[JiHyuk’s Story] Break-up (in) Scene

****

Choi Jiyoo’s dorm – 7:12 AM

Seorang gadis bertopang dagu sambil melayangkan pandangannya ke layar Hyukie. Raut wajahnya tak terbaca. Sesekali helaan napas panjang meluncur dari bibirnya. Kali lainnya kerutan kecil terlihat di keningnya.

Choi Jiyoo bosan, bingung, dan merasa sedikit bersalah.

Ia melirik lelaki yang menonton televisi dengan santai. Melihat lelaki itu dari samping membuat kupu-kupu dalam perut Jiyoo beterbangan –lagi. Garis wajahnya, hidung mancungnya, dan tulang rahangnya yang menonjol begitu memabukkan bagi Jiyoo.

Tapi bukan itu yang sedang dipikirkannya.

Jiyoo menutup Hyukie pelan lalu melangkah diam-diam –nyaris menahan napas- ke arah lelaki itu. Ia menghempaskan tubuh ke sofa. “Poo..”

“Apa?” sahut lelaki itu.

“Ehmm,” Jiyoo berdeham. “Kenapa belakangan ini tidak ada kabar tentangmu?”

Lelaki dengan panggilan Poo itu menoleh dengan tatapan bingung. “Kabar apa?”

“Ya.. apa saja, soal blind date atau apapun yang menyangkut gadis,” jawab Jiyoo ragu-ragu.

“Kau mau ada kabar semacam itu?” nada suara Lee Hyukjae agak naik –bukan karena emosi, lebih karena heran. “Kukira kau tidak suka ada kabar-kabar soal, ehm.. gadis, Yoo.”

Jiyoo membetulkan posisi duduknya lalu menggigit bibir. “Memang, tapi–“

“Ada apa?” lelaki itu mendahului. Ia meraih remote TV dan menekan tombol power agar benda itu tak mengganggu mereka.

“Tidak ada apa–“

“Jangan bilang tidak ada apa-apa karena aku bisa membaca MASALAH melalui kedua mata kecilmu itu,” Eunhyuk menangkup wajah Jiyoo dan mendekatkannya supaya bisa melihat kedua mata gadis itu. “Lihat, lihat, ada sesuatu yang kausembunyikan.”

Jiyoo kembali berdeham sambil melarikan pandangannya ke tempat lain. Menjadi begitu dekat dengan Lee Hyukjae selalu membuatnya tak tahan untuk membelai wajah lelaki itu. “Itu.. soal naskah baruku.”

“Naskah yang mana?” Eunhyuk melonggarkan kedua tangannya.

“Ehm.. Purple & You,” sahut Jiyoo singkat. Saat kedua tangan Eunhyuk akan terlepas dari wajahnya, Jiyoo meletakkan tangannya di atas tangan lelaki itu. Jiyoo seolah tak rela Eunhyuk melepaskan wajahnya.

Eunhyuk mengerutkan kening. “Soal apa? Kau dan Minhyuk?”

Ani, soal.. putus,” Jiyoo menggigit bibir bawahnya.

“Ah, soal itu..” Eunhyuk menggantinya dengan variable, menolak untuk mengucapkan kata yang menyebalkan. “Kenapa? Apa hubungannya dengan tidak ada kabar soal aku dan.. gadis lain?”

Kali ini Jiyoo menurunkan tangannya sambil tetap menggenggam tangan Eunhyuk. “Yah.. karena belakangan ini kau tidak bertingkah, aku jadi merasa bersalah sudah membuat naskah yang ingin putus seperti itu.”

“Aah~ geurae? Kalau begitu, selama aku tidak berbuat yang aneh-aneh, kau akan membatalkan naskah ‘seperti itu’, kan?” Eunhyuk menatap Jiyoo dengan pandangan berbinar.

“Ehmm.. tidak tahu, pokoknya sekarang ini aku agak ragu,” ujar Jiyoo sambil mengusap-usap bagian atas tangan Eunhyuk.

Eunhyuk tersenyum; nyaris menyeringai. “Gadis baik..”

Belum sempat Jiyoo tersipu, lelaki itu sudah menariknya dan memeluk tubuhnya dengan erat. Jiyoo menahan napas, bahkan tak merasakan jantungnya berdetak. Untuk alasan yang aneh, ia merasa jantungnya terjatuh di suatu bagian di sofa ini.

“Jangan jadi gadis baik,” sela Eunhyuk. Ia berbisik tepat ke telinga Jiyoo, membuat gadis itu merinding geli. “Tulis saja apa yang mau kau tulis, Yoo.”

Jiyoo menggigit bibir saat Eunhyuk mengecup pelipisnya lembut. Gadis itu, secara resmi, membeku dalam pelukan Lee Hyukjae.

“Walaupun aku tidak akan suka kalau tulisanmu sering melibatkan pria lain, bahkan lebih parah, kau malah ingin menulis tentang ‘itu’ dalam hubungan kita,” Eunhyuk menghela napas panjang dan dibuat-buat. “Tapi kurasa, selama kau melepaskan dirimu untuk menulis apapun, kau akan merasakan kepuasan tersendiri, bukan begitu?”

Sambil mengeratkan lengannya di pinggang Eunhyuk, Jiyoo berbisik, “Memang, tapi–“

“Aku tahu kau mulai membayangkan naskah putus itu sudah lama,” Eunhyuk merasa tak nyaman mengucapkan kata itu. “Apalagi sejak kabar-kabar tentangku, kau jadi sangat bersemangat menulis, kan?”

“Bagaimana kau bisa tahu?” Jiyoo sedikit memutar kepalanya ke samping agar bisa melirik lelaki itu.

“Tch~ masih tidak mengerti juga?” tanya Eunhyuk. Lelaki itu kembali mengecup lembut pelipis Jiyoo. “Aku tahu semua tentangmu. Kau lupa siapa aku? Aku ini Lee Hyukjae milik Choi Jiyoo.”

Jiyoo menarik napas dalam-dalam, memasukkan oksigen sekaligus merekam aroma maskulin dari lelaki yang memeluknya. “Mianhae..”

“Untuk apa? Aku tidak apa-apa,” Eunhyuk menempelkan pipinya ke puncak kepala Jiyoo.

“Bukan hanya untuk naskah itu, tapi juga–“

TING~

Sebuah pesan masuk ke ponsel Jiyoo. Ia terpaksa melepaskan diri dari pelukan Eunhyuk. Sebuah pesan dari Shin Hyori membuat alisnya terangkat.

From: Shin KyuHyo-nim
Yoo~ kelihatan seru kalau kau dijodohkan dengan Bbek.. Hmm.. Aku jadi menebak-nebak, kalau kau dengan Bbek, kira-kira siapa yang suka lebih dulu ya? xD

“O? Hyori?” tanpa sepengetahuan Jiyoo, Eunhyuk mendekat dan mengintip pesan itu. “Dijodohkan? Dengan Bbek? CHO KYUHYUN?”

Jiyoo memejamkan mata dan menyembunyikan ponselnya di balik punggung. “Ng… ini.. Hyo hanya… iseng, kurasa.”

“Choi Jiyoo, jelaskan padaku, bagaimana bisa ada obrolan seperti ini antara kau dan Hyori? Apa maksudnya dijodohkan dengan Kyuhyun?” Eunhyuk melipat tangan di depan dada.

“Tidak tahuuu~ aku bahkan tidak bisa berpikir sampai ke sana. Menyelesaikan One Day Exchange saja sudah cukup membuatku gila. Hyori yang… eh, ingin punya peran lain,” Jiyoo menundukkan kepalanya.

Eunhyuk menyipitkan mata. “Dari mana awal pembicaraannya?”

“Itu.. tadinya ada yang mau kubicarakan dengannya, tapi aku lupa soal apa. Aku bertanya-tanya, apa soal cinta segi-empat JiHyuk dan Kyuhyo, tapi semalam dia menolaknya. Aku sendiri tidak yakin kalau itu yang mau kubicarakan,” jelas Jiyoo. Gadis itu mengangkat telapal tangannya, “Sumpah!”

“Berarti ada hal lain yang mau kau usulkan pada Hyori? Apa itu?” Eunhyuk benar-benar tak akan melepaskan gadis itu sekarang.

“Sudah kubilang aku lupa~” sahutnya. Melihat Eunhyuk yang mendengus, Jiyoo berseru, “Aku benar-benar lupa! Yang jelas bukan soal naskah baru, sumpaaaahh~”

Eunhyuk mengangkat bahu. “Kau memang pelupa. Sekarang, balas dulu pesannya.”

Dengan menahan napas, Jiyoo berusaha membaca raut wajah Eunhyuk. Ia baru mulai menggerakkan jemarinya di atas layar sentuh ponsel saat Eunhyuk tak sekesal tadi.

To: Shin KyuHyo-nim
Mwoya~? =__= Aku tidak suka pria beristri! Tapi benar juga, siapa yang akan lebih suka lebih dulu ya? Aku tidak suka tipe sok seperti Bbek, Bbek juga sepertinya tidak akan suka padaku. Yang jelas, jika itu sampai terjadi, akan ada dua orang yang berbahagia. Kau, Kyuhyo-nim. Dan Poo.

“Kenapa aku harus bahagia kalau kau dijodohkan dengan Kyuhyun?” Eunhyuk masih mengintip ponsel Jiyoo.

“Karena… akhirnya kau bisa bebas dariku,” jawab Jiyoo penuh penekanan. “Ah, kau juga bisa bersama Hyori, sama seperti waktu One Day Exchange. Kalian tampak bahagia~”

Baru saja Eunhyuk akan membuka mulut saat denting pesan lain terdengar.

From: Shin KyuHyo-nim
Tapi bukankah itu lucu, Yoo? Kalau dibayangkan, kalian itu pasti terlihat sangat manis, tanpa sengaja JiKyu itu cocok, saling mengerti satu sama lain. xD Entah kenapa terlintas seperti itu. Aku dan Poo berencana menjodohkan kalian berdua.

“SHIN HYORI!” Eunhyuk berteriak tepat di telinga Jiyoo. “Tch~ setan kecil itu!”

Jiyoo menutup telinganya dengan kedua tangan. “Aku, kan, belum setuju, Poo. Hyori hanya sedang kesal pada Bbek.”

“Kalau kesal dengan magnae itu, kenapa harus muncul ide-ide konyol ini?!” seru Eunhyuk kesal.

Aigooo~ mengertilah, Poo. Hyori baru saja menonton WGM Bbek,” Jiyoo setengah berbisik, seolah-olah takut Hyori akan mendengar ucapannya. “Dan itu… agak mengacaukan moodnya.”

Eunhyuk mendengus kemudian melipat tangan di dada. “Ck, kalau sedang ada permasalahan rumah tangga, kenapa harus memancing masalah di antara pasangan lain sih?”

“Kau tidak merasa kau pernah menjadi pria yang sama menyebalkannya dengan Cho Kyuhyun ya?” Jiyoo menyipitkan mata.

Sambil menelan ludah, Eunhyuk berdeham pelan. “Iya, aku tahu. Karena itu, kan, kau menulis soal putus?”

Jiyoo mengabaikan ucapan Eunhyuk dan hanya berkonsentrasi pada ponselnya.

To: Shin KyuHyo-nim
Tch~ aku tidak mengerti Bbek, tidak mau mengerti! Menjodohkan? One Day Exchange Again? Kau masih berpikir tentang cinta segi-empat JiHyuk KyuHyo ya? -__-

TING~

From: Shin KyuHyo-nim
Bukan, bukan seperti konsep One Day Exchange. Aku ingin lepas dari konsep itu dan kembali ke cerita biasa, kita berempat berteman. xD Aku ingin jadi gadis galau~

Jiyoo melemparkan ponselnya ke sofa. Senyuman lebar masih mewarnai wajahnya. Ia tak pernah berpikiran untuk membuat naskah cinta segi-empat seperti itu. Dengan membayangkannya saja, ia tak bisa berhenti tertawa.

“Kau senang?” tanya Eunhyuk di sampingnya.

“Hmm… bukan senang sih, hanya merasa lucu kalau memang benar-benar ada naskah seperti itu,” sahut Jiyoo, sama sekali tak menyadari perubahan atmosfir di sekitarnya. “Tidakkah kaupikir itu lucu, Poo? Cinta segi-empat; aku, kau, Hyori, dan Kyuhyun.”

Eunhyuk mendengus. “Lucu. Sangat lucu.”

Mian,” ucap Jiyoo sambil tersenyum. Ia melingkarkan lengannya ke lengan Eunhyuk untuk bergelayut manja. “Hanya ide konyol, sebatas imajinasiku dan Hyori. Anak itu pasti akan berubah pikiran besok.”

“Menurutmu begitu?” kepala Eunhyuk tertunduk untuk melihat senyuman Jiyoo.

Jiyoo mengangguk mantap. Dengan sentuhan Eunhyuk, ia yakin ia akan menyetujui apapun yang dikatakan oleh lelaki itu.

“Lalu,” ucapan Eunhyuk terhenti. Nada suaranya rendah dan dalam, yang artinya adalah Jiyoo akan mendapat masalah. “Apa hal yang ingin kaubicarakan denganku sebelum ini? Sebelum pesan Hyori mengganggu kita?”

Bang! Masalah, kan? Jiyoo menggigit bibir dan menegakkan punggung. “Soal P&Y sih..”

“Apa?” tanya Eunhyuk.

“Aku hanya… ehm.. butuh sedikit bantuan Kyuhyun,” ucapnya ragu. “Aku berniat menulis beberapa JiKyu moment di sana, tapi hanya untuk menggambarkan kekompakan JiKyu, itu saja. Sumpah~”

Eunhyuk menghela napas panjang sebelum mengacak rambut gadis yang bersandar padanya. “JiKyu lagi? Tidak heran Hyori melihat kau dan Bbeknya sangat cocok.”

Aigooo~ aku tidak mau dicocok-cocokkan dengannya,” sahut Jiyoo cepat. “Aku, kan, hanya ingin merasakan bagaimana rasanya punya sahabat pria. Lagipula, aku ingin Kyuhyun itu punya peranan yang sama seperti Hyori untukku.”

Untuk sejenak, tak ada yang berbicara. Jiyoo merasakan Eunhyuk sudah tidak setegang tadi. Sepertinya lelaki itu sedang berusaha mencari pembenaran dalam ucapan Jiyoo.

“Kalau kau tidak setuju–“

“Lakukan sesukamu,” potong Eunhyuk. “Apapun yang mau kautulis, tulis saja. Aku tidak akan marah.”

Jiyoo membulatkan matanya. “Jinjja?”

“Iya. Lagipula, sepertinya aku tidak akan bisa melarangmu, kan?” Eunhyuk tersenyum sambil mengecup pelipis Jiyoo. “Karena semakin dilarang, kau akan semakin bersemangat untuk melanggarnya. Itulah Choi Jiyoo.”

Gomawo~~~” Jiyoo membenarkan posisi duduknya dan mencium pipi Eunhyuk cepat. “Aku tidak akan macam-macam, janji!”

Eunhyuk mendengus geli. “Tentu saja kau dilarang macam-macam, Nona!”

“Poo,” panggil Jiyoo. Eunhyuk menoleh dengan alis terangkat. “Kenapa kau mencintaiku?”

“Tch~ pertanyaan macam apa itu? Aku ingin mendengar jawabanmu lebih dulu,” ucapnya. “Yoo, kenapa kau mencintaiku?”

“Aku? Eumm…” tiba-tiba saja kepala Jiyoo kosong. Ia sangat mencintai lelaki itu, tapi apa alasannya? Ada banyak sisi baik dalam Lee Hyukjae, tapi Jiyoo tak tahu harus menyebutkan yang mana. Gadis itu tersenyum bersalah. “Aku tidak tahu.”

Eunhyuk tergelak nyaring. “Kalau begitu, sama denganku. Aku juga tidak tahu.”

Keduanya saling berpandangan dan tertawa. Sepertinya mencintai tanpa tahu alasannya terasa lebih meyakinkan. Mencintai seperti itu terasa lebih nyata dan menyenangkan.

“Dan kau, Choi Jiyoo,” kali ini Eunhyuk yang memanggil dan Jiyoo menoleh. “Lain kali, jangan pernah menanyakan pertanyaan yang kau sendiri tidak tahu jawabannya.”

============================

[Epilog]

Lee Hyukjae merengut kesal. Ponsel dalam genggamannya ini nyaris dilempar ke lantai. Ia melirik gadis yang masih tertidur di sofa. “Karena wajah tidurmu sangat manis, aku akan menunda kemarahanku, Choi Jiyoo.”

Script pesan antara Shin KyuHyo dan Choi Jiyoo:

Hyo: Aku ingin jadi gadis galau~ Yang setiap dialog kalimatnya galau dan sedihnya bisa lama.

Yoo: Kalau begitu, ayo kita wujudkan cinta segi-empat ini! HA HA HA~

Hyo: Tch~ aku tidak bisa membuat karakter dengan tingkat penggalauan akut sepertimu, Jipoo-ssi. xD

Yoo: Jadi… sebenarnya projek segi-empat ini ditujukan padaku?

Hyo: Aku tidak bermaksud begitu, tapi karena kau menawarkan diri, silakan saja. xD Selesaikan dulu P&Y, aku tidak sabar melihat JiHyuk putus. HA HA HA

Yoo: ARASSEO! xD Sepertinya menarik! Hahaha~

Hyo: Kau bersemangat sekali, Jiyoo-ssi.

Yoo: Aku paling bersemangat untuk membuat naskah yang penuh dengan kegalauan, KyuHyo-nim. xD

Eunhyuk mencibir ke arah Jiyoo yang masih tidur. Gadis itu berani sekali melanjutkan pembicaraan konyol seperti ini ketika Eunhyuk sedang tidur. Untungnya lelaki itu tak melepaskan kewaspadaannya pada Jiyoo.

Ia menempelkan ponsel ke telinga dan menunggu jawaban dari seberang. Semua pembicaraan gadis-gadis ini sudah membuat paginya menyebalkan.

Eo? Wae?” suara itu masih parau.

Ya! Cho Kyuhyun, beginikah caramu menyapa Hyungmu di telepon?” seru Eunhyuk kesal.

Kyuhyun terdengar menguap lebar. “Ada apa? Ini masih pagi, Lee Hyukyoo-ssi.”

“Apa Hyori bilang sesuatu padamu? Soal rencana naskah baru Yoo?” Eunhyuk langsung mencecar dengan pertanyaan.

“Tidak. Dia mengabaikanku seharian dan hanya tersenyum sendiri sambil memegang ponsel. Sudah kuduga, dia memang sedang berkiriman pesan dengan Yoo,” ujarnya. “Ikut WGM memang bukan keputusan yang benar.”

Eunhyuk mengangguk pelan walaupun tahu Kyuhyun tak bisa melihatnya. “Ah, pokoknya mereka merencanakan naskah baru. Dan itu soal cinta segi-empat JiHyuk dan KyuHyo, kalau sampai Hyori atau Yoo datang menawarimu naskah itu, JANGAN TERIMA!

“Cinta segi-empat? JiHyuk KyuHyo?” ulang Kyuhyun. “Maksudmu nanti akan ada JiKyu dan HyoHyuk? Waaah~ sepertinya menarik!”

“Coba saja berpikir kalau itu menarik dan akan kubuang semua barangmu dari lantai atas dorm,” ancam Eunhyuk. “Tolak naskah seperti itu, bodoh!”

Kyuhyun kembali terdengar sedang menguap. “Arasseo. Kkeunho!”

Sambungan terputus. Eunhyuk melemparkan ponsel ke sofa dan tersenyum puas. “Kalau Cho Kyuhyun itu menolak, bukankah semuanya aman?”

Tak lama kemudian, ponselnya kembali berdering. Eunhyuk langsung menyambar benda itu dan menempelkannya ke telinga. Suara Kyuhyun menyambutnya,  “Oh, hyung, aku tidak bisa.”

“Tidak bisa apa?” tanyanya.

“Karena suasana hati Hyo sedang buruk dan aku juga sedang ingin merasakan bermain dalam naskah Yoo, aku tidak bisa menolaknya,” sahut Kyuhyun. Kali ini suaranya terdengar lebih sadar. “Aku tidak akan menolak naskah apapun.”

Eunhyuk melongo. Ia memekik nyaring. “CHO KYUHYUN! Kau mau bermain berapa kali lagi dalam naskah Yoo?!”

==========FIN==========

Hh~ memang ngerasa bersalah syuda bikin scene putus buat P&Y, padahal Poo syuda berkelakuan baik.

Yah.. gak taulah jadi apa gak. xD Seandainya dia berkelakuan baik tiap saat, bukannya pas deket-deket mau putus. -__- Pas mau putus malah adem ayem ajah. Arrghhh~

Eniweii~ message script itu nyata adanya. Shin KyuHyo-nim mengusulkan another JiKyu dan dia pingin jadi cewek galau. Jadi, lets try next time. xD *Inilah akibatnya kalo Hyori lagi bad mood ama bbeknya. -__-*
Dan saya yakin Hyori akan berubah pikiran secepatnya. xD

24 thoughts on “[JiHyuk’s Story] Break-up (in) Scene

  1. ah, shireoooooooooooooooooooooo
    saya tidak akan berubah pikiran ! tekad saya sudah bulat untuk menjodohkan Jiyoo dan Kyuhyun !
    saya sudah merelakan Kyuhyun dengan Song, sekarang giliran Kyuhyun merelakan Hyori dengan song (?)😄
    BUAT BUAT BUAT BUAT BUAT :p

  2. Hoooaaaaaaa ada scene baru lagi di dorm kekekekekeke……. Saat jihyuk berdua ituuuuh romantic bener dah
    oh yaaa qw kan termasuk baru…. Si hyuk dpt pglan poo itu awalnya gmana

  3. jiah……ga jd putus dunk?? hahaha..
    ga tega ya ama hyuk???
    gimna klu yoo selingkuh aja tp ga putus ama poo??? hahaha #kezammmmm

  4. hihihi…
    aku senyam-senyum baca nie ^^
    untung di sini sepi, jadi nggak bakal da yg liat aku ngikik sendiri..
    lumayan buat refresing otak habis mikirin agama -,-
    iiih…jihyuk lucu unyu gimana gitu waktu ngomongin itu ^^
    iya..ya..akhir2 ini aku jarang denger berita hyukjae
    dia dah jadi anak baik pho?
    oh ya…aku juga menanti cerita tukeran pasangan itu
    kayaknya bakalan menarik ^^
    dan p&y… aku setia menanti ^^

    • Nyahahaha~ yups, dia lagi jadi anak baik, mentang2 mau putus. -__-
      gak tukeran sih, cuma si hyori minta jodohin jikyu. Entahlah, kurang tau apa yang dipikirkan beliau. xD
      Terima kasyiiihh syuda baca yaa~ ;D

    • Bwahahahaha~~ ada juga yang setuju ama jikyu. xD
      galau gara2 wgm yah? Sabar yaa~ syuda selesai ini.😉

      *ngakak* Baiklah! akan saya berikan yg terbaikk!! xD
      makasihh syuda baca yaa~ *dan syuda setuju ama jikyu* xDD

  5. wah, tumben poo baek…
    ngebolehin yoo nulis apapun yg d’inginkan walaupun ujung2’y ngeluh jg, haha

    spt’y seru utk JiKyu n HyoHyuk moment..
    eonnie dukung 100% *semangat45*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s