Marry Yoo! [6th Step]

[6] The Rules

“Tidak ada ‘bulan madu’ yang seharusnya.”

Kedua mata Siwon tampak tenang. Jiyoo tahu tak ada satu pun dari ucapan lelaki itu yang tak serius. Hanya saja, Jiyoo tetap tak senang. Dari seluruh malam di sepanjang hidupnya, kenapa pembicaraan semacam itu dibicarakan di malam pernikahannya!?

Jiyoo merona. Ia tahu persis apa yang dimaksud Siwon. Ia hanya belum pernah memikirkan hal itu secara rinci… apalagi di dekat Eunhyuk seperti ini.

Bukankah tak sopan jika Jiyoo membayangkannya?

Tatapannya Jiyoo tertuju ke sepatu hak tingginya sendiri. Ia sama sekali tak punya nyali untuk menatap Eunhyuk. Sudah seharusnya sepasang pengantin baru berbagi kemesraan, dan hal itu baru saja dilakukannya pada Eunhyuk. Tapi rasanya sekarang Jiyoo tak bisa menghadapi Eunhyuk setelah pembicaraan semacam ini.

“Aku tidak keberatan,” ujar Eunhyuk. “Sampai kapan?”

Siwon memiringkan kepala. Lagi-lagi Eunhyuk harus menghadapi tatapan menilai dari lelaki itu. “Sampai… Jiyoo bisa bergabung di perusahaan keluarga. Mungkin setahun atau dua tahun, tergantung kapan Jiyoo bisa menyelesaikan kuliahnya.”

Menyebalkan.

Jiyoo merutuk, memaki nyaring dalam hati. Pembicaraan antar dua lelaki ini mulai tak masuk akal. Siwon dan Eunhyuk berbicara seakan-akan Jiyoo tak ada di antara mereka.

Padahal Jiyoo berdiri di samping Eunhyuk. Membeku. Baik tubuh dan otaknya, Jiyoo membeku secara sempurna.

“Aku akan sangat berhutang budi jika kau bisa melakukannya,” sambung Siwon. Jiyoo mulai merasa tersesat dalam pembicaraan ini. “Tenang saja, tiket bulan madu kalian tetap bisa digunakan. Untuk 3 orang.”

Eunhyuk mendengus. “Biar kutebak,” ujarnya, “bersama dengan Choi Siwon?”

Senyuman miring terlukis di wajah Siwon. Dan Eunhyuk kembali mengingat kenapa ia sangat tak menyukai lelaki itu. “Benar.”

“Maaf menyela,” sergah Jiyoo jengah. Ia benar-benar tak bisa menahan diri untuk tetap berpura-pura menikmati pembicaraan Siwon dan Eunhyuk. “Siwon oppa, bisa biarkan kami berdua?”

Siwon berjengit, sedikit terkejut. Namun ia bisa dengan cepat mengatur senyuman yang sama. “Tentu saja. Akan kutemui kalian nanti di rumah.”

Lelaki itu berbalik, memunggungi Jiyoo dan Eunhyuk bahkan sebelum salah satu meresponnya. Pandangan Eunhyuk mengikuti Siwon. Rumah dan sebuah aturan tak masuk akal. Hadiah macam apa yang baru saja diberikan oleh lelaki itu?

“Kurasa kami saling membenci,” gumam Eunhyuk kesal. Ia menatap wajah Jiyoo yang lesu. “Kau baik-baik saja?”

Jiyoo menelan ludah. Lidahnya mendadak kelu, tak bisa menjawab. Apakah ia baik-baik saja?

Satu-satunya hal yang jelas adalah Jiyoo merasa pening dengan arah pembicaraan Siwon dan Eunhyuk. Bulan madu. Hubungan intim. Suami-istri. Eunhyuk. Rentetan kata itu mendadak memenuhi kepala Jiyoo.

“Yoo?”

Jiyoo mengembuskan napas melalui bibirnya. “Ya, ya. Aku baik-baik saja.”

“Apa kau memikirkan apa yang sedang kupikirkan?” tanya Eunhyuk. Senyuman jahil terukir di wajahnya –yang lagi-lagi membuat Jiyoo terpesona. “Soal… ucapan Siwon.”

Kedua lutut Jiyoo menjadi lemas. Otaknya menjadi dua kali lipat lebih lambat dalam berpikir. Mungkin ia mengerti maksud pertanyaan Eunhyuk. Mungkin ia memang memikirkan hal yang sama dengan yang dipikirkan lelaki itu. Mungkin…

“Kita punya rumah baru!” seru Eunhyuk. Senyumnya jenaka. Dan saat itulah Jiyoo mengerti pikirannya dan Eunhyuk sama sekali tak sama.

“Rumah baru, tentu saja!” Jiyoo menghela napas lega. Tentu saja ia tak akan sudi membicarakan isi kepalanya yang tak biasa itu. “Ya. Rumah baru di dekat kampus.”

Dengan tatapan yang berkilau, Eunhyuk memandang wajah pengantinnya. Gadis itu cantik. Di matanya, gadis itu sempurna. Membayangkan bahwa ia tak bisa menyentuh gadis ini membuat Eunhyuk mendadak kecewa.

Sebenarnya ia tak peduli dengan rumah baru. Tak peduli sama sekali. Sekalipun jika rumah baru itu berada di dekat kampus atau bahkan ada di dalam kampus, Eunhyuk sama sekali tak tertarik dengan semua itu.

Ia hanya peduli dan tertarik untuk menghabiskan malam ini dan malam-malam selanjutnya bersama gadis bernama Choi Jiyoo.

—–

Rumah ini indah. Persis seperti yang sudah dikatakan Siwon, Jiyoo akan menyukainya. Semua hal tentang bayangan sebuah tempat tinggal kini terpapar nyata di depan mata Jiyoo.

Dinding bernuansa biru laut, perabotan sederhana nan elegan, tirai panjang berwarna putih. Jiyoo menyukai semua itu. Seleranya mungkin sederhana, tapi ia bukan orang yang mudah dipuaskan seperti ini.

Tapi kali ini ia sangat puas.

“Kau menyukainya,” komentar Eunhyuk singkat. Kedua matanya tak terlepas dari wajah Jiyoo yang bersinar. Untuk kesekian kalinya di malam ini, ia ingin memeluk Jiyoo, menyentuh kulitnya yang terlihat lembut, dan membiarkan tubuh gadis itu tenggelam dalam tubuhnya sendiri.

Jiyoo mengangguk. Ia menoleh, menatap Eunhyuk dan menyematkan tangannya di lengan lelaki itu. “Sangat sangat indah!”

“Satu-satunya hal yang kusukai dari rumah ini adalah Choi Siwon tidak akan ikut tinggal di sini,” ujar Eunhyuk. Dari sudut matanya, ia melirik Siwon yang mengurus sesuatu dengan seorang pelayan wanita paruh baya. “Dia sangat menyebalkan, kan?”

“Mm… dalam beberapa hal, iya. Tapi untuk urusan dekorasi dan rencana hunian, Siwon oppa sangat mengagumkan.” Jiyoo tersenyum menggoda. Melihat Eunhyuk mendengus, gadis itu tertawa. “Aku tahu kau membencinya.”

Eunhyuk mengangguk tak acuh. Sekalipun ia terlihat tak menyukai Choi Siwon, ia tak ingin membuat Jiyoo memiliki pikiran seperti itu. Bagi Jiyoo, Siwon adalah satu-satunya kerabat jauh yang peduli padanya. Dan Eunhyuk tak akan merusak kenyataan itu untuk istri tercintanya.

Istri. Benar, Choi Jiyoo adalah istrinya sekarang. Eunhyuk masih merasakan tangan Jiyoo dalam lengannya. Begitu hangat, begitu nyata.

“Aku mencintaimu,” bisiknya pelan.

Jiyoo menoleh, mencoba memastikan apa yang baru saja dikatakan Eunhyuk. “Apa?”

“Kubilang, duduklah dulu. Aku tahu kakimu sakit.” Eunhyuk menarik tubuh Jiyoo mendekat. Dengan senyum terkembang, ia mendudukkan Jiyoo di salah satu sofa berwarna putih tulang. Eunhyuk berlutut sementara kepalanya mendongak menatap Jiyoo. “Mana yang sakit?”

Tanpa suara, Jiyoo menunjuk tumit kaki sebelah kiri. Sepertinya sepatu hak tinggi yang indah itu sudah menyakitinya. Jiyoo baru merasakannya saat ia mengganti sepatu dengan sandal. Tak satu pun menyadari keadaannya. Kecuali suaminya.

Suami. Mendadak rasa sakit di tumitnya menghilang, digantikan oleh gelenyar aneh di sekeliling perutnya. Lee Hyukjae adalah suaminya sekarang.

“Kapalan,” gumam Eunhyuk. Jiyoo menggigit bibir. Selama hampir 3 jam ia berdiri mengenakan sepatu itu. Pasti bukan kapalan yang ringan. “Sakit sekali?”

Jika dalam kondisi normal, Jiyoo akan menyanggah segala hal yang akan membuat orang lain kerepotan karenanya. Ia lebih suka mengaku baik-baik saja daripada merepotkan orang. Namun, Jiyoo mengangguk.

Karena orang yang sedang berlutut di depannya ini bukan hanya sekedar orang lain. Orang itu adalah orang yang akan bersamanya seumur hidup. Orang itu adalah orang pertama yang menyadari kesakitannya.

Orang itu adalah suaminya. Jiyoo menelan ludah. Memikirkan kata itu sama seperti menelan sesuatu yang tersangkut di tenggorokan, membuat Jiyoo sulit bernapas.

“Perlu kuambilkan obat?” tanya Eunhyuk.

Dalam sekali pandang, Jiyoo tahu lelaki itu sedang cemas. Luar biasa cemas. Dan betapa Jiyoo menikmati segala hal itu dari Eunhyuk. Ia merasa luar biasa nyaman dengan rasa cemas itu.

“Baiklah,” Siwon menyahut dari ruang makan. Lelaki itu membawa banyak sekali arsip yang diduga Jiyoo sebagai semua hal yang berkaitan dengan rumah hadiahnya. “Kalian bisa langsung menempati rumah ini.”

Eunhyuk berdiri hingga menutupi Jiyoo yang sedang duduk. “Kami mengerti. Terima kasih atas bantuanmu.”

“Lalu, soal tiket hadiah kalian,” sambung Siwon, “bisa kalian ambil minggu ini.”

“Kami mengerti. Aku yang akan mengambilnya.” Eunhyuk memberikan penekanan pada kata aku. Ia tak akan membiarkan Choi Siwon berada dekat dengan Jiyoo. Mungkin hanya naluri, tapi Eunhyuk memang tak menyukai Jiyoo bersama dengan Siwon.

Ralat, mungkin Eunhyuk tak akan pernah menyukai jika Jiyoo bersama dengan lelaki lain. Lelaki mana pun.

“Aku pamit. Hubungi aku jika ada apa-apa,” ujar Siwon datar. Lelaki itu berbalik dan menutup pintu.

Eunhyuk masih berdiri dan mendengarkan. Setelah mendengar suara mesin mobil menjauh, ia menirukan Siwon, “Hubungi aku jika ada apa-apa.” Kemudian mendengus, “Hah! Lucu sekali.”

“Jangan menjadikannya bahan lelucon,” tegur Jiyoo. Eunhyuk berbalik dan menemukan Jiyoo menahan tawa.

“Aku sama sekali tidak membuat lelucon, aku benar-benar tak suka padanya.” Eunhyuk kembali berlutut, memeriksa sekali lagi luka kapalan di tumit Jiyoo. “Bagaimana ini? Ayo, ke rumah sakit!”

Jiyoo benar-benar tertawa sekarang. “Kapalan… dan rumah sakit? Tuan Lee, apa kau tidak pernah kapalan sebelumnya? Orang bodoh mana yang akan datang ke rumah sakit hanya gara-gara… kapalan?”

“Tentu saja aku. Aku akan membawamu ke sana,” sahut Eunhyuk yakin. “Dan, Nyonya Lee, aku melihatmu kesulitan berjalan sejak kau keluar dari ruang ganti. Aku bahkan tidak bisa membayangkan berapa lama kau menahannya.”

Satu lagi kenyataan menyenangkan. Jiyoo tersenyum simpul. Ada seseorang yang akan selalu memperhatikannya sekarang. Ada Lee Hyukjae untuknya.

Dan ada seseorang yang akan memanggilnya Nyonya Lee mulai saat ini.

“Apa kau menahannya sejak upacara pernikahan kita?” tanya Eunhyuk. Ia meringis sambil meniup-niup tumit Jiyoo.

Jiyoo menggigit bibir. Sejujurnya, ia sendiri tak tahu. Dari awal upacara pernikahan hingga acara dansa, ia tak merasakan apapun. Satu-satunya yang menjadi pusat perhatian Jiyoo hanya lelaki tampan yang menunggunya di altar.

Mungkin jika bukan Eunhyuk yang sedang berdiri dan tersenyum padanya, Jiyoo sudah merasakan sakit di tumitnya. Ia bahkan mungkin sudah melepaskan sepatu sialan itu dan melanjutkan pernikahan tanpa alas kaki.

Tapi orang itu adalah Eunhyuk, yang bisa langsung menyihirnya.

“Jangan bilang kau terlalu jauh jatuh dalam pesonaku,” sindir Eunhyuk. Senyum jahil membuat gusi merah mudanya terlihat jelas. “Aku benar, kan?”

Jiyoo menyipitkan mata. Mungkin segala hal tentang Eunhyuk yang dirasakannya selalu bisa dibaca lelaki itu. Atau mungkin saja Eunhyuk punya kemampuan untuk membaca setiap hal yang dipikirkan Jiyoo. Entahlah, lelaki itu ajaib.

Kalau begitu, tak ada gunanya menyangkal. Jiyoo mengangguk. “Mungkin memang begitu.”

“Mungkin?” ulang Eunhyuk sarkastis. “Aku tidak pernah suka ketidakpastian, Nyonya Lee.”

Dengan mengabaikan segala hal yang mungkin mengganggunya, Eunhyuk mendekati Jiyoo. Ia bisa melihat kedua mata Jiyoo yang memantulkan kepanikan. Eunhyuk tersenyum miring.

“Mungkin… atau kau memang memikirkanku?” tanyanya lagi.

Jiyoo berdeham. Udara mendadak mengepungnya, memberikan suasana panas yang membuatnya tak bisa bernapas. Lelaki itu berada sangat dekat dengannya. Walaupun bukan untuk pertama kalinya, Jiyoo tetap merasa sensasi yang sama.

Jantungnya menggelepar seperti kepakan sayap burung. Di dalam perutnya ada jutaan kupu-kupu yang beterbangan. Kedua kakinya menggelenyar aneh. Semua itu karena Eunhyuk berada sangat dekat dengannya.

Hanya karena lelaki itu dan semua sistem saraf Jiyoo mendadak lumpuh.

“Hm? Kau tidak menjawabku,” bisik Eunhyuk lagi. Helaan napasnya menyapa pipi Jiyoo.

“Iya! Iya!” Jiyoo menahan dada Eunhyuk dengan kedua tangannya. “Aku… aku memang memikirkanmu sampai aku sendiri tidak sadar kakiku sakit.”

Eunhyuk mengecup pipi Jiyoo lembut. “Jawaban bagus.”

Belum sempat Jiyoo menarik napas lega, Eunhyuk sudah menarik lengannya. Kedua mata Jiyoo belum tertutup dan bibir Eunhyuk sudah menyapu bibirnya. Ciuman ringan, lembut dan menghanyutkan.

Jiyoo menutup kedua kelopak matanya. Tubuhnya bergeser hingga ke ujung sofa. Ia merasakan tangan Eunhyuk berada di punggungnya, menahan tubuhnya.

Hanya kali ini. Kali ini saja Eunhyuk akan mengabaikan apapun, termasuk peraturan aneh dari Choi Siwon. Ciuman ini akan menjadi hadiahnya untuk Jiyoo. Dengan perlahan, Eunhyuk membuat bibirnya beradu dengan bibir Jiyoo.

Lelaki itu membiarkan Jiyoo mengambil napasnya. Menuruti naluri, ia memburu bibir Jiyoo dengan kecepatan yang teratur. Sentuhan hangat di bibir Eunhyuk itu tiba-tiba berubah menjadi sentuhan yang panas dan menyengat.

Hidung Eunhyuk bisa mencium aroma pelembab wajah yang digunakan Jiyoo.  Aroma pelembab wajah itu, ciumannya, kulit Jiyoo yang terasa lembut di kulitnya. Tangannya yang bebas membelai wajah Jiyoo. Wajah itu terasa familiar dalam sentuhannya.

Bibir Eunhyuk masih mendamba setiap bagian bibir gadis itu. Akal sehat dan kewarasannya hilang entah kemana. Eunhyuk hanya ingin menyentuh Jiyoo. Sekarang. Ia harus memiliki gadis itu sekarang.

Mungkin ia bisa mulai menunjukkan pada Choi Siwon, bahwa ia tak pernah menyukainya. Mungkin ia tak harus mengikuti permainan lelaki itu.

Mungkin…

Eunhyuk bisa merasakan lengan Jiyoo yang melingkari lehernya. Gadis itu berusaha mendekatkan jarak yang tak bisa lebih dekat lagi. Bibir Jiyoo melakukan tugasnya dengan balas memburu bibir Eunhyuk.

Bayangan Siwon dan sikapnya yang sangat peduli pada Jiyoo mengusik Eunhyuk. Bagaimana pun, ia sudah berjanji. Dan Siwon juga bukan orang yang berniat buruk pada Jiyoo.

Betapa menyebalkannya saat Eunhyuk mulai merasakan getaran rasa bersalah. Terutama pada Choi Siwon.

Dengan tiba-tiba, Eunhyuk memutus kontak fisik mereka. Napasnya terengah namun bibirnya mengukirkan senyuman. Ia tertawa pelan sebelum mengecup ringan bibir Jiyoo.

“Jangan kira aku tidak menginginkannya,” ucapnya.

Jiyoo memandangnya linglung kemudian berdeham salah tingkah. Oh Tuhan, ia melakukannya lagi. Jiyoo bertindak seperti orang barbar saat berhadapan dengan Eunhyuk.

“Peraturan adalah peraturan.” Eunhyuk mengangkat bahu. Lelaki itu memunggungi Jiyoo. Untuk sejenak, Jiyoo pikir Eunhyuk kecewa. Namun, lelaki itu berkata, “Naiklah. Kuantar kau ke kamarmu.”

Kamarmu? Kali ini Jiyoo yang merasa kecewa. Alih-alih mengatakan sesuatu, Jiyoo melingkarkan lengan di leher Eunhyuk dari belakang. Gadis itu membiarkan Eunhyuk menggendongnya.

Jiyoo menempelkan dagunya di bahu Eunhyuk. “Aku…”

“Pasti kau kesakitan dan kelelahan,” sela Eunhyuk.

Dengan sentakan pelan, lelaki itu membuka pintu kedua dari tangga. Eunhyuk benar-benar memerhatikan apa yang dikatakan Siwon. Ia menuju kamar yang benar, tak kerepotan menemukan kamar Jiyoo atau kamarnya sendiri.

Kamarnya sendiri? Memuakkan.

Jiyoo masih menempelkan dagu ke bahu Eunhyuk. Gadis itu mencoba menghirup aroma maskulin Eunhyuk kuat-kuat. Aroma lelaki itu sangat segar, sangat memabukkan. Jiyoo memejamkan mata dan membiarkan aroma maskulin itu memenuhi rongga hidungnya.

Tanpa diinginkan, kilasan ciuman mereka lima menit yang lalu terputar kembali. Ciuman itu adalah ciuman paling intens, paling intim, dan paling indah. Semua ciuman dengan Eunhyuk memang indah, tapi yang satu ini terasa berbeda. Jiyoo tahu itu.

Jiyoo tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya jika Eunhyuk tak menghentikan ciuman itu. Mungkin akan ada hal baik yang terjadi. Mungkin, siapa tahu?

Untuk beberapa alasan, kini ia mulai tak menyukai Siwon.

“Jah, tidurlah.” Eunhyuk menurunkan Jiyoo di ranjang. Karena Jiyoo memandangnya dengan aneh, ia mengerutkan kening. “Kenapa?”

Tangan kanan Jiyoo melambai, menyuruh Eunhyuk mendekat. Lelaki itu, bagaimana pun, menurut. Jiyoo mendekatkan bibirnya ke telinga Eunhyuk. Ia berbisik, “Aku mencintaimu.”

—–

“Aku mencintaimu.”

Eunhyuk tersenyum. “Tentu saja. Bagaimana bisa kau tidak mencintaiku?”

“Sana pergi!” Jiyoo berseru sambil menahan senyumnya. “Besok aku tidak akan ke kantor. Donghae akan menjemputku ke sini. Kau tidak keberatan, kan?”

Sambil pura-pura berpikir, Eunhyuk menjawab dengan datar. “Karena hanya Lee Donghae, aku tidak keberatan. Pastikan dia langsung mengantarmu kembali ke sini setelah kuliahmu selesai. Oke?”

Jiyoo mengerucutkan bibir. Walaupun begitu, ia tak pernah bosan menerima perlakuan protektif dari Eunhyuk. Gadis itu mengangguk.

“Dan, lakukan sesuatu pada kakimu atau aku akan menggendongmu ke rumah sakit. Kau dengar aku?” Perintah dari Lee Hyukjae lagi. Mungkin Jiyoo harus mengakui ia tak begitu tersanjung dengan segala perintah Eunhyuk.

“Aku mengerti,” sahutnya. “Pergi sana!”

Eunhyuk tersenyum miring lalu mengecup puncak kepala Jiyoo. “Selamat tidur, Nyonya Lee.”

Dengan sudut mata yang mengikuti punggung Eunhyuk hingga menghilang ditelan daun pintu, Jiyoo berusaha menenangkan debaran jantungnya. Nyonya Lee Hyukjae. Bahkan setelah Eunhyuk meninggalkan kamar ini pun Jiyoo tak bisa berhenti mendengar gema suara lelaki itu.

Dan Jiyoo tahu ia tak akan bisa tidur malam ini.

—–

The next day

“Jadi kalian mengikuti permainan Choi Siwon?”

Jiyoo menoleh, melirik Donghae yang memusatkan pandangan ke jalan raya. Lelaki itu akan mengantar Jiyoo ke kampus sebelum berangkat ke kantornya sendiri. Dan walaupun hanya perjalanan singkat, Jiyoo tak pernah bisa menyembunyikan rahasia apapun dari Donghae.

“Begitulah,” jawab Jiyoo enggan. Sebenarnya tak menyenangkan untuk berbagi sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan pribadi yang paling sensitif seperti itu, tapi Jiyoo lebih tak bisa menyimpannya sendiri.

Donghae mendesah. “Lalu, Eunhyuk?”

“Eunhyuk? Kenapa dengannya?”

“Apa dia menerimanya begitu saja?” jelas Donghae. Lelaki itu, jika Jiyoo tak salah lihat, tampak mengerling nakal. “Dia tidak meminta keringanan atau apapun untuk menghindari aturan aneh itu?”

Jiyoo mengerutkan kening kemudian menggeleng lemas. Satu-satunya yang berusaha melarikan diri dari aturan itu adalah dirinya sendiri. Ia mengingat respon liarnya pada ciuman Eunhyuk semalam. Sangat memalukan.

Menyadari rona merah muda di sekitar pipi Jiyoo, Donghae tertawa pelan. “Kasihan sekali.”

“Berhentilah menggodaku,” seru Jiyoo. Ia menggerutu, “Cobalah temukan seorang gadis dan aku tidak akan berhenti mengganggumu!”

Dengan lirikan tak acuh, Donghae mengangkat bahu. “Kalau begitu aku masih selamat. Aku tidak punya orang seperti itu.”

“Orang seperti apa, maksudmu?”

“Orang yang bisa membuatmu bertingkah di luar batas kewajaran manusia. Orang yang bisa membuatmu terlihat seperti orang lain,” jawab Donghae asal. “Ah, dan orang yang bisa membuatmu senyum malu-malu atau merona seperti yang sering kaulakukan.”

Jiyoo mendesis kesal. “Lee Donghae!”

Donghae tertawa lepas. Sejak kepulangan Jiyoo, ia selalu melihat perubahan pada diri gadis itu. Perubahan yang baik, tentu saja. Donghae bisa menilai Eunhyuk memberikan pengaruh yang luar biasa baik untuk Jiyoo.

Gadis itu, jika boleh dibilang, terlihat lebih bahagia. Donghae menyadari itu. Bahkan walaupun ayah Jiyoo tak berhasil ditemukan, Donghae bisa melihat gadis itu tak kekurangan alasan untuk tersenyum. Mungkin Jiyoo juga tak memiliki alasan untuk bersedih.

“Aku serius,” Jiyoo melanjutkan topik yang dipikirkannya, “Donghae, apa kau tidak mau mencari seseorang?”

Alis Donghae terangkat. “Siapa?”

“Siapa saja yang bisa membuatmu bahagia,” ucap Jiyoo. Saat mobil Donghae berhenti di lampu merah, lelaki itu menatap Jiyoo lekat-lekat. “Kenapa melihatku seperti itu?”

“Tidak apa-apa.” Donghae memalingkan wajah, kembali menatap jalanan yang dipenuhi pejalan kaki yang menyebrang.

Jiyoo melirik sahabatnya dari samping. Kedua matanya mengerjap sementara kepalanya dimiringkan, tampak menilai. Gadis itu memukul lengan Donghae pelan. “Aku serius.”

“Iya, iya,” sahut Donghae tak peduli.

Lampu hijau menjadi penyelamat Donghae. Lelaki itu melajukan mobilnya memotong jalanan Seoul, melesat menuju kampus Jiyoo. Perjalanan berlanjut dalam diam. Tak satu kata pun keluar dari bibirnya.

—–

Kedua mata Eunhyuk terasa berat. Semalam ia benar-benar tak punya kesempatan untuk tidur. Selama beberapa jam terakhir, ia merutuki keputusan bodohnya untuk mengikuti aturan dari Choi Siwon.

Eunhyuk mengingatkan dirinya sendiri. Ia menunggu gadis itu selama 12 tahun dan kemarin penantiannya berakhir. Lalu kenapa ia justru merasa semakin tersiksa?

“Direktur,” suara lembut itu membuat Eunhyuk mendongak dengan malas. Ia menemukan Song Chaerin, asisten pribadi yang dipilihnya berdasar rasa cemburu pada Jiyoo kemarin. “Hari ini ada rapat di lantai 5. Saya sudah menyiapkan bahannya, jadi–“

“Akan kubaca nanti,” potong Eunhyuk. Lelaki itu memijat pelipisnya. “Terima kasih.”

Chaerin menggigit bibir. Sepertinya ia tak punya pilihan lain. Ia harus meninggalkan direkturnya sendirian. “Baik.”

Dengan sudut matanya, Chaerin tak melepaskan pandangan dari Eunhyuk. Lelaki itu seperti dewa baginya. Ia memilih Chaerin sebagai asisten pribadi yang otomatis memberinya jabatan tetap di perusahaan. Gajinya lebih dari cukup untuk membiayai pengobatan ayahnya di rumah sakit. Bahkan adiknya yang paling bungsu juga masuk ke sekolah elit.

Mungkin Eunhyuk tak akan mengingatnya, tapi Chaerin tak pernah melupakan lelaki itu. Jauh sebelum ia datang ke perusahaan ini, Eunhyuk sudah menjadi dewa penolongnya.

—–

7 years ago – Anyang High School

Girls’ dorm, 4th.

“Song Chaerin! Siapa yang bernama Song Chaerin?”

Gadis bernama Song Chaerin segera berdiri. Rambutnya yang hitam gelap diikat ekor kuda. Ia mengenakan seragam dengan hiasan pita di bagian depannya. Wajahnya bersih dari riasan, tampak polos dan manis.

“Ya, aku Song Chaerin,” ujarnya.

“Adikmu menelepon.” Seorang gadis lain yang memanggil-manggil namanya tampak tak suka. Tentu saja. Ia harus berlari dari ruang pengawas asrama di lantai 1 hingga ke lantai 4 hanya untuk menyampaikan telepon. “Menyusahkan sekali. Kenapa kau tidak beli ponsel!?”

Chaerin menundukkan kepala. “Maaf.”

Gadis berambut pendek yang masih kesal itu mengabaikan permintaan maaf Chaerin. Ia justru sengaja menabrakkan pundaknya ke pundak Chaerin dengan keras. “Aku bosan dengan permintaan maafmu.”

Sambil menggigit bibir, Chaerin menuruni tangga. Kalau hidupnya tidak susah, ia juga akan dengan senang hati membeli ponsel. Bahkan ia tak mungkin tinggal di asrama sekolah. Itu kalau hidupnya tidak susah.

Kenyataannya, Song Chaerin selalu hidup susah. Sejak kecil, ia hanya bisa berharap pada dana beasiswa. Baginya, kepintaran adalah satu-satunya modal yang dapat menyelamatkan Chaerin dan keluarganya.

Chaerin disambut oleh kepala pengawas asrama. Wanita tambun itu tersenyum ramah. “Telepon dari rumah.”

“Terima kasih,” jawab Chaerin. Ia memeriksa apakah pengawas asrama itu sudah pergi sebelum menyahut di telepon. “Halo?”

Suara panik adik bungsunya yang masih sekolah dasar memekakkan telinga Chaerin. “Nuna! Nuna! Appa kecelakaan!”

—–

Ayah Chaerin koma. Mungkin hanya keajaiban yang bisa membangunkannya. Dengan catatan, jika keajaiban itu memang ada.

Bukan hanya itu, pria paruh baya itu juga divonis akan lumpuh. Jika saja ada cara membuat kenyataan menjadi mimpi, Chaerin pasti sudah melakukannya. Dunia seolah runtuh menimpanya, membuat hidupnya berantakan.

Sebagai putri tertua, tanggung jawab Chaerin bertambah. Sekarang bukan saatnya memikirkan beasiswa. Ia juga harus memikirkan bagaimana adiknya hidup.

Seisi sekolah tahu tentang hal itu. Semua temannya bersimpati, menebarkan pandangan kasihan untuk Chaerin. Baginya, semua simpati dan empati itu sama sekali tak mengubah apapun. Kecuali menambah alasan Chaerin untuk bunuh diri.

Chaerin menarik napas dalam-dalam. Dari balkon di atap sekolah ini, ia bisa melihat langit luas yang terhampar. Biru, teduh, nyaman. Ia bahkan bertanya-tanya bagaimana rasanya hidup di langit.

“Apa kau yakin mau bunuh diri di sini?”

Suara itu mengejutkan Chaerin. Ia menoleh, berbalik cepat dan menemukan seorang lelaki berseragam sama dengannya. “Apa?”

“Wajahmu… sama seperti wajah orang putus asa yang berharap segera mati,” ucap lelaki itu. Chaerin mengerutkan kening. Mungkin lelaki itu benar. Walaupun Chaerin sama sekali tak berniat bunuh diri, mungkin itulah yang ada di pikiran terdalamnya. “Aku benar, kan?”

Chaerin hanya menatap lelaki itu tanpa berkedip. Jika ditanya seperti itu, Chaerin baru menyadari bahwa ia tak punya jawabannya. Mungkin ia memang lelah dan ingin segera menyusul ibunya.

“Ayahku baru saja meninggal sebulan yang lalu,” ujarnya. Chaerin tertegun, bingung. “Aku punya seorang nuna dan ibu yang harus kujaga. Kukira kita sama, ah… kau lebih beruntung. Ayahmu masih hidup, bukan?”

Untuk beberapa alasan, Chaerin memalingkan wajah. Tak ada seorang pun yang bernasib sial sepertinya.

“Semua orang bilang kau akan berhenti sekolah.” Lelaki itu tetap mengoceh. “Jangan.”

“Aku tidak punya waktu untuk sekolah. Apa kau tahu berapa besarnya biaya rumah sakit ayah dan sekolah adikku?” tandas Chaerin. Ia mulai jengah dengan semua ucapan lelaki asing itu. “Kau bukan orang miskin, kan?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

Chaerin mendengus. Ia tersenyum miris. “Lihat saja seragammu, bersih dan rapi. Jam tangan yang kaukenakan, jam tangan mahal. Lihat sepatumu juga.”

“Lalu kenapa?” tanya lelaki itu. “Apa kaupikir semua itu tidak memberiku alasan untuk sedih?”

Chaerin menggigit bibir. Sungguh, bukan itu maksudnya. Tentu saja lelaki itu tetap bisa merasa sedih.

“Jangan anggap tanggung jawabmu sebagai beban. Semua hal yang kau anggap beban itu mungkin bisa menjadi pelajaran berharga,” ujarnya. “Dan, jangan berhenti sekolah. Mungkin saja kau bisa mendapat jalan keluar dari sini, di tengah teman-teman yang bisa membantumu.

“Semuanya akan baik-baik saja.” Lelaki itu berdiri dan tersenyum –senyum yang tak pernah diduga Chaerin. “Aku pergi dulu!”

Chaerin membuka mulutnya yang kaku. “Tunggu, itu…anu…”

“Oh, namaku Eunhyuk.”

—–

Mungkin Eunhyuk tak akan pernah tahu bahwa Chaerin mendapat kekuatan dari lelaki itu. Chaerin selalu mengingat lelaki asing yang seenaknya memberi ceramah padanya. Ia tak pernah mengira akan bertemu lagi dengan Eunhyuk.

Seperti keajaiban; keajaiban yang dulu tak pernah diyakininya.

“Apa kau masih membutuhkan sesuatu?” Suara Eunhyuk bergema jelas di telinga Chaerin.

Chaerin tersadar dan buru-buru menggeleng. Ingin sekali Chaerin menjawab. Ia memang membutuhkan sesuatu. Chaerin membutuhkan jawaban dari pertanyaan yang bercokol di benaknya.

Apakah Eunhyuk mengingatnya?

Apakah lelaki itu mengingat Chaerin, seperti Chaerin selalu mengingat lelaki itu. Apakah lelaki itu tahu ia menjadi orang yang sangat istimewa bagi Chaerin sejak 7 tahun yang lalu. Dan apakah lelaki itu tahu sepenting apa ia bagi Chaerin. Chaerin ingin tahu jawabannya.

Hingga saat gadis itu berjalan menuju pintu Eunhyuk pun, tak ada kata yang bisa terucap.

—–

11:33 PM – House

Angin dingin malam ini memaksa Eunhyuk mendekap mantelnya. Lelaki itu baru saja memarkir mobil di garasi saat menyadari ia pulang agak larut. Tak ada lagi deru kendaraan di depan rumahnya, beberapa lampu di rumah tetangga mulai padam, dan hanya ada lampu jalan yang menemaninya.

Eunhyuk melangkah cepat, menghindari angin yang semakin dingin. Berlindung di dalam lilitan selimut tebal pasti akan menjadi hal yang menyenangkan saat ini. Berbaring di ranjang bersama Jiyoo akan menyempurnakan segalanya.

“Aish…” Eunhyuk menggerutu. Sepertinya akal sehatnya sudah membeku. Ia bahkan lupa bahwa ia memiliki kamar tidur sendiri, begitu pun dengan Jiyoo.

Mungkin memang akan sangat menyenangkan jika bisa menemukan Jiyoo tidur di sampingnya. Mungkin Eunhyuk bisa mendekat, mendekap gadis itu hingga tak satu pun dari mereka yang kedinginan. Mungkin… otak Eunhyuk sudah benar-benar membeku.

Dengan mengabaikan semua bayangan yang menggairahkan itu, Eunhyuk memasuki rumahnya. Lampu ruang tamu sudah padam. Eunhyuk menduga Jiyoo sudah tidur.

Jiyoo sudah tidur di kamarnya sendiri. Tentu saja. Eunhyuk benci cara otaknya mengingatkan dirinya tentang hal itu.

Deringan nyaring membuatnya terkesiap. Eunhyuk merogoh saku mantelnya, mengeluarkan ponsel layar sentuh yang menuntut untuk diangkat. “Wae?”

“Beginikah caramu menyambut telepon temanmu?” Donghae mengeluh. “Sudahlah, kumaafkan kau kali ini. Ada sesuatu yang ingin kusampaikan. Seharusnya aku menghubungimu 2 jam yang lalu, tapi aku lupa. Dan lagipula, ponselmu selalu sibuk…”

Sementara Donghae mengomel, Eunhyuk berjalan menuju ruang makan. Ruangan itu masih terang. Sebuah mangkuk berisi sup dan sepiring daging tampak belum disentuh. Eunhyuk hampir berpikir semua itu makan malam milik Jiyoo.

“…Anak itu memasak untukmu. Dia berbelanja bersamaku tadi siang. Mungkin dia kira kau akan pulang saat makan malam dan tidak mau repot-repot menghubungimu. Tapi Daehyun, beberapa jam yang lalu, bilang dengan santai kalau kau ada rapat dan mungkin akan pulang larut. Aku mencoba menghubungi Jiyoo tapi ponselnya tidak aktif.

“Lee Hyukjae, apa kau mendengarku?”

Eunhyuk termenung. Membayangkan Jiyoo memasak membuatnya terkejut. Ia merasa takjub dan bangga. Jiyoo memasak. Untuknya.

“Bodoh! Kenapa kau tidak bilang pada Jiyoo sebelumnya supaya jangan berharap pada jam pulang kantorku!?” Eunhyuk berseru walaupun bibirnya tersenyum.

Lelaki itu mendengar Donghae mendengus. “Ya, ya. Tentu saja ini salahku. Yah! Kaupikir aku yang punya ide menyiapkan makan malam spesial untuk suamiku, Lee Hyukjae, tercinta!?” Kemudian ia menarik napas. “Apa kau sudah melihat makan malammu?”

“Sedang dilihat dan akan segera kumakan,” ujar Eunhyuk. Ia menyendok kuah sup, mengecapnya perlahan. “Lumayan.”

“Tch… Jiyoo bahkan tidak mengijinkanku makan masakannya,” Donghae menggerutu hingga terdengar lucu di telinga Eunhyuk. “Kalau begitu, nikmati makan malammu yang sudah dingin itu.”

Sambungan terputus. Eunhyuk menggeletakkan ponselnya di atas meja dengan acuh. Ia menarik kursi dan mulai menyantap makanan di depannya.

Mungkin itu bukan makanan terenak yang pernah dimakannya, tapi jelas semua itu akan menjadi makanan paling menggiurkan seumur hidup Eunhyuk.

Sebenarnya Eunhyuk jarang mengingatkan dirinya untuk makan malam. Jam pulang yang malam dan kelelahan yang luar biasa membuatnya selalu memutuskan untuk berkencan dengan bantal dan selimutnya. Namun, napsu makannya malam ini tampak tak terganggu oleh apapun.

Eunhyuk menghabiskan semuanya. Dengan cekatan, ia bahkan mencuci piring dan membereskan meja makan. Lelaki itu akan berterima kasih pada Jiyoo besok pagi.

Setidaknya itu yang sempat terpikirkan oleh Eunhyuk.

Saat Eunhyuk membuka pintu kamarnya, ia kembali dikejutkan oleh Jiyoo. Gadis itu tidur di ranjangnya sambil mengubur diri dalam selimut. Eunhyuk mulai berpikir bahwa segala imajinasinya bisa menjadi nyata.

“Kau pasti kelelahan,” gumamnya.

Eunhyuk duduk di tepi ranjang. Kedua matanya menatap kagum sosok yang sedang terlelap. Napas Jiyoo terlihat teratur. Eunhyuk mengingat saat pertama kali melihat Jiyoo tertidur di rumahnya. Gadis itu begitu cantik hingga Eunhyuk tak pernah bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Jiyoo.

Tanpa suara, Eunhyuk mendekatkan wajahnya hingga ia bisa merasakan sapuan napas Jiyoo di kulitnya. Bibirnya menyentuh bibir Jiyoo. Sentuhan itu selalu terasa sama; hangat dan lembut.

Detik berikutnya, Jiyoo membuka matanya. Ia terlalu terkejut untuk bergerak apalagi untuk mengelak. Tak ada alasan untuk menolak ciuman ini. Jiyoo kembali memejamkan matanya.

“Maaf,” bisik Eunhyuk. Ia membisikkan kata itu di atas bibir Jiyoo.

“Kenapa?” balas Jiyoo, dengan gerakan bibir di atas bibir Eunhyuk.

Eunhyuk tersenyum sebelum menarikan bibirnya di bibir Jiyoo sekali lagi. Dengan perlahan, ia membantu Jiyoo untuk duduk. Tangannya menelusuri wajah Jiyoo, turun hingga ke leher jenjangnya yang putih.

“Masakanmu lumayan,” ujarnya. Eunhyuk sudah lebih dulu menghentikan segala gerakan yang mungkin bisa membuatnya berharap lebih jauh.

Jiyoo mengerjap lalu tersenyum. “Tidak buruk, kan?”

“Mm… selain terlalu dingin, kurasa semuanya sempurna,” jawab Eunhyuk santai.

“Kau tahu itu bukan salahku!” tandas Jiyoo cepat. Gadis itu melirik Eunhyuk dengan tajam. “Kenapa tidak bilang kalau akan pulang larut? Aku menunggumu sejak sore. Aku bahkan cemas kalau kau datang lebih cepat sementara makan malam belum siap.”

Eunhyuk pura-pura terkejut. “Apa kau menikmati peranmu sebagai Nyonya Lee yang cerewet?”

“Aku tidak cerewet!”

“Oh, kau cerewet. Sangat cerewet,” bantah Eunhyuk. Senyuman miring dengan tatapan jenaka Eunhyuk mustahil membuat Jiyoo marah. “Aku suka istri yang cerewet.”

Jiyoo merengut tak puas. Mungkin ia akan senang jika Eunhyuk melewatkan bagian cerewet itu. Ia menurunkan kakinya hingga menyentuh lantai. “Tidurlah. Aku akan pindah ke kamarku.”

“Ah, wae? Aku tidak keberatan kalau kau tidur di sini,” cegah Eunhyuk sambil memberi kecupan kupu-kupu di sekitar pipi Jiyoo. “Aku kedinginan.”

“Manja,” Jiyoo berkomentar sinis.

“Memang.” Eunhyuk mengedikkan bahu tak acuh. Segala macam komentar pedas tak akan menghapuskan keinginannya dengan mudah. Ia ingin Jiyoo ada di sampingnya. Sekarang. “Taruhan, kau pasti takut tergoda jika terlalu lama bersamaku.”

Jiyoo memberi tatapan menilai pada Eunhyuk. Salah satu sudut bibirnya terangkat, meremehkan. “Aku atau kau?”

“Oh, ayolah! Aku tidak akan berbuat apa-apa,” ucap Eunhyuk cepat. Ia sedang tak ingin mengajak Jiyoo dalam permainan debat saat ini. “Kita hanya akan berbaring, menutup mata, dan tidur. Itu saja. Aku janji.”

Mati-matian Jiyoo menahan tawanya. Ia justru kecewa jika segala hal itulah yang akan dilakukan mereka malam ini. Sejujurnya, keteguhan hati ala Lee Hyukjae ini menyentuh hati Jiyoo. Mungkin suaminya adalah jenis suami edisi terbatas yang mampu menyanggupi aturan aneh dari orang seperti Choi Siwon.

Jiyoo tak punya pilihan. Ia memang tak pernah punya pilihan jika sudah berkaitan dengan Eunhyuk.

Gadis itu berbaring di salah satu sisi ranjang sementara Eunhyuk di sampingnya. Eunhyuk bilang malam ini dingin, tapi tubuh Jiyoo memberi sinyal yang sebaliknya. Jiyoo kepanasan. Dan berdebar-debar.

“Aku mendengar dentuman jantungmu,” bisik Eunhyuk.

Jiyoo mendesis. “Telingamu pasti menipu.”

“Choi Jiyoo,” panggilnya.

“Hm?”

Tubuh Eunhyuk menyamping, menghadap Jiyoo. Jiyoo bahkan menelan ludah tanpa sadar. “Apa kau mencintaiku?”

Pertanyaan bodoh. Jiyoo nyaris mengumpat. Jika ia tak mencintai lelaki bodoh yang luar biasa tampan dan memesona ini, untuk apa ia di sini, di ranjang lelaki itu, dengan jantung yang berdetak liar!?

Dengan sigap, Jiyoo menarik bantal dan meletakkannya di tengah –antara dirinya dan Eunhyuk. Ia tak ingin merasakan tatapan menggoda itu. “Akan kujawab besok!”

“Yah!” sela Eunhyuk. “Singkirkan bantal ini, aku mau melihatmu!”

“Sirheo! Selamat tidur!” Jiyoo menyembunyikan tubuh dan wajahnya dalam belaian selimut. Keluhan Eunhyuk berdengung di telinganya hingga beberapa saat sebelum Jiyoo tak lagi mendengar apapun. “Kau tidur?”

Tak ada jawaban. Jiyoo menurunkan selimutnya. Dengan perlahan ia menyingkirkan bantal penghalang dirinya dan Eunhyuk. Tampaknya lelaki itu sudah tidur nyenyak. Dadanya naik-turun secara teratur.

Jiyoo tersenyum lebar. Bulu mata Eunhyuk yang lentik memanggilnya. Jiyoo membiarkan salah satu tangannya memainkan bulu mata itu dan terkikik pelan. “Bodoh.” Kemudian ia mengecup pipi kanan Eunhyuk. “Sangat.”

Gadis itu tahu ia tak perlu mempertegas kalimatnya. Apa maksud kata ‘sangat’ yang baru diucapkannya. Ia hanya tahu bahwa kata itu merupakan jawaban dari pertanyaan Eunhyuk.

Satu-satunya hal tak diketahui Jiyoo adalah bahwa lelaki itu tersenyum penuh kemenangan dalam mimpinya.

—–

The next day

Suara lift yang berdenting mengundang Jiyoo untuk masuk. Gadis itu menekan tombol 3, tempat ruangannya berada di perusahaan Eunhyuk. Diam-diam ia menghela napas. Hari ini adalah hari pertamanya masuk kerja setelah pernikahannya dengan Eunhyuk.

Jiyoo sadar tak ada yang perlu ditakutkan. Baik Eunhyuk dan Daehyun sudah memberitahu bahwa tak semua pegawai mengetahui soal pernikahan itu. Hanya beberapa perwakilan direksi, para pemegang saham, dan beberapa manajer. Sebagian besar dari mereka sudah sepakat untuk merahasiakan pernikahan itu di perusahaan –menghindari rumor yang tak menyenangkan, untuk Eunhyuk dan Jiyoo.

Terutama untuk Jiyoo. Menurut Eunhyuk, itu adalah hal terbaik yang bisa dan harus dilakukan; melindungi Jiyoo dari rumor buruk.

Namun, tetap saja Jiyoo tak bisa berhenti khawatir. Kabar burung adalah awal dari sebuah gosip dan rumor. Ia melatih mentalnya sendiri untuk tak terkejut jika tiba-tiba semua orang bicara di belakangnya.

“Wajahmu pucat. Kau baik-baik saja?” tanya Daehyun yang menyambutnya di depan lift.

Jiyoo mengangguk sopan. “Ya. Aku baik-baik saja, Sunbae.”

“Kurasa aku tahu apa yang sedang kautakutkan,” ucap lelaki itu santai. Jiyoo mengerjap bingung. Benarkah Daehyun mengetahuinya? Lelaki itu tersenyum menyemangati. “Sudah kubilang tak ada yang tahu soal itu. Beberapa pegawai hanya mendengar rumor kalau direktur pujaan mereka memiliki tunangan, bukannya menikah.”

Seharusnya hal itu bisa membuat Jiyoo lebih tenang. Tapi tidak, gadis itu justru semakin cemas. “Bagaimana kalau mereka menyelidiki siapa ‘tunangan’ si direktur?”

Daehyun nyaris meledakkan tawanya. “Yah, kaupikir mereka tidak punya pekerjaan lain? Atau kaupikir direktur itu semacam idola yang harus selalu diintai?”

“Bukan seperti itu, tapi–“

“Tidak akan terjadi apa-apa,” potong Daehyun. Ia menyerahkan arsip tertutup pada Jiyoo sebelum bergegas masuk ke dalam lift. “Aku butuh data produksi bulan lalu. Tolong ya!”

Jiyoo mengangguk walaupun Daehyun sudah menghilang di balik pintu lift. Setidaknya pekerjaan ini akan membantu Jiyoo mengurangi berbagai imajinasi tololnya. Gadis itu melangkah menuju mejanya dengan sikap yang senormal mungkin.

“Jiyoo!” seru Song Chaerin. Bibirnya mengukirkan senyum yang tak mungkin diabaikan Jiyoo.

“Asisten pribadi! Bagaimana pekerjaanmu, menyenangkan?” tanya Jiyoo. Ia masih ingat bagaimana Chaerin mendapatkan jabatan itu. Ucapkan terima kasih pada kecemburuan-tak-beralasan Lee Hyukjae.

Chaerin mengangkat bahu, berusaha terkesan tak peduli walaupun Jiyoo bisa melihat wajahnya yang bersinar. “Lumayan.”

Jiyoo tersenyum menggoda. “Gaji yang naik, jabatan tetap, dan komentarmu hanya ‘lumayan’? Kau bercanda.”

“Apa kau tahu, kudengar direktur sudah memiliki tunangan. Aku hanya…” Chaerin mengatur tatanan bahasanya. Ia tak ingin terlihat tak tenang dengan rumor seperti itu. “Penasaran. Ya, aku penasaran kenapa tidak ada perayaaan besar-besaran. Tidakkah itu aneh?”

Gadis itu berdeham dan membuat ekspresi wajah tak peduli. “Mungkin hanya petinggi perusahaan yang diundang.”

“Jadi menurutmu, direktur benar-benar sudah bertunangan?”

Terjebak. Dasar Choi Jiyoo bodoh! Jiyoo sibuk merutuk dalam hati.

Jika kau pernah melakukan sebuah kesalahan dan seolah akan tertangkap basah, persis perasaan itulah yang menyergap Jiyoo saat ini.

Jiyoo mengangkat bahu. Rasanya ia ingin mengabaikannya, tapi raut wajah Chaerin terlihat muram. Seperti mendapat firasat buruk, mendadak ketidaknyamanan menggelitik seluruh tubuhnya.

“K-kenapa? Apa kau menyukai direktur?”

Pertanyaan itu mencelos begitu saja dari bibir Jiyoo. Gadis itu tertawa, berusaha mengesankan lelucon dalam kalimatnya. Jiyoo tak tahu Chaerin menyadarinya atau tidak, tapi tawanya terasa hambar.

“Dia…” Jiyoo tahu sorot mata itu. Kedua mata Chaerin berkilau jernih. “Dia seperti dewa penolong pribadiku.”

Jika saja Jiyoo tahu jawaban Chaerin, mungkin ia tak akan pernah bertanya. Seharusnya ia memang tidak bertanya. Seharusnya ia tidak berusaha memperjelas apapun.

Untaian kisah itu mengalir deras. Chaerin menceritakan semuanya secara langsung, jelas, dan berurutan. Rentetan kalimat itu membentuk lingkaran dengan Jiyoo berada di tengah-tengahnya. Perlahan, dan sangat pelan, lingkaran itu mencekik lehernya hingga ia sulit bernapas.

Gadis di depannya ini menyukai Eunhyuk. Selama 7 tahun. Selama itu ia mengenal Eunhyuk. Dengan sangat baik.

Jiyoo berusaha menelan gumpalan rasa aneh di tenggorokannya. Jika ia mau mengingat, ia bahkan sama sekali tak mengenal Eunhyuk. Betapa ironis dan menyedihkannya jika Jiyoo tak tahu apa-apa soal Eunhyuk. Suami yang menikahinya 3 hari yang lalu.

“Tidakkah kaupikir kami memang dihubungkan oleh takdir?” suara Chaerin yang merdu membuat Jiyoo menahan napas.

Takdir. Jiyoo diam-diam mengakui hal itu. Takdir juga menghubungkannya dengan Eunhyuk. Dan sepertinya takdir juga sedang ingin mempermainkannya.

Jiyoo bukan sedang ingin berpikir sentimental, tapi ceritanya sendiri tak bisa dibandingkan dengan cerita Chaerin. Gadis itu bahkan memiliki kesan mendalam tentang Eunhyuk. Ia tahu masa remaja Eunhyuk, paham mengenai kesedihan yang mungkin waktu itu dirasakan Eunhyuk sementara Jiyoo tak tahu apa-apa.

Jiyoo, entah bagaimana, merasa dikalahkan.

“Tapi… dia sudah bertunangan sekarang,” gumam Chaerin lirih. Jiyoo sendiri tak punya kekuatan untuk memberi semangat temannya. “Tidak apa-apa. Mulai sekarang, siapapun gadis itu, dia adalah rivalku.”

===============TBC================

Another conflict! I’ve a lot for you~ will add it later!

Well, I put Song Chaerin not for nothing. Kekeke~

Ah, about that NC thingy, bit surprised! If I talk about NC, the comment(s) exploded. While I did an update-story, like no one wants to read. =__=

Honestly, I’m disappointed.

But still, there some-still-reader(s) also give responds. Thank you~ ^-^

I’ll see you guys around! Thank you for reading! :*

ps: is it good enough? I mean this chapter and the plot. Lemme know~ :3

ps again: for Yuli, THANK YOU FOR THE NEW POSTER. ;~; *touched* Maaf ya gak bilang kalo mau dipake buat chapter ini. Hehe~ Makasihh sekali lagii.. *bow*

152 thoughts on “Marry Yoo! [6th Step]

    • eonniiiii~~ another conflict, assa~
      and what’s that?? two kisses in this part…ouhhh how romantic they are.. HyukYoo jjang😀
      Lee Donghae, how poor u hahaha…Single but happy yeaahh:D
      Song Chaerin~ssi, do u know who is Hyuk’s fiancee eoh?? She was right in front of you, girl kkekeke…
      and about this chapt, this is daebak!! jinjja😀 diksi eonni tuh kereeen bnget😀 i always like ur fanfics eonni🙂
      huaa cannot wait for the next chapt, gidarilkkeyeo eonni hihihi😀

      • Single, happy, and hot Lee Donghae. xD
        Aigooo~~~ *blushed* Thank youuu, sweety. ;~;
        Will make it asap, so keep waiting, ne?😉
        Thank you for readiiing~~~ ^-^

  1. Kyakyakya gak sia sia satu jan terakhir bolak balik buka wp ini, dapet wangsit kalo part ini bakal muncuk kkkk
    Seperti biasa, selalu so sweet deh jihyuk momentnya *kyaaa*
    Ohmy jiyoo punya saingan nih eon? Aaa makin geregetan sama ff ini >< kapan nih eon baby jihyuk lahir?:p
    Part berikutnya ditunggu eon, eonni fighting,jihyuk fighting!!!

      • komen di part 5 masuk spam kayaknya ga nongol2 udh di jampi2 juga -__-
        moga komen disini ga masuk spam *v*
        Aaaaah aq suka part ini~~~ suka pake banget pake sekali pake teramat sangat!! romantisnya uri JiHyuk~~~ :3 adegan di ranjang itu *ambigu* bikin meleleh~~~ iya mereka ga ngapa2in tapi justru itu yang bikin sweet nya *tabur gula sama pecin* (?)

  2. ahhhhh, akhirnya muncul orang ketiga, song chaerin.
    entah kenapa disini tuh imaji eunhyuk tuh bener bener tampan gak ketulungan gak ada bayangan muka jenakanya ada nya cuma tampan.
    sukses pernikahannya masih ngeraba raba konfliknya dari mana.
    cantik dan tampan ffini🙂

    • Hohoho~ baguslah kalau begitu. Biarkan saja imej tampan Lee Hyukjae itu melekat di sini. :’)
      Cantik dan tampan? xD Hihihi~
      Makasihh syuda baca yaa.. ^-^

  3. Another kiss scene from jihyuk aaah skipskipskip ga kuat bacanya ehehehe
    saya tau bgt seberapa benci nya hyuk sama sifat siwon yg nyebelinnya kebangetan
    Yapp boleh dong sekali kali hyuk ga ngikutin peraturan dia asal gaa ada hal yg kelebihan(?)
    Chaerin pede bngt kenapa juga hyuk harus inget sama dia *murka* kan udh punya jiyoo !! Jiyoo tenang aja ya dirimu tetap nomer 1😀

  4. jah! sudah lama aku tidak mampir ~~
    marry yoo udah sampe 6th step..
    aaah~ tapi tetep sudah selesai bacanya.

    onnie! demi apapun.. itu hyukjae nya sweet bgt (ʃƪ´▽`)♥
    suka bgt dibagian eunhyuk berlutut, perhatian sama tumitnya jiyoo :3

    eiii…eiii…eiii…
    itu song chaerin ngapain? rival?
    haishh… lanjut, onn! 7th step~

    • Selamat datang kembalii~ *gelar red carpet*
      Itu sebenernya ya diambil dari kisah nyata. Tumit beneran kapalan, tapi bedanya gak ada hyuk yang mau perhatian ama tumit malang ini. x’D
      7th step~~~ on writing dear.😉
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  5. Konflik? Lagi? Setelah siwon? Oh my lord …

    Ish. Kenapa ga jujur aja gitu-
    yah! So sweet :3
    pas banget ini ff keluar di tengah” UTS yang menggila =.=
    cium shela lagi deh :*

  6. omo omo konflik
    akhirnya….smua konflik reunian hahaha mule dr choi si won skrg song chae rin nah kok aq nebak di next part lee donghae turut andil dlm memperkeruh konflik yaaaaaaa
    dh mule curiga pas scene di lampu merah itu
    dan…….lee hyuk jae di ff ni sungguhlah bukan eunhyuk yg biasa kita liat di variety show slama ini
    oh damn…boy you are sooooo sweet that i think i fall in luv with you

  7. kakak hentikan semua ini kau sudah cukup membuatku stres dgn peraturan siwon jgn ditambah chaerin lg pliss *gantung diri* #lebay

  8. ehem kak… masih deg-deg-an masa(?)
    itu chaerin… m-mau ngapain?
    Eunhyuk ngga bakal bikin yoo ‘kalah’ dari chaerin kan? ;A;

    di-part ini yang nyesek jiyoo ya? kasian kak, biasanya kan eunhyuk..

    • Lah, kamu kenapa masih deg2an, sayang? :”>
      Chaerinnya belom ngapa2in kok. Justru nanti yang bikin jiyoo jeles itu diawali ama tingkahnya hyuk. xD
      Jadi kamu lebih suka hyuk yang nyesek? Okeh deh. xD
      Makasiih syuda baca yaa~ ^-^

      • iya, kalo unyuk kan syuda(?) biasa nyesek , kalo jiyoo jangan ahhh kasian kkkkk~
        yassalam malah unyuk yang cari gara-gara </3 juhut hiks kk~

      • yassalam yang bikin unyuk nyesek kan kaka d0h _-_
        aku nungguin itu kecil (?) ye kak ‘-‘
        inget, kalo nyesek unyuk aja wkwkwkwk

  9. aaaaa eunhyuk oppa so sweeet :”) pengen banget deh punya suami kayak dia *ditabok*
    idiiih siwon oppa apaan nyebelin -_- kasian eunhyuk oppa tuh masak harus nunggu lagi :3
    abang donge kapan nih dapet ‘seseorang’? godain jiyoo mulu kerjaannya -_-“

  10. siwon-ah kau mengganggu kebahagian orang saja nakk..

    conflict eo?? prasaan gaenak aja sama song chaerin kwk
    and song chaerin orang yg kamu omongin ada didepan kamu xD

    adyuuuh jihyuk makin sweet aja >///<

  11. kiss scenenya omo omo omoooooo!!!!~ kenapa bisa seromantis itu, eon. ahh andai aku bisa menggantikan posisi jiyoo. sehari aja. terima deh asalkan aku bisa bersama eunhyuk. demi itu eunhyuk suami idaman kali ya~~ huwaaahh aku puas banget sama chapter ini tapi yang gak bikin puas ada chaerin -_- itu kenapa deh cewek itu sok bilang jiyoo rivalnya. tau eunhyuk nikah baru tau rasa tuh -__- aduuh kayaknya konfliknya bakal seru aaaa
    btw eon, uhuk itu donghae nganggur kan. lagi cari jodoh kan. bisa dong jodohin sama aku. jebalyo eon *puppy eyes* ._.v
    pokoknya ditunggu chapter selanjutnya, Nyonya Lee ^^

    • Ohohoho~ menjadi seorang Choi Jiyoo tidak semudah itu, anak muda *apaini*
      Silakan nantikan peran penting Song Chaerin disini. :’3
      Donghae yang jomblo masih saya perlukan, cantik. xD Ada something yang mesti dilakuin sama si jomblo Lee Donghae. Tungguin aja. xD
      Makasihh syuda baca, Nyonya Lee~ xD

      • nyonya Lee? ahh eonnie jadi malu (/o\) kkkk
        tapi donghae jangan disakiti ya,eon. aku nggak tega kalau eonnie nyakitin donghae ><
        pokoknya sukses terus buat jihyuk❤ jihyuk jjang !!!

      • udah,eon ^^
        oya eon, boleh request gak? bikin one shoot jihyukism dong, eon. tentang toko kuenya eunhyuk yang baru itu loh Tous Les Jours kkk~ kalau eonnie mau sih. tapi ini cuma usulan kok. pengen aja eonnie buat yang begituan seenggaknya ngurangin kegalauan aku soal eunhyuk u,u
        gomawo eonnie ^^

      • KYAAAA~~~ Ide kamyu bagus banggets! Bikin aaaahhh. xD
        Tapi takutnya nanti pas jadi malah jamuran gara2 lama. ;____;
        Jangan galau2 aaaahh~ :’3

      • gomawo eonnie *bow*
        nggak deh, aku yakin pasti banyak yang suka apalagi tentang jihyukism. tau sendiri kan eon virus jihyukism udah menyebar kemana-mana. ya berharap sih eonnie mau ngabulin permintaanku itu *apa ini*
        yakin aja eon pasti banyak yang suka🙂 kalau jadi jihyukism-nya, aku doain eonnie langgeng sama Poo-nya deh kkkk~

      • Iyah, maunya juga gitu. Kayanya seru yah kalo Jiyoo maen ke TLJ. Hiks~ :’3
        Nantikan sajo JiHyukism oneshot tentang TLJ. xD

      • jinja? eonnie mau buat? kyaaakyaaakyaaaa eonnie gomawoooooo :*
        okeyy aku tunggu selama apapun aku pasti tunggu!! aduh eonnie baik deh. nih aku kasih eunhyuk nih kasih eunhyuk *sodorin hyukjae*
        pokoknya ditunggu eonnie. eonnie jjang!!~

  12. I hate conflict… I hate choi siwon & I hate song chaeri….. (‾^‾)
    but I love your story… kkkk~
    why you published it when I’ve a meeting??? ;( lol… xD
    mention ku membludak sm km… ƪ(‾ε‾“)ʃ

    • Why you just didnt read it rite after you upload the poster, my beloved kare? xD
      Seneng tapi kan mensyen membludak sama ava-ku? *kedip2 cantik*
      Terima kasihh syuda baca kare~~~ :***
      Calangeee..❤

  13. diabetes lama lama aku kalo baca ff ini beb. jihyuknya terlalu sweet :”)
    hmmm ada konflik baru. sebenernya aku gak suka sama konflik tapi kalo ga ada konflik jadi gak seru dong (?) pasti aku jd kesel bgt sama si orang ketiganya haha -____-
    choi si won can’t you just leave them alone? knp siwon jd annoying bgt sih disini minta dicubit hahaha.
    for the next chapter i demand for more skinship ya bebs. i really love skinship lol😄 tp kalo gabisa jg gpp hehe
    ps : i’m still waiting for the day when hyuk gets jiyoo pregnant *lol*

    • Bebeb….. komenmu bikin aku ngakak! xD
      Abis ini gulanya pake tropi**** slim ya beb.
      Cubit aja siwon, cubiit. Emut juga sekalian. xD Hohoho~ so you love skinship, ne? Same here~ Wish can write moooooore skinship. :”>
      Makasihh syuda baca, bebeb~ :*

      ps: Got it! U’ll get it soon~ *spoiler*

  14. feel the conflict approach ;A;
    aiihh~ song chaeriiiiin !
    sbnrnya sih rada yakin enyuk ga akan keganggu sma chaerin , tp yoo nya itu mentalnya ! :3
    well 12taun vs 7taun .. xD
    hahaha . mulai suka peran semi-antagonis nya choi siwon xDD
    dan .. speechless pas baca donghae d lampu merah (?) .. yg natep yoo gt :3
    will he be another “conflict” ?
    tp sudah terlanjur suka peran bestfren dia disini :3 *plak*
    eung~ dan hyuuuk !
    omigooodd :3 shel ! yooooo~ how lucky :3
    doh . favorit banget pas hyuk pulang malem ..
    gyaaagyaaa yoo started her rule as housewife❤
    tidur bedua pulaa aaaah~ love it too muuuuch :3
    o iyaa bulan madu ke parisnya belom yaa ?
    ang~~ waiting patiently theeen~
    hwaitiing~~ !! kkk~😀

    • Mental yoo itu mental tempe. xD
      Tapi sebenernya jiyoo cuma berpikir realistis lah, secara kayanya hyuk pasti ngerti perasaannya chaerin yang suda menunggu dan menunggu. *Cihuuuuyy~*
      Donghae…. mmm, enaknya gimanski? Saya nurut aja lah. xDD
      Bulan madu… nanti lah ya, kalo hyuk suda punya duit buat beli koper (?)
      Makasihh syuda baca~ Hwaiting! ^-^

  15. aaaaaaaaah hyuuuuuk #mati
    sumpah baru kali ini dapet feelnya hyuk romantis kayak gini!!
    so sweeeet ;AA;
    si chaerin sm donghae aja wkwkwkw kasiaaaan donghaenya..

  16. halah … muncul konflik lagi …disaat udah lega siwon gak muncul djibagian akhir ternyata ada yg lain….
    jiyooooo kau dapat rival .. hati hati nakkkk
    tp apapun itu jihyuk tetap my favorite couple ….

  17. udah mw bermaniz2 gtu d kmar..
    moment jihyuk terfavoritq..
    manisnya mreka..
    bkin iri+geregetan..
    eunhyuk bnr2 lelaki gila yg penurut..
    gemes dech bcanya..
    main nurut ajah sama siwon..
    ckckck

    syok n takut..
    adanya song chaerin d masa lalu eunhyuk yg mgkn eunhyuk lupa ngebwt aq kuatir..
    tp eunhyuk slalu milik jiyoo n jiyoo slalu milik eunhyuk..
    always wait for next chapter with sweet of jihyuk moment..
    ^^

  18. akhirnya part 6, salut banget sama eunhyuk bisa tahan (?) gitu dia wkwk

    ampun deh eunhyuk sweet banget itu >////< kiss betebaran ~
    kayakny part selanjutnya banyak konflik nih, ditunggu part selanjutnya ^^

  19. skinshipnya >///<
    omo omo omo
    hebat banget hyukjae bisa nahan
    entah kenapa kalo disini hyuk tu kelihatan ganteng banget
    gak kebayang muka konyolnya sama sekali
    hemm jiyoo pny saingan ini
    tapi pasti hyuk cintanya cuma ama jiyoo
    ayo shela banyakin skinshipnya ya
    kiseunya juga ~^^

    • Masa sih gak kebayang muka konyolnya? Beneran?
      Yah… tapi emang dia keren terus kan ya? xD
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^
      Skinship? Siap! xD

  20. eonni~
    keren ahh keren~
    suka suka sukaaaaa *0*

    eonni~
    jangan bilang kalo donghae cinta juga sama jiyoo *rejeng eunhyuk
    ANDWAEEE~~!
    Dia suamiku eonni ‘SUAMIKU’ *sarap

    ditunggu lanjutannya, eonni🙂

  21. Masih menunggu siapa pasangan donghae disini.
    Dan Chaerin?Rival yang bagus buat Ji yoo..^^,
    Nice story,eunhyuk opaku disini diperebutkan..hahahah….:D
    Daebak shella -ssi…:)

  22. because you ever said, “DON’T READ IT!!” before… & i’m the type of person who will always follow the rules… xD
    aku udh bosyen, makanya aku kasih km aja itu poto wkt kmrn km minta gantiin ava… hahahahaha…. /songong/ xD
    iyap, camcam dedek (?) bully….
    nado calange….❤ :****

  23. aaaaahh… so, you mean i can read it anytime i want?? okay.. i’ll do it for the next draft… nyahahahahahaha…… xD
    not dugeun dugeun… udh copot jantung nya….. ;A; lol…

  24. makin suka sm kromantisan hyuk-jiyoo. Bkin melting ~hehehehe .
    Udah br jiyoo gag mrasa gag enak gthoe , mendng jodohin aj chaerin sm si ikan sarden shell . Hehehe .
    D.best deh shell pkokx bt qm🙂

  25. Pertama choi siwon,ke2 chaerin msk dlm konflik,,,pleaseee jgn msk kan abang ikan ku sbg org yg akan memperkeruh hubungan jihyuk,,,,
    Hyuk hebat euy bisa nahan diri,,,pdhal dr kiss scene nya romantis bgt tuh buat ngelanjutin yg lebih..hahaha…

    Kenapa di sini lee hyuk jae slalu keliatan tampan ya?jd makin jth cinta nie sm si anchovy…

    • Hohoho~ kita lihat saja nanti. *ketawa bareng kyu (?)*
      *telen ludah* Iyah, kalo dilanjutin bisa ke hal2 yang tidak diinginkan (?)
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  26. ah karakter eunhyuk di ff ini bener2 perfec…
    jadi pengen punya suami kayak unyuk…
    huwo abang ikan disini belum punya pasangan tah,sini ama aq aja…
    siwon disini jadi agak menyebalkan ya,,,

  27. wkwkwkwk
    Hyuk n jiyoo sm2 tersiksa sm syarat siwon
    Hoho
    Tp kyknya parahan hyuk sih ya scara dy laki2… Tp jiyoo kepengen jg sih /dor
    Hehe

    Aaaaaa sumpah demen bgt acara masak2nya jiyoo, udh mulai jd istri yg baik nih yeeee
    U,U

    Dan yeah si chaerim dtng sbg konflik baru bwt jihyuk tp ya kyknya gk ngaruh bwt jihyuk :p
    Kekeke
    Okehh masih menunggu kehadiran baby yoon, gk pduli mw nc atau gk yg penting ttp smangat bwtnyaaa, klo ada pun brarti bonus
    Haha

  28. *sigh* bingung harus komentar apa. ini udah terlampau perfect. tidak ada typo, tidak ada yang mengganjal. pokoknya kereeeen dan bikin hati acak adut. kyaaaaaa lee hyukjae. aslimu itu seromantis ini ga siiiih? oh Tuhaaaaan

  29. harusnya hyukjae yg gk tahan pisah kamar sma jiyoo
    Eh ini kebalik
    Hahah hyukjae mempesona jiyoo dgn caranya sendiri
    Aduh saingan berat dtang nih d pihak jiyoo
    Bysanya d ff mreka selalu hyukjae yg ktmu saingan
    Ini malah kebalik
    Seru

  30. Jadi ga konsen bacanya..ga bsa mresapi crita sprti kmrin2..
    Eonni~ya mian..
    Jeongmal mianhae..aq blum prnah komen..:(
    Aq siders..dan komen in bkan krna aq nunggu NC..
    Aq bnar2 mndadak ga enk rasa pas bca pesan eonni yg bawah..bneran ga bsa konsen bca lagi..mian
    Jadi akay apa ninggalin komen d catatn..

    Jujus aja, udh bbrapa kali nulis komen..smpe yg pernah browser hapenya ga bisa kepakai hmpir seminggu gra2 mksain kirim komen tpi ga bisa2..
    jdinya tiap habis bca,lgsug tnggal aja,takut2 ngadat lagi..mian

    Eonni mgkin b’pkir aq bhog..tpi aq bner2 suka tulisan eonni..
    Eonni blsa jga buat mkir klo aq komen gra2 ngguin nc..tpi jujur bkn itu..
    aq bnran kesindir sma kata2 eonniii~
    Gra2 komennya ga prnah masuk,jdi mrasa bersalahhh bget..maaf😦

    • Pertama, makasih sudah mau nyempetin buat komen, walaupun gak ada komen soal cerita ini sama sekali.
      Saya bikin pesan seperti itu karena saya memang kecewa. Kenapa di postingan itu tiba-tiba komen membludak, dan perlu saya beri tahu, bahkan ada beberapa yang gak pernah saya lihat ada di blog ini sama sekali. Okelah saya memang minta pendapat reader soal NC2an itu, karena saya dari dulu, dari jaman ngepost FF di fb sampe ada blog sendiri itu memang dikenal selalu dengerin apa kata reader saya.
      Masalah soal saya yang nyindir kamu ato mungkin sider yang lain karena saya sendiri sudah gak tau gimana caranya, katakanlah ‘memohon’ sampai ‘mengemis’ minta komen dari reader. Saya juga bukan haus komen buat blog ini, sama sekali gak. Saya juga butuh masukan, saran, dan kadang motivasi buat cerita selanjutnya. Apa salah saya minta kaya gitu?
      Karena kamu mungkin gak pernah tau, saya berhutang budi, berterima kasih sekali sama orang-orang yang sudah mau menyempatkan diri komen *walaupun mungkin cuma sekedar ‘fighting!’* Itu tandanya mereka menghargai saya.
      Maaf kalau saya terkesan jutek.
      Awalnya saya juga gak masalah sama Sider. Toh itu hak mereka juga mau komen atau gak, kembali ke pribadi masing-masing aja lah. Saya juga gak mau dianggap suka memaksa orang buat ninggalin komen.

  31. Cieee~~~
    Yang udh nikaaahhh~~
    Chukkae jihyuukk😀
    syang ga bsa ‘aneh2’ gara2 kuda yg satu ituu.. ‘siwon!’ 😥
    Tpi ada stu prtanyaan di benak gw!
    kira2 bahasa koreanya ‘kapalan’ itu apa ye? kekeke~~~

    chaerin dan siwon!
    Dua orang yang mulai muncul menjadi calon orang ketiga! aku bakal sangat nunggu moment konflik antara chaerin, jiyoo n eunhyuk!😀

    Oya, soal chapter yang ini aku suka!!
    suka banget malah!!
    Kekekeke~~~
    Keep fighting ya!!

    • Nah, saya juga baru kepikiran. Bahasa koreanya apaan ya? xD
      Tapi dulu ada kok yang artis tangannya kapalan gara2 maen alat musik, nah itu apaan tuh namanya ya? xD
      FIGHTING! Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  32. ciyeeeeeeeeeeee………….yg punya saingan.slamat ya
    biasanya hyuk yg ada saingan ehh skrg jiyoo yg ada saingan *clap clap clap* hahahaha..

    ohia..ingat pesen kakak yg kemaren itu hohohohoho *winkeu*

    • Hooo… jadi kakak bahagia saat ada orang ketiga dari pihak hyukjae? Cukup tau ya kak. *buang muka*
      Pesen buat Yoon yah? Okeeehh~ xD
      Makasihh syuda baca kakak~ ^-^

  33. OH GOD..
    Demi apapun…
    skinsip apapun yang Hyuk lakuin sama Jiyoo bikin aku mimisan :~]
    Romantisnya ya allah kebangetan.

    Dan yeah dipart ini Konflik muncul lagi😀
    aku suka sebuah konflik.
    Rasanya tanpa sebuah konflik yang ngebuat aku deg-degan cerita itu sendiri gak menarik sama sekali buat aku baca.
    Kemarin ada abang Siwon yang ngerusuh eh sekarang Si-Chaerin.
    Jujur sih aku lebih suka kalau yang jadi pihak ke3-nya itu cewek gak cowok takutnya pesonanya nnti menyaingi Eunhyuk😀

    Donghae dipasangin aja gih sama Chaerin, biar Si ikan punya Kerjaan gak terus berlalu lalang tanpa tujuan (?), Dan Chaerinnya gak ngerusuh rumah tangga Jihyuk #eaaaa

    kenal aku kan Kakshel? aku gak pernah absen kok buat komen🙂
    hanya dengan komen pula sekiranya Kakshel semangat buat Nulis FF yang err.. KECE-nya minta ampun😀

    • Jangaaaann mimisaaaann~~~ x”D
      Hohoho… padahal selama ini orang ketiga selalu dari jiyoo, jadi sekarang hyukjae bisa lebih bahagia lah yaa.. xDD
      Donghae ama chaerin? NOOO~ belom saatnya mereka dapet pasangan. :3
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  34. Aaaahhh CSW tega amat sih…
    Peraturan aneh itu bahkan dilaksanakan si hyukjae? Ckckckck pria seperti itu limited edition….

    Eeiiii yoo jangan goyah cm gara2 chaerin dong.
    Yang penting kan si direktur Lee hanya padamu. Aihh dah…

    Nah itu Donghae nya kenapa tiba2 diem waktu ngobrol di mobil sama yoo.
    Jangan blg dia cinta sm jiyoo ya? Hah runyam klo beneran suka

  35. KYAAAAA….!! poster abal2 aku di pasang.. *terharu*🙂 he_

    “Jangan anggap tanggung jawabmu sebagai beban. Semua hal yang kau anggap beban itu mungkin bisa menjadi pelajaran berharga,” i love this.. ini kata kunci paling aku suka di part ini😀

    Choi Siwon.. memangnya Hyukjae pernah melarang mu menyentuh ku..???*plakk o.O kenapa ada peraturan macam itu..???

    Lee Donghae… sampai part ini kau belum juga menemukanku ya bang..?? *elus2 abang*.. mungkin part berikutnya kau akan menemukan orang yang membuat mu merona bang.. *tunjuk diri sendiri*😀

    keep wriring…🙂

  36. hope someday I have husband like Lee Hyuk Jae,,he is so perhatian and so patient..I really like his style..😀

    semoga chaerin tdk merusak pernikahan Hyuk-Yoo~~~

    waiting for the next chapter..hope coming soon~~

  37. update update update~~ sebenernya udah lama bacanya sih, tp baru sempet komen, maaf kak.-.v kyaaaaa konfliknya nambah :””’ kakak daebak…..ga ngira banget chaerin bakal ngaruh di cerita ini, aku kira cuma numpang lewat(?) tapi kasian jihyuk, baru nikah cobaannya udah banyak *pukpuk* dan mr. choi, whats wrong with you dude? pengen culik siwon deh dari cerita ini, biar dia gabisa ngapa-ngapain(?)

    • Syuda ada di rencana awal kalo chaerin ada peran di sini. Hoho~ xD
      Nanti juga masi ilang sendiri kok. Jangan khawatir. xDD
      Makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  38. rangkaian cerita cinta yang wow sekali~
    mulai dari choi siwon, oh yeah sebenernya aku penasaran kok kayanya ada sesuatu yang disimpen ama siwon yaaah? soalnya sikapnya sungguh tidak biasa.
    hyukjae, oh pliss kalo kapalan mau dibawa ke dokter apa coba? dokter kulit apa dokter bedah *ngaco*
    protektifnya hyukjae justru jadi nilai lebihnya dia~
    yoo, kenapa jadi kamu yang malah tergoda haah? harusnya itu scene hyukjae tau! xD
    Lee Donghae, semoga tatapanmu itu ngga menyimpan arti apapun yaaah~
    song chaerin, rivalmu itu gadis yang ada disebelahmu !
    next chap kayanya bakal perang batin yoo sendiri, astaga~
    konflik baru dimulai kayanya~
    kayanya kalau yoo yang jadi ass hyukjae konflik ini ga ada yah? hyukjae sih, main api ah (?) kekeke
    dari semua tokoh yang ada disini aku malah menanti scene donghae, kenapa kayanya scene donghae cuma pemanis doang hahaha, kalau ngga jemput ya nemenin yoo, poor hae😀
    mana hyukjae jawab telepon aja ga sopan gitu *cubit hyukjae*
    daehyun nya cuma lewat doang yaaah huhuhu
    ditunggu chap selanjutnya, she ~ xD

  39. keke~ peraturan aneh choi masi,,dan jengjenggg hyuk setuju trus nurutin peraturan itu..
    ckckck kacian jihyuk*pukpuk hyuk*karungin masi*lempar k sungai*

    ciyyeeciyee.hihi.. hyuk pasti seneng banget tu denger kata2 ‘aku mencintaimu’ dari yoo*colek dagu hyuk*

    abang hae..cepet cari pacar bang,orang ganteng ga baik klo kelamaan jomblo*cium*

    chaerin ga jadi orng k3 kan eonn..kata2nya serem..rival?yoo jadi rival chaerin dong

  40. Yeaay ada konflik lagi onn hahaha
    Aku pikir ep 6 ini bakalan jadi episode yg isinya happy semua onn hehe
    Semoga nanti song chaerin malah jd sama donghae yaa *sotoy*
    Aku suka banget JiHyuk disini onn!! Bagian mereka berduaan plis banyakan lagi dong onn hahaha
    Aku suka bgt sama eunhyuk disini, trus jiyoonya jg udah terlalu terpesona sm eunhyuk jdnya pasrah aja haha
    Semoga jiyoo gak kenapa2 gara2 song chaerin ^^
    7th step ditunggu onn!😀

  41. annyeong eonni
    reader baru😀
    sorry comenny bru disini
    suka de sma jihyuk couple. sweet” gmn gtu😀 lanjutanny cepetan ya eon, penasaran sm kisah jihyuk slnjutnya.

  42. Udh lirik2 blog ini dri kemarin dan udh liat postingannya jga. . tpi karena terlalu bnyk aral rintangan *halah* yg melintang (?) jdi bru skrng bsa bca. . .
    ok, skrng comment. . demi apapun. . .ya alloh. . i love lee hyuk jae. . aq suka bgt karakter hyuk d sni. . beda dri ff dgn cast lee hyuk jae yg sering aq bca d ff lain, d sni hyuk bner2 jdi Suami idaman stiap wanita . . aaaahhhh. . .dan aq slalu suka bhasa yg d pakai olehmu thor. . klu bca suka kebayang2 dan bkin senyam senyum geje sendiri. . ^^
    tpi. . koq kyknya aq punya firasat yg ga enak soal lee donghae? apalagi wkt scene d lampu merah. . aiishh. . thor pliss. . aq udh suka ama lee dong hae yg bgini. . jgn bkin mereka tambah runyem donk. .
    dan itu apa song chaerin? aigoo. . lee hyuk jae. . knp pesonamu bgtu kuat. . >< aq jga kn ikutan jdi ga tahan, eh?
    kyknya next part . . wkt jiyoo buat bergalau2 ria dech. .
    see you next chapter. .^^

    • Syukurlah rintangan sudah tak melintang (?)
      Hohoho~ itulah tugas saya sebagai jewel yang baek, mencitrakan seorang Lee Hyukjae menjadi sempurna. ><
      See yooouu~ Terima kasyiihh syuda komeenn. ^-^

  43. yaaaaah musuh baru. konflik baru. jiyoo lucu deh kalo pas nunjukin ‘rasa’nya ke eunhyuk :3
    apalagi pas tidur sekamar ituuu yang jawabnya pas hyuk udh tidur… aaaaaaa cocwitttt bangeet :3

  44. “Tidak apa-apa. Mulai sekarang, siapapun gadis itu, dia adalah rivalku.”
    what.does.it.mean.song chaerin???!!??
    yang pas kiss scene di kamarnya hyuk itu sweet sekali,, okay no more words, hwaiting for writing eonni!!!

  45. owooo, jiyoo pny saingan…
    sifat buruk jiyoo muncul tuh, kurang percaya diri…
    percaya ma hyukjae aja..
    lanjit next part…😀

  46. Yeah…. The conflict beggin. Keep strong hyukyoo!!! I’m here for u, even if I have to against my oppa LOL.
    But the conflict looks complicated.😦

  47. Got it… Kirain yang jadi masalah adalah siwon eh ternyata dari chaerin ckck.. Seimbang yaaa.. Hyuk punya rival dan Yoo jga punya rival.. Uwooooo ceritanya makin seruuuuuu….

  48. Kerennnn..
    Diksinya bagus bgt deh, kl gni bnran telat bru baca ff dsni..
    Alurnya bagus, konfliknya juga bagus. Plg suka dibagian deskripsi ttg karakter tokoh dsni, jelas bagus bgt.
    Hyukjae-Jiyoo kenapa mereka bisa semanis ituuuu, buat pasangan suami istri yg baru nikah tp g bisa slg sentuh(?), cium2an mereka bnr2 manis. Romantis. Sumpah. Senyum2 bacanya. Puas bgt baca tiap part Marry Yoo..
    동해 itu SFS dnk ya, Sexy Free and Single. :*
    Choi Siwonnnnn, kenapa nyebelin gtu sih, siapa yg nikah dy yg repot.. -_-

  49. yah… rival datang deh ..
    tapi Jiyoo-ssi, g perlu kuatir lah …. 7 tahun itu g sebanding dengan 12 tahun kan?😀
    bagian yg paling aku suka.. kenyataannya adlh Hyuk terus mengingat Yoo selama 12 th dan Yoo g ingat siapa itu hyuk. dan Chaerin terus mengingat hyuk selama 7 tahun dan Hyuk sama sekali g ingat ttg kejadian ceramahin yeoja yg mau bunuh diri itu *read Chaerin*
    Dan, Donghae-ssi… sepertinya kau memang harus mencari seseorang yang bisa kau pikirkan setiap saat. ga iri bang lihat kemesraan hyuk-yoo? ^__^
    read the next part then .. ><

  50. uwooo…itu song chaerin jd orang ketiga????
    ehhh hyukjae sweet bgt sih…wkqkwkwk
    suka sama adegan waktu niruin siwon pas dirumah baru…ngebayanginnya bikin ngakak…wkwkwkw
    aihhh…siwon menyebalkan…mask honeymoon bertiga????ada2 aja..kkkkk

  51. “lelaki bodoh yang luar biasa tampan dan memesona” haha kata2 ituu buat sneng skaligus kesel seorang lee hyukjae tuu
    mwo??? rival? wahh hrus hati2 nihh jiyoo
    jiyoo fighting ^^9

  52. Eonniiii…
    So sweet chaerin.. Dia malaikat ‘.. Eonni tau saat membaca ini yg di pikiran sya ngebayangin lee hyuk jae nyanyi rapp day dream di ss5 in ina.. Dia kan pake cindung + baju putih.. Saat itu juga saya berfikir dia malaikat.. *malaikathatuku* hahah..
    Kau membuat ku tersanjung…

    Eunhyuk?? Rasa cinta.a sangat indah dia tidak menyadari lingkungan wanita.a yg dia pikirkan hanya jiyo..? 12 tahun itu waaaw bgt bahkan saya harus berfikir 12 tahun dia ngapain aja?? Hahah

    jiyo.. Eonnii tingkah.a menggemaskan apakah otak eunhyuk kali ini bener” waras hahah apa bantal itu salah satu kelemahan sistem otaknya.. Hyuk jae yadong mu ilang he😀

    eonniii saranghae.. I like You

  53. aaaahhh konflik >< ini yg bikin seru😀 lol eonni, aku penasran sama perasaan hae😮 coba ada pov nya hae😉 heheh next step^^

  54. chaerin sepertinya bakalan jadi orang ketiga ni? ahhh makin seru makin penasaran. semoga hubungan hyuk dan jiyoo tetap baik-baik saja🙂

  55. Wah..wah..wah..jiyoo punya rival nih,tp aku yakin eunhyuk gk akan berpaling,dia aja setia nunggu jiyoo sampai 12 th gtu,,
    jiyoo hwaiting!

  56. Eonni aku bca ff hampir sehariann Ɣå媪 iyalah org bca nya sambil bntuim emak bersin rmah,, alhasil di part ini aku jdi kurang konsen,, kekekke

    Tpi yg psti si song chaerin akan mndatangkan msalah baru,, #nahloh sok taunya kambuh wkwkwk

    Kereeenn eon aku mauu lnjut bca dlu yawwww,, papapapapaiiii

  57. What, good enough?? This chapter more than good enough!! This chapter make me feel jealous to the max!!! I love the casts more and more and more!

    Seneng banget mengetahui perkembangan rasa cinta di antara P&Y, belum lagi ngeliat persahabatan antara Poo, Hae dan Daehyun…salam kenal ya, Mr. Jung *wink ala noona girang hahaha*

    But, She who is Song Chaerin actually?? Saya, Han Maeri, menolak tegas keberadaan PIL dan atau WIL!!!!!!! *semangat monogami*

    Berkarya truuusss ya, She-nim😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s