Lovabook Story #11

-previously-

Jiyoo menarik napas lalu menyeka sisa lintasan air mata di pipinya. “Ajumma, aku akan pulang terlambat.”

Gadis itu sempat membungkukkan badan sebelum berlalu dari hadapan Park Hana kemudian menuruni tangga dan menghilang di ujung jalan kecil. Park Hana menatap kepergian gadis muda itu sejenak lalu mengintip ke dalam rumahnya.

Siwon berdiri diam, tak bergerak. Walaupun tak melihatnya secara langsung, Park Hana tahu laki-laki itu sedang menatap kosong ke arah lantai. Sama sekali tak ada obyek tertentu dalam matanya.

Mungkin karena satu-satunya obyek yang ingin dilihatnya sudah pergi entah kemana..

=======================

Chapter 11

Lampu-lampu jalanan Seoul membuat mata Jiyoo bisa melihat sekitar. Setelah berhasil keluar dari jalan kecil, ia berbaur dengan kerumunan orang di jalan yang agak besar. Walaupun masih ada air mata yang menggenang di pelupuk matanya, Jiyoo tak peduli.
Saat ini ia tak peduli pada orang-orang yang melewatinya. Ia tersenyum kecil begitu sadar orang-orang itu juga tak memedulikannya.

Jiyoo menarik napas panjang. Semuanya terasa kosong dan sepi.

Jadi Siwon tahu.. pikirnya. “Lalu kenapa aku harus repot-repot bersembunyi selama ini? Bodoh..”

Lagi-lagi air matanya berhasil tumpah. Jiyoo menyekanya berulang kali, tapi air matanya tak mau berhenti. Ia merutuki nasibnya sendiri. Selama tiga tahun ini ia sudah bertingkah seperti orang bodoh di depan laki-laki itu. Konyol.

Jiyoo tak tahu kenapa perasaannya seperti ini.

Tak jelas ia marah karena Siwon hanya diam saja selama ini atau justru ia tak suka Siwon tahu soal masalah itu. Yang jelas perasaannya sekarang tak karuan. Bayangkanlah kau sudah berusaha menyembunyikan luka terparahmu dan tiba-tiba saja orang yang paling ingin kau tipu justru sudah tahu sejak awal, dan sialnya ia memilih menipumu balik.

Benar. Seharusnya Siwon tak perlu memberitahunya soal ini.

Akan lebih baik kalau mereka saling menipu seperti biasanya, walaupun memang Jiyoo sempat berpikir pasti akan menyenangkan saat Siwon bisa menemaninya saat itu..

“Plin plan sekali aku,” gumamnya.

Jiyoo mengeratkan jaket putih yang dikenakannya lalu memilih masuk ke dalam sebuah restoran kecil. Tempat itu bukan tempat yang akan dikunjunginya di hari-hari biasa, sebenarnya. Untunglah hari ini bukan hari yang biasa untuk Jiyoo. Hari ini adalah hari terkacaunya dan ia sedang tak ingin ditemukan.

Mungkin gadis itu hanya ingin bersembunyi sebentar..

Sambil memegangi cangkir teh yang baru saja diantarkan oleh pelayan, Jiyoo memandangi permukaan tehnya. Ia bisa melihat pantulan wajahnya samar-samar disana.

Tapi Jiyoo merasa itu bukan dirinya. Disana hanya ada gadis menyedihkan yang selalu membuat orang-orang di sekitarnya menjadi tak nyaman. Gadis tak beruntung yang bersikap sok beruntung.

Semakin lama ia melihat wajahnya disana, semakin kuat keinginannya untuk membanting cangkir itu.

Jiyoo menggigit bibir. Lagi-lagi rasa aneh itu menggerayangi dadanya dan tiba-tiba saja tenggorokannya tercekat. Bagaimana ia harus menemui Siwon lagi, ia tak tahu.

“Teh itu bisa menangis kalau kau melihatnya seperti itu,” sebuah suara berhasil menarik perhatian Jiyoo. Gadis itu mendongak dan melihat Lee Hyukjae sedang tersenyum di depannya. “Minumlah..”

“Kau.. kenapa ada disini?” tanyanya sinis. Jiyoo meletakkan kembali cangkir tehnya dan berusaha menyeka genangan air mata di ujung matanya.

Hyukjae menarik kursi dan memilih duduk di depan Jiyoo. “Kalau kubilang aku punya radar untuk menemukanmu, apa kau akan percaya?”

“Aku serius,” tegas Jiyoo. Ia sedang tak bisa tertawa atau sekedar merespon lelucon konyol dari laki-laki bodoh itu.

“Baiklah,” Hyukjae mengangkat kedua tangannya –menyerah. “Aku mengikutimu sejak tadi.”

Jiyoo membelalakkan mata dan menatap Hyukjae, berusaha mendeteksi kebohongan yang mungkin diucapkan laki-laki itu –dan tak menemukan apapun disana. “Maniak..” komentarnya singkat.

“Mau ke Lovabook?” Hyukjae mengabaikan cibiran ‘maniak’ dari Jiyoo dan mengeluarkan benda bergemerincing dari saku celananya, “Aku masih memegang kuncinya..”

—-

Siwon duduk sambil bertumpu tangan di meja sementara Park Hana masih sibuk mondar-mandir di koridor dapur. Seisi rumah itu dibuat bingung setengah mati karena kepergian Jiyoo. Bukan hanya itu yang dicemaskan Park Hana, tapi wajah sembab gadis muda itu juga berhasil mencuri perhatiannya.

“Apa dia baik-baik saja?” gumamnya untuk yang kesekian kali.

Hyunyoung, yang nyaris mati bosan mendengar celotehan ibunya, menarik napas panjang. “Sudah kubilang dia akan baik-baik saja. Bukankah aku sudah menelepon Hyukjae?”

Baru saja Hyunyoung menaiki tangga apartemen saat ia malah melihat ibunya berdiri di luar rumah. Raut wajah ibunya terlihat khawatir. “Eomma, ada apa? Kenapa ada di luar?”

“Jiyoo.. pergi. Tidak tahu kemana, sepertinya dia bertengkar dengan Siwon dan langsung meninggalkan rumah tanpa bilang mau kemana,” seru Park Hana cemas.

Hyunyoung mengerutkan kening. “Bertengkar dengan Siwon Oppa?”

“Sepertinya begitu, karena itu tadi Eomma memilih keluar rumah daripada mengganggu perdebatan mereka,” ucapnya. Kemudian ia meremas-remas tangannya yang dingin, “Bagaimana kalau dia terlibat masalah di luar sana?”

“Jangan berlebihan, Jiyoo itu sudah dewasa. Lagipula masalah juga akan menghindarinya dan memilih pergi ke tempat lain,” sahut Hyunyoung asal. Mendapat tatapan setan dari ibunya, ia menyerah. “Arasseo~ akan ketelepon Hyukjae..” Hyunyoung mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak yang dicarinya. “O, Hyuk-ah.. ada dimana? Apa kau tahu kalau pengantinmu sudah pergi?

Pergi? Pergi kemana?” tanya Hyukjae panik.

Hyunyoung baru saja akan menjawab saat ponselnya direbut Park Hana. “Pokoknya temukan anak itu! Bagaimana kalau dia berbuat macam-macam? Hyukjae-ya, aku bergantung padamu, nak.

Park Hana melirik Hyunyoung sinis, “Memangnya bisa dijamin kalau Hyukjae bisa menemukan Jiyoo?”

“Aishh.. bukankah Eomma sendiri yang bilang Eomma bergantung padanya?” cibir Hyunyoung. Kemudian ia mendorong kursinya ke dekat Siwon. “Oppa, sebenarnya ada apa? Kenapa Jiyoo sampai pergi dari sini?”

Sambil menoleh malas ke arah Hyunyoung, Siwon tersenyum lemah. “Hanya masalah kecil..”

“Kecil? Tapi kalau sampai orang seperti Jiyoo itu kabur seperti ini, apa iya masalah itu kecil?” gumam Hyunyoung. Seingatnya tipe orang seperti Jiyoo adalah tipe yang bisa meledak saat masalah itu tak bisa ia pendam lagi. Ia mengerutkan kening. Ini sama sekali bukan masalah kecil, kan?

Park Hana, yang entah kapan berjalan ke dapur, datang membawa nampan yang berisi tiga cangkir teh hangat. “Siwon-ah, minumlah..”

Siwon mengangguk pelan lalu mengangkat cangkir mungilnya. Entah kenapa ia malah memandangi pantulan wajahnya dari permukaan teh itu. Ia tersenyum pahit saat membayangkan wajah Jiyoo yang ada disana.

“Kalau kau tahu seperti apa perasaanku waktu itu, lantas kenapa?”

“Walaupun kau tahu, kau tidak berusaha menghiburku? Kau tahu, Siwon-ssi, aku.. aku lebih suka kalau kau tidak mengatakan ini padaku.”

Siwon meletakkan cangkir itu kembali ke atas meja. “Ajumma, aku akan mencarinya..”

“Tidak perlu, Oppa,” sela Hyunyoung tanpa bangkit dari kursinya. “Kalau Oppa mengenal Jiyoo, berarti Oppa juga tahu kalau dia belum ingin bertemu dengan Oppa, kan?”

Ucapan Hyunyoung membuat Siwon memijat keningnya dan menunduk. “Bagaimana jika saat itu tidak akan datang? Bagaimana jika dia tidak akan pernah siap bertemu denganku lagi?”

“Itu..” sambil memain-mainkan tangannya sendiri, Hyunyoung mendesah berat. “Aku juga tidak tahu.”

Siwon tersenyum lemah. Sejak tiga tahun yang lalu ia sudah memutuskan akan menyimpan masalah ini dari Jiyoo. Ia tidak tahu kalau saat itu keputusannya salah. Ia salah memilih peran. Seharusnya ia menemani Jiyoo sejak awal, bukannya mengambil peran sebagai orang yang pura-pura tidak tahu.

Kalaupun ia ingin menyimpannya sendiri, harusnya ia melakukannya sampai akhir, bukannya berhenti di tengah jalan dan menyakiti orang yang paling ingin dilindunginya –juga dirinya sendiri.

“Hyun,” panggilnya. “Ternyata memang ada hal yang seharusnya disimpan hingga akhir..”

—-

Lovabook Store masih terkunci rapat, sama seperti terakhir kali Kibum meninggalkannya sebelum Hyukjae dan Hyunyoung mendapat libur karena ada renovasi kecil di lantai dua. Tempat yang tadinya akan dirubah menjadi toko kaset itu sudah lebih baik dari sebelumnya dan sekarang siap digunakan kembali.

Hyukjae berjalan di depan sementara Jiyoo mengikutinya sambil berjalan gontai. Lagi-lagi Jiyoo mengutuki perbuatannya. Bagaimana bisa ia sangat penurut pada laki-laki di depannya ini?

Setelah berhasil membuka pintu Lovabook, Hyukjae menyalakan lampu di lantai satu. Ia melongok ke luar Lovabook, “Yoo, masuk~”

Jiyoo hanya memandang laki-laki itu tanpa berniat mengangkat kaki dari tempatnya berdiri sekarang. Kali ini ia tak mau menuruti Hyukjae, tidak lagi.

“Di luar dingin,” ujar Hyukjae. Laki-laki itu kemudian menarik paksa tangan Jiyoo dan menyeretnya masuk ke dalam gedung Lovabook. “Apa tadi kau tidak mendengarku?”

“Tidak,” jawabnya singkat. “Aku tidak mau mendengarmu lagi.”

Hyukjae menatap gadis di depannya dengan tatapan ingin tahu. “Apa.. kau baik-baik saja?”

“Tidak. Aku sama sekali tidak baik-baik saja! Aku sakit, sangat sakit..” lirih Jiyoo pelan. Saat merasa air matanya kembali menggenang dan nyaris jatuh, ia memunggungi Hyukjae. Jiyoo menggigit bibir kuat-kuat, “Aku.. kalau dia tidak..” ucapannya tersendat.

Banyak hal yang membuat kepalanya sakit saat ini. Jiyoo merasa banyak hal yang bisa jadi alasannya untuk menangis sekarang. Ia ingin menangis, ia harus menangis. Tapi tidak di depan laki-laki ini.

Jiyoo berjalan meninggalkan Hyukjae dan memilih menaiki tangga ke lantai dua. “Aku harus sendirian..”

“Kalau kau ingin mengusirku, maaf mengecewakanmu, tapi aku tidak bisa,” sahut Hyukjae pelan. “Aku akan memasang headphone, jadi kau bisa menangis sepuasmu..”

Laki-laki itu bergegas mengambil headphone dari salah satu laci miliknya dan memasang benda itu ke telinganya. Jiyoo membalikkan badan lalu mendengus pelan, “Bodoh..” kemudian duduk di salah satu anak tangga sementara Hyukjae memilih duduk di depannya –di anak tangga yang lebih rendah.

Hyukjae mengeluarkan ponsel lalu membiarkan alunan lagu memenuhi rongga telinganya.

Jiyoo memandangi punggung laki-laki itu dengan tatapan nanar. “Menyedihkan.. apa menipuku selama tiga tahun itu menyenangkan? Kalau memang tidak mau menghiburku, tidak bisa ya tetap diam dan ada di belakangku seperti biasanya?”

Semakin kuat ia menggigit bibir bawahnya, Jiyoo merasakan desakan air mata semakin menuntutnya untuk tumpah.

“Kenapa laki-laki di sekitarku semuanya begitu bodoh?” Jiyoo mengomel dengan suara tersendat. “Semua laki-laki yang kusukai malah seperti ini. Yang satu tidak mau mendengarkanku, yang satunya malah senang menipuku. Apa tidak bisa aku menyukai kalian secara wajar?”

Jiyoo melipat lutut lalu memeluknya erat-erat. Saat ini, seandainya ia tak membuat tubuhnya tetap bersatu seperti ini, mungkin seluruh tubuhnya sudah remuk dan hancur berantakan. Air matanya bahkan menolak untuk tetap diam bersamanya. Air mata itu tumpah sejadi-jadinya dan tak mau berhenti.

Seandainya Siwon bukan orang yang disukainya, ia tak akan membiarkan dirinya terlihat menyedihkan seperti ini.

“Lee Hyukjae,” panggilnya dengan suara parau. Hyukjae langsung menoleh. Jiyoo mendengus pelan, “Kau menyebalkan..”

Hyukjae nyengir lebar. Ternyata gadis di belakangnya ini cukup jeli. Ia bahkan tahu kalau Hyukjae sudah mematikan music player di ponselnya sejak tadi. “Aku tidak menguping~”

“Lalu apa? Kau kebetulan mendengar omelanku?” ucap Jiyoo. Gadis itu berusaha menyeka air matanya lalu berseru, “Jangan lihat aku!”

Sambil melepaskan headphonenya, Hyukjae menurut. “Kau tidak mau aku melihatmu menangis? Jangan khawatir, aku tidak akan memotret wajah jelekmu dan menyebarkannya di internet.”

“Bodoh,” bisik Jiyoo lagi.

Hyukjae menegakkan punggungnya yang terasa kaku. “Lain kali, jangan menangis di depan atau di belakangku lagi. Kau tahu tidak rasanya tidak bisa berbuat apa-apa saat mendengar isakanmu?”

“Aku tidak memintamu berbuat apapun,” ucap Jiyoo.

“Tapi aku ingin! Aku merasa seperti orang bodoh!” Hyukjae tiba-tiba berbalik dan memandang Jiyoo dengan tatapan marah.

Untuk beberapa saat, Jiyoo diam dan hanya menatap lurus ke dalam mata Hyukjae. Laki-laki itu kemudian mengalihkan pandangannya dan berniat meninggalkan Jiyoo di tangga, tapi gadis itu menarik jaket belakangnya. Hyukjae tak berbalik kali ini.

“Cukup.. menemaniku saja,” bisik Jiyoo pelan.

Hyukjae tersenyum kecil kemudian duduk kembali di depan Jiyoo. “Mungkin memang hanya itu yang bisa kulakukan..”

—-

-the next day-

Pagi ini Hyunyoung bersusah payah membuka mata setelah cahaya matahari menelusup masuk melalui kaca bening di balkon kamarnya. Begitu berhasil mengumpulkan nyawanya hari ini, hal pertama yang dilakukannya adalah memeriksa ponsel. Matanya berbinar menatap layarnya.

One message.

From: Hyuk-i
Pengantinku sudah ada bersamaku. Dia baik-baik saja, tapi jangan beritahu siapapun dulu. (terutama laki-laki yang ada di rumahmu.)

“Mwoyaaa~~?!” gerutunya sambil mengacak-acak rambut. “Bagaimana bisa aku tidak memberitahu kakaknya? Lee Hyukjae bodoh..”

Hyunyoung melemparkan benda hitam tipis itu ke ranjang. Frustasi dan bingung, ia memilih tak melakukan apa-apa kali ini. Mungkin ia harus melihat keadaan Siwon sebelum memutuskan apa yang akan dilakukannya untuk Nona Muda itu.

Saat akan menuruni tangga, Hyunyoung dibuat terkejut oleh anak tertua di keluarga Choi.

Siwon duduk di salah satu kursi ruang makan. Kalau tak salah ingat, kursi itu juga kursi yang sama yang didudukinya semalam. Hyunyoung menggigit bibir. Pertanyaannya adalah: apa laki-laki itu duduk disana semalaman?

“O, Hyun,” sapa Siwon saat melihat Hyunyoung membatu di puncak tangga.

Hyunyoung tak bisa berbuat apapun selain mengangguk pelan. “Oh, Oppa. Oppa bangun.. pagi sekali.”

“Aku memang tidak tidur,” sahutnya. Lagi-lagi pikiran Hyunyoung tepat. Begitu Hyunyoung menarik kursi dan duduk di depannya, Siwon mulai membuka mulut, “Apa kau masih ingat pertanyaanmu padaku kemarin?”

Sambil merapikan rambutnya yang tak karuan, Hyunyoung mengerutkan kening, “Pertanyaan yang mana?”

“Soal apa aku tidak boleh menyukai Jiyoo,” ucapan Siwon ini berhasil membuat Hyunyoung langsung menoleh. “Kalau kami tidak benar-benar kakak-beradik, bukankah itu bisa saja?”

“O-oppa, kali ini juga hanya bercanda, kan?” Hyunyoung bertanya terbata-bata.

Siwon menggelengkan kepala dan tiba-tiba saja hal itu jadi pertanda buruk bagi Hyunyoung. Entah bagaimana ia takut tebakannya akan benar sekali lagi. “Kami bukan saudara kandung.. secara teknis, Jiyoo hanya sepupuku.”

Kali ini Hyunyoung benar-benar tidak tahu harus berkata apa.

“Walaupun begitu, aku..” seulas senyum kecil terkembang di wajahnya. “aku ingin menjaganya.”

Hyunyoung memilin-milin rambutnya bingung. “Oppa, aku memang penggemar drama, tapi cerita seperti ini agak..”

“Benar, cerita ini agak aneh, kan?” ujar Siwon tenang. “Tapi, kami juga tidak mau bermain dalam drama rumit yang menyebalkan seperti ini.”

—-

Hyukjae masih duduk tenang di samping sofa dalam ruangan Kibum. Kedua matanya masih betah memandangi wajah Jiyoo yang sedang tidur. Bahkan kedua indera penglihatannya itu sama sekali tidak lelah walaupun dipaksa terus bekerja sambil menemani gadis yang sekarang sudah hanyut dalam mimpinya.

Wajahnya terlihat damai, gumamnya dalam hati. Saat tidur seperti ini Hyukjae tak akan menyangka kalau gadis itu semalam menangis habis-habisan di belakangnya.

Sesekali ia menyibakkan rambut Jiyoo yang menutupi wajahnya. “Kau sendiri ya yang bilang. Jadi mulai sekarang aku tidak akan berhenti menemanimu walaupun kau berlutut untuk memintaku pergi..”

“Pergi? Pergi kemana?” tanya Hyukjae panik. 

Baru saja ia berjalan ke arah apartemen Hyunyoung saat gadis itu malah meneleponnya dan memberi kabar soal Jiyoo. Hyukjae sama sekali tak memberitahu Hyunyoung kalau ia memang ada di dekat apartemennya.

Saat seorang gadis berjalan melewatinya, Hyukjae menoleh. Gadis itu memakai jaket putih dan wajahnya sama sekali tak bisa dibilang sedang senang. Itu Choi Jiyoo.

Mudah saja untuk Hyukjae mengabaikan Ibu Hyunyoung di ujung telepon saat ia sudah menemukan Jiyoo yang baru saja berjalan melewatinya. Hyukjae memasukkan ponsel ke dalam saku jaketnya dan mulai mengikuti gadis itu dari belakang.

“Bagaimana ini?” gumamnya pelan. Hyukjae tersenyum puas, “Sepertinya takdirku sudah terikat denganmu..”

Hyukjae mengingat semua hal yang terjadi semalam dan hanya memandangi wajah Jiyoo. Entah kenapa ia tak bisa berhenti cemas pada gadis itu. Sejak awal; sejak ia melihat Jiyoo memutuskan masuk ke dalam bar Donghae, entah kenapa ia tak bisa mengabaikannya begitu saja.

“Seperti anak kecil yang harus selalu diawasi, kau tahu itu?” gumamnya pelan, lebih untuk dirinya sendiri.

Jiyoo menggeliat perlahan. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum benar-benar membiasakan diri dengan cahaya dimana-mana. Ia menarik napas lalu sadar sedang ada orang yang memerhatikannya. “Kau.. sejak kapan kau disini?”

“Sejak awal,” bisik Hyukjae. “Maksudku, sejak kau minta aku menemanimu, jadi kupikir aku harus ada disini untuk.. menemanimu.”

“Tidak perlu seperti ini,” ujar Jiyoo sambil meregangkan otot-ototnya. “Apa ada teh disini?”

Hyukjae menunjuk sebuah pintu bercat cokelat di luar ruangan Kibum. “Ada dapur kecil, ada teh dan gula. Disana juga ada kompor. Mau kubuatkan?”

“Eh? Tidak, aku bisa sendiri,” Jiyoo bangkit dari tempatnya dan langsung meninggalkan Hyukjae. “Sebentar ya..”

Gadis itu membuka pintu dan langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ruangan itu memang dapur –dapur kecil. Jiyoo bisa langsung menemukan sekotak teh dan mengambil dua gelas mug. Sambil menunggu air hangat, ia memikirkan lagi semua hal yang dilewatinya semalam.

Jiyoo mengembuskan napas berat. “Bodohnya aku..”

Sepertinya Hyukjae memang mendengar semua hal yang diocehkannya semalam. Laki-laki itu tak bisa dipercaya. Jiyoo mendesah. Berarti Lee Hyukjae tahu rahasianya, soal rasa sukanya pada Siwon. Lalu bagaimana tanggapannya? Apa Hyukjae akan menganggapnya aneh karena ada gadis yang menyukai kakaknya sendiri?

Tapi ia dan Siwon bukan saudara kandung, kan..

Jiyoo menggeleng-gelengkan kepala. Saat ini bukan itu yang harus dikhawatirkannya. Masih ada Choi Siwon yang menunggu untuk dihadapinya nanti.

Setelah menyeduh teh dan mencampurnya dengan lemon, yang tanpa sengaja ditemukannya di lemari es, Jiyoo membawa kedua gelas itu kembali ke ruangan Kibum. “Aku buatkan teh lemon untuk–“

Jiyoo berhenti di tepi pintu. Senyuman kecil tergambar di bibirnya saat melihat Hyukjae sudah memejamkan mata sambil duduk di sofa tempatnya tidur tadi. Jiyoo meletakkan gelas yang dibawanya di atas meja lalu ia menarik kursi di samping sofa.

“Kau.. bodoh ya,” gumamnya.

Tak tahu darimana datangnya keberanian itu ketika Jiyoo mendekatkan wajah ke arah Hyukjae lalu mencium kening Hyukjae lembut. Tangan Jiyoo kemudian mengusap-usap tempat yang diciumnya tadi. Ia berusaha menghilangkan rasa panas yang menjalar di pipinya.

“Bodoh.. bodoh…” omelnya pelan. Tapi sebenarnya ia sama sekali tak menyesali tindakannya. Jiyoo tersenyum lemah, “Terima kasih, Lee Hyukjae..”

“Sama-sama,” Jiyoo membelalakkan mata saat melihat mulut Hyukjae yang bergerak. Laki-laki itu membuka mata, “Kau suka mencuri-curi kesempatan ya?”

Jiyoo langsung berdiri dan menjatuhkan kursi yang didudukinya. “YA! Kau menipuku? Sengaja mempermainkanku?”

“Tadinya aku hanya ingin mengerjaimu, tapi aku terkejut! Kau malah menciumku,” ucap Hyukjae sambil mengusap keningnya.

“Aku mau pulang,” Jiyoo menyambar jaketnya yang tersampir di balik pintu.

“Aku serius, Yoo,” ucapan Hyukjae membuat Jiyoo berhenti di depan pintu. “Aku serius akan menemanimu..”

Tanpa berbalik, Jiyoo berdeham, “Aku.. Ah, terserah kau saja!” lalu membanting pintu dan kembali berhenti di depan ruangan Kibum. Jiyoo berbalik ke belakang sebentar sambil tersenyum tipis, “Terima kasih..”

Jiyoo tak tahu Hyukjae sedang mendengarkannya dari balik pintu yang sama. Laki-laki itu tersenyum puas, “Sama-sama..”

—-

“Bodoh.. bodoh.. bodoh..,” Jiyoo menggerutu begitu berhasil keluar dari gedung Lovabook. Ia menelan ludah mengingat tindakan konyolnya. “Aku.. menciumnya? Choi Jiyoo-ssi, apa otakmu sudah rusak?”

Helaan napas berat keluar dari bibir mungilnya. Jiyoo menghirup udara dari hidungnya dan mengeluarkannya dari mulut; berharap oksigen bisa membuat kesadarannya kembali. Tapi sepertinya sia-sia.

Jiyoo berbalik ke belakang dan memandangi gedung berlantai dua itu. “Lee Hyukjae bodoh~~~” desisnya.

“Putraku tidak sebodoh itu, Nona,” suara melengking yang tiba-tiba membuat tengkuknya merinding itu mengejutkan Jiyoo. Matanya terbelalak begitu melihat Ibu Hyukjae berdiri di belakangnya. “Apa kalian bertengkar?”

Sambil membungkukkan badan, Jiyoo menyanggah, “A-anieyo, Eomonim. Kami hanya–“

“Eomonim?” pekik wanita paruh baya bermantel hijau lumut itu. ibu Hyukjae berdeham seolah menahan senyum. “Kau dan dia bermalam disini? Geurae, sepertinya kalian menghabiskan banyak waktu yang menyenangkan di gedung milikku ini.”

Jiyoo mengedip-ngedipkan mata. “Waktu yang me..nyenangkan?”

“Tidak perlu malu. Hyukjae memang seperti itu,” ujarnya santai. Sementara Jiyoo masih menerka-nerka apa maksud ucapan calon ‘mertua’nya ini, Ibu Hyukjae meraih tangan Jiyoo. “Ada yang mau kubicarakan, denganmu.”

Pertanda buruk. Hanya itu yang terpikir dalam pikirannya saat Ibu Lee Hyukjae ini mulai meminta.

Seolah menyadari perubahan raut wajah Jiyoo, Ibu Hyukjae mengerutkan kening, “Atau kau sedang sibuk?”

“Ne? Tidak, tapi,” ujar Jiyoo ragu-ragu, “apa yang ingin Eomonim bicarakan.. denganku?”

“Menurutmu?” Ibu Hyukjae mengerlingkan mata dan tersenyum kecil. Jiyoo menelan ludah; sadar ini bukan hal yang mudah.

—-

Dua mug berisi cairan berwarna cokelat itu masih terlihat di atas meja. Semerbak aroma lemon menyeruak dari kepulan uap hangatnya. Kedua mug itu tampak menarik perhatian orang yang ada di dekatnya. Hyukjae mengangkat satu mug dari sana dan tersenyum.

Laki-laki itu mengirup wanginya sebelum menyesap isinya. “Apa kau sudah mulai mempertimbangkan aku?”

Gumamannya tak terjawab. Hyukjae memandangi permukaan tehnya dan mengingat wajah orang yang sudah membuatnya disana. Tiba-tiba saja ia bisa membayangkan wajah Jiyoo saat sedang berterima kasih padanya.

Hyukjae tergelak geli. “Harusnya aku mengambil gambarnya!”

Tangannya terangkat ke atas dan berhenti di depan kening. Hangat. Ciuman kecil gadis itu benar-benar hangat, dan entah bagaimana terasa manis.

Gadis itu benar-benar terlihat berbeda, pikirnya. Berarti memang harus menggunakan cara yang berbeda untuk mendekatinya. Hyukjae tersenyum, mengoreksi pikirannya sendiri. Mendekati dan menjaganya..

“Tapi dia menyukai Siwon..,” gerutunya. “Mereka memang bersaudara, tapi hanya sepupu. Bisa saja mereka… Aish~”

Hyukjae mengacak-acak rambutnya. Otaknya sibuk mencari cara bagaimana membuat Jiyoo menghilangkan rasa sukanya pada laki-laki yang harusnya hanya berperan sebagai kakaknya itu. Mereka berdua saling kenal seumur hidup sementara dirinya hanya mengenal Jiyoo tidak lebih dari seminggu.

Bisakah ia mengganti perannya sendiri dalam cerita ini?

‘drrt.. drrt..’

Ponselnya bergetar. Hyukjae merogoh benda tipis itu dari saku dan menyipitkan mata begitu melihat layarnya. “Oh, Hyun-ah, wae?”

“Dimana dia?” tanya seseorang di ujung telepon. Hyukjae mengerutkan kening. Itu bukan suara Hyunyoung. “Aku kakaknya, dimana Yoo?”

Hyukjae nyaris berdecak, tapi berhasil ditahannya. Orang yang tadinya hanya ada dalam pikirannya sekarang tiba-tiba saja menghubunginya, menggunakan ponsel Hyunyoung pula!

“Dia sudah pulang sejak lima menit yang lalu,” sahut Hyukjae santai. Walaupun agak enggan berurusan dengan Siwon, tapi orang yang sedang bicara dengannya ini akan menjadi kakak iparnya, kan? Ia mati-matian menolak kemungkinan bahwa Siwon adalah rivalnya.

Hyukjae bisa mendengar Siwon menghembuskan napas berat disana. “Apa dia.. bersamamu semalaman?”

Sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding, Hyukjae berkata, “Begitulah. Kau tahu kalau aku pacarnya, kan?” Ia sengaja menekankan kata ‘pacar’ pada Siwon.

“Apa dia.. menangis?” pertanyaan Siwon ini membuat Hyukjae terhenyak. Ia kira laki-laki itu akan mengamuk dan menginterogasinya dengan banyak pertanyaan aneh, tapi orang itu malah bertanya hal lain.

“Kalau kubilang dia menyedihkan, apa yang akan kau katakan?” Hyukjae benci mengatakan ini karena ia akan dipaksa mengingat lagi bagaimana isakan gadis itu semalam. “Dia menangis, menangis sebanyak yang dia bisa. Menangis sampai akhirnya ia kelelahan dan tertidur. Kau puas?”

Siwon tak merespon. Entah apa yang sedang ada dalam pikiran laki-laki itu, tapi Hyukjae berharap Siwon tak akan beranggapan kalau Jiyoo menyukainya. Terlalu cepat. Ia bahkan belum benar-benar berusaha untuk mendapatkan gadis itu.

Walaupun Hyukjae tak tahu pasti bagaimana perasaan laki-laki itu pada Jiyoo, ia bisa tahu laki-laki itu sudah menyalahi batas. Pertanyaan Siwon tadi adalah buktinya.

“Dia tidak baik-baik saja,” Hyukjae menelan ludah saat mendengar gumaman Siwon.

Jadi laki-laki itu juga menyukai adik sepupunya sendiri? Hyukjae nyaris membanting ponsel saat ini juga.

“Tolong jangan biarkan dia sendirian,” ujar Siwon. Nada suaranya sudah terdengar seperti CD rusak. Ia berpesan, “Kau beruntung, bisa melihatnya menangis. Dia hanya menangis di depan orang yang membuatnya nyaman..”

Sambungan terputus. Hyukjae memandangi layar ponselnya dan terhenyak, bingung. “Dia menangis di belakangku, apa aku masih beruntung?” gerutunya.

—-

Kedua mata Jiyoo menyapu sekeliling. Ia sedang berada di sebuah restoran dengan banyak sentuhan ornament klasik di dalamnya. Jiyoo menelan ludah saat Ibu Hyukjae masuk ke dalam sebuah ruangan kecil; semacam ruang VIP dan itu buruk untuknya –mungkin.

“Sudah sarapan?” tanya Ibu Hyukjae. Suaranya terdengar meyakinkan, kuat, tapi tetap lembut.

Jiyoo berusaha tersenyum sebelum menggeleng. “Ajik-yo. Eomonim-eun?”

“Aku suka sarapan disini, tapi sepertinya kau lebih suka sarapan ringan,” selidiknya. “Sandwich tuna, gwaenchanha?”

Jiyoo mengangguk pelan. “Sama seperti Hyukjae.”

“Eh?” Ibu Hyukjae melipat buku menu lalu memandangi Jiyoo bingung.

“Hyukjae pernah memesankan sandwich tuna juga untukku,” kenang Jiyoo. Tapi kemudian ia malah bingung sendiri, nyaris takjub karena bisa mengingat kejadian bersama laki-laki itu.

Sambil tersenyum puas, Ibu Hyukjae membulatkan mata, “Lalu? Apalagi yang pernah dilakukannya untukmu?”

“Ne?” Jiyoo berusaha sekali lagi menggali memorinya bersama Hyukjae. “Agak memalukan. Dia pernah menggendongku saat mabuk lalu besoknya mentraktirku dua cangkir teh lemon.” Melihat wajah berbinar wanita paruh baya di depannya, Jiyoo berdeham, “Hal-hal.. seperti itu.”

Ibu Hyukjae tersenyum lebar membayangkan putranya bisa bersikap seperti itu untuk seorang gadis. “Dan gelang kaki itu, aku melihatnya berlutut di depanmu.”

“Ah, ne.. Itu juga,” Jiyoo salah tingkah. Nyaris saja ia membayangkan pertemuan yang menyeramkan dengan Ibu Hyukjae ini, tapi sepertinya rasa takutnya lenyap secara ajaib.

“Kapan kalian akan.. menikah?” tanya wanita berkacamata dengan bingkai emas itu.

Secara ajaib lagi sekarang rasa takutnya muncul. Jiyoo mendadak lemas. Kalau saja tubuhnya tak tersangga oleh kursi restoran, ia pasti sudah meleleh di depan Ibu Hyukjae. Sambil berusaha tenang, ia mengambil napas dan memasukkan banyak oksigen ke dalam tubuh. “Menikah.. benar, mungkin secepatnya..”

“Kenapa tidak yakin begitu? Apa kau belum siap?” Jiyoo bisa melihat alis Ibu Hyukjae yang terangkat, bingung.

“Aniyo,” jawabnya. Jiyoo mengusahakan agar semua yang diucapkannya terdengar meyakinkan, tapi sepertinya jawabannya barusan justru terdengar seperti orang yang tercekik sesuatu.

Nyonya Lee itu menautkan alis, “Lalu kenapa?”

“Kami sedang.. mencari waktu yang tepat,” alasan klise yang selalu diucapkan oleh aktris drama sekarang diucapkannya.

“Sudah kucarikan,” ujar Ibu Hyukjae tenang. “Dua hari lagi kalian datanglah ke rumahku sambil membawa formulir registrasi pernikahan kalian, cukup daftarkan pernikahan kalian lebih dulu. Masalah saksi, kalian bisa menggunakan siapapun. Apa kau tahu kenapa aku bisa sesantai ini pada hubungan kalian?”

Jiyoo menelan ludah, mendadak merasa dunia sedang menghimpitnya. Ia menggeleng, “Tidak tahu.”

Nyonya Lee mengangkat cangkir tehnya, menyesap isinya lalu kembali menatap Jiyoo. “Karena aku tidak percaya pada hubungan singkat kalian..”

-TBC-

========================
No comment ah~ Ini suda selesai sebelom aku balik ke Madura sebenernya..😄

115 thoughts on “Lovabook Story #11

    • wah ternyata aku first. wahahah😀

      oenni.. waa akhirnya publish juga lovabook 11 ^ ^

      bagus oenni. feelnya dapet. tapi tapi tapi….

      kenapa ibunya eunhyuk opa gak percaya ma hubungan singkat mereka?? ayoo lanjut oenni. penasaran ma lanjutannya >.<

  1. Baru setengah jam lalu kesini,belom ada -_-
    Untunglah brusan ku lihat di fb..haha..
    Ku save dulu ya..k0mennya bes0k pagii..wkaka.. *kabur*
    Harap maklum ya,,gratisan inetanku uda abis soalnya -_- *memalukan/plakk*

  2. hohooo…
    ya ampun kok Yoo yang nyodor duluan hhhh…
    like this…
    abang Siwon abang Siwon… ckckckk malang nian nasibmu…
    itu ibunya Hyukjae… g percaya tapi kok malah mau nikahin yah??? aneh deh tapi ibu… saya dukung acara ibu untuk menikahkan kedua orang itu kkk…

  3. Huaaaaaaa apaapaan ini! knp dipotongnya ngegantung gtu!! Aaaaa bikin penasaran!!!
    Btw yoo so swit bgt ya pas nyium hyukjae aku sampe degdegan :”) ditunggu chapt selanjutnya asap! Kkk

  4. Annyeong, shela *lambai2*
    sibuk sama kuliah terus lama ga buka blogmu, pas buka eh ada lovabook~~😀
    Lama ga baca JiHyuk, kangen~~! Baca yang 2060 di blognya yuli onnie aja deh *curcol* dan cinta JiHyuk disitu~~~😀

    Ehm, jadi Jiyoo suka Siwon nih? Aa~ padahal di #10 dulu ku fikir Jiyoo cuma anggep Siwon abangnya..
    Hyuk-ah, ayo berusaha! Itu Yoo juga suda berani cium2.. Ahahaha! Yadongnya Hyuk nular ye~~ *dirajam*
    Ayo JiHyuk harus cepet nikah :p

    Shela, tanya donk! Kamu di FTP UB kan, ya?

    • annyeong~ *lambai2 pake dongho (?)

      nyahahaha.. 2060 juga hiburanku kalo lagi suntuk.😄
      eei~ cowok kaya won sayang banget kalo cuma dianggep abang. eman.. (?)
      hehh.. mana ada yadong nular? -___- Yoo gak yadongs~ *membela diri*

      Yups~ aku anak FTP Ub.. kenapah?

  5. Aaaaaa akhirnya publish(panjang lagi..)😄
    Asik si HyukJae di cium!!Semoga Yoo mulai membuka hatinya buat Hyukjae .Amiin #berdoa bareng heenim(?)
    seperti biasa kakak,ceritanya memuaskan
    keep up the good work!:*

  6. hualooo onnie!! horeee akhirnya keluar \(‘o’)/
    aku sempet bingung pas baca bagian yg warnanya beda. eh, ternyata itu flashback hehehe.
    uuu gantian sekarang jiyoo yg unyu hhihi *selamat onnie!!*, lee hyukjae memang sudah takdir jiyoo. makanya bisa tau dimana jiyoo berada uhuuuy🙂
    aduh onnie, si siwon makin nyebelin hehehe. udahlaah jgn ganggu jiyoo sm hyukjae lagii. pleasee..pleasee..
    onnie, endingnya bikin penasaran T.T kalo bisa lanjutannya jgn lama2 hehe😀
    makasih onnie di part ini ada nama Donghae meskipun cuman sekali :*

    onnie, si eunhyuk kasian pas di inkigayo kemaren. kayak mau nangis gitu. sedih T_T

    • hehe.. HALOOOOOO~~ lama yah nunggunya? /author gatau diri..😄
      iyah, yang ijo itu flashback, ngebingungin kah?

      hahaha.. yoo unyu? XDD
      loh, kenapa sebel ama won? kesian diaa.. *tepok2 won*
      donghae jangan eksis banyak2, nanti lama2 dia onnie jadiin main cast gara2 kelewatan gantengnya.. (?)

      TT^TT onnie juga kepikiran dia kemaren..😦

  7. ahh…
    Hyukjae kau begitu manis disini…

    Nah lo, apa yang dipirin ibunya hyukjae ini…

    Jiyoo ternyata agressif ya,, udah mulai berani cium cium,, suwitsuwit…

    Hehehehe

  8. OPPA DATANG jeongmal yeppo gomawoyo gwenchanayo /apaansih/
    haaaaaaaaaaaaaaaaaah 3 detik lagi part 12 harus di post yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :*
    ini kok sweet tapi kok hyuk gak dibully ? ah gak suka, hyuk harus dibully !!!!!!! SHELA OPPA JJANG

  9. *hening*
    tante, mamahnya hyukkie..
    Ngebet banget nyuruh anakx nikah -____-

    Ih siapa ya yg blgin ak genits tadi pdhl dia sendiri nyium2 poo diem2 :p
    *lempar bumbu rujak xD

    • Tante? Yoo aja belom pernah manggil pake ‘tante’~~
      eei~ itu nyium diem2 kan tuntutan peran disini.. kalo aslinya mah………………….pasti lebih dari itu.😄
      *lempar balik pake KYUdondong~ XD*

  10. akhirnya~~~~~ yoo nyosor duluan *bahasa macam apa ini* >..<
    tp aku yakin poo pasti bisa(?) karena yoo cuma berjodoh ma poo *maksa*😄

  11. *maaf koment lg.qo kepotong ya komentnya* -_-
    ecieeee,,,yang di cium ma yoo *colek poo*,, knp ekspresinya cuma gtu biasanya girang bener XD….
    ahhh poo kau jadi orang ketiga antara siwon ma yoo,,kasian…. ayo usaha nya di pertajam(?)… tak kira cuma siwon yg suka ternyata yoo jg suka ma siwon *poor poo* >.<

    • nyahahaha.. kan ceritanya poo kaget, jadi gak bisa excited2 banget. (?)😄
      looohh~ kenapa poor poo? kan sayang kalo won cuma dibikin cinta sebelah tangan? seorang siwon looohh~~ *heboh*

  12. omongan terakhirnya oemmanya hyuk dalem banget, bikin cekit cekit

    oh mereka saling suka ?ckckck

    cieeeeh si jiyoo cium cium hyuk wkwkw

    oenni, ada BTS lagi dong .seruuuu klo ada BTSnya

    • bikin cekit2?😄
      eii~ ini juga suda kebanyakan perkembangannya. Yoo suda berani cium2.. KYAAA~~ (?)

      BTS? iya ya, lucu kali ya.😄
      nanti deh dipikirin. Makasih sarannya~ ^-^

  13. Aaaa eonni!>.< Sweet banget yang pas Jiyoo nyium Hyuk!! Sukasukaa! Perbanyak adegan kaya gitu eon #plakplak *nyengir*

    Aaa udahlah Siwon pulang aja sana ke Jepang! Jangan ganggu Jiyoo lagi! Wkwkwk

    Lanjut eon! Makin seru nih ff nya! Makin sweet juga!

  14. I am back for comment^^
    Setelah cape toyor toyor hape gegara semua saved file opmin hape ngilang semua tanpa jejak..aku kebingungan sendiri nyari ini blog di mbah google..aku bingung harus masukin keyword apa.. -__________- ahirnya aku keluar dr jalan mbah gugel itu.. dan saudara2,setelah lima belas menit berbingung ria..coba2 ku ketik asal alamat ni blog yg ku anggap gk mungkin bgt bener ternyata jeng jeng jeng..bener. #babo me. Ku toyor toyor lg ni hape smbil ngedumel ‘kenapa kagak dari tadiii >.< *malah curhat/digiling*

    Back to komen,,
    Yoo ya..kukira cuma siwon yg suka..ternyata yoo nya juga..
    kemaren changmin dan sekarang siwon ssi? -______- poor hyukie..changmin sama siwon bukan levelmu oppa..kau kalah pamor *dilindes*

    Ngakak bca ini,
    "tapi aku ingin! Aku merasa seperti orang bodoh." <<<—– kau kan memang bodoh oppa..masa baru ngerasa sekarang? *direbus*

    Dan ehm..ibunya hyukjae,ngebet bgt dah pengen liat hyuk kawiinn..santai dikit napa mak..

    Sepertinya uda kepanjangan deh ni komen.. -_- maaf😦

    • HAHAHAHAHAHAHAAAA~~~ kenapa cerita perjuangan nyari blog ini justru lebih menarik perhatianku ya onn?
      sering2 yah ada cerita kaya gitu.. aku terhibur.. XDD

      nyehehehe.. sayang banget onn kalo won dianggurin. Kesian juga kalo cuma cinta sebelah tangan, kan? *ngeles*
      berkat komen onnie ini, aku jadi nyadar. Iya yah, syuda changmin, sekarang siwon.. entah gimana nasib poo.. (?)
      eii~ masalah bodoh itu menunjuk pada kenyataan onn.. (?)

      panjang2 gak papah, aku ngakak juga kok bacanyaa…😄 :**

  15. Aigoo…jiyoo jg suka siwon???aq pikir siwon doang yg suka yoo…
    Lah…yoo malu2 tp mau tu,masa nyosor duluan…kkk~
    jadi next part JiHyuk nikah ya,iya kan?? *maksa,kebelet kawin*

  16. aisshhhhh! Betee.. Td udh ngtik pnjang2 tp hape mati gr2 abis batere.,., grrrr

    yasudlah,,

    ini aq br tau klo trnyta jiyoo jg ‘suka’ sm siwon?? Aq pkir cuma suka biasa aja.. Duh,, hyuk melass, lawane sing ganteng2.. Ahahahay

    tp kykna jiyoo udh mule kena peletnya hyuk.. Tuh buktinyaaa *nunjuk2 adegan piiipp*😛

    okee,, ditunggu part slnjutnyaa,, ga ush khwtir klo kelamaan ato gmn,, yg pntg kn crta’a bgus..🙂

    • bantu injek hape yah? /diinjek balik
      tadinya sih rencana suka ama siwon itu gak direncanain, tapi ya.. terjadilah (?)
      nyahahaha… kayanya aku yang salah milih rival buat dia yah?😄

  17. wow, tumben jiyoo nyosor duluan….

    onnie pikir cmn siwon yg suka ma jiyoo trnyata jiyoo’y suka jg ma siwon..
    hrs kerja ekstra tuh lee hyukjae..🙂

    aah, eomma hyukjae bener2 dch..
    camer yg menakutkan…😀

  18. yaampun.. itu knpa TBCnya pas bgt di adegan itu…

    agak bingung sbenernya ama ibunya Hyukjae… kalo g’ yakin knpa di nikahin anaknya…

    saia penasaran tingkat akut…
    part 12 ASAP…

    *maaf saia sider yg bru tobat* TT..TT

  19. akhirnya publish juga…
    aihhh…makin gemes aj sama konflik di ff ini
    tuh kan siwon suka ma yoo
    tapi yg g ku sangka si yoo jg suka, aduuhhh…hyuk rivalmu berat,
    trus ibunya si hyuk jg bikin deg-degan nih omongannya
    penasaran bgt ma lanjutannya >.<

  20. akh~ setelah lama nunggu akhirnya keluar juga..

    saya shock, ternyata Jiyoo juga suka sma Won Oppa?
    ckck~
    Si Hyuk hrus usaha double ektra keras lgi klo gitu buat dapetin Jiyoo. malangnya nasibmu Oppa hrus punya rival kyak Bang Won.
    haha
    Tapi aku akan terus dukung Hyuk Oppa!! Biar semangat buat taklukin Yoo!

    Ibu Hyuk ayo cepet2 nikahin mereka!! jangan cuman pke formulir pendaftaran nikah az, tapi juga harus dipanggilin penghulu!!

    makin penasaran sma ceritanya, next chap jangan lama2 ya Onn ^^

    • hahaha.. iyah, aku salah pilih rival buat hyuk kayanya.😄
      waduhh~ manggil penghulu juga? mesti nunggu abis lebaran dong? penghulunya lagi pulkam (?)
      okehh.. mohon doa kelancaran mood~ ;3

  21. “Dia menangis di belakangku, apa aku masih beruntung?” gerutunya. <– aaa hyukie maap yaaa aku disini ngakaaaak xDDD kkkk
    hayulahh itu kenapa abang kuda tiba" suka sama yoo?? *tendang
    aihhh camernya yoo bakat jadi cenayang yee?? tau aja kalo hubungan jihyuk tu mencurigakan😄 hahaha :p makanya yoo bikin dong hubungan kalian real jadi nggak mencurigakan (?) gitu xD buruan nikah deh ah, biar kuda nyerah, gasuka sama yoo lagi. cuma adek aja, cukup xp

    • nyahahaha.. tenang sajo, saya bikinnya juga pake ngakak kok~😄 *gatau diri*
      ihh, kalo cepet2 dibikin real kan aku jadi gak bisa ngelaba ama bang won~ (?)
      tapi yoo maunya bukan cuma adekk~ *maksa*

  22. Woooo~ Jiyooo kiss Eunhyukkk😀 *cuit22*
    Beruntung dong hyuk!😀 At least deket sma Jiyoo wkt nangis.. wkwk
    Wah kok berasa eommanya Eunhyuk itu tua banget? Sampe pake kacamata berbingkai emas? /plakkk #abaikan
    Cepetan nikahh #maksa
    Siwon, tabah ya (?)
    wkwkwkwk😀

    • hahaha.. yoo gak genits kan yah? sosuit kan? gak genits? *memperbaiki imej diri sendiri*
      emang cuma orang tua banget doang yang boleh pake kacamata bingkai emas?
      ceritanya camer itu orang kaya, kacamata aja dari emas..😄

  23. Wew ahh Ibunya Kunyuk kok kgak mao percaya sii?Mereka kan sedang merajut cinta(?)Hhahaha.. ksian Masi,gara2 salah milih peran jdiNya nyesek sendiri…
    Kunyuk setia bget ya mo nemenin JiYoo,ampe2 g tdur.. untung upahNya juga dkasih Kisseu!jdiNya kgak masalah kan Nyuk klo sering2 jugaaa?Hhahaha

  24. Aaaaa oniee >O< puas baca jihyuk :* wkkk.. Ga dsini ga di sana jihyukny mengetarkan dada smua hahahah😄 #peyuk onie tanganya nyelip masuk kantong ngambil diut -,- #dikira copet wkk..
    Ya ampun on -,- it bang won kok galau gtu😄 hahha.. Asik ad yg mau kwin niXD haah.. So sweat lah yg part ini wkkk.. Feelny dpt bgt eon ap lg yg wktu si jiyoo nangis kejer it wkkk.. Ckck.. It ibu mertua kok gk prcaya gtu sih? Hahahha sabar ya on yg pnting kn nikah hahhaha😀 next part aku tunggu ilang dulu komen udh gaje soalny wkkk..

  25. aduh kasian poo~
    harus berjuang ngelawan siwon oppa , semangaaaat hyukpa !!
    aku dukung jihyuk hahaha

    bingung deh , nyesek ni antara pengen ketawa sama sedih -_________-
    lanjut yoo onnie~😀

  26. Telat komen /nangis diketek Hae
    kemarin udah baca lewat hp tapi baru bisa komen skrg..

    Cie cie… poster baru neh..

    Hah?? o.O ini neh yang bikin aku ga suka..
    Kenapa Siwon harus suka ma Yoo??
    Kenapa bukan sama aku (?) ngarep banget..

    Selalu ada orang ketiga.. Kasian Poo😦
    Aph masih bisa dibilang beruntung klo Yoo nangis dibelakang Poo???
    Dy kan ga ngeliat Yoo nangis..
    Emaknya Poo hebat.. kok dy bisa tau gitu ya…

    • lah, onnie maunya won suka ama onnie? okeh, berarti aku boleh suka ama hae dong yah? *kedip2 genit, ditampol*
      aduuhh~ aku jadi ikutan ngerasa berdosa ama poo~😦
      camer saya memang orang pinter, onn.. pas sekolah sering ngewakilin sekolahnya ikutan cerdas cermat antar-RT gitu.. *slap me please*

  27. aw…aw…aw….jd critanya jiyoo juga suka neh ama siwon?? weleh2…..
    ya!!!! ada angin apa jiyoo mau nyium hyuk??
    hahaha perkenbangan yg sangat pesat sekali,mana ibu mertua minta buru2 cepet nikah lagi…perfect time hehehehe…

    part ini ada sedih tapi ada juga lucunya, palagi pas baca komennya hyuk yg abis teleponan ama siwon.

    • nyehehehehe… iyah, kak~😄

      ada angin topan di seoul dan sekitarnya, menyebabkan otak yoo agak nggeser.. (?)
      waduhh~ yoo masih mau kuliah, gak mau nikah duyuu.. :3
      hohoho… hyuk emang gak pernah bersukur, suda dibilang beruntung ama rivalnya tetep aja ngeyel~😄

  28. wah akhrnya publish jg…
    ya ampun ngga nyngka ternyata jiyoo n siwon saling suka cma pd saling diem…
    y ampun gk stuju saya klo mreka jdian, kan ksian tuh si hyuk…

    y ampun hyuk bner2 deh bsa bkin jiyoo nurut gtu… hahay, bgslah klo emang jiyoo udh mulai ada rasa sama hyuk..
    ckck, bner2 dah nykpnya hyuk sama aja ky hyuk klakuan suka bkin jiyoo jantungan nih, msa langsung mw nikah sih… tp keren2… hyuk kdu terima kasih ma nyokapnya nih…

    makin seru aja nih, tmbh pnasaran sama klanjutannya.. ditunggu next partnya chingu…
    semangat!!!!

      • ckck… sedih bgt dah si siwon jd pngangguran…
        bsa donk klo sisiwon diibaratkan jd kuda jantan *?* yg nganggur… haha
        klo kuda jantannya nganggur siapin kuda betinanya tuhh.. haha
        *jd aneh sndri saya* haha

        haihai, mia imnida 92 line…
        perkenalkan saya istri sah Cho Kyuhyun,,, hahay

      • nyahahaha.. kan makanya aku cariin peran laen.. jeng jeng jeng jeng~ jadi orang yang disukai Jiyoo.. HA HA HA.. *ketawa setan*
        gak ada kuda2an ah, masa orang keyens gitu disamain ama kuda.. -__-

        eh? istri sahnya? *bow*

  29. itu itu yoo uda brni cium poo .. d kening pula .hwaa! Sweet :d

    abang kuda bnaran suka sm yoo . yoo ug suka sm bang kuda . arrg! poo gmna ?? ..
    tapi tapi saia tw poo sm yoo nnti pasti brsatu aplgi tuh ajjhuma ‘oemmaHyuk’ ud nyruh poo sm yoo cpat2 nikah #plak! ditimpukarnasoktau

    onnie next capt bsuk y d publiss #wink

  30. Waah pinter banget nih bikin orang pensaran.. Nunggu lanjutannya. Mudahan asap. hehe kayak author-nya punya banyak waktu buat nulis ff melulu. Lanjut ya. Suka banget sm ni ff & nunggu2 lanjutannya. Hwaiting! Biar tulisannya bagus terus…

  31. eonn’~~
    hehe
    sok akrab yah =D

    lanjutin JiHyuk nyaaaa.
    penasarannya uda tingkat akut nii.
    kira kira mau di bikin berapa episode sii eonn’??
    banyak banyak jugak gpp.
    tapi ngpostnya jangan terlalu lamaa #maksa >,<

  32. weee weee weeee….
    cieeee cieeee cieeee….
    yoo nyium poo!! yoo nyium poo!! aaaaa!!! *nari” ala cheerleader*
    eh?? si yoo suka ma siwon?? unbelievable (?)
    feelnya kena banget eon, seneng banget ma part ini, terutama jihyuk moment… aaa, co cweett >.<

  33. aku baru tau masa part ini publish kekekekeke
    hikseeeeu hyuk kok manis banget sih disini…
    ecieeee yoo mulai gimanaaaaaaaaaaaa gitu ke poo-nya hahahaha
    abang siwon ama hyhun aja sana jangan ganggu jihyuk /plaaaak

    • hyuk uda aku rendem di larutan gula dengan konsentrasi 10 M kak.. (?) jadi kelewat manis, ampe paiiitt~~~~😄
      Ciyeeeehh~ hyun dibawa2 nih.. Cikiciwww.. XDD
      makasihh syuda bacaaa~ ;D

  34. sudah baca dari lamaaaaa,, tapi baru bisa ninggalin jejak sekarang….mianhaaaeeee…😦

    yang paling aku suka dari part ini adalah… eng ing eng.. scene Yoo ngecup keningnya Poo~~ awawawawawaw…. aku heboh sendiri pas bacanya… heuheu…😉

  35. Aaaaah, jadi jiyoo tuh suka siwon? Suka heechul juga? Terus kapan suka hyuk jae? Sejak kapan yoo suka siwon? Bener bener ga bisa di tebaaaaak aaaaaah makin pensaran!

  36. Huwaaaaaaaa! Part ini mengharukan! Qw dapat feel sedihnya yoo!

    Tapi si yoo gemar mengucpkan bodoh , n bodoh ya. Hehehehe.

    Akhrnya siwon mengakuinya juga….

    Ah emaknya hyuk…. Bkin cl0n mantunya panas dingin.

  37. huaaa mian komenya di part ini eon kkk
    kyakyakyaa jiyoo nyium hyukjae? kemajuan yang sangat pesat*plak* itu kata kata eommanya hyuk yang terkahir jlen ya kkkk

  38. Eonni~
    Aku senyum2 sendiri bacanya, terlalu… Menarik, bagus, unik~

    Buat aku penasaran ditiap part yang aku baca, dan untungnya cerita ini ud sampe ending. Jadi, aku ga perlu terus2an penasaran kaya orang gila buat nunggu kelanjutannya *well, komen yg ini agak panjang kan ya, eonni? Hahaa~

    Okehh, lanjuuuuutttt~~!

  39. Dipart sebelumnya sedih eh di part ini terobati dengan adegan so sweet Yoo dan Hyuk😀. Gak nyangka bgt yoo bisa nyium hyuk keke. Omooo ibunya hyuk benar” pintar bgt ckck. Dan bagaimana nasib siwon oppa.. Uuuu kesisiku aja oppa.. Aku masih jomblo kok😀 *readersarap*

  40. kakak-adek sepupu saling menyukai, tapi tak ada yang mau mengakui, malah saling membohongi diri sendiri..
    inilah akibatnya..
    *ckck, sok bijak gw..
    hhehe..

    hyuk, sweet bgt deh..
    hhe..😀

  41. Sempat histeris beneran saat kalimat yg intinya Jiyoo menyukai Siwon dan itu artinya mereka saling menyukai. Tapi tanpa disadari Jiyoo, dia mulai membuka hati untuk Hyukjae. Terus eommanya Hyukjae kalau gak percayai ngapain pakai acara mau nikahin Hyukjae dng Jiyoo? Hahahaha benar-benar aneh but sangat menarik🙂

  42. Jiyoo dan siwon ternyata saling suka?? ckckck

    sbnrnya rada ga ngerti sm sikap ibunya hyukJae.. ga percaya tp pengen mereka cpt nikah..
    jadi penasaran sm rencana ibunya hyukjae!!

  43. Lg seru2 nya ehh mlah tbc.

    eomma.a hyukjae kren y bisa tw gt.
    kira2 apa yg d rncain.a.???
    asli bkin pnsran bgt.

    lnjut deh.

  44. Yaaaaa. Jiyooo diam2 suka hyukjae,, bktinya dia yg nyium hyukpa duluan,, wkwkwkwk
    Seru seru seru,,
    Eommanya hyukjae gaul + mengerikan jga Ɣå媪 ,, kekekke

    Lnjut eonni,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s