[JiHyuk’s Story] Shoulder for You


Tatapanku menempel kuat di depan layar Hyukie, laptop hitam kesayanganku. Aku meremas ujung sweater bludru dengan erat. Saat mataku mulai terasa panas, aku buru-buru membekap mulut. Tak banyak yang bisa kutangkap dari tulisannya, tapi aku merasa dia nyaris putus asa.

“Bodoh,” aku menyeka air mata di pipi kananku. “Jangan menyemangati dirimu dengan konyol begini. Memangnya aku tak tahu apa yang kau rasakan disana?”

Tanpa sadar aku mengangkat tanganku, menyentuh layar hyukie dan mengusapnya pelan. Saat semua orang melihat hal itu sebagai perbuatan sinting, kurasa aku bisa menyebutnya rasa tak berdayaku untuknya.

Bibirku terbuka perlahan. “Poo..” dengan susah payah aku menyebutkan namanya.

—–

Aku merengut, melipat tangan di dada sambil melirik lelaki di sampingku dengan tatapan tajam. Tanpa menoleh pun, aku tahu ia sedang menungguku membuka mulut. Tapi aku tak akan menyerah semudah itu. Lelaki itu –Lee Hyukjae harus benar-benar mendengarkanku kali ini.

“Yoo,” panggilnya. Aku menoleh dengan malas lalu menatapnya datar. “Apa kau tidak percaya padaku?”

Mataku melebar. Aku berusaha menahan nada suaraku, tapi yang keluar tetap terdengar seperti teriakan frustasi. “Aku? Aku percaya padamu. Sangat!”

“Lalu?”

Pertanyaan, yang menurutku sangat konyol itu, nyaris membuatku berdiri dari kursi. “Poo! Tidak bisakah kau disini saja? Jangan kemana-mana. Tidak ke Cina, Taiwan, atau ke mana pun. Tetaplah disini, pekerjaanmu sudah sangat banyak, kan?”

“Tapi apa yang salah dengan SJM?”

“Tidak ada,” jawabku cepat. “Tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah adalah kau! Kenapa kau tidak bisa diam saja di Seoul, mengurusi pekerjaanmu, dan tetap di sampingku?”

Eunhyuk mendongak lalu menyunggingkan senyum konyol –senyum konyol yang jadi favoritku. “Kau takut kesepian, ya?” Melihatku mendesah, ia menarik tanganku mendekat ke tubuhnya. “Yoo-ku bisa sangat kekanak-kanakan begini, ya? Hei, bagaimana kalau kau ikut saja denganku? Ke Cina?”

Aku menoleh, menghadap tepat ke wajah menyebalkan miliknya. “Demi Tuhan, Poo~ bukan itu yang kupikirkan. Tidakkah kau mengerti?”

“Kalau begitu beri tahu aku, Yoo~” rengeknya.

Eunhyuk menatapku dengan pandangan memohon –salah satu jurus andalannya saat aku sedang marah. Aku memutar bola mata. Kali ini aku tidak mau kalah dengan pandangan itu. Aku tahu Eunhyuk tidak akan mau menarik keputusannya, dan ia juga harus tahu aku juga tidak mau menyerah.

Aku menarik napas panjang lalu mengembuskannya berat. “Kalau kau pintar, kau akan tahu.”

Kudorong kursiku ke belakang, bangkit dari tempatku duduk. Eunhyuk berusaha menahan pergelangan tanganku. “Maksudmu aku bodoh, ya?”

—–

Dan dia benar-benar tidak mengubah keputusannya. Lee Hyukjae benar-benar bergabung di SJM. Sebagai tamu, memang. Tapi aku tahu bebannya lebih berat dari itu. Dasar bodoh~ kenapa tidak pernah mendengarkanku? Satu kali pun tak pernah!

Aku mendesah berat lalu melirik ke dinding. “Masih tanggal 27 ya.. Setelah dari Manila, apa dia akan kembali kesini?”

Tahu pertanyaanku tak mungkin terjawab –karena aku bicara pada diriku sendiri, kuraih ponsel putih di atas meja kaca. Tak ada email atau panggilan darinya. Tak masalah, pikirku, Eunhyuk tahu aku masih kesal dan ia tahu apa yang harus dilakukan; mendiamkanku.

Tiba-tiba benda tipis itu berdering nyaring, menuntut perhatian. Aku menekan tombol hijau dan menempelkannya ke telinga. “Ya?”

“Mereka ada di dorm!” pekik Hyori dari ujung telepon. “Poo-mu juga ada. Kemarilah!”

Aku menarik napas. “Dia pulang? Syukurlah.. Lalu bagaimana dengan Tuan Cho-mu?”

“Eh? Bebek? Ada,” sahutnya. “Hei, aku sedang membicarakan Poo-mu, bukan bebek-ku. Kau datang, kan? Malam ini?”

“Mm.. mungkin,” kulayangkan pandanganku ke arah kalender dinding. Besok ulang tahunku. Sejenak tadi aku berpikir apa Poo ingat hal itu atau justru sudah lupa. Memikirkan hal itu saja sudah bisa membuatku makin kesal. “Mungkin datang, mungkin tidak.”

“Ya~ Miss Choi! Datanglah. Poo menunggumu,” ucap Hyori. “Sudah setengah jam dia hanya menatap ponsel, sepertinya dia menunggu teleponmu-“

“Bukan begitu!” sayup-sayup aku bisa mendengar teriakan Eunhyuk.

“Jangan bohong~” Hyori meledek Eunhyuk lalu kembali padaku. “Bagaimana? Datang?”

Aku memilin-milin rambut, berusaha menimbang sebelum Hyori menutup ponsel saat kubilang ‘ya’. What a such fool~

—–

Hei, apa yang kau pikirkan? Kenapa wajahmu begitu?

Jangan memikirkan apapun, yakini saja, dan berjalanlah lurus ke depan..

Apapun yang terjadi nanti; baik itu sesuai harapan atau justru mengempaskan mimpimu ke dalam jurang tanpa dasar, jangan khawatir, selalu ada “sesuatu” di baliknya..

Aku menarik napas panjang. Kenapa aku harus segugup ini saat akan bertemu dengannya? Memangnya aku akan bertemu Yoo Seungho atau Kim Bum? Choi Jiyoo, kau hanya akan bertemu dengan Lee Hyukjae. Lee Hyukjae-mu.

Dan tiba-tiba saja kata-kata itu kembali melayang-layang di kepalaku. Kata-kata bodoh dari seorang Lee Hyukjae. Yang lagi-lagi, kata-kata bodoh yang kusukai.

Dengan mengeratkan tangan, aku membuka knop pintu di depanku. Tarikan napasku terasa berat. Aku masih kesal padanya, tapi saat ini aku hanya ingin melihat wajahnya. Hanya wajahnya..

“YOO~ kau datang?” suara Donghae menyambutku dari ruang tamu. Ia menghambur ke arahku, meninggalkan Chaesun eonni di sofa.

Aku mengangguk, singkat. Bukan apa-apa, tapi karena aku bisa melihat Chaesun eonni menyusul Donghae dari belakang lalu menyeretnya lagi ke sofa mereka. Setelah menyapa anggota SJM yang lain, aku masih tidak bisa menemukan Eunhyuk. Pergi kemana makhluk itu?

“Eh, Yoo? Kau juga disini?” Han Yeosin eonni mengejutkanku dengan kemunculannya dari balik dapur.

Aku mengangguk –lagi. “Heechul oppa disini ya?”

“Ya, sibuk menyuruhku membuatkan ramen. Aku mengerti kalau mereka baru saja tiba dari Manila, tapi bukan berarti mereka bisa menyuruh kita langsung datang kesini, kan? Ah, bukan, mereka bahkan membuat kita mengenal pekerjaan baru,” Yeosin eonnie menjawab pertanyaan singkatku dengan sederet kata-kata super panjang. Ia melanjutkan, “Budak pribadi.”

“Budak?” ulangku.

“Budak, b-u-d-a-k,” ia mengeja pelan, membuatku tampak seperti anak kecil yang tak tahu bagaimana mengucapkan kata ‘budak’. “Kyuhyun meminta Hyori kesini untuk menemaninya, tapi faktanya bocah penggila game itu hanya duduk diam di samping Hyori sambil main game. Lalu Chaesun, dia diminta Donghae kesini hanya untuk membawakannya makanan kecil. Aku? Jangan kau tanya, si Tuan Cinderella itu bahkan hanya meninggalkan memo, yang intinya menyuruhku menyiapkan ramen.”

Aku mengangguk lambat-lambat. Bukannya mengerti, tapi dengan sisa tenagaku, aku benar-benar berusaha untuk mencerna ucapan Yeosin eonni yang panjang-lebar itu. Hasilnya: NIHIL.

“Eh, tapi kau?” Yeosin eonni memandangku. “Untuk apa kau kesini? Hyukjae menyuruhmu apa?”

“Hyukjae? Tidak, aku kesini karena Hyori-“

“Yoo~ kami disiniii,” suara Hyori membahana. Aku melongok ke ruang makan lalu menemukan mereka –Hyori, Kyuhyun, Sungmin, dan.. dia. Hyori menarik kursi lain di sampingnya. “Ayo kemari, duduk~”

Aku memaksakan seulas senyuman untuk Yeosin eonni lalu baru akan berjalan menghampiri Hyori saat ia menahan lenganku. “Kalian sedang tidak akur ya?”

“Eh? Apa?”

“Kau dan Hyukjae. Masih ribut gara-gara masalah SJM?” tanyanya.

JLEBB~! Tepat sasaran! Bingo! Hebat! Yeosin eonni memang cerewet, tapi ia sangat sensitif. Persis sama seperti Heechul.

“Benarkah?” entah bagaimana, Chaesun eonni sudah meninggalkan Donghae di sofa dan mendadak berdiri di sampingku. “Kalian masih bertengkar? Yoo, kau ini terlalu keras kepala.”

Aku mendesah. Sedetik berikutnya aku memandangi wajah kedua eonni ini bergantian lalu mengangkat bahu. “Dia sama keras kepalanya denganku. Lalu apa masalahnya?”

—–

“Hyuk-ah~~~ Yoo disini!” Hyori berteriak nyaring saat aku baru selangkah masuk ke ruang makan.

Aku menarik napas panjang. Entah darimana datangnya niat itu, tapi aku sangat ingin mengambil lakban dan membuat Hyori berhenti berteriak. Dia satu-satunya orang yang paham tentang pertengkaranku dan Eunhyuk, tapi tingkahnya sangat menyebalkan.

Sungmin berjalan menyambutku. “Yoo~ bagaimana kabarmu?”

“Ah, baik, Oppa,” aku menjawab sambil menambahkan, ‘sepertinya’. “Bagaimana Manila?”

Tak ada jawaban tapi Sungmin mengacungkan kedua jempolnya. Dan itu tandanya mereka bersenang-senang disana. Baguslah..

“Aku dengar tadi,” suara Eunhyuk membuatku menoleh ke arahnya. Suara itu begitu jernih, setidaknya di telingaku sendiri.

Mendadak aku teringat bagaimana hebatnya aku merindukan suara itu. Dadaku berdenyut. Entah karena terlalu senang atau justru meringis karena mengingat rasa menyakitkan yang bernama rindu itu. Dan mataku melihatnya. Lelaki itu duduk di ujung meja makan. Dadaku berdenyut –lagi. Kali ini aku bisa memastikan kalau itu karena rasa sakit saat tak bisa melihatnya.

Aku berdeham, menampakkan sikap pura-pura. “Maaf, apa katamu?”

“Kau. Kau menyebutku keras kepala, kan? Kalau sikapku ini bisa disebut begitu, lalu apa yang cocok untukmu?” ucapnya.

Baiklah. Ini keterlaluan. Pertama kali bertemu dan langsung mengajakku bertengkar? Lagi?

“Apapun yang kuucapkan sama sekali bukan urusanmu. Jadi berhentilah mengurusi orang lain!” dan kurasa ini langkah yang salah. Aku tahu sebagian besar salahku. Aku memang menyebutnya begitu di depan Yeosin eonni tapi bukankah dia juga keterlaluan?

Eunhyuk menatapku tajam. “Orang lain? Orang lain yang baru saja kau sebutkan tadi adalah gadisku!”

“Oh? Memangnya aku masih dianggap begitu?” tantangku. “Aku tidak suka orang yang tidak pernah benar-benar mendengarkanku!”

Semua mata benar-benar terfokus pada kami. Aku bisa merasakan tatapan mereka menghujam tubuhku. Dari depan; Hyori, Sungmin, dan Kyuhyun. Dari belakang; Chaesun dan Donghae. Lalu dari samping aku bisa memastikan Yeosin eonni sedang mengintip dari balik dapur.

Sedangkan tatapan paling tak menyenangkan saat ini sedang terarah lurus ke mataku.

Satu-satunya hal yang kupikirkan saat ini adalah: ini bukan tempat yang tepat untuk berdebat, Choi Jiyoo~ pergi kemana otakmu?

“Jadi kau tidak menyukaiku lagi? Begitu, Yoo?” pertanyaan konyol meluncur dari bibir Eunhyuk.

Aku mendesah berat. Aku tahu dia selalu tidak bisa membaca hatiku, tapi aku sama sekali tidak menyangka hal itu sampai separah ini. Kurasa orang bodoh pun tahu kalau aku sama sekali tidak mengalamatkan kata itu pada makna aslinya!

Aku menelan ludah, menarik napas panjang lalu membuka mulut. “Benar. Aku tidak menyukaimu! Bahkan aku sangat membencimu!

Sekarang aku benar-benar merasakan semua orang mengarahkan tatapan apa-kau-sudah-gila padaku.

“Aku benci padamu, Lee Hyukjae!” tegasku. “Aku benci saat melihatmu terlalu menyiksa dirimu sendiri! Aku tidak suka melihatmu memaksakan diri seperti orang bodoh yang pura-pura kuat padahal kau TIDAK!”

—–

Tak banyak bahan obrolan yang bisa dibicarakan malam ini. Mungkin karena tak ada Leeteuk dan Heechul. Yeosin eonni sendiri masih sibuk di dapur –entah berapa bungkus ramen yang ia buat. Kesimpulannya: malam ini hening –terlebih karena teriakanku tadi. Dan orang terakhir yang bisa menghidupkan suasana sepi ini justru sedang mencuri pandang ke arahku.

Seperti biasa, aku tidak mau mengalah. Aku tidak akan memulai obrolan apapun dengannya. Konyol. Padahal sejak dia meninggalkan Korea aku selalu ingin mendengar suaranya. Aku ingin bercerita banyak padanya; soal hariku tanpanya dan bagaimana harinya tanpaku.

“Mm…,” Hyori berdeham. Semua mata tertuju padanya. “Ada yang lapar?”

Aku mengerutkan kening. Lapar?

Sungmin, yang selalu bisa menangkap sesuatu dengan cepat, buru-buru menjawab. “AKU! Yeosin noona sedang masak ramen, bagaimana kalau kita ke.. dapur?”

Satu orang lagi bertingkah aneh. Dapur?

Hyori menyikut lengan Kyuhyun. “Ya~ apa kau tidak lapar, bebek?”

“Mm? Tidak,” jawab Kyuhyun. Ia tak mengalihkan perhatian dari PSP yang tergenggam erat di tangannya. Entah apa yang Hyori lakukan di bawah meja sampai Kyuhyun mengaduh. “SAKIIT~ apa yang kau lakukan?” erangnya.

“Eh? Sakit? Ayo kita cari obaaat,” Hyori menarik lengan Kyuhyun cepat lalu bangkit dari kursi. Dan aku berani bertaruh dia sempat berkomunikasi –entah bagaimana caranya dengan Sungmin, karena Sungmin juga tahu-tahu mendorong kursinya ke belakang dan menuju dapur.

Aku bisa melihat Donghae dan Chaesun sedang menatapku dan Eunhyuk, seperti menunggu sesuatu. Mereka ini kenapa?

Begitu aku menatap lurus ke arah mereka –Chaesun dan Donghae langsung buru-buru menghindari kontak mata denganku.

Chaesun menggaruk kepalanya. “Mm.. Donghae-ya, kurasa kita butuh makanan kecil lebih.”

“Oh? Sepertinya begitu,” ucap Donghae kaku. Katanya sudah main drama, tapi kenapa tak meyakinkan begitu? Apa berbohong di depanku itu sangat sulit?

Pasangan itu sempat melambaikan tangan pada kami sebelum membuka pintu dan menghilang entah ke mana.

Sesekali aku melongok ke dapur, memastikan apa orang-orang itu memang benar-benar lapar atau justru sedang ingin membuatku kesal. Tapi aku bisa melihat mereka sedang sibuk –kecuali si bocah game. Aku tahu mereka sedang berusaha mendamaikanku dan lelaki menyebalkan di sampingku ini. Tapi bagaimanapun juga, cara mereka sama sekali tidak alami.

Aku kembali memilin ujung cardiganku. Kalau hanya berdua begini aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan. Tapi yang jelas, aku belum mau menyerah!

Sekali lagi ia melirikku. Eunhyuk memerhatikan tingkahku, dan entah bagaimana itu bisa membuatku berkeringat. Tidak sampai tiga detik saat ia mulai membuka mulut. “Kau mau makan ramen?”

—–

Sekuat tenaga aku mencoba untuk tidak meledak. Setelah menatapku lama, hanya ‘ini’ yang Eunhyuk tanyakan? Apa aku mau makan RAMEN? Memangnya dia pikir aku bisa makan ramen saat ini?

Aku menoleh, mencoba memasang ekspresi yang benar –dalam hal ini, kesal. “Dasar Lee-“

Gagal. Aku tidak bisa benar-benar kesal saat melihat wajahnya. Tidak akan bisa saat aku melihat wajah lelahnya. Satu-satunya yang ingin kulakukan saat ini hanya memeluknya, menyediakan pundakku untuk tempatnya bersandar.

“Aku.. tidak lapar,” akhirnya hanya itu yang bisa kukatakan.

Kami diam –lagi. Suasana yang tak pernah kubayangkan saat aku bersamanya. Eunhyuk tidak selalu periang, memang. Tapi biasanya ia selalu bisa membuatku berceloteh tentang banyak hal. Satu-satunya hal yang bisa kulakukan HANYA saat aku bersamanya. Hanya dengannya..

Aku menyerah. Aku kembali menoleh ke arahnya, menatapnya lekat-lekat. “Soal.. twitter. Kau.. baik-baik saja, kan?”

Eunhyuk balas menatapku. “Bagaimana menurutmu? Semua fans senang bisa melihatku bergabung. Itu bagus, kan?”

“Siapa yang peduli soal hal itu? Aku hanya ingin tahu soal kau,” ujarku. “Apa kau baik-baik saja?”

“Yoo,” Eunhyuk memanggilku. Terdengar lemah di telinga siapapun yang bisa mendengar percakapan kami. Tapi terlalu menusuk bagiku. Terlalu lirih, lelah, dan menyakitkan.

“Poo.. apa kau tahu apa yang ingin kulakukan saat aku bisa menemuimu sebelum ini?” pertanyaanku membuat Eunhyuk menggeleng. “Aku ingin menangis. Aku ingin memelukmu, menangis, dan bercerita banyak hal padamu.”

Eunhyuk tetap menatapku, tak bergerak.

Aku melanjutkan, “Aku sudah tak peduli apa keputusanmu soal ini. Kemarin aku hanya ingin melihatmu, mendengar suaramu, lalu menangis sambil memelukmu. Kurasa aku.. merindukanmu. Tapi itu.. kemarin.”

“Sekarang sudah tidak lagi?”

Eunhyuk menyunggingkan senyuman lebar seolah mengajakku bercanda. Tapi aku menggeleng. “Ya, itu hanya kemarin.” Aku bisa melihat ia kehilangan senyumnya. “Kemarin, saat aku belum membaca twittermu, bodoh.”

“Eh? Kenapa?” Eunhyuk mengerutkan kening, menunggu jawaban.

“Karena selalu aku yang menangis di belakangmu. Selalu aku yang terlihat sangat membutuhkanmu. Dan selalu Choi Jiyoo ini yang bersandar di pundakmu,” aku menatapnya tapi pandanganku berubah kabur karena air mata. “Poo, ini sulit untukmu, kan?”

Eunhyuk diam. Ia hanya diam melihat gadis-keras-kepalanya, yang terakhir terlihat sangat marah padanya, sekarang malah menangis sambil menggumamkan kata-kata aneh.

“Kau menyemangati dirimu sendiri, tapi tulisanmu tidak sebatas itu. Jangan coba-coba bohong, karena aku selalu bisa melihatmu,” aku menyeka air mata pertama yang jatuh. “Sangat sulit. Benar, kan?”

Tak ada jawaban. Eunhyuk tetap menatapku yang masih menangis seperti orang bodoh. Mungkin ia bingung pergi kemana emosiku yang sudah tertata rapi bahkan sejak seminggu yang lalu. Tapi Eunhyuk tak bertanya karena ia tahu aku sendiri tidak tahu jawabannya.

“Poo.. aku menyukaimu. Saaaaangat menyukaimu lebih dari siapapun. Baiklah, orang tua dan keluargaku tidak masuk hitungan ini. Tapi aku memang membutuhkanmu. Dan apa kau tahu apa yang kuinginkan?”

Eunhyuk menggeleng. Pelan-pelan ia mengangkat tangannya, menyusuri setiap bagian wajahku yang basah. “Apa yang kau inginkan, Yoo?”

“Aku ingin kau JUGA membutuhkanku,” aku meraih tangannya yang bebas, menggenggamnya erat. “Saat kau lelah, istirahatlah. Datanglah padaku. Bersandarlah pada bahuku.”

“Yoo, aku ini kan laki-laki, aku tidak mungkin bergantung-“

“Bergantung pada gadismu sendiri? Kau tidak mau melakukan itu? Lalu kau pikir apa gunanya ada aku disini?” aku membingkai wajahnya dalam kedua tanganku, berusaha memenjara setiap inchi wajah yang kukagumi.

Dan aku melihatnya. Kantung mata tebal yang menggantung di sepasang manik berkilaunya. Aku juga melihatnya. Raut wajah lelah yang lesu. Dan itu bukan Poo-ku.

Eunhyuk balas meraih wajahku. “Aku selalu membutuhkanmu. Karena itulah kau disini, bodoh.”

“Lalu?”

“Aku hanya ingin semua orang bisa melihatku bisa. Lee Hyukjae yang payah ini bisa melakukan apapun yang dia mau,” ujarnya polos.

Aku mendesah. “Kau ini bodoh, ya? Tidak perlu kau tunjukkan pun, semua orang tahu kau sudah melakukan semua yang kau bisa. Semua orang bisa melihat semua usahamu yang tidak kecil, Lee Hyukjae. Aku.. aku bisa melihatmu, dengan sangat jelas.”

Eunhyuk memandangku dengan tatapan berkilau. “Begitu?”

“Tentu saja! Jadi tolong, berhentilah memaksakan diri,” aku memeluknya erat, mengusap punggungnya. Kali ini aku menganggapnya sebagai anak kecil yang ingin kulindungi. “Tolong, bersandarlah padaku saat kau lelah.”

“Akan kulakukan. Tapi jangan menyesal,” ujarnya. “Jangan pernah menyesal karena sudah berjanji menyediakan pundakmu untukku. Ini ancaman..”

Aku melepaskan pelukanku, memandangnya sekilas lalu memeluknya lagi. “Tenang saja. Aku bisa memberikan garansi seumur hidup untuk itu.”

—–

“Begitu?”

“Tentu saja! Jadi tolong, berhentilah memaksakan diri. Tolong, bersandarlah padaku saat kau lelah.”

“Akan kulakukan. Tapi jangan menyesal. Jangan pernah menyesal karena sudah berjanji menyediakan pundakmu untukku. Ini ancaman..”

“Tenang saja. Aku bisa memberikan garansi seumur hidup untuk itu.”

Aku memutar bola mata, bangkit dari kursi dan merebut remote tv dari tangan Chaesun eonni. “Mau sampai kapan kalian memutar video ini?”

“Ini bagus, Yoo,” ucap Chaesun eonni. “Kalian saaaaangat romantis!”

Hyori menimpali. “Benar, benar.. kalian membuat kami iriiii~”

“Karena itu,” Yeosin eonni mengambil paksa remote tv lagi, “kami harus melakukan sesuatu yang menyenangkan saat kami iri. Dan melihat video ini berkali-kali adalah hal yang saaaaangat menyenangkan.”

“Apanya yang menyenangkan? Kalian ini licik, pura-pura menghilang tapi ternyata malah merekam semua percakapan kami. Kalian ini sakit jiwa, ya?” cibirku.

Hyori menggoyang-goyangkan telunjuknya. “Kami sangat waras, karena itu kami juga memberikan salinan DVD ini pada oppadeul.”

“EH? Ya~ bagaimana aku bisa kesana lagi kalau kalian melakukan itu?” rengekku. “Oppadeul akan menjadikanku bahan tertawaan selama sebulan penuh!”

Chaesun eonni mengusap-usap kepalaku. “Jangan khawatir, kau juga akan jadi bahan olok-olok kami selama disini. Magnae~~~”

-FIN-

====================

JIHYUK~!! Lagi kangen Jihyuk makanya bikin beginian. Di tengah-tengah waktu praktek pulaa.. gapapa lahh, tadi cuma praktek kimia doang dan besok cuma olah raga, so I have maaaaaaany time to make this one~😄

And I will make a lot of Jihyuk~ since he always makes me down recently. Makanya kan isi FF ini sebagian besar curhatan diri sendiri. -.-

And YOU~ yes, you, Lee Hyukjae. You cried in my b’day? You dared to do that? Don’t you know I felt my b’day was so useless yesterday? I wanted you can put your wide smile at that day, but instead do that, you cried?? I.. also cried yesterday and today. You know I can’t see your tears, rite? Of course you know it. You knew it very well..

Yahh.. eniwei, abaikan saja kata-kata di atas. *terus ngapain diketik, Shel?*

Poster uda dipasaaaang~ Buat yang pada nyadar, ada angka 2804 ama 7 di atas. Ada yang bisa nebak apa artinya? Yang bener author kasih FF oneshoot~ Buat sodari Yara_YesBum, jangan pernah ikutan nebak. *dirimu uda tau jawabannya, kan?* [HINT] Salah satu JiHyuk’s Funfacts~😄

Comments are loved. SR are hated.. LOL.

98 thoughts on “[JiHyuk’s Story] Shoulder for You

  1. waaaaaa senangnyaaaa~~~~ akhirnya JiHyuk nongol (?) *nari hula2*
    cm ngeliat kalimat terakhir, kmrn nangis??? *tooosss* ;____; *mulai nyampahin komen gapen=,=*
    baiklah, saia ninggalin muka si pucca dulu (?) komen epep menyusul… *over excited makanya lgsg ninggalin jejak* heheheh
    ~~~~~~~langsung baca ~~~~~~~~😀

    • baiklah nari hula2 yg tadi diganti jd nari ngesot~ (?) ;____;
      aish~ banjir bacanya…
      aah.. shela………. *speechless*
      no komen selain pingin nangis baca epep ini… hiks T____T
      perasaan aq yang mellow sejak tau kunyuk gabung di SJM bener2 terwakilkan disini *ditabok ngikut2* tapi aq emang kurang setuju dia gabung~ ><
      kata-katanya.. ya ampuuun daleeem banget… huhuhu shelaaaaa~~ *hug yoo* (?)
      selalu berharap, kunyuk jgn sok kuat.. hhhh tapi itulah dia~

      terakhir, FF-nya lebih dari keren~ sukaaaaa tingkat tiang listrik~~!! *gubraak* heheh ^^v

      *maap komennya panjang~ padahal td bilangnya no komen =.=* *digeplak*

  2. akhirnya baca ff lagi setelah belakangan ini absen gk baca ff gr2 kehilangan mood T__T, tapi tadi pas liat di TL ada jihyuk nya langsung baca deh,,,
    dan eng ing eng… jujur aku nangis bacanya T__T mungkin karena masih kebawa perasaan semalam yang pas kunyuk nangis2 di sukira dan aku masih belum ikhlas dengan perginya dia dari sukira T__T, tapi sumpah deh ini FF nya so sweet banget, kata2nya kunyuk ke jiyoo ama jiyoo ke kunyuk gimana gitu,,,pokoknya romantis deh…

    btw,,kemaren pas nonton sukira, juga sempat kepikiran ma kamu shel,,sempat mikir gimana perasaannya shela yah sekrang, hari ini ultahnya dan kunyuk kek gini T__T

    • ahh.. saya no comment masalah ini.. (?)
      gapapa, uda gapapa.. aku kan cewek paling beruntung karna dia nangis sama aku, di hari ultahku..
      he believes me..😀
      it’s so precious~ :*

      makasihh uda bacaaa..😀

  3. Yayyy! New FF!
    Ska sama FF Jihyuk couple ini~
    Ternyata eonnie2nya jahil smua.. hahaha
    Pada rekam adegan2 romantis~ kkk.. ;D
    Nice FF! ^^

  4. Huee…terharuu..😥
    unyuk emg uda terlalu bnyk krja keras..kasiann dia…
    Eh?emg unyuk nangs knp d sukira??
    #elfgagal

  5. kalo udah cinta nulis emang susah buat bener bener hiatus . hehe
    ulang tahun ya kemarin ? SAENGIL CHUKAE , mian telat .
    best wishes for you .
    ini ff bener bener curhatan , berasa frustasinya . hehe

  6. aku ga tau kalo unyuk nangis😦
    beneran numpahin segala rasa ya disini~~
    juga ikut ngerasain gmana~~
    akhir2 ini aku jdi doyan liat unyuk /plak/
    he’s nice one, suer deh…
    ramah dan keliatan ga pernah marah..
    /pengaruh habis nonton SJforesight -___-/
    nyahaha~~~

    ya ampun bebek nda tau tempat ih, -___- /buangpsp/
    nyahaha~
    aduh kita nyempil bek :3 /poke/

    *hugyoo~~~!!*

    • dia nangis.. ;____;
      o ya? lagi demen ama poo? alhamdulillah~😀
      ramah, ga pernah marah, suka maksain diri, ga kenal capek..
      yeah.. that’s my poo one.. *sigh*

      makasihh uda baca, mbaaaak~~😀

  7. Jihyuk…. Uwwoooohhhhhh…
    Zhu ni Sheng ri kuai le shellaaaa..

    Hehehehe..
    Sedih juga sih si hykjae ninggalin sukira.. Dan sempet shock waktu tau bang yes yang gantiin..
    *antara sedih tapi juga seneng*/ ditabok shella.. Hehehe..

    Sediiiihh ffnya berasa frustasinya bngaet.. Hehehe

  8. Jangan nangis dong maknae *sodorin tissu*

    *No comment*
    ambil positifnya aja saeng~~, anggep aja Unyuk jd tamu di SJM buat modal kawiin LoL

    Lagi-lagi-dan-lagi Heechul makan gaji buta #plaaak

  9. Saeng,,
    onnie mu ne ikut tharu baca ff ne..
    Ga tau dari tadi bawaany melow mulu,,
    *gara” kgen ma donge yg lgy sbuk promosi sjm*

    ditambah bca ff kmu jdi makin melow aza,.
    Aph lagi ngliat berita hyuk nangis ‘n pergi dari sukira..
    T.T

    makasih,,
    onnie bisa ngeksis dff kmu..

    Suka ma ff ne..
    Endingny luthu..
    Bisa jdi obat kgen ma mreka..

    Lagi ujian praktik tah??
    Hwaiting!!
    Moga ujianny lancar..

    Komen aqw kpanjangan iah
    *nglirik komen ndri*
    kekeke ^^

    • jangan ikutan galau dong onn~ cukup aku saja.. ;___;
      sama2.. tapi aku lupa marga onnie, makanya langsung pake chaesun.. hehe..

      hwaitiiing~ amiiin.. makasihh onn..😀
      makasihh uda baca+komen+galau (?)

  10. Shella… Annyeong…🙂
    baca FF ini malem-malem sebelum bobo bikin merinding… so swiiiiiiiiiiit…😀
    saluuuuut deh sama Yoo yang -sangat- memahami Poo…
    saluuuuut juga sama authornya yang cintanya ga abis-abis buat seorang LeeHyukJae..😉

    JiHyuk couple gemesiiiiin deee… *cubit pipi Poo* looooh (?)

    ditengah-tengah cerita… ada sobat satu angkatanku muncul.. sama2 kelahiran 89. maksudnya kim bum,, *apa deh ga penting ya* kkkk XDD

    emm,, baru tau kalo yang punya blog ini baru aja ultah…/slapped..

    test… test… test… *ambil suara,, siap2 nyanyi,,jgn tutup kuping ya shel* hwhwhwhwh😀

    saengil chukahamnida…
    saengil chukahamnida…
    saranghaneun Jiyoo-ga…
    saengil chukahamnida….. *pose bentuk lope*😀

    ditunguuuuuu next JiHyuk storynya…🙂

    btw,, aku perhatiiin mukanya unyuk pas di SS3Manila agak tirus yaa?… kecapean kali yaa shel?.. atau dia emang agak kurusan?.. atau karna efek hairstylenya yang sekarang?…

    • makasihh~ yahh.. aku ga sepaham itu tentang dia..
      just.. my imagination. hehe..
      yang ga bisa aku lakuin scra nyata, aku tulis disini..🙂

      makasihh, makasiihh uda nyanyii~ xD

      yahh.. dia emang kurusan. aku stres gara2 itu.. ;___;
      makasihh uda baca yaa~😀

  11. Akhirnya jihyuk comeback. . !
    ^___^
    Gyahahaha. . . Direkam ternyata! Good job! Kekeke. . .

    Member sjm emang keliatan bgt capekny. . . Hae jg sma aja. .😦

    Oh, saia gnti usernama, yg lma Haeternally. .
    ^__^
    *info gapen*

  12. eh poster baru..
    aku mau nebak xD
    tadi juga baru mau nanya itu maksud angkanya apa, hihi
    2804 7
    28 : Jiyoo’s day
    04 : Hyuk’s month
    7 : belum dapet yg pasti -__-
    mau bilang itu unyuk’s line di SJ kan unyuk nomer 8 -__-
    apa jumlah namanya hyukjae sama arselia ya ? -__-a
    haha. sekian tebakan saya xD
    doyan ada tebakan gini haha :3

    • AKU TAU ! :p
      jangan-jangan..
      7 itu jarak waktunya ya, 1986-1993 ? 7 tahun..
      hahahags xD
      sumpah gregetan pengen tau =.=;
      suka kalo disuruh tebak2an gini, kesel sendiri kalo ga ketemu jawabannya xD
      lumayan, itung2an.. xD

      • TET TERET TEREEEEET~!!
        Bener!!
        buat lengkapnya sihh: 28 ultahku, 04 ultah Poo, 28:4=7, 7 selisih umurku ama dia.. Hehe.. *gaje sumpahh.. .___.
        tapi bisa juga 7 itu jumlah nama arselia ama hyukjae~ :*
        trus funfact laen: AllRiseSilver -> ARS -> ARSelia.. *oke, ini maksa* xD

        Miss Eviliaaa got oneshoot~!! will thinking for the cho’s character now..😀
        congrats~!! :*

      • gyaahaha.
        iya ya bener ? hha.. /tos ama unyukyu(?)/
        yang laen juga nebaknya hampir bener tuh 28:4 = 7 *liatin komen satu satu xD*
        kalo yg ARS itu aku pernah liat deh, klo ga salah neng pernah ngmg ditwitter apa dimanaa gtu nyahaha.
        aw aw~ I’m JiHyuk shipper~! 8)
        terima kasih❤
        silahkan berkreasi tp jangan sampe ganggu belajarnya yah *halah*🙂

      • ho’oh.. sangat amat bener! xD
        ada yg nebak 28:4=7, tapi ga ada meaning angka 7-nya.. hehe..
        iyaa.. yang ARS pernah ngetwit. Dapetnya juga ga sengaja..
        Me and him is really meant together~ :* <33

        Oke~~ i'll try hard for my adorable shipper then..😀

  13. nangis knapa si eunhyuk?? kok daku ga tau ya???

    jujur aku juga ga suka ikhlas si eunhyuk masuk ke suju M,
    inget tweetku kan shel??

    bukannya aku ga suka, tapi kasihan eunhyuknya. dia dah byk aktifitas, apalagi yg dream team, itu pasti cape lagi. napa harus gabung ke suju M jg.

    lum lagi si kyu jg mukanya jg dah kusust bgt…

    makanya ampe sekarang aku ga nonton MV too perfect en denger lagunya jg cuma 1 kami.

    ga kuat liat eunhyuk en kyu, pengen nangis

    let me guest;
    28 tgl ultah shela
    04 tgl ultah eunhyuk
    7 ga tau kekekekeke

  14. ikut nimbrung deh >_____<
    Abis baca nii ff, suka banget ma karakternya JiHyuk.. sama-sama keras kepala, hehhe~
    sampe takbisa bicara deh, makanya cuma bisa ngetik comment ajj dsni..
    *ya iyalah/plak*

  15. hix… hix…. hix… *speechless, cuma bisa nangis*
    bc ini jdi ikutan sakit ati eonn… T.T
    sabar y eonn….
    aku juga pengen jd bahu bwt kyu bersandar *plakplakplak*
    klo mnrt ku, setelah epep ini dibuat si unyuk pasti kerasa eonn..
    dy pasti tw klo di sini ada org yg mw ngambil dikit beban” dy…
    supaya dia ngga ngerasa sendirian, ada yg mw jd tempat dy bersandar..😉
    FIGHTING eonnn~ jangan nangis lagi yaa… apalagi d hri ultah… nti si poo panik.. wkwkwkwk~ annyeeeooonngg.. ^^
    PS: perasaan ni komen gapen bgt ya? abaikan aja eonn klo nyampah.. *pasrah*

  16. saya ikut nangiiiss huhuu. jd sedih bayangin mata enyuk berkantong😦
    lee hyukjae fightiiiiiing~ !!

    shela-ssi saengil chukhaee~~
    aaa~ let me guess~~
    28 : shela’s day
    4 : nyukk’s day
    7 : nyukk’s position @ suju, gara2 hankoko klwr jd nyukk nomor 7.. bner gaaaa ???

  17. whoa~ shela comeback gak bilang-bilang TT.TT

    hiks sumpah nangis aku bacanya.. dari kemaren-kemaren aku juga lagi galau gara-gara si eunhyuk di SJ M. bener2 takut rasanya klo dia kecapean terus jatoh sakit gara2 jadwalnya yang udah seabrek.. dan sekarang ditambah lagi jadwal SJ M.. *lah aku jadi curhat
    hehe pokoknya ff-nya kerasa banget.. bagus banget sampe bikin aku nangis malem-malem buta *wkwk sebenernya baca kemaren malem tapi baru bisa komen sekarang.. hehehehe maaap ya, shel.. tring2 *kedip2in mata ke shela*

    28 itu tanggal shela ultah kan? yang 04 itu udah pasti tanggal sama bulan lahirnya hyukie <33 klo 7 aku gak tahu =__=

    btw, buat shela.. happy birthday ya.. wish you all the best! <33

    • lha? aku comebacknya sesuai mood onn~ *plakk

      yahh.. aku lagi ga mau ngebahas masuknya unyuk di sjm lagii..
      tar malah banjir aer mata lagii.. ;_____;
      iyaa~ keterlambatan komen dimaafkan kok~ xD

      makasihh, onn~😀
      makasih uda baca+komen+nebak jugaaa..😀

  18. onnie ffnya bikin nangis ;_____; aku ga bisa komen apa2. bahasa ceritanya dalem bgt, tambah nyesek aku bacanya ;___;
    nanti banyakin lagi ff JiHyuk ya onn, aku JiHyuk shipper sekarang keke🙂 tapi jgn sedih2 kaya gini temanya. kasian liat Yoo nangis😦

    – rini^^ – (ganti uname again ㅡ,ㅡ)

    • huwee~ uljimaaaa.. ini FF special “galau” edition. xD
      maap yak uda bikin meweeeek~ *hug*

      hehe.. jihyuk shipper? yakiiin? tar nyesel loh jadi shipper kitaa.. xD
      makasihh yaaa.. :*
      yoo lagi pingin banyak nangis sih. gara2 poo jelek itu..

      makasihh uda bacaaa~😀
      ps: uda kenal kok ama Alice Park.. :*

  19. uyaaanngg~ salaah..
    tebak lagiii ..
    28 shela
    4 enyuk
    7 taun lahir shela kurangin taun lahir enyuuukk ..
    hahahaha. benerrkaah?

  20. shel,, ni curhatan hatimu kah?hehe
    gpp,,tenang aja shel. Kan ada hae yg jagain nyuk. Ada omma ryeowook juga, halmeoni umin,hehe
    btw,, saran nih. Kalo beda tempat n waktu, dikasih tanda..
    Tadi agak bingung waktu yg awal, tengah, sama akhir…
    Last,, ff mu bagus seperti biasa🙂

  21. .lanjuttt disinii..

    .hahay eomma saengil chukkae lagi deh *udah lewat* sabar ya mma, ntu appa kerja buat eomma kok! *alaaa*
    .haha tapi suka endingnya! Wkwkwkwk
    .malah jadi pengen nntn video ‘paling romantis versi unyuk 2011′ ntu! Hahaha dimana belinya ya mma?
    .ddonlot bisa ga? #plaaaaak

    .kalau boleh jujur..
    .ku juga ga terlalu setuju unyuk ikut SJM mma.. ==’ dia malah harus ngorbanin sukira yg malah dganti ama yesung! ==’ aku yg kena dampak ini mma- suami jarang pulang! Huhuhuhu

    .dan masalah lainnya juga sempet kpikiran onew yg sakit gara2 sibuk. ==’

    • bisa, bisa, tar videonya langsung di aplot ke YT yak~ (?)
      huweeee.. eomma ga pingin bicarain SJM dulu.. masih galau.. .___.

      makasihh uda baca yaa~😀

      ps: sung dapet kerjaan baru=gaji nambah. *plakk*

  22. wueh😀 kuren. .keren😀
    Rada lucu jg pas jiyoo bilang gni
    “aku membri garansi s’umur hdup utk itu”
    Wkwkwkwk. . .kaya hp pake garansi #DUAK! d tendang k atlantik#
    Tapi after all, keren kug . Aku suka couple ini🙂

  23. wueh😀 kuren. .keren😀
    Rada lucu jg pas jiyoo bilang gni
    “aku membri garansi s’umur hdup utk itu”
    Wkwkwkwk. . .kaya hp pake garansi #DUAK! d tendang k atlantik#
    Tapi after all, keren kug . Aku suka couple ini 🙂

  24. Huweeeee. Neh FF bikin mata berkaca-kaca pz bcanya……
    Hyukie_ya,,,,dengan senag hati aku juga menyiapkan pundakku untukmu.*Digampar Shella*

    Mungkn qta hanya bsa beri dukungan buat dya saeng. Semoga ap yg dya pilih itu yg terbaik,,,,, semoga support qta disini memberi kekuatan untuknya. Hyukie FIGTHING.*hampir mewek ini*

    Meski dg masuk SUJUM jadwal dya bertambah. Tp kelihatn Keren dya,,, bener gag saeng. hehehehe
    Kelihatan usaha dya maksimal disitu.

  25. Wah ffny smuany bagus2, br nemu ni blog dr mbah google lgsg bc deh ternyata bgs, ak sk tata bshasany dan sk bgt ma jihyuk coupleny.

  26. bingung harus baca dari mana soalnya reader baru…ngubek2 google nemu ini ,sumpah bagus ffnya apalagi ceritanya ngena banget……

    please dong kasih tau awlnya dari mana sih pengen baca dari awal nih biar nymbung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s