Lovabook Story #12

-previously-

“Dua hari lagi kalian datanglah ke rumahku sambil membawa formulir registrasi pernikahan kalian, cukup daftarkan pernikahan kalian lebih dulu. Masalah saksi, kalian bisa menggunakan siapapun. Apa kau tahu kenapa aku bisa sesantai ini pada hubungan kalian?”

Jiyoo menelan ludah, mendadak merasa dunia sedang menghimpitnya. Ia menggeleng, “Tidak tahu.”

Nyonya Lee mengangkat cangkir tehnya, menyesap isinya lalu kembali menatap Jiyoo. “Karena aku tidak percaya pada hubungan singkat kalian..”

========================

Chapter 12

“Anda..” Jiyoo merasa jantungnya akan mencelos keluar. Debarannya tak terkendali dan ia mulai berkeringat dingin. Tiba-tiba saja wanita paruh baya di depannya ini berubah jadi menyeramkan. “Anda tidak percaya?”

Sambil tersenyum samar, Nyonya Lee mengaduk-aduk teh di cangkirnya. “Kenapa? Apa aku benar?”

Sangat benar, batinnya. Jiyoo –dengan susah payah- mengembangkan senyuman tenang. “Tidak. Aku hanya terkejut kenapa Anda bisa berkata seperti itu.”

“Kalau begitu,” suaranya lembut walaupun terasa dingin di telinga Jiyoo. “kau bisa melakukannya, kan? Kalian; kau dan Hyukjae, akan mengikuti ucapanku, kalian akan menikah?”

Jiyoo berusaha menelan ludah, tapi tenggorokannya sudah terlalu kering saat ini. “Tentu saja.”

“Baguslah.. Aku akan menunggu di rumah dua hari lagi,” Nyonya Lee mengeluarkan dompet, menarik beberapa lembar uang dari sana. Ia tersenyum anggun, “Aku mentraktirmu hari ini. Aku juga menitipkan Hyukjae padamu.”

Jiyoo hanya tersenyum kikuk lalu mengangguk pelan. Ekor matanya terus mengikuti gerak-gerik wanita berkacamata itu. Nyonya Lee bangkit dari kursi sambil menenteng kembali tas tangan bermerk warna merah hati.

Jiyoo menghela napas lega begitu sosok wanita itu sudah tak terlihat di pintu kaca. “Hh~ syukurlah..”

Sambil berkali-kali mengumpat pelan, Jiyoo merasa tubuhnya lemas; nyaris tak bertulang. Matanya terpejam rapat. Otaknya sibuk menyusun semua kalimat –atau perintah dan dugaan- ibu Hyukjae.

“Menikah?” ulangnya. Mendadak pikirannya kosong. “Dan ibunya sama sekali tidak percaya pada hubunganku dan anaknya?”

Bagus sekali, pikirnya, lalu apa yang harus kulakukan sekarang?

Jiyoo memijat pelipisnya yang tiba-tiba saja terasa pening. Ia sama sekali tak menyangka ibu Hyukjae sepintar ini. Awalnya ia setuju membantu karena ia kira ibunya tak akan bertanya macam-macam, bahkan akan cenderung tak peduli pada hal ini, tapi ternyata.. ia salah.. besar.

Melihat ibunya tadi, Jiyoo jadi tahu wanita itu tak gampang dibohongi. Semua ini tak akan mudah.

“Mati aku!” Jiyoo mengacak-acak rambutnya frustasi. “Dua hari lagi.. aku akan menikah?!”

—-

Park Hyunyoung tak berhenti menatap Hyukjae sejak ia melihat lelaki itu di Lovabook. Sialnya, orang yang sejak tadi diperhatikannya justru tetap santai. Hyunyoung mendengus; mungkin gedung Lovabook harus terkena angin topan dulu baru Hyukjae sadar ia sedang diamati.

“Ya~” gadis itu mulai tak sabar. “Dimana Nona Muda itu sekarang?”

Hyukjae menoleh, menggaruk kepalanya sejenak lalu tersenyum polos. “Aku tidak tahu..”

“Tidak tahu?! Kalian selalu berdua sejak semalam, dan sekarang kau bilang kau tidak tahu?” Hyunyoung nyaris melemparkan sebuah buku yang sejak tadi dipegangnya.

“Dia tidak bilang apa-apa dan langsung pergi, kau pikir aku harus membuntutinya?” balas Hyukjae santai. “Lagipula anak itu tidak akan pergi ke tempat yang jauh.”

Hyunyoung mendengus, memutar bola mata dan kembali merapikan susunan buku di depannya. “Kau pikir dia anak kecil?”

“Nah~ justru itu! Kau tahu dia bukan anak kecil, kenapa masih memperlakukannya seperti ini?” Hyukjae tersenyum bangga. “Dia bisa memperbaiki perasaannya sendiri. Jangan meremehkannya, dia memang lemah, tapi tidak selemah yang kau bayangkan.”

Sambil menatap Hyukjae dengan tatapan tak percaya, Hyunyoung berdecak, “Wah.. kau sangat mengenalnya.”

“Yah.. itu salah satu keistimewaanku,” sahutnya.

“Apa keistimewaanmu itu? Bersikap sok tahu soal orang yang baru kau kenal?” cibir Hyunyoung.

“Bukan,” Hyukjae tersenyum lebar. “Langsung memahami Choi Jiyoo, itu keistimewaan baruku..”

“Tch~ laki-laki ini!” Hyunyoung baru saja akan melemparkan kamus tebal yang ada di tangannya saat ponsel dalam sakunya berdering nyaring. Matanya menyipit begitu melihat nama yang tertera di layar. “O, Choi Jiyoo?”

“Jiyoo?” Hyukjae langsung membulatkan mata.

Sambil menempelkan telunjuk di depan bibir, Hyunyoung menyuruh lelaki di sampingnya diam. Saat ia kembali pada lawan bicaranya, Hyunyoung mendesah kecewa. “Eh? Hyukjae?”

Hyukjae mengerutkan kening begitu Hyunyoung menyodorkan benda tipis itu padanya. Kemudian tanpa dikomando, ia langsung tersenyum penuh kemenangan. “Dia pasti mau meneleponku, tapi entah bagaimana dia malah menekan nomormu!”

“Kau mau bicara dengannya atau tidak?” ancam Hyunyoung.

“Galak sekali,” Hyukjae berkomentar singkat lalu menempelkan ponsel ke telinganya. “Kau merindukanku?”

—-

Jiyoo memutar bola mata saat berhasil membayangkan ekspresi Hyukjae. Kalau bukan karena masalah gawat yang baru saja didapatkannya, ia tak akan mau menghubungi lelaki itu. Jiyoo juga tak perlu mempermalukan dirinya sendiri di depan Hyunyoung karena minta bicara dengan Hyukjae. Ini semua terpaksa.

“Kau di Lovabook, kan?” omel Jiyoo tanpa basa-basi.

“Daripada itu, bukankah seharusnya kau minta maaf padaku?” sahutan Hyukjae membuat Jiyoo mengernyitkan alis. “Kau.. bahkan tidak menghubungiku –tidak langsung ke ponselku- Jangan bilang kau tidak menyimpan nomorku.”

Jiyoo mengangkat bahu. “Memang tidak, karena itu merepotkan.”

“Lalu bagaimana kalau suatu saat kau merindukanku seperti ini? Apa kau juga akan menghubungiku melalui Hyunyoung?” lagi-lagi Jiyoo memutar bola mata. Laki-laki ajaib!

“Aku tidak punya waktu bermain-main soal ini. Kau, jangan kemana-mana! Aku kesana,” pesan Jiyoo. Ia berhasil menyudahi obrolan mereka soal nomor ponsel atau siapa merindukan siapa. “Kurasa 90% tubuhnya tersusun dari rasa percaya diri.”

—-

@Lovabook

“DUA HARI LAGI?!” Hyunyoung menggebrak meja dan berhasil membuat Jiyoo meliriknya. “Maaf, aku tahu ini bukan masalahku, tapi tetap saja aku berperan dalam membujukmu membantu Hyukjae.”

Hyukjae tak tampak terkejut. Ia justru terlihat santai –terlalu santai untuk masalah yang tak bisa dianggap sepele.

Sementara Jiyoo sendiri tampak lelah menunjukkan kepanikannya. Ia masih melirik Hyunyoung, berharap rasa paniknya bisa diwakilkan oleh gadis berambut lurus itu. Pikirannya nyaris kosong saat ini.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?” Hyunyoung bertanya –hanya pada Jiyoo.

“Bukan ‘apa yang akan kau lakukan’, tapi ‘apa yang akan kalian lakukan’,” tahu-tahu Hyukjae menyahut. Ia menyilangkan kaki. “Memangnya ini hanya masalah Jiyoo? Ini juga masalahku, bahkan masalah pokokku, ingat?”

Hyunyoung berdecak sebal, “Melihatmu yang tenang-tenang saja, aku nyaris lupa kau adalah bagian dari masalah ini.”

“Jadi,” satu-satunya lelaki diantara mereka bertiga itu mengabaikan Hyunyoung. “apa kau akan menikah? Denganku?”

Jiyoo menoleh, menatap lelaki yang masih tak bisa ditebak isi pikirannya. Ia menggigit bibir, pertanda bahwa pertanyaan yang baru saja ditanyakan Hyukjae tak punya jawaban yang jelas. Satu-satunya yang jelas di kepalanya saat ini adalah ia sudah nyaris gila!

“Apa itu hal yang penting sekarang?” sela Hyunyoung. “Pernikahan itu bukan hal yang bisa kau jadikan permainan. Kalau kalian menikah, lalu bagaimana kehidupan kalian selanjutnya? Tidak mungkin kan kalian terus hidup bersama lalu tiba-tiba berpisah seenaknya?”

Hyukjae menyandarkan punggung ke kursi sambil mendesah. “Kau punya usul yang lebih baik?”

“Bilang saja pada ibumu kalau kalian sama sekali tidak serius! Kalau begini terus, kalian berdua pasti kerepotan! Bahkan keluarga Choi di Jepang belum tahu soal hal konyol ini!” Hyunyoung melotot tajam ke arah Hyukjae.

“Diamlah!” suara tinggi Jiyoo membuat kedua orang di sampingnya menoleh cepat. Gadis itu sedang menutupi wajah dengan kedua tangannya sendiri.

Hyukjae melirik Hyunyoung, memberi isyarat kecil untuk meninggalkannya dengan Jiyoo. Hyunyoung sempat memberi tatapan sinis padanya. “Awas kalau kau macam-macam!”

“Memangnya kau pikir aku ini laki-laki seperti apa?” dengus Hyukjae kasar setelah Hyunyoung meninggalkannya dengan Jiyoo. Lelaki itu beringsut dari kursinya, memilih berlutut di depan Jiyoo yang masih duduk dan menutup wajah. “Aku tidak pintar menghibur atau menenangkan orang, tapi aku tidak akan membiarkanmu jadi seperti ini gara-gara masalahku..”

Jiyoo bergeming. Gadis itu tak berniat merubah posisinya atau menatap Hyukjae.

“Kalau.. kau minta aku jujur pada ibuku, aku.. akan melakukannya,” ujar Hyukjae dengan nada lirih. Ajaib, Jiyoo menampakkan wajahnya di depan Hyukjae saat ini.

Kedua mata Jiyoo menatap jauh ke dalam mata Hyukjae. Lelaki itu serius, batinnya. Tawaran yang bagus. Saat Hyukjae jujur pada ibunya, masalahnya akan selesai. Tamat. The end. Happy ending. Jiyoo sadar itu, tapi ada sesuatu yang menahan anggukan kepalanya sendiri.

“Lee Hyukjae..” panggilnya. Hyukjae mendongak, menemukan wajah Jiyoo yang masih terlihat kusut. “Apa.. kau menyukaiku?”

Hyukjae terbelalak. Ia memang berharap gadis itu menolak usul soal jujur pada ibunya, tapi kenapa pertanyaan aneh ini yang meluncur dari bibirnya?

“Apa..” lelaki itu menarik napas. “Apa tidak boleh?”

Sesaat tadi Jiyoo nyaris kehilangan kendali akan organ vitalnya. Sesaat tadi Jiyoo nyaris yakin kalau ia merasakan hembusan angin sejuk membelai wajah dan rambutnya. Dan benarkah sesaat tadi Jiyoo nyaris tersenyum..?

“Tidak usah repot-repot melarangku, karena aku bukan pendengar yang baik. Aku sudah menyukaimu, jadi tidak bisakah kau belajar melakukan hal yang sama? Belajar.. menyukaiku,” ujarnya lembut. Hyukjae meraih kedua tangan Jiyoo, menggenggamnya dan berusaha menghilangkan rasa dingin disana. “Dan perlu kuakui, aku suka cara ibuku memberi tekanan seperti ini.”

Jiyoo –entah dalam keadaan sadar atau tidak- membalas genggaman lelaki itu. Ia merasakan tangan Hyukjae yang besar, hangat, dan kokoh. Tangan Hyukjae terasa kuat, tapi lembut saat menggenggam tangannya.

Walaupun ia tahu masalahnya sama sekali belum teratasi, tapi Jiyoo bisa tersenyum kecil, “Terima kasih..”

—-

Park Hana sedang menyibukkan diri di dapur saat pintu apartemen kecilnya terbuka. Kedua matanya membulat begitu melihat Hyunyoung datang bersama Jiyoo –Choi Jiyoo si anak hilang sejak kemarin. Wanita paruh baya itu sibuk memastikan tak ada hal buruk yang terjadi pada Jiyoo.

“Sudah kubilang Jiyoo baik-baik saja, kan?” keluh Hyunyoung, jengah dengan perhatian tak perlu dari ibunya.

Jiyoo menelan ludah lalu memaksakan seulas senyum kikuk pada Park Hana. “Aku baik-baik saja, Ajumma. Terima kasih, dan.. maaf sudah membuatmu cemas.”

“Aigoo~ syukurlah kau sudah pulang. Kami sangat khawatir, Agashi..” sahutnya.

Senyuman Jiyoo tadi perlahan menghilang. Kami, katanya. Otaknya menebak-nebak, kira-kira siapa saja yang tergabung dalam kata ‘kami’ yang diucapkan Park Hana ini. Jiyoo nyaris berhenti bernapas saat melihat Choi Siwon berdiri di tepi tangga.

“Kau.. pulang?” lelaki itu setengah berbisik tapi tak cukup pelan sampai semua orang masih bisa mendengarnya.

Jiyoo mengalihkan pandangannya ke sembarang tempat, menghindari kontak mata dengan Siwon. “Apa aku tidak boleh pulang kesini?”

“Tentu saja boleh~~~” sela Hyunyoung. Ia segera merangkul lengan Jiyoo dan membawanya ke kamar. “Ayo istirahat di kamar..”

Siwon tak bergerak saat Jiyoo berjalan lewat di hadapannya. Ia merasakan rambut panjang gadis itu tergerai dan membelai pundaknya. Ia bisa mencium aroma parfum yang sama dari gadis itu. Tapi entah kenapa semuanya terasa berbeda untuknya.

Semuanya tak akan sama lagi untuk Siwon..

—-

Jiyoo memejamkan mata rapat-rapat saat ia melewati Siwon. Ia mati-matian menahan diri untuk tak menangis atau berlari memeluk lelaki itu. Ia dengan susah payah berusaha untuk tak tersenyum lebar dan mengolok-oloknya seperti yang biasa dilakukannya pada kakaknya. Semua itu terasa asing untuknya.

Semua hal itu tak akan jadi hal yang biasa untuk Jiyoo..

“Aku bisa ke kamarku sendiri,” ujarnya seraya melepaskan tangan Hyunyoung.

Jiyoo berjalan gontai menuju kamarnya, mengabaikan Hyunyoung yang baru saja akan menahannya. Tubuhnya langsung melorot ke lantai saat ia berhasil menutup pintu kamar. Punggungnya bersandar di pintu. Kakinya terasa tak bertulang.

Ternyata ia memang belum baik-baik saja. Ia bahkan tak bisa menatap Siwon secara langsung. Ia tak baik-baik saja.

“Tidak bisa begitu, Choi Jiyoo!” suaranya terdengar parau di telinganya sendiri. “Kalau kau terus begini, dia akan tahu kalau kau menyukainya! Kalau dia tahu.. aku tidak akan bisa jadi adiknya lagi.”

Adik Choi Siwon.. mungkin memang itu peran yang cocok untuknya. Seandainya Siwon tahu soal masa lalunya pun, Jiyoo –mencoba untuk- tak merasa terbebani. Ia hanya akan menganggap sikap Siwon itu sebagai perlindungan seorang kakak untuknya.

Jiyoo memeluk tubuhnya sendiri. Semua bagian dalam tubuhnya seolah tak utuh saat ini. “Benar.. seharusnya memang begitu. Dia bahkan tidak menyukaiku, kan? Dia kakakku, dan selamanya akan tetap begitu.”

Baru saja Jiyoo akan melangkah ke ranjang dan merebahkan tubuhnya, ponsel putih di sakunya berdering. Benda tipis berlayar sentuh itu minta diangkat. Jiyoo mengabaikannya.

‘TING~

Sampai sekitar lima kali benda itu menuntut perhatian, akhirnya ponselnya hanya berdenting satu kali. Pesan. Jiyoo meraih benda putih yang digeletakkannya di atas ranjang.

From: +860407xxx
Angkat teleponku~~~ dan simpan nomorku.. Aa, jangan banyak berpikir. Kau akan baik-baik saja! ^-^
PS: pelajaran pertama untuk menyukaiku adalah *Jjajan~* pikirkan aku 3x seharii!

“Lee.. Hyukjae?” Jiyoo malah bertanya –entah pada siapa.

TING~’

Denting lainnya terdengar. Jiyoo mengerutkan kening dan membuka pesan barunya.

From: +860407xxx
Benar, ini Lee Hyukjae~~ ^^

“Cish~ kekanak-kanakan sekali,” Jiyoo mendengus tapi bibirnya tersenyum. Ia kembali membaca pesan pertama Hyukjae. “Belajar menyukainya? Aku pasti sudah gila..”

Jiyoo bisa saja langsung menggeletakkan kembali ponselnya, tapi ia malah menggigit bibir sambil menatap layar ponsel. Hyukiddo. Gadis itu menggertakkan gigi lalu tersenyum puas melihat kontak baru di ponselnya.

—-

-the next morning-

“O, pagi, Oppa,” suara Hyunyoung terdengar melalui celah kecil di sela-sela pintu kamar Jiyoo.

Jiyoo nyaris menahan napas sementara tangannya terhenti di knop pintu. Sejenak tadi ia berpikir Hyunyoung sengaja menyaringkan suaranya, memberi sinyal kalau Siwon sedang menuju kamarnya. Siwon.. Memikirkan nama itu masih saja membuat tenggorokannya tercekat.

Kamar Siwon ada di dekat tangga dan kamar Jiyoo ada di ujung koridor lantai dua. Mustahil jika lelaki itu menuju kamar mandi di samping kamar Jiyoo padahal di kamarnya ada kamar mandi sendiri.

“Jiyoo..” jantung Jiyoo mencelos. Lelaki itu benar-benar ada di depan kamarnya. “Apa dia sudah bangun?”

Jiyoo mengepalkan telapak tangannya. Setelah menarik napas dalam-dalam dan sedikit menipu hatinya, ia membuka pintu. Ia langsung menatap Siwon tanpa berniat pura-pura terkejut kenapa lelaki itu ada di depan kamarnya. Lagipula ia juga bukan aktris yang baik.

“Sudah..” jawabnya seyakin mungkin.

Untuk beberapa detik kedua pasang mata itu bertemu. Hyunyoung menelan ludah. Berada di tengah-tengah mereka bukan ide yang baik saat ini. Bukan hanya karena masalah antara keduanya, tapi juga karena ukuran mata Hyunyoung yang lebih kecil dari kedua Choi ini.

Jujur saja, gadis itu agak tertekan dengan kedua pasang mata Choi yang besar.

“Ayo–“ ucapan Hyunyoung membuat dirinya jadi pusat perhatian kedua orang itu. Hyunyoung berdeham, “Ayo.. sarapan?”

—-

Park Hana mencuri pandang ke arah putrinya. Park Hyunyoung balas melirik ibunya, tapi ia tak bisa memberikan jawaban yang diharapkan Park Hana. Ia sendiri tak mengerti apa masalah kakak-beradik di depannya ini.

Suasana sarapan di meja makan terasa hambar. Jiyoo sibuk mengaduk sup ayam jahenya sementara Siwon, entah ada dimana jiwa lelaki itu. Semua hal itu berhasil membuat keluarga Park serba salah.

Untungnya atmosfir tak menyenangkan itu terpecahkan saat Jiyoo meletakkan sendok di mangkuknya. Gadis itu terlihat sedang menenangkan diri. “Aku..”

Berhasil! Sekarang semua mata tertuju pada Jiyoo. Siwon pun mendongak dan menatap gadis itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan siapapun yang melihatnya. Hyunyoung sendiri sibuk menebak-nebak apa yang akan dikatakan nona muda itu.

“Aku akan menikah dengan Lee Hyukjae..” belum sempat Siwon menunjukkan raut wajah terkejut, Jiyoo menambahkan, “besok.”

“BESOK?!” kali ini Park Hana sukses menghidupkan suasana meja makan yang tadinya sepi itu.

Hyunyoung meletakkan sendok yang sejak tadi dipegangnya. “Iya, hanya tanda tangan di kertas registrasi pernikahan, aku dan Kibum Oppa akan jadi saksi mereka. Setelah itu masalah upacara pernikahan–“

“Bukan upacara pernikahan yang jadi masalah,” sela Siwon. Hyunyoung menoleh ke arah lelaki itu dan ia yakin sekali melihat mata Siwon menyala-nyala. “Apa kalian sedang bercanda?”

Hyunyoung mengkerut di kursinya. Jiyoo melirik teman sekomplotannya lalu menjawab, “Apa kau pikir hal seperti ini bisa jadi bahan lelucon? Aku serius, dan yang diucapkan Hyunyoung tadi juga benar. Sekarang aku hanya.. hanya memberitahukannya pada ahjumma dan kau.”

“A-agashi..” Park Hana menelan ludah. “Bagaimana dengan keluarga Choi di Jepang?”

Jiyoo menatap wanita paruh baya yang duduk di sampingnya. “Aku akan mengurusnya, Ahjumma.”

“Kau tidak butuh persetujuan kami?” kali ini Siwon tak bisa tak memandang gadis itu dengan tatapan marah.

“Aku..” ia tak boleh lemah. Jiyoo menggertakkan giginya. “Aku akan mengurusnya dengan caraku. Ayah dan Ibu juga tidak mungkin menentang pilihanku. Aku tahu apa yang kulakukan, dan–“

“Tidak. Kau tidak tahu!” Siwon membiarkan suaranya menggema di ruang makan kecil ini.

Jiyoo tertawa sinis. “Lalu kau? Ah~ aku lupa, kau kan Tuan-yang-Tahu-Segalanya.. Aku ragu ada hal yang tidak kau ketahui. Tapi,” ia menahan air matanya lagi. “ada hal yang tidak kau ketahui, Siwon-ssi. Perasaanku.”

—-

@Hyukjae’s Room

Lee Hyukjae sudah bangun sejak tadi, hanya saja ia sibuk menyembunyikan tubuhnya di balik selimut dan menolak berinteraksi dengan dunia luar. Tangannya masih memegangi ponsel. Matanya masih bersinar memandangi layar.

From: berrYOO
Sudah, cerewet.

Semalam ia sama sekali tak berharap Jiyoo akan membalas pesannya, tapi gadis itu sekali lagi melakukan hal yang tak terduga. Gadis itu tak pernah gagal membuat Hyukjae terkejut. Semua tentang Choi Jiyoo berarti semua tentang kejutan.

“Eomma tahu kau sudah bangun,” suara yang familiar itu berhasil membuat Hyukjae kembali terkejut. Ia menyingkap selimut dan menemukan ibunya berdiri sambil melipat tangan di depan dada. “Kau sudah bertemu dengan pacarmu, kan?”

Hyukjae menggeser tubuhnya, memilih bersandar di tepian ranjang. “Sudah. Aku juga tahu apa yang Eomma ucapkan pada Yoo.”

“Lalu?”

“Apanya? Tentu saja kami akan menuruti perintah Eomma,” sahut Hyukjae santai. Ia bisa melihat wajah ibunya yang terkejut. “Kenapa? Eomma kira kami ini hanya pura-pura? Aku menyukai Yoo, Yoo juga seperti itu. Lagipula kalau dia tidak menyukaiku, untuk apa dia mau membantuku menipu Eomma? Dia bukan gadis yang punya waktu luang.”

Hyukjae menelan ludah. Ia sudah setengah berbohong dengan mengatakan Jiyoo juga menyukainya. Tapi kemudian ia mengangkat bahu, gadis itu akan belajar menyukainya, jadi ia tak sepenuhnya berbohong, kan?

Wanita berambut sebahu itu berdeham. “Eomma memang mencurigai kalian, tapi saat gadis itu bilang dia akan menikah denganmu bahkan tanpa banyak berpikir, sepertinya dia tidak main-main.”

Kali ini Hyukjae yang terkejut. Bagaimana bisa Jiyoo langsung menyanggupi untuk menikah sebelum ia membicarakannya lebih dulu?

“Yah.. begitulah Yoo-ku. Dia selalu serius dengan ucapannya,” Hyukjae berusaha tersenyum puas. “dan dia juga penuh kejutan..”

“Kalau begitu,” Hyukjae bisa melihat wajah ibunya yang kelihatan melunak. Dalam hati ia berharap ibunya akan memberi waktu untuknya dan Jiyoo. Tapi mungkin itu hanya akan jadi harapan kosong. “cepat nikahi dia..”

—-

Park Hyunyoung masih membeku di kursinya. Matanya tak berani menatap kedua Choi yang masih saling diam. Berbeda dengannya, Park Hana justru sedang bergantian memandangi Siwon dan Jiyoo.

“Kita bicara di luar,” ucap Siwon di tengah-tengah keheningan mereka.

Jiyoo mendongak, masih menemukan lelaki itu menatapnya dengan pandangan yang tak bisa ia jelaskan. “Aku sudah selesai dengan topik yang ingin kubicarakan.”

“Tapi aku belum, dan aku harus bicara,” tegas Siwon. Ia marah, jelas. Tapi kalau ditanya kenapa ia marah, ia sendiri tak yakin bisa memberi jawaban yang tepat.

“Umm..” Hyunyoung bergumam pelan kemudian melirik ibunya, minta dukungan. “Eomma, ayo kita nonton drama.” Dengan cepat ia menggamit lengan ibunya, membawanya masuk ke kamar dan mengunci pintu dari dalam.

Siwon memastikan Hyunyoung dan ibunya tak akan keluar kamar untuk waktu yang agak lama. Ia menarik tangan Jiyoo, menyeretnya paksa keluar apartemen. Tak ada jaminan keluarga Park tak akan menguping, kan?

Disinilah mereka. Di bawah tangga menuju apartemen utama, tempat yang agak gelap dan sempit. Bukan tempat yang nyaman untuk bicara, tapi bukan tempat yang salah untuk berdebat.

“Apa kau marah padaku?” tanya Siwon. Nada suaranya agak rendah, terdengar lebih lembut.

Jiyoo menundukkan kepalanya. Ia bahkan tak punya nyali menatap lelaki itu. “Tidak. Untuk apa?”

“Karena aku sudah membohongimu dan bersikap seperti orang yang tak tahu apa-apa padahal..” ucapannya terpotong, Siwon menghela napas. “padahal aku tahu semuanya? Atau karena aku sudah jadi orang yang menakutkan di depanmu? Banyak alasan yang bisa kau gunakan untuk marah padaku. Bilang saja, Yoo..”

“Aku.. tidak menemukan alasan apapun untuk marah,” ujar Jiyoo, setengah berbisik.

Siwon mengepalkan kedua tangannya. “Lalu kenapa kau mau menikah dengan orang asing?!”

“Dia bukan orang asing, Oppa,” kali ini Jiyoo menguatkan diri memanggil lelaki itu dengan sebutan yang seharusnya. “Kaulah.. yang sejak kemarin berubah jadi orang asing. Orang asing tidak akan mau peduli pada perasaan orang yang tidak dikenalnya. Dan kau.. sudah berubah jadi orang seperti itu. Apa aku salah?”

“Aku punya alasan, Yoo..” kali ini kepalan Siwon terlepas. Tangannya tergantung bebas di samping tubuhnya.

“Aku juga, Oppa. Aku punya alasan kenapa aku melakukan ini,” Jiyoo kembali menundukkan kepala.

“Alasanmu tidak cukup kuat untuk mendukungmu melakukan hal konyol seperti ini. Maki aku sesukamu, keluarkan semua kemarahanmu, tapi jangan seperti ini,” bujuk Siwon.

Jiyoo tersenyum tipis. Ia mendongak dan pandangannya nanar. “Andai saja semua itu bisa selesai hanya dengan memakimu..”

“Bodoh,” suara itu membuat Jiyoo dan Siwon menoleh. Lee Hyukjae berdiri tak jauh dari mereka. Jiyoo mengerutkan kening, sibuk membaca ekspresi wajah lelaki itu. “Tadinya aku mau membawa calon istriku mencari cincin, tapi sepertinya aku datang di waktu yang salah ya?”

Siwon berjalan satu langkah, berhasil menempatkan diri diantara Jiyoo dan Hyukjae yang saling berhadapan. “Kami sedang bicara. Dan dia, dia belum jadi calon istri siapapun.”

“Kenapa kakak iparku sangat protektif?” gumam Hyukjae.

“Maaf, Oppa,” sela Jiyoo. Ia memandang wajah Hyukjae, enggan membuat kontak mata lagi dengan Siwon. “Aku harus pergi dengannya..”

—-

’Harus pergi dengannya’? Waa~ aku terharu!” Hyukjae tak berhenti mengoceh sejak Jiyoo –entah sedang waras atau tidak- menggenggam tangan kirinya dan masih menggenggamnya sampai sekarang.

Jiyoo tak bersuara. Tenaganya sudah habis untuk menghadapi Siwon dan tak ada sisa untuk mengomentari ocehan anak kecil di sampingnya. Saat sesuatu menghimpitmu tanpa ampun, gunakan semua jalan kabur yang ada. Itulah hal yang sedang dipraktikkannya.

Dan akhirnya ia kabur bersama Lee Hyukjae. Kombinasi yang bagus..

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Hyukjae tiba-tiba. Ia mengeratkan genggamannya. “Apa soal kemarin?”

Jiyoo menoleh, tersenyum lemah pada lelaki itu. “Sebagian..”

“Dan sebagian soal pernikahan? Melihat matanya tadi, kukira dia mau menelanku hidup-hidup lalu memuntahkanku lagi karena aku tidak cukup lezat untuknya,” ujar Hyukjae sekenanya. Ia ikut tersenyum lemah. Leluconnya tak berhasil kali ini. Jiyoo masih memandang datar ke depan.

“Lee Hyukjae,” panggilnya pelan. Hyukjae menoleh, menatap gadis itu dengan rasa ingin tahu. “Aku terlihat kacau ya?

“Kapan? Sekarang?” Hyukjae mengerucutkan bibir, pura-pura memusatkan perhatian pada wajah dan penampilan Jiyoo hari ini. Ia mengangguk-angguk. “Sangat kacau. Apa kau yakin orang itu benar-benar tidak menggigitmu?”

Jiyoo merengut dan menghentikan langkahnya. “Aku serius~ Bisakah kau berhenti bertingkah seperti anak kecil? Hyukiddo~~~”

’Hyukiddo’? Jadi itu panggilanmu untukku? Tidak jelek, tapi aku tidak suka, gantii~” keluh Hyukjae.

Jiyoo tersenyum puas. Panggilan itu meluncur begitu saja saat semalam pesan Hyukjae sampai di ponselnya. Tidak jelek, juga tidak salah.

“Baguslah,” Hyukjae berkomentar. Ia mengayunkan tangannya dan tangan Jiyoo bersama. “Kau tidak terlihat kacau lagi. Ah,” Kemudian ia memaksa Jiyoo berhenti di sampingnya. “Yoo, jangan lupa pikirkan aku 3x sehari dan kau akan selalu tersenyum~”

Jiyoo menatap lelaki itu dalam-dalam. Ia membiarkan Hyukjae membelai puncak kepalanya. Seperti biasa senyuman lelaki itu hanya terlihat seperti senyuman orang bodoh untuknya. Jiyoo mengerjapkan mata berkali-kali, bingung.

Kenapa senyuman orang bodoh itu malah membuatnya menangis?

“Aigooo~ Uri Yoo, kenapa menangis?” jemari Hyukjae menyusuri pipi Jiyoo, menghapus jejak air mata disana. “Apa kau sangat terharu karena aku ada di sampingmu sekarang?”

Jiyoo melepaskan genggamannya. Tangannya melingkari leher lelaki itu sementara wajahnya sudah tenggelam di pundak Hyukjae. Jiyoo memeluknya. Jiyoo memeluk si pemilik senyum bodoh itu.

“Tidak apa-apa..” Hyukjae tak berani mengangkat tangannya dan membalas pelukan Jiyoo. Dengan susah payah ia berhasil mengusap-usap punggung Jiyoo dengan tangan kanannya. Ia merasa pundaknya basah; gadis itu menangis lagi –bukan di belakangnya, tapi dalam pelukannya.

“Aku menyukainya.. aku masih menyukainya..” isakan Jiyoo membuat tangan kanan Hyukjae jatuh dari punggungnya.

Napasnya tercekat, jantungnya mencelos keluar, dan tenaganya terkuras habis. Hyukjae seperti sedang sekarat sekarang. Rasanya seluruh dunia sedang menindih tubuhnya.

Gadis itu benar-benar menyukainya. Hyukjae tak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi ia yakin hal itu berhasil membuat Jiyoo goyah. Dan Hyukjae tak mau kalah. Ia tak boleh kalah.

“Aku menyukaimu.. aku sedang dan akan selalu menyukaimu..” Hyukjae berbisik, cukup lembut dan tepat ke telinga Jiyoo. “Aku akan mengajarimu caranya menyukaiku..”

Jiyoo melepaskan rangkulannya. Kedua manik bulatnya tak berkedip menatap Hyukjae. Ia tak melihat senyum yang sama di wajahnya, tapi ia tetap bisa merasakan sensasi aneh yang ditimbulkan lelaki itu.

Jantungnya memberontak secara brutal. Ada rasa geli menjalar di dalam perutnya, seolah ada kupu-kupu yang terbang disana. Lengkap dengan angin sejuk yang biasa membelai seluruh permukaan wajahnya. Jiyoo tetap tak berkedip. Ia cukup menikmati sensasi yang selalu menyapanya saat sedang bersama Hyukjae.

Lelaki itu mendekatkan wajah ke arah Jiyoo. Hidung mereka bersentuhan dan jantung Jiyoo benar-benar nyaris berhenti berdetak. “Aku menyukaimu, Choi Jiyoo si orang asing..”

Jiyoo memejamkan mata, bersiap menerima sentuhan lain dari lelaki itu. Setelah tiga detik, tak ada yang terjadi. Jiyoo membuka matanya dan Hyukjae tersenyum lebar. Ia teringat sesuatu, “Mwoya~~ kau menguping? Soal ‘orang asing’ itu?”

“Tidak, kalian sendiri yang bicara terlalu keras. Bukan salahku, kan?” sahut Hyukjae asal.

“Kau menyebalkan..” gumam Jiyoo. Tapi kemudian ia menahan lengan Hyukjae. “Tapi kurasa aku butuh orang menyebalkan sepertimu.”

Hyukjae mengangkat bahu. “Tenang saja, aku tidak akan pergi kemanapun..”

==========TBC==========

TBC dulu teman-teman~ Umm.. mudah-mudahan ini dua chapter terakhir yahh.. Saya gak mau punya utang banyak-banyak sementara kesibukan baru suda menanti. Huhu~ TT^TT

Sampe saat ini sih ada 3 utang FF yah, Lovabook, Kyutoria, ama Flories.. Dan sialnya tiga-tiganya belum ketauan gimana endingnyaaa~~~!! Mamahh!! TT____TT Padahal mereka semua mesti buru-buru ditamatin.. Setelah gak ada utang lagi, gak tau deh masih bisa sering nulis disini apa gak, saya agak pesimis.. Mohon doa ajahh~ *bow*

PS: bener-bener gak bisa sering onlen, komen aja banyak yang belom sempet dibales satu-satu.. Maaf yaaaa~~~ TT___TT

120 thoughts on “Lovabook Story #12

  1. ahhh,,,entah kenapa hyuk jadi so sweet banget begitu ya…huhuhu
    jadi terharu….
    kaya’y perasaan hyuk jaih lbh kacau deh dri pada jiyoo ma siwon, cuma kena pembawaannya yang periang jadi ga keliatan,aslinya mana tau…
    itu lah lee hyukjae, ^^

  2. wah , unnie daebak ..
    Kasian eun.pa nya .
    Jiyo nya masii ska ma won.pa ..
    Hwatiing oppa !
    \(-o-)/

    smoga ceped selesai lovabook slanjudnya .
    Biar saya bsa bca lg . Wkwkwkwk

  3. huah.. Akhrya keluar juga lanjutany
    tiap hari pasti nengok d wp.syapa tau ada.
    Hmmm.jd mahasiswi tgas emg bjibun..tp emg butuh penyesuaian dlu. Fighting.
    Semoga ad wktu untk terus menulis..sayang ni pnya bkat. Kalo perlu lgsung ngeluarin nvel. Amien

    c u at part 13,14.
    Shela fighting.

  4. aigooooo..
    Setiap bca pasti deg2an. Kya ada kupu2 jga.haha *walaupun ud bca berulang2*
    sebenernya jiyoo ud suka hyuk. Td dy blum sdar dn msh dbwah *?* byang2 swon.
    Argh. It idung ud nempel. Sdikit lg jiyoo.haha
    eh,,pgen tau asal hyukiddo ama brrYOO dong.hehe

    lanjuttt. Kalo smpet mau after story ah *eh

  5. SUMPAH chingu, aku suka banget part yang ini. tekanan dari ummanya hyuk bener2 bikin gemes sama seneng juga karena akhirnya tanpa sadar jiyoo setuju menikah sama hyuk.

    jiyoo udah mulai membuka diri dengan keberadaan Hyuk. DAEBAK! bikin aku senyum2 sendiri baca moment2 terakhir mereka di part ini.

    kenapa Hyuk gak langsung cium z tu bibir Jiyoo. gemes banget, malah bercanda lagi.

    kasian uri siwon, dan menurutku dia memang lebih pantes untuk jadi seorang kakak untuk jiyoo.

    munculin heechul chingu, ya~ nanti z saat hyuk dan jiyoo udah menikah. bakal complicated banget deh ceritanya kalau kaya gitu. meskipun jadi rada2 mirip sinetron juga sech.

    fighting chingu, next part nya bakal aku tunggu. jangan lama2 ya.
    ^_^

    • EHH? munculin heechul? disini ceritanya heechul uda dipenjara, dan urusan ama dia uda selesai di part2 kemaren, kalo dimunculin lagi nanti jadi makin ribettss~😄
      Makasihh banyak syuda mampir+baca+komennn~~~ *bow* ^-^

  6. Muncul jg, wah wah,, yoo ngarep dcium hyuk ya? #plakk, eh shel hyukkido ap arti.a? *garuk2 pala* ehm2 dah mo tmat. Mga msih bsa srg tls2 ya shel

  7. akhr’y publish jg..
    lg sibuk yah, jrng onlen..🙂

    2 part akhr?
    entah knp onnie mlh ngerasa nih ff bakalan pjg..
    msh byk yg blm tuntas, terutama perasaan jiyoo..

    ttp d’tunggu lanjutan’y..
    semangat!!

  8. ayeyeyeye lovabook akhirnya publish (~’o’)~ entah kenapa pas baca akhir-akhirnya jadi pengen meluk hyukjae juga(?) *slap* unyuh sumpah part ini :3 ayo kak shella 2 part lagi! Fighting!

  9. Yaaakk!! Akhirnya keluar juga part 12 udh nunggu lama. Gak tau knp hyuk jadi unyu gitu. Lanjutin part 13 lagu dong ditunggu secepatnyaaa penasaran setengah matii~

  10. Yaaakk!! Akhirnya keluar juga part 12 udh nunggu lama. Gak tau knp hyuk jadi unyu gitu. Lanjutin part 13 lagu dong ditunggu secepatnyaaa penasaran setengah matii~

  11. aaaaaaaaaaaaa
    kawin kawin 2 hari lagi kawin~~~~~ hahahahaha
    astaga pas banget ya akhir2 ini siwon galau mulu…. #lahtrus
    hyukjae makin kesini makin manisssssss❤

  12. kok kerasa pendek ya *kicked*
    part ini lucu sekaliiiiii (~^-^)~ agak kasian juga sama siwon…. tapi jiyoo kayanya cocokkan sama hyukje ya? kkk~
    humm, belum tau ending-nya? semoga dapet ilham deh… semoga juga next part bisa cepet publish~~~~~XD

  13. aigooo…
    now the butterflies in yoo stomach won’t stop coz hyukjae, keke
    aq sukaaaa…bgt ma part ini
    neomu neomu neomu neomu neomu joha >,<
    aq suka bgt baca percakapan antara yoo sma hyukjae
    bikin pikiranku ikut melayang, hwkhwkhwkwk
    ngga cuma yoo yg dibikin senyum" sendiri sma hyukjae
    karena aq juga, keke
    siwon oppa, mianhae…tapi aq di pihak hyukjae klo utk urusan yoo🙂

    • Yesseu~ those butterflies will always fly in my stomach.. nonstop~ *foreva blaming lee hyukjae (?)😄
      percakapan yang mana yah? karna kita itu gak bercakap2, tapi saling memahami melalui kata2.. *cikiciiiw~~ XDD*
      Hehehe.. makasihh syuda baca onnie~ ;D

  14. akhirnya post juga..
    tp kok kayanya rada kurang gimana gitu,,he,,mian…
    jadi ini udah mendekati tamat ya..
    aku tunggu part selanjutnya ya..

  15. woaaah, bc hyukkido malah jd keinget kartun jepang, tp ga tau apaan (?)
    bc brrryoo malah jd inget coca cola “brrr” *korban iklan*

    Yoo udh jd lbh terbuka yah ma hyukkido😀 *peyuk hyuk* loh? =.=a

    Siwoon, kasian sekali kamu Kang~ sama aku aja kah? *abaikan*

    aseeek, besook kawiiin~ hihihi

  16. baru baca ff ini..rasanya beda aja bacanx..karakter eunhyuk beda bgt..spertinya ji yoo dah mulai bsa tersenyum dgn eunhyuk dan dah mulai suka ni….

  17. hoahhh.. komen saya di hape gak masuk…
    *banting hape…

    saya pingin lovabook gak cepet beres,, saya tungguin publishan lama atau sampei chapter berapa juga…

    gak rela efef ini cepat berakhir..
    beneran deh sukaaaa banget sama konflik dan pembawaan hyuk disini…
    sweeetttt pisannnn

    saya request jangan dulu buru2 jiyoonya jatuh cinta ta ta ta sama hyuk…
    biarin dulu si cassanova ini merayu rayu dengan gombalnya suka banget cara dia memikat hatinya yoo,, unik dan bikin gregetan…

    beneran dehhhh jangan dulu ditamatin…
    hehehehehe

    • yaaaaahh~ kan aku bosen, ama gak enak juga bikin orang2 nungguin ff ajaib inih.. ><
      hehehe… pingin liat si casanova ngegombal yah? okeh, nanti dibikin playernya keluar..😄
      tenang ajah, kan kalo tamat bisa diganti ama judul baru, yang mudah2an gak mengecewakan ato paling gak sama kaya Lovabook deh.. :3
      MAKASIHH BERAAAAATTS~~~~ *bow* ;D

  18. Ahh Jiyoo mah~ gemes ihh!masa bilang msih suka ama Masi pas breg Kunyuk?pan kasian KunyukNya..
    Ini c’Masi lgi bkin darah tinggi aja,mauNya apa sie?klo suka blag dong.. jgan malah pura2 jdi Kaka doank~ bkin galau aja deh!!!Hahaha napa saya yg esmoni ya?Mian Masiii darurat(?)
    Tpi Jiyoo nya dah ngrasa nyaman ama Kunyuk kan ya?ampe2 mau pegangan tangan segala.. Hahaha
    Ayo next part jdiin nikahNya ^^

  19. Jangan cepet abis, kalo udah end lovabooknya abis itu buat after storynya sampe 10 part *nyehehehe becanda deng*

    cieee nikah!! SELAMAT YA ONNIE!! aku diundang gak? yes.. hyuk unyu disini haha. jiyoo onnie juga nih, selamat yaa sudah menerima hyuk uhuuuuy hehe
    udahlah onnie, jgn suka sama siwon lagi. kan udah ada hyukjae ehhehe.

    oh iya onnie, aku mau nanya jiyoo suka sm siwon sejak kpn? pas masih kecil, udah sekolah atau baru-baru aja?

    • Aduhh.. after story? .__. NOOO~ mari kita tamatkan segera Lovabook inih dan cari bahan cerita bayuuu..😄
      diundang kok, tapi gak pake undangan, via twitter yah.. *geje*
      yoo suka won itu sejak……kapan yah…… onnie juga bingung. Tapi pastinya yah abis insiden chul.. *hayo inget gak part berapa? :3*
      makasihh syuda baca yaaaahh~ ;D

      • hehehe iyaa sama2 onniee😀
        hmm cari bahan baru yaaa?? aku ada saran tokoh niih, Jiyoo-Hyukjae dan Donghae-Gaeul!! setuju gak onnie?
        yaah aku lupa insiden heechul kapan, tapi kalo gak salah di part 3 atau 4 gitu, bener gak onn?
        oke deeeh aku tunggu undangan via twitternya yaaa😀

  20. ah, hyuk semangat jgn mw kalah sama siwon!
    Ah jiyoo mw dicium hyuk tuh, tumben bgt kyadongan hyuk gk braksi? Wkwk

    Aku tunggu klanjutannya, ttp semangat bwt nulis ff tp jgn ampe ganggu kuliah jg ttp utamain pendidikan, hehe*udah ky juma2 aja dah* haha

    • Buahahahaha~ disini kan dia jadi cowok polos nan ceria tanpa unsur keyadongan..😄
      hehehe.. makasihh, Jumma~ masih fokus kok, jadi urusan fangirling dipinggirin duyu.. *lambai2 ama hyuk* :3
      makasihh syuda bacaa~ ;D

  21. ah shel gokil nie cerita makin lama makin penasaran ma ujungnya pha akan seperti biasa berujung pada JiHyuk couple atw jstru ma Jiwon couple*ditabok Hyuk
    eh tp mungkin gitu Jiyoo pacaan ma Siwon???*benera ditabok ma Hyuk
    itu Jiyoonya bimbang bgt disatu sisi dia mencintai Siwon sang pelindunngnya
    dan disisi lain walau tnpa sadar Jiyoo jg dah mulai suka ma Hyuk oppa si orang asing*sok tau, ok abaikan

    kesibukan jadi Maba itu pasti menyita waktu dan adaptasi yg cukup.
    ok semangat dweh buat Shela buat ngerjain semua utangnya
    hehehehhe keep Hwaiting!!!

  22. cie…cie……… yoo dah mulai suka hehe
    akhirnya hyuk denger apa yg paling dia takutkan, tyt yoo suka ama kakaknya hoho..
    moga aja hyuk bisa ngerebut hatinya yoo #eciyeee…… hehehe
    endingnya aku suka non ^^

  23. hoaaaaaaaaaaaaaaa…….
    suka banget ma part ini!!! so sweet bgt :3
    itunya nanggung amat eon,sekalian kena gitu kek (?)
    nama panggilannya lucu deh,hyukiddo.. unyu unyu gimanaaaa gitu .___.
    nikahannya aku tunggu ya eon.. XDD

  24. kyaaa!!!XD
    gak sabar nungguin yang ke 13 fufufu ^3^
    dosisnya tambahin dong,mikirin hyukiddonya berkali-kali sehari biar overdosis😄 kkk~
    Love you kaka author :*
    keep up the good work!

  25. Eon lagi sibuk ya? hehehe.. *tos!* sama dongg~ kkk
    Cutee😀 Hyuk disini kayak anak kecil yg polos ^^ wkwk
    Waaa~ bentar lagi uda married dong? wkwk
    Pasti seruuu ^^
    Siwon mau gimana ya? uda marah niee xD
    Okk🙂 Fighting eon! ^^

  26. shelaaaaaaaaaaaaa….. bogoshipooo… jeongmal… hih aku baru tau kalo udah publis semalem masaaa, padahal udah dr bbrp hari yg lalu. u,u
    suka suka sukaaaaa… tetep gemes ama hyuk, semacam berdebar2 yah baca ini(?)
    kasian nyukie pas yoo bilang masih suka ama won won T__T
    aku baca ini pas lagi jaga malem si RS, sembunyi2 dari mas mbak perawat yang lagi jaga. muahahaha….

  27. pendek yoo.. *toel2 shela* tapi tak apa,,yg penting seruuu >..<
    entah apa ya isi kepalanya shela,tp tiap ff buatanmu aku pasti cinta,,hanya satu judul ff shela yg gk kubaca,yg kyutoria..
    Aku bukannya antis kyutoria..tapi bahasanya itu loh..ehehe.. *tos sama eunhyuk*

    mwoya? Udah mau ditamatin? Endingnya jihyuk married kah? Euheuheu..gak sabar nunggu lanjutannya..^^

    dan soal om kuda.. Ketauan bgt sukanya sama yoo..tp entah yoo nya gak peka ato apa,tp masa yoo gk nyadar? Ahahaha..
    Udah ah om kuda balik jepang aja s0n0..cari cewe laen aja🙂

    emaknya hyukjae beneran mengerikan..jiyoo yg galak aja ampe dibikin ketar ketir..ahaha..

    next part ditunggu chagi ^^

    • O yaah? Yaumpaaann, padahal yoo kira syuda panjang.. *garuk2 aspal*
      Jangan2 onnie bukan cinta ama ff-nya, tapi cinta ama yang nulis yah? ayo ngakuu~~ *disumpel-dibuang ke seoul (?)
      Makasihh onnie~~~ Cinta deh, cintaaa.. :* <33

      uda harus tamat, mesti ganti drama laen.. xD
      makasihh syuda baca, onnie~~ ;D

  28. uwa…lari langsung meluk hyukjae gr2 dia ngomong “Tenang saja, aku tidak akan pergi kemanapun..”#langsung ditendang kyu dr blakang..hahah#
    thor hyukjeny sweeeeetttt banget sih disini…jadi suka hyuk…wkwkwkwk
    tapi gmn jadinya ma siwon opppaaaa??kacian2

    • Buahahaha~ syuka sama adegan ituh? saya juga.. HOHOHO~ xD
      Silakan suka ama hyuk, tugas saya memang bikin imej yadongnya hilang dan tergantikan dengan imej yang sosuit.. :3
      makasihh syuda bacaa~ ;D

  29. wah udah lama juga nih nungguinnya…
    akhirnya datang juga..

    itu yang jadi cast-nya beneran Lee Hyukjae kan??
    Koq keren amat gitu sih???
    Kan kesemsem saya jadinya.. 0)0

    Kyaaaa… Hyukjae-ah…
    kenapa kau keren sekali!!!!!

  30. haloooo ganti nih jadi ragi hmmm tepung kali ~~~~~~~ BTW WAE WAE SO CUTE KAK ? GAK KUAT ….. aku senang sekali kalo ada yg menyiksa orang ganteng macem Siwon hmmm hmmm … gila ini manis sekali si Hyuk jadi pusing .. Tante mama-nya Hyukjae … ayoooo ditekan biar makin manis makin cepet nikahnya :*
    semangat kuliah kakak

  31. kan udah ditawarin ama mom, mau dibantuin nyelesein flories ga mau..
    yah gimana ya, niat baik di tolak. kecewa deh
    *ceritanya ngambek~

    cap kaki yhoon dlu yah disini.
    dibaca ntar~😄
    cao cao cao~!!! *waving

  32. eh? aku belum komen yah shel?? hahaha maap yee sinyal kosku cacad XDD

    kyaaaa hyuukkk~ eehhehe buruan married sana sama si yoo, si siwon tendang aja ke jepang! biar nggak ganggu” JiHyuk lagi😄
    haha udah ah aku bingung mau komen apalagi, yang jelas makin kesengseng sama tu ikan teri #ciumhyuk :* #kabur

    • sama, Ki.. sinyal kosanku juga lolanya naudzubilah~~~ -___-

      hayo loh, kenapa semua orang pada berpaling ke teri kuning itu? :3
      jadi bangga nih ama dia..😄
      makasihh uda baca, say~ ;D

  33. annyeong buat author,,indah imnida,,selingkuhannya hyukjae*ngarep*,,
    ceritanya bagus,,
    jdi makin naksir ma hyukki*kedip2mata ke hyukki*
    ditunggu lanjutannya ya,,

  34. Baru inget kalau aku belum komen di sini..
    Hehehe Mianhae..

    Ciee.. ciee Yoo mulai membuka hati buat Poo neh..
    Dari awal aku ngikutin ff ini karakter siwon it bener” bikin aku jatuh cinta..
    Tapi ke sini” aku jadi sebel soalnya dy jadi orang k3 JiHyuk..
    Heh?! Salah ding yg jadi orang k3 it kan si Hyuk.. kkkk
    Makanya biar aku ga sebel lagi buruan dunx bikin Siwon berpaling sama aku hahaha /sarap

    Yaudah deh..
    pokoknya undangan pernikahan Poo n Yoo ditunggu iah ^_^

    • hai, kakak~ ^o^9
      jadi sebenernya kan orang ke3nya itu donge, kak (?)
      nah kan minta siwon berpaling.. nanti kalo dibikin ama kak ika, yoo abis diterkam hae.. -__-

      makasihh suda baca, kak~ ;D

  35. hollaaa..
    Mian bru komen, pdhl baca.y udh dr minggu kmren ._.v
    jarngn inet d hp sm modem.y ngajak ribut trus soal.y u,u

    huaaa!! Huaaa!! Hyukjae~ya!! Aku padamuu >< *d tabok jiyoo*
    aaaa seneng karakter hyuk d sini..
    Hayyoooh. . .
    Jiyoo puyeng kn tuh, mau wonwon apa hyuk.. Aaaa tp siwon miris yaa..
    Wohoo ad kibum, my ex-boyfriend
    tp skrng aku udh sm changmin u,u /slapped/

    hmm aku kebnykn cuap" gapen yaa.. Mianhae *bow*
    akhir kata.. Ff ngehibur bgt!! Sumpah demi apa pun deh :p

  36. mamah mianhee😥 aku a sempet baca kmren gr” ujian dan minggu” pr takut ga dapat feelny kalau baca dlm jangka 1 bulan tersebut huhuhuh u,u
    skrg sibuk bgt yah aku aj yg bru msj sma sibuk setengah hdup aplg mamah huhuh u,u selamat menjalani hari sibuk ajae huhuh #malah curol wkkk😄

    aihh ==” jng bilang ak nanti ganti papa gr mamah lirik” siwon in😄 kekekke~ untung aja nenek cepat brtindak XDD BAGUS NEKK!! BAGUSS ! aku jd batal gak punya bapak eunhyuk kkwkwkkw ~~ #cipok nenek wkkwkwk
    kekkekkeke~ papah –“kamu romantis sekali yah disini -,- kmu belajar dr mna? jangan bilang papah ikan teri belajar romantisny dari om ikan nemo😄 wkkk,,,
    kkk~ntar om ikan nemo bikin private les it wkakkaka XDD

    udh deh segini aja komenya makin malam otaku makin kacau wkkwkw~~ dtunggu next part mamah :*

    • SEMANGAAAAAAT YA NAK~~~ ^o^9

      bwahahahaha… papah kamu belajar dari sarjana keteknikan kegombalan, nak. Wjar kalo ngerayunya pinter..😄
      makasihh syuda baca yaaaahh~~~ *cipok*❤

  37. Hyukiddo & berrYoo… aiiihh… aiiihhh… >///< sooooo suuuuiiiittt… gimana kakak ga bisa berenti jadi Jihyukism kalo kisah kalian selalu bisa buat kakak senyum-senyum… tertawa riang, cerah ceria…. sukaaaa… sukaaaa… sukaaaaaa… ~~ :3

  38. kenapa siwon ga nunjukin perasaan aja langsung ke jiyoo?
    Kalau kaya gitu mah jiyoo bisa berpaling ke hyukjae…
    Jadi alasan jiyoo marah dan ngebatalin perjodohan siwon karna dia suka siwon…

  39. Bagian end menyentuh dah! N qw merasakan sa-at hyuk kecewa. Huaaaa hyuk kenapa jadi rmntis???

    Si hyuyoung? Ada org berantem yg di takuti matanya kekekekeke.

  40. aaakhhhh demi apapuunnnnn rasanya part ini romantiiss bangetttt… Hyuk benar-benar dengan kekonyolannya tapi sukses merubah hati Yoo.. aaaaakkuuuu sukaaa part ini hahahhaha.. makin akhir makin seru. *padahal niat mau ngerjain tugas nih thor, eh malah gak bisa berhenti baca ff ini.. ayo thor tanggung jawab😀 *

  41. bingung saya mau ngomentarin apa, kalo sama2 suka kenapa ngga ngomong aja sih..’?!
    malah dipendam2..
    nyesekkan jadinya..
    heedeeeehhhhh..

    cciiiiieeeee, JiHyuk moment makin seru aja nih..
    :p

  42. Yeyy banyak adegan Jihyuknya, oyah walaupun bibir Jiyoo mengatakan dia masih menyukai Siwon tapi hatinya berkata lain kan. Kalau gak mana mungkin dia mau benar-benar menikah dengan Hyukjae.
    Dan kenapa Hyukjae gak nyium Jihyoo yg udah nungguin dia? #plakk

  43. Mwo?? What?? Astaga!
    Choi jiyoo, he’s ur brother! Oh my won!
    Mereka brdua saling menyukai?? Astaga… (ʃ‾̩̩̩‾̩̩̩~‾̩̩̩‾̩̩̩ƪ)

  44. kyaaaaa… suka..suka..suka sama part ini.
    so sweet.
    hyukjae beneran suka ternyata sama jiyoo dan akan berusaha membuat jiyoo juga suka sama dia.
    semoga berhasiL oppa!!!!

  45. Woooaaahhhh daebak eonni,,

    Tapi tapi aku jdi kasian sama siwon oppa,, (╯︵╰,)
    Senoga siwon oppa jga brkhir dngan happy end Ɣå媪,, hahahahah
    Lnjut baca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s