[Kyutoria] I, Maybe, Love You -page 3-

***

I feel the warmth you offered,

I understand the meaning in your eyes,

I can’t be luckier than that, don’t you agree?

But I… kinda hope one more thing from you.

Can I, in my sadness or happiness, only call for your name?

Victoria Song

=========================

Feb 1, 2012 – 10:22 PM

Sepotong bulan sabit bersinar redup di malam awal Februari. Angin kencang yang berhembus menimbulkan suara aneh di jendela. Semua itu berhasil melukiskan perasaan horor malam ini.

Victoria Song menyingkap selimut tebal yang sejak tadi menutupi tubuhnya. Gadis itu duduk di tepi ranjang sebelum memutuskan untuk kembali berbaring. Ia begitu lelah; tidak secara fisik. Ia sangat lelah menggunakan otaknya untuk berpikir tentang seseorang.

Seseorang itu selalu berada dalam jangkauan matanya. Seseorang itu selalu berhasil menemukannya dalam situasi apapun. Tanpa disadari Victoria, seseorang itu selalu berada di dekatnya; tak pernah bergerak, tak mendekat atau menjauh.

Dan entah sejak kapan, seseorang itu menjadi satu-satunya objek pikir dalam kepalanya.

Tak sedikit pun terbersit dalam kepala Victoria bahwa seseorang itu bisa memberikan pengaruh besar untuknya. Menolak untuk berpikir lebih jauh, gadis itu meninggalkan ranjangnya dan berjalan lambat menuju dapur.

Victoria baru saja akan membuka pintu lemari es ketika bel dormnya berdenting. Ia mengerutkan kening. Seharusnya tak ada yang datang hari ini.

Malam ini sudah cukup larut –pukul sepuluh malam. Hari ini juga tak ada orang lain di dorm kecuali Victoria yang memang baru saja kembali dari Cina.

Senyum kecil terukir di bibirnya saat ia melihat seorang lelaki berdiri di depan pintunya. Victoria bertanya-tanya apa pikirannya bisa memanggil orang lain? Untuk saat ini, jawabannya ya, karena orang yang tadi berkeliling dalam kepalanya sudah berada di depan pintu.

“Malam!” adalah sambutan pertama orang tersebut.

Victoria berusaha menyembunyikan senyumnya walaupun ia sendiri yakin lelaki itu dapat melihat semburat merah jambu di wajahnya. “Tidak ada pekerjaan?”

“Tidak –dan tidak akan, karena aku sudah mematikan ponselku,” ujar orang tadi sebelum melepaskan sepatu cokelatnya.

“Maksudku,” sambung Victoria, “Tidak ada pekerjaan lain selain menggangguku, Cho Kyuhyun?”

“Tidak ada,” lelaki yang dipanggil Cho Kyuhyun itu menunjukkan raut wajah datar. Ia kemudian tersenyum sambil mengangkat sebuah tas plastik. “Jjan!”

Victoria mengerutkan kening. “Apa itu?”

“Kau bisa membuat kue, kan?” tanyanya. Victoria mengangguk dan anggukan itu disambut oleh seringaian miring Kyuhyun. “Buatkan kue ulang tahun untukku!”

Ya!” Victoria nyaris mendengus. “Besok itu ulang tahunku, lalu kenapa aku harus membuatkan kue untuk ulang tahunmu?”

Kyuhyun meletakkan tas bawaannya di atas meja dapur. Lelaki itu memilih duduk di sofa panjang. “Karena itu! Kau bisa membuat kue untukku sekaligus untuk dirimu sendiri, bukan begitu?”

“Aah~ kau sangat lucu, kau tahu?!” desis Victoria pelan.

“Aku tahu. Aku sudah sering mendengarnya,” Kyuhyun menyahut bangga.

Victoria melirik lelaki itu sekilas sebelum menyembunyikan senyuman kecilnya lagi. Mungkin tanpa disadarinya, inilah salah satu alasan Cho Kyuhyun menjadi satu-satunya objek yang berputar di kepalanya; bahwa lelaki itu selalu menjadi dirinya.

Kyuhyun menegur, “Apa kau juga mau bilang kalau kulitku bagus?”

Dengan helaan napas berat, Victoria mengibas-ibaskan tangannya. “Tidak, terima kasih.”

Victoria benar-benar tak bisa berhenti tersenyum. Ternyata, menjadi diri sendiri tak terlalu bagus untuk seorang Cho Kyuhyun.

—–

Layaknya sebuah sulap, Victoria sudah mengubah sebungkus tepung, beberapa sendok gula, tiga butir telur dan bahan-bahan lain menjadi satu adonan kue. Gadis itu mengusap keningnya. Ia sudah luar biasa lelah hari ini dan sekarang ia justru berakhir dengan demo memasak di dapur? Lucu sekali.

Sambil melayangkan lirikan tajam ke arah Kyuhyun, ia berkata, “Apa kau benar-benar tidak punya pekerjaan lain selain menggangguku?”

“Sudah kubilang tidak ada, kan?” Kyuhyun menopang dagu di salah satu tangannya. Ia dalam posisi duduk sepanjang waktu sementara kedua matanya mengamati Victoria yang sedang sibuk. Bagi Kyuhyun, semua itu seperti sebuah hiburan.

Victoria memutar bola mata sebelum memasukkan loyang ke dalam oven. “Sekarang, apa yang mau kaulakukan selama menunggu?”

“Berapa lama?” tanya Kyuhyun sambil menegakkan punggungnya.

“Tiga puluh menit,” Victoria melirik layar digital oven sebelum mengangkat bahu. Gadis itu merebahkan dirinya di sandaran sofa sambil menutup kedua matanya.

Alisnya agak terangkat ketika ia merasakan seseorang duduk di sampingnya. “Ada yang mau kutanyakan.”

Victoria tak juga membuka matanya. “Memangnya kalau tidak kuijinkan kau tidak jadi bertanya?”

“Tentu saja tidak,” sahut Kyuhyun sambil tersenyum puas. Lelaki itu kemudian hening sejenak. Victoria nyaris menyangka Kyuhyun tertidur atau lupa apa yang ingin ditanyakannya. “Apa… Minho menyusulmu ke Cina kemarin?”

Victoria mengerutkan kening namun menolak untuk membuka mata dan berhadapan dengan Kyuhyun. “Kau tahu?”

“Dia bilang padaku,” ujarnya santai. “Kenapa kau diam saja? Sama sekali tidak memberitahuku.”

“Eh?” Victoria tiba-tiba terusik dengan topik seperti ini. “Kenapa harus memberitahumu? Minho hanya ingin mengunjungi lokasi syuting dramaku.”

Kyuhyun memandang lurus ke dalam mata gadis berponi itu. Victoria tak suka jika Kyuhyun sudah memandangnya seperti itu. Ia merasa seperti sudah berbuat salah dan lelaki itu sedang menunjukkan tatapan menghakimi miliknya.

Victoria nyaris mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun ketika lelaki itu mendahuluinya. “Sudahlah.”

“Cho Kyuhyun,” panggilnya. Kyuhyun tak merespon. Hal ini jugalah yang paling menyedihkan untuknya; suasana hati lelaki itu berubah tiba-tiba. “Kyuhyun-ah… Kyuhyun ‘Oppa’!”

Victoria memutar bola matanya saat Kyuhyun berbalik dan tersenyum puas. “Apa?”

“Panggilan ‘Oppa’ sangat ampuh ya,” gadis itu berkomentar singkat. “Dengar ya, Minho itu sama sepertimu, temanku –teman satu perusahaan, lalu apa yang salah dari kunjungannya kemarin?”

*****

If you think I’m happy with my own world,

If you think I can be perfect with this life, you’re wrong.

You will never know what perfection means for me.

My perfect world, perfect life, and the perfect person for me is only you.

Cho Kyuhyun

*****

Gadis itu memandang Kyuhyun dengan kedua mata besarnya. Mata itu berkilau indah bahkan tanpa adanya cahaya. Kyuhyun mengerjapkan mata, berusaha melupakan rasa aneh dalam dadanya.

Victoria Song baru saja berkata bahwa ia, Cho Kyuhyun, tak berbeda dengan teman-temannya di perusahaan. Itu hanya kalimat sederhana. Singkat, tapi cukup untuk membuat lelaki itu merasakan sakit yang tak menyenangkan.

Jantungnya berdebar dengan kecepatan tak normal saat ia berada di dekat gadis itu. Apa Victoria Song sama sekali tak merasakannya?

Harus berapa lama lagi jantung itu berdetak untuk Victoria?

“Tidak. Tidak ada yang salah dari kunjungan Choi Minho,” ujarnya dengan suara datar.

Victoria memandangi wajahnya. Begitu intens, begitu dekat hingga Kyuhyun yakin jika gadis itu memandangnya sedikit lebih lama, ia akan menarik tubuh Victoria mendekat. “Kalau kau tidak suka, bilang saja.”

Kyuhyun memalingkan wajahnya sebelum berdeham pelan, “Apa maksudnya?”

“Yah… hanya asal bicara saja,” Victoria mengangkat bahu. “Biar kuperiksa kuemu.”

Kyuhyun membeku di tempatnya. Untuk sejenak tadi, ia yakin hatinya sudah tertangkap oleh gadis itu. Ia yakin Victoria Song pun mendengar debaran jantungnya yang keterlaluan ini.

Lelaki itu bangkit dari sofa dan kembali duduk di depan meja dapur. Ekor matanya mengikuti tiap gerakan lincah dari gadis itu. Tanpa sadar, tangan Kyuhyun terangkat ke atas meja. Lelaki itu menopang dagu sementara kedua matanya sibuk merekam gerak-gerik Victoria.

“Rambut ini merepotkan sekali,” Victoria bergumam pelan. Tak cukup pelan karena Kyuhyun sudah mendengarnya. Atau.. mungkin Kyuhyun memang mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir gadis itu?

Kyuhyun mendorong kursinya dan berdiri di samping Victoria. “Mau kubantu?”

“Ikat rambutku,” Victoria menoleh singkat sambil tersenyum. Satu-satunya senyum yang selalu ingin dilihat Kyuhyun tiap waktu.

Kyuhyun menoleh ke sekeliling dan tak menemukan karet atau pita atau apapun yang bisa dipakai untuk mengikat rambut Victoria. Lelaki itu lalu mengeluarkan sapu tangan biru tua dari saku celananya.

Ia berkata, “Jangan bergerak.”

Victoria menurut walaupun hendak melancarkan protes karena rambutnya tak akan diikat dengan benda yang benar. Gadis itu hanya diam sementara seorang lelaki sedang membelai rambutnya sebelum membentuknya menjadi ikatan ekor kuda sederhana. Victoria bahkan menahan napas.

Lelaki itu berdiri dekat di belakangnya. Terlalu dekat hingga Victoria bisa merasakan hembusan napas Kyuhyun di tengkuknya. Hal itu, entah bagaimana, membuat kaki Victoria mendadak lemas.

Kyuhyun merasakan helai-helai halus melewati sela-sela jemarinya. Aroma manis merebak ketika rambut gadis itu diangkat ke atas. Kali ini, Kyuhyun yakin ia akan kehilangan kendali atas jantungnya.

“Sudah!” ujarnya setelah berhasil mengikat sapu tangan di rambut Victoria. “Cepat, kuenya~”

Victoria mengangguk pelan. “Arasseo. Kau! Duduk yang manis!”

“Aku tetap manis walaupun tidak duduk,” Kyuhyun mengangkat bahu dan Victoria kembali menahan tawa.

Lelaki itu kembali mengikuti setiap gerakan Victoria melalui ekor matanya. Melihat gadis itu bergerak menyusuri dapur, Kyuhyun sama sekali tak merasa bosan. Ia bahkan bisa bertaruh, ia bisa duduk diam hanya dengan mengamati Victoria selama berjam-jam.

Keheningan yang dirasakannya saat bersama Victoria jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan apapun.

Kyuhyun tak merasa harus bicara atau mengobrol jika ia sedang bersama dengan gadis itu. Baginya, jika Victoria ada di dekatnya, ia merasa sudah menggenggam dunia. Pemisalan yang menggelikan, tapi cukup bisa dimengerti oleh Kyuhyun.

Mungkin, beginilah rasanya memiliki dunia di genggamanmu.

“Berhenti memandangiku dan tersenyum seperti itu,” sela Victoria ringan. Kyuhyun membetulkan posisi duduknya dan berdeham. Victoria tertawa, “Apa kau sangat suka melihatku diam-diam?”

Kyuhyun merasakan getaran aneh menjalari tubuhnya. “Ayo bertaruh!”

“Apa?”

“Bertaruh, siapa yang memalingkan wajahnya lebih dulu berarti kalah!” sahut Kyuhyun riang. Ia, entah sadar atau tidak, sudah benar-benar tak bisa mengendalikan pikirannya lagi.

Victoria mengangguk pasti. “Yang kalah harus–“

“Yang kalah harus menerima sentilan jari di kening!” seru Kyuhyun. Walaupun ia agak pesimis ia bisa menang, ia tak keberatan harus dihukum seperti itu. Tentu saja, hukuman itu juga ringan untuk Victoria.

Victoria menyanggupi. Gadis itu meletakkan loyang panas yang baru saja dikeluarkannya dari oven. Ia berdiri di depan Kyuhyun dengan dibatasi sebuah meja panjang dapur. Senyumannya terukir indah. Ia harus menang.

Keduanya saling menarik napas sebelum menatap satu sama lain. Kyuhyun mengabaikan debaran jantungnya dan bertekad tak mau kalah kali ini.

Ia, bagaimana pun caranya, harus memandang lurus ke dalam mata gadis itu selama yang ia bisa.

Kyuhyun menelan ludah pada tiga detik pertama. Ia tahu kedua mata Victoria sangat indah, tapi ia tak tahu mata itu akan seindah ini. Mata itu begitu jernih dan bersinar, menunjukkan ketulusan pemiliknya. Mata terindah yang pernah dilihat Kyuhyun.

Mata pertama yang membuatnya tak bisa berpaling.

Victoria tersenyum kecil saat Kyuhyun menelan ludah. Gadis itu lalu kembali fokus pada sepasang mata di hadapannya. Mata Kyuhyun tampak tajam karena lengkungannya yang membentuk bulan sabit. Mata itu begitu gelap seolah siap menelan setiap orang yang memandangnya.

Seperti saat ini, Victoria seperti nyaris tenggelam dalam tatapan Kyuhyun.

“YES!” Kyuhyun berseru saat tiba-tiba Victoria memalingkan wajahnya. “Aku menang!”

Victoria berdesis, “Sesenang itu?”

“Tentu saja! Walaupun ini permainan konyol, tapi aku menang! Kau tidak bisa menahan diri dari pesona Cho Kyuhyun, kan?” Kyuhyun mengarahkan telunjuknya ke wajah Victoria. “Wajahmu merah sekali, kau tahu?”

“Itu karena aku terlalu lama di dekat oven!” bantahan Victoria justru membuat Kyuhyun menampakkan seringaian di wajahnya.

“Anggap saja begitu,” ujarnya. “Jaa! Sekarang, hukumannya!”

Victoria menyipitkan mata dan berwajah kesal. Ia begitu tak rela melihat Kyuhyun menang dalam permainan kecil seperti ini. Ia menelan ludah diam-diam. Bukan permainan yang kecil, sebenarnya, karena Victoria tahu ada rasa panas yang merambat hingga ke kepalanya.

Kyuhyun mengangkat tangannya ke udara. Ia menyibak poni cokelat Victoria dengan lembut. “Tahan!”

Dengan helaan napas berat, Victoria menurut. Ia menahan poninya dan membiarkan keningnya terlihat. Gadis itu yakin keningnya akan merah dengan cepat.

Kyuhyun tersenyum kecil saat melihat Victoria menutup kedua matanya. Tanpa perlu dipastikan, ia tahu Victoria sedang gugup. Lelaki itu tersenyum lebih lebar. Kyuhyun sadar sepenuhnya bahwa ia sangat memuja wajah di hadapannya ini.

“Jangan takut,” ujarnya. “Aku tahu seharusnya tidak berbuat begini pada seorang gadis, tapi hukuman tetap hukuman.”

Victoria meringis pelan, “Cepat lakukan saja, Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun menyiapkan jarinya. Lelaki itu mengarahkan sentilannya tepat ke kening Victoria. Dengan satu gerakan cepat, ia menurunkan jemarinya dan mengecup lembut kening gadis itu. Ia merasakan hangat kening Victoria yang menjalar melalui bibirnya.

Sebelum mendekatkan tubuhnya ke arah Victoria, Kyuhyun sangat gugup.

Tapi anehnya, ketika lelaki itu mengecup kening Victoria, kelegaan justru mengaliri seluruh tubuhnya.

“Apa yang baru saja kaulakukan?” Victoria membuka kedua matanya.

“Menghukummu,” ujar Kyuhyun santai. Ia masih berdiri di hadapan gadis itu dan tak berniat melarikan diri lagi kali ini.

Victoria mengerjapkan mata. Ia yakin ini mimpi ketika sesuatu yang lembut menyentuh keningnya. Rasa panas yang tadi menghampirinya kembali datang dengan wujud yang lebih indah. Ia merasakan jutaan bintang menghujani tubuhnya.

Gadis itu merasa aliran rasa hangat mulai menenggalamkannya.

“Lain kali, bilang padaku kalau ada Choi Minho atau siapa pun yang berusaha mendekatimu. Karena ini yang pertama, jadi hukuman ini yang kauterima. Kau dengar, Qian?” Kyuhyun menepuk-nepuk pundak Victoria lembut.

Victoria mematung di tempatnya. Ia tak pernah merasa tak bisa bergerak seperti ini sebelumnya, tapi ia tahu ini bukan sesuatu yang buruk.

“Selain itu,” sambung Kyuhyun. “Anggap saja itu adalah hadiah ulang tahunmu!”

Lelaki itu menunjuk jam dinding. Jarum pendeknya berada di angka 12, berdekatan dengan jarum yang panjang. Victoria melihat senyuman lebar di wajah Kyuhyun.

“Aku baru saja menghabiskan waktu malam ulang tahunku dengan sia-sia,” gumam Victoria.

“Ya! Menghabiskan malam ulang tahun dengan seorang Cho Kyuhyun sama sekali bukan hal yang buruk!” Kyuhyun bersikeras. “Apa kau mau satu hadiah lagi?”

Victoria mengerutkan kening. Otaknya yang tadi membeku sudah mencair pelan-pelan sekarang. “Apa?”

“Kau kuberi izin untuk selalu memikirkanku,” ujarnya. “Kalau kau menemui masa-masa sulit dalam hidupmu, aku memberimu wewenang untuk memanggilku. Berteriak atau sekedar berbisik memanggilku, aku akan datang.”

“Cho Kyuhyun..”

“Karena itulah yang selalu kulakukan,” potong Kyuhyun. Lelaki itu tersenyum kikuk. “Di setiap waktuku, aku tidak tahu kenapa, aku selalu memanggilmu. Aku.. mungkin, mencintaimu.”

Victoria mengulang, “Mungkin?”

“Yang pasti, aku memang ingin kau berada di dekatku,” Kyuhyun menarik napas panjang. “Baiklah, aku memang tidak bisa menyatakan perasaan dengan benar. Lupakan saja semua yang baru kukatakan.”

“Bolehkah?” Victoria mendongak, menatap Kyuhyun yang memalingkan muka darinya.

“Apa?”

“Bolehkah aku memanggilmu, baik di masa-masa sulitku atau saat aku bahagia?” tanya Victoria. Kyuhyun mengangguk pelan. “CHO KYUHYUN!”

“Apa?” tanya Kyuhyun lagi.“Aku, mungkin, juga mencintaimu,” Victoria berbisik.

Kyuhyun tertawa sambil menundukkan kepala. Ia jelas-jelas tak ingin Victoria melihat wajahnya yang menggelikan saat ini. “QIAN!”

“Apa?” tanya Victoria.

Lelaki itu mengangkat tangannya, menyingkirkan poni yang menutupi kening Victoria. Kyuhyun mengecup kening gadis itu sekali lagi. “Selamat ulang tahun..”

Victoria tahu ia membeku –lagi, karena tak ada yang bisa dilakukannya selain bernapas dan mengerjapkan mata. Ia memandang kedua mata bulan sabit milik Kyuhyun. “Terima kasih.”

“Apanya yang terima kasih? Tidak ada yang gratis. Aku sengaja melarikan diri dari jadwal malam ini hanya untuk menemanimu,” Kyuhyun mengulurkan telapak tangannya yang terbuka ke depan Victoria. “Besok kosongkan jadwal! Temani aku sampai ulang tahunku!”

Victoria melirik telapak tangan Kyuhyun sejenak sebelum menyambut uluran tangan itu. “Kau tipe kekasih yang kekanak-kanakan.”

“Aku tahu,” Kyuhyun mengeratkan genggamannya. “Karena itu aku terlihat awet muda.”

Gadis itu meloloskan helaan napas berat. “Kenapa aku bisa mencintai laki-laki sepertimu?”

*****

When everything I see is only you,

I, maybe, desperately in love with you..

QQ – KyuQian

============FIN==============

February 2, 2012

Dear my lovely girl, SONG QIAN,

 

HAPPY BIRTHDAY~~~ ^3^

I LOVE YOUUUU…❤

Panjang umur, sukses f(x)nyah, dramanya jugaa. Semua-muanya sukses.😀 I couldn’t participate in ur bday project, but I hope u will always have the best birthday every year! :*

En Cho Kyuhyun, be nice to my girl!

Simple story. Cuma awal jadiannya Kyutoria. :3 Jadi kalo di FFku, mereka baru jadian hari ini, pas ultahnya Qian. Nyahahaha~ Gak panjang juga, yah… gitu deh. (?) xD

PS: once again, yang gak suka OTP ini, gak usah baca. Terima kasih.

49 thoughts on “[Kyutoria] I, Maybe, Love You -page 3-

  1. sukaaaaaaaaaaa…………………………………..
    akhirnya mereka jadian..
    yoo……kamud ah bikin aku breathless baca ini *ngos2an* hehehe

  2. Yaaaaa joha joha joha , neomu joho. Uwoooo hidup kyutoria. Ahh akhirnya pda jujur sama perasaannya hahaha suka banget pas kyu jujur , trus nyium kening vic. Huwaaaaa kapan mereka nikaaah ?! Ayolah segera menikah kalian wahaha
    Btw vic ! Happy birthday , uwaaaa sukses , sehat selalu dan CEPATLAH MENIKAH DENGAN CHO KYUHYUN. ! *duar wahahaha

    • Bwahahahaha~ saya suka doa yang terakhir! Mari berdoa untuk hal yang sama (?) xD
      tapi yang penting mah qian bisa sukses, semua harapannya terkabul, itu juga syuda bikin aku ikut senengs. :’3 *nyeka aer mata*
      dan urusan nikah, ama siapa aja lah, yang penting bisa ngejaga dia. *ciyeee~ berasa mantan ngelepas pacarnyah*
      makasihh syuda baca yaa~ ;D

  3. wah,,dasar kyu suka2 cari kesempatan,,,tapi suuuuuuuukkkkaa..hahhahhaa
    sweett banget thor tuh si kyuppa malu2 tapi mau..hihi
    wah,bagus thor nyempilin si minho jadi cameony..hihi

    yah,,andai vic juga ikutan ss4 hari ni,kan bisa ngerayain bareng..ckckc
    ditunggu kyutoria lainny..

  4. Annyeong ~

    just read ur blog, and it made my day !!!
    i love your blog, i love your story, i love your couple cast😀
    kyutoria is real? absolutely yess !

    hmm finally i found kyutoria holic like me , there’s no my friends who like that couple, i dont know why -,- . but i also dont know why i like them kkkkkkkk

    can we be a friend ? and i wanna ask your permission for stalk ur blog hehee, may i ?

  5. HAPPY BIRTHDAY SONG QIAN~~
    Yah walaupun ini udah satu bulan lebih tapi gapapa kan ucapin lagi ahaha abisnya aku baru baca FF ini kkkkk~
    Congrats ya udah jadian sama Kyuhyun! Longlast sampe kake nenek kkkkk xD
    KyuToria always ~~

  6. Ow… Yeah!!! Akhirnya… mereka jadian?! hihihi… aku suka momen mereka di chapter ini. kecupan kyu…. jejeng!!!! wkkkkkkkkkkk…. bahagianya…. Thanks to minho yg ngomporin kyu shg kyu cepat bertindak. hohohoho….

  7. Ffnya keren, so sweet, bgus, haaaaaa aku suka author ^o^….

    Ehh lupa, Hello author slam knal….

    Mmm ditunggu ffmu yg lainnya lagi ya…. ^^v

  8. baru baca >< hhi
    nyari-nyari ff kyutoria eh ga sengaja nemu ini ^^
    huaaa~ suka banget apalagi pas bagian terakhir2nya😀
    ceritanya juga manis
    kyutoria fanfic lainnya ditunggu hehehe…

  9. Eciyeeee ciyeeeeeee yg jadiaaaaannn,,,
    Uwoooooowwwww….
    “Kau tipe kekasih yang kekanak-kanakan.” «– demen sama kalimat iniiiiii,,,, ihiiiiiyyyy

    Kyu oh kyuuuu,,, (ˇ⌣ˇ)–c<ˇ_ˇ) cubit nih ah,,, heeemm

  10. ihhh… soswit masa??😮
    mau diginiin juga makk ;___;
    bias-bias gue~ longlast ne <33
    authornya knapa soswit banget ._. *cipok author(?)*

  11. so sweeeeetttttt…….
    daebak thor critanya….:-D
    mkin lma jd mkin tambah cinta bgt ma nih couple…..:-D ❤ KQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s