Lovabook Story #13

-previously-

Jiyoo memejamkan mata, bersiap menerima sentuhan lain dari lelaki itu. Setelah tiga detik, tak ada yang terjadi. Jiyoo membuka matanya dan Hyukjae tersenyum lebar. Ia teringat sesuatu, “Mwoya~~ kau menguping? Soal ‘orang asing’ itu?”

“Tidak, kalian sendiri yang bicara terlalu keras. Bukan salahku, kan?” sahut Hyukjae asal.

“Kau menyebalkan..” gumam Jiyoo. Tapi kemudian ia menahan lengan Hyukjae. “Tapi kurasa aku butuh orang menyebalkan sepertimu.”

Hyukjae mengangkat bahu. “Tenang saja, aku tidak akan pergi kemanapun..”

=======================

Chapter 13

Jiyoo menahan senyum dengan berdeham pelan. “Berapa banyak?”

“Apanya? Rasa sukaku untukmu atau berapa banyak rasa suka yang harus kau kumpulkan untukku?” sahut Hyukjae santai.

“Berapa banyak wanita yang kau buat merinding gara-gara ucapanmu itu?” sambung Jiyoo. Melihat ekspresi Hyukjae yang lucu, ia tak tahan untuk tak tertawa. Sambil berjalan mendahului Hyukjae, Jiyoo bergumam, “Ternyata memang banyak, kan..”

Hyukjae memicingkan mata sebelum meraih tangan Jiyoo yang bebas. “Banyak.. sangat banyak. Kau mau dengar?”

Kali ini Jiyoo mendengar dentuman nyaring dari jantungnya sendiri. Apa jantungnya baik-baik saja?

Tiba-tiba Jiyoo tahu jawabannya. Jantungnya tak akan pernah baik-baik saja jika lelaki di depannya tak berhenti memandangnya begitu; tatapan tajam yang terkesan mengintimidasi. Bukan takut, Jiyoo hanya merasa tak bisa lepas dari tatapan Hyukjae, seolah tubuhnya ditelan masuk ke dalam mata lelaki itu.

Jiyoo menelan ludah. Sepertinya berpaling dari mata Hyukjae juga bukan hal yang mudah –dan diinginkannya.

“Eum.. Ada Choi Jiyoo, Jiyoo, Yoo, dan…” Hyukjae kembali berwajah hangat –atau konyol, bagi Jiyoo. “You.. Kau! Jadi sekarang kau tahu ada berapa gadis yang tersentuh dengan kata-kataku barusan? Banyak, kan?”

“Konyol dan kekanak-kanakan,” Jiyoo berkomentar singkat.

Hyukjae tersenyum puas. “Aku diberi nama Hyukiddo olehmu, kan? Bertanggung jawablah pada nama julukanmu itu, jangan mengeluh.”

“Aku tidak mengeluh!” bantah Jiyoo.

“Iya, iya, aku tahu kau sangat bersyukur karena bertemu denganku,” lagi-lagi Jiyoo kalah telak dalam pertandingan adu mulut dengan lelaki ini.

“Siapa yang– AH!” Jiyoo kehilangan keseimbangan. Ia tersandung batu besar di depannya. Saat matanya terpejam dan bersiap mendengar suara bedebum nyaring, Jiyoo merasa lengannya ditahan sesuatu.

Hyukjae sudah melingkarkan telapak tangannya ke lengan kiri Jiyoo. “Hati-hati..”

“Aku.. eung…” bukannya bicara dengan tata bahasa yang benar, Jiyoo malah merasakan pipinya memanas sementara tenggorokannya seperti tersumbat sesuatu. “Maksudku.. terima kasih.”

“Selain itu,” ujar Hyukjae. “hati-hati juga..”

Jiyoo mengerutkan kening, bingung. “Pada apa?”

“Pada hatimu.. Hati-hati, kau bisa menyukaiku, dan saat itu terjadi, kau tidak akan bisa menemukan jalan untuk kembali lagi,” Hyukjae menyeringai lebar, memamerkan gusi merah muda kebanggaannya.

Baiklah, itu omong kosong. Jiyoo berulang kali meyakinkan hatinya sendiri.

Tapi.. kenapa rasanya ia tidak ingin ucapan Hyukjae hanya menjadi omong kosong?

“Aku bercanda,” senyuman Hyukjae masih ada di wajahnya walaupun tak selebar tadi. “Sini..” ia mengulurkan telapak tangannya yang terbuka lebar. “Kalau tidak pegangan, kau bisa tersandung lagi..”

“Aku bukan anak kecil, tahu~” bantah Jiyoo. Telapak tangannya sendiri mengepal kuat, mati-matian menahan diri untuk tak menyambut uluran tangan Hyukjae. Tapi kemudian kepalan itu seolah terbungkus sesuatu. Saat Jiyoo melihat tangannya, tangan lain sudah menggenggamnya erat.

Tatapan Hyukjae tampak lurus ke depan, tak berani membalikkan badan dan memeriksa respon Jiyoo. Ia sendiri juga tak mau menunjukkan wajahnya yang memerah dan senyumnya yang terkembang pada gadis itu. Ia sangat malu.. dan senang.

“Aku tahu kau bukan anak kecil, tapi orang dewasa bukannya tidak akan pernah jatuh karena tersandung, kan?” ujar Hyukjae, masih menatap ke depan.

Jiyoo menundukkan kepala sementara senyum kecil terukir di wajahnya. Kepalan tangannya tadi juga melemah. Tangan Jiyoo –secara otomatis dan ajaibnya, membalas genggaman tangan Hyukjae.

“Kalau aku punya sayap,” Hyukjae kembali berceloteh. “saat ini aku pasti sudah terbang tinggi karena terlalu senang!”

“Untungnya kau tidak punya,” balas Jiyoo. Genggamannya pada tangan Hyukjae semakin erat. Jiyoo berbisik pelan, “jadi kau tidak bisa meninggalkanku..”

—–

Choi Siwon mengetuk-ngetukkan jemarinya ke meja kayu sementara Hyunyoung asyik bermain tebak-tebakan dengan otaknya sendiri. Tanpa diberitahu pun, gadis itu mengerti Siwon dan Jiyoo sempat beradu mulut kemudian tahu-tahu sesuatu yang buruk terjadi hingga wajah Siwon sekarang sama sekali tak bisa dibaca ekspresinya. Hyunyoung menggeleng-gelengkan kepala, menolak memikirkan Lee Hyukjae, sahabatnya, sebagai penyebab semua itu.

“Apa mereka serius?” tanya Siwon tiba-tiba.

Hyunyoung menoleh cepat, terkejut dengan suara rendah tuan muda Choi. Gadis itu berdeham ringan, “Eung… mungkin, tapi bukan berarti aku tahu isi pikiran mereka, hanya… yah.. mungkin.”

“Bukannya kau tahu rencana mereka?” Siwon menajamkan matanya, membuat Hyunyoung nyaris mengkerut di tempat.

“Hanya sebatas tahu, sama sekali tidak berminat mencampuri urusan mereka, Oppa,” ujarnya membela diri. “Lagipula, Jiyoo itu tahu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukannya, atau.. apa yang mau dan tidak dilakukannya. Dia sudah dewasa, kan?”

“Sedewasa apapun seseorang, ada kalanya mereka akan berbuat di luar kekuatan mereka.” Siwon mengeraskan dagu. “Dengan kata lain, orang dewasa pun bisa berbuat bodoh tanpa berpikir.”

Hyunyoung menelan ludah. Sepertinya ucapan Siwon barusan adalah pengakuan atas perbuatannya sendiri. Atau Hyunyoung yang terlalu banyak membayangkan adegan drama di televisi? Ia tak tahu.

“Dia tidak bisa menikah begitu saja. Dengan orang asing, di negara ini, bahkan tanpa memberitahu orang tua kami di Jepang,” ucap lelaki berwajah tampan itu. “Dia tidak bisa mengabaikan.. ku.”

“Hyukjae bukan orang asing, setidaknya dia berusaha tidak jadi orang asing untuk.. Jiyoo,” setelah mengucapkan kalimat itu, Hyunyoung langsung membekap mulutnya sendiri. Sepertinya otaknya sempat rusak selama dua detik sampai ia bisa mengucapkan kalimat sekejam itu.

Siwon menundukkan kepala dalam-dalam. Ia bisa saja marah dan membantah ucapan Hyunyoung, tapi tiba-tiba saja ia merasa kalah. Topik tentang siapa yang jadi orang asing ini masih jadi peluru perak untuk Siwon.

Oppa, maaf,” ujar Hyunyoung takut-takut.

“Kau saja mengerti soal ini dalam sekali lihat,” Siwon mengulum senyum lemah. “mungkin aku tidak akan paham apa yang dirasakan Jiyoo sekarang..”

“Tidak ada orang yang bisa benar-benar memahami perasaan orang lain, sekalipun orang itu berkata, ‘aku sangat mengerti perasaanmu’ dengan tulus, kita tetap tidak akan pernah saling mengerti,” ucap gadis berambut sebahu itu.

“Benar,” Siwon mengangguk pelan. “Tapi aku ingin memahami gadis itu..”

——

Jiyoo menggigit bibir bawahnya. Kedua manik pekatnya tak lepas dari gedung yang dulu dianggapnya sebagai apartemen tak layak huni. Sekarang gedung berlantai dua itu seolah berubah wujud jadi makhluk paling menakutkan untuknya.

“Kalau tidak mau masuk, kita bisa menginap di Lovabook,” sahut Hyukjae, membuyarkan lamunan pendek Jiyoo tentang gedung dan lelaki yang mungkin menunggunya dalam gedung itu.

“Tidak.. tidak apa-apa,” Jiyoo menoleh ke arah Hyukjae, berusaha memperlihatkan senyuman tipis untuk lelaki itu.

“Sayang sekali..” ujar Hyukjae seraya menunjukkan wajah menyesal. “padahal aku sudah susah payah mencuri kunci Lovabook dari Kibum.”

Jiyoo melayangkan tatapan tajam. “Jadi selain maniak, kau juga seorang pencuri?”

“Kalau jadi seorang pencuri bisa membuatmu lebih nyaman daripada bersama laki-laki itu, aku bisa saja melakukannya,” rahang Hyukjae mengeras. Lelaki itu membalikkan badan, membuatnya berhadapan langsung dengan Jiyoo. “Ayo pergi..”

“Sudah kubilang aku tidak apa-apa, kan?” ucap Jiyoo. Ia mau saja menurut lalu kabur sekali lagi bersama Hyukjae, bukankah lelaki ini sudah menyediakan tempat untuk mereka? Jiyoo menarik napas dalam-dalam, “Aku pulang ya..”

Hyukjae mengerutkan kening, “Kau yakin?”

“Tentu saja.. tidak,” Jiyoo nyengir, tampak seperti meringis bagi Hyukjae.

“Lalu?”

“Lalu kalau aku terus-menerus tidak yakin, kapan aku akan menyelesaikannya?” sepasang mata gadis itu menatap lurus ke dalam mata Hyukjae. “Pulang sana.. dan terima kasih.”

Hyukjae menyipitkan mata, masih tak yakin dengan keputusan Jiyoo. “Bagaimana kalau dia berhasil membuatmu berubah pikiran? Kalau tidak ada pernikahan, ibuku bisa–“

“Aku akan menikah..” potong Jiyoo. Lagi-lagi jantungnya berdentum tak karuan. “denganmu..”

“Beri tahu aku,” tangan Hyukjae tanpa sadar bergerak sendiri, terangkat sampai ke bagian kiri wajah Jiyoo. Ia membelai rambut Jiyoo yang tergerai di samping. “Beri tahu alasanmu kenapa tetap berpura-pura seperti ini.”

“Aku tidak tahu, Lee Hyukjae,” Jiyoo menggigit bibir bawahnya –lagi. “Aku.. belum tahu.”

Hyukjae tersenyum samar sebelum mengecup kening Jiyoo. “Mudah-mudahan saja alasanmu bukan laki-laki itu. Aku tidak mau jadi pelampiasanmu, Choi Jiyoo. Walaupun aku bisa saja jadi pelampiasanmu, tapi aku tidak mau.”

“Untuk keinginan egoisku yang terakhir hari ini, bisa tidak aku minta pelukanmu?” tanya Jiyoo. Matanya menangkap bayangan seseorang dari balkon apartemen. “Peluk aku saat dia melihat kita..”

“Egois..” Hyukjae menyetujui istilah Jiyoo. Lengannya langsung melingkari kedua bahu gadis itu, menarik tubuh Jiyoo masuk ke dalam rangkulan eratnya. “Lain kali aku akan membuatmu egois karena kau terlalu menginginkanku..”

—–

Siwon memicingkan mata saat melihat lelaki ‘asing’ itu memeluk Jiyoo. Tanpa sadar tangannya terkepal di pegangan balkon. Ia memang menunggu Jiyoo, tapi bukan untuk melihat pemandangan seperti itu.

Bermacam-macam pertanyaan sekali lagi berputar-putar dalam kepalanya. Apa Jiyoo memang menyukainya? Apa lelaki asing itu memang tak seasing itu bagi Jiyoo? Apa memang dirinya sendirilah yang sudah berubah jadi orang asing bagi Jiyoo?

Dan pertanyaan utamanya, apa ia memang sudah tak punya kesempatan untuk memahami Jiyoo?

Siwon menggelengkan kepala. Walaupun ia ingin mencoret pertanyaan yang satu itu, sepertinya otaknya menolak untuk menurut. Hal itu terlalu nyata untuk sekedar tak dipikirkan.

Oppa,” panggilan itu membuat Siwon menoleh malas –tahu itu bukan suara yang diharapkannya. Hyunyoung berdiri di tepi pintu sambil menggigit bibir, “Jiyoo sudah.. pulang.”

Siwon menelan ludah lalu mengangguk kaku. “Aku tahu. Aku memang mau tahu kapan dia pulang, tapi aku tidak mau tahu apa yang dilakukannya di bawah sana..”

Merasa tak mengerti, Hyunyoung hanya menatap Siwon ragu. Seharusnya gadis itu bertanya soal apa yang dilakukan Jiyoo di bawah tadi, tapi Hyunyoung tahu ini bukan saat yang tepat untuk bertanya macam-macam –walaupun yang ingin ditanyakannya hanya satu macam.

Begitu Siwon berlalu dari hadapannya, Hyunyoung mengekor diam-diam. Ia bahkan nyaris menabrak punggung Siwon kalau saja kakinya tak berhenti di saat yang tepat. Hyunyoung mengutuk dalam hati, kenapa lelaki itu berhenti mendadak!

Saat kedua matanya berhasil menyelaraskan visual dengan Siwon, Hyunyoung langsung tahu jawabannya.

Lelaki itu berhenti begitu matanya bertemu dengan mata Jiyoo.

Hyunyoung menelan ludah sebelum pikirannya melayang tinggi. Adegan Siwon dan Jiyoo ini mirip dengan drama romantis yang dulu ditontonnya. Sepasang kekasih saling bertatapan dengan pandangan yang tak bisa diartikan, saling diam sampai seolah dunia ikut berhenti berputar, lalu mereka saling menusukkan pisau sambil berpelukan.

SALAH! Hyunyoung menggeleng-gelengkan kepalanya. Entah kenapa malah adegan film horor yang muncul di matanya. “Terlalu banyak naskah dalam otakku..” akunya.

“Kita harus bicara,” ucap Siwon, menghentikan keheningan –serta imajinasi Hyunyoung.

Hyunyoung sempat melebarkan mata saat tahu Jiyoo tampak minta bantuan. Ia melirik Siwon yang ada tepat di depannya. Sambil menggumamkan kata ‘maaf’ pada Jiyoo, ia berdeham, “Aku.. ke kamar dulu.”

—–

Jiyoo menarik kursi meja makan sementara Siwon tetap dalam posisinya –berdiri tegap. Gadis itu biasanya bisa dengan cepat dan tepat menebak apa yang ingin dibicarakan Siwon, tapi entah kenapa inderanya itu tak bisa digunakan lagi saat ini. Jiyoo benar-benar nyaris tak mengenal lelaki itu.

“Apa kau masih belum sadar dengan apa yang kau lakukan?” tanya Siwon. Nada suaranya rendah, memonopoli keadaan.

Jiyoo sendiri sudah merasa terpojok hanya dengan tatapan tajam Siwon. Ia mengatur napasnya sendiri. “Aku tidak mabuk.”

“Biar kuperjelas lagi,” tambahnya. “Apa ini memang keinginanmu?”

“Iy–“

“Aku belum selesai,” potong Siwon cepat. “Apa ini memang keinginanmu.. untuk melawanku?”

“Aku tidak mau melawan siapa-siapa..” Jiyoo menelan ludah. Harus ia akui, ia sudah kehilangan nyali untuk berhadapan dengan lelaki itu.

Siwon melihat raut ketakutan itu dalam ekspresi Jiyoo. Ia langsung menarik napas panjang. Bukan ini yang diinginkannya, ia tak mau jadi orang yang ditakuti Jiyoo. “Apa harus kubilang kalau aku menyukaimu baru kau akan berpikir ulang soal keputusan konyolmu ini?!”

“Bukan.. bukan ini yang kuinginkan,” Jiyoo yakin tadi otaknya nyaris membeku karena terkejut.

“Aku ingin melindungimu diam-diam, tapi kenapa sepertinya aku tidak bisa melakukannya?” bisik Siwon. “Benar, aku menipumu. Memangnya kau mau aku bagaimana, Yoo? Apa aku harus bilang padamu kalau aku tahu semua tentang Kim Heechul? Apa tidak bisa aku menjagamu dari belakang?”

Entah kenapa Jiyoo merasa semuanya tidak benar. Semuanya tidak pada tempatnya. Semuanya… salah.

Jiyoo menyukai lelaki ini –Choi Siwon. Sejak tiga tahun lalu, ia membayangkan Siwon akan bilang ini; Siwon menyukainya. Sejak Kim Heechul pelan-pelan menghilang dari pandangannya, ia juga pelan-pelan merubah arah pandangnya; pada Siwon.

Tapi kenapa sekarang semuanya terasa asing untuk Jiyoo?

“Jangan bodoh, Yoo. Jangan membuat keputusan yang bisa membuatmu menyesal,” ujar Siwon, kali ini dengan nada lebih lembut.

Jiyoo mengangkat dagu hingga bisa melihat wajah Siwon dengan lebih jelas. “Aku.. menyukaimu, Oppa.”

“Aku tahu..” Siwon mengulas senyum di wajahnya. “Karena itu–“

“Karena itu,” kali ini Jiyoo memotong lebih dulu. “tidak bisakah hubungan kita tetap seperti dulu?”

—–

-the next day-

Hyukjae menggulingkan tubuh ke kanan, berusaha memperbaiki posisi tidurnya –lagi. Setelah berguling-guling di tempat tidur sampai pagi, perasaannya sama sekali tak membaik. Debaran jantung yang tak terkontrol saat ia merasakan tubuh Jiyoo dalam pelukannya bercampur sekali lagi dengan bayangan lelaki yang berdiri di balik tirai balkon.

Mungkin tindakannya itu bodoh; menuruti keinginan gadis yang kau sukai hanya untuk membuat rival cintamu cemburu adalah tindakan tolol, kan?

Atau mungkin tidak?

Mungkin saja Jiyoo memang akan melupakan lelaki itu lalu mempertimbangkan Hyukjae. Mungkin saja kesempatan untuknya masih terbuka lebar. Mungkin saja gadis itu serius ingin menikah dengannya. Ya, mungkin saja.

“Aku akan menikah.. denganmu.”

Hyukjae tersenyum lembut. Kata-kata sederhana yang berisi kesanggupan dari Jiyoo bisa dengan mudah memutarbalikkan perasaannya hari ini. Gadis itu akan menikah. Dengannya. Hanya dengannya.

“Tuan Muda,” suara dengan nada rendah itu berhasil membuat Hyukjae terkejut. Begitu lelaki itu membetulkan posisi dan duduk di atas ranjangnya, ia melihat sang ibu sedang berdiri sambil melipat kedua tangan di dada.

Firasat buruk, Hyukjae menyimpulkan.

“Temui ibu di ruang tengah,” ucap ibunya tenang. Kemudian wanita paruh baya itu mengingatkan, “setelah kau mandi dan membereskan kamar ala hutan rimba ini.”

Hyukjae tak bisa berbuat hal lain kecuali tersenyum kikuk. Setelah mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamarnya, ia baru sadar kalau kamarnya –yang biasanya rapi dan tertata, sekarang berubah jadi seperti kabin kapal laut yang baru saja terhempas tsunami raksasa.

“Hh~ salahmu, Choi Jiyoo,” gumamnya pelan.

Semalaman tidak tidur ternyata bisa membuat otaknya rusak. Semalam, Hyukjae mengeluarkan semua benda di kamarnya yang mungkin bisa membantunya menghadirkan rasa kantuk. Tapi berkali-kali memainkan semua mainannya, Hyukjae tetap tak bisa tidur.

Hyukjae bangkit dari ranjangnya lalu memunguti action figure One Piece yang berserakan di karpet kamar. Seperti biasa, pikirannya terbagi untuk seorang Choi Jiyoo lagi. “Lain kali, aku akan membuatmu menginginkan pelukanku tanpa harus ada penonton seperti kemarin..”

—–

Ibu Hyukjae duduk anggun di atas sofa abu-abu yang ada di ruang tengah keluarga Lee. Wajahnya tenang –seperti biasa, dan itu makin membuat Hyukjae berkeringat dingin. Entah kenapa belakangan ini ibunya tidak berada dalam mood yang baik.

Jaa..” ibunya mengangkat sudut bibirnya, membentuk senyuman lembut. Hyukjae baru saja akan ikut tersenyum, tapi mendadak wajahnya tegang saat melihat selembar kertas putih yang disodorkan untuknya.

Hyukjae menelan ludah. “Apa ini?” ia bertanya walau sudah tahu jawabannya.

“Surat registrasi pernikahanmu dan Jiyoo,” benar, kan?! rutuk Hyukjae dalam hati. Ibunya melirik putra bungsunya itu lalu berdeham, “Kalian akan menikah, kau tidak lupa, kan?”

Berusaha mencairkan suasana, Hyukjae tertawa hambar. “Mana mungkin lupa?”

“Baguslah,” ucap ibunya, setengah tersenyum. “Segera berikan pada Jiyoo, suruh dia tanda tangan. Ah, jangan lupa juga Hyunyoung dan Kibum.”

Hyukjae merasakan keringat dingin mengalir dari pelipisnya. Ibunya serius sekali –setidaknya ia pikir sang ibu akan memberi kebebasan soal menikah atau tidak, tapi ia salah –lagi. Dalam keadaan seperti ini, Hyukjae malah mengingat Jiyoo. Mungkin perasaan tertekan ini yang dirasakan gadis itu saat ibunya mulai memojokkannya.

Sedetik kemudian Hyukjae mengerutkan kening. Kalau Jiyoo setertekan itu, kenapa ia bisa menyanggupi permintaan ibu dengan mudah?

Hyukjae tersenyum samar di tengah-tengah posisinya sekarang. Mungkin gadis itu benar-benar sudah mempertimbangkan dirinya. Untuk sejenak, Hyukjae berhasil mengabaikan ketegangan yang didapat dari ibunya.

Mudah sekali mengabaikan tekanan ini jika di kepalanya ada gadis itu..

“Begitu kalian berdua tanda tangan, kalian bisa tinggal di lantai dua Lovabook. Eomma tidak mau kau membawa istrimu kesini, kau harus bisa mengajaknya tinggal di rumahmu sendiri nanti,” ujar ibunya panjang-lebar, sama sekali tak sadar pikiran putranya sudah hilang entah ke alam apa.

Hyukjae menarik napas panjang sambil tersenyum, “Aku mengerti! Aku berangkat dulu, Eomma~”

Ibunya mengerutkan kening, “Kemana?”

“Ck, Eomma ini bagaimana,” Hyukjae menggerutu lalu bangkit dari sofa. “Tentu saja menjemput menantumu..”

—–

@Lovabook – 10 AM

“Hh~” helaan napas berat, yang entah sudah keberapa kalinya, terdengar dari mulut Hyunyoung. Gadis itu menelan ludah kemudian menatap kedua temannya ragu, terus seperti itu tanpa mengucapkan apapun.

Saat tak mendapat respon yang diinginkan dari Hyukjae dan Jiyoo, Hyunyoung beralih pada Kibum. Tapi lelaki itu juga tak bisa memberi jawaban, ia hanya membalas tatapan Hyunyoung sambil mengangkat bahunya. Hal itu membuat Hyunyoung makin frustasi.

Mereka berempat sedang duduk mengelilingi meja bulat yang ada di Lovabook. Hanya ada mereka berempat tanpa pengunjung lain –Lovabook ditutup paksa hari ini. Selembar kertas diletakkan di tengah meja. Lembaran itu seolah-olah menjadi pusat perhatian keempat pasang mata disana. Tak jelas apa yang ada dalam kepala mereka saat ini.

“Jadi,” Hyunyoung bosan dengan kesunyian antara mereka. “kita harus bagaimana?”

Pertanyaan itu jelas-jelas berhasil memancing perhatian ketiga orang lainnya. Walaupun Hyunyoung hanya bertanya dengan singkat, tapi tak satupun dari mereka bisa menjawab dengan singkat –dan tepat.

Seperti mimpi –mimpi buruk, Hyukjae tiba-tiba menghubungi Hyunyoung, Kibum, dan pastinya Jiyoo untuk berkumpul di Lovabook. Ada yang penting, katanya. Tapi menurut Hyunyoung, hal ini jauh lebih tepat jika dikatakan sebagai sesuatu yang buruk daripada ‘penting’.

Ibu Hyukjae mulai menuntut. Beliau serius, Kibum menyimpulkan dalam hati.

Selembar kertas tipis itu seolah menjadi kertas ramalan nasib buruk bagi siapapun yang menerimanya, termasuk Jiyoo. Gadis itu memang tahu ibu Hyukjae akan melakukan ini, tapi yang ia tak tahu, kenapa harus secepat ini?

Jiyoo mendesah panjang. Pundaknya terasa kaku; berat oleh beban yang tak terlihat. Baru saja masalah Siwon hendak dilupakannya, disimpan rapi dalam kotak memorinya, lalu membuang kuncinya jauh-jauh, dan sekarang..?

“Sepertinya kau tidak takut?” tanya Hyunyoung pada Hyukjae.

Hyunyoung memicingkan mata sementara Jiyoo memalingkan pandangannya dan memerhatikan lelaki itu. Hyukjae memang tak tampak panik –atau mungkin ia tak bisa terlihat seperti itu. Lelaki berambut kuning pucat itu duduk tenang diantara Jiyoo dan Hyunyoung.

“Apa kau nyaris mati karena senang sekarang?” imbuh gadis cerewet berambut ikal itu.

Hyukjae mengangkat bahu. Tangannya memain-mainkan sebuah pulpen bertinta hitam. “Aku bukannya tidak takut, tapi hanya berusaha mengendalikan suasana. Kalau kalian panik, aku tidak boleh ikut panik, kan?”

“Teori aneh,” Hyunyoung berkomentar pendek.

“Tapi teorinya benar,” aku Kibum. Lelaki itu mengubah posisinya, mengurangi ketegangan yang dialami tubuhnya sejak 25 menit yang lalu. “Baik, Lee Hyukjae, kau mau bagaimana? Ada usul yang bisa kau ajukan?”

“Umm… hanya satu,” sahutnya cepat. Matanya melirik Jiyoo yang masih betah dengan tetap diam. “Kami.. harus menikah. Iya, kan?”

Hyunyoung tak bisa untuk tak menepuk kepala Hyukjae hingga lelaki itu mengaduh pelan. “Lee Hyukjae, kau masih waras? Walaupun Jiyoo sempat setuju di depan ibumu, apa kau pikir dia siap menikah dalam waktu sesingkat ini? Lagipula, keluarganya di Tokyo belum tahu apa-apa soal pernikahan gilamu!”

“Lalu apa? Aku sudah bilang Jiyoo boleh berhenti kemarin, tapi dia tidak bilang apa-apa,” Hyukjae mengusap-usap kepalanya.

“Jiyoo-ya, bagaimana?” tanya Hyunyoung. Gadis itu melihat Jiyoo menelan ludah, ia bahkan sama sekali tak menoleh ke arahnya. “Hh..” desah Hyunyoung lagi. Ia merebut paksa pulpen yang ada di tangan Hyukjae lalu menarik kertas keramat di tengah meja. Setelah tanda tangan di kolom saksi pernikahan, Hyunyoung menyodorkannya pada Kibum, “Tanda tangan, Oppa.”

Kibum sempat memandang Hyunyoung ragu, tapi kemudian ia berhasil menyoretkan namanya tepat di samping tanda tangan Hyunyoung.

Jaaa~ kami sudah selesai,” seru Hyunyoung nyaring. “Sekarang kalian selesaikan masalah ini. Entah kalian benar-benar akan menikah atau tidak, urusan kami sudah selesai.”

Hyukjae melongo melihat sikap Hyunyoung. Matanya melirik Jiyoo, tapi yang dilirik hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya. “Kalian sudah selesai, kan?”

Hyunyoung mengangguk singkat sambil menarik lengan Kibum dan menghilang dari pintu kaca Lovabook.

—–

“Kenapa kita harus tanda tangan?” Kibum langsung bertanya begitu mereka berdua keluar dari Lovabook Store.

Hyunyoung menarik napas panjang. “Supaya mereka bisa menyelesaikan masalah ini tanpa terganggu dengan kehadiran kita. Lee Hyukjae itu hanya ingin membicarakannya dengan Jiyoo, tapi Jiyoo pasti belum tahu apa yang harus dibicarakan kalau kita tetap disana.”

“Makanya,” sambung Kibum. “kenapa kita harus tanda tangan? Kenapa kita tidak pergi saja dan menunggu keputusan mereka?”

Tch~ Oppa ini, kalau kita menunggu mereka, mau sampai kita terlibat dalam masalah rumit mereka?” gerutu Hyunyoung. Sekali lagi ia menghela napas berat. “Aku kasihan pada Jiyoo, tapi aku juga tidak bisa terlibat dalam suasana dingin seperti kemarin.”

Kibum mengerutkan kening, “Kemarin?”

“Iya, kemarin..” jawab Hyunyoung pelan. “Siwon Oppa dan Jiyoo.. lalu Jiyoo dan Hyukjae.. masalah mereka ini sebenarnya sederhana, tapi entah sejak kapan benang masalah mereka jadi rumit dan tidak bisa diuraikan lagi..”

Tangan Kibum terangkat ke udara, meraih puncak kepala Hyunyoung dalam satu gerakan cepat. Hyunyoung merasakan kepalanya diusap-usap dengan lembut. “Sudahlah.. sekarang ini bukan masalahmu lagi. Jangan terlalu memikirkan mereka.”

“Bagaimana bisa tidak kupikirkan kalau Choi Jiyoo itu minta bantuan lewat tatapan matanya?” Hyunyoung mengingat wajah Jiyoo semalam.

“Kau ini terlalu memikirkan orang lain sampai tidak tahu dimana harus menempatkan dirimu di tengah-tengah mereka,” sahut Kibum. Lelaki itu selalu hapal kelebihan –sekaligus kelemahan, gadis bernama Park Hyunyoung. “Jiyoo akan baik-baik saja.”

Hyunyoung mendongak untuk menatap Kibum dengan kedua matanya. Gadis itu menggigit bibir lalu tersenyum samar. “Sepertinya begitu.. Ada si bodoh Hyukjae, kan?”

“Si bodoh yang jadi kesukaan Jiyoo,” tambah Kibum. “Geureom uri.. deiteu halka?”

Deiteu?” Hyunyoung berseru gembira. Untuk pertama kalinya dalam bulan ini, Kim Kibum berinisiatif mengajaknya kencan lebih dulu! Hyunyoung melingkarkan tangan ke lengan Kibum. “Kajaaa~~~”

—–

Jiyoo memainkan ujung sweater wolnya, tak peduli dengan lelaki yang sedang memandangnya. Hyukjae sendiri tak berniat mengalihkan pandangannya dari gadis yang sibuk memilin-milin ujung sweater ungu muda. Mereka berdua tampak tenang walaupun sama-sama tak nyaman dengan keadaan saat ini.

“Apa.. kita benar-benar akan menikah?” pertanyaan konyol itu meluncur begitu saja dari bibir Jiyoo.

Hyukjae merasakan tatapan gadis itu; bingung dan tak stabil. “Menurutmu?”

“Ah, iya.. tentu saja kita akan menikah,” Jiyoo tampak tak yakin dengan ucapannya sendiri. “Tapi, apa kau bisa menikah denganku?”

“Aku ingin menanyakan hal yang sama,” ujar Hyukjae sambil tersenyum. “Apa.. kau bisa menikah denganku apapun motifmu?”

Jiyoo memejamkan mata agak lama. Ia membiarkan sepasang telinganya mendengar dentuman jantungnya sendiri. “Memangnya apa.. motifku? Pelarian lagi?”

“Bukan,” jawab Hyukjae cepat. Walaupun ada pikiran seperti itu dalam kepalanya, ia menolak memikirkannya. “Mungkin.. karena kau terlanjur menyukaiku dalam dosis yang berlebihan?”

“Konyol,” Jiyoo menyahut sekenanya walaupun nyaris mengangguk membenarkan ucapan Hyukjae. “Aku tidak punya motif tertentu, tidak juga karena pelarian atau apapun yang kau pikirkan. Aku hanya.. takut kalau ini tidak tepat.”

“Kalau ini.. salah?” tebak Hyukjae.

Jiyoo menggelengkan kepala, tapi tak bisa memberikan penjelasan yang benar pada lelaki di depannya. Ia tahu tak ada jalan untuk mundur sekarang. Ia sudah mengatakan hal yang bisa menghancurkan lelaki ini jika ia menarik ucapannya saat itu.

“Aku akan menikah.. denganmu.”

“Yoo,” Jiyoo mendongak dan saat itu juga menemukan seorang lelaki tersenyum dengan senyum bodoh kesukaannya. Hyukjae tampak mendesah berat –dengan gaya berlebihan. “Apa aku punya kesempatan?”

Jiyoo mengerti pertanyaan itu, tapi tak pernah punya jawaban yang tepat untuk Hyukjae. Apa ia berhak memberi lelaki itu harapan sementara ia sendiri tak pernah yakin dengan apa yang ada dalam kepalanya? Jiyoo merasa ia tak boleh sekejam itu.

“Hh~” lagi-lagi Hyukjae menarik napas dengan gaya berlebihan. “Kalau aku punya kesempatan, aku akan berjuang. Kalau nantinya ada kesempatan untuk Lee Hyukjae agar jadi orang yang penting untuk Choi Jiyoo, aku akan berjuang, tenang saja.”

Kedua manik berwarna gelap milik Jiyoo terarah lurus pada Hyukjae. “Kalau tidak?”

“Kalau tidak.. yah, aku akan tetap berjuang,” sahut lelaki itu santai. “Mencoba untuk membuatmu menyukaiku juga bukan hal yang sulit. Memangnya berapa lama aku harus menunggu? Sekarang juga kau sedang mempertimbangkan Lee Hyukjae, kan?”

Jiyoo nyaris mendengus walaupun akhirnya ia hanya menahan senyum. Tepat atau tidak tebakan Hyukjae, Jiyoo tidak tahu. Bolehkah dikatakan kalau Jiyoo sendiri berharap tebakan lelaki itu.. harus tepat?

“Soal perasaanmu pada Choi.. Siwon,” Hyukjae berkata pelan-pelan. “aku tidak peduli.”

Sambil menggigit bibir bawahnya, Jiyoo memejamkan matanya sejenak. Sedetik berikutnya baru ia mengintip Hyukjae dari ekor matanya. “Apa kau juga tidak peduli dengan keegoisanku nantinya?”

“Keegoisan? Oh, seperti menjadikanku pelarianmu atau semacamnya itu?” Hyukjae berseru. “Ah, tidak masalah.”

Mungkin, batinnya.

Jiyoo menarik napas panjang sebelum memandangi kertas di atas meja. Dengan gerakan cepat, ia menempatkan kertas itu dalam pegangannya sendiri. Sekarang apa yang harus dilakukannya? Tanda tangan.. atau tidak.

“Besok saja,” Hyukjae menyela perdebatan dalam kepala Jiyoo. “Keputusan akhirmu, besok saja. Sesuai dengan batas waktu yang diberikan ibuku, kan? Dua hari, jadi besok saja kau putuskan.”

Jiyoo menelan ludah, perlahan melirik Hyukjae dan memerhatikan ekspresi lelaki itu.

Hyukjae tersenyum samar. “Besok saja kau putuskan, apa kau bersedia terikat dengan orang asing sepertiku.. atau tidak.”

—–

“Ya, Ayah, terima kasih banyak,” Choi Siwon mengakhiri sambungan telepon di tangannya sambil menghela napas berat.

Park Hana memerhatikan lelaki berwajah tampan dengan alis tebal itu dengan cemas, “Apa.. Jiyoo tidak akan kecewa?”

“Kenapa dia harus kecewa, Ajumma?” Siwon tersenyum –senyum kecil. “Walaupun ini keputusan paling egois yang pernah kuambil untuknya, aku tidak akan menyesal.”

“Tidak akan menyesal?” tanya Park Hana. “Benarkah?”

Siwon mengeratkan genggaman pada ponsel di tangannya. Pertanyaan Park Hana tadi berhasil mengacaukan pikirannya lagi. Keputusannya memang egois. Ia harus egois, kali ini saja.

Ajumma,” pintu apartemen terbuka dan suara Jiyoo menggema sampai ke dapur –tempat Siwon dan Park Hana berada. Jiyoo sempat menghentikan langkah saat melihat Siwon, tapi gadis itu memilih bersikap tenang. “Ng… Hyunyoung pergi kencan dengan Kibum, jadi dia bilang tidak bisa ikut makan malam di rumah.”

Park Hana mengangguk kaku. “O-oh, geurae? Kalau begitu, ayo kita makan.. bertiga.”

—–

Seperti dugaan Park Hana, suasana di meja makan memang dingin. Nyaris tanpa pembicaraan, mereka bertiga terlihat sangat berkonsentrasi pada semangkuk kimchi jiggae buatan Park Hana. Meja makan mini yang terbuat dari kayu jati itu terasaa sepi.

“Aku akan cuci piring,” ujar Park Hana seraya bangkit dari kursinya. “Kalian.. bicaralah di ruang tengah.”

Jiyoo mengerutkan kening. Bicara? Siapa yang mau bicara?

Sambil melirik Siwon yang ada di samping tempat duduknya, Jiyoo menelan ludah. Sudah jelas lelaki inilah yang harus bicara –bicara tentang hal yang tak diketahui Jiyoo. Hal yang diketahui orang lain selain Jiyoo.

“Rencana pernikahan anehmu itu.. tidak perlu kau lanjutkan,” ujar Siwon tanpa basa-basi. Jiyoo tak sempat merutuk lelaki itu soal tak perlu langsung ke poin pembicaraan, Siwon melanjutkan, “Kau kesini untuk mencarikanku calon istri, kan?”

Jiyoo mengangguk pelan. Ia tak bisa menebak kemana arah pembicaraan lelaki ini. Semuanya terlihat kabur di matanya.

“Kalau masalahku itu sudah selesai, kau tidak punya alasan untuk tetap disini, kan?” pertanyaan Siwon –terdengar seperti pernyataan bagi Jiyoo, ini berhasil menarik perhatian gadis itu.

“Walau pun begitu, aku akan tetap menikah dengan–“

“Tidak perlu,” potong Siwon. “Aku sudah mendapat calon istri di Tokyo.”

Jiyoo membelalakkan mata. Siwon tahu gadis itu menuntut penjelasan lebih detil, tapi ia mengabaikannya. Bukan saatnya bercerita. Ia hanya ingin gadis itu pulang, bersamanya.

Siwon bangkit dari kursi dan menatap Jiyoo lama. “Kita akan pulang ke Tokyo.. besok.”

====================

Annyeoooooong~~~ dan sampai ketemu di chapter terakhirr.. Maaf kalo ada yang nungguin Lovabook Story, tapi yang nulis malah keasikan (?) ngurus praktikum ama laporan.. >/\<

Curcol dikit yaaah, idupku kali ini berkutat ama praktikum-laporan-revisi-praktikum-laporan-revisi, praktikum tiap minggu, otomatis laporan tiap minggu, belom lagi kalo laporan itu revisi *OMAIGAAAAAAT~* begitu seterusnyaaaa~~~ TT~TT

Tapi gak papa, kata seniorku, semakin sulit di kuliahnya, semakin gampang nyari kerjanya.. AMIINN~~~ Hwaitiiiiing~!!!

Makasihh buat yang uda nungguin cerita inii, makasihh buat yang uda ikut doain mamah di ulang taun mamah kemaren, dan makasihh buat yang uda doain kelancaran di kuliah~ *deep bow* Kalian JJANG!! :*

108 thoughts on “Lovabook Story #13

  1. buka facebook, ehh ada postingan kelanjutan lovabook, hehe~

    omaigot itu siwon! *elus dada*
    itu pas yoo blg suka ma siwon kok ekspresi siwon gtu aja yah? udah tau kah siwon ttg perasaan jiyoo? kalo udah tau kenapa diem aje sih woon? payah nih ah bang kuda!😀

    Knp aku jd suka bgt yaa ma karakter hyukjae di sini?😄

    Semangat buat kuliahnyaa! Shela jjang~!

    okeh, ditunggu chapter akhirnyaa😀

    • Congrats kakak~ jadi first! *nyalain kembang api*

      iyah, jadi siwon uda nyadar jiyoo suka ama dia dari duyu.. :3
      gak papah, aku aja jatoh cinta ama hyuk disini.. Kok bisa yah? *malah nanya*
      Semangaaaaatt~~~ makasihh.. :’D

  2. tokyo?? baik ke tokyo??
    nasib hyukjae gmn????
    jiyoo bakal ninggalin hyuk gtu?? ahhhh tidaaakk… ga blh gtu #plak
    ahhhhh,,,, ini bakal happy ending apa sad ending nanti???
    penasaran………

  3. ah yaampun… Hyukjaeee!!! You’re reaal MAN!! Oh gosh… Gak nyangka. Kekerenanmu mengalahkan siwonnie😄

    okehh,, tinggal tnggu chapt trkhir?? Balik ke jepang? Ato ttp nikah sm hyuk, tinggal di korea, punya anak sdkldshjgshghsalkj *.*

  4. nungguin tiap hari akhirnya dipublish juga…
    jadi kesel ama Siwon di part ini..dia kesannya maksa banget…brusaha ngelakuin segala cara biar Jiyoo ngga jadi nikah ma Eunhyuk…:)
    yang dialog trakhir itu bikin aku naik darah..dia mw maksa Ji Yoo buat pulang??? gimana dengn Eunhyuk dong kalau gitu???
    next part itu jadi last part ya??? ditunggu kalau gitu

  5. huhuhuhhu kita merasakan hal yg saam parktikum revisi praktikum revisi! Aku emang belum baca dari awal tp dari sifatnya Siwon di sini hngggggggggggh pinter deh ngebuat dia seposesif itu! Ditunggu next partnya dan hwaiting!

  6. Kangen JiHyuk~~~ :3
    untung tadi pas ngesot (?) di fb berpapasan sama link lovabook, jadi lah saia bisa terbang kesini~~~ hohohoh >.<
    dah lama ga maen jadi kegirangan sendiri (?) hahahha

    eh, ini harusnya ngomenin epep yak? LOL *ditampol
    KYAAAAAAAAAAAA!!
    AYOOO KAWIINNN~~~~~~~!! ntar aq jadi penghulu-nya (?) muahhaha
    ih, om siwon kenape jadi kejam begono? *bahasa apa inih?*
    part selanjutnya ending yah? huweee masih belum kenyaaaaang~~ kirain bakalan dibikin 100 part! wkwkwk *shela langsung tepar*

    om siwon sama aq aja sinih.. sinih.. mumpung masih available nih (?) hahhaa jangan seret jiyoo ke jepang pokonya T____________T
    *ngesot lagi*

    • ONNIE~~~ ;A;
      kangen dehh, kangeeeeeeeeeeenn~ ;__________;

      jangan kawin dulu ah, masih belom puas pacarannya nih..😄
      syuda mau ending, jangan banyak2, nanti bikin semua orang kesel dong. :3
      Hayoooo~ apanya yang available? si monyet itu mau dikemanain? terus si yoseob apa kabar onn? -__-a
      Makasihh syuda baca, onnie~~~ :***

  7. nunggu updatenya lama banget deh *mewek di pojokan*
    tapi begitu keluar sama sekali gak mengecewakan ^^
    eonni jjang!! ^^
    *lempar hyuk*

  8. woaaaa aku cinta hyukkk..

    Sumpah dia manissss banget di serial ini…

    Ahhh peluk eunhyuk *tendang kyu..

    Wkwkwkwwk

    next chap ending????

    Masih gak rela..

    Hikhikhiks…

    Ah pokoknya lope eunhyukkk

    • Bwahahahaha~~~ bagus lah kalo dia manis, gak rugi uda direndem di gula (?)😄
      iyah, next mudah2an uda ending yaaaahh~ Ini uda ngebut banget pingin buru2 tamat. ;A;
      makasihh syuda bacaaa~ ;D
      pokoknya lope kyuhyuuuunn~ (?)😄

  9. Aigo UNIIE !!!!
    DAEBAK !!! \(≧∇≦)/
    Eh ? Kalau mau ke Tokyo.. Unyuk gimana tuh ? (╥﹏╥)
    Next chap ending ?
    Huaaa gasabarrr !
    Pengen cepet cepet
    Tapi kalau gak bisa di maklumi kok ;))

  10. benerkan benerkan??? Setiap kak yuli nge publish ff kak shela ikutan??? Wkwkwk. Yah selanjutnya part akhir ya TT-TT pen nangis, eunhyuk terlalu unyu disini. Kalo Jiyoo ragu-ragu nikah sama Hyukjae, aku siap gantiin🙂
    fighting kak shela buat segalanya! Ff, kuliah atau apapun itu~

  11. hiks.. Kog udh tbc aja sih… Authornya ni… Maen putusin khayalan ku aja…

    Adoooh jangan buru2 end doonk… Lagi seru nih! Author ni.. Kaya mamanya hyuk oppa aja, maen buat kputusan sndri *plak duk dgerr

    hehe mian ya author, saya trlalu smangat mw bca ff ni,, pkok.a overall VERY GOOD!!

      • yahh.. tapi aye gak bosen!!! *tepok jidat

        hehhee,, yasud lah… tapi endingnya yang nendang ya thor *?*

        wkwkwwkk apa pula kao thor!! aye ade’nya hyuk,, ente blont minta perstujuan dari aye… wahhh.. maen gaet mertua aja nihh.. *plakk

  12. MBOOOOOOOOOOKKKK!!!! Long time no seee… *cipok* :*
    Sumpah rindu banget ma mbok, lovabook, jihyuk!!! :*

    Ok.. Back to the topic..
    KENAPA HARUS PULANG KE TOKYO!???
    Jadi si kunyuk gimana??? Kasian dooonk.. TT.TT
    Kawinnya gmn??
    Undangannya uda sampe ke rumahku(?).
    Iiiisshh aku jadi kesel ma si kuda ini deh.. =.=
    Nyahahahaha..
    Aku tunggu mbok kelanjutannya.. Dan untuk kuliahnya mbook..
    Baik2 ya.. Wish you luck!!! :* :* :*

    • HAII MBOOOOOOOKK~~~ *peyuk*

      kenapa harus pulang, silakan mbok tanya aja ama bang won, saya kan cuma nurut apa kata kakak.😄
      masalah undangan, nanti bisa dituker ama souvenir kok.. (?)
      Amiiiinn, aminn~ makasihh ya mboook~ :* :* :*

  13. siwon jahat banget deh ya. pokoknya ga suka banget waktu tau dia seegois ini, terus kalo JiYoo dibawa pulang… Hyuk ama siapa uauauaua *_* puhlease~ jangan dibikin angst…..
    yang bikin aku terharu *?* biar sibuk, tapi author-nya masih nyempetin ngelanjutin fanficnya. gomawo, author.
    keep supporting author buat kuliahnya juga buat fanfic-nya xD hahaha, semoga keduanya dikasih kelancaran, amin. Hwaiting! 8[^-^]8

    • hehe.. tenang aja, saya gak jago angst~ ^-^;
      jadi walopun pingin bikin juga gak bisa..😄
      AMINN, AMIIIINN, AMIIIINN~~~ >3<
      makasihh doanyaaa.. Hwaitiiiing!! ^o^9
      makasih juga uda bacaa~ ;D

  14. Siwonnya nyebelin :p
    pasti sulit ada di posisinya jiyoo
    semanghyuk, semangat hyukjae~~ q(^o^)p
    kakak kuliah jurusan apa ?

  15. Jadi bingung sendiri mau nyalahin siapa..
    Nyalahin siwon kayaknya juga salah…
    Dia kan mang ga salah apa” cuma posisi, situasi, n waktunya aza yg salah..
    Ibunya Hyuk?? ga juga.. Harusnya berterima kasih ma beliau yg udah bikin Hyuk ma Yoo jd deket..
    Tapi yg paling bener it nyalahin authornya..
    Bisa”nya bikin ff serumit ini n bikin aku jadi ikut pusing mikirin mereka..

    Shela-ssi,, jangan lupa undang aku ke nikahan Poo n Yoo iah… ;-P
    Klo nikahannya ga batal ceh,,
    Klo batal aku siap gantiin Yoo jd calon mempelai wanitanya Poo /dipelotin Hae/
    Hae melototin aku gara” dy cemburu ma aku aph ma Hyuk iah (??) -__-“

    • Yahhh~ malah authornya yang disalahin kan.. *garuk2 tembok*
      yaudin, daripada bingung mikirin jihyuk ama won disini, gimana kalo kita mikirin si ikan ajah? makin ganteng loh dia..😄 *cari mati*

      kalo kakak ama poo, yoo ama hae boleh kan yah? :3
      makasyihh suda baca kakak Ikaaaa~ ;D

  16. akhirnya bisa komen juga.
    aku suka banget sumpah sama kata-kata yang Hyuk ucapin. manissssssss banget.
    wah kayaknya Jiyoo bakal di bawa paksa sama siwon ke Jepang. udah deh tuan muda choi, sepertinya hati jiyoo sudah berubah haluan. kini hatinya sudah jatuh ke pukan Hyuk.
    lanjutnya jangan lama2 ya.
    DAEBAK!

  17. akhr’y publish jg..^^

    nah lho, kok jd k tokyo??
    masa masalah’y tmbh ribet…
    bingung ma jln pikiran siwon, siwon’y dah tau jiyoo suka ma dy ato blm sih?

    lee hyukjae..
    bener2 dah, keren..😀

    • hehe.. apa boleh buat kak, aku suka yang ribet2..😄
      iyah, siwon tau kok yoo suka ama dia, tapi di cerita ini kan tadi yoo pinginnya mereka jadi kaya dulu aja.. :3

      makasihh syuda bacaaa~ ;D

  18. akhrnya lovabook publish jg…
    Ya ampun lbh dr 3 minggu bo, hehe
    Tp akhrnya post jg…

    ahh, siwon bner2 egois!
    Sbnernya kasian sm hyuk, ji yoo, n siwon!
    Ah makin pnasaran! Sm endingnya!
    Brarti next part ntu part ending y? Wah gk krasa udah mw ending aja…
    Ok aku tunggu aja dh…
    Semangat bwt kuliahnya jg ttp semangat bwt hobby menulisnya y!

  19. Siwon2.. *geleng2 kepala*
    Si Hyukjae sama Jiyoo gimana dongg? Masa gk happy ending? wkwk
    Next chapter selesai ya eon? wkwkwk
    Pasti seruuu~
    Okk~ Lanjut ya eon! and Fightingg! ^^

  20. moodku lg gak bagus..aku jd bingung sendiri,gak tau harus k0men apa,, -_____-

    aku punya feel,jihyuk gak jd nikah.. Pdhal pengen sekali sekali bca jihyuk married live version.. :p

    aku sebel sama om kudaaa.. *cakar kuda* entah ya,tingkahnya beneran bikin aku jd pengen nabok..

    —Hyunyoung menelan ludah
    sebelum pikirannya melayang
    tinggi. Adegan Siwon dan Jiyoo
    ini mirip dengan drama romantis
    yang dulu ditontonnya.
    Sepasang kekasih saling bertatapan dengan pandangan
    yang tak bisa diartikan, saling
    diam sampai seolah dunia ikut
    berhenti berputar, lalu mereka
    saling menusukkan pisau sambil
    berpelukan.—- aslina imajinasi si hyunyoung liar bgt..wkakakaka.. Masa iya bs ngebayangin chois bunuh bunuhan, :p

    harap maklum ya sayang kalo komenku gak memuaskan,otakku beneran lg buntu..gk sinkron buat diajak damai,

  21. hyuk makin kece aja neh disini,
    senyum2 ganjen liat tingkahnya dia disini hehehe

    eh itu, apa lagi rencananya siwon??
    kok tiba2 balik ke tokyo?
    dia bener2 ga rela ya yoo nikah ama poo??
    wadduh, gmn nasib poo??

    • cikiciiiww~ si hyuk dikatain makin kece.. *siul siul*😄
      bang won mau nikahin yoo~ *kebohongan publik.. :3*
      nasib poo? nanti dia patah hati, terbang ke madura terus nikah ama Arselia Tiarasani Harjono.. xD *mengarang indah*

      makasihh syuda baca, kakak~ ;D

  22. AAHhhhh…..akhirnya keluar juga…
    gimana akhirnya ya..???
    penasaran thor.
    part ini sangat mengangkan dan membuat sesak di akhir
    di tunggu last part nya ya…^^

  23. waduh,,,hyukppa tambah pd aja nih…loh bkkny pas di NY hyukppa dah punya sayap yah?wkwkwkwkwk..
    wah,,,jgn2 siwon mw balik ke jepang biar bisa jodohan ma jiyoo y???
    kya2222222….ga sabar nunggu kelanjutannya..fighting chingu lanjutan n kuliahny..

  24. buka nih blog dah kaya minum obat,
    cuma mw ngecek dah update lgi blom, hehe
    gileee…kalimat-kalimat di ff ini bikin aq terhanyut, cieee…
    siwon ssi, lu tega bgt dah ma bang eunhyuk
    kasian dia mau nikah >,<
    ntr bisa-bisa di cincang sma ibunya, haha
    yoo, jgn lepasin hyukiddo mu nak *pesan nenek, haha
    c u on the last part, HWAITING!!

  25. Gawaaat…. Gawaaaat… *Culiik Poo & Yoo* biar bisa nikah… Labumin ngiket tangan kakinya siwon biar ga bisa ngebatalin nikahnya Jihyuk… hwhwhwhw~XDD

    Shella~Yoo.. kaka tunggu lanjutannya yaaa…😀

    smangat dan sukses buat kuliahnya…(^_^) lagi sibuk aja tulisannya shella masih tetep daebak!! apalagi klo ga sibuk yaaa… makin suka & makin ga bisa lepas buat baca lovabook… GYAAAAAA~~

  26. Waah ini seru!! Tpi siwon super duper egois bgt T^T
    Ayo hyuk kejar sampe Tokyo aj demi Jiyoo hwhwh
    Manis bgt eunhyukny :3 mw dijdikan perlarian oleh jiyoo >_< cpt lnjt Onn😀

  27. annyeong aku reader baru disini mian oen aku baca part satu ampe 13 komennya cuma disini hehe . oh ya oen aku kok pernah ngerasa baca di wp lain ya ? apa aku pernah kesini terus lupa liat alamat wpnya hehe . ah oen aku pertama kali baca bingung banget eh pas udah part awal awal mulai mulai ngeh . aku suka hyukki disini sweet bangeeeeeeeet apalagi gak suka alkohol astaga bisakah itu jadi fakta ??? hehe banyak adegan romantisnya yang bikin iriiiii apalagi aku tumben baca ff kok kissingnya cuma DUA mana di kening lagi !! astaga en keren dah bikin ceritanya gak bikin aku mikir yang “iya-iya” hehe .. aku speechless deh mau komen apa pokoknya hwating ya buat bikin next chapt

    • pernah baca di wp laen? alamatnya? wp-ku cuma dua.. dan Lovabook cuma disini, say..
      kan hyuk emang gak suka alkohol di dunia nyata.. .__.
      hwaitiiing~ makasihh syuda baca+komenn yaahh.. ;D

  28. Huwaaaaa aku telat banget bacanya😥
    itu siwon kok seenaknya banget ya!Kurang ajar main “tidak perlu” aja -_- kan kasian si hyukjae :3
    Chapter terakhir?????:'(
    selanjutnya bikin ceritaku sama kyu yah kakak #plak😄 kkkk~ becanda
    Keep up the good work
    i love you kakak author!<3

  29. HAI SHELLAAAAAA
    aku paling pertama ngeRT tapi plg lama baca n komen kkkkk
    mianhae~~~~
    ntah kenapa… jadi kasian ama 3 org ini.
    hyuk, yoo, n siwon punya perang batin masing2…
    perasaan ketiganya sungguh sulit diabaikan..
    tapi paling kasian ama hyuk ya… dia seolah menjadi pelampiasan…
    hueeeeee udh mau tamat aja ni, semoga semuanya berakhir bahagia ya….

  30. halo onnieee!! MIAAN baru comment sekarang, padahal aku udah baca lama -___-
    aduh onnie, kenapa tbc-nya gantung. jangan bilang kalo calon istrinya siwon jiyoo lagi. haduuuh kenapa sih siwon ganggu-ganggu aja, lama-lama aku umpetin di rumahku loh *yeaa kena tabok*
    onnie jangan kembali pada siwon, udah sama hyuk aja. iya onnie harus tetep nikah sama hyuk okeee!! *peluuuuk*
    yaah udah mau abis T.T part terakhir part berapa onnie? semangat yaaaw buat part terakhir dan kuliahnya :* :*

    • HALOOOO, MARSHAAA~~~~ ^o^
      umpetin siwon di rumahmu dulu ya, dek.. nanti kalo uda kelar Lovabooknya kakak ambil lagi siwonnyah..😄
      Makasihh syuda baca, cantiik~ :*
      makasih juga buat supportnyaaaaahh.. :***

  31. hoaaa.. telat baca.. T~T
    entahlah,beberapa minggu ini jd gak sempet bc ff,pdhl biasanya rajin bgt –”
    aaahh.. eonni! kok motongnya pas lagi seru”nya sih? -.!-
    siwon jahat bgt,eh,egois deng.. ._.
    si monkey juga kasian,ngenes (?) banget lah..1.
    oke,last part ditunggu..🙂
    fighting buat kuliahnya😀

    • ah, yang penting syuda menyempatkan diri menyalurkan komen disini, say~ Makasiihh.. ;D
      bwahahahaha.. si monkey cocok kan ama peran ngenes?😄
      makasihh syuda baca, makasih buat supportnya, makasihh yang tak terhingga~~~~ :*

  32. Aq baca dari part awal dari jam 3 smp jam 7
    wkwkwkwkwk
    baru coment di part ini

    ko aq ngerasa karakter siwon enggak banget di sini
    dy bilang melindungi tapi sebenarnya dy yg menyakiti
    eunhyuk hwating

  33. anyeonghaseyo aku reader baru😀
    salam kenal ^^
    aku gatau mau mulai baca cerita yang mana soalnya ada banyak ._. heheh
    terus aku liat ff ini di post yang halaman kedua yaudah baca aja hehehe
    kyaaa aku baca 13part+2btsnya ngebut 2 hari hehehe
    bagus ceritanyaaa x) aaa keren kereen hyuk nya di sini kayak gimanaaa gituu heheh sukaaaa

  34. miaaaan….baru baca sekarang.tadi iseng2 kesini,baca sekilas ff ini…ternyata part ini belom bacaaa….kirain aku udah baca semua part lovabook…hehe
    kyaaa…terus itu jihyuk jadi nikah ngga??calon istri nya siwon sapa?jangan bilang hyunyoung.. #plakk
    terharu kibum ngajak hyunyoung kencan,padahal di part2 sebelumnya aku merasa kibum ga cinta sama hyunyoung…huhu.. *pukul manja dada kibum* #hueekk

    • tenang aja nak, calon istri siwon bukan hyunyoung kok, kan aku masih sayang ama kibum.
      kesian bum kalo dia aku campakan disini.. *peyuk cium kibum* xD
      Huahahahaha~ dia cinta mati padamu, jagii.. :*
      makasihh syuda bacaa~ ;D

  35. hiyaaa..siwon knp kamu begitu maen paksa jiyoo bwt plg, dia kan mw nikah sm hyukjae..ya ga asik nih siwon

    udh mw tamat nih..

  36. Hadoh ni part bkin jantng qw juga dag dig dug! Si hyuk supes sweet! Kata2 dy! Astaga.
    Ntu ciuman pertama merka knp gagal? Pdhl yoo dah siap. Hehehehehe.,

  37. aaaaaaaa kenapa jadi giniiiiii?? huaaaaaa kirain di part ini mereka sdah bakal menikah paling tidak ya tanda tangan formulir registrasi pernikahannya.. dan omoo siwon oppaaa.. kenapa jadi seegois ituu? kasian Hyuk..sdah cukup bersabar eh disaat akhir pun masih ada rintangan😦

  38. Ahh … knp pas awal dibikin giLa nd pas diakhr dibuat strezzz ….!.!!.!
    sNgt disyngkn,,
    Aish, Choi siwon knp nglakuin itU ,, aku jd g brani bc part 14,, tkt jihyuk g jd nikah😦 ngbyngn’y aj nyesek bngt,, hueeeee apa lg bnr” trjdi😦
    Eottokhe, aku bc jngn part 14’y, tkt sakit hti😦
    #ah aku strezz bnrn.

  39. aaaaaaaaaa, napa siwon egoisnya baru nongol sih..’?!
    kenapa ngga dari dulu2 aja..’?!
    sejak pertunangannya batal gitu kek, jadi kan nggan rumit gini jadinya..
    trus gimana ansib JiHyuk coba..’?!
    hhedeehhhhh..

    mau baca kelanjutannya saja..
    :p

  40. Part ini sudah mulai rumit, yang dimaksud Siwon dengan calonnya di Jepang bukan Jiyoo kan? Gemes deh, kenapa Jiyoo gak langsung aja tanda tanganin tuh kertas registrasi.

  41. Ya ambrukk, siwon jahat! Atau ni jdi keberuntungan buat jiyoo biar gga terikat dengan orang asing??
    Kenapa klo liat kiyoung kopel tuh serasa yg cinta cuma hyunyoung doank..

    Next part..

  42. Yahhhh gagal dong nikahnya,, aishhh jiyoo suka bgt nih phpin hyukpa,, kasian tau hyukpa nya,, huhuhu

    Sewru nuh nih,
    Lanjutt eonni ˆ⌣ˆ

  43. Yahhh yahh kok jiyoo mau balik ke tokyo sih?? Kasian si hyuk nikah sm siapa dong? *lempardonghae* wkwk

    Yuhuuu shela maafffff yaa dr chapt2 lovabook baru smpet komen disini hahahaha. So far, ff ini msuk salah satu top ff hyukjae versi aku *gapenting*. Soalnya aku jarang banget nemu ff hyukjae yg cuciks sih, kebanyakan ffnya kyu hehe
    Cusslah next chapt. See ya at last part shel *gandengkyu* hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s