Marry Yoo! [9th Step]

MY-cast

[9] The Beginning

Seperti badai yang muncul diam-diam, tak seorang pun menduga ombak besar akan datang dan bergulung menghancurkan pantai.

“Eunhyuk memintamu melakukan sesuatu, kan?”

Donghae menolak untuk mengalihkan pandangannya dari jalan. Ia sedang dicurigai, hampir dituduh oleh gadis yang duduk di sampingnya. Tak bisa disalahkan juga, mungkin indera keenam Choi Jiyoo bekerja baik jika berkaitan dengan Eunhyuk. Jadi Donghae hanya mengangguk.

“Apa itu?” tanya Jiyoo tak puas.

“Mengantarmu, menemanimu kemana pun saat dia berada di Jepang.” Donghae melihat sekeliling, mencari tempat kosong untuk memarkir mobilnya. “Dia hanya pergi selama seminggu dan permintaannya lebih banyak dari orang yang akan bepergian selama sebulan.”

Jiyoo merengut. “Seminggu itu 7 hari dan 7 hari itu lama.”

“Kau selalu pintar membantah ucapanku,” gumam Donghae.

“Lee… Donghae.”

“Apa?” Donghae menyahut tak acuh tanpa benar-benar menatap Jiyoo. Jiyoo bahkan harus menarik lengan lelaki itu agar mendapat perhatian sepenuhnya. Donghae menghela napas dan menatap Jiyoo. “Ada apa?”

Lelaki itu melihat Jiyoo yang terdiam. Ia mengenal sikap ini, lengkap dengan raut wajah dan sorot mata yang penuh dengan kekhawatiran ini. Mau tak mau Donghae memikirkan penyebabnya. Sepertinya ia tahu alasan munculnya raut wajah Jiyoo yang seperti ini.

Eunhyuk. Dan Song Chaerin.

Mungkin Donghae tak berada di dekat Jiyoo saat masalah ini mulai mengganggu pikiran gadis itu, tapi ia tahu kapan pun raut wajah ini muncul, maka artinya masalah itu tak ringan bagi Jiyoo. Dan sesungguhnya, masalah ini adalah hal terakhir yang ingin diurus oleh Donghae.

“Tidak apa-apa,” ujar Jiyoo pada akhirnya. Senyumnya terlihat getir. Bagi orang lain, senyuman itu akan terlihat sama. Namun bagi Donghae, kekhawatiran Jiyoo tak akan terlihat lebih jelas lagi.

Rasa khawatir Jiyoo memancar melalui seluruh tubuh gadis itu. Donghae bisa melihatnya dengan cukup jelas. Tanpa dijelaskan pun, Donghae tahu Jiyoo sangat terganggu dengan perasaan itu.

“Kalau kau tidak punya rasa percaya diri yang cukup untuk menghadapi Song Chaerin, apa lagi yang bisa kau lakukan?” Donghae tak bermaksud menyuarakan kesinisan dalam ucapannya, tapi tak ada yang bisa dilakukannya. “Kenapa kau tidak menyerah soal Eunhyuk, kalau begitu?”

Jiyoo tersentak. Donghae menangkap ada kilatan kepedihan dari kedua mata gadis itu. Hal berikutnya yang disesalinya adalah kilat tak menyenangkan itu disebabkan oleh dirinya.

“Tidak bisa…” gumam Jiyoo. Ia mendongak dan menatap Donghae yang berpura-pura melihat sekeliling melalui kaca jendela mobil. “Lee Donghae…”

“Kalau begitu, kumpulkan tekadmu.” Donghae memelankan suaranya. Ia tak ingin berakhir dengan ucapan sinis yang bisa melukai Jiyoo. “Apa kau sudah bicara pada Eunhyuk?”

Jiyoo mengangguk. “Tidak banyak, hanya…”

“Aku tahu. Aku mendengar kalian tadi,” ucap Donghae.

Sepertinya Donghae sudah bisa menebak bahwa Eunhyuk tak dapat berbuat banyak. Hal yang sama ia simpulkan pada tindakan yang akan diambil Jiyoo. Kedua orang itu sudah pasti tak akan mengubah fakta Song Chaerin yang masih dan akan terus menyukai Eunhyuk.

Mungkin Donghae terlalu mengenal Eunhyuk. Lelaki itu tak akan mempermasalahkan masalah yang menurutnya bahkan tak lebih dari masalah sepele. Sesekali, hanya sesekali saja, Donghae ingin berteriak pada Eunhyuk karena sikapnya yang terlalu meremehkan sesuatu itu.

Jika Eunhyuk tak menganggap masalah Song Chaerin sebagai sesuatu yang bisa menjadi masalah, bukankah itu artinya Eunhyuk juga tak memedulikan perasaan tertekan yang dirasakan Jiyoo?

“Aish…” Donghae berdecak saat lampu merah memaksanya menghentikan mobil.

“Apa kau marah padaku sekarang?” tanya Jiyoo ragu-ragu.

Jiyoo tahu pasti kapan Lee Donghae akan menggunakan kata-kata sinis seperti tadi. Dan kebanyakan, ia-lah yang menjadi penyebabnya. Terkadang Donghae akan kehilangan kesabaran jika ada sikapnya yang dianggap mengesalkan.

Sikap Jiyoo yang kadang tak tegas, terlalu khawatir, dan keras kepala adalah beberapa alasan kemarahan Donghae.

Jiyoo tahu semua itu terjadi di masa-masa kecil mereka. Tapi bukankah tak ada yang bisa menjamin jika Donghae masih akan marah padanya dengan alasan yang sama? Kemarahan Donghae bukan sesuatu yang ingin dihadapi Jiyoo untuk saat ini.

“Apa pentingnya?” Donghae menghela napas tak sabar. “Ini bukan tentang aku, Yoo. Ini tentang dirimu dan Eunhyuk. Tolong jangan pedulikan hal lain selain diri kalian sendiri.”

“Song Chaerin juga harus dipedulikan,” tandas Jiyoo. Ia melirik Donghae dengan hati-hati. “Dan lagipula, aku tidak mau membuatmu marah atau kesal atau benci padaku.”

Donghae mengembuskan napasnya perlahan-lahan. Ia memandang Jiyoo dengan tatapan tak percaya. “Aku tidak akan pernah bisa marah atau kesal atau benci padamu, Choi Jiyoo. Terutama bagian yang terakhir, benci? Kau pikir aku bisa melakukannya?”

“Tentu saja tidak, aku satu-satunya kesayanganmu!” seru Jiyoo. “Sudahlah. Aku akan memikirkan masalah ini nanti. Sampai nanti!”

Donghae bergumam cukup nyaring hingga Jiyoo menoleh ke arahnya. “Jangan pikirkan masalah ini lagi.”

“Laksanakan!” Jiyoo tersenyum kecil sebelum meninggalkan mobil Donghae.

Jiyoo tak tahu jika Donghae menatap punggungnya lekat-lekat. Punggung itu begitu kecil, tampak kesepian. Donghae tak bisa memikirkan kata lain untuk menggambarkan punggung Jiyoo. Sejak kecil, ia selalu melihat punggung yang kesepian itu.

Itulah alasan pertamanya untuk menjadi satu-satunya teman Jiyoo. Ia tak ingin lagi melihat sosok Jiyoo yang sendirian.

Tapi Donghae tahu kali ini ada yang berbeda. Jiyoo memiliki Eunhyuk sebagai satu-satunya teman hidup. Gadis itu memiliki Eunhyuk yang menjadi segalanya baginya.

Donghae tersenyum samar. “Syukurlah.”

The next morning

Eunhyuk memandangi wajah gadis yang tertidur di sampingnya. Helaan napas gadis itu teratur dan membuat napasnya sendiri tertahan. Jiyoo yang seperti ini adalah salah satu favoritnya.

Dari jarak sedekat ini, Eunhyuk bisa melihat kulit Jiyoo yang seputih salju. Seperti batu pualam, kulitnya tampak bersinar diterpa sinar sang surya. Dan Eunhyuk tak lupa mencatat mata dan bibir gadis itu sebagai kesukaannya. Semua tentang Choi Jiyoo tak pernah mengecewakannya. Gadis itu sempurna.

Jika seseorang berkata padanya bahwa semua hal ini adalah mimpi, Eunhyuk tahu ia tak punya alasan untuk tak memercayainya.

Memiliki Jiyoo di sampingnya, menyambut setiap pagi dengan keberadaan gadis itu, semuanya sudah pasti hanya mimpi. Sebuah mimpi yang berhasil menjadi nyata. Eunhyuk tak bisa melupakan keahliannya yang satu itu; mewujudkan impiannya.

Eunhyuk tersenyum saat tubuh Jiyoo bergerak. Gadis itu beringsut menenggelamkan diri dalam selimut. Pagi hari di musim dingin sepertinya bukan hal yang disukai Jiyoo.

“Bangunlah, Tuan Putri,” bisik Eunhyuk. Jiyoo tak merespon, memaksa Eunhyuk menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. “Kau akan terlambat mengantarku ke bandara, Yoo.”

Jiyoo menggumam tak jelas. Eunhyuk tak perlu kemampuan super untuk tahu gadis itu sama sekali tak menyukai gagasan yang diucapkannya. Perjalanan ke Jepang tak jadi topik pembicaraan yang menyenangkan bagi Jiyoo.

Eunhyuk mengecup bahu Jiyoo yang terbuka. Ia masih bisa melihat jejak kemerahan di sekitar leher yang ditinggalkannya semalam. Aroma tubuh Jiyoo merebak, memanjakan indera penciumnya.

“Apa yang kauinginkan pagi ini?” tanya Jiyoo, masih dengan nada bergumam yang aneh.

“Kau.”

Jiyoo mendengus geli. “Untuk sarapan, Lee Hyukjae.”

“Kau.”

“Tentu saja. Akulah yang gila karena sudah bertanya.” Jiyoo benar-benar menyadarkan diri dan menyibak selimut. Ia melihat Eunhyuk yang bersandar di sandaran tempat tidur. Wajahnya merengut, tak senang. Dan Jiyoo sama sekali tak ingin memikirkan alasannya. “Jam berapa pesawatnya?”

Untuk beberapa saat Eunhyuk tak menjawab. Hingga kemudian ia mengembuskan napas dengan berat. “Setelah makan siang.”

“Dengan siapa?”

“Tiga manager pemasaran, dua asisten pribadi, dan 120 penumpang lain di pesawat.” Eunhyuk tersenyum puas.

“Maksudku, ke bandara. Dengan siapa.”

“Kau, tentu saja,” jawab Eunhyuk lugas.

Jiyoo terdiam, menatap lelaki di sampingnya dengan tatapan tak percaya. Untuk kesekian kalinya, ia berpikir sudah menikah dengan salah satu pasien rumah sakit jiwa yang paling tak terselamatkan. “Kau. Akan. Menyuruhku. Pergi. ke. Bandara. Bersamamu? Lalu, menurutmu apa yang akan dipikirkan oleh pegawai lain?”

“Tentu saja kau pergi untuk menemani Daehyun. Dia akan mengantarku juga, jadi keberadaanmu akan tersamarkan dengan sangat baik, Lee Jiyoo. Puas?”

“Ah… begitu?”

“Ya, begitu,” ulang Eunhyuk tak sabar. “Jadi, mana ucapan selamat pagi untukku?”

Jiyoo menggaruk tengkuk belakangnya. Setelah tersenyum kecil, ia memberi isyarat pada Eunhyuk untuk mendekat. Eunhyuk balas tersenyum lebar dan mencondongkan wajahnya pada Jiyoo. Setidaknya ucapan selamat pagi ini harus terasa manis, pikir Eunhyuk.

Jiyoo mengacak rambut pendek Eunhyuk. “Selamat pagi, Direktur!”

“Ya! Lakukan dengan benar, Nyonya Lee,” ujar Eunhyuk.

“Aku sudah melakukannya dengan benar, sekarang cepat turun dari ranjang dan masuk kamar mandi. Aku akan menyiapkan pakaianmu, Tuan Lee,” sahut Jiyoo riang.

Eunhyuk mendesah berat. “Aku mengerti,” ujarnya. Saat Jiyoo berdiri, ia berhasil menahan lengan Jiyoo hingga gadis itu menoleh. “Kau tidak mau membantuku di kamar mandi?”

“Aish… Pastikan otakmu dicuci dengan benar, Lee Hyukjae,” decak Jiyoo.

Ketika gadis itu benar-benar meninggalkan Eunhyuk sendirian, Eunhyuk mengacak rambutnya, frustasi. “Geurae, geurae. Akan kutelan samponya sekalian!”

“Apa yang akan kau lakukan hari ini?”

Jiyoo mendongak, menatap Eunhyuk dan berpikir. “Tidak ada. Hanya di kantor lalu ke bandara untuk mengantarmu kemudian pulang.”

“Kau akan sendirian di rumah?” tanya Eunhyuk lagi. Jiyoo mengangguk dan memberikan Eunhyuk perasaan tak nyaman. “Apa kau tidak bisa minta Eomma atau Sora noona menginap di sini?”

“Untuk apa?” Jiyoo mengunyah nasinya lambat-lambat.

Eunhyuk menghela napas panjang. Pagi ini, Jiyoo mudah membuatnya merasa frustasi. Lelaki itu tahu Jiyoo bukan gadis yang akan mendapat kesulitan jika sendirian, tapi setidaknya ia berharap istrinya itu mengerti setengah, tidak, seperenambelas saja dari rasa khawatirnya. Eunhyuk ingin Jiyoo memiliki seseorang yang dapat menggantikannya sejenak untuk menjaga gadis itu. Bukankah itu hal yang wajar?

“Aku akan baik-baik saja di sini,” ulang Jiyoo. “Eomma dan Sora eonni sedang sibuk.”

Atau… jika obyeknya Choi Jiyoo, si gadis penyendiri ini, mungkin kewajaran itu akan mulai terasa ganjil.

“Minta saja Donghae menemanimu.” Eunhyuk menjepit daging dengan sumpitnya.

Jiyoo melebarkan kedua matanya dan mengerutkan kening. “Jadi… kau minta istrimu ini ditemani seorang lelaki saat suaminya, yaitu dirimu, sedang tidak ada di rumah?”

“Wae? Memangnya itu ide yang buruk?”

“Tidak,” jawab Jiyoo sambil tersenyum. Ia kemudian menarik napas panjang. “Ide itu jauh lebih parah daripada buruk. Kau pikir apa yang akan dibicarakan orang lain?”

Eunhyuk terdiam sesaat. Dengan wajah yang tampak lugu ia hanya mengangkat bahu. “Aku tidak benar-benar memberikan ide itu. Hanya bercanda. Lagipula kalau kau ingin Donghae menemanimu, aku mengijinkannya. Hanya saja… tentu saja tidak ada acara menginap.”

Jiyoo menggelengkan kepala sambil berdecak. Tentu saja ia masih cukup waras untuk tak menganggap ide Eunhyuk sebagai sesuatu yang brilian. Mungkin Jiyoo tak akan pernah terbiasa dengan ide dan gagasan ajaib yang meluncur keluar dari mulut Eunhyuk.

“Donghae sudah bilang padaku kalau kau menitipkanku padanya,” ujar Jiyoo santai.

“Hmm.”

Jiyoo memutar bola matanya. “Aku sama sekali tidak masalah dengan Lee Donghae, tapi apa perlu kau membuat Jung Daehyun, bosku sendiri, untuk ikut mengawasiku?”

“Hmm… aku tidak melihat ketidakmungkinan dalam hal itu,” sahut Eunhyuk tenang. Senyumnya terlihat miring, tampak menyeringai.

“Mungkin bukan ketidakmungkinan,” sambung Jiyoo, “tapi ketidakmauan. Dariku. Dan mungkin saja Daehyun juga keberatan mendapat tugas yang sama sekali tidak ada untungnya bagi perusahaan. Bukan begitu, Direktur Lee?”

Eunhyuk mengangguk-angguk. “Sayang sekali. Segala hal yang berkaitan dengan istriku akan memengaruhi perusahaan secara tidak langsung. Jadi… bukankah lebih baik kau bersikap baik dan menurutiku?”

Berdebat dengan Lee Hyukjae adalah satu-satunya hal yang ingin dimenangkan Jiyoo. Jiyoo mencoba menenangkan perasaannya sendiri. Melihat jawaban Eunhyuk tiap kali ia mendebatnya, Jiyoo tahu itu agak mustahil. Sepertinya keinginannya itu tak dapat terwujud dalam waktu dekat ini.

“Jadilah gadis baik dan jangan merepotkan Donghae apalagi Daehyun,” ujar Eunhyuk. Tersirat nada arogan yang sangat dibenci sekaligus dikagumi Jiyoo dari lelaki itu.

Jiyoo mengembuskan napas melalui mulutnya. “Bukan aku yang merepotkan mereka dengan tugas yang tidak masuk akal di sini.”

ICN Airport – 1:34 PM

Angin musim dingin membelai wajah Jiyoo dengan lembut. Gadis itu mengeratkan lilitan syal rajut berwarna hitam di lehernya. Rambutnya digerai hingga helai-helainya jatuh menutupi bahu. Jiyoo mengenakan mantel hangat dengan warna khaki yang senada dengan mantel Eunhyuk. Ia kembali kalah berdebat tentang hal itu, tapi sepertinya Jiyoo tak terlalu mempermasalahkannya.

Di sampingnya, Eunhyuk tersenyum puas. Lelaki itu bahkan tak repot-repot memperbaiki rambutnya yang tertiup angin. “Bukankah rasanya menyenangkan? Memakai sesuatu yang serupa dengan pasanganmu.”

Jiyoo mengerucutkan bibir. “Iya, iya.”

“Jawab dengan benar, Nyonya Lee,” bisik Eunhyuk. Kedua matanya tertuju ke depan, ke arah pegawai-pegawai yang menunggu di depan pintu keberangkatan. “Atau kau akan kucium di depan mereka.”

“Kau…!” Jiyoo menggertakkan gigi. Benar-benar tak ada yang bisa dilakukannya untuk melawan lelaki ini. “Rasanya menyenangkan memakai mantel yang serupa dengan milikmu. Terlalu menyenangkan sampai rasanya aku ingin menangis.”

Eunhyuk tersenyum penuh kemenangan. Kali ini ia berbalik ke belakang. “Jung Daehyun, jangan tertawa seperti itu. Jiyoo bisa marah.”

Jung Daehyun menahan tawanya. Lelaki itu sudah berada di belakang Jiyoo dan Eunhyuk sejak keduanya menginjakkan kaki di bandara. Perannya hari ini adalah sebagai kamuflase bagi Jiyoo. Daehyun cukup menyesal kenapa ia bisa menuruti keinginan Eunhyuk. Walaupun ia mengerti Eunhyuk hanya ingin melihat Jiyoo mengantarnya hingga ke bandara, tapi tetap saja Daehyun merasa ini adalah penyalahgunaan jabatan.

Memaksa pegawai yang sama sekali tak punya urusan dalam perjalanan bisnis, Daehyun tak tahu apa lagi namanya selain penyalahgunaan jabatan.

“Kau tidak bisa menolaknya ya?” tanya Jiyoo.

Daehyun berdeham, sekali lagi menahan tawa. “Jangan bercanda. Kalau kau saja tidak bisa menang, aku juga tidak berharap apa-apa.”

Jiyoo merengut karena paham akan maksud ucapan Daehyun. Lelaki itu merujuk pada sepasang mantel senada yang hari ini dikenakannya dan Eunhyuk. “Ini, kan, tidak jelek juga.”

“Tentu saja. Aku tidak bilang ini jelek,” sanggah Daehyun.

Tentu saja Jiyoo tak memercayai lelaki itu. Jelas sekali Daehyun benar-benar bahagia dengan terus menjadikannya sebagai lelucon. Jika Donghae tahu, Jiyoo juga akan mengalami ini hingga seminggu ke depan.

Jiyoo mengabaikan ucapan Daehyun selanjutnya dan menatap ke depan. Sebagian besar wajah yang berada di sini tampak asing untuknya. Eunhyuk sudah mengatakan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan karena semua orang ini sama sekali tak memiliki rasa ingin tahu pada pasangan sang Direktur. Mungkin lelaki itu benar. Jiyoo tak perlu terlalu…

“Song Chaerin?” Gumaman Daehyun terdengar jelas di telinga Jiyoo.

Song Chaerin membungkuk singkat ke arah Eunhyuk, Jiyoo, dan Daehyun. Chaerin mengenakan mantel putih dengan syal abu-abu muda yang melilit di lehernya. Wajah gadis itu merona. Jiyoo tak berani memikirkan alasan lain selain cuaca dingin.

“Menurut Manajer Kim, asisten pribadi Direktur juga harus ikut, jadi aku…” ucap Chaerin ragu.

Jiyoo melirik ke samping. Eunhyuk juga tampak terkejut sama sepertinya. Jadi lelaki itu juga tak tahu apa pun tentang ini. Sepertinya Daehyun juga sama saja. Jiyoo cukup yakin kali ini Tuhan sedang mengujinya dengan mengacaukan perasaannya.

“Daehyun-ssi, Jiyoo-ssi,” ujar Eunhyuk. Jiyoo bisa melihat senyum keberatan dari lelaki itu. “Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian terlebih dahulu.”

Eunhyuk membawa Jiyoo dan Daehyun ke salah satu sudut lengang bandara. Wajahnya tampak tegang. Saat ini ia dipenuhi perasaan bersalah dan khawatir. Terlalu penuh hingga dadanya terasa sesak. Berkali-kali Eunhyuk berusaha menatap Jiyoo dan membaca suasana hati gadis itu.

“Kurasa aku punya alasan untuk tidak pergi, kan?”

Jiyoo mendongak sambil mengerutkan kening. “Kenapa?”

“Apanya yang ‘kenapa’? Tentu saja karena aku tidak mau. Aku tidak mau. Tidak ada alasan lain.” Eunhyuk melipat kedua tangannya di depan dada.

Sejujurnya, Jiyoo tahu alasan lain itu. Eunhyuk mencemaskannya. Lelaki itu sedang berusaha menjaga perasaannya. Jiyoo tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan lelaki itu. “Pergi saja. Kau sudah di sini.”

“Apa?” Kali ini Eunhyuk dan Daehyun terkesiap bersamaan.

“Kompak sekali,” komentar Jiyoo. Jika ada orang lain yang memahami perasaannya selain Eunhyuk dan Donghae, mungkin orang itu adalah Daehyun. “Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan.”

“Tapi aku keberatan,” sela Eunhyuk cepat. Ia mengembuskan napas perlahan. “Begini, Yoo, ini bukan hanya tentang Song Chaerin, tapi–“

“Kalau bukan tentang Song Chaerin, bukankah seharusnya tidak ada masalah?” Jiyoo menautkan kedua alisnya, menirukan ekspresi Eunhyuk. “Jangan mengerutkan kening begitu. Ini pekerjaanmu, masalah tanggung jawabmu juga. Keberadaan Song Chaerin itu, kalau dipikir-pikir, memang diperlukan.”

Eunhyuk mendengus geli. Ucapan Jiyoo memang tak bisa disalahkan. Eunhyuk hanya khawatir jika gadis itu terlalu memendam perasaannya sendiri. Jiyoo yang diinginkannya adalah gadis yang tak selalu menahan perasaannya hingga Eunhyuk bisa tahu setiap bagian kecil dari perasaan gadis itu.

“Sudahlah, kau tidak bisa menang, Hyuk,” sahut Daehyun.

“Sepertinya begitu.” Eunhyuk mengiyakan. “Jadi, kau menyuruhku untuk tetap pergi?”

Baru sepuluh detik Jiyoo mengambil keputusan itu dan saat ini ia mulai meragukannya. Gadis itu bertanya pada dirinya sendiri tentang hal yang baru saja diucapkannya pada Eunhyuk. Tapi sekeras apapun ia berusaha, tak ada jawaban yang muncul. Jiyoo tak bisa benar-benar mengakui hal itu.

“Masih ada waktu untuk memintaku tetap di sini, Yoo,” goda Eunhyuk. Jiyoo menatapnya. Ia bisa langsung membaca bahwa lelaki itu serius dengan kata-katanya. Lebih dari serius, Eunhyuk bersungguh-sungguh.

Jiyoo kembali berdebat dengan pikirannya sendiri. Seharusnya memang lebih mudah meminta Eunhyuk agar tetap di sini, menjauh dari Song Chaerin bagaimana pun caranya. Tapi, Jiyoo juga tahu hal yang mudah itu menuntut balasan yang lebih besar.

“Tidak perlu. Aku akan baik-baik saja dan kau tidak akan berbuat apapun di sana,” sahut Jiyoo pada akhirnya.

Eunhyuk memandang wajah gadis itu, seakan mencoba membaca entah apa pun yang bisa dibaca melalui wajah dan sinar matanya. Ia menyerah. “Aku akan segera kembali dan tidak akan berani membuatmu khawatir. Begitu, kan?”

Hanya anggukan yang bisa diberikan Jiyoo. Eunhyuk mengembuskan napas berat dan mengusap puncak kepala gadis itu. Tindakan yang sederhana itu harus mampu menghibur Jiyoo walaupun hanya sedikit, pikir Eunhyuk.

Gadis itu tak perlu khawatir. Jiyoo tak boleh khawatir. Eunhyuk tak ingin membuat gadis itu kembali dipenuhi perasaan seperti itu.

“Pesawatmu,” sergah Daehyun. Eunhyuk bisa melihat temannya itu juga menunjukkan senyum terpaksa.

Eunhyuk mengangguk pelan sebelum mengecup kening Jiyoo. “Jaga dirimu.”

The next day

Jiyoo menopangkan dagu dengan tangannya sambil menatap datar monitor PC. Baru sehari terlewati sejak perjalanan Eunhyuk ke Jepang dan saat ini ia merasa luar biasa bosan. Telepon dan pesan singkat dari lelaki itu tak mampu memberikan dampak yang besar. Jiyoo tetap bosan.

Sesuatu yang gila berlangsung semalam. Jiyoo tak bisa berhenti membayangkan bagaimana rasanya disentuh oleh Eunhyuk. Otaknya tak bekerja dengan benar hingga memunculkan fantasi-fantasi tak masuk akal. Hal itu cukup untuk membuat Jiyoo tidak masuk ke dalam kamar Eunhyuk sama sekali.

Seharusnya ia bisa meminta salah satu ‘penjaga’-nya untuk sekedar membunuh rasa bosannya. Sayangnya, Donghae menolak dengan berbagai alasan sementara Jiyoo harus berpikir dua kali untuk meminta Daehyun menggantikan Donghae.

To: Incheon Babo-Hae

Aku bosan.

Dan balasan lelaki itu pasti hanya,

Aku sibuk.

Jiyoo mengerucutkan bibir. Ia sudah terlalu banyak berharap lelaki itu akan menemaninya hari ini. Setidaknya ia juga bisa mendapatkan Quality Time bersama dengan sahabatnya itu. Apa boleh buat, sahabatnya itu tak menginginkan Quality Time bersamanya.

Denting singkat ponsel membuat Jiyoo buru-buru meraih ponsel dari meja.

From: My Kiddo-Hyuk

Apa yang sedang kau lakukan? Sudah sarapan? Tidurmu nyenyak? Apa yang akan kau lakukan hari ini?

Jika ada satu orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum lebar seperti orang bodoh, orang itu adalah orang bodoh yang berada di ponselnya ini. Jiyoo merengut, tiba-tiba tersadar bahwa orang bodoh ini sedang tidak berada dalam jangkauannya. Ia mengembuskan napas berat dan mulai mengetik.

Semua yang kau tanyakan itu sudah kujawab pagi tadi saat kau menelepon, Lee Hyukjae.. Apa yang sedang kau lakukan?

Tidak butuh waktu lama sampai Eunhyuk membalas pesannya. Jiyoo mendadak bersemangat.

From: My Kiddo-Hyuk

Mengirimimu pesan.

Denting lain.

Kekeke~

Denting selanjutnya.

Aku…

Denting baru.

Merindukanmu.

Denting lagi.

^^

Rasanya ajaib bagaimana denting-denting singkat seperti itu mampu mengubah perasaan Jiyoo. Ia tersenyum sekaligus mendengus geli. Gadis itu berpikir apakah ia perlu menuliskan balasan untuk Eunhyuk. Terkadang lelaki itu selalu meminta jawaban dari sesuatu yang sudah diketahuinya secara pasti.

To: My Kiddo-Hyuk

I like you very much.

Jiyoo kembali bertopang dagu. Ia meniup poni depannya dengan frustasi. Ada balasan lain yang harus dikirim untuk Eunhyuk. Jiyoo segera kembali berkutat dengan karakter-karakter hangeul.

Ah… bukan, sepertinya aku terlalu menyukaimu. I… love you, Lee Hyukjae. Always have, always will.

Always have, always will?” Suara berat itu mengejutkan Jiyoo hingga ia mendongakkan kepala. Daehyun nyengir lebar. “Romantis sekali.”

Jiyoo mengusap tengkuknya, salah tingkah. “Ada perlu apa, Manager?”

“Hanya menjalankan tugas titipan dari Direktur Lee,” ujar Daehyun santai. “Mau makan siang bersamaku?”

Donghae memandangi layar ponsel sentuhnya. Sudah satu jam berlalu sejak Jiyoo mengiriminya pesan singkat. Tanpa diberi tahu, Donghae yakin gadis itu sedang bosan. Kemarin ia berhasil mencari alasan untuk tidak mengantar Eunhyuk ke bandara dan selanjutnya ia hanya perlu mencari alasan-alasan lain untuk menghindari Jiyoo.

Tapi jika memang gadis itu membutuhkannya, sepertinya Donghae tak akan bisa mengelak.

Lelaki itu tak benar-benar sibuk. Ia hanya merasa ada yang salah dengan semua hal yang sudah dan sedang terjadi. Di saat sendirian, ia selalu bertanya-tanya apa yang salah dengannya? Rasanya bertemu dengan Jiyoo tak lagi menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Donghae meralat pikirannya. Tentu saja menyenangkan, tapi melihat Jiyoo yang tertekan dengan perasaannya pada Eunhyuk dan kekhawatirannya akan Song Chaerin membuat Donghae frustasi. Ia tak sanggup melihat wajah Jiyoo yang murung.

Perlahan-lahan, bertemu dengan Jiyoo menambah beban pikiran Donghae.

Tentu saja ia yakin Eunhyuk tak akan bertindak konyol dengan membuat Jiyoo tertekan. Temannya itu adalah satu-satunya orang yang akan membahagiakan Jiyoo. Namun diam-diam, keyakinan itu tergerus. Entah oleh apa.

Donghae melayangkan pandangan pada pigura kayu di sudut mejanya. Potretnya bersama Jiyoo kecil. Ia tersenyum samar. Kebersamaan itu masih terasa akrab hingga hatinya menjadi hangat. Foto itu diambil sebelum Donghae mengenal Eunhyuk.

Foto itu diambil sebelum Eunhyuk masuk ke lingkaran pertemanannya dan Jiyoo.

Jika… seandainya, ia tak membiarkan Eunhyuk menyusup ke dalamnya, semua hal yang hari ini terjadi, akankah berbeda?

Memercayai Eunhyuk untuk menjadi teman seumur hidup Jiyoo… haruskah Donghae menyesali keyakinan itu sekarang?

Nada pesan dari ponselnya membuat Donghae menghentikan lamunan singkatnya tentang Jiyoo. Donghae menelan ludah. Ia tak tahu jika hanya dengan lamunan maka gadis itu akan datang padanya.

From: Jiyoo

Aku tidak menerima jawaban ‘tidak’, jadi lebih baik kau kosongkan waktu makan siangmu besok. Oke? ^-^

“Mwoya…”

Gerutuan Jiyoo membuat Daehyun mendongak. Lelaki itu mengerutkan kening. Sepertinya Jiyoo sibuk dengan ponselnya. “Kenapa?”

“Lee Donghae. Dia membuatku marah.” Jiyoo langsung menjejalkan ponsel ke dalam tas tangannya. “Besok dia bukan hanya sibuk, tapi saaangat sibuk. Memangnya itu masuk akal?”

“Kenapa itu tidak masuk akal? Memangnya dia tidak bisa sibuk?” sanggah Daehyun.

Jiyoo menatap lelaki itu dengan kedua mata terbuka lebar. “Whoa… kalian bertiga memang selalu bisa membalikkan kata-kataku.”

“Tentu saja. Kami bersekolah di tempat yang sama.”

“Ha ha.” Jiyoo tertawa hambar.

Daehyun tersenyum sambil menyesap teh hijau yang dipesannya. Keduanya berada di salah satu restoran kesukaan Daehyun. Karena Jiyoo sama sekali tak memiliki sense memilih tempat makan, Daehyun memutuskan membawa gadis itu ke restoran ini; restoran bergaya klasik yang mencerminkan masa kejayaan ratu Inggris.

Di salah satu sudut restoran, Jiyoo dan Daehyun melewatkan waktu makan siang tanpa banyak bicara. Sejujurnya, jika topik tentang Eunhyuk dan Donghae selesai dibahas, tak ada hal lain yang bisa dibicarakan di antara mereka berdua.

Jiyoo mungkin menjadi orang pertama yang merasakan kecanggungan itu. Ia mengambil potongan buah yang menjadi makanan penutupnya. “Hmm… sama sekali tidak ada perkembangan darimu?”

“He? Tentang…?”

“Song Chaerin dan keluarganya, mungkin,” ujar Jiyoo ragu. Ia tak pernah suka mengorek urusan orang lain, tapi bukankah secara tak langsung urusan yang menyangkut tentang Song Chaerin juga bisa memengaruhinya?

Daehyun berdeham dan Jiyoo bisa melihat lelaki itu memaksakan seulas senyuman. “Aku berencana bicara pada adiknya.”

“Adik Song Chaerin?”

Daehyun mengangguk pelan. “Ayahnya sudah meninggal, tapi mereka perlu tahu penyebab ayahnya jatuh koma. Meskipun aku ragu mereka belum tahu penyebabnya, tapi kurasa aku harus mewakili mendiang kakakku.”

Jiyoo menundukkan kepala untuk beberapa detik. Sepertinya topik yang satu ini juga bukan topik yang menyenangkan bagi Daehyun. Diam-diam ia merasa bersalah sudah bertanya tentang hal ini pada lelaki itu. Masalah itu sudah jelas bukan sesuatu yang ingin dibicarakan Daehyun.

“Namanya Song Jungwoo. Usianya mungkin baru 16 tahun,” lanjut Daehyun. “Kudengar dia sering membuat masalah di sekolahnya dan kurasa itu juga disebabkan oleh keadaan keluarganya yang mendadak berantakan. Aku meminta guru walinya untuk memberi kabar padaku jika terjadi sesuatu.”

“Semua itu bukan salahmu,” sela Jiyoo. Ia menarik napas panjang. “Maksudku, semua masalah yang terjadi pada keluarga itu. Kau sudah banyak merasa bersalah karena perbuatan yang tidak kau lakukan, Jung Daehyun. Berhentilah berpikir kau harus terus bertanggung jawab dan berharap kau bisa mengubah semuanya mulai sekarang.”

Daehyun tersenyum miris. “Apa sekarang kau sedang memarahiku?”

“Bukan itu.” Jiyoo meringis membayangkan ia baru saja mengomentari tindakan atasannya. “Sebagai teman, kurasa kau terlalu keras pada dirimu sendiri.”

Lelaki itu hanya mengangguk-angguk. Ia bukannya tak mengerti apa yang dimaksud Jiyoo. Sebaliknya, Daehyun sangat paham, sangat mengerti hingga rasanya ia bisa gila. “Ini bukan tentang mengubah sesuatu yang sudah terjadi, Yoo. Ini tentang bagaimana memperbaiki sesuatu yang masih bisa diperbaiki.”

Jiyoo mengangkat bahu. Ucapan Daehyun memang selalu tepat. Jiyoo sedikit-banyak mulai memahami cara berpikir lelaki itu. Daehyun sedang memperbaiki sebuah keluarga yang sedang tercerai-berai. Walaupun lelaki itu tahu tak ada satu pun dari kekacauan itu yang disebabkan olehnya, Daehyun tetap berusaha membantu.

Jika bukan tentang tanggung jawab, Jiyoo tak tahu apa lagi yang dipikirkan Daehyun.

“Sama saja. Kau hanya merasa bertanggung jawab, Jung Daehyun.”

Daehyun mendengus. “Baiklah, anggap saja begitu dan kita hentikan topik ini. Setuju?”

“Satu pertanyaan lagi,” ucap Jiyoo. Kedua matanya membulat, ingin tahu. “Apa… kau juga mengurus semua hal yang diperlukan oleh Song… Jungwoo, seperti yang kau lakukan pada Song Chaerin?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

Jiyoo mengembuskan napas. Ternyata rasa tanggung jawab Jung Daehyun ini lebih besar daripada yang pernah Jiyoo bayangkan. “Kau mudah ditebak. Lalu, apa salah satu dari mereka tahu tentang ini?”

“Entahlah. Aku hanya minta Song Jungwoo diberikan beasiswa penuh hingga dia masuk perguruan tinggi,” jawab Daehyun. “Orang tuaku juga sudah mengijinkannya.”

“Daebak.” Jiyoo berdecak kagum. “Tapi… apa yang akan dipikirkan Song Jungwoo nanti?”

Daehyun menggelengkan kepala. Selama ini ia hanya melakukan hal yang bisa dilakukannya. Ia tak pernah memikirkan tentang bagaimana keluarga Song itu bereaksi terhadap segala bantuan yang diberikannya.

The next day – 3:24 PM

Eunhyuk sedang rapat. Terakhir kali ponsel Jiyoo mengeluarkan denting yang ditunggunya adalah dua jam yang lalu. Gadis itu merengut kesal. Satu-satunya yang bisa membuat benda tipis bernama ponsel itu berdenting adalah Eunhyuk sementara saat ini lelaki itu sedang tak bisa melakukan itu untuknya.

Jiyoo akan merasa lebih bosan dari hari kemarin. Itu adalah hal yang pasti dan mutlak.

“Jiyoo, apa kau sibuk?” Daehyun mendadak muncul di depan meja Jiyoo.

Jiyoo ternganga sesaat. Penampilan Daehyun sangat jauh dari rapi. Lelaki itu tampak tergesa-gesa. “Tidak. Kenapa?”

“Kau ingat soal Song Jungwoo?”

Song Jungwoo… adik Song Chaerin yang kemarin mereka bicarakan. Jiyoo mengangguk tanpa ekspresi.

“Aku akan menemuinya hari ini. Kurasa dia membuat masalah di sekolahnya,” ujar Daehyun. Lelaki itu tak sempat membaca raut wajah Jiyoo yang kosong. Jiyoo sudah jelas butuh informasi lain, misalnya tentang alasan Daehyun menemuinya seperti ini.

Bukankah lelaki itu bisa menjelaskan masalah Song Jungwoo nanti saja setelah ia kembali?

“Jadi, kau langsung saja ke rumah sakit. Naik taksi saja karena aku tidak bisa meminjamkan mobilku untuk saat ini. Lalu bawakan pakaiannya, kurasa dia bisa pulang besok.” Daehyun terus berkicau sambil merapikan dasi dan jasnya. “Sampaikan padanya, aku akan menghubunginya nanti.”

Nya? Siapa yang sedang kau bicarakan, Jung Daehyun?” potong Jiyoo. Bisa-bisa ia memukul kepala lelaki itu jika Daehyun tak juga bicara dengan jelas. “Siapa yang di rumah sakit?”

Daehyun mengerutkan kening. Ia menghentikan gerakannya untuk sesaat. “Kau tidak tahu? Donghae kecelakaan siang tadi.”

“Lee Donghae bodoh… Si bodoh Lee Donghae…” Jiyoo terus bergumam sambil berjalan menyusuri koridor rumah sakit.

Aku juga tidak tahu bagaimana kejadiannya, yang jelas dia menghubungiku untuk menjemputnya di rumah sakit. Dia memaksa untuk pulang hari ini, tapi kurasa dokter belum mengijinkannya.

Sejak kemarin Donghae mengeluarkan banyak alasan konyol padanya dan sekarang saat lelaki itu kecelakaan, Jiyoo menjadi orang kesekian yang tahu. Seharusnya ia jadi orang pertama yang dihubungi Donghae, sama seperti saat Donghae kecil melakukannya.

Jiyoo merasa dikhianati. Lee Donghae… bagaimana mungkin lelaki itu melupakan keberadaannya?

“Oh, kamar 204!” serunya. Langkahnya terhenti di depan sebuah pintu berwarna abu-abu gelap berpapan 204.

Dengan perlahan Jiyoo membuka pintunya. Ia berusaha agar pintu itu tak bersuara. Jiyoo mengintip melalui sela-sela pintu yang terbuka.

“Daehyun?”

Suara Donghae membuat Jiyoo kalap. Gadis itu buru-buru masuk dan nyaris mengomel jika tak melihat Donghae yang terbaring dengan kaki kanan yang digips. Untuk tiga detik Jiyoo berdiri di tepi pintu, tak bergerak dan menahan napasnya.

“Jiyoo?”

Jiyoo menelan ludah. “Geurae! Ini Jiyoo. Lee Donghae, kau… kau keterlaluan sekali!”

“Eh? Kenapa?”

“Kenapa?” ulang Jiyoo. Gadis itu menutup pintu di belakangnya dan mendekat perlahan menuju ranjang Donghae. “Kau tanya, ‘kenapa’? Kau yang kenapa! Kenapa bisa seperti ini? Kakimu… kakimu baik-baik saja, kan?”

Donghae tersenyum kecil saat melihat kening Jiyoo yang berkerut. Walaupun tak suka, tapi ia menikmati rasa khawatir yang terpantul melalui kedua mata gadis itu. “Aku baik-baik saja. Hanya kecelakaan di rumah. Dan kau, apa yang kau lakukan di sini? Aku minta Jung Daehyun yang datang menjemputku.”

“Menjemputmu? Ya! Setidaknya kau harus menginap di rumah sakit sampai kakimu sembuh!”

“Kakiku tidak separah kelihatannya. Hanya terkilir. Aku yakin besok akan pulih seperti semula,” sergah Donghae. Ia menunggu omelan Jiyoo namun tak ada yang terdengar. Lelaki itu mengangkat wajahnya agar bisa melihat Jiyoo lebih jelas. Hatinya terasa hangat. “Jangan menangis.”

Jiyoo buru-buru menghapus air mata di sudut matanya. “Apa… kata dokter?”

“Tidak ada yang serius. Aku bisa langsung pulang begitu ada yang menjemput. Karena kakiku seperti ini, aku dilarang menyetir.” Donghae menghela napas. “Sini, mendekatlah.”

Jiyoo menggigit bibir bawahnya dan menggelengkan kepala. Berdiri dari jarak sejauh ini saja nyaris membuatnya tak sanggup menopang tubuhnya lagi. Jiyoo tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika ia benar-benar mendekati Donghae.

Sejak kecil, Donghae jarang terluka parah. Jiyoo tak pernah benar-benar melihat sosok lelaki itu yang terbaring tanpa bisa berjalan normal dengan kakinya sendiri. Dan sosok Donghae yang seperti itu jelas tak bisa membuat Jiyoo beradaptasi. Mungkin tak akan pernah.

“Sudah kubilang, aku baik-baik saja. Aku janji akan cepat sembuh, jadi kemarilah.” Donghae mengulang permintaannya. Bibirnya melengkungkan senyuman kecil saat Jiyoo menurut. “Kenapa kau di sini?”

Jiyoo duduk di tepi ranjang Donghae dan berdeham pelan. “Daehyun yang memberitahuku. Bagaimana… kecelakaannya?”

“Jatuh dari tangga. Jatuh begitu saja dan aku merasa ada yang tidak beres dengan kakiku, jadi aku ke rumah sakit.”

“Sendirian?”

“Tidak, aku–“

“Oppa! Aku datang!” Suara tinggi yang bersumber dari pintu membuat Jiyoo dan Donghae menoleh ke arah yang sama. Seorang gadis dengan seragam sekolah berdiri di tepi pintu. Wajahnya lonjong, kedua matanya sipit, dan rambut ekor kuda menunjukkan usianya yang masih muda. Matanya membulat saat melihat Jiyoo. “Si…siapa ini?”

Donghae melirik Jiyoo dan gadis muda itu bergantian. “Choi Jiyoo.” Ia menghela napas. “Ini Han Jeyeon, tetanggaku.”

Jiyoo mengerjap beberapa kali sebelum mengangguk. “Han… Jeyeon?”

“Aah~ Jiyoo eonni?” ujar gadis berseragam bernama Han Jeyeon itu. Jiyoo tak bisa membaca ekspresi baru yang ditunjukkan Jeyeon.

“Donghae-ya, bagaimana keadaanmu?” Kali ini seorang wanita paruh baya muncul dari balik punggung Jeyeon. Dua pasang mata itu mirip satu sama lain. Jiyoo menyimpulkan bahwa wanita itu ibu Jeyeon.

Donghae tersenyum. “Aku baik-baik saja, Ahjumma. Karena hari ini mungkin aku harus menginap, sepertinya aku baru bisa pulang besok.”

“Sekali lagi, aku minta maaf atas nama Jeyeon. Anak ini memang ceroboh,” ujar Nyonya Han. Ia juga memaksa Jeyeon untuk membungkukkan badan. “Karena kulihat sudah ada yang menemanimu, aku akan meletakkan makanan ini di sini dan pulang sekarang.”

“Ne, Ahjumma. Terima kasih banyak.” Donghae menganggukkan kepala.

Sebelum Jeyeon menyuarakan ketidaksetujuannya, ibunya sudah menggamit lengan Jeyeon dan menyeretnya keluar kamar. Donghae masih tersenyum bahkan setelah pasangan ibu dan anak itu menutup pintu kamarnya. Jiyoo menatap lelaki itu, meminta penjelasan.

“Tadi pagi Jeyeon mampir ke rumahku,” ujar Donghae. “Di lantai dua, kami berebut sesuatu dan entah bagaimana ceritanya, aku sudah berada di lantai satu dengan keadaan kaki yang sama sekali tidak baik. Jeyeon juga terjatuh, tapi kurasa karena berada di atas tubuhku dia baik-baik saja.”

Jiyoo menyipitkan matanya. “Kalian… jatuh bersama?”

“Aish… kau membuatnya terdengar seperti kami jatuh dari tangga dengan sengaja,” omel Donghae kesal.

“Itu… pacarmu, kan?”

Donghae mendengus, setengah kesal dan setengah merasa geli. Kesimpulan tak masuk akal itu, tak salah lagi, hanya bisa keluar dari bibir Jiyoo. “Bukan.”

“Tapi dia memanggilmu ‘Oppa’…”

“Apa menurutmu dia harus memanggilku ‘Eonni’?” potong Donghae.

Jiyoo berdecak. “Maksudku, dari caranya memanggilmu itu terdengar berbeda, Lee Donghae. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan denganmu.”

“Kalau begitu jangan lakukan apapun. Diam saja dan jangan mengambil kesimpulan seenaknya.” Donghae kembali mengomeli Jiyoo. Gadis itu bergumam tak jelas menyuarakan suasana hatinya yang tak senang. “Aku akan memberitahumu kalau aku punya pacar. Puas?”

Seoul Hospital Center – 8:12 PM

Donghae mengamati Jiyoo yang duduk diam sambil mengupas buah apel untuknya. Sudah sepanjang sore tadi Donghae memaksa gadis itu untuk pulang dan sepanjang sore itu pula Jiyoo menjawab dengan jawaban tidak. Saat ini Donghae kehilangan cara untuk membuat Jiyoo pulang.

Semakin jauh perhatian yang diberikan oleh gadis itu, akan semakin dalam rasa tak nyaman ini bersarang di hati Donghae.

Sekarang bukan saatnya menjalin persahabatan yang baik dengan Jiyoo. Donghae sedang terganggu dengan kenyataan bahwa ia mulai mencari-cari celah dari keputusannya membiarkan Eunhyuk memiliki Jiyoo. Hal itu jelas bukan sesuatu yang baik.

Sejak awal Donghae sudah menanam keyakinan tentang bagaimana sempurnanya Lee Hyukjae untuk Choi Jiyoo kecilnya. Dan jika sekarang ia mulai mempertanyakan keyakinan itu, ia akan kembali merasa goyah. Perasaan seperti itu akan membuat Donghae kembali bertanya-tanya. Pertanyaan terlarang yang seharusnya tak boleh dipikirkannya bahkan untuk sedetik.

Jika tak ada Eunhyuk, apa yang bisa terjadi antara dirinya dan Jiyoo?

Akan berada di mana ia dan Jiyoo saat ini, perasaan macam apa yang mungkin bisa tumbuh diantara dirinya dan Jiyoo, dan kebahagiaan seperti apa yang mungkin dirasakannya dan Jiyoo.

Pertanyaan-pertanyaan itu mengikis keyakinan Donghae pada Eunhyuk. Donghae tak ingin membiarkan semua itu berkeliaran di kepalanya, jadi ia memaksa mengisolasi dirinya dari Jiyoo dan Eunhyuk. Ia tak bisa memikirkan cara lain selain menghindari mereka untuk sementara.

Tapi semuanya berantakan hari ini. Jiyoo menerobos masuk menembus ruangan maya yang dibentuk Donghae untuk membentengi dirinya sendiri. Gadis itu masuk begitu saja.

“Sakit sekali ya?” tanya Jiyoo. Donghae mengangkat wajahnya. “Keningmu berkerut. Apa kakimu sakit?”

Donghae menggelengkan kepala tanpa suara. Bahkan ia sendiri tak sadar Jiyoo sedang memerhatikannya. “Eunhyuk…?”

“Eunhyuk kenapa?”

“Apa dia tidak meneleponmu?” Donghae berusaha menyadarkan diri bahwa ada Eunhyuk di tengah-tengahnya dan Jiyoo.

Jiyoo mengangkat bahu. Saat ponselnya berdering, ia tersenyum. “Mungkin itu dia. Tolong angkat dulu.” Gadis itu menunjuk ponsel yang tergeletak di atas rak di samping ranjang Donghae.

“Ya?” jawab Donghae setelah menempelkan ponsel di telinga kanannya. Ia melirik Jiyoo. “Jadi kau tidak mau bicara denganku?” Donghae berdecak kesal dan menyodorkan ponsel itu pada Jiyoo. “Aku benci padanya.”

Gadis itu tertawa dan duduk di samping Donghae. “Lee Hyukjae?”

“Kau bersama Donghae?”

“Mm-hm.” Jiyoo mengangguk walaupun tahu Eunhyuk tak bisa melihatnya.

“Kalian ada di mana?”

Jiyoo mengambil piring yang berisi potongan-potongan buah apel dan menyodorkannya pada Donghae. “Rumah sakit.”

“APA!? Rumah sakit? Kenapa? Kau baik-baik saja, kan, Yoo?”

Donghae menyela. “Dia berisik sekali.”

“Aku baik-baik saja–“

“Apa aku perlu pulang sekarang? Rumah sakit mana?”

Kali ini Donghae memutar bola matanya. “Lihat, lihat. Dia mulai berlebihan.” Tangannya terulur, meminta ponsel Jiyoo. “Ya! Yang sedang terbaring di rumah sakit sekarang ini Lee Donghae, temanmu!”

“Ah, benarkah? Kalau begitu bilang pada Jiyoo aku tidak jadi pulang.” Donghae bisa mendengar suara tawa Eunhyuk. “Kenapa kau bisa di sana?”

“Kecelakaan kecil,” sahut Donghae singkat. “Jiyoo hanya menemaniku.”

“Padahal aku memintamu yang jadi penjaga Jiyoo tapi sekarang kenapa justru kau yang sedang dijaga Jiyoo?” Eunhyuk tertawa ringan. “Apa kau baik-baik saja?”

Donghae berdecak. “Itulah pertanyaan yang kuharapkan sejak tadi. Aku baik-baik saja dan akan pulang besok.”

Setelah bicara dengan Eunhyuk selama 10 menit, Donghae mengembalikan ponsel Jiyoo. Gadis itu cemberut karena kedua lelaki yang bernama belakang Lee itu mengabaikan kehadirannya. Terutama lelaki bernama Lee Hyukjae, yang terakhir kali disadari oleh Jiyoo, memegang peran sebagai suaminya.

“Dia bilang apa?” tanya Jiyoo.

Raut wajah Jiyoo yang tak rela membuat Donghae menahan tawa. “Dia bilang kau harus mengantarku pulang ke rumah dengan selamat. Jangan bersikap kasar pada orang sakit.”

“Kau tahu, Lee Donghae,” sambung Jiyoo, “kalau aku tidak mengenalmu sejak kecil, aku pasti sudah yakin sekali kalau kau ini terlibat cinta terlarang dengan lelaki bernama Lee Hyukjae itu.”

The next day

“Jangan terlalu memaksakan diri. Walaupun cederamu ringan, kau tetap harus berhati-hati.”

Donghae hanya tersenyum sambil mengangguk tak acuh sementara Jiyoo berusaha mencatat segala pesan dokter untuk Donghae. Jiyoo harus mengakui bahwa Lee Donghae nyaris sama keras kepalanya seperti dirinya. Sudah jelas dokter tidak menyukai gagasan meninggalkan rumah sakit hari ini, tapi Lee Donghae itu berhasil membuat dokter menuruti keinginannya.

Dan jika bukan karena ijin dokter, Jiyoo pasti akan mengikat tubuh Donghae di ranjang rumah sakit. Jiyoo bahkan tak diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya pada lelaki itu. Apa boleh buat, Jiyoo selalu tak punya kesempatan menang di depan dua lelaki Lee.

“Apa kau yakin?”

Donghae menoleh dan Jiyoo bisa melihat raut wajah kekanakan lelaki itu. “Apa?”

“Harusnya kau beristirahat di sini, bukannya merengek minta pulang,” omelnya.

“Yah… apa boleh buat. Aku sudah diijinkan pulang.” Donghae bahkan menolak memikirkan ucapan Jiyoo. Hal itu membuat Jiyoo luar biasa frustasi. Senyuman Donghae melebar. “Berbahagialah sedikit. Temanmu ini berhasil keluar dari rumah sakit!”

Kali ini Jiyoo yang mengabaikan Donghae. Jika lelaki itu menolak dirawat dengan baik di rumah sakit, sepertinya satu-satunya pilihan yang tersisa adalah merawatnya di rumah. Dan Jiyoo tak bisa melupakan fakta bahwa dirinya, secara sadar atau tidak, yang harus melakukan itu.

“Jangan coba-coba beri tahu Eomma,” ujar Donghae.

Jiyoo hanya mengangguk tanpa suara. Lelaki itu sudah mengatakannya berkali-kali. Walaupun tak diingatkan, Jiyoo juga tak ingin memberi tahu ibu Donghae. Memberi kabar buruk hanya akan membebani wanita paruh baya itu.

“Aku tidak bisa menyetir, jadi kita pulang naik taksi,” kata Jiyoo di depan gedung rumah sakit.

Donghae tersenyum simpul. Tak masalah bagaimana caranya untuk pulang hari ini. Satu hal yang menjadi perhatiannya adalah ia akan pulang. Berada di rumah sakit walaupun dalam waktu semalam bukan pengalaman berkesan yang ingin diulangi Donghae.

Ketika sebuah taksi berhenti tepat di depan mereka, Jiyoo segera memasukkan tas yang berisi pakaian Donghae. Donghae tertegun di tempatnya berdiri. Ia menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan dan sekarang ia bingung bagaimana membawa sepasang tongkat itu bersamanya.

“Ajussi,” panggil Jiyoo pada supir taksi. “Tolong pegang dulu tongkatnya.”

Donghae mengerjap dan menopangkan tubuh pada Jiyoo saat kedua tongkatnya diambil. Selama ini ia tak pernah benar-benar berada dekat dengan gadis itu. Tidak dalam jarak sedekat ini. Donghae bisa mencium wangi sampo yang digunakan Jiyoo. Ia bahkan tak terganggu dengan helai-helai rambut Jiyoo yang membelai pipinya.

“Ayo masuk, pelan-pelan,” ujar Jiyoo mengingatkan. Dengan susah payah Donghae berhasil mencapai kursi penumpang. Rasa nyeri yang tadi menyelimuti kakinya lenyap, berganti dengan gagasan menggelikan dari Donghae.

Jiyoo menopang tubuhnya dan tak pernah melepaskannya.

Fakta sederhana itu menggambarkan tentang bagaimana hubungan samar di antara dirinya dan Jiyoo. Tak satu pun dari keduanya yang bisa melepaskan lebih dulu. Donghae tahu ini konyol, tapi hubungan mereka menjadi semakin samar tak terbaca setelah masuknya Eunhyuk.

“Kenapa? Ada yang sakit?” tanya Jiyoo.

Donghae tak melihat apapun selain gurat kekhawatiran dari wajah gadis itu. Ia tak menjawab. Bahkan ia berpikir, pantaskah wajah itu ditujukan untuknya?

Rumah Donghae mungil. Jiyoo mengamati bangunan lantai dua yang bermandikan warna biru di seluruh sudutnya. Sebuah taman kecil memberikan kesan hijau yang teduh. Jiyoo menyadari keberadaan sepasang ayunan kayu yang tadinya ada di rumah ibu Donghae di Incheon. Meskipun ia tak tahu kenapa Donghae memindahkannya ke Seoul, Jiyoo senang bisa melihat kedua ayunan itu.

Pintu utamanya berwarna putih dengan ukiran sederhana. Wangi yang menenangkan menyeruak, memenuhi rongga hidung Jiyoo. Entah apa alasannya, tapi wangi itu selalu ada di mana pun tempat Donghae menetap.

“Ini pertama kalinya kau kemari, kan?” Donghae menghentikan secara paksa kenyamanan Jiyoo.

Gadis itu mengangguk pelan. Tak lama imajinya kembali diajak mengambang, menyusuri sudut-sudut kecil yang menjadi bagian dari Donghae melalui rumah ini. Rumahnya tak lebih besar dari rumah ibunya di Incheon dan tak mungkin lebih luas dari rumah Eunhyuk. Kenyataan itu tak memengaruhi kenyamanan Jiyoo saat berada di sini.

Donghae merawat rumahnya dengan baik. Masih terlihat rapi walaupun di beberapa tempat menjadi sarang lembar-lembar kertas yang bertumpukan. Jiyoo melayangkan pandangannya ke seluruh bagian, berusaha membiasakan diri dengan tempat yang familiar dengan temannya.

Lantai satu hanya terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, dapur dan ruang makan mungil. Dapurnya masih bersih. Jiyoo bisa membayangkan Donghae tak pernah menyentuh satu pun benda yang berada di dapur itu. Kamar tidurnya lengang. Jiyoo tahu bukan Donghae yang menempati kamar itu. Mungkin disiapkan untuk tamu.

Tanpa perintah dari sang tuan rumah, Jiyoo menaiki tangga. Ia bisa memutar kejadian kecelakaan Donghae di tangga berselusur kayu ini. Lantai dua lebih sederhana. Hanya satu kamar tidur dan beranda yang agak besar.

“Donghae…?” Jiyoo menunduk untuk melihat Donghae yang masih berada di lantai satu.

Donghae mengangkat bahu. “Masuk saja.” Dan sekali lagi fakta kecil yang mengganggu pikiran Donghae; ia bisa mengerti maksud gadis itu. Terjadi begitu saja seakan otaknya sengaja diprogram untuk memahami Jiyoo.

Dengan senyum jenaka Jiyoo membuka pintu kamar Donghae. Ia sering berada di kamar tidur Donghae sejak kecil dan saat ini ia tak melihat alasan untuk tak melakukannya lagi. Jiyoo terperangah, nyaris melongo.

Kamar tidur Donghae luas. Lelaki itu menggabungkan kamar tidur dan ruang kerja ke dalam satu ruangan. Suasanya tenang, seperti laut. Laut kesukaan Donghae.

Jiyoo menemukan pigura-pigura yang disusun memenuhi salah satu rak kayu. Sebagian besar, tidak, seluruhnya adalah potret Donghae kecil dan dirinya. Semuanya diambil hampir setiap hari. Jiyoo ingat bagaimana ayah Donghae selalu membawa kamera dan mengabadikan semua hal yang terjadi pada Donghae.

Jiyoo tak bisa menghentikan luapan rasa iri dalam hatinya pada Donghae dulu.

“Aku meletakkan beberapa di bawah.” Suara Donghae sama sekali tak mengejutkan Jiyoo, seakan gadis itu sudah tahu Donghae berada di sana, di tepi pintu. “Ini hanya sebagian kecilnya saja.”

“Tentu saja,” sahut Jiyoo riang. Mengingat nyaris ratusan potret yang dihasilkan ayah Donghae, tentu saja pigura-pigura yang ada di ruangan ini hanya sebagian kecilnya. Jiyoo melihat sekilas foto-foto lain yang digantung di dinding ruang makan.

Pandangan Jiyoo terhenti pada pigura kayu berwarna hitam yang dipajang di meja kecil menghadap ranjang. Bibirnya melengkung, membentuk seulas senyuman kecil. Foto itu diambil sebulan yang lalu, saat pernikahannya dan Eunhyuk.

Jiyoo mengangkat pigura itu, memerhatikannya lekat-lekat. Ia mengamati gambar diri Eunhyuk, mengenakan setelan jas putih. Jiyoo berdiri di samping lelaki itu dengan gaun putih peninggalan ibunya yang dimodifikasi oleh Sora. Sementara Donghae berada di samping Jiyoo, membuatnya diapit oleh Eunhyuk dan Donghae.

Donghae berdiri di belakang Jiyoo, melihat apa yang sedang Jiyoo lihat. Mungkin lelaki itu melihat hal yang sama, tapi pikirannya jauh berbeda dengan pikiran Jiyoo. Donghae tidak sedang mengenang betapa indah dan sempurnanya hari itu.

“Kenapa hanya ini yang ada di sini? Bukankah kita bertiga punya foto yang cukup banyak?” tanya Jiyoo.

“Hanya foto ini yang bisa mengingatkanku kalau kalian sudah meninggalkanku begitu saja dan menuju gerbang kebahagiaan hanya berdua,” sahut Donghae asal.

Jiyoo mendengus kesal. Ia baru saja akan mengomeli Donghae saat suara bel terdengar dari lantai satu. “Aku akan membuka pintu!”

Donghae mengamati Jiyoo melenggang meninggalkan kamar tidurnya. Napas Donghae yang tertahan kini dilepaskan dengan berat. Dan bukannya merasa lega, lelaki itu justru menjadi semakin sesak.

Foto ini adalah satu-satunya pengingat bahwa Jiyoo sudah menjadi milik Eunhyuk. Tanpa kompromi dan tak akan pernah bisa disangkal.

“Donghae oppa sudah pulang, kan?”

Han Jeyeon berdiri di depan pintu yang terbuka. Jiyoo terlalu terkejut oleh kedatangan gadis muda itu dan tak bisa merespon dengan benar. Satu-satunya respon dari tubuhnya adalah memberi jalan pada Jeyeon.

“Eonni… ada yang mau kutanyakan, apa Eonni ada waktu?” tanya Jeyeon. Ia sempat melirik ke arah tangga. “Sepertinya Donghae oppa ada di atas ya? Aku akan meletakkan makanan ini di ruang makan dan menunggu Eonni di taman bermain di dekat sini.”

Jiyoo mengerjapkan mata berkali-kali. Ia tak menyalahkan sikap agresif gadis muda itu sama sekali. Mungkin ia hanya tak tahu masalah apa yang harus dibicarakannya dengan Han Jeyeon.

Dan tentu saja satu-satunya cara untuk mencari tahu adalah dengan menuruti ucapan gadis muda itu.

Dengan cepat Jiyoo menemukan dirinya berada di taman bermain yang dimaksud oleh Jeyeon. Ia tak sempat meninggalkan pesan untuk Donghae karena ia tahu ia akan kembali ke rumah lelaki itu. Dalam hati ia meyakinkan diri bahwa semua ini akan berlangsung singkat.

“Apa Eonni tahu kenapa Donghae oppa kecelakaan kemarin?” tanya Jeyeon tanpa basa-basi.

Jiyoo hanya mengangguk sambil mengingat ucapan Donghae. “Kalian… terjatuh dari tangga. Benar, kan?”

“Apa Eonni tahu penyebabnya?” Kali ini Jeyeon mendapatkan gelengan kepala sebagai jawabannya. “Mm… apa Eonni tidak ingin tahu?”

Pikiran Jiyoo sudah mulai melayang kemana-mana. Ia bahkan membayangkan Lee Donghae memiliki hubungan tidak dewasa dengan gadis muda ini, lalu mereka bertengkar dan berakhir dengan kecelakaan kecil yang dialami keduanya. Untuk pikiran liar itu Jiyoo sudah memaki dirinya sendiri dalam hati. Sungguh berlebihan.

“Karena sebuah foto,” ujar Jeyeon. “Aku tidak akan memberi tahu Eonni foto apa yang kumaksud, jadi Eonni bisa bertanya pada Donghae oppa secara langsung.”

Jiyoo mengerjap. “Begitukah?”

“Mm. Dan tolong maafkan aku karena hal bodoh yang kulakukan,” sambung Jeyeon. Kedua matanya yang sipit mengamati Jiyoo dengan intens. “Karena kejadian kemarin juga ada hubungannya dengan Eonni, Eonni pantas mendapat permintaan maaf dariku.”

Baiklah. Jiyoo mulai tak mengerti sedang dan akan kemana pembicaraan ini.

“Ada satu hal yang ingin kutanyakan.” Jeyeon menggigit bibir bawahnya. “Tentang Eonni dan Donghae oppa…”

Jiyoo menyela, “Apapun yang pernah dan sedang kau pikirkan, hubunganku dan Donghae tidak seperti itu. Kami teman, lebih dari teman, kami sahabat sejak kecil.”

“Aku tahu,” jawab Jeyeon tenang. “Yang ingin kutanyakan, apa Eonni pernah memiliki perasaan lain pada Donghae oppa?”

===============TBC================

So here I am again! ^-^

I’ve decided to use Han Jeyeon for my sweet-young-girl role. Congrats! xD There 5 names that I like actually; Han Je-yeon, Kim Hyun-sun, Choi Ra-eun, Park Jae-mi and Soo Jung-rin, but since I cant use em all, I just chose one. ><

How I choose those names? Well… first of all, it was my own preference of Korean name, so it wasn’t your name is not good, but it was just me who has my own style (?)

Actually some of participans’ names were nice, I like some but unfortunately that ‘some names’ weren’t that interested. I mean, I wrote wut I want you to write while join, rite? ^-^;

Anw, here we go wif main conflict!

Notes: from the very beginning I plan this MY, I sincerely wanna write about Jihyuk+Hae (or Eunhae+Yoo? xD), so please… I kinda disappointed how you guys showed ur disagreement toward Hae as the main trouble. That’s why I even stop replying. Honestly, ur comments are giving a big impact for me. If something unpleased you, I’ll think wut’s wrong wut’s the matter etc. (idk, I’m just this kind of person so yea… ><)

ps: “I love you. Always have, always will.” <– My fave quote from GG. ^-^

134 thoughts on “Marry Yoo! [9th Step]

  1. yoo-poo moment nya sedikit :”(
    untung baca notenya, kalo gak udah komen yg nambah pikirannya shella saya😛 hehehe
    untuk karakter cewek donghae Han Jaeyon nama unik, langsung kebayang Jaeyong nya after school yg cantiknya luar biasa. hahaha
    kalo udah hampir klimaks gini, jadi takut dan deg degan. hehehe

    will wait you next chapter
    I am your fans, I love you, Always have, always will. ” really nice quote🙂

    • Soalnya si poo syuda terbang bersama Song Chaerin. x’D
      Nah~ terima kasih suda baca notesnya. ;__;
      Justru itu! Klimaks penting. Dan keberhasilannya tergantung dari respon readers. *usep keringet dingin*

      THANK YOU VERY VERY MUUUUCCH~ T^T I love chu too~❤

  2. jihyuk moment sangat dikit -___- padahal berharap banget banyakin jihyuk moment o.O dan song chaerin, aigoo, pake ikutan segala ke jepang lagi. yakin deh ya chapter depan pasti ngebahas song chaerin sama hyukjae fufufu~ bete ahh.. maunya jihyuk T____T
    ditunggu lanjutannya ya eon, ngga sabar pengen cepet-cepet hyukjae dipulangin ke seoul,
    dan buat donghae, get well soon babyhae :*
    kkkk~ fighting ya eon!!🙂

    • Hyukjaenya kan lagi terbang.. .__.
      Oh, gak kok. Chapter depan masih Donghae-JiHyuk. xD Soalnya suda masuk ke main conflict kan? :”?
      Fighting dan terima kasyiiih! ^-^

  3. maafin aku, eonni. maaf. aku minta maaf.
    bukan maksud aku buat nunjukin secara terang2an keengga sukaan ato kekecewaan aku karena hae jadi orang ketiga. bener2 ga ada maksud.

    cuma aku berfikir, terkadang biarpun cuma sekedar tulisan, rasa sakitnya itu nyata.

    aku minta maaf. bener2 minta maaf *deepbow*

    • Eii~ firstly, it wasnt like you’re the only one who show it, dear. So never mind.. ^-^
      Jujur aja, gatau kenapa belakangan ini komentar2 yg gak ‘mengena’ (?) di hati itu sering bikin mood down. Dan bukannya mau sok2an, tapi beneran deh, semua itu ngaruh ke saya pribadi. Dari dulu saya dikenal sbg author yg rajin nurutin reader, tapi makin ke sini kayanya saya gak bisa tetep jadi author yg kaya gitu. Dan saya minta maaf untuk itu. :’)

      Sebenernya saya suka komen yg jujur, terang2an, tp kalo terlalu ‘straight’ itu pasti bikin saya kepikiran. Dan saya menghargai kok kalo bbrapa reader memang gak setuju (entah karena beneran suka jihyuk ato justru suka eunhae. xD). Soooo, kalo kamu minta maaf, saya justru gak mau nerima. Karena gak ada yang perlu dimintamaafin (?) ato diterima maafnya. x’D

  4. Jihyuk moment sedikit ya?? Kayaknya part ini fokus ke hae. Hmmmm, jujur sejak pertama aku baca MY, dengan jihyuk sebagai tokoh utama dan ada donghae. Aku langsung mikir ada ‘sesuatu’ #sotoy

    ga tahu komen apa lagi, segini aja kali ya.
    And #getwellsoonhyukjae

      • Yang terkelir kemarin itu kaki hyuk kan belum sembuh. Tapi dianya bilang baik-baik aja. Jadi tadi ada adegan donghae kakinya terkilir dan bilang dia baik-baik aja jadi inget hyuk.

      • Ahh, satu lagi komen aku buat MY part 9. Noh bagian jihyuk yang kirim-kiriman pesan, hehehehehe, beneran bikin mesem-mesem. Berasa kayak anak abg mereka berdua. Aku lupa mau komen ini gegara ngikut galau sama si ikan mokpo. #halahngelesaja

  5. Ah, akhirnyaa..stelah kmrin2 tiap mau tidur priksa mulu, tau2 pas tadi buka email..langsung ada postingan baru, 20 menit lalu..langsung cekidot xD

    Aih~ jangan sampai Donghae kebawa suasana hatiiiiii~ ><
    Kasian klo mesti jadi pihak yang tersakiti lagii *peluk Hae*
    Eonni yah? Saya tau eonni suka bikin yg galau-galau..tapi jangan lagi. Udah resah mikir bakal kemana semua perasaanya..jangan yah? Yah yah?

    PS: 'always have, always will" maksudnya apa?? O.o

  6. unpreditable.

    memang sih, di setiap cerita, di setiap pemikiran beberapa orang, persahabatan antara cewek dan cowok itu kebanyakan ada cinta di salah satu pihak.

    awalnya aku yakin. donghae yoo itu sahabatan. gak ada perasaan apapun. apalagi melihat donghae yang begitu mendukung yoo dan hyuk. tapi pas baca ini, aku dikejutkan dengan fakta donghae yang ternyata seperti itu.
    eonni bener-bener memberikan kejutan.

    aku jg mengira kalo main trouble disini song chaerin. dia penghalang terbesar buat yoohyuk. tapi ternyata.. troublenya ada pada donghae. orang terdekat mereka.

    ini sangat menyulitkan. complicated eonn. aku suka. rasa gundah gulana donghae menular ke aku. *halah

    tetep semangat ya eonn. saya ikhlas yoo sama donghae. *digampar.ditendang.dibunuh hyukjae*
    mereka akan baik-baik saja. cerita ini happy ending. *yeaaah

    i love you eonn. saya selalu bolak balik ke blog ini buat ngecek update terbaru marry yoo. u,u

    • Di situlah main goal saya dari awal. Gimana sih kalo tiba2 jihyuk dapet trouble dan itu dari orang yg gak terduga. Saya niat menumbuhkan rasa galau disitu. x’D
      Song Chaerin cuma sbg conflict sampingan yg nanti juga bakal ikutan nyemplung di JiHyukHae.
      Waduh… kamu dukung YooHae? ;~; #dansayapunterharu

      I love you too, dear. Thank you very much~ :*

  7. Akhirny MY publish jg.
    Aku sangat sk jihyuk, tp disini moment mreka sdikit skali.

    D awal sy sdh menebak ada sesuatu dlm prshbtn jihae, tp trkikis krn sikap hae yg mbantu hyuk dptin jiyoo.. Tp trnyata masalahny a/ hae yg tdk sdr dg perasaanx.
    Memang trnyta bnr, diantara 2org lelaki-wanita yg bersahabat itu tak akan murni hny perasaan pershbtn.
    Dn sy rasa disinilah konflik sbenarnya.

    Tp bgmana dg perasaan jiyoo sebenarnya??
    Sy dilanda kecemasan sekaran.
    Jgn blg yoo jg blm sdr sm perasaanx. Sy tak mau hyukjae tersakiti.
    I love jihyuk.
    Biar hae sm jeyeon aja, dn daehyun dg chaerin.
    Next partx ditunggu secepetnya eon, ceritanya always dae to the bakk, daebakk..^

    • Rite! Awalnya Donghae yakin Eunhyuk itu orang yg bener2 punya rasa yg besar buat Jiyoo, much bigger than his own. Tapi ngeliat Jiyoo yg terusik (?) sama kehadiran Chaerin bikin Donghae mikir ulang, Jiyoo gak perlu ngerasain perasaan tertekan kaya gitu kalo dia gak sama Eunhyuk. Nah, disitulah awal konflik batin Donghae. x’D

      Terima kasih sudah baca yaa~ ^-^

  8. waah akhirnya publish juga .. hehe
    aahhh knapa song chaerin harus ikut sih ??? dannn ah han je yeon .. ternyata kau yg masuk audisi achez ,aku kalah melawanmu hehe .. jngn macem” sama donghae ya #inget hyukie dirumah haha
    awalnya aku juga udah ngira klo donghae ada sesuatu sama jiyoo .. tambah bkin penasaran aja nih .. oh iya siwon jugaa kyaknya jg gk ada di part ini ya ?? aku penasaran sama cwo sexy itu
    ayo shella eon bikin audisi … aku absen paling depaaan #gak nyerah biar dapet peran di marry yoo
    *poppo shella eon

    • Siwon sekarang ganti peran jadi figuran-agak-penting. xD Belom kepikiran lagi gimana masukin Siwon disini. Hehe~
      Audisi? Belom tau, sayang. Ini juga Jeyeon kan masih dpt small role, masih dalam tahap dikembangin. x’D
      Makasih syuda baca yaa~ ^-^

  9. aw aw aw aw nahloh kan, ternyata pepatah yg bilang penyesalan emang selalu datang belakangan itu di alami ama donghae #eh
    Tp gk tw deh si hae nyesel atau engga si hyuk muncul diantara persahabatan antara hae-jiyoo…

    Dan saya malah seneng loh ternyata klo hae bkal jd konfliknya, selain song chaerin… entah kenapa jd seru kyknya… Hehe
    Dan daehyun jgn ampe pny rasa ama yoo jg, eh tp klo pnya jg gpp deh kan makin seru konfliknya, eh tp klo kebanyakan konflik kpn munculnya yoon baby??? #plakk
    Okeh deh ttp semangat, ditunggu kelanjutannya faster
    Hehe

  10. akhirnya keluar juga..nggak sia” ngecekin blog tiap hari…banyak jihae(?) moment drpda jihyuk ya eon…suka donghae disini,,jaeyon karakterx bisa di blang unik ya…ditunggu part slanjutnya

  11. yeah..miss MY so much🙂

    conflic nya so complicated..donghae, chaeri
    n and
    jeyeon..
    emang bener yaa, cowok sama cewek bersahabat itu gak ada..pasti ada rasa cinta yg nyelip.. *sotoy😀
    just hope jihyuk still together and happy forever🙂
    next chapter hope coming soon🙂

  12. Kamu nih ya Hae!! Perusak rumah tangga orang wkwkwk
    awalnya rada ga sreg si tau Donghae jadi pihak ke 3, tapi aku rasa jauh lebih ga suka kalo Donghae jatuh(?) ke gadis yang baru muncul di sini.😀
    jadi aku restuin deh kalo Jiyoo menikah lagi & punya 2 suami hohoho seriusan deh eon, kalo yang lain pada ga suka aku tetep suka kok kalo emang bener Donghae di deket-deketin ke Jiyoo. tapi kasian di Eunhyuknya juga sih ya.. ehehe
    eh iya, kemarin aku ikutan Audisi(?) dari eonni, nama korea dari aku yang LEESEUL tu eon, bener-bener ga masuk ya .___.

    • Hahaha~ gak tau kenapa saya ngebayangin kamu ngomelin Hae beneran. xD
      Eii… kamu ngajarin Jiyoo buat gak setiaa. :’3 Tapi idenya bagus juga sih! xD
      Yang kemaren cuma masukin namkor doang ato sama syarat yg laen? Diliat dulu yaa.. ^-^

      • emang harus tu eon,, apa kata mamah dedeh nanti #LOH?
        tapi Eunhyuk juga ga setia, dia ngeduain Coco :’3 ㅋㅋㅋ
        syarat apa lagi ya yang belom eon?? ng….. *mikir* ah, pasti komennya kurang panjang #Gubrak -_____-‘
        sebenernya ga ngarep si eon, cuma biar semangat aja bacanya ehehe.. apa lagi deket-deket sama Donghae kapan lagi coba ㅋㅋㅋ tapi jujur ga ada niat sedikitpun buat maksa eonni masukin nama aku ke FF eonni, ga kok eon, beneran deh. ga usah di fikirin ya eon, anggep aja angin lalu(?)🙂

        eh, ada lagi.. *ga kelar-kelar inimah* 😀
        kan di PART 1 temennya JiYoo ada yang nikah tu eon, tu JiYoo katanya janji mau dateng, tapi di part berikutnya JiYoo beneran ga dateng ke acara nikahannya si Marcus, penjaga gawang timnas #BedaOrang -____- terus tu gimana eon? apa emang bakal ada sesuatu(?) dari ga datengnya JiYoo ke pesta nikahan itu?

      • Ada kok beberapa hal yg gak kamu jelasin scr gamblang (?) tentang first impression ama MY, terus alasan2 laen yg bikin kamu harus terpilih. Simple kan. Meskipun aku suka bacain komen yg panjang, tp kalo ada yg memang ‘ngena’ di hati juga pasti dipertimbangin. First of allnya sih masalah selera namkor aja. :3

        Itu suda lama gak kepikiran buat nongolin Serena, mungkin gak ada efek apa2 kok buat hidup jiyoo di korea. :’3

  13. hae’y dah sadar suka ma jiyoo?
    hmmm, ternyata rasa itu dah muncul… klo dilihat dr sisi hae, dy yg plg sedih n tertekan yah.. wajar sih…😥

    next part apakah da eunhyuk-chaerin moment?
    smg konflik’y tmbh byk, hahaha
    d’tunggu kelanjutan’y..😀

  14. Pershabatan antara pria dan wanita itu memang mustahi…. Hanya mustahil. Tapi, bukannya tdk mungkin. Kemungkinan itu pasti selalu ada. Jd, tdk bisakah Donghae tdk memiliki perasaan apa2 pada eun Hyuk…… Oh ayolahhh….. Jgn sampai cerita cinta segita itu selalu menjadi hal yg menarik dalam persahabatan….. Huft~… Eonni…. Tdk bsakah kau mengumumkan pd seluruh dunia. Bahwa Lee Hyukjae itu suamimu….. Dan cepet berikan kami seponakan (?) yg lucu eo…..

    • Persahabatan wanita-pria itu sadar gak sadar, mau tak mau, memang membuahkan perasaan yg beda. Entah itu dari pria ato justru dari wanitanya. Mungkin klise, tapi itu nyata.😉
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  15. kyaaaa akhirnya muncul juga 9th step!!! gomawoyooo eonni udah di post!! *big hugs for eonni*
    yaampun makin komplikasi deh ini ceritanya wkkwkwk. setelah perasaan song chaerin ke eunhyuk, sekarang lee donghae ke jiyoo? hoho
    donghae ya buruan cari pacar biar sobat kecilmu itu sama bang eunhyuk aja deh biar jihyuk baby cepetan muncul wkwkw *peace*

    “Tapi dia memanggilmu ‘Oppa’…”

    “Apa menurutmu dia harus memanggilku ‘Eonni’?” potong Donghae.

    serius ngakak pas bagian itu, dongha bener bener deh yaah ngelesnya pinter banget, belajar dimana bang? ajarin dong😛

    oya ditunggu ya eon part 10 nya. keep writing eon!! hwaiting!!!!

    youtube downloader

  16. uwawaaaaa onnie ! q smpe jingkrak2 pas ada email masuk dari WP ini….
    akhirnya update juga MY nya …
    cuman satu doaku buat capt ini dan selanjutnya… semoga EUnhyuk sama chaerin ngga macem2 di Jepang…. semoga…

  17. yoo ~~~ kenapa kau buat donghae jadi lelaki galau heh? aiyaaa donghae mulai ragu kan, yaampun. masalah baru nih, semoga donghae cepat sadar dan kembali ke jalan yg benar yah. anyway, yoo itu gak peka apa gmana ? hyuk juga ~~~ yaampun kesian juga ama hae, tpi ya mau gimana lagi. aaaa lee donghae! saya hanya ingin menyampaikan pesan yoo “carilah pacar segera!” hahaha

    • kan imej hae emang lelaki galau. :’)
      Yoo sama hyuk memang pasangan yg gak peka sama orang laen. xD Pacar leedonghae masih semu, gak nampak.
      Makasihh syuda bacaa~ ^-^

    • Omaigod!! It’s getting complicated errrgghh..but i like it sooooo much
      akhirnya terungkap sdh hufft, Hae has another feeling to yoo
      and idk why but i really anticipating this prob kkeke
      what will happen next?? will Jeyeon make realizing her feeling towards hae?? but, does yoo really has that kind of feeling to him?? Ahhhhhhhhhhh curious >.> ‘Han Jeyeon’ kesannya dapat bnget eonn kekeke…
      Namanya kyk tokoh protagonis & antogonis yg bkin penonton penasaran sm dia *?* hehehehe
      daehyun-chaerin, idk why but i want them be a couple kkeke, kliatanx mereka cocok, but knp chaerin slluuuuu aja muncul tiba-tiba aigoo..
      Hyuk hyuk hyuk, i really like ur character here, always have always will kkekeke

      cannot wait for the next step gidarilkke eonni😀

      • Terima kasyiiiihh syuda sukaaaa~ :’)
        Daehyun-Chaerin? I had smth for em, but….idk. Lets see, dear.. ^-^

        Thank youuuu, sweety~~~ :*

  18. ooh ok,,,,, setelah adanya batal jadi batal jadi kerja kelompok, finally~~~ im here.. kelar syudah baca MY chap9 ini.. hoho~~~~^^
    tmn2 pada asik diskusi, aku asik baca MY hwhw :3

    nah~!!! sekarang udh mau konflik dari abang leedonghae yaa, kak shela?
    aku tidak akan protes apapun, semakin rumit perasaan leedonghae pun aku semakin suka /slapped xD hehe

    syudah lah, next chapter aku tunggu kaka cantiks {}

    ohh~!!! dan untuk kesekian kalinya, terima kasih udah masukin nama Han Jeyeon si anak manis itu di MY kaka :*

  19. huahahaha entah kenapa saya suka cerita model ini… akhirnya setelah sekian lama menunggu (?) ada juga ff buat donghae, dimana (?) dia jadi orang ketiga khukhukhu
    biasanya kan dia selalu jadi main cast yang tersakiti *disini juga sih, dia ngegalau udah sadar perasaan* gara-gara orang ketiga dan akhirnya abang donge merana sendirian #tsaaaah

    di sini jihyuk momennya dikit tapi lebih ngegambarin donghae yang lagi galau *pukpuk donghae* jadi inget omongannya abang raditya dika… nggak ada persahabatan yang ‘murni’ antara cowok sama cewek

    oke komen mulai ngelantur, yang jelas saya menantikan part selanjutnya beserta konflik yang menyertai :p
    Hwaiting~~~

    • Sebenernya niat awal bikin MY adalah menghancurkan Eunhae.. xD *dirajam*
      Spt judul di atas The Beginning, disinilah semua perasaan donghae dimulai. :’)
      Hwaiting! Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  20. berharap dong hae nya ngejahuin yoo nya bukan karena punya perasaan….
    tapi karna dong hae nya dh mulai ketemu cintanya….
    tapi kenapa jadi kayak gini…..
    jadi makin rumit dh kisah cintanya onnie gak cukup apa cuma song chaeri yang jadi pihak ketiga,

    tapi jang onn ceritanya jadi penasaran mampus sebenernya gimana perasaannya dong hae!!!!
    ann jangan lama-lama post part selanjutnya,,,
    ceritanya selalu ditunggu…..

    • Song chaerin itu cuma orang luar, gak bakal ngasih pengaruh besar buat jihyuk. Justru serangan mendadak dari donghae ini yg bikin hati tersayat (?)
      Makasih syuda bacaa~

  21. kkkyyyyyaaa hyukjae mesum >,,<
    kurang mesum shel #pllaaakkkk
    trus itu itu itu donghae suka ama jiyoo juga ???
    wah gmn kalo hub jiyoo ama donghae dibuat hub persahabatan tapi yg berbahaya ??
    usul sih
    habis nyesek juga liat hae ma yoo
    jadi mereka selingkuh dibelakang hyukjae
    wkwkwkwkw
    #smirk

    • Heeehh~ xD Suda usaha buat bikin imej dia gak kaya gitu. :’)
      Hubungan persahabatan yg berbahaya? Yang kaya gitu malah bikin hyukjae sakit… ;~; Tapi intinya nyuruh jiyoo donghae slingkuh ya? Bagus juga sih. xD
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  22. main konflik sudah terasa, dari orang yang benar2 ga tduga… ini mengingatkanku akan bbrp org di dunia nyata…

    dari awal baca MY, aku da bpikir kl Hae Oppa pnya feelin yg bbeda ke Yoo (tp hal tsb blm dsadarinya…)
    krn emng ( d dunia nyata), ga ada persahabatan antara lawan jenis yg benar2 murni persahabatan…

    kept writing Shella… aku kan sllu mnunggu, apapun akhirnya…
    #always have, always will🙂

    • Benar sekali. xD Kejadian nyata rata2 justru kaya gini. Gak ada itu persahabatan lawan jenis yang gak menghadirkan (?) perasaan laen, entah itu cuma sesaat dan sedikit ato justru berkelimpahan. xD
      Thank you very very much! ^-^

  23. Tidaaaak jangan lagi ada cinta segitiga antara pertemanan merekaa😦 ditambah jung daehyun+song chaerin itu huhuhu
    Kenapa terlalu banyak konfflik di hidup jiyoo !!! Dari awal aku mikir donghae cuma jadi sahabat sepenuhnya ehhh ternyata dialah sang main conflict *jengjengjengjeng*
    tapiiii …. kalo ceritanya udh kebaca emg ga akan seru lagi ya hehe
    Ayoo eonn buat kejutan lagi di part berikutnya😀

  24. ehhh..ada angin apa hae jadi galau bin labil gitu?? efek linglung gegara nyasar di airport ya??

    shel.. gimana kalu jiyoo selingkuh ama hae?ide bagus kan?? mumpung tuh cowok mesum lagi ke jepang hahahahahaha

    btw marry yoo ada rencana mau bikin BTSnya ga shel?? hihihi

    • Ini nih…… -__-
      Kakak ini sengaja ya pingin bikin jiyoo jadi cewe tak setia? *emang sih suka gak setia, tp kan jangan terang2an juga. xD*
      BTS itu bagus banggets, tapi kalo di-BTS-in, yang eksis pasti eunhae. Kasian jiyoo. ;__;
      Makasihh syuda bacaa kakak vanny~ ^-^

  25. kok si hae kya yg suka gtu yahh ma yoo??*bner gak sih thor??

    tp aq berharap jgn dehh..kasian hyuk yg dh lma nnggu yoo..yoo jg kasian karna dh mlai cinta ma hyuk..

    jd gak sabar konflik kedepan’y kya gmn??

  26. already read 8th and 9th chap and I’ll give a comment here. as always i will give a sincerely praise for your ff(s). never get bored to say you’re such a great writer! now i realize that hae have a feels toward yoo-_- hoho fyi, my prev usern is yookim._.v (I know that you’re not even remember my prev usern.-.)

  27. okay then I’ll follow(?) you from now on kak.
    Han Jeyeon syuka dongek? eh bedanya umur dia sama dongek berapa? bayanginnya kok lucu.. tapi dibelakang dia sakit ngga? kasian ;;

    • Belom kepikiran ttg umur jeyeon. Nanti deh dikira2 bagusnya berapa buat si om2 yang hobi nyasar itu ya. x’D
      Makasihh syuda baca, cantiks~ ^-^

      • kakak kan bilang pake seragam.. beda 10 tahun aja /obsesesi beda bias 10 taun/
        itu tapi jeyeonnya syuda syuka kan ya sama donge? nanti dibikin nyesek aja pas syuka donge kk /jahat/

  28. Q ketinggalan kereta…

    dan jeng….jeng..jeng…
    akhirnya yg dikhawatirkan terjadi sudah…

    mau protes tp takut salah ngomong malah mempengaruhi mood nulis soalnya karya ini khan hak kamu sepenuhnya..

    jd part ini Q no komen dah
    *garuk tanah*

  29. baru bacaaaa~ busiest month eveer ㅜ.ㅜ
    kyaaaaak~ i love how trouble(s) approach step by step ..
    and the way hae isolated himself from JiHyuk hurt me (?) much ;A;
    somehow i understand his feeling xD
    and i love ur chosen name too🙂
    fits young-girl’s image kekeke~ and feel more troubles come wif her name xDD (while i’m anticipating a lot)

    and song chaerin’s sddnly appearing at airport is …… hul ! xD
    lol . sorry ..
    hyuk being insensitive is the most i love in MY !!
    i wish he’ll be forever insensitive for other girls , but yoo😀
    and wishing all the best for chaerin and daehyun kkkk~
    saya sukaa pratian daehyun sama chaeriiin <
    ehee . keep updating yaa shel😀
    hwaitiiing~ *poppo :*

  30. kepotooong shel .–.
    baru bacaaaa .. busiest month eveer ㅜ.ㅜ
    kyaaaaak~ i love how trouble(s) approach step by step ..
    and the way hae isolated himself from JiHyuk hurt me (?) much ;A;
    somehow i understand his feeling xD
    and i love ur chosen name too🙂
    fits young-girl’s image kekeke~ and feel more troubles come wif her name xDD (while i’m anticipating a lot)

    and song chaerin’s sddnly appearing at airport is …… hul ! xD
    lol . sorry ..
    hyuk being insensitive is the most i love in MY !!
    i wish he’ll be forever insensitive for other girls , but yoo😀
    and wishing all the best for chaerin and daehyun kkkk~
    saya sukaa pratian daehyun sama chaeriiin <33

    what'd happen if han jeyeon make yoo realizing her feeling towards hae ? ㅜ.ㅜ
    i wanna both hae and yoo fell in each other for some periods , but no hurting hyuk xD
    bhahaha what even !
    syeneeng liat hae galau plus hyuk cemburu mhehehe *bletak
    semoga MY ga cepet tamaaat (?) :"3
    setiap epi isinya random JiHyuk romance jg redo hahaha xD
    o iyaah ! fave scene pas hyuk sms.an sma yoo yg byk sms dateng dri hyuk , 1sms 1baris ituuuu~
    aaaaaak~ *gulingguling
    mau hyuknya 1 ajaaaa shel
    ehee . keep updating yaa shel😀
    hwaitiiing~ *poppo :*

    • Hihihi~ thanks for love this trouble(s)
      Cute name, isnt it? xD Well… honestly I dont plan any conflict wif han jeyeon since I made her as a good little girl. x’D

      Nah! that hae and yoo fell for each other will be my next ambition. Its possible for yoo feel the same toward hae but different level in some way. It’ll make this story more realistic.
      I’ll try my best to make the galau hae and jealous hyuk then. xD
      Thank you! :’)

      Hyuk is still for you, dear. Kekeke~ xD
      Hwaitiiing!! :***

      • yah , i can see she’ll be one of a kind angelic (?) support role bcz asking yoo her feeling >< keke~

        sure sure~ !! that's sound nice~ kyaaaa can't wait next chapter sheel :"33

        ahah , eunhyuk is ours , bb shel xD kkk~

  31. astaga,..
    mslh udah mulai muncul,..
    n’ mslh i2 gra hae,..
    gmn ini?
    tp knpa hae bru sdr ya kl ia ad rasa am jiyoo?
    gk pa2 skali2 hae b’konflik am eunhyuk,..
    kkkk,..
    kasian hae,..
    nyimpen perasaanny, galau berat,.
    eh, tp nanti kasian jg jiyoo n’ eunhyuk,..
    aa, complicated lah,.
    ok, d’tgg lanjutannny,..
    fighting,..🙂

  32. wah si hae??? ko bisa?
    jeyeon? masih muda waaa oppa sama anak bocaaaah
    cerita makin rame aku suka bgt latar yg kaya gini

  33. o oh, smells troubles here
    kkk
    hae, u’re too late to realize ur feelin’
    babo hae
    *ups
    akirnya update jg chapter ini *tebar kembang setaman*

  34. Sebenarnya sih aku gk gtu ska hae jdi org ketganya, awalnya aku malah ngira daehyun yg jdi org ktganya, tp brhbung eonnie bakal ngasih cew bwt hae jdi gpp, stdknya dy bkalan ada yg nemenin
    hehehehe
    ska bget sma interaksinya jihyuk
    mdh”an chaerin ma hyuk gak macem” deh
    wkwkwk
    ditunggu chapter slnjtnya ya eon
    hwaiting !!

  35. shyooong~
    baru sempet komen.
    haha shela-ssi, this story is yours. hahaha tentunya terserah shela mau bikin cerita kayak gimana. lagian kalo cerita ga ada konfliknya ngga seruu . lanjutin aja, hurrr thanks for making this nice story hahaha love yaa ~
    btw lama-lama suamimu itu kok nge-gemesin ya -_____-

    • ;;____;; Huhhuhu~ entah kenapa saya terharu bacanya. This is wut I waiting. Terima kasiiiihh~ T^T
      Ngegemesin kenapah qaqa? Minta diemut gitu ya? Gak papa, itu gejala awal anda terjatuh dalam pesonanya. xD

      • lah? sama-sama kalo gitu! ditunggu loh lanjutannya ;~)
        ahleehyukjae *-* saya sudah jatuh dalam pesona hyukjae, bagaimana ini? hahaha ngga deng, sayangnya kyuhyun akhir-akhir ini terlalu menggoda (?) jadi ngga tergoda sama hyukjae. ngga ko ngga -__-

  36. Kemarin udah baca, tapi belum sempat komen…
    Suka bgt penggambaran prasaan hae sama Yoo, Dia terkesan tersesat gitu sama perasaan nya sendiri T^T
    Syukur allhamdulillah scen Jihyuk gak bgitu banyak di part ini, tau deh kalau skinsip mereka aku pasti mimisan stengah mati😀

    Hae sekali-kali berebutan Yoo sama Nyuk pasti seru deh.

    Huwaa penasaran nnti kak Shel buat Hae ngaku perasaan nya sama Yoo atau gak?
    Lanjut kak…
    Semangat… Semangat

    • Hahaha~ baru kamu seorang yg bahagia sama jihyuk scene yg cuma seuprit. Terima kasiihh.. ^-^
      Nah, berebutan itu pinginnya direalisasikan kok. xD Cuma belom tentu juja.. ;__;

      Semangat semangat! Makasihh yaa~ ^-^

  37. SUBHANALLAHHHH!!! Kak, aku ganyangka konflik yang aku pengen ada.-. entah kenapa aku tiba-tiba ngebayangan nanti di chapter selanjutnya hyuk sama hae berantem…nanti berdarah darah aww(?) keren kaaakkk ;-; suka deh kalo konfliknya banyak gini. complicated love story :33 oiya siwon apa kabar jadinya? tugas dia sudah selesai disini?:O oiya kak, aku teriak-teriak baca yang bagian daehyun mau ke sekolahnya song jugwoo, pas bagian dia benerin dasi sama jas…pasti kereeeennn ;A; uri daedaeeee~~~ penasaran kenapa donghae jatooohhh;A; i’ll wait for chapter 10 impatiently~~~ wakakakak

    • Iyakaaah? Syukurlaaahh (?) xD
      Mm… boleh tuh berantem2 tapi jangan yg berdarah2 ya. Nanti jiyoo yang galau. :’)
      Siwon lagi cuti, masih dicutikan (?) soalnya bingung mau masuk kapan. xD
      AH AH AH~~~ JUNG DAEHYUUUUNN! Hahaha~
      Sure sure, waitlah~ xD Makasihh syuda baca yaa.. ^-^

  38. udah mlai kecium bau cnta segitiga nich eon…tpi gpp lah klo bang donghae sich dmaklum hehe…^©^
    cma tetep za ksian eunhyuk klo smpe donghae jdi pihak ketiga.kesannya kyak nusuk tmen dri blkang.
    pkoknya aq tetep dkung jihyuk couple,jdi hrs happy ending ea…jebal…^©^

  39. hae punya perasaan k yoo?
    aigoo!

    hyuk emg over protect k yoo..
    hyuk pasti kuatir gegara chaerin..

    ck,
    daehyun itu trlalu baik atw gmn?
    mpe sgtunya k chaerin

    hae tegang gtu dpeyuk2 yoo..
    mksdnya dtuntun mpe taxi itu..

    hadeuh!
    konflik rumit..
    hae, hae, hae..
    kalo yoo tw perasaan km gmn ya?
    aish!
    next dtnggu..

  40. Shelaaaaa lanjutanya ditunggu sangat sangat!!!
    Seruu nih konfliknya, tegang sekaligus sedih liat donghae~~ good conflict!!!
    Bikin merinding nih cerita, sahabatan lama dan baru sadar kalo dia cinta sesudah yoo nikah, sediiih~~~
    Ditunggu lanjutannya!!! Semangat shel nulisnya!
    Ff mu tuh selalu bagus seperti biasa, proud of u~

    • Hhohoho~ sedang dikerjakan! xD
      Iya juga ya, setelah dipikir lagi, miris nian nasib donghae. T^T
      Semangat! I’m proud of u too, as reader. :’)

  41. Ahahahaha ada nama Jaemi disana… Namaku!🙂
    Gpp deh nggak kepilih. Anw, thankyou ya… ^^

    Itu si Donghae br sadar ya kalo suka sama Yoo. Karakter Han Je-yeon disini lucu jg. Suka!😀

    Hyuk buruan pulang sblm trjadi sesuatu yg ga diinginkan… Entah dia sm Chaerin atau Hae sama Yoo. *eh*

  42. Annyeong ^^
    aku reader baru🙂
    keren banget deh nih ff bikin dag dig dug seer sama kisahnya eunhyuk jiyoo😀
    juga bikin penasaran gila apalagi ada konflik baru
    eonni ditunggu ya kelanjutannya🙂

  43. Annyeong haseyo ^^
    Hi im Chiyo and im a new reader here..
    Maaf blm sempet kasih komen di episode2 sebelumnya dan baru kasi komen di sini… Aku baru ketemu ff ini kemarin dan langsung ga bisa berenti baca.hehe. . Komenku aku gabung si sni ya🙂

    Soal cerita, aku sukaaaaaaaaaaaaa bgt. Jalan ceritanya suka ga ketebak. Awalnya aku pikir donghae emang ada rasa sm jiyoo. Tp author bisa bikin ceritanya mengalir lancar dgn bumbu2 masalah yg pas sampe akhirnya pikiran ini terbujuk rayu (?) dan ngerasa kalo donghae itu emang temen-doang-ga lebih. Ehhhh taunya. Feeling ku terbukti T.T sejak kemunculan chaerin aku uda mikir jgn2 nanti ini nih pasangannya donghae. Tp sosok daehyun bikin semuanya msh jadi ga ketebak…

    Lalu soal karakter, aku jg suka liatnya karena karakternya itu hidup bgt, nyata, dan ketauan kalo ga asal dibikin. (soalnya sering ada aja cerita yg karakternya dibuat asal dan seenaknya. Terjadilah ‘pembunuhan’ karakter yg bikin cerita itu jd ga nyaman dibaca. Oiya, biasku itu bukan Hyuk, tapi si author bisa bikin aku ikutan terpesona sama si hyuk ini. Hahahaha *merasa berdosa sama bias sendiri* :p

    Kayaknya alur cerita makin memanas yaa.. Aku tunggu kelanjutan ceritanya. Penasaran, bakal jd kayak apa dan bagaimana.. Hahahah.

    Semua komen dan pendapat aku ini murni dari aku. Mohon maaf kalo berkesan menggurui, tp ga ada maksud begitu kok bener2 cuma pendapat pribadi aja.. Aku seneng karena susah untuk cari cerita yg berkualitas dan nyaman dibaca ^^ keep up your awesome work, author! Hwaiting!!!

    Regards,
    Chiyo ^^~

    • Holaaa, Chiyo~ ^-^ Aww… wut a cute name. >3<
      Hehe.. seperti yang aku jelasin di notes chapter ini, niat awal memang bikin Jihyuk+hae, ato sederhananya ya eunhae+yoo. xD
      Waw. Komenmu ini nunjukkin kalo kamu reader yang kritis loh. Tentang karakter emang hal yang sensitif, aku sendiri juga masih jarang *ato langka?* nemuin author yang bener2 bisa bikin cast didukung sama karakter yang dikasih authornya. Dan memang ngebangun karakter yang demikian itu penting buat jalan cerita plus kepuasan reader sendiri. Aku termasuk reader yang rewel soal cerita, alur, sama penulisan sih. xD

      Yess! Berhasil bikin satu orang lagi tersepona sama leehyukjae. :')
      Anw, komen dan pendapatmu itu berkesan banggets loh. Makasih banyak. ^-^

  44. Wow!
    Actually Aku Ga nyangka alias kaget kalo bakal ada konflik perasaan hae ma yoo.
    Karena dari awal hae ga nunjukin tanda2 dy pnya perasaan sama yoo.
    tinggal satu pertanyaan, apa yang bakal ada di benak hyukjae kalo tau hae ada perasaan ma yoo?
    itu jawabannya bikin muter kepala. Secara mereka sahabat deket.
    kira2 jwabannya bakal ada di next part ga ya shel?
    Ditunggu banget loh next partnya ^^
    Oya Soal han jeyeon aku juga ska sama nama korea itu juga, walopun aku ga kepilih aku ikhlas selama itu yang terbaik buat ff ini #eaaaaa *apa banget deh*

    Jadi kira2 kapan hae nemu cewek buat pendampingnya dy?? *tanya lagi* *diinjek*
    Kesian kan dy suka ma shabatnya sndiri ><

    • Nah itu dia yang jadi spoiler kita. Reaksi hyuk. xD
      Jawabannya kayanya suda bakal keliatan di next part. Lagi dikerjain juga sih.. :’3
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  45. Saiia terlambat! (⌣́_⌣̀)
    Astaga! Itu hyukjae pergi sm chaerin? Jiyoo knapa ga ngelarang aja??
    Aigoooo, hyukjae-ssi, sebaiknya bahagiakan jiyoo, klo ga bakalan direbut donghae.
    Aaarrrgghh, andwaeeee!!!!
    Itu dah ad cast baru, moga dy pacarnya donghae.

  46. ya ampun ~~ lama gak buka wp mu ternyata MY udh jalan part 9 . udh brp lama yah gak buka wp ini ? hehe ~~
    say , kamu masih aktip di fb gak ? ato boleh minta alamat email nya ? kapan hari kamu pernah ksih nomer ke aku cuma gak tau apa msih aktip apa kagak😀
    semoga ff selanjutnya bisa makin bagus yaa ~

  47. percaya atau nggak, ini lah yang ngebuat aku suka sama ji-hyuk-hae …
    gimana pun mau sedekat apapun dan mau sekuat apapun aku yakin hae pasti akan seperti ini juga… hohoho *kecup basah hae*
    kalau ga ada eunhyuk, mungkin akan hae… kalau ga ada hae, eunhyuk udah pasti ga ketemu yoo hahaha,,, dan kalau ga ada she, ga jadi ff nya 0.o
    baca part eunhae yang ngobrol itu berasa aduuuhh, jangan jangan donghae bukan dilema karena yoo punya hyuk, tapi karena hyuk punya yoo *abaikan she* haha
    disaat yoo dateng ke rs, aku kira pas buka pintu dia udah bersimbah air mata, ternyata yoo tidak secengeng ituu…
    yang sekarang jadi pertanyaan, apa ga pernah sekalipun yoo berfikir donghae -akan seperti ini- ?
    semangat she~~

    • NAH! entah kenapa saya syuka sekali kesimpulan yang kamu ambil. xD xD
      Hooo~ jiyoo tidak secengeng itu. Dia meweknya kalo uda ketemu langsung sama orang yg bersangkutan. xD
      Nah *lagi*, pertanyaan itu juga bakal terjawab di chapter 12 nantii~ ^-^
      Makasihh syuda bacaa~

  48. tadinya smpet.mikir… jgn2 hae oppa pacaran ma anak dibwah umur.. ckckck.. maafkan aku bang.. kirain situ mengikuti jejak syech puji. *LOL

    ya ampoonn.. firasatku bener terjadi. jadi Hae oppa punya rasa sama jiyoo. semoga tdk merubah karakter hae yg baik dan asyik menjadi egois hanya karna ingin memiliki jiyoo… *eunhaecoupleisthebest*

    Lanjuttt^^

  49. IGE MWOYA??
    Z jadi khawatir dengan Dong Hae. Kayaknya dia suka Jiyoo deh. Aduh, jangan sampai deh. jangaaaaan.

  50. baru baca.. ahahhahaha xD *cium poo* lol
    entah knp tb2 kepikiran, klo ternyata yg disukain donghae itu si hyukjae, bkn jiyoo.. jd ceritanya donghae jealous sm jiyoo.. bahahahahahaha xD
    udh; jgn ngambek lagi krn lama gak ditengok Mrs. lee … lol

  51. Klo kata guru bahasa indo.. Jika fakta.a konflik sudah memuncak berarti itu sudah nyampe batas ending he :D…
    Dari awal sedikit terbca.. Donghae menyukai ji-yoo.. Cinta segi berapa antara hyuk jae , ji yoo, donghae, chaerin dan jeyeon..????
    Ayo di pilih hahah tapi ji-hyuk 1 dong.. *lemparsenyumkedonghae…
    Pihak ketiga bukan penghalang bagi cinta sejati hee.. Ji-Hyukkkk !

  52. aku degdegan eonn baca part ini asli.
    mulai dari chaerin yang ikut ke jepang bareng hyuk dan terakhir hae juga masalah photo

  53. udah keduga, kalo sahabat cewe dan cowo pasti salah satu ato bahkan keduanya jatuh cinta..nah, kadang aq jg mikir apa donghae ato jiyoo ga pernah tertarik satu sm lain? terjawab kan donghae ya ngerasa ada benih” cinta,, huwaaa ini gmana ??
    mana masih ada masalah song chaerin juga

  54. Wah, agak takjub sma part ini. Gak nyangka hae trnyat ada rasa (?) ama ji yoo. Hae, brhenti menyukai ji yoo. Hae suka nya sma aku aja🙂

  55. Konfliknya makin terasa,, aku galau eonni aku takut haepa jdi org yg pling tersakiti tpi di sisi lain aku gk ♍ãů ngeliat yoohyuk brpisah,, huhuhuhuhu haepa org yg baik,

    Ff eonni daebak deh pkoknya, aku ♍ãů lanjut bca dlu Ɣå媪 eonni papai (っ˘з(˘⌣˘c)

  56. Astagaaaa ga pernah kebayang bakal ada bumbu bumbu sedikit anara donghae sama jiyoo huuuffft penasaran part selanjutnya gimana hyuk song chaerin dan yang pasti sangat penasaran itu lee donghar ikan mokpoooo

  57. Heemm let me see…7 chapter di depan Donghae mendapatkan peran yang membawa kedamaian diantara P&Y. But, 2 chapter berikutnya peran Donghae seolah menjadi gelombang yang merusak ketenangan pantai *poor Hae*

    Tapi, aku termasuk orang yang punya pikiran bahwa cowo dan cewe ga bisa benar-benar bersahabat…ada aliran berbeda yang bisa menyebabkan konsleting hati hahaha

    Well, cinta dan persahabatan juga butuh diuji dan dimurnikan hehe

    I trust in you, She~

    • Hihihihi.. begitulah. Persahabatan cowo-cewe bisa sih, tapi ya selalu ada percikan2 gitu. ><
      Lain lagi kalo salah satunya gay…ato lesbi? xD
      Terima kasih suda baca yaa~ \o/

  58. ya ampun dong hae diam diam dirimu menghanyutkan..tapi tidak bisa disalahkan juga sih namanya juga perasaan..tambah serua aj thorr..lanjut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s