Nebula

cirrusradiatusx75pt

Bagaimana rasanya saat menyadari waktumu hampir habis?

Angela Choi mendongak ke langit. Seperti selimut raksasa yang membungkus bumi, langit biru itu menawarkan rasa nyaman. Awan putih tampak seperti kapas yang menggodanya untuk mengulurkan tangan, mencoba meraih sang kumpulan uap air. Angela bertanya-tanya, apa ia bisa menggenggam awan, memasukkannya ke dalam kotak kaca dan setiap saat memandanginya tanpa harus mendongak.

Langit yang cerah seolah tersenyum padanya, tampak seperti seorang ayah yang mengagumi kepolosan gadis kecilnya. Angela menghela napas sambil tersenyum. Sebentar lagi ia akan berkumpul dengan ayahnya.

“Anginnya dingin, ayo masuk.”

Angela menoleh, mendapati seorang wanita paruh baya memeluk selimut berwarna biru langit. Ia tersenyum. “Oke!”

Dengan cekatan Angela menutup pintu balkon yang dilapisi kayu dan kaca. Gadis itu berjalan mendekati ibunya, meraih selimut yang sudah pasti ditujukan untuknya. Selimut dalam pelukannya terasa lembut, seperti kapas. Seperti awan.

Semakin membayangkan gumpalan awan, Angela semakin ingin menggenggamnya.

Namun, semakin ia membayangkan awan, kesadaran Angela menjadi semakin tebal. Bahwa menggenggam awan adalah tindakan yang sia-sia. Awan tidak akan pernah bisa digenggam, tidak bisa disentuh karena awan hanya kumpulan titik-titik uap air dari Bumi yang menggantung di langit. Selamanya, ia tak akan bisa menyentuh benda putih yang tampak lembut itu.

Selamanya, hingga waktunya habis dan kumpulan uap air itu jatuh ke Bumi sebagai titik-titik air hujan.

Bagaimana rasanya saat mengetahui batas waktu yang dimiliki seseorang?

 Dadanya terasa sesak. Spencer Lee memalingkan wajah dari pria tua yang baru saja menaiki bis menuju Busan. Tiba-tiba darahnya mengalir lebih cepat, membuat Spencer gugup. Ia benci sekali jika harus berhadapan dengan hal seperti ini. Di sini. Sekarang.

Awan yang mengelilingi pria tua itu tebal, berwarna abu-abu gelap. Spencer hanya bisa menggertakkan gigi. Sudah hampir waktunya.

Dan seketika itu, sang pria tua memekik tertahan. Spencer melihat kebingungan dari penumpang lain, tapi ia tahu di matanya sendiri sedang terpancar kengerian. Pria tua itu memegangi dada kirinya. Seketika itu bis menepi sebelum kondekturnya menekan tombol darurat.

Spencer mendapati sang pria tua merintih. “Ada amplop yang harus diserahkan.”

Kemudian berakhir. Pria tua itu tak lagi menahan sakit. Kedua matanya terpejam rapat dan seluruh tubuhnya menjadi kaku. Spencer menahan diri untuk tak mendengus. Amplop yang harus diantarkan. Sepertinya perjalanannya ke Busan harus ditunda. Lagi.

Satu hal yang menghibur Spencer; hujan maya yang turun setelah awan mendung itu menghilang. Jika hujan selalu dikaitkan dengan pelangi, bagi lelaki ini, hujan hanya berikatan erat dengan awan. Awan, yang berupa kumpulan titik uap air, berubah wujud menjadi air hujan.

Hujan datang menggantikan awan, menyapu segala urusan dunianya –dia yang baru saja pergi.

Cerita tentang awan, hujan dan Nebula. Bahwa awan yang mendung tak selalu berakhir dengan hujan.

==================================

Just a draft. Just a project. ^-^

28 thoughts on “Nebula

  1. boleh dijelaskan mengenai ff ini?
    apa ini cuma pengantar cerita selanjutnnya?
    aku dulunya sider tp sekarang mulai komentar karena kita menikmati karya seseorang tanpa memberikan komentar sangat tidak sopan.
    Untuk marry yoo kapan lanjut. penasaran bgt.

  2. jederrr! oke good shela-ssi haha padahal tadi udah ngebenerin tempat tengkurep (?) biar bacanya enak eh malah udahan haha project baru kah? ah okey~ i will appreciate it🙂 and of course love it ah as long as its JiHhuk :3

  3. Ige mwoya??
    apa ni teaser untuk ff selanjutnya? karena jujur, Z masih bingung dengan cerita ini.

    Z belum lama gabung di wp ini, tapi Z sangat suka dengan tulisannya author. Meski baru baca Marry You.

  4. kak yoo~ apa ini ??
    ff baru kah ??
    pertama liat langsung tertarik karna judulnya, aku suka nebula tapi yang aku tau nebula itu langitnya warna ungu ada pink nya ada biru nya(?) terus banyak bintangnya ..
    hehehe
    ❤ jihyuk❤

    • nah! itu dia. Saya tau kalo nebula itu awan yang ada di luar. Ide dasarnya sih dari awan & hujan, tp nebula kan biasa dianggep sebagai awan mendung yang bukan berarti hujan, justru awan mendung nebula itu adalah pertanda lahirnya bintang baru. Jadi ya… gitu deh. xD

  5. eh yoo, maksud nya apa ? itu si spencer bisa tau kalo ada orang mau mati apa gimana ? aduh aduh banyak pertanyaan di otak saya ahahaha
    btw itu aqua-serious nya kok di protect ? akyu kab belum baca uri kyutoriaaa huhuhuu

  6. Udh persiapan baca malah udahan..waiting for this project ^^ btw aku boleh minta password jaehyuk gak?? Thankyu

  7. shel…punya DHA ga?? bagi dunk.. kakakmu yg kece in ga ngerti crita diatas wakakakakak

    jadi critanya spencer setan penjemput nyawa? en angela penunggu awan?

  8. konsep nya kereeeennnn !!!!
    awan yang mendung tak selalu berakhir dengan hujan, tapi langit yang cerah juga tak berarti tak hujan😄 hehe

  9. project apa eon?
    jawaban yoo tentang permintaan hyuk buat balikan kapan??? jawabannya “iya” kan?? #maksa kkk~😀

  10. Ya ampun kata-kata mu sweet bngt.. bahasa menginspirasi..😉
    well aku reader baru nih ..
    baru nongol
    baru baca..
    salam kenal ne ^^~

  11. projeeeek ? wow cool😀
    hyukjae jd malaikat pencabut nyawa kaah ? kalo iyaa kyaaaaak~ jd bayangin film 49 days ><
    malaikat pencabut nyawa yang minta banget dibungkus T.T
    hahaha i'm waiting youuu then🙂
    fightiiiing !!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s