[240712] Grow

As we grow more mature, the problem(s) grow bigger as well

Kalimat sederhana, simpel, bahkan nyaris gak penting karena mungkin semua orang suda tau soal itu. Semakin kita dewasa, tentu aja masalah yang mengikuti juga makin besar. Suda bukan saatnya punya masalah segede kelingking ato waktu kosong tanpa terganggu tanpa masalah itu sendiri.

I use my spare time to think about the problem that I have to solve now…

I feel it. How a problem can affect myself, my habit, even my feeling.

Waktu kecil, gak ada masalah orang tua yang bisa kita pikirin secara mendalam. Toh saat itu pun kita gak bener-bener tau apa yang dipermasalahin. Mungkin justru kita pun gak perlu peduli, karena ya itu tadi, kita masih kecil.

Tapi saat tahun-tahun terlewat dan kita jadi semakin mengerti, semakin dianggap dewasa dan bisa diandalkan, mau gak mau masalah sekecil apapun yang terjadi sama orang tua pasti kepikiran.

For example, mm… bukan wadah yang tepat buat menceritakan masalah keluarga di sini. But I’ll sort out til the point here. Hehe~

Jadi intinya, ada masalah yang akhirnya ngebuat gaya hidup keluarga, cara berpikir, plus pengambilan sikap semua anggota keluarga berubah.

Sebenernya sih, jadi agak bangga juga. Kenapa? Soalnya akhirnya peran sebagai anakku-sahabatku itu bisa dipakai. Yups, mamah cerita banyak, semuanya. Ya tentang masalah itu. Tentang gimana perlakuan yang diterima Beliau, entah sejak kecil atau yang baru saja diterima.

Satu-satunya yang terpikir di benakku adalah: Ah.. Mamah butuh anak-anaknya di saat kaya gini.

Saat kaya gitulah yang bikin aku sadar, kami ini cuma keluarga kecil. Keluarga kecil yang cuma bisa menyediakan telinga satu sama lain.

Bahkan mas Tyo yang notabene-nya deket sama ‘Beliau-yang-lain’ pun akhirnya bisa bersikap tegas. Dia gak mampir walopun sempet jemput temennya di daerah itu. Buat aku aja uda cukup gak nyaman, apalagi buat mas Tyo yang bener-bener kesayangan BYL itu?

Masalah ini bikin aku mikir: Emang dulu gak pernah ada masalah kaya gini ya? Ah, apa mungkin ini yang pertama? Ato justru dulu pernah ada cuma kamilah yang terlalu kecil saat itu?

Jawabannya: gak tau.

Yang jelas, kami suda bukan dalam usia yang bisa pura-pura gak tau. Kami punya telinga, mata, dan hati buat peduli pada orang tua kami. Mungkin suda insting alam, bisa ditebak kami berdiri di pihak yang mana.

Tapi sialnya, aku gak bisa berhenti mikirin masalah itu. Pas sempet nginep di kos-an temen, masalah itu malah jadi mimpi. Bangun-bangun suda nangis dan gak bisa berhenti, untung temen gak kebangun. Haha…

Mungkin bener masalah bisa jadi makin besar, tapi jelas 0% kemungkinan buat jadi penengah dan sok jadi orang-dewasa-baru yang gak ngerti apa-apa.

But it’s clear that I have to be a mature daughter, understand that life is not a fairy tale. It may sure have an ending, but not always the happy one.

Growing means problem

Mature means solving problem… wisely.

Peter pan who couldn’t grow up, surely he didn’t meet any problem so he couldn’t solve it wisely.

So yea, maybe I don’t wanna be like Peter pan. I just wanna be a tough-and-wise-problem-solver.

Everything’s just gonna be okay. ^-^

6 thoughts on “[240712] Grow

  1. semakin dewasa kita semakin butuh pelajaran untuk menjalani hidup…
    entah itu lewat sesuatu yang terjadi dengan kita,orang tua atau siapapun mereka yang ada di sekitar kita..
    Mata, Kepala(otak), dan Dada(Hati) adalah penyeimbang terbaik dalam mengambil keputusan…
    Fighting……🙂

  2. sama sih.
    saya sedikit kecewa, begitu pulang kesini…
    eh yang saya fikir keadaan baik-baik saja, ternyata banyak masalah.😐
    dan kali ini saya menjalankan sikap ‘anak luar’ yang hanya bisa jadi pendengar tanpa merasa perlu komentar.
    karena saya dianggap gak tau apa-apa, dan tampaknya komentar saya juga ga dibutuhkan u,u

    hhh~
    semakin lama, pemikiran dewasa itu memang dibutuhkan, suka atau tidak.
    dan terkadang umur bukan tolak ukur yang pas seseorang itu dewasa atau tidaks~

    semangats adik shela, dan tante yang kemaren berbaik hati ngajak maen ke rumah hihi~ :3

    • saling pukpuk aja yuk, Mom? ;_;
      Hmm… kadang jadi dewasa itu mesti berpikir lebih dari biasanya. Lebih banyak, lebih bijak, dan pasti lebih banyak berpikir daripada ngamuknya.
      Semangats juja, Momma dan keluarga di sana~ ^-^
      Nanti kapan2 ayo maenn!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s