The Chastain’s [Serena #3]

-previously-

Rahang Marcus menegang. Punggungnya berubah tegak. Ia sibuk berpikir apa ia harus bercerita tentang kejadian paling mengerikan yang dilihatnya pada Serena? Marcus tidak bisa membuat gadis di sampingnya itu ikut merasakan ketakutannya.

“Hanya.. sedikit mitos kuno,” ucap Marcus pada akhirnya.

Serena mengerutkan kening. “Mitos? Contohnya..?” Kali ini, seandainya Serena punya jantung, ia yakin organ paling manusia itu sudah berdegup tak beraturan.

“Vampire..” Dan ucapan Marcus nyaris membuat Serena lupa pura-pura bernapas.

—-

“Vampire?” ulang Serena. “Kenapa? Kau sangat suka Twilight?”

Marcus berusaha tersenyum kecil. “Mungkin banyak pengaruh buruk dari film itu. Seperti.. berimajinasi tentang sesuatu yang tidak ada, kurasa.” Ia bergidik mengingat pemandangan malam itu. “Seperti itulah.”

“Hanya imajinasi kan? Mana mungkin semua hal dalam film horror itu nyata?” Serena meringis mendengar kebohongannya sendiri.

“Benar. Mungkin kau benar,” ucap Marcus. Ia membisikkan kata ‘mungkin’ dengan setengah ragu. Sejenak kemudian ia tersenyum. “Kau punya radar kecil di kepalamu ya?”

Serena benar-benar banyak terkejut oleh semua ucapan Marcus. Tadi soal vampire dan sekarang ia juga tahu tentang kemampuannya? Serena buru-buru bersikap senormal yang ia bisa. “Maksudmu?”

“Kau tahu aku ada disini, padahal aku yakin tidak ada yang bisa melihatku dari ujung kafetaria,” Marcus tersenyum penuh kemenangan. “Itu berarti ada dua kemungkinan. Satu, kau sangat memerhatikanku, atau kau memang bisa melihatku dalam kepalamu.”

Lagi-lagi Serena meringis mendengar hipotesis lelaki di depannya ini. Bagaimana bisa Marcus menduga banyak hal yang 100% tepat tentang dirinya? Serena mengerutkan kening. “Apa kau pikir aku benar-benar punya radar kecil?”

“Tidak, tentu saja tidak,” ujar Marcus cepat. “Aku hanya ingin kau memberi jawaban yang pertama. Apa kau memang mulai tertarik padaku?”

“Begitu? Biar kupikir dulu… sepertinya tidak,” Serena tergelak melihat Marcus merengut. “Baiklah, mungkin sedikit. Maksudku, aku tidak mungkin bisa langsung melupakan pria yang kucium paksa.”

Marcus mengangkat tangannya ke udara, berusaha menyentuh bibirnya sendiri. “Ah, benar juga.”

“Hei, wajahmu merah,” goda Serena. Gadis itu tahu ia juga akan merona seperti itu seandainya ia manusia. Tapi ia tidak tahan untuk tidak menggoda Marcus. “Apa kejadian itu sangat berkesan untukmu?”

“Aku ini lelaki normal, tentu saja aku bisa merasa.. seperti itu,” Marcus memalingkan wajah dari gadis di depannya. Ia menarik tangan Serena. “Memangnya kau tidak merasa sepertiku?”

Serena membiarkan tangannya digenggam erat. Parah. Ia membiarkan tangan pualamnya disentuh, oleh manusia? Ia pasti sudah gila! Tapi kegilaannya bertambah parah saat ia justru menarik tangan Marcus dan mendekatkan wajah lelaki itu ke wajahnya. “Kau benar-benar pemberani..”

“Semua orang sering bilang begitu, tapi kali ini dalam hal apa?”

Menyentuh vampire, batin Serena. Ia menggeleng. “Menarik tanganku di tempat umum.”

“Kurasa keberanianku belum setara denganmu. Kau menciumku di tempat umum, ingat?” ujar Marcus. Tatapannya beralih ke lelaki lain yang berdiri tak jauh darinya. “Kau menggangguku, Spencer.”

Serena berbalik, menemukan Spencer bertingkah kikuk saat menatapnya. “Kau disini? Mana Angela?”

“Ng.. Angela.. ya, Angela sedang di.. di mana tadi dia?” ujar Spencer setengah gugup. Pemandangan barusan terlalu mengejutkan sampai ia kehilangan kemampuan bicaranya.

“Sudahlah.. aku akan pergi mencarinya,” Serena mengangkat bahu lalu berlalu meninggalkan Marcus dan Spencer.

Padahal ia tahu ia tidak perlu bertanya pada pasangan adik kecilnya itu. Untuk apa bertanya kalau kau punya radar kecil di kepalamu? Tapi Serena tidak menemukan topik lain selain Angela untuk berkomunikasi dengan Spencer. Ia meringis mengingat wajah Spencer tadi. Lelaki itu pasti menyangka Serena sedang mencari ‘makanan segar’ dengan berdekatan dengan Marcus.

Spencer setengah berbisik pada Marcus. “Aku tidak tahu kau juga penggemar Chastain.”

—-

“Kelas matematika memang menyebalkan,” Angela mengumpat sesaat setelah ia keluar ruangan. Berkali-kali ia mengulang kelas itu tapi kemampuannya sama sekali tidak mengalami kemajuan. Terkadang Angela berpikir apa gunanya hidup abadi kalau kau hanya mengulang kelas matematika setiap tahun.

Serena mengamit lengan Angela dari belakang. “Kukira Spencer sudah mengajarimu banyak.”

“Banyak,” aku Angela. “Hanya pada bagian awal bab, dan sisanya tidak kubuka.”

“Kenapa?” alis Serena mengernyit, tapi kemudian ia mengangguk paham. “Ah, kalian pasti sibuk melakukan hal lain di waktu itu. Aku benar kan?” Serena menyodorkan seuntai gelang mutiara hitam. “Hadiah, untukmu. Aku mendapatkannya dari Asia Tengah.”

“Kau memang kakakku. Begitulah.” Angela tersenyum lebar. Ia meraih gelang itu lalu mengerutkan kening, “Ng.. dan aku tidak perlu jadi adikmu untuk tahu kau sedang butuh sesuatu dariku.”

Serena melepaskan lengan Angela. Ia tersenyum samar. “Kau memang pintar, setidaknya untuk hal seperti ini.”

“Itulah Angela,” sahut Angela. Mereka berbelok di ujung koridor dan memasuki kafetaria. Angela menarik kursi dan duduk di sudut ruangan. “Ada apa? Soal matematika? Jangan tanya aku, kau tahu parahnya kemampuan menghitungku.”

Serena memutar bola matanya lalu mencondongkan tubuh ke depan. “Kalau hanya soal matematika, aku tidak akan sengaja bersikap manis padamu, Angela Chastain.”

“Ya, ya, ya. Lalu?” Angela tidak benar-benar memerhatikan. Ia sibuk mengamati butiran mutiara hitam yang sekarang terpasang di pergelangan tangannya. “Hei, ini indah. Kau membeli atau mencurinya?”

“Mencuri? Kau pikir aku sesinting itu? Aku pantang mencuri apalagi hanya untuk membuatmu terkesan, nona muda,” sengit Serena. Ia bertopang dagu. “Ng.. soal kau dan Spencer.”

Angela berhenti mengamati gelang barunya. “Aku dan Spencer? Kenapa?”

“Bagaimana kau memberitahunya soal ‘kita’?” Serena sengaja menekankan kata ‘kita’ dengan tanda kutip. “Bagaimana reaksinya?”

“Kukira kau tidak pernah tertarik soal ini,” ucap Angela. Ia memiringkan kepala. “Ada apa? Kau tidak- AH! Kau menyukainya? Kau menyukai Spencer-ku??”

“Hei! Kau ini bodoh atau pura-pura bodoh? Mana mungkin aku menyukai manusia seperti Spencer? Aku bertanya dan kau hanya harus menjawab, setuju?” ucap Serena.

Angela mengangguk. “Kita mulai darimana?”

“Ng.. bagaimana caramu mulai memberitahu Spencer..,” Serena berbisik pelan. “Soal vampire.”

Gadis berambut gelap itu menggaruk-garuk kepalanya. “Bagaimana ya.. hal itu.. ah, hal itu berjalan apa adanya. Aku mengatakannya satu kali, menjauhinya dua hari, lalu entah bagaimana dia bisa menerima semua itu.”

“Angela, aku benar-benar tidak mengerti,” Serena menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Bisa kau gunakan kata-kata yang lebih bisa dimengerti, tidak, yang bisa KUmengerti?”

Angela bertopang dagu lalu mendesah. “Aku tidak bisa menjelaskannya pada vampire yang tidak mengerti apa itu pasangan jiwa. Penerimaan seperti itu hanya bisa kau dapat dari pasanganmu. Maksudku, mungkin orang lain akan takut lalu menjauhimu, tapi pasanganmu bisa menerima semuanya. Mungkin dia akan terkejut tapi dia pasti akan kembali.”

“Baiklah, aku benar-benar tidak mengerti sekarang.” Serena mencondongkan tubuhnya ke depan. “Ceritakan saja bagaimana kau memberitahunya.”

“Kau sangat menyebalkan, kau tahu?” cibir Angela. Ia mulai bercerita, “Saat itu aku sadar aku tidak mungkin terus-menerus berperan menjadi manusia normal, jadi malam itu aku menunggunya di suatu tempat. Aku terlalu jatuh hati padanya sampai aku sendiri tidak benar-benar sanggup mengatakan semua itu. Maksudku, aku.. takut kalau aku harus kehilangan dia.”

Serena merenung sesaat. Entah bagaimana ia bisa memahami perasaan itu. Takut. Ketakutan itu terlalu besar sampai bisa membuat rongga dadanya berlubang. Begitukah? Apa ia sedang ketakutan?

“Ng.. dan ya, aku mengatakannya. Itu bagian tersulitnya. Untunglah aku tidak perlu membunuh seseorang di depannya hanya untuk membuatnya percaya. Tapi aku juga benci saat harus menunjukkan taringku yang menakutkan,” lirih Angela.

Pelan-pelan Serena mencerna setiap bagian cerita Angela. “Lalu? Bagaimana Spencer? Maksudku, apa yang ia katakan pertama kali?”

“Kau berharap seorang manusia yang sedang duduk bersama vampire bisa mengatakan sesuatu? Seperti, ‘Oh, kau vampire? Senang berkenalan denganmu?’ begitu? Dia beku, tentu saja.” Angela mencibir. “Spencer nyaris seperti mayat hidup dengan wajah super pucat. Bukan salahnya, memang. Kita, eh maksudku aku, memang sangat menakutkan waktu itu.”

“Dia tidak menolakmu?”

Angela tersenyum samar, tapi Serena tahu sesuatu sedang membakar tubuhnya dari dalam. “Penolakan itu ada. Rasanya tidak separah saat aku haus, hanya.. terlalu menyakitkan. Sejuta kali lebih menyakitkan dari rasa haus yang pernah kurasakan sepanjang eksistensiku. Yah.. mungkin aku berlebihan. Kedua hal itu mutlak berbeda.”

“Berbeda?” ulang Serena. Angela jelas tahu kakaknya itu sedang menaruh minat pada kelanjutan ceritanya.

Serena tidak tahu kenapa, tapi saat ini ia sangat penasaran tentang cerita Angela. Padahal selama ini ia selalu menutup telinga soal semua hal soal manusia, terlebih lagi soal percintaan vampire dan manusia. Sesuatu yang ia anggap konyol, setidaknya sampai kemarin.

“Bagaimana menjelaskannya..,” Angela berpikir agak lama. “Kalau kau haus, separah apapun itu, kau masih bisa menahannya dan mencari solusi lain. Tapi saat pasangan jiwamu menolakmu, kau akan lebih memilih mati dan menghilang dari dunia ini. Begitulah..”

Pandangan mata Serena mulai menerawang jauh. Seperti itukah rasanya jika Marcus menolak eksistensinya? Serena meringis, sama sekali tidak bisa membayangkan perasaan itu. Ia tahu ia tidak siap memberitahu lelaki itu. Belum.

—-

Marcus mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, mencari seseorang. Tapi ia mengembuskan napas berat saat tidak menemukan siapapun di ruangan itu. Ia membuka kembali catatan kecilnya. “Dia memang ada kelas sastra. Sepertinya aku terlambat. Bodoh~”

“Aku tahu kau bodoh tapi tidak perlu memberitahu semua orang, Marcus Cho,” Spencer menyikut lengan Marcus. Ia melongok ke dalam ruang kelas. “Siapa yang kau cari?”

“Hanya.. teman,” Marcus mengangkat bahu santai. Kemudian ia mendesah. “Kurasa dia sudah keluar sejak tadi.”

Spencer mengangkat sebelah alisnya lalu bergumam, “Kalau hanya teman, wajahmu tidak mungkin sekecewa ini. Siapa?”

“Chastain..,” ujar Marcus pada akhirnya. “Bukan Angela-mu.”

“Serena? Kau menyukainya?” tanya Spencer. Ia bergidik membayangkan Serena, si cantik berambut gelap pekat itu berdiri di samping Marcus yang rapuh.

Marcus tersenyum kecil. “Dia.. menciumku.”

“Dia- apa?” Spencer setengah berteriak di depan Marcus.  Sedetik berikutnya ia menarik Marcus ke bawah pohon oak kemarin. “Sejak kapan? Sejak kapan kau dan Serena.. ah, kau mengerti maksudku!”

“Kemarin, tepatnya. Dia menciumku dan kami saling bergantung satu sama lain, kurasa,” ujar Marcus.

Spencer bertanya lagi, “Kau tahu sesuatu tentangnya?”

“Seperti apa misalnya? Dia cantik dan sempurna, lalu?” Marcus melihat Spencer mengembuskan napas lega. Dan hal itu mencurigakan untuknya. “Ng.. dan juga yang satu itu.”

Seperti terkena serangan jantung, Spencer terbelalak lebar. “Kau tahu? Serena memberitahumu secepat ini?”

Marcus sama sekali tidak mengerti tapi ia tetap mengangguk. “Memangnya butuh waktu berapa lama sampai Angela memberitahumu?”

“Sekitar tiga hari..?” jawab Spencer, setengah tak yakin. “Lalu apa Serena juga minum darahmu?”

“Minum- apa?” kali ini Marcus yang terkejut. Tapi ia bisa mengendalikan nada suaranya dengan cepat. “Eh, tidak, maksudku ya. Dia minum darahku. Itu.. kebutuhan utamanya. Benar kan?”

Spencer mengangguk-angguk setuju. “Benar. Mereka tidak bisa melepaskan darah kita. Karena itu kita menjadi pasangan jiwanya.” Ia menggulung lengan jaketnya, menunjukkan beberapa luka sayatan silet yang sudah hampir hilang. “Angela hanya butuh tiga sampai empat tetes. Serena-mu?”

Marcus berusaha tidak mengangkat sebelah tangan untuk menutup mulutnya. Luka itu adalah luka yang selalu ia pertanyakan. Spencer tidak pernah tidak memakai pakaian dengan lengan panjang. Marcus menyadari itu setelah beberapa minggu Spencer dan Angela Chastain bersama. Pertanyaan baru muncul di kepalanya, berputar tanpa henti. Berputar sangat cepat dan membuatnya pusing.

“S-serena? Serena-ku?” ulangnya. Marcus belum terbiasa dengan penggunaan kata milik untuk gadis menakjubkan itu. “Benar, Serena-ku.. dia butuh lima tetes?”

Spencer mengangkat bahu. “Mungkin kebutuhan mereka memang selalu berbeda.”

Dengan susah payah Marcus menelan ludah. Luka sayatan di pergelangan tangan Spencer membuatnya meringis. Benarkah Angela Chastain minum darah kekasihnya? Lalu kenapa Spencer sangat tenang saat menceritakan hal itu? Seolah perbuatan Angela adalah hal wajar yang dilakukan seorang kekasih setia.

Marcus menjatuhkan tubuhnya di batang oak yang kokoh. Segalanya terlalu membingungkan untuknya. Bagaimana bisa banyak kejadian ajaib yang menyerang kepalanya bertubi-tubi seperti ini? Peristiwa semalam sudah cukup menyedot seluruh energinya dan sekarang cerita dari Spencer berhasil membuat akal sehatnya tidak berfungsi.

“Hei, kau baik-baik saja? Ada apa?” tanya Spencer, cemas pada raut wajah Marcus yang berubah pucat.

Walaupun perutnya seolah diputar-putar, Marcus memaksakan senyuman kecil di bibirnya. “Hanya.. mendadak lapar. Aku belum makan siang, sepertinya.”

“Begitu? Mau ke kafetaria sekarang? Aku dan Angela akan bertemu disana, dan kurasa Serena-mu juga ada disana,” Spencer tersenyum lebar. Ia tidak pernah menyangka bisa mendapat seseorang yang berada di kubu yang sama dengannya. Menghadapi mitos dan legenda soal vampire sendirian benar-benar membuatnya jadi orang aneh, tapi sekarang ada Marcus. Spencer bisa bercerita banyak pada lelaki itu.

“Aku.. aku akan disini sebentar lagi, kurasa. Kau pergilah,” ujar Marcus.

Spencer mengangkat bahu santai lalu melenggang pergi. Marcus baru bisa mengendurkan syarafnya saat melihat Spencer berbelok dan tak terlihat lagi di ujung koridor. Tapi jantungnya menolak mengurangi denyutan, organ itu tetap bekerja dua kali lebih cepat. Marcus masih terkejut. Sangat.

Pertanyaan yang tadinya berputar-putar di kepalanya mulai melambat. Pelan-pelan pertanyaan itu berputar perlahan sampai Marcus bisa menyusunnya. Sebenarnya siapa itu Serena Chastain?

—-

“Kau sedang jatuh cinta?” ulang Angela. Ia memang berteriak tapi teriakannya yang cenderung lembut sama sekali tidak terdengar oleh manusia-manusia di sekitarnya.

Serena mengangguk satu kali. “Sepertinya begitu..”

“Saat kau menemukannya, apa kau merasakan sesuatu yang berbeda?” tanya Angela antusias. Ia selalu menunggu momen ini; Serena jatuh cinta dan menemukan pasangan abadinya.

“Persis sama seperti yang pernah kau katakan padaku,” ucap Serena setengah berbisik.

Angela mengerutkan kening. “Memangnya apa yang pernah kukatakan?”

“Oh, demi Tuhan, Angela Chastain! Kau itu vampire paling pelupa yang pernah kukenal!” umpat Serena. “Kau pernah bilang kalau kau seolah melihatnya sebagai godaan paling kuat, tak peduli seberapa tahannya kau pada rasa hausmu. Lalu kemudian kau bisa langsung mengabaikan rasa itu saat dia sudah mulai menatapmu dan bicara padamu. Semua perhatianmu ha-“

“Hei, hei, hei. Tunggu sebentar,” sela Angela. Ia memiringkan kepalanya. “Kita sedang bicara soal vampire kan?”

“Ng.. setengahnya tentangku, jadi ya, kita sedang membicarakan soal itu,” jawab Serena. Seolah tak melihat wajah Angela yang membeku, ia melanjutkan. “Dan setengahnya soal manusia itu.”

Angela tahu matanya bisa keluar saat ini juga. “Manusia apa? Kau.. kau bukan jatuh cinta pada..”

“Sayangnya ya. Aku jatuh cinta, pada manusia,” jelas Serena, sengaja menekankan kata ‘manusia’ disana.

“Kau pasti sudah gila!” umpat Angela. “Bagaimana bisa.. bagaimana bisa kau bertindak sebodoh ini?”

Serena mengernyitkan alis. “Memangnya kenapa? Dimana letak kebodohannya? Bukankah kau juga berada di pihak yang sama denganku, miss Angela?”

“Ya, jika seandainya aku tidak memiliki tunangan dari koloni terkuat seperti Vincent Lee,” jelas Angela. “Baiklah, kita lupakan yang satu itu. Tapi apa kau memang.. menyukainya? Maksudku, apa kau bukan tertarik karena ‘aromanya’?”

“Lagi-lagi kau mengungkit soal Twilight,” Serena mengomel sambil memutar bola mata. “Aku bukan Edward Cullen yang tergoda pada aroma Isabella Swan! Kita berbeda dari Cullen’s.”

Angela mengangkat bahu. “Aku hanya mengujimu, santailah. Lalu bagaimana?”

“Apa?”

“Kau dan lelaki-yang-belum-kutahu-namanya itu, apa kau sudah bertanya apa dia suka mitos?” Angela mencondongkan badan ke meja.

Serena menggeleng pelan. “Tidak. Aku.. belum siap, kurasa.”

“Dan kau tidak akan pernah siap, percayalah. Aku lebih tahu bagaimana perasaan itu,” Angela kembali meringis pelan. “Ng.. kurasa kau harus mulai menyusun cerita. Soal kita, pada lelaki itu.”

“Kalau aku punya jantung, benda itu pasti sudah loncat keluar,” ujar Serena. “Baiklah, mungkin aku membesar-besarkan, tapi aku sangat tidak siap. Bagaimana kalau dia menolakku?”

Angela mencibir. “Kalau dia memang pasangan abadimu, kurasa dia tidak akan melakukannya.”

“Tapi-“

“Kau tahu, Serena Chastain, memang bagus kau tidak punya jantung,” Angela nyengir.

—-

@Chastain’s

Serena tidak berhenti bergerak begitu sampai di rumahnya. Ia melayang menaiki tangga, masuk ke kamarnya lalu keluar dan berhenti di ruang tengah. Baru kali ini ia merasa begitu gelisah, sesuatu yang hampir tidak pernah ia alami sebelumnya. Jangankan Serena, semua vampire bahkan tidak pernah merasakan hal itu.

“Dia kenapa?” Andrew menyenggol lengan Angela. Melihat Angela mengangkat bahu sambil tersenyum, Andrew menyipitkan mata. “Kurasa kau tahu sesuatu, miss Angela?”

Angela berdiri dari kursinya. “Kurasa kau pernah mendengar soal ‘rahasia para gadis’ kan?”

“Sudah kuduga seharusnya aku mengambil adik lelaki,” ucap Andrew. Ia berjalan menghampiri Serena. “Keberatan mengatakan sesuatu padaku?”

“Soal?” Serena sama sekali tidak bisa menormalkan sikapnya. Semuanya masih tergambar jelas di wajahnya, ia masih gelisah. Sangat.

Andrew mengarahkan telunjuknya pada Serena. “Soal kau. Ada apa?”

“Aku? Tidak, tidak ada apa-apa. Aku baik,” ujarnya.

“Kau benar-benar pembohong yang payah,” tiba-tiba Angela menuruni selusur tangga dan bergabung dengan mereka. Ia membawa sebuah cardigan putih milik Serena. “Pakai ini dan kita selesaikan sekarang.”

“Ng? Apa yang harus diselesaikan?” Andrew sudah sangat bingung saat ini.

Serena memandang Angela ragu. Tapi ia tetap meraih cardigan itu. “Kau memang gila, Angela.”
“Aku tahu. Terima kasih,” jawab Angela. Ia beralih pada Andrew. “Kuharap kau tidak punya jantung, semua hal gila ini bisa membuatmu terkena gagal jantung.”

“Aku sependapat denganmu,” ujar Andrew. “Baiklah, lakukan yang kalian suka.”

Angela mengangguk singkat sebelum menarik tangan Serena keluar lewat jendela. “Aku benar-benar berharap Andrew tidak terkena serangan jantung saat kedua adiknya terjebak di jurang yang sama.”

“Hei, aku tidak pernah menganggap Marcus itu sebagai jurang,” sela Serena.

Angela memandang Serena kesal. “Namanya Marcus dan kau tidak pernah bilang padaku?”

—-

Marcus Cho baru saja keluar dari restoran tempat kerjanya saat tiba-tiba ia melihat dua orang gadis berdiri bersandar di tembok. Dadanya terasa sesak lagi. Ia belum siap bertemu dengan Serena tapi ia juga sangat sadar kalau sebagian dari dirinya memang merindukan gadis itu.

“Hai,” sapa Serena lebih dulu. Ia mengangkat tangannya kaku.

Angela menyenggol lengan Serena lalu mengumpat. “’Hai’? Hanya itu hal terbaik yang bisa kau lakukan? Oh, ayolah!” Kemudian ia menatap Marcus. “Kau masih ingat aku? Angela Chastain.”

“Ng.. ya, milik Spencer,” ucap Marcus. Entah kenapa ia menggunakan kata itu. Baginya kata milik itu lebih cocok daripada hanya sebutan kekasih, setidaknya untuk Angela dan Spencer.

Angela mengangguk-angguk. Ia mendorong tubuh Serena agak maju ke depan. “Apa kau keberatan kalau kakakku ini bicara sesuatu denganmu?”

“Denganku? Tidak, tentu saja tidak,” Marcus menjawab dengan cepat. Ia merasa ia bisa mendapatkan jawaban dari Serena. Hanya dari Serena.

“Ng.. kutinggalkan kalian disini, kalau begitu.” Angela mengedipkan matanya satu kali ke arah Serena. Ia sempat tersenyum samar pada Marcus, berharap lelaki itu benar-benar pasangan abadi milik Serena. Lagi-lagi ia meralat ucapannya. “Aku juga bisa kena serangan jantung kalau begini terus.” bisiknya.

—-

“Kau mau minum sesuatu?” tanya Marcus. Ia sudah menyuruh Serena masuk ke dalam restorannya sesaat setelah Angela meninggalkan mereka. “Ng.. di luar sedang dingin.”

Serena mengangguk-angguk setuju. Sebenarnya apapun musim dan cuaca di Seoul, ia tidak pernah terlalu peduli. Tapi saat ini ia sangat suka mengeratkan cardigan yang ia kenakan. Seolah-olah perasaan gelisahnya bisa hilang dengan mengalihkan perhatian pada benda lain. Bodoh!

Marcus membawa dua cangkir teh hangat. Ia menarik kursi dan duduk di depan Serena. “Ada.. apa?”

“Aku.. ah! Aku bahkan tidak tahu harus mulai darimana!” pekik Serena panik. Ia tidak percaya ia akan menjadi vampire dengan tingkat kepanikan cukup tinggi seperti ini. Semuanya seolah terbalik saat ia bersama dengan Marcus.

“Biar kubantu,” sela Marcus. “Bagaimana kalau kau mulai dari Spencer, lalu Angela dan kau?”

Serena tidak perlu melihat cermin untuk memastikan wajahnya yang berubah pucat. Ia hanya bisa menatap lurus ke arah Marcus. Tapi ia sama sekali tidak bisa membaca raut wajah lelaki itu. Tidak pernah bisa.

“Kau.. tahu?”

Mata Marcus berkedip beberapa kali. Ia mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Serena. “Soal Spencer, aku tahu. Yang perlu kutahu hanya tentang kau.”

“Apa dugaanmu?” tantang Serena. Padahal ia sama sekali tidak siap seandainya lelaki itu menyebutkan soal-

“Vampire?”

Serena benar-benar salah langkah! Ia lupa Marcus selalu bisa membuatnya terkejut. Bahkan ia juga lupa ia belum bisa menghadapi penolakan lelaki itu. Ia mengangguk lambat-lambat. “Kau benar.”

“Begitu? Syukurlah..,” ucap Marcus sambil menyandarkan punggung ke kursi. Serena menautkan alis dengan tatapan bertanya. “Aku selalu bermain tebak-tebakan soal ini. Kurasa aku senang kau sudah bercerita.”

Serena diam sejenak lalu membelalakkan matanya. “Kau sudah gila ya?”

“Apa?”

“Kau bahkan tidak menunjukkan respon yang sudah kuantisipasi!” pekiknya histeris. Serena sudah membayangkan penolakan dari Marcus, bahkan ia berlatih bagaimana menghadapi hal buruk itu.

Marcus mengerutkan kening. “Kau kecewa karena reaksiku tidak seburuk yang kau harapkan?”

“Ya! Maksudku, tidak. Aku hanya menduga kau akan memberikan reaksi yang.. frontal?” duga Serena. Ia melambai-lambaikan tangannya ke depan wajah Marcus. “Hei, aku ini vampire, kau tahu?”

“Aku tahu. Kau juga sudah mengatakannya kan? Lalu apa?” ucap Marcus tenang. “Ng.. kau belum tahu rahasiaku.”

Serena memandang lelaki itu lekat-lekat, berusaha mencari reaksi lain yang lebih manusiawi dari yang Marcus tunjukkan padanya. Begitu tidak menemukan apapun, ia mendesah berat. “Baiklah. Kau memang tidak normal.”

“Ng? Apa maksudmu?”

“Lupakan saja.” ujar Serena. Ia tersenyum kecil. “Apa rahasiamu?”

Marcus mendekatkan tubuhnya ke arah Serena lalu berbisik, “Aku sudah menyukai seorang vampire wanita, bagaimana menurutmu?”

Serena baru akan protes saat kemudian lelaki itu menyentuh dagunya lembut. Marcus melihat Serena memejamkan mata lalu ia mencium bibirnya. Serena tidak berusaha melawan, ia hanya menyambutnya dan membiarkan lelaki itu merasakan bibirnya sekali lagi.

—-

-the next day-

“Kau bohong!” pekik Angela saat mulai mendengarkan cerita Serena. “Mana mungkin ada orang yang bereaksi sedatar itu?”

Serena meringis. “Ada. Namanya Marcus Cho.”

“Dia tidak sinting kan? Maksudku, kita ini vampire. Bukankah seharusnya dia.. takut?” ucap Angela frustasi. Ia benar-benar tidak siap melihat kenyataan bahwa pasangan baru Serena bereaksi lebih baik dari Spencer-nya.

“Tidak dan ya,” jawab Serena sambil tersenyum. “Tidak, Marcus tidak sinting. Bagaimana bisa kau menyebutnya begitu di depanku? Dan ya, seharusnya dia memang takut tapi nyatanya dia baik-baik saja.”

Angela mendengus. “Tidak bisa dipercaya!”

“Itu juga sudah kukatakan padanya. Kurasa dia berbeda,” Serena mengingat semua tentang Marcus. “Dia menyebalkan, awalnya. Lalu dengan cepat menghipnotisku, dan sekarang ini.. dia bersikap terlalu datar dengan semua mitos yang ada di sekitarnya.”

“Kau pasti senang,” komentar Angela singkat.

Serena mengangguk-angguk senang. Tidak bertahan lama karena ia segera merubah raut wajahnya. “Jangan bicara apapun soal Marcus. Tidak kali ini.”

“Serena!” Vincent berjalan bersama Aiden dan Nadine di belakangnya. Tangannya melambai ke meja Chastain’s tapi matanya hanya tertuju pada Serena. Ia segera menarik kursi di samping gadis itu. “Bagaimana harimu?”

Sudut bibir Serena terpaksa tertarik ke belakang. “Baik, kurasa.”

“Ng.. kau mau makan sesuatu, Vincent?” tawar Aiden. Tangannya masih memeluk Nadine walaupun ia sedang bicara dengan sepupunya itu. Sesekali Nadine membelai wajah pasangannya.

“Makanan manusia sangat memuakkan. Aku akan berburu nanti malam,” ujar Vincent.

Aiden hanya mengangkat bahu lalu duduk di meja belakang Chastain’s bersama Nadine. Angela yang tidak mau berurusan dengan Vincent, mengikuti Aiden dan Nadine, duduk di meja yang sama. Diam-diam Nadine mengamit lengan Angela dan berbisik. “Siapa itu Mar-“

“Akan kujelaskan, nanti,” ujar Angela cepat. Sangat tidak benar membiarkan nama Marcus disebut saat Vincent bisa mendengarkan. Angela balas berbisik. “Dan sangat tidak sopan untuk selalu menguping, Nadine.”

Nadine tersenyum lebar lalu menempel pada Aiden lagi. “Aku tidak menguping. Suara kalian memang terlalu keras dalam gendang telingaku.”

“Ingatkan aku untuk mengatur suaraku,” tambah Angela.

—-

Serena sudah duduk di samping Marcus setelah ia berhasil kabur dari Vincent tadi siang. Mengerjakan kalkulus, ujarnya. Alasan klasik yang payah. Serena sudah berkali-kali mendapat pelajaran itu, bukan hal yang memerlukan konsentrasi penuh. Tapi toh itu berhasil. Vincent memang sedang ada pelajaran olahraga bersama Aiden dan ia tidak punya minat bertanya banyak pada Serena.

Kebetulan yang menyenangkan, begitulah Serena menyebutnya. Dan sekarang ia ada disini, di bawah pohon oak ditemani pasangan abadinya yang memesona.

“Kurasa vampire jenismu tidak berbahaya,” Marcus mulai berkomentar saat Serena menceritakan soal makanan utamanya. “Kau hanya minum darah donor, dan itu tidak buruk.”

Serena mendengus. “Bisa-bisanya kau bilang aku tidak berbahaya. Kau hanya belum pernah melihatku berburu.”

“Kau pernah berburu? Manusia?” tanya Marcus. Ia memandangi gadisnya dengan tatapan tak percaya. Begitu Serena mengangguk mantap, ia meringis. Marcus masih bisa mengingat jelas bagaimana ia melihat sesuatu yang menakutkan.

“Ada apa? Kenapa pucat begitu? Ah~ kau sudah merubah pikiranmu tentangku kan?” ucap Serena setengah senang.

Marcus mengalihkan tatapannya pada Serena. Sejenak kemudian ia membelai wajah gadis itu, menyusuri setiap inchinya perlahan. “Aku sangat takut. Takut kalau nanti kau bosan dengan manusia rapuh sepertiku.”

“Pikiran bodoh,” Serena meraih tangan lelaki itu dan menggenggamnya erat. Ia berjinjit lalu mengalungkan lengannya ke leher Marcus. Serena mencium bibir lelaki itu lembut dan melepasnya. “Kau tidak bisa membuatku bosan.”

“Baguslah,” ujar Marcus lega.

Senyuman lebar Serena tidak bertahan lama saat matanya menangkap sesosok bayangan dengan mata tajam sedang memerhatikannya. Tidak, memerhatikan mereka. Marcus dan dirinya. Serena mengumpat dalam hati. Bagaimana bisa radarnya tidak berfungsi di saat sepenting ini?

Serena bisa melihat Vincent berdiri di dekat pilar besar dengan Aiden di sampingnya. Lelaki itu menatap Serena dan Marcus dengan geram. Sesekali ia mendesis dan memamerkan taring tajamnya yang beracun.

-TBC-

====================

Ngek~ ngok~ hasilnya kacau banget. Sekali lagi minta maaf ya buat yang uda nagih The Chastain’s tapi hasilnya malah sangat mengecewakan. *bow*

Jujur, mood nulis emang lagi down banget. Kenapa ya? *malah nanya* Ini uda dikerjain sebisanya, jadi kalo ada yang kurang sreg, aku bener2 minta maaf. *bow again*

Mungkin ada satu ato dua part lagi sebelum menamatkan The Chastain’s Serena Edition ini. Ng.. sebelumnya, mau nanya nihh, ada yang minat jadi pasangannya Andrew alias Siwon ga? Kalo ada, tolong kasih nama barat yang mau dipake ya. Author pingin bikin oneshoot buat Andrew-nya.🙂

Kamsahamnida buat semua dukungannya. Apalagi masalah bashing kemaren. Jujur, author sama sekali ga nyangka bakal ada yang ngebashing sampe sekasar itu. Nyaris bikin author nangis sih, yah author emang cengeng. Tapi mau diapain lagi? Ga mungkin maksa semua orang harus suka ama kita kan?

So, selama masih ada yang ngasih banyak dukungan, aku sangat sangat sangat berterima kasih. Thanks a lot yahh~ *deep bow*

Love u all~ :*

 

 

 

77 thoughts on “The Chastain’s [Serena #3]

  1. Aigoo, satu part kissingnya 2 kali? Mau ada berapa kissing buat suamiku yg tampan, saeng? Tega sekali dirimu! Bibirnya milikku! Huhu…
    Eh, awas aja y kalo ntar ada adegan Vincent Lee ngegorok suami aq, aq basmi qm! Hahaha… *becanda, saeng! Peace!*
    Ehm, ini part yg aq suka. Hehe… Tinggal 2 part lg? OMO, cepet amat! Aish, qm bikin suami aq trlihat amat sgt menggoda disini, saeng!

    • Justru itu onn~ aku terinspirasi dari kegenitannya marcus belakangan ini.
      Bawaannya pingin bkin scene kiss.😄
      *ditabok*

      Iyaa.. maybe satu ato dua part lagi.🙂
      Haha~ halahh, onnie mah ga usah digoda juga psti selalu tergoda ama kyuhyun. *sigh*
      Makasihh uda baca yaa~😀

  2. this part full of skinship serena and marcus . huah kyuhyun berubah romantis banget disini , aku iri .
    pairingnya andrew ? kasih yang lain aja dah . hehe

    jangan dipikirin yang ngebash kamu shel , jauh lebih banyak yang suka kamu .

  3. eonnii… gak bs bayangin sungmin yg imut, cute, nggemesin, super duper aegyo kayak gtu jd sadiiiiiiis~ abis!!
    tpi ff eonni selalu bgus koook… jangan berkecil hati yah eonn… JiHyuk-shipper masih banyaak~..(termasuk aku!)
    klo d bash gtu biarin aja eonn… orang sirik cerewet orang keren tetap berlalu.. ahahahaha~ *no offense*
    eonni… sekarang gx pernah kirim ff d sujuff2010 lgi??
    aku tungguin terus dari minggu lalu, minggu lalunya lagi, minggu setelah minggu lalunya lagi, (and so on) tapi gx ad update-an baruu… =3=
    lastly.. (tetep) keep FIGHTING eonn~ ^o^9

    • Ng.. sebenernya imej barunya sungmin itu dapet dari foto2nya di President.
      Kayanya dia pas banget jadi antagonis. *dicekek umin*

      Iyaa, makasihh banyak ya buat dukungannya. Really appreciate it~ ^^

      Kenapa ga ngepost di sjff lagi?
      Onnie bukan author tetap, jadi rada ga enak ngepost2 disana.
      Onnie juga ngerasa ga cocok disana, sayang. Jdi semua FF cuma di post disini.🙂

      Fighting~ Makasihh yaa..😀

      • oooo… umin pnya bakat terpendam jd org jahat rupanya.. ahahahaha~ *dibantai bini” umin*
        gtu toh eonn… soalnya wktu eonni posting yg MY WONDERFUL LIFE (ato apa itu judulnya, lupa saya.. *dijitak eonni*) q trus cari d google ttg eonni, akhirnya ketemu blog ini~
        wktu itu masi jd silent reader… skrg sii dah tobat.. hohoho~ (dibantai beneran)
        eonni pnya usulan ttg blog” yg bikin ff bgus”? lagi addicted sm ff ni… hehe~

  4. Akhrny nongol jg..
    Bgus og part yg skrg..
    Like it Lah..
    Lgy nyari psangan bwt andrew??
    Lgy g bminat ma andrew..
    Pngenny ma donghae tp dy dah pnya pairing,.
    Blm jodoh x iah,.
    Bashing??
    G usah dpduliin,,
    brarti org it cuma sirik aza ma u,.
    Jgn down gara” cma 1 bashing..
    Yg pnting maju trz cz yg ngdukung u bnyk..
    *tmasuk aqw*
    Hwaiting!!

  5. kalau da yg bash brarti qm beneran hebat…
    coz orang itu merasa kalah sama talent qm…..
    nice ff …….
    tapi rada aneh ywh liat umin yg cute jd angkuh n cool….
    heheheheheheheh
    lanjoot dweh makin keren ja ….

  6. Buseett…serena-marcus doyang bgt cipokan?=.=
    huaa..pnasaran ma endingnya?KyuHyuk bkalan jd vampir jg??
    Cari pasangan bwt vincent jg dong,ga tega kalo vincent patah hati..hehe
    btw,siwon oke jg tuh…*d tampol kibum*
    huehehehe…
    Lanjutkan onn!

    • Hehehe.. salahin si kyu noh.
      kenapa belakangan ini berita tentang dia soal cipokan mulu??😄

      endingnya.. jujur, masih belon kepikiran. -.-
      *author ga tau diri*
      pasangan buat sungmin? itu.. uda ada.😄
      kamu minat ama siwon? Bolehh lohh~~~ ><

      Makasihh uda baca yaa, dong-ah~😀
      *cipok kibum (?)*

  7. Mwo ??? Ada yang ngebashing onn ? Di mana ?? Kok bisa ??? Padahal ceritanya bagus banget lho onn, he8
    Aaaaaah, ntah kenapa, habis baca ini, aku jadi tambaha kepincut sama marcus Cho, ha9
    NeXT part jangan lama lama ya onn, aku udah nggak sabar baca lanjutanna ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Onnie hwaitiiiiiiiiiiing buat NeXT part (^O^)/ *bawa pom pom*

    • Ada.. di blog ini kok. Tpi komennya ga onnie approve.
      Kok bisa? Mungkin dia emang ga suka ama onnie.🙂

      He? makin kepincut ama kyu? yahh~ karakternya disini cowok idaman onnie banget.😄
      Iyaa.. mudah2an bisa ngebut di liburan ini yaa~
      Makasihh uda bacaaa~😀

  8. akhirnya support dari saya berhasil juga ==”
    wihihihihi ramee………
    suka.suka.suka haha *sarap*
    yaudahhh bye bye eonnieku yang tercantikkk *lambai”

    • Hahaha.. iya sihh. Banyak yang nagih The Chastain’s, terus punya banyak tanggungan juga.
      Jadi kerja keras nyelesain part ini. Makasihh banyak ya, dek.😀

      Makasih lagi uda bacaaa, adekku yang paling cantiiik~😄 *ngibasin sapu tangan putih*

  9. woaaah…
    Shela, part ini kamu bilang kmu gak terlalu serius bikinnya?
    tp menurutku ngena banget lho…
    gimana jatuh cintanya Serena dan Kyuhyun…
    beneran berasa…
    Vincent gak mungkin jahat sama Marcus, aslinya kan Vincent dan Marcus saling mencintai *ditabok serena*
    wkwkwkwkwkwk

    dan untuk yang ngebash Shela, kalau dy baca tulisan ini :
    kalo mau kritik boleh, tapi tolong disampaikan dengan bahasa yang sopan ya…
    author juga punya hati…

    • He’eh.. ngerjainnya separo ati, soalnya aku uda ga begitu terobsesi ama cerita dunia pervampiran. (?)
      jadi yaa.. beginilah jadinyaaa. ><
      Makasihh deh kalo emang beneran bisa berasa. *kisseu Nadine Lee*
      Hehh~ disini aku ga mengijinkan ada KyuMin moment lohh..😄

      Makasihh uda baca onn..😀
      Makasihh juga uda ngedukung JiHyuk. (?)
      Ga lahh, makasihh buat supportnya kemaren.🙂 *bow*

  10. umm~ kissing scenenya dua kali ya.. .____.
    hh~ keax cho kerjasama ama neng to attract me~ xD
    saya jadi bisa ngerasain ‘cho’ skrg xD
    *emutshela :3

    WAAAA~ umin jangan apa2kan cho,
    klo mau apa-apain tuh ke authornya aja (?)
    *ditabok unyuk

    semangat cantik !
    bashing itu part dari kesuksesanmu *tsaaah~
    ^^/

    • Hehe.. maybe. He’s too desperate to attract u, miss Evilia~😄
      Baguslah kalo cho uda menuhin kepala mbak Evil. It’s a good thing, isn’t it?

      Eh, eh, aku juga seneng loh diapa2in umin. *dicekek unyuk*
      Yup~ semangatku uda full lagi kok.😀
      Thanks for all the support, sweetie~~~ :*
      Makasihh juga uda bacaaaa..😀

      • yes😀
        ahahahahaha~~

        umm, baiklah untuk menunjukkan jati diri saya sebagai istri yang baik dan reader yang taat..
        Umin, jangan apa-apa kan kyu dan shela
        apa-apakan saya saja, saya rela dah~😄
        uhuuuy~~ \m/

        welcome cutiee~ saia juga berterima kashiyong ^^

  11. huwa~ akhirnya part 3-nya keluar..
    itu si kyu datar amat ya reaksinya??
    kyu romantissss disini.. huwa mau, shel (>////<) *loh??*
    ceritanya bagusssss. suka, shel.. langsung ngena xDD
    part selanjutnya jangan lama-lama ya *maksa hehehe*
    eh tapi si marcus jangan sampe diapa-apain ya sama si vincent.. *sumfeh ngeri ngebayangin sungmin ngecabik2 kyu (?) <— pikiranku lebay*

    hee? kamu dibash, shel??
    sabar ya.. reader setiamu disini bakalan tetep dukung kamu.. termasuk aku xDD <33

    • Yahh.. apa boleh buat, kyu kan emang dasarnya cuek.
      Mau ada apaan juga pasti tetep datar2 aja.😄
      Alhamdulillah kalo uda bisa ngena, soalnya bikinnya uda setengah hati. ><

      Part selanjutnya, mudah2an ga lama yaa..🙂
      Makasihh uda bacaaa~😀
      Makasihh juga buat dukungannya. *deep bow*❤

  12. yaolloh, part kissuenya ampe berapa kali tuh??
    hohohohohoho, you’re not failed at all, so…be confidence of ur self dear :):):)..

    bersyukurlah ada yg bashing kamu karena itu merupakan suatu bagian dari perhatian untuk mu… *cheer up*

    daebak

  13. Gilaaa…gilaaaa !!!
    aku nafsu banget disituuu😀
    jd ngebeyangin :p

    eh, angela alergi matematika yaaaa. keliatan banget emaaang😀
    Mnta ajarin kyuhyun ( cowoQ). dia kan jagoo😀

    aq sukaa nyuun. terus lanjutin. penasaran abiiiiish!!

    • Hahaha~ itu kan penggambaran karakter aslimu, Cizh~ #plakk
      jangan ngebayangin, kamu uda cukup terkontaminasi hari ini. Keke~😄

      Ho’oh, sosok angela disitu juga penggambaran asli. .__.
      Kyuhyun-mu peliiit~ Uda tengil, meggelih, pelit pula.
      lengkap dahh~ *dicekek kyu*

      Iyaaa, dilanjut. Tungguin ajaaa..😀
      Kalo penasarannya abis, beli lagi ya, Cizh~😄
      Makasihh uda bacaaa~😀

  14. Huwaa. . . .
    Shela~ makin keren aja niy ff-nya. . . !!!
    Mark g seru! G ad reaksi gtu!
    Tp akhrx vincent tau jg. . . Gmana jg y reaksi andrew ntar?? Hm. . .

    Pasangan andrew? Kalo sm jeremy aq mau. . . Keke. . (Mauny siy ma aiden, tp ud ad nadine, hiks *nangis d pojokan)

    Part selanjutny msi d tunggu! Krya laen-ny jg. . ^^
    Shela hwaiting!!

  15. Ad yg ngebash y? *bru konek
    Anggep aja dy perhatian m km. . Hehe. ,
    Jgn dpkirin bgt. . Jgn smpe km down gr2 mreka. . Ok!
    Dashi hanbon, shela-ya hwaiting!

  16. aku telat gk nih?
    *tengok kanan kiri*
    kayaknya telat dh..
    Let’s comment..

    “Kelas matematika
    memang menyebalkan,”
    perasaan angela gk suka smw mata kuliah dh,kemaren sastra,skrg matematika?
    Maunya apa d0ng?
    *djigg ditendang ke seoul*
    wkwkwk..

    Aigooo..umin marah noh..
    Kyuhyun diuber dong?
    Gara2 shela nih kyumin jd gk akur..
    *plakk,ditbok sndal jepit..
    Hehe..ampun shel..
    *sujud2*

    bashing?
    NgeBashing apaan shel?
    Siapa yg dibashing?
    Kenapa?
    Kok bisa aku smpe gk tau?
    Bisa dijelaskan?
    *ditabok,kebanyakan nanya*
    hehe,,peace..
    apanya yg mengecewakan shela sayang??
    Ini tuh keren bgt..
    Sukaaaaa…
    *gigit hyuk*

    Aku nyengir2 gaje ngebayangin ekspresi begonya hyuk pas angela ngaku dy vampir..haha..
    *digampar*

    next chapt buruan..
    *narik2 baju shela,,ditendang ke antartika kbnyakan ngm0ng drtd*

    yah..nawarinnya abang wonnie..coba yg ditwrin ntu chul..heuheu..

    Dimanapun,kapanpun,selaluu
    Nisya onn nempel ma abang donge..ckck..pasangan abadi nih ye,,
    *wink..nisya onn trbang*

    (_ _”)
    seperti biasa,kmenku pling pnjang..mianhae..
    Aku udh brusha ng0men sesingkat mgkin,tp inilah hasilnya..tetep panjang..huhu..

    • *ngambil meteran lagi*
      Lima meter onn~!!😄

      Ga telat kok, ini juga baru di post semalem.🙂
      Kali ini anda salah, saya cuma ga suka matik. .___.
      Bukan salahku kalo kyumin berantem, lagian pan kyu duluan yang nyari gara2..
      pake cium2 cewek di musicalnya. Umin cuma numpang bales dendam disini.😄

      Ngebashing.. ya gitu dehh. Males ah ngebahas orang ga penting kaya gitu.
      *maap jadi kasar* ><

      Ini mengecewakan soalnya ngerjainnya setengah ati onn.
      Ya Alhamdulillah kalo ga mengecewakan.🙂

      Lastly, gapapa komennya paaaaaaanjang~ I love tat!😄
      Makasihh uda baca, onn~😀

  17. Seperti biasa ff2 kamu mank selalu keren shel..
    wkwkwk si kyu ini yee mank bener2 cuek deh, aq pikir dy bkal pingsan,marah ato yg lainx pas tw serena vampir, tp dianya cm datar2 doank =))
    omo..omo..kira2 ntar vincent ngapain si marcus ya? kalo makan si marcus, tega bgt dy makan couplenya ndiri =))

    eh..ada yg bash ya? dimana dimana? halahh yg ngebash kamu itu cm org sirik doank palingan, dicuekin aja shel, gak usah di ambil hati..trusin aja km berkarya dgn ff2 kamu..hwaiting dongsaeng!!!!!

    • Hahaha.. aku ga bisa ngelepas kyu dari sifat cueknya.
      Makanya jadinya begini.😄

      Ada, disini juga kok. Tapi komennya ga aku approve.🙂
      Maybe sirik, mungkin juga kelewat perhatian ama aku. Kekeke~😄
      Iyaa~ makasihh supportnya yaa..🙂
      Makasihh juga uda bacaaa~😀
      Hwaiting!! ^^

  18. Ehem… yang lagi jatuh cinta ampe radarnya ga berfungsi…
    keren kok ceritanya, kalo ada yng ge bash berarti dia itu perhatian ma kmu…

    pairing Siwon??? gak ah aku mah setia sama aa Ichul
    tapi sayang Ichulnya gak ada…

    • Perhatian? Amin, amin. ><

      Baguss~ masih ada bias yang setia disini. Patut dicontoh.😄
      Ichul ga ada tampang miseri, jadi ga aku rekrut disini, teh. *plakk*
      Makasiihh uca bacaaa~😀

  19. Hehe..ga ah,aq cm becanda kok..
    Mencoba untuk setia pada kim kibum seorang..hehe..
    Ntr tunggu giliran aja,cpa tau bryantrevor ikutan muncul gt,keak d ss1.dia kan uda mendalami peran sbg vampire..
    Hehe..*ngrayu author*

  20. hyaaa~ onnie aku suka bgt skinship nya serena sm marcus! banyakin lagi onn hahaha*plak
    bagus bgt ff-nya onn bahkan kalo f=dibikin film mungkin lebih bagus drpd twilight hehe^^

  21. wah, full skinship…
    si kyu menggoda banget, hahaha

    smg gak da scene bantai membantai, gak kuat bc’y…
    tetap semangat, hwaiting!!

  22. samantha burnette

    sedalam apa ya??
    hmmmm pokoke smua berita ttg dia pasti ku ikuti, sering nge twit ke twitternya walopun tau ga bakalan di bales, kalu dagi sering suka ngeliat foto dia lg kibum pas lagi senyum, terakhir ini pengen donlot lagu “who am i” gara2 denger dia nyanyi pas sushow 2..
    itu dulu deh…, ntar kalu ku jabarin, ki bum cemburu lagi hahahahahahaha

  23. huwaaaaa,,, vincentku yang imut kenapa jadi sadis gitu…😦
    balikin vincentku,,, balikin,,, balikin,,, balikin… *nangis sambil guling”*
    pokoknya gimana caranya vincentku harus balik…😄

    di tunggu lanjutannya yaaaaa…
    oka???🙂

  24. Daku telat,, komen orang2 udah banyak😦 *sedih*
    *meluk kyu* hahaha
    Saeng,, itu marcus kok bisa sedatar itu? Coba kalo misalnya marcus ngejauh dulu, terus kejar2an sama serena, hahaha *sarap*
    Aku mau jadi pasangan prince, hehe *selingkuh ceritanya*
    Nama ya? Hmmm….
    Fionna? Atau fridz? Hahaha
    Aku suka ff mu, ga usah dipikirin omongan org lain
    Semuanya kan punya pendapat, jadi cuek aja.. Kayak yeobo ku,, *baca : kyuhyun*
    Hehehe
    Lanjut shela,, lanjut aja,,
    Semangat ya!! Semua masalah pasti ada solusi..
    Btw,, aku udh buat blog di wordpress.. Tp ga ngerti cara ngaturnya..😦
    Ajarin dong shela…

  25. aku suka reaksi kyu…
    datar dan tenang…!! ckckc

    tp aku bner cemburu 2 kali bo kissing..
    huft…
    kan aku jg mw…*Plakk Ngarep*
    bgus nih tambah seru hal apa ya yg bkal dilakuin umin?
    pnasaran,,, mw langsung baca aj deh….

  26. Wowwww . . . . . . Cho kyuhyun eMng manUsia trdatar sEantero jagat raya🙂
    WadUhhh. . . . . mslh bsr sbntr lg mNghmpiri Marcus & sErena,, ngbyngn’y aj ngeri bngt ap lg kLu bnrn trjdi. #bergidik.

    Next Chap !

  27. Aduh kissing mulu!!!~ kece kece LOL wajah imut2 ming jadi sangar gitu yak? Woi ming masa lu mau ngebunuh Marcus. Dia dongsaeng kesayanganmu tauk! /Aduh kissing mulu!!!~ kece kece LOL wajah imut2 ming jadi sangar gitu yak? Woi ming masa lu mau ngebunuh Marcus. Dia dongsaeng kesayanganmu tauk! /Aduh kissing mulu!!!~ kece kece LOL wajah imut2 ming jadi sangar gitu yak? Woi ming masa lu mau ngebunuh Marcus. Dia dongsaeng kesayanganmu tauk! /Aduh kissing mulu!!!~ kece kece LOL wajah imut2 ming jadi sangar gitu yak? Woi ming masa lu mau ngebunuh Marcus. Dia dongsaeng kesayanganmu tauk! /digeplak/

  28. Ya ampun marcus yg penuh dgn kejutan kekeke…
    Gmn ni jadinya hubungan mereka? Pasti akan ada byk halangan dan rintangan kedepannya.
    Lucunya itu pas marcus mengetahui klo serena dan angela vampir justru bukan dr mulut serena, melainkan spencer kekeke… Langsung pucet dia hahaha…
    Vincent itu pemimpin klan yg tdk taat aturan. Dia sebenarnya gk pantes jd pemimpin klan.
    Nah, skrg vincent dan aiden sdh mengetahui hub serena dan marcus. Itu berarti marcus dlm bahaya. Uahh… Aku puas bgt baca ff mu.
    Keren bgt deh!
    Lanjut ya… Gumawo…

  29. Tetap semangat, Sheee~
    Aku mulai penasaran dengan Serena-Marcus hehe
    Ternyata, aku salah lihat…aku kira yang di poster sebagai Vincent Lee itu Donghae eh ga taunya Sungmin *maluuu*
    Kangen partnya Angela-Spencer hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s