongwoon mungkin bukan lelaki yang bisa menyukainya. “Wah, tepat sasaran! Kau menyukainya dan yakin Jongwoon Hyung tidak akan menyukaimu?”

Untuk pertama kalinya dalam seharian ini, Hyunra mencari-cari sesuatu yang bisa digunakannya untuk memukul kepala Kyuhyun.

“Kau menyukainya? Sejak kapan? Sejak pertama kali kalian bertemu?” Kyuhyun tak berhenti mengoceh. Mungkin sebaiknya Hyunra tak mengatakan apapun. “Wah, aku benar lagi?”

Dan untuk pertama kalinya hari ini, Hyunra sibuk menyusun rencana membungkam mulut iblis Kyuhyun!

“Mau kubantu?”

Hyunra tercengang. Kedua matanya mengerjap lucu saat menatap Kyuhyun. “Apa kau bodoh?”

“Pertama, itu bukan kata yang pantas untuk direkturmu. Kedua, tidak, aku tidak bodoh,” tegur Kyuhyun tegas. Hyunra mengkerut di tempatnya. Sial, lelaki itu benar lagi. “Ah, dan aku memang ingin membantumu.”

Wajah Kyuhyun sama sekali tak mengguratkan gurauan. Hyunra bisa menjamin itu. Kemungkinan yang paling besar adalah Cho Kyuhyun memang bodoh. Bukan masalah, Hyunra sering melihat sisi itu dari Cho Kyuhyun.

Namun, Hyunra bisa membayangkan bantuan yang ditawarkan Kyuhyun. Mungkin lelaki itu hendak berperan seperti Cupid –peri pembawa panah cinta. Kyuhyun si Cupid untuknya dan Jongwoon. Hyunra nyaris terkikik.

Sampai kapan pun, ia tak akan berhasil menggambarkan Kyuhyun dengan sayap dan busur serta anak panah di tangannya. Terlalu… bukan Cho Kyuhyun. Lelaki itu akan mengamuk jika Hyunra benar-benar tertawa.

“Membantu?” ulang Hyunra. Meskipun ia ragu, tetap saja kilauan semangat itu muncul di kedua maniknya. “Membantu bagaimana?”

Kyuhyun benci melihat wajah penurut dan bersemangat gadis itu. Ia mengangkat bahu. “Aku akan membantumu melupakan rasa sukamu pada Jongwoon Hyung.”

Bantuan macam apa ini!?

Hyunra melirik Kyuhyun yang duduk di belakang kemudi. Lelaki itu sangat menyebalkan. Bahkan untuk ukuran satu hari bekerja, Hyunra tahu dan yakin Kyuhyun bukan tipe bos kesukaannya.

Pemaksaan. Kyuhyun membuat Hyunra tak bisa memilih. Ia diminta menemani lelaki itu ke pesta. Tanpa sempat menjawab, Kyuhyun sudah menyeretnya ke salon kecantikan, memilihkan gaun khusus dan menculiknya ke dalam Audi hitam mengkilat milik Kyuhyun.

Gaun khusus yang mahal dan mewah dan sangat indah. Semua hal itu harus digarisbawahi.

“Langkah pertama untuk membantumu adalah menemaniku ke pesta Tuan Choi,” Kyuhyun mengendikkan bahu. “Kau dengar, kan, Jongwoon Hyung bilang Tuan Choi mengadakan pesta di hotelku.”

Tukang pamer! Hyunra menggerutu.

“Dan, karena ini bantuan yang tak ternilai dariku, lebih baik kau menurut,” ujarnya.

Dari segi apapun, Hyunra tak melihat tindakan Kyuhyun ini sebagai salah satu bentuk bantuan yang menguntungkan. Lelaki itu hanya kembali memanfaatkannya. Dan mungkin menjadikan perasaannya pada Jongwoon sebagai senjata rahasia.

“Apa yang kausukai dari Jongwoon Hyung?” Kyuhyun pura-pura tak peduli walaupun nyaris mati penasaran. Ia buru-buru menambahkan, “Bukannya aku mau mengubah diriku menjadi dia. Hanya saja, aku tidak tahu dimana letak perbedaan antara aku dan Jongwoon Hyung.”

“Kau bercanda!?” pekik Hyunra. Dengan sopan, ia berdeham. “Maksudku, tentu saja kalian berdua berbeda.” Sangat berbeda, tambahnya. “Jongwoon-ssi itu… punya kepribadian yang sangat hangat. Senyumnya benar-benar ramah, dan bukan senyum menyeringai yang mengejek seperti milik seseorang…”

Kyuhyun harus mati-matian menahan diri untuk tak mengumpat. “Maksudmu aku?”

Memangnya siapa lagi? pikir Hyunra. Gadis itu mengangkat bahu. “Bisa siapa saja. Jangan terlalu percaya diri begitu.”

Dua ratus lima puluh persen Kyuhyun yakin orang yang disindir Hyunra adalah dirinya. Mungkin akan menyebalkan jika diingat dengan pikiran seperti itu, tapi setidaknya Hyunra punya kesan khusus terhadapnya. Kyuhyun mencatat itu sebagai poin tersendiri.

“Ayo turun!” serunya. Ia menawarkan lengannya untuk diraih Hyunra. “Dan jangan membuatku malu.”

Hyunra mendengus. Tangannya terselip di lengan kanan Kyuhyun. “Jangan khawatir. Uang tak pernah mengecewakanmu.”

“Pesta bersama para orang penting?” Kedua mata Jiyoo berkilau karena kagum. Gadis itu sangat mudah dibuat takjub, bahkan oleh hal sepele sekali pun.

Dengan enggan Hyunra mengangguk. Mengingat pesta tadi membuat Hyunra mengingat kembali betapa menderita sepasang kakinya. Sepatu hak tinggi yang cantik, tapi tak sebanding dengan rasa sakit yang diderita Hyunra setelah pesta.

“Lalu?” Rasa penasaran Jiyoo belum terpuaskan.

Hyunra mengerutkan kening. “Apa?”

“Apa… Eonni bertemu laki-laki kaya yang menarik?” tanya Jiyoo. Jika Eunhyuk ada di dekatnya, Jiyoo tak akan berani menanyakan hal tabu seperti itu. “Atau… Eonni berhasil mendapatkan perhatian Cho Kyuhyun?”

Perhatian Cho Kyuhyun? Apakah itu hal yang penting?

Lelaki itu hanya menyeret Hyunra, memamerkannya ke setiap tamu yang datang. Hyunra heran untuk apa Kyuhyun repot-repot melakukan itu. “Tidak keduanya.” Sambil menguap berlebihan, Hyunra menutupi tubuhnya dengan selimut. “Aku tidur ya. Selamat malam, Yoo.”

Kyuhyun melepaskan jas hitam yang dikenakannya. Dengan sembarangan ia menyampirkan jas itu di kursi. Pestanya tak menarik namun ia berhasil menetap di sana selama 30 menit. Rekor baru.

Jika boleh dikatakan, mungkin rekor itu terbentuk karena pasangan Kyuhyun malam ini.

Sebagai direktur, ia tak pernah menyalahgunakan jabatan untuk memaksa pegawainya. Setidaknya belum. Hal itu baru saja dilanggarnya tadi, saat meminta –atau menyuruh- Hyunra datang ke pesta bersamanya.

Dan itu bukan hal yang ingin disesali Kyuhyun. Itu keputusan paling benar yang pernah diambilnya sepanjang tahun ini.

“Kau menyukai Jongwoon Hyung? Tck,” decaknya. Rasa senang Kyuhyun menguap. Ia mengingat lagi bagaimana tatapan Hyunra pada Jongwoon.

Mungkin ini klise, tapi Kyuhyun bersedia memberikan apapun agar Hyunra bisa menatapnya seperti itu.

Pertemuan dengan gadis itu seperti kebetulan yang aneh. Jika Hyunra menyadarinya, Kyuhyun sudah melihat banyak hal istimewa dalam diri gadis itu. Kim Hyunra bukan gadis penyuka pusat perbelanjaan, hanya gadis pengunjung setia game center.

Dan cara gadis itu berdebat dengannya… Kyuhyun tak akan melupakan bagaimana Hyunra membuatnya merasa tertarik. Tentu saja Kyuhyun tak pernah percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Itu konyol.

Kyuhyun merebahkan diri di ranjang. Kedua lengannya menjadi bantal. Ia memandang langit-langit kamarnya yang tinggi. Dengan mudahnya ia membiarkan lamunannya melayang, menggambarkan setiap inchi detil seorang Kim Hyunra.

Jika cinta pandangan pertama itu tak ada, mungkin takdir bisa menjelaskan semuanya.

Tiba-tiba saja Kyuhyun menemukan Hyunra di Nexon, mengantri dengan tak sabar. Mungkin sedikit keberanian membuat Kyuhyun menghampiri gadis itu. Seakan tak ingin lagi kehilangan kesempatan, ia bahkan membuat lowongan pekerjaan khusus untuk Hyunra.

“Dan kau bilang kau menyukai Jongwoon Hyung?” Kyuhyun mendesis kesal. Rasanya semua hal yang sudah dilakukannya sia-sia. Hyunra sama sekali tak menyadari apapun.

Mungkin Kyuhyun hanya lelaki naïf. Dengan sederhananya ia berharap Hyunra dapat melupakan rasa sukanya pada Jongwoon. Kyuhyun tak ingin membuat gadis itu menumbuhkan perasaan yang tak perlu.

“Bodoh…”

The next day

Kyuhyun melirik Hyunra, melewati layar LED yang menyala di depannya. Gadis itu membersihkan beberapa pajangan penghargaan Nexon. Beberapa kali Kyuhyun memergoki Hyunra terkagum-kagum dengan action figure dari game yang dibuat miniature.

“Ehm,” Kyuhyun berdeham. Hyunra menegakkan badan, menunggu. “Apa kau mau datang ke acara launching game baru Nexon? Di… hotel yang kemarin.”

Hyunra mengerjap tak percaya. Direktur di depannya ini benar-benar sudah jadi bodoh, mungkin. “Apa… Anda sedang mengajakku?”

“Berapa IQ-mu? Kenapa hal semudah ini saja tidak bisa kau mengerti?”

Sial! Lagi-lagi bertingkah sok pintar. Hyunra mendengus. “IQ-ku tidak jelek. Mungkin memang hanya rata-rata, tapi aku tidak bodoh.”

“Bagus. Seminggu dari sekarang, siapkan dirimu. Jangan mempermalukan dirimu apalagi diriku,” ujar Kyuhyun santai. Lelaki itu kembali menyibukkan diri dengan monitor LED-nya. Walaupun begitu, ia masih berusaha melirik Hyunra.

Gadis itu terdiam dan memilih tak ambil pusing dengan kalimat tajam Kyuhyun. Jika lelaki itu ingin ia datang ke acara launching game terbaru, ia tak mau repot-repot melontarkan penolakan. Selain akan dianggap tak sopan, Hyunra memang ingin datang ke acara semacam itu.

Sangat ingin. Hyunra menambahkan kata itu dalam benaknya.

“Kau.” Kyuhyun memanggil Hyunra lagi. Gadis itu mendongak, menatap Kyuhyun dengan kedua matanya yang besar. “Apa bantuanku menunjukkan hasil?”

Hyunra mengernyitkan kening. Bantuan tak masuk akal itu? Hyunra bahkan tak tahu hasil seperti apa yang dimaksud Kyuhyun.

“Apa kau sudah melupakan rasa sukamu pada Jongwoon Hyung?” Kyuhyun seakan mendengar isi hati Hyunra. Tentu saja Hyunra menggeleng. “Memangnya pesonaku semalam tidak bisa mengubah perasaanmu?”

Untuk kali ini Hyunra nyaris tergelak nyaring. Jujur saja, Kyuhyun benar-benar pantas jadi komedian. “Sebenarnya apa maumu? Untuk apa kau repot-repot menunjukkan ‘pesona’mu agar rasa sukaku pada orang itu hilang?”

“Lupakan saja,” tandas Kyuhyun enggan. Akan sia-sia jika ia menjelaskannya pada Hyunra. Ia ingin gadis itu jadi anak pintar yang penurut.

Hyunra mengendikkan bahu. Mungkin Kyuhyun sedang risau pada sesuatu dan melampiaskannya padamu, batin Hyunra. Namun, bukankah kemungkinan besar Kyuhyun punya alasan bersikeras bersikap seperti itu?

“Apa tindakanmu kemarin benar-benar sebuah bantuan?” tanya Hyunra. Ia penasaran hingga terus memikirkannya semalam. “Memangnya kau tidak bisa jadi cupid yang baik dan membantuku dengan benar?”

Kyuhyun menyipitkan mata, tak suka. “Dan kenapa aku harus menjadi cupid untukmu?”

“Yah… entahlah. Mungkin karena kau bos dan teman yang baik?” Hyunra tersenyum sopan, berharap Kyuhyun akan luluh dengan senyum polosnya. “Sebagai bosku dan teman Jongwoon-ssi, kau bisa membantu kami untuk lebih dekat, bukan? Memangnya kau tidak ingin berbuat baik?”

Dengan tatapan tajam, Kyuhyun berusaha keras mengabaikan pandangan memohon dari Hyunra. “Aku suka berbuat baik, tapi mungkin tidak padamu.”

“Iblis jelek,” gumam Hyunra.

“Kau mengatakan sesuatu?”

Hyunra mendengus, pura-pura tersenyum sopan. “Cuaca hari ini sangat cerah.”

“Kau tidak lihat di luar sedang hujan?” Kyuhyun mengerutkan kening, heran. Mungkin otak Hyunra agak terganggu karena penolakannya tadi, pikir Kyuhyun.

“Oh, benar… H-hujan,” sahut Hyunra. Ia tertawa hambar. Bodoh. Seharusnya ia bersikap pintar di saat tak menyenangkan seperti ini. “Aku bisa membayarmu.”

“Apa kaubilang?”

“Aku… bisa membayarmu agar kau mau memberitahuku semua hal tentang Jongwoon-ssi. Atau… kau bisa memotong gajiku, tidak memberiku bonus atau apapun! Yang penting kau memberi nasihat tentang orang itu. Kumohon,” pinta Hyunra. Ia nyaris merengek. Pada Kyuhyun.

Bayangkan bila seluruh dunia tahu ia sangat putus asa hingga harus memohon pada Cho Kyuhyun. Hyunra tak peduli. Ia harus dekat dengan Jongwoon. Bagaimana pun caranya, apapun yang dilakukannya, semuanya legal dalam percintaan.

Kyuhyun mendengus. “Kaupikir aku kekurangan uang? Apa menurutmu aku membutuhkan uang?”

“Mungkin tidak, tapi…”

“Begini saja, kau lakukan apapun yang kauinginkan. Aku tidak akan mengganggu,” sahut Kyuhyun malas. Hyunra mengerjap, bersiap untuk kembali memohon. “Cupid atau apapun itu, jangan sebut aku begitu. Dan jangan mengeluh jika hasil akhirnya sama sekali tak sesuai dengan harapanmu.”

Kedua mata Hyunra berkilat senang. Rasanya seperti mendapat dukungan semesta. “Cho Kyuhyun! Kau baik sekali!”

“Kyuhyun menyuruhmu ke ruanganku?” tanya Jongwoon tak percaya.

Kim Hyunra mengangguk cepat. Mungkin ia terlihat bodoh saat ini, tapi bukan hal yang harus disesali. Hyunra memandang Jongwoon yang masih menatapnya.

Sepasang mata yang indah. Hyunra harus mengingat-ingat bagaimana rasanya ditatap oleh kedua mata itu. Tuhan pasti sangat menyayangi Jongwoon, pikirnya. Lelaki itu sangat sangat… memesona.

“Cho Kyu– maksudku, Direktur Cho minta aku menanyakan beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam pesta peluncuran game baru Nexon minggu depan,” ujarnya sambil tersenyum semanis mungkin.

Hyunra tak berbohong. Kyuhyun memang menyuruhnya menemui Jongwoon untuk hal itu. Mungkin bukan benar-benar menyuruh, karena Hyunra setengah memaksa setengah merengek agar bisa membantu Jongwoon dalam menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan acara peluncuran game baru itu.

Ajaibnya, Cho Kyuhyun setuju! Hyunra tak akan bisa melupakan saat-saat ia berhasil mengalahkan Kyuhyun.

“Baiklah, mungkin aku akan menyiapkan daftarnya untukmu,” sahut Jongwoon santai. Suara lelaki itu benar-benar menghanyutkan. Terlalu menghanyutkan bagi Hyunra. “Hyunra-ssi, kan?”

Dan dengar betapa lembutnya suara itu saat menyebutkan nama Hyunra!

Gadis itu terkesiap. Rona merah menjalar di kedua pipinya. “Y-ya.”

Kyuhyun melihat ekspresi itu lagi. Sepertinya mengabulkan keinginan Hyunra sama sekali bukan ide yang baik. Selain karena ia sendiri tak suka melihat pemandangan klasik seperti ini, Kyuhyun juga merutuki kelemahan barunya sekarang.

Kim Hyunra yang merengek benar-benar jadi kelemahan barunya saat ini.

Gadis itu pasti sangat senang. Kyuhyun mendengus. Ia bisa melihat itu dari wajah Hyunra yang berseri.

“Siang yang cerah. Benar, kan?” Hyunra melangkah ke meja Kyuhyun sambil tersenyum lebar. Bagus. Senyuman seperti itu sama sekali tak pernah tampak dari gadis itu untuk Kyuhyun.

Dan Kyuhyun sama sekali tak menyukai kenyataan itu.

“Aku bisa melihat kau berhasil memanipulasi perintahku pada Jongwoon Hyung,” ujar Kyuhyun datar.

Hyunra tersenyum lebih lebar lagi. “Ah, apa maksudmu dengan memanipulasi? Aku hanya menjalankan perintahmu, Direktur Cho yang manis.”

“Jangan sebut aku begitu!”

“Apa?”

“Ma… nis,” sambung Kyuhyun. Lelaki itu memalingkan wajahnya saat Hyunra bersikeras menatapnya dengan intens. “Apa yang kaulihat!?”

Hyunra mencibir. Sambil terus berusaha mengamati wajah Kyuhyun, ia berdecak. “Kau memang manis. Hanya jika kau bersikap malu-malu seperti ini.” Gadis itu tergelak nyaring. Sepertinya ia akan kehilangan pekerjaan jika menertawai direkturnya sendiri seperti ini.

“Berhenti tertawa!” tegas Kyuhyun. Seharusnya ia bersikap tegas, tapi wajah Hyunra yang tertawa tak bisa memancing kekesalannya. Lelaki itu berdiri dari kursinya, mencondongkan tubuh ke arah Hyunra. “Atau aku akan menciummu.”

Tawa itu terhenti. Hyunra menutup mulutnya dengan cepat. Ancaman Kyuhyun tadi memang mustahil, tapi ia harus mengantisipasi.

“Nah, jadilah gadis yang baik,” sahut Kyuhyun puas. “Sebut aku ‘manis’ dan tertawa sekali lagi, aku akan menciummu.”

Oh, Hyunra sangat membenci ini. Ancaman lagi. Terlepas dari semuanya, Hyunra sangat benci ancaman tak masuk akal dari Cho Kyuhyun.

Ruangan itu mendadak senyap. Hanya terdengar helaan napas dari Kyuhyun dan Hyunra yang teratur. Hyunra tak bermaksud melakukannya, tapi matanya terarah tepat ke mata lelaki itu.

Sudahkah Hyunra mengatakan bahwa mata Kyuhyun juga indah?

Hyunra menelan ludah. Bukan arti kata indah seperti yang diungkapkannya untuk kedua mata Jongwoon, sepasang mata milik Kyuhyun ini berbeda. Indah… dengan sesuatu yang menggoda di sana.

Otaknya pasti sudah rusak. Hyunra baru saja berpikir bahwa mata Kyuhyun menggoda. Otaknya mungkin saja rusak, tapi ia tak salah.

Sepasang mata itu besar, tampak bersinar saat diterpa cahaya. Seperti almond, kedua mata itu melengkung di pinggir hingga menampakkan sorot mata tajam yang mengintimidasi. Oh, dan sudahkah Hyunra menyebutkan bahwa mata itu sangat magis?

Mendadak saja udara di sekitarnya menipis. Hyunra merasakan dadanya yang mulai sesak karena tak bisa bernapas. Ia sudah benar-benar terkena sindrom cinta gadis remaja.

Dan sekali lagi, apakah itu semua disebabkan oleh sepasang mata yang masih menatapnya ini?

“Wah, hati-hati,” ujar Kyuhyun tiba-tiba. “Bantuanku sedang kaurasakan.”

Bantuan? Masa bodoh dengan itu. Hyunra mengerjap. Bantuan apa?

 “Memangnya pesonaku semalam tidak bisa mengubah perasaanmu?”

“Ah, pesonamu itu?” Hyunra teringat semua omong kosong aneh yang diucapkan Kyuhyun. Gadis itu menggeleng pelan. Sikapnya harus meyakinkan. “Aku sama sekali tidak merasa terbantu. Aneh sekali, kan?”

Kyuhyun mengangkat bahu santai. “Jangan khawatir. Sebentar lagi.”

Ucapan itu bukan sekedar gertakan. Hyunra tahu itu. Bukan hal yang menakutkan, tapi kenapa Hyunra tiba-tiba khawatir?

Jiyoo mengerucutkan bibir. Pandangannya terfokus sepenuhnya pada wajah Hyunra yang bersemu dan senyum gadis itu yang tak terlepas dari wajahnya. Hampir seminggu Hyunra bekerja di Nexon dan Jiyoo bisa melihat banyak perubahan dari seniornya itu.

“Eonni,” panggilnya. Hyunra menoleh, tetap dengan senyuman lebar. “Apa Eonni berhasil mencuri game baru yang belum sempat diluncurkan oleh Nexon?”

“Memangnya kau pikir aku bekerja untuk mencuri?” sergah Hyunra, separuh mendesis.

“Lalu,” Jiyoo mengamati wajah Hyunra dan melanjutkan, “ada apa dengan senyuman aneh itu? Ah, dan kedua pipi yang merona itu? Eonni demam? Atau Cho Kyuhyun itu sengaja memberikan pekerjaan yang berat hingga Eonni kehilangan akal sehat dan nyaris gila?”

Hyunra meraih pensil dari atas meja kemudian mengetuk kening Jiyoo pelan. “Ck, ck, ck. Hebat sekali imajinasimu itu.” Dengan senyum samar, Hyunra memainkan pensi di tangannya. “Cho Kyuhyun itu baik. Memang tidak benar-benar baik seperti kebanyakan orang baik, tapi juga tidak begitu buruk. Kurasa ada sisi yang manis dari laki-laki itu.”

“Sebut aku ‘manis’ dan tertawa sekali lagi, aku akan menciummu.”

Suara Kyuhyun menggema di kepala Hyunra. Ia bergidik. Baru saja ia mengucapkan kata manis lagi untuk Kyuhyun. Apakah ancaman konyol itu masih berlaku?

“Bukan, bukan manis, mungkin… menyenangkan,” ralat Hyunra.

Jiyoo menopangkan dagunya dengan tangan kanan. Tanpa diperintah, ia sudah memusatkan indera penglihatannya pada Hyunra. Otaknya juga sudah bekerja tanpa komando, berusaha menyimpulkan segala hal yang dibicarakan Hyunra.

“Eonni suka… laki-laki itu?”

Hyunra tertegun. Laki-laki? Laki-laki yang mana, Kim Jongwoon?

“Suka! Suka sekali!” sahutnya mantap.

Jiyoo melongo. Kedua matanya mengerjap berkali-kali. “Eonni suka Cho Kyuhyun?”

“Ha? Tidak! Kenapa jadi Cho Kyuhyun?” bantah Hyunra. Satu-satunya wajah yang muncul di kepalanya adalah wajah Kim Jongwoon. Tak salah lagi. Sama sekali tak ada tanda-tanda kehidupan bagi Cho Kyuhyun dalam kepalanya.

“Aneh…” Jiyoo memiringkan kepala, berusaha membaca ekspresi salah tingkah di wajah Hyunra. “Sejak Eonni bekerja di Nexon, satu-satunya nama yang keluar dari mulut Eonni adalah Cho Kyuhyun.” Gadis itu tersenyum jahil, melanjutkan, “Cho Kyuhyun begini… Cho Kyuhyun begitu… Ada banyak Cho Kyuhyun yang Eonni keluarkan.”

Hyunra berdeham. “Karena dia sangat menyebalkan!”

“Eunhyuk juga begitu dulu. Dia sangat menyebalkan tapi tetap saja dia adalah satu-satunya orang yang bisa menguras perhatianku,” ujar Jiyoo bangga. “Dan kalau sudah ada orang seperti itu, artinya kita sedang jatuh cinta, begitu kan?”

Masuk akal. Hyunra menyetujui teori Jiyoo dalam hati, tapi… jatuh cinta. Dengan Cho Kyuhyun. Semua hal itu jauh dari lingkaran kemasukakalan.

“Tidak ada cinta yang masuk akal, Eonni.” Jiyoo mengingatkan.

Hyunra menatap Jiyoo dengan tak acuh. “Aku menyukai Kim Jongwoon. Laki-laki tampan dengan suara berat dan pandangan mata tajam yang–“

“Begitukah?” tanya Jiyoo. Pertanyaannya disambut oleh anggukan kepala penuh semangat dari Hyunra.

Tentu saja begitu. Hyunra tahu persis perasaannya. Jika ia tak pernah membicarakan Jongwoon, bukan berarti ia tak menyukai Jongwoon atau menyukainya lebih sedikit daripada orang lain. Misalnya, orang lain, yang menurut Jiyoo, selalu dibicarakannya.

Orang lain yang bernama Cho Kyuhyun.

Sekali lagi Hyunra memastikan gelar untuk orang lain bernama Cho Kyuhyun itu. Cho Kyuhyun raja iblis yang kejam, jahat, dan tidak punya hati. Cho Kyuhyun si cupid yang bodoh!

Lelaki itu melarang Hyunra menghadiri acara yang diurusnya selama dua minggu lebih bersama Kim Jongwoon.

“Tidak. Jika kubilang tidak, berarti tidak! Jangan seenaknya memutuskan sesuatu. Kau akan di ruanganku sampai acaranya selesai!”

Hyunra menggeram dalam hati. Suasana hati Kyuhyun memang sering berubah, sering membuatnya bingung. Tapi untuk kali ini saja, ia berharap tak ada yang terjadi pada suasana hati lelaki itu. Bagaimana pun, acara ini penting. Siapa yang bisa menebak jika Kim Jongwoon akan menyatakan perasaannya pada Hyunra?

Pikiran itu membuat Hyunra menegur diri sendiri. Baiklah, mungkin bukan menyatakan cinta, tapi mungkin saja ini kesempatannya untuk bisa lebih dekat dengan Kim Jongwoon. Dan si cupid bodoh Cho Kyuhyun itu justru melenyapkan harapannya begitu saja.

“Tolonglah…” Hyunra jarang memohon apalagi merengek. Cho Kyuhyun harus membayar mahal karena sudah membuat Hyunra melakukan kedua hal itu bersamaan.

Kyuhyun menyipitkan kedua matanya, memandang Hyunra dengan tatapan menilai. “Ti…dak!”

Hyunra ingin menuntut penjelasan, alasan atau apa pun yang menjadi dasar Kyuhyun untuk melarangnya datang ke acara itu. Kyuhyun tahu pasti jika acara ini bisa menjadi peluang yang bagus untuk kelanjutan hubungan Hyunra dan Jongwoon. Tapi lelaki itu bahkan enggan mengatakan kalimat lain selain Tidak.

Helaan napas berat menjadi kekecewaan Hyunra yang tak ingin repot-repot ditutupinya. Sepertinya ia harus menuruti perintah lelaki itu. Lagi.

Atau mungkin tidak.

Kyuhyun memunggungi Hyunra, mengeluarkan ponsel dan mulai menelepon. Hyunra tahu lelaki itu akan benar-benar sibuk malam ini di luar. Jadi mana mungkin Kyuhyun akan tahu jika Hyunra tak berada di ruangannya?

Satu-satunya rencana ini harus dijalankan dan harus berhasil.

Acara itu meriah. Hyunra bisa menyimpulkan dari lampu-lampu yang berpendar menerangi seluruh ruangan. Beberapa pegawai Nexon yang dikenal Hyunra berada di mana-mana. Namun gadis itu sama sekali tak menemukan Kim Jongwoon.

Dengan susah payah ia berhasil menembus kerumunan orang dan menempatkan diri di samping salah satu meja. Meja itu dilapisi taplak putih bersih dengan piring-piring berisi hidangan diletakkan di atasnya. Hyunra memutuskan harus mengisi perutnya yang kelaparan jika ingin menemukan Jongwoon tanpa kemungkinan jatuh pingsan gara-gara kelaparan.

Hyunra baru saja menempatkan beberapa kue di piringnya saat suara lain berdeham di dekatnya. Gadis itu nyaris memekik sementara Cho Kyuhyun sudah berdiri di sampingnya, melirik Hyunra dengan tajam.

“Apa yang kukatakan soal tetaplah di ruanganku hingga pesta selesai?”

“Yah… entahlah. Sepertinya aku salah dengar,” gumam Hyunra. “Maksudku, kupikir kau memintaku untuk… menikmati pesta ini?” Hyunra nyengir tanpa rasa bersalah. Gadis itu menyerah saat Kyuhyun masih saja melotot ke arahnya. “Baiklah… maaf. Aku tahu dan mengerti dengan jelas perintah yang kauberikan, tapi kupikir aku juga berhak berada di sini karena… yah… karena aku juga–“

Kyuhyun menyela. “Baik. Baiklah. Kau bisa berada di sini. Hanya saja–“

“Oh, kau baik sekali! Sungguh!” potong Hyunra. Ia sedang tersenyum lebar ke arah Kyuhyun sementara kedua matanya teralihkan oleh kehadiran seseorang. Hyunra mengerjap dengan senyuman yang perlahan menghilang dari wajahnya. “Hei, itu… Jongwoon, kan?”

Kim Jongwoon mengenakan setelan jas berwarna abu-abu gelap. Rambutnya yang hitam ditata lebih rapi daripada hari-harinya di kantor. Seharusnya semua itu menarik perhatian Hyunra, membuat gadis itu –mungkin- merasa jutaan kali ingin meledak karena jantung yang memberontak. Namun perhatian Hyunra tertuju ke arah lain, ke sesuatu yang menimbulkan perasaan ganjil dalam dadanya.

Ada lengan yang dibiarkan menyelinap di lengan Jongwoon. Hyunra melihat si pemilik; seorang gadis bergaun tosca selutut. Hal lain yang dilihat Hyunra; Jongwoon dan gadis itu tertawa. Hal lainnya; tatapan kedua orang itu terlihat berbeda.

Seperti melihat sendiri bagaimana Hyunra menatap Jongwoon, namun tak seperti cara lelaki itu menatapnya. Tak sekali pun.

“Hanya saja,” sepertinya Kyuhyun berusaha melanjutkan ucapannya, “aku tidak bertanggung jawab atas kekacauan hati yang kau dapatkan di pesta ini.”

=================TBC=================

Pfft… gak tau ini FF jaman kapan. Saya lelah ditagihin sama si cast. Ditelpon dan ujung-ujungnya selalu ada tagihan bulan ini berupa Stupid Kyupid. Dan saya putuskan memperpanjang kontrak supaya REJUMMA bahagia. :”>

Semoga kalian yang sudah komen di postingan sebelumnya sempat baca catatan saya di sini, karena saya mau bilang terima kasih dan mohon maaf kalo komen suka telat dibalesin. Tapi pasti saya bales kok, kalo memang gak kelewat. ;__; Terima kasih! Saya menghargai semua komen dari kalian. ^-^

And well… masih berkutat dengan Marry Yoo, so maaf lagi, silakan bersabar sebeeeentar lagi. *bow*

30 thoughts on “Stupid Kyupid [2 of 3]

  1. hehehehhe… maacih choi nugu mumumu~~ :p
    ini saking ngambek nya gara2 dikasih foto “eksotik” lee hyukjae, jd ngambek dia nge-post ini ff.. wkwkwkwk…. xD
    tolong part selanjutnya dipercepat ya dek nugu.. :p

  2. wkwk.. emank sulit kyknya menggambarkn cho kyuhyun jd cupid😀 udh takdir cucoknya jd evil *pletak
    aa, ga sabar nunggu next partnya~ ini daebak.. syuka bgt karakternya kyu xD

  3. ih lucu bangeeet. habis marry yoo kolab sama cho kyuhyun lagi dong (hyuk gampar aku, terus tarik yoo ke kamar) hehehe
    ceo cho kyuhyun memang hard to resist kebangetan ya. eugh gemes. ayo buruan diresmiin hyunra kyuhyun nya! ga sabar nunggu part berikutnya…… hwaiting!!!

    (ps: please find someone loveable for lee donghae in marry yoo. dont let him down ;( please)

  4. Holaa aku rider baruu.. Sbnrnya ga baru juga sh -.- cuman ga pernah comment aja.. Mianhae😦

    Aaa sumpah keren!
    Aku baru baca tadi dri part 1 kkkk
    semuanya bikin ketawa , dan kalimat kalimatnya ga habis pikir!
    Ternyata dibalik sifat menyebalkan kyuhyun , dia sebenernya mau ngejaga perasaan cewe yg dia sayang kkk
    cieelah kyuhyuun😀😀
    jalan ceritanya asik!

  5. Ketemunya udah part 2 aj… stupid kyupid!!!si evil kyu yg jenius jadi stupid gegara cinta -yang emang pd pandangan pertama sihyaaa.. –
    Aaaaish,, salahkan takdir yg ribet banget daah mesti belok-belok,,padahal udah tuh cocok kyuranya…
    Sukaaa ama sedikit moment jihyuknyaa…
    Tolong dilanjut yaah..
    ::ps: spt komen sblmnya, saya jg prihatin ama donghae.. not sad ending for him please,, my’nya ditungguuuin🙂

  6. Oh Ya ampuun Hyun Ra
    si Cho Kyu sudah mengantisipasi mu agar tak sakit hati tapi kau malah mengacuhkannya ckckck
    Cho Kyu Hyun yang baik /pukpuk Kyu/
    Aigoooo
    Kyuhyun memang manis kalau lagi malu2 jiahahaha dan saya suka
    dia tampak menggemaskan dengan telinga dan pipinya yg bersemu merah hoahahahaha
    Ayo Ayo dilanjutkan chingu/eonni
    hohoho
    mata Kyu itu memang gyaaaaaa
    indah tapi sangat2 mempesona dan bisa berubah nakal dalam bbrapa saat
    kyaaaaaaaaa I Love U More Kyu Hyun Cho hohoho

  7. sudah kuduga cho kyuhyun tampil dgn sifat aslinya lagi.. haha
    full of dignity.. ckckck
    but, I love him as usual.. hahaha
    evil kyu tetaplah evil.. hohoho
    dan Jongwoon.syala la laa~ dy cameo yg tampan.. haha😄 #plakkk
    well, keep fight to write chingu-ya (^o^)g

  8. woaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hyunra syuka sama kyu yaaaaa hohoho… Aigooo mata cho kyuhyun memang mempesona hohoho… Kyaaaaaaa syukaaaaaa syukaaaa… Semoga part 3nya segera hhehehehe…

  9. Uwoo stelah sekian lama gak mampir k blog ini, akhirnya sempet jg hehe dan langsung disuguhin nie ff. I love it hueeheh oiya eon aku blh minta pw a night for you gak? Makasie before🙂

  10. akhir na muncul juga part 2 ^^
    spt na kyu ga cucok dgn image cupid lalala~
    dah terlanjur tertanam image forever evil kyuuu😛
    jd panasaran kelanjutan part 3 ehehee…

  11. percobaan ketiga mosting komen -_-

    cho kyuhyun, bisa minta bantuannya juga ga? saiyah mau melupakan kibum wakakakakkakak >__<
    ckckckck.. baru tau lah ya ada bantuan macam gitu.

    Kim jongwon, itu yg kamu gandeng bukan tunangan kan? cuma temen kan?? *calon patah hati* T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s