Marry Yoo! [8th Step]

Alert! NC part.

nn1

[8] The Complicity

“Sejak awal aku juga tidak ingin melibatkanmu dalam kerumitan ini.”

Jiyoo menatap Daehyun, mencoba membaca maksud lelaki itu melalui raut wajahnya. Namun nihil. Jiyoo tak dapat mengartikan apa pun. Sekarang kebingungannya bertambah. Nampaknya mulai saat ini ia tak akan bisa menilai seseorang tanpa sorot mata curiga.

Satu hal yang pasti dan tak terbantahkan; Jung Daehyun mengenal Song Chaerin. Bukan saat di ruangan Daehyun, saat Jiyoo dan Chaerin menjadi pegawai magang di bawah tanggung jawabnya. Tapi pasti jauh lebih lama dari itu.

Dan fakta tentang Daehyun bersekolah di tempat yang sama dengan Eunhyuk dan Chaerin membuat rasa penasaran Jiyoo menyuarakan tuntutan.

“Bisa… kau jelaskan padaku?” ujar Jiyoo pelan. Ia sendiri tak yakin apakah ia ingin mendengar jawaban Daehyun atau tidak. Namun yang pasti, ia sama sekali tak ingin tenggelam dalam rasa ingin tahu dan kebingungannya.

Daehyun menatap Jiyoo dengan tatapan sayu, seakan-akan lelaki itu terlalu lelah untuk menceritakan semua kenyataan pada Jiyoo. Tapi Daehyun tak punya pilihan. Ia baru saja mendapat kepercayaan dari Jiyoo; karena gadis itu sudah berniat mengijinkannya masuk dalam lingkaran pertemanan. Daehyun tak ingin merusak hal itu.

Bahkan jika setelah ia bercerita Jiyoo memilih memutus tali maya yang membentuk lingkaran itu, ia tak akan menyesal. Mungkin.

Jiyoo merasakan kegugupan yang tiba-tiba muncul dari Daehyun. Ia tak tahu sebabnya, tapi ia akan menunggu untuk tahu. “Kau bisa bercerita sedikit. Tidak perlu semua. Mungkin hanya… hanya yang perlu kuketahui. Kenapa kau ingin Chaerin mendapatkan Eunhyuk?”

“Tidak seperti itu! Sungguh,” tandas Daehyun. Ia bisa mengenali lidahnya yang kelu, tak tahu harus dari mana memulai cerita ini. “Mungkin benar aku melakukannya karena Chaerin… dengan dasar rasa menyesal.”

“Kenapa?” Mungkin kebodohan dan keluguan Jiyoo membuatnya mengalihkan pikiran pada cerita di balik alasan Daehyun dan bukannya tetap mengurus masalah Chaerin dan Eunhyuk lagi.

“Ayah Chaerin yang meninggal beberapa hari yang lalu berada dalam kondisi koma selama hampir 7 tahun, apa kau tahu tentang itu?” tanya Daehyun. Jiyoo menjawab dengan anggukan tanpa suara. “Apa kau juga tahu kalau sebelum ayah Chaerin koma, Beliau terlibat dalam sebuah kecelakaan lalu lintas?” Anggukan lagi. Daehyun tersenyum muram. “Tapi apa kau tahu kalau kakak laki-lakiku yang menyebabkan kecelakaan itu?”

Jiyoo menatap Daehyun sambil menoleh dengan cepat. Terlalu cepat hingga Jiyoo heran kenapa lehernya tak terasa sakit. Kedua matanya melebar penuh keterkejutan.

“Kakakku depresi dan berniat melompat ke jalan untuk bunuh diri,” aku Daehyun. Dan Jiyoo tak bisa lagi menyembunyikan keterkejutannya. “Tapi paman itu… justru membanting stir ke bahu jalan hingga mobilnya menabrak pembatas jalan beton. Kakakku selamat walaupun setelah menceritakan hal itu dia tetap memilih untuk bunuh diri. Diam-diam aku mengawasi keadaan paman itu, apalagi saat aku tahu putri sulungnya berada di sekolah yang sama denganku.

“Aku mengawasi Chaerin juga tanpa sepengetahuannya, memberikan bantuan apa pun yang mungkin dibutuhkannya. Kau mau tahu sebuah rahasia? Aku juga yang membuat Chaerin berhasil masuk ke perguruan tinggi yang sama denganku dan Eunhyuk, juga saat gadis itu mengajukan tesisnya ke perusahaan… aku yang membantu semuanya.”

Jiyoo terus-menerus dibuat terkejut oleh pengakuan yang diucapkan Daehyun. Saat Daehyun mengeluarkan napas panjang, Jiyoo juga ikut melakukannya. Ia baru sadar sejak tadi ia menahan napas.

“Dan bukan karena aku ingin mendekatkannya dengan Eunhyuk. Mungkin tadinya itu niatku, tapi aku mengenal Eunhyuk dan mengenal dirimu yang terus dibicarakan olehnya. Tadinya juga aku ingin berbuat kejam dengan mengabaikan kehadiranmu dalam hidup Eunhyuk.”

Pengakuan yang satu itu tak membuat Jiyoo terlalu terkejut. Sudah bukan hal yang janggal jika ada beberapa orang yang akan melakukan itu demi kewarasan seorang Lee Hyukjae. Jiyoo mendengus dalam hati. Sejak awal ia tak percaya ada lelaki seperti Eunhyuk.

Tapi rasa tak percayanya justru berakhir pada sebuah pernikahan dengan lelaki itu. Dan dengan ajaibnya, Jiyoo mulai merasa ingin memiliki Eunhyuk.

“Tapi kemudian aku mulai mengenalmu. Aku melihat pengaruh yang kauberikan pada Eunhyuk, dan mungkin juga pada Donghae. Seharusnya aku tidak lagi ingin membuat Chaerin dekat dengan Eunhyuk, tapi aku… mungkin rasa bersalahku lebih besar dari itu.” Daehyun menunduk, menatap rumput yang basah di sekitar sepatunya.

Jiyoo tak tahu harus merespon seperti apa. Rasanya ia kehilangan kemampuan untuk menanggapi situasi dengan baik. Jujur saja, ia tak pernah berada dalam situasi semacam ini sebelumnya dan sekarang ia sangat kebingungan.

“Apa kau menyukai Chaerin?” tanyanya.

Untuk sejenak, Jiyoo merasa Daehyun sempat menyeringai. Namun lelaki itu mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat hingga Jiyoo sendiri tak yakin. “Tidak. Aku hanya simpati padanya, pada adiknya. Aku bersalah pada mereka. Dan sekarang ayah mereka sudah meninggal. Aku merasa semakin buruk.”

“Apa… apa yang bisa kubantu?”

Pertanyaan Jiyoo membuat Daehyun mendongak untuk menatap gadis itu. Ia terus mengamati wajah Jiyoo dan hanya menemukan ketulusan yang sebenarnya tak perlu.

“Bagaimana kalau aku meminta Eunhyuk?” jawab Daehyun.

Jantung Jiyoo tak berdetak. Untuk sepersekian detik, gadis itu tak merasakan debaran jantungnya sendiri. Dan saat Daehyun tersenyum, Jiyoo tahu ia sedang dibodohi. “Yah!”

“Sudahlah. Aku tidak butuh bantuan apa pun. Sudah kubilang aku sama sekali tidak ingin melibatkanmu dalam kerumitan ini,” ujar Daehyun. Tangannya terangkat untuk mengacak rambut Jiyoo yang terurai bebas melewati bahunya. “Syukurlah.”

“Apa?”

Daehyun mendesah panjang. “Karena aku sudah membiarkan seseorang tahu tentang kejahatanku ini. Aku lega. Mulai sekarang aku akan membantu keluarga Song dengan caraku sendiri, jadi kau tidak perlu khawatir.”

Jiyoo menatap lelaki itu dengan cemas. Walaupun Daehyun sudah memintanya untuk tidak khawatir, jujur saja, Jiyoo sama sekali bukan orang yang ahli dalam melakukan hal itu. Ia tetap khawatir.

Bukan karena ia takut Daehyun akan benar-benar menyerahkan Eunhyuk pada Chaerin, tapi karena rasa bersalah Daehyun yang meluap-luap hingga Jiyoo dapat merasakannya. Sepertinya rasa bersalah Daehyun seharusnya bukan menjadi milik lelaki itu.

“Lepaskan tanganmu,” suara desisan membuat Jiyoo terhenyak.

Eunhyuk mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Sudah cukup ia melihat Jiyoo berdiri terlalu dekat dengan Daehyun. Ia sama sekali tak ingin melihat hal lain dari kedua orang yang sedang memainkan peran konyol ini.

Dan ketika kedua matanya menangkap gerakan tangan Daehyun yang terlihat wajar untuk membelai rambut Jiyoo, amarah membuncah di dada Eunhyuk.

Semua orang sedang membicarakan mereka –Jiyoo dan Daehyun, membuat Eunhyuk tak tahan lagi. Ia bahkan kehilangan sikap sopan pada beberapa orang yang mengajaknya bicara tentang, entahlah, beberapa hal yang Eunhyuk bahkan sudah lupa.

Tak ada pilihan lain. Eunhyuk menoleh pada Chaerin yang masih berdiri di sampingnya. “Maaf, bisa aku pulang lebih awal?”

“Ah, ya. Maaf sudah merepotkanmu. Apa perlu kupanggilkan taksi?” tanya Chaerin. Gadis itu membaca perubahan emosi pada diri Eunhyuk namun tak sanggup untuk bertanya.

Eunhyuk mengangguk. “Ya, tolong panggilkan taksi sementara aku menjemput seseorang dari sini.”

Sebelum Chaerin sempat bertanya tentang seseorang yang diucapkan Eunhyuk, lelaki itu sudah melesat menjauh. Chaerin memandang punggung Eunhyuk, memerhatikan arah lelaki itu saat melangkahkan kakinya. Ia bisa melihat Eunhyuk berhenti di depan Daehyun dan Jiyoo.

Chaerin mengerjap, nyaris meyakini bahwa orang yang dimaksud Eunhyuk tadi adalah Daehyun.

Tapi tidak. Eunhyuk hanya menatap Daehyun sekilas, jika Chaerin boleh menyimpulkan, dengan tatapan marah. Detik berikutnya ia melihat Eunhyuk meraih tangan Jiyoo, menarik tubuh gadis itu agar berada di dekatnya. Chaerin tak sempat menyimpulkan apa pun. Kebingungan menyerang bersamaan dengan kepanikan yang aneh.

Karena pada detik berikutnya, Eunhyuk menggenggam tangan Jiyoo, membawanya pergi. Berdua.

Langit malam ini tidak mendung namun juga tidak cerah. Jiyoo hanya merasa malam ini sangat tenang. Mungkin jika ia tidak sedang diselimuti keterkejutan, ia akan bisa menikmati kedamaian yang nyaman malam ini.

Kecuali keberadaan kilatan amarah dari Eunhyuk yang duduk di sampingnya, seharusnya malam ini akan menjadi malam yang tenang.

Gadis itu tak mengucapkan apa pun ketika Eunhyuk meraih tangannya, menatapnya dengan emosi yang sangat terlihat. Ajaibnya, emosi itu secara kasat mata seolah membakar Jiyoo dari dalam tubuhnya. Ia tahu Eunhyuk tak suka dengan gagasan untuk mengikuti alur rumor di perusahaan. Dan ia juga sudah mengerti, berada dekat dengan Jung Daehyun sama saja menguji emosi Eunhyuk.

Tangan lelaki itu masih membungkus tangannya. Jiyoo menambahkan, dengan sangat erat. Walaupun begitu, gadis itu tak keberatan. Mungkin setelah ini tangannya akan berubah menjadi kemerahan. Bukan masalah besar.

Yang akan dipermasalahkan Jiyoo hanya berapa lama Eunhyuk menahan emosinya saat lelaki itu melihatnya dengan Daehyun?

Jiyoo terus menatap wajah Eunhyuk dari samping. Rahang lelaki itu mengeras, tampak menggertakkan gigi. Sebesar apa kemarahannya hingga Eunhyuk minta dipanggilkan taksi dan bukannya menyetir sendiri untuk pulang ke rumah?

Jiyoo tak ingin menebak-nebak. Wajar saja jika Eunhyuk kesal. Jiyoo terus membuat lelaki itu bingung dan kecewa walaupun ia sama sekali tak ingin melakukannya.

“E-eunhyuk,” Jiyoo mencoba.

Eunhyuk tak menoleh. Jiyoo sama sekali tak yakin jika Eunhyuk tak mendengarnya karena lelaki itu semakin mengatupkan bibir. Mungkin ini pertama kalinya Eunhyuk akan menyesal sudah menikahinya. Jiyoo berpikir getir.

Saat taksi mencapai rumah mereka, Eunhyuk hanya menyerahkan uang pada sopir tanpa meminta uang kembalian. Lelaki itu berjalan dengan cepat sementara Jiyoo kerepotan menyesuaikan diri dengan langkah Eunhyuk. Ia bisa saja berjalan di belakang lelaki itu, menyeret kaki dengan malas untuk menghindari luapan emosi Eunhyuk, tapi Eunhyuk masih menggenggam tangannya.

Dengat sangat erat.

“Apa yang kaulakukan dengan Daehyun?”

Setelah beberapa detik, yang herannya terasa sangat menyiksa bagi Jiyoo, keduanya berdiri di ruang makan. Eunhyuk mulai membuka mulutnya. Jiyoo tak mengharapkan pertanyaan lain selain yang baru saja dilontarkan oleh lelaki itu.

Namun meskipun begitu, Jiyoo tetap tak bisa menyiapkan jawabannya. Ia kehilangan kemampuannya untuk merangkai jawaban juga, ternyata.

“Aku bertanya padamu,” tegas Eunhyuk. Lelaki itu bersuara dengan nada rendah, nyaris menggeram. “Jawab aku!”

Jiyoo memejamkan mata, terkejut. Ia sudah menyiapkan diri mendapat teguran dan lontaran kemarahan suaminya, tapi saat lelaki itu benar-benar membentaknya, Jiyoo tetap terkejut. Ia merasakan tangannya yang gemetar.

Eunhyuk meloloskan napas yang sejak tadi ditahannya. Selama bertahun-tahun ia selalu membayangkan akan memperlakukan Jiyoo seperti seorang ratu, bukannya memberikan suara tinggi seperti ini. Lelaki itu merasa frustasi dengan amarahnya sendiri.

“Yoo, maaf,” ujarnya. Jiyoo bisa mendengar rasa lelah dari suara itu.

Genggaman tangan Eunhyuk melonggar. Jiyoo memang tahu tangannya akan terasa sangat sakit. Tapi saat tangan yang sejak tadi menggenggam tangannya dengan erat terlepas, Jiyoo justru merasa kehilangan.

“Apa… aku sudah menyakitimu?” tanya Jiyoo. Ia merasakan tatapan Eunhyuk yang penuh pertanyaan. Gadis itu menelan ludah. “Sikapku sejak kemarin sangat aneh, membuatmu bingung dan mungkin kecewa, lalu sekarang aku bersikap seperti… ini dengan Daehyun di hadapanmu. Apa aku membuatmu terluka?”

Eunhyuk meraih tangan Jiyoo lagi, merasakan tangan yang lebih kecil dari miliknya itu gemetar. “Tidak. Tidak. Kau tidak menyakitiku.”

“Aku minta maaf,” bisik Jiyoo pelan. Rasanya tak menyenangkan saat ia membuat Eunhyuk seperti ini. Jiyoo benci menyakiti lelaki itu. Dengan bodohnya ia baru menyadari hal itu sekarang. “Aku terlalu menginginkanmu, aku takut saat nanti kau tidak akan memiliki rasa seperti itu terhadapku.”

Aku takut kau tak akan lagi menginginkanku saat Chaerin masuk ke dalam hidupmu.

Aku takut kau tak akan lagi menginginkanku dan akhirnya aku akan sendirian saat aku menginginkanmu seperti sekarang.

Pikiran-pikiran tak terucapkan itu membuat Jiyoo merasakan hantaman keras di perutnya.

“Bodoh,” Eunhyuk mengangkat tangan Jiyoo ke udara, mengecup punggung tangannya dengan lembut. “Aku selalu menginginkanmu walaupun sekarang aku sudah memilikimu, aku tetap menginginkanmu. Dan akan tetap begitu.”

Jiyoo tak sanggup menerima ketulusan seperti itu hingga air matanya meluncur jatuh. “Kenapa?”

“Kenapa?” ulang Eunhyuk. “Karena kau adalah Choi Jiyoo. Kalau bukan kau, aku tidak akan mau.”

Dengan gerakan pelan Eunhyuk menghapus jejak air mata Jiyoo di pipinya. Lelaki itu menyunggingkan senyum yang menenangkan. Kedua matanya menatap wajah Jiyoo dan ia tahu bahwa tak ada yang keliru.

Eunhyuk memilih Jiyoo karena gadis itu adalah Choi Jiyoo. Begitu sederhana dan tak ada jawaban yang lebih tepat daripada itu.

Jemari Eunhyuk menyusuri tepi wajah Jiyoo, mengukirnya dengan harapan agar wajah itu terlukis selamanya dalam pikirannya. Kedua tangannya membingkai wajah Jiyoo, menariknya mendekat sebelum Eunhyuk mencium bibir gadis itu.

Ciuman itu menyenangkan; berwarna emas dan terasa manis seperti madu. Eunhyuk tak menahan diri seperti sebelumnya. Ia harus memberikan pembuktian tanpa henti untuk Jiyoo. Semua ciuman yang diberikannya pada gadis itu berisi pengakuan.

Pengakuan tentang bagaimana, sebesar apa, dan akan seperti apa perasaan yang selama ini disimpan Eunhyuk dalam-dalam.

Pengakuan itu berbalas. Jiyoo menarikan bibirnya di atas bibir Eunhyuk, membalas segala perasaan yang dimiliki Eunhyuk dengan perasaannya sendiri. Melalui sentuhan itu, Jiyoo akan mengubur segala ketakutannya.

Sapuan bibir Eunhyuk membuat Jiyoo tak bisa bernapas. Tapi anehnya ia tak keberatan. Saat ini Jiyoo bisa bernapas dengan napas yang sama dengan Eunhyuk. Berbagi ciuman berarti berbagi napas, berbagi pengakuan dan perasaan.

Tangan Jiyoo menempel di dada Eunhyuk. Jantung lelaki itu berdentum-dentum, berbeda dengan jantungnya, yang sering kali seolah berhenti berdetak. Jiyoo kembali merasakan gelenyar aneh dalam dadanya yang mengingatkannya pada ciuman pertama mereka.

Eunhyuk memutus ciuman mereka. Tanpa menatap Jiyoo, lelaki itu memberi kecupan kupu-kupu di sekitar wajah dan leher jenjang Jiyoo. “Aku selalu menginginkanmu.”

Jiyoo merasakan ledakan besar dalam dirinya tepat saat Eunhyuk menarikan jemarinya di punggung gadis itu. Akan ada sesuatu yang terjadi. Jiyoo bisa meramalkan itu namun tak berani benar-benar membayangkannya.

“Apa kau takut?” Kedua mata jernih yang bulat itu menatap jauh ke dalam diri Jiyoo. Tak ada alasan untuk tak merasakan ketakutan. Bersama dengan Eunhyuk, akan selalu ada hal yang ditakuti Jiyoo.

Jiyoo takut lelaki itu tak merasakan luapan ketamakan yang selalu dirasakannya. Bahwa gadis itu ingin menjadi satu-satunya orang yang diingat Eunhyuk secara istimewa. Bahwa Jiyoo sangat berharap untuk memiliki lelaki itu.

Sepenuhnya.

Jiyoo menggeleng yakin. Saat ia menarik napas, aroma tubuh maskulin milik Eunhyuk membuat kakinya mendadak lemas. “Aku… mencintaimu.”

Eunhyuk kembali mencium bibir Jiyoo. Tak ada perasaan yang ditahan, yang ada hanya desakan kuat dari dalam tubuhnya untuk memiliki gadis itu. Sepenuhnya.

Malam ini.

Punggung Jiyoo terasa dingin karena beradu dengan dinding. Jiyoo berpikir bahwa keadaan ini agak ironis. Kecuali punggungnya, seluruh tubuh Jiyoo terasa panas. Napas gadis itu tertahan saat Eunhyuk melumat bibirnya. Seharusnya ia tak bisa berdiri tegak karena kedua lututnya seolah tak berfungsi lagi. Namun kenyataannya, Jiyoo masih sanggup berdiri, menerima ciuman intens dari Eunhyuk dengan menopangkan tubuh pada lelaki itu.

“Aku menginginkanmu,” kalimat itu meluncur dari bibir Eunhyuk, terucap di atas bibir Jiyoo.

Jiyoo sudah tahu itu. Tubuh Jiyoo merespon dengan gelenyar aneh di pangkal pahanya. Hanya dengan kalimat dari Eunhyuk dan Jiyoo sudah begitu basah untuk lelaki itu.

Jemari Eunhyuk mengurai helaian rambut yang membingkai wajah Jiyoo. Sentuhan itu begitu ringan sekaligus begitu menyengat bagi Jiyoo. Tatapan Eunhyuk sama sekali tak terlepas darinya. Jiyoo tak tahu sebuah tatapan bisa membuatnya merasa ditelanjangi seperti saat ini.

Eunhyuk mencium leher Jiyoo, memberikan sengatan yang lebih kuat di kulit gadis itu. Tak ada gunanya menahan diri sekarang. Eunhyuk tak bisa dan tak ingin berhenti.

“E-eunhyuk,” desahan nama lelaki itu meluncur dari bibir Jiyoo. “Aku…”

Kecupan kupu-kupu di leher Jiyoo berhenti. Eunhyuk mendongak dengan malas. “Kamarmu atau kamarku?”

Jiyoo menelan ludah. Jantungnya berdentum cepat dan tak teratur. Ia sempat merasa tak yakin. Mungkin juga ia merasa takut. Detik berikutnya ia langsung merasa tolol. Apa hanya dirinya satu-satunya pengantin wanita yang pengecut seperti ini?

Pandangannya jatuh ke tangan yang digenggam Eunhyuk. Lelaki itu berjalan di depannya sambil menggenggam tangannya tanpa suara. Jiyoo menarik napas, membiarkan paru-parunya terisi oleh oksigen untuk menenangkan diri.

Kamar Eunhyuk sedikit lebih luas dari kamarnya. Jiyoo baru menyadari hal itu sekarang, saat Eunhyuk membuka pintu dan menuntunnya masuk. Dan hal lain yang disadari Jiyoo adalah kamar Eunhyuk sangat rapi. Jiyoo menolak membayangkan apa yang dipikirkan Eunhyuk saat melihat kamarnya yang jauh dari kata rapi.

“Peluk aku,” bisik Eunhyuk, tepat di telinga Jiyoo. Gadis itu tersentak dengan jarak mereka yang terlalu dekat.

Oh, jangan konyol, Choi Jiyoo. Ciuman di ruang makan tadi lebih dekat daripada ini.

Jiyoo menurut. Ia menatap wajah Eunhyuk. Lelaki itu sudah lama menunggunya, bahkan sudah cukup bersabar dengan dirinya. Jiyoo tahu Eunhyuk pantas mendapatkan ini.

Lelaki itu pantas mendapatkannya; perhatiannya, hatinya, tubuhnya.

Alih-alih memeluk, Jiyoo mencium bibir Eunhyuk. Ia bisa merasakan bibir Eunhyuk yang tersungging di atas bibirnya. Lelaki itu menyukai inisiatif beraninya.

Eunhyuk menarikan ujung jarinya di punggung Jiyoo, membelainya seduktif. Dengan perlahan ia melepaskan cardigan putih milik Jiyoo. Gadis itu memainkan jemarinya di sepanjang leher Eunhyuk hingga Eunhyuk mengeluarkan suara desisan.

Jiyoo mengenakan gaun selutut berwarna hitam dengan rambut sebahu yang terurai bebas. Dengan satu tangan, Eunhyuk melepaskan kaitan gaun yang ada di punggung Jiyoo. Ia bisa melihat gadis itu menelan ludah. Mungkin gugup, mungkin takut.

Eunhyuk tak ingin membayangkan kedua pikiran itu jadi ia hanya menatap lurus ke mata Jiyoo. “Cantik,” gumamnya.

Tubuh Jiyoo hanya terbalut pakaian dalam. Lekukan payudaranya tampak merona di bawah sinar lampu yang remang-remang. Pandangan Jiyoo masih tak fokus karena keintiman yang berlangsung hanya melalui tatapan Eunhyuk.

Eunhyuk menundukkan kepala, mengecup ringan bahu Jiyoo yang telanjang. Kulit Jiyoo terasa lembut di bibirnya. Lelaki itu dapat mencium aroma manis yang menyenangkan yang menyeruak dari tubuh Jiyoo. Eunhyuk terus mengecup gadisnya, berusaha menyentuh seluruh bagian tubuh Jiyoo dengan bibirnya. Senyuman puas terukir di wajahnya saat Jiyoo mendesah, menggumamkan namanya.

Jemari Eunhyuk membelai tubuh Jiyoo; leher, sekitar payudara yang masih terbungkus bra, hingga perutnya yang rata. Sensasi itu begitu memabukkan, menimbulkan gairah yang meledak dari tubuh Jiyoo. Untuk kesekian kalinya, ia merasa begitu basah untuk Eunhyuk.

Saat jempol Eunhyuk mencapai payudara Jiyoo, ia tahu bagian tubuh Jiyoo itu merespon sentuhannya. “Jangan… menggodaku lagi.”

Eunhyuk tersenyum miring. Bukan hanya Jiyoo yang sudah tergoda. Kejantanannya sudah begitu tegak, begitu mendamba akan selubung lembut yang tersembunyi di pangkal paha Jiyoo. Lelaki itu menarik dagu Jiyoo untuk mencium bibirnya, melampiaskan sedikit gairah yang sebenarnya sama sekali tak akan terpuaskan hanya dengan sebuah ciuman.

Ciuman itu panas dan berbahaya. Jiyoo membalas ciuman Eunhyuk dengan tak kalah panas. Sama sekali tak ada yang ditahan. Tak ada lagi benang tipis yang menghalangi ciuman mereka. Benang itu sudah terkikis, sama sekali tak tersisa.

Eunhyuk membawa Jiyoo ke ranjang. “Manfaatkan semua fasilitas yang ada.”

Jiyoo tertawa ringan. Suara tawa itu membuat Eunhyuk kembali melumat bibir Jiyoo tepat saat gadis itu berhasil mencapai ranjang. Sudah cukup banyak hal dari Jiyoo yang membuat Eunhyuk tergoda dan sebuah tawa yang jernih itu tak mempermudah penantiannya.

Tangan Eunhyuk menyelinap, mengusap lembut paha bagian dalam Jiyoo. Gadis itu merasakan sensasi aneh yang menggelitik hingga membuat punggungnya melengkung. Tepat saat Eunhyuk mencapai bagian kewanitaannya, Jiyoo mendapati diri tak dapat menatap lelaki itu lagi.

“Tatap aku,” bisik Eunhyuk. Jemarinya keluar-masuk selubung yang lembut itu dengan ritme yang teratur. Jiyoo terengah-engah hingga ia merasa sesuatu mulai mengikis benang lain dalam dirinya. “Tatap aku saat kau mencapai puncak.”

Jiyoo membuka matanya, menatap Eunhyuk dan merasa sesuatu yang meledak. Ledakan itu begitu cepat, membuatnya kembali terengah yang disusul dengan ciuman Eunhyuk di bibirnya. Lelaki itu menghunjam masuk ke dalam tubuhnya, menimbulkan rasa perih yang teramat sangat. Jiyoo mengira ia tak akan mampu menahan rasa sakit itu, namun tubuhnya seolah berkhianat.

Tubuh itu menginginkan Eunhyuk berada di dalamnya. Jiyoo menginginkan Eunhyuk berada di dalamnya. Ia menginginkan lelaki itu lebih dari apa pun.

Hunjaman itu perih sesaat sebelum akhirnya meluapkan sensasi menyenangkan bagi Jiyoo. Ia bisa merasakan Eunhyuk masih mencium bibirnya, jemari lelaki itu bergerak lembut membelai kulit Jiyoo yang basah. Setiap inchi tubuh Jiyoo bisa merasakan Eunhyuk.

Jiyoo merasakan Eunhyuk dimana-mana.

Napas Eunhyuk menyapu wajah Jiyoo. Gadis itu melihat wajah Eunhyuk dengan lebih jelas. Garis wajahnya, lekukan di rahangnya, dan jernihnya tatapan mata lelaki yang berada di atas tubuhnya ini. Konyol, namun Jiyoo tak bisa pernah merasa puas dengan segala hal tentang Eunhyuk.

Gadis itu selalu menginginkan lebih banyak Eunhyuk.

Suara desahan Eunhyuk menggema di kamar ini, terekam di kedua telinga Jiyoo. Lelaki itu bergerak teratur, mencoba melepaskan sesuatu yang tak dapat lagi ditahan.

Hingga saat Eunhyuk menarikan bibir sensualnya di antara lekukan leher Jiyoo, ia mencapai pelepasannya. Jiyoo merasakan lebih banyak Eunhyuk dalam dirinya. Lelaki itu menatap Jiyoo dengan kedua mata yang bersinar.

“Terima kasih,” bisiknya. Senyuman yang tersungging di bibir Eunhyuk membuat Jiyoo tak sanggup berkata apa pun. Jadi ia hanya mengangguk dan tersenyum kaku. Eunhyuk mengecup bahu telanjang Jiyoo yang lembut.

Eunhyuk berguling ke samping. Jiyoo juga mengubah posisinya agar bisa melihat lelaki itu dengan lebih jelas. Fakta bahwa ia tak akan pernah puas memandangi Eunhyuk sama sekali tak membuatnya terkejut.

“Menurutmu, apa yang akan dikatakan Choi Siwon?” Eunhyuk menautkan tangannya dengan tangan Jiyoo.

“Aku sangat menikmati segalanya hingga saat ini dan kau merusak segalanya dengan mengingatkanku pada Siwon oppa,” cibir Jiyoo. Ia menyelipkan jemarinya di antara rambut Eunhyuk, merasakan helai-helainya yang pendek. “Kurasa dia akan berkata kita sudah dewasa dan bisa melakukan apa pun termasuk hal seperti ini.”

Eunhyuk tersenyum. “Hal seperti apa?” Lelaki itu membelai daerah sekitar payudara Jiyoo, memberikan rangsangan yang kembali membuat puncak payudaranya mengeras. “Seperti ini?”

“Eunhyuk…” Jiyoo menarik Eunhyuk mendekat hingga kening keduanya menempel. “Kau yang berjanji pada Siwon oppa. Aku lepas tanggung jawab.”

“Ke mana perginya kerja sama dalam rumah tangga?”

Jiyoo tergelak. Suara tawa yang ringan dan pelan. “Sudahlah. Lupakan tentang itu.”

“Aku akan melakukannya,” ucap Eunhyuk. “Aku punya cara yang bagus untuk melupakan hal itu. Bahkan, aku yakin kita juga akan melupakan siapa itu Choi Siwon.”

Sebelum Jiyoo sempat berkomentar, Eunhyuk memburu bibirnya. Ia kembali merasakan aroma maskulin yang menyeruak keluar dari tubuh lelaki itu. Membahayakan. Memabukkan. Menyenangkan.

Eunhyuk kembali menghunjam masuk. Jiyoo menggenggam selimut di bawah tubuhnya. Rasa perih itu datang lagi dan secepat itu pergi. Gairah telah mengikis segala rasa sakit dan menukarkannya dengan luapan keintiman.

Dan ketika Eunhyuk bergerak dengan lebih cepat, Jiyoo kembali tersesat dalam dirinya sendiri.

The next day

Sinar matahari menyelinap melalui jendela besar di samping ranjang. Jiyoo terbangun, terkejut karena tak berada di kamarnya. Butuh sepersekian detik bagi otaknya mengulang malam panas yang dilaluinya bersama dengan Eunhyuk.

Eunhyuk.

Jiyoo menoleh ke samping, menemukan Eunhyuk yang masih tertidur di bawah selimut sebatas perut. Dada Eunhyuk naik-turun dengan teratur. Untuk sesaat, Jiyoo tergoda untuk membelai dada bidang milik Eunhyuk.

Keinginan itu menguap begitu saja saat ia menyadari tak ada sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya. Kesadaran itu membuat pipinya merona. Ia mereka-reka bagaimana ia harus bersikap di depan Eunhyuk pagi ini.

Akankah ada kecanggungan di antara mereka setelah apa yang terjadi semalam?

Jiyoo menelan ludah. Dengan cepat ia menyambar kemeja yang dikenakan Eunhyuk. Sepertinya Jiyoo harus meraih apa pun yang bisa menutupi tubuh telanjangnya.

“Bodoh,” celetuknya pelan. Tanpa suara, ia turun dari ranjang dan memutuskan untuk sekalian mandi.

Kamar mandi Eunhyuk berbeda dengan kamar mandinya. Jiyoo mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tak ada bath-tube. Hanya shower, kloset, dan cermin yang memantulkan dirinya sebatas bahu.

Perut Jiyoo terasa diremas dengan kuat. Bekas-bekas kemerahan tampak di sekitar leher hingga bahu. Eunhyuk meninggalkan tanda yang menyatakan bahwa lelaki itu sudah memilikinya.

Jiyoo menundukkan kepala dan tersenyum. Gagasan kepemilikan itu membuatnya, entah bagaimana, puas. Memutuskan untuk tak membuang waktu, ia menyalakan shower dan membiarkan air membelai seluruh tubuhnya.

Seharusnya Jiyoo sudah mengalihkan pikirannya ke hal lain namun nyatanya ia kembali memikirkan Eunhyuk.

Jiyoo memeluk tubuhnya di bawah guyuran air. Tubuh ini sudah disentuh, dijelajahi, dirasakan oleh Eunhyuk. Jiyoo mereka-reka bagian mana yang tak tersentuh lelaki itu.

Tak ada. Eunhyuk sudah mengenal tubuh Jiyoo sebaik gadis itu sendiri sekarang. Jiyoo menelan ludah dan merasakan euphoria yang sensual.

Sepertinya akan sulit melupakan segala hal tentang malam itu.

“Song Chaerin?” Donghae  nyaris memalingkan wajahnya dari jalanan kota Seoul. Kepulangannya ke Incheon yang hanya selama 3 hari membuatnya tertinggal akan banyak hal. Lelaki itu baru menatap Jiyoo saat lampu merah menghentikan laju mobilnya. “Apa yang dia lakukan?”

Jiyoo menggigit bibir. “Kau mengenalnya?”

“Jika definisi dari kata kenal yang kau tanyakan berarti aku tahu selain nama keluarga dan wajahnya, iya, aku mengenalnya. Tapi jika–“

“Kau tahu kalau dia menyukai Eunhyuk?” potong Jiyoo.

Jiyoo tahu Donghae menjadi sedikit tegang. Pertanyaan itu bukannya sudah diantisipasi olehnya, tapi Donghae sama sekali tak bisa menjawabnya seakan pertanyaan itu adalah pertanyaan tersulit di dunia. Lelaki itu menelan ludah sebelum kembali melajukan mobilnya.

“Lee Donghae,” panggil Jiyoo dengan nada rendah.

Donghae hanya mengangkat bahu. “Saat itu hanya orang bodoh dan buta yang tidak bisa melihatnya. Song Chaerin memuja Eunhyuk. Mungkin kata memuja terdengar berlebihan dan secara pribadi aku juga tak mengerti apa yang dipujanya dari seorang Lee Hyukjae, tapi memang itu yang terlihat olehku.”

“Jadi kau juga tahu kalau Song Chaerin berada di perusahaan Eunhyuk? Termasuk fakta bahwa gadis itu memiliki jabatan yang sama denganku?” Rentetan pertanyaan yang mendekati pernyataan itu membuat Donghae terdiam. “Lee Donghae!”

“Kalau kau sudah tahu, apa gunanya kau bertanya?” gumam Donghae.

Jiyoo menolak merespon sarkasme sahabatnya itu. Untuk sekali lagi, ia merasa tersesat dalam dunia Eunhyuk. Sudah cukup dengan kehadiran Song Chaerin, penyesalan abu-abu Jung Daehyun, dan sekarang ditambah Lee Donghae yang tahu segalanya.

Kenyataan bahwa semalam ia cukup merasakan Eunhyuk dalam dirinya sekarang tak lagi menjadi senjata yang ampuh.

Donghae melirik Jiyoo melalui ujung maniknya. Raut wajah Jiyoo membuatnya sedikit khawatir. Gadis itu sempat membicarakan tentang rival sebelumnya. Donghae hanya tak menduga bahwa rival yang dimaksud Jiyoo adalah Song Chaerin.

Mungkin seharusnya sejak awal Donghae menceritakan segala hal yang ia ketahui. Tentang Eunhyuk, semuanya hingga ke hal sepele sekali pun. Bagaimana pun, Jiyoo membutuhkan bantuan untuk mengenal lelaki itu. Dan dengan kesadaran penuh, Donghae tahu dirinyalah yang harus memberikan bantuan itu.

Tapi ia tak melakukannya. Hingga saat ini ia tak tahu alasannya. Ia tak pernah tahu penyebab kenapa ia tak melakukan apa pun.

“Donghae,” panggil Jiyoo.

“Hm?”

Jiyoo menghela napas perlahan. Selain masalah Song Chaerin, pikirannya juga disibukkan dengan sesuatu yang terjadi antara dirinya dan Eunhyuk. Malam panas itu, tanda kepemilikan, dan segala hal yang sudah terjadi. Seharusnya ia menyimpannya rapat-rapat, menguncinya dalam kotak kenangannya sendiri.

Tapi rasanya tak benar jika ia tak membiarkan Donghae tahu tentang ini.

“Ada apa?” tanya Donghae. Saat Jiyoo tak menjawab, Donghae tersenyum usil. “Aku mencium bau masalah. Apa yang sudah kaulakukan?”

“Kau pikir aku hanya bisa membuat masalah!?”

“Memangnya tidak?”

Jiyoo menelan ludah. “Yah… tidak sepenuhnya salah. Aku…”

Ponselnya berdering nyaring. Jantung Jiyoo mendadak meluncur menuju perut saat melihat caller ID di layar ponselnya. Takdir memang sesekali menakutkan.

Choi Siwon meneleponnya.

Makan malam bersama keluarga Choi dan petinggi perusahaan. Eunhyuk tak berhasil menemukan hal positif dari undangan itu. Apa gunanya makan malam keluarga saat dirinya tak dikenal sebagai suami Choi Jiyoo?

Kesepakatan telah dibuat. Tak ada satu pun dari anggota keluarga Choi yang tahu tentang Eunhyuk. Tentu saja kecuali Choi Siwon.

Tak ada yang bisa dilakukan Eunhyuk selain meredam emosinya. Ia tak ingin membuat Jiyoo mengetahui bahwa ada secercah ketidakrelaan yang dirasakannya. Untuk saat ini Eunhyuk hanya ingin membiarkan Jiyoo-nya menjadi Choi Jiyoo.

Eunhyuk memerhatikan Jiyoo yang menjadi pusat perhatian di hall sebuah hotel milik Choi Siwon. Istrinya dikelilingi banyak orang, dihujani perhatian dan tatapan memuja. Eunhyuk tak bisa menahan diri untuk tak tersenyum.

Gadis yang sedang menjadi bintang di sini adalah miliknya.

Rona merah di kedua pipi Jiyoo mengingatkan Eunhyuk pada beberapa bagian tubuh Jiyoo yang juga dapat merona. Hanya dengan memikirkan hal itu sudah dapat membuat Eunhyuk dipenuhi gairah. Ia akan sangat senang jika malam ini Jiyoo bisa menghabiskan waktu di kamarnya.

“Dia cantik.” Suara itu sangat dikenal Eunhyuk. Choi Siwon berdiri di sampingnya, memegang sebuah gelas berisi wine. Cara lelaki itu memegang gelas mengingatkan Eunhyuk pada keluarga kerajaan atau bangsawan Eropa. Eunhyuk menahan dengusannya. “Aku tidak percaya Jiyoo bersedia datang ke sini.”

Eunhyuk tersenyum miring, nyaris mengejek. “Dia menghormatimu sebagai bagian dari keluarga ayahnya.”  Memangnya kenapa lagi gadisku akan ke sini? Karena pesonamu? Yang benar saja.

Eunhyuk menyimpan jawaban tambahan itu dalam benaknya sendiri.

“Dan kau, apa yang kaulakukan di sini? Aku yakin kau tidak cukup memiliki rasa hormat padaku yang merupakan bagian dari keluarga Choi,” tembak Siwon. Tepat sasaran.

“Aku hanya tidak ingin istriku pulang sendiri.” Tatapan Eunhyuk kembali beralih pada Jiyoo. Gadis itu sedang tertawa saat lawan bicaranya mengatakan sesuatu. Jika ingin egois, Eunhyuk menginginkan tawa yang lembut itu hanya menjadi miliknya. Namun ia tahu saat ini Jiyoo tak hanya menjadi miliknya.

Oh, betapa ia benci harus membagi gadisnya dengan orang lain, beberapa orang lain untuk malam ini.

“Dan kau tidak keberatan tidak menjadi suami Jiyoo untuk malam ini?”

Eunhyuk mengepalkan tangannya dalam saku jas. Choi Siwon ini pasti sedang berusaha menekan atau menguji atau melakukan sesuatu agar ia meninggalkan ruangan ini secepatnya. Eunhyuk tersenyum. “Malam ini hanya satu malam dari malam-malam lain milikku sebagai suami Jiyoo. Kenapa kau peduli?”

“Harus kuakui, kau adalah laki-laki yang paling cocok dengan Jiyoo. Setidaknya untuk saat ini,” ucap Siwon sambil meneguk wine merahnya. “Kau bahkan masih mematuhi persyaratan bodohku.”

Nah. Ini dia masalahnya. Eunhyuk merutuk dalam hati. Tak ada persyaratan apa pun yang dipatuhi Eunhyuk. Setidaknya hingga tadi malam.

“Ada yang perlu kuluruskan.” Eunhyuk mendongak, menatap Siwon tanpa kepanikan yang semestinya dirasakannya. “Aku tidak benar-benar menjadi saudara iparmu yang patuh.”

Siwon tak tampak terkejut. Atau, Eunhyuk beranggapan, lelaki itu bisa mengatur ekspresi wajahnya dengan baik.

“Sudah kuduga.”

Eunhyuk mengerjap, terkejut. Kemampuan Siwon dalam mengendalikan raut wajah mendadak membuat Eunhyuk iri. “Apa kaubilang?”

“Jangan bodoh. Justru aneh kalau kau bisa menahannya sehari lagi,” ujar Siwon. “Lumayan. Rekormu dua minggu ya?”

“Rekor?” ulang Eunhyuk. Ia pasti tampak bodoh karena selalu membeo, mengulang ucapan Choi Siwon. Tapi apa boleh buat? Ia memang terlalu terkejut. “Jadi kenapa kau mempersulitku?”

Siwon mengangkat bahu. “Hanya mengujimu. Dan pastikan kau tetap menjaganya.” Lelaki itu menunjuk ke tengah ruangan tempat Jiyoo masih berdiri dikelilingi banyak orang. “Tapi sepertinya malam ini Jiyoo tidak memerlukanmu.”

“Belum,” ralat Eunhyuk. Ia menyunggingkan senyuman miring. Sepertinya untuk kali ini ia bisa sependapat dengan Siwon. Terutama di bagian menahan diri akan Choi Jiyoo. Untuk sesaat tadi, ia membayangkan kemungkinan bahwa ia dan Siwon bisa berteman.

“Dan kalau kau tidak keberatan,” sambung Siwon. Eunhyuk menemukan dirinya merasa tak nyaman secara tiba-tiba. “Sebentar lagi ada pesta tertutup bagi keluarga kami, jadi…”

Eunhyuk merutuk dalam hati. Tidak, ia tak akan pernah bisa sependapat dengan orang ini. Siwon tak akan pernah bisa menjadi temannya.

Musik mengalun dengan pelan, menggema di seluruh sudut ruangan pesta. Jiyoo tersenyum pada semua orang. Mungkin konyol, tapi ia luar biasa puas saat mengetahui ada banyak orang yang menyambutnya seperti ini. Sekarang ada banyak Choi yang ia kenal.

Keluarga ayahnya termasuk keluarga besar. Beberapa sepupu jauhnya yang lain tak berada di sini karena tersebar di benua lain sementara, menurut Jiyoo, orang-orang yang berada di sini sudah sanggup membuatnya kesulitan untuk mengingat nama mereka.

“Dansa?” Jiyoo berbalik dan tersenyum saat melihat Siwon menawarkan tangan ke arahnya.

Jiyoo mengangguk sambil meletakkan tangan di bahu lelaki itu. “Aku tahu ini bukan pesta perusahaan. Oppa menyiapkan ini untukku, kan?”

“Apa aku terlalu mudah dibaca?” Siwon tertawa. Saat lagu mencapai klimaks, ia memutar tubuh Jiyoo sebelum menariknya kembali mendekat.

“Tidak juga. Sepertinya beberapa lawan bicaraku tadi tidak mendengar pesan Choi Siwon dengan baik,” jawab Jiyoo santai. Kemudian ia menyapukan pandangannya ke sekeliling ruangan. “Eunhyuk?”

Siwon mengedikkan bahu. “Di luar.”

“Apa?”

“Jangan marah. Kurasa aku membuatnya agar memberimu waktu bersama keluarga ayahmu di sini.” Sekali lagi Siwon memutar tubuh Jiyoo. “Dia laki-laki yang lumayan.”

Jiyoo tersenyum kecut. “Kalau Oppa mengenalnya, dia jauh lebih baik dari lumayan.”

“Aku tahu. Dia yang terbaik, kan?” Siwon tertawa. “Bilang padanya tiket bulan madu kalian bisa digunakan kapan saja mengingat tak ada lagi hal yang tak bisa kalian lakukan.”

Jadi Siwon sudah tahu. Tapi tatapan Siwon sama sekali tak menyiratkan kemarahan. Jiyoo berdeham. Ruangan dansa ini hanya dihiasi lampu dengan cahaya remang dan Jiyoo berharap cahaya itu mampu menyamarkan rona kemerahan di kedua pipinya.

Siwon tersenyum hangat. “Tapi kuharap kalian tidak terburu-buru untuk memberitahukan pernikahan pada keluarga ini.” Lelaki itu melihat Jiyoo menggigit bibir dan tampak ragu. “Kau akan bertanggungjawab pada perusahaan ayahmu. Untuk mengawali langkah itu, berita tentang pernikahan bukan sesuatu yang baik.”

Mau tak mau Jiyoo memutar kembali beberapa percakapannya dengan anggota keluarga Choi. Perusahaan ini berdiri sendiri dengan kaki ayah dan kakeknya. Ucapan Siwon tadi pasti mengarah pada jabatan Eunhyuk sebagai direktur perusahaan pamannya, yang dengan kata lain, menyatukan dua kekuatan bisnis besar belum tentu dapat mendatangkan keuntungan bagi keduanya.

Jiyoo ingin membantah bahwa perusahaan itu bahkan bukan milik keluarga Eunhyuk. Oh, hal itu akan menjadi bantahan paling tak masuk akal, tapi ia tetap ingin mencoba. Tentu saja perusahaan yang sekarang dipimpin Eunhyuk memang milik keluarga Lee. Terutama setelah Eunhyuk mendapat jabatan direktur di sana.

Sebenarnya ia sendiri tak keberatan dengan permintaan Siwon untuk merahasiakan pernikahan ini sementara waktu, tapi bagaimana dengan Eunhyuk?

Mungkin Eunhyuk akan menyetujuinya. Lelaki itu cenderung selalu menyanggupi apa pun yang berkaitan dengan Jiyoo, tapi Jiyoo tak pernah tahu perasaan macam apa yang mungkin disembunyikan oleh Eunhyuk.

Dan tentu saja Jiyoo tak mau bermain tebak-tebakan mengenai hal itu.

“Oppa,” panggil Jiyoo. “Boleh… aku ke luar?”

Siwon tersenyum sembari menggiring tubuh Jiyoo menjauh dari lantai dansa. “Kau pasti bosan berdansa denganku.” Jiyoo menundukkan kepala dan menggeleng pelan. “Dia ada di balkon, kurasa.”

“Sebentar lagi ada pesta tertutup bagi keluarga kami… Cih!” Eunhyuk mendengus. Kalau memang ada pesta semacam itu, kenapa Choi Siwon pura-pura berbaik hati untuk menawarkan undangan padanya malam ini?

Tapi meski pun ia sangat sangat sangat tak menyukai secuil bagian dari Choi Siwon, Eunhyuk tak pernah benar-benar membencinya. Mungkin karena ia merasa Siwon menjadi salah satu penghubungnya dengan Jiyoo. Sama seperti Donghae, Choi Siwon menjelma menjadi seseorang yang berperan sebagai seutas tali bagi dirinya dan Jiyoo.

Itulah kelemahan yang paling membuat Eunhyuk senang. Ia tak bisa membenci apa pun, siapa pun yang berkaitan dengan Jiyoo.

“Ini tidak seperti dirimu.” Suara Jiyoo membuat Eunhyuk menoleh. Ia sempat berharap dapat berpura-pura kesal lalu memalingkan wajah dari gadis itu. Eunhyuk hanya sempat berharap tanpa bisa memerintahkan anggota tubuhnya untuk bergerak.

Fakta yang sangat memalukan adalah ia tak bisa berhenti menatap Jiyoo. Gadis itu berdiri di tepi pintu, tersenyum hangat seakan-akan Eunhyuk adalah hadiah natal terbaik yang akan dimilikinya. Eunhyuk tak pernah bisa menganalogikan seseorang dengan sesuatu, namun hari ini ia sudah melakukannya.

Parahnya, ia menganalogikan dirinya sendiri. Sebagai hadiah natal bagi Jiyoo.

“Kenapa kau sendirian di sini?” tanya Jiyoo.

Eunhyuk meringis tak suka. “Karena seseorang tak suka aku berada di sana.”

“Siwon Oppa?”

“Entahlah, mungkin bukan hanya dia yang tidak suka aku ada di sana,” jawabnya acuh. Eunhyuk menghela napas panjang sebelum mengulurkan tangannya untuk Jiyoo. Jantungnya berdentum saat gadis itu menyambut uluran tangannya. “Apa yang kau lakukan di sini?”

Jiyoo menelan ludah sekaligus berusaha menelan kegugupan tak biasa yang menyerangnya. “Mencarimu.”

“Untuk apa? Di sana ada semua hal, semua orang yang kausukai,” sahut Eunhyuk. “Ada Choi Siwon Oppa-mu, ada keluarga ayahmu, ada banyak orang yang menyukai–“

“Tapi tidak ada kau.”

Eunhyuk termenung. Sama sekali tak terlintas dalam pikirannya bahwa Jiyoo akan mengucapkan kalimat itu. “Apa kaubilang?”

“Ck, jangan buat aku mengulang ucapanku!”

“Aku serius. Aku bahkan tidak mendengar apa pun karena suaramu terlalu pelan.” Eunhyuk memandang Jiyoo dengan tatapan datar. “Ulangi.”

Jiyoo mendesah berat. Ia yakin sekali Eunhyuk sedang mempermainkannya. Dan lagipula, kenapa ia selalu menuruti ucapan lelaki itu?

Eunhyuk bilang ‘diam’, ia diam. Eunhyuk bilang ‘tidur’, ia tidur. Sekarang, Eunhyuk minta ia mengulangi ucapannya, ia sudah bersiap mengulang tanpa berniat untuk menolaknya.

“Kubilang, di sana memang ada Choi Siwon Oppa-ku, ada keluarga ayah yang menyambutku dengan baik,” sambung Jiyoo. Eunhyuk terlihat tak puas saat Jiyoo mengulang bagian itu dengan kesenangan. “Seperti yang kaubilang, ada banyak orang yang memujaku.”

Eunhyuk menyipitkan mata. Tangannya menarik tubuh Jiyoo mendekat. Ia berbisik pelan, “Bukan bagian itu.”

Kedekatan itu begitu hangat, membuat jantung Jiyoo menggelepar bagaikan kepakan sayap burung. Jiyoo berdeham, “Kubilang… kalau tidak ada kau, aku tidak akan mau.”

Eunhyuk menghujani wajah Jiyoo dengan kecupan kupu-kupu. Tubuh Jiyoo selalu menawarkan aroma manis yang menggiurkan. Eunhyuk tak bisa menahan diri untuk tak membingkai wajah itu di kedua tangannya.

Bibir Eunhyuk menyentuh bibir Jiyoo. Eunhyuk merasakan hangat dan lembutnya bibir Jiyoo di bibirnya. Dengan sentuhan ringan pun Eunhyuk tahu bahwa segala hal tentang Jiyoo memang diciptakan untuknya.

Kulitnya yang halus, rona kemerahan di tubuhnya, dan bibirnya yang penuh. Semuanya milik Eunhyuk. “Kalau bukan Choi Jiyoo, aku juga tidak akan mau.”

Kalimat itu menari di atas bibir Jiyoo. Eunhyuk pernah melakukannya dan Jiyoo tak pernah bosan dengan sensasinya. Bahkan Jiyoo tak bisa menghilangkan debaran tak karuan dari jantungnya.

“Kau cantik,” bisik Eunhyuk. Kedua matanya mengamati gaun biru laut selutut yang dihiasi renda di ujung-ujungnya. Rambut Jiyoo dibiarkan terurai jatuh melewati bahunya.

Jiyoo membelai wajah Eunhyuk. Tatapannya jatuh pada jas formal hitam dengan kemeja putih. Jiyoo mengingat setelan itu adalah pilihannya saat Eunhyuk memintanya untuk memutuskan apa yang harus dikenakannya di pesta ini. Lelaki itu pasti menyesal karena Jiyoo memiliki selera fashion yang buruk.

Tapi walaupun Eunhyuk mengenakan setelan sederhana yang buruk, Jiyoo harus mengakui bahwa lelaki itu terlihat mengagumkan.

Mungkin kali ini Jiyoo akan berterima kasih pada Siwon karena tak mengijinkan Eunhyuk untuk bergabung dalam pesta. Jiyoo pasti tak akan bisa berhenti khawatir tentang bagaimana tatapan para gadis yang tertuju pada suaminya.

Jiyoo memberikan kecupan singkat di bibir Eunhyuk, sesuatu yang mulai berani ia lakukan. “Kau sempurna.”

“Benarkah?” Eunhyuk tersenyum miring sebelum menundukkan kepala. “Ini berkat pakaian yang kau pilih, Nyonya Lee.”

Jiyoo mendengus tak suka. “Jangan menyindirku! Aku tahu penampilanmu ini adalah yang paling buruk seumur hidupmu.”

“Oh? Lucu sekali. Mau kuberitahu sesuatu yang sangat ironis?” bisik Eunhyuk. “Bagian hidupku saat ini justru adalah yang terbaik seumur hidupku. Aku punya kau yang akan selalu memilihkan pakaian yang harus kukenakan, menemaniku di sepanjang pesta yang harus kudatangi, dan aku punya kau yang harus menjadi teman hidupku selamanya.”

Sambil menekankan telapak tangan di pipi Eunhyuk, Jiyoo tersenyum kecil. “Kurasa tawaran itu tidak bisa ditolak.”

“Bahkan untuk direvisi pun tidak bisa.”

The next day

Song Chaerin menatap datar layar komputer yang masih menyala. Kadang ia akan menoleh ke arah pintu kaca yang tertutup hanya untuk mencari tahu apakah lelaki itu sedang berada di ruangannya atau tidak. Ia merasa ada sesuatu yang harus ditegaskannya sendiri.

Bahwa Eunhyuk memang dewa penolongnya yang seharusnya  peduli padanya.

Selama ini Chaerin tahu Eunhyuk akan selalu berdiri di belakangnya, membantunya dengan apa pun yang ia bisa. Eunhyuk menjadi satu-satunya dewa pribadinya. Kalau tidak, untuk apa lelaki itu susah payah mengurusi semua masalah pemakaman ayahnya?

Mungkin dulu hanya ada rasa terima kasih, sebatas hutang budi. Chaerin meyakini itu sebelum ia melihat cara Eunhyuk menarik tangan Jiyoo. Gerakannya terlihat begitu wajar dan bahkan tak ada kecanggungan antara keduanya. Chaerin tak suka. Fakta bahwa ia tak menyukai hal itu membuatnya menyadari sesuatu yang penting.

Rasa terima kasih itu perlahan bergeser, digantikan oleh rasa ingin memiliki yang teramat besar.

“Chaerin-ssi,” panggil Jiyoo. Chaerin buru-buru menoleh, mendapati Jiyoo sedang berdiri sambil memegang sebuah dokumen. “Tolong periksa data dalam komputermu dengan dokumen ini. Aku memerlukannya sebelum jam makan siang.”

Chaerin tak menyahut. Tatapannya terpaku kuat di wajah Jiyoo. Ia berusaha memahami siapa wanita ini hingga Eunhyuk bisa terlihat nyaman dengannya.

“Kau baik-baik saja?” Jiyoo menarik kursi di samping Chaerin. “Apa ada masalah?”

“Kau… siapa kau sebenarnya?”

Punggung Jiyoo menegang. Ia menelan ludah dengan susah payah. Pertanyaan itu sederhana namun mampu membuat Jiyoo mengerti maksud Chaerin. Ia merasa seperti seorang anak kecil yang tertangkap basah melakukan kesalahan.

Tapi tak ada yang salah dari Jiyoo. Tak ada yang salah dari menjadi istri Lee Hyukjae.

“Aku melihat Eunhyuk dan dirimu pulang bersama setelah upacara pemakaman ayahku. Seharusnya… seharusnya kau tidak sedekat itu dengannya,” gumam Chaerin. “Benar, kan? E-eunhyuk sudah memiliki tunangan dan itu… bukan dirimu. Bukan begitu?”

Jiyoo kembali menelan ludah. Batu dengan berat jutaan ton seolah menimpa pundaknya. Sebelum ini ia begitu ingin mengakui bahwa Eunhyuk adalah miliknya. Ia adalah satu-satunya wanita yang berhak atas Eunhyuk.

Tapi saat melihat wajah ini, Jiyoo kehilangan keyakinannya.

Rasanya seperti melihat pantulan dirinya yang penuh keputusasaan. Song Chaerin masih dalam suasana berduka. Jiyoo tak akan sanggup menambah beban lain untuknya, sekalipun beban itu berkaitan dengan sesuatu yang penting bagi dirinya sendiri.

“Apa kau sangat khawatir?” Sebagai gantinya, Jiyoo justru bertanya demikian.

Chaerin mengangguk cepat. “Rasanya… menakutkan. Aku tidak bisa membayangkan jika kau adalah orang yang sudah memiliki Eunhyuk. Maaf, aku memang seegois ini.”

Senyum Jiyoo terkembang lemah. Betapa menyenangkannya jika ia juga bisa bersikap egois. Ia begitu ingin memberitahukan seluruh dunia bahwa Eunhyuk adalah miliknya. Satu-satunya miliknya yang tak boleh terbagi.

Namun perasaan lain mendominasi hatinya dan bibirnya tak kuasa mengucapkan apa pun.

“Apa kau menyukai Eunhyuk?” tanya Chaerin. Wajah itu berbinar meski hanya sedikit. “Aku tidak akan heran jika kau juga menyukainya.”

Jiyoo meremas tangan dalam pangkuannya kuat-kuat. “Aku menyukainya… seperti pegawai wanita lain, tapi kurasa rasa sukamu lebih banyak dari siapa pun.”

“Untuk apa rasa suka yang lebih banyak jika orang itu sama sekali tak melihatnya?” Chaerin memandang pintu kaca yang masih tertutup. “Rasa sukaku itu tak terlihat. Mungkin justru sekarang dia sudah mendapatkan rasa suka yang nyata di dekatnya. Maksudku, dari tunangannya.”

Kali ini Jiyoo harus mengatur rona merah di kedua pipinya. Chaerin tak boleh menyadari bahwa Jiyoo sedang memikirkan rasa sukanya yang meletup-letup untuk Eunhyuk. Rasa suka itu tak boleh ditunjukkan pada orang lain selain Eunhyuk.

“Dia terlihat bahagia. Kurasa pertunangan itu berjalan baik,” ucap Chaerin. Jiyoo sadar walaupun Chaerin berusaha menipu dirinya sendiri untuk terlihat ikut berbahagia, kedua sorot mata Chaerin memantulkan sebaliknya.

Dan hal terparahnya adalah Jiyoo tak pernah bisa menyalahkan Chaerin untuk hal itu.

Chaerin begitu terbuka akan perasaannya hingga ia tak pernah takut orang lain bisa membaca apa yang dirasakannya. Mungkin hal itu pula yang membuat Daehyun dan Donghae tahu pasti tentang perasaan Chaerin untuk Eunhyuk. Gadis itu sangat mudah dibaca, seperti buku yang terbuka.

Jiyoo tersenyum getir. Rasanya saat melihat Chaerin, ia seperti melihat seseorang yang bertolak belakang dengannya. Jiyoo sangat tertutup, nyaris anti-sosial. Itulah sebabnya ia hanya punya Donghae dan Eunhyuk dalam masa kecilnya.

Akan sangat sulit bagi Jiyoo untuk mengungkapkan perasaannya. Jiyoo terlalu takut orang lain keliru dalam menafsirkan sesuatu yang ditunjukkannya. Mungkin jika Chaerin adalah buku yang terbuka, Jiyoo justru buku yang tertutup.

Buku yang tertutup rapat dengan plastik pembungkus yang tak bisa dibuka.

Tanpa sadar, Jiyoo mengusap cincin di jari manisnya. Seseorang berhasil membuka buku ini. Orang itu berhasil membuka plastiknya hingga membaca keseluruhan bukunya. Jiyoo tak lagi seperti buku yang tertutup bagi orang itu. Setidaknya hanya bagi orang itu.

Lee Hyukjae.

Eunhyuk menggosok-gosok hidungnya yang gatal. Sebelum merapikan jas navy-nya, ia melotot ke arah Daehyun dan Donghae. “Siapa di antara kalian yang membicarakanku?”

“Tch, pekerjaanku sudah cukup banyak.” Donghae memasukkan kembali iPhone putih yang sejak tadi dimainkannya. Ia mengedikkan bahu ke arah Daehyun. “Kau masih ingin memukul anak ini?”

“Tentu saja,” sahut Daehyun.

Eunhyuk buru-buru membalikkan badan. “Yah! Yang seharusnya ingin memukul itu aku, dan yang seharusnya dipukul itu kau, Jung Daehyun. Siapa yang menyuruhmu mendekati Jiyoo seperti malam itu!?”

Dengan sikap santai Daehyun melipat salah satu kakinya. Lelaki itu masih mengingat kedekatan yang ia perlihatkan di upacara pemakaman ayah Song Chaerin beberapa hari yang lalu. Satu-satunya yang mempermasalahkan hal itu hanya Eunhyuk dan itu membuat Daehyun semakin kesal pada temannya.

“Bodoh,” gumam Daehyun. “Kau bisa secepat itu mendatangiku dan Jiyoo tapi selama ini kau menutup mata dengan rasa suka Chaerin? Ada di mana otakmu?”

Donghae menahan tawa. “Sudah kubilang tak ada gunanya kau bersusah payah menyadarkan anak ini. Satu-satunya gadis yang ada di matanya adalah Choi Jiyoo.”

Daehyun menghela napas berat. “Sepertinya begitu.”

“Aku tidak akan berkomentar.” Eunhyuk menjatuhkan diri di sofa ruangan Daehyun. Sejak dua jam yang lalu, ia dan Donghae berkumpul di ruangan ini membicarakan Song Chaerin dan Jiyoo. Eunhyuk bahkan tak mengira pembicaraan mereka berakhir pada fakta bahwa Chaerin menyukainya.

Semua cerita itu memberikan jawaban akan sikap aneh Jiyoo belakangan hari ini.

Seharusnya ia berada di sini untuk menegur Daehyun, tapi temannya itu justru meluapkan amarahnya lebih dulu. Daehyun bahkan mengatainya sebagai lelaki paling tidak peka yang pernah tercipta di muka bumi. Tentu saja Eunhyuk akan membantahnya. Jika ia adalah lelaki paling tak peka, ia tak mungkin memiliki banyak perhatian pada Jiyoo.

Dan kemudian Donghae mematahkan bantahannya dengan berkata, “Kau menjadi terlalu peka hanya pada Choi Jiyoo.”

“Mungkin benar,” sahut Eunhyuk tanpa dosa.

Tentu saja ia harus bersikap begitu. Wanita yang menjadi istrinya saat ini adalah Choi Jiyoo dan bukannya wanita lain.

“Itulah kenapa aku membencimu, bodoh.” Donghae kembali memainkan iPhone-nya.

Eunhyuk tersenyum puas sebelum tiba-tiba teringat tujuannya memanggil Donghae ke kantornya. “Ah, aku butuh bantuanmu. Dan kau juga, Jung Daehyun.”

The next morning

“Perjalanan bisnis?” Jiyoo merengut memandang wajah Eunhyuk.

Eunhyuk menjepit lembaran kimchi dengan sumpitnya dan tersenyum. “Mm. Jepang.”

Keduanya duduk bersebelahan. Jiyoo berhasil menyiapkan menu sarapan yang bisa dikonsumsi pagi ini. Keberhasilan perdananya itu tak diiringi dengan perubahan perasaannya yang menjadi murung.

Jiyoo sudah tahu mengenai perjalanan bisnis ini kemarin. Dan walaupun ia sudah bisa menebak bahwa Eunhyuk juga akan ikut pergi, Jiyoo berharap tebakannya akan keliru. Tentu saja perjalanan bisnis memerlukan kehadiran direktur.

“Wae? Kenapa wajahmu begitu?” tanya Eunhyuk sambil mengunyah nasi.

“Tidak apa-apa.” Jiyoo meneguk air mineral dalam gelasnya. “Berapa hari?”

Eunhyuk mengerutkan kening, berusaha mengingat-ingat. “Seminggu.”

“Apa itu tidak terlalu lama? Siapa yang mengusulkan perjalanan seperti ini!?” omel Jiyoo. “Dan lagipula, kenapa direktur harus ikut?”

Eunhyuk memiringkan kepala dan menatap Jiyoo sambil tersenyum angkuh. “Kau takut kesepian tanpaku?”

“Tidak!”

“Tidak salah lagi?” Eunhyuk tertawa. Ia menenggak air dalam gelasnya hingga habis. Saat Jiyoo menuangkan air mineral lagi, Eunhyuk mengamati wajah gadis itu. “Kenapa kau tidak ikut saja denganku, Nyonya Lee? Dan anggap perjalanan ini sebagai bulan madu kita.”

Jiyoo menyipitkan mata hingga ia merasa sanggup melancarkan sinar laser ke arah Eunhyuk. “Tolong jangan mengusulkan sesuatu yang tidak mungkin, Direktur Lee.”

“Kenapa tidak mungkin?” Eunhyuk mencondongkan tubuh ke samping. Wajahnya nyaris menyentuh wajah Jiyoo. “Kita ini pasangan suami-istri, Nyonya Lee.”

Kedekatan yang tiba-tiba ini membuat jutaan kupu-kupu dalam perut Jiyoo beterbangan. Jiyoo menelan ludah. Udara di sekitarnya mendadak menipis hingga Jiyoo harus berusaha lebih keras untuk memompa oksigen masuk ke dalam paru-parunya.

“Aku…”

“Aku bisa tidak pergi,” ujar Eunhyuk sembari mengecup pipi Jiyoo dengan ringan. “Asal kau menyuruhku begitu, aku bisa melakukannya.”

Jiyoo kembali menelan ludah. Gagasan itu sungguh menarik, sungguh menggiurkan. Ia akan memilih itu jika Eunhyuk memang bisa tetap berada di dekatnya. Tapi sekali lagi, Jiyoo tak punya kekuatan untuk memaksakan kehendaknya sendiri. Jika ia melakukan itu, Eunhyuk akan dipandang sebagai pemimpin yang seenaknya.

“Tidak, terima kasih. Silakan melakukan perjalanan bisnis,” sahut Jiyoo.

“Kau yakin?”

Jiyoo mengangguk tanpa ragu. “Nikmati perjalananmu ke Jepang. Pasti menyenangkan.”

Eunhyuk mencebikkan bibir. Ia tak puas dengan respon Jiyoo. Sekali saja, ia ingin melihat Jiyoo melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri.

“Wae? Kenapa wajahmu begitu?” Jiyoo bertanya balik. Bibirnya mengembangkan senyum lebar. “Hanya seminggu, kan? Aku akan baik-baik sa–“

“Tapi aku tidak,” potong Eunhyuk cepat. “Aku tidak akan baik-baik saja di sana, jadi tidak bisakah kau melarangku untuk pergi? Di sana pasti sangat membosankan, Yoo.”

“Kalau begitu, cepat selesaikan urusan di sana dan cepatlah pulang.” Jiyoo memilih berpura-pura tak tertarik pada usulan Eunhyuk. Ia tak boleh tergoda apalagi terpengaruh. Kali ini ia harus melakukan sesuatu yang benar untuk suaminya.

Dan langkah itu dimulai dengan membuat Eunhyuk menjadi direktur yang baik di depan semua pegawai.

“Oh, kurasa tidak akan terlalu membosankan,” sahut Eunhyuk tiba-tiba. Ia melirik Jiyoo melalui sudut matanya. “Ada… Song Chaerin di sana.”

Jiyoo menoleh cepat, terlalu cepat hingga ia sadar reaksinya telah membuat Eunhyuk terhibur. “Kau menggodaku ya?”

“Ternyata kau hanya peduli pada Song Chaerin daripada suamimu sendiri.” Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepala dan berpura-pura sedih. “Tidak akan ada Song Chaerin, kalau itu yang kau khawatirkan.”

“Aku tidak…”

“Oh, tentu saja kau mengkhawatirkan itu,” ujar Eunhyuk. Ia menyibukkan diri dengan sarapannya. “Jangan khawatir. Aku hanya menginginkan Choi Jiyoo. Kalau bukan kau, aku tidak mau.”

Jiyoo berdeham, salah tingkah. Seluruh bagian tubuhnya masih belum terbiasa dengan ucapan itu. Dan Jiyoo takut ia tak akan pernah terbiasa.

“Kudengar kalian membicarakan masalah ini.” Jiyoo berusaha mengganti topik pembicaraan. Jika ia tak berusaha melakukannya, ia tak tahu apa yang akan terjadi pada jantungnya yang malang dan sepasang kakinya yang melemas. “Kau, Donghae dan Daehyun.”

Eunhyuk mengangkat sebelah alisnya. “Donghae?” Jiyoo mengangguk. “Anak bodoh itu tidak pernah bisa menjaga mulut.”

“Tidak bila di dekatku,” sahut Jiyoo bangga. Kali ini ia tak akan membiarkan sedikit pun cerita tentang Eunhyuk menguap begitun saja. Dan semua itu dimulai dari Lee Donghae. “Kau benar-benar keterlaluan.”

“Memangnya apa yang sudah kulakukan?”

“Kau sama sekali tidak menyadari perasaan Song Chaerin padahal semua orang yang mengenal kalian langsung mengetahuinya.” Jiyoo menjepit irisan daging dan mengunyahnya cepat.

Eunhyuk mengerutkan kening. “Jadi kau mau aku menyadari perasaan Chaerin?”

“Tidak, tapi,” sambung Jiyoo, “aku lebih suka kau menyadarinya dan agak… menjaga jarak dengannya.”

Mungkin sebenarnya itulah yang sangat diinginkan Jiyoo. Agar Eunhyuk menjaga jarak dengan Chaerin, sama sekali tak memberikan harapan palsu pada gadis itu. Jiyoo tak tahu, tapi ia tak ingin menyakiti Song Chaerin dengan cara apa pun.

Mungkin dengan menjauhi Charin, gadis itu akan menyerah untuk berharap pada Eunhyuk. Mungkin.

“Kau cemburu?”

“Tidak, aku…”

“Jadi kau tidak cemburu?”

“Tidak, aku hanya…”

Eunhyuk terkekeh. “Lee Jiyoo yang salah tingkah sangat menggemaskan. Boleh aku meminta kecupan selamat pagi?”

“Bagaimana kalau kecupan selamat pagi dariku saja?”

Jiyoo dan Eunhyuk menoleh bersamaan ke arah yang sama. Lee Donghae sudah berdiri di tepi pintu. Salah satu tangannya membawa tas plastik besar.

“Donghae!” seru Jiyoo. Binar kesenangannya digantikan dengan kedua matanya yang menyipit. “Bagaimana kau bisa masuk?”

Donghae mengangkat bahu tak acuh. Sambil meletakkan seluruh barang yang dibawanya, Donghae tersenyum lugu. “Pintunya tidak dikunci.”

“Mau apa kau ke sini?” Eunhyuk melirik tas plastik Donghae di atas meja. “Dan apa itu?”

“Pertama, aku datang ke sini untuk memberikan kecupan selamat pagi untukmu, persis seperti yang kau minta tadi. Ah, dan barang-barang ini, dari ibuku,” sahutnya. Donghae mengeluarkan sebutir buah apel sebelum menggigitnya. “Hadiah karena kalian sudah pindah ke sini!”

Jiyoo kembali menyipitkan mata dan memelototi Donghae. “Lalu kenapa justru kau yang makan hadiah itu?”

“Karena aku kelaparan dan aku tahu tidak ada yang bisa diharapkan dari menu sarapan yang kau buat. Aku tidak akan heran jika Eunhyuk memakan semua masakan buatanmu karena aku tahu kecenderungan Lee Hyukjae adalah bertingkah patuh pada Choi Jiyoo sementara aku sendiri masih mau hidup dengan perut yang sehat,” jelas Donghae panjang-lebar. “Jadi, aku hanya bergantung hidup pada hadiah Eomma yang diberikan untuk kalian.”

“Baiklah, cukup sudah semua keluhanmu, Lee Donghae.” Eunhyuk menyambar apel dari tangan Donghae. “Kau semakin mirip wanita tua yang suka mengomel.”

Donghae berdecak. “Apa kau bilang?”

“Usulku adalah tolong cari seorang gadis yang bersedia menahan segala keluhan dan omelanmu. Aku akan membantumu dengan doa,” sambung Jiyoo santai.

Eunhyuk tertawa nyaring. “Tidak akan ada yang mau, Yoo. Yah… mungkin kecuali dirimu.”

“Sudah cukup sambutan kalian pagi ini,” potong Donghae. Ia mengamati Eunhyuk dari ujung rambut ke ujung kaki. “Pergilah, Direktur sialan. Aku akan mengantar Jiyoo ke kampus.”

Eunhyuk mengangguk-angguk tak acuh sebelum mengecup kening Jiyoo ringan. “Kutitipkan gadis ini padamu!”

Donghae melambai seenaknya tanpa menjawab. Dengan terus menatap punggung Eunhyuk ia menghela napas panjang. Saat ini Donghae sudah mulai memikirkan untuk berhenti menjadi tukang antar-jemput Jiyoo.

“Kau benar-benar tidak mau sarapan di sini?” Pertanyaan Jiyoo membuyarkan segala hal yang sempat dilamunkannya. “Masakanku tidak seburuk itu, Lee Donghae.”

“Kau benar-benar tidak mau bersiap-siap untuk berangkat ke kampus? Karena aku tidak mau mendengar kau mengomel kalau nanti kau terlambat ke kelas–“

Jiyoo berseru panik, “Lima belas menit!”

Donghae tersenyum saat Jiyoo berlari dan menghilang di balik koridor. Gumpalan rasa itu tersangkut di tenggorokannya. Berapa kali pun ia menelan, gumpalan itu tak mau hilang. Hanya masalah waktu hingga Donghae harus tersedak mati oleh gumpalan itu.

Seperti badai yang muncul diam-diam, tak seorang pun menduga ombak besar akan datang dan bergulung menghancurkan pantai.

===============TBC================

I MISS YOOOUUU ALL~ T^T

OMG. It’s been veeeery looong looong timeee. How are yooouu?

Anw, I’d written a loooot of JiHyuk to apologize that I had made you wait this chapter. *bow* I dunno if this can be accepted as my ‘sorry’ word for you, but I hope this is good. ^-^;

Well… this is my NC. Khukhukhuu~ I’m originally can’t write NC, this is my experimental thing (?) so I wont apologize if this isn’t good enough. :p

Summary: So Choi Siwon is out already from the conflict frame. xD Song Chaerin still on her way. And here we goooo, main!

Can I ask something?

Is there anyone wanna read the last chapter of Stupid Kyupid? *except Rejumma*

If you haven’t read yet, please read the first chapter here. Thank you. ^-^

94 thoughts on “Marry Yoo! [8th Step]

  1. gak baca itu ada NC nya ._. jadi pas baca agak shock hahahahhahaha
    bahasanya sopan jadi enak di baca,dan hyuk gak keliatan yadongnya hahahahahah itu endingny mencurigakan,knapa donghaenya ,tolong jangan bilang beneran suka sama jiyoo ???? jangaaaaan ntarkasian ikannyaaaaaaaaaaa ;~~;

  2. Yeeeeeeeeee, akhirnya publis juga . *potong tumpeng bareng hyuk*

    geregetan sama siwon, rasanya pengen gigit aja. Tukang rusuh, tapi suka sama gayanya yang sok ‘cool’.

    Hueeeeee, jadi daehyun merasa bersalah toh. Hmmmm, atau memang dia suka sama chaerin.

    Nc-nya bagus, gak vulgar dan manis. Romantis. Semoga usaha bang hyuk tokcer. Hehehehehehe, #plak *ditabok siwon*

    donghaeeeeeeeee, tuh kan bener. Donghae suka sama jiyoo. Jiyoo, ayo dong tunjukin sedikit sikapmu, egois demi cinta ga papa kok. Setidaknya itu sebagai ‘bukti cinta’ dan ‘kepemilikan’.

    Hyukjae, suka deg. Apalagi waktu dia bilang ga mau yang lain kecuali choi jiyoo. Manisnya.

  3. kyaaaaa
    akhirnya marry yoo yg dinanti2 tiba juga🙂

    kya onn knpa lm sekali ‎​(¬˛ ¬ ”) #minta diinjek kekeke
    sebulan lebih kau membuat ku penasaran onn ‎​(¬˛ ¬ ”)
    apa kau tahu onn stp hari aku bka blog mu hnya untuk menguapkan rasa penasaran ku ‎​(¬˛ ¬ ”)
    dan akhirnya rasa pnasaran ku teruapkan juga d penghujung tahun 2012. tega kau onn (╥_╥) #ditendang onnie😀
    walaupun begitu aku berterimakasih kpd mu onn yg sdh menguapkan rasa penasarn ku ٩(๛ ˘ ³˘)۶♥

    onn. yah apa itu? ada adegan apa itu.? (⊙ ,⊙) #jgn di bahas
    untung aku sdah 17th onn hehe😀
    tumben onn ga d pw? hayo knp?😉

    onn d tgg lanjutannya ヽ(´▽`) ノ
    onn jgn lama2 iah #diinjek onnie

  4. goood, overall bagus shella. aku skip bagian NCnya.
    jiyoo dan eunhyuk scene nya banyak banget suka suka.
    awalnya disangka bakal konflik ama siwon kalo ketauan. ternyata tidak
    bagus banget gak ketebak.
    dan aku masih menebak konflik selanjutnya nih berhubungan ama donghae. iya kan iya kan?
    Song Chaerin masih menghantui dan Jiyoo masih gak terlalu PD kalo dibandingin ama cewek ini. kayaknya chaerin ini salah mengagumi deh, kan yang sering bantuin Daehyun.
    doaku semoga part selanjutnya tidak selama ini *amiin.

  5. mau komen darimana dulu ya?????

    mmmmm…mungkin dari partnyg selalu ditanyain … nc … bukan masalah nc nya hotbatongak sih menurutku .. tp sesuai dengan ceritanya ato gakkkk
    kali ini saya nyatakan pas … maksudnya gak usah terlalu vulgar saya juga udah paham kok … hahaha dan kayaknya juga cocoknyan ditulisnya kayak gitu .. bumbunya udah pas

    well, akhirnya dqmai juga mereka … itu yg saya suka di part ini … gak usah berantrm diem dieman terus … gak cocok

    endingnya … donghae
    saya gak mudeng maksudnya sama acara kedatangan badai itu … mengenai perasaan donghae ato apa ya??
    dulu ada vote ttg donghae saya gak komen soalnya bingung juga…. hahahaha saya kan penikmat cerita jadi pengen memaksimalkan acara menikmati cerita aja .. terserah mau digimanain konfliknya hayuuukkk ajahhh

    akhirnya keluar juga yg ke8 ini .. nungguinnya .. walopun pake email notifikasi tetep aja ngeyel jenguk blognya siapantau saya yg kelewatan

    overall saya puas sampai part ini .. semoga part part selanjutnya juga dapat memuaskan dan membahagiakan seperti kepuasan dan kebahagiaan lee hyukjae menikahi choi jiyoo … hahaha

  6. mau komen darimana dulu ya?????

    mmmmm…mungkin dari partnyg selalu ditanyain … nc … bukan masalah nc nya hotbatongak sih menurutku .. tp sesuai dengan ceritanya ato gakkkk
    kali ini saya nyatakan pas … maksudnya gak usah terlalu vulgar saya juga udah paham kok … hahaha dan kayaknya juga cocoknyan ditulisnya kayak gitu .. bumbunya udah pas

    well, akhirnya damai juga mereka … itu yg saya suka di part ini … gak usah berantrm diem dieman terus … gak cocok

    endingnya … donghae
    saya gak mudeng maksudnya sama acara kedatangan badai itu … mengenai perasaan donghae ato apa ya??
    dulu ada vote ttg donghae saya gak komen soalnya bingung juga…. hahahaha saya kan penikmat cerita jadi pengen memaksimalkan acara menikmati cerita aja .. terserah mau digimanain konfliknya hayuuukkk ajahhh

    akhirnya keluar juga yg ke8 ini .. nungguinnya .. walopun pake email notifikasi tetep aja ngeyel jenguk blognya siapa tau saya yg kelewatan

    overall saya puas sampai part ini .. semoga part part selanjutnya juga dapat memuaskan dan membahagiakan seperti kepuasan dan kebahagiaan lee hyukjae menikahi choi jiyoo … hahaha

  7. suka nc nya… gak terlalu vulgar tp dpt bgt…. kkkk… xD nice step… congratz for ur first nc… :p
    badai nya dari LDH kan?? (﹁_﹁”)
    btw, dun called me rejumma!!!” /kicks u/ (” `з´ )_,/*(>_<'!)

  8. Kyaaaah akhirnya part 8 muncuuul!!! Kkk bener bener sabaar nih eon nunggu part ini :3 daaan gak mengecewakaaan!!><
    Thanks eon udah ngepost!!
    Masih geregetan sama chaerin. Hoooh ternyata daehyun gasuka sama chaerin? Kkk
    Omo cepetan itu jihyuk punya baby yang imuuuut khukhukhu
    Itu dibagian akhir donghae kenapa? Waaa masa suka sama jiyoo? Kkkk
    Part berikutnya ditunggu eon, semangat eon, fighting!!

  9. puji Tuhan eonnie ini FF di post juga. huwaaa bisa dibilang ini kado yang eonnie kasih buat aku di ulang tahunku pas tgl 27 kemarin kkk~ gomawo eonnie :**
    NCnya emmm no comment. mau comment apa coba? entar kalau aku comment di NCnya ketauan lagi kalau aku yadong *eh
    mumumu jihyuk emang jjang!! aduh tidak ada yang menandingi keromantisan mereka kkk~ envy tauuuu. donghae ayuk kita jadi pasangan jihyuk wanna be *geret donghae*
    eon, itu song chaerin jodoin sama daehyun aja yak. udah sepet liat namanya, ganggu hubungan orang aja bisanya hiyaaaaaaat(?)
    ekhmm kayaknya ya donghae punya rasa nih sama jiyoo?? huwaaaa kagak ridho sayaa eon. aduh donghae-ya, kamu itu jodohku chagiiiii :* udah lah,eon. donghae jodohkan aja sama aku. yayayayay *ngek
    suka deh kalau jiyoo eunhyuk sama donghae kalau ngumpul, bawaannya pengen senyum teruuus. daehyun juga. hahahha
    donghae berasa anak kecil aja deh ya mentingin perut sehat kkk~ aku ngakak baca di bagian itu.
    dan terakhir, tumben disempilin eunhae moment, eon hahaha itu yang tentang kecupan selamat pagi ciyeeeee
    ditunggu lanjutannya ya eon. jiyoo eonnie jjang!! jihyuk jjang!! marry yoo jjang!! FIGHTING EONNIE!!!!

  10. Wah mereka udh melakukan MP kkk~
    aku suka bahasanya yg gk terlalu vulgar. .
    Eh kirain siwon oppa bakalan marah tpi ngga deng. .
    Aduh donghae bneran ska sama jiyoo ya

  11. \(ˆ▽ˆ)/ ƴɑɑɑƴ \(ˆ▽ˆ)/ finally!!! 8th step!!!
    Omg, so this is real? Donghae have something special for yoo?
    I hope no..😦
    NC nya manis (?) Ga trllu vulgar jd mantap lah… ㅋㅋㅋㅋ
    Lama banget nunggunya… Tp its ok lah, sllu memuaskan *_*
    Konfliknya makin mnjd, mdh2an yoo cptan hamil ㅋㅋㅋㅋ pengen liat hyukjae disibukkan dgn ngidamnya yoo. Lol
    Dan, suka banget sm kata2 hyukjae ‘kalau bukan choi jiyoo, aku tdk akan mau’ simple tp bnr2 sarat makna (´⌣`ʃƪ) ♡
    Bikin envy pasangan ini ><
    Will always waiting for the next part!! ^^
    Moga ga akan prnh ad apa2 d hati donghae buat yoo! *finger cros*😀

  12. akhirnya….setelah penantian panjang ㅠㅠ uwaaaa sukasuka!!!! nc nya ga terlalu parah untungnya wakakakak, jadi ga terlalu berfantasi kemana-mana /sigh/ dan yang paling aku suka……jihyuk moment nya buanyaaakkk. eish kangen banget jihyuk kayak gini :3 aku kira disini chaerin udah give up gitu, ternyata belum ya-_- konflik masih panjang~~~~~ ditunggu part selanjutnya kaaaaakkkkk~~~~ {}❤

  13. ahh shel ,
    Entah knpa NC qm it sweet bngt . Gag trlalu vulgar bhsa . Neomo choae . Aq jd ikt ngrasain ada kpu2 dprt qw #loh . Hahahahaha

    Ahh apa it shel ?? Mau qm bkin konflik cnta sgtga bt 3 orng it kahh ??
    Pleas deh ya abang ikan, jgn trlalu mendlm tntng prasaan mu k Yoo ya , dia shbt mu abang dia shbt mu . #ngomnggayasntron

    Over all aq sk bngt part ini . Udah nunggu lm bngt bt part ini🙂
    Tetp smangt ya bt qm shel🙂

  14. sebenernya udah baca dari smalem jam 12 hahaha tpi komen baru skrang. semalem ngantuk cyin ~~~~ anyway si daehyun itu ternyata sesuatu yah ckck ciee eunhyuk ama jiyoo begituan juga akhirnya. congratulasyen ya eunhyukiee haha eem terus yaa, si chaerin itu kayaknya emang terobsesi ama unyuk dah. elah udeh go public aja dah jihyuk kekeke btw ya knpa di akhir donghae nya mencurigakan eh? jangan blang dia suka ama yoo ? aaaaaah how can ?! omoo aku mau lanjutannya ya yoo hehehe hwaiting ! *peyukyoo

  15. finally its out!! very glad hihi🙂
    NCnya sopan kok, yaaah not bad😉
    suka bgt dehh jiyoo udah mulai agresif ke eunhyuk, cuumaa jiyoo masih tertutup ke eunhyuk. huuuw
    but overall its great! suka deh ^^
    nah i want next chapter of kyupid !
    author nin~ next part jgn lamalama yaa, ini ff yg aku tunggu bgt

  16. jdi siwon cuma menguji eunhyuk seberapa kuat menahan godaan
    Hahaha
    Ish jiyoo eunhyuk makin sweet aja
    Dan mslag chaerin jg eunhyuk untung udh tau
    Tp aku pnsaran.diakhir ini kayanya donghae penuh teka teki
    Kaya ada sesuatu yg disembunyikan

    • Kata2 terakhirnya bkin galau. . !!!!! jangan blang klu donghae udh punya rasa ma jiyoo???? ANDWAE!!!
      oh. . aq udh suka bgt ma karakter hae d sni. . pengen. dech punya temen cwok kyk hae. .
      dan song chaerin. . menurut aq itu bkan rasa yg bsa d sebut cinta. . tpi mungkin rasa obsesi untuk memiliki ssuatu *reader sotoy*
      dan kyknya daehyun yg lbih pantes buat d blang dewa pnyelamat chaerin,,smoga chaericpet sadar n ga bkin jiyoo galau akut lg. .
      dan eerrr. . utk NC. . ag bsa bnyk comment, tpi aq suka gaya bhasanya. . ga vulgar mnurut aq dan terkesan romantis*eeeaaaa*
      next part d tgu. . ^^

  17. itu endingnya apa maksudnya shel??

    gumpalan apa itu yang nyangkut di leher hae?? bukan ikan teri yang kurang halus diblender kan??? *jangan abaikan* hahahaha

    ohia…kakak masih menanti stupid kyudid itu ya hahahhaaha

  18. Kenapa kalimat yang terakhir malah nunjukin kalau Hae suka ama Yoo juga yah??
    huwaaa….
    Jangan dunt….
    hikz hikz hikz…
    rumit amat hidupnyaYoo..
    Part 9!!!
    di tunggu!!^^b

  19. aaaaaaakk~~ shelaaaa tegaaa ! baru apdeeet saya boyakbayik cari bacaan NC *eh* /dirajam/
    acun ijin tapak tilas (?) dolooo !😀
    baca dulu yaa :3

    • shelaaaaaaa amisyuuuuu~ *hug*
      ;~~~~~~~;
      since too many sweet jihyuk scenes here , apologize accepted xD
      i miss you laa~ :3

      NC-nya sperti yang diharepin !😀
      well , i don’t like NC which is too being exposed as well , smut NC is the best !😀
      aaaaaaaaa~ donge jadi gulungan ombak sekaraang ?? xD *plak*
      dooh sumpah yaaa shel , bacaan gini bahkan sampe muter kaya vidio di otak aku :3
      bahasanya ngalir dan ga sulit buat dibayangin .. shela jjang-idaaa !😀

      fave part(s) : pas di balkon !! itu yoo sma hyuk soswit bangeeet demi !! dan pembicaraan hyuk-won sll bikin cekikikan .. hyuk yg kesannya keras kepala trus sok sok cool di depan won itu bikin gemes xD
      dan won yg juga keras kepala tp sbenernya anak Tuhan yg turun dari langit (?) , yang konyolnya duaduanya tunduk sama yoo ! lol xD
      another fave scene ! pas sarapan !! the way jihyuk arguing is too cute to see :3

      rada waswas juga nih sma cara blakblakannya chaerin , but at least skrg yoo udah mulei bisa pringatin hyuk jan dket2 sama chaerin .. means yoo started to open herself up to hyuk <3333

      dan hae !! yesseuu !! hyuk mau pergi ke jepang nooh , ayooo jd pihak ketigaaa~ *kicked*
      hihi kayanya ko cuman aku yg seneng hae jd pihak ketiga yaa ? u,u
      soalnya godaan plg dket itu godaan plg besar , dan jihyuk kalo bs lwatin udh lulus tanpa syarat (?) *mulaingaco*

      fyuuh~ *tariknapas*
      maap komen gatau limit lagi😀
      next chap ditunggu bangeeeet !😀
      syemangaaaaaat~~ !!🙂
      aaaa~ stupid kyupidnyaa ditunggu jugaaa😀

      • I LOOOOOVVVEEEE UR COMMEEEENTT~ ;_____;
        Panjang, bahagia bacanya.. T^T
        Terima kasyiiihh yaa~ :*
        *maap yah, saya gak kreatip, balesnya cuma segini. xD*

  20. Hey! Shela! I love youu!
    Penantian berminggu bertahun berabad terbayar! Aaah jihyuk everywhere and i love it :3
    oh please don’t say lee donghae punya perasaan suka sama jiyoo -..-

    donghae sama chaerin ajaa😀
    ato daehyun, ah daehyun sama chaerin please, please please T-T

    ah kalo ngga chaerin sama dede zelo aja /apaini?

    Suka, bagian NC bahasanya bagus tidak senonoh(?) hahaha sopan~

    suka oh choi jiyoo❤
    thank you :*

  21. ahh! nc nc nc nc aku nya msh polos /slapped
    tetep aja dibaca ㅋ ㅋ ㅋ ㅋ

    seperti biasa, ff shela onnie selalu daebak! jjang!!!
    JiHyuk cemburu2an pun makin menambah ke-sweet-an (?) mereka
    ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ

    sekarang yg jadi pertanyaan aku, ada apa dengan Donghae? (•̯͡.•̯͡)

  22. fufufu masih gak ngerti kenapa jiyoo eonni gak bikin novel ajasiih.

    anywaaay, aku gak bisa ngebayangin adegan nc-nya. Jiyoo itu kan imejnya pure, stroberi and something sweet~ jadi adegannya gak match aja hahaha.
    kata-katanya cantik____ummm. ceritanya baguus, as alwaaays. dan ntah kenapa aku nangkepnya itu lee donghae naksir jiyoo?!! o may gosh! ooossh!

    onnie did a great job, indeed. 9thnya ditunggu sekaliii! semoga ide dan ngetiknya dan segala galanya lancar. hwaiting xD

  23. Just please..don’t make donghae like jiyoo..itu menyakitkan buat donghae.
    Kasih pasangan yang ideal buat dia..arrasoe!!??
    Shella daebak..NC nya juga ga yadong-yadong amat,masih standart..^^
    Pokoknya shella jjang,…^^

  24. AAAAAAAAAAAAA AKHIRNYA PUBLISH JG! *caps kepencet jempol*
    Wkwkwk

    Subuh2 buka2 ternyata udah nongol, omg… Aigoo tw nya udah publish dr kemaren…

    Tp yah saya puas bgt yah sm ini part… Bukan cuma karena adegan panas jihyuk tp jg emang karna jihyuk scene bnyk bgt… Dan rata2 romantis smua! Woaaah…
    Dan untuk adegan encehnya… Seneng dah gk vulgar tp ngena bgt… Hahaha

    Dan rada ngakak jg scen wonhyuk yah… Ternyata cuma ngetes unyuk doang…

    Dan sya mw protes sm yoo… Kenapa coba gk bertindak sm egoisnya ky chaerin, yoo terlalu baik /plakk

    Dan please2 donghae gk cinta sm yoo kan? Kok gelagatnyaa ……..
    Hahaha

    Part 9 nya buluaaan dan mogaaa baby yoon buluan nongol gk sabar liat yoo eomma dan hyuk appa -gk cocok klo poo appa-

    Kyaknya ini komen terpanjang eyke dah… Dan maaf yah klo komen akyu kepanjangan dan nyepam
    Hehe *byebye*

  25. akhirnyaaaaa! *nangisbahagia* udah lama nungguin lanjutannya, akhirnya publish juga🙂

    aaaa eunhyuk ama jiyoo o.0 asiiiik adegan eunhyuk-jiyoo banyak!😀
    ealah siwon oppa cuma nge-test doang ternyata -___-
    itu ada apa dengan dongek? waaa jangan2 dongek…………………..

  26. Aaaaaaaaa aku suka bgt part ini beb, jihyuk nya so sweet bgt.
    pas adegan ratednya jg pas bgt, gak over, tp dapet bgt feelnya aku suka😀
    ga sabar liat anaknya jihyuk.
    konfliknya makin seru, apalagi ditambah kata2 ambigunya donghae (?) tp aku gamau donghae suka sama jiyoo. cari cewe sana please. hahaha
    ditunggu chapter selanjutnya!😀

  27. akhirnya…jdi suami istri bneran…^©^
    aq selalu jtuh cnta ama lee hukjae di marry yoo.so sweet…bgt…ampe nc nya jga so sweet.tpi aq penasaran sma bdai yg dsbutin di akhir?donghae g akan jdi badai nya kan,eon?
    stupid kyupid aq suka eon,dtnggu lanjutanya ea…^©^

  28. akhirnya…jdi suami istri bneran…^©^
    aq selalu jtuh cnta ama lee hukjae di marry yoo.so sweet…bgt…ampe nc nya jga so sweet.tpi aq penasaran sma bdai yg dsbutin di akhir?donghae g akan jdi badai nya kan,eon?pkonya dtnggu next capt ea…
    stupid kyupid aq suka eon,dtnggu lanjutanya ea…^©^

  29. astaga shella, aq g pnh bsa brhenti muji kemanisan jihyuk moment..
    g pas mw beradegan ‘itu’ ria, g d pesta..
    astaga!
    manis dan bgtu lembut..

    ad apa dgn donghae?
    knp dy membatin kyk gtu d akhr part?
    akh, pnsaran nextnya gmn..
    ^^

  30. akhirnya poo-yoo banyAk skinship….
    *iri mode on*

    chaerin masih aja ngarep…
    dan donghae ?
    jgn bilang klo konflik bakal berasal dari fishy ikan pendek

    aktris utamanya jiyoo tp klo buat rebutan eunhae kok rasanya kagak ikhlas…
    *reader bawel*

  31. tu endingnya knpa.???
    ato jngan” ada sesuatu dngan donghae… aishhh bikin penasaran..
    jangan ama donghae dong min…
    donghae sama psangan lainnya aja..
    baca ini ampe tahan npas..ckckckckck

  32. huaaa ada nc nya hahaha
    kenapa cerita diakhir kayanya donghae keliatan suka sama jiyoo yaa??
    huaa jangaan sampe makin rumit nanti haha

  33. Hoaaaaa.. Bahagia pas cek email ada ini.
    Bntr ya saya mau senyummmmm dulu (^___^)
    Part ini manis bgt buat JiHyuk. Suka bgt yg di pesta keluarga choi. Owhhhh Lee Hyukjae kau membuatku gila.
    “Aku tdk mau kl bukan kau…”
    ♡♡♡♡♡♡♡
    2kata buat ncnya smooth+hot..😀
    Dan ternyata tuan choi siwon ini cuma ngetes. Wakakaka, poor Hyukie
    Trs si 동해 demen Jiyoo ni yaaa… Ohmaigat. Tdk bisa dibiarkan. Tp 동해 g tega juga kali ya ambil Jiyoo dr Hyukie.
    Pokoknya selalu suka kl Daehyun-Donghae ngeledekin Jihyuk..
    PUASSSSSSS BGT sama part ini.
    Oh lupa satu lagi, trnyta koment ku dibales semua ya, makasih udah dibalesin. Hehehee
    Dtunggu part selanjutnya…

  34. aq cuma bsa blang suka dgn kmanisan jihyuk moment..
    g d saat bysa, g pas nglaku.in ‘itu’..
    semuanya maniz dan lembut..
    iri, iri, iri..

    trnyata choi siwon suma ngetes..
    sialan choi siwon..

    dan apa itu d bagian terakhr..
    knp donghae membatin spt itu?
    oh, wae, wae, wae?

    pnsaran..
    dlnjut..
    ^^
    next chapter dtnggu..

  35. SHELAYOO~!! SHELAYOO~!! SHELAYOO~!! itu JiHyuk lagi ngapain? waduh, waduh, keinosenan saia ternoda (?) bwahahaha
    tapi aq suka bahasanya lembut anyep gitu *eh* bikin ngegeleser bacanya. LOLOL😄
    Jadi gitu yaaa hyuk klo marah suka.. *uhuk*.. eung… *uhuk* /ga berani ngelanjutin aaah~~~

    aq syukaaaa banyak JiHyuk moment :3333 dan om siwon disini juga udah ga semenyebalkan dari yang pas awal2 :”) gitulah om, harus mengerti dengan keinginan anak muda. wakakaka *kitikin JiHyuk*

    terus tadi aq mau ngomong apa lagi yaaa? kebiasaan nih gara2 sibuk nahan napas jadi lupa mau ngomenin yang mana aja. mohon dimaklumi (_ _) hahaha

    oh ya! itu endingnya…….. Donghae ga suka sama Jiyoo kan? nggak kan? NGGAK KAN? AYO JAWAB NGGAK? *telen genteng* waaaah klo donghae sampe suka sama Jiyoo apa arti hubungan kita selama ini Hae? u.u

    ok, skip! sebelum komennya maen telenovela (?) mending disudahi saja. fufufuf *kicked*
    chap selanjutnya ditunggu!! :* dan yang kyu juga ditunggu~~~~ :* /eh yang kyu aq udah baca belum ya? *gubrak

    *ngilang*

  36. Finally~~ keluar juga part 8.
    Hehe. Mianhae. Gag diliat dulu langsung mention aja.
    Eeehh ternyata uda kluar part 8 nya..
    Kyaaaa… Donge. Kenapa jadi ada rasa ama Yoo. Apa emang perasaan gue aja ya? Jangan dong. Kasian donge. Huhu. Biarkan dy ama wanita lain. Tambah nyesek aja de ntar..
    Seneng de daehyun uda sadar… Tapi ya itu lho. Donge nya sesuatu..

  37. Yeeeeay… Akhirnya marry you publish lg *tebar bunga* *nyalain kembang api*.
    Wow, Nc yeuh. Tp dg penjabaran dg bahasa yg sopan jd tidak trlalu vulgar dn itu lbh baik. Hyukjae sangat menggairahkan.. Kkeke. Keren.
    Dan akhirnya ci hyukjae sadar jg itu gmana perasaan chaerin k dy. Hyuk hyuk tidak peka’y dirimu dan lola’ny otak mu #plakk *ditendangjewels*
    Owh, ternyata daenghyun puny cerita yg miris y sm chaerin, pdhl it kn bkn slahx dy jg.. Chaerin sm daenghyun aja deh. Dan kau lee donghae, aigooo… Apa maksud kata2mu? Apa kau benar jatuh hati dg jiyoo?? Kyaa.. Dpt konflik baru lg nih..
    Lanjutannya jgn lama2 yah chingu..^^

  38. Aigo ,.,..
    Ad nc ny

    Slamat jiyoo anda sdah tidk perwan lgi …!!!

    Abank donge lue suka jga am jiyoo , ???

    Brtung bget jadi jiyoo ,ada suami kyk enhyuk,kk Kya siwon

  39. akhirnya yg di tunggu2 muncul jga..really really miss jihyuk couple..
    jiyoo already having baby, right??yeah, just waiting😀
    do donghae likes/loves jiyoo??omg~~ hope your ‘real’ girl coming soon oppa haha😉

    hope the next chapter coming soon..really exited

  40. alhamdulillah. . . .
    Ngk trlalu yadong banget. . .

    Trnyata siwon oppa. . . Hanya menguji kesbrn eunhyuk oppa ja. . .

    Smoga ja jiyoo ikt ma eunhyuk oppa k jepang amin. . . .

    Omo. . . . Oh my god Eonnie jgn blg donghae oppa menyukai jiyoo. . . Cukup konflik ampe d song cherin ja. . . Jgn sampai donghae menyukai jiyoo

    • woahhh…what i’ve to say, satu persatu masalah udh mulai jelas..jd sbnarnya Daehyun feels so guilty to chaerin tohh,,ahh keurokuna *nodnod*
      and Omaigod!! They did it!! they did it, finally!!😀 I think it’s the first JiHyuk’s NC….it’s really soft NC*?* gk terlalu vulgar..kereeen *tenthumbsup* hihi
      sisanya nunggu jihyuk kecil lahir *lirik saeyoon*
      Hae?? what u mean with the ‘BADAI’??? does he really has a feeling for yoo?? okey, i’m getting confused with that, sbnarnya what happened sih sm hae??
      cannot for the next chap eonni,,gidarilkkeyo😀

  41. WHAT HAPPENED WITH MY HUSBAND?? *lirikDonghae*

    eonni~
    jangan jadiin dia orang ketiga. pleaaaaassseeeee~

    seperti biasa, tulisanmu ngga ada cacat sama sekali. semuanya sempurna. simple dan aku sukaaa~
    ditunggu next partnya ^^
    HWAIGHTING ^^9

    ahh~ NC-nya bagus. berkelas. dan bahasa halus. itu memang yg aku harapin xD
    karena penulis yg berkelas tentu tahu bagaimana harus membuat hal yg tidak pantas menjadi pantas *soktau xD*

    -SEKIAN-

    HEHEHEE😄

  42. huuaaaaaa..yoo eonni,jihyuk couple,jeongmal bogoshipta~ *kasih ppoppo*

    aigoo..uri hyukie!!!
    romantis,so suiitt,ncnya ga terlalu vulgar..sukasuka

    ohh jadi daehyun ngelakuin semua tu gara2 rasa bersalah dia ke chaerin ya..
    yaa!jangan salahin hyuk*jitak bang hae+daehyun*
    salahin yoo eonni aja tu yg udah bikin hyuk cuma bisa mikirin yoo*kabur*

    bang hae mencurigakan nih,maksudnya badai tu apa?

    jihyuk jjang!yoo eonni jjang!\o/
    di tunggu next partnya~

  43. marry yoo akhirnya publish jg,..
    akhirny eunhyuk udah menandai kl jiyoo milikny,..
    good job,..
    untunglah smua k’salah pahaman bisa t’selesaikan,..
    untuk daehyun, oh jd slma ini rasa b’salahny am chaerin but jgn2 ,..
    n’ part terakhir, angin badai?
    ap hae suka am jiyoo? NO,. NO,..No
    jgn rsk p’shbatan mereka,..😥
    ok, d’tunggu next part,..
    fighting,..🙂

  44. hmmm, nc’y malah gak keliatan…
    sebenar’y eonni pengen’y jiyoo sedikit lbh egois lg, agak gemes liat’y… tp yah, kasian jg sih chaerin..
    tp chaerin akan lbh sakit hati klo tau yg sebenar’y, itu menurut eonni aja sih…

    donghae gak jatuh cinta ma jiyoo kan? entah knp feeling eonni donghae da ‘rasa’ ma jiyoo..

    d’tunggu aja next part..😀

  45. Uwow ! NC pertmanya Eunhyuk sma Jiyoo ya ?
    Eunhyuk terlalu memuja Jiyoo sih makanya berantemnya kurang seru…
    mngkin abis ini, kalo pas perjalanan dinas Chaeri sma Eunhyuk bikin scandal trus Jioo cemburu terus terus berantem psti seru…

  46. omo omo omo shela >,<
    NC nya kurang hot #plaaaakkkk
    bahasanya dewasa
    trus halussssssss banget
    gak kerasa
    sopan gitu
    aduh meleleh aku kalo digituin ama hyukjae
    trus trus itu terakhir apa ya ???
    masa iya donghae suka ama jiyoo ???
    annndddddwwwwwweeeeee
    donghae buat aku aja
    wkwkwkwkwk
    next part ditunggu🙂

  47. wohoho.. Akhirnya publish.. Bagus kok eon, NC nya ga terlalu diluar batas.. Jadi siwon udah mulai merestui nih… Makin seru aja ceritanya eon… Next chapter ditunggu.. *bow*

  48. Andweeee~ jgan Donghae!!
    Jgn nyiksa donghae~
    Kasian..jgan suka jiyoo jga jebaalll~

    Aku..aku..pngen baca stupid kyupid..udh nunggu lama..

    Mian bru komen,pdahal bcanya td malam pas mau tidur.gra2 ktduran jdinya ga smpat..udh baca tdua kali jga ini..hehe
    Suka banget sma cara eonnii nulis..mereka jdi tmbah mesra habis gtuan ya? Kkkk~
    Kirain Choi siwon bkal ngamuk..😀

    Eonni~ya,eonni ga punya fb kah??

  49. yeeeyyy….. part 8 pake nc.
    seperti biasa bahasanya mengalir makin enak di baca.

    omooo… ntu yang terakhir donghae keselek gtu????

    waiting the 9-step….
    keep writing eonn….

  50. kyaaaaaaa…suka suka suka suka suka >0.>>>suggest backsong buat next chapt Everything is beautiful – yongjaeSunhwa

    keep fight to write chingu ^^

    #sorry baru bisa comment, bru bs online nih😦

  51. Waaaahh,, makin seru eonnii!!!!!
    Joha… Kayaknya Donghae emang suka deh ama jiyoo *soktahu
    Eonni, donghaenya jangan sampe patah hati ya!!!!!
    pokoknya mah the best lah… keep writing eonni!!! ^^

  52. KYAAAAAAAAA
    suka suka suka suka sukaaa >0<
    so sweet bgt mereka…
    dan satu rahasia lagi trungkap di chapt ini… huaaa.. ternyata dae-dae….
    tapi punya firasat bakal ad masalah lagi kedepan ini…#plakkkkkk so' tau :p
    dan itu donghae…YA!!!!! kenapa dy???? aysss.. ak dari awal memangudh ada firasat hae suka Jiyoosih.. tapi belum di permasalahin bgt..tapi sekarang…huhuhuhu apa coba itu mksudnya yg di akhir???
    kanya'nya beneran suka deh… ayysss… makin ribet nih… ckckckckck

    but, yg buat aku seneng, next chapt itu JiHyuk pergi berdua… sya lalalalala~~~ # semoga beneran b'2. kaga ada pengikutnya-siwon-
    pasti makin banyak JiHyuk moment deh… ahhhh, aku sukaa.. kekekekeke

    klo boleh suggest, next chapt back song nya everything is beautiful – Younjae-Sunhwa…kekekeke

    nb:sorry baru bs comment sekarang. baru bisa OL soalnya :l

    KEEP FIGHT ^0^g

  53. Finally chapter 8 out! ξ\(´▽`)/ξ love this chapter sososososososo muchhh :* wkwkwk . Ituu ujungnya mencurigakannn .. Ada apa dg Lee Donghae ? Jngn bilang dy juga cinta sama Jiyoo yaa . No ! andwe . >< . Chapter 9 jangan lama-lama ya onnie ^^ hwaiting (ง˘▽˘)ง

  54. wahhhh…wahhh…wahh…part 8 ituuu ….
    konflik yang ditakutinnnn muncull juga…Chaerinn ditambahh Donghae!!
    tuhh kann, Donghae kann…kenapa tuhh??

    ditunggu part selanjutya yaaa eonni ^^

  55. finally, tuh part NC keluar jugaaa #plak
    disini semakin nyinggung2 masalah hati donghae, tpi trnyata malah to be continue –”
    Pagi2 caba nih NC sukses bikin gw makin males mandi, dan tetep ngelanjutin baca ><

    Di tunggu next part sel🙂

  56. And finally… Aku muncul lg… ^^
    Br brkunjung lg kesini dan mendapati 2 postingan yg layak di kunjungi. :p
    Dan akhirnya janji Hyuk ke Siwon teringkari…
    Buat Donghae, km hrs cepet2 cari pacar! *kedip2 mata ke Shela* *maksudnya???* *ngerayu* :p

  57. akhirnya stelah sibuk ujian yg mematikan sempet juga baca ff wkwk

    oooh banyak jihyuk scenenya, sukaaa banget
    trus masalah nc-nya udah pas, bahasanya juga gag vulgar
    ooooh noooo scene yg terakhir pehlis jgn buat hae punya perasaan sama jiyoo ;_;

    overall ceritanya bagus banget, gag percuma nunggu lama.
    fighting eonni: )

  58. Waaaa maap bgt baru komen mian mian mian
    Baca sekilas nc part ampun ampun ! Penasaran sih hahaha … Daehyun please… Jangan bantuin chaerin pleaaase *maksa*
    Lupain siwon sejenaklah kalo bisa gaush mikirin dia eh
    Jiyoo, hyuk kan suka nya sama choi jiyoo bukan yg lain . Ga ush takut hyuknya diambil haha!!!

  59. sheeeeeee~
    jung song itu ternyataaaaaaa, tapi pasti deh si jung ada sesuatu nya sama si song ituuu~
    aku ga ngerti kenapa kamu bisa menjabarkan part enceh yang biasanya penuh dengan pemaksaan dan segala sesuatu yang aku ga ngerti *ketauan suka baca* bisa jadi seperti ini. dibanding dengan membayangkan ke’vulgarannya’ aku malah mikir oh gini yah ngungkapin rasa sayang yang luar biasa banget. setiap sentuhan hyukjae yang semuanya memiliki arti *menurut aku yah* …….
    siwon, kamu apa apa an coba, iseng aja ngerjain pengantin baru *tendang siwon*
    di percakapan nya song ama yoo sepertinya song udah mulai mencurigai yoo atau bahkan dia udah tau?
    hyukjae, andai saja penjabaran kamu ini sesuai dengan hyukjae kita si eunhyk itu, cowo baik baik yang hebat banget….. amin *kenapa jadi doa?* wahahahaha
    okelah, sheeeeeeeee semangat ^^ *kirim donghae berpita*

  60. kalau bukan kau… aku tak mau…
    aaaaahhhhhhhh so sweet banggetsss

    Hae oppa… aku juga ga mau kalo bkn sama kamu *pLokk*

    jgn biLang Hae oppa suka sama Jiyoo.. kasian nti abang ikanku… berharap next part Hae oppa naksir cewek yar ga JombLo terusss

    Lanjuttttt^^

  61. Nc-nya beeuuh suka banget, kalimatnya sopan ga vulgar.
    Curiga dengan endingnya. Dong Hae ga ada perasaan ma Jiyoo kan? Andweee

  62. Di part ini bener” ngerasa aura hyuk jae yg yadong keluar hahah😀
    hangat, lembut… Cara dia meluapkan emosi, terasa rasa sayang hyuk jae itu sulit di ukur dia cemburu tapi dia masih memikirkan rasa sayang.a dia.. Dia masih takut untuk menyakiti wanita.a bahkan dia tidak peduli dengan rasa sakit hati di bandingkan cengkraman tangan hyuk jae.. Perih..?? Tangan atau kah hati..😥
    saranghae lee hyuk jae…
    Siwon..? Aku ngerasa sikap asli.a di sini lebih dominan sikap kyuhyun LoL.. Batas mu hanya 2 minggu wkwkwkk *tendang siwon…
    Dia kaga tau apa hyuk jae menahan.a matian😀

    saranghae eonni shela🙂

  63. ini ncnya halus bahasanya tidak terlalu pulgar dan menjijikan jadi masih enak untuk dibaca🙂
    dan itu sebelum tbc apa maksudnya? ahhh jangan bilang hae menyukain jiyoo tidakkkkkkkkk

  64. Aku gk jadi bencii sama daehyun deh,, kekekke

    Ahhh eonni aku terharuu bca nya,, hyukpa itu sempurna bgt di ff ini,, klo di dunia nyata adakah soarang aja yg kya hyukpa ??? Ommooo aku makin cinta ama hyukpa,, kkekekek

    Eonni kereeenn,, aku ♍ãů lanjut bca dulu Ɣå媪 ,, papaiii eonnni (っ˘з(˘⌣˘c)

  65. Selalu menyisakan sensasi mendebarkan disetiap akhir cerita…gelombang yang akan menghancurkan badai? Aaakkkhhh

    Poo jangan maven-macem ya di Jepang! Inget, ini perjalanan dinas!

    NC partnya sangaaattt terselubung hahaha but, I like it, ga terkesan murah dan mengumbar hehe
    Makasih, She~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s