One Day Exchange #3 [JiKyu]

One Day Exchange #3

JiyooKyuhyun [JiKyu]

=======================

8.14 AM

“Jangan berbalik ke belakang terus,” Kyuhyun menegur sambil melirik gadis yang berjalan di sampingnya. Ekor matanya mengikuti arah tatapan si gadis, “Mereka akan baik-baik saja.”

Dalam sekejap gadis itu mendelik kasar, “Tentu saja mereka akan baik-baik saja. Tapi aku?”

Kyuhyun memutar bola mata dan melihat pasangan di belakang mereka –terutama yang gadis, sedang menyeringai lebar. “Gadis itu.. Shin Hyori jinjja!” Kemudian ia menjitak kepala gadis mungil di sampingnya pelan.

“Sakiiit~~~” gadis itu mengaduh sambil mendongak ke arah Kyuhyun, “Oppa ini kenapa?”

Ya! Mendengarmu memanggil dengan sebutan Oppa membuatku geli, hentikan itu, Yoo,” Kyuhyun memalingkan wajahnya dan menunduk malu.

Gadis yang berperawakan lebih pendek dari Kyuhyun –Choi Jiyoo- itu tersenyum mengejek. “Ternyata Oppa memang suka dipanggil begitu, ya? Wajah Oppa merah.. Aigooo~~~ Wae so cute?”

Tch~ siapa yang mengajarimu?” tanya Kyuhyun. “Siapa yang menyuruhmu memanggilku begitu?”

Jiyoo mengangkat bahu lalu menyahut, “Tentu saja gadis iblismu. Dia ingin aku memanggilmu Oppa, padahal aku saja tidak pernah memanggil Poo dengan panggilan begitu..” gumamnya.

“Tentu saja tidak pernah. Panggilan kalian kan lebih menggelikan daripada ‘Oppa’ atau ‘Jagiya’,” ledek Kyuhyun.

Gadis itu mencibir dan menggembungkan pipi kesal sementara Kyuhyun menyeringai penuh kepuasan. Saat Kyuhyun berjalan menuju mobilnya, Jiyoo hanya mengekor sambil sesekali mendesah berat. Hanya dari membayangkannya saja, ia sudah tahu hari ini tidak akan mudah..

Ya!” panggil Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan?”

“Masuk ke mobilmu,” Jiyoo menyahut lemas. Tangannya terhenti di pegangan hitam pintu mobil bagian belakang.

Kyuhyun berkacak pinggang lalu berjalan cepat ke samping mobilnya. Ia membuka pintu mobil di sebelah kursi pengemudi. “Tempatmu disini.”

“Di samping Oppa? Tidak. Mau.” Balasnya penuh penekanan. Jiyoo tetap membuka pintu belakang sementara Kyuhyun menahan pintunya. “Kalau aku duduk disana, Hyo pasti mengira aku ingin merebut tempatnya.”

“Dasar gadis-gadis aneh!” cibir Kyuhyun. Ia menutup kembali pintu yang sudah dibuka Jiyoo. “Cepat duduk di tempat yang sudah kupilih! Kau pikir aku ini supirmu?”

Jiyoo mendengus dan mengomel, “Aku juga tidak sembarangan memilih supir, tahu~”

—-

8.45 AM

Sepanjang perjalanan mengitari kota Seoul, Jiyoo hanya menatap datar ke luar jendela. Langitnya begitu cerah dan awan yang berarak kesana-kemari juga terasa meneduhkan. Jiyoo menarik napas panjang. Alam sama sekali tak menunjukkan simpati padanya.

Jiyoo melirik laki-laki yang sibuk di belakang setir. “Mendung..”

Mworago?” tanya Kyuhyun tanpa menoleh.

“Aku bilang mendung,” ulang Jiyoo, lagi-lagi dengan nada tak bersemangat.

Kyuhyun menoleh ke arahnya saat lampu menunjukkan warna merah. Berusaha mengartikan ucapan gadis itu, Kyuhyun beralih memandangi langit di luar jendela. “Ini namanya cerah, bukan mendung. Apa kau punya definisi berbeda soal keadaan cuaca?”

“Bukan langitnya, tapi hatiku,” ucap Jiyoo penuh dramatisasi. “Oppa malah tidak kelihatan sedang mendung atau cerah. Membingungkan..”

Laki-laki itu tersenyum kecil lalu kembali memacu mobil Hyundai hitamnya memotong jalanan Seoul. “Kenapa aku harus mendung?”

“Mm.. karena kau justru terjebak disini bersamaku, bukan bersama Hyori, dan Hyori malah bersama dengan orang lain..?” tebak Jiyoo. Kalau laki-laki di sampingnya ini normal, maka ia pasti merasakan apa yang Jiyoo rasakan. “Oppa tidak tenang, kan?”

Kyuhyun tampak berpikir sejenak. “Tidak juga.”

Jiyoo menundukkan kepala, menyerah. Kesimpulan yang bisa diambilnya adalah: laki-laki ini tidak normal.

Oppa tidak peduli pada Hyori,” komentar Jiyoo singkat.

“Kalau aku tidak peduli pada perempuan cerewet itu, aku tidak akan menyetujui semua permintaannya. Tapi sayangnya semua permintaannya rata-rata adalah hal yang konyol,” Kyuhyun meralat ucapan Jiyoo. “Sekarang kita mau kemana? Apa ada tempat yang ingin kau datangi?”

Jiyoo mengembuskan napas berat –lagi.

“Kau sama sekali tidak punya rencana? Berbeda sekali dengan Hyo,” Kyuhyun menegurnya.

“Aku tidak mau menghabiskan tenagaku untuk mengomeli Oppa,” ucapnya. “Lagipula aku memang tidak punya rencana apa-apa untuk hari ini.”

Kyuhyun menautkan alis sambil melirik singkat ke arah Jiyoo. “Lalu karaoke?”

“Hanya asal bicara,” sahut Jiyoo santai. “Hyori sudah punya banyak rencana bersama Poo, mana mungkin aku bilang kalau aku tidak mempersiapkan apa-apa bersama Oppa?”

“Semua gadis memang seperti ini, ya?” gumam Kyuhyun. Saat memeriksa respon Jiyoo, ia yakin gadis itu akan mengomel, tapi ternyata tidak. Gadis di sampingnya lebih banyak menarik napas panjang, mengembuskannya berat, bernapas lagi, dan mengeluarkannya. Selalu seperti itu.

Jiyoo melirik Kyuhyun dan berpikir, “Karaoke tidak jelek..”

—-

10.00 AM

A Bitter Day, da ireoke jiwoga getji
A bitter day, it will all be erased like this

Eonjenga neun icheoji getji
I will forget someday

Na geujeseoya ut getjiman
I’ll be able to laugh then, but

Jigeumeun nado eojjeol suga eomne
Right now I can’t do anything

Jiyoo mengeluarkan semua kemampuan menyanyinya. Pilihan lagunya tidak jauh dari ballad, mengingat perasaannya yang sedang buruk. Sesekali ia memejamkan mata untuk membantu menghayati lirik dalam lagunya, sama sekali tidak sadar Kyuhyun sedang mati-matian melindungi kedua indera pendengarannya yang berharga.

Begitu lagu selesai, Jiyoo menarik napas dan puas pada penampilannya sendiri. Ia bisa menyelesaikan lagunya dengan baik –dengan suara standar, penuh fals, dan bagian rap yang sama sekali tidak bisa dibilang rapi.

“Kau sudah selesai?” tanya Kyuhyun, masih dengan tangan tertahan di kedua telinganya.

Jiyoo mengangguk dengan gaya dramatis. “Sudah.. perasaanku tercurah lewat lagu itu.”

Kyuhyun mengangguk-angguk kepala paham. “Aku bisa mengerti sekarang. Perasaanmu pasti sangat berantakan.. sama seperti lagumu barusan.”

Oppa! Aku sudah bernyanyi dengan segenap perasaanku, dan kau malah menghina suaraku?” sengit Jiyoo. Tangannya terlipat di dada. “Aku tahu Oppa penyanyi yang hebat, tapi–“

Kyuhyun sudah memegang mic, bahkan lagunya sudah selesai ia pilih sementara remotenya sudah dilemparkan entah kemana.

Anunde naneun anunde jeongmal igeon mari andoeneunde
No, I’m not.. It really doesn’t make sense

Babeul meogeodo jami deul ttaedo michyeonneunji geudaeman boyeoyo
Even when I’m eating or falling asleep, I keep thinking about you like crazy

Eonjena nareul jongil namaneul mossalgehae miwonneunde
All the time I keep hating myself so badly

Eotteoke naega eotteoke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo
How could I, how could I fall in love with you? That’s a bit weird

Jiyoo menelan ludah begitu melihat laki-laki di depannya itu menyanyi sambil memejamkan mata. Sadar matanya makin tak bisa lepas dari Kyuhyun, Jiyoo menutup wajah dengan kedua telapaknya.

“Kalau bebek sudah bernyanyi sambil memejamkan mata dan menghayati lagu, dia sangat kereeeeenn~~~” puji Hyori. “Kadang aku mengomel sendiri, tidak bisakah dia bernyanyi dengan gaya yang biasa saja?”

Jiyoo mencibir, “Sekeren itu?”

“Yah.. tidak sekeren itu juga, tapi.. Ah! Pokoknya jangan sampai nanti kau bilang dia keren kalau kau melihatnya begitu!” Hyori mewanti-wanti. “Tapi kurasa untukmu bebek hanya akan terlihat keren saat dia bernyanyi, Yoo.”

Kyuhyun kembali membuka kedua matanya dan tersenyum puas. Sambil menundukkan kepala dan menganggap dirinya sedang ada di panggung konser solonya sendiri, ia memberi isyarat aneh dengan matanya untuk Jiyoo.

Jiyoo mengerjap-ngerjap bingung. “Apa?”

“Tepuk tangan,” ucap Kyuhyun santai. Kedua tangannya menyontohkan tepukan tangan tanpa suara.

Mau tak mau Jiyoo mengikutinya. Ia bertepuk tangan walaupun dengan agak enggan. Lantas ia berdeham, “Aku tahu Oppa penyanyi yang hebat–“

“Yah.. itulah aku,” potong Kyuhyun.

“Hyori benar. Oppa hanya keren saat sedang bernyanyi, kalau sudah berhenti begini,” Jiyoo memandangi Kyuhyun dari atas ke bawah, “sama sekali tidak punya karisma.

Tch~” Kyuhyun hanya mendesis lalu merebahkan tubuh di samping Jiyoo. Ia sedikit tersinggung saat gadis itu langsung memalingkan wajah darinya. “Kau mau bilang penampilanku sangat keren, kan?” terka Kyuhyun. “Hh~ melihat reaksimu yang begini, aku jadi tahu kau menikmati nyanyianku. Kenapa tidak bilang saja? Aku sudah terbiasa dengan pujian..”

“Keren? Oppa-eyo?” ulang Jiyoo dengan nada tinggi. “Oppa sangat percaya diri. Kepercayaan diri Oppa ini sepertinya sudah over-dosis. Bahkan lagu yang dipilih pun lagu solo sendiri, ck, benar-benar pemuja diri sendiri yang taat.”

Kyuhyun melipat tangan di dada lalu menyahut, “Wah.. kau pemerhati yang baik.”

Tch~ laki-laki ini,” Jiyoo mengeluarkan desisan pelan. “Alasan kenapa Hyori bisa tahan dengan Oppa mungkin hanya keajaiban..”

“Aku tidak separah itu,” balas Kyuhyun. Sambil menengguk sebotol air mineral di depannya, ia mengeluarkan kunci mobil. “Hyo itu keajaiban pribadiku..

Jiyoo tersenyum geli, “Hyo pasti akan muntah kalau mendengar ini.”

Ya! Hyo tidak suka laki-laki bermulut manis,” Kyuhyun melipat tangan di dada. “Dan aku tidak mau jadi laki-laki yang TIDAK disukainya.” Melihat gadis di sampingnya masih tersenyum lebar, ia berdeham, “Lalu sekarang mau kemana?”

—-

11.30 AM

Kedua mata Jiyoo berbinar begitu melihat meja yang penuh dengan makanan. Daging panggang dan kimchi adalah kolaborasi yang cocok untuk menghilangkan kesal. Jiyoo menghirup aroma daging sapi segar di hadapannya dan tersenyum lebar.

“Kau yakin mau makan daging?” tanya Kyuhyun. Melihat gadis di sampingnya mengangguk penuh semangat, ia mencibir, “Kau benar-benar sedang stress, ya?”

Jiyoo menyentakkan sumpitnya ke atas meja, menimbulkan suara nyaring yang mengejutkan Kyuhyun. “Jangan ingatkan aku! Sekarang aku tidak akan memikirkan Poo atau Hyori apalagi membayangkan apa yang mereka lakukan berdua! Aku tidak peduli!!”

Geurae, manhi mokgo,” Kyuhyun hanya berkomentar singkat.

Jalmokgeusseumnida~~~” seru Jiyoo. Dengan kilat ia menyambar beberapa potong daging dan meletakkannya di pemanggang. Jiyoo tampak asyik membolak-balik daging sementara Kyuhyun menatapnya khawatir. Jiyoo mendongak, “Waeyo, Oppa?”

Kyuhyun mendesah lalu memilih membantu gadis itu memanggang daging. “Mereka tidak perlu kau cemaskan.”

“Sudah kubilang jangan ingatkan ak–“

“Hyukjae hyung atau Poo-mu itu,” Kyuhyun mengucapkan kata itu dengan enggan. “tidak akan melupakanmu.”

Sumpit yang dipegang Jiyoo tertahan di udara. Gadis itu lantas mendengus, “Aku tahu..”

“Kalau kau tahu–“

“Walaupun aku tahu, perasaan waswas ini tidak bisa hilang,” potong Jiyoo. Perhatiannya berhasil teralihkan pada Kyuhyun sejenak, tapi sekarang ia kembali pada dagingnya. “Jaaaaah~ ayo makan!”

Kyuhyun tersenyum kecil melihat tingkah gadis di depannya. Sambil menarik napas panjang, ia bergumam, “Apa semua gadis memang bodoh seperti ini?”

“Mm.. sebagian kecil seperti ini, terutama gadis yang setia dan punya cinta yang besar sepertiku,” ralat Jiyoo. Ia mengabaikan Kyuhyun yang langsung membuat raut wajah muak. “Karena itu, aku tidak bisa berhenti mencemaskannya.. aku tahu Hyori tidak tertarik pada Poo, tapi membayangkan mereka bersama-sama…..”

Kyuhyun menyumpit lembaran daging yang sudah matang dan menggutingnya menjadi potongan kecil. Kemudian ia mengambil selembar selada segar di piring lain. “Kau terlalu banyak berpikir, bisa cepat tua kalau kau terus seperti ini.”

Oppa,” panggil Jiyoo. “apa Oppa benar-benar tidak ce– hmmp!”

Dengan gerakan cepat Kyuhyun membungkus daging panggang dengan selada dan menjejalkannya ke mulut Jiyoo. Ia mengangguk-angguk sambil tersenyum, “Makan yang banyak, gadis kecil~ Dan jangan pikirkan hal lain.”

Jiyoo menatap laki-laki itu tak percaya. Walaupun sangat ingin mengomel dan memaki laki-laki yang lebih tua 5 tahun darinya itu, ia tak bisa. Mulutnya penuh dengan daging. Jiyoo melirik tajam ke arah Kyuhyun.

Pokoknya telan dulu daging ini sampai habis, baru beri dia pelajaran, pikir Jiyoo.

“Kau adalah satu-satunya gadis yang makan siang dengan daging panggang,” cibir Kyuhyun. “Biasanya orang lain akan makan ini saat malam hari sambil minum soju, tapi kau malah makan ini untuk makan siang.”

Sambil mengunyah mati-matian daging dalam mulutnya, Jiyoo mengoceh lagi, “Kalau Oppa punya usul yang lebih baik, kenapa tidak bilang?”

“Tadinya aku memang tidak punya usul, tapi sepertinya sekarang aku punya,” Kyuhyun meneguk air mineral yang dipesannya. Harusnya ia pesan soju, tapi karena ini masih siang ditambah ia harus menyetir, dan gadis yang dibawanya ini masih sangat di bawah umur, ia mengalah.

Jiyoo menyomot sepotong daging lagi, “Mwolyo?”

“Kau bisa main game online, kan?” tanya Kyuhyun. Melihat Jiyoo mengerjapkan mata bingung, ia menarik tangannya. “Kaja~

—-

1.00 PM

Pandangan berbinar yang tadi ditunjukkan Jiyoo di restoran daging sudah hilang. Pancaran matanya kini sudah berubah jadi lampu 5 watt yang redup dan butuh diganti. Jiyoo melirik laki-laki di sampingnya. Laki-laki itu kebalikannya sekarang.

“Aku tidak bisa main,” bisik Jiyoo.

Kyuhyun mengabaikannya dan menunjuk dua tempat kosong di pojok ruangan. “Disana saja! Ada dua tempat kosong.”

Oppa, kau mendengarku, kan?” Jiyoo menaikkan nada bisikannya menjadi setengah oktaf. “Aku bilang, aku tidak bisa ma–“

“Ayo main~” potong Kyuhyun cepat. Ia menarik tangan Jiyoo dan membawa –menyeret tepatnya- gadis itu ke tempat yang diincarnya. Laki-laki itu memandangi layar komputer dengan tatapan ini-harta-karun-berharga. “Aku sudah lama tidak main di tempat seperti ini, biasanya aku hanya bermain di laptop atau PSP.”

Jiyoo memandang Kyuhyun dengan sengit. “Oppa kesini karena Oppa yang mau, bukan aku~ Ayo cari tempat lain!”

“Kalau kau bisa mengalahkanku, aku akan mengikutimu,” tantang Kyuhyun.

Yaaa! Bagaimana bisa aku menang… Hah! Sudahlah,” Jiyoo menyerah dan menarik kursi di samping Kyuhyun. Matanya menatap layar komputer dengan pandangan nanar. “Apa yang harus kulakukan dengan benda ini?”

Kyuhyun menyahut cepat, “Coba main saja.. Akan kuajari.”

Sambil melihat apa yang dilakukan Kyuhyun dengan seperangkat komputer di depannya, Jiyoo memerhatikannya dan melakukan hal yang dilakukan Kyuhyun. Begitu layar komputernya menyala dan gamenya dimulai, ia terus mengekor Kyuhyun.

“Bodoh~~~ bukan begitu caranya!” Kyuhyun mengomel setelah tiga menit pertama game dimulai. Ia memutar bola mata. Hari ini Kyuhyun benar-benar salah memilih partner bermain game.

Jiyoo mengerucutkan bibir. “Sudah kubilang aku tidak bisa main, jadi terima saja cara bermainku yang begini. Jangan mengomeeeeel~~~”

Aish.. tapi kukira kau bisa belajar dengan cepat,” keluhnya. “Tidak kusangka kau sangat payah, kemampuanmu bahkan nyaris sama dengan Hyo. Main game saja tidak bisa, tch.. gadis itu bahkan hampir membanting PSP-ku waktu aku mengomel.”

Yaaa! Setidaknya aku bisa belajar dengan cepat di bidang lain yang lebih berguna, bukannya bermain game bodoh ini!” balas Jiyoo ketus. “Seharusnya Hyori membuang PSP-mu waktu itu!”

Kyuhyun melirik tajam ke arah gadis berkuncir kuda itu. “Aku akan main sendiri. Kalau bersamamu aku bisa kalah dengan menyedihkan.”

Mworagoyo?” Jiyoo nyaris membanting keyboard yang ada di depannya. Gadis itu lantas mendorong kursi ke belakang dan berdiri dari tempatnya. “Tch~ Kyuhyun Oppa bodoh!!”

Kyuhyun mendelik sebentar tapi perhatiannya langsung teralihkan lagi ke layar komputer. “Memanggilku Oppa tapi menyebutku Bodoh.. Dasar tidak sopan.”

—-

3.00 PM

Kyuhyun sudah bermain selama dua jam tanpa bosan dan tanpa kalah. Pikirannya masih berkutat dengan game dan komputer di depan matanya padahal gadis yang tadi bersamanya sudah pergi entah kemana.

Laki-laki itu bergumam, “Mau cemas pun, dia bukan anak kecil lagi.”

Sambil mengendikkan bahu santai, Kyuhyun kembali ke dunianya. Satu jam lagi bermain lalu ia akan langsung mencari Jiyoo dan menyeretnya naik mobilnya.

“Oh? Siapa ini?” Kyuhyun mengerutkan kening saat melihat lawan lain masuk ke board permainannya. “Pooberry? Tch~ siapa orang bodoh yang memilih nickname konyol seperti ini?”

Dalam setengah jam Kyuhyun terlihat kerepotan menghadapi lawan barunya. Matanya menyipit dan konsentrasinya hanya terpusat pada layar komputer. Kalau ia kalah disini, gara-gara pemain baru ditambah lagi dengan nickname yang bodoh, ia akan sangat malu.

“AH!” pekiknya nyaring. Kyuhyun kalah. Cho Kyuhyun kalah oleh orang baru bernama konyol.

Sementara Kyuhyun sedang meratapi kekalahannya, suara gaduh terdengar dari bagian lain dalam ruangan itu. Alisnya terangkat, apa orang baru itu juga disini?

Kyuhyun bangkit dari kursinya dan menghampiri kerumunan yang mengelilingi satu tempat. “Tch~ apa dia benar-benar disini?”

“Woaaa~ kau sangat hebat! Kau cepat belajar dan bisa mengalahkan orang yang paling hebat disini!” pujian itu membuat Kyuhyun berdecak kesal. Apa maksudnya orang yang paling hebat itu dirinya? Lalu siapa orang yang hebat dan cepat belajar itu?

YOO?!” Kyuhyun membelalakkan mata begitu melihat Choi Jiyoo duduk manis di depan komputer sambil dikelilingi banyak orang.

Jiyoo tersenyum lebar menyambut Kyuhyun. “Oppa, bagaimana?” Ia memiringkan kepala, “Sebenarnya bukan aku yang bodoh dan tidak bisa menangkap penjelasanmu. Melihatku yang bisa dengan cepat mengalahkan Oppa, tidakkah Oppa pikir masalahnya justru ada pada Oppa?”

“Pooberry?” ulang Kyuhyun. Ia lantas mencibir, “Pantas saja! Nama sekonyol itu, siapa lagi yang akan memilihnya selain kau!”

“Memangnya kenapa dengan nama itu?” Jiyoo mendesis kesal. Kemudian ia menyunggingkan senyum, “Terbukti, kan? Aku memang cepat belajar, tapi tergantung pada siapa orang yang mengajariku. Kalau orangnya tidak berhati bersih, ya.. aku tidak akan bisa menyerap ilmunya.”

Kyuhyun tertawa hambar. “Ayo pergi dari sini!”

Jiyoo bergumam, “Dan Hyori, pasti dia bernasib sama sepertiku karena Oppa-lah yang mengajarinya. Kasihan sekali temanku itu..” ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

Laki-laki itu melirik sekilas, “Aku juga tidak akan membiarkan laki-laki lain mengajarinya main game. Kalau dia kalah, setidaknya dia akan memilih diam di sampingku..”

—-

3.40 PM

Langit kota Seoul mulai mendung sementara matahari nyaris menghilang ditelan awan. Cuaca sore ini adalah cuaca yang bisa membuat orang ikut mendung. Jiyoo tak berhenti tersenyum sejak keluar dari warung game online tadi. Sepertinya cuaca tak pernah sejalan dengan suasana hatinya.

“Haaah~ sore yang cerah,” ucapnya.

Kyuhyun melirik gadis di sampingnya lalu mengoreksi, “Kalau yang begini kau sebut cerah, lalu bagaimana kau melihat langit yang mendung?”

“Aku sedang senang, motto hidupku adalah cuacaku perasaanku. Jadi bagiku sekarang cuaca hari ini sedang sangat cerah,” ia berkomentar. “Nan.. gaem-queeniya!

“Hanya karena mengalahkanku satu kali, kau sudah merasa jadi Game Queen? Kau pasti tipe orang yang cepat sekali puas,” Kyuhyun mencibir.

Jiyoo bersenandung, mengabaikan kekesalan yang ditunjukkan laki-laki di sampingnya. “Lalala~ Johdaaaa.. Bisa membungkam Cho Kyuhyun Oppa yang selalu sesumbar tentang game adalah hal yang menyenangkan~~~”

“Sepertinya kau sangat senang,” desisnya. Kemudian Kyuhyun menyeringai, “Jadi sudah lupa soal Poo?”

“Eh?” Jiyoo langsung melirik Kyuhyun tajam. Terlihat sekali laki-laki itu tahu bagaimana cara mengacaukan kegembiraan Jiyoo. Jiyoo berdeham, “Poo? Siapa itu? Aa~ maksud Oppa, Lee Hyukjae? Aku masih ingat, tapi sepertinya memori otakku akan lebih lama mengingat kekalahan Oppa hari ini.”

Kyuhyun menoleh begitu mobilnya berhenti di lampu merah. “Bagaimana caranya untuk membuatmu lupa ingatan?”

Tch~ aku tidak bodoh,” sungut Jiyoo. Gadis itu tampak berpikir lalu berseru, “Tapi kalau Oppa memaksa, aku tidak bisa menolak. Es krim~~~”

Sambil memutar bola mata, Kyuhyun memacu mobilnya menuju tempat tujuan mereka berikutnya.

—-

Jiyoo memegang dua buah cone ice cream sementara Kyuhyun masih sibuk dengan kemudinya. Gadis itu mulai berkicau, “Oppa~ nanti meleleh.. cepat makaaaaann..”

“Berhentilah mengomel, bukankah kau minta view yang bagus untuk makan es krim konyol itu?” Kyuhyun balas mengomel tanpa menoleh ke arah Jiyoo. Setelah berputar-putar –dan bosan, Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat di bawah pohon rindang.

Mwoya~~~” Jiyoo menyipitkan mata melihat sekeliling mobil. “Apa ini yang disebut view bagus?”

Kyuhyun mengangguk bangga. Pemandangan di kaca depan mobil hitamnya hanya papan iklan bergambar laut di Pulau Jeju. “Viewnya bagus, kau akan merasa berada di Jeju.”

Oppa lucu sekali,” Jiyoo berkomentar sarkastis. “Kalau hanya papan iklan begini, kenapa tidak cari saja gambar menara Eiffel?”

Sambil menyambar cone es krim cokelatnya, Kyuhyun menempelkan punggung ke sandaran jok mobil. “Ide bagus. Apa mau mencarinya dulu?”

Dwaesseoyo,” ujarnya, menyerah. Entah laki-laki macam apa yang sedang dihadapinya saat ini. Jiyoo menarik napas panjang lalu mencicipi es krim stroberinya. “Jam berapa sekarang?”

Kyuhyun memeriksa jam tangan di pergelangan tangannya. “Empat sore.”

“Masih berapa jam lagi?” tanya Jiyoo.

“Empat jam lagi,” jawab Kyuhyun santai. “Wae? Kau merasa waktu berjalan sangat cepat saat bersamaku?”

Jiyoo menggeleng lemah. “Tidak, aku merasa ada di neraka,” Kyuhyun mendelik tajam ke arah Jiyoo. Gadis itu melanjutkan, “tapi sepertinya hari ini tidak terlalu buruk. Walaupun aku penasaran setengah mati pada kencan Hyori dan Poo, tapi hari ini sedikit menyenangkan..”

“Apa Hyukjae Hyung sangat membosankan?” goda Kyuhyun.

Tch~ dia jaaaaauh lebih baik dari Oppa!” tegas Jiyoo sampai nyaris menjatuhkan es krim di tangannya. “Tapi, aku bosan.. Saat melihatnya, aku bosan tapi tidak bisa membencinya. Aku jenuh tapi tidak bisa meninggalkannya. Hh~ dia pasti merasa dikhianati..”

Kyuhyun ikut-ikutan menarik napas berat. “Tentu saja. Dia akan mencari tahu apa yang salah dengannya sampai kau bertindak konyol dengan rencana seperti ini.”

“Tapi aku sama sekali tidak berniat meninggalkannya,” sangkal Jiyoo cepat. “Aku hanya…”

“Kalau kau butuh perubahan, aku mengerti. Tapi bukankah ada saatnya,” Kyuhyun menoleh dan menatap gadis yang sedang menundukkan kepala itu. “ada saatnya perubahan itu malah tak merubah apapun.”

Jiyoo mendongak, mengerjap-ngerjapkan mata bingung.

“Maksudku, selama kau menjalani perubahan itu, kau justru semakin merindukan saat-saat yang membosankan,” jelas Kyuhyun.

“Mungkin begitu. Mungkin aku dan Hyori memang begitu,” Jiyoo mengangguk paham.

Sambil menghabiskan cone masing-masing, keduanya diam. Kyuhyun menoleh dan Jiyoo membalas tatapannya. Mata mereka bertemu lantas keduanya sama-sama mendesah berat. “Hh~”

“Empat jam ini.. ada lagi yang mau kau lakukan?” tanya Kyuhyun.

Jiyoo memiringkan kepala lalu mengeluarkan ponselnya. Layarnya hitam karena Kyuhyun memang tak memperbolehkan menyalakan ponsel sampai jam delapan malam. “Eobseoyo..

“Lain kali jangan ikuti usul Hyori lagi,” Kyuhyun berkomentar singkat. “Kau malah menyiksa dirimu sendiri; tidak bisa bertemu Hyukjae Hyung dan malah terjebak disini bersamaku.”

“Itu juga ideku,” kilah Jiyoo. “Aku tidak begitu menyesalinya..”

Kyuhyun melirik gadis yang tersenyum lebar itu. “Baguslah. Sekarang aku tidak perlu terus-terusan berusaha menghiburmu lagi.”

“Eh?”

“Hyukjae Hyung benar-benar mengenalmu. Dia bilang kau pasti akan meragukan keputusan yang sudah kau ambil sendiri, dan ternyata benar, kau mengomel seharian, melipat wajahmu sampai kusut, belum lagi nafsu makan dagingmu yang menggila,” jelas Kyuhyun.

Jiyoo berdeham, “Kalau begitu harusnya dia membujukku untuk tidak mengikuti rencana konyol ini.. kalau dia membujukku, aku akan pura-pura mendengarkannya.”

“Lalu kau akan kembali merasa bosan bersamanya?” Jiyoo menoleh cepat, Kyuhyun menebaknya dengan benar.

“Kenapa aku sangat membingungkan..?” gerutu Jiyoo pelan.

Kyuhyun sendiri hanya mengangguk-angguk. “Benar, kau sangat membingungkan. Tapi kalau kau saja tidak mengerti dirimu, kenapa Hyukjae Hyung sangat mengenalmu ya?”

“Itu bakat alamnya,” Jiyoo tersenyum bangga. “Mengerti seorang Choi Jiyoo adalah bakat alam Lee Hyukjae..”

—-

6.30 PM

‘Tok.. tok.. tok..’

Kyuhyun membuka matanya perlahan saat mendengar suara ketukan dari arah samping. Ia menggeliat lalu membiasakan diri dengan suasana di sekitarnya. Di mobil; ternyata ia masih ada dalam mobil.

Seorang pria baruh baya dengan tubuh gempal sedang berdiri di samping mobilnya sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil. Kyuhyun menurunkan kacanya, “Ye, Ajussi?”

“Kukira kau mati di dalam mobil,” ujar paman itu santai. “Cepatlah pulang, hari sudah gelap.”

Kyuhyun mengangguk paham. “O, ye..

Sambil menarik napas panjang dan membenarkan cara duduknya, Kyuhyun melirik ke jam digital yang terpasang di GPS mobilnya. Kemudian ia mendapati gadis berkuncir kuda sedang melipat tubuhnya dan berjuang mencari posisi yang nyaman untuk tidur.

Choi Jiyoo mengangkat kakinya ke jok, melipatnya, dan menyandarkan tubuhnya ke sisi pintu. Posisi yang sangat tak nyaman –bahkan untuk sekedar dilihat.

Ya, Yoo, bangunlah,” Kyuhyun menepuk-nepuk pundak gadis itu pelan.

Mata Jiyoo terbuka sedikit demi sedikit. Untuk beberapa saat gadis itu hanya mengerjap-ngerjap bingung. “Ah, punggungku!”

“Siapa yang menyuruhmu tidur dengan gaya aneh begitu?” omel Kyuhyun. “Sisa satu jam setengah lagi. Mau kemana sekarang?”

Jiyoo memijat-mijat tengkuknya yang kaku. “Terserah Oppa saja, nyawaku masih terisi setengah, aku tidak bisa berpikir dengan benar.”

“Jangan mengomel kalau kau tahu kemana aku membawamu,” ancam Kyuhyun. Melihat gadis di sampingnya tak merespon, ia mencibir, “Sepertinya selama kau bersamaku nyawamu memang hanya setengah..”

—-

Mwoyaaa~~~” Jiyoo protes sekeras yang ia bisa. “Kenapa kesini? Oppa mau membuatku mati kesal?”

Kyuhyun mengernyitkan alis lalu menoleh, “Sudah kubilang jangan mengomel.”

“Tapi kan… Ah! Sudahlah,” lagi-lagi Jiyoo menyerah menghadapi laki-laki di sampingnya. Ia memandang gedung di sisi jendelanya dengan tatapan nanar. Ia menggigit bibir. Itu apartemennya dan Hyori.

Jiyoo merengut sebal sambil melirik tajam ke arah Kyuhyun. Entah apa yang ada di pikiran laki-laki itu, tapi apa iya Kyuhyun akan membiarkannya menunggu di depan apartemen ini sampai jam delapan? Apa Kyuhyun memang sedang menguji kesabarannya?

“Kau tidak mau bertemu Hyukjae Hyung?” tanya Kyuhyun.

Sambil menelan ludah, Jiyoo menoleh, “Mau.. Tapi tidak sekarang, paling tidak bukan seperti ini. Apa sekarang aku harus menunggunya selama satu setengah jam disini? Bagaimana kalau aku.. maksudku, kita melihat mereka sedang….. AH!”

“Kau benar-benar terlalu banyak berpikir,” ujar Kyuhyun. “Ya, apa kau memberi syarat untuk Hyori?”

Jiyoo mengerutkan kening, “Syarat? Hm.. ada delapan. Bagaimana pun juga aku harus mengantisipasi semua hal yang bisa terjadi, kan? Tapi, bagaimana Oppa bisa tahu?”

“Kau dan Hyori tidak sulit dibaca,” Kyuhyun menyahut santai. “Apa dia juga begitu?”

Dengan kilat Jiyoo menggelengkan kepala. “Dia tidak pernah mengatakan hal sekonyol itu.” Melihat perubahan raut wajah dari Kyuhyun, Jiyoo menahan tawa, “Bukankah kalian punya 13 kontrak kerja seumur hidup?”

“Memang, tapi apa aku tidak boleh berharap? Tch~ kukira dia akan takut kehilangan pasangannya ini,” cibir Kyuhyun.

Oppa,” panggil Jiyoo. Kyuhyun menoleh enggan. “Oppa mau tahu syaratnya padaku?”

Kyuhyun berdeham, berusaha bersikap tenang. “Apa?”

Sambil menarik napas panjang, Jiyoo tersenyum penuh arti. “Dia cuma punya satu syarat untukku, sebenarnya bukan syarat yang sulit, malah terdengar konyol. Tapi Oppa harus mengingat ini baik-baik karena ini benar-benar isi hati Hyori,” Jiyoo berwajah serius, “dia melarangku jatuh cinta padamu.”

“Lalu kau bilang itu syarat konyol?” selidik Kyuhyun. Kemudian Jiyoo yakin sekali ia melihat laki-laki itu tersenyum kecil. “Itu hal paling bodoh yang bisa diucapkannya.”

Jiyoo berdeham pelan, “Oppa, soal ‘perubahan yang tidak membawa perubahan apapun’, apa itu yang Oppa pikirkan? Berarti Oppa juga yakin kalau Hyori tidak benar-benar menginginkan perubahan seperti apapun bentuknya itu?”

“Mm.. begitulah,” balas Kyuhyun santai. “Hyo hanya membutuhkan Cho Kyuhyun-nya, dia tidak butuh orang lain.”

Tch~ Hyori akan terkena serangan jantung kalau mendengar ini,” ujar Jiyoo menahan tawa. Kalau saja laki-laki ini bersikap begini di depan Hyori, Jiyoo yakin tidak akan ada ide sekonyol ini. “Ayo selesaikan ini.. Temui gadis iblismu, jangan sampai dia melanggar kontrak kalian~”

Kyuhyun melirik tajam lalu menggodanya, “Sepertinya kau sangat terburu-buru.”

“Memangnya siapa yang mau berada di neraka lebih lama? Antarkan aku ke surga sekarang!” omel Jiyoo. Dengan gerakan cepat, ia merogoh ponsel dalam tasnya sambil bergumam, “Bahkan malaikat surgaku juga sudah menderita di neraka lain..”

From: My Poo~

Yoo~ TT___TT kenapa tidak menjawab ?
Aku dan Setan kecil ini tidak melakukan hal yang aneh-aneh.. ^^;
Jaga dirimu baik-baik, hubungi aku jika kau sudah membaca pesanku~
Araci~?<3<3

===========================
ODE #3 Accomplished!😄
Suda dibilang aku paling gak bisa mikir kalo dipasangin ama Kyu.. Jadinya kan aneh gini~~~😦

Poo~ Sini, sini, jangan betah-betah ama Nyonya Iblis ituu.. *selametin Poo*

Momma~ Maap kalo mengecewakan, mau bikin yang sosuit buat KyuRi, tapi bebek gak pantes ngegombal.. Tapi teteup, dimasukin gombalannya.😄

66 thoughts on “One Day Exchange #3 [JiKyu]

  1. Pingback: One Day Exchange #3 [JiKyu] (via « Strawberry’s Room ») « More than words

  2. /deep sigh/
    saya…
    saya….
    menjerit…..
    saat…
    membaca….
    bagian…..
    seorang cho kyuhyun….
    menyuapi choi jiyoo…
    ;_______________________________; /telen poo/

    penuh dengan aura narsis yang tidak terkira… (._____.)
    choi jiyoo-ssi, harusnya dirimu menutup mataaaa waktu dikarokeeee AAAAA
    perubahan yang tidak membawa perubahan apapun ;A;
    /asah otak buat ode4/

    GOOOOOOOOOOODDDDDD~~~!!!!!!
    wajar kalo ga bisa mikir kalo dipasangin ama kyu, tapi kalo diancem poo bakal mom telen gimana ? /ketawa setan/😄
    mom sukaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa /usep jidat/

    • Nyahahaha~ emangnya mom tau gimana reaksi yoo kemaren di kost-an? bagus yang laen gak pada nelpon RSJ..😄
      Ralaaaaat, bukan nyuapin, tapi njejelin daging! Tega kan itu bebeknya mom.. -___-
      kalo nyuapin itu so suit, penuh perasaan gituu..
      Saya suda tutup mata, tapi suaranya merasuk lewat telinga..😄

      Jangan pake Poo lagi buat ancemann~ Mom tau kan gimana setresnya bikin yang iniii??
      Makasihh, Mom~~ :3

    • Masih ada dongs~ kami butuh ending juga.😄
      Sebenernya mah yoo yang ini sama sekali gak bisa maen game, tapi tuntutan perannya suda gitu sihh. :3

      makasihh suda baca yaahh~ ;D

  3. “Aku juga tidak akan membiarkan laki-laki lain mengajarinya main game. Setidaknya kalau dia kalah, dia akan tetap diam di sampingku.” Aish, Kyu, knp jd keren gt?? Haaah!
    Ciyee,, Jikyu tidur bareng(?) di mobil.. Uhuk uhuk *diplototin hyori*
    Dan ituu, beneran Jikyu nungguin di dpn apartemen smpe jam 8? Niat amat.. Haha..
    Okelah, ditunggu ODE4 nyaa..

  4. gyaaaaa…..jikyu pabo
    mreka dah kaya pasangan psikolog sama pasiennya
    haha* becanda no bashing
    soalnya kyu kayanya nyantai bgt
    yoo nya gelisah bgt

  5. HAHAHAHA!
    jiyoo nyanyi suaranya berantakan~
    kalah sama hyukjae! hyuk aja bagus naynyi di lagu memories bikin aku melirik suaranya dia jadinya hahaa xD
    “kalau sudah tidak menyanyi oppa tidak punya kharisma”<<<— salah besar! kekekeke~
    eh btw ini si kyu narsis ga kira2 amat sih ==
    ejieeee disuapin kyu~ mauuuuuuu TT__TT
    jiyoo bedaaaa sekal sama hyori~
    mskipun omongannya sama jujurnya kaya hyori
    tapi yg kebayang kalo jiyoo itu kyeopta pas ngomong jujur
    kalo hyori serem! mwahahaha~

  6. ngakak psa kyu nyumpel mulutnya jiyoo hahahahaha..
    bener2 ga asik kencan jikyu kali ini,
    kalah dengan hyohyuk hahahahaha….

    masa makan es krim sambil mantengin papan billboard hahaha

    Tch~ dia jaaaaauh lebih baik dari Oppa!” tegas Jiyoo sampai nyaris menjatuhkan es krim di tangannya. “Tapi, aku bosan.. Saat melihatnya, aku bosan tapi tidak bisa membencinya. Aku jenuh tapi tidak bisa meninggalkannya ==> ini curahan hatikah?? hehehehe

  7. JIKYU MWOYAAAAAAAAAAA
    sigh …. aku ….juga … mau …dong …disuapin ….listen to kyu …. HAH …HUH …HAH ….HUH

  8. Kyaaaa kirain baklan langsung ketemu poo, ternyata cuma sampe depan apartemen -_____-v

    ahahaha seharusnya yoo ngerekam gombalismenya si kyu, biar hyo klepek” (?) xD

    ahaha ga sabar nunggu ODE4, sapa yg buat? yoo ato hyo?? ._.

  9. Yoo ngapain masi inget2 poo lg,kan sudah ada kyu yg ngguanteng *colek kyu* *d takol unyuk*
    ._.v
    intinya,mau tukar pasangan gimanapun akhirnya ttp kmbali k pasangan masing2 jg…
    KyuRi=epil couple
    JiHyuk=manis manja couple (?)
    mbuahahaha…XD

  10. ah, itu kata2 kyu kok bisa seperti itu ya…

    Ngebayangin kyu ngomong kayak gitu kayaknya bikin tambah cinta…

    Kekekeekekeke

  11. Annyeong !!
    huaaaaa
    paling suka sama couple ini
    #dibakar poo
    kkk~
    aku pikir pikir Jiyoo ada hati sedikit sama Kyu hahaha
    tapi gak tau juga ya ??
    hohoho
    entah kapan mulai suka sama JiKyu couple #dihanguskan
    soalnya Jiyoo rada rada epil hehehe😀
    udah tidur bareng , kayaknya niat kyu itu macem macem
    #Puasa hoy !!!
    hahaha aku gatau mau ngapain lagi unn….
    mian kmren gak komen , Sibuk -.-a
    annyeong !!!!

    • Tch~ saya? ada hati? ama KYU? Waaa~ saya masih pingin idup, gak tau apa seremnya hyori kaya apa? ^-^;
      Tidak, tidak, saya tidak epil~ saya malaikat, satu spesies ama bang tuktuki~~~ :*
      Makasihh suda bacaaa~ Annyeoooong.. ;D

  12. nerakaaa?? ahahaha😄
    aura-mu emg setaaan baaang #plak
    tapi tapi kenapa itu sosuit kata2 nyaaa? .___.
    Hyo denger pasti langsung merah tomat wajahnyaaaa x3
    hihihi~ JiKyu ndaa sosuit, lebih sosuit HyoHyuk~~
    Yoo lihat HyoHyuk pasti nyuk langsung diseret keluar. hihihi

    Yoo~ cepat sana temui poo-mu. keburu disiksa nyonya evil .___.V
    kabuuuuuuuur~~

    • hyo gak bakal denger, kan kyu gak mau jadi cowok gombals~😄
      Tch~ saya memang nda mau bikin yg suit2 buat JiKyu, ngapain? nanti diamuk pawangnya bebekyu.. -___-;
      makasihh suda bacaa~ *seret Poo*

  13. wah, kyuhyun narsis amat…
    dy paling keren klo nyanyi,,
    untung aja yoo gak terpesona..

    onnie pikir dah tamat, trnyata blm toh…
    d’tnggu next part..😀

  14. euleuh.. euleuh… Yoo tuh emang udah paling cucok sama Poo, jadi mati gaya khan tuh kalo barengan sama Mr.Evil, udah sana balik lagi sama Poo~~
    ngomong2, Yoo keren juga niy bisa ngalahin King Of Game..*keprok-keprok* muahahahaMIN.. XDD puas sekali liat kekalahannya Kyu…
    Euung~bbek bisa ngeluarin kata2 yg “ehem, romantis (?)* di depan Yoo, tapi kenapa di depan Hyori ndak bisa?..

    • *anggukangguk* IYAA, KAK~ suda dibilang yoo paling gak bisa pairingan ama Kyu, ehh dipaksa Mom~ masa katanya poo mau diemut2..
      Nyahahaha… padahal aslinya Yoo nda bisa maen game online… XDD
      soalnya hyo itu anti-gombal, nanti kalo dia pingsan di tempat gara digombalin bebek gimanah?
      makasihh suda baca, kakak labuu~ :*

  15. Lucu Lucu.. Kalo dipikir2 kencan Hyori ma Hyukjae lebih enak drpda jiyoo dgn kyu, waktu mereka lbh bnyak habis krna maen game, tidur en nunggu di dpn dorm… keke… Gak seru amat si Kyu…

    Hyukjae kok kyaknya menderita amat brpisah ama Jiyoo ya?!! ^.^

    • kencan jikyu mah gak usah lama2, nanti yoo setress~ ><
      Nyehehehe.. yoo juga menderita kok. Kita kan sama2 gak rela dipisahkan.. *silakan muntah*
      makasihh suda bacaa~ ;D

  16. iya kyu ma yoo ga cocok #plak XDD
    kyaaa~~~ akhirnya kyu kalah main game,, dan di kalahin ma yoo… wahh yoo daebak dah… ^^
    ya ampuunn itu sama” menyiksa diri sbnernya,,tp kalo ga kaya gtu hidup ga berwarna (?).. masa datar aja kan ga aasiikk.. ^^

  17. hey onnie!! aku kembali *emg kpn bilang aku pergi* yeaa
    aaaah, aku tertinggal banyak cerita T_T
    seru banget “kencannya” kyu sama jiyoo hehehe. mau banget hihihi. akhirnya ada yg bisa kalahin kyu dalam bermain games. Chukkae jiyoo onnie :)) *peluk, kasih bunga*
    tuan cho kyuhyun anda terlalu pede hehehe. JiHyuk couple daebak!!! Kyuhyun-Hyori Daebak!!!😀

    ps: masih ada lanjutannya lagi gak ffnya?

    • hey, sayaang~ :*
      nyahahaha.. seru? padahal kata yg laen malah gak seru.😄
      *peyuk erat*
      makasihh suda bacaa yaa~ ;D
      ps: ada kok, hyori ama yoo lagi berunding, tp berhubung yoo lagi sibuk, jadi agak tertunda.. ^-^;

  18. Pingback: My 13 : One Day Exchange #2 [HyoHyuk] « More than words

  19. yayaya..kmana bang evil yg jg maen game,msa sx maen lngsung kalah ma yoo..haha
    ‘pooberry’ nama yg lucu..hehe
    ada ODE #4 nya g y?^__^

  20. “Mengerti seorang Choi Jiyoo adalah bakat alam Lee Hyukjae..”
    huaaah..keluar lagi kalimat ini….dan yoo sendiri yang bilangg….au au so sweet banget….
    trus trus ada kelanjutannya gakk???

  21. Karena kyu kaku dan jiyoo lagi mendung jadinya buntu ide mereka mau kemana2nya..
    Alhasil begituu deh hehehehe kasian jiyoo.. Tp kyu itu romantis dgn caranya sih ya🙂

  22. Hellooo
    Aku bisa merasakan perjuangan author-nim dalam menciptakan chemistry di antara Bbek dan Yoo hehehe And, finaly I just want to say THANK YOU *bow* dapet pelajaran gratis lewat FF ini bahwa menulis dengan hati bukanlah hal yang mudah sehingga patut untuk dihargai *ngelirik silent readers*

    Sukaaaaaaa sama 1 persyaratan yang diajuin EMom ke Yoo…’Jangan jatuh cinta padanya (Kyu)’ *singkat, tepat sasaran dan khas Hyori* hehe

    Semangat 45 dalam bikin FF!!! ^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s