Violetter #5


====================

-previously-

Leeteuk menarik napas panjang. “Kau? Kau mau apa?”

Pertanyaan Leeteuk tak terjawab. Eunhyuk hanya bangkit dari  ranjang dan melangkah ke arah pintu. Tangannya terhenti di udara. “Hyung, berjanjilah kau tidak akan bilang pada Jiyoo kalau aku sudah tahu semua ini.”

“Ng? Aku akan melakukannya selama kau tidak menyakiti Jiyoo,” ucapan Leeteuk membuat Eunhyuk tersenyum kecil.

—-

Eunhyuk kembali ke dorm-nya dengan cepat. Ia segera menutup pintu kamar dan duduk di ranjangnya. Tangannya mengepal kuat. Masih terdengar jelas bagaimana Leeteuk bercerita soal Jiyoo dan kejadian menakutkan yang hampir menimpanya.

“Seharusnya waktu itu aku datang,” gumamnya pelan. “Seandainya aku menemuinya, tidak akan ada Choi Jiyoo yang dingin dan selalu ketakutan saat melihatku.”

Penyesalannya hanya berlangsung tiga menit. Selanjutnya Eunhyuk mencari  sesuatu di tumpukan barang-barangnya yang ada di sudut kamar.

Ia duduk bersila di ranjang sambil terus berpikir. “Aku akan membuatnya kembali seperti dulu.”

Eunhyuk memejamkan mata lalu menarik napas panjang. Dalam kepalanya hanya ada Choi Jiyoo. Sesekali ia meringis membayangkan apa yang Jiyoo hadapi dulu. Semuanya karena dirinya, setidaknya begitu lah penjelasan kasarnya.

Tapi ia mengabaikan pikiran itu. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya berusaha untuk Jiyoo, berusaha membiarkan gadis itu mengenalnya sekali lagi. Sekali lagi, tanpa ketakutannya.

—-

-the next day-

Jiyoo bangkit dengan malas menuju dapurnya dan mulai menghidupkan kompor. Pagi ini ia ingin masak sesuatu yang normal. Sudah tiga hari ini ia hanya makan ramyeon instan, jadi kali ini ia harus makan sesuatu yang lebih baik. Akhirnya pilihannya jatuh pada sup kimchi.

Ting.. Tong..

Bel rumahnya berbunyi, membuat Jiyoo harus melangkah terseok ke ruang depan. Ia membuka pintu sambil bertanya, “Nuguseyo?”

Alisnya mengernyit sejenak. Tidak ada siapa pun disana. Jiyoo memeriksa sekeliling, berusaha mencari pelaku yang sedang mempermainkannya.

“Tidak punya niat bertamu ya?” Jiyoo menggerutu pelan. Tubuhnya baru akan berbalik saat ia menemukan sesuatu ditempel di tembok rumah. “Ige mwoya?”

Sebuah surat. Surat berwarna ungu, tepatnya. Jiyoo mengerutkan kening, heran karena tidak menemukan nama pengirimnya disana. Hanya ada tulisan To: Choi Jiyoo

Mata Jiyoo beredar ke sekitar, terus mencari siapa pun orang iseng yang sengaja mencari ribut dengannya. Setelah yakin tidak akan ada orang disana, ia kembali masuk ke dalam. Jiyoo terus memegang surat ungu di tangannya.

—-

To: Choi Jiyoo

Ini surat pertamaku. Aku tahu saat ini kau sedang mengerutkan kening dan membaca surat ini dengan nada defensif.

Pertama, kau benar. Aku Lee Hyukjae. Kedua, aku juga sudah tahu kalau kau itu J. Ketiga, aku tahu kau akan sangat kesal karena kau tidak menemukanku dimana pun saat kau membuka pintumu. Maaf untuk itu. Kekeke~

Jadiii.. ini yang pertama, aku akan memperkenalkan diriku pelan-pelan. Dan kita masih punya banyak waktu untuk surat-suratku selanjutnya. ^^

—-

Jiyoo kembali melipat rapi surat itu. Jantungnya berderap cepat, membuat dadanya terasa sesak dan akan meledak. Ia tidak perlu cermin untuk melihat wajahnya yang sekarang tampak pucat pasi.

“Dia.. tahu? Dia mengenaliku?” gumamnya lirih.

Air mata menggenang di sudut matanya. Jiyoo tidak tahu kalau hari ini akan datang. Ia tidak tahu lelaki itu akan mengingatnya. Dunianya kosong sekarang. Ia sering berpikir, ketakutannya akan menghilang perlahan selama Eunhyuk tidak tahu apa-apa.

Tapi sekarang lelaki itu tahu siapa dia. Sedikit demi sedikit, Jiyoo sadar pikirannya itu hanya harapan semu. Saat nanti ia bertemu Eunhyuk dan lelaki itu mulai bertanya tentang dirinya, ia sadar ketakutannya akan segera berubah. Berubah menjadi lebih nyata.

Jiyoo menelan ludah dengan susah payah, berusaha menelan kecemasan yang bercokol di tenggorokannya. “Bagaimana ini..?”

—-

@sukira

Aku berkeliling sebentar sebelum harus masuk ruang siaran. Sebenarnya bukan untuk iseng, aku hanya penasaran bagaimana respon Jiyoo pada surat pertamaku. Teuk hyung bilang ia yang akan menjemput asisten kesayangannya itu, tapi sampai sekarang mereka belum sampai.

“Hyuk-ah~~” suara yang sangat kukenal. Teuk hyung melambaikan tangan sambil melangkah ringan ke arahku.

Bibirku segera membentuk senyuman kecil. Tapi kemudian senyumku bertambah lebih lebar saat aku melihatnya berjalan di belakang Teuk hyung.

Jiyoo sempat menatapku sekilas sebelum memalingkan kembali wajahnya. Aku mengerutkan kening, lalu tersenyum singkat. “Jiyoo-ya, annyeong?”

“A-annyeong haseyo,” ia menyahut tanpa memandangku. Tapi kemudian ia buru-buru berjalan menjauh, atau yang bisa kusebut melarikan diri dariku.

Teuk hyung yang menyadari perubahan sikap asistennya, langsung menyenggol lenganku. “Kau apakan dia?”

“Tidak ada. Hanya berusaha memenangkan hatinya lagi,” ujarku dengan gaya dramatis. Teuk hyung memutar bola mata lalu menoyor kepalaku. “Sakiiit, hyung~”

—-

“Kau dan Hyukjae, kenapa?” Leeteuk duduk di sofa saat melihat Jiyoo sedang membereskan tasnya.

Jiyoo terkesiap lalu buru-buru menggeleng. “Tidak ada.”

“Aneh,” komentar Leeteuk. “Jawabanmu sama dengannya. Pasti ada sesuatu. Cerita saja, Yoo-ya.”

“Tidak ada apa-apa, oppa. Memangnya ada apa?” gadis itu sama sekali tidak berani menatap Leeteuk. Jiyoo pura-pura sibuk dengan pekerjaannya. Padahal seharusnya semua yang dibutuhkan Leeteuk malam ini sudah ia kerjakan.

Leeteuk menggelengkan kepala singkat. Kali ini ia hanya diam, tak ada gunanya memaksa kalau gadis itu tidak mau bicara. Ia tidak suka tidak tahu apa-apa tentang Jiyoo. Alisnya bertaut, heran kenapa ia harus merasa seperti itu. Yang ia tahu, sejak dulu Choi Jiyoo adalah adiknya. Tapi yang ia tidak tahu, perasaannya bisa berubah setiap saat.

“Hyung~ apa kau sudah si-“ Eunhyuk membuka pintu dan melihat Leeteuk yang mengerutkan kening. “Hyung? Apa yang kau pikirkan?”

“Ng? Tidak, tidak ada.” sahut Leeteuk. Ia bisa melihat Eunhyuk memperhatikan Jiyoo dari tepi pintu. Mendadak ada semacam rasa menyebalkan yang merayap di dadanya. “Hyuk, kaja!”

Eunhyuk hanya mengangguk lalu meninggalkan senyuman lebar untuk Jiyoo sebelum tubuhnya berbalik. Lagi-lagi Leeteuk harus menyipitkan mata, tak menyukai hal di depannya. Ia melihat Jiyoo sempat memandangi punggung Eunhyuk lama.

“Park Jungsoo.. kau kenapa?” gumamnya pada diri sendiri.

—-

@Teuk’s car

Leeteuk tidak bisa berkonsentrasi pada apapun saat ini, tidak kalau Jiyoo ada di sampingnya. Berkali-kali ia melirik ke samping, sekedar melihat gadis itu. Ia tidak menemukan bahan pembicaraan karena Jiyoo hanya sibuk melihat lampu-lampu benderang kota Seoul.

“Kalau,” akhirnya ia juga yang memulai. “Kalau Hyukjae menyusahkanmu, kau bisa bilang padaku, Yoo-ya.”

Jiyoo menoleh dan mengarahkan tatapan bingung. Tapi ia hanya mengangguk lemah. “Aku tahu, oppa.”

“Apa dia melakukan sesuatu?”

Pertanyaan ini berhasil membuat Jiyoo berhenti memperhatikan lampu-lampu gedung di luar jendela. Ia rasa Leeteuk tidak perlu tahu soal surat Eunhyuk. “Tidak ada. Mudah-mudahan dia tidak melakukan apapun.”

Leeteuk sempat mengerutkan kening tapi kemudian ia mengangguk-angguk paham. Saat ini ia hanya ingin mempercayai Jiyoo. Eunhyuk tidak akan melakukan apapun tanpa bicara padanya. Mungkin..

—-

-the next day-

Ting.. Tong..

Suara bel yang berbunyi itu membuat Jiyoo terpaksa meninggalkan sarapannya. Ia membuka pintu rumahnya cepat. Tapi seperti kemarin, tidak ada siapapun disana. Alisnya bertaut heran.

Jiyoo lantas berbalik dan memutuskan bahwa ini hanya perbuatan iseng. Matanya menemukan sebuah amplop ungu lagi. Ia buru-buru mengoreksi pikirannya. Ini bukan perbuatan iseng, ini perbuatan yang menyebalkan.

Tadinya ia mau mengabaikan surat kedua itu. Tapi akhirnya perdebatan dalam kepalanya memutuskan ia harus membacanya. Tidak peduli sekacau apa perasaannya nanti, Jiyoo sangat ingin membuka amplop itu.

Dengan jantung nyaris berhenti berdetak, ia meraih surat ungu itu. Ada wangi yang menyeruak keluar, wangi yang dikenalnya. “Lavender..?” gumamnya.

Sudut bibirnya tertarik ke belakang, membentuk senyuman kecil. Jiyoo tidak tahu ada seseorang yang ikut tersenyum saat melihat senyumannya. Seseorang dengan mata tajam yang terus mengawasinya dari jauh. Seseorang bernama Lee Hyukjae.

—-

“Pelan-pelan.. kau akan bisa tersenyum seperti itu untukku,” aku bergumam pelan.

‘drrt.. drrt..’

Ponselku bergetar. Aku meraihnya dari saku lalu menempelkannya di telinga. “Ne?”

“Kau ada dimana?” Teuk hyung bertanya tanpa sempat menyapaku, menyebalkan.

“Ng.. aku di jalan. Sebentar lagi kembali ke dorm. Waeyo, hyung?” kebohonganku mengalir begitu saja. Misi ini adalah misiku sendiri, dan kurasa aku tidak perlu melibatkan Teuk hyung dalam hal ini.

Teuk hyung diam sejenak. “Kau bukan sedang mengganggu Jiyoo kan?”

“Tidak. Aku sedang cari sarapan,” ujarku santai. “Lagipula aku tidak pernah mengganggu Jiyoo. Kenapa tidak gunakan kata lain yang lebih enak didengar, hyung?”

“Tidak ada kata lain yang cocok,” jawabannya membuatku merengut kesal. “Cepat kembali.”

“Arayo..” kuletakkan kembali ponsel hitam itu ke dalam sakuku. “Kenapa dia tidak bisa melihatku senang sedikit saja? Menyebalkan.”

Aku memasang kembali sabuk pengamanku dan mulai menyalakan mobil. Sebenarnya aku mau membuntuti Jiyoo saat makan siang, tapi Teuk hyung sudah membuat rencanaku berantakan.

—-

Jiyoo menggeletakkan amplop ungu itu di atas meja kaca. Berkali-kali ia berpikir keras, mencoba memutuskan apa yang harus ia lakukan dengan surat di depannya. Surat itu, entah bagaimana, bisa membuatnya tersenyum kecil.

“Dia.. konyol,” gumam Jiyoo.

Surat ungu yang sudah dua kali sampai ke tangannya itu mengingatkannya pada perasaannya yang dulu. Jiyoo bisa merasakan jantungnya berdenyut dengan cepat. Detak jantung yang dulu ia rasakan setiap menulis lembar demi lembar surat untuk Lee Hyukjae.

Jiyoo menarik napas lalu mendesah berat. “Aku sama konyolnya dengan dia..”

Ia meraih amplop itu dengan perlahan. Untuk tiga detik, Jiyoo hanya mengusap-usap lembaran ungu itu dengan dada sesak. Ketakutannya belum sepenuhnya hilang, bahkan memang belum hilang sama sekali.

Kemudian Jiyoo meletakkan kembali surat itu. Ia bangkit dari kursi lalu mengambil sesuatu dari kamarnya. Matanya berkilat saat melihat bros bintang berwarna ungu. Ia menelan ludah dengan susah payah. Benda di tangannya berpendar terkena cahaya, membuatnya terlihat bersinar.

Benda itu memiliki dua kenangan yang saling berseberangan. Di satu bagian, bros itu pernah membuat dadanya nyaris meledak karena senang. Tapi di sisi lainnya, ada rasa nyeri tiap Jiyoo menyentuhnya. Nyeri yang selalu datang bersamaan dengan kilatan memori buruk di kepalanya.

“Lee Hyukjae..,” ucapnya pelan.

Jiyoo kembali merebahkan tubuh di sofa. Dengan tarikan napas panjang, ia mengambil amplop ungu itu. Pelan-pelan, Jiyoo membuka setiap lipatannya sambil memejamkan mata.

—-

To: Choi Jiyoo

Sebelumnya, apa aku boleh marah padamu? Kenapa kau tidak juga bersikap ramah pada lelaki menyenangkan sepertiku? Ahh~ tapi tenang saja, aku bukan orang yang pendendam. Jadi kau bisa pelan-pelan merubah ekspresi wajahmu saat bertemu denganku. Menjadi senyuman seperti ini => ^^

Hari ini mungkin aku tidak bisa bertemu denganmu. Kecuali kalau Teuk hyung bisa datang ke Sukira malam ini. Hhh.. aku hanya akan ditemani Donghae. Eunhaekira akan menghiburmu malam ini, jangan lupa dengarkan kami. ^^

PS: kau bukan anti-Eunhae kan? Aku tidak mau membuatmu cemburu. Kekeke~

—-

Jiyoo menutup kembali lembaran kertas itu dan meletakkannya di pangkuannya. Tanpa sadar, ia menyunggingkan senyum kecil. Tanpa alasan yang logis, Jiyoo bisa merasakan ada hembusan angin menerpa wajahnya.

“Bodoh..,” lagi-lagi Jiyoo bergumam pelan.

—-

@Teuk’s car

Leeteuk sudah biasa melihat Choi Jiyoo mengarahkan tatapan sayu ke luar jendela setiap ada di mobilnya. Tapi hari ini berbeda. Ia bisa melihat ada senyuman samar terbentuk di bibirnya. Ada perasaan ingin tahu dalam dadanya, tapi Leeteuk masih bisa menahan diri.

Baru saat Jiyoo sibuk memainkan ujung rambutnya, Leeteuk baru mengernyitkan alis. “Yoo? Kau kenapa?”

“Ng? Aku? Aku kenapa?” Jiyoo balik bertanya.

Leeteuk mengangkat bahu. “Kau sadar tidak sejak tadi kau tersenyum?”

Jiyoo langsung meraba pipinya. “Ah, benar. Pipiku sekarang sakit.”

“Kau.. sedang senang?” tanya Leeteuk. Kepalanya menghadap Jiyoo saat lampu merah menyala.

“Tidak. Tidak tahu,” ujar Jiyoo sambil menundukkan kepala. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Leeteuk karena ia sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya sekarang.

Alis Leeteuk masih mengernyit, bingung. Ia tahu ada sesuatu yang sejak kemarin merubah sikap Choi Jiyoo. Dan entah bagaimana, ia yakin semua itu ada hubungannya dengan Eunhyuk. Lalu entah sejak kapan, ia tidak menyukai hal itu.

“Yoo?”

“Ne, oppa?” Jiyoo menoleh cepat ke arah Leeteuk.

Tangan Leeteuk mengusap pipi Jiyoo lembut. Jari-jarinya menyusuri wajah Jiyoo perlahan. “Kau.. akan selalu memberitahuku semua hal yang terjadi padamu kan?”

Jiyoo tertegun sejenak oleh sentuhan Leeteuk. Matanya mengerjap beberapa kali. “Kenapa tanya begitu? Oppa tahu semua tentangku kan?”

“Ya. Benar,” ujar Leeteuk sebelum akhirnya melepaskan pandangan dari gadis di sampingnya itu. Ia menginjak pedal begitu lampu berubah hijau.

—-

@SJ’s dorm

Eunhyuk memain-mainkan pulpen di tangannya sambil berkali-kali menatap kertas ungu di depannya. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada tumpukan kertas ungu yang berserakan di lantai. Ia menarik napas panjang dan mendesah berat.

“Kenapa susah sekali menuliskan kata-kata cinta?” gerutunya.

Ia baru menulis sebentar di atas kertas sebelum Eunhyuk kembali mencoret-coret tulisannya. Eunhyuk meremas kertas itu kuat-kuat, membentuknya seperti gumpalan kecil lalu melemparkannya ke sudut kamar.

“Hyuk-ah!” Donghae yang membuka pintu tiba-tiba membuat Eunhyuk terkesiap. “Ayo makan di atas~”

“Ya! Kau mau membuatku mati? Kenapa tidak mengetuk pintu, bodoh?” gerutu Eunhyuk sambil mengelus-elus dadanya.

Donghae nyengir. “Mian. Kupikir kau masih muda, ternyata kau gampang terkejut seperti orang tua.”

“Aish! Kau cari mati ya, Lee Donghae?” Eunhyuk buru-buru bangkit dan meninggalkan kertas ungu di ranjangnya. Tapi kemudian ia penasaran. “Kau mengajakku makan di atas? Ada acara apa?”

“Memangnya kalau Super Junior mau makan bersama itu harus ada alasan khusus?” sahut Donghae. “Teuk hyung beli banyak daging untuk kita. Ryeowook disulap jadi koki malam ini. Kaja~”

Eunhyuk mengerutkan kening. “Teuk hyung sudah pulang?”

Pertanyaannya dijawab dengan anggukan kepala dari Donghae. Kemudian ia tersenyum kecil. Kalau Teuk hyung sudah pulang, berarti Jiyoo juga sudah kembali. Tapi senyumannya tidak bertahan lama. Eunhyuk sama sekali belum mempersiapkan surat ketiga untuk Jiyoo!

“Ayo cepaaat~ aku sedang sibuk! Lebih cepat makan, juga bisa lebih cepat tidur!” Eunhyuk berjalan cepat meninggalkan Donghae yang melongo di belakangnya.

—-

“Makaaaaan~~~” teriak Shindong nyaring. Tangannya sudah bersiap dengan sepasang sumpit.

Ryeowook sibuk membolak-balik daging di atas panggangan. “Sepertinya Teuk hyung sedang baik. Dagingnya baaanyak sekali!”

“Hanya sedang ingin makan bersama kalian. Kenapa? Apa selama ini aku sepelit itu?” tanya Leeteuk di ujung meja.

“Memang tidak sepelit Hyukjae, tapi tetap saja hyung termasuk orang yang perhitungan,” sahut Kyuhyun yang sudah duduk manis di samping Sungmin.

Eunhyuk yang baru saja tiba di ruang makan langsung menginterupsi. “Ya! Siapa yang pelit? Kyuhyun-ah, kau itu magnae, sana siapkan daging untuk hyungdeul-mu!”

“Ck, ck, ck. Aku tidak semudah itu,” Kyuhyun menggoyang-goyangkan telunjuknya.

“Magnae iblis,” Eunhyuk berkomentar singkat.

Ruang makan dipenuhi gelak tawa, kecuali tawa khas Leeteuk. Sejak Eunhyuk muncul disana, ia terus memperhatikannya. Leeteuk sibuk menebak-nebak, apa perubahan sikap Jiyoo memang karena lelaki itu?

“Hyuk-ah,” panggil Leeteuk pelan. Eunhyuk menoleh. “Setelah makan, ada yang harus kubicarakan denganmu.”

Eunhyuk memiringkan kepala tapi akhirnya menggangguk. Di otaknya hanya terpikirkan satu nama. Satu nama yang selalu berhubungan dengan Leeteuk. Satu nama yang selalu menggoda nuraninya. Choi Jiyoo.

—-

Leeteuk duduk di ranjang sambil menunggu Eunhyuk di kamarnya. Tangannya terlipat di dada, memikirkan satu demi satu pertanyaan yang hampir meledak di kepalanya. Entah sejak kapan ia bisa sangat terganggu dengan perubahan yang ditunjukkan oleh Jiyoo. Perubahan seperti apapun tidak akan ia pikirkan, kecuali yang berhubungan dengan Eunhyuk.

“Hyung?” Eunhyuk melongokkan kepala dari tepi pintu. “Mau bicara sekarang?”

“Masuklah,” ujar Leeteuk. Diam-diam ia menyiapkan mental untuk mulai bertanya. Mulai dari pertanyaan yang paling sederhana sampai pertanyaan inti.

Eunhyuk beringsut duduk di samping Leeteuk. Matanya sibuk menebak mimik wajah lelaki di sampingnya. “Ada apa, hyung?”

“Sejak kemarin, sikap Jiyoo jadi aneh. Apa kau tahu sesuatu?” tanya Leeteuk. Dalam hati ia memaki, bukan ini yang harus ia tanyakan pertama kali. Ia salah langkah.

“Mollayo,” kepala Eunhyuk menggeleng singkat.

“Jujur saja, Hyuk-ah,” Leeteuk mengarahkan tatapan tajamnya. Matanya menyipit. “Kau tidak akan menyembunyikan sesuatu dariku kan?”

Eunhyuk menggaruk pipi. “Aku.. bukannya aku sudah bilang pada hyung kalau akan menyembuhkannya pelan-pelan?”

“Kau benar-benar melakukannya?” mata Leeteuk terbelalak lebar. Melihat Eunhyuk menganggukkan kepala, ia meninggikan nada suara. “Ya! Kau tidak akan bisa melakukan apa-apa pada Jiyoo! Jangan mengganggunya lagi!”

“Hyung, kau kenapa?” Eunhyuk terlalu terkejut dengan suara tinggi Leeteuk.

Leeteuk memalingkan pandangannya. “Tidak ada. Pokoknya jangan mengganggunya lagi. Apapun yang kau lakukan, percuma.”

“Hyung belum tahu hasil akhirnya kan? Aku bisa melakukan sesuatu pada Jiyoo,” tegas Eunhyuk.

“Aku sudah tahu. Dia hanya akan semakin ketakutan tiap melihatmu, jadi hentikan apapun usaha yang sedang kau lakukan,” Leeteuk menatap Eunhyuk lekat-lekat.

Eunhyuk mengernyitkan alis lalu tersenyum samar. “Hyung mulai menyukainya..”

“Mworago?”

“Hyung menyukai Jiyoo. Sikap hyung ini terlalu jelas di mataku. Hyung bukan mau melindunginya dariku, hyung hanya takut Jiyoo akan jatuh cinta sekali lagi padaku,” ucap Eunhyuk.

Leeteuk mengepalkan tangannya. “Kau.. tidak tahu apa-apa.”

“Aku tahu. Aku tahu Jiyoo sudah punya kedudukan yang sama dalam diri kita. Hyung dan aku menyukainya,” Eunhyuk bangkit setelah berhasil menyimpulkan maksud Leeteuk mengajaknya duduk bersama.

“Kau salah. Aku hanya tidak mau Jiyoo terluka lagi. Apa kau sadar kejadian yang dulu menimpanya itu karena siapa?” bisik Leeteuk. “Itu semua karena satu nama. Satu nama yang selalu dipujanya. Lee Hyukjae.”

Eunhyuk menelan ludah, mencoba mengelak dari semua tuduhan yang sama sekali tidak bisa ia bantah. Tapi ia gagal. Semua itu benar. Choi Jiyoo mengalami masa-masa buruk karena dirinya.

Setelah bisa menarik napas, Eunhyuk membuka mulut. “Karena itu akan kusembuhkan dia dengan caraku.”

Kali ini Leeteuk yang diam. Ia tahu cara Eunhyuk sudah hampir berhasil. Jiyoo sudah bisa tersenyum seperti tadi pagi. Senyuman paling tulus yang belum penah gadis itu tunjukkan.

Eunhyuk berhenti di depan pintu lalu berbalik. “Hyung sudah janji tidak akan ikut campur dengan caraku. Tepati itu.”

Bibir Leeteuk terkunci, seolah tak ada tenaga bahkan untuk sekedar membukanya. Diam-diam ia memikirkan ucapan Eunhyuk. Apa ia memang menyukai Jiyoo?

—-

Aku tidak percaya ini! Sama sekali tidak pernah terpikir olehku kalau Teuk hyung bisa menyukai Jiyoo. Kali ini aku benar-benar gentar. Kurasa sekeras apapun usahaku pada Jiyoo tidak akan berarti apa-apa dibanding dengan semua perhatian Teuk hyung padanya.

“Aish.. seharusnya aku sudah memperhitungkan hal ini!” kujambak rambutku, frustasi.

Langkah kakiku gontai saat masuk ke dalam kamar. Aku langsung menemukan tumpukan kertas ungu yang masih berserakan disana. Napasku terasa berat. Seharusnya aku bisa menyelesaikan misiku ini tanpa gangguan.

“Kalau saja Teuk hyung bisa mendukungku, kurasa bisa lebih mudah membuat Jiyoo mengenalku sekali lagi,” ucapku asal.

Benar. Dari awal aku sangat berharap pada sisa-sisa perasaan Jiyoo padaku. Setidaknya ia bisa menyukaiku untuk kedua kalinya. Tapi sekarang ada Teuk hyung, lelaki yang bahkan lebih setia di sampingnya. Mendadak dadaku terasa kosong. Sepertinya aku hanya akan bertindak bodoh kalau meneruskan semua ini.

Tapi aku kembali menatap lembaran kertas-kertas ungu di depanku. Otakku memutar kembali wajah Jiyoo yang tersenyum. Aku mengambil selembar kertas ungu. “Siapa peduli? Aku memang bodoh.”

—-

-the next day-

“Huwaaaa~” mulutku menguap lebar. Mataku masih setengah terpejam. Aku mencoba melirik jam tangan. Pukul 6 pagi. Waktu yang selalu sama tiap aku datang ke depan rumah ini. Kuparkir mobilku cukup jauh dari rumah Jiyoo.

Aku memandangi amplop ungu yang kuletakkan di dashboard mobil. Ini surat ketiga yang baru kuselesaikan pukul 2 pagi. Bahkan aku tidak sempat memeriksa apa ada tulisanku yang salah disana. Aku terburu-buru menuju ke rumahnya, sangat tidak sabar melihat reaksi Jiyoo seperti kemarin.

Sekali lagi aku melirik jam tangan digitalku. “Sudah waktunya..”

Baru saja aku akan membuka pintu mobil saat mataku melihat mobil Audi silver yang kukenali. Mobil Teuk hyung menepi di depan pagar Jiyoo. Alisku mengernyit. Memangnya Teuk hyung ada jadwal pagi-pagi?

Untuk beberapa saat, aku hanya terus mengamati mobilnya. Aku sendiri bertanya-tanya kenapa Teuk hyung tidak segera turun dari sana.

Pertanyaanku terjawab. Teuk hyung keluar dari mobilnya membawa sekotak.. kue? Mataku terbelalak saat melihat ia mengeluarkan sebuah.. BUKET BUNGA?

“Teuk hyung benar-benar mau bersaing denganku ya?” gumamku kesal.

Tanganku menggenggam setir erat-erat, seolah melampiaskan kekesalanku disana. Dugaanku semalam sama sekali tidak meleset. Teuk hyung memang menyukai Choi Jiyoo. Jiyoo-ku.

-TBC-

====================

Entah gimana malah mulai memunculkan cinta segitiga, again. *sigh* Kayanya emang kurang pas kalo ga ada yang ngerebutin Jiyoo. *plakk*

Maaf mengecewakan. Yahh~ beginilahh.. *pasrah*

Bakal telat apdet lagi, jadwal menggila. Yahh~ 80% karena jadwal sekolah, 20% karena Silent Reader.😛 Jangan salahin author kalo ga bakal apdet apa-apa lagi yaa. *lambai2*

PS: comments (anger, disappointment, critics, etc) still needed.🙂

89 thoughts on “Violetter #5

  1. YAK, DONGSAENG!!!!!!OMO,cinta segitiga????????Kan kasian Teukie oppa nya!!!Tega sekali!!!! Wah,mana lanjutannya masih lama lg!Astganaga,aku harus beli donor kesabaran,nih!Ada yg jual g,ya?Ckckck…
    Dan…magnae iblis?Suamiku magnae iblis?Huh,aku g bisa ngamuk,soalnya itu emg kenyataan!Hoa…beneran masih lama ya lanjutannya?

    • Ga tau tuhh, lagi demen bikin segitiga2an.😄
      Masihh agak lama kayanya.. Aku kan sibuk *plakk* Ga ding, lagi males nulis aja..
      Kyu kan emang iblis, vampire, demit de el el *dijeburin ke jurang*

      Laaaamaa~ lagi sensi soalnya. ><
      Makasih uda baca.🙂

  2. eonnii~ pagi” lgsg buka laptop… JJAJAAN~!!! ketemu deh ff nii lagi~ (lgsg nari” gaje)
    yah… teuki ahjussi ganggu aja deh..(dibantai istri eeteuk gra” nyebut ahjussi)
    Jiyoo eonni~ bukalah hatimu sekali lgiii~
    Eunhyuk oppa benar” mencintaimuuu~ Jangan diragukan lgi, kasihan tuh..
    Lastly.. LANJUTKAN EONN!!! (tetep deh, kata” standar saia..)

    • Ahjussi?? Aigoo~ tuki kan cuma jarak 10 taon ama onnie. Dia awet mudaaa~~~😄
      JiHyuk fighting! (?)

      Lanjutannya mungkin agak sangat lama. (?) Yahh, gitulah. ><
      Makasihh uda baca yaa~😀

  3. lg seru2nya baca eh malah tbc….jgn lama shel updatenya yuaaa….
    wahhhh tak d sangka teuki juga ska ma jiyoo….
    ayo unyuk,,,ambil jiyoo lg…hohohoho

  4. Waooo~
    sama sekali ga kebaca kalo bakalan ada cinta segitiga!
    Teuk, wae?? X((
    *nunjuk ke atas*
    Poster baru lagi?? ^^
    Yang official yang mana? *gapen*
    Update updaaate~ ^^

  5. aaaahhh…
    si Teukie ngerusuh!!!
    ckckckckck, saya JiHyuk shipper Ahjussi… #plakk
    ayolah jangan ganggu mereka berdua, biar mereka berdua bahagia…

    silent reader muncullah…
    apa susahnya sih tinggal komen doang, authornya balesin kok…
    gak ush malu…
    author juga perlu masukan, kritik, dan saran…

    couple, lanjuuuut!

    • Ihh.. kenapa semuanya manggil tuki ahjussi? Dia kan cuma selisih 10 taon ama aku. -.-
      Hahaha~ ayo tunjukan dukungan onnie pada JiHyuk.😄

      Ho’oh~ aku juga uda senewen ama SR.. Padahal kan aku seneng ngobrol ama reader-ku. *noel2 unyuk (?)*
      Mungkiiin aku tak cukup menyenangkan. :(\

      Iyaa, mudah2an bisa lanjut. ><
      Makasih uda baca onn~~😀

  6. Huwooo jadi bnran nih bkal ada love triangle antar jiyoo-hyuk-teuk? aduh gmana si teuk oppa awalnya kan niatnya mau jd mak comblang huhuhu gangguin konsentrasi kunyuk bwt ngembaliin jiyoo kek dulu aja >.<

    mau hiatus ya shel? ya bkal lama lg donk nungguin part slanjutnya, tp yaudah skul lbh ptg, fokus ke skolah aja dulu.. aq mah bkal stia nunggu lanjutan2 ff kamu… *tp jgn kelamaan jg sih kekeke*

    • Lha, lha, lha, pada nyalahin tuki.😄 *malah nyengir*
      Hyuk kan suka modal nekat, tetep ngejar Jiyoo. XDD

      Iyaa, skul sangat amat penting.😦 Makanya mesti ngatur waktu yg bener. Tapi tetep diusahain nulis kok.🙂
      Kalo kira2 kelamaan hiatusnya, tolong diingetin yaa~ Takut kebablasan.😄
      Makasih uda baca~😀

  7. teuki oppa!!!! udah dibilangin jug, jiyoo tuh udah ma hyuk oppa,, dirimu mundur aja daripada sakit hati.. biar dongsaengmu ini cari yeoja lain buat oppa… oke???
    Hyuk-a! berjuang!!!!!
    Donghae-ya, dukung couple-mu!!

    shela~~ kenapa ada cinta segitiga-nya???? kesian oppa-ku… ;(

    • Hahaha~~ iya, tolong cariin cewek laen ya buat tuki, onn.😄
      Kenapa ada cinta segitiga? AKu juga bingung (?)
      Ga ding, cuma lagi kumat aja maruknya. Pingin deket2 ama oppa kesayanganku itu. *nunjuk2 tuki*

      Makasih uda baca yaa~😀

  8. wah wah teukie jadi naksir sama jiyoo juga.. makin seru aja ini ceritanya!
    jiyoo jangan mau ya sama teukie *dilempar leeteuk ke jurang hahaha* kasian itu eunhyuknya udah mati2 berusaha narik perhatianmu..
    teukie.. kamu sama aku aja sih (>///<) *ditabok kyuhyun*

    aaaa ada bbku *baca kyuhyun*
    ahahahaha dasar evil magnae gak sopan sama hyungmu.. sukurin dikatain sama hyungmu~ lol /plaaaaaak

    yah seriusan lanjutannya nanti lama ya? yah yah jangan dong *crying*
    eh saya nulis kebanyakan ternyata.. *hahaha gak sadar diri*

    • Yahh, didoain aja mudah2an Jiyoo uda ga normal dengan nolak tuki. Abs tuki kan menggoda. *ditalak unyuk*
      Iyaa, ada bb-mu.😄 Dia lagi sering aku pake jadi figuran, membantu rating The Chastain’s (?)

      Lamaan dikit kayanya. Jangan lumutan ya nungguinnya. >< Apa daya authornya lagi sok sibuk. *plakk*
      Gapapa kebanyakan, aku suka bacanya.😄
      Makasihh banyak uda baca.😀

  9. cinta segitiga ?
    hhuah , jiyoo beruntung direbutin 2 cowok sekelas leeteuk ma eunhyuk .
    tapi mau saran aja , gak enak kalo di bikin cinta segi3 kalo di bikin sister complex aja gimana shel ? soalnya jiyoo khan pasti jadian ma eunhyuk khan kasihan nanti teukinya #alasangakmutu .

    nb : pesan buat silent reader , bertobatlah saudara saudara .

    • Beruntung dong. Siapa dulu authornya? *emang authornya aja yg genit. XD*
      Ng.. sister complex? Kan tar ujung2nya tetep tuki patah hati? Udahlah, tungguin aja ceritanya. Ada ide evil di kepalaku. XDD

      Makasih uda bca, makasih juga uda bantuin negor SR.😀

  10. Teuki da dantara jihyuk again?!
    Aigo,,
    eunhyuk oppa bjuang Lah..
    Aqw lbh mrestui jihyuk drpd jiteuk(aneh bgd namany iah)..
    Soalny teuki it pny aqw..
    Hhe
    *senyum” g jlz*

  11. aku gak ngerti, knpa sih isa menggambarkan detail ttg perasaan karakter ff nya?? aku baca violetter 1-5, kerasa bgd perasaannya. bhkan smpe ikut2an ngerasain nyeri-nya. *lebay gak sih? tp beneran kerasa kok* ehehehe.
    maap ya, komennya lgsg di violetter 5 nya. bacanya jg cepet2 ini tadi. abis komen ke The Chastain’s lgsg masuk sini lg ninggalin jejak. hihi.
    tugas saia menumpuk banyak. *knp jd curhat?*
    lanjutannya jgn lama2 yaaa~~

  12. walaupun ngerebutinnya seputar teuki-jiyoo-eunhyuk tetep aja seru.
    tapi, eon biar lebih ribet-dan-ruwet-bikin-reader-penasaran-gregetan-setengah-mampus, mungkin lebih baik ganti yg lain. jangan teuki lagi. dipaksain gitu masuk tokoh lain yg setara sm teuki-eunyuk biar lebih gimanaaaa gitu.

      • oya, eonni. eonni kan pinter tuh ngarang cerita. bisa ga bikin cerita yang intinya begini–> ‘memilih logika, kau tak berperasaan. memilih perasaan, kau termakan nafsu. jika kau berhenti, kau bukan manusia lagi. jika kau teruskan, kau iblis. intinya kau terjebak. kau diam atau memilih, tetap saja kau tersiksa.’

        kalo violetter kan (dari sudut pandang jiyoo) kalo milih logika, perasaannya mungkin sakit, dan lama lama bisa disembuhkan. kalo yg kondisinya kaya’ yg aku bilang tadi, ntar jadinya gimana, eon? bisa ga ngarang ceritanya? biar lebih waaaah gitu. aku ga bakat nulis, cuma bisa ngasih ide aja.

      • Waduhh~ idenya menarik tuh. Tapi sayangnya belum ada waktu ngerjain FF baru. Lagi sibuk kelas 3 soalnya. Mungkin tar kalo dapet inspirasi ide detailnya bakal dikerjain.
        Doain aja yaa.🙂
        Makasihh buat idenya.

        Mudah2an bisa merealisasikan ide kamu. Thanks a lot. *bow*🙂

  13. Huwaa..sebenernya uda baca dr tadi siang,tp baru smpet komen..hehe..
    *bakat jd silent reader*
    ^^v
    cinta segitiga lg??
    Aigo..authornya emg suka maruk ya..=.=a
    lg2 asik2 baca,malah tbc..huftt…

    Btw,poster jiyoo nya keakx cntikan yg sbelumx deh,tp unyuk lebh keren yg ini..kekeke

    • Hehh~ pingin nyari ribut ya, sok2an jadi SR??

      Iyaa dong, manfaatkan semua member super junior.
      Tar lama2 aku gilir cinta segitiganya, unyuk-kibum gitu kapan2.😛

      O ya? bagusan yg sebelumnya? padahal aku suka yg ini.😄
      Makasih uda baca yaa~😀

  14. wah keluar juga lanjoootannya
    setelah seharian rebutan lptop akhirnya bisa baca nie ff
    heheheheh~ga penting ~
    wah kasian bgt ahjussi nya(ikut-ikutan ach ……. *digetok readers*)
    jd bnyak yg nyalahin pdhal mau jd phlwan …….
    hayo shel kau harus bertanggung jwab…..
    karena perusakan image teuki oppa……..
    heheheheh
    gejex diriku
    kalo cerita romance tnpa cnta sgitaga bgai syur tnpa garam…….(halah apaan sich gapen)
    suka …… ayo dilanjoootkhan

  15. *ketawa keras, guling2 di lantai*
    Akhirnya! Oh akhirnya! Cinta segitiga dimulai,,
    Aku suka ada perang2an kayak gini, hehe
    Ayo she’ll, buat hyuk agak menderita lagi, biar dia ngerasain yg namanya neraka dunia *ketularan evilnya kyu*
    Hehehe

    • Jyahh~ dirimu menantikan cinta segitiga yak?? -.-‘
      Perang2an? dikira ini FF action?😄

      Tenang aja, dia uda sering aku bikin menderita.
      Sapa suruh tu teri doyan cari masalah. -.-v

      Makasih uda baca.😀

  16. lanjutkan….aku suka sekali….tapi knapa teuki adjusi mesti ikut2an suka ma jiyoo…kasihan eunhyuk….JiHyuk Shipper JJang….!!!!

  17. jiah………. kok cinta segitiga seh????
    mo nyaingin sinetron ya?? hahahahahhaha tak apalah selama second guynya bukan kibum hohohohohoho….

    btw, tumben critanya pendek???
    critanya tetep bikin penasaran en gw tunggu cara eunyuk yg ga biasa buat memenangkan hati jiyoo..

    keep writting dear ^__^

    • Yaa ga lahh, FF-ku emang rata2 suka segitiga2an. Demen aku~😄
      Jyahh.. aku ga napsu ama kibum, onn. Yg bikin nepsong cuma unyuk, tuki, ama umin. ><

      pendek ya? Padahal ini yg paling panjang diantara violetter yg laen. -.-'
      Makasihh uda baca yaa~😀

  18. yaaah lagilagi eunhyuk saingannya leeteuk hahaha~
    lanjut onn! makin penasaran….the chastain’s ditunggu juga yaaa :)))))))))

  19. cinta segi3 Asek *yah mlh snang* keren onn crta cinta segi3x mantab abisx klau gak ad saingan ksnx unyuk mndrita. truskan klau ada sainganx usaha unyuk untk dptin jiyoo jdi lbh keras

    • Ihh~ demen amat sihh gigit2 orang? Mentang2 aku empuk ya? (?)
      Iyaa.. emang Jiyoo cuma buat unyuk.. *peluk2 unyuk*
      Ngek~ ada yg selingkuh!! Urusinn aja mas Eviil, itu tuki kan kakak kesayangankuu~~😄

      Semangat~!! Makasihh mbak~~~😀

  20. aaaaaaa monyet teri bisa romantis juga ternyata *o* /blushing
    om teuk jadi pengganggu ah😥
    *manjat ke part 6* *halah! lebay kumat*

  21. Omo….. Teuk oa dah lupa kedydukan kakak…. Saat hati berkata …. Sahabt oun jafi org yg di cint……
    si hyuk ama jiyoo sama sama konuol plus pabo kekekeke.. Lanjuuuttt

  22. hhaha, pengen ketawa dulu, abis baca surat2 hyuk..

    nah, loh teuki ku (?) mulai selingkuh..
    anndweeeeeee..

    biarin JiHyuk aja, teuki punyaku..
    =__=

  23. Cinta segitiga… cinta segitiga.. *muter-muter bareng kyu sambil joget gak jelas
    Hayoloh Hyukie, sainganmu kuat tuh.. Tetep usaha buat ngedapetin hati Choi Jiyoo walaupun aku yakin hati Jiyoo cuma buat kamu kok.. *gombalkambuh
    Pokoknya, PENASARAAAAAAAAANNNNNN

  24. cinta segitiga???
    *antara aku͵kau dan Hyung*

    Jiaaahhhhh.. berasa juduL sinetron.
    tp aku ttp dkung eunhyuk Lah…
    FightiNg^^oppa

  25. kekkeke~ akhirnya ketahuan juga~
    manis juga cara hyukjae mengobati jiyoo~
    mudah2an aja berhasil….
    Itu teuk oppa maksa banget yak…
    suka aja bilang knapa -_-

    hah… capcus ke part 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s