[JiHyukism] Morning Kisseu~

****

Matahari baru saja menampakkan dirinya saat aku memutuskan untuk meninggalkan ranjangku yang masih berantakan. Aku menggeliat, berusaha meluruskan kembali sendi-sendi tubuh yang kaku. Tarikan napasku lebih panjang jadi aku mengembuskannya dengan agak kuat.

Aku sudah berusaha keras –semampuku, untuk tidak menoleh atau melirik iPhone putih yang kugeletakkan di atas meja lampu. Yah… tidak berhasil ternyata. Kedua mataku tetap menuntut benda sialan itu untuk menandakan sesuatu.

Aku butuh seseorang. Ah, tidak juga. Aku butuh telepon atau pesan dari seseorang. Orang itu.

Merasa frustasi, aku memutar bola mata dan memilih tak ambil pusing dengan nasibku yang menyedihkan. Aku benar-benar meninggalkan ranjang sekarang –tanpa berusaha merapikannya. Setelah kacaunya perasaanku pagi ini, sepertinya aku butuh sarapan.

Seharusnya begitu.

Tapi kedua mataku membulat saat melihat orang itu berada di dapurku. “Omo~ apa yang kaulakukan di sini?”

Ia menoleh, terkejut sepersekian detik sebelum menyambutku dengan senyum lebarnya yang bodoh –tapi sangat kusukai. “Hai!”

Untuk kedua kalinya dalam pagi ini, aku berusaha untuk tidak melakukan sesuatu; melirik ponselku sendiri dan mencibir pada lelaki ini. “Lee Hyukjae, aku bertanya, apa yang kaulakukan di sini, di dormku?”

“Menginap,” ujar Eunhyuk singkat. Terlalu singkat hingga rasanya aku yakin indera pendengaranku salah. Sepertinya ia menangkap responku. “Maksudku, aku tidur di sofa.” Eunhyuk menunjuk sofa panjang abu-abu yang berada di ruang tengah.

Aku meringis. Sofa itu sofa tua dan aku yakin ia sama sekali tidak menikmati acara menginapnya.

Seharusnya aku tetap memasang wajah marah –atau datar, setidaknya. Namun ternyata aku memang sama sekali tidak cocok memerankan tokoh semacam itu jika lelaki ini sudah menampakkan banyak kelebihannya. Seperti senyum bodoh dan raut wajahnya yang menggoda itu.

Well, baiklah. Mungkin bukan kelebihannya, tapi jelas itu kelemahanku.

Sambil berusaha mengembalikan pikiranku ke alam nyata, aku baru sadar kalau ia hanya mengenakan celana jins hitam. Aku buru-buru memalingkan wajah. “Yah! Apa yang kaulakukan?!”

“Aku? Aku menginap, Yoo,” ujarnya lagi. Kali ini ia tidak memahami pertanyaanku.

“Maksudku,” aku menegaskan, “apa yang kaulakukan di dalam dorm seorang gadis dengan bertelanjang dada begitu~?!”

Eunhyuk diam sejenak kemudian aku mendengar tawanya membahana di udara. “Wae?”

“’Wae’?” ulangku, agak kesal karena ia sudah pasti akan menggodaku sekarang. “Aku punya tetangga, aku punya teman yang tahu password dorm ini. Kalau mereka melihatmu seperti ini, apa yang akan mereka pikirkan tentang aku?”

Lelaki itu berjalan mendekat karena aku bisa mencium aroma tubuhnya yang maskulin. Dan itu membuatku menahan napas. “Jadi kau memikirkan imejmu?”

“I-imej apa?” aku menelan ludah dan masih memalingkan wajah.

Eunhyuk menyentuhkan tangannya ke daguku, memaksaku menatap wajahnya yang berkulit putih bersih. “Memangnya apa yang kautakutkan?”

“Poo!” desahku. Aku memastikan untuk tidak menundukkan kepala, jadi sepertinya aku harus menatap wajahnya agak lama. “Dengar ya, aku marah padamu.”

“Eh?”

“Seharian tidak menghubungiku.” Aku berusaha mengingatkannya. Otakku juga sedang berusaha fokus, tapi kurasa itu adalah tindakan yang sia-sia. Aku tidak akan pernah bisa fokus jika lelaki ini berada di dekatku.

Eunhyuk terkekeh. Suaranya berat dan lembut. “Hanya itu? Bukankah selama ini tidak masalah kalau aku melakukannya?”

“Itu… tapi kemarin, kan…” aku menggigit bibir bawahku, masih menahan diri untuk tidak menunduk. “Kau di Jepang… mengeluarkan penampilan seperti ini, kan.”

Itu bukan pertanyaan. Entah kenapa tenggorokanku seperti tercekik dan nada suara yang keluar sama sekali tidak pada tempatnya. Aku menghela napas, meruntuhkan dinding pertahananku agar tak terpengaruh oleh aroma tubuhnya yang memabukkan.

“Jadi?”

“Jadi… aku.. setidaknya aku harus tahu sebelum kau mau melakukan hal semacam… itu.” aku merasakan darah naik ke wajahku, membiaskan semburat merah. Aku yakin sekali ia sangat terhibur.

Eunhyuk menyunggingkan senyuman miring. “Kau konyol sekali.”

Dengan rona merah yang masih terpancar di kedua pipiku, aku meliriknya tajam. Well, tapi kurasa hanya berakhir sebagai tatapan aneh karena otak dan tubuhku sedang dipaksa untuk tidak dapat berkoordinasi dengan baik.

“Untuk seorang gadis keras kepala yang menyebalkan, kau sangat konyol, Yoo,” Eunhyuk menarikan jemarinya di sekitar bibirku. Ia harus tahu loncatan jantungku saat ini, dan bagaimana ia bisa membuatku nyaris kehilangan jantung tiap ia melakukannya.

“Ya, tentu saja aku sangat konyol,” aku mencibir.

Eunhyuk menyipitkan kedua matanya, menatapku dengan heran. “Baiklah. Aku minta maaf. Apa itu cukup?”

“Tentu, tentu,” sekarang aku benar-benar tidak tahan untuk memalingkan wajah darinya. Kekesalanku mendadak datang lagi, membanjiriku dengan aliran listrik menyebalkan. “Kau bisa melakukan apa yang kauinginkan. Terserah.”

Tentu saja aku berusaha menunjukkan sikap sekesal mungkin. Seharusnya aku mendapatkan rengekan permintaan maaf dari lelaki ini, tapi ia hanya terkekeh geli. Aku mengerutkan kening. Dimana letak kelucuan dari kekesalanku ini?

Eunhyuk menghela napas panjang setelah selesai tertawa –menertawaiku, sebenarnya. “Tapi bukankah sekarang kau juga sedang melihatnya? Aku menunjukkannya secara pribadi padamu.”

“Ugh. Diam kau!” aku membalikkan badan, tapi pergelangan tangannya yang kuat itu berhasil menahanku. “Apa lagi?”

Seharusnya aku tetap mempertahankan sikap kesalku, tapi kedua matanya memancarkan kelembutan. Kelembutan yang kurasa tidak pantas kuterima. “Kau mau aku pergi sekarang?”

“Apa?”

“Aku tanya, apa kau mau aku pergi. Karena kau sedang kesal, kurasa kau lebih suka sendirian,” gumamnya tak jelas. Aku tahu ia mengucapkan itu tidak sungguh-sungguh. Kecil kemungkinannya ia mengucapkan itu dengan tulus, tapi aku sadar benar ia bisa melakukan apa yang kuucapkan setelah ini.

Aku berdiri dengan sikap tak nyaman, gelisah. Kekesalanku memang masih ada, tapi aku juga tidak mau ia pergi begitu saja.

Aku membutuhkan kehadirannya lebih dari apapun.

“Kalau kau mau aku–“

“Aku tahu,” potongku cepat. Eunhyuk memandangiku, menunggu dengan sabar. “Ugh.” Sekali lagi aku mendapatkan lebih daripada yang pantas kudapatkan. “Jangan kemana-mana.”

Alisnya terangkat walaupun aku yakin sekali aku melihat kedua matanya memancarkan rasa antusias. Ia pasti senang sudah mengalahkanku –lagi. Eunhyuk merentangkan kedua lengannya. Well, undangan yang sulit ditolak.

Aku mengembuskan napas berat sebelum menempelkan pipiku ke dadanya yang bidang. Kedua mataku terpejam, merasakan otot bisepnya yang kuat melindungiku. Telingaku terasa geli saat Eunhyuk menyentuhkan bibirnya ke sana.

“Aku benar-benar tidak tahu kau bisa kesal gara-gara itu,” Eunhyuk berbisik. Begitu pelan, begitu lembut hingga kusangka aku hanya sedang bermimpi.

Dalam dekapannya, aku mendengus. “Benar, benar. Aku saja heran kenapa aku bisa kesal.”

“Seriuslah, Yoo,” ucapnya, setengah menahan tawa. “Mulai sekarang, tolong beritahu aku apa yang boleh dan tidak kulakukan.”

Aku kembali mendengus; mendengus geli. “Kau mau kita membuat daftarnya? Yang benar saja.”

“Aku tidak keberatan,” Eunhyuk mengangkat bahu. Tawanya terdengar di telingaku. “Kalau itu bisa membuatmu berhenti membuatku panik.”

“Kenapa kau panik?”

“Karena aku takut tidak akan menyadari perubahan emosimu,” ucapnya. Ia mengecup daun telingaku dan berbisik, “Menjaga emosimu itu sesuatu yang wajib kulakukan.”

Aku semakin mengeratkan pelukanku, seolah jarak kami masih bisa diperdekat. “Tidak. Tidak ada sesuatu yang wajib kaulakukan. Aku baik-baik saja. Sungguh.”

Eunhyuk menundukkan kepala untuk melihatku dari atas. “Lalu?”

“Hanya gusar, mungkin,” ucapku. “Ada banyak hal yang membuatku berpikir lebih dari biasanya, Poo. Tapi selebihnya, aku baik-baik saja. Kurasa… aku hanya melampiaskannya pada aksimu kemarin.

“Bagus sekali,” ia berpura-pura kesal. “Jadi lagi-lagi aku hanya pelampiasan?”

Aku terkikik dalam pelukannya yang hangat. “Tapi tetap saja, aku tidak suka melihatmu beraksi begitu. Yah… kalau begitu kita impas?”

“Selalu begitu,” Eunhyuk mengangguk-angguk, setuju.

Rasanya aku membenamkan diri dalam tubuhnya lama sekali. Sepertinya aku memang tidak akan pernah sanggup melepaskan rasa nyaman yang mengaliri seluruh sendi tubuhku saat ini. Aku menyukai pelukannya, lebih dari apapun.

“Yoo,” ia membisikkan namaku. Lembut sekali. Suaranya selembut sutra, begitu bening dan yah… halus.

Aku mendongak dengan terpaksa. Saat melihat wajahnya, aku baru sadar rasanya sudah lama aku tidak melihatnya. Aku memiringkan kepala, berusaha menggambar ulang wajahnya di benakku.

Garis wajahnya kuat dengan tulang rahang yang terlihat jelas. Kedua matanya besar dan jernih tapi tatapannya bisa selalu bisa membuatku meleleh –bukan dalam arti sebenarnya, tapi tetap saja aku merasa kedua lututku lemas saat ia menatapku. Bibirnya begitu lembut –setidaknya itu yang kurasakan tiap ia menciumku.

“Apa yang kaulihat?”

“Kau.” Aku menjawab sebijak mungkin. Percayalah, aku sudah berusaha melakukannya, tapi tetap saja jawabanku terdengar sangat konyol.

Eunhyuk memutar bola matanya.  “Kalau aku, aku tidak mau hanya melihatmu.”

Butuh dua detik atau lebih untukku mencerna ucapannya tadi. Melihatku yang tanpa respon, aku yakin Eunhyuk kesal. Ia meraih wajahku, melumat bibirku dengan gerakan lembut namun yakin.

Tanpa sengaja, aku menopangkan diri dengan memegang otot bisepnya. Rasanya seperti bergantung pada pasak yang menjanjikan. Well, pokoknya otot itu sangat… entahlah, kuat dan melindungi.

Eunhyuk menekan tengkuk belakangku, membuatku mau tak mau harus mengikuti arah bibirnya. Aku tidak menolak, berpikir untuk menolak pun tidak. Sepertinya ia tidak sadar, tapi aku selalu menginginkannya.

Harus kuakui aku merasa sedikit kecewa saat ia melepaskan ciuman kami. Eunhyuk agak menarik diri, memberiku ruang untuk menarik napas. Ia terkekeh. “Sangat merindukanku?”

Sial. Aku lupa ia bisa membaca emosiku melalui kontak seperti itu. Sambil bersikap tenang, aku mengangkat bahu.

Eunhyuk kembali memutar bola mata, sepertinya kesal karena aku sama sekali tidak mau mengakui kelebihannya yang itu; membaca emosiku. Aku sedikit panik karena ternyata ia belum selesai, tapi juga ada euphoria yang kurasakan saat ia mendekat lagi.

Saat bibirnya kembali menyentuh bibirku, terasa lebih lembut, lebih terkontrol. Aku bisa merasakannya juga, bagaimana seakan-akan Eunhyuk juga menyampaikan pikirannya. Tentang bagaimana seharusnya aku menikmati tubuhnya yang terekspos secara pribadi hanya untukku.

Aku memutar bola mataku, setidaknya itu yang kubayangkan.

Eunhyuk tersenyum. Aku tahu itu. Aku merasakan sudut bibirnya terangkat di sela ciuman kami. Aku melingkarkan lenganku di lehernya, membiarkan naluriku mencari jalannya sendiri.

Aliran listrik kecil menjalari punggungku saat ia menarikan jemarinya di sana. Eunhyuk begitu hati-hati, terlalu menganggapku sebagai gadis keramik rapuh yang siap pecah jika ia menyentuhku.

Aku mulai kehabisan napas. Kudorong tubuhnya menjauh. “Aku sudah selesai.”

“Aku juga,” Eunhyuk mengangkat bahu. Senyumannya tersungging miring. Jelas sekali ia menikmati ciuman pagi hari. “Jadi… masalah kita selesai?”

Mau tak mau aku tertawa mendengarnya. “Kau menyogokku dengan ciuman agar masalah kita tidak berlarut-larut?”

“Yah… setidaknya itu yang kupikirkan,” ia nyengir tanpa merasa canggung.

Aku mengerang, sedikit frustasi pada diriku sendiri yang sangat mudah dialihkan. “Baiklah. Masalah kita selesai. Tapi ada satu masalah lagi.”

“Apa?”

“Bisakah kau, Lee Hyukjae, pergi saja dari sini?” aku melipat kedua tangan di depan dada. Eunhyuk mengerutkan kening, tak mengerti. “Sudah pukul delapan. Aku ada kelas, kau tahu.”

Akhirnya lelaki itu mengangguk-angguk paham, sepertinya sedikit lega karena aku bukan mengusirnya karena ciuman yang diberikannya. Well, agak susah menjadikan alasan itu untuk menendangnya keluar dari dorm ini.

Segala sesuatu tentangnya sangat menggiurkan. Aku memaki pikiranku sendiri. Dari mana aku memikirkan kata-kata itu? Menggiurkan? Ugh.

“Mau kuantar?” tanyanya dengan nada riang.

Aku menggeleng dan memerhatikan lelaki itu dari ujung rambut ke kaki. “Denganmu yang bertelanjang dada? Tidak, terima kasih.”

“Serius?” Eunhyuk tersenyum. “Seluruh kampusmu pasti akan gempar.”

“Benar,” aku mengakui. “Tapi setelah itu, akan kupastikan hidupmu juga gempar, Poo.”

===============FIN===============

Ini… saya bingung mau rated apa. ^-^;

Sebenernya ini masuk NC kah? Gak dong yah. HA HA HA~

Dibayangin ajalah si Poo lagi telanjang dada di Tokyo kemaren. Saya aja mimisan. xD Tapi sebenernya gak papah juga sih, ada lagi yang bisa dibanggain dari orang itu. Muahahaha~

YOU’RE HAWWT! LEE SUPER HYUK SEXY JAE~!! :”3

70 thoughts on “[JiHyukism] Morning Kisseu~

  1. efek tokyo dome muncul morning kissue hahhaa..
    ga kukuh liat hyuk topless..lum terbiasa mata ini seterbiasa liat siwon hahaha

  2. Itu kenapa disensor coba ? Hahaha. /plak/
    Akhirnya baca jga.
    (‾~‾“).
    Jikyu dibuat kyk gini bisa ga ?😀
    Itung2 nambahin scene di jikyu😉

    • Err… syuda saya tulis disana, Not For Sale loh. :3
      Ji……..Kyu?
      entahlah. xD Ini lagi berusaha supaya gak kebanyakan bikin jihyuk. -.-
      Hhh~ anda sangat terobsesi menjadi galau girl. xD
      makasihh syuda baca momma~

  3. uwoooooooooooooo ini ceeritanyaaa yoo cembukur tp alibinya kudu ngomong dulu klo mw sexy dance ya… wkwkwkwk
    emang bini2 hyuk lg pada meradang klo saya sangat menikmati ke sexy-an hyuk #plakk

    ahhh ini kisseu nya mantabs dah!!!
    mauuu!!*tarik Kyu*

    dan ini so sweet…
    demen bgt disini hyuk kalem bgt… dan apa2an itu hyuk telanjang dada bkin mupeng dah!! #eh… hehehehe

    • Hohoho~ yoo tidak cembokur. *buangmuka*
      Lagian itu juga sebenernya vitamin mata, cuma yah…..rada gondok dikit. xD
      Bikin mupeng ngapain yah? *umpetin hyuk*
      makasihh syuda baca yaa~ ^-^

  4. Omo ~ emg waktu di tokyo hyuk bikin mimisan semua elf (۳ ˚Д˚)۳ !!!
    Uwaa nocommentlah buat mowning kisseunya*tutupmatamasihkecil* hehe

  5. ADOHHHH EONNI!!! Bisa bgt bikin aku dag dig dug!! Sumpah, jg mupeng gini *_*. Ini ga nc kok, cm bkin mupeng aja hahaha..kpn2 bkin ff pernikahan mereka ya eon, biar bs lbh byk romantis2nya!! Hehe

  6. engga ini bukan nc kok kak, biasa ini mah(?) iya emang itu eunhyuk pas di tokyo dome bikin….meleleh. Sbnrnya aku meleleh bukan gr2 dia topless, tapi gatau mukanya beda aja pas topless T.T ga bisa bayangin eunhyuk masuk sm keluar dari dorm topless. Heung-_-

  7. oh yes ! saya setres liat fancam eunhyuk di ss 4 tokyo dome. alhasil saya shock ~ histeris dan terancam mimisan wahaha
    anyway suka ceritanya , morning kiss ? ahh hyukjae ~ can u gimme that ? hahaha

  8. pertama kali mampir kesini,n pertama kali komen, lgsg bc yg jihyuk lg kisseu2
    hahaha😛
    hello yoo,i’m new reader.
    whoaa,,kmu sebel lht hyuk di tokyo kmrn??
    me tooo
    >///<
    i'mso spechless when i see him half naked,aplg ada mbak2 dancer grepe2 dy!!
    huhuhuuhu
    T.T

  9. woaaaaaaaahhh, yoo…… aku aja hampir mimisan berember2 gara liat dia di tokyo kmrn… belom lagi liat vidio2 + gif2nya… ;AAAAAAAAAA;
    LEE HYUKJAE bikin kalap… hahahhaa….. *maaf ya kyu* u.u
    maaf ya yoo, hyukjae nya mau aku pinjem dl sampai batas waktu yang tidak ditentukan…😄
    *sambil bayangin hyukjae topless depan mataku* *menggelinjang* /plak😄

  10. huaahhh..ternyata aksi hyuk di tokyo kemarin berhadil.memperbanyak ff dengan main cast dia dan selaluuuuu bahas masalah tokyo…
    hahahhaa…saya kan jadi suka…
    at least di long weekend ini banya banget yang bisa dibaca…termasuk p&y yg gak selese2 saya baca…

  11. eunhyuk topless itu ga bisa digambarin dalam kata-kata #cieeeh lebih istimewa drpd liat siwon yg -udah sering- topless .___.
    kapan ya kyu mau buka tu dada di sushow #impianyanglangsunghancur u,u

    intinya yoo cemburu aja gengsinya masih setinggi langit diangkasa seluas air disamudra #hapainihhh

  12. jreng…jreng…….
    annyeong_reader baruuuuuu….*bow
    nice ff oenni….(sok muda) ^_^😀
    suka…suka…suka…. (ala mey-mey)

  13. ngiriii!! pagi-pagi udah disamperin sama hyuk. dapet ciuman lagi huaa mau T.T aduh emang nih si hyukjae pamer abs kemana-mana. pas tau berita dia menari trus topless di tokyo, yaah gitu deh teriak trus lari-lari *yea lebay* hahaha. semangat terus onnie!!

  14. Hallooooooooooooo!!! Lohhaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!
    Aku reader baru disini😀
    Salam kenal buat auhtornya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Aku suka banget ff nya! Keren!!! Morning kiss dari hyukjae,, mau!!!!!!!!!!!

  15. itu ss4 tokyo yg udh didonlotin aja belum ditonton ..
    dan baca ini makin lemes !!
    dibayangin aja ga kuat aplg liat pake mata sndiriii !! :3

  16. wow, morning kisseu…^^
    pg2 bagun tidur dah liat eunhyuk topless, meluk n kisseu lg,, sumpah pengen……
    beruntung’y yoo, envy…. T.T

  17. LOL liat posternya xD not for sale :3 hihihi
    btw, sejak kapan yoo jadi evil bakal ngegemparin hidupnya poo? wahahaha virusnya kyu nih~~ *diinjek*

  18. Haaaiii!!! Aku pengunjung baru loh di bolg kamu hehe salam kenal ya, author chingu😀
    Ya ampyuuunnn aku kayak feels like home gitu masuk ke blog kamu *v*
    Udah lama bgt nyari FF yg castnya Lee Hyukjae dan aku menemukannya!!!
    T-O-P B-G-T FF mu!!! Aku mulai jatuh cinta sama JiHyuk❤
    Author chingu, km pinter bgt sih bikin cerita iniiiiiii aku kepengin jd Choi Ji Yoo…Yoo-nya Poo
    Aku ga mengharapkan Poo dg yg lain! Poo punyanya Yoo! Eh, Poo milik bersama deh *lirik para Jewel* hehehe~

    Semangat nulis! Terus nulis! Terus syg sm readers *apa lg yg baru kayak aku*
    Terus dan makin cinta Poo!

    Oh ya, hampir lupa…aku teriak jejingkrakan dan nutupin muka pake bantal berkali2 tiap baca kalimat sakti dari Poo buat Yoo "Sangat merindukanku?" KYAAAAAAA~~~~~~~

    See youuuuuuu

    • HALOOOO HOLAAAA HAAAAAIII~ \o/
      Selamat datang yaa di rumah ini! Silakan mampir, anggep aja rumah sendiri. ^^
      Poo milik bersama kok. Uang sewanya bisa dibayar ke yoo yah. Menerima kontan dan kredit. Hihihihi~

      Semangaaaat! Terima kasih dan see ya around! \o/

  19. Annyeong *waving* aaahh Hyukjae ssi npa smanis nie😀
    dn aneh y a cm bsa kna feel y bca ff Hyukjae kalo yg nulis km..
    jd keep writing ya biar ak ttp bsa bca ff Hyukjae😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s