[JiHyukism] Anniversary (Again!)

If this is a love story, I don’t want a happy ending

When I’m with you, I just want a never ending story.

From Yoo.

==========================

July 9th, 2012

Sepasang kaki milik Choi Jiyoo melangkah ringan menyusuri sebuah koridor apartemen. Wajah gadis itu berseri-seri, akan sulit menebak apakah ia membubuhkan perona pipi ke wajah mungilnya atau ia memang sedang merona. Darahnya merambat menaiki wajahnya dan membiaskan warna merah muda yang samar-samar.

Jiyoo sangat bersemangat hingga kesulitan menahan diri untuk tidak berlari ke tempat tujuannya. Hari ini–dan besok, sebenarnya-begitu istimewa dan ia tak ingin menyia-akannya.

Dua tahun. Memikirkan angka 2 dan kata tahun itu membuat Jiyoo merasakan ledakan euphoria dari setiap sendi tubuhnya.

Gadis itu berhasil sampai di depan pintu bercat putih yang sudah sangat dikenalnya. Ia menekan bel lalu menunggu. Dalam benaknya, tergambar wajah Eunhyuk yang akan membukakan pintu untuknya.

Jiyoo tersenyum sendiri. Bayangan sederhana itu begitu manis walaupun hanya sekedar digambarkan. Jantungnya mendadak menggelepar seperti kepakan sayap burung. Debarannya terlalu kuat hingga Jiyoo tak akan heran jika jantungnya itu melompat sewaktu-waktu.

Perhatian Jiyoo teralihkan saat pintu sudah terbuka. Senyumnya memudar. Bukan Eunhyuk yang membukakan pintu untuknya. Wajah itu sudah pernah dilihatnya, tidak asing, namun juga tidak terlalu akrab.

Bibi yang selalu membersihkan dorm Super Junior berdiri di depan Jiyoo sambil mengerutkan kening. “Agassi, sedang apa kau di sini?”

“Ah… aku? Aku mau menemui Oppadeul,” Jiyoo menambahkan kata jamak, tak ingin bibi itu semakin bahagia jika mendapatkan rumor tentang Eunhyuk. “Apa mereka ada?”

“Mereka sedang sibuk. Bukankah mereka baru saja mengeluarkan album?” pertanyaan itu benar-benar tidak membutuhkan jawaban. Tentu saja Jiyoo tahu soal album baru mereka. “Sejak beberapa hari yang lalu mereka selalu pulang dini hari. Memangnya kau tidak tahu itu? Bukankah salah satu dari mereka adalah kekasihmu, Agassi?”

Jiyoo meringis. “Ajumma, jangan suka menebak-nebak begitu. Aku hanya penggemar mereka, bukankah Oppadeul juga berkata begitu?”

Bibi bertubuh pendek dengan rambut hitam keriting itu mengendikkan bahu tak acuh. Jelas sekali ia tak percaya pada Jiyoo. “Yang jelas tak satu pun dari mereka ada di sini. Tidak juga di lantai satunya.”

Begitu bibi itu menutup pintu, Jiyoo mendesah berat. Tentu saja mereka sibuk, super sibuk selama beberapa minggu ke depan. Jiyoo mendadak kecewa. Besok adalah hari penting; perayaan dua tahun hubungannya dengan Eunhyuk. Jika lelaki itu sampai hari ini saja masih sibuk, itu artinya tak akan ada perayaan apapun, tak ada kencan, tak ada makan malam romantis untuk besok.

Jiyoo menggigit bibir bawahnya. Tangan kanannya meraih ponsel yang sejak tadi berada di dalam tas. Gadis itu sedang menimbang-nimbang untuk menghubungi Eunhyuk. Jika ia tak bisa bertemu dengan lelaki itu besok, tidakkah akan menyenangkan jika ia bisa mendengar suara Eunhyuk?

Gagasan yang menarik; menarik sekaligus mengkhawatirkan. Apa Jiyoo bisa menahan diri untuk tidak merajuk tentang peristiwa istimewa besok?

Kepala gadis itu menggeleng pelan. Ia tahu benar jawabannya. Tentu saja Jiyoo tak akan bisa berpura-pura merelakan hari itu terlewat begitu saja. Jiyoo menghela napas panjang, tiba-tiba saja ia berubah melankolis. Ia ingin menangis sekarang.

Jiyoo sudah kehilangan beberapa waktu untuk bersama dengan Eunhyuk belakangan ini. Harapan membubung tinggi dirasakan gadis itu saat menyadari perayaan esok. Namun kemudian harapan yang terlanjur tinggi itu terhempas jatuh ke bumi dengan kasar, tanpa aba-aba.

Meskipun sulit, akhirnya Jiyoo memutuskan untuk mencoba memasukkan banyak oksigen ke dalam paru-parunya. “Yah… sudahlah.”

—-

Eunhyuk duduk meringkuk di sofa panjang. Kedua matanya melirik ponsel yang tergeletak di atas meja. Benda itu tak bergerak, tak menyala, tak melakukan apapun. Demi Tuhan, Eunhyuk bahkan memelototi ponselnya agar benda tipis itu bergetar atau bersuara. Entah apakah ponsel itu sedang menggoda tuannya atau memang benda itu tak memiliki rasa takut, tatapan tajam Eunhyuk tak berpengaruh apa-apa.

Seharian ini jadwalnya padat dan mustahil mendapatkan waktu bebas di tengah-tengah jadwal gila itu. Eunhyuk mau saja menghubungi Jiyoo untuk sekedar memeriksa keadaan gadis itu, tapi kesempatan benar-benar merupakan sesuatu yang langka saat ini. Oh, tidak juga. Eunhyuk juga ingin menunggu hingga gadis itulah yang menghubungi dan mengomel padanya.

Sepertinya pertahanan itu akan runtuh sebentar lagi. Eunhyuk menyambar ponsel dan memandangi layarnya agak lama. Lelaki itu mendesah sambil membaca nama Yoo di sana.

Yah, apa kau tidak ingat?” gumamnya. Ia berhasil mengabaikan tatapan beberapa orang yang berada di ruangan yang sama dengannya.

Kurang dari 12 jam lagi akan menjadi hari yang penting. Dua tahun, 731 hari tepatnya. Eunhyuk kembali mendesah berat. Ada berapa banyak jam, menit, detik yang dilewatinya bersama Jiyoo selama ini?

Pundak Eunhyuk menegang. Jiyoo tak mungkin tidak ingat. Gadis itu juga tak mungkin mengira Eunhyuk tidak ingat tentang besok. Tapi Eunhyuk benar-benar tak mengerti, kenapa Jiyoo belum menghubunginya?

Yah, yah! Malam ini Heechul akan mengadakan pesta ulang tahun!” seru Leeteuk. Tangan kanannya menggenggam Android. Sepertinya lelaki itu sedang bertukar pesan dengan Heechul. “Malam ini, di dorm.”

Sungmin, yang sejak tadi mendengarkan dengan antusias, mengembangkan senyum lebar. “Bersama yang lain?” Tentu saja maksudnya adalah Jung Haneul, Yoon Sanni, Han Yeosin, Shim Chaesun, Shin Hyori, Park Hyunyoung dan Choi Jiyoo.

Choi Jiyoo? Eunhyuk mengerutkan kening mengulang nama itu dalam kepalanya. Setahun lalu, perayaan anniversary pertama mereka hanya dilewatkan berdua. Walaupun jelas Heechul mengamuk; hanya pada Eunhyuk, Jiyoo lolos dari ancaman itu sejak awal.

Leeteuk mengangguk. “Semuanya!”

“Apa kita punya waktu sebebas itu hari ini?” tanya Eunhyuk lemas.

“Tentu. Jadwal kita selesai pukul 11 malam ini,” ujar Leeteuk, tak menyadari keengganan Eunhyuk tentang pesta ulang tahun itu.

Eunhyuk mengerucutkan bibir. “Boleh tidak aku–“

“Boleh,” Leeteuk menyahut cepat. Ia mengangkat bahu tenang. “Heechul bilang Yeosin tidak mau mengganggu perayaan lain kalian –kau dan Yoo, maksudku. Jadi karena sang dewi sudah memberi perintah, kau bebas.”

Walaupun ini kabar yang baik, Eunhyuk tak terlalu menunjukkan antusias yang benar. Ia bebas dari pesta Heechul, tapi apa Jiyoo benar-benar tidak melupakan hari penting mereka? Gadis itu bahkan tidak menunjukkan batang-hidung atau sekedar memperdengarkan suaranya.

Eunhyuk menjadi lebih frustasi dengan kenyataan bahwa Jiyoo sama sekali tidak mencarinya di saat hari istimewa itu mendekat.

Dan seperti sebuah mukjizat, denting pesan singkat menyapa ponselnya. Eunhyuk sempat terkesiap sebelum membuka pesan itu dengan antusias. Bukan dari Jiyoo ternyata.

From: Kyo

Oppa! Apa kau dan Yoo bertengkar?

“Ck, apa-apaan Kyo ini,” gumamnya. Ia buru-buru mengetik pesan balasan untuk gadis itu sebelum akhirnya Eunhyuk memutuskan untuk menghubunginya saja. “Hyo, apa maksudmu?”

Terdengar desahan pelan dari Hyori. “Yoo pulang lebih awal sore ini. Kukira dia akan pergi kencan dengan Oppa sampai besok pagi. Apa kalian tidak ada acara apapun?”

“Tidak. Aku sedang sibuk, tapi sepertinya nanti malam aku bisa menemuinya. Dia akan ada di dorm, kan?”

“Mmm… aku tidak tahu,” ucap Hyori. “Sepertinya dia mengambil jatah kerja paruh waktu di tempat Hyunyoung. Dia sama sekali tidak menghubungi Oppa, kan?” Tanpa menunggu Eunhyuk, Hyori langsung melanjutkan, “Dia tahu Oppa sedang dan akan sibuk hingga beberapa minggu ke depan, jadi kurasa dia merelakan hari istimewa itu terlewat begitu saja.”

Eunhyuk mengerutkan kening. Otaknya mencoba mencerna informasi dan penjelasan dari Hyori. Semuanya masuk akal. Eunhyuk mendesah. “Kenapa dia tidak tahu kalau aku bisa meluangkan hari itu untuknya?”

“Kenapa tanya aku? Bukankah Oppa mengenal gadis itu dengan baik?” Eunhyuk bisa membayangkan Hyori yang menyeringai sambil menggoda. “Choi Jiyoo ya Choi Jiyoo. Kalau dia pikir lebih baik dia menyingkir sebentar, tentu saja dia akan melakukannya.”

Ucapan itu tentu saja benar. Eunhyuk kembali menghela napas. “Sudah ya. Kkeunho.”

Lelaki itu memandangi layar ponselnya. Tangannya bergerak menyentuh layar ponsel, mencari dan menimbang-nimbang tentang apa yang harus dilakukannya dengan kontak nama Yoo-nya ini. Ia bisa saja mencoba menghubungi gadis itu, tapi tipis kemungkinan Jiyoo akan menjawabnya.

Dan jika Jiyoo benar-benar menyibukkan diri dengan kerja paruh waktunya, itu tandanya ia memang tak akan menyibukkan diri dengan hal lain –termasuk dengan perayaan mereka.

—-

Hyunyoung’s Café – 6:12 PM

Jiyoo mengerucutkan bibir. Kadang gumaman rendah meluncur dari bibir tipisnya. Ia memandangi penampilan panggung Super Junior. Tanpa sadar tarikan napasnya terasa lebih berat.

Tentu saja lelaki itu sibuk. Sangat sibuk. Dan Jiyoo tahu ia tak bisa mengharapkan apa-apa dari hal itu.

Tangannya mengelap meja kafe dengan malas. Malam ini ia akan sibuk di kafe Hyunyoung. Cukup sibuk hingga mungkin ia akan melupakan tentang hari esok; tentang hari esok, Lee Hyukjae, dan semuanya.

Tak apa, tak ada salahnya mengalah. Jiyoo berulang kali memasukkan sugesti itu ke dalam kepalanya. Ia akan baik-baik saja. Eunhyuk memerlukan waktu untuk menikmati comeback stage Super Junior-nya.

Perayaan bukan sesuatu yang harus dirayakan. Jiyoo bergumul dengan pikirannya. Tapi bagaimana mungkin sesuatu disebut sebagai perayaan jika hal itu sama sekali tidak dirayakan?

“Malam ini ada pesta ulang tahun Heechul oppa,” Hyunyoung menyahut tiba-tiba setelah mengamati Jiyoo sejak dua menit yang lalu. Gadis berambut cokelat bergelombang itu memiringkan kepala. “Yeosin eonni bilang kau dan Hyuk akan pergi merayakan hari istimewa kalian sendiri.”

Jiyoo tersenyum samar. “Tidak. Bukankah sudah kubilang aku akan lembur di sini?”

“Kenapa?”

“Kenapa? Tidak boleh?”

Hyunyoung memutar bola matanya, jengah dengan sikap keras kepala musiman Choi Jiyoo. “Terserah sajalah. Kau hanya akan kubiarkan lembur sampai pukul 11 malam. Kau dengar?”

“Kenapa~?” rajuk Jiyoo, terdengar merengek. Ia benar-benar ingin melewati hari ini dengan cepat. Gadis itu bahkan rela berada di kafe semalaman jika ia bisa tidur sampai siang besok.

“Kenapa? Tidak boleh?” Hyunyoung membalikkan pertanyaan Jiyoo. “Kafe ini milikku. Aku tidak mau disangka sebagai orang yang mempekerjakan pegawai paruh waktunya seperti budak.”

Jiyoo berdesis pelan. “Tch~ padahal sebelumnya kau suka memintaku menjaga kafe sampai pagi.”

“Kali ini tidak. Kemurahan hatiku sedang berada di puncaknya, jadi berterima kasih sajalah.” Hyunyoung mengibaskan rambut panjangnya sambil tersenyum miring.

Setelah Park Hyunyoung mengilang di balik pintu ruangannya, Jiyoo menggerutu kemudian mendesah. “Setidaknya aku akan langsung jatuh tertidur sesampainya di dorm.”

—-

Café – 10:47 PM

Choi Jiyoo mematikan lampu utama kafe sebelum menyambar mantel abu-abunya. Dengan kunci yang selalu dipercayakan padanya, ia memastikan tak ada satu ruangan pun yang luput dari perhatiannya. Gadis itu baru meninggalkan kafe setelah mengunci pintu masuk utama.

Jalanan cukup lengang. Karena Jiyoo malas berjalan kaki di tengah angin musim semi seperti ini, ia memutuskan menunggu bis. Walaupun bis itu akan membawanya berkeliling sebelum sampai di dekat dormnya, Jiyoo harus cukup puas.

Toh memang itu tujuannya; menghabiskan malam ini dan membiarkan hari esok terlewat begitu saja. Dengan cepat. Secara kilat hingga ia tak akan sempat menyesali apapun.

Ponselnya bergetar sejak tadi. Jiyoo mengabaikannya. Eunhyuk sedang sibuk dan bukankah lelaki itu benar-benar harus memusatkan perhatian pada hal itu saja, dan bukannya mengurusi gadis perajuk sepertinya?

Oh, baiklah. Sikap Jiyoo memang kekanak-kanakan. Ia bukan hanya ingin melewatkan besok dengan cepat, tapi juga sedang melampiaskan kekecewaannya pada semua hal. Bukan pada Eunhyuk, tapi hanya pada keadaan.

Jiyoo baru menjawab panggilan dari ponselnya saat benda itu menunjukkan nama Hyo-nim di layar. “Yeobose–“

Yah! Kau ada di mana? Aku dan bebek sedang menuju pesta Heechul oppa, apa kau mau kami jemput?” rentetan kalimat Hyori membuat Jiyoo mendengus geli.

“Tidak. Aku sedang dalam perjalanan pulang, dan oh, aku lelah sekali, jadi sampaikan saja salamku pada Oppadeul dan ucapkan selamat ulang tahun untuk Heenim ajussi,” Jiyoo terkikik pelan mengingat rentang jarak usia 10 tahun dengan Heechul.

Hyori menggumam tak jelas hingga Jiyoo tak sanggup mendengar apa yang diucapkan gadis itu. “Kau… tidak ada acara apa-apa? Maksudku, besok, kan–“

“Tidak. Aku lelah sekali, sekarang pun mungkin aku bisa tertidur di bis. Jadi, nikmati saja pestanya dan serahkan dorm padaku agar aku bisa tidur tenang sampai besok siang, oke?” ucap Jiyoo.

“Sampai besok siang? Kau berencana hibernasi hingga siang?”

“Demi Tuhan, Hyo, aku benar-benar lelah, jadi mungkin aku memang akan melakukan itu,” Jiyoo terkekeh. “Hibernasi, maksudku.”

Hyori kembali menggerutu tak jelas. Jiyoo paham sekali Hyori ingin mengomelinya soal perayaan hari istimewa atau apapun itu, tapi Jiyoo sedang tak ingin mendengar nasihat sehat dari Hyori, jadi mudah saja untuk tak menghiraukannya.

Tak sampai sepuluh detik sampai Hyori menggumamkan kalimat jangan lupa mengunci dorm dan daftar bahan makanan yang ada di lemari es –Jiyoo harus mengeluarkan kertas untuk mencatat itu. Jiyoo kembali menjejalkan ponsel ke dalam tas. Ia bersenandung pelan untuk mengalihkan perhatiannya dari pikiran-pikiran yang usil.

Jiyoo harus mengalihkan perhatiannya dari pikiran tentang Eunhyuk dan hari esok.

—-

Pintu dorm langsung terbuka dengan satu sentakan pelan dari tangan Jiyoo. Gadis itu meloloskan napas panjang setelah berhasil sampai di dormnya yang nyaman. Ia mengganti converse ungunya dengan sandal bulu yang empuk.

Jiyoo melangkah ringan ke dapur. Ia benar-benar lelah dan siap ambruk kapan saja, tapi Jiyoo butuh air dingin. Setidaknya beberapa teguk akan membuat tenggorokannya basah.

Lemari es berada di sudut dapur. Dengan kalender mungil yang menempel di pintunya, Jiyoo langsung merutuk dalam hati. Kenapa pula ia meletakkan benda dengan kotak-kotak angka itu di sana?

Kenapa benda itu bahkan bisa berada di tempat yang bisa langsung dilihat Jiyoo? Ah, atau kenapa perhatian Jiyoo langsung tertuju pada benda itu? Kalender itu bahkan tidak berpendar, tak bercahaya apalagi bersinar terang.

Jiyoo bisa langsung melihat angka 10 dengan tulisan Juli di atasnya. Tenggorokannya tercekat. Ia menahan napas. Besok adalah hari itu dan sekarang ia justru menghindar dari lelaki itu.

“Tidak, bukan menghindar. Dia harus fokus, tidak boleh memikirkan hal lain!” gumamnya.

Pikiran itu terdengar konyol karena Jiyoo seperti sedang membela diri. Gadis itu buru-buru meneguk air dinginnya sebelum meninggalkan gelasnya di atas meja begitu saja. Semua pikiran itu membuatnya lebih lelah daripada sebelumnya. Jiyoo tak akan heran bagaimana itu bisa terjadi.

Menolak memikirkan hal itu lebih jauh dan membuat dirinya bertambah lelah, Jiyoo meninggalkan dapur dan mengurung diri di kamar. Setelah memakai kaos kebesaran dan celana training selututnya, Jiyoo membenamkan diri dalam selimut.

Gadis itu tak bisa tidur walaupun jelas-jelas seluruh tubuhnya membutuhkan istirahat. Kedua matanya memandangi langit-langit kamar. Ia berpikir tentang banyak hal dan akhirnya wajah Lee Hyukjae terbayang dalam benaknya.

Sepertinya akan menyenangkan jika lelaki itu ada di sini…

Pikiran yang jelas tak baik. Jiyoo tersipu kemudian terkikik pelan. Bagaimana mungkin pikirannya menginginkan lelaki itu berada di kamar ini? Bersamanya?

Namun justru pikiran-pikiran seperti itu lebih cepat mengantarkan Jiyoo menuju mimpi sempurnanya. Gadis itu pelan-pelan menutup mata, membayangkan dapat melihat Eunhyuk melalui kedua matanya yang terpejam.

Napasnya yang semula masih tertahan perlahan-lahan menjadi lebih teratur. Jelas sekali bayangan lelaki itu sangat membantu. Jiyoo mulai benar-benar tertidur setelah membayangkan otot bisep Eunhyuk membungkus tubuhnya.

—-

July 10, 2012 – 1:23 AM

Eunhyuk membuka pintu bercat putih itu dengan pelan, sepelan yang ia bisa agar tak menimbulkan suara apapun. Seperti biasa, lampunya selalu dibiarkan menyala saat Jiyoo tidur. Gadis itu tak suka tidur tanpa lampu.

Kebiasaan itu diucapkan oleh Jiyoo sendiri dan dilihat oleh Eunhyuk. Meskipun begitu, Jiyoo selalu memakai selimut hingga menutupi wajahnya agar bisa tidur.

“Kalau lampunya menyala, aku tidak bisa tidur,” ucapnya suatu waktu.

“Kalau begitu matikan lampunya,” sahut Eunhyuk.

“Tapi aku juga tidak bisa tidur kalau gelap. Aku takut,” bisik Jiyoo waktu itu.

Eunhyuk tersenyum kecil mengingat ucapan gadis itu. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran Jiyoo. Bagaimana bisa gadis itu memiliki dua kebiasaan tidur yang saling berlawanan?

Kaki Eunhyuk berjingkat. Ia berjalan pelan-pelan hingga akhirnya berhasil mencapai ranjang Jiyoo. Gadis itu sudah tertidur, terlihat dari dadanya yang naik-turun dengan teratur.

Eunhyuk menghela napas. Jiyoo benar-benar ingin membiarkan malam pergantian hari esok begitu saja. Lelaki itu memang berusaha memahami alasan Jiyoo, tapi percuma saja. Batas pemahamannya tak seluas itu.

Dari mana datangnya ide konyol tentang membiarkan Super Junior Eunhyuk sibuk dan menyelesaikan jadwal di masa-masa comebacknya? Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepala.

Melihat Jiyoo tidur dengan pulas membuat Eunhyuk memahami satu hal. Gadis itu benar-benar bekerja terlalu keras untuk mengalihkan perhatiannya sendiri. Jika ia bukan Lee Hyukjae, sudah tentu ia tak akan pernah mengerti gadis itu.

“Kau keterlaluan sekali,” gumamnya. Eunhyuk menyusuri wajah Jiyoo dengan jemarinya. Perlahan-lahan menuruni kening, hidung hingga bibir gadis itu.

Memandangi wajah Jiyoo sudah tentu adalah hal paling menarik yang pernah dilakukannya. Eunhyuk merasa ia bisa melakukan itu hingga berjam-jam lamanya. Apa susahnya melakukan sesuatu yang memang sudah membuatmu ketagihan tanpa bisa berhenti?

Eunhyuk menggeser tubuhnya pelan. Ia memilih berbaring di samping Jiyoo. Sambil memiringkan tubuh, ia tak mengalihkan matanya dari wajah Jiyoo.

Entah karena Jiyoo merasakan tatapan seseorang atau memang tidurnya tak nyenyak, ia menggeliat, membiarkan kedua matanya terbuka perlahan. Jiyoo tak sempat berpikir, ia hanya tahu seseorang yang tadi berada di mimpinya sedang berada di sampingnya; berbaring, memandanginya dengan intens, dan sudah pasti bukan bagian dari mimpi.

It was a moment when time got slower

Like a single ray of light, she finally found me.. My girl, my destiny..

Dan saat itulah keduanya hanya saling berpandangan. Eunhyuk bisa merasakan waktu yang tiba-tiba berjalan lebih lambat. Wajah di hadapannya membuat Eunhyuk tak bisa berbuat hal lain selain membuka mata lebar-lebar.

Jiyoo menegakkan tubuh, bersandar di tepi ranjang. Eunhyuk mengikuti gerakannya hingga keduanya bersandar berdampingan. Bahu Eunhyuk yang menyentuh bahu Jiyoo membuat aliran listrik kecil menyengatnya.

As I stomped ground, control my exploding breath, I ran to you..

Eunhyuk mendekatkan tubuhnya. Jemarinya menyusup masuk memindahkan rambut Jiyoo ke belakang telinga hingga ia bisa melihat wajah itu lebih jelas lagi. Napasnya memburu cepat, seolah ada perlombaan olahraga yang baru diikutinya.

Dan saat itu dorongan kuat menyerang akal sehatnya. Eunhyuk menangkup wajah Jiyoo, membuat gadis itu hanya memandangnya. Tanpa suara, tanpa selaan.

I stole those lips, I had to..

Lelaki itu membiarkan bibirnya menyentuh bibir Jiyoo, menyapunya lembut dan merasakan jantungnya berhenti saat itu. Ajaib saat sepertinya perasaan itu tak pernah mencapai puncaknya. Eunhyuk tak akan pernah merasa bosan saat bibirnya melumat bibir itu.

It was crazy thing to do but no matter what it is breathtaking electrifying…

I had to make a memory that the both of us wont ever forget

Your face that froze up in just one moment, I know you felt it too

Jiyoo terlambat menutup mata. Kedua matanya sempat melebar merasakan sentuhan lembut di bibirnya. Ada perasaan sedih, kalut, dan kekecewaan dari ciuman itu. Jiyoo tak akan bertanya kenapa hal itu bisa terjadi.

Dan ketika Jiyoo memejamkan mata, ia tahu ia tak ingin membukanya lagi. Jiyoo akan selalu menginginkan sentuhan ini. Ia menyentuh dada bidang Eunhyuk, merasakan debaran jantung yang tak terkendali dari balik kulit menawannya.

I don’t know if I’m crazy or if I wanted to keep you in my heart

I can’t explain this with any word

Eunhyuk masih tak bisa melepaskan tangannya dari wajah Jiyoo. Ciuman itu terlalu singkat untuk diakhiri. Ia tak ingin melepaskan kontak fisik apapun dengan Jiyoo saat ini.

Bahkan saat napasnya terasa semakin tipis, Eunhyuk justru semakin melumat bibir Jiyoo. Tak akan ada kata-kata yang mampu mengungkapkan bagaimana perasaannya saat ini. Ia ditolak, dijauhi, dihindari bahkan di saat ia sangat membutuhkan Jiyoo.

Jiyoo harus mendorong dada Eunhyuk agar lelaki itu benar-benar berhenti. Sayangnya, gadis itu salah perhitungan. Eunhyuk memang berhenti, tapi hanya sesaat sebelum akhirnya lelaki itu kembali menarikan bibirnya di atas bibir Jiyoo.

Eunhyuk membuat tubuh Jiyoo limbung hingga gadis itu terbaring lagi di ranjang. Kedua tangan Eunhyuk memenjarakan pergelangan tangan Jiyoo. Kecupan-kecupan ringan mulai menghampiri kening, hidung, pipi hingga leher gadis itu.

“Baiklah, ini mulai melenceng dari batas,” ucap Jiyoo. Ia masih cukup sadar hingga tak mendesah sedikit pun. “Poo!”

Saat itulah Eunhyuk berhenti. Ia mengerjap, melihat Jiyoo berada di bawah tubuhnya. Lelaki itu buru-buru menjauhkan diri dari Jiyoo. “Mian..”

Napas Jiyoo masih memburu cepat. Tadinya ia takut tak akan menemukan Poo-nya dalam wujud lelaki itu. Gadis itu merangkak dan memeluk Eunhyuk dari belakang.

“Aku… aku tidak tahu, tadi aku benar-benar… Entahlah!” seru Eunhyuk frustasi. Entah sejak kapan ia kehilangan akal sehatnya dan mulai mencium Jiyoo seperti tadi. Ia tahu tindakannya itu bisa membuat Jiyoo ketakutan.

Jiyoo merasakan kegetiran dalam suara Eunhyuk hingga ia ingin menangis. Air matanya mulai merebak. Jiyoo mengeratkan pelukannya. “Maaf.”

“Aku pasti sudah gila,” gumam lelaki itu. “Seharusnya aku tidak ke sini, tidak melakukan… itu.”

“Tidak, tidak. Tidak apa-apa. Kau pasti kecewa karena aku benar-benar mengabaikanmu seharian,” Jiyoo turun dari ranjang, berlutut di lantai hingga bisa melihat wajah Eunhyuk dengan jelas. “Aku tidak mau mengganggumu. Comeback ini, kan, penting.”

Eunhyuk memejamkan mata, masih merasa frustasi. “Lalu hari ini tidak penting?”

“Penting, tentu saja penting. Jangan sampai kau berani bilang kalau hari ini tidak penting. Hanya saja, kita punya prioritas, jadi… menunda perayaan bukan sesuatu yang buruk,” Jiyoo bergumam pelan.

“Memang bukan sesuatu yang buruk, tapi jelas akan membuatmu sedih,” ucap Eunhyuk.

Jiyoo memandangi wajah Eunhyuk dengan kedua bola mata yang seakan berbinar. “Bagaimana kau bisa beranggapan seperti itu? Tidak, aku tidak akan sedih. Aku–“

“Jangan berbohong. Kau tahu kau selalu payah dalam hal itu,” Eunhyuk tersenyum kecil.

“Oh, baiklah. Aku memang akan sangat sangat sangat sedih, tapi bukan berarti aku akan menjadi gadis pemurung sepanjang musim ini, kan?” Jiyoo mengerucutkan bibir.

“Bagus. Kalau begitu, untuk menghindari si gadis pemurung ini lebih sedih, kenapa tidak kita rayakan saja hari istimewa kita?” mata Eunhyuk mengerling. Jiyoo sangat suka jika lelaki itu sudah melakukannya. Dan tentu saja ia tak akan punya cukup alasan kuat untuk menolak.

Jiyoo mengangkat bahu, berusaha terlihat tak acuh. “Aku tidak menyiapkan apapun.”

—-

Eunhyuk tersenyum puas. Gusi merah muda kesukaan Jiyoo terlihat di wajahnya. Lelaki itu benar-benar pintar mengatur aliansi. Hyori jelas sekutu utama Eunhyuk dalam hal ini. Gadis itu sudah tentu membocorkan rahasia soal hadiah yang disiapkan Jiyoo.

Jiyoo memutar bola matanya, jengah karena Eunhyuk selalu bisa mengalahkannya.

Sekarang lelaki itu tahu jika Jiyoo sudah menyiapkan 4 buah cupcakes, persis seperti yang dilakukannya saat tanggal 4 April yang lalu.

“Aku tahu kau tidak pernah tidak menyiapkan apapun, Yoo,” sahut Eunhyuk puas. Ia memamerkan senyum kemenangan.

Jiyoo mendengus. “Aku memang menyiapkan ini… untuk diantarkan ke dorm-mu.”

“Tidak perlu. Aku tidak mau ada yang mencuri harta kita yang satu ini,” Eunhyuk mengendikkan bahu. “Tapi, kenapa sepatu?”

Lelaki itu mengangkat sebuah cupcake dengan hiasan sepasang sepatu di atasnya. Jiyoo tersenyum samar. Tentu saja ia akan menyiapkan sesuatu yang punya makna tersendiri.

“Karena kau suka menari. Super Junior dance machine, Eunhyuk!” Jiyoo terkekeh. “Dan tadinya aku ingin membuat sepatunya berwarna hitam, seperti yang sering kaukenakan. Tapi kupikir lebih bagus jika warnanya ungu, bukan begitu?”

Eunhyuk mendengus geli, menahan tawa. “Ungu itu selalu warna pilihanmu.”

“Kau mengenalku.” ujar Jiyoo. Gadis itu menyiapkan dua batang lilin yang sudah disiapkannya. Setelah menyalakan api, ia tersenyum puas memandangi dua lilin menyala kecil. “Aku…”

“Aku juga mencintaimu,” Eunhyuk memotong ucapan Jiyoo kemudian meniup lilinnya dengan cepat. “Selamat hari ke-731!”

Jiyoo menyipitkan mata, terlihat kesal. “Kau bahkan tidak membiarkanku meniup lilin! Dan aku sama sekali tidak mengatakan apapun soal mencintaimu, Poo.”

“Yah… tidak apa-apa. Aku selalu tahu apa yang kaupikirkan, jadi ucapan I love you itu bisa kausimpan saja,” sahut Eunhyuk bangga. “Tapi tentu saja lebih menyenangkan jika bisa diucapkan.”

Dengan santai, Jiyoo mengangkat bahu. “Kau sudah tahu, jadi ya… terserah saja.”

“Sudah kubilang akan lebih menyenangkan jika kau bisa mengucapkannya, Yoo,” Eunhyuk mulai merajuk. “Tidakkah kaupikir itu lebih romantis?”

“Tidak.” sahut Jiyoo. Kepalanya menggeleng tak setuju. “Lebih romantis kalau aku tak perlu mengatakan apapun sementara kau mengerti semuanya. Itu sangat romantis, Poo.”

Eunhyuk memutar bola matanya. “Terserahlah.” Kemudian menarik pinggang Jiyoo, mendekat ke arahnya. Sapuan lembut bibirnya menyapa bibir Jiyoo dan kali ini Eunhyuk yakin waktu benar-benar berhenti.

Waktu akan berhenti, selamanya seperti ini hingga 730 hari berikutnya.

=============FIN=============

HA HA HA~ PG-15 nyaris NC-17 pertama. xD *buat JiHyuk*

Lagunya pake lagu BTOB, soalnya manis aja translationnya. Aww~ >..<
Cr Eng-trans: LoveKpopSubs.

Meskipun ada yg sudah baca NC-21nya JiHyuk, tapi karna itu bukan bikinan saya, jadi anggep aja JiHyuk belom pernah ngapa2in yah. X”D

So, yea, HAPPY ANNIVERSARY for JIHYUK~! ^-^

Dua tahun yah… ah jadi bangga (?) Kenapa di sini selalu disebut 731 hari dan bukan 730? Soalnya tahun 2012 kan ada tanggal 29 Februari, jadi ya kelebihan satu hari deh. xD

JiHyuk sayang JIHYUKISM deh~ :***

Makasih banyak buat semua komennya, dukungannya, plus waktunya buat baca kisah-kisah kami di sini. *ciyeeee~* Pokoknya terima kasyih banyaaaakk karna syuda suka sama JiHyuk, si pasangan fiction inii. :*

Cuma mau pesen aja, jangan bosen yah ama JiHyuk. Eh tapi gak papa deh bosen juga. *author bimbang* Pokoknya mah makasih dan maaf kalo kadang saya ato cerita saya gak seperti harapan kalian. *bow*

 

58 thoughts on “[JiHyukism] Anniversary (Again!)

  1. JJANG!!!
    Sekali lagi, Happy Aniversary JiHyuk~~~ (ʃƪ´▽`)♥

    adegan si hyukjae yang niup lilin tanpa jiyoo, mengingatkan ku ke WGM TeukSora… haha. tapi ini, jelas beda..

    daebak ka shela!!! selamat hari ke-731 buat Jiyoo-Eunhyuk~~~~

    • JJANG juga!
      Makasihh banyaaaakk~ ^-^ :*

      O ya? aku belom minta or download wgm yg itu. Pingin liat teuk dikasih surprise ama sora. ;___;
      Terima kasihh sekali lagii, cantiks~ ^-^

  2. sebenernya saya belum baca. tapi tinggalin jejak aja dulu.
    nih ff masuk ymail saya, jadi langsung buru2 buka google.
    comentnya ntar aja ya. hihi..
    mau.baca blueast dulu. hihi ^^

  3. Yeaay happy 731 days for jihyuk ~ cukhae😀
    Gimana rasa nya udah 2 tahun ? Pasti banyak suka duka yaa ?!!! Hihihi
    Mereka sibuk gara gara comeback tapi jangan lupa nelpon dongs ~ Hyuk niup lilin gangajak ngajak nih :p kasian yoo
    Romantis seperti biasa … Ahhh untung msh pg 15. Saya blm cukup umur eon #gananya
    Okedeh sekali lagi happy 2nd anniv. Keep romantic😀

  4. *ngakak guling2*
    poo~ kok berenti ? ga mau dilanjutin lagi ? /matiin lampu/ HAHAHAHAHA~
    kocak bayangin poo merasa bersalah xD
    aw~ mau juga diperhatiin gitu >. *ngakak*
    dikeyboard huruf ‘H’ sama ‘K’ beda satu jarak lho, jadi itu typo atau ada maksud tertentu ya haha.

  5. komennya kepotong ! u,u

    happy anniversary JiHyuk-nim xD
    semoga langgeng hingga 730 tahun (?)
    :3
    jangan sering2 sedih ya kalian berdua, bayangin gmana klo JiHyuk nntn drama sedih trus nangis sahut2an /kicked/
    bahagia (re : Kyuhyo) selalu menyertai kalian,😄

    p.s : Kyo ? –> *ngakak*
    dikeyboard huruf ‘H’ sama ‘K’ beda satu jarak lho, jadi itu typo atau ada maksud tertentu ya haha.

    • Boleh gak kami minta kebahagiaan dalam wujud lain? Kami gak butuh Kyuhyo. T^T
      Kyo itu…….Kyuhyun-Hyo. Di hape poo memang nama anda tersimpan demikian rupa, Hyo-nim. xD
      Itu bukan typo. HA HA HA~

      Komen apa itu? Gak mau dilanjutin lagi? YAAAAHH!
      Yeay! Anniversary~ Terima kasyiiiihh~ ^-^ :*

  6. waaa…. kalian berbuat apa di malam ulang tahun suamiku (?)
    hahaha… uhmmm jihyuk sekarang udah berani kayak gitu ya
    unyuknya romantiiiiss… manis kayak stoberi ungu

    happi anniversari JiHyuk❤

  7. Chukkae!!!

    ^^

    btw, bner nih..
    JiHyuk g ngelakuin ap2 kn?
    secara, Eunhyuk tu ‘rajanya’ Yadong..

    #plakk.. di timpuk ewels n Jiyoo..

    sekali lagi..
    CHUKKAE!!
    HAPPY ANNIVERSARI!!!!!!

  8. huaaa…ini manis banget.

    maaf, aku norak. Baru kenal jihuk, padahal mereka udah 2 tahun anniv. Nyesel baru nyasar kesini. Aku tias, 94 line. Salam kenal.

    tapiii,,, Chukkaaeeyoo…semoga langgeng terus. Akuu suka karakter jiyoo.

    JIHYUK JJANG…:))

  9. gaaaaaaaaaa harusnya adegan nya dilanjutin… Biar jd yoon #eh
    Wkwkwk
    Sumpah ya ditahun kedua ada peningkatan… Nti ditahun 3 udah ada yoon ya… Eh klamaan deh… Buruan lah yoon muncul….Wkwkwkwk

    Nyahaha si yoo disini rela gk rela bgt dah… Mw ngebiarin hr jdnya tp gk rela… Hahaha
    Tp seenggaknya jihyuk sm2 mkirin hr jdnya mereka loh… Itu romantis boo…
    Hehe
    Ditunggu kemunculan yoon.

  10. Ciyyeee..2 tahun jihyuk..chukkae

    hoho..yoo pasti bakal nangis deh klo hyuk bener2 ga ngerayain hari jadi mereka..hwaaa tappiii akhirnya hyuk dateng juga..daaan romantiiss >.< so suittt eonn*kasih jempol choco*

    omo..kisseu*tu2p mata*
    hyuk bangga dehh..yadongnya g keluar..fiuhh*ngelus dada*

  11. annyeong haseyo
    umi imnida, ak reader baru eon, salam kenal
    baru mampir kali ini, hee, dan aku mulai menyukai eunhyuk oppa, (?)apalagi dancenya di album ini dan gaya rambutnya yang luar biasa mempesona, dan membuatku membagi fokusku pada kyu oppa
    *haha, mulai selingkuh dari kyu oppa
    ffnya DAEBAK deh, meski aku lg mulai baca,
    eon ini masih sbelahan sama yullie eonnie?? yya kan
    hmm, sekian dulu eon, bangapseumnida🙂

  12. assalamualaikum . aku reader baru,,,tias 94 line. aku panggil eonni yaa.

    happy anniversary buat jiyoo sama eunhyuk.
    telat banget aku baru ngucapin soalnya aku baru baca ff ini..eonni
    ffmu manisss banget ceritanya. aku sukaa…

    aku mau menjelajah (?) di sini ya eonni..hehe. Mau baca semua ffmu.

    okeee..ditunggu jihyuk selanjutnya….khamsahamnida🙂

  13. anyeong unn, aku reader baru disini. fia imnida. happy anniv unn😀
    aku mau ngestalk ff unni dulu ya. anyeong ^^

  14. happy anniversary~
    cukhae, dah 2 thn…😀
    smg langgeng n jgn mudah galau, hehe

    onnie pikir bakalan NC17, ternyata gak… sedikit kecewa tp gak pa2 dch.. haha

  15. yaaaaa,,,, happy annivver yang ke 731 jihyuk,,hahaha ada nc nya tadi,,untung aja malam bacanya,, mana rmadhan lagi bacanya,, aisss buang jauh2 pikiran aneh2,,
    ,, annyeong thorr__ #lambai2 , aq member baruu disini,, oya aq ijin obrak abrik bacca ff disini ya,, kekekeke #pasti di ijiinin ><

  16. min..aq blm terllu knl ceople ini.oya awlx fiction jihyuk itu yg mn ya…

    chukae buat jihyuk yg ud msuk 731 ..ah bahkn skrg uda lebih…bgtu y kira2. emang ad ncx..woahh ..
    aq bnr2 bingung..!!

  17. eh, ni kopel udah 2 tahun? Lama juga ya…
    Happy aniv ya*telat* :3
    Etapi, aniv nya tgl 10 juli? Kek ultah ane dong..*gada yg nanya*
    Moga ni couple makin jaya dan authornya makin cinta sama Mr. Anchovy ;D

  18. huhuhuu sebelumnya happy anniv buat jihyuk, mian telat yaa ngucapinnya soalnya aku juga telat bacanya kkkkkk. semoga makin romantisssss

  19. Udah lama jadi readers disini tapi belum baca JiHyukism yang dari awal. Mending aku baca dulu ah. Oia, kirain tadi bakal ada NC-nya ternyata batal. Wkwkwkwkw….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s