[JiHyukism] Missing

[JiHyukism] Missing

new-3***

Something’s strange. Something’s not gonna be like it used to be.

Something’s missing.

Something’s missing when there’s no you for me.

Something’s missing when there’s no me for you.

March 20, 2013

Delapan kali. Eunhyuk menghela napas berat. Sudah delapan kali ia melirik jam tangan perak yang melingkari pergelangan tangannya. Seharusnya ia bosan berada di sini, tapi ia justru semakin gelisah.

Ia bersandar di dinding dan sekali lagi, untuk yang kesembilan kalinya per sepuluh menit, Eunhyuk melihat jam tangannya. Gadis itu belum pulang. Atau sepertinya berniat tidak akan pulang untuk menghindarinya.

Ia dan gadis itu sudah selesai. Tamat. The end.

Tapi seharusnya gadis itu juga merasakan kesepian tak nyaman yang sekarang nyaris membuat Eunhyuk sekarat. Choi Jiyoo seharusnya merasakan hal yang sama dengannya. Seharusnya perasaan ini juga membunuh Jiyoo pelan-pelan.

Eunhyuk mendongak saat mendengar derap langkah kaki yang mendekat. Tanpa sadar bibirnya terangkat, membentuk senyuman kecil. Choi Jiyoo berjalan ke arahnya walaupun kedua mata gadis itu tak terfokus padanya.

“Aku menunggumu lagi,” ucapnya.

Jiyoo tampak menarik napas sebelum menatap Eunhyuk. “Baru satu bulan, kenapa kau seperti ini?” katanya dengan bahasa formal.

“Sudah satu bulan, kenapa kau tidak mengakui saja kalau kau juga sama sepertiku?”

“Aku lelah. Silakan pulang.” Jiyoo mengeluarkan kumpulan kunci yang bergemerincing dari dalam tasnya.

Eunhyuk merebut kunci dari tangan Jiyoo, membuat gadis itu melayangkan tatapan tajam padanya. Namun Eunhyuk tak peduli. Ia hanya memedulikan kesehatan batinnya sendiri jika gadis itu tetap bertingkah seperti ini.

“Apa kau suka permainan ini? Menghindariku sejak kita berpisah, mencari jutaan alasan agar tidak datang ke dorm, bahkan menolak tawaran untuk menonton musikal Teuk hyung hanya gara-gara aku juga ada di sana. Apa menurutmu kau tidak terlalu kekanak-kanakan?”

Jiyoo kembali menghela napas berat. Ia menggertakkan gigi, menoleh ke sekeliling untuk memastikan tak ada yang sedang melihat mereka berdua. “Ya. Iya, aku kekanakan. Iya, aku lebih suka menghindarimu. Sudah, kan? Sekarang kau bisa pulang.”

Eunhyuk menatap Jiyoo dengan menyipitkan mata. Tentu saja ia tak percaya pada ucapan gadis ini. Tidak sama sekali.

Dengan terburu-buru Eunhyuk memasukkan kunci dorm Jiyoo ke lubangnya. Setelah terdengar bunyi klik, ia masuk, mengabaikan pandangan tak suka dari Jiyoo. Eunhyuk melepaskan sepatu Timberlandsnya, menggantinya dengan sandal putih yang lembut. Ia melangkah ringan memasuki dapur.

“Tidak ada yang berubah ternyata.”

Jiyoo menimpali, “Apa yang mau diubah? Tidak ada yang akan berubah di sini.”

“Tapi kita berubah.”

Jiyoo merasakan batu dengan berat puluhan ton sedang menimpa pundaknya. Ia mengenali tatapan itu; tatapan penuh rasa sakit dan kecewa dari Eunhyuk. Jiyoo hanya harus mengabaikannya. Ia hanya harus berbuat demikian jika tak ingin merasakan kekosongan yang aneh.

Namun ternyata ia tak bisa benar-benar memerintahkan dirinya untuk itu.

Jiyoo tak bisa merasakan apapun selain rasa bersalah yang membebani dadanya. “Setiap orang memang berubah. Tidak ada yang hanya akan berjalan di tempat. Semuanya bergerak maju.”

“Aku tidak memintamu untuk berjalan di tempat. Aku memintamu untuk menunggu.”

“Lee Hyukjae,” panggil Jiyoo lirih. “Aku benar-benar tidak ingin membicarakan ini.”

Eunhyuk melipat kedua tangannya, berdiri tegap di depan Jiyoo. “Untuk itulah aku terus-menerus datang ke sini, untuk bicara. Tapi kau selalu menghindar dari pembicaraan semacam ini. Kau bahkan menghindariku. Jadi katakan padaku, apa yang harus kulakukan?”

“Hindari aku juga. Jangan menemuiku, jangan memikirkanku. Bukankah itu akan lebih nyaman bagi kita berdua?”

“Bagimu iya, bagiku tidak sama sekali.” Eunhyuk menarik napas dan membuangnya perlahan. “Apa menghindar itu bisa membuatmu lebih baik?”

Jiyoo mendongak, menatap Eunhyuk dengan kedua matanya yang kecil. “Tidak.”

“Kalau memang–“

“Tapi bisa membuatku tidak merasakan sakit lagi.”

Eunhyuk mematung. Ia terhenyak untuk sesaat, bahkan ia menahan napasnya. “Itu… itu artinya kau terluka hanya dengan melihatku? Mendengar suaraku? Memikirkanku?”

“Ya.”

Jiyoo sudah lama memikirkan ini. Menghindar akan jadi cara paling tepat. Menghindar tidak akan membuatnya terluka. Jiyoo sudah memikirkan banyak cara… untuk melindungi dirinya sendiri dari rasa sakit.

Detik demi detik berlalu dengan lambat. Eunhyuk tak bergerak. Kakinya terasa berat dan menempel di lantai. Ia tahu seharusnya ia sudah meninggalkan tempat ini, tepat ketika Jiyoo mengucapkan penolakan itu. Eunhyuk tahu, tapi ia tak ingin melakukannya.

“Aku memang kekanak-kanakan ya…” ucap Jiyoo. Eunhyuk tak menatapnya, hanya memasang telinga untuk mendengarkan kata-kata gadis itu. “Aku yang sudah seenaknya memasukkanmu ke dalam hidupku, aku juga yang sekarang seenaknya mengusirmu. Bahkan untuk sekedar bersikap biasa padamu pun aku tidak sanggup.

“Kau boleh marah, kau juga boleh memakiku. Aku sudah mengucapkan banyak janji yang sekarang mustahil untuk bisa ditepati. Aku juga egois, selalu ingin melindungi diriku lebih dulu dan sama sekali tidak mempertimbangkan apapun dari sudut pandangmu.”

Eunhyuk mendengarkan tanpa berniat memotong. Sejak sebulan yang lalu, inilah pertama kalinya Jiyoo mau menemuinya. Bahkan ulang tahun gadis itu terlewatkan begitu saja. Jiyoo yang tak ingin ditemui dan Eunhyuk yang tak bisa menemui.

Padahal dulu tak seperti itu. Dua tahun yang lalu, hari istimewa apapun akan berlalu dengan istimewa pula. Kemarin, saat ulang tahun gadis itu, tak ada lagi kata istimewa.

“Boleh aku memelukmu?”

Eunhyuk mendongak mendengar permintaan Jiyoo. Ia merasa dadanya sesak. Permintaan itu sederhana namun juga terasa mustahil. Seakan hal itu adalah permintaan terakhir yang akan diminta Jiyoo padanya.

“Tidak.” Eunhyuk mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Jika kau melakukannya, aku tidak yakin bisa melepaskanmu. Apa itu yang kau inginkan, mengujiku hingga akhir?”

Jiyoo memaksakan seulas senyum lemah. Air matanya mendesak, memenuhi pelupuk matanya sebelum jatuh tak tertahan. Rasanya… aneh.

“Kau tahu apa yang lucu?” tanyanya. Eunhyuk menggeleng, tak dapat menemukan apapun yang terasa lucu dalam situasi seperti ini. Jiyoo mengambil satu, dua langkah hingga sampai di depan Eunhyuk. Gadis itu tersenyum sebelum melingkarkan lengannya di pinggang Eunhyuk. “Aku terluka saat melihatmu, tapi anehnya aku juga terluka saat tidak melihatmu.”

Eunhyuk menarik napas, tak sengaja menghirup aroma manis dari tubuh gadis itu. Lidahnya terasa kelu untuk sekedar membalas ucapan Jiyoo.

“Tapi… bukankah memang seharusnya seperti itu? Memang harus terluka jika mau membiasakan diri tanpa dirimu.”

Eunhyuk merasakan lengan Jiyoo melonggar. Gadis itu akan melepaskannya. Eunhyuk terlalu naïf untuk tak ingin membiarkan hal itu terjadi, jadi ia memeluk Jiyoo lebih erat.

“Tidak bisakah kau belajar untuk tidak melepaskanku saja?”

=============================

Maybe we’ll live and learn…
Maybe we’ll crash and burn…
Maybe you’ll stay, maybe you’ll leave…
Maybe you’ll return, maybe another fight…
Maybe we won’t survive, but maybe we’ll grow…
We never know…

=============================

Idk. HAHAHA~ Its just my imaginary through some songs. *I’ll blame it to Jung Daehyun*

Well… ada reader yang minta traktir buat ulang taun kemarin, saya gak tau ini bisa dianggep traktiran ato justru bikin tambah esmosi. Hehe~

Just… it seems like I got many ideas but I cant even make it, so… yea. Please enjoy~ ^-^

And I’ve just realized in these Break-up Series (?) I only used one word wif 7 letters. Goodbye, Promise and now Missing. x’D

ps: it should be published on March 20, but I don’t think I can make it on that day. T^T

49 thoughts on “[JiHyukism] Missing

  1. Ini sih malah bikin emosi huhuhu
    “tapi kita berubah” nyessssss …
    jiyoo eunhyuk haruskah kalian pisah kalo masih saayaang, bikin sakit hati tauu?!!! -_-

  2. Eonniiiiiii, knp sedih bgniiiii huhuhu
    I miss the old JiHyuk, jinjjaro ;(
    Idk, what i’ve to say anymore, but I like this story soooooo much, it is really touching huhu😉

  3. oh astagaaaah terbiasa sama hubungan jihyukism itu sama yg ceria2… bukan yg seri break up beginiiii gak tega bacanya… gak percaya kenapa mesti putus T_T

    kasian poo n yoo lagi menggalau mari kita bacakan alfatehah agar mereka balikan #amiiin #plakkk

  4. u make me crazy with all of u’r story yoo..
    Melow pake banget nih crita,tapi yang penting,Jihyuk never endinglah…^^

  5. Wlupn pendek jg, tp nyesek’y itU loh, ngena bngt,, ap lg panjang, btpa trsiksa’y hatiku😥
    Sbnr’y Yoo lg knp ?? ap hyuk nglakuin kslhn ?? aku aj trsiksa yg bc’y, ap lg Hyuk ma Yoo ..
    Jebal stUkn Hyuk ma Yoo lg😥

  6. aaaaarrhh udah berasa ada firasat baek dengan adanya stubborn hyuk as usual . tp yoo ga kalah batuuu T.T
    i wish it’d just time matter ;A;
    don’t broke them up pweaseeeeeeeeeee😥

  7. yaaaa,,,knp hyuk kenapa u kelihatan kasihan sekali😦
    eonni-ya ff nya bagus bgd malah tapi knp disetiap ff eonn hyukjae dia yg selalu merasa kesedihan yg mndalam??

    aplg ff eonn yg marry yoo, ahk,,,hyukppa kasihan dn menderita sekali …

    eonni hwaiting nulis ff nya, aku sllu menunggu,,,:D

    • Ah… benarkah? Ha ha ha… mungkin soalnya hyuk pantes dapet peran dg kesedihan yang mendalam? x’D
      Gak ding, cuma pingin mencoba menafsirkan perasaan putus dari cowok aja. Hehe~

      • oh begitu yah eonn!!! tapi gk tw knp aku pengen bgd baca ff yg eonn tulis jiyoo klw skrg yg ngejar2 hyukjae krna hyukjae udh mw nyerah dpetin jiyoo lg . hehe,,,😀

  8. ah!!!
    ini manis sekali galau yoo..
    knp harus berpisah kalau ada atw g ada hyuk ttp sakit?
    mending ad hyuk d samping yoo bwt ngringanin beban yoo mgkn..
    heheheheheee

    malah ceramah..
    yah apapun dah..
    rindu jihyuk, poo and yoo..
    jeongmal!!
    ^^

  9. yoo balik kek sama poo. eonnie balik ya sama hyukjae. entar aku kasih cipok deh kalau eonnie balik sama hyukjae T__T kangen tau sama jihyuk yg biasanya, yang majna-manjaan, yang mesraa-mesraan. bukan yang kayak gini hiksss
    eonnie balik yaaaa… plisssss T__T

  10. ah masa eonn? wah smg sja bsa cpet2 direalisasikn diff eonn biar bs cpet2 ngeliat hyukppa gk menderita terus tapi nya jiyoo nya jgn dikasih tmn deket takut nya tmn deket nya cari kesempatan lg suka sma jiyoo dn lagi” hyuk yg bersedih . hehe,,,itu seterah eonn sih !!!

    gomawo😀

  11. kak, I used to be chomoccacino xD
    aku pernah baca satu note, terus like, ngga komen dan aku lupa itu apa, mian,
    what happened with jihyuk AAAAAAAAAAA?
    aku suka nyeseknya pas “Tapi bisa membuatku tidak merasakan sakit lagi.” itu kaya nampar hykjae banget dan aku suka, apalagi aku lagi gloomy TT
    kaakk fighting!!

    • Haha… iyah, nda papah. xD
      Samaaa. Aku juga suka yang itu. Teyus sama yang hyuk bilang ke jiyoo kalo mereka berubah. :’) *kenapa jadi curhat shel?
      Fighting juga! xD

  12. As always, GALAU.
    Selama JiHyuk belum baikan, mungkin aku harus tahan sama ff2 menyayat hati kayak gini.
    Tapi, pada akhirnya, aku selalu ngacungin jempol mungilku ke eonni karena selalu berhasil bikin aku jumpalitan tiap baca ff galau-mu..
    I hope, very soon, JiHyuk will be back together. Amin…

    • Hehehehe~ muup ea.. lagi demen banget begalau nih. :’)
      Muucih buat jempol mungilnya. Unyu beuds deh~ (?) xD
      Amiiiiinn jugaa~ I miss jihyuk too honestly……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s