Marry Yoo! [7th Step]

[7] The Rival

“Mulai sekarang, siapapun gadis itu, dia adalah rivalku.”

Rival, rival, rival. Satu kata itu terlihat sengaja membuat Jiyoo kesal. Kata itu terus berputar-putar seolah tak cukup mendapat perhatian dari Jiyoo. Pernyataan Chaerin benar-benar mengganggu pikirannya.

Tentu saja Jiyoo tak membenci Chaerin untuk itu. Ia mungkin sedikit-banyak merasa familiar dengan perasaan Chaerin. Eunhyuk pernah berada di posisi Chaerin sebelumnya.

Menunggu seseorang, mengingatnya, tapi tetap saja dilupakan.

Jiyoo menghela napas berat. Seluruh energinya menguap ke udara, digantikan oleh beban  tak kasat mata yang kini membebani kedua pundak mungilnya. Eunhyuk dan Chaerin jelas-jelas memiliki satu kesamaan itu. Mereka mengingat dan menunggu.

Mungkin jika bisa ditambahkan, Jiyoo tak akan menyalahkan Chaerin untuk dorongan besar dalam memiliki seseorang. Sama seperti kekuatan tak terkatakan milik Eunhyuk yang berhasil mendapatkannya sekarang.

Dorongan dan rasa posesif yang kuat itu terasa wajar.

Jiyoo nyaris merosot dari kursinya. Perlu energi lebih untuk menopang tubuhnya tetap tegak di kursi empuk ini. Tarikan napasnya lebih berat. Ia bahkan ragu paru-parunya masih bisa bekerja dengan baik.

“Aku mengajakmu makan siang bukan untuk diabaikan, Lee Jiyoo,” omel Donghae. Lelaki itu duduk di samping Jiyoo, mengaduk es kopinya dengan malas.

“Lee Donghae,” panggil Jiyoo, tetap dengan ekspresi tak fokus.

“Wae, kau mau memukulku karena aku memanggilmu begitu?” Donghae bersikap waspada. Ia mengangkat gelas kopinya ke udara. Melihat tatapan Jiyoo yang datar, lelaki itu mengernyitkan kening. “Yah, kau kenapa?”

“Apa… kau pernah berpikir kalau mungkin saja aku bukan orang yang tepat untuk laki-laki itu?”

Donghae mengerjap bingung. Perlu beberapa detik dan sedikit kesadaran untuk memahami maksud ucapan Jiyoo. “Laki-laki itu punya nama, kan?”

Eunhyuk. Jiyoo bisa saja membisikkan nama itu. Kenyataannya, lidahnya tak cukup lentur untuk mengucapkan apapun. Apapun tentang Eunhyuk.

“Coba kita lihat,” Donghae berkata sambil menyingkirkan gelasnya. “Seharusnya ciri-cirimu sekarang ini masuk dalam pre-wedding syndrome, tapi kenapa baru sekarang kau mencemaskan hal semacam ini? Konyol.” Jiyoo tak merespon. Donghae tersenyum, tak kehilangan senjata. “Dengar ya, Lee Jiyoo, sekarang bukan waktunya kau memikirkan hal seperti ini. Kau dan Eunhyuk sudah menikah, percuma saja kau menyangkal kenyataan yang satu itu.”

Ucapan Donghae memang benar. Setidaknya Jiyoo memasang setting seperti itu di kepalanya. Ia hanya ingin diyakinkan. Bahwa Eunhyuk –atau laki-laki yang disebutkan Jiyoo tadi- adalah miliknya.

Akan tetapi, raut wajah dan tatapan mata Song Chaerin tak bisa hilang dari ingatan Jiyoo.

Raut wajah itu penuh kesungguhan. Jiyoo yakin sekali Chaerin memang sudah menyimpan perasaan yang terlanjur dalam pada Eunhyuk. Dan tatapan itu, bersinar hingga terasa menyilaukan. Semua yang dimiliki Chaerin untuk Eunhyuk tersimpan sangat lama. Tak bisa disandingkan dengan segala keterbatasan dalam hubungan singkatnya bersama Eunhyuk.

“Apa yang sedang kaupikirkan?” tanya Donghae, melemparkan benak Jiyoo kembali ke bumi.

Jiyoo mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia dan Donghae tak berada di mana pun, tetap di restoran bermodel modern, menanti makan siang. Gelas kopinya basah oleh embun dingin es. Jiyoo tak lagi bersama Chaerin, tapi kepercayaan dirinya tetap tak kembali.

“Lee Donghae, apa Eunhyuk… pernah punya kekasih?” Pertanyaan itu mungkin bukan pertanyaan yang normal dilontarkan oleh Jiyoo.

Donghae menggeleng yakin. “Kurasa tidak pernah. Kau tahu persis dia hanya menunggumu. Tidak ada gadis lain yang berhasil melekat dalam pikirannya sepertimu, Choi Jiyoo.”

Tetap saja hal itu tak membuat Jiyoo lega. Mungkin ia justru semakin merasakan banyaknya persamaan yang dimiliki Eunhyuk dan Chaerin. Jiyoo benar-benar tak tertolong lagi. Keputusasaan menenggelamkannya.

“Sekarang giliranku bertanya,” sahut Donghae. “Kau kenapa?”

“Apa menurutmu aku bisa punya rival?”

Donghae mendengus kesal. “Sudah kubilang, sekarang giliranku!” Sedetik kemudian, ia termenung, memikirkan pertanyaan Jiyoo. “Rival?”

“Mm! Rival, saingan, musuh.” Jiyoo mengangguk. Kedua matanya membulat, terlalu ingin tahu.

“Mungkin saja,” jawab Donghae malas. “Lagipula kenapa kau mendadak memikirkan itu? Sekarang kau dan Eunhyuk sudah menikah, berhentilah mencemaskan hal yang tidak penting dan berusahalah mengelak dari aturan Choi Siwon.”

Jiyoo kembali mengerjap beberapa kali. Ucapan Donghae benar. Lagi.

Aturan aneh dari Siwon adalah masalah utama untuknya dan Eunhyuk. Sekarang ia justru menambahkan masalah untuk dirinya sendiri dengan terus memikirkan ucapan Song Chaerin. Jiyoo harus belajar untuk berhenti mencemaskan segala hal yang tak diperlukan.

“Aish… benar juga,” ujar Jiyoo. Dengan frustasi ia menempelkan keningnya ke meja. “Aku bisa gila~”

Donghae mendengus sambil tertawa. “Tck, kau mudah sekali dialihkan.” Lelaki itu mengacak rambut Jiyoo. “Kalian benar-benar belum melakukan apapun?”

“Kami tidur bersama.”

“Mwo? Tidur bersama!?” Memalukan. Donghae berseru hingga Jiyoo harus mengangkat kepalanya dari meja. Gadis itu harus melotot, menghentikan Donghae yang terkejut.

“Hanya tidur, Lee Donghae. Kenapa pikiranmu dangkal sekali?” Jiyoo menggelengkan kepala dengan dramatis. Menyadari tatapan Donghae yang lugu, Jiyoo mendesis, “Kau tahu, berbaring di ranjang, memejamkan mata, tidur. Tidak ada yang terjadi, berhentilah berpikir yang tidak-tidak!”

Donghae berdeham kemudian menegak es kopinya. “Ani, aku tidak berpikir begitu.” Sambil menatap Jiyoo penuh arti, Donghae bertanya, “Apa kalian benar-benar tidak melakukan… apapun?”

“Aish… YAH!” Jiyoo menggertakkan gigi. Sebenarnya ia sangat benci jika harus membahas masalah ini bersama Donghae. Rasanya lelaki itu hanya akan terus menggodanya tanpa memberikan solusi yang masuk akal.

Saat Donghae baru membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, jjajangmyeon pesanannya dan Jiyoo tiba. Lelaki itu buru-buru mengambil sumpit. Dengan cepat mencicipi makan siangnya. Jiyoo sendiri sudah kehilangan napsu makan saat melihat Donghae.

“Aku serius,” sambung Donghae, nyaris dengan suara tak jelas karena mulut yang penuh. “Kau tidak…”

“Tidak!” seru Jiyoo. “Lupakan saja pembicaraan ini. Menyebalkan.” Ia mulai menjepit jjajangmyeon dengan sumpit, memasukkannya ke dalam mulut. “Kau! Katakan padaku kapan kau akan menikah!”

Donghae terbatuk-batuk. Ia meraih es kopinya dan menatap Jiyoo dengan takjub. “Kau pasti sangat ingin melihatku mati.”

“Apa, melihatmu mati tersedak jjajangmyeon? Aku akan memberikan cara mati yang lebih terhormat untukmu,” sanggah Jiyoo. Gadis itu memandang Donghae hingga temannya merasa risih. Tiba-tiba saja Jiyoo menyahut, “Jujur saja padaku, kau… gay, kan?”

Yah! Kalau aku sedang makan dan kau mengatakan itu, aku pasti sudah di akhirat, dasar gadis kejam.” Donghae memelototi Jiyoo yang tersenyum tanpa dosa.

“Kau menyukai Eunhyuk, kan?”

Kali ini Donghae menghadiahkan sentilan keras di kening Jiyoo. Gadis itu mengaduh dan balas menatap Donghae dengan penuh dendam. Donghae berdecak, “Aigooo… sebenarnya ada apa di otakmu itu?”

“Aku hanya bertanya! Bukankah mencurigakan kalau kau tidak punya kekasih dan kau sangat memedulikan hubunganku dengan Eunhyuk? Di mana letak kesalahan hipotesaku tadi?”

“Semuanya salah, gadis konyol. Kau pasti kurang tidur sampai berhalusinasi begitu,” tandas Donghae tajam.

Jiyoo mengerucutkan bibir. Kepalanya dimiringkan hingga Donghae menatapnya, bingung. “Kalau begitu, kau menyukaiku. Iya, kan?”

Donghae berdecak tak sabar. Dengan senyum ramah, ia menekan ujung hidung Jiyoo. “Apa yang harus kulakukan padamu? Alien pasti sudah menculik dan mencuci otakmu. Kumohon, kembalilah jadi Jiyoo yang dulu!”

“Kau sangat menyebalkan. Aku bercerita semua hal padamu, termasuk kehidupan… ehm… percintaanku yang pribadi sekalipun, tapi kau sama sekali tidak mau berbagi denganku.” Jiyoo mengaduk-aduk jjajangmyeon tanpa napsu. “Teman macam apa kau ini?”

“Aish…” Donghae tersenyum simpul. “Habiskan saja makan siangmu.”

Eunhyuk menopang dagu dengan tangan kirinya. Tatapan matanya sama sekali tak fokus pada layar LED. Rapat kali ini menghancurkan rencananya untuk makan siang bersama Jiyoo. Sebaliknya, ia justru terjebak dalam ruangan ber-AC yang luas dan dipenuhi petinggi perusahaan.

Setelah rapat selesai, Eunhyuk tak kembali ke ruangannya. Ia berbelok, masuk ke dalam ruangan Jung Daehyun tanpa mengetuk. “Jika kau tidak bisa mengetuk pintu, setidaknya bersuaralah!” omel Daehyun.

“Ke mana pegawai magangmu itu?” Eunhyuk menyandarkan diri di kursi.

Daehyun tertawa pelan. “Kenapa bertanya padaku? Tanpa bertanya pun seharusnya kau tahu dia sedang makan siang.”

“Aku tahu,” sahut Eunhyuk enggan. “Dia pergi makan siang bersama Donghae, tapi kenapa belum kembali? Dia bahkan tidak memberi kabar.”

“Karena kami masih berkencan, bodoh,” suara Donghae membuat Eunhyuk memutar kepalanya. Ia melihat Donghae di tepi pintu. Tanpa Jiyoo. “Pegawaimu sudah kukembalikan. Sekarang biarkan aku di sini. Aku lelah.”

Daehyun merapikan beberapa arsip di mejanya. “Kau hanya makan siang dan kau kelelahan?”

“Coba saja kau makan siang bersamanya. Dia seperti mesin pengoceh yang tidak bisa berhenti, terus melontarkan pertanyaan, mengajakku berdebat tentang hal-hal tak masuk akal.” Donghae berpura-pura mengembuskan napas berat.

“Kau beruntung,” gumam Eunhyuk lirih.

Tatapan Daehyun menjadi sorot simpati. Tak ada seorang pun yang menduga bahwa direktur mereka sudah menikah. Hal paling mustahilnya adalah direktur itu menikahi seorang pegawai magang. Yang ditunggunya selama 12 tahun.

Mungkin seharusnya Eunhyuk membiarkan saja semua orang mengetahui hal itu. Menurut Daehyun, setidaknya tindakan itu tak akan merepotkan seperti saat ini; saat semua orang di perusahaan bekerja sambil menebak-nebak. Bahkan Daehyun mendengar beberapa pegawai wanita bertaruh apakah rumor pertunangan itu benar atau hanya pengalih perhatian dari kejadian lain yang lebih besar.

Daehyun bergidik. Semua orang di sekitarnya, yang berada di perusahaan, tampak menyeramkan.

“Jung Daehyun, lain kali kau saja yang menemani anak itu makan siang,” sahut Donghae, menyadarkan Daehyun dari ingatan tak menyenangkan di perusahaan.

“Siapa?”

“Jiyoo.” Donghae melirik Eunhyuk yang tampak tak senang. “Bagaimana pun, anak itu harus dijauhkan dari sasaran rumor di sini, kan? Jadi, jauhkan dia dari direktur ini sesering mungkin.”

Eunhyuk meninju lengan Donghae pelan. “Berhentilah jadi pengganggu!”

“Oh, setelah semua yang kulakukan dan kukorbankan, sekarang kau menganggapku sebagai pengganggu? Lee Hyukjae, aku tidak tahu kau teman yang seperti ini,” ujar Donghae, menundukkan kepala sambil memasang wajah terluka.

“Maksudku, carilah seorang gadis dan pergi yang jauh dengannya!” sanggah Eunhyuk.

Donghae membuka mulut, hendak mengatakan sesuatu saat pintu ruangan Daehyun diketuk dari luar. Daehyun mengerutkan kening. “Masuk.”

“Sunbae, ini arsip yang kau minta tadi.” Jiyoo tak tampak terkejut melihat Eunhyuk dan Donghae berada di ruangan itu. Ia hanya menyerahkan arsip dengan map hijau pada Daehyun dan membalikkan badan.

“Kau pikir kau akan pergi kemana?” tegas Eunhyuk. “Berbalik dan duduk di sini.”

Jiyoo mendesis dan nyaris menggeram. Untuk kali ini saja, kenapa lelaki itu tak membiarkan semua berjalan apa adanya? Biarkan saja Jiyoo dilupakan dari kandidat tunangan direktur atau rumor apapun yang sedang beredar di perusahaan ini.

“Wae? Aku sibuk,” ujarnya cepat.

Eunhyuk berdecak tak sabar. “Kalau tidak menurut, aku bisa memberi pengumuman secara lisan pada semua orang, Nyonya Lee.”

Dengan terpaksa Jiyoo berbalik. Ia melihat Eunhyuk tersenyum manis –terlihat seperti seringai penuh kemenangan bagi Jiyoo. “Kenapa? Aku tidak bisa di sini. Lagipula kita akan bertemu di rumah.”

“Rumah,” ulang Daehyun dan Donghae bersamaan. Keduanya tak bisa menahan diri untuk tak menggoda pasangan itu. Daehyun tersenyum miring. “Donghae, kutunggu kau di rumah.”

Donghae mengangguk penuh ekspresi romantis. “Aku akan pulang cepat.”

YA!” seru Jiyoo. Kedua pipinya merona dengan cepat. Ia bahkan tak peduli jika ia baru saja menaikkan suara pada Daehyun, atasannya. Gadis itu melirik Eunhyuk yang sama sekali tak membantu. Suaminya –Jiyoo berhasil memikirkan kata itu tanpa melumpuhkan sistem saraf apapun- terlihat menahan senyum.

Eunhyuk bangkit dari sofa, merangkul Jiyoo dengan sikap acuh. Gerakannya begitu luwes hingga tampak wajar. “Aku akan pulang bersamamu hari ini. Kau senang, kan?”

“Senang? Sangat senang,” ujar Jiyoo. Rahangnya terkatup rapat. “Asal. Kau. Melepaskan. Tanganmu. Direktur. Sinting.”

“Kalau aku sinting, kau pasti gila karena sudah menikahi orang sinting,” sahut Eunhyuk santai. Ia sama sekali tak menurunkan lengannya di pundak Jiyoo. Kedua matanya menyapu dinding kaca yang tertutup tirai. “Tidak ada yang melihat kita.”

“Lee Hyukjae.”

Eunhyuk tersenyum puas. “Ya, Lee Jiyoo?”

“Aku serius, berhentilah bercanda,” gumam Jiyoo. Ia bahkan berusaha menurunkan lengan Eunhyuk dengan tangannya sendiri.

Donghae berdecak nyaring sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ia berkata dengan nada rendah, seolah prihatin. “Tck, pasangan gila dan sinting. Jiyoo, jangan terlalu khawatir. Kekhawatiran yang berlebihan justru bisa membuka rahasiamu. Terbuka dengan jelas, tanpa penghalang.”

“Diamlah, Lee Donghae!” Jiyoo menggeram.

Daehyun menyela dengan suara tawa ringan. “Hentikan pertengkaran kalian dan cepat keluar dari sini. Satu per satu.” Lelaki itu menunjuk Eunhyuk dan Donghae. “Kalian berdua lebih dulu. Dan, Hyuk, lepaskan tanganmu sebelum pegawaiku mengamuk.”

“Semua orang boleh memiliki Jiyoo. Mesin pengoceh milik Donghae dan sekarang pegawai milik Daehyun,” gerutu Eunhyuk. “Choi Jiyoo, apa kau tidak merasa bersalah pada suamimu?”

Dengan tatapan, yang Jiyoo yakin, datar, Jiyoo memiringkan kepalanya kemudian menggeleng. “Tidak sama sekali. Sekarang kembalilah bekerja, Direktur,” ujarnya sambil melepaskan lengan Eunhyuk perlahan. “Aku akan menunggumu sampai kau pulang.”

Eunhyuk pura-pura berpikir. Agak lama. Terlalu lama hingga Jiyoo mengira lelaki itu tak akan merespon apapun. Jiyoo terkesiap saat Eunhyuk mengecup pipinya ringan. “Cukup adil. Sampai jumpa di mobil.”

Jiyoo mengerjap. Sekarang seluruh wajahnya panas walaupun hanya satu sisi yang dikecup Eunhyuk. Rasanya manis. Gadis itu terbata, “I-iya.”

2 hours later

“Chaerin-ssi, apa laporan rapat yang tadi sudah kau selesaikan?”

Eunhyuk berhenti tepat di depan meja Song Chaerin. Ini pertama kalinya ia akan meninggalkan kantor dalam keadaan tanpa beban. Semua pekerjaan harus diselesaikan hari ini juga jika ia ingin tiba di rumah dengan niat hanya bersandar pada istrinya dan tak melakukan apapun.

Seperti apapun Eunhyuk terburu-buru, ia tak sanggup mengabaikan orang-orang di dekatnya. Lelaki itu melihat Chaerin tampak murung, nyaris menangis. Sebuah ponsel tergenggam erat di tangan kanan gadis itu.

“Kau baik-baik saja?” tanya Eunhyuk.

“Aku… aku…” Chaerin terbata. Suaranya seolah tertahan, tak sanggup keluar dan ia hanya mengeluarkan isakan pelan. “Maafkan aku, Direktur.”

“Ada apa?” suara Eunhyuk melembut. Ia berbisik, salah satu caranya memberi rasa nyaman pada gadis itu.

Chaerin mengerjap, bermaksud mencegah air mata yang mengancam jatuh. Terlambat. Tetesan air mata itu mengkhianatinya. “Ayahku… meninggal dunia.”

Napas Eunhyuk tertahan. Ia tahu perasaan semacam itu. Sebongkah besar rasa duka yang dulu pernah dirasakannya kini menyumbat tenggorokan Eunhyuk. Ia tak bisa memberi respon yang benar.

“Aku minta maaf, tapi bisakah aku… pulang lebih awal?” Chaerin berusaha mengusap air matanya dengan punggung tangan, tapi tak ada gunanya. Luapan rasa sedih itu begitu kuat, mendorongnya untuk menangis lebih banyak lagi. Satu-satunya hal yang diinginkan Chaerin adalah memberitahu Eunhyuk bahwa berkat dirinya, ayahnya juga dapat bertahan hidup.

Sekarang, saat sosok ayahnya tak lagi ada, apa yang bisa ditunjukkannya pada Eunhyuk?

“Tidak.” Eunhyuk berhasil mengeluarkan suaranya meskipun dengan susah payah.

Chaerin menundukkan kepala, tak menduga akan mendapat penolakan. Bagaimana pun, ia harus segera ke rumah sakit. Ia tak bisa membiarkan adiknya mengurusi pemakaman ayah mereka sendirian. Dan ia juga tak suka membayangkan ayahnya mati tanpa ditemani putri sulungnya.

“Aku akan mengantarmu. Kau mau ke mana?” Tawaran Eunhyuk mengejutkan, bahkan untuk lelaki itu sendiri. Bibirnya seolah bergerak sendiri. Memori tentang kematian ayahnya membuat Eunhyuk tahu bahwa tindakannya ini tak keliru.

“Rumah sakit di… Gyeong-do,” ujar Chaerin dengan suara serak. “Selama koma, ayahku berada di sana.” Isakannya nyaris meledak lagi saat Eunhyuk menunjukkan kepedulian yang, sebenarnya, tak perlu. Andai lelaki itu hanya memberi ijin pulang pun, Chaerin akan tetap berterimakasih.

Lalu sekarang bagaimana lagi cara Chaerin untuk berterimakasih pada lelaki ini?

Bagaimana caranya agar ia tak semakin menyukai lelaki bernama Lee Hyukjae ini?

Eunhyuk mengangguk. Dengan sigap ia mengeluarkan kunci mobil dari dalam sakunya. “Ayo.”

Rival. Jiyoo mengulang kata itu dalam kepalanya. Rasanya kata itu tak lagi hanya sekedar menjadi sebuah kata dalam pikiran. Jiyoo bisa merasakan kata itu bangkit, hidup, dan siap menerkamnya.

Eunhyuk dan Chaerin berjalan bersama, masuk ke dalam lift, hanya berdua. Jiyoo tak bisa menebak akan ke mana atau kenapa. Tak ada satu pun pertanyaan yang terasa nyata yang sanggup dibisikkannya.

Pemandangan itu nyaris terasa seperti sesuatu yang pernah dibayangkan Jiyoo. Mungkin ia berlebihan, tapi kekhawatiran singkatnya tak pernah semenakutkan ini. Ia merasa terpinggirkan, terpojok, dan seolah ditinggalkan.

Bagaimana jika Eunhyuk, suatu saat nanti, menyadari bahwa ada seorang gadis yang mengingatnya seperti Chaerin?

Akankah Eunhyuk memberikan rasa yang sama dalam dengan yang disimpan Chaerin untuknya?

Jiyoo menelan ludah dengan susah payah. Dadanya terasa berat. Jika Donghae ada di sini, lelaki itu pasti akan memakinya dan berkata bahwa kekhawatirannya tak masuk akal. Lelaki itu pasti akan mati-matian meyakinkan Jiyoo bahwa Eunhyuk punya alasan. Pasti.

Tapi Donghae tak ada di sini dan Jiyoo sudah terlanjur tenggelam dalam rasa khawatirnya sendiri.

“Kau belum pulang?” suara jernih Daehyun membuat Jiyoo tersadar. Daehyun memandang obyek yang sama dengan Jiyoo; pintu lift yang sudah tertutup. “Kenapa?”

Jiyoo harus menggeleng. Ia harus tersenyum dan berkata ‘tidak ada apa-apa’. Namun tak ada yang terjadi. Jiyoo membeku di tempatnya. Ia bahkan tak tahu ekspresi wajah seperti apa yang sedang ditunjukkannya.

Ia berusaha, sungguh. Jiyoo berusaha untuk menipu Daehyun dan dirinya sendiri bahwa memang tak ada yang terjadi. Ia baik-baik saja dan ia siap untuk pulang. Pulang… sendirian, mungkin.

“Eunhyuk belum keluar dari ruangannya?” Daehyun menoleh, sengaja menajamkan pandangan ke arah ruangan Eunhyuk yang tertutup rapat.

Jiyoo punya beberapa pilihan untuk menjawab pertanyaan Daehyun itu. ‘Tidak, Eunhyuk sedang pergi entah kemana bersama gadis yang sangat memujanya’. Atau ‘Mana mungkin Eunhyuk ada di ruangannya? Dia sedang mendalami perasaan seorang gadis pemujanya. Aku akan pulang sendiri’.

Oh, Jiyoo tak tahu cara menjawab pertanyaan itu.

“Aku… akan pulang sendiri. Kurasa dia masih ada pekerjaan,” ujar Jiyoo. Separuh mengambil jawaban dari pilihan yang diciptakannya.

Daehyun mengerutkan kening. Sepertinya masih terasa luapan rasa senang Eunhyuk yang akhirnya bisa pulang ke rumah bersama Jiyoo. Gagasan bahwa sekarang Jiyoo justu akan pulang sendiri mengusik pikirannya. “Benarkah? Kukira kalian akan–“

“Pokoknya,” sela Jiyoo cepat, “aku akan pulang sendiri.”

“Aku bisa mengantarmu.” Daehyun menawarkan diri. Dengan tangan kanan, ia melonggarkan dasi merah bata yang mengikat lehernya. “Pekerjaanku sudah selesai dan aku juga mau pulang. Dan omong-omong, aku sama sekali tidak keberatan, jadi jangan menolak.”

Mungkin Daehyun tak tahu bahwa Jiyoo memang tak ingin menolak. Ia tak ingin sendirian. Setelah pemandangan yang merampas seluruh energinya itu, Jiyoo sama sekali tak ingin sendirian.

Dan ditinggalkan.

1:14 AM

Eunhyuk menggeletakkan kunci mobil di atas lemari es. Kedua matanya nyaris tak bisa terbuka sempurna. Sejak sore hingga tengah malam ia membantu mengurus pemakaman ayah Song Chaerin. Dari sana juga ia tahu bahwa gadis itu adalah teman sekolahnya. Meskipun samar-samar, sepertinya ia ingat pada Song Chaerin.

Gadis itu bahkan mengucapkan terima kasih berkali-kali dan permintaan maaf yang jumlahnya tak kalah banyak. Eunhyuk mungkin tak akan mengerti kenapa Chaerin mengulang-ulang kedua kalimat itu. Menurutnya, segala bantuan yang diberikannya terasa wajar. Ia pernah berada pada posisi Chaerin dan itu berat untuknya.

Jika untuknya saja terasa berat, ia tak bisa membayangkan bagaimana rasanya untuk gadis itu. Ah, dan adiknya. Kedua kakak-beradik itu berbeda dalam menghadapi kabar duka ini.

Chaerin lebih sentimental. Gadis itu sering kehilangan kendali dan menangis dengan sangat menyedihkan. Eunhyuk tak tahan melihatnya. Sementara adik lelakinya tampak datar, agak aneh sebenarnya. Mungkin dalam hatinya, ia lebih terpukul. Entahlah, Eunhyuk tak tahu.

Eunhyuk mengusir segala pikiran dan bayangan tentang keluarga itu. Sekarang ia harus mengurus keluarganya sendiri. Lelaki itu menghela napas berat. Ponselnya, entah sejak kapan, mati hingga ia tak bisa memberi kabar pada Jiyoo.

Satu-satunya yang terbayang adalah kekecewaan Jiyoo karena Eunhyuk tak menepati ucapannya.

Dengan langkah pelan Eunhyuk mencapai pintu kamar Jiyoo. Pintu kayu bercat putih itu tertutup. Lampunya menyala. Eunhyuk tak bisa menebak Jiyoo masih terjaga atau justru sudah tidur, jadi ia memilih untuk masuk.

Kamarnya tak dikunci. Eunhyuk disambut oleh punggung Jiyoo. “Yoo?” panggilnya pelan.

Tak ada jawaban. Mungkin Jiyoo memang sudah tidur. Siapa yang akan tetap terjaga pukul, demi Tuhan, satu dini hari?

Eunhyuk menyerah. “Selamat malam.”

Lelaki itu mematikan lampu kamar Jiyoo dan mulai melangkah ke kamarnya sendiri. Besok ia harus menjelaskan sesuatu pada Jiyoo. Ia tahu ia harus melakukannya.

Yang Eunhyuk tak tahu adalah bahwa sebenarnya Jiyoo tak memejamkan mata. Sejak Daehyun mengantarnya pulang, ia sama sekali tak memutuskan untuk tidur. Ia menunggu dan terus menunggu. Karena itulah gadis itu tak bisa tidur.

Sederhana, Jiyoo hanya menunggu suara deru mobil. Suara pintu terbuka. Suara Eunhyuk.

Lelaki itu tak akan tahu sekacau apa perasaannya sejak beberapa jam terakhir. Jiyoo menerka-nerka, nyaris berpikiran buruk, dan berusaha untuk tak memikirkan apapun. Namun ia tak bisa. Jiyoo selalu berakhir dengan memikirkan lelaki itu. Dan Song Chaerin.

Hal lain yang tak diketahui Eunhyuk adalah bahwa Jiyoo ketakutan. Ia terlalu takut hingga air matanya membasahi bantal. Ia takut Eunhyuk akan mulai melihat ada gadis lain yang seharusnya dinikahi. Dan itu bukan dirinya.

Eunhyuk tak tahu. Dan Jiyoo tak ingin membiarkan lelaki itu tahu. Hingga Eunhyuk tak akan pernah tahu.

The next day

Matahari bersinar cerah, memberikan kehangatan menyenangkan di wajah Jiyoo. Gadis itu merasakan firasat buruk, seperti badai yang selalu datang dalam keheningan. Badai besar sedang mendekat, mengendap-endap hingga Jiyoo mengira seluruh indranya mati rasa.

Rumor menyebar. Dua rumor dalam satu helaan napas. Jiyoo bergidik, ketakutan.

Jung Daehyun dan Choi Jiyoo berkencan. Beberapa pegawai melihat keduanya masuk ke mobil Daehyun dan berputar-putar di sekitar jalanan Hongdae. Pegawai yang lainnya bahkan yakin berada di restoran yang sama dengan keduanya.

Jiyoo merasa luar biasa tolol. Seharusnya jika Daehyun mengambil inisiatif untuk mengantarnya pulang, ia tak perlu menawarkan diri untuk makan malam di luar. Jiyoo baru sadar kemarin mungkin otaknya sudah lumpuh. Ia tak ingin sendirian dan Daehyun ada di sana.

Saat hatinya tak tenang –terima kasih banyak pada Lee Hyukjae, Jiyoo tak akan pernah menolak kesempatan agar tak sendirian. Kemarin sama sekali tak ada pilihan. Ia butuh teman dan Daehyun bersedia menjadi temannya.

Daehyun memberi tatapan menenangkan padanya. Sungguh, sesuatu yang tak pantas Jiyoo terima. Gadis itu hanya menunduk, menelan ludah tanpa bisa berkata apapun.

Rumor itu terlalu nyata untuk diabaikan. Jiyoo menerima banyak lirikan aneh hari ini. Seharusnya ia merasa terganggu, tapi tidak. Tak satu pun dari tatapan itu yang mampu mengusiknya. Mungkin satu-satunya perasaan yang dimilikinya adalah rasa bersalah pada Daehyun.

Dan emosi yang lebih kuat berhasil menutupi segala perasaan milik Jiyoo yang lainnya.

Tunangan Lee Hyukjae adalah Song Chaerin. Rumor itu melesat bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya. Seluruh pegawai sudah mendengar tentang hal itu. Dan tentu saja tak ada yang dinamakan mulut-mulut yang terkatup rapat.

Anak panah itu terus melesat, meninggalkan busurnya dan seakan menembus jantung Jiyoo. Ia terlalu terkejut untuk sekedar merasakan sakitnya.

Semua orang membicarakan rumor itu. Bahwa beberapa orang melihat Chaerin berada di mobil Eunhyuk. Keduanya juga terlihat di upacara pemakaman ayah Chaerin. Bahkan, tanpa memedulikan beberapa pegawai yang kebetulan juga ada di sana, Eunhyuk mengambil tempat di samping Chaerin.

“Kau… baik-baik saja?” tanya Daehyun. Suaranya bagai sayup-sayup angin di telinga Jiyoo. Sejak tadi gadis itu tenggelam dalam bayangan Eunhyuk yang berada di samping Chaerin. “Jiyoo?”

Jiyoo membasahi bibir kemudian menoleh. Senyumnya tampak dipaksakan. “Maafkan aku, sunbae. Kurasa aku sudah membuat masalah.”

“Bukan itu yang kutanyakan. Aku juga tidak peduli dengan rumor konyol itu,” sahut Daehyun, berbisik pelan di dekat telinga Jiyoo.

Keduanya berada dalam lift yang kosong –setelah berhasil menghindari tatapan penasaran dari banyak orang yang menyambut mereka. Sialnya, hari ini Jiyoo berpapasan dengan Daehyun di tempat parkir. Kehadiran Daehyun dan Jiyoo yang bersama-sama membuat rasa penasaran sampai di tingkat tertinggi.

 “Maksudku,” sambung Daehyun, “tentang… Eunhyuk. Apa kau baik-baik saja? Kalian bisa membuat klarifikasi secepatnya agar rumor-rumor ini–“

“Aku baik-baik saja,” potong Jiyoo cepat. Ia sungguh tak tahu apa yang dirasakannya saat ini, tapi yang terpenting adalah membuat orang lain berhenti mengkhawatirkannya. “Rumor itu… akan hilang secepat datangnya. Jangan khawatir.”

Daehyun mengerutkan kening. Dengan sudut matanya, ia melihat sosok Jiyoo dari samping. Gadis itu tak tampak baik-baik saja, sebenarnya. Daehyun tahu itu. Ia hanya tak sanggup membayangkan perasaan macam apa yang sedang bercokol dalam hati Jiyoo.

“Apa kau pikir Eunhyuk tahu soal ini?” tanya Daehyun lagi.

Jiyoo menggeleng. “Entahlah.” Ia tak tahu, benar-benar tak tahu. Tak ada hal yang bisa dibicarakannya dengan Eunhyuk pagi ini. Gadis itu sengaja berangkat lebih awal, seorang diri untuk menghindari Eunhyuk.

 Jiyoo kehilangan minat untuk mencari tahu apapun dari lelaki itu. Mungkin ia juga hanya tak ingin mendengar penjelasan yang tak perlu.

“Kalian bertengkar?”

Mungkin. Jiyoo menggigit bibir. Tapi hanya dirinya yang marah, yang dipenuhi rasa tak suka dan tak puas pada keadaan ini. Apakah itu masih bisa dikategorikan sebagai pertengkaran?

“Kurasa kau marah karena kemarin Eunhyuk pulang bersama Chaerin,” tebak Daehyun hati-hati. Ia mencoba membaca sorot mata Jiyoo. Tebakannya memang tak salah. “Karena itu kau minta ditemani makan malam, kan?”

Jiyoo melipat tangan di dada dan berdeham ringan. “Sunbae sendiri bilang kalau sunbae belum makan, kan? Jadi tidak sepenuhnya salahku.”

“Geurae, aku mengakui itu,” ujar Daehyun sambil mengangguk-angguk tenang. “Ah, panggil saja aku dengan nyaman, seperti kau memanggil Donghae atau Eunhyuk. Dengan begitu kau tidak perlu ragu jika kau membutuhkan teman selain Lee Donghae.”

Tawaran yang bagus. Memiliki satu teman lagi sama sekali bukan hal yang buruk. Jiyoo akan membiarkan Lee Donghae itu memiliki kehidupan percintaan yang layak. Harapan itu tak akan pernah terwujud jika gadis sepertinya selalu berada di dekat Donghae.

“Baiklah, Jung Daehyun,” sahut Jiyoo. Bibirnya melengkungkan senyuman. “Jangan sampai kau menyesali keinginanmu itu, eo!?”

Daehyun tertawa dan mengangguk setuju. Tak akan ada yang disesalinya. Eunhyuk pernah berkata bahwa gadis ini selalu bisa menarik orang lain mendekat, memasuki lingkaran hidupnya yang sederhana dan memikat.

Jiyoo memiliki kepribadian yang menarik; tertutup tapi mengundang orang luar untuk masuk dan mengenalnya. Alih-alih menarik gadis itu ke luar zona kepribadiannya, orang lain seperti Daehyun justru lebih tertarik untuk memahami Jiyoo dari dalam.

Mungkin perlahan-lahan ia akan mengerti apa arti Choi Jiyoo untuk Lee Hyukjae dan Lee Donghae.

“Kau pergi bersama Daehyun?”

Eunhyuk bersandar di tepi meja kerjanya. Wajahnya datar, tak bisa dibaca walaupun dadanya terasa sesak oleh amarah. Seperti biasa, tatapan mata Eunhyuk selalu membuat Jiyoo terintimidasi. Jiyoo sudah bisa menebak bahwa ini akan terjadi. Eunhyuk memanggilnya ke ruangan lelaki itu, bersiap melontarkan jutaan pertanyaan.

Jiyoo ingin menolak. Kedua rumor itu sudah cukup buruk dan ia tak ingin menambahnya dengan rumor lain hanya gara-gara tindakan sembarangan dari Lee Hyukjae. Demi Tuhan, mereka masih di kantor!

“Eo,” jawabnya singkat. Ia hanya ingin segera keluar dari ruangan ini.

“Ke mana?”

“Makan malam.” Jiyoo menghela napas berat. “Kami hanya pergi makan malam, apa yang salah dengan itu? Berhentilah bersikap seolah-olah kau adalah satu-satunya orang yang memilikiku!”

Eunhyuk bergerak cepat, menarik lengan Jiyoo hingga gadis itu berdiri sangat dekat dengannya. “Aku adalah laki-laki yang sudah menikahimu. Tentu saja aku berhak memiliki dirimu, Lee Jiyoo!”

“Lalu, aku!? Apa yang bisa kumiliki?” tantang Jiyoo. “Jangan bilang aku bisa memiliki dirimu karena bukan itu yang terjadi kemarin! Kau pergi bersama Song Chaerin, kenapa aku tidak boleh pergi bersama Jung Daehyun? Dan aku sama sekali tidak meminta penjelasan padamu. Aku tidak melakukan apa yang sedang kau lakukan saat ini, Lee Hyukjae!”

“Kau…”

Jiyoo sengaja mengalihkan pandangannya ke langit-langit. Ia merasakan desakan kuat untuk menangis, tapi ia tak akan pernah melakukannya di depan Eunhyuk. Tidak akan. Tak ada alasan untuk Jiyoo memperlihatkan sisi lemahnya di depan lelaki itu.

“Benar, aku melihatmu. Aku melihat kalian!”

“Ayahnya meninggal, Yoo.” Dari cara Eunhyuk mengucapkan namanya, Jiyoo tahu lelaki itu sedang melunakkan sikap.

“Aku tahu.”

Genggaman tangan Eunhyuk melonggar. Sorot matanya penuh rasa bersalah. “Aku hanya… aku tahu perasaannya, jadi kupikir aku bisa membantunya. Kau mungkin tidak tahu, tapi perasaan seperti itu sangat–”

“Aku tahu! Demi Tuhan, aku tahu! Meskipun aku tidak bisa menemukan ayahku, aku juga tahu bagaimana rasanya! Aku… setidaknya aku juga pernah punya keluarga.” Jiyoo menggigit bibir, mati-matian menahan air mata yang terlanjur mengkhianatinya. “Jangan… perlakukan aku seperti orang yang tidak tahu perasaan semacam itu.”

Eunhyuk menatap Jiyoo sementara gadis itu menundukkan kepala. Pundaknya yang naik-turun menjadi petunjuk jelas bahwa Jiyoo sedang menangis. Ia ingin menarik Jiyoo ke dalam tubuhnya, memeluknya hingga air mata sialan itu berhenti mengalir.

Eunhyuk ingin, tapi ia tetap berdiri diam.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, 5 menit dalam keheningan terasa sangat menyiksa. Eunhyuk bisa melihat Jiyoo mengusap jejak air matanya dengan punggung tangan. Gadis itu tak mengucapkan apapun.

Tidak walaupun Eunhyuk berharap setengah mati. Ia berharap Jiyoo akan memakinya, memukulnya jika perlu. Apapun, asal bukan Jiyoo yang bungkam seperti ini.

Setiap detik yang bergulir membuat Eunhyuk merasakan perihnya duri yang menggores kulitnya. Ia sekarat hanya dengan air mata dan diamnya Jiyoo. Sejujurnya ia tak pernah tahu bahwa seorang gadis bisa membawa efek yang sangat besar untuknya.

“Yoo,” Eunhyuk mencoba, tapi Jiyoo tak merespon. “Aku…”

“Jangan minta maaf,” sela gadis itu. Kepalanya mendongak, menatap Eunhyuk dengan kedua mata yang sembab. “Dan soal rumor itu, aku tidak keberatan. Dibandingkan menjadi ‘tunangan’ direktur, kurasa lebih baik menjadi kekasih seorang kepala bagian di perusahaan ini, bukan begitu? Aku harus melindungi diri dari orang-orang yang akan berpikiran jelek tentang diriku, kan?

“Kalau begitu aku memilih memainkan peran sebagai kekasih Jung Daehyun di perusahaan ini. Akan lebih baik kalau aku tidak terlibat dengan rumor yang berkaitan denganmu. Aku memang seperti ini, egois dan suka memanfaatkan orang.”

“Kau tidak seperti itu,” suara Eunhyuk mulai terdengar lelah. “Dan kalau kau tidak keberatan, maka aku-lah yang sangat keberatan. Aku tidak akan membiarkanmu menjadi kekasih siapapun di perusahaan ini, kecuali aku.”

Jiyoo menelan ludah. Eunhyuk sama sekali tak mengerti. Ia belum mengerti.

“Lalu, Song Chaerin?” Sebelum Eunhyuk bisa menjawab, Jiyoo melanjutkan, “Dia pasti sangat senang karena dewa penolongnya kini semakin dekat dengannya. Bukankah kau sendiri ingin menghiburnya?”

Eunhyuk mengerutkan kening, bingung. Ia kira pembicaraan ini hanya akan mengenai mereka berdua. Hanya ia dan Jiyoo. Eunhyuk bahkan terlupa bahwa ada orang lain yang terbawa dalam rumor perusahaan murahan ini. Apa hubungannya dengan Song Chaerin?

Jiyoo menggigit bibir sebelum tersenyum samar. “Lupakan saja.”

Jiyoo bersembunyi di tangga darurat setelah berhasil keluar dari ruangan Eunhyuk. Dengan langkah yang dipaksakan, ia duduk di salah satu tangga. Ia bersandar di dinding yang dingin, berusaha mengurai pikiran yang kusut dan seakan tak bisa dipilah-pilah lagi.

Dadanya terasa luar biasa sesak hingga ia tak bisa bernapas dengan benar. Bukan rumor itu yang membuatnya seperti ini. Rumor tak pernah menjadi bagian hidup yang bisa memengaruhi Jiyoo seperti ini.

Ketidaktahuan Eunhyuk. Kenaifan dari lelaki itu menumbuhkan harapan pada Song Chaerin. Ia bisa melihatnya dari wajah Chaerin yang dihiasi senyum.

Song Chaerin menghampiri Jiyoo, mengatakan bahwa ia sangat terpukul dengan kematian ayahnya yang selama 7 tahun terbaring dalam keadaan koma. Jiyoo berusaha mengerti posisi Chaerin. Ia berusaha memahami sikap Eunhyuk yang sama sekali tak memedulikan omongan orang lain dan membantu Chaerin mengurus pemakaman.

Sungguh, Jiyoo mencoba untuk mengerti. Ia tak ingin menjadi seorang gadis yang dihantui rasa takut dan khawatir hanya karena gadis lain menyimpan perasaan, yang mungkin lebih besar dan lebih dalam, daripada dirinya. Untuk suaminya.

Jiyoo dalam proses sugesti diri bahwa apa yang dilakukan Eunhyuk tak lebih dari sekedar bantuan seorang teman.

Namun raut wajah yang ditunjukkan oleh Chaerin berikutnya justru menghentikan usaha Jiyoo. Chaerin bersemu, merona senang karena Eunhyuk lagi-lagi memberikan perhatian dan bantuan yang sama sekali tak diharapkannya. Lebih buruk lagi, rumor yang mengatakan bahwa ia-lah tunangan Eunhyuk sama sekali tak mengganggu Chaerin.

Gadis itu justru senang. Setidaknya mungkin ini kesempatan untuknya menerima perhatian lain dari Eunhyuk.

Jiyoo tak akan melupakan senyuman penuh kemenangan itu. Tak tahu untuk keberapa kalinya, ia merasa tak berdaya. Jiyoo bahkan tak tahu harus bersikap bagaimana pada Eunhyuk maupun Song Chaerin.

Sebenarnya ia bisa saja marah, memohon agar Eunhyuk benar-benar mengumumkan pernikahan mereka di depan umum. Hanya saja, Jiyoo tak sanggup melakukannya. Ia merasa tak memiliki hak apa pun untuk itu. Ia tak berhak.

Mungkin Jiyoo memang mencintai Eunhyuk, tapi tak ada yang bisa menjamin bahwa perasaannya itu sebesar milik Chaerin. Sejujurnya, ia iri pada gadis itu. Chaerin mengenal Eunhyuk, memahaminya dalam tahap yang mungkin tak bisa dimengerti Jiyoo.

Dan yang paling penting, Song Chaerin mencintai Eunhyuk. Chaerin mencintai suaminya.

Ketakutan dan bayang-bayang suram perlahan menghampiri Jiyoo, menyergapnya dari segala arah. Jiyoo terjebak. Semua itu menelannya dan tak akan membiarkannya keluar dengan mudah.

Bagaimana jika Eunhyuk akhirnya menyadari seberapa dalam perasaan Song Chaerin untuknya? Bagaimana jika dirinya, Choi Jiyoo, hanyalah gadis yang muncul di saat tak tepat di tengah-tengah Eunhyuk dan Chaerin?

Jiyoo merasakan tikaman pisau tepat ke jantungnya. Menyakitkan. Satu pertanyaan mengambang di pikirannya. Pertanyaan utama yang semakin membuat ketakutannya terasa nyata.

Apakah keadaan akan berbeda jika seandainya ia tak pernah bertemu lagi dengan Eunhyuk?

Eunhyuk mendongakkan kepala ke langit-langit. Otaknya memutar kilas balik tentang pertengkaran itu. Ia melihat dengan jelas bagaimana Jiyoo menahan segala amarah dan air matanya. Mungkin memang dirinya yang salah. Kemarin ia berjanji akan pulang bersama Jiyoo, lalu kenapa ia justru menawarkan bantuan pada Song Chaerin?

Eunhyuk pikir Jiyoo akan mengerti. Tak pernah terbayangkan jika reaksi Jiyoo akan seperti itu. Eunhyuk tak hanya merasakan amarah gadis itu, tapi juga ketakutan.

Yang tak dipahami olehnya adalah apa yang membuat Jiyoo takut?

“Kau masih memikirkan rumor itu?” Daehyun menyodorkan secangkir kopi hangat.

Eunhyuk menggeleng. Rumor konyol itu sama sekali tak berhasil menarik perhatiannya. Ia pikir seharusnya rumor itu juga tak akan bisa menarik perhatian Jiyoo. Tapi mungkin pemikirannya keliru. Jiyoo sangat terganggu dengan rumor itu.

“Aku tidak mengerti kenapa dia sangat marah,” gumamnya lirih. Daehyun tersenyum. “Apa, apa yang kau tahu?”

Daehyun menghembuskan napas panjang. “Tidak ada. Kemarin dia terlihat sangat syok, karena itu aku menawarkan tumpangan. Aku bahkan tidak tahu kalau yang dilihatnya itu dirimu dan Song Chaerin.”

“Aku berusaha menghubunginya kemarin, tapi ponselku mati. Lagipula aku tidak berbuat macam-macam, aku hanya ingin membantu.” Eunhyuk memijat pelipisnya. Ia merasa luar biasa frustasi. Bukan masalah seperti ini yang diinginkannya untuk menjadi pertengkaran mereka. “Aish… aku bahkan tidak bisa memberikan penjelasan apapun!”

“Kenapa, kenapa tidak bisa?”

Eunhyuk menarik napas dalam-dalam. “Karena dia tidak memintanya.”

“Dia mungkin ingin memintanya, tapi di sisi lain dia juga tak ingin mendengarnya,” sahut Daehyun tenang. “Dan sekarang, yang terpenting adalah biarkan saja rumor itu hilang dengan sendirinya. Kurasa itu juga yang Jiyoo inginkan.”

Eunhyuk mendengus. Tak masuk akal. Mungkin ia memang tak terganggu dengan rumor itu, tapi bukan berarti ia menyukai rumor konyol ini. Terutama di bagian bahwa Daehyun berkencan dengan Jiyoo.

Jiyoo-nya. Eunhyuk sama sekali tak ingin mendengar omong kosong seperti itu. “Kau merasakannya, kan?”

“Apa?”

“Jiyoo ingin menghindariku dengan bersembunyi di balik rumor-rumor yang tidak masuk akal itu. Apa dia benar-benar marah?” Eunhyuk bertanya pada dirinya sendiri.

Daehyun menyadari hal itu. Tepatnya, ia diminta seperti itu. Jiyoo mengirimkan pesan padanya untuk memainkan peran dalam rumor, yang menurut Eunhyuk, tak masuk akal ini.

Dengan kata lain, Jiyoo memintanya menjadi kekasih Choi Jiyoo di perusahaan. Daehyun tak tahu di mana ia harus berdiri. Pihak Jiyoo atau pihak Eunhyuk. Jika ia memilih Jiyoo, itu tandanya ia memiliki kemungkinan besar untuk dibenci Eunhyuk.

Namun jika ia memilih Eunhyuk, siapa yang akan berada di pihak Jiyoo?

Daehyun bisa melihat bahwa gadis itu tertekan, entah apa alasannya. Segelintir rumor ini hanya sekedar pengalih perhatian untuk Jiyoo. Daehyun sadar gadis itu sudah terlihat aneh sejak semalam, sejak ia menjadi teman makan malamnya.

Ah, mungkin sejak Jiyoo melihat Eunhyuk dan Chaerin di lift. Daehyun tahu ada yang yang mengganggu Jiyoo. Meskipun ia mengenal gadis itu hanya melalui Eunhyuk dan Donghae, Daehyun tahu Jiyoo bukan gadis yang akan menunjukkan kekhawatiran berlebihan jika Eunhyuk bersama dengan gadis lain.

Kecuali jika Jiyoo tahu sesuatu di baliknya.

6:28 PM

Eunhyuk tampak tak bersemangat. Chaerin bisa melihat semua itu melalui tatapan mata Eunhyuk yang redup. Mungkin sedikit-banyak Chaerin tahu sebabnya. Rumor yang terlanjur tersebar pasti membuat Eunhyuk terganggu.

Chaerin menggigit bibir. Atau mungkin saja Eunhyuk sedang bingung bagaimana menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada tunangannya. Tunangan aslinya.

Apakah akan sangat menyedihkan jika ia terlihat sangat senang dengan adanya rumor ini?

“E-eunhyuk,” panggilnya. Bibirnya masih terasa kaku bahkan untuk mengucapkan nama lelaki itu tanpa embel-embel jabatan.

Eunhyuk mendongak, menatap Chaerin dengan kedua mata yang membuat gadis itu tertegun. Ia seolah diingatkan bahwa Eunhyuk memiliki sepasang mata yang indah dan tampak memesona. Chaerin baru saja diingatkan bahwa rasanya sangat menyenangkan saat lelaki itu menatapnya.

“Apa… kau terganggu dengan rumor itu?”

Sebenarnya Chaerin tak ingin bertanya. Ia pasti akan sangat kecewa jika Eunhyuk berkata iya. Gadis itu sendiri sangat tersanjung dengan rumor, yang entah bagaimana, dialamatkan padanya. Menjadi seseorang dalam rumor bersama Eunhyuk menjadi hal sederhana namun menyenangkan.

Chaerin tak tahu bagaimana pendapat Eunhyuk tentang hal ini. Mungkin saja Eunhyuk merasa terbebani atau justru sama sekali tak suka. Dan Chaerin tak bisa membayangkan perasaan apa yang akan menderanya jika Eunhyuk berkata demikian.

Namun sejujurnya, Chaerin sendiri tak bisa mengabaikan perasaan dan pendapat Eunhyuk tentang rumor ini. Ia terus-menerus meyakinkan dirinya bahwa ia harus bertanya. Hanya agar ia sekedar mengetahui perasaan Eunhyuk.

“Tidak juga,” jawab Eunhyuk muram. Chaerin tahu persis jika lelaki itu berbohong.

“Apa… tunanganmu sangat terganggu?” Lagi-lagi Chaerin memaksakan diri untuk bertanya. Sebenarnya ia sama sekali tak ingin tahu, tak ingin peduli tentang apapun yang dipikirkan tunangan ‘asli’ Eunhyuk.

Eunhyuk menatapnya lagi dan tersenyum samar. “Sedikit.”

Sekarang Chaerin tahu sebabnya. Eunhyuk memikirkan perasaan gadis yang tak dikenal Chaerin itu. Untuk alasan yang sangat sepele, Chaerin merasa terluka.

Ia memang tak bisa mengabaikan perasaan Eunhyuk. Tapi ia juga tak ingin mendengar apa pun tentang gadis itu.

Sayangnya, memedulikan perasaan Eunhyuk sama saja dengan mendengar banyak hal tentang gadis yang dikenalnya sebagai tunangan Eunhyuk. Semua hal itu menumbuhkan perasaan tak nyaman dalam diri Chaerin.

Ia sudah sedekat ini dengan Eunhyuk. Tadinya ia hanya ingin Eunhyuk menyadari keberadaannya kemudian keinginan itu bertambah karena ia ingin mendapatkan perhatian lebih dari Eunhyuk.

Dan ketika lelaki itu memberikan perhatian yang dibutuhkannya, Chaerin menjadi semakin tamak. Ia ingin memiliki Eunhyuk. Ia ingin menjadi satu-satunya orang yang memiliki lelaki itu.

Tak peduli siapa pun gadis yang menjadi tunangan ‘asli’ lelaki itu, saat ini Chaerin lah yang akan dikenal sebagai tunangan Eunhyuk.

[Apa kau mau datang ke pemakaman ayah Chaerin? -Jung]

Jiyoo menatap lekat-lekat layar ponsel yang digenggamnya. Pesan Daehyun sudah cukup jelas. Jiyoo mengerti maksud lelaki itu. Permintaan Jiyoo disetujui. Mungkin Jung Daehyun benar-benar bersedia memainkan peran tak masuk akal yang diajukannya.

Saat gadis itu akan membalas pesan Daehyun, Eunhyuk sudah berdiri di depannya. “Apa kau mau menemaniku ke pemakaman ayah Song Chaerin?”

Keduanya sudah berada di rumah. Meskipun begitu, tak ada percakapan yang berarti antara Jiyoo dan Eunhyuk. Tak banyak yang bisa dibicarakan Eunhyuk dan tak ada yang ingin didengarkan Jiyoo.

Hubungan seperti tak akan menyenangkan bagi keduanya, terutama Jiyoo. Gadis itu masih penuh dengan ketakutan. Mungkin saja sewaktu-waktu Eunhyuk bisa menjauh dan pergi darinya.

“Yoo?”

Jiyoo harus menyingkirkan semua itu. Sebisa mungkin ia tak ingin memikirkan hal lain yang akan mengubah dan mengacaukan perasaannya. Gadis itu tersenyum kaku. “Tentu saja.”

“Aku bisa memberitahu semua orang kalau kau adalah istriku. Bukan hanya tunangan, tapi istri sah Lee Hyukjae,” ucap Eunhyuk.

Tawaran itu sangat menenangkan. Sungguh.

Tapi Jiyoo tahu Eunhyuk tak perlu repot-repot melakukan hal itu. Jiyoo hanya akan semakin merasa sebagai gadis yang posesif dan kekanak-kanakan. Eunhyuk terlalu sempurna untuk selalu melakukan banyak hal hanya demi dirinya.

“Tidak perlu,” ujarnya. Jiyoo menelan ludah dan memberanikan diri membelai wajah Eunhyuk. Tangannya mungkin terasa dingin di kulit lelaki itu. Atau mungkin perasaan takutnya yang membuat seluruh tubuhnya menggigil kedinginan. “Ini demi Song Chaerin, jangan mengacaukan hari ini.”

Eunhyuk meraih tangan Jiyoo, mengecupnya ringan. Darah yang mengalir di pembuluhnya berdesir aneh. Sebenarnya Eunhyuk tak heran. Lelaki itu suka memberi kecupan seperti ini untuk Jiyoo.

“Ayo, kutunggu di mobil,” sahut Eunhyuk ringan sambil tersenyum. “Mungkin kau sudah tahu, tapi aku mencintaimu, Yoo.”

Lelaki itu tak menunggu jawaban Jiyoo. Entah karena ia sudah tahu jawabannya atau memang Eunhyuk tak membutuhkan jawaban. Jiyoo memandang punggung Eunhyuk yang menjauh. Mungkin seperti inilah bayangan jika Eunhyuk meninggalkannya.

Sesungguhnya Jiyoo tak pernah bisa menjauhkan pikiran tak menyenangkan itu.

Meskipun begitu, Jiyoo membisikkan jawabannya. “Aku juga. Sangat.”

9:12 PM – Gyeong-do

Eunhyuk tak bisa membohongi dirinya bahwa ia kecewa. Dengan kenyataan bahwa Jiyoo tetap ingin menyimpan fakta tentang pernikahan mereka, Eunhyuk semakin tak mengerti apa yang sedang disembunyikan gadis itu. Jiyoo adalah istrinya dan seharusnya mereka bisa menunjukkan hal itu pada dunia.

Namun gadis itu tak melakukannya. Eunhyuk menduga gadis itu tak akan bersedia melakukannya, entah apa pun alasan yang mendasari pilihan Jiyoo.

Ketika mobil Eunhyuk sampai di rumah duka, Jiyoo sama sekali tak menatapnya. Saat ia hendak menawarkan lengan pada Jiyoo pun, gadis itu seolah mengabaikannya. Jiyoo justru keluar mobil dan langsung berdiri di samping Daehyun.

Eunhyuk tak mengerti. Ada satu kemungkinan yang berhasil dipikirkannya. Bahwa Daehyun sudah tahu tentang keinginan Jiyoo untuk memainkan peran dalam rumor sialan yang beredar di kantor mereka.

Mungkin Eunhyuk bisa berusaha mengerti alasan Jiyoo, tapi ia jelas tak ingin mencoba mengerti alasan apa pun yang akan dilontarkan Jung Daehyun.

Demi Tuhan, Daehyun adalah temannya. Mungkin bukan dalam level seperti Donghae, tapi tetap saja; Daehyun menjadi temannya sejak di perguruan tinggi. Eunhyuk sama sekali tak melihat alasan Daehyun untuk menuruti permintaan Jiyoo.

Jika ada lelaki yang mungkin akan ditolerir Eunhyuk, lelaki itu adalah Lee Donghae. Itu pun dengan catatan Eunhyuk akan memberi kenangan yang tak ingin diingat Donghae jika ia menyanggupi permintaan Jiyoo.

Pada akhirnya, Eunhyuk tak akan mengijinkan siapa pun memainkan peran konyol seperti itu.

“Eunhyuk,” panggilan Chaerin menyadarkannya. Gadis itu sudah dibalut kain berwarna hitam dengan pita putih di kedua sisi rambutnya yang panjang. Eunhyuk bisa melihat gadis itu juga masih dibalut kedukaan. “Kau datang.”

Eunhyuk mengangguk dan berusaha tersenyum ringan. “Apa semuanya baik-baik saja?”

“Tentu saja.” Chaerin mengulum senyuman muram. Ia sangat ingin menambahkan bahwa semuanya terasa baik-baik saja karena Eunhyuk ada di sini.

“Mereka benar-benar sepasang kekasih. Aku yakin itu!”

Gumaman pelan itu terasa menyengat telinga Jiyoo. Ternyata tak hanya dirinya yang melihat pemandangan itu. Ada banyak orang, ada begitu banyak pasang mata yang juga melihat Eunhyuk yang berdiri dekat dengan Chaerin. Seolah-olah lelaki itu memang harus berada di sana.

“Daehyun! Kau datang?” panggilan itu membuat Jiyoo menyingkirkan perasaan anehnya. Seorang lelaki berjas hitam menghampirinya dan Daehyun. Sepertinya lelaki itu adalah salah satu teman Daehyun, mungkin juga teman Chaerin.

Daehyun tersenyum sambil menjabat tangan lelaki itu. “Junhong.”

Jiyoo mengerutkan kening. Ia pernah mendengar nama itu. Seperti mendengar pertanyaan Jiyoo, lelaki bernama Junhong itu menyahut, “Sejak alumni SMA ya? Sejak itu juga aku melihat Chaerin.”

SMA?

Gelagat Daehyun agak berubah. Lelaki itu melirik Jiyoo dan jika Jiyoo menatapnya, Daehyun berusaha menghindari pandangan itu. “Ya. Apa kau sudah menemui Chaerin?”

“Sudah. Kurasa dia dan adiknya akan melalui masa-masa sulit mulai sekarang. Aku merasa sangat sedih untuk mereka,” ujar Junhong. “Tapi kau harus lihat bersama siapa dia sekarang.”

Jiyoo merasa Daehyun mulai gugup. Mungkin ia sudah tahu jawabannya. Daehyun menghela napas dan berusaha terlihat wajar. “Eunhyuk.”

“Benar! Semua teman kita sedang membicarakannya, beberapa dari mereka juga mendengar bahwa Chaerin dan Eunhyuk sudah bertunangan,” seru Junhong antusias. Jiyoo menduga ia akan segera tahu alasan rasa antusias itu. “Kau sangat tahu kalau Chaerin sudah menyukai Eunhyuk sejak dulu. Benar, kan?”

Daehyun memejamkan mata, tiba-tiba merasa frustasi. Sekarang ia benar-benar harus menyusun jawaban tentang semua pertanyaan yang mungkin bercokol di kepala Jiyoo saat ini. Ia mendapat firasat bahwa malam ini akan terasa panjang.

“Baiklah, aku pergi dulu. Aku harus pamit pada Chaerin sekarang.” Lelaki bernama Junhong itu menatap jam tangannya. Dengan agak terburu-buru ia sempat berkomentar pendek, “Kudengar gadis ini kekasihmu di kantor? Selamat ya!”

Jiyoo, anehnya, sama sekali tak terganggu dengan komentar itu. Kedua matanya masih menatap Daehyun dengan sorotan meminta penjelasan. Mungkin ini sama sekali tak ada kaitannya dengan dirinya tapi Jiyoo tetap ingin tahu.

Daehyun berasal dari SMA yang sama dengan Eunhyuk dan Chaerin. Daehyun sudah tahu jika Chaerin menyukai Eunhyuk sejak lama. Daehyun mungkin juga sudah tahu apa yang Jiyoo lihat kemarin.

Dan mungkin saja Daehyun sangat mengerti apa yang Jiyoo takutkan saat ini.

“Kau tahu?” Jiyoo merasa tak perlu melengkapi pertanyaan itu untuk Daehyun.

Daehyun mengangguk. “Aku… tidak bermaksud menyembunyikan apa-apa. Aku juga mengkhawatirkanmu, tapi kurasa aku tidak punya hak untuk menambah masalah dalam hubunganmu dan Eunhyuk.”

“Tapi kau tahu tidak, secara tidak langsung kau sedang membantu Chaerin mendekati Eunhyuk?” Jiyoo tak mengerti dari mana datangnya pikiran itu. Namun ia tahu bahwa pikiran itu benar.

Daehyun menyanggupi permintaan Jiyoo untuk menjadi kekasihnya di kantor. Alih-alih untuk membantu Jiyoo, Daehyun melakukan itu agar Chaerin punya kesempatan dengan Eunhyuk. Jiyoo benar-benar mudah ditipu.

“Aku sama sekali tidak berniat begitu,” ujar Daehyun. “Chaerin… aku hanya tidak bisa membiarkannya terus tenggelam dalam fantasi usangnya. Dan sejujurnya, aku juga ingin membantumu. Itu saja.”

Jiyoo menelan ludah dengan susah payah. “Kau tidak ingin Chaerin tenggelam dalam fantasinya tentang Eunhyuk dan membantunya mewujudkan fantasi itu jadi nyata?”

“Jiyoo, kau harus tahu alasanku melakukannya.” Daehyun mengembuskan napas panjang. “Aku minta maaf. Mungkin kau benar. Secara tak langsung aku sedang mendorong Chaerin untuk bisa mendekati Eunhyuk. Aku juga menyanggupi permintaanmu karena Chaerin.”

Semua jawaban itu menjejali kepala Jiyoo, memaksa untuk masuk dan memenuhi otaknya. Jiyoo merasa kepalanya mulai berdenyut. Entah bagaimana ia juga yakin jika Daehyun mengatur segala hal agar rumor itu menyebar dengan cepat.

Jiyoo tahu hal itu mustahil. Tapi mau bagaimana lagi, segala kemustahilan terlalu sering terjadi dalam hidupnya.

Mustahil seorang lelaki seperti Eunhyuk menunggunya selama 12 tahun. Mustahil ia menikah dengan lelaki itu hanya karena dasar yang tak jelas. Mustahil ada gadis seperti Chaerin yang menyimpan perasaan dalam untuk Eunhyuk.

Dan tentu saja mustahil Daehyun bersedia membantunya memainkan peran sesuai rumor yang ada jika tak ada sesuatu yang menjadi alasannya.

Sekarang ia sadar tak ada siapa pun yang berada di pihaknya. Pada dasarnya, Daehyun melakukan ini bukan karena lelaki itu ingin menjauhkan Jiyoo dari rumor tentang tunangan Eunhyuk. Daehyun sudah tahu tentang Chaerin dan perasaannya pada Eunhyuk.

Pada dasarnya, semua itu hanya tentang Chaerin.

Jiyoo sama sekali bukan pemeran utama dalam hal ini. Mungkin secepatnya ia akan ditendang keluar dari lingkaran nasib yang suka mempermainkannya. Dan mungkin saja sekalian keluar dari hidup Eunhyuk.

“Aku sama sekali tidak ingin menipumu,” ujar Daehyun. “Sejak awal aku juga tidak ingin melibatkanmu dalam kerumitan ini.”

===============TBC================

It’s been a loooong time, rite? ;~;

Or… no? xD I just feel that I left this house for a very long long time while I’m busy out there. TT^TT

That’s why I give you this looong chapter *OMG, 28 pages!

 Actually I had finished this chapter since… 2 weeks ago but I have maaaany things to do. So I hope you guys understand if I’m barely being here. ><

So Eunhyuk is clueless about Chaerin’s feeling and Jiyoo’s uneasy heart yet he still did some-affection-act toward Chaerin. -_- And Daehyun is actually in scene! He’s Eunhyuk school-mate, same as Chaerin. You’ll know why Daehyun chose to stand in Chaerin’s side while he also feels bad to Jiyoo. *confuse Daehyun is priceless! lol*

Well, I’d prepared NC for you. Still considering do I need put password or not. But still, I dunno when I’ll post that NC part.

Of course I do prepare another conflict. Conflict that mostly I thought of, reason why I’m sooo excited to write this story, the one that full of emotions I need.❤

Okay, see ya around! Will waiting for ur comment(s). ^-^

Special cameo: Choi Junhong. xD *this noona is sooooo pathetic*

174 thoughts on “Marry Yoo! [7th Step]

    • KAAAKKKK THIS IS TOTALLY AWESOME!! Storynya…. Uuuhhh(?) awalnya aku gigit bantal itu suka banget pas godain pengantin baru *auu:3* tapi ujung-ujungnya kok mau jedotin kepala yaa?? Ahh kereeeennn!! Semangat ya kak buat kuliahnya, semoga bisa bikin karya yg lebih dari ini! Jjang :3

  1. eaaaaaa….gak mudenga sama karakter daehyun disini……..

    haduuuhh geregetan sumpah … perasaan dulu hyuk gak kayak gini deh karakternya yg saya bayangin … tp ternyataaa..
    memang cemburu itu buta

    part ini…konfliknya ada lagi .. dan dijanjika ada lagi? oh noooo…..

    kalo gini kapan hyuk junior n jiyoo junior muncul … pengen banget hyuk jadi appa …
    sudah 7 chapter ternyata ….

    oke deh … ditunggu next nya

  2. aaaa yoo ! suka ! cesitanya panjang pula ahaha aaah kesel , gregetan sama jiyoo. elah ngomong aja si ama eunhyuknya. unyuk juga gak peka bet. si chaerin juga ishh ampun gregetan. lah ditambah daehyun yang ~~~ astaga dia sebenernya knpa si ? dia berpihak kesiapa ? ampun gue galau haha oke , next part ditunggu ya ~~~~

  3. makin bikin penasaran aja ff ini sumpaaah
    sebel bgt sama chaerin gaktau knp padahal dia gak jahat disini hahaha.
    jihyuk cepet rujuk dong, ga enak perang dingin kayak gitu
    i’m looking forward for the next chapter!! ^^

  4. Jiyoo cemburu, khawatir itu wajar. Secara dia mencitai hyuk. Tapi menurutku dia terlalu berlebihan. Kenapa? Song chaerin, mencincai hyuk dan dia sangat mengenal hyuk! So what!

    Bukankah jiyoo memiliki point lebih, dia istri sah hyuk. Hyuk sangat mencintainya, dan jiyoo tahu itu. Harusnya dia bisa lebih meyakinkan dirinya dan hyuk.

    Daehyun, astaga adaapa dengan orang ini? Kenapa aku susah nebak jalan pikirannya? Dia dukung chaerin sama hyuk, apa dia suka sama chaerin atau sekedar simpati dengan kisah cinta chaerin terhadap hyuk?

    Masih penasaran dengan ongek?

    Untuk part nc buat pw bolehh, asal bagi-bagi ya pwnya.

    Next part ditunggu.

    • Sebenernya ketakutan Jiyoo juga beralasan kok. Masalahnya dia gak kenal Hyuk sebaik Rin kenal dia. Hubungan Hyuk-Yoo, walaupun suda lama sebagai temen kecil, tetep aja gak ninggalin kesan mendalam buat Yoo. Yoo itu luluh ama Hyuk bukan karna hubungan mereka yg suda lama, tapi karna kegigihan Hyuk pas dia dapet syarat buat nemuin ayah Yoo. Sedangkan pas Yoo tau rasa suka Rin suda laaaama banget, dia jadi bertanya-tanya, apa dia memang pantes buat Hyuk dg hubungan singkat kaya gitu? Begitchuu.. xD
      Mungkin daehyun simpati, mungkin juga yang laen. *teasing*
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  5. kyakyaa akhirnya muncul juga part ini!!! gak salah deh tiba tiba insomnia kumat,buka wp ini eh marry yoo part 7!! *sepertinya wangsit bekerja kemabali* :p
    sangat sangat puas sama part ini eon! semua emosi nya bener bener kerasa! salut buat jiyoo yang masih bisa tahan sama tekanan yang kaya gitu! aah udahlah eon chaerin sama daehyun aja kkk. oya cariin donghae cewek dong kasian dia hhaaha.
    part berikutnya jangan lama lama eon. ditunggu yaa. jihyuk fighting!! eonni fighting!!!

    • Bagus! Pertahankan kemampuanmu mendapat wangsit MY! xD
      Donghae will be on the scene, soon. Gak sekarang. :3
      Fightiiiiing! Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  6. plissss biarin Daehyun jadi orang baik aja disini, rasanya aku lagi baca scrip drama, keren banget penggambarannya… cemburu2an kyak gini seru bgt asalkan ga berlarut2 dan jadinya malah kyak sinetron, ga sabar sma capt berikutnya…:D

  7. kakak sumpah gila kenapa part jiyoo ‘sakit’ sama eunhyuk ‘sakit’ banyakan jiyoonya ? sumpah tambah patah hati sama eunhyuk(?) </3

  8. Kyaaa.. Akhirnya kluar juga…
    Masi inget gue kan? Awas kalo lupa. #digorok shela
    baca dulu dee.. Moga aja chaerin nya gag nyebelin..#berharap

  9. baru slesei baca. Part ini penuh konflik de..
    Jangan kelamaan dong bersi tegang nya.. Buruan damai
    sejujurnya aq gag brharap NC sih. Cuman penasaran tgkat akut ama seberapa protektif nya hyuk pas Yoo hamil. Ntar jangan langsung melahirkan dulu yaa. Hihi..

    • Nah permintaannya suka gitu. Soal Jiyoo hamil malah pingin aku skip, jadi gak lama2 gitu nulisnya. Aku gak tau yg hamil2an itu gimana nulisnyah. -__-
      Makasihh syuda bacaaa~ ^-^

  10. sediiihh
    Knp harus rumit begini T.T
    Coba aj saling terbukaaa,jiyoo ngomong k eunhyuk
    Ini eunhyuknya naif bgt jg sih.jd gregetan*garukrambut*
    Daehyun,aku bingung dia baik apa jahat.jgn2 dia ada rsa sm chaerin LOL
    Dia pngen chaerin sadar eunhyuk gk prnah pnya rasa sm dia
    Dan balik ke daehyun *ngarangbebas*

  11. astagaaaah ini part tergalau nya yoo…
    Speechless dah…
    Gk tw gmana prasaan klo berada di pihak yoo..

    Dan entah kenapa sy gregetan sm hyukjae
    Kenapa gk peka bgt dah jd laki2…

    Dan yah gk ngerti maksud daehyun deh.. Yg blg demi chaerin, apa daehyun demen sm chaerin atau sbatas simpatik?
    Ah dunno

    Wow NC?! Aaaaa gk sabar #plakkk
    Hahahaha
    Sy gk sabar nunggu kehadiran baby yoon y?
    Aw aw aw

    Next chapter nya semangat ya….

  12. jiyoo galau disini… gue jadi ikutan galau bareng yoo…
    terus geregetan liat eunhyuk sama jiyoo disini masaaa…
    bingung sama karakternya daehyun…ente berpihak sama siapa mas…

    suka chapter ini…panjaaang…

  13. akhirnya ini pasrt keluar juga setelah aku selalu bolak balik buka email nunggu kalau ada post-an ini FF hufttt..
    jujur ya,eon. aku nggak suka sama chapter ini :(( kenapa jiyoo dibuat sakit hati begitu eon aaaaa gemes tau sama chaerin itu. udah deh sono chaerin ke laut aje bisanya nyakitin jiyoo (secara nggak langsung)
    eunhyuk juga baboooo. kenapa nggak nyadar sih err? aku cium deh sini biar nyadar,
    scene jihyuk-nya dikit sekali :(( aku nggak suka, aku sukanya kalau scene jihyuknya dibanyakin TT_TT
    eon, jangan bikin eunhyuk sama jiyoo pisah ya? jebal :::
    daehyun-ah, dari pada nganggur sini deh sama aku aja sini. gausah jadi penengah antara jihyuk. sini sama aku sini. gemes deh lama-lama. pengen nyubittttttt.
    donghae sabar banget jadi cowok. dihina jiyoo tetapi bahagia u,u
    pokoknya jangan sakiti donghae ya, eon /eh apa ini/
    aku tunggu chapter selanjutnya, eon.
    oya, FIGHTING YA JIYOO EONNIE!!~ Semangat menjalani kesibukannya. eunhyuk selalu denganmu, eon kkk~
    oke comment saya udah panjang. intinya JIYOO EONNIE, FIGHTING!!
    – donghae’s wife *plak* –

    • *peyuk*
      Maap yah kalo kamyu gak suka ama chapter ini, cuma bentar kok galaunya. xD
      Cium ajah hyuk biar dia sadar. :’3
      Jangan sakiti donghae? Tapi syuda terlanjut disakiti, sayang. ;_____; *spoiler lagi*
      FIGHTING! Makasihh syuda baca, makasihh syuda kasih support! :’)

      • iyadeh terserah eonnie aja donghae mau diapain asal jangan dipacarin aja (?)
        boleh nih eon Poo-nya aku cium, siap dengan senang hati kkkkk~
        semangat ngelanjutinnya ya eon, saya sebagai salah satu penggemar jihyukism akan selalu menanti karya-karya jihyukism-nya eonnie.
        FIGHTING!!~

  14. aaaaaaaa nyesek bgt part iniiii ><
    ff paling aku tunggu tungguuu, next part jgn lamalama ya thor hihi
    aaah aku gasuka chaerin, jiyoo sama eunhyuk samasama nyeseknya kasiaan, coba aja eunhyuk tau yg sbnernya, rada bingung sm daehyun. tp ini ff emg daebak! next part ditunggu bgt thor ^^ fighting!

  15. part ini nyeseek nya banget banget.
    Chaerin ga tau diri, eunhyuk ga peka, jiyoo terlalu jual mahal ngakuin perasaan didepan hyuk, daehyunnya ngebingungin.
    Tp bneran kasian bgt sama jiyoo, di part ini diliatin bgt gmn takut+khawatirnya jiyoo.
    Daehyun suka sama chaerin atau gmn sih thor?
    Next partnya ya:’)

  16. bingung..
    benar benar bingung ama jalan fikiran Jiyoo disini..
    dia mikir kalau dia g punya Hak atas SUAMInya??
    yang benar aja! dia tu suamimu Yoo..
    Suami SAH!!
    aigoo~
    jadi ikutan bingung ama jalan fikiran Yoo disini..
    SERIUS!!
    part 8 di tunggu ya!!
    Fighting!!^^b

    • Balik lagi ke awal cerita deh, Jiyoo gak gitu kenal ama Hyuk. Cuma sebatas teman kecil, dan itu juga gak sedekat Jiyoo-Donghae. Hubungan yg singkat itu bikin Jiyoo ngerasa bener-bener gak kenal Hyuk kaya Chaerin kenal dia. Intinya sih dia iri tapi juga takut sama keberadaan Chaerin. Gitchuu..
      Fighting! Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  17. Galauuuu…!!!Itu yang terbersit pertama kali di pikiranku baca part ini.
    hah..kasian aye sama jiyoo,apalagi eunhyuk yang tertekan disini juga..
    Nice story..daebak!!!
    Shella-ssi Jjang!!!^^

    • Bukan 2 minggu lagii, tapi chapter ini syuda selesai 2 minggu sebelum dipublish. xD
      Next chapter mah gatau kapan kelarnyaah. ;__;
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  18. huuuurrrr chaerin huuuurrr -____-
    bukannya ga suka sama chaerin , swlnya emg pihak ketiga emg gt sipatnya , tp mslhnya hyuk yg ga peka dan yoo yg trlalu peka plus daehyun yg msh mngandung (?) misteri itu yang bikin gemeees !! :333
    tp aku lebih mihak sama yoo sii , udah ganteng pke acara care banget sma org yg seharusnya ga di-care-in .. dooh hyuk dooh ‘-‘)/
    tp balik lg salah hyuk yg ga peka -,-
    dan donghae .. sprempat ngarep dia ga jadi pihak ketiga , dan tigaprempatnya heuuung~ *lirik kirikanan /takut dipelet hyuk/*
    hahaha .
    tp curiga daehyun suka sama chaerin :333
    yaahh apapun ceritanya , saya harap hepi ending ujungnyaa~ kekekee~
    next chap gogogoo~~ ^^

    • *angguk angguk* Benar! Harusnya semua orang berpihak ama Yoo. Kesian loh dia, menderita batiniah (?)
      Tiga perempatnya pingin hae jadi orang ketiga? OKEH! Segera dilaksanakan. *plak*
      Makasihh syuda bacaa~ ^-^
      Still writing, GO GO! x’D

  19. Jiyoo gaush cemburuuu kan udh jd istrinya hyuk !!
    Ahh bete sama karakter daehyun disini … Eonniee biarkan daehyun berkarakter baik donggs hehe
    Greget pengen nyubit chaerin sudahlah dirimu cuma temenan sama eunhyuk ga lebihhh !!!

    • Karakter Daehyun akan segera diperbaiki! xD
      Aku juga gasuka kalo daehyun dapet peran kaya gini. ;~; *dicipok hyuk*
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  20. konflik baru..dan yg ini lebih parah dari kemaren yg jihyuk cemburu sampe berantem tu..
    hyuknya polos sihh,hyuk ga tau klo chaerin suka ama dia..

    kasian yoo*pukpuk eonni*
    yoo jadi ketakutan klo posisinya d geser chaerin,.
    trus daehyun juga..yoo pasti kecewa dehh,semua yg dilakuin daehyun tu ternyata cuma buat chaerin..

    yoo eonni..jihyuk udahan dong marahanya..trus bikin si hyukjae tu tau masalah sebenernya yg bikin yoo ketakutan..

    keep hwaiting yoo eonni!!d tunggu part selanjutnya.CHUU~

  21. Demi tuhan kasih gw nafass… nafass!!
    Aissh Sumpah demi apapun ini Part tergalau dari part2 marry yoo sebelumnya T_T
    Daehyun kok gitu sih? suka ya sama Chaerinnya, trs mau liat dianya bahagia gitu sama Eunhyuk, ck. #ReaderMenebak

    Proved my statement that this part is GALAU not a kiss scene between the two of them in this part. haha😀

    Dipart berikutnya ada masalah lagi ya?😦 jangan dong kak, gak kuat ah kalau jihyuknya bertengkar, ciyusss.

    DiNC nya nanti aku mungkin gak kuat ah. hehe😀 scene kissnya aja aku udah merana gimana nanti sma scene merekanya ehhm…: -D
    Tapi harus baca dong gak boleh gak, sayang dilewatkan #plakk😀

    • *brb bawa tabung oksigen* Napas! Ayo napas! *ditabok*
      Hohoho~ jihyuk kadang2 harus berantem, biar makin sosuitt. xD
      NCnya harus dibaca dongs. Debut pertama niiihh~ >//< *malah nyuruh*
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  22. arrrgggggjjjjjnhhhhh.
    frustasi ama Jiyoo, eunhyuk juga. kalian pasangan gila dan bodoh *ups. hehehe bercanda.
    ngerti sih gimana frustasinya jiyoo bakal kehilangan eunhyuk pernah ngerasain juga apa yg dianggap milik kita tp sebenernya kita gak begitu kenal dan ternyata ada orang yg lebih dulu tau dan sangat kenal. itu rasanya jelas gak enak. tapi PD itu penting yoo. yakinkan diri Eunhyuk hanya milik kamu dan dia tuh cuma milih kamu bukan orang lain dan percuma nunggu 12 tahun kalo dia berpaling nantinya.
    buat Eunhyuk Jiyoo tuh cuma butuh diyakinkan lagi yakinkan dia kayak kamu ngeyakinin dia pas mau nikah dulu. *hihihi
    buat NC jadi side part aja gimana klo mau dibuat, biar yg gak bisa baca tetep nyambung buat baca ff ini. ini sekedar saran.
    part ini bener bener nguras emosi, ditemenin backsound music yg lumayan galau juga. bagus shela. semoga part depan lebih cepat🙂 .

    • *angguk-angguk* Kami memang pasangan seperti itu. xD
      Nah! Anda nangkep maksud saya di tulisan tentang penjabaran perasaan Jiyoo. :’3 Sebenernya di awal pas YooHae ngobrol, Yoo syuda berusaha ngelupain tentang Chaerin, tapi apa daya (?) tiba-tiba muncul masalah gak terduga, dan itu berasal dari Hyuk. Dia yang inisiatif buat ngambil langkah ke chaerin, dan itulah yang bikin jiyoo makin down. Hohoho~ xD
      Side part…repot. Akyu orangnya gamau repot laaah. Kekeke~ Nanti dipikir lah enaknya gimanah. -_-
      Makasihh syuda bacaaa~ ^-^
      dan sepertinya harapanmu gak terkabul. T^T

  23. omaigod, semuanya pada galau😦
    this part make my emotion ‘teraduk-aduk’*?* hihihi
    Idk what to be on whose side? jiyoo? hyuk? Daehyun? or chaerin? really confused😦
    do you like chaerin, daehyun~ah?? andweeeeeeeeee…./tarik.daehyun/ huaaa
    and i’m so curious about donghae?? does he likes jiyoo?? i can’t imagine it, god huaa..NC part?? yeeeyyy…and another conflict?? whoaa really curious about it…cannot wait for the next chap eonn…
    shella hwaitting😀 /hug/kissbye😀

    • *bantuin aduk biar rata (?)*
      You should be on Jiyoo’s sideee~~~ Should. Must. Kekeke~ xD
      Daehyun has his own reason. You’ll know soon~ *I hope so. ><*
      Donghae… wut do u think about him? *teasing. syalalala~
      Hwaitiiiing~! Thank you very much for everything; reading, supporting, and commenting. xD *hugs* ^-^

    • Kan tbc di MY itu selalu mengarah ke chapter selanjutnya sayangs~ Selalu ada topik di tiap chapter kan? Aku mertahanin sistem (?) itu. xD
      Fighting! Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  24. Wah, konflik udah mulai keliatan jelas..
    Aku ga suka bgd sama caherin waktu dia berpikir kalau dia pengen mimiliki eunhyuk, ihh rasanya gimana gitu ga rela jadinya..
    Hehe..
    Tapi tetep bagus aku suka..

  25. ga nyangka jung daehyun yang ganteng ituh dapet peran seperti ini~
    galau dah itu si jung, she~
    antara yoo dan rin.
    entah kenapa aku berfirasat jung ada sesuatu sama nona song itu,
    part jihyuk nya ya ampun T-T
    yoo, malah kalo kamu posesif semua yang kamu bayangin bakal terjadi sayang~
    yoohae, as always yah kekeke *peluk hae*
    di -cut- nya di tempat yang amat sangat tepat she *lagi rame tau~*😦
    kekekekek~
    okelah semangat yoo buat ngelanjutinnya😀

    • Bener, jung ada sesuatu sama song. Huhu~ Nanti dijelaskan di next chapter yaah. ^^
      Hehe~ syuka sama yoohae kah? Itu part favoritku disiniih. xD Mereka bestpren yang cute banggets. ><
      Semangats! Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  26. chap kemaren yg jd masalah tuan choi,bahkan aku sempat mikir kalo si ikan bkal jd seseorg diantara hyuk-yoo..skarang kenapa semakin brtambah masalahnya..?

    Haaaahhhh#hela nafas…pdhal nunggu2 ni ff bkal ada romancenya hyuk-yoo,,,,

    yg ada aku geram sndiri bacanya,,,😦

  27. ak sebel sama chaerin.. >.<
    sebel sebel sebel..
    #injek2bantal
    ji yoo juga harusnya agresive (?)
    dum. bilang SUAMI GUE NIH!. #emosiakut
    ok thor, udah penat nih gue. pkoknya next chaptnya bnyakin romantisnya yaaaa.. :3
    gomawoyoo~

  28. wow,,this part really really full of conflic..so complicated..
    hope hyuk and yoo be happy family..donghae find his girl and the lucky girl is me..haha
    just for information I hate chaerin,,I really dislike her.. ><

    keep writing,,I always waiting for the next chapter..I like this fanfic very much..hope it come soon..FIGHTING!!

    • Kekeke~ Hae will find someone, but definitely not in MY *for now I prefer the single-Hae. xD*
      Fighting! I try to write whenever I had time. ;~; Thank you! ^-^

  29. Yak! Ada apa dgn Daehyun?? Part 7 bkin galau..huhuhu
    g da siwon, eh muncul chaerin. Jiyoo knp g ng0mong lngsung z sma hyuk? Hyuk ayo cepat umumkan siapa istrimu sbnarnya..*gregetan deh*hehe
    soal NC kalo emang mw ada menurut aq mending bkin 2 versi z chingu..yg satu NC+password utk 17+ and yg stu lg Non NC wat yg dibwah umur..jd adil kan..hehe^^
    tp semua keputusan ada ditanganmu chingu..Semangat! Walaupun sibuk MY tetep lanjut..
    Hwaiting…!!!^^

  30. sumpah pusing banget baca part ini. complicatednya kayak benang yg mbulet dan mbuletnya udah mbulet buanget tapi bikin penasaran

  31. slam kenal eon aku raeders bru di sni dan ku tau wp eonni dri kyuna territory.. di sni jiyoo ny tekanan batin dech eonn,mnyimpan apa yg ada dlm pikirn ny sendri dan jles bnget ketakutan jiyoo akn khilangan eunhyuk oppa.. maaf ya eonn dri part 1-7 komen ny di sni n komen ny panjang bnget..

  32. Kyaaaa ><
    Akhirnya keluar juga.. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya muncul juga
    kenapa mereka selalu dihadang oleh masalah ya.. Kan kasiaannn… xp
    Jadi penasaran sama lanjutannya..
    Daebakk eonn !

  33. galau..
    sesek dadaq ngurai tiap bhasa yg ad d step ini..
    hadeuh..

    gemes bgd eunhyuk yg g paham posisi yoo..
    dan apa2.an daehyun itu..
    haduh, saking galaunya mpe g paham daehyun itu mihak sapa..
    akh..
    ikt.an sakit liat hyuk ramah bgd ma chaerin..
    omo, omo, omo..
    seandainya chaerin bkn org yg mncntai hyuk, yoo g akn sefrustasi itu..
    -_____-

    • *puk puk*
      Gak maksud bikin sakit atii loh. :’3
      Bener banggets. Yoo frustasinya karna chaerin suka sama hyuk, dan itu sudah lama banget. Sama sekali gak sebanding sama perasaannya dia sendiri ke hyuk. ;~; *mendadak galau*
      makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  34. kak shelaaaaaaa, gawd…..i love you soooo much :’*:’* and also this story….kesel kenapa eunhyuk ga tau apa-apa w(‘A’w) KENAPA KAK? KENAPAAAAAA? trs kenapa jiyoo jugaa……AAAAAAAAA stresseuㅠㅠ Chaerin juga, kenapa dia ga peka? w(‘A’w) dan yang kesel banget…..JUNG DAEHYUN KENAPA KAMU JAHAT?퓨.퓨 baru pertama kali nih bias aku meranin cast ginian-_- tapi aku mencium bau bau daehyun bakal banyak muncul disini :3 dan tentang nc…..jangan di password in kakkk, aku gatau password nya nanti…. sukses kuliahnya ka shelaaaaa {}

    • I love you too bebebs~ :*
      Bau2 daehyun? Daehyun bau apaan emangnya? *endus endus* xD
      NC-nya gak bakal diprotect kok, cantiks. xD Baek kan?
      Makasihh doanyaaa~ :*** AMINN AMINN~~~

  35. sumpah,baca nI part bikin saya Marah-marah ga jelas.

    smuanya ada d Posisi yg nyebelin,Dr jiyoo yg over parno(takut bngt hyuk d embat Orang),karakter hyuk Yg kurang peka(loba ngahulengna(?),chaerin yg Ga tau Diri menurut sy(coz, udh tau hyuk punya seseorang masih aja ngeyakinin diri wat dptin hyuk),daehyun juga ntah mengapa Sy benci cara dia merhatiin yoo.

    Donghae ya~ yoo sdang membutuhkan pendapatmu,yg yah setidaknya bisa Ngalihin pikiran” Yoo tentang pemikirannya tentang orang ke3.

    nextnya asap,dan wat part NC Di protec atw ngga Itu Terserah dirimu Wahai author😄

    Ps-konfliknya jangan d Tambah” ntar jatohnya kyk sinetron#Kaburrr~

    • Kenapa Anda marah2 sendiri? xD
      eii~ makin banyak konflik makin bagus. Toh nanti konflik2 awal bakal ilang dengan sendirinya. xDD
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  36. can’t stop tearing after read this chapter

    yak,shela !!!
    ente abis makan bawang bombay berapa kilo ampe nih chapter penuh dgn deraian air mata
    * lap ingus *

    haish…ide komenku lenyap gegara scene terakhir

    shela tanggung jawab
    *puasin nangis dipeluk eunhyuk*

  37. posisi bang ikan disini membingungkan kak, tapi keren banget,, jung daehyun itu apa deh ya,, kenapa dia harus punya sisi care sama chaerin dan dibilangin pula ke yoo?!?!? dan sedikit jengah juga sama perlakukan lebih hyuk ke chaerin, if i were jiyoo, i wouldn’t be that strong to thinkin’ about the statement that she’s not the one who deserves marry with hyukkie,, fighting eonni!!!
    *hikshiks*

  38. Ngobrak ngabrik emossiii …
    Shela >.< aaah, tadi udah senyum senyum di awal. Eh pas mau bagian akhir.. T-T konfliknya nyata dan rumit, ah masalah siwon belum kelar, tambah masalah chaerin aaaa, hyuk aah ente sama jiyoo aja yaak, oke shela, keep writing! Semangat😀

  39. astagaaaa ..
    Daehyun apa yg qm lakukan ??? Gag pham sm mkst daehyun nglakuin it smua .
    Kyagx si daehyun sngaja ngbiarin chaerin dket sm hyuk br nantix dia sdar sndri kalo trnyta hyuk g pny prasaan ap2 bt dia , dan ktka wkt it tiba daehyun bkal dtng bt jd plpur larax chaerin , hehehehe sok tau bngt ya guwe shell .

    Dtnggu ya shel next partx dan bt NCx , smngaatt !!😄

    • Hahaha… tebakan yang menarik. xD Tapi bukan gitu kok. Daehyun emang pingin Chaerin bener2 deket ama Eunhyuk. ;~;
      Makasihh syuda bacaa~ ^-^ dan silakan menanti NC. xD

  40. astaganaga,..
    part ini gregetan bgt sih,..
    knpa q jd kesel sendiri liat jiyo,..
    bnr kata lupakan smua, yg penting eunhyuk udah nikah am jiyoo,…
    buang pikiran2 gk penting, eunhyuk cinta am jiyoo n’sblikny,..
    knpa jiyo mau hal bgitu sih?
    n’ chaerin cuekin aj yg penting gue udah nikah am eunhyuk,..
    hal ini hrs d’camkan d’bnk jiyoo,..
    hahaha,.. ‘d’tendangchaerin’
    bnr2 gregetan am jiyoo,..
    sieungyuk satu nih, knpa gk ngerti am jiyoo,..
    hrs d’ajarin dlu nih, bang si jiyoo i2 cemburu, msh gk tw sih,..
    n’ daehyun, bngung dy ini baek atw jahat sih,.
    bela siapa sih sbnrny,..
    aaa,..
    pkkny penasaran,..
    d’tunggu lanjutanny,..
    fighting,..🙂

  41. Annyeong unni ^^
    Yanis imnnida, sider yang baru tobat🙂

    Astaga, Kenapa konfliknya gini sih eon? AKu gak nyangka.
    Rasanya baca tu kayak es cendol yang banyak campurannya (?)
    Kenapa Hyuk kayak lemah banget disitu. Jiyoo jugaa.. Udah lupain rasa sukannya Chaerin, Hyuk harus milik Jiyoo *semangatmembara
    Pokoknya part selanjutnya harus bikin Chaerin tau kalo Hyuk-Jiyoo udah nikah. Titik. *maksa *plak *abaikan

    • Annyeeeeooongs~ ^^
      Enak banggets yah kayanya es campur yg dicampur2 (?)
      Nah looohh. xD Iyah, nanti lah diatur. Gampangs. xDD
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  42. Makin complicated onn ceritanya, aku suka!
    Sebenernya masih bingung sebenernya daehyun ada di pihak siapa hehe
    Baru sadar disini scenenya donghae jauh lbh sedikit ya dibandingin daehyun haha. Daehyun udah mulai meningkat nih onn hehe
    Need more JiHyuk here…….tp part ini isinya conflict semua nih onn haha tumben
    Semoga part 8 menjawab semuanya yaa onn hehe
    Part 8 aku tunggu onn😀
    And of course that nc thing😉

    • Sebenernya pingin bikin short story soal daehyun, cuma kayanya nanti ajah deh diselipin sekalian. xD
      Abis dari kemaren2 si daehyun dikit banggets, terlalu fokus ama hae, jadi sekarang ditambahin dikit2 lah. *peyuk daehyun*
      Part 8… full jihyuk, mudah2an. *spoiler* xD
      NC thing, of course deaaarr~~~ Kekeke.. xDD
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  43. eonni~~!
    sebenernya donghae suka sama siapa sih? ko aku malah penasaran ga jelas sama tokoh yang satu itu?

    eonni, aku makin suka sama tulisanmu. suka suka sukaaaaa~~!

    ditunggu lanjutannya, eonni ^^
    hwaighting ^^9

  44. eoni. . . .
    Smpah part kali ini konflikx super duper menyakitkn. . . Sampai2 aq menumphkn air mtat. . . .

    Apa maksud jung daehyun dgn kt2x “Sejak
    awal aku juga tidak ingin
    melibatkanmu dalam kerumitan ini.”

  45. aaaa…. syuka!! Konfliknya ngena!! hyuk.. Aish.. knp dy ga peka” *?* si ama prasaan yoo.. ish..kesel kesel..
    dan itu..itu.. daehyun karakternya kok gitu yah *?* dia sbenernya berpihak pd siapa sih..
    Chaerin?!huh…
    yoo yg sabar yahh.. aku brpihak padamu kok *?* #eh
    Part slanjutnya masih ada konflik lg yak.. asikk.. tamba galo nanti *?*
    Ehem.. nt ada encenya jg kan yah di epep ini xD *nyengir*

    kya! ga sabar nunggu next partnyaa… #hwaitinYoo ( ^)o(^ )

    • Iyah, nanti bikin yg lebih galau. Saya cinta penggalauan! xD
      Tapi next masih yg sweet2 kok, mudah2an. xD
      Hwaiting! Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  46. aaa, akhirnya publish! dan saya komen di part ini. setelah beberapa part sebelumnya ngga meninggalkan jejak, hehe.. peace, un..
    hua, hyukjae~ konfliknya ngena banget un.. chaerin ih, mau sebel tapi sebenernya dia juga ngga salah.. malah jadi gregetan sama jiyoonya nih! ><
    scene donghae kurang, un..
    ahh, cant wait for NC! kkk~
    part selanjutnya jangan lama-lama ya, un..
    paii paii

    • Jiyoo emang bikin gregetan. Tapi yah mau gimana lagi, karakter Jiyoo sengaja dibikin kaya gituh. xD
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^
      Ini lagi diusahain biar gak lama2, cantiks. ;~;

  47. OM Gee! Daehyun-nya trnyata… Apa dia suka sm chaerin? *aku cm smpet kepikir ke sini*
    Jiyoo-nya kasian ya? Aduuu ga kebayang gmana rasanya jd dia…
    Hae! Ayo cepet cari pacar! Hahaha.

  48. Sesak napas smpe akhir..dan ‘tbc’-nya semakin memperparah keadaannn..aigoooo~ T.T Eonniii..jgn lama2..>.<
    Jebaaaaaaalllll~

  49. WAAAAAAAAH! SAYA CINTA GALAAAUUU!! :333 part ini bener2 full of galauismenya jiyoo yaaa! hahahah *ditabok
    ini nih yang paling aq suka sama tulisannya shela, penggalauannya selalu mantap! dan konfliknya kayaknya makin ngejelimet ya.. ;~; yeeeiii~~! ayo banyakin konfliknya :3 fufufufu
    tapi klo konflik mulu kapan jiyoo hamil -___- *readergalaubanyakmaunya
    ah pokonya next part ditunggu! ^o^

    • HA HA HA~ ternyata pada masuk spam beneran kak. x’D Maap yaa, baru aku un-spammed semua niih. :*
      Jadi Anda butuh penggalauan apa kehamilan (?) *abaikan*
      Makasihh syuda baca kakaaaakk~ ^-^

  50. ahhh..😦
    knapa daehyun menusuk jiyoo dr blkg?
    ada udang diblik bakwan ne daehyun.. :p
    donghae jgn dibuat smpai kyk gt jg ya..

    fighting!!!
    nunggu lnjtannya..🙂

  51. hmmmm, konflik’y muncul…
    daehyun suka ma chaerin? mendukung chaerin?
    unnie pikir daehyun suka ma jiyoo..

    donghae, mana donghae..
    ntah knp unnie kangen karakter hae, pengen liat hae menopang jiyoo..

    next part d’tunggu…😀

  52. nyesek banget jadi jiyoo😦
    bener-bener ngerasa sendiri dan yaaaampun ini benerbener yaa nggak bisa ketebak ceritanya… dan jaehyun, bingung bgt sama karakter dia disini -___-

  53. Saiia baca ngebut dr part 1 ampe part 9. Saiia senyum2 gaje n smp part ini rasanya saiia pengen banget gigit tembok (?) Щ(ºДºщ)
    Hyukjae-ssi, I have nothing to say for u, I just wanna scream in your ears and say Ur wife is JEALOUS now!!! Omg! Kipas mana kipas?? Saiia Hot!!! *asah golok* #abaikan
    Tp saiia juga bnr2 trluka😦
    Kapan lanjut thor? Dan msh ad konflik? Omg!

  54. Aaaaaaa masalahnya makin peliikkk.. Kasian Yoo😦. Eh tapi peran donghae disini dkit yaaa.. Masalah rumahtangga sdh mlai berat bagi Hyuk dan Yoo😀. Yaahh tbc bikin galau banget. Serius thoorr.. Can’t wait for next chapter. Keep writing and semangat🙂

  55. Annyeong.. Wah, sudah lama ta bertandang kasini.
    Udah ada MY chap 7, n aigoo…… Daebak, awesome. Feelx dpt bgd, awal2 aq sneng2 sndiri obrolan haejiyo n yg dkantorx daehyun.
    Truz jd ksel sndiri sm ketidak pekaannya hyukjae dan kekhawatiran serta kebungkamannya jiyo.
    Err, jd ikut nyesek bareng jiyoo.
    Dan daehyun, jung galau, dan aq jd ikt galau diposisi daehyun.. Tp knp daehyun g blg ja ke hyukjae kalo chaerin it pnah suka hyuk dr SMA. Aish…. Geregetan.
    Panjang bgd ceritany, tp paz nyampe akhri mlah pngen lbh panjang. Kkeke..
    Awesome chingu.^^

  56. Eonnnnniiii… Ige wae irae??? Kenapa jadi super galau begini????
    Aku harap masalah ini cepet selesai dan JiHyuk bisa kembali beraksi..
    Eonni, aku jadi kesel sama Song Chaerin.. Kok aku mikir kalo dia itu picik ya?? (Manyeo-nya keluar)
    But over all, this is a great story.
    I really like this type of genre and I wanna see Hyukjae ff beside the other member.. Geundae eonni jangan takut, suamiku itu masih si setan bopeng kok,,, *tunjuk2 Kyuhyun.
    Hehe.. Gomawo sudah melanjutkan Marry Yoo-nya, eonni. ^^

    • Karena eonni yang satu ini sangat cinta galau dan suka melakukan penggalauan masal, sayangs~ xD
      Eii~ Song Chaerin polos loh, dia sebenernya cuma bergantung sama cinta satu sisi yang dia punya buat Hyukjae sejak dulu kala *bahasaku*
      Hhohoho.. jadi kamu istri setan itu? Astagaaa.. *pukpuk kamu* xD *diinjekkyu*
      Masih akan berlanjut, jadi mohon ditunggu yaa~ *bow*
      Makasihh syuda bacaa~ ^-^

  57. wooww… ini baguss baguss bngett…
    mungkin kaloo aq jadi jiyoo juga bakall..berfikir kayak gitu..ckckkcck
    gak bosen’nya baca..
    marryoo daebakk… xD

  58. annyeong…
    erna imnida,89-line,new reader.
    uhm…berasa kyak mkan strwberry,ada manis sma asem nya juga.hyuk so sweet bgt…tpi knp g nydar klo yoo cmbru?jdi penasaran daehyun suka ama chaerin ya?
    dtengin cast cwe lgi dong bwt bang donghae,kasian biar g jadi obt nymuk truz…hehe…^^
    dtnggu next capt ea…

  59. Aaaaaaa.. Scene pengaten barunya dikit.
    Itu bagian ngeledekin mereka dlu bgt sih, jd pngn cpt2 nikah.. #loh
    Uhhh bagian ini bnr2 complicated,
    Brharap part selanjutnya cepet publishh…
    Yayyyy.. Lee hyukjae-Choi Jiyoo Jjaanggg….
    Thankyuuuuuuuuuuu…..

  60. ya ampun knp daehyun karakter nya jd begitu onn? gk nyangka bgd deh .
    Onnie, jgn lama2 donk konflik diantara Jihyuk couple nya kan kasihan mereka nya😦
    Kalo begitu terus kemana pergi nya bakat alami hyukpa untk dpt sll memahami jiyoo????

    Onnie, udh kelamaan ne nunggu part slnjt nya!!!
    Jadi gk sabar ne cerita slnjt nya gmn,,,

  61. annyeong eonni🙂
    aku reader baru disini, salam kenal..
    aku baru baca ff ini daaaan wow! daebak!
    aku suka ceritanya dan konfliknya juga..
    ditunggu chapter selanjutnya🙂

  62. haduh baru sempet baca ini part.🙂
    dan tetep dengan kesan yang sama ma part sblum2nya..
    Konfliknya itu lohh ga nguatiinn.. Hahaha.
    Konfliknya main perasaan banget dan ngelibatin keterkaitan yang cukup rumit, ga bisa di tebak bakal sperti apa ntr ceritanya🙂
    Baca next part kalo gituu🙂

  63. bingun mau komen gimana …
    konflik batin banget .. kasihan si yoo nya, dan chaerin sepertnya dia butuh sesuatu untuk menghilangkan fantasinya memiliki Hyukjae .. *tiba2 geram sama si chaerin*
    ya.. sepertinya teman, sahabt yg cocok buat si yoo cuma si hae ..
    btw, penasaran apakah hae akan dipertemukan dg cintanya atau ga ya ? .. kkk
    read the next part then .><

  64. jadi… apa sebenarnya maksud Daehyun…??? ga mgkn kan dia pengkhianat?? apa mgkn dai suka kali sama Chaerin???

    ohh.. Donghae… dmn dirimu..?? sahabatmu tuhh lagi Galau tingkat tinggi??

    Lanjutttttt*penasaran

  65. ‘everyone, attantion please! Choi Jiyoo… Ah no, Lee Jiyoo is my wife.’
    sebenarnya sangat mudah menyelesaikan permasalahan di atas.

    Tapi part ini rada2 nyesak gimana gitu. Sepanjang yg kuingat, saat membaca part ini aku tidak tersenyum, kecuali scene saat donghae dan jiyoo makan siang.

    Aku agak kesal sama hyukjae disini.
    Huft… Semoga next part nya gak segalau ini

  66. Hmm..
    12 tahun dan 7 tahun..??
    Itu lama yg mana *mikir..
    Ah bukan.a eunhyuk itu lebih menunggu lebih lama kenapa harus dia dan jiyo yg jadi korban😥
    semangat hyukkk jae…

    Kemana lee donghae? Saat seperti ini dia tidak meminjam kan bahu.a mungkin eunhyuk akan berfikir ulang jika yg di gosip kan itu donghae bukan daehyun kan???

    Cinta sejati tidak akan runtuh..😀 jjang!

  67. ihhhhh gemes asli macam pengen gigit orang. ahhhh makin engga ketebak aja ini ceritanya dan lagi mengguras emosi. oke siip ijin baca part selanjutnya🙂

  68. Hadeuh…apa”an ini??knpa msalahnya jadi serumit ini??mana donghae…mana donghae…*cari donghae di kolong meja*biasanya kan dia yang jd dewa penyelamat jihyuk..

  69. apa jgn2 daehyun krja sama lg m chaerin spya daehyun dptin yoo trs chaerin m hyuk,..
    daripada pnsran trs mnding bca part slnjut.a🙂🙂

  70. Aishh daehyun knapa aku jdi gk suka sama dia,, pas awal2 malah aku senengg sma dia ngelebihin senneenggg aku sma haepa,
    Konfliknya makin berasa ni eonn,,
    Kerenn kerenn

    Aku mauu lanjut baca dulu Ɣå媪 eonnn,, papapapapapiiii

  71. So saaaaaad kalau aku jd jiyoo aku bakal nolak permintaan siwon oppa terserah ga di akui jd keluarga choi aku ga peduliiii aku lebih peduli sama suami limited edition ku lee hyukjae tersayaaang😀

  72. My body reaction after read this chapter are my heartbeat getting fast, the weather is so hot, my throat is dry and I almost breathless…

    OMG, the conflict is comiiinnnggg *be anticipate*

    Hae, where are you? Neo eoddiga? Tarawa ppali!!!

    She, HWAITING! ^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s