One Day Exchange #4 [End of Changing]

One Day Exchange #4

When the changing brings no change.. ever

===================

Hyori mengetuk-ngetukkan jemarinya ke atas meja, menimbulkan suara teratur yang mengusik lelaki yang duduk tepat di depannya. Walaupun terganggu, lelaki tadi tak mau membuka mulut. Ia tahu apa yang dipikirkan gadis itu; karena ia juga memikirkan hal yang sama.

Eunhyuk melirik jam dinding yang tergantung di dinding dapur. Pukul tujuh malam. Ia mencibir, “Jam itu rusak ya?”

“Eh?” Hyori ikut-ikutan menoleh, mengamati jam dinding berwarna ungu miliknya. “Tidak rusaaak~ jarumnya masih bergerak dengan benar.”

“Lalu kenapa rasanya lama sekali?” keluh Eunhyuk sambil bertopang dagu.

Sambil melirik tajam lelaki itu, Hyori mendesah, “Itu karena kau meliriknya tiap satu detik sekali. Memangnya kau berharap apa dari jam itu? Berharap benda itu akan langsung menunjukkan pukul delapan kalau kau melayangkan tatapan membunuh seperti tadi?”

“Memangnya aku terlihat seputus asa itu?” Eunhyuk berkomentar singkat. Ia kemudian beralih pada wajah Hyori dan tersenyum mengejek. “Kau sendiri?”

Hyori mengerjapkan mata, “Aku kenapa?”

“Tidak berharap bisa bertemu Kyuhyun lebih cepat?” sindir Eunhyuk. “Jangan bohong, aku bisa melihatnya~”

“Tch~ melihat apa? Aku tidak sepertimu,” bantah Hyori tegas. Tapi diam-diam ia kembali melirik jam dindingnya. Sambil berharap jarum jam akan bergerak lebih cepat, ia membayangkan apa yang sedang dilakukan Kyuhyun dan Jiyoo.

Eunhyuk bergumam, “Yoo.. jangan jatuh cinta pada orang itu.”

Gadis di depannya, yang mendengarkan gumaman Eunhyuk, memejamkan mata lalu bicara dalam hati, “Bebek jelek, jangan pasang wajah mempesonamu untuknya..”

***

“Poo.. Poo.. Poo..” Jiyoo mengomel tak jelas sambil terus mengusap-usap layar ponselnya. Pesan singkat Eunhyuk masih terlihat disana. Jiyoo tak membalas atau mencoba menghubungi Eunhyuk. Kalau bukan karena perjanjian dengan lelaki yang duduk santai di belakang kursi pengemudi ini, ia pasti sudah menelepon Eunhyuk sejak tadi.

Kyuhyun melirik gadis di sampingnya lalu berkomentar, “Kau sedang membaca mantra ya?”

“Mantra, kepalamu!” umpat Jiyoo.

“Ya! Pergi kemana panggilan ‘Oppa’ tadi untukku?” Kyuhyun menegur kemudian merampas ponsel yang digenggam Jiyoo. “Aa~ gara-gara ini tidak ada ‘Oppa’ lagi?”

Jiyoo memicingkan mata tajam sebelum berhasil merebut kembali ponsel putihnya kembali. Ia menolak bicara atau sekedar menanggapi ucapan lelaki itu; setidaknya setelah yang Kyuhyun lakukan, ia benar-benar kehilangan gairah untuk berakrab-akrab-ria dengannya.

“Jangan pasang wajah menyeramkan begitu, aku bisa memotretmu dan mengirimkannya pada Eunhyuk hyung,” komentar Kyuhyun singkat.

Baru saja Jiyoo akan mengumpat lagi saat sadar ia tak bisa menghabis-habiskan energinya untuk lelaki seperti Cho Kyuhyun. Ia menghela napas panjang; berusaha memasukkan banyak oksigen ke dalam paru-parunya sendiri. “Kenapa kau senang sekali?”

“Senang? Maksudmu setelah kita berkencan hari ini?” Kyuhyun mengerutkan kening.

“Bukan! Meskipun kau senang karena bisa menyiksaku seharian dalam nerakamu, tapi bukan itu yang kumaksud,” ujar Jiyoo sebal. “Kau, saat ini, terlihat sangat senang, tenang, dan bahagia. Kenapa? Apa sesenang itu bisa bertemu lagi dengan Hyori?”

Kyuhyun menempelkan punggungya ke sandaran jok mobil. “Tidak juga.”

“Berhentilah menjawabku dengan kalimat singkat seperti itu. Menyebalkan,” Jiyoo melipat tangan di depan dada.

“Memangnya kau tidak?” sahut Kyuhyun. “Kau tidak senang bisa bertemu lagi dengan Eunhyuk hyung?”

Jiyoo kembali memandangi layar ponselnya sambil tersenyum kecil. Bohong kalau ia tak senang. “Aku lega, bukan senang. Tapi.. aku sedikit cemas pada apa yang mereka kerjakan sepanjang hari ini.”

“Apapun yang mereka kerjakan,” Kyuhyun menoleh, menghadap gadis di sebelahnya, “tidak akan merubah apapun.”

“Pintar sekali,” sahut Jiyoo pendek. Diam-diam ia setuju. Tidak akan ada yang berubah pada mereka berempat. Perubahan hari ini tak akan merubah apapun. Ia bergumam, “Poo tidak akan berubah..”

Kyuhyun mendengus mendengar ucapan kecil Jiyoo. Ia tersenyum menyeringai, “Hyo tidak BOLEH berubah..”

***

8.00 PM

“Sudah jam delapan, kan?” pekik Eunhyuk begitu melihat jarum panjang bergerak ke angka 12. “Jam delapan!!”

Hyori, yang sedang melamun sambil sesekali tertunduk karena mengantuk, langsung terkejut dan nyaris melemparkan gelas plastik yang ada di depannya. Ia mengomel, “Ya! Tidak usah berteriak!”

“Tapi sudah jam delapan! Perjanjian kita berakhir!” pekik Eunhyuk lagi; mengabaikan perintah Hyori untuk tidak berteriak di apartemennya. “Hei, mana teleponmu?”

Sambil bertopang dagu di atas meja, Hyori menunjuk telepon rumah yang ada di dekat balkon apartemen. Ia mendengus saat Eunhyuk melewatinya dengan tingkah konyol. Tapi ia menarik napas lega. Ide konyolnya berakhir detik ini juga. Tidak ada lagi kekhawatiran pada Kyuhyun dan Jiyoo.

“Lalala~~~” Eunhyuk bersenandung asal. Sambil menunggu sambungannya tersambung, ia memandang ke luar jendela. Saat melihat sesuatu di bawah, ia mengerutkan kening dan diam agak lama. “Hyo, Hyo, sini sebentar.”

Hyori baru saja merayakan berakhirnya hari ini dengan dirinya sendiri dan sekarang lelaki itu menganggunya lagi. Hyori bangkit dari kursinya lalu menghampiri Eunhyuk. “Apa lagi?”

“Itu.. mobil Kyuhyun, kan?” Eunhyuk menyibak tirai berwarna pastel yang menghalangi pandangan mereka. Telunjuknya mengarah pada Hyundai hitam yang terparkir tepat di seberang jalan.

Mata Hyori terbelalak. Sambil mengangguk pelan, ia bergumam, “Kenapa mobilnya ada disana? Sejak kapan?”

“Apa mereka tidak benar-benar berkencan hari ini?” tanya Eunhyuk bingung.

“Tidak mungkin~~ tadi pagi kan kita lihat mereka pergi, lalu saat kita ke supermarket mobil itu tidak ada disana,” sahut Hyori. Ia yakin sekali itu mobil Kyuhyun, ia juga yakin Jiyoo dan Kyuhyun tidak mungkin tidak pergi kemanapun hari ini.

Pertanyaannya: kenapa mobil itu bisa ada di depan apartemennya saat tepat jam delapan?

Hyori berpikir sejenak sebelum menyeringai lebar. Ia menepuk pundak Eunhyuk, “Hei, mau menggoda mereka?”

***

Jiyoo melipat kedua kakinya ke atas jok. Ia bosan setengah mati. Setengah jam lebih ia menunggu di mobil bersama lelaki yang super membosankan ini –Cho Kyuhyun, jadi ia benar-benar dalam tingkatan bosan akut.

“Sudah jam delapan, kan?” tanya Jiyoo tanpa melirik Kyuhyun.

Kyuhyun menggulung lengan kemeja panjangnya lalu menjawab, “Sudah.”

“Sudah?! Lalu kenapa kau masih diam saja? Ayo masuuuk~~~” rengek Jiyoo. Kedua kakinya otomatis kembali ke posisi semula.

“Kau ini bodoh ya? Coba pikir, bagaimana bisa kita sampai disini jam delapan tepat? Bisa-bisa mereka mengira kita sengaja menunggu disini,” ujar Kyuhyun tenang.

Jiyoo menatap lelaki di sampingnya ini dengan tatapan tak percaya. Sedikit takjub karena ternyata Kyuhyun benar-benar sudah mengatur semuanya. “Tapi kita kan memang sengaja menunggu mereka disini. Biarkan saja mereka tahu..”

“Dan Hyori itu akan mengira aku terlalu tidak sabar bertemu dengannya?” pertanyaan Kyuhyun tanpa jawaban. “Tidak, terima kasih.”

“Aishh~ keras kepalaaa!!” Jiyoo kembali menyerah. Ia benar-benar tidak tahu –dan tidak mau tahu- apa yang ada dalam kepala lelaki ini.

Kyuhyun mengabaikan omelan gadis di sampingnya lalu kembali memejamkan mata. “Lima belas menit lagi kita turun.”

“Poo?”

“Iya, kau juga akan bertemu dengan Poo konyolmu itu,” sahut Kyuhyun.

Jiyoo menepuk pundak Kyuhyun, membuat lelaki itu membuka matanya lagi. “Bukan itu! Coba menoleh ke sampingmu!”

Sambil mengerutkan kening bingung, Kyuhyun menurut. Lee Hyukjae berdiri di samping mobilnya. Lelaki itu terkejut, tapi dengan cepat menghilangkan ekspresi itu dari wajahnya. Lalu ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut –dan kalahnya- saat melihat Hyori ada di belakang Eunhyuk.

Kyuhyun tersenyum datar. “Tch~ dia akan menertawakanku..”

***

“Apa anak ini berbuat macam-macam padamu, Yoo?” pertanyaan itu jadi pertanyaan perdana yang dilontarkan Eunhyuk saat mereka berempat duduk di ruang tamu apartemen Jiyoo dan Hyori.

Jiyoo menarik napas panjang; menandakan ia lelah lahir batin hanya dengan 12 jam bersama Cho Kyuhyun. Ia kemudian menggeleng, “Tidak. Aku mengalahkannya! Sekarang aku tidak akan mendengarnya berkoar-koar soal raja game atau semacamnya! Aku hebat, kan, Poo?”

“Kalian bersenang-senang?” tanya Eunhyuk, setengah sedih.

“Aigooo~~ aku memberinya pelajaran, Poo. Jadi iya, itu menyenangkan, untukku. Tapi mungkin tidak untuknya,” sahut Jiyoo, diam-diam merasa bersalah. Harusnya ia menjaga sikap dan ekspresi wajahnya saat ini.

Kyuhyun menimpali, “Aku juga tidak senang waktu kau makan daging panggang untuk porsi tiga orang! Kau mau membuatku bangkrut?”

“Ya!” tegur Jiyoo cepat. Ia mencibir, “Laki-laki macam apa yang membocorkan kebiasaan makan seorang gadis, ha?”

Hyori melipat tangan di depan dada. “Jadi makan daging panggang juga?”

“Eh, bukan, Hyo–“

“Iya, kami makan daging panggang lalu makan es krim sambil ditemani pemandangan indah,” potong Kyuhyun. Jiyoo mendelik tajam ke arah lelaki itu. Pemandangan indah macam apa yang ia maksud? Papan iklan Pulau Jeju itu ia sebut pemandangan indah?

Eunhyuk mengamit lengan Jiyoo. “Yoo~ kau tidak mau bertanya apa yang kulakukan bersama setan kecil ini?”

“Aku..” Jiyoo menelan ludah lalu mencuri pandang pada Kyuhyun. Apapun yang mereka kerjakan, tidak akan merubah apapun. Kemudian ia tersenyum, “Tidak usah. Lagipula aku percaya kegiatan kalian pasti menyenangkan..”

“Apanya yang menyenangkan? Kami membicarakan kalian terus,” omel Eunhyuk yang disambut tatapan setan dari Hyori.

Kyuhyun melirik gadis yang masih berdiri sambil melipat tangan di dada. “Oh, membicarakan kami terus?”

“T-tidak! Kami belanja, memasak, lalu menonton DVD tanpa membicarakan kalian! Jangankan bicara tentang kalian, kami bahkan tidak sempat memikirkan kalian!” tiba-tiba Hyori mengomel panik. Dalam hati ia berjanji akan menyumpal mulut Lee Hyukjae itu dengan cetakan pudding raksasa.

Melihat Kyuhyun menyeringai penuh kemenangan, Jiyoo membuka mulut, “Aa~ kalian tidak memikirkan kami? Padahal kami sibuk berdiskusi tentang kalian sepanjang hari.” Jiyoo tahu ia mendapatkan perhatian Hyori. Gadis itu tertarik. “Dan kami juga sengaja menunggu di depan apartemen sambil menunggu semua ini selesai.”

“Kau.. benar-benar menunggu? Sejak kapan, Yoo?” Eunhyuk menatap Jiyoo dengan mata berbinar.

“Ng.. sekitar satu jam setengah yang lalu,” ucap Jiyoo bangga. Ia melirik Kyuhyun dan tahu lelaki itu sedang mencari waktu untuk mengomelinya lagi.

Hyori tersenyum puas. “Oh, kalian menunggu di depan?”

“Iyaa~ tapi bukan ‘kalian’, hanya orang ini,” Jiyoo menunjuk Kyuhyun langsung dengan telunjuknya.

“Choi Jiyoo.. kau! Tidak cukup gelar pemenang yang kau dapat dari game center itu?!” keluh Kyuhyun. Lelaki itu melihat reaksi Hyori, dan ia yakin gadis itu akan tertawa sampai puas. Ia mengalah, “Baik, baik. Aku memang menunggu. Lalu kenapa?”

Hyori memiringkan kepala. Ia tersenyum lembut saat menatap wajah lelaki kesayangannya itu. “Kenapa? Aku senang.” Kemudian ia tersenyum lebih lebar, nyaris menyeringai, “Karena akhirnya kau tahu seperti apa rasanya merindukanku!”

“Tch~” Kyuhyun mendengus pelan.

“Yoo, kita tinggalkan saja mereka disini,” ajak Eunhyuk sambil mengenggam tangan kanan gadisnya erat. Ia berbalik sebentar, “Aku pulang dulu yaa~ Hyo, aku titip setan ini padamu!”

Hyori menyahut, “Tenang saja. Aku akan mengurusnya dengan SANGAT baik.”

Kyuhyun menoleh begitu sadar Hyori duduk beringsut di sampingnya. “Apa? Kau sangat senang, kan?”

“Tentu saja! Tahu kau sangat peduli padaku itu rasanya sangat menyenangkan,” ucap Hyori santai. Sambil berdeham pelan, ia menyandarkan punggung ke sofa. “Aku..”

“Merindukanku, kan?”

“Hei, Tuan-paling-percaya-diri-sedunia, tidak bisa ya kau mendengarkan ucapan manisku dulu?” omel Hyori. Ia paling paling tidak suka kalau lelaki ini menyela dan merusak momen indah mereka. “Aku mau bilang.. aku juga tidak berhenti memikirkanmu. Memikirkan kalian, lebih tepatnya.”

Hyori menghentikan ucapannya sejenak karena tahu lelaki itu menatapnya, dan itu membuat Hyori panas-dingin. Hal yang akan diucapkannya ini bisa dipastikan akan membuat kadar kepercayaan diri Kyuhyun meningkat tajam.

“Apa yang kalian lakukan, apa yang kalian bicarakan, sampai apa yang bisa kalian berdua rasakan selama berkencan seharian ini,” Hyori bicara perlahan. “Hal-hal seperti itu mengganggu pikiranku..”

Kyuhyun mengerutkan kening. “Semua wanita memang seperti itu ya?”

“Diamlah!” potong Hyori. “Tapi sekarang.. kurasa aku tidak perlu memikirkannya lagi.”

“Tentu saja tidak perlu, gadis bodoh,” Kyuhyun mengacak-acak rambut gadis mungil itu. “Dan kau, jangan pernah lagi mengeluarkan ide konyol seperti ini lagi!”

Hyori menelan ludah, menahan segala rasa gugupnya di depan lelaki itu. “Tidak akan. Lain kali aku tidak akan minta Eunhyuk oppa lagi..” ucapnya, “Sepertinya Donghae oppa lebih lumayan..”

“Shin Hyori,” panggil Kyuhyun lembut. “Besok, kita perbaiki isi kontrak seumur hidup itu.

***

“Poo,” Jiyoo menahan tangan Eunhyuk saat lelaki itu akan membuka pintu mobil. “Aku.. minta maaf.”

Eunhyuk mengernyitkan alis, heran. “Kenapa? Aah! Kau tidak jatuh cinta pada Kyuhyun, kan? Tidak ada yang terjadi antara kalian, kan?”

“Tidak adaa~” tegas Jiyoo. Kemudian pandangannya berubah serius lagi. “Untuk tidak mengerti perasaanmu, untuk selalu memikirkan diriku sendiri tanpa peduli padamu, dan untuk membuatmu selalu repot karena aku, aku minta maaf..

“Gadis konyol,” Eunhyuk berkomentar singkat lalu menarik gadis itu dalam pelukannya. “Apa lagi yang mau kau ucapkan? Ada lagi?”

Jiyoo menggeleng pelan. “Mulai sekarang, tidak akan ada lagi yang berubah. Tidak akan ada lagi hal yang  ingin kuubah.

“Kenapa? Apa kau tidak takut bosan?” pertanyaan Eunhyuk itu membuat Jiyoo tertegun. Tidak pernahkah lelaki itu marah pada segala tingkah menyebalkannya? Jiyoo berpikir keras.

Jiyoo menggigit bibir lalu melepaskan diri dari Eunhyuk. Gadis itu mendongak untuk menatap lebih jelas lelaki di depannya. Sambil mengulurkan tangannya ke udara, ia membelai wajah Eunhyuk. Dengan perlahan, Jiyoo mengukir setiap garis dan desain dari wajah lelaki itu.

“Kau tahu, aku penasaran,” ucapnya. “apa kau tidak bosan jadi orang yang paling mengerti aku?”

Tangan Eunhyuk meraih tangan Jiyoo yang bebas. “Sudah kubilang, mengerti seorang Choi Jiyoo adalah satu-satunya bakat alamku, jadi jangan coba-coba menghilangkan bakatku itu.”

“Bodoh, bodoh, bodoh,” Jiyoo menempelkan kedua telapak Eunhyuk ke wajahnya, membuat wajahnya terbingkai oleh telapak besar lelaki itu. “Aku juga mau punya bakat alam seperti itu. Apa bisa?”

Eunhyuk mengangkat bahu. “Kau tidak bisa..” ucapnya. Ia kemudian mendekatkan wajah Jiyoo ke arahnya. Sambil tetap membingkai wajah gadis itu, Eunhyuk mencium kening Jiyoo lembut. “Karena kau tidak bisa mencintaiku lebih banyak daripada yang kulakukan untukmu..

KYAAAAA~~~~” teriakan nyaring itu membuat Jiyoo dan Eunhyuk menoleh. Hyori sedang mengintip mereka dari balik pintu apartemen. “Bebek, tidak bisakah kau bersikap seperti itu?”

Kyuhyun menyahut datar. “Tidak bisa. Aku tidak suka berdebat soal perasaanku untukmu.

“Kuanggap itu sebagai ucapan romantismu,” Hyori mengangguk pelan. “Yoo~ lanjutkan saja, kami akan masuk lagii..”

Jiyoo meniup poni depannya frustasi. “Apanya yang mau dilanjutkan?! Bodoh~~”

***

10.00 PM

Hyori tak bisa tidur –lagi. Persis seperti malam sebelum pertukaran konyol ini, ia tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun. Ia lega, jelas. Setidaknya makhluk bernama Cho Kyuhyun itu tak pernah merubah hatinya.

“Hyo,” Jiyoo memanggil. Hyori tak menyahut karena tahu gadis itu pasti tahu kalau ia belum tidur. “Kyuhyun bilang, ada kalanya sebuah perubahan tidak akan membawa perubahan apa-apa. Apa ini termasuk definisi itu?”

“Tch~ dia bilang begitu?” ulang Hyori, setengah meledek. “Mungkin saja. Apa dia sudah tahu sejak aku mengusulkan ide konyol ini?”

Hyori bisa mendengar Jiyoo menarik napas panjang di ranjang atas. “Dia pintar.. dia paling bisa membaca perasaanmu, tapi juga tidak pernah menolak keinginanmu –sekonyol apapun itu. Hyo,” panggil Jiyoo lagi, “aku.. tidak mau ada perubahan apa-apa lagi.

“Ck, apa gara-gara ucapan Eunhyuk tadi?” goda Hyori. Tapi kemudian ia juga setuju, “Aku juga.. sepertinya aku cukup puas dengan bebek bersuara indah itu.

Jiyoo bergerak tiba-tiba, membuat ranjang mereka menimbulkan suara berdecit yang aneh. Tahu-tahu gadis itu melongok ke bawah, menatap Hyori dengan pandangan serius, “Hyo, aku mau membuat pengakuan dosa..”

Hyori mengerutkan kening. “Apa?” Melihat Jiyoo yang setengah merona –setidaknya itu yang bisa ia lihat di kamar remang-remang mereka, Hyori memekik, “AAH! KAU MELIHATNYA BERNYANYI?! Benar, kan?”

“B-begitulah,” aku Jiyoo setengah takut. Tapi ia buru-buru meralatnya, “Sedikit! Hanya sedikit! Dan aku tidak jatuh cinta padanya!”

Baru saja Hyori akan mengomel sebelum akhirnya ia menyerah sendiri. “Ah, sudahlah.. bukan salahmu. Dia memang sangat mempesona saat bernyanyi,” ucapnya. “karena dia tidak pernah kuijinkan bernyanyi jelek..”

Jiyoo mencibir lalu menarik kembali selimutnya, “Tch~ Nyonya-sok-berpengaruh!”

=========F I N===========

Maap yah lama banget ending ini. Teteup, salahin ospek.😄

Jjajaaaann~ this is the REAL ending.. Syuda selesai semua tukar-menukar pasangan lagi. (seenggaknya buat Yoo suda selesai, gak tau deh Hyori mau tukeran ama Hae ato gak. XDD) Masalah tukeran ama Hae, urusan Mom ama kak Anggi yah.. Yoo nda ikut-ikut ah~^-^v

Hyori-ssi, terima kasyih posternyaaa~ tapi mau nanya, kenapa saya berbaju merah begitu? tampak seperti iblis merah. -___- dan Anda! Putih?!

Baiklah, seri lengkap One Day Exchange ini bisa diliat di Kamar Stroberi ini ato Rumah Iblisnya Hyori yahh~ Sampai jumpaaaa~~~ *lambai-lambai*

50 thoughts on “One Day Exchange #4 [End of Changing]

  1. aaaaa… Finally, this is the end.. Xixixii.. Mantaabs..

    Komentar dulu ah ttg JiKyu… Beneran deh, itu Kyu emg niaaat banget buat nngguin di mobil. Ga bosan kah?? -.-
    tapii,, klo liat prcakapan merekaa.. Ukh, yg Kyu bilang “Hyo TIDAK BOLEH berubah” ituu.. Ck, posesif sekalii.. Tapii suka suka suka X)

    Pas part’a HyoHyuk, kelakuan’a Poo bikin geleng2.. Kayak anak kecil mau buka puasa, ngliatin jam mulu…😀

    Kalo diliat2, Jiyoo tuh lebih childish drpd Hyuk yaa?? Apa emang gitu karakter aslinya?

    • HA HA HA~ entah kenapa saya suka bikin karakter kyu posesif kaya gitu ke hyori, tapi cuma pas gak ada hyori.. aku syuka cowok kaya gituu~ bikin gemes (?)
      waduhh.. poo dikatain anak kecil gak sabar buat buka. XDD entah kenapa aku setuju sekali ama komen itu..😄
      hehe.. iyah, aslinya yoo manja banget ama orang yang lebih tua.. entah itu cowok ato cewek, pasti lebih suka gelandotan (??)

  2. AAAAA~~~~ APA-APAAN ITUUUU????
    >,,,<
    bawa2 suamikuuu???

    sampe kena kutuk jadi putri tidur pun juga ak gak bakalan mau menukarkan suami romantisku sama bebeknya Shin Hyoriiiiiii…
    dasar pasangan galau, sukanya tuker2an mulu…

    pantas aja, abis bbm ak nyuruh baca ffmu, dy langsung kabur…
    trnyata ini toh maksudnya…
    hahha~~ dasar…
    boleh ajj, asal jangan salahkan ak nanti kalau hyori pulang, hidangan panggang udh tersaji di atas meja makan…
    Shelaaaaaa~~~ aku undang makan malam yaaaa… bawa kunyuk skalian, qta makan bebek panggang :3
    wkwkwkwk…

    oiia, tambahan nih…
    kayaknya poo & yoo pasangan yg serasi banget y??
    aku ngebayangin manja & saling ketergantungan mereka kayaknya nyata banget…
    wahhh, ak bakal jadi poo~coo~yoo shipper^^
    :p

    • nyahahahaha~~ maap, kak. Ide bawa2 hae itu spontan. Tiba2 aja yoo inget obrolan ama mom di ehome..😄
      enak bener dikutuk jadi putri tidur? nanti kan kalo jadi putri tidur haenya jadi nganggur, yoo siap loh gantiin kak anggi~ *slapped*

      WAAAA~ Bebek panggaaaaang!! Mauuu.. :9
      tapi kebanyakan buat kita, gak divariasi ama bebek goreng krispy ajah sekalian? *bosen idup*

      ihh.. jadi maluuu~ kita kan satu grup, kak, manis manja grup.. *silakan muntah*

  3. Ada apa mbak jiyoo ? Itu memang sengaja di set. Sekali2 hyori image angel gimanaa gitu :3 edisi ramadhan😀
    Kan ini judul lainnya image exchange😄

    Em.. Saya mau komen apa lagi ? Smua sudah selesai *lambai2 sedih ke arah poo*
    Hae habis hae ke siapa ya ?:/ siwon ? Yesung ? Umin ?😀

    Terima kasih atas kerja samanya selama ini *bow breng kyu* xD

    • edisi ramadhan?! alasan macam apa itu, Hyori-ssi? -__-
      yoo cuma setuju pair exchange, gak pake image exchange2an.. :3

      nda usah sok sedihh gituu~ siap2 dihambur ama bini hae, won, yesung ama ming lohh~
      eh, ming, bisa tuhh~ tapi kalo gak ketauan ama kak labu..😄

      itu tolong yang ada disebelah mom diumpetin dulu, yoo masih menderita trauma psikis gara2 dia.. *sok banget. XD*
      Terima kasyih juja buat celetukannya dan akhirnya menghasilkan karya semacam ini.. *bow gak bareng poo.. xDD*

  4. hehehehehe…

    Saya suka eunhyuk di series ini, dia kelihatan sayaaaang banget sama jiyoonya..

    Kalo mr.evil mah muna ah,, seperti biasa gak ada romantis2nya..

    Itu adegan yang kepotong sama hyori kenapa gak dilanjutin hahahaha..

    • hehehehehehe……. ada hasilnya juga setelah muterin video dancenya hyuktoria.. *ganyambung*
      eii~ tapi kan hyori syuda paham ama perasaan kyu.. *ciyeeee~ XD*
      adegan apa yah? *celingak celinguk-wajah inosen* kami tidak melakukan apa-apa… lalala~

  5. Kyyaaa…ending…
    Ayo…ayo…main(?) tuker2an pasangan lg…
    Kalo d kehidupan nyata ada gak y,tuker2 pasangan gt?patut d coba kayaknya..muahaha

  6. Kereeeen.. Hehehe gt donk.. Skali” trbuka ama psangannya. Kkkkk
    Btw, itu yg ‘rumah iblis’ koq gk bs dbuka yah? Hehehe anyway, great ff!😄

  7. akhirnya berakhir juga *nyalain mercon*
    jihyuk romantis pisan hehehehe, astaga…pengen cowok kek hyuk hahahaha..
    pasangan kyuri tetep ya gengsi gede2an, padahal hyori dah mulai jujur sedikit eh malah kyu yg ga mau ngaku ckckckck…

  8. aaaah, saya bingung mau komen apa…. -.-v

    cuma mau nanya nihh,,
    kenapa para istrinya Cho Kyuhyun yg evil itu sekarang pada ganjen lirik-lirik Lee Donghae?
    aku sbg istrinya(?) kan ga terimaaa…

  9. ahrnya sls jg tukar mnukar psangannya, kynya yg bner2 merana itu si jihyuk dah… soalnya mreka di psangin sm psangan seta yg jls2 gengsinya tinggi stinggi2nya… yg ngga mw ngkuin prasaannya masing2… haha

    tp bgslah ending ngga berubah, mereka ttp pda pasangan masing2 *ya iylah*

    ps: klo gw jd jiyoo mah gw pasti tergoda pas ngeliat kyu nyanyi.. hahay

  10. Pingback: One Day Exchange #4 [End of Changing] (via « Strawberry’s Room ») « More than words

  11. ahh…kelar juga,,akhirnya jam 8 juga *lirik jam*….
    ya ya boleh tuker lagi ama yang lain kaya bakal seru tuh..
    ah poo romantisnya dirimu, yg sering-sering aja ya kaya bgtu. tp kyu disini ga begitu evil kaya biasanya ya,,suka suka suka ^^

    • nyahahahaha.. saya masih pingin idup. Kalo tuker lagi ama yang laen, siap2 ditimpuk pake cinta (?)
      poo emang romantis, kalo lagi kumat..😄
      gak pingin bikin kyu evil mulu ah, dia kan juga bisa care ama ceweknya.. *suit suit~ >3<*

  12. eaaaaaaaaa ini hyori sama jiyoo janjian ngepost ff hari ini -___-”
    semakin lama lee hyukjae terkesan jauh dari kesan cassanova, dia malah terlihat lugu disini. mana panggilannya poo pula hahaha
    kyuhyun gengsinya selangit deh ah ==
    kapan tobatnya bang?=<
    akhirnya balik juga ke pasangan masing2, hyori. rasanya pengen banget jitak manusia itu entah kenapa. hahahaha

    • gak janjian, sayoooong~~ ini dipost kemaren2..😄
      HA HA HA.. karna dia gak punya bakat casanova.. *sotoy* Saya sukaaaa sekali bikin imej dia jadi cowok manis manja (?)
      wah.. silakan loh, mau jitak kyu sekalian gak? tawaran menarik tuhh.. XDD

  13. Hiburaaan… Hiburaaan.. Liat JiHyuk bener2 bikin ketawa-ketiwi.. Kalo Liat HyoKyu, eeeuuungg~ berasa Surem.. -___- /minta dicekek Hyori~ Asliii.. Berasa pgn nakol (?) Kyu pake pentungan.. Memang evil yg satu itu punya cara sendiri yg sulit didefinisikan utk mengungkapkan ‘rasa’ yg dia punyaaaa.. JiHyuk.. JiHyuk.. I Love JiHyuk.. ( ◦˘ з(◦’ںˉ◦)~♡ Poo~ romantiiisnyaaa.. (ʃ⌣ƪ) eheeemm,, telinga sayaah sensitif ini.. Liat komen2 diatas ad yg nyinggung2 soal Labumin PANDAAA~~ ada apa yaa??..

    • Nyahahaha… *nyumbang pentungan hansip buat nakol Kyu (?)*
      tapi yoo justru suka ama cowok kaya kyu loh kak, dingin2 empuk gimanaaa gituu~ *apasih*
      kalo poo mah emang wajib romantiss..😀

      ehemm~ gak papah, cuma ada yang usul mau tukeran ama kakak.. *senggol2 hyori*
      hyori lagi genit, kak~ ketagihan ama Exchange sekarang.. XDD

  14. kyaaaaaa hyuk hyuk hyuuuuu~~~~kk…. aaaa poo-yoo romantis banget ah ituuu… gatau lah kalo bebek bawel itu, no komen! hahahaha
    ish, kalo baca poo-yoo si hyuk kadang bisa jadi dewasa banget, yoo sering” aja manja ke dia :p aaaa sukaaaaa😀

  15. Uwaaa >,< unyuk so sweat bgt ma yoo O\\\O #jilat hyuk #dikata permen -_- hahahahha XDD
    Kekekek~ tnyta emg hyuk ga bsa trpisahkn dr jiyoo bgtu pula hyo sma kyu wkkkk..😄 jiahh onie ngakak bgt wktu bca bgian mkn ice cream😄 it kyu kreatif ny gk ktulungan hahah XDD jd pengeng manggang kyu deh😄 wkk #teobsesi ma kta bebek #disate kyu << kyunya jd tukang ste pdang😄 hahah

    • yah~ maen jilat ajah.. laen kali onnie lumurin garem aja biar asin.. -__-
      Nyahahaha… kyu itu kelewat kreatif, saking kreatifnya malah mendekati gak modal. *diinjek*
      Oh, silakan, itu bebek spesial edition, empuk dan gurih (?) dan bakat jadi tukang sate padang juga.. *ganyambung*

  16. lucu..
    bikin geregetan, yg satu ga bsa pisah,
    yang satu terlalu gengsian

    ckck
    kenapa? cman 12 jam sih? pdahal aku mulai suka sama JiKyu couple. kenapa ga 12 hri az sekalian.. hoho~

  17. Ternyata 2 pasangan ga betah juga akhirnya.. Wlpun kyu-hyori sma2 ga mau klo ada yg tau klo mrka kangen, tp ttp ajh itu smua kliatan. Ga perlu dgn kata kata hahahaahaaaa

  18. Ketauan deh cho kyuhyun nungguin didepan stgh jam..
    Jihyuk couple emg gk bisa boong yah? Hyokyu sampe kesel gtt hahaha
    Kata2nya hyuk romantiss ƪ(♥ε♥)∫

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s