BluEast Harmony [PROLOG]

BluEast Harmony

======================

[Prolog]

Angin dingin musim semi bertiup ringan. Awan-awan berarak perlahan, seirama dengan langit biru yang teduh, menaungi sebuah restoran bercorak klasik. Restoran mungil dengan teras terbuka itu terlihat lengang. Sebuah plat putih dengan tulisan Closed tergantung di knop pintunya.

Seorang gadis menyemprotkan cairan pembersih kaca sebelum tangannya bergerak-gerak luwes mengusap permukaan kaca jendela restoran hingga mengkilap. Ia bersenandung ringan. Sepasang earphone hitam terpasang di kedua telinganya.

“Kkeut!” serunya.

Gadis itu menarik napas lega saat pekerjaannya berakhir. Dengan sebelah tangan, ia mengusap sedikit keringat di keningnya. Pekerjaannya tak terasa melelahkan, seperti biasa. Bekerja dengan ditemani lagu favorit tak pernah ia sebut sebagai bekerja, tapi bersenang-senang.

Dengan satu gerakan cepat, gadis itu membereskan semua alat pembersih yang tadi digunakannya. Ia sudah siap bekerja lagi nanti malam.

Earphone hitam masih terpasang di telinganya. Gadis itu tak akan melepaskannya sebelum bosnya menegur dan sekarang bosnya sedang tak berada di sini. Itu artinya ia masih bisa bersenandung menyanyikan lagu kesukaannya.

Gadis itu merapikan rambut panjangnya yang diikat ekor kuda. Dengan tarikan napas panjang, ia membiarkan rambutnya tergerai. Rambutnya cokelat gelap, tak begitu lurus karena bergelombang di ujungnya.

Ia mengeluarkan ponsel layar sentuhnya dan tersenyum. Lagu yang tadi didengarkannya sudah selesai, hendak berganti dengan lagu lain. Lagu dari penyanyi yang sama mulai kembali mengalun melalui earphonenya.

BluEast Harmony.

—-

Tak jauh dari restoran itu, sekitar lima blok di sebuah rumah tingkat dua dengan dominasi cat putih, gadis lain tengah tersenyum menatap monitor netbook kecil. Tangannya bergerak lincah memindahkan kursor dari atas ke bawah demi melihat kolom-kolom colorful itu.

Sesekali, gadis itu akan mengangguk-angguk setuju dengan tulisan yang muncul di monitornya. Atau terkadang, ia akan menggerutu tak jelas.

Sebuah gelas berisi teh hangat hasil karya gadis itu menarik perhatiannya. Ibunya sedang tak berada di rumah dan ia terpaksa melayani dirinya sendiri. Ia menyesap isinya sedikit lalu kembali berkonstrasi pada netbooknya.

“Oh?” gadis itu menggerakkan kursor ke bawah, mengintip komentar baru yang ditinggalkan seseorang di fancafe tersebut.

Bibir gadis itu membentuk lengkungan kecil, yang berarti komentar baru itu tak buruk. Ia bersenandung sambil memutar-mutar kursi belajarnya. Pandangannya tak sengaja tertuju pada sebuah gitar putih yang disandarkan di dinding.

Gitar itu tampak bercahaya. Gadis itu tahu tak ada barang berharga yang mungkin dimilikinya, tapi gitar itu adalah nyawanya. Tak ada yang perasaan yang lebih mengagumkan dibandingkan saat ia sedang memetik senar gitarnya.

Helaan napasnya terasa ringan. Ia kembali pada kolom komentar di hadapannya. Matanya berbinar setiap kali melihat header fancafe itu.

BluEast Harmony.

—-

Ruangan penuh alat musik itu tampak sepi. Seperangkat drum, gitar dan bass yang masing-masing sebuah menghiasi ruangan dengan kertas dinding biru itu. Alat-alat musik itu tampak kesepian karena tak ada yang memainkan mereka, berbeda dengan keyboard hitam-silver yang berada di sudut ruangan.

Keyboard itu tak sendirian. Seorang lelaki duduk di baliknya. Sesekali terdengar nada merdu singkat dari tiap tutsnya. Namun sepertinya lelaki itu tak ingin memainkan sebaris nada pun saat ini.

Tangan lelaki itu tampak sibuk. Sebelah kiri membelai-belai tuts keyboard sementara yang lainnya menggoyang-goyangkan pensil dengan asal. Selembar kertas terpampang di hadapannya. Kertasnya lusuh, tak tampak lagi coretan hitam yang tadi membuat lelaki itu kesal.

Ia menarik napas frustasi. Tak ada yang bisa ditulisnya belakangan ini. Lelaki itu harus bergerak cepat sebelum ia dianggap tak becus oleh semua orang.

Dengan lihai, kesepuluh jemarinya menari indah di atas tuts keyboard. Sebuah nada merdu kembali terdengar. Lelaki itu memejamkan mata, mencoba melibatkan jiwanya dalam tiap ritme yang diciptakannya.

Alunan merdu itu terhenti. Untuk beberapa alasan, lelaki itu kembali tampak tidak puas. Ia menyingkirkan kertas yang mengganggu penglihatannya. Kertas itu terjatuh ke atas karpet yang menutupi lantai. Sebuah judul pemilik kertas itu terpampang jelas di sana.

BluEast Harmony.

—-

Jalanan Apgujeong-dong terlihat ramai. Bukan hanya karena pejalan kaki yang lalu-lalang menyusurinya, tapi juga karena gerombolan orang yang berkumpul membentuk lingkaran. Teriakan bising mulai terdengar di mana-mana.

Tiga orang lelaki menjadi pusatnya. Alunan musik hip hop terdengar melalui sebuah speaker mini yang dibawa oleh salah satu lelaki tersebut. Ketiganya mulai bergerak lincah, membuat teriakan histeris para gadis membahana.

Memasuki tengah lagu, seseorang yang menonjol di antara ketiganya mulai terlihat. Lelaki itu memakai cap biru navy dengan jaket baseball senada. Gerakannya berbeda dengan kedua rekannya.

Setiap lekukan dan gerakan tubuhnya seperti mengandung sihir.

Perlahan, ia-lah yang menjadi pusat perhatian. Semua gadis berteriak untuknya, tak peduli keributan macam apa yang baru saja mereka timbulkan. Lelaki itu mengagumkan, jelas. Saat menari, senyumnya mengembang sempurna. Ia selalu tampak percaya diri jika sedang menari.

Setelah lagu berakhir, kerumunan itu tak berkurang. Dua orang gadis nekat berlari kecil ke arah lelaki itu dan menyodorkan selembar kertas putih. “Kami penggemarmu!”

Lelaki itu mengangkat wajah dan tersenyum ramah. Ia menerima kertas dan meminjam pulpen dari temannya. Dengan coretan yang dikenalnya, ia mengembalikan kertas gadis-gadis itu.

“Ah, nama grupmu…” ujar salah satu gadis. Lelaki itu tampak terkejut dan tersenyum salah tingkah. Ia lupa menuliskan nama grupnya.

Setelah menuliskannya, lelaki itu menyambar ranselnya dan berlalu pergi. Kedua gadis tadi tampak dua kali lebih berbinar saat membaca tulisan tangan sang dancer. Keduanya tak bisa mengalihkan pandangan dari nama grup lelaki bermata indah itu.

BluEast Harmony.

======================

Jjan! Prolog for BluEast Harmony! ^-^

Yesseu, it’s about band! Whoooohoo~ I love band life! xD Not boyband, but band, so… lets hope I wont ruin my concept. :3

And yesseu, its JiKyu-HyoHyuk or JiHyuk-KyuHyo… whatever you want lah~ xD

I’ll make this story fast, so maybe it’ll have many pages, longer than what I usually wrote. -_-;

41 thoughts on “BluEast Harmony [PROLOG]

  1. waaaaah bkal ada ff baru lg… Uhuy…

    Asiklaaaah…
    Kyknya bkal seru nih…
    Pengen sih skali2 jikyu atau hyohyuk tp krna udah kbiasa jihyuk n kyuhyo jd ttp pngen couple sperti biasanya aja dah
    Hihi

    • Hehehe… maaf mengecewakan, tapi ada yang terobsesi jadi galau girl, jadi mungkin ini….. mungkin ya, Jikyu-hyohyuk, atau jikyu-hyo-hyuk (?) xD
      makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  2. ff baru~ prolognya udah bikin penasaran >< aku bisa mati(?) masih belom bisa nebak jiyoo sama hyori yg mana. Tp yg pasti aku mikir kalo kyuhyun yg main keyboard dan hyukjae yang ngedance._. Sudahlah biarkan semuanya teruak di part 1! Aku nunggu sekali loh kak~

  3. Yeeah jihyuk momment new ff bikin penasaran abis ..
    Jadi mereka dijadiin band gitu ya ? Oke ditunggu lanjutannya😀

  4. Wah. Ff baru ya ?😀
    Penasaran nih nanti chpt 1nya gimana ^^/
    Banyakin momentsnya jikyu ya eonni
    Plis plis plis *wink

    Itu posternya lucu :3 yang buat pasti lucu juga HAHAHAHAHA😄

    Ingat baik2 choi jiyoo segala pesan2 saya di depan perpus selasa kmren. *ngancem pake fancam mas pipi tembem :p

    • komen macam apa ini? -__-
      Mom is the one who read it already~~~
      Mworago? ‘Eonni’? Arasseoyo, halmeoniiiii…

      Yang buat poster? iyah lucu beud deh. Posternya unyu lagii.. -.-

      TOLONG LUPAKAN SOAL FANCAM ITU, PUHLEEEASSEEE~ ;A;

  5. Gak sabar liat JiKyu, meski smpe skrang blum bisa bayangin xD
    Prolog nya keren,, nma band nya juga
    Kyu piano, brarti Hyuk drum dong?
    Ck~ Onnie ga bsa jauh2 dri drummer ya..
    ditunggu chap 1 nya Onnie ^.^

  6. Lamaaaaaaaaa banget ga main ke blognya Yoo… ini semacam kangen berat. dan entah apa aja yang udah alu lewatin di sini. heuuu…

    oke, aku mulai baca dari sini dulu. ahhh jihyuk… :3 kangen bgt sama couple manis unyu munyu ini… ><

  7. annyeoong^^ aku readers baru😀
    prolog nya bkin pnasaran bgt.. kayaknya bakal seru bgt bgt bgt😀
    intinyaa…DAEBAKK!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s