[190912] Just…

Saya capek. Kalau boleh arogan, saya sama sekali gak berminat sama semua ini. Kalau boleh saya mengingatkan, saya sudah banyak berkorban buat semua ini; sesuatu yang sama sekali bukan diri saya.

Mungkin saya gak bisa menulis blak-blakan, karena gak ada jaminan pembicaraan (ato uneg-uneg) saya ini gak bakal bocor.

Tapi jujur ya, saya bener-bener gak suka dengan semua ini. Katakanlah saya memang anti-sosial, gak solid, blablabla. But you know what? Saya memang seperti ini. Kalau saya gak nyaman dengan sesuatu, saya lebih suka menghindar, menjauhi itu daripada bikin saya tertekan.

Mungkin saya bukan orang yang vokal, suka mengutarakan ini-itu dengan gamblang, tanpa perlu memikirkan komentar banyak orang. Saya memang lebih suka diam, menerima tanpa benar-benar ikhlas dalam hati. Dan efeknya ya bakal seperti kemarin, saya ngilang tanpa perlu memberitahu orang-orang.

Iya, saya egois. Saya lebih suka menyelamatkan diri saya daripada pura-pura tegar di antara kalian. Maaf, saya memang seperti itu. Saya lebih baik menjaga kenyamanan saya sendiri.

Kalau memang kalian membutuhkan orang-orang yang bisa dipakai buat dimarah-marahi, gak perlu memakai teman sendiri, kan? Awalnya saya hepi-hepi aja dengan acara semacam itu, tapi tolong, saya punya prioritas sendiri. Ada kalanya saya bakal absen dari sana.

Dan sekali lagi saya ingatkan, saya sudah berkorban banyak di sini. Oke, mungkin kalian juga, bahkan mungkin lebih banyak. Begitu, kan? Tapi pernah gak kalian liat pas hari H? Siapa yang bekerja? Siapa yang mondar-mandir? Yang jelas itu bukan kalian.

Ah, dan siapa yang dengan cueknya diem, ngadem di ruangan itu? Yang pasti itu bukan saya.

Kalian mau jadi pusat perhatian? Silakan. Silakan jadikan semua ini sebagai acara kalian! Saya sama sekali tidak keberatan!

Dari awal, saya memang sama sekali gak bisa memberikan kontribusi apa-apa kok. Karena jiwa dan pikiran saya bukan di situ. Beberapa, bahkan sebagian besarnya gak saya jalani sepenuhnya dengan ikhlas.

Kalau kalian mau mendengarkan, saya merasa semua hal hanya terfokus di situ. Silakan diingat, bagaimana kelimpungannya saat menjelang hari pertama itu. Dan siapa yang paling keliatan gak siap? Bagian saya! Karena apa? Karena semua hal, setiap hari, semuanya hanya berpusat pada kalian.

Lalu bagaimana dengan yang lain? Gak pentingkah?

Kalian keterlaluan. Semua. Tak terkecuali.

11 thoughts on “[190912] Just…

  1. Terkadang.ngebuat orang seneng itu emang sulit ya shel.
    Tapi aku suka cara pikirmu,
    Lebih baik menjadi diri sendiri yang seperti itu,daripada tertekan karena ingin membuat semua orang tersenyum.

    Fighting shel..^^

  2. You’re a strong girl.. I know you can pass this… ^^
    just for 2 months, be patient for only 2 months.. After that, you can do whatever you want..🙂
    /give YOO a bear hug/

  3. siapa yang bikin kesal nak, sini kasih tau mom……
    ….
    ….
    ….
    kali aja mom kenal gitu, kalo ga kenal ya diajak kenalan :p

    semangat nak,
    semua permasalahan pasti ada hikmahnya..
    aslinya semua orang pasti punya sisi egois kalo udah ngerasa gak nyaman (ngomong apaan sih -__-)
    sugesti dalam pikiran kalo yoo bisa bertahan *halah*

    cemungudhhhhz !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s