Violetter #6

-previously-

—-

Pertanyaanku terjawab. Teuk hyung keluar dari mobilnya membawa sekotak.. kue? Mataku terbelalak saat melihat ia mengeluarkan sebuah.. BUKET BUNGA?

“Teuk hyung benar-benar mau bersaing denganku ya?” gumamku kesal.

Tanganku menggenggam setir erat-erat, seolah melampiaskan kekesalanku disana. Dugaanku semalam sama sekali tidak meleset. Teuk hyung memang menyukai Choi Jiyoo. Jiyoo-ku.

—-

Leeteuk menunggu di depan pintu agak lama sampai gadis berambut panjang itu muncul di depannya. Jiyoo tersenyum lebar sebelum melihat Leeteuk yang berdiri disana. Senyumnya menghilang seketika, berganti dengan senyum kaku. “Oppa..?”

“Ng. Kenapa? Kau tidak suka melihatku disini?” tanya Leeteuk.

Gadis itu buru-buru menggeleng kuat. “Mana mungkin? Aku hanya.. terkejut. Ada apa?”

“Aku punya hadiah untukmu..,” Leeteuk mengguratkan senyuman kecil di bibirnya. “Kau suka bunga atau kue?”

“He? Bunga atau kue?” ulang Jiyoo. Ia mengerutkan kening, berpikir. “Dua-duanya tidak ada yang tahan lama ya.. Aku pilih bunga saja. Kenapa?”

Leeteuk kembali tersenyum lalu menyodorkan seikat bunga lily putih. “Untukmu. Dan..,” Ia menunjukkan kotak kue di tangannya yang lain. “Ini juga. Jadi dua-duanya ada di depanmu.”

Alis Jiyoo terangkat sebelah. “Aku tidak ulang tahun.”

“Aku tahu. Memangnya aku hanya boleh memberimu sesuatu saat kau ulang tahun saja? Anggap saja ini.. hadiah.” Leeteuk membuat kedua tangan Jiyoo penuh.

“Ya.. terima kasih kalau begitu,” Jiyoo nyengir kecil. “Ah, oppa mau masuk?”

“Tentu saja,” kaki Leeteuk berjalan lebih dulu, mendahului Jiyoo. Dengan cepat ia duduk di sofa ungu. Leeteuk sibuk berpikir sementara matanya tetap mengawasi Jiyoo, memerhatikan setiap gerakan tubuh gadis itu.

Tiba-tiba saja semilir angin menerpa wajahnya. Ada sedikit rasa sejuk yang membuat kulitnya terasa dingin. Dan entah bagaimana, Leeteuk tahu itu semua karena gadis di depannya ini. Gadis bernama Choi Jiyoo. Ia tahu ia sudah tertarik pada Jiyoo sejak pertama kali ia melihatnya, sejak pertama kali gadis itu datang dengan senyuman cerianya, dan sejak Leeteuk merasa selalu ingin menjaganya.

“Oppa..?” tangan Jiyoo terkibas di depan wajah Leeteuk. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum bisa melihat gadis itu dengan jelas. “Kenapa diam saja? Tidak mendengarku ya?”

Leeteuk tersenyum bersalah. “Maaf. Hanya sedang berpikir hal lain.”

“Hal lain? Atau seseorang?” goda Jiyoo. Ia meletakkan dua gelas jus strawberry dingin. “Jjajan~ untuk oppa.”

“Pintar sekali membalas budi,” ucap Leeteuk, membuat Jiyoo nyengir lalu duduk di depannya. Ia meneguk minumannya. “Dan tadi.. ya, aku sedang memikirkan seseorang.”

Gelas Jiyoo terhenti di udara. Ia buru-buru menoleh ke samping. “Jinjja? Siapa? Seorang gadis?”

Leeteuk mengangguk. “Gadis. Gadis istimewa.”

“Oppa tidak bilang apa-apa padaku,” gumam Jiyoo. Ia merengut. “Kenapa tidak cerita? Aku kan juga ingin tahu siapa calon kakak iparku. Apa dia artis?”

“Dia.. orang biasa,” jelas Leeteuk. “Dan dia bukan calon kakak iparmu, bodoh~”

Jiyoo mengerutkan kening. “Kenapa bukan?”

Karena gadis itu adalah dirimu.. batin Leeteuk. Ia tak menjawab dan hanya tersenyum samar. “Lain kali akan kuberitahu.”

Jiyoo cemberut dan menghabiskan isi gelasnya. Baginya tak masalah kalau Leeteuk tidak mau cerita apapun soal gadis yang baru saja dipikirkannya. Tapi ia agak sedih saat Leeteuk bilang gadis itu bukan calon kakak iparnya. Bukankah itu berarti Leeteuk tak pernah menganggapnya adik? Sesuatu yang selalu diharapkan Jiyoo sejak dulu.

—-

Lagi-lagi aku harus kesal sendiri begitu melihat Teuk hyung masuk ke dalam sana dan sama sekali tidak keluar sejak empat puluh tiga menit yang lalu!

“Apa yang dilakukan seorang artis dan asistennya selama empat puluh tiga menit?” aku menggerutu kesal.

Tapi diam-diam aku juga ingin memukul kepalaku sendiri. Kenapa aku tidak pernah berpikir memberikan bunga atau apapun pada Jiyoo? Otakku baru bekerja dengan benar saat Teuk hyung mengeluarkan bunga dan sekotak kue dari mobilnya. Bodoh~

Aku memandangi amplop ungu di tanganku. “Peduli apa? Aku punya cara yang lebih baik untuk Jiyoo!”

Setelah melihat sekeliling melalui kaca mobil, aku membuka pintu dan turun. Aku tidak punya banyak waktu untuk sekedar menunggu Teuk hyung meninggalkan rumah Jiyoo. Kakiku berjalan berjinjit sambil mengendap pelan, nyaris seperti seorang pencuri.

Dengan sedikit menempelkan telinga kanan ke pintu, aku berharap bisa mendengar sedikit pembicaraan mereka. Tapi hasilnya nihil, aku tidak mendengar apapun. Apa rumah Jiyoo ini memang kedap suara? Baiklah, itu pertanyaan bodoh.

Aku menempelkan amplop itu di depan pintu. Saat Teuk hyung pergi nanti, Jiyoo pasti akan menemukannya. Dan aku sangat berharap leader-ku itu punya banyak hal untuk dikerjakan dan segera meninggalkan Jiyoo.

“Bodoh~ aku sendiri punya banyak pekerjaan hari ini,” bisikku sambil menepuk kening.

Kepalaku tertunduk lemas, kecewa tidak bisa melihat ekspresi Jiyoo lagi. Padahal kemarin dia tersenyum saat menerima suratku. Aku sempat berbalik melihat rumah ungu itu.

—-

“Tidak ada jadwal ya?” tanya Jiyoo sambil melirik jam dinding.

Leeteuk diam sejenak lalu mengangguk. “Ada. Di KBS.”

“He? Lalu kenapa masih disini?” Jiyoo memekik nyaring lalu bangkit dari tempat duduknya. Ia merangkul lengan Leeteuk cepat. “Sana~ cepat pergi. Kalau terlambat bagaimana?”

“Ya tidak apa-apa, memangnya apa yang akan terjadi kalau aku terlambat?” ucap Leeteuk santai. Baginya, bisa melihat gadis di depannya ini adalah hal langka. Walaupun dulu ia selalu bersama Jiyoo, tapi baru kali ini kebersamaan mereka dirasa terlalu berbeda.

Jiyoo mendesah. “Oppa! Jangan membuatku jadi asisten yang buruk. Ayo kerjaaa~~~”

“Kau mengusirku? Lagipula aku tidak mau kalau tidak ada kau,” Leeteuk menatap gadis di depannya. Kemudian ia tertawa. “Bercandaaa.. baiklah, aku pergi sekarang. Aku tidak mau kau teriak-teriak di rumahmu sendiri, Yoo.”

Wajah Jiyoo sempat memerah saat Leeteuk mengatakan hal itu. Tatapan Leeteuk tadi.. benar-benar bukan tatapannya yang biasa. Jiyoo berusaha mengabaikan perasaan anehnya itu. “Aku juga tidak mau oppa mendapat masalah dari perusahaan lagi.”

“Tidak, tidak akan,” ujar Leeteuk. “Kau hanya menemaniku saat Sukira ya sekarang?”

“Mm. Aku kan mendapat jadwal shift kerja pagi, jadi kalau pagi aku tidak bisa menemani oppa. Mianhaeyo,” Jiyoo menelungkupkan telapak di depan dada.

Leeteuk memasang wajah sedih. “Padahal aku membutuhkanmu..”

“Kan masih ada manager oppa,” ucap Jiyoo cepat, tidak sempat mencerna kalimat Leeteuk barusan. Ia mendorong punggung Leeteuk menuju pintu. “Oppa bawa mobil sendiri kan? Hati-hati di jalan~”

“Aku tahu, Yoo. Aku ini lelaki berumur 28 tahun,” ujar Leeteuk percaya diri sambil menepuk-nepuk dada bidangnya.

Jiyoo memutar bola mata. “Sudah 28 tahun dan masih sangat kekanak-kanakan.”

“Kapan? Kapan?” sergah Leeteuk cepat. Melihat Jiyoo yang hanya tertawa, ia mengusap rambut gadis itu. “Teruslah tertawa saat bersamaku, Yoo.”

“Oppa memang pintar membuatku tertawa. Sana, pergi dan cari uang untuk gadis kesayangan oppa,” Jiyoo mengepalkan tangan ke udara, memberi semangat. “Hwaiting!”

Leeteuk berjalan maju dan mencium kening Jiyoo lembut. “Hwaiting..” Ia menutup pintu setelah berbalik dan tersenyum. “Sampai nanti, Yoo~”

Jiyoo terlalu terkejut sampai tidak sempat membalas salam Leeteuk. Ia menyentuh keningnya sendiri. Ini bukan pertama kalinya Leeteuk memperlakukannya begitu, tapi kenapa kali ini semuanya terasa sangat berbeda?

—-

Begitu keluar dari rumah Jiyoo, Leeteuk tidak langsung beranjak menuju mobilnya. Ia masih sibuk memegangi dadanya yang berdegup cepat. Sebenarnya tindakannya tadi itu tidak ada dalam agenda berkunjungnya ke rumah Jiyoo. Tapi entah bagaimana, tubuhnya bergerak sendiri.

“Apa yang baru saja kulakukan?” gumamnya pelan. Leeteuk masih bersandar di pintu sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia pasti sedang tidak waras hari ini.

Leeteuk baru bisa menegakkan tubuh begitu napasnya tidak lagi memburu cepat. Tapi ia mengurungkan niatnya berjalan ke arah mobilnya saat sesuatu jatuh di balik punggungnya. Alisnya terangkat sebelah, heran.

Ia menemukan amplop ungu yang terjatuh begitu ia melepaskan sandarannya pada pintu. Sejenak tadi ia berpikir akan menyerahkan surat itu pada Jiyoo, tapi rasa ingin tahunya membuat egonya menang. Leeteuk meraih amplop itu dan mengamatinya sebentar.

“Apa aku boleh membacanya? Bagaimana kalau ini surat penting?” Leeteuk berdebat dengan pikirannya sendiri.

Ia membuka amplop itu pelan-pelan, mengeluarkan lipatan kertas yang masih rapi. Warnanya mengingatkan Leeteuk pada sesuatu, sesuatu yang dikenalnya. Dan ia yakin sesuatu itu tentang Jiyoo. Tapi sepertinya hal ini juga berhubungan dengan Eunhyuk, batinnya.

Tangannya bergetar saat mulai membaca setiap kata dalam lembaran ungu itu..

—-

To: Jiyoo.. Yoo.. Yoo..

Ini suratku yang keberapa ya..? Apa kau ingat? Sepertinya sudah laaaama sekali sejak aku mulai menulis untukmu.. Dan aku senang. ^^ (Ya! Apa kau tahu kalau aku suka melihat ekspresimu saat menerima suratku? Kau tersenyuuuum~~)

Aku tidak tahu darimana harus memulai ceritaku.. Tapi kurasa aku akan menyisakan bagian tersulitnya terakhir. Pertama, aku tahu kau itu J. Bukan dari siapa-siapa, aku hanya merasa aku sudah mengenalmu sejak Teuk hyung membawamu pada kami. Ada sesuatu dalam dirimu yang selalu membuatku penasaran. Dan aku saaaangat senang saat tahu Choi Jiyoo itu adalah J-ku yang dulu. ^^

Kedua, soal sikapmu padaku.. Awalnya aku saaaaama sekali tidak mengerti apa yang membuatmu membenci lelaki lucu, tampan, baik hati, dan menyenangkan sepertiku. Keke~

Tapi saat aku tahu semuanya, aku bahkan hampir tidak punya muka untuk bertemu denganmu lagi. Aku tahu kejadian malam itu.. dan aku benci pada diriku sendiri yang sudah membuatmu nyaris mengalami hal terburuk di dunia ini. Aku minta maaf..

Dan terakhir, aku hanya ingin kau mengingat satu hal, Yoo.. Sejak dulu, aku selalu menyukai J, berarti aku juga selalu menyukaimu, Yoo.. Sangat.

Kurasa hanya itu yang bisa kuceritakan. Semua itu pasti berat bagimu, dan aku ingin kau membaginya sedikit padaku.. Bisakah?

Someone who always smile to you,

Lee Hyukjae.

—-

Leeteuk memandang nanar lembaran di tangannya. Ia mulai meremas surat itu dan nyaris membuangnya ke tempat sampah. Tapi ia berhasil mengendalikan diri sebelum memutuskan harus menyelesaikan semua ini dengan Eunhyuk.

Ia masuk ke dalam mobil, memasukkan amplop itu ke saku jaketnya lalu mulai menyalakan mesin. Tangannya mencengkeram setir dengan kuat. Saat ini yang ada di kepalanya hanya satu: menemui Lee Hyukjae.

Tanpa Leeteuk tahu, Jiyoo membuka pintu depan dan melihat sekeliling. “Hari ini tidak ada surat?” gumamnya.

Jiyoo menarik napas berat saat benar-benar tidak menemukan surat ungu favoritnya. Sepertinya ia sudah terbiasa dengan tulisan-tulisan Eunhyuk, walaupun itu tidak membuatnya langsung bisa bersikap santai pada lelaki itu. Setidaknya ia tidak lagi menghindari Eunhyuk.

“Mungkin dia sibuk..,” Jiyoo berbisik sedih lalu berbalik dan menutup pintu rumahnya rapat-rapat.

—-

@dorm 11th

“Mana Hyukjae?” tanya Leeteuk begitu sampai ke dorm 11. Napasnya tersengal karena ia setengah berlari menuju dorm.

Ryeowook mengerutkan kening. “Hyung, kenapa panik begini? Minum saja dulu, kuambilkan ai-“

“Tidak! Mana Hyukjae?” tegas Leeteuk. Tangannya masih menggenggam surat ungu yang ia temukan di depan rumah Jiyoo. Ia menerobos masuk ke dalam dorm. “YA! LEE HYUKJAE! NEO EODIGA?”

“Hyung, kenapa teriak-teriak?” Sungmin buru-buru menuju leadernya. “Hyukjae sedang ada pekerjaan di luar. Ada apa?”

Leeteuk tidak menjawab. Dalam kepalanya hanya ada tulisan-tulisan Eunhyuk yang ditulis untuk Jiyoo. Ia berbalik cepat dan meninggalkan dorm 11. Sungmin menahan lengannya, Leeteuk menoleh kasar. “Apa?”

“Ada apa dengan kalian?” tanya Sungmin cemas. Melihat Leeteuk yang tampak tidak ingin menjawab, ia mendesah. “Baiklah, selesaikan sendiri. Hyung sudah sangat dewasa, begitu juga Hyukjae. Lagipula tidak perlu terburu-buru, bukankah nanti malam ada Sukira?”

Dengan terpaksa Sungmin melepaskan lengan Leeteuk. Meskipun tidak mendapat jawaban apapun, sepertinya ia tahu masalah itu tidak akan berakhir mudah..

—-

@Sukira

Leeteuk berjalan dengan punggung kaku. Kali ini bukan kemarahannya yang membuatnya begitu, tapi karena saat ini ia sedang bersama Jiyoo. Dan ia sama sekali tidak ingin gadis itu menyadari apapun. Leeteuk bertekad ia-lah yang harus menyelesaikan masalah ini dengan Eunhyuk. Hanya mereka berdua..

“Oppa tadi tidak datang ke KBS?” bisik Jiyoo.

Senyum Leeteuk terbingkai penuh penyesalan. “Tadi pagi aku masih ada urusan. Kenapa kau bisa tahu, padahal aku sengaja tidak memberitahumu?”

“Ya! Kenapa malah sengaja tidak memberitahuku?” Jiyoo mengomel. “Manager oppa meneleponku dan menanyakan oppa. Pasti dia pikir oppa membuang-buang waktu lagi denganku.”

Leeteuk mencubit pipi kiri Jiyoo. “Siapa yang bilang kalau aku selalu membuang waktu bersamamu, Yoo? Waktu dengan Choi Jiyoo itu sama sekali bukan pemborosan waktu, katakan itu pada manager hyung.”

“Ne, ne, ne. Aku akan bilang begitu,” ucap Jiyoo tak acuh. “Tapi lain kali jangan begini lagi. Oppa bisa menyusahkan diri sendiri kan kalau begini terus?”

“Tapi tadi pagi memang ada urusan penting,” kilah Leeteuk. Wajahnya menegang. “Sangat penting.”

Jiyoo mengerutkan kening, berusaha mencerna ucapan Leeteuk. Hari ini banyak yang terasa janggal pada lelaki itu. Tapi Jiyoo tidak mau terlalu memikirkannya, pasti Leeteuk akan mulai cerita bagitu ia siap. Jiyoo tahu itu, karena selama ini memang begitu.

Gadis itu harus menelan ludah saat melihat Eunhyuk masuk ke ruang siaran. Mata mereka bertemu, membuat Jiyoo tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk beberapa saat. Ia bisa melihat lelaki itu tersenyum ke arahnya. Tapi ia tidak sadar kalau Leeteuk yang tadinya ada di sampingnya sudah bergegas menjauh dan langsung menarik Eunhyuk, membuatnya tidak terlihat lagi dalam pandangan Jiyoo.

—-

“Kenapa mengajakku kesini, hyung?” aku bertanya sambil memerhatikan Teuk hyung yang sudah menutup pintu rapat-rapat. “Ah, Wookie bilang tadi pagi kau mencariku. Ada apa?”

Teuk hyung masih membelakangiku. “Kenapa kau masih belum mengerti? Berhentilah menyakiti Jiyoo..”

“Siapa yang me-“ ucapanku terpotong saat Teuk hyung melemparkan selembar kertas ke arahku. Mataku terbelalak lebar. “Hyung! Kenapa ini bisa ada padamu?”

“Kenapa?” ulangnya. “Kau tanya padaku ‘kenapa’? Itu pertanyaanku untukmu, Lee Hyukjae!”

Aku baru sadar Teuk hyung sedang marah saat ia berbalik dan memperlihatkan matanya yang berkilat tajam. Tapi kurasa aku tidak salah apa-apa. Bukankah yang seharusnya marah itu aku? Kenapa Teuk hyung malah mencuri suratku untuk Jiyoo? Apa maksudnya berbuat begitu?

Mataku mengerjap. “Hyung, bukankah yang sudah berbuat salah itu kau? Itu surat untuk Choi Jiyoo, bukan Park Jungsoo!”

“YA! Aku memang bilang tidak akan ikut campur, tapi kau juga tidak berhak melukainya sekali lagi dengan menuliskan surat-surat ungu itu untuknya!” tegasnya. “Apa kau sadar hal itu bisa membuatnya mengingat kejadian paling buruk dalam hidupnya? Dimana otakmu?!”

Tanpa sadar tanganku terkepal kuat. “Lalu aku harus bagaimana? Coba katakan apa yang harus aku lakukan?”

“Kau bisa pura-pura baru mengenalnya,” ucapnya santai.

“Dan membiarkan Jiyoo mengenalku dari awal, padahal kami sudah sangat mengerti satu sama lain? Atau pura-pura tidak mengenalnya dan membiarkanmu mendekatinya?” geramku. “Aku tahu hyung mulai menyukainya! Karena itu apapun yang akan kulakukan pasti selalu salah di matamu.”

Bibir Teuk hyung masih terkatup rapat. Baguslah, berarti tebakanku tepat sasaran. Teuk hyung menyukai Jiyoo, bukan sebagai adik, tapi sebagai seorang gadis.. dan aku benci itu.

“Hyung..,” nada suaraku mulai menurun, aku lelah. “Kau tahu bagaimanapun aku berusaha kali ini, aku tidak akan bisa menang melawanmu. Kau.. kau terlalu berarti untuknya. Kau jauh lebih baik daripada aku.”

Teuk hyung melemparkan tubuhnya ke sofa. “Tidak..” ucapnya. “Jiyoo tidak pernah melupakanmu. Selalu ada tempat yang luas di sudut hatinya hanya untuk Lee Hyukjae. Sejak awal hanya ada kau.. dan selamanya akan tetap begitu.”

“Tapi kejadian malam itu..,” dadaku sesak saat harus mengulang cerita mengerikan Jiyoo. “Seandainya aku tidak menyukainya lebih dari siapapun, aku pasti sudah tidak punya nyali untuk berada di depannya lagi, hyung.”

“Kejadian itu bukan salahmu.” Teuk hyung meraih surat ungu milikku dan mengusapnya pelan.

“Tapi itu menyakitinya. Bahkan membuatnya membenciku, dan aku tidak tahan melihatnya begitu,” ujarku lirih. “Aku.. bersalah padanya.”

—-

Jiyoo menggigit bibir bawahnya saat mendengar pengakuan itu. Punggungnya bersandar ke tembok. Ia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Otaknya terus mengulang-ulang semua perkataan Eunhyuk. Lelaki itu sudah tahu semuanya. Ia tahu soal malam mengerikan itu.

Pandangan Jiyoo berubah kabur. Air mata menggenang di sudut matanya. Hal inilah yang paling ia takutkan. Eunhyuk tahu semuanya. Dan pertanyaan Jiyoo terjawab. Kenapa Eunhyuk menuliskan hal-hal yang menyenangkan untuknya, itu karena Eunhyuk merasa bersalah pada Jiyoo. Hanya itu, tidak lebih.

“Bodoh..,” maki Jiyoo pada dirinya sendiri. Tanpa sadar ia sudah berjongkok di samping pintu. Air matanya sama sekali tidak bisa berhenti mengalir.

Kenapa ia bisa begitu bodoh, membiarkan perasaannya dipermainkan seperti ini? Seharusnya ia tahu tidak akan ada surat-surat ungu itu kalau Eunhyuk tidak merasa bersalah padanya. Rasa kecewa itu harus ditelannya sekali lagi. Luka yang nyaris sembuh itu harus terbuka sekali lagi. Jiyoo yakin kali ini luka itu akan segera busuk dan bernanah..

—-

Leeteuk mulai bangkit dan memijat pelipisnya. “Kita selesaikan ini di dorm. Ayo kerja.”

Kepala Eunhyuk mengangguk singkat. Ia rasa akan ada banyak hal yang harus mereka bicarakan hingga tuntas. Dan sepertinya akan ada beberapa hal yang membutuhkan sedikit ego. Eunhyuk tahu ia harus bersikap egois untuk mendapatkan Choi Jiyoo.

“Teuk-ssi, kemana asistenmu tadi?” tanya seorang staff radio.

Alis Leeteuk terangkat. “Jiyoo? Bukannya tadi dia di ruang siaran?”

“Ng? Tadi kusuruh dia memanggilmu dan Eunhyuk-ssi, tapi sampai sekarang belum kembali. Apa kau tidak bertemu dengannya di ruang tunggu?” ucap staff itu.

“Aku tidak bertemu dengannya,” Leeteuk menggeleng pelan. Ia menemui managernya. “Hyung, apa kau lihat Jiyoo?”

Manager bertubuh tinggi itu tampak berpikir. “Tadi dia duduk di samping ruang tunggu sambil menangis, begitu kutanya kenapa, dia tidak menjawab dan langsung meninggalkanku. Gadis itu memang selalu tidak sopan padaku..” gumamnya.

“Hyung..,” panggil Eunhyuk lemah. Ia menatap Leeteuk cemas. “Apa Jiyoo mendengar pembicaraan kita?”

Leeteuk tak menjawab, kesadarannya hilang entah kemana. Hal apa yang didengar Jiyoo sampai gadis itu menangis di tempat umum? Leeteuk tahu sesedih apapun Jiyoo, ia akan selalu menangis diam-diam.

Eunhyuk menarik-narik lengan Leeteuk tak sabar. “Hyung.. Hyung..? Jawab aku!”

“Molla..,” ucap Leeteuk, setengah mengambang. Diam-diam ia melirik mejanya, tas slempang Jiyoo sudah tidak disana. Itu berarti gadis itu sudah benar-benar pergi. Dan hal itu mendadak membuat Leeteuk lemas.

Mata Eunhyuk mengikuti arah tatapan Leeteuk. Jiyoo pasti mendengar sesuatu yang menyedihkan. Meskipun ia tidak tahu apa itu, Eunhyuk merasa hatinya ikut sedih. Dada kirinya kosong, seolah jantungnya sudah berhenti berdetak.

—-

Kaki Jiyoo melangkah sendiri. Ia membiarkan anggota tubuhnya itu membawanya pergi kemana pun. Kemana pun, sampai semua orang tidak akan menemukannya lagi. Kemana saja, hingga semua orang akan menyerah untuk mencarinya.

Malam musim dingin dihiasi butiran salju yang mulai turun di pusat kota Seoul. Setiap orang yang berjalan di kanan-kiri Jiyoo sedang terburu-buru, menghindari dingin dan salju yang menyambut mereka. Beberapa malah sedang mengusap-usap kedua tangan, berusaha menghangatkan diri.

Tapi Jiyoo sama sekali tidak berniat mempercepat langkahnya. Ia membiarkan rasa dingin itu membekukan setiap sendi tubuhnya. Biasanya Jiyoo sudah menggigil di suasana seperti ini, tapi ia bahkan tidak bisa menunjukkan kedinginannya. Ia tahu bibirnya nyaris biru dan buku-buku jarinya memutih. Tapi Jiyoo mengabaikannya.

Bagi Jiyoo, ia hanya perlu sedikit membekukan seluruh tubuh dan perasaannya. Jiyoo sangat berusaha agar luka itu tidak terasa lagi. Jiyoo hanya ingin lukanya itu membeku, ia ingin luka itu mati rasa dan tidak menyiksanya lagi. Tubuhnya memang membeku, tapi luka itu masih terasa. Seolah berubah menjadi sayatan baru, luka itu mengeluarkan darah segar yang merembes dan memenuhi hatinya..

-TBC-

====================

Jjajan~ part ini peeeenuh dengan perjuangan. Jadii maaf kalo mengecewakan. *bow*

Komen masih dibutuhiiiin~ -sangat-

Buat semua reader, setelah Violetter ini selesai, ada project baru buat kalian. Pingin banget dapet beberapa cast baru, entah itu buat oneshoot, [IMpressive Story] *yang ini butuh nama dg marga IM* pluss butuh pasangan Siwon di The Chastain’s.

Yahh~ semuanya masih rencana, kalo beneran jadi, bakal segera bikin postingan khusus. Ato author bikin kuis kecil2an sekalian. Hehe.. ^^v

Berhubung uda mepet UAS, author mohon doa dan maklumnya ya kalo telat2 ngapdet FF. *bow* Thanks a lot buat semua dukungannyaaa~ It means too much for me.🙂

Respect,

Angela Choi.😀

68 thoughts on “Violetter #6

  1. Kurang panjang..
    Tp saia hrgai pjuangan chingu~..
    Dpart ne lebih bnyk bgian yg bkin aqw ikt sdih..
    Gemez d ma crita cnta sgitiga..
    Udah ceh..
    Teuki ngalah aza ma dongsaengny..
    Kacian hyukie..
    Aqw doain UASny Lancar..
    Trz ntar bsa lanjut next part..

  2. Yeyeye. . .
    Langsung baca. , langsung komen!
    Hati jiyoo lg dark niy. . .
    Project brt?
    Selalu d tunggu. . . . !
    Buat impressive story hrus yg b’marga im y?

    • Ho’oh~ tapi aku pingin buat reader, mungkin tar ada kuis kecil2an buat milih 3 reader yg bakal maen di FF oneshoot, [IMpressive] ama jadi pasangan Siwon di The Chastain’s (buat yg pasangan ama siwon ini khusus di cerita Andrew-nya)
      Tar dehh kalo semuanya uda kelar, aku bikin postingan yg lebih jelas onn.🙂

      Makasihh uda bacaaa~~😀

  3. hhuah , aku gila .
    shel , makin complicated . gak tau mau comment apa , yg jelas seperti biasa . selalu bagus .
    btw , ttg the chastain’s , nama inggrisku anita chastain lho #gakadaygnanya.
    wait for the next dan project lainnya .

  4. Wah, udah update,,
    Bagus2, jiyoo beku aja di jalan, biar hyuk sama aku, hahaha
    Rencananya mau tamat episode keberapa shell?
    Harus marga Im ya? Ga boleh lee aja? Atau shim?
    Kalo marga Im , kayaknya yg kedengarannya bagus Im Sora🙂🙂🙂
    Yg jelas jgn Im Yoona,,jgn pasangin oppa sama member girlband ya shel!!

  5. Jah…kurang pnjang ni…
    Yah..jiyoo marah lg deh,hyuk…teruskn perjuanganmu
    lama2 jd sebel ni ma teuki..hehehe
    Im hyun young siap..haha..#plakk
    ayo cepetan dlanjutin!!
    Hwaiting!

    • Yahh~ kenapa pada nyadar sihh klo ini emang kependekan? -.-‘
      Jangaaaan, jangan sebel ama kakakku *bca: Tuki*😄

      Im Hyunyoung? Aigooo~~ namamu itu fleksibel yak?
      Kali ini harus adil, ga ada hubungannya ama temen sekolahh loooh~😄

      Makasihh uda baca, dong-ah~~~😀

  6. knp lukax terbuka lgi unyuk cpt tutup luka jiyoo jgn biarkan sampai bernanah ntar smbhx susah lgi !

    Onnie mau ujian blan maret tau april ? mdhn sukses ya onn dan bsa smk universitas yg diinginkan amien..

  7. aku udh baca dari semalem…
    berhubung kmrn badan digarap sampe dua tangan ngilu2 gak bisa ngetik..
    komen jadi baru sekarang deh…

    intinya :
    SAYA SEBEL SAMA LEETEUK!
    dateng2 ngerusuh aja ini orang, ckckckckckck…
    udh inget umur mas, jangan macarin anak kecil, pedopili namanya…
    wkwkwkwkwkwk

    Hyuk terus berjuang!!
    saya dibelakangmu…

    • Kirain sms-ku ga nyampeee~😄

      Huweee~~ kasian teuk-teuk-teuki doong. ><
      Huahahaha.. masa iya tuki kena pedopili? Jangan gituuu ahh~ *elus2 tuki*
      Tapi aku ama dia kan cuma beda 10 taon onn. *cuma?*

      Jyahh~ ngapain di belakang hyuk? Mijitin punggungnya? #plakk
      Makasihh uda bca onn~~😀

  8. *gigit* shela jelek deh~~gregetaaan~ *ditendang unyuk*
    hedeh, itu kata2 yang terakhir asli keren banget.
    AKU SUKAAAAAAAAAAAAAA~~ nyelekit2 gimana bacanyaa~ (?)
    How could you wrote that awesome words, ;_________;
    dan kenapa bersambungnya pas disitu *emut shela (?)

    wah ada project ff oneshoot, boleh nih~ \m/ *kedip2*

    sukses buat UASnya cantik🙂
    tak apa, saia dan readers lain siap menunggu, yg penting ujiannya paling utama
    sok banget dah kata2 saia xD *dipelukyu (?)

  9. gak bisa ngebayangin kalo Eteuk lagi marah heheee

    ada projek baru aseekkk…
    gimana kalo pasangannya Siwon itu Sonia… Sonia Chastain hahaaa

  10. hix”.. srooot.. *nangis di pojokan hbis baca ni ff*
    teuki ganggu… sono”~ (tendang teuki, istri teuki tendang balik)
    nyeri nya kerasa bener eoon… huhuhuhu~
    jiyoo, noh, q kasih betadine, obatin dulu lukanya..#plaak
    eonni… kurang panjaaang..
    sekiaaan lamaaa.. aku menungguuuu (nyanyi ala ridho roma) *ditendang keluar blog
    part selanjutnya panjangin ya eonn.. hahahahaha~ (eonni: enak aja nyuruh”!!)
    hwaiting eoonn.. hohoho~

    • Hehehe.. berasa?? Alhamdulillah~ (?)
      Siniin deh betadine-nya, unyuk hobi minum betadine. #plakk
      Iyaa.. emang kurang panjang.. Abiiis keburu pingin ngepost. *author stres*
      Insya Allah bisa dipanjangin. Doain ajaaa~~~ ><

      Hwaiting~! Makasihh yaaaa….😀

  11. aduuuuuhh….gregetan bgt bacax shel *sokakrab*
    part berikutx sblm UAS az,, bisa mati pnsrn kalo nunggu kamu selesai UAS Shel *lebay*
    okelah, sukses ya bwt UASx,, ^^

    • Aduuuhh~~ maaf ya uda bikin gregetan.😄 (?)
      Kalo sebelum UAS kayanya belon bisa.. Aku kan suka lelet ngetiknya, masih lola mikir kata2nya. *author palsu* T^T

      Amin, amin.. Makasihh yaaa~~~😀

  12. ih yaampun kenapa bersambung pas lagi seru-serunya??? TT.TT
    haish.. teukie ahjussi kenapa kamu menggaggu dongsaengmu melulu sih?
    udah sini sama aku aja.. lupain itu si jiyoo *ahahaha ditendang shela*
    jangan gangguin hyukie mulu ah, makin stress ntar dia hahaha xD /plaaaaak
    next partnya ditunggu😀❤

    ada project baru ya?? asiik! donghae dong jadiin pemeran utama prianya hohoho
    btw semangat ya buat UAS-nya, shel.. semoga sukses <333

    • Kasian bang tuki, pada dicela banyak orang.😄
      Aish~ lupain jiyoo? Mana bisa? *dibuang ke jurang*

      Okee.. mohon kesabarannyaaa~~ ><

      Adaaa~~ spesial buat reader, Jiyoo-Saera-Cherry lagi males ngeksis nihh.😀
      Tergantung tar reader yang menang biasnya Donghae ato bukan.
      Eniweii, ini biasnya kyu kenapa minta donge??
      Amin, amin, amin.. Sukses~!!
      Makasihh yaaaa~~😀

  13. muahaha beneran dibuang ke jurang xDD
    soalnya teukie ngenggagu shel hahaha *ditabok teukie*

    asik~ hoho berharap banyak donghae bias readernya disini xD
    haha suka jadi jealous soalnya klo kyu jadi romantis (?) di ceritanya *dilemparin batu sama yang lain xDD*

    eh tapi aku kangen cerita cherry, shel.. mau dong bikinin cerita kelanjutan dia sama minho lagi :33 *kebanyakan mau nih hehehe*

    iya sama-sama ya, shel <33

    • Huahahaha~ ngeganggu? Abis jiyoo lagi suka genit ama tuki.😄

      Oh ya? Berarti The Chastain’s ama oneshoot kemaren bikin kesel yak? *bow*
      Iya juga yak, aku juga suka jeles kalo FFnya soal unyuk. XDD

      Cherry-Minho? Season 3 dooong? Mudah2an bisa dapet ide dah~ ><
      Doain aja ilham doyan mampir ke otak. :3

      • jiahahaha ternyata si jiyoo suka genit sama abang teukie ternyata xDD
        klo yang itu enggak kok.. aku malah suka sama perannya dia disitu :3
        ceritanya juga bagus lagi hohoho
        iyaaa season 3-nya. pasti dido’ain biar dapet ide.. ntar pasti aku baca ff-nya <333
        btw, tadi pas buka pake web kaget loh kok transparan.. tulisannya jadi gak kebaca. nyaru sama backgroundnya. eh tapi tiba2 balik lagi kayak biasa.. wahaha ternyata masih loading tadi xD *babo*

      • Jinjja? Alhamdulillah, selameeet~ (?)😄

        Hahaha… ho’oh, baru masang background. Unyuk protes kenapa dia kurang ‘terlihat’ di blog ini.
        Padahal bagusan ga pake BG. *ditalak Unyuk*

  14. Shelaa…!!! kamu sukses bikin aq pengen nabok teuki disini hahahaha… beneran ganggu aja ni org >.<

    kasian ama jihyuk couple, cobaan ada2 aja.. kunyuk!!! ayo berjuang kembalikan jiyoo seperti semula (?) hwaiting!!!!!!

  15. mianhe…mianhe…ru coment sekarang sibuk kuliah…wkwkwkw…alesan banget q suka ma laur storynya…kya makin penasaran aj nie…khi…khi,…

    boleh minta PW dunk dmana nie….???

  16. jadi sebel setengah mampus sama tuki…
    Yakk!! Teukpa apa apaan kau ini ?!!
    Oya teukpa,gak bosen apa jadi orang ketiga terus diantara jihyuk sejak jaman PiL ??!!

    Dan kenapa diantara jihyuk selalu ada orang ketiga shel??
    Oke dimulia dr MWL ada sungmin,
    di PiL ada leeteuk,
    di amore cafe ada henry,
    dan sekarang leeteuk..
    Ckckck..
    DAN KENAPA ITU JIHYUK DI TIAP FF SELALUUU SAJA SALING SALAH PAHAM ??!!
    *caps jebol haha*

    emosi tingkat tinggi ane baca ni ff..
    DAN KENAPA TBC NYA HARUS DISITU?? GANTUUUNGG !!
    *plakk*dilempar ke kamar chul gara2 tereak2**

    #shela : onnie,udah telat baca eh komennya gapen pula..
    Me : maaf deh..maaf atas semua kegakjelasan komenku..haha..aku cuma nyoba ngeluarin em0siku baca ni ff..
    Dan s0al tlat ng0men,aku bru mampir lg s0alna..aku kagak mau dicap silent reader..dan selalu gak tahan kalo bc ff gak ngasih komen..
    Shela : woy.udah kepanjangan itu..stop berbicara !!

    Hahaha..maaf shel udah ngegaje diblogmu subuh subuh..
    POKOKNYA CEPETAN LANJUTIN..GAK PAKE LAMA!
    *dicekek komen kepanjangan*

    • Huwaaaaa~~~~ *mangap*
      Onnie komennya keren banget!! I like it! Suuuukaaa kalo ada yang komen panjang kaya gini.😄

      Sabar, sabar.. Tuki kan juga butuh disayang Jiyoo. *plakk*
      Hahaha.. ampe ngabsenin semua FF-ku. ONNIE DAEBAAAAAK~~!!
      Seneng dah ada yang masih hapal ama FF-ku yang begajulan itu.😄
      Makasihh banyak-banyak-banyak~!! *terharu* *deep bow*

      Gapapa ngegaje lama2 juga. Suuukaaa~~~!!😀
      Iyaa.. diusahain secepet2nya onn~
      Makasihh yaaa.. *hug*😀

  17. hyaaaaaaah *makan pisang*
    jiyoo over sensitip ah *pletak*
    ok, saia makin keKyu-an *read : kesetanan* gara2 ni epep >,<
    *berenang ke part 7*

  18. pertama-tama maf baru komen untuk edisi violetter ini…. (edisi????)
    gara2 ff ini saya tadi telat kerjaaaaa……bangun tidur langsung baca tanpa perhatiin jam berapaa……hehehhe salah sendiri bikin penasaran…
    alur di ff ini keren, saya yang baca juga dibuat penasaran, kira2 ada apa to di masa lalu jiyoo itu
    paling kaget saat hyuk ngirain dia hamil…yang kepikiran adalah, apa tebakanku yang salah apa tebakan hyuk yang gak masuk akal???wkwkwk
    thanks udah buat ff hyuk, lumayan buat selingan pas pusing2…..
    author daebak!!!! masih muda udah pinter bikin ff…
    mau baca yang lain dulu oke???
    jangan lupa saya dikirimi passwordnya ya…..udah aku message di fb

  19. complicated…

    jiyoo kayanya salah paham lagi nih sm eunhyuk.. huaaaaa.. oppa.. tabahkan hatimu. jiyoo.. pLease.. jgn marah lagi sm eunhyuk oppa..

    Lanjut lagiiiiiiiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s