BluEast Harmony #1

BluEast Harmony #1

Lee Hyukjae melangkah ringan memasuki ruang latihan dengan pintu kuning gading. Ia bisa mengintip seorang lelaki dan gadis berambut panjang memainkan instrumen masing-masing. Hyukjae berdeham kemudian mendorong pintu untuk masuk.

“Dari mana saja kau?!” seruan gadis itu seketika menyerang gendang telinga Hyukjae.

Sambil mengeluarkan sepasang stik drum dari ransel hitamnya, Hyukjae tersenyum kikuk. “Pertunjukan jalanan.”

“Berhentilah mengurusi remaja-remaja itu, kau tahu persis mereka tidak akan pernah jadi apa-apa,” gadis itu kembali mengomel.

Hyukjae sama sekali tak merasa tersinggung walaupun gadis itu menghina adik-adik jalanannya. Lelaki itu hanya menarik napas panjang. “Shin Hyori, yang penting sekarang aku ada di sini, kan?”

“Tapi kau harus tepat waktu,” sela gadis bernama Hyori itu. Ia melirik lelaki lain yang memegang gitar. “Cho Kyuhyun, marahi dia!”

Lelaki yang dipanggil Kyuhyun itu menoleh sejenak sebelum mengabaikan pertengkaran harian membernya. “Yang penting drummer kita sudah datang. Aku tidak punya waktu untuk mengurusi masalah sepele kalian, tapi yang jelas kita harus segera mengadakan show case untuk mini album kita.”

“Oh? Kau sudah mendapat label untuk band ini?” seru Hyukjae terkejut.

Kyuhyun menggeleng. “Belum.”

Hyukjae mengetuk-ngetuk drumnya sembarangan. Menjadi bagian dari BluEast Harmony memang menyenangkan. Band indie tapi penggemar mereka tersebar di seluruh Seoul. Belum mempunyai album, hanya tampil tiap minggu di sebuah kafe milik salah satu kenalan, tapi penontonnya selalu ramai.

Hanya saja, kadang Hyukjae merasa lelah dengan masa depan yang tak jelas dari band ini.

Lelaki itu memandangi Kyuhyun yang sibuk menyetel ulang gitarnya. Cho Kyuhyun adalah anggota pertama BluEast Harmony, bisa dibilang Kyuhyun-lah yang menciptakan band ini. Hyukjae tak terlalu tahu banyak tentang Kyuhyun, tapi jelas sekali Cho Kyuhyun adalah seorang jenius musik.

Lagu-lagu tanpa album yang ditampilkan mereka seluruhnya adalah ciptaan Kyuhyun. Hyukjae harus mengakui bahwa lelaki itu bukan sekedar pemusik jalanan.

Walaupun Kyuhyun terlihat bersahabat melalui lagu-lagunya, Hyukjae tahu satu hal. Cho Kyuhyun tak banyak bicara. Lelaki itu seakan bertanggung jawab pada imej misterius pada BluEast Harmony.

Hyukjae baru bergabung dengan BluEast Harmony sekitar enam bulan yang lalu. Saat itu ia harus bekerja jika ingin melanjutkan kuliahnya di jurusan seni gerak modern. Satu-satunya yang disukainya adalah menari dan drum, jadi bergabung dengan BluEast Harmony sebagai drummer sama sekali bukan ide yang buruk.

“Apa kita tidak bisa promosi seperti biasanya, lewat kafe?” tanya Hyori. Tangan kecilnya memetik senar gitar secara asal.

Hyukjae melihat Kyuhyun bergeming. Sepertinya lelaki itu juga ingin ada kemajuan dalam band ini. Ia mungkin sudah jenuh memainkan lagu mereka di kafe kecil, bukannya di studio televisi.

“Bisa saja, tapi kita mungkin harus rela lagu kita dibeli para idola itu lagi,” Kyuhyun mendengus.

“Karena itu, jangan dijual,” ujar Hyori tak mau kalah.

Hyukjae mengerti pembicaraan itu. Meskipun ia adalah wajah baru dalam band ini, tapi masalah penjualan lagu BluEast Harmony selalu menjadi topik yang tak asing. Lagu-lagu mereka dibeli untuk orang lain, bukannya jadi lagu untuk debut mereka sendiri.

Dengan tatapan tajam, Kyuhyun meletakkan gitar cokelatnya. “Coba kau bilang begitu kalau kau sedang butuh uang.”

“Aku…” Hyori menundukkan kepala. “Mian.”

Kedua mata Hyukjae mengamati Hyori. Kyuhyun selalu sensitif soal uang. Ia membutuhkan uang untuk tetap memberi napas pada BluEast Harmony dan untuk menghidupi dirinya sendiri. Walaupun Hyori sudah berkali-kali menawarkan bantuan, Kyuhyun bersikeras tak mau menerimanya.

Hyukjae tahu Kyuhyun hidup sendiri. Ia pernah dengar dari Hyori bahwa lelaki itu yatim-piatu yang diadopsi oleh seorang pria baruh baya, tapi saat Kyuhyun berusia 15 tahun, ayah tirinya meninggalkannya. Sendirian, tanpa uang, dan tanpa kepastian untuk tetap hidup.

Kyuhyun memiliki suara emas dan kemampuan bermain alat musik yang mengagumkan. Ia mulai mencari uangnya sendiri dengan bakatnya. Sedikit demi sedikit, ia tahu semua yang dimilikinya itu memang berharga.

Hyori berbeda dengan Kyuhyun. Gadis itu terlahir di lingkungan yang sempurna. Orang tua yang lengkap, rumah dengan dua lantai, serta jaminan pendidikan hingga lulus.

Dengan dua latar belakang yang berbeda, tak jarang Hyori tak bisa membaca maksud Kyuhyun. Keduanya berteman sejak sekolah menengah, dan mungkin sejak itulah Hyori mulai menyukai Kyuhyun. Gadis itu terlalu mudah dibaca.

Apalagi alasan seorang gadis mati-matian merengek masuk ke dalam sebuah band Indie tanpa masa depan?

Hyukjae menggeleng-gelengkan kepala. “Bukankah kita bisa mengikuti audisi seperti biasanya?”

“Audisi itu butuh biaya,” Kyuhyun berkomentar singkat. Hyori baru saja akan membuka mulutnya saat Kyuhyun menyela, “Kau, jangan coba-coba mengusulkan bantuan keuangan dalam bentuk apapun lagi!”

Hyori mengerucutkan bibir kemudian mengangguk pasrah.

—-

Choi Jiyoo menggerakkan sendi tubuhnya yang terasa kaku. Seharian ini ia sudah bekerja terlalu keras. Dua rekannya sedang cuti sementara restoran tetap buka seperti biasa. Seandainya Park Hyunyoung, bosnya, tidak menawarkan gaji lebih, Jiyoo bersumpah ia tak akan mau menyakiti tubuhnya seperti ini.

Sepasang earphone hitam yang mengalunkan lagu di telinga dilepaskannya. Jiyoo merebahkan tubuh di salah satu kursi pengunjung. Satu jam lagi ia baru bisa pulang sementara tak ada lagi yang bisa dilakukannya.

Suara gemerincing bel membuat Jiyoo menoleh ke arah pintu masuk. Ia berseru, “Maaf, kami masih tutup.”

“Jangan perhitungan dengan temanmu ini, Yoo,” suara khas itu membuat Jiyoo memutar bola mata. Shin Hyori menyeret kakinya hingga berhasil meraih meja yang sama dengan Jiyoo. Gadis itu mengembuskan napas keras. “Membosankan~”

Jiyoo mengernyitkan alis. “Apanya?”

“BluEast,” jawab Hyori singkat. “Kami harus membuat show case perdana, tapi belum ada label, tidak ada uang. Apa kau bisa menemukan orang gila lain selain Cho Kyuhyun?”

“Tch~ tapi kau tergila-gila padanya juga, kan?” Jiyoo bangkit meninggalkan meja untuk mengeluarkan gelas berisi air mineral dingin. “Bagaimana dengan… Lee Hyukjae?”

Hyori mendengus sebelum membiarkan air dingin membasahi kerongkongannya. “Kau benar-benar penggemarnya ya?”

“Ehmm… begitulah,” gumam Jiyoo. Senyumnya terkulum samar. Ia tak bisa memberitahu Hyori soal rahasianya. Rahasia tentang alasan kenapa ia selalu memerhatikan Hyukjae sejak lelaki itu bergabung di BluEast Harmony.

Mungkin ini kebetulan –atau takdir. Jiyoo berteman dengan Hyori yang lebih dulu bergabung di BluEast Harmony lalu tiba-tiba drummer baru bernama Lee Hyukjae masuk ke band itu. Jiyoo menggigit bibir.

Gadis itu sempat tak tahu harus senang atau tak peduli.

“Ck, tapi setiap kuajak bertemu dengannya kau selalu menolak,” selidik Hyori.

Jiyoo menggigit bibir kemudian nyengir. “Itu… aku, kan, sedang sibuk waktu itu.”

Hyori hanya mengangguk-angguk tak acuh. Melihat reaksi Hyori, Jiyoo bisa bernapas lega. Entah bagaimana, kebohongan demi kebohongan kini mengalir lancar melalui bibirnya.

“Dia… seperti biasa, tidak begitu punya pendapat soal show case, kurasa Lee Hyukjae itu memang hanya menyalurkan hobi bermain drum,” Hyori menjelaskan. “Tapi tentu saja, dia juga peduli pada BluEast, dia sering membawakan lagu kami untuk pertunjukan hip hop jalanannya.”

Jiyoo tersenyum kecil. Pertunjukan hip hop adalah saat dimana Hyukjae menari, menjadi pusat perhatian dan menjadi bintangnya. Jiyoo bisa membayangkan sinarnya yang menyilaukan.

“Ah, benar juga!” seruan Hyori membuat Jiyoo menoleh. “Yoo, kau bisa main keyboard, kan?”

Dengan anggukan kaku, Jiyoo mengerutkan kening. “Sedikit. Kenapa?”

“Sebenarnya aku mau membayar orang lain untuk menjadi pemain pengganti, tapi kurasa Kyuhyun tidak akan suka itu,” gumam Hyori, masih belum menjawab pertanyaan Jiyoo. “Bagaimana kalau kau ikut saat kami tampil di café minggu depan? Pertunjukan itu sebelum show case kami, tapi–”

“Mworago?” Jiyoo terkesiap.

Hyori membulatkan kedua matanya dan mengangguk antusias. “Kau, kan, penggemar BluEast –walaupun hanya suka pada Lee Hyukjae dan belum pernah menonton pertunjukan kami– bagaimana kalau kau tampil bersama kami? Sebagai keyboardist?”

Jiyoo melongo, terlalu terkejut untuk bereaksi. Tampil bersama BluEast Harmony sama saja dengan menunjukkan wajah di depan Hyukjae. Jiyoo tak siap untuk itu, dan sepertinya ia tak akan pernah siap.

“Kau tidak akan menolak, kan, Choi Jiyoo?” tanya Hyori lagi.

“Ani, ini terlalu mendadak. Bagaimana bisa kau langsung memintaku tampil bersama bandmu sementara aku tidak tahu apa-apa soal kalian –selain musiknya, tentu saja,” ujar Jiyoo.

Gadis itu memang tak tahu banyak soal BluEast Harmony. Jiyoo menyukai lagu-lagunya, tapi tak pernah benar-benar memperhatikan band itu. Ia hanya mengikuti perkembangan band indie itu sejak Lee Hyukjae bergabung dengan mereka. Jiyoo bahkan tak pernah tahu seperti apa wajah Cho Kyuhyun, sang leader.

“Karena itu! Kalau kau bergabung sebagai pemain sementara, kau bisa tahu seperti apa kami, ani, seperti apa Cho Kyuhyun,” Hyori tersenyum lebar saat mengucapkan nama itu. “Kau, kan, sudah tahu aku. Kau juga sangat menyukai Lee Hyukjae, jadi kau juga harus tahu Cho Kyuhyun.”

Jiyoo mengerang dalam hati. Aku hanya ingin tahu soal Lee Hyukjae.

“Aku tidak bisa. Jadwal shiftku penuh hingga…” Jiyoo mengarang indah. “akhir bulan depan!”

Dengan tatapan curiga, Hyori memandangi temannya itu. “Geurae? Benar-benar tidak bisa?” Jiyoo mengangguk cepat. “Jadi aku benar-benar harus membayar pemain lain?” Jiyoo kembali mengangguk antusias.

“Masalah selesai, kan?” gumam Jiyoo sambil tersenyum. “Aku menyesal tidak bisa membantu.”

Hyori mengerucutkan bibir. “seratus ribu won?”

“Hyori-ya, aku benar-benar tidak–“

“Dua ratus?” tawar Hyori lagi. Melihat tingkah Jiyoo yang mulai goyah, ia tersenyum puas. “Dua ratus lima puluh ribu?”

Jiyoo mengerang pelan. “Tiga ratus!”

—-

Petikan nada dari senar gitar milik Cho Kyuhyun mengalun indah. Kedua matanya terpejam. Lagi-lagi, ia berusaha membiarkan jiwanya masuk ke dalam musik yang diciptakannya.

Sedetik kemudian, nada yang berasal dari gitarnya terdengar tak beraturan. Kyuhyun menghentikan gerakan jemarinya. Ia menggeletakkan gitar itu tepat di sampingnya. Lagi-lagi, ia gagal meneruskan lagu baru BluEast Harmony.

Kyuhyun menghela napas panjang. Seharusnya ia sudah siap dengan tumpukan lagu baru yang bisa dimainkannya di show case perdana itu, tapi nyatanya ia belum menciptakan satu lagu pun untuk bandnya.

“Ada apa denganmu?!” keluhnya kasar.

Sebuah kalender meja berhasil menarik perhatiannya. Tiga hari lagi, 16 Juni. Kyuhyun mengembuskan napas keras. Hari itu terlalu menyebalkan untuk diingat, jadi kenapa tanggal itu tidak dihapuskan saja dari kalender dunia?

Menghilangkan satu hari tidak akan berpengaruh besar pada 364 hari lainnya, bukan?

“KYUHYUN-AH~!” seruan cempreng khas anak kecil itu membuat Kyuhyun segera mengubah raut wajahnya. Shin Hyori mendorong pintu ruang latihan dengan satu sentakan dari tangan kirinya.

Kyuhyun menyahut malas. “Wae?”

“Keyboardist! Aku menemukannya!” ujar Hyori penuh semangat. Kyuhyun baru sadar Hyori menggandeng tangan seseorang dengan tangan kanannya. “Jjan!”

Alis Kyuhyun berkerut samar. Hyori membawa seorang gadis yang sedikit lebih tinggi darinya. Kedua matanya kecil, sipit, persis bulan sabit. Rambutnya diikat ke belakang, membentuk ikat ekor kuda dengan beberapa helai membingkai dagunya.

Kyuhyun mengendikkan bahu. “Siapa dia?”

“Ini… Choi Jiyoo! Temanku, tetanggaku, dan keyboardist baru kita!” seru Hyori. Ia merapikan t-shirt Jiyoo yang lusuh. “Dia bisa bermain keyboard!”

Kyuhyun kembali mengerutkan kening saat melihat gadis yang dipanggil Choi Jiyoo itu menyikut lengan Hyori pelan. Ia menunduk sesaat sebelum menatap Kyuhyun dengan kedua mata kecilnya. “Aku… Choi Jiyoo.”

“Kau bisa bermain keyboard?” tanya Kyuhyun. Jiyoo mengangguk ragu. “Jago bermain keyboard?”

“Anu… itu, tidak terlalu,” Jiyoo menggigit bibir bawahnya. Entah kenapa, gadis itu terlihat luar biasa gugup di depan Kyuhyun. Ia kemudian menghela napas panjang, “Begini, Hyori bilang aku hanya akan bermain sebagai pemain sementara, dan dia akan membayarku, jadi…”

Hyori menyela, “Ya! Jangan bilang apa-apa soal bayaranku!”

“Kau butuh uang?” tanya Kyuhyun lagi. Kali ini ia berusaha memerhatikan tipe gadis seperti apa Choi Jiyoo yang sedang berdiri di depannya ini.

Jiyoo menunduk sambil memegangi tengkuk belakangnya. “Itu… begitulah.”

“Kami tidak bisa memberimu uang,” Kyuhyun menjawab tanpa ekspresi setelah mengarahkan tatapan sengit ke arah Hyori. “Jangan suka membuang uang orang tuamu. Aku sudah bilang itu, kan?”

Hyori mengangguk malas lalu berseru. “Aku hanya ingin membantu!”

“Membantu membuang uang orang tuamu? Kalau begitu jangan jadikan band ini sebagai alasanmu,” sahut Kyuhyun datar.

Sambil mengamati percakapan kedua orang di depannya itu, Jiyoo menyikut lengan Hyori. “Sst~ galak sekali suamimu ini.”

“S-suami?!” Hyori memekik tertahan. Ia menarik tubuh Jiyoo mendekat dan berbisik. “Dia bukan suamiku!”

Jiyoo mengangkat bahu santai. Walaupun berusaha bersikap tak peduli, kedua mata kecilnya tetap mencari-cari, setidaknya waspada seandainya orang itu ada di dekat sini. Ia tak menyadari tatapan Kyuhyun kembali mendarat ke arahnya.

“Kalau kau tidak kuterima, apa kau akan memohon?” tanya lelaki itu.

“Ne?” ulang Jiyoo. Gadis itu melirik Hyori yang memberikan isyarat untuk setuju apapun yang dikatakan Kyuhyun. Seraya mengerutkan kening, Jiyoo menggeleng. “Tidak akan. Untuk apa aku melakukannya? Memohon? Kau pasti bercanda.”

Kyuhyun mendengus geli kemudian meletakkan gitar yang sedari tadi dipegangnya. “Baiklah. Kau tidak diterima di sini.”

“Geuraeyo? Terima kasih kalau begitu,” Jiyoo menyahut santai, tak peduli Hyori yang sudah memasang wajah kesal padanya. Ia baru saja akan meninggalkan studio sempit itu saat seorang lelaki berdiri di tepi pintu. Raut wajah Jiyoo berubah; terkejut-pucat pasi-kembali datar.

Lee Hyukjae melebarkan kedua matanya, tak percaya dengan indera penglihatannya sendiri. Ia yakin sekali gadis yang sedang memandangnya ini bukan gadis itu.

“Kau sudah datang? Ayo latihan,” ujar Kyuhyun.

“Kalau begitu, aku permisi,” Jiyoo berusaha mengendalikan debaran jantungnya.

Hyukjae mengenali suara itu. Dan ketika Jiyoo mendekat ke arahnya, Hyukjae tahu itu adalah gadis yang sama. “Choi… Jiyoo?”

“Kalian saling kenal?” tanya Hyori spontan.

Sambil berdeham, Jiyoo membalikkan tubuh dan tersenyum sesaat. “Kami… sempat berpacaran. Dulu.”

—-

Shin Hyori berulang kali memandang Hyukjae dan Jiyoo bergantian. Kepala gadis itu sampai dimiringkan untuk menekan rasa penasarannya. Kedua orang yang sedang dipandanginya tidak berkata apa-apa –setelah pengakuan Jiyoo.

“Apa… benar?”

Jiyoo memutar bola mata saat mendengar pertanyaan Hyori yang kelima. “Benar. Apa sekarang aku sudah boleh pulang?”

“Begitu ya…” Hyori mengangguk-angguk pelan kemudian berseru, “Jadi karena itu kau suka menanyakan Hyukjae?!” Sama sekali tak sadar tatapan reflek dari Jiyoo dan Hyukjae. Hyori buru-buru menelan ludah. “Ani, maksudku–“

“Begitulah,” potong Jiyoo. Gadis itu menghela napas. “Sudah, kan? Aku bisa pulang?”

Hyori mengangguk-angguk kecil sambil tersenyum puas. “Eo! Hati-hati di jalan!”

“Yoo, ani, Jiyoo-ya, apa yang kaulakukan… di sini?” tanya Hyukjae pada akhirnya. Lelaki itu menatap Jiyoo dengan kedua matanya yang besar bersinar, penuh keingintahuan.

Jiyoo kembali menghela napas. Seharusnya ia sudah tahu inilah yang akan terjadi bila ia memutuskan ikut dengan Hyori ke studio mini BluEast Harmony; bertemu dengan Hyukjae.

Gadis itu mengangkat bahu, masih berusaha menghilangkan sikap canggung yang menyelimutinya sejak tadi. “Hanya… yah, kurasa hanya mencari uang tambahan dengan menjadi… additional player?”

Hyukjae mengangguk paham. Ia tahu gadis itu suka bermain keyboard; tidak terlalu jago, tapi masih pantas dibilang lumayan.

“Lalu, kau… diterima?”

“Mmm… tidak. Mungkin keberuntunganku bukan di sini,” sahut Jiyoo santai. Gadis itu melihat bibir Hyukjae yang akan terbuka sebelum entah kenapa ia menutupnya kembali.

Melihat tingkah Hyukjae itu, Jiyoo tahu ada banyak hal yang ingin dibicarakannya. Ia pun sama. Jiyoo mengingat barisan pertanyaan yang menyesaki kepalanya sejak dulu. Hanya saja, ia tak yakin bagaimana cara memulai semuanya.

“Apa kau mengganti nomor ponselmu?” tanya Hyukjae, setengah berharap jawaban gadis itu adalah tidak. Ia masih menyimpan nomor Jiyoo, sama sekali tidak terpikir untuk menghapusnya. Mungkin seharusnya Hyukjae menghapusnya, tapi ia sendiri tak tahu bagaimana caranya.

Selama semuanya berubah, ia tak ingin satu hal ini berubah.

Jiyoo menelan ludah. “Tidak. Masih… sama.”

“Ehm… Maaf, tapi aku tidak nyaman dengan atmosfir seperti ini,” Hyori melirik Hyukjae dan Jiyoo bergantian. Gadis itu menyikut lengan Kyuhyun pelan. “Tidakkah kaupikir memasukkan Jiyoo akan menjadi keputusan yang benar? Kita butuh additional player untuk penampilan kita minggu depan.”

Kyuhyun mengembuskan napas panjang. Kedua tangannya dilipat di dada. “Walaupun kaubilang begitu, kita lebih membutuhkan orang yang berpengalaman, bukannya seseorang dengan cara bermain keyboard yang belum terasah.”

“Memang, tapi–“

“Kenapa tidak dicoba?” usul Hyukjae. Ia sadar sepenuhnya tatapan bingung Jiyoo terarah padanya, tapi lelaki itu bahkan terlalu penakut untuk membalas. “Maksudku, hanya penampilan ini saja. Setelah itu… ya.. setelah itu kita bisa tanpa orang baru. Mungkin.”

Untuk sesaat, Kyuhyun mengerutkan kening. Lelaki itu berusaha membaca apa yang dipikirkan Hyukjae tadi. Saat tak menemukan jawaban, ia kembali menarik napas panjang. “Terserah.”

“Ha? Apa katamu?” Hyori berseru.

“Kubilang, terserah.” Kyuhyun menatap anggota bandnya bergantian dengan si orang baru –Jiyoo. “Band ini beranggotakan tiga orang. Menurut voting, tentu saja aku kalah suara. Puas?”

Hyori membulatkan kedua matanya, terlalu terkejut dengan keputusan Kyuhyun. “Whoooaaa~ Cho Kyuhyun jjang!”

“Aku tahu.” Kyuhyun bangkit dari kursinya, melenggang masuk ke dalam ruang kecil yang menjadi kamarnya.

“Yaa~ Choi Jiyoo! Kau diterima!” pekik Hyori. Kedua tangannya merangkul pundak Jiyoo.

Jiyoo melongo parah. Seharusnya keputusan yang didengarnya adalah tidak. Ia sama sekali tak memiliki ekspektasi apapun dalam band ini. Bahkan ia berharap tak diterima. Gadis itu melirik Hyukjae melalui ekor matanya.

Walaupun hanya sebagai additional player, bersama dengan Lee Hyukjae dalam ruangan yang sama, sama saja dengan memberi beban baru di pundaknya.

“Chukhahae!” ucap Hyukjae. Ia mengulurkan tangan kanannya, yang hanya disambut dengan tatapan heran dari Jiyoo. Lelaki itu kemudian menurunkan tangannya perlahan. “Mm… berjuanglah.”

Jiyoo mengangguk pelan. Ia berdeham sebelum benar-benar berpamitan pada ‘teman-teman’ satu bandnya –senyuman lebar untuk Hyori dan senyum terkulum kecil untuk Hyukjae.

—-

Three years ago – Incheon

“Maaf. Sepertinya ada banyak perbedaan dalam… hubungan ini,” aku Jiyoo. Suaranya bergetar, seolah gadis itu sedang menggigil kedinginan. “Kita selesaikan saja, eo?”

Lelaki di hadapannya memandang datar, sama sekali tak fokus. Ia bahkan tak tahu bagaimana cara menanggapi ucapan gadis di depannya ini. Lee Hyukjae hanya tahu gadis itu tak sungguh-sungguh mengatakan hal menyebalkan itu.

“Apa bedanya?” Hyukjae akhirnya membuka mulut.

“Bedanya?” ulang Jiyoo. Terdengar suara tawa hambar dari mulutnya. “Banyak. Kau punya keluarga, aku tidak. Kau punya hidup yang teratur, aku… tidak. Lee Hyukjae, kau punya segalanya. Kau sempurna, keluargamu adalah keluarga yang didambakan orang sepertiku.”

Hyukjae mengangkat wajahnya. “Poinnya?”

“Aku iri padamu.” Jiyoo memandang lurus ke dalam kedua mata Hyukjae. “Aku iri karena aku tidak bisa menjadi seorang anak dalam keluarga sepertimu.”

“Itu bukan alasan, Yoo.”

Jiyoo tersenyum pahit. “Aku menyukaimu, terlalu menyukaimu. Tapi kukira itu juga bukan alasan untuk tetap bersamamu.”

Kedua mata Hyukjae terpejam beberapa detik. Sejak awal, inilah yang dikhawatirkannya. Perbedaan yang dipermasalahkan Jiyoo benar-benar menjadi boomerang untuknya. Bukankah seharusnya karena perbedaan itulah hubungan mereka akan selalu baik-baik saja?

“Annyeong.”

“Jangan pergi.”

“Kau tahu, Lee Hyukjae, sepertinya kau punya masa depan yang lebih baik. Tanpa aku. Tanpa Choi Jiyoo ini, kau bisa meraih semua yang kauimpikan,” bisik Jiyoo. “Kau bisa menjadi mahasiswa di universitas ternama, dancer terhebat yang pernah ada, bahkan mungkin kau bisa menjadi pengusaha tersukses.

“Aku tidak sepertimu. Aku tidak punya bakat apa-apa. Aku tidak punya bakat, uang, dan kesempatan. Bahkan aku tidak punya keluarga. Aku tidak akan menjadi apa-apa.”

Hyukjae kembali mendongak, menatap Jiyoo dengan kedua matanya yang besar. “Tidak bisakah kau hanya menjadi Choi Jiyoo-nya Lee Hyukjae?”

“Tidak bisa.”

Jawaban itu begitu cepat, tidak, terlalu cepat di telinga Hyukjae. Bahkan saking cepatnya, lelaki itu tak sadar ada luka yang menganga, mengeluarkan darah di hatinya. Tenggorokannya tiba-tiba kering. Hyukjae tak bisa menjawab apapun.

“Kalau begitu, selamat tinggal.” Jiyoo tersenyum kecil sebelum membalikkan badan. Gadis itu merasakan pelupuk matanya yang berat hingga air mata menuruni pipinya. “Terima kasih banyak.”

—-

Lee Hyukjae mengembuskan napas kuat-kuat. Sepertinya sejak tadi napasnya tertahan. Selagi kenangan buruk itu terputar kembali dalam kepalanya, Hyukjae seolah lupa bagaimana caranya bernapas. Bertemu kembali dengan Choi Jiyoo benar-benar membuatnya terbangun dari mimpi.

Ia seolah dibangunkan dari mimpi bahwa ia baik-baik saja tanpa gadis itu. Kenyataannya, Hyukjae tidak baik-baik saja.

Lelaki itu menarik napas dalam-dalam. Aliran oksigen masuk mengisi paru-parunya, yang entah bagaimana, terasa lebih melegakan. Selama ini, ia lupa bagaimana caranya bernapas.

Karena satu paru-parunya dibawa Jiyoo selama tiga tahun ini. Dan pertemuannya kembali dengan gadis itu mengembalikan setengahnya lagi, membuat Hyukjae bisa merasakan lagi bagaimana nyamannya bernapas dengan organ yang lengkap.

Hyori memandangi Hyukjae. Gadis itu mengerutkan kening, memikirkan tentang kedua orang temannya yang ternyata adalah mantan sepasang kekasih. Hyori tak habis pikir tentang ukuran bumi ini.

Apa bumi mengecil? Atau memang ukuran planet ini sangat kecil hingga banyak kebetulan yang mengejutkan terjadi dimana-mana?

“Hei,” akhirnya gadis mungil itu memutuskan untuk berbagi dengan Kyuhyun. Lelaki itu menoleh dengan malas. Perhatiannya hanya tertuju pada kertas-kertas not balok sebelum Hyori mengganggunya. “Apa kau tidak ingin tahu apa yang terjadi pada mereka berdua?”

“Mereka berdua?” ulang Kyuhyun, tak mengerti.

Hyori sengaja memutar posisi duduknya hingga berhadapan dengan lelaki itu. “Itu… Hyukjae dan Jiyoo. Mereka itu dulu pasangan kekasih, dan sekarang mereka bertemu lagi di studio kita. Tidakkah kaupikir ini takdir?”

“Takdir?” ulang Kyuhyun lagi. Pandangannya tertuju pada tuts keyboard yang hitam-putih. “Apa kau percaya pada hal konyol seperti itu?”

“Eii~ tentu saja! Takdir itu yang menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Takdir itu juga menghubungkan masa lalu, masa depan, dan masa kini,” jelas Hyori panjang-lebar.

Kyuhyun melirik gadis itu dengan malas. Napasnya kembali terasa berat. “Kalau karma?”

“Karma? Hmm… sedikit. Tapi sepertinya kadang ada hal yang memang terbalaskan, ani, semua hal pasti terbayar.” Hyori mengangguk-angguk sendiri. “Kalaupun ada yang tidak terbalaskan, karma pasti datang pada keturunan kita. Bukan begitu?”

“Masuk akal,” ucap Kyuhyun gamang. “Kalau begitu, aku sedang terkena karma?”

“Dari sia–“ Hyori buru-buru menutup mulutnya. Ia mengibas-ibaskan tangannya. “Lupakan saja ucapanku barusan. Tidak penting. Sama sekali tidak penting.”

Melihat raut wajah Kyuhyun yang tanpa emosi, Hyori tahu ia sudah terlambat. Gadis itu mengingatkan dirinya sendiri untuk berhati-hati dalam memilih topik pembicaraan seperti ini. Seharusnya ia tahu, masalah kehidupan bukan topik yang menyenangkan bagi Kyuhyun.”

Kyuhyun tidak mengenal satu pun anggota keluarganya. Ia tak mengenal mereka. Sejak awal, tidak ada siapapun –orang tua, saudara atau keluarga, hanya dirinya. Ia sendirian.

Sepertinya ia pernah memiliki teman saat masih di panti asuhan, tapi itupun tidak lama. Saat umurnya 7 tahun, ia diadopsi oleh seorang lelaki paruh baya. Ayah angkatnya itu hidup sendirian dan Kyuhyun masih belum tahu kenapa lelaki itu mengadopsinya.

Kenapa lelaki itu mengadopsi Kyuhyun jika ia hanya akan meninggalkan anak tirinya saat usianya baru 15 tahun? Kyuhyun sama sekali tak tahu alasannya.

Selama 10 tahun ini, Kyuhyun tak mengerti apa yang dinamakan keluarga. Ia tak tahu bagaimana rasanya memiliki orang-orang seperti itu. Yang Kyuhyun tahu, ia harus menghasilkan uang agar bisa tetap hidup.

Kyuhyun melakukan segalanya sendiri. Dengan segala nasib sialnya, ia seperti memiliki dewi fortuna pribadi. Ia berhasil memperoleh beasiswa hingga kuliah. Otaknya cerdas; baik otak kanan atau kirinya.

“Hei,” panggil Kyuhyun, membubarkan lamunan panjang Hyori. “Siapa nama temanmu itu?”

Hyori mengerjap-ngerjapkan mata. Ia berharap Kyuhyun tak tahu ia baru saja memikirkan banyak hal tentang lelaki itu. “Eh? Jiyoo?”

“Besok dia akan ikut latihan,” ujar Kyuhyun santai. “Pukul sepuluh pagi.”

—-

The next day

Choi Jiyoo melirik Hyori, Kyuhyun, dan Hyukjae bergantian. Ini pertama kalinya ia berada dalam studio yang kedap suara. Ia gugup, khawatir akan merusak segalanya. Dengan kehadiran Hyukjae di dekatnya, Jiyoo merasa dua kali lipat lebih gugup.

“Aku baru saja membuat satu lagu baru,” ucap Kyuhyun, mengawali. “Bisa kita coba sekarang.”

Lelaki itu membagikan kopian kertas not pada semua orang. Ia sempat menunjukkan raut wajah ragu pada anggota barunya –Jiyoo. Kyuhyun mengangkat bahu. Keputusan sudah dibuat, ia tak punya waktu untuk menariknya kembali.

Dengan terpaksa, Kyuhyun membiarkan orang baru masuk ke dalam lingkaran BluEast Harmony.

Kyuhyun tak begitu suka dikelilingi orang banyak. Menurutnya, tiga orang berada dalam band ini sudah cukup banyak. Walaupun orang baru itu –Jiyoo- hanya sebagai additional player, Kyuhyun tetap merasa tak nyaman.

Jiyoo memandangi kertas dengan goresan-goresan not balok di tangannya. Gadis itu menelan ludah. Ia bisa membaca not balok, hanya saja ia tak yakin dapat memainkannya dengan benar.

Jika permainannya tak memuaskan, apa ia punya kesempatan untuk keluar dari band ini?

Selain kehadiran Hyukjae, Jiyoo merasakan tekanan lain dari sang leader –Kyuhyun. Lelaki itu tampak tak benar-benar menerima Jiyoo. Jiyoo tentu saja tak bisa menyalahkan lelaki itu. Ia sendiri juga merasa tak nyaman berada di tempat ini.

Gadis itu mengusapkan jemarinya pada keyboard silver yang akan dimainkannya. Jiyoo menunduk dan berbisik. “Jadilah pasangan yang baik, eo?”

Tindakannya benar-benar konyol. Jiyoo sadar benar akan hal itu. Tapi setidaknya, keyboard itulah yang akan menjadi temannya dalam waktu seminggu ke depan.

Jiyoo tak sadar Hyukjae memerhatikannya. Lelaki itu mengintip dari balik satu set drumnya dan tersenyum kecil. Entah mengapa, ia senang merasakan gadis itu berada dekat dengannya.

Hyukjae tak percaya Jiyoo akan kembali datang padanya. Bukan secara harfiah, memang. Tapi tetap saja lelaki itu merasakan luapan euphoria yang membanjiri tubuhnya.

Tanpa sadar, ia melukis kembali wajah Jiyoo dalam ingatannya.

Rambut Jiyoo yang sebahu, berwarna hitam dengan ujung ikal, diikat rapi membentuk ekor kuda. Garis wajahnya lembut namun tegas. Kedua mata gadis itu kecil, terdapat lipatan mata di salah satu matanya. Hyukjae sadar kedua mata Jiyoo berbeda, faktor keturunan, kata gadis itu.

Aroma lembut lavender selalu memancing indera penciuman Hyukjae. Ia selalu menoleh saat wangi itu berada dekat dalam jangkauannya. Aroma Jiyoo.

Jika ketiga anggota memiliki topik sendiri untuk dipikirkan, perhatian Hyori justru hanya tertuju pada Kyuhyun. Ia belum melihat lagu yang akan dimainkannya. Gitar putih yang terhubung melalui sabuk kulit berada manis dalam pegangannya.

Tak ada yang dapat mengalihkan pikiran Hyori jika berhubungan dengan Kyuhyun. Lelaki itu seperti sebuah puzzle, puzzle yang mungkin tak akan pernah bisa diselesaikannya. Hyori mendesah keras.

Walaupun begitu, Hyori enggan meninggalkan puzzle itu. Kedua ekor matanya tetap memerhatikan setiap gerakan Kyuhyun, berharap menemukan keping demi keping yang bisa digunakan untuk melengkapi puzzle rumit bernama Cho Kyuhyun.

“Apa kita bisa mulai?” ucap Kyuhyun. Entah bagaimana, ia merasakan aura aneh dari semua anggotanya hari ini. Kyuhyun memutar bola mata, enggan memikirkan perubahan yang akan terjadi pada bandnya ini.

Setelah hitungan ketiga, suara alat musik mengalun, membentuk harmoni, mengikuti arahan dari selembar kertas hasil coret-coret Kyuhyun. Lelaki itu sendiri memainkan gitarnya. Dengan sebuah mic-stand di depannya, ia mulai bernyanyi.

===============================

Chapter 1 finished!

Still working so hard on JiKyu-HyoHyuk. Its so difficult to work with Cho Kyuhyun. Omg~ I meant, imagining every scene that may be I had for Yoo and Kyu…… Gah! ;A;

Sebenernya sih, ada banyak adegan yang kebayang buat JiKyu. Kayanya bisa goes well, sendainya gak ada Hyuk disiniii~ TT^TT

Kalo ada dia, yang ada ini tangan pinginnya ngetik JiHyuk muluuu.. :p

mohon maaf, posternya sedikit abal-abal,so kesalahan bukan pada mata anda, bukan juga pada yang buat poster, tapi kesalahan ada pada authornya :* dan terima kacih ceman2 atas dukungannya buat jikyu ^^/ sebagai hadiahnya, author akan memberikan tiket gratis menuju neraka bareng kyuhyuk !😀

62 thoughts on “BluEast Harmony #1

  1. Mohon perhatiann! Jika anda merasa ada yg salah dengan kata-kata penutup ato poster di atas, percayalah, hal itu murni kesalahan Shin Hyori-nim. Terima kasih.
    PS: tiket gratis ke neraka bersama kyu disponsori oleh sang pembuat poster.

    • woooooooooooooooo~~~
      mulai mulai, membbek hitamkan pembuat poster /makan kyu (?)
      :p
      buruan masukin draft chapt 2 ama 3 nyaaaaaaa~~~!!!
      dan jangan lupa itu, fotonya kalo pengen dibuatin poster kyk cover komik kemarin
      dan oh. jangan lupa konsep adegan yang kita bicarakan kemarin, oke ?
      KUDU MUSTI WAJIB ! ^_________^/

  2. Hallo eonni ^^
    Ini komen pertama aku😀
    Aku baru nemuin page ini beberapa hari yang lalu *kamseu* , mau komen di FF lain kayanya telat banget *alasan*, tapi ya ntar insyaAllah mulaii BluEast bakal komen terus..

    Sebenernya aku sedikit ngga rela kalau Yoo sama Kyu *tutup muka*
    Tapi aku percaya sama authornya aja lah, author didepan reader dibelakang (?)

    Semangat ya eonni, maaf ngga komen di FF lain *akunya telat banget*

  3. ini yakin mau dibikin jikyu sama hyohyuk???
    gak relaaaaaaa…….
    kan udah pas tu gak usah dipersulit gitu…
    hahaa…

  4. Part 1 horee! Hyuk bisa main drum coooool O.O
    gak sabar sama adegan jikyu hyohyuk hehe, trus pas adegan jikyu hyuknya cemburu haha. Di part 1 ini JiHyuknya gemes, apalagi pas hyuk baru ketemu jiyoo lagi😀
    HWAITING ONNIE buat part berikutnya!!! ({})

  5. akhirnya publish jg stlh nunggu lama :’3 sumpah….aku ga duga kyk gini. Aku kira mereka udh jd 1 band lgsg gitu._. Tp ini kereeennnnnn ^o^b aku suka :3 dr awal aku nungguin jikyu momment tp ga muncul2 heung-_- tp biarlah jihyuk masih unyu disini. Ff ini ngingetin aku sm shut up flower boyband. Aku jd ngebayangin Kyuhyun kayak L jadinya-_- soal poster….aku suka kok posternya._. Lucu :3 eunhyuknya lebih ganteng dari kyuhyun(?) yasudahlah. Ohiya, kak tau ga yg nama yang ditulis eunhyuk pas ngirim surat ke aku lupa siapa namanya-_- nama yg dipake….yoo jihyuk. Aku lgsg histeris pas liat😄

  6. Kak Shel ~ Aku mampir ya!😀
    Orin imnida, 17 yo..
    Qu udh ska Jihyuk sjak jaman Lovabook sbenarnya, #plakkk
    yasudahlah, mlai coment dri ff baru ni aja yak. hehe.. *bow*

    Rapi. simple. dalem. romantis.
    Itu 4 kata yg bner2 gambarin Yoo & Poo sjak awal qu baca JiHyuk.
    Demi apa! Kak Shel th novelis profesional apa gmana sh? kok cara nulis & diksinya bsa sekeren itu? haha.. lembut bgt tiap cara penyampaiannya. Suka. Suka bgt ^^

    Smua cerita dgn garis besar apa pun kyaknya jago bgt gtu Kak Shel utak atik sampe bisa jadi manis di tiap scene. qta yg baca jga kadang sampe ikt senyum2 dan deg2an sndiri ngikutin alur yg sbenernya simple tapi Kakak kemas dgn cantik ini..🙂

    AAAAAAA~ ngefans ama Kak Shel! *minta tanda tangan k Hyukjae #loh?*

    Oke, coment untk part.1 BluEast ini, SUKA! selalu ska tema ank band, lebih2 ini Kak Shel yg bkin, jdi percya ja gtu kisahnya bkal menarik dan manis sperti biasa.

    Kyu icon bgt ya disini! wkwk.. awal2 jutek ama Yoo, mngkin lama2 malah bakal respek ya? XP
    Ga kberatan sh kalo Jikyu ato Hyohyuk moment, toh ujungnya Yoo jga bkal balik ke ikan teri lagi kn? *sotoy*

    Dan ini Jikyu jga senasib gtu ya? sama2 gembel bgt *diinjek kak shel*, sama2 butuh duit. sama2 ga da keluarga. woww.. brasa dramatis bgt nasib keduanya.. *puk puk*

    Tapi d luar konflik ekonomi, qu ska bgt cra penggambran Jiyoo yg msh care ama mantannya sendiri.. itu manis bgt. pas hyuk lg diem2 ngliatin Yoo dri balik drum juga, pingin gi2t bantal!😄

    Untk HyoKyu~ entah knapa sneng bgt liat hyo ga brkutik kalo udh dipelototin Kyu. wkwk… si ratu neraka brubh jdi malaikat yg agak2 pngecut tntang perasaanny sndri,

    oke. lanjut, kak shel!

    • Ini demi apa, aku syuka banggets komen panjang kaya gini. Terima kasihh~ *bow*
      Ini aku juga mau minta tandatangan hyuk, gimana kalo tandatangan Yoo ajah? :*
      Bener banget, jikyu disini memang sama-sama gembel kok. *peyukyu*

      Mmm… sekedar pemberitahuan, ini nanti bakal jadi jikyu kok, jangan khawatir. xD
      TERIMA KASYIIHH SYUDA BACA~ *bow*

  7. yeyey..part perdana posting jga hihi😀
    simple..keren..dn aku ska kata”.y dalem bnget🙂
    JiKyu or HyoHyuk?? aku lbh suka JiHyuk & KyuHyo aj eonn..tpi sperti.y akan menarik klo mreka tukeran pasangan… hahah😀
    kasian bnget nasib.y Kyu & Yoo,, menderita~~

    next part d tnggu eonn ^^

  8. Kyuhyun misterius bgt !! Jadi latar belakang jiyoo sm kyu sama ya mereka ga punya keluargaa😦 hyohyuk juga sama mereka berasal dari org kaya ..
    Kaget loh pas baca kalo jiyoo pernah pacaran sama hyuk… Kenapa harus putus >.<
    Ditunggu lanjutannya😀
    *smogakomennyamasukemaillamagabisadipakehehe-_-*

  9. beneran nih mau dibikin JiKyu HyoHyuk?
    gak da yg sakit hati??
    spt’y Jiyoo bs memahami kyuhyun karena mereka senasib…
    msh blm bs kebayang kyuhyun jd leader, haha
    tp sosok kyuhyun yg misterius, sangat keren… :*

  10. Annyeong eonni*sksd*lambay2 bareng yeppa
    aq new reader..baru baca2 dikit ff bikinan eonni..suka ff eonni yg p&y..
    ff bikinan eonni pasti ceritanya manis..semanis reader satu ini*nunjuk diri sendiri*kabur

    kereeeeennnn!!ngebayangin 4 orang ini main band.wuahh jjang!!
    Tergoda sama karakternya kyu yg misterius&cuek gitu*lirik yesung
    hyuk jadi drummer..ga kebayang..
    O jadi jihyuk tu mantanan y.aq masih bingung alasan jihyuk ampe putus*reader dongdong

    eonni jjang!!*kasih jempol kkoming
    lanjuuutkann eonn!!

  11. jikyu jjanggggg…..!!!!!!!!!
    ayo buat hyori merana dan nelangsa hahahahaha *plakk
    sementara lupakan dulu monyet tengil yg tahap kecakepannya meningkat drastis akhir2 ini hahahaha

  12. Waaaa~~~~~ jihyuk kyuhyo ato jikyu hyohyuk nih onn.. Kekekeek
    Aku parah, tiap mau nulis nama Kyu, jadi hyuk -_-
    gak tau kenapa..
    Btw onnie, keren2! Kyu bikin pnasaran, misterius.. Nyeremin tapi #dilempar jemuran
    Hyori jgn nyerah, embat itu si Kyu!
    Keep writing~
    – AlwaysNadineLee –

  13. baca ff ini jadi kangen liat ANJell’nya you’re beautiful lagi hahaha itu kyu berasa jadi hwang taekyung yg juga misterius dan super cuek kelewatan cuek -___-

    wowowow trnyata jihyuk udah ada hubungan dulunya… kirain cma sebatas ngefans kalo g cinta pada pandangan pertama #plak

    masih g bisa nebak gimana ntar bisa jadi jikyu-hyohyuk sedangkan ini perasaan mereka aja udah jihyuk-hyokyu (?)

    next part ditunggu deh😀

  14. yg aku liat dari chapter pertama ini msh yg original couple wkwkwkw
    Kyu cool bgt disini, tpi aku pnasaran sama penampilan jiyoo gmn
    Lanjut lanjut~

  15. waaa… JiKyu HyoHyuk ><
    kaget bnget pas tau ternyata JiHyuk pernah punya hubungan, tp mian unnie, ky ny di chap prtama aq msh kebayang2 ama JiHyuk KyuHyo dech.. hehehe
    mungkin di chap 2 x ya bru berasa JiKyu ny. hehe, di tunggu next chap.. hwaiting!^^

  16. yeyy akhrnya kelar bcnya pdahal dr kmaren ditandain #plak /soksibuk

    Yesseu crita pertama ttp jihyuk n kyuhyo, tp gk tw nanti nih…
    Dan astagaaah gk tega bener ama kisah hdup kyuhyun, dan gk nyangka jiyoo mantannya hyuk, dan hyuk yg diputusin ama jiyoo #pukpukhyuk

    Ini seruu lanjutkan! /semangat 45/
    Wkwk

  17. aneyoong,!!
    mmm, q manggil qm gmn y enaknya ??hehe
    qt seumuran kah ? q line93, putri imnida…
    ini k0ment pertamaq tdnya nyari” ff tntang hyuk digogle n ktmu ff qm…
    q suka jalan ceritanya kyknya bkalan seru,!!
    ditunggu next chapnya y…🙂
    q izin bca ff qm yg lainyaa y…

  18. Pingback: BluEast Harmony #2 « « Strawberry's Room »

  19. part 1, kyuhyun misterius bgt
    jikyu? trus eunhyuk sama siapa? hemmm. . berarti sama aku, yeyy🙂
    lanjut next part

  20. whoaaaa~
    ceritanya pnuh dgn kepingan puzzle…penuh misteri..:D
    aku slalu suka dg band life..udh lama g abaca band life, biasanya boyband muluu~😮
    bner” suka sma ff ini…
    fallin in love😀

  21. baru nemu ff nie,,,, suka ceritanya,,
    kyu jd leader,,,,hmmmm,,
    miris juga jalan hidupnya kyu dsni yaa,,,

    hyuknya kasian,,, msi sayang bgt sm jiyoo,,,

    n aq gila sndri ngbayangin kyu nyanyi sambil maen gitar,,,aaaakkk,,

    mmmm.. lnjut baca next part dulu deh,, ^^

  22. nah sepertinya kemarin2 aq udah ijin untuk obrak abrik nue blog(?) kekek baru sempat deh baca ffnya ,, yah walaupun aq udah mulai paham dikit tentang jihyuk ma kyuri ,,

    yaupss disini kunya dingin bangets ya thorr huuuuuu so cooll bangets ,,nah aq next lagi ke part2 beriktnya><

  23. kayanya gue telat banget ya bacanya#Ga apalah ^^
    Keren eon,feel nya dpet kog agak aneh sih ku ga terlalu suka band2 an kya gini xoalnya^^

  24. ini jikyu couple y chingu? Dikit kcewa sih bang unyuk kalah ma kyu,,, kaya’y jiyoo bosen ya adu acting ma bang unyuk,,, haha tpi gwaenchana buat couple bru,tetep suka ko!

  25. Aku telat banget baru baca ff ini, udah ketinggalan banyak part. Aku sih berharapnya disini tetap JiHyuk jjang. Daripada penasaran, ke next chapter ah

  26. krktr kyuhyun disni dingin bgt mgkn krn latar blkng hdpnya kali ya, bnr2 sdh bc kisah hdpnya😥.. tp nasib jiyoo jg ga jauh beda ya.. ga nyangka ternyata jiyoo sm hyukjae dlnya prnh pcrn😀..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s