Marry Yoo! [12th Step]

[12] The Party

13861-wedding-flowers (2)

============================

“Itu artinya kau bahkan lebih dari malaikat.”

Seperti mendapatkan hadiah pertama di hari Natal dan seolah merasakan es krim yang lumer di ujung indera pengecap, perasaan semacam itu yang selalu menyelimuti Jiyoo di akhir setiap pembicaraannya dengan Donghae. Rasanya nyaman dan terasa hangat. Semuanya terasa wajar, seperti tahun-tahun sebelumnya, keberadaan Donghae yang seperti ini selalu terasa menyenangkan.

Tangan lelaki itu masih menggenggam tangannya. Jiyoo tak merasa janggal. Lengkungan bibir yang terpatri di wajah itu pun selalu berhasil membuat Jiyoo ikut tersenyum.

“Terima kasih,” ucap Jiyoo tulus.

Senyuman itu indah. Donghae bergumam dalam hati. Senyuman itu selalu terlihat indah baginya. Namun saat ini ia sadar sepenuhnya senyuman Jiyoo tak lagi hanya menjadi miliknya. Gadis itu memiliki dan dimiliki orang lain.

Donghae mengangguk tanpa suara. Rasanya seperti ada lelehan besi panas di lidahnya, menahan seluruh kata yang mungkin saja meluncur dari bibirnya. Sekali lagi, ia telah menyakiti dirinya sendiri. Donghae tahu, bahkan ia sadar sepenuhnya bahwa ia sedang mencari pembenaran dari setiap detil perasaan yang tak sengaja sedang dipeliharanya ini.

Tatapan Jiyoo untuknya; seakan ia adalah hadiah terbaik bagi gadis itu, seolah ia adalah matahari hangat untuk Jiyoo membuat Donghae merasakan dua hal yang saling bertentangan. Bahagia sekaligus sedih. Donghae tak tahu mana yang lebih mendominasi, tapi ia memilih untuk merasa bahagia.

Bahagia karena Jiyoo. Bahagia demi Jiyoo. Selalu seperti itu.

Kenyamanan yang dirasakannya tadi bersama Donghae terkikis sedikit demi sedikit. Jiyoo mendadak merasa takut. Ia terpaksa berhenti di depan pintu kamarnya, berandai-andai apa yang harus dikatakannya pada Eunhyuk.

Tentang malaikat kecil. Tentang janin yang berada dalam rahimnya. Tentang anak Eunhyuk.

Gagasan yang terakhir membuat Jiyoo meringis. Ia tak pernah tahu inilah rasanya saat ia tak lagi berdiri sendiri karena ada malaikat kecil bersamanya. Malaikat kecil yang akan mewarisi nama depan Lee; seperti ayahnya, Lee Hyukjae.

Dan lagi-lagi ia meringis. Jiyoo dipenuhi jutaan kembang api di seluruh kepalanya. Dan ditambah dengan kepakan sayap kupu-kupu dalam perutnya.

“Pengecut,” rutuknya. Jiyoo menarik napas panjang, menempelkan tangannya di kenop pintu dan membukanya pelan. Indera penglihatannya segera menemukan Eunhyuk, yang terduduk di ranjang. Jiyoo agak bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan lelaki itu. “Hei.”

Eunhyuk menoleh, mendongak ke arah Jiyoo. Lelaki itu menyambutnya dengan senyuman kesukaannya sepanjang masa. “Lama sekali.”

“Serena ingin membuat tamu-tamunya terkesan,” Jiyoo mengangkat bahu santai. Ketika Eunhyuk menawarkan tangannya, ia langsung meraihnya. Gadis itu duduk di samping Eunhyuk, dengan tangan yang saling bertaut. “Kau sudah membereskan koper. Bagus sekali.”

Eunhyuk mengecup pipi Jiyoo dengan cepat. “Sesuai perintahmu, Ma’am.”

“Makan malam sedang disiapkan, ayo turun,” ajak Jiyoo. Namun tangannya tertahan. Eunhyuk tak bergerak. “Wae?”

Saranghae,” ujarnya.

Jiyoo mengerutkan kening. “Bukankah itu hal yang sudah sangat jelas? Aku tahu. Aku juga mencintaimu.”

Eunhyuk membenamkan diri di leher jenjang Jiyoo. Bibirnya mengecup, menyusuri leher hingga wajah gadis itu. Eunhyuk menarik napas dalam-dalam, membiarkan aroma sampo yang merebak dari rambut Jiyoo masuk melalui hidungnya, mengirimkan sensor di kepala Eunhyuk untuk membelai rambut gadis itu.

“E-eunhyuk…”

Gumaman Jiyoo seolah membuat Eunhyuk semakin tuli. Ia memberikan ciuman manis di atas bibir Jiyoo. Rasanya ada yang tertahan, Jiyoo berpikir. Bahkan seolah ada luka baru yang sedang menggores permukaan benda bernama hati milik lelaki ini. Tapi Jiyoo sendiri tak yakin.

“Eunhyuk…” ia mencoba sekali lagi ketika Eunhyuk menghentikan ciuman mereka. Eunhyuk menatapnya, tanpa bergerak. Jiyoo membingkai wajah lelaki itu dengan kedua tangannya, membuat lelaki itu tetap menatapnya. “Saranghae.”

Kemudian Jiyoo mencium Eunhyuk. Dengan sepenuh hati, dengan seluruh perasaan cinta yang dimilikinya. Gadis itu tahu Eunhyuk sudah terlalu banyak terluka dan kecewa. Dan hanya ini yang bisa dilakukan Jiyoo untuk meyakinkan lelaki itu.

Bahwa ia, Choi Jiyoo, sudah dan akan selalu memilih Lee Hyukjae sebagai teman hidupnya.

Jiyoo menahan luapan rasa lega saat Eunhyuk mendapat pesannya. Lelaki itu menekankan bibirnya di atas bibir Jiyoo dengan lembut sebelum akhirnya berubah menjadi kontak yang menuntut. Rasanya dunia hanya berputar untuk mereka dan waktu terhenti demi mereka.

Napas Jiyoo nyaris habis namun sekali lagi ia tak pernah keberatan. Ia tetap bernapas, kali ini dengan dibantu oleh Eunhyuk. Bernapas demi orang lain, entah kenapa gagasan itu sama sekali tak terdengar buruk.

Dan ketika segala hal tentang Lee Hyukjae menjadi penopang hidupnya, Jiyoo menyerahkan seluruh tubuh dan jiwanya untuk lelaki itu.

Yang ajaibnya, terasa luar biasa benar.

Seoul – 9:12 AM

Langit kota Seoul terlihat biru dan terasa hangat oleh matahari musim semi yang baru saja menyapa. Angin lembut menyentuh kedua pipi Song Chaerin, meniup helaian rambut yang membingkai wajah bundarnya. Dalam sekali kedipan mata, ia menyunggingkan sebuah senyuman.

Senyuman yang hadir ketika kedua matanya beradu pandang dengan kedua mata Jung Daehyun.

Lelaki itu duduk di salah satu sudut restoran, sengaja menghadap ke pintu masuk. Daehyun seolah tak sabar menunggu seorang gadis yang akan melalui pintu itu. Dan ketika gadis itu menemukan kedua indera penglihatannya, Daehyun tak bisa menolak untuk ikut tersenyum pada gadis itu.

Song Chaerin cantik. Daehyun menelan ludah dengan gugup. Sebuah cardigan rajut berbahan wol berwarna putih gading membungkus tubuh mungil Chaerin. Rambutnya dibiarkan terurai, membuat kedua bahu gadis itu dihiasi helai-helai rambutnya yang berwarna hitam. Daehyun tak tahu apa ada yang salah dengan kedua matanya, namun ia yakin ia sempat melihat rona merah muda di kedua pipi gadis itu.

Cantik. Sekali lagi Daehyun bergumam dalam hati. Dan ia tak pernah keberatan untuk mengulangnya berkali-kali.

“Pagi,” ucap Chaerin saat mencapai meja Daehyun. Ia memiringkan kepala. “Apa aku terlambat?”

Daehyun mengangguk. “Dua belas menit.”

Chaerin tersenyum meminta maaf sambil menggigit bibir. “Masalah lalu lintas.”

“Kau berjalan kaki,” sahut lelaki itu.

“Baiklah,” Chaerin tertawa. “Aku minta maaf.”

Daehyun tersenyum, berdiri dan menarik kursi untuk gadis itu. “Permintaan maaf diterima. Tapi aku tetap harus mendengar alasanmu.”

“Gugup,” jawab Chaerin. Melihat Daehyun yang mengerutkan kening, gadis itu tertawa lagi. “Aku terlalu gugup untuk bertemu denganmu, jadi aku sengaja berlama-lama di jalan.”

Chaerin terhibur dengan sikap Daehyun yang mendadak salah tingkah. Setidaknya bukan hanya dirinya yang merasa luar biasa gugup untuk pertemuan hari ini. Chaerin menolak menyebut acara hari ini sebagai kencan pertama. Tidak, bukan begitu caranya.

Sejujurnya, ia tertarik pada Jung Daehyun –dan ia tak perlu menyebutkan bahwa lelaki itu juga merasakan hal yang sama. Tapi sebuah ketertarikan tak bisa menjamin perasaan lain dapat tumbuh dan menggantikan perasaan yang sudah tumbuh lebih dulu.

“Apa yang mau kau lakukan hari ini?” tanya Daehyun.

Chaerin tersenyum, lebih untuk dirinya sendiri. Baiklah, sekarang lelaki itu membuat segalanya seperti sebuah kencan pertama. “Kau tidak punya rencana? Karena aku sudah memutuskan akan mengikutimu saja seharian.”

“Ada.” Daehyun berusaha untuk tersenyum walaupun rasanya ia nyaris mati gugup. “Ada satu hal yang selalu ingin kutunjukkan.”

“Pada?”

Pertanyaan itu membuat Daehyun tersenyum lebih santai. “Pada gadis istimewa yang kutemui di musim semi.”

Yeoido

Daehyun menghela napas cemas. Tak ada bunga sakura yang terlihat. Mungkin Seoul memang sudah memasuki musim semi, namun sepertinya bunga-bunga masih enggan memamerkan kelopaknya. Termasuk bunga di pohon sakura yang berjejer di sekitar Yeoido.

“Sepertinya kau tidak bisa menunjukkan apapun padaku di sini,” ujar Chaerin. Gadis itu tersenyum samar, merasakan sedikit aura kekecewaan dari Jung Daehyun. “Tidak apa-apa, lain kali–“

“Tidak ada lain kali,” selanya. Daehyun merogoh sesuatu dari saku jaket denimnya. Potongan-potongan kertas merah jambu yang berbentuk kelopak sakura berada di genggamannya, membuat Chaerin mengerutkan kening. “Aku sudah mengantisipasi ini.”

Chaerin tak bisa menahan diri untuk tak tertawa. “Baiklah, terima kasih.”

“Aku selalu ingin mengajak seseorang untuk melihat bunga sakura yang sedang mekar,” ujar Daehyun.

“Dan kenapa harus mengajakku?”

“Karena sejak beberapa tahun yang lalu, aku ingin mengajakmu ke sini.”

Chaerin tahu ada yang salah padanya ketika Daehyun menjawab pertanyaannya. Ada yang tak beres dengan seluruh tubuhnya. Ia tak bisa bernapas, jantungnya berdebar terlalu keras.

“Karena aku juga tahu setiap musim semi tiba, ayahmu selalu membawamu ke tempat yang dipenuhi bunga.”

Bagaimana lelaki itu bisa tahu? Chaerin bertanya dalam hati, tak berani menyuarakan pertanyaannya.

Walaupun begitu, Daehyun menjawabnya sendiri. “Keluargaku juga melakukan hal yang sama.” Chaerin tersenyum samar. “Karena itu, kupikir walaupun ayahmu sudah tidak ada, kukira… kau tetap ingin pergi ke tempat seperti ini… saat musim semi.”

Chaerin mendengar debaran jantungnya yang bertalu namun hatinya sekaligus diselimuti oleh rasa lembut yang aneh. “Kau benar. Aku selalu ingin kembali seperti dulu.”

Dan kesenyapan yang canggung mengambang di udara. Daehyun berusaha bernapas, namun nyatanya ia selalu menahan napasnya ketika berada di dekat gadis ini. Ia tak pernah membayangkan bisa berada di tengah pohon sakura saat musim semi bersama Song Chaerin –yang memang selalu diinginkannya untuk berada di sini bersamanya.

Chaerin melirik lelaki itu melalui ujung maniknya yang gelap. Lelaki ini manis –terlalu manis hingga rasanya Chaerin tahu bahayanya. Jika Jung Daehyun bertindak lebih dari ini, Chaerin tak bisa menjamin bahwa ia dapat melindungi diri lagi.

Melindungi diri dari kemungkinan terjatuh dalam lubang terjauh pada hati lelaki itu.

Chaerin tak mengenal lelaki itu. Walaupun begitu, ia sudah terlalu jauh membiarkan dirinya merasakan semua kegembiraan yang mendebarkan ini. Apakah ada yang bisa dilakukannya untuk membentengi diri dari Jung Daehyun?

Datang tiba-tiba, dalam diam, nyaris tanpa suara. Kehadirannya bukan tak menyenangkan, hanya saja terasa begitu manis sekaligus berbahaya. Dan aura seperti inilah yang mulai membuat Chaerin khawatir. Khawatir bahwa ia bisa saja melupakan semua hal dan mulai menyukai lelaki ini.

Dan lagipula, dari mana Jung Daehyun itu tahu jika perasaan yang mungkin dimilikinya untuk Chaerin tak pernah lebih dari sekedar rasa bersalah dan tanggung jawab?

Chaerin berulang kali memikirkan hal itu. Tentu saja pikiran semacam itu selalu berhasil membuatnya gamang, seakan berada di awang-awang. Dan ia tak suka membiarkan perasaannya tak jelas.

“Hei,” panggilnya. Daehyun menoleh. “Antar aku ke suatu tempat.”

“Untuk apa kita ke sini?” adalah pertanyaan pertama yang meluncur dari mulut Daehyun ketika Nissan merahnya memasuki area parkir.

Chaerin tak menyahut. Ia memusatkan kedua indera penglihatannya ke sekeliling, mencoba mengakrabkan matanya dengan pemandangan asing yang pertama kali dilihatnya. Bangunan yang dijadikan tempat menyimpan abu orang yang sudah meninggal itu didominasi dengan hiasan kayu. Kesan konservatif didapat Chaerin ketika melihat lantai dalamnya yang juga tertata dari kayu.

“Ayo turun,” ucap Chaerin sambil melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya.

Kedua mata Daehyun mengerjap, bingung. Tempat ini memang sudah terlalu tak asing untuknya. Tiga bulan sekali, ia akan datang untuk sekedar menceritakan banyak hal pada mendiang kakaknya. Tentu saja pertanyaannya adalah; untuk apa Song Chaerin minta diantar ke tempat ini?

“Hei!” seru Chaerin. Ia mengerutkan kening ketika mendapati Daehyun tak juga bergerak dari tempatnya. “Tunjukkan yang mana abu kakakmu.”

Daehyun menghela napas. Ia memang bingung, tapi tak ada alasan untuk menolak permintaan gadis itu. Dengan langkah yang sudah sangat dihapalnya, Daehyun memandu Chaerin hingga ke depan sebuah lemari kaca kecil yang ditandai dengan gambar diri seorang lelaki.

“Ini?” tanya gadis mungil itu. Daehyun hanya mengangguk. Chaerin tersenyum kecil sebelum memandang foto di hadapannya. “Hai, aku Song Chaerin. Mungkin kau tidak mengenalku, tapi kurasa aku tahu siapa dirimu.

“Ayahku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Kurasa kalau kalian bertemu di sana, kalian akan saling bertegursapa, benar tidak?”

Daehyun menelan ludah, merasakan ketegangan aneh di sepanjang punggungnya. “Chaerin-ah…”

“Adikmu merasa sangat bersalah pada keluarga kami, padahal kami tahu dia tidak perlu merasa demikian. Kau juga tidak ingin dia terus merasa begitu, kan?” lanjut Chaerin. Gadis itu menatap Daehyun sesaat, dan kembali berbicara dengan pigura yang diam.

“Bisakah kau katakan padanya, perasaan bersalahnya hanya akan membuatnya tidak bisa melanjutkan hidup. Aku sangat berterima kasih padanya dan jika dia terus seperti ini, aku takut aku tidak bisa lagi membedakan maksudnya yang sebenarnya.”

“Apa maksudmu?”

Chaerin menarik napas dan tersenyum. “Apa kau tahu, aku takut aku tidak akan bisa melepaskanmu jika nanti rasa bersalahmu sudah hilang.”

“Apa kau juga tahu, kurasa aku tidak ingin bersembunyi di balik rasa bersalah itu,” ucap Daehyun. Bibirnya melengkung, membentuk senyuman tipis yang terasa memabukkan. “Aku menyukaimu. Sangat menyukaimu.”

California – 6:23 PM

“Pesta besok malam akan jadi pesta paling menyenangkan!”

Jiyoo tersenyum mendengar suara Serena yang bersemangat. Makan malam hari ini akan menjadi makan malam terakhir yang bisa dilakukan dengan santai. Mulai besok, kediaman Jo akan disibukkan oleh persiapan pesta keluarga. Jiyoo sendiri tak terlalu peduli. Ia akan puas dengan membantu sebisanya.

Meja makan berbentuk bulat lonjong itu dipenuhi oleh lima kursi yang terisi. Jiyoo tak tahu kemana perginya Choi Siwon, tapi sepertinya ia sedikit senang saat sepupunya itu tak lagi membuat Eunhyuk kesal. Eunhyuk. Jiyoo kembali merasakan gelenyar aneh di seluruh tubuhnya.

Baru 2 jam yang lalu lelaki itu menyentuhnya dan Jiyoo kembali merindukan sentuhan Eunhyuk. Sepertinya ia tak menjadi dirinya sendiri. Jiyoo tahu Eunhyuk memang sangat adiktif, tapi kali ini ia menginginkan lelaki itu dua kali lipat.

Jiyoo mendesah. Pasti gara-gara perubahan hormon. Pasti gara-gara janinnya.

“Keningmu berkerut,” bahkan suara Eunhyuk di telinganya membuat Jiyoo hampir terlonjak. Jantungnya menggelepar seperti kepakan sayap burung.

Dan Jiyoo mulai merasa luar biasa tolol. Ini bukan pertama kalinya Eunhyuk berbisik di telinganya. Bukan pertama kalinya Jiyoo jatuh cinta pada lelaki itu. Lalu kenapa jantung malangnya tetap seperti ini?

“Apa yang kaupikirkan?” tanya lelaki itu.

Jiyoo menggeleng pelan seraya meneguk air mineral di hadapannya. “Tidak ada.”

“Kau memikirkanku,” ujar Eunhyuk bangga.

“Kalau sudah tahu, ya sudah,” sahut Jiyoo.

Eunhyuk tertawa pelan, berusaha tak menarik perhatian orang-orang di ruang makan. Jemarinya bergerak, terselip di sela-sela jemari Jiyoo. Tangan itu terasa hangat dan lembut. Eunhyuk tak lupa menyebutkan bahwa jemarinya terasa cocok di jemari gadis itu.

“Ada yang mau kukatakan,” Jiyoo berusaha mengabaikan jantungnya yang menghentak-hentak dalam dadanya.

“Apa?”

Aku hamil. Aku mengandung anakmu. Aku…

“Aku akan ke atas untuk mandi,” ucap Jiyoo sambil melepaskan tangannya dari tangan Eunhyuk. Eunhyuk memandangnya dengan tatapan bingung. Jangan jadi pengecut, Choi Jiyoo. “Ada yang harus kukatakan… nanti.”

“Yoo, apa ya–“ Dan gadis itu sudah menampakkan punggung. Eunhyuk mengerjap. Ada yang salah dengan Jiyoo, entah apa.

Donghae memerhatikan Jiyoo dan Eunhyuk dari ujung meja. Rasanya lelaki itu tahu alasan Jiyoo yang terus ragu. Ia juga tahu bagaimana perasaan Eunhyuk yang sedang bingung. Donghae menarik napas dalam-dalam. Ia tahu perasaan semua orang tapi ia melupakan perasaannya sendiri.

Apa yang telah dan sedang terjadi pada hatinya?

“Donghae-ya,” Eunhyuk menatapnya. “Ayo bicara.”

Donghae duduk di tempat yang sama seperti tadi siang. Ketika Jiyoo duduk di sampingnya, ketika gadis itu mengatakan alasan di balik keraguannya. Seperti de javu, Donghae merasakan perasaan hampa yang hampir sama. Dan sekali lagi, ia tak pernah ingin merasakan perasaan seperti itu.

“Apa kau menyukainya?” tanya Eunhyuk.

Apakah ia memang menyukainya? Donghae bertanya pada dirinya sendiri. Seperti biasa, ia tak pernah bisa menemukan jawabannya.

Eunhyuk mengepalkan kedua tangannya, menahan segala perasaan yang saat ini nyaris menenggelamkan logikanya. “Kau menyukainya.” Itu bukan pertanyaan lagi. “Sejak kapan?”

“Entahlah.”

“Lee Donghae.”

Donghae mengangkat bahu. Ia terlihat berusaha tak peduli walaupun seluruh tubuhnya menegang dan rahangnya mengertak. “Aku tidak tahu, Hyuk.”

“Apa kau sadar kalau dia sudah jadi istriku? Atau akal sehatmu sudah mati?”

“Keduanya. Aku sadar, tapi akal sehatku menolak untuk mengerti.”

Eunhyuk memejamkan kedua matanya. Jika ada hal terakhir yang bisa dilakukannya untuk memendam seluruh emosinya, hal itu adalah memejamkan mata. Ia akan menganggap Donghae tak pernah berkata apa-apa. Ya, mudah sekali untuk mengabaikannya.

“Lee Donghae, pergilah dari hadapanku sekarang sebelum aku–“

“Kenapa kau tidak mencoba bertanya padanya? Aku tahu kau juga pernah memikirkan kemungkinan ini, kan; seandainya kau tidak ada, akan berada di mana aku dan Jiyoo. Seandainya Jiyoo tidak kembali ke Seoul, dia hanya akan mengenalku. Tidak ada kau.”

Eunhyuk berdiri dari tempat duduknya dan menarik krah kemeja Donghae. Rasanya ucapan Donghae memang benar; Eunhyuk pernah memikirkannya, ia bahkan membayangkannya. Tapi terasa terlalu menyakitkan jika ada yang menyuarakan pikiran itu untuknya.

“Kau ingin dia memilih?”

“Tidak. Karena itu hanya akan menyulitkannya,” ucap Donghae. Ia menyerah, tapi sebagian nuraninya memberontak. Setiap saat, ia selalu ingin tahu tentang banyak hal. Tentang posisinya di hati Jiyoo, tentang seberapa bagian dari hati gadis itu yang tersedia untuknya.

Tentang ia. Donghae ingin menjadi egois. Ia ingin tahu semua tentang dirinya sendiri.

“Hentikan ini, Donghae. Aku tidak ingin melakukan ini padamu, jadi berhentilah sekarang!”

Donghae tertawa; tertawa pedih. “Seandainya bisa, Hyuk, pasti sudah kulakukan lebih dulu. Aku ingin melihatnya bahagia, selalu begitu. Lalu kenapa rasanya aku hanya terus menyakiti diriku sendiri?”

Satu pukulan melayang, membuat Donghae terhuyung sebelum jatuh di lantai. Eunhyuk tak repot-repot mengatur napasnya yang tak beraturan. Kedua tangannya masih dalam posisi terkepal kuat. Dan tak butuh waktu lama hingga ia sadar ia baru saja memukul sahabatnya sendiri.

“Aku tidak akan minta maaf untuk kata-kataku tadi, Hyuk. Dan kau juga tidak perlu minta maaf untuk pukulan ini. Kita impas.”

Eunhyuk baru saja membuka mulut ketika menyadari sudah ada penonton di sekitarnya dan Donghae. Lelaki itu melihat tatapan Jiyoo yang menghujam dadanya. Jiyoo terkejut dan marah dan bingung dan… entahlah. Eunhyuk merasakan ketidakteraturan dari perasaan Jiyoo.

“Apa yang terjadi?” tanya Jiyoo. Tatapannya beralih bergantian dari Eunhyuk ke Donghae, begitu seterusnya karena tak satu pun dari kedua lelaki itu yang bisa menjawab.

Perut Jiyoo terasa diremas-remas ketika melihat sudut bibir bagian bawah Donghae yang sobek dan berdarah. Ia lebih merasa lemas dengan fakta bahwa Eunhyuk yang membuat Donghae seperti itu. Ada apa dengan kedua lelaki ini!?

Jiyoo menelan ludah. Tak ada yang menjawab pertanyaannya, jadi lebih baik ia berhenti bertanya. Jiyoo berjalan cepat, melewati Eunhyuk dan berlutut untuk memeriksa luka Donghae. “Apa kau baik-baik saja?”

Eunhyuk menolak melihat pemandangan itu. Ia memilih berbalik dan meninggalkan semua orang. Untuk sementara, ia harus mengembalikan seluruh akal sehatnya yang tadi mendadak hilang entah kemana.

Dan lagipula, ia masih harus menyiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan Jiyoo yang pasti akan tertuju padanya, nanti.

“Kalian bertengkar.”

Jiyoo mengambil handuk kecil yang sudah dibungkus es batu. Tangannya bergerak perlahan untuk menyusuri sudut bibir Donghae. Lelaki itu meringis tapi tak berani melayangkan protes. Bagus, pikir Jiyoo, karena ia tidak menerima keluhan apa pun saat ini.

“Itu pernyataan.”

“Aku tahu, bodoh,” sahut Jiyoo. “Itu memang pernyataan karena aku tahu kalian memang bertengkar. Berkelahi, tepatnya. Seperti dua remaja konyol yang bodoh.”

Donghae menelan ludah, mengabaikan nyeri yang merambat melalui sudut bibirnya. “Dia kesal. Aku sudah memancing emosinya.”

Jiyoo memutar bola matanya. “Lalu, kaupikir tindakan kalian ini benar untuk menyelesaikan masalah?”

“Tidak, di beberapa bagian. Dan iya, di bagian yang lain,” sahut Donghae. “Jadi, ya, tindakannya bisa menyelesaikan masalah. Dia tidak kesal lagi, aku tidak perlu merasa bersalah atas ucapanku.”

“Apa yang sedang kaubicarakan?”

Donghae merebut handuk dari tangan Jiyoo dan mulai mengompres lukanya sendiri. Setidaknya dengan melakukan ini, Donghae akan terbebas dari tatapan Jiyoo, yang sudah ia yakini akan tampak menghakimi.

“Hanya tentang kau dan dia,” ujarnya, “dan aku.”

“Aku tidak mengerti.”

“Tentu saja kau tidak mengerti.” Donghae tertawa. “Dan lagipula, kau tidak perlu mengerti. Sekalipun aku memintamu untuk mengerti, aku tahu kau tidak akan mau mengerti.”

Jiyoo memandang Donghae, tepat di kedua mata lelaki itu. Dan jika biasanya ia tak pernah bisa membaca isi hati Donghae melalui matanya, kali ini pun sama. Jiyoo tak bisa membaca lelaki ini. Tidak sekali pun.

Terkadang, ia justru merasa luar biasa jengah dengan hal itu.

The next day – 7:22 AM

Jiyoo terbaring, berusaha keras membuat dirinya nyaman walaupun morning sickness sedang merajuk dan meminta perhatiannya. Sejak dua jam yang lalu, sudah nyaris lima kali ia ke toilet. Jiyoo tahu ini bukan yang pertama kali, tapi seingatnya, ini adalah yang terparah.

Luar biasa tak menyenangkan. Jiyoo tersenyum samar. Ia tak sempat untuk mengeluh karena perasaan yang mendominasi dalam hatinya adalah bahagia. Bahagia karena ia memiliki nyawa lain yang hidup dalam dirinya. Bahagia karena rasanya nyawa yang sedang dititipkan padanya itu juga sedang merasa bahagia.

Jiyoo melirik ke samping, tempat Eunhyuk terlelap dengan dada yang naik-turun secara teratur. Rasanya aneh. Jiyoo merasakan gelenyar euphoria yang menjalar perlahan ke seluruh tubuhnya. Fakta bahwa ia sedang mengandung anak lelaki itu sangat… entahlah. Ajaib.

Seperti memiliki tongkat sihir pribadi yang dapat mengabulkan seluruh permintaanmu. Jiyoo meringis, mengagumi analogi yang baru saja diciptakannya.

“Apa kau sangat menyukaiku, hingga tidak bisa memalingkan wajahmu dariku?”

Jiyoo nyaris mencibir saat melihat bibir Eunhyuk bergerak walaupun kedua matanya masih tertutup. “Kau pura-pura tidur.”

“Ralat,” Eunhyuk membuka mata, menggeser tubuhnya hingga posisinya menyamping, menghadap Jiyoo. “Aku terbangun.”

“Apa… kau tidak mau menceritakan padaku… apa yang terjadi semalam?” tanya Jiyoo. Sejujurnya, ia sudah lelah bermain tebak-tebakan dengan Donghae –yang tentu saja ia tak pernah bisa menang. Jadi satu-satunya harapannya hanya Eunhyuk.

Dan mengingat situasi semalam sama sekali tidak memungkinkan, Jiyoo membiarkan dirinya penasaran demi melihat Eunhyuk tenang.

Jiyoo menatap wajah itu dengan seksama, mencoba membaca apapun yang mungkin tertulis di sana. Sepertinya lelaki itu masih enggan berbagi rahasia, tapi jelas Eunhyuk tak terlihat sekesal semalam. Jiyoo sangat bersyukur untuk yang satu itu. Jadi pagi ini, ia akan mencoba peruntungannya dengan bertanya langsung pada lelaki itu.

“Apa yang Donghae katakan padamu?” tanya Eunhyuk, hati-hati.

Jiyoo menggeleng pelan. “Tidak ada. Karena itu aku bertanya padamu.”

“Apa kau pikir kau bisa mendapatkan apa yang tidak bisa kau dapatkan dari Donghae?” Eunhyuk beringsut mendekat pada Jiyoo, menempelkan bibirnya ke lengan gadis itu. Aroma manis; seperti bunga dan madu menyerang indera penciumannya. Eunhyuk menyeringai seolah baru saja mendapat sarapan istimewa. “Aku tidak akan buka mulut selama Donghae tidak berkata apa-apa. Itu masalah yang harus diselesaikannya –kalau dia mau menyelesaikannya.”

“Baiklah.”

Eunhyuk menghela napas, seolah ia dapat memaksa sepasang paru-parunya terisi dengan aroma tubuh Jiyoo –dan bukannya oksigen. “Kau marah.”

“Itu bentuk pernyataan yang salah.”

“Kalau begitu kenapa keningmu berkerut?” Eunhyuk menyipitkan matanya, menirukan ekspresi wajah Jiyoo yang sempat ditangkap olehnya. Ia tersenyum miring saat gadis itu menahan senyum. “Tanyakan padanya. Aku juga tidak mau seperti ini terus.”

“Terus?” ulang Jiyoo. “Sudah berapa lama kalian dalam keadaan seperti ini?”

Eunhyuk menelan ludah. Rahangnya mengertak dan tatapan matanya teralihkan. Ia tak mau Jiyoo melihat kumpulan emosi aneh yang mungkin saja bisa terpancar dari pantulan matanya. Dan walaupun ia bisa menyembunyikannya, Eunhyuk tahu gadis ini akan selalu tahu. Entah bagaimana mekanisme untuk melakukannya.

“Ya sudah,” Jiyoo menghela napas panjang, tanda ia menyerah. Tak ada gunanya memaksa Eunhyuk jika lelaki itu sudah menolak. Dan catatan lain, Jiyoo tak suka memaksa Eunhyuk, jadi mungkin ia bisa mencobanya lain kali. “Aku akan menunggu jawaban dari Donghae saja.”

Mengherankan. Eunhyuk termenung. Ia sendiri yang menolak untuk menceritakan apapun pada Jiyoo dan meminta gadis itu untuk bertanya saja pada Donghae. Lalu kenapa saat gadis itu memutuskan bertindak demikian, ia merasa agak…kecewa?

“Lalu, kau?” tanya Eunhyuk. “Kau tidak marah dengan tindakanku semalam? Sekedar pengingat saja, aku memukul sahabatmu sejak kecil yang juga sudah menjadi sahabatku lebih dari setengah usiaku sekarang.”

Eunhyuk melihat Jiyoo mengerjap, memandangnya dengan tatapan paling ramah, paling hangat, dan paling tidak pantas diterimanya. “Karena aku tahu kau melakukannya dengan alasan dan aku juga tahu apapun yang menjadi penyebabnya, hal itu juga bukan salah Donghae. Mungkin.”

“Mungkin,” dengusnya.

“Lagipula… rasanya menyenangkan bisa melihat sisi laki-laki kalian,” Jiyoo mengangkat bahu. “Dan jangan pikir aku tidak merasa ada masalah serius antara kau dan Donghae.”

Eunhyuk kembali menempelkan hidungnya di atas kulit pualam Jiyoo. “Biar kutebak, boys’ time?”

“Bingo!”

“Menyebalkan,” sahutnya dengan suara parau. “Kadang kau bisa sangat menjadi sangat menyebalkan, Choi Jiyoo.”

“Oh, jangan khawatir. Aku tahu itu.”

Eunhyuk mendengus geli. Ia tak percaya gadis ini sama sekali tak peka dengan situasi panas yang sedang menyelimuti kedua lelaki yang berada di dekatnya. Bahkan, fakta bahwa Jiyoo tak tahu-menahu tentang perasaan Donghae membuat Eunhyuk sedikit takjub.

Sepertinya ia tahu bagaimana perasaan Jiyoo saat dirinya, Lee Hyukjae, adalah satu-satunya orang yang tak menyadari kehadiran Song Chaerin.

Eunhyuk mengembuskan napas dengan kesal. Rasanya seperti mendapat dua hal yang saling berlawanan. Bagaimana bisa dua perasaan yang seharusnya tidak komplementer justru sedang bermuara di benaknya? Eunhyuk senang dan frustasi pada saat yang bersamaan.

Senang karena ketidakpekaan Choi Jiyoo berarti gadis itu hanya berada di medan gravitasi Lee Hyukjae. Dan frustasi karena jika seandainya Jiyoo tahu sesuatu tentang Donghae, gadis itu akan dapat membangun benteng yang tinggi, yang bisa melindungi dirinya dari gulungan perasaan Donghae.

Jiyoo sedang memain-mainkan jemari Eunhyuk saat rasa mual yang sudah sangat dikenalnya menyerang –lagi. “Oke, permisi!”

Eunhyuk belum sempat bertanya, bahkan tak sempat membuka mulut. Ia mengerutkan kening, mengamati punggung Jiyoo yang menghilang dengan cepat di balik pintu kamar mandi. Dan ia mendadak teringat sesuatu yang janggal.

Jiyoo selalu mengalami hal yang sama sebelum mereka tiba di sini.

Jo’s mansion – 6:22 PM

Musik lembut mengalun pelan, memenuhi aula berukuran sedang itu dengan irama yang mengundang. Jiyoo mengenal lagu ini –lagu yang berasal dari pertunjukan opera Carmen – Habanera. Kedua matanya menyapu seluruh sudut ruangan, memandangi beberapa pasangan yang berdansa dengan elegan. Ingatannya melayang ke sebuah pesta lain yang sudah berlalu namun terlalu melekat dalam jejak kenangannya.

Pernikahannya dan Eunhyuk.

Bibir Jiyoo melengkung samar. Sepuluh Juli. Ketika itu, masih tersisa kehangatan angin musim semi sementara suasana musim panas mulai merayu. Ketika itu, Jiyoo tak pernah menduga ia akan sampai pada tahap ini.

Mencintai Eunhyuk. Cemburu padanya. Merasakan gelenyar menyenangkan tiap kali kulitnya beradu dengan kulit lelaki itu. Jiyoo tak pernah berpikir tentang segala tahapan yang akan dilewatinya.

Bahkan, memiliki nyawa lain yang menjadi setengah Eunhyuk dan setengah dirinya. Hal itu adalah sesuatu yang paling tak terbayangkan namun juga yang paling membahagiakan.

“Memikirkanku?” Saat pinggangnya dirangkul dan tubuhnya ditarik mendekat dengan seenaknya oleh tangan itu pun, Jiyoo tak merasa asing; seakan segala tentang Eunhyuk adalah hal-hal paling wajar dan dibenarkan di dunia.

Jiyoo meletakkan tangannya di pundak Eunhyuk. Sepasang kakinya bergerak –mengikuti arah yang ditunjukkan Eunhyuk dan sebagian kecil naluri musiknya yang mengatur. “Tidak juga.”

“Benarkah?” Eunhyuk mendekatkan tubuh Jiyoo ke arahnya, hanya agar ia dapat menghirup aroma sampo yang digunakan Jiyoo sore tadi. Rambut Jiyoo dikepang kecil bagian pinggirnya sebelum kepangannya ditarik ke belakang, membentuk untaian indah yang membingkai sisa rambut cokelatnya yang dibiarkan terurai. “Kau cantik dan tidak pintar berbohong.”

“Benarkah?” Jiyoo mengulang dengan nada yang sama yang digunakan Eunhyuk. Ia membiarkan tubuhnya berputar sebelum ia kembali ke pelukan lelaki itu. “Kau tidak tampan dan tidak terlalu pintar.”

Eunhyuk tergelak pelan. “Dan sekali lagi, kau bahkan tidak bisa membohongi dirimu sendiri.”

Jiyoo sengaja menginjak kaki Eunhyuk. “Aku benci jika kau selalu benar.”

Walaupun gadis itu menginjak kakinya, Eunhyuk tetap tertawa. Dan jika sekali lagi Eunhyuk mengatakan sesuatu yang benar, Jiyoo tak akan ragu untuk kembali menginjak kekai lelaki itu. Jiyoo diam-diam tersenyum. Eunhyuk benar. Ia memang tak bisa membohongi dirinya.

Jiyoo berbohong saat mengatakan lelaki itu tidak tampan. Dengan kemeja putih yang dibalut tuksedo hitam, Eunhyuk mengingatkan Jiyoo pada lelaki yang menikahinya bulan Juli yang lalu. Tampan, dan lebih dari itu, lelaki ini sempurna.

Mungkin, untuk kepentingan kepuasaan pribadi Jiyoo, Eunhyuk hanya membutuhkan seekor kuda putih untuk menjadi tokoh pangeran dalam dongeng.

Dan Jiyoo tertawa dengan gagasan konyolnya. “Kau sempurna.”

“Aku tahu, terima kasih,” sahut Eunhyuk. Senyuman lebarnya otomatis terkembang, membuat Jiyoo tahu inilah alasan kenapa ia berada di sini; di pelukan lelaki itu dan berdansa walaupun ia tak suka berdansa.

Jiyoo menghela napas dalam-dalam. Rasanya segalanya sempurna. Tangan lelaki ini menggenggam tangannya. Tatapan lelaki ini hanya tertuju padanya. Dan lelaki ini hanya miliknya tanpa terbagi.

“Dan… Lee Jiyoo,” panggil lelaki itu. “Sepertinya kau lupa memberitahuku tentang sesuatu yang ingin kau sampaikan. Kemarin.”

Punggung Jiyoo menegang. Perutnya terasa mual –dan bukan karena morning sickness. Ia belum siap dan tak akan pernah siap. Tapi ia harus mengatakannya.

Harus.

Jiyoo mendekat, menempelkan tubuhnya ke dada bidang Eunhyuk hingga ia tampak mengemis, meminta sebuah pelukan. Eunhyuk melingkarkan lengannya, memeluk Jiyoo. Kedua mata Jiyoo terpejam dalam ketakjuban.

Sepasang lengan yang memeluknya terasa kuat dan lembut secara bersamaan. Aneh.

Jiyoo mengatur napasnya, berusaha mengembalikan ritme debaran jantungnya. Dan ia berbisik sambil berjinjit. “Selamat. Kau akan segera menjadi seorang ayah dalam waktu… yah, kira-kira 7 bulan lagi.”

Donghae memandangi telapak tangannya yang terbuka. Setelah berulang kali memalingkan wajah dari dua orang yang sedang berdansa, Donghae memutuskan untuk berusaha tak peduli. Sebuah pertanyaan konyol namun menggoda mendadak mengusik pikirannya. Tentang tangan miliknya.

Bagaimana rasanya jika tangan ini yang menggenggam tangan itu. Tangan Jiyoo.

Bagaimana rasanya jika tangan ini tak pernah melepaskan tangan itu untuk sepasang tangan yang lain. Tangan Eunhyuk.

Dan kenapa pula segala gagasan itu mengganggunya. Donghae meneguk koktail di gelas leher panjang yang dipegangnya. Setidaknya ia tahu ia memiliki perasaan lain pada Jiyoo, lalu bagaimana?

Tidak bisakah ia kembali menjadi Lee Donghae, si sahabat baik Jiyoo yang mendukung Eunhyuk dengan segala yang dimilikinya? Bahwa ia punya keyakinan Eunhyuk adalah satu-satunya orang yang pantas untuk Jiyoo. Jiyoo kecilnya. Kemana perginya keyakinan itu?

Dan kenapa ia tak pernah berpikir bahwa mungkin saja orang lain yang pantas untuk Jiyoo, selain Eunhyuk, adalah dirinya sendiri?

“Apa yang sedang kau lakukan, Lee Donghae?”

Suara yang lembut dan berdenting seperti lonceng itu membuat Donghae mendongak. Ia tak berkedip. Jiyoo berdiri di hadapannya padahal ia yakin sekali gadis itu sibuk berdansa dengan Eunhyuk tadi.

“Ya, apa yang sedang kulakukan.”

Jiyoo mengulurkan tangannya. “Mau berdansa denganku?”

“Tidak.”

“Kenapa~?” rajuk Jiyoo.

Donghae tersenyum kecil sambil menunjukkan bekas luka yang masih berada di sudut bibirnya. “Kecuali kalau kau memang ingin membunuhku.” Tapi kemudian ia meraih tangan Jiyoo. “Sudahlah. Lagipula sepertinya aku sudah tahu bagaimana rasanya mati.”

Jika dalam tulisan ada seorang penulis yang menggambarkan sebuah situasi dimana jantung tokohnya terasa seperti hendak meledak, Eunhyuk tahu hal itu sama sekali tak masuk akal. Secepat apapun jantungmu berdebar tanpa kendali, jantung itu tak akan meledak. Setidaknya itu paham yang ditanamkan dalam pikirannya dulu.

Dan saat ini, ia takut benda malang itu akan benar-benar meledak karena Eunhyuk merasa setiap detaknya menggila. Debarannya terlalu keras, terlalu nyaring hingga Eunhyuk tak heran jika orang di sampingnya akan dapat mendengar debaran jantungnya.

Baiklah. Eunhyuk menarik napas panjang. Ia memandangi wajahnya di cermin dan tak sanggup menahan lengkungan lebar yang terbentuk di bibirnya.

“Selamat. Kau akan segera menjadi seorang ayah dalam waktu… yah, kira-kira 7 bulan lagi.”

“Kau…”

“Hamil.”

“Lee Jiyoo, kau…”

“Aku hamil, Lee Hyukjae.”

“…”

“Jangan memandangku seperti itu. Dan hilangkan cengiran bodoh dari wajahmu.”

“…”

“Please?”

Jiyoo hamil. Itu fakta penting. Ia akan menjadi seorang ayah. Itu fakta dan kenyataan yang penting sekaligus menyenangkan. Dan rasanya seluruh tubuhnya tak bisa menerima ledakan berbagai macam perasaan yang meluap ini.

Eunhyuk bahagia, terkejut, mungkin juga bingung dan sekaligus khawatir. Semua itu baru daftar perasaan yang dikenalnya. Ada puluhan perasaan lain yang tak sanggup Eunhyuk rasakan atau sekedar memikirkan apa nama perasaan itu.

“Kau tidak mendengarku?”

“Dengar. Kau… hamil.”

“Lalu?”

“…”

“Jangan tersenyum seperti itu!”

“Aku akan memikirkan ekspresi macam apa yang harus kubuat. Aku harus berpikir dulu. Dan karena sepertinya aku tahu kau akan merasa luar biasa bosan selagi aku tidak ada di dekatmu, kau boleh berdansa dengan Donghae. Aku akan segera kembali!”

“Kau serius?”

Bukankah kau ingin tahu apa yang terjadi pada kami?”

“Ya, tapi–“

“Kecuali kalau kau ingin aku berubah pikiran.”

“Baiklah! Dimengerti. Pergi sana. Dan jangan lupa, hentikan cengiran bodoh seperti itu. Orang-orang bisa berpikir kalau kau terkena gangguan jiwa, Lee Hyukjae.”

“Mungkin saja. Tapi mereka harus tahu kalau aku baru saja diberitahu aku akan menjadi seorang ayah!”

Appa. Seorang malaikat kecil akan memanggilnya Appa.

Dan mendadak Eunhyuk mengingat sebuah pepatah; tidak ada manusia yang sempurna. Eunhyuk mencibir. Omong kosong.

Karena ia baru saja menjadi manusia paling sempurna di dunia.

“Eunhyuk tidak mau memberitahuku.”

Donghae mengernyitkan alis. “Benarkah?”

Jiyoo mengangguk sambil mengeluh. “Katanya, aku harus mendengarnya darimu. Aku tidak tahu apa masalah kalian, tapi dia bilang kau yang harus menyelesaikannya.”

“Dia tidak akan suka melihatmu berdansa denganku.”

“Aku sudah bilang padanya kalau aku harus bicara denganmu.”

“Lalu?” tanya Donghae. Ia memutar tubuh Jiyoo sebelum menarik gadis itu kembali ke dekatnya. Helaian rambut Jiyoo yang bebas menyentuh tangan Donghae, membuat lelaki itu merasakan sengatan listrik kecil yang menyenangkan.

Jiyoo menarik napas. Rasanya ia sedang tersesat dalam perasaan temannya sendiri. Dan ia tak bisa melakukan apapun untuk melarikan diri. “Ayolah, Lee Donghae. Ada apa denganmu?”

Rahang Donghae mengeras. Ia sanggup bicara panjang-lebar, tanpa henti dengan gadis ini. Tapi itu dulu, dan tidak dengan topik seperti ini. Saat ini, rasanya lidahnya kaku, tak bisa digerakkan. Suaranya pun tertahan, entah oleh apa.

“Donghae?”

Donghae merasakan sesuatu meremas jantungnya. Tatapan Jiyoo untuknya begitu lembut, begitu hangat. Begitu Choi Jiyoo. “Ya?”

“Aku punya dugaan, tapi aku tidak bisa mengatakannya di sini.” Jiyoo menghentikan tariannya dan meraih tangan Donghae. “Halaman belakang?”

Mau tak mau Donghae menurut. Ia tak ingin Jiyoo kembali merajuk, jadi ia hanya harus menurut. Dan alasan lainnya: pada dasarnya, ia memang tak pernah bisa menolak Jiyoo. Tidak akan.

Jiyoo membawa Donghae ke halaman belakang, tempat yang paling jauh dari keramaian. Serena bilang halaman belakang ini adalah tempat paling menyenangkan untuk melarikan diri jika ia tak tahan dengan teman-teman kantor Marcus yang berisik.

Sebuah kolam ikan dan bebatuan taman yang mengelilinginya membuat Jiyoo tertarik untuk berdiri di dekat kolam. Suara air yang jatuh selalu bisa memberikan Jiyoo sebuah kedamaian yang aneh. Dan kali ini, ia membutuhkan kedamaian itu lebih dari apapun.

“Lalu, apa dugaanmu?” tanya Donghae.

Jiyoo memandang pantulan bulan melalui permukaan air kolam. Ia bisa melihat pantulan wajahnya, dan pantulan wajah Donghae. Sudah berapa lama ia mengenal lelaki ini? Kenapa saat ia melihat wajah Donghae sekarang rasanya Jiyoo sudah terlalu jauh dari lelaki ini?

“Donghae, apa kau pernah menyukaiku?”

Pertanyaan ini seperti sudah diramalkan oleh Donghae. Ia mengenal Jiyoo. Ia bisa membaca pikiran gadis itu hanya melalui raut wajah. Dan ia tahu cepat atau lambat gadis ini akan menyadari sesuatu.

Ketidakpekaan Jiyoo mungkin tidak separah Eunhyuk.

“Hei, apa kau ingat kalau kau berhutang satu permintaan padaku?” –MY #5

Jiyoo mengangguk, ragu.

“Seandainya aku menjawab pertanyaanmu itu, maukah kau melakukan sesuatu untukku?” tanya Donghae lagi. Ia tersenyum samar saat Jiyoo mengangguk. “Permintaanku… jangan kasihani aku dan tetaplah menjadi sahabatku.”

Jiyoo tak bisa bernapas. Dari sekian banyak permintaan yang bisa diucapkan Lee Donghae, si bodoh itu justru meminta hal konyol. Konyol… tapi kenapa rasanya menyesakkan?

Oh, Jiyoo tahu alasannya. Ia merasa luar biasa sesak napas karena ia tahu jawaban dari pertanyaannya. Donghae baru saja menjawabnya secara tersirat.

“Donghae…”

“Sudah kubilang, jangan–“

“Maafkan aku. Aku…aku tidak tahu,” Jiyoo membenamkan wajah dalam tubuh Donghae, melingkarkan lengannya ke sekeliling tubuh lelaki itu. Ia berharap bisa melakukan sesuatu. Ia berharap bisa meringankan beban Donghae.

“Aku menyukaimu,” bisik Donghae. Jiyoo mendengar suara sahabatnya yang bergetar. Mungkin saja lelaki itu sedang menahan sesuatu, sementara Jiyoo sendiri sudah membiarkan beberapa bulir air matanya jatuh. “Aku…menyukaimu.”

Bukan pernah. Tak ada penggunaan kata lampau di sana. Jiyoo merasakan sebuah belati menikam jantungnya. Lelaki ini menyukainya.

Sahabatnya menyukainya. Kalimat itu sedikit menjawab bagaimana perubahan sikap Donghae padanya belakangan ini. Lelaki itu menghindarinya. Donghae sedang mencari cara untuk menghilangkan perasaan itu karena ia menghormatinya dan Eunhyuk.

Dan bodohnya, Jiyoo selalu datang padanya, mengganggu usaha Donghae. Menyakitinya lagi dan lagi.

====================TBC====================

[PREVIEW]

“Aku harus tahu sejauh apa aku membahayakan diriku sendiri.”

“Aku senang kau mau membawanya pulang. Sungguh.”

“Masalahku adalah kau memaksa berada di sampingku tapi kau sudah terlanjur menjanjikan hal yang sama untuk Eunhyuk!”

 

“Rasanya aku tidak akan bisa menggantikan Donghae.”

“Kau memang memilihku, tapi rasanya kau juga tidak pernah melepaskan Donghae.”

“Mungkin, tanpa sadar, kau selalu menyukai Donghae.”

 

“Aku mencintaimu.”

“Aku lebih mencintaimu.”

=============================

OH HI EVERYONE! *lambai-lambai* ^-^)/ Ada yang kangen sama saya? Ngaku aja, gak papa. Gak dosa. :’)

Saya suda terlalu lama mengabaikan MY dan beginilah akhirnya. ;w; Seharusnya ini chapter sebelum chapter terakhir. Jadi, please keep anticipating the ending! Bahkan ada preview segala. Haha~ ^-^

Dan secara pribadi, saya mau bilang terima kasih… buat yang suda ngasih suntikan kalimat penyemangat di postingan what if. Maaf kalo suda buat kalian khawatir, saya gak papa. Mungkin lagi kepikiran sesuatu yang ngeganjel aja. Ada yang bilang (Si Dedesya tuh) kalo dia sayang sama saya walopun gak pernah ketemu dan notabenenya cuma ngobrol lewat blog *that’s the power of fangirl bond kayanya ya. xD* sama Shin Ha Ra juga, yang komennya panjang dan bikin terharu. Terima kasih!

Spesialnya buat Mom tuh yang tiba-tiba sms singkat, “Mom baca postingan di blog loh.” Hehehehe~ maaf suda bikin cemas. Dan terima kasih juga! :’3

Oh oh iya, itu Daehyun-Chaerin cuma selingan sesaat. Saya bingung mau ngisi cerita apa lagi. xD

And well, see ya around guys! Happy weekend~ ^-^

ps: itu preview ada yang diambil dari last chapter, ada yang dari chapter2 yang dulu. :’)

and… the typo(s) are all mine. Sowwy~

161 thoughts on “Marry Yoo! [12th Step]

    • Aaaakhirnya bru smpt baca^^

      Donghae-ya, kasian sekali km nak. #PukPukForDonghae #PrayForDonghae. Kkk~

      previewnya kok kayaknya jiyoo plh donghae ya ._.
      tp ah kayaknya nggak deh. Jiyoo hny utk monyet hyuk😀

      dtggu last chapternya. Klo msal donghae gk dplh sm yoo bs kok sm aku xD muehehe

  1. waaaa akhirnya muncul jugaaaa!! makasih banyak ya eon mau di post lagi >< hehe
    suka banget soalnya sama ceritanya.. eunhyuk nya kereeennn!!
    dan aku setuju sama satu hal: eunhyuk itu sempurna! monyet paling sempurna di abad ini! huahaha😄
    jadi abis ini ending nya? ditunggu deeehh😉 fighting!

  2. neomu…3x bogosippo….:-D
    udh lma nunggu MY publish ampe pensran bulak blik ngcek blog.
    crtanya bkin prsaan cmpur aduk.senang,sdih,haru,galau,tegang smuanya ada.mkin pnsran lgi liat preview nya.brarti 1 part lgi ending nya ya?happy end ya..jebal…^^
    aq udh ngkutin MY dri part 1,ampe g sbar nunggu publish tiap part nya.g krsa dong udh mw end,sdih….:’(
    pkoknya klo MY udh slesai tetep hrz nulis ya…fighting…..!!!!

  3. kkaaaaaaakkkkk kereeeeaaannss nungguinnya bermanfaat(?) kok sangaat diaduk hiyaaahh keren keren /gataumaungomongapalagihabisdiphpinsamawebsekolah/

  4. Tarik napas, hembuskan, tarik lagi, hembusin lagi, tarik lagi, hembuskan lgi, lagi lagiii……. kyaaaaaaaaaaaaaaa >..<
    Kedua, choi jiyoo, ani lee jiyoo~ssi, akhirnya dirimu mnympaikan jga berita kehamilanmu pd hyuk huaaaa lihatkan btapa bhgianya hyuk xD *jump.jump*
    Lee Donghaeeeeeeee, entah knp aku jd ikut ngerasain gmn sakitnya perasaan itu, astaga ya Tuhan bnar" tersentuh sm kekokohan*?* hati ikan satu itu :" aigoo *bneran nangis loh eonn bca yg scene yg terakhir*
    "Permintaanku… jangan kasihani aku dan tetaplah
    menjadi sahabatku.” huaaaaaaaaaaa
    Ikaaan jgn galau yah *pukpukhae* {}
    Akan sllu ada jalan untuk menuju suatu kebahagian jd jgn putus asa ikan mokpo, memperjuangkan suatu hal yg dicintai bukanlah tndakan yg slah tp ada kalanya membiarkan suatu hal itu bahagia meskipun tdk dgn dirimu adlh tndkan yg lbh tepat, sakit mmng, tp bukankah perasaan sakit adlh bgian dr khdupan?? *mario teguh dadakan* Hihihi, himnaeyo mokpo oppa, klo jiyoo buat eunhyuk, aku buat oppa jg gk ppa haha *ngarang* xD
    Previewnya bkin sesakk napas, huaaa eonni gk sbar nunggu huaaaa, gidarilkkeyo😀 MY hwaitting, eonni ddo hwaitting🙂 *lap keringat* hihihi

      • *tarik napaaaas* Ini saya balesnya dari mana nih….. *garuk kaki (?)
        Aaaahh.. kamu juga jangan galow dong. Biarkan saja ikan yang galow sendiri. Kamu gak perlu ikutan. ;w;
        NAH ITU KATA2NYA BISA JADI MOTIVASI BUAT HAE! xD
        Hwaiting hwaiting! Terima kasyih! ^-^

  5. Ya Tuhan kak aku bingung sama openingnya(?) Lol rasanya udah lama banget ngga baca MY kkk
    Rasanya juga chapter ini pendek, emang pendek atau perasaan aku aja ?
    Itu suka banget pas dansa, suka banget endingnyaaaaaa, lucu(?)
    Kakak fighting!!~^~

    • Baca ulaaaaanggs dong. ;w;
      Emang lebih pendek, karena ngantuk, karena gak tau mau ditambah apa lagi, karena TBC-nya suda pas sama yang ditarget. xD xD
      FIGHTING! Terima kasyiiih! ^-^

  6. Daehyun sama chaerin jadi kekasih ya wkwk
    cie eunhyuk mau jdi appa. . Chukkae~

    yoo udh tau perasaan hae. Jgn bilang dia juga suka.
    Kasiaaaaa 22nya

  7. yooooooooon debut \o/
    akhirnya dipublish juga ya, setelah sekian lama terpendam *apasih*
    ah jiyoo nih, kalo ama hyuk ama hyuk ajah ! hae biar ama saya /plak
    I love eunhae di chpter ini dah XDD

    • YOON belom mau debut, cance. :’)
      Sudalah Anda maen saja sama raja neraka laaaahh.. Diurus itu YHOONG-nya, masa eommanya lupa umur yhoong? Saya, sebagai noonanya, syedih! Gak terima! ;w;
      YASUDA SANA SUKA AJA SAMA EUNHAE SANAAAA~~~

  8. ohmy bangun tidur cek hp ternyata ada email masuk… dan pas liat taunya marry yoo udah publish… mau baca mata masih sepet tp akhirnya kelar juga bacaanya huwaaaa
    bahagia bgt dah pagi2 libur dr aktivitas yg bikin otak mumet… hahaha *malah curcol*

    okesiip back to MY
    gak tau yah antara sedih dan bahagia deh bacanya ini… di satu sisi bahagia akhirnya hyuk tau juga klo yoo lagi hamil anaknya… ampe kaya orang gila -klo kata yoo yah- haha, tp itu sih seharusnya yg dirasain calon ayaah… uhuy
    dan sisi sedih nya gak tega sama selingkuhan *read hae* sayaa mesti menahan perasaannya… mesti patah hati dan sediiih… hikseuuu plis temukan cinta baru buat hae…
    kaya chaerin dan daejun deh… kan mereka mulai2 bersemi tu…

    wah wah seriusan ini mau ending… padahal kan baby yoon nya blm nongol… huwaaa baby yoon nongol di ending doangan yaaak… bikin kisah sendiri dong ttg baby yoon.. hehehe
    pkknya tak tungguin ni kelanjutannya…

    • Nah. Itu dia tujuan awalnya. Mencampurkan 2 elemen (?) yang berbeda dari tiap tokoh. Ada yang hepi, ada yang galow. Biar saling melengkapi getoooh.. xD
      Daehyun, bukan Daejun. :’)
      Terima kasih! dan selamat menunggu kembali. ^-^

  9. saparan pagi baca my..bikin hati terasa adem
    hahahaha… aku kangen kamu jiyoo..selalu kangen.. ^^
    anyway..happy weekend too..
    di tunggu lanjutan na..Fightinggg !!

    • Ah, terima kasiiiiihhh~ >//<
      Happy weekend! (padahal suda mau habis pas bales ini. xD)
      Fighting dan terima kasih syuda baca! ^-^

  10. jangan bilang endingnya donghae sama jiyoo. tidak. tidak tidakk~
    btw hai shela-ssi~ ini namanya sarapan. baca my pagi-pagi hahaha~~
    cara jiyoo nyampein ke hyuk kalo dia hamil itu…. hahaa sweet-sweet-sweet🙂
    dan yah donghae-ssi apa yang kamu lakukan T_T
    sukses buaat chapter terakhirnya :))

    • Pfftt… soalnya ini kelar tengah malem, memilih dipost malem itu juga ato nunggu pagi. Dan karna saya suka nraktir reader, jadi saya putuskan post tangah malam supaya besok paginya bisa buat sarapan. :’D
      Sukses sukses! Amiiin~ Terima kasih! ^-^

  11. ngenes bgt jadi donghae.
    satu2 yg ngga ada love line dia ..ckckck baryaw..
    ciee song chaerin ama daehyun deketannn

  12. “Jangan kasihani aku…. Dan tetaplah jadi sahabatku” Hiks hiks T_T

    Aigo, ikanku yang manis dan tampan sungguh membuatku sesak. Kenapa rasanya kau sangat menderita? *NgomongMaHae😦

    Tapi yang pasti Hyuk harus ma Jiyoo dan cariin yeoja lain buat Hae. Kkkkkkkk

  13. “……..jangan kasihani aku dan tetaplah menjadi sahabatku.” asli aku langsung terharu sama kata-kata donghae.. He’s so cute. So adorable.

    Tapi liha preview-nya, aku kok berasa patah hati ya.. Yoo galau, milih antara donghae atau hyukjae. Please, shella buat happy ending.

    Daehyun and chaerin, mereka terlalu manis saat dewasa. Lol

  14. Buyar semua..baca penutupnya..

    Shin Ha Ra nugu?? ._.
    Na?? Mianhae klo komennya kepanjangan eon ._.v
    Habis priksa lagi..ga tau kenapa jadi berulang2 begitu ._.

    Dan lagi..terima kasih kembali eonni. :’)
    Ga tau mau bersyukur kaya gimana lagi klo bneran aq yg dimaksud. Alhamdulillah klo terbaca..hehehe

  15. Huwaaaaaaaa!
    Eonni, kau membuat perasaanku galau T.T
    apa ini? Komentar apa ya? *garuk2*
    suka, suka banget sama tulisan kamu yang ringan tapi begitu menyentuh hati.
    Astaga, permintaan Donghae itu buat aku mewek T.T
    “permintaanku… Jangan kasihani aku dan tetaplah menjadi sahabatku”
    sangat ringan tapi begitu dalam :’)
    ini kalau jadi FFLP pasti laris dah eonn.
    Lee Hyuk Jae juga bikin gregetan :3
    ffnya terkesan nyata, castnya juga lebih masuk akal. Mereka mempunyai fikiran yang berbeda2 khas manusia hahaha Good😛
    Aish! Keren juga eonn T.T
    di tunggu part selanjutnya
    *semoga ga end XD*
    aku akan menantikan Marry Yoo!
    Ff cetar begini sayang banget di lewatin :3
    jangan lama2 ya eonn, hiks.
    Hampir tiap hari aku ngintip blog buat nunggu ff ini T.T
    fighthing!
    Eh, disini ada library ga eonn?
    Kok aku muter2 ga nemu ya :3

    • Aduuuhh.. sini kalo galow, pegangan sama tiang (?)
      FFLP itu apa ya? ^-^;
      Eii~ kalo chapter selanjutnya gak end, ini MY kapan habisnyaaaa? Kasian kan kalo readernya nunggu, terus pas update ternyata galow mulu, terus authornya bahagia bisa menularkan virus galow, terus terus terus ya gitu deh. xD
      Library? Gak ada sih emang. Cuma tiap judul ff suda ada foldernya sendiri2.🙂
      Fighting! Terima kasih suda baca~ ^-^

  16. Finally ada ff yg di post… Haahaha aku udh tiap hr mondar mandir di blog lhoh,.
    Aku bayangin ekspresinya dy wktu kegirangan pasti lucu bgt hahahaha
    Dan si donghae itu kata” terakhirnya so sweet sekali..
    Ditunggu last chap nya ya on..
    Jiyoo ttp sm hyuk kan? Trs punya dede baby kan? Hehehe
    Fighting on !!

    • Loooh, ngapain mondar-mandir doang? Gak ada acara kayang gitu? *diinjek*
      Itu pertanyaan kamyu belom bisa dijawab. Muup ea. :’)
      Fighting! dan terima kasih! ^-^

  17. oh my god ! yoooooo ~~~ aaa seneng banget bisa baca MY lagi mehehe betewe itu donghaeee nya kesiaaan yooo, aaaaa jangan buat dia menderita lagi ya. enyway next chap, chap terakhirkan ? pelish kasih yang terbaik buat donghae, aku mau dia bahagia huhuhu itu eunhyuk sebenernya juga pasti ada rasa takut kehilangan yoo, tapi yoo kan sukanya cuma sama kamuuu hyuukk. adegan yang terakhir, yang di taman itu yang paling nyesek. aaaa nyesek bet bacanya. dia bilang aku menyukaimu, aku menyukaimu bukan aku pernah menyukaimu. terus jiyoo nya meluk, terus dia minta maaf. dan haeee !!! permintaan lo supaya jiyoo gak kasihanin dan tetep jadi sahabat lo, yaampun ~~~~ donhae nya baik banget yoooo. gak tegaa~~~ itu gak bisa ya si yoo nikahin donghae juga dan merek bertiga hidup bahagia selamanya ahahahaha sumpah aku frustasiii ~~~ cant wait for the next chap !!!!! hwaitingg ~~~

    • Iyaaa, aku juga kesian sama hae, tapi ya gimanaaa.. harus ada yang dijadiin ikan hitam *kambing hitam maksudnya* xD
      Yesseu sir! Yang terbaik semuanya buat donghae. Mari kita berdoa bersama, demi donghae. :’)
      Haduh haduh haduhhh… aku juga frustasi baca komenmu, aku seneng, tapi juga jadi ikutan heboh (?)
      Muucih suda baca ya! Hwaiting! ^-^

      • muaahaha ikan hitam ? kesian yak idup dongek jadi ikan hitam melulu tsk tsk
        okeyyy, aku selalu berdoa yg terbaik buat uri haeeee,
        eyyyy kamu frudtasi baca komen aku ? akunya frustasi baca FF kamu ahahaha frustasi banget loh ahahaha eniweee jangan heboh heboh sendiri ah, kurang baik untuk kandunganmu yoo #eh? ahahahaha
        eungg ^^ urwelll cantikssss ~~~~ muahhh :*

  18. Akhirnyaa selesai sudah masalah chaerin-daehyun …
    Akhirnyaaa hyuk tau kalo jiyoo hamil
    Tapi yoo-eun-hae ini bikin greget pengen digigit
    sedih liat donghae maksain buat tetep jadi sahabat dan penyemangat jihyuk tapii pas dia harus nahan perasaannya huaaaa😥
    Apa lagi permintaan hae pas lg dansa itu jleb jleb jleb bgt

  19. sumpah ya nungguin lanjutan FF ini kayak nungguin indonesia turun salju. duh plis jangan lama2 ya lanjutannya kalo aku gak umur panjang bs mati penasaran nih. hehehe jihyuk juga tolong dilanjutin ya penasaran sm ceritanya tuh kan eunhyuk udah balik dr amsel

    • HAHAHAHA~ dan semoga Indonesia gak pernah turun salju deh ya. xD
      Eii… sebelum saya mati juga ini ff harus kelar. Minimal buat hadiah terakhir deh. :”>
      JiHyukism itu masih dikerjain. Tapi mungkin setelah MY abis. :’)
      Terima kasih syuda baca yaa~

  20. akhirnya ceritanya keluar juga..
    hahahahah
    penasaran banget ceritana.
    seneng jiyoo ngomong kalau dy hamil ke hyuk.
    akhir nya jiyoo tau kalau hae suka dy.
    tp pasti jiyoo untuk hyuk.
    ga sabar next chapter

  21. ya ampun~ MY kali ini berhasil membuat saya lupa untuk bernafas😀
    berharap dgn sgt MY selanjutnya di post cpt2 hehe, liat preview nya pnsrn stngh hdp hehe, makasi ea kk aq angep ni ff hadiah kelulusn hehe skali lg, kamshamida ^_^

    • NAPAS NAK, NAPAS! *heboh*
      Eeeehheiii~ suda lulus? CONGRATS! ^-^ Sukses buat rencana setelah lulus ya (apapun itu). Goodluck!
      Dan terima kasih syuda baca! ^-^

  22. agak bingung diawal..sepertinya udah lama gak baca MY..hehe🙂
    ffnya keren, alurnya menarik.
    waiting next chapter~~

  23. iihhhh komennya kepotong masa kak .. *manyun

    ini udah mau ending ya ??
    cariin cewe buat hae nya kak, kan kesian kalo di endingnya dia tetep sendiri .. hehehe ^^v

    akhirnya yoo bilang juga kalo dia hamil ke hyuk😀
    ahhhh jihyuk mau punya dede bayiii >.<

    • Oh, nasib Hae ada di tangan kakak. Coba coba itu Eunhae jangan dibiarkan merajalela lagi cobaaa~ ;w;
      Terima kasih syuda baca! ^-^

      • kalo perlu hae oppa nya sama aku aja kak gpp koq .. hehehe

        eh, kan eunhae nya juga berantem kak ga deket deket(?)

        aku seneng baca disini😀

  24. hwa….. ak bner2 suka part ini..
    lbih tau gmana prasaan donghae ama jiyoo..
    konfliknya bner2 bkin greget sendiri deh eon.
    jiyoo hamil. hwah chukkae..hyukppa bkalan jdi appa dong..

    next chap pasti aku tnggu bnget. soalxa dar preview aja udah bkin pnasaran..
    dtunngu y eon^^
    keep writing and fighting….

  25. ne ff pling d tnggu2 wlupun lma postingannya hasilnya tetap ja bikin lagi dan lagi..
    Apakah kau mau mengabulkan sebuah permintaan ku ???????
    Aku hrap postingan brikutnya jgan lama2,,q dilanda pnasaran kronis..

  26. wahh.nomu nomu joha,.walaupun aku nyasar langsung k chap 12,hehe…jdi agak bingung pas awal awal -__-”
    bararti saatnya meluncur k part 1 dst
    ~pyeong

  27. inilah yang namanya menunggu yang bermanfaat ^^ sekalinya publish woahh.. sangat sangat keren, aku merasa jiyoo juga pernah merasa perasaan yang lebih dari seorang sahabat ke donghae #soktahu. donghae kasihan ya..

    • Waduh.. terima kasyih. ^-^ dan maap suda menunggu terlalu lama. x’D
      Soal perasaan Jiyoo, mari kita lihat di chapter *mudah2an* terakhir. :’)

  28. annyeong.. aku reader baru disini🙂
    sumpah ni ff keren banget ! bhkan aku jd senyum” gaje. kalo boleh nanya nantinya donghae bakalan jd sama siapa ? truss jiyoo sana eunhyuk nanti anaknya yeoja atau namja ?

    • Annyeong! ^-^
      Donghae bakal sama siapa? Entahlah… x’D
      Anak Jihyuk nanti perempuan. Suda pernah ada postingannya, lengkap sama tanggal lahirnya. :’)

  29. huahhhhh kangen baca ff yang satu ini ^^
    sekarang tinggal menebak gimana selanjutnya hunbungan jiyoo dan donghae
    donghae let’s find someone who loves you (?)
    sesak bgt klo donghae terus patah hati *hiks
    oke oke semangat abang donghae !!! hehe
    fighting eonn buat next chapter🙂

  30. finally, dialnjutkan
    aku ngerasa semua karakter disini dibuat “bodoh” dan “terlalu baik” untuk perasaannya. tapi disitu menariknya jadi greget greget gregetan. Ya Tuhan, ampe kapan eunhyuk, yoo, dan donghae kayak gitu. harus ada yang bener bener egois maksain kehendak dan aku harap itu bukan donghae.
    scene romantis tapi menyakitkan nya dapet banget yoo, aku bacanya ampe teriris iris juga. hahaha
    Daehyun~~~aaa sama noona aja jangan ama Chaerin itu😛

    • Karakternya harus seperti apa memangnya? Terlalu antagonis gitu? xD Saya nda bisa bikin yang kaya gitu. Well, bisa sih. Dan pasti lebih realistik, mungkin. Tapi kalo saya yang ada di posisi Hyuk ato Hae ato Yoo, sepertinya yang saya lakuin ya apa yang saya tulis disini buat mereka. xD
      Saya setuju sama kamu! Harus ada yang bener2 egois, menghindari lebih banyak orang yang terluka *apadeh bahasa saya. xD*
      Daehyun nda suka noona-noona, qaqa. :p
      Terima kasyih syuda baca! ^-^

  31. wowowww
    Donghae sahabat sejati meskipun dia juga suka ama jiyoo tapi tetep ngalah buat sahabatnya,,,
    tapi aq jadi ragu janag* setelah jiyoo tau perasaan donghae dia balik suka ama donghae dan minggalin Eunhyuk,,
    semoga prediksi aq gag terjadii,,
    aq mau happy endingg,,,,

  32. Eonni, loveleecho here *gaploked*
    Id-nya beda *kkk~~

    Ini ud mau ending, eon? Serius?!
    tapi aku bersyukur, semua masalah akhirnya selesai di sini. Suka bagaimana dewasanya donge dalam menyikapi rasa sukanya terhadap jiyoo, untuk ini ff buka sinetron indo😀
    aku juga terharu dengan jihyuk, mereka ga ikutan cere di sini *OOT*
    ngga ding, aku salut sama hyuk, dia mau sabar ngadepin masalah ini dan berusaha untuk menunggu terselesaikan secara alami *apa deh*
    yah, dari semua itu, kamu lah yg paling hebat, eonni.

    • Oh, HOLAAA~ xD
      “untuk ini ff buka sinetron indo” maksudnya apose yak?
      Nah, jadi kamu maunya jihyuk cere gitu ya? Hayooo… xD
      Terima kasih! Kamu juga hebat! ^-^

  33. uwah eoni. di setiaap chapter psti bikin org pensaran akan kelanjutan ceritanya.. ga bisa berenti baca. tau” udh mau akhir dan kmexewa seetelah ada tulisan TBC. :))) anticipated for the next chapter ^^

  34. waaaaaaaaaaw akhirmyaaaa
    complicated!
    greetaaaaaan awalnya yoo gak bilang2 kalo dia hamil. akhirnya ngomong jugaaa
    jujur ga kebayang deh endingnyaaa. tp aku tetep berharepnyaa sama hyuk deh,walopun bias aku donghae ㅋㅋㅋㅋ
    cant wait buat endingnyaaaaaa, aaak

  35. Akhirnyaaa Hyuk tau jg…
    Ah ini penggalauan deh si Donghae. Sini2 sama aku aja, oppa. :p
    Kangen ah sama Suju, belakangan EXO mulu di mana2. Heheee…

    Endingnya itu? Jd ragu mau menduga-duga.

    • Hahaha~ inilah saatnya Donghae menggalau. xD
      EXO? wah, saya kebanyakan maen sama anak bieipi, jadi nda tau apa-apa. x’D
      Silakan menduga-duga dan terima kasih suda baca! ^-^

  36. Neomu neomu bogoshippo….
    Akhirnya MY hadir lagi. Seneng bgd ma ceritanya, terutama pas adegan dansa jihyuk. Setuju bgd, eunhyuk itu tampan, luar biasa tampan.
    Ah, aku juga sangat menyukainya yoo.
    Chukkae oppa bakal jd appa.
    Dn bwt donghae, semoga d next part oppa dpt pasangan yg jauh lbh baik..
    Tp dsni siwon oppa dsebut2 tp ga nongol2, padahal biasanya adeganx lucu kalo wonppa dah ketemu ma hyuk..kekeke.
    Nextx d tunggu chingu.. Fighting!! ^_^

  37. Akhirnya keluar setelah bertahun-tahun..
    Ahh gimana ini, masih ngeganjil di hati. Eonni gak bakal bikin Donghae menderita selamanya kan? Itu akhir2 teaser ya? Kayak lgi berantem tapi gak tau denggg…
    Penasaran asli, Donghae gimana ya?? Eonnie susah gak sih nulis gini? Aku bacanya pelan-pean menghayati setiap detil penggambaran setiap tokoh. Gimana perasaan mereka, terus dialog-dialog mereka juga gak biasaa..
    I love you eonnn!!

    • Yaolooohh… bertahun2 yak? Muup, muup. Biasa, saya sibuk getoh. Jadi kadang males ngelanjutin. *kemudian ditendang*
      Eh, nulis gini susah apa gak? Suuuuusaaaahh, tapi banyakan gampangnya sih. x’D <– tipe2 wanita gahol yang suka galow. xD
      I LOVE YOU MORE, CANTIKS! Terima kasyiiihh~ ^-^

  38. waaaaaaaaaaa akhirnya updateeee aaaaa!!! aku kaget jiyoo hamil gr2 udah agak lupa chqpter sebeumnya.-. dan kapan jiyoo sadar kalo dia hamil kak? aku ngubek2 chapter2 sebelumnya ga ada.-. sampe sekarang aku masih mikir sejak kapan jiyoo tau kalo dia hamil.-. masalahnya semakin complicated~~~~ hayi jiyoo kamuahirnya galau hayoloooo(?) aku ngerti sih perasaan jiyoo yang suka sama orang lain tapi dia udah kebiasaan sama keberadaannya donghae poor jiyoo😥 dan daedaeeeee why you so romantic????? wae waeeee? i’m proud of yaaaaa daeeeee!!! update soon kak~~~

  39. huaaaaaaa……
    sedih bgt kalo da si posisi donghae oppa.. mencintai sahabat sendiri yg sdh menjadi milik sahabatnya yg lain. tp salut sama usahanya buat ngilangin rasa ituh yg sbnrnya malah nyakitin diri sendiri. benar kata jiyoo.. donghae oppaku*pLakk* mmg org paling baik.. dia menghormati kedua sahabatnya.
    pengen nangis rasanya waktu donghae oppa bilang “aku menyukaimu“ dipelukan jiyoo. feelnya dpt bgt..nyesek2 dehhhh

    last chapter yg jg katanya end.. pLease bikin donghae oppa jg bahagia.. jgn GALAU terusss
    *miris walaupun cm di FF.. kan aku readers yg mendalami peran.. hehehe*

    jgn lama2 yahhhh.. aku beneran ga tega kalau donghae oppa GALAU berkepanjangan..

    mian…baru kali ini comment panjang lebar.. dan isinya malah ga penting ginhi.. hehehe

  40. huuuaaawww *_*
    akhr.na muncul jga part 12 ,
    ak nunggu.na uda lama lho thor .🙂
    cerita.na keren thor ,
    sumpah deh #demi apa ,
    demi tuhan #ngikutin gaya.na arya wiguna .🙂
    ak bcanya serasa liat adegan.a langsung thor ,
    langsung ke byang d otak.ku ,
    jadi tambah pnasaran sma part slanjtna(part end) pas liat priview.na .
    ditunggu kelanjut.ana ya thor .🙂
    jangan lama.lama thor . #ngancem pake tatapna kyuppa ^^

  41. Hwaaaa,,,
    Kata2nya cetar membahana,,!!!
    Sumfeh ini ff cast eunhyuk terkeren yang pernah aku temuin,,,

    #culik eunhyuk tiba2

    Kekekekkkkkk….

  42. Ahirnya part ini postingwjga,mm walo telat jga bcanya,haha selalu bikin tambah tergila2 ma sosok hyukkie oppa kalo dah baca ff ni, ^^

  43. ihih aku baru nyadar ada nama aku ihih jadi malu >//////< kita kan saudara kak harus saling.menyayangi~~~ lol

  44. Ekekeke~
    ga enak pegangan sama tiang(?)
    enakan meluk Hyuk Jae😄 :p
    FFLP itu FF Learning Project, FF dengan tingkat moral dan emosi yang tinggi.
    Ya sudah Ending saja, aku akan menunggu😉
    aku manggil kamu eonni, btw line berapa ya?😄 aku 95line ^^
    dan kapan publish part ending itu? Jangan lama2 ya? Aku penasaran akut :3
    *cium EunHaeYoo(?)

  45. Astaga baru liat dan kyaaaaaa akhirnya muncul juga lanjutannya :’)
    Akhirnya jiyoo ngaku juga kalo hamil😀
    Dan oh cinta segitiga bikin sedih T_T
    Apa kabar donghae ya di nexpart?
    Ya ampun ga nyangka abis ini part akhir ><
    Buat Daehyun-chaerin walaupun sekilah tapi tetep sweet deh mereke <
    Fighting!😀

  46. Akhirnyaaaa…setelah lama bersemedi di kamar brsma si monyet gunung (?). MY kombeeekkk.. yeeaayyy. Hahhaaa *tebar duit hyuk*

    Aduhh..itu si ikan kasian bngt ya?
    Gpp,km sama aku aja Hae.. *puk puk*
    Dan selamat buat YooHyuk,kalian sudah berhasil membuat anak..hahhaa. Saya turut senang.🙂

    Okedehh..aku tunggu bngt lnjutan’y..
    Keep writing.. Fighting🙂

  47. jangan bikin jiyoo jd sadar klo dia sebenernya jg suka donghae!!! jgn sampe bikin cerita bgitu!!! #ngancem xD
    pokoknya MY gak boleh sad ending, titik!!! :p

  48. aku gak bisa nebak apapun. gak bisa. aku khawatir jiyoo nanti sama donghae. aku galau. aku sedih. aku gak bisa seseneng dulu liat enhyuk sama jiyoo romantis. ada yang tersakiti disana. donghae.

    kak, ini bikin perasaanku campur aduk banget plis.
    aku tunggu endingnya :”)

  49. publish!!!!!!!#tebar menyan #eh,? intinya udah nunggu lamaaaaa MY yg part ni!. Ikan mokpo kok merana bergalau ria sih….Tpi ni yg bkin cerita ni realistis. A story that possibly happened in real life. Shella sii gomawo for writing this n let me know the creation of ur imagination…. I dont know whether this is my first or second comment since my old cellphone didnt let me to put comment in ur wp. But now i can. Keep writing……..u r Jjang…..

  50. okey, time to comment *siap2*

    tpi mau komen apa ya?lupa ama critanya *diketjup arselia*

    ohh…hyuk udah tau yoo hamil, baguslah dia agak peka dikit hahaha trus itu si hae cepetan cari kopel buat dia yoo sebelum seoul banjir ama airmata dia en permintaan lagu galau bertambah. kakak belum ada stok lagu galau kec lagu junsu yg baru hahaha

    • GAK PAKE KETJUP-KETJUP DEH KAYANYA KAK. -..-
      Lagu junsu yang jadi ost-nya jihyo? AKU SUKA LAGU ITU. DAN NANGIS. DAN GARA2 KAKAK… TT^TT

  51. yeay.. Marry You comeback…
    ehm, akhirnya…
    hihi, si jiyoo kykny gk bsa jauh dr eunhyuk 2h..
    candu bgt deket2 am eunhyuk..
    sentuhan eunhyuk bs bwt sengatan listrik d’tbh yoo.. ><
    kkkkkk….
    akhirny, eunhyuk tw jg yoo hamil..
    d'tngah pesta dansa, pembicaraan i2..
    shock terapi bgi eunhyuk…
    2h kan ad pukul2an antara hae am eunhyuk…😦
    mga aj permasalahan ini bsa d'selesaikan dgn kepala dingin..🙂
    cie2 daehyun- chaerin..
    cihuy, pasangan baru nih..
    ya ampun scene terakhir…
    aahh, jgn ampe rusak 2h persahabatan donghae-jiyoo..
    ini emang masalah klasik kl udah jatuh cinta am sahabat sendiri…
    tkt persahabatan i2 ilang..😐
    pasti nanti udah beda bawaan mereka..
    mga kejadian gk kyk gitu, mga hbngan mereka bs kembali kyk semula..
    ok, dtgg lanjutanny..
    fighthing, sel…🙂

  52. annyeong, aku reader bru di blog ini…crta y keren chingu, dr dlu ak susah dpt feel kalo bca ff main cast y hyukjae tp npa ff yg nie dpt bgd yak feel y…daebak chingu..keep writing,di tnggu lnjutan y ya….:D

  53. cieee yg mau jdi bapak.. #pokeHyuk
    Hyuk girang bgt yak.. hahaha
    mpe dgn rela nyuruh Yoo dansa ma Hae… klo dlm keaadan normal mana mau tuh.. hahaha
    suka bgt ma chapt ini.. JiHyuk msin sweet >..<
    udh Chaerin ma daehyun aj.. jd kga ganggu2 hyuk lagi.. hahaha

    suka chapt ini.. next chapt udh mau ending yakk??
    wahh wahh.. nunggu dgn sabar deh😀
    keep fight to write chingu-ya~ (^o^)g

  54. cieee yg mau jdi bapak.. #pokeHyuk
    Hyuk girang bgt yak.. hahaha
    mpe dgn rela nyuruh Yoo dansa ma Hae… klo dlm keaadan normal mana mau tuh.. hahaha
    suka bgt ma chapt ini.. JiHyuk mkin sweet xD
    yahh, wlaupun ksian ma Donghae T.T oh, bisa kah Hae di beri pasangan? jd kaga ngiler(?) gitu klo ngeliat Hyuk ma Yoo.. hehehe

    Eiiss.. itu Daehyun unyu2 bgt >.<
    udh Chaerin ma daehyun aj.. jd kga ganggu2 hyuk lagi.. hahaha

    suka chapt ini.. next chapt udh mau ending yakk??
    wahh wahh.. nunggu dgn sabar deh😀
    keep fight to write chingu-ya~ (^o^)g

  55. Yee.. 1-12 part.. *potongtumpeng!
    He ini yg menjadi hal yg patut di tunggu.. Hyuk jae tau dan donghae jujur.. 3 cinta..?? Tapi menurut sya cuman ada 2 cinta..? Ya kan mungkin donghae menyukai ji-yoo. Tapi ji-yoo dan eunhyuk?? Dan malaikat kecil 1..? Bukan dalam 1 garis.. Perasaan yg membuat mereka bersatu dan menghasilkan malaikat kecil itu.. Saya yakin cinta itu tidak akan keliru..
    Rasa sahabat terkadang tidak bisa di pisahkan dan di sama mana sahabt dan rasa sayang cinta.. Tapi itu fakta..! Sma.. Saling terkait dan saling menyempurnakan 1 sama lain.. Hidup tanpa sahabat bagaikan bulan tanpa bintang.. Mereka terang bersama dan redup bersama *kotbah hehehe
    eonni yah klo eunhyuk di lanjuttkan siksaan.a akan lebih terasa waaaw tapi..? Masih tidak tega dia selama ini berkorban perasaan yg banyak..

    Ayooo selesaikan *teriakbarengsiwonn…

    Lee hyuk jae saranghae…😀

  56. Shella… thanks for posted this part!!
    Sukaaa banget ama kalimat-kalimat kamu yang,,uuhm..romantic, manis.
    Sukaaaa ama Yoo-Hyuk moment nya. Hyuknya bener-bener sooo sweeeet. They are so lovely..🙂
    Eunhae moment: boy’s time!! Yeah, aku suka berantemnya mereka.
    Yoo-Hae moment: perih buat keduanya.. galau,, kasian Hae,kasian Yoo.
    Shella tuh selalu berhasil bikin dagdigdug dahh.. tapi ttp ngarep happy ending bt mrka bertiga. Of course, hopefully Yoo still stay in love forever with Hyuk,, and for Hae.. he’ll find his happiness too ^^ meskipun pd kenyataannya,hidup ga selalu indah…ya ga? Oiaa..suka preview nya: Hae ~~ Hyuk ~~ Yoo ~~ Hyuk << maybe (?) Ditunggu next part..be fighting yuaaa :))

    • Ah, terima kasih juga suda mampir~ *bow*
      Dan saya juga suka kata-kata kamu, pada kenyataannya hidup memang gak selalu indah. xD
      Fighting! Terima kasiiih suda baca yaa.. ^-^

  57. owh … step 12 …….
    pengakuan lee donghae …. heemmmm …

    Saya g bisa nebak ini jafi awal konflik atau ending konflik????
    yang jelasssss …. eunhyuk jadi appa … hohohho, jangan sampe ending dan belum lairan yaaaa
    pengen banget tau penggambaran hyuk jd appa di blog ini ….
    penasaran

  58. Annyeong haseyo saya reader baru *bow*
    Pas baca FF Marry Yoo langsung suka sama gaya ceritanya, penulisannya🙂 mungkin habis ini saya bisa baca judul FF2 yg lain di blog ini.

    Aahhh nyesek banget disini donghae ngenes ga tega sumpah T_T aduh jiyoo pasti ngerasa bersalah banget itu sama donghae dan g tau harus gimana.
    Tapi jujur suka banget sama persahabatan eunhyuk-donghae di sini ya walaupun sama2 menginginkan jiyoo tapi tetep pada dasarnya mereka saling menghargai perasaan satu sama lain *peluk eunhae*
    Oke di tunggu kelanjutannya🙂

  59. aaaaak~ LOOK AT MY LEAK UPDATE *sob sob* T.T
    anw lee hyukjaeeee you’re over reaction seriously ! HAHA
    bisa bayangin si enyuk senyum nonstop xDD
    *rolling in happiness* *cuddles you*
    OMG OMG !! lee donghae confessed !!!! this part is so precious ;A;
    choi jiyoo must be right in between heaven and hell . one step wrong and huuurrrrrr . ga bisa bayangin galownya mbak jiyoo dr previewnyaaa T.T
    aaaaaak syumpah preview nyaa bikin penasaran bangeeet ..
    last chapter ? :”(((
    i hope it’s the long one then❤
    hahahaha *minta ditabok*
    okaaaay kkeut komennya heheh .
    terima kasih ;D

    • OMG HERE YOU ARE AGAIN!! Where’ve you been? ;-;
      Mbak jiyoo emang lagi galow tingkat tinggi. Tolong bantu doa. Nanti kalo dia milih hell malah ketemu sama chokyu kan berabe, hayooo? *apasi*
      Lets waiting then~ so i can make the best ending for this story. Hope so.. ><
      Terima kasih komennya! :*

  60. Aigoooooooo
    mian ya chingu komen nya cuma di part ini
    hehehe keburu penasaran jadi lgsg aja hahaha

    Ehem tidak ada persahabatan antara lelaki dan wanita yang murni
    pasti salah satunya ada yang menyukai ckckck
    Aku kasian sama Hae oppa tapi aku gak rela Ji Yoo sama mu Hae oppa
    Ji Yoo milik Hyuk oppa-ku kkkk
    heeem ada calon baby Lee
    lalalalala
    keponakan saya /plakduak/
    hem Marcus Jo wakakaka
    ni bocah cuma nongol nama hahaha
    suami saya itu /dilempar/

    Hem preview nya membuat rasa penasaran yang tinggi kepadaku
    Apa yg akan terjadi selanjunya pada JiHyuk couple
    oh ya jangan lupakan si Dae Hyun dan Chae Rin(?)
    ckckck
    si Dae Hyun daebak
    dia akhirnya mengungkapkan apa uang dirasakannya selama 7 tahun itu dan aku harap tu yeoja bisa menghilangkan rasa obsesinya terhadap Hyuk menghilang dan tergantikan oleh rasa cintanya terhadap Dae Hyun wakakakaka

    FIGHTING chingu ^^

    • Aww~~~ Komennya panjangs… SUKAAAA… TERIMA KASIHH~ *bow*
      Lets see apa saya bisa nulis lebih banyak daehyun-chaerin…….. x’D
      Terima kasih syuda baca! Fighting! ^-^9

  61. eunggg annyeong~ reader baru datang
    Cuma baca part ini sama part 11 ajasih, tapi part 11 g coment.ngiks*diinjek*
    aih aih donghae sama aku aja gih.
    Heungggg greget sama sifat jiyoo yg manis tapi g begitu keliatan aw aw(?)

  62. aku penasaran tingkat dewa loh eonn sama kelanjutannya gimana ya aku gak mau jiyoo pisah sama hyuk dan lebih milih hae tapi disisi lain aku juga gak mau liat hae merana kaya gini terus pleas kasih hae cewe biar dia bisa move on dari jiyoo kan chaerin juga udah berbalik hati ke daehyun.
    okesiip aku tunggu banget part endingnya eonn🙂
    semangat

  63. sumpah ya, bc part ini ngena bgd di hati..aq jd ngerasain kalo jd donghae, huwaa pasti gk mudah..terus nih. . .apaan lagi ya??
    ahh eonni daebak pkoknya

  64. Entah blm komen atw blm bca..
    Tp aq bca lagi ajah..
    Manis ada, sedih ada..
    Aaahhh..
    Suka bgd dg daehyun chaerin moment..
    Menyenangkan di antara kemelut perasaan donghae k jiyoo..
    ^^

  65. apapun yg d lakukan jihyuk, aku trus mikirin hae. Bgaiman dgn perasaan nya ? Rasa nya aku pngen bwa Hae prgi, kluar dari crita ini dan biar Hae oppa sma aku aja..

  66. Aku aku aku suka Daehyun,,, sumpehhh dehhh ˆ⌣ˆ

    Ɣå媪 akhirnya yoo tau apa yg dirasin haepa ,, kekekekek
    Mngkin skrg prasaan haepa udah lbih plong kali Ɣå媪 ,,, ˆ⌣ˆ
    Hyukpa,,, aku makin makin fallin in └ºνє♥ with u,,, kekekekk

    Eonnniii daeeeebbbaaaakkkkk,, lanjut baca dulu Ɣå媪 eon,, ppppaaaapppaaaiii (っ˘з(˘⌣˘c)

  67. Tuh kan tuh kan ga ketebak ternyataa donghae oppaaaaa oooooowwwwhh so bad oppa😦 kenapa selama ini diem aja harusnya kaya enhyuk memperjuangkan cintanya wow readers so tau nih hehe oppa semoga kamu mendapatkan yg lebih baik dari jiyoo🙂

  68. AAAKKKHHH aku ga bisa buka wordpress dari ponselku dan beginilah aku mencuri waktu kerja untuk membaca cerita yang bikin hatiku cenat-cenut hahaha

    Hae-ya, please come closer…I want to give you a warm hug, bebi *mata berkaca-kaca*
    Fix! Mustahil cowo dan cewe bersahabat murni!

    Baru bisa lanjut baca lagi besok -_______- dengan mencuri-curi waktu dan pake wi-fi kantor hahaha

    Love you, She~
    HWAITING!!! ^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s