[BTS] Lovabook Story #14 -officially END-

***

 A weeks before the ending of Lovabook Story
JiHyo’s dorm

Choi Jiyoo melirik gadis yang sedang menyeringai sambil memegang erat layar Hyukie. Jiyoo bergidik seram, khawatir laptop kesayangannya menjadi korban kekerasan dalam dorm. Jika Hyukie sampai terluka–dalam hal ini, rusak- Jiyoo akan memastikan bahwa Shin Hyori akan menderita sepanjang sisa hidupnya.

Jiyoo sedang sibuk membayangkan hukuman apa yang bisa ia berikan pada gadis di sampingnya saat gadis itu mendongakkan kepala dan menatap Jiyoo. “Tambahkan adegan romantis~”

“Ha?” serunya. Jiyoo merebut Hyukie dari tangan gadis itu lalu memeriksa kembali tulisannya. “Ya! Ini adegan terbaik yang bisa kuberikan padamu, Hyo~~~”

“Yoo, peranku disini lebih terlihat sebagai objek pelarian cinta Siwon Oppa. Aku terlihat menyedihkan, kau tahu?” gadis itu, Shin Hyori, melipat tangannya di depan dada.

Jemari Jiyoo bergerak lincah untuk menutup beberapa kolom dalam laptopnya. “Tapi kalau ada selipan adegan yang aneh, Kyuhyun bisa mengulitiku hidup-hidup! Lagipula seharusnya kau berterima kasih karena terlibat dalam Lovabook Story terakhir, Shin Hyori-ssi.”

“Nah, itulah kesalahanmu, Jiyoo-ssi,” ucap Hyori sambil menggoyang-goyangkan telunjuknya. “Kalau kau memang berniat mengajakku bermain dalam Lovabook dengan hati tulus ikhlas, seharusnya kau tidak setengah-setengah, kan?”

Jiyoo mendesah berat, frustasi. “Sudah kuduga, mencantumkan namamu sebagai tokoh Lovabook akan menimbulkan masalah..”

“Jiyoo-ssi, kau mau main hitung-hitungan denganku?” ujar Hyori tajam. Gadis itu kembali merebut Hyukie milik Jiyoo. Dengan gerakan cepat, ia berhasil membuka folder keramat dalam kumpulan data Jiyoo. “Ehm, ‘Kyutoria ^-^’, kita lihat apa yang ada disini ya.. Ah, ada naskah Kyutoria yang baru disini, kau mau data ini kuhapus?”

YAAAA~~~” Jiyoo merajuk dan merengut.

Giliran Hyori yang menarik napas panjang, “Kau tahu tidak tingkah bebek itu jadi semakin menyebalkan karena kau sering memberinya naskah seperti ini?”

“Ehm..” Jiyoo mengangguk satu kali. “Tapi itu, kan, bukan salahku~ Kyuhyun sendiri yang senyum-senyum sendiri seperti orang gila kalau mendapat naskahku yang… itu.”

“KARENA ITU!” pekik Hyori nyaring. “Berikan aku naskah yang seperti ‘itu’! Dengan siapa pun boleh, dengan Siwon Oppa juga tidak apa-apa. Aku. Mau. Mendapat. Naskah. Yang. Seperti. ‘Itu’.”

Jiyoo menelan ludah sementara keringat dingin mulai menyusuri keningnya. “Arasseo..”

—-

The next day..

Jiyoo memejamkan mata rapat-rapat, menghindari kontak mata dengan lelaki yang sedang duduk di kursi tempatnya biasa berhadapan dengan Hyukie. Sesekali Jiyoo melirik lelaki itu, sekedar memastikan ekspresi seperti apa yang akan muncul darinya. Jiyoo bisa melihat alis lelaki itu terangkat ke atas kemudian keningnya berkerut sejenak.

Mati aku, batin Jiyoo.

“Choi Jiyoo,” saat panggilan itu meluncur, Jiyoo otomatis menggigit bibir bawahnya. “Kemari.”

Jiyoo tak punya pilihan selain menurut. Ia berjalan mendekat walaupun kedua kakinya sudah lemas. “N-ne, Oppa?”

“Jangan panggil aku ‘Oppa’ untuk hari ini,” ujar lelaki itu. “Apa ini?”

Lelaki berambut cokelat itu menunjuk beberapa baris yang tersusun rapi dalam naskah yang belum dicetak. Jiyoo mengikuti arah yang ditunjukkan lelaki itu. Sambil membaca ulang, Jiyoo menahan napas.

“Oppa,” Siwon mengalihkan pandangannya dari Jiyoo. Lelaki itu menemukan seorang gadis berperawakan mungil memeluk lehernya dari belakang. “Ayo pulang..”

Siwon tersenyum samar. “Sudah harus pulang ya?”

“Oppa masih mau disini?” tanya Hyori, bingung.

“Kalau bisa.” Siwon mendorong kursinya ke belakang lalu meraih tangan kecil Hyori. “Ayo pulang..”

“Ng.. hanya pelukan kecil, Kyuhyun-ssi,” sahut Jiyoo ragu. Gadis itu melirik Kyuhyun yang masih meneliti tulisannya. “Ini hanya adegan keeeeecil~”

Kyuhyun menggerakkan kursor Hyukie kembali ke baris atas. “Lalu yang ini?”

“Dia itu senior di kampusku. Aku hanya mahasiswi yang ikut pertukaran pelajar, jadi hanya 3 bulan sampai aku harus kembali ke Seoul,” kenang Hyori sambil tersenyum kecil. “Tapi aku tidak mau menyerah begitu saja dan meninggalkan perasaan ini di Tokyo. Aku sempat mengiriminya e-mail, aku bilang aku akan menunggu di tempat yang sama dengannya. Ketika kami bertemu kembali, aku bahkan memberanikan diri untuk mencium bibirnya di depan umum!”

Jiyoo merasakan buliran keringat dingin menuruni kening dan lehernya. Ia benar-benar ingin memukul-mukulkan kepalanya ke dinding beton saat ini. Bagaimana bisa ia menulis hal seperti itu?

Salah, bagaimana bisa ia membiarkan Hyori menulis hal-hal aneh seperti itu?

Seharusnya kemarin Jiyoo tak mengizinkan Hyori mengetik sendiri adegan yang diinginkannya dalam Lovabook ini. Walaupun semua ini demi sebuah kata ‘persahabatan’, Jiyoo sendiri belum siap mati di tangan Cho Kyuhyun. Ia tidak akan siap sampai kapan pun kecuali Hyukjae sudah menikahinya.

“Apa Hyori yang menyuruhmu?” tanya Kyuhyun.

Jiyoo menelan ludah seraya menenangkan debaran jantungnya sendiri. “Ehm.. itu.. tidak juga, ng.. kau tahu, kan, aku tidak suka disuruh-suruh dalam hal menulis, jadi–“

“Kalau begitu kau yang menulis semua ini?” tanya Kyuhyun lagi.

“K-kalau itu, ng.. tidak sepenuhnya salah, tapi–“

“Jadi Hyori yang menulis ini?” Kyuhyun memusatkan perhatiannya kembali pada Hyukie. Rahang lelaki itu mengeras dan Jiyoo sibuk menggumamkan doa keselamatan dalam hati.

Jiyoo berdeham agak nyaring. “Y-ya! Kenapa kau tidak bertanya saja padanya? Kalian berdua sadar tidak sudah menyiksaku secara mental? Yang satu minta begini, yang satu lagi minta begitu! Kenapa kalian tidak bunuh aku saja, ha?”

“Oi, oi! Aku tidak marah padamu, aku sedang bertanya,” elak Kyuhyun.

“Kalau bertanya kenapa tanduk merah di kepalamu bersinar begitu?” ujar Jiyoo asal.

Ya!” Kyuhyun berseru tegas. “Aku pinjam benda ini, akan kuberikan peran dan adegan yang tepat untuk Shin Hyori itu!”

Jiyoo bergerak cepat menyelamatkan Hyukie. “ANDWAE! Berani menyentuh Hyukie, akan kupastikan Hyori tidak selamat!”

“Terserah kau,” gumam Kyuhyun. Lelaki itu mengangkat bahu santai. “Berikan benda itu.”

“T.I.D.A.K,” Jiyoo berlari kecil ke arah kamar Eunhyuk dan menutup pintunya. “Poo~”

Eunhyuk mendongakkan kepala lalu mengikuti arah tatapan Jiyoo. Telinganya mendengar suara Kyuhyun yang berteriak-teriak. “Kau apakan magnae itu?”

“Kenapa jadi aku yang salah? Dia mau menyakiti Hyukie-ku~” Jiyoo mendekap laptop hitamnya erat-erat. “Lovabook chapter terakhir ini sudah akan segera kuterbitkan, Kyuhyun bisa menghancurkan karyaku ini..”

Eunhyuk menaikkan sebelah alisnya. “Lovabook?” Jiyoo mengangguk dan agak mundur ke belakang saat lelaki itu memojokkan Jiyoo. “Kebetulan, aku sudah melihat draftnya, dan aku harus protes!”

Ddo? Poo, sebenarnya apa masalahmu, ha?” tegur Jiyoo.

Melihat raut wajah Eunhyuk, Jiyoo mundur selangkah. Ia tak bisa berada dekat dengan lelaki itu jika ini sudah menyangkut soal peran dalam naskah buatannya. Jiyoo menelan ludah. Pegangannya menjadi lebih erat pada benda dalam pelukannya.

“Kau mau membuat imejku lebih hancur lagi?” tanya Eunhyuk. Jiyoo mendongak dan berusaha untuk tak menatap lelaki itu secara langsung. “Dari awal penulisan Lovabook ini, imejku sudah berantakan. Kau bilang aku maniak, dan sekarang dalam chapter terakhir pun kau masih berusaha menghancurkan imejku.”

Hyukjae mengeluarkan lembaran kertas lusuh dari saku celananya. Alisnya mengernyit. Masalah lain muncul sekarang. Bagaimana ia bisa sampai ke rumah Jiyoo dengan kemampuan berkomunikasi, dalam hal ini dengan penduduk Tokyo, yang menyedihkan seperti ini?

Jiyoo membaca naskahnya dengan teliti. Gadis itu menyodorkan kembali tumpukan kertas dari Eunhyuk dan bersiap mendengarkan omelan dari lelakinya.

“Dari kecil, aku ini terkenal dengan prestasi yang baik! Dan kaupikir, aku tidak bisa berbahasa Jepang? Sungmin dan Siwon sudah mengajari kami, kau tahu?!” seru Eunhyuk. Ia kemudian mengendikkan bahu, “Lalu, untuk apa Kyuhyun di sini?”

Eunhyuk menyipitkan mata ke arah Kyuhyun. Seingatnya, Cho Kyuhyun sama sekali tak tercantum dalam daftar cast Lovabook Story.

“Aku harus protes pada adik kecil ini,” jelas Kyuhyun. Ia berjalan mendekat ke arah Jiyoo. “Sekarang, berikan laptopmu padaku.”

Jiyoo mendongak tanpa melonggarkan pelukannya. “Kalau mau protes, kau salah alamat!”

Kedua orang itu baru saja akan kembali bermain kejar-kejaran jika Eunhyuk tak menarik lengan Jiyoo hingga mendekat ke tubuhnya. “Kau, diam.” Lelaki itu kemudian menoleh ke arah Kyuhyun, “Dan Kyuhyun-ah, lebih baik kau panggil gadis cerewetmu itu.”

“Tidak perlu,” Kyuhyun melipat tangannya di depan dada. “Dia sudah ada di sini.”

Jiyoo dan Eunhyuk langsung mengarahkan pandangannya ke tepi pintu. Keduanya tercengang melihat pemandangan itu. Mata Eunhyuk melebar sementara Jiyoo menahan napas dan melirik Kyuhyun pelan-pelan.

Hyori merangkul lengan Siwon. Wajahnya terlihat senang karena senyuman lebar terpahat di sana. Gadis itu benar-benar mendapatkan apa yang diinginkannya.

Jiyoo bergumam pelan di samping Eunhyuk. “Tamat riwayatku..”

“Shin Hyori,” panggil Kyuhyun. Suaranya begitu rendah, nyaris terdengar seperti binatang buas yang menggeram.

Hyori menoleh sejenak ke arah lelaki itu sebelum memusatkan perhatiannya kembali pada Siwon.

“Shin Kyuhyo-nim!” pekik Jiyoo. Ia buru-buru menarik lengan Hyori dan menjauh dari Siwon. “Ya! Kau mau melihatku menghilang dari dunia ini?”

Dengan senyuman ala malaikat –maut-nya, Hyori menyahut, “Kenapa kau harus menghilang? Paling kau hanya akan mengunjungi kampung halaman bbek –neraka.”

“AAAAHH~ Michigetda, jinjja!” Jiyoo mengacak rambutnya sembarangan. Ia menunjuk Hyori dengan jari telunjuknya, “Kau! Aku akan mengubah semua ceritamu di Lovabook!”

Hyori merajuk, “Yaa~~~

“Dengar ya, Shin dan Cho Kyuhyo-nim,” Jiyoo menghembuskan napasnya yang tertahan sejak tadi. “Selesaikan masalah kalian dulu sebelum minta peran padaku!”

Eunhyuk membalikkan badan untuk tertawa.

“Dan kau, Lee Hyukjae!” panggil Jiyoo. “Tidak ada protes lagii!”

—-

The next day..

Choi Jiyoo menuruni tangga dan sampai di depan meja makan dengan kantung mata yang tebal. Gadis itu baru saja memikirkan jutaan cara untuk merombak semua jalan cerita Lovabook. Dan hal itu membutuhkan waktu semalaman, yang tentu saja memangkas waktu tidur sempurnanya.

Ia menuang air mineral ke dalam gelas bening sebelum menarik kursi dan duduk. Jiyoo benar-benar lelah secara fisik.

“Yoo,” suara yang dikenalnya itu tak membuat Jiyoo menoleh.

Jiyoo meraih roti bakar isi cokelatnya dengan santai. Ia bahkan tak perlu repot-repot menoleh untuk memastikan si pemilik suara tadi menarik kursi dan duduk di sampingnya.

“Kau tidak tidur ya?” tanya suara itu. Jiyoo memperlambat kunyahan rotinya sebelum mendelik tajam ke samping. Eunhyuk memasang senyuman gusinya yang sempurna. “Aku tidak akan protes, jadi jangan merubah apapun.”

Jiyoo tak menyahut. Ia menolak menanggapi dan hanya berkonsentrasi pada rotinya.

“Dan pasangan bodoh itu juga.. mereka tidak jadi protes. Kyuhyun sudah tidak mempermasalahkan peran Hyori sebagai tunangan Siwon,” Eunhyuk menjelaskan tanpa diminta. “Jadi, sudah ya, marahnya..”

Eunhyuk melirik gadisnya. Dalam hati, ia terus berharap gadis itu tak lagi diam seperti ini. Eunhyuk paling paham keadaan Jiyoo. Dan tentu saja, ia tak ingin bermasalah dengan Jiyoo yang marah.

Jagiyaaaa~~~” panggilan gadis cempreng itu membuat Eunhyuk menoleh. Ia penasaran siapa yang berani memanggil Jiyoonya dengan panggilan seperti itu. Kibum berdiri di tepi pintu ruang tamu –dengan Hyunyoung di belakangnya.

“O, Kibum-ah,” Eunhyuk mengerutkan kening ketika melihat Kibum dan Hyunyoung bertamu ke apartemen Jiyoo.

Kibum tersenyum ramah –yang sukses membuat Jiyoo ikut tersenyum juga. “Hyung! Kami diminta datang oleh Jiyoo.”

“Ah, naskah Lovabook ada di kamarku,” ujar Jiyoo. Eunhyuk agak sedih karena gadis itu benar-benar mengacuhkannya. “Jagi, ambilkan~” pinta Jiyoo pada Hyunyoung.

Hyunyoung mengacungkan jempolnya sebelum menghilang ke kamar Jiyoo. Melihat Eunhyuk yang serba salah dan Jiyoo yang bersikap dingin, Kibum berdeham, “Apa.. ada masalah di sini?”

Tidak.

Sedikit.

 Kibum mengangkat sebelah alisnya. Jiyoo bilang tidak ada dan Eunhyuk berkata sebaliknya. Lelaki itu tak tahu mana yang benar, tapi tentu saja ia lebih yakin dengan jawaban Eunhyuk. “Apa… masalah Lovabook lagi?”

 “Dari mana Oppa tahu kalau biasanya masalah datang di saat Lovabook akan terbit?” tanya Jiyoo setelah meneguk habis air mineral dalam gelasnya.

 “Karena kami tahu tidak akan ada ketenangan yang bisa tercipta di dorm ini bahkan sejak awal terbitnya Lovabook,” Hyunyoung berlari kecil memeluk setumpuk naskah tebal. “Memangnya kenapa lagi sekarang?”

Jiyoo merengut sebal dan mengangkat bahu. “Tanyakan pada mereka!”

“Mereka?” ulang Kibum dan Hyunyoung bersamaan.

“Aku, Kyuhyun, dan Hyori,” Eunhyuk menjawab tanpa disuruh. Desahan berat terdengar di detik berikutnya. “Sepertinya penulis kita agak sensitif belakangan ini.”

Mworago? Sensitif? Kalau semua castku sepertimu dan Hyori, penulis mana yang tidak kesal?!” seru Jiyoo langsung. Gadis itu langsung meninggalkan Eunhyuk dan merebahkan diri di sofa. “Aku sudah cukup sibuk dan tetap menyelesaikan Lovabook, tapi tetap saja tidak ada yang menghargai usahaku!”

Eunhyuk memejamkan mata sesaat. Gadisnya sudah mencapai tingkat frustasi tertinggi. Dan sebagian besar adalah salahnya.

“Yoo~~~” ujarnya merajuk.

“Apa?” Jiyoo melipat kedua tangannya di dada. Bukan keinginannya untuk marah dan merusak hari liburnya dan Eunhyuk, tapi melihat Eunhyuk merajuk seperti ini juga tidak buruk.

“Aku sangat menghargai usahamu dalam menyelesaikan Lovabook di tengah kesibukan sekarang, bahkan bisa kunyatakan bahwa akulah orang yang paling menghargaimu dibandingkan dengan Choi Siwon, Kim Heechul, dan Kim Kibum,” ujar Eunhyuk pelan.

Jiyoo merenung, berpikir sesaat sebelum mencibir, “Tentu saja! Kau itu heroin pria dalam cerita ini, tentu saja kau harus menjadi orang yang paling menghargai usahaku!”

“Aku mengatakan itu bukan karena aku pemeran utamanya, Choi Jiyoo yang terhormat,” Eunhyuk menarik napas. Ia tersenyum kecil saat Jiyoo tak menampik sentuhan tangannya. “Aku mengatakannya karena aku memang tercipta untuk selalu memahamimu.”

Dengan semburat merah jambu di kedua pipinya, Jiyoo berdeham, “H-hmm.. jawaban bagus.”

“Karena itu, bisa tidak kau mengurangi sedikit sifat gampang kesalmu?” Eunhyuk tersenyum makin lebar. “Tidak peduli kau mau menyelesaikan ceritamu atau tidak, tentu saja yang terpenting adalah bagaimana suasana hatimu. Kalau pun kau tidak mau menyelesaikan cerita ini, aku dan yang lain bisa menunggu.“

Jiyoo baru saja akan membalas senyuman Eunhyuk saat Hyunyoung memekik tak terima, “Siapa yang mau menunggu? Ya! Biar kuberitahu, aku dan Kibum oppa baru kali ini dipilih menjadi salah satu cast tetap di cerita Jiyoo, lalu kau berharap kami akan menunggu? Wah~ kau sudah gila!”

Ya! Kau baru kali ini dikontrak untuk cerita berseri, kan? Kau tidak akan mengerti seperti apa naik dan turunnya mood Jiyoo, jadi diamlah!” seru Eunhyuk membalas.

Hyunyoung merengut sementara Kibum sibuk menahan gadisnya yang sedang kesal. Lelaki itu menyodorkan naskah Lovabook. “Adegan kita banyak di sini, jadi jangan marah-marah lagi, eo?”

“KE TOKYO?!” teriakan Hyunyoung berhasil membuat setengah pengunjung Lovabook Store menoleh ganas ke arahnya. Gadis itu tersenyum kikuk sambil menundukkan kepala lalu kembali fokus pada lelaki di depannya. “Ya! Lee Hyukjae, kau.. sudah gila?”

Lelaki dengan kaos hijau dan jaket putih itu mengerutkan kening, tak terima dengan pernyataan Hyunyoung tadi. “Park Hyunyoung, apa aku terlihat seperti itu sekarang?”

“Tentu saja!” lagi-lagi Hyunyoung berteriak walaupun dengan volume suara yang lebih rendah.

“Aku jarang setuju dengan Hyunyoung, tapi kali ini kurasa kau memang sudah gila,” tambah Kibum.

Lee Hyukjae, Kim Kibum, dan Park Hyunyoung sudah duduk di salah satu meja kosong yang ada di Lovabook Store. Mereka berkumpul setelah Hyukjae bilang ada hal penting yang perlu disampaikan. Tapi bagi Hyunyoung sekarang, hal itu bukan hal penting; hal yang disampaikan Hyukjae ini adalah hal gila!

Jinjja?” ulang Hyunyoung. Ia melirik Jiyoo dan gadis itu hanya mengendikkan bahu sambil tersenyum lebar. Hyunyoung berteriak, “Uwaaa~ JAGI, GOMAWO!!”

Jiyoo hanya tersenyum lebih lebar, membuat jawaban itu-bukan-apa-apa tanpa suara.

Eunhyuk baru bisa menarik napas lega ketika Hyunyoung dan Kibum meninggalkan dorm Jiyoo. Naskah Lovabook masih tergeletak di atas meja. Ia memungut tumpukan kertas itu. Lelaki itu membaca lembar demi lembar.

Setiap lembaran yang dibukanya, wajahnya semakin ditekuk.

Untuk sesaat, Siwon menunggu Jiyoo menyampaikan sesuatu padanya. Cacian, penolakan, atau pembelaan diri; ia menunggu semua itu, tapi Jiyoo tak berniat mengucapkan salah satu dari pilihan yang ditunggu Siwon. Lelaki itu baru akan berbalik meninggalkan Jiyoo saat lengannya tertahan oleh sesuatu yang dingin; tangan Jiyoo.

Siwon melirik ke samping, mengamati Jiyoo yang masih memasang ekspresi wajah yang sukar dibaca. Nama Jepang Jiyoo adalah Haru –Chiharu, yang berarti musim semi, dan rasanya musim semi dalam diri Jiyoo sudah ikut tergerus dengan datangnya musim panas.

Siwon tak pernah memberi tahu apa alasannya memilih musim semi. Ia merahasiakannya dari Jiyoo. Ia tak pernah bilang kalau ia menyukai musim semi karena musim semi adalah arti nama Jiyoo. Ia tak pernah bilang kalau ia menyukai musim itu karena Jiyoo.

“Kenapa banyak sekali scenemu bersama Siwon? Ah~~ pembaca tidak akan suka ini, mereka pasti akan menganggap SiYoo sebagai couple baru,” ia mengeluh.

“Kau tidak suka, hm?” tanya Jiyoo. Nada suaranya rendah –dan mengancam.

Eunhyuk menelan ludah, gugup. Lelaki itu berusaha menenangkan diri dengan berdeham, “Ani, tidak apa-apa. Ini, kan, cerita buatanmu, jadi aku selalu suka. Aku tidak akan protes lagi.” ia berkata seraya menunjukkan tanda V dengan kedua jarinya.

Walaupun ingin tertawa, Jiyoo memilih untuk tetap memasang topeng datarnya. Melihat lelaki di sebelahnya ini menyerah benar-benar bisa membuatnya bahagia setengah mati. Eunhyuk, terpaksa atau tidak, pasti akan menuruti semua ucapannya.

“Aku yang mau protes!” Hyori membanting pintu kamarnya dan melangkah langsung ke dapur. Di tangannya ada ponsel yang digenggam erat.

Jiyoo mengerutkan kening kemudian berkata dengan tenang, “Apa lagi yang mau kau keluhkan, Hyori-nim?”

“Ini!” Hyori mengangkat ponselnya ke depan wajah Jiyoo. “Bebek bilang kau berjanji padanya untuk tidak memasukkan adegan yang sudah kuketik kemarin, apa itu benar?!”

Sambil memicingkan mata, Jiyoo bergumam dalam hati. Kenapa Cho Kyuhyun itu tidak bisa menjaga mulut, tidak, jari-jarinya sedikit saja? Kalau Hyori tahu soal pembicaraan mereka semalam, Jiyoo, sudah sangat dipastikan, akan hidup di bawah tekanan dewi neraka.

“Memang, tapi aku tetap memasukkan adegan yang dibutuhkan dalam Lovabook ini, Hyo,” ujarnya.

“Jadi, apa saja adegan yang dibutuhkan dalam Lovabook ini, Yoo?” Hyori bertanya dengan nada rendah.

“Mmm… kau bisa melihat draft kasarnya besok,” Jiyoo berjanji. Ia kemudian melanjutkan, “Dan jangan sampai Cho Kyuhyun itu membacanya!”

Hyori berpikir sejenak sebelum mengerti maksud ucapan Jiyoo. “Aah~ aku akan pastikan Cho Kyuhyun itu membaca semuanya!”

Sambil menggigit bibir bawahnya, Jiyoo berteriak, “SHIN KYUHYO!”

—-

The next day..

Seperti sebuah de javu, Jiyoo kembali duduk berhadapan dengan setan merah dari neraka –Cho Kyuhyun- di ruang tamu. Gadis itu tegang, tapi juga jengah dengan kehadiran lelaki iblis itu di dekatnya. Ia mendongak ketika mendengar helaan napas berat dari Kyuhyun.

“Kau sudah berjanji, Choi Jiyoo,” lelaki itu memulai pembicaraannya. “Kukira kau akan membatalkan peran Hyori di Lovabook.”

Jiyoo tersenyum lebar, berusaha melunturkan kekesalan Kyuhyun. “Aku hanya bilang akan mengubah cerita yang sudah diketiknya, bukan membatalkan perannya. Aku membutuhkan gadis sebagai pemeran tunangan Siwon oppa.”

“Lalu kenapa tidak yang lain saja? Kalau kau butuh gadis keturunan barat, bukankah ada Samantha Choi?” keluh lelaki itu.

“Ck, tidak bisa. Samantha eonni sudah bersama Junsu oppa, tidak mungkin aku mengacaukan hubungan mereka,” Jiyoo menggoyang-goyangkan telunjuknya.

“Lalu kami?! Kau itu dalam tahap menghancurkan hubungan sekutumu sendiri!” Kyuhyun menyahut. Kedua tangannya terlipat di dada.

Jiyoo memiringkan kepala lalu mendengus, “Sekutu? Sejak kapan aku digolongkan ke dalam jajaran sekutumu?! Hyori bilang kau dan aku itu cocok, tapi sudah kubilang padanya, aku tidak sudi dicocok-cocokkan denganmu. Aku belum mau menyerahkan jiwaku pada setan, kau tahu?!”

Tch~ gadis ini benar-benar!” Kyuhyun nyaris menyentil kening Jiyoo seandainya tak ada Eunhyuk di dekat mereka.

“Kyuhyun-ah, kau, kan, sudah membaca naskahnya dan tidak menemukan sesuatu yang kelewatan,” jelas Eunhyuk. Lelaki itu jelas tak bisa menahan diri jika ada hal yang berkaitan dengan gadisnya.

Kyuhyun meloloskan napas berat, “Memang.”

“Lalu apa yang kaupermasalahkan, Cho Kyuhyo-nim~?” Jiyoo menggerutu kesal.

Dengan mengangkat bahu santai, lelaki itu menjawab, “Karena aku tidak bisa bermain di Lovabook, bukankah kaupikir setidaknya aku harus muncul di BTSnya?”

“Aduh, bisa gila aku!” gumam Jiyoo pelan. Kepalanya sudah luar biasa sakit dengan permasalahan harian Hyori dan Kyuhyun, sekarang ditambah dengan tingkah ajaib lelaki itu. “CHO KYUHYO!!”

—-

D-1

Beberapa meja makan berbentuk lingkaran besar tertata rapi di seluruh penjuru ballroom sebuah hotel. Edisi terakhir Lovabook merupakan sesuatu yang harus dirayakan –bagi Jiyoo. Perayaan itu diadakan karena pembaca setia Lovabook yang terus bertambah.

Jiyoo mengundang semua cast Lovabook Story.

Dimulai dari keluarga Park; Park Hana dan Park Hyunyoung,
keluarga Choi dari Jepang dan Seoul; Choi Siwon, Lee Jinra, Choi Kangho, dan Choi Hwangjo,
keluarga Kim; Kim Heechul dan Kim Kibum,
calon ibu mertuanya juga hadir ,
cameo yang berperan sebagai pembunuh; Ha Dongjun,
gadis cameo pemeran pasangan kencan buta Eunhyuk di edisi perdana Lovabook; Song Chaeri,
hingga peran tak penting sebagai bartender yang diperankan oleh Lee Donghae.

Jiyoo, Siwon, Eunhyuk, Hyunyoung, dan Kibum duduk bersama di satu meja. Kelimanya merupakan pemeran penting dalam Lovabook. Jiyoo tersenyum puas hingga ia melihat seorang gadis menyelinap diantara mereka.

“Shin Kyuhyo, tolong kembali ke tempatmu,” perintahnya.

Hyori memamerkan senyum polosnya yang lebar. “Tempatku di sini, Choi Jiyoo-ssi.”

“Tempatmu bersama dengan cameo lain,” Jiyoo menunjuk sebuah meja yang ditempati Song Chaeri dan Lee Donghae.

Oppa~” panggil Hyori manja. Siwon menoleh dan tersenyum menanggapi, “Oppa mau aku di sini atau di sana?”

Siwon melirik Jiyoo sejenak dan bisa membaca tulisan jangan-bilang-sesuatu-yang-bisa-membuat-setan-neraka-mengamuk. Ia tetap tersenyum, “Duduk saja di mana pun, Hyori-ssi.”

Assa~~~” Hyori memekik senang.

Jiyoo bisa melihat tatapan Hyori yang terarah lurus pada ‘kakak’nya, Siwon. Gadis itu menarik napas dalam-dalam sebelum berteriak, “Cho Kyuhyun!”

“Apa?” Kyuhyun, yang tadinya sama sekali tidak diundang, berdiri sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.

“Seret gadis kecilmu ini ke tempat para cameo!” Jiyoo memberi titah. Inilah tujuan diundangnya Cho Kyuhyun –agar bisa mengatur tingkah setan kecil Shin Hyori.

Kyuhyun menghela napas. “Cho Hyori, pindah dari sana.”

Ucapan singkat itu cukup untuk membuat Hyori mendongak dan menatap Kyuhyun lekat-lekat. “Mworago?”

“Kau akan segera menikah denganku, kan? Jadi jangan sampai kuambil lagi cincin di jari manismu itu,” ujarnya. Sebelum berbalik, Kyuhyun menambahkan, “Ah! Dan juga, kembalikan cincin Jiyoo. Untuk apa kau memakai dua cincin?”

Hyori merengut, “Aku hanya pinjam~” ucapnya. Gadis itu berlari merangkul lengan Kyuhyun dan berjalan santai menuju meja lain.

“Ah, Shin Hyori!” panggil Jiyoo. “Poster untuk BTS..?”

“Sudah kukirimkan ke emailmu, Yoo,” sahut Hyori dari kejauhan.

Jiyoo mengeluarkan ponsel dan memeriksa akun emailnya. Matanya menyipit untuk bisa melihat gambar dengan background warna ungu dan tulisan full-color itu. Ia mendongak dengan cepat, “Ck, apa ini?!”

“Kenapa, Yoo?” Eunhyuk, dengan memegang sebuah buket bunga, berdiri di samping Jiyoo.

“Posternya! Sejak kapan Cho Kyuhyun punya peran di Lovabook ini? Kenapa ada fotonya?!” ia menggerutu tak puas. Matanya menangkap sesuatu yang jelek dari poster itu. “Lihat, lihat! Wajahnya benar-benar menyebalkan, kan?!”

Eunhyuk merebut ponsel Jiyoo dan menurunkan kursor ke bawah. “Ada pesannya.”

From: ShinHyo
Mianhae~~~ Bebek sempat merombak ulang poster ini. ^-^;v

Tanpa menunggu aba-aba, Jiyoo berniat berteriak pada lelaki neraka itu, “CHO KYU–“ Suaranya tertahan saat melihat buket bunga lily putih terulur ke hadapannya. Jiyoo menoleh ke samping, “Poo?”

“Untukmu,” Eunhyuk tersenyum –senyum, yang selalu bisa membuat Jiyoo melupakan semua masalah di dunianya. “Selamat! Karena sudah menyelesaikan Lovabook Story! Kau sudah bekerja keras~ Jumlahnya ada 18 tangkai, sama seperti jumlah naskah Lovabook dari prolog hingga akhir, lengkap dengan tiga BTS yang sudah kaukerjakan dengan susah payah, Yoo.”

Jiyoo tak dapat mencegah senyumannya terkembang. Ia, tanpa sadar, meraih buket di depannya lalu memeluk leher Eunhyuk dengan dagunya yang ditempelkan ke bahu lelaki itu. “Gomawo~~~

“Aah~ iri,” Hyunyoung berkomentar singkat. Gadis itu melirik Kibum dengan sengaja, berusaha membaca responnya.

Kibum tersenyum kecil. Tangannya mengeluarkan sesuatu dari balik jas. Setangkai mawar merah. “Ini, kan?”

“Waa! Kim Kibum jjang!” seru Hyunyoung. Ia menyandarkan kepalanya ke pundak Kibum.

Hyori menyikut lengan Kyuhyun sambil memandang iri ke meja itu. “Bbek, kau tidak bawa bunga?”

“Bawa,” jawaban Kyuhyun diikuti oleh senyuman lebar Hyori. Lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari jasnya. Hyori mengerutkan kening. Tak ada apapun yang dikeluarkan Kyuhyun. Lelaki itu hanya berpura-pura sedang memegang sesuatu. “Tara~”

Mwoya?” Hyori semakin bingung.

“Kau mau bunga, kan?” sahut Kyuhyun asal. ”Ini bunga dari neraka, jadi tak terlihat.”

Dan tentu saja malam itu tak menjadi malam damai untuk Cho dan Shin Kyuhyo-nim.

==================

 Jjan! BTS yang sudah tertunda sejak lama akhirnya selesai! Dengan ini, saya beritahukan bahwa LOVABOOK STORY sudah tamat *officially* xD

Terima kasih buat semua pihak yang syuda mendukung Lovabook dari awal publish sampe BTS sambleng ini tercipta. *bow*

Sebenernya, gak mau bikin BTS, karena memang gak ada yang perlu di-BTS-in (?) Tapi berhubung setan neraka aka Cho Kyuhyun pingin eksis, yah.. apa boleh buat. ^-^;

Makasihh buat Park Hyunyoung yang syuda meminjamkan namkornya di sini. /Lope u mmuah mmuah, Jagiyaaa~ :*

Terima kasyih buat semua cast baik yang OC atopun yang berasal dari keluarga Super Junior. *bow* (walopun gak real, tetep aja ceritanya mereka pada maen drama. xD)

Eumm.. agak males sih, tapi makasihh buat Shin Kyuhyo-nim buat partisipasinya sebagai cameo di chapter terakhir, chapter yang menentukan, chapter yang super galau. SERTA, terima kasyih buat poster yang saya beri nama poster-kyuhyun-nyempil-dengan-tampang-belagu. xD

Last but not least, TERIMA KASYIH tingkat dewa bujana (?) buat para pembaca Lovabook Story. Saya sangat sangat sangat bahagia membaca komen Anda semua! ^3^

KAMSAHAMNIDA~~~

PS: kalo mau baca cerita JiHyuk yang putus, silakan baca Purple & You!😀 Sedang dalam penulisan putusnyah. xD

“Tunggu! Choi Jiyoo, apa maksudnya dengan ‘JiHyuk yang putus’?” okeh, saya bisa denger suara protes Poo lagi. -___-

Just peran, Lee Hyukjae yang manis~ :”> Syuda aku kasih juga noona-noona kesukaanmu. :3

“Lalu, kau?”

Aku ya… jadi gadis patah hati. Peranku benar-benar harus galau tiap hari, Poo.

“Bukan itu, lalu siapa yang kaupilih sebagai side cast LAKI-LAKI selain aku?” O-oh! Poo mulai ngamuk. ><

Just… Kang Minhyuk. ^-^;v Cuma satu, Poo~ Sumpah, cuma satuuu.. Jadi, bersabarlah, yang penting, kan kita maen bareng. :*

“…Arasseo :*” Kyaaaa~~~ >///< 

Bener-bener the last, THANK YOU BUAT SEMUANYAAAA! ^-^ *bow bareng Poo*

===(officially) END===

57 thoughts on “[BTS] Lovabook Story #14 -officially END-

  1. /brb ngakak guling2/😄
    ah, sayang sekali adegan indah itu harus tergantikan.. hmm.
    lain kali saya akan kembali menyandra hyukie :3
    masih ada draft P&Y kan ya ? minhyuk masih pnya kesempatan pindah ke lain hati ya ? /kedip kedip/😄

    YAAAAAAAAAAA
    anda membuat hyori terkesan begitu iblis disini.. ck ck ck.
    padahal hyori tidak seiblis itu nona-yg-bertekad-menjadi-murid-shim-changmin :3
    kenapa kyuhyun selalu berhubungan dengan neraka…. /sigh~

    anyway, terima kasih juga sudah meREKRUT saya menjadi cast di lovabook dan BTS HA HA HA HA

    • Hooo~ tentu saja adegan yang aneh2 harus tergantikan. Saya masih mau hidup, Kyuhyo-nim.
      YAA! Mulai sekarang Hyukie bakal diamankan, kalo sampe ada sidik jari lain yang megang dia, orangnya langsung kesetrum~ (?)
      MINHYUK??! Andwaeeeeee~~~ Urusin aja prewedd-nyah Kyuhyo dengan konsep dan tema yang sudah saya katakan kemarin. xD

      Oh? Iblis? Tentu saja, bukankah anda dewi neraka? :3 *siul-siul*
      Saya murid shim changmin, tapi gak berniat menjadi lulusan iblis. Lalala~~~
      Kenapa kyuhyun seperti itu? tentu saja itu karna pengaruh anda, Shin Kyuhyo-nim.

      Hhh~~~ siap-siap dicekek bebek lagii. -__-

  2. errr….apa maksudnya jihyuk bakal putus??

    #ga penting banget cuma itu yang dikomen# tapi penasaran jadinyas ama terusan purple & you..

  3. kyu bnr” numpang ngeksis dah disini, pas liat poster sempet bingung qo ada kyu, padahal kyu ga ikut main di lovebook….
    what?? di purple & You JiHyuk bakal putuuuuus, aduuuh sayang banget, bisa kali ya ntar balikan lagi *baca part itunya aja blum udah ngemeng yg gaga -__-* ^^

  4. haduh aku ternyata telmi jelas – jelas ada tulisan BTS aku masih aja bingung maksudnya apa hehe . aku suka sama sifatnya eunhyuk disini kalem dewasa gimana gitu haha . biasanya aku baca dia tuh playboy ma yadong gitu oen . hehe

  5. boleh ngakak? BAHAHAAHAHAHA! Ini lol abis. Apalagi bagian-bagian bawahnya, kak shela pen bat dicium eunhyuk *killed* ._.v

  6. tadi malam baca lagi pas di bis jalan pulang
    tetap aja masih ngakak bacanya..
    duo setan emang ga ada matinya hahahha….
    sungguh kasian nasib orang disekitan mereka hohoho..

    btw..thanks ya non, aku en my lovely junsu dah jadi cameo disini kekekeke *blush*

    • wah, senengnya bisa bikin orang ngakak~ xD (?)
      *anggukangguk* kasian yoo dan poo terutama.. :3

      nyahahaha~ sama-sama, cuma numpang nama doang sih..😉
      makasihh syuda baca kakak~ ;D

  7. sumpah ngakak dah baca ini…
    Kyuhyo mw eksis bgt dah…
    Mw dpt peran bgt dah, wkwkwk

    Dan posternya astagfir tampang kyu minta dicipok #eh hahay

    Waduh andwee kenapa mesti putus si jihyuk d p&y gak relaaaaaa
    Kudu balikan lg….

  8. wahahaha onnie!! ini lucu, tiba2 ada kyu -___- dasar tukang nyempil. ciee poo nurut nih sm onnie hahaha, SELAMAT!!!
    chukkae onnie!!! akhirnya officially end! selamat lagii, selamat atas LOVABOOK story yang daebak hehehe😀 *peyuuuuuk*

  9. buset dah nih cerita…. nongol lagi galau lagi aye!! wkwkwk

    author~~ *narik baju author* bikinin lagi yg kaya begini donkk…. sumpah dehhh… demen bgt baca ff yg eunhyuknya begini,, ahh atau gak bikinin apa kek yg main cast Hyuk dan Jiyoo…

    hiahh bener2 kehipnotis JiHyuk couple nih!!! HAHAHA mian saya stress… gara ff buatan author sihh.. pokoknya semua salah author!! #plakkk *digaplok author

    • Bwahahahaha~ ada apa dengan hyuknya sihh?
      nah ini blog isinya syuda jihyuk semua, author aja bosenn~ (?)

      Yah.. salahkan hyukjae doooongs.. saya inoseeeeenn, tak bersalah. :3
      makasihh syuda baca yaaa~ *bow* ;D

  10. wah baru tau kalo BTS nya lovabook ff juga kayak gini .
    keren deh idenya .
    jadi penasaran beneran kejadian itu peran hyori ampe diributin gitu ??
    suki suki

    • hahaha~ eumm.. aku aja lupa gimana ceritanya ada hyori dalam cerita ini. ^-^;
      yang penting mah tiap bingung mau pake cast cewek siapa, shin hyori selalu siap sedia. xD
      makasihh syuda baca yaaa~ ;D

  11. wkwkwkwk…
    ngakak aku bacanya
    aku baru tahu ternyata bts lovabook kayak gini
    nama laptopnya kok lucu… “hyukkie” ^_^
    aku paling ngakak waktu baca bagian yoo “di interogasi” ma kyu..
    pokoknya itu semua bikin aku tertawa ^^
    suka..suka… ^^
    oh ya… mian aku dah baca hampir semua cerita di sini tapi baru ngoment 2 kali
    mian… aku baru tobat

  12. Yoo~~~ udh lama g kesini… eh ada yg ‘aneh’ kkk
    ada2 aja sih Baby-J…
    Tpi Yoo~~~
    tth sebenernya lupa sama cerita ini tp setelah diingat-ingat ini kan FF yg HEECHUL MASUK PENJARA…
    Aigoo Yoo… Kok Heechulnya ga da lagi… kasian kan masa endingnya tragis banget. Masuk penjara ga tau keluarnya. Kibumnya ga pernah nengokin. ga di tengokin juga ma Yoo padahalkan Heechul yg ‘ngebantuin’ balas dendam dan Hmmppphhh… mmmh… >> Yak Kim Heechul kenapa kau membekap mulutku??
    Kau tidak sadar suaramu membuat telingaku sakit
    Aku kan hanya ingin melihatmu exis…
    Ya~ tanpa itupun aku sudah exis
    Apanya yang exis kau sama sekali tidak exis, kau harus masih membutuhkan 653 hari lagi untuk menyelesaikan wajib militermu baru kau bisa kembali exhmmmpphhhh…..
    Yoo~ mianhae… aku tau dia sangat mencintaiku… jangan terlalu di pikirkan lebih baik kau pikirkan naskahmu selanjutnya… jika kau butuh seseorang untuk peranmu aku siap mendapatkannya…😉

    ???? pasangan aneh

    • Eeeiii~ tolong jangan berbuat keributan rumah tangga di kamar kami.
      Chul Oppaaaa~~~ karna oppa lagi wamil, jadi yoo kira gak boleh tampil di depan umum.. Mianhamnida~ *bow*
      Uyutbikal Kim Heechul! Saranghaeyo Kim Heechul! Kim Hee Chul Jjang~~~ ^o^

  13. hyaaaaaaaaaaaaaaa saya baru bacaaa !
    bahahaha ini gokil gokil ! sepertinya si hyukkie sangat berarti , nyawa hyukkie terancam disini bahahaha
    aiyaaaa daebak !

    apa ? di P and Y jiyoo ama hyuk putus ? buaaaaaaaaahh andwaeeeee !

  14. muehehe . si kuyun emang deuh -___-”
    hahaha . ngga muncul di cerita pengen ngeksis di BTS -..-
    wkwkwk XDD
    gyaaaaa~ enyuk romantis dah~~ :3 :3 :*************************

  15. Wkakkakakaka =D sumpah adegan kyu sma hyo lucu bgt disini hahah, slalu aj si papa hyuk kena tindas sm kyu trus umma yg kena tindas sm tante (?) Hyo hahahah :p . Sumpah pen ngakak guling” bagian bunga neraka hahahha.. tapi posternys stuju xD si kyu nyempilny gk enk bgt :3 #dibakar kyu like” the BTS😄 kakak~ yg P & Y dibuatin bts jg pnasaran ma klakuan Minhyuk di blkang drama (?) Wkkk.. Jihyuk putus .-. What Thee.. -_- #brb baca P& Y

  16. Kyahahaha…
    Shin hyori itu kaya agak menyebalkan gitu ya ._.v
    Yoo~…makasih ya,atas kerja kerasnya nyelesain lovabook,makasih juga hyunbum sudah di kontrak jadi cast di ff ini.ini debut pertama kami dalam sinetron(?),kapan2 boleh di kontrak lagi *ngarep*
    jjang lah pokoknyaaaa…endingnya memuaskan,apalagi ditambah BTS nya…asli BTS nya bikin ngakak,apalagi gombalannya poo-mu…

  17. CHUKHAE …!!! suksEs trz ma tUlisaN’y😀
    Cho Kyuhyun mUncul cUma bwt protes,, cih mengganggu saja,, #dikroyok sparkyu ..!
    Cho Hyori,, kdngrn’y saNgat kEren🙂 hehehe . . . BTS sllu kocak dan saraf.. DAEBAK🙂

  18. LOL LOL LOL kocak banget XDberhubung saya sudah lupa cerita nya jadi saya baca lgi dan teteeep bagian ini bikin LOL ..poster nya yaampuun ….boleh tau gak biasanya kalau bikin poster dimana?

  19. Annyeong, wah ini ff keluaran 2011 tapi aku baru baca sekarang. Aku tahu ff ini dari salah satu blog yg merekomendasikan ff, dan ternyata WAH DAEBAK, leh ugha lah hahahaha. Untuk saat ini, ini ff pertama yg aku baca di blog ini, nanti deh aku kobok2 lagi dan aku baca ff yg lainnya. Fighting! And keep writing eonni ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s