Cherry’s Love 3/3 -season 2-


====================

-previously-

“Pegang tanganku,” ucapnya. Minho menarik tangan Cherry dan mengajaknya berlari menuju motornya. “Naik.”

Cherry menurut, entah kenapa ia bisa langsung menurut pada perintah Minho. Ia memeluk pinggang Minho erat. Motor itu meninggalkan para paparazzi itu di belakang.

Seharusnya Cherry tenang saat ia sudah tidak lagi berada dalam kerumunan paparazzi tadi, tapi ketakutannya malah meledak. Tubuhnya bergetar, Cherry mulai menangis. Ia mengeratkan pelukannya pada Minho dan memejamkan mata. Ketenangan mulai menjalari tubuh Cherry saat Minho memegang tangannya. Minho tahu gadis itu menangis tapi ia tidak mau memastikannya. Ia terlalu takut pada hal itu.

Cherry kembali memijat pelipisnya. Sakit kepalanya tidak mau hilang sejak pagi tadi. Ditambah lagi keadaan yang memburuk memaksa otak kecilnya terus berpikir keras. Minho memiringkan kepala, “Kau baik-baik saja?”

“Ng?” Cherry menoleh lalu tersenyum tipis. “Baik. Tapi kurasa karir kita tidak akan baik.” Ia mendesah, “Bagaimana kalau masalah ini menyeret perusahaanmu?”

Minho memandangi gadis di sampingnya dengan tajam. “Kenapa harus itu yang kau khawatirkan?” Tangannya menempel di kening Cherry. “Kau demam ya?”

Mendengar ucapan Minho, Cherry langsung memeriksa kedua pipinya. Ia mengembuskan napas berat. “Sejak pagi aku memang agak kurang sehat. Tapi aku ba-“

“Tidak,” potong Minho. Cherry mengernyitkan alis. “Kau tidak baik-baik saja.” Minho memandang sekeliling. “Dimana kita akan menginap malam ini?”

Cherry mengikuti arah pandangan Minho. Sejenak kemudian matanya menyipit. Ia sama sekali tidak tahu tempat apa ini. Minho menghentikan motornya dan menepi saat menemukan sebuah tempat pengisian bensin. Matahari sudah mulai tenggelam dan dinginnya malam musim salju sudah terasa. Cherry mengusap-usap telapaknya yang beku.

“Apa.. kita tidak bisa kembali saja?” tanya Cherry yang mulai takut.

Minho menoleh. “Kau mau pulang? Sudah tahu bagaimana cara menangani para paparazzi itu?” Melihat Cherry menggeleng, Minho mendesah. “Lalu kenapa malah mau pulang?”

“Ani, maksudku kau saja yang pulang. Kau bisa membuat perusahaanmu bingung,” kilah Cherry. Kemudian ia tersenyum, “Lagipula aku bisa sembunyi dulu di sekitar sini sampai semuanya tenang.”

“Bodoh,” gumam Minho.

Cherry mengangkat alis, nyaris kesal karena perkataan Minho. “Apa kau bilang? Bodoh? Siapa yang kau bilang bodoh?”

Memandang gadis di sebelahnya yang kesal, Minho tertawa. “Kau. Siapa lagi?” Cherry merengut, memalingkan wajah dari lelaki di sampingnya. “Jangan selalu terpaksa tersenyum seperti tadi.”

“Ng?”

“Sejak tadi senyummu itu palsu, kau tahu tidak?” Minho menunjuk bibir Cherry.

Cherry berkilah, “A-ani. Siapa yang terpaksa? Senyumku kan memang seperti ini.”

“Kau tahu tidak, aku selalu memperhatikan setiap ekspresi wajahmu. Aku sangat mengenalmu,” ucap Minho sambil terus mengamati wajah Cherry.

“Bohong~~~” Cherry mengerucutkan bibirnya. Kemudian ia melirik Minho, “Mana mungkin ada pria super romantis begitu di Seoul?”

“Ada. Ada satu di sampingmu,” Minho menempelkan telapaknya ke depan dada. “Namanya Choi Minho.”

Cherry memutar bola mata dan mencibir. “Kau itu memang benar-benar pintar bicara. Sudah berapa gadis yang kau dapat menggunakan cara ini?”

Kepala Minho menggeleng. “Belum ada. Tapi sebentar lagi akan ada satu. Namanya Park Chaeri.”

Mendengar ucapan Minho, Cherry menoleh pada lelaki itu lalu tertawa. “Aku bukan gadis yang suka kata-kata sok romantis begitu. Cari saja cara lain.”

“Apa ini artinya kau mulai memperhitungkanku?” selidik Minho.

Minho terus mengamati wajah Cherry, berharap ia bisa membaca setiap perubahan mimik muka gadis itu. Cherry membuka mulut, “Aku.. memang sudah memperhitungkanmu, sejak malam itu.”

Mata mereka terarah lurus satu sama lain, mengabaikan hembusan angin yang mengganas. Buku-buku tangan Cherry memutih karena dingin, tapi gadis itu sama sekali tidak merasakannya. Tatapan dari lelaki di sampingnya ini sudah bisa menghangatkan tubuhnya.

“Kau.. sedang bercanda ya?” tanya Minho tiba-tiba.

Cherry tertawa. “Sediiiiikit lelucon bisa membuat kita lebih akrab, Choi Minho-ssi. Benar kan?”

“Perasaanku itu sama sekali bukan lelucon, Park Chaeri-ssi,” lirih Minho. Ia beranjak bangkit tapi lengannya ditahan Cherry. “Apa?”

“Mau kemana?” tanya Cherry. Minho menunjuk motornya tanpa menjawab. Cherry mengamati wajah Minho, “Kau marah?”

Minho memalingkan wajahnya dari Cherry. “Ani.”

“Kalaupun kau marah, aku tidak akan minta maaf,” ujar Cherry sambil melepaskan lengan Minho, membuat Minho berjalan meninggalkannya. Cherry berbisik, “Kau.. bilang tadi kau sangat mengenalku kan? “

Onew berjalan mondar-mandir tanpa sadar semua member SHINee sedang memperhatikannya. Otaknya sibuk berpikir dimana makhluk nekat bernama Choi Minho itu membawa kabur aktris muda, Cherry.

“Ponselnya mati, sama sekali tidak memberi kabar apa-apa,” gerutunya. “Anak itu cari mati.”

“Kira-kira Minho hyung dan Cherry noona pergi kemana ya?” gumam Taemin.

Onew mendesah. “Molla, molla! Aku bisa gila kalau begini terus!” Kemudian ia menoleh ke arah Key, “Apa yang harus kulakukan?”

Yang ditanya hanya mengangkat bahu. “Perusahaan sedang mencari jalan untuk masalah ini. Jadi kurasa kita hanya harus menunggu.”

“Lagipula,” sahut Taemin, membuatnya mendadak jadi pusat perhatian. “Coba pikirkan bagaimana senangnya Minho hyung saat ini. Berdua bersama Cherry noona, dia pasti hampir meledak karena terlalu senang.”

Onew merengut. “Ya~ dia memang senang, tapi aku disini kerepotan.” Ia menghela napas berat. “Aish.. dasar tuan muda Choi!”

Jonghyun terkekeh melihat Onew yang kesal sendiri. “Hanya satu kali ini Minho berbuat masalah. Biarkan saja dia dan Cherry bermain dengan senang seharian penuh.” Ucapannya disambut dengan lirikan jahil Key. Mereka berdua tersenyum aneh.

“Ng,” Taemin menatap kedua hyung-nya bergantian. “Memangnya Minho hyung dan Cherry noona akan bermain apa?”

“Lee Taemin, tutup telingamu rapat-rapat,” perintah Onew. Ia melayangkan pandangan galak ke arah JongKey, “Jangan merusak Taeminie.”

Key mendengus, sementara Jonghyun menyeringai lebar. “Taemin-ah, mereka akan bermain permainan yang menyenangkan.”

“Jinjja?” mata Taemin melebar. Sedetik berikutnya, Onew menjitak kepalanya. “Saaaaaaakit, hyung~~~”

@nite

Cherry mengeratkan pelukan mantel tebal ke tubuhnya. Tangannya mulai menggosok-gosok mencari kehangatan, tapi sepertinya ia malah merasa makin beku. Dengan cepat, Minho meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat. “Ya~ mwo hae?” pekik Cherry.

“Menghangatkanmu,” ujar Minho tanpa mengendurkan genggamannya. “Aku yang sudah mengajakmu kabur sampai kau harus kedinginan di luar begini. Mianhae.”

Mata Cherry mengerjap beberapa kali. Tapi ia tetap membiarkan tangan Minho menghangatkannya. “Ani, aku.. senang.”

“Ng?”

“Aku senang bisa kabur seperti ini. Rasanya seluruh paru-paruku terisi penuh dengan oksigen,” Cherry tersenyum lebar sambil memandang Minho. “Hatiku bahkan nyaris meledak saking senangnya!”

Minho memperhatikan setiap inci wajah gadis itu, berusaha mengabadikan semua ekspresi kebahagiaan Cherry. “Kau tidak mau kembali?”

Gadis itu tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya kepalanya mengangguk mantap. “Kalau bisa, aku mau terus disini. Aku senang saat-“ Cherry berdeham, “saat bisa bebas.”

Kemudian Cherry diam. Ada rasa kecewa yang menghampiri Minho. Sedetik sebelumnya ia berharap kalau gadis itu akan bilang ia senang saat bersamanya, sama seperti dia yang selalu bahagia setiap berada di samping Cherry. Tapi sepertinya itu hanya harapan kosong.

“Apa aku boleh bertanya?” ujar Minho tiba-tiba, tetap menggenggam tangan Cherry erat. Alis Cherry terangkat. “Kau dan Hyuk hyung, apa masih saling.. suka?”

“Pertanyaan apa itu?” dengus Cherry. “Kami sudah tamat, ending, alias putus. Mau apa lagi?”

Minho melepaskan genggamannya dan mengusap pipi Cherry dengan cepat. “Kau.. apa kau masih menyukainya?”

Jantung Cherry nyaris berhenti berdetak. Bahkan sentuhan tangan Minho di wajahnya membuat gadis itu lupa bernapas. “W-wae? Kenapa kau mau tahu?”

“Kau tidak tahu?” Minho menatap jauh ke dalam mata Cherry. Gadis di depannya menggeleng lambat-lambat. Mereka hanya diam, terlalu diam sampai Minho bisa mendengar debaran jantungnya sendiri. Ia merengkuh wajah mungil Cherry, berusaha membuatnya lebih dekat. Matanya terpejam hingga hanya hembusan napas Cherry yang menerpa wajahnya.

Cherry tahu ia tidak sedang bermimpi. Sentuhan Minho yang seharusnya terasa dingin di pipinya malah membuat wajahnya panas. Jantungnya nyaris melompat keluar dan napasnya mulai tak beraturan. Ini semua terlalu nyata.

Ia bisa melihat Minho memejamkan mata dan menarik wajahnya mendekat. Cherry menggigit bibir tapi akhirnya mengikuti nalurinya dengan menutup matanya rapat-rapat. Cherry tidak keberatan, ia sama sekali tidak merasa takut untuk menerima ciuman Minho. Sebaliknya, hatinya hampir seperti menari-nari saat ini.

Detik berikutnya, ia merasa bibir itu sudah menyentuh bibirnya. Jantungnya kembali memberontak, terlalu kacau dan berantakan. Tangan Cherry mengusap wajah Minho di depannya. Ciuman itu sama seperti ciuman mereka sebelumnya, nyaris lembut dan hangat.

Minho melepaskan ciumannya dan menatap Cherry lagi. “Sekarang kau tahu?”

“Aku.. tahu. Aku tidak akan bertanya lagi,” Cherry balas memandangi lelaki itu dengan air mata menggantung di sudut matanya. Ia segera mengusapnya dengan punggung tangan saat sadar Minho melihat air mata itu.

“Lalu kenapa menangis?” tanya Minho cemas.

Cherry berusaha tersenyum tapi sia-sia. Sekarang ia hanya tampak menyeringai aneh. “Aku memang selalu gampang menangis. Tapi.. aku senang.”

“Kau senang karena kau bebas?”

“Aku senang karena aku sudah menemukanmu, kurasa,” kilah Cherry. Ia menempelkan kedua telapaknya ke pipi, menahan panas yang menjalari wajahnya.

Minho mengernyitkan alis. “Tadi siang kau masih bisa mempermainkan perasaanku, Park Chaeri. Jadi aku butuh sesuatu yang serius dan bukan lelucon.”

“Tadi siang?” Cherry berpikir lama lalu tergelak. “Itu bukan lelucon. Itu serius. Tapi tadi.. kurasa aku masih belum yakin.”

“Sekarang?”

Cherry mengecup bibir Minho sekali lagi. Kali ini dengan kecepatan cahaya. “Sangat yakin.”

“Kenapa kau bisa yakin secepat itu?” pertanyaan Minho mengalir seperti arus sungai yang deras. Lelaki itu merasa harus menanyakan semuanya sampai ia puas. Cherry sudah membuatnya hampir gila. “Apa yang membuatmu yakin?”

“Ng.. apa ya,” Cherry tampak berpikir keras. “Apa menurutmu ini bukan masalah waktu? Aku tidak punya jawaban yang tepat untukmu. Jadi kau bisa jawab sendiri.”

“Mwoya? Aku serius, aku takut kau akan berubah lagi, secepat kau yakin padaku seperti saat ini,” omel Minho.

Cherry terkekeh lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Minho. “Saat ini aku tidak punya alasan untuk berubah pikiran.” Minho mendengus kecil, Cherry mendongak. “Besok dan seterusnya juga. Belum, bukan, tidak akan ada yang bisa merubah itu.”

Lelaki itu mengerutkan kening. “Apa yang membuatmu bisa berkata begitu?”

“Takdir dan hatimu yang bilang begitu,” ucap Cherry. “Semua yang membuat kita bertemu itu takdir, dan aku tidak bisa merubah hal itu. Lalu hatimu, hatimu tahu bagaimana menjagaku dan takdir kita. Jadi kurasa hatimu bisa menjaga agar takdirku yang sudah mencintaimu untuk jangka waktu yang tidak terbatas.”

Alis Minho masih terangkat. Ia menggaruk kepalanya. “Bisa jelaskan dengan lebih mudah?”

Cherry memutar bola matanya lalu berdecak. “Lupakan saja. Yang penting sekarang kau tahu aku tidak akan berubah.”

Minho tetap menunjukkan pandangan bingung. Sementara Cherry mengabaikannya dan tersenyum simpul. Ia tidak punya gambaran lain untuk menjelaskan bagaimana lelaki itu mengambilalih dunianya. Cherry tergugah oleh semua milik Minho. Bagaimana Minho mencintainya dengan hati-hati dan cara Minho selalu menghangatkan potongan hatinya yang nyaris beku.

-three weeks later-

Cherry merengut kesal memandangi layar laptop di depannya. SHINee Minho dan SNSD Yuri Memakai Gelang yang Sama? Ia hanya bisa menarik napas berat. Tangannya meraih ponsel yang tergeletak di tepi ranjang. Cherry menimbang-nimbang, lalu akhirnya menelepon juga.

Terdengar nada sambung agak lama, membuat Cherry tidak sabar. “Aish.. cepat angk-“

“Yeoboseyo?” sahut suara di ujung telepon.

Luapan rasa sejuk memenuhi rongga dadanya. Tapi ia masih punya banyak waktu untuk bersyukur soal itu. Cherry teringat tulisan di layar tadi. “Kau dan Yuri eonni ada di artikel gosip, lagi.”

“Jinjja? Berita yang sama?” tanya Minho santai, Cherry hampir membanting ponselnya saat ini juga.

Cherry menganggukkan kepala tapi segera sadar kalau lelaki itu tidak bisa melihatnya. “Ne. Kau senang ya?”

“Ng.. lumayan. Ini skandal terbesar yang pernah kudapat,” ujar Minho lagi. Kali ini Cherry sangat ingin melempar lelaki itu dengan ponsel di tangannya. “Wae? Kau cemburu? Lagi?”

“K-kapan aku pernah cemburu dengan berita ini? Aku hanya..,” ucapan Cherry tertahan. Ia sama sekali tidak bisa menemukan jawaban yang benar.

Minho tahu gadis itu cemburu dan merasa itu adalah hiburan yang langka. “Geurae? Kau tidak cemburu? Ah, kalau begitu aku harus minta Yuri noona terus memakai gelang itu.”

“ANDWAE! Ya~ Choi Minho, kau mengajakku berkelahi?” ujar Cherry sarkatis. Tapi kemudian ia buru-buru mengatur nada suaranya saat mendengar suara tawa Minho. “Kau mempermainkanku ya?”

“Sedikit,” Minho masih menahan tawanya. “Kau sudah setuju dengan skandal ini kan? Jadi bersabarlah sedikit lagi.”

Tarikan napas Cherry menjadi berat. “Aku tahu, aku tahu. Tapi aku juga bisa gila kalau begini. Bayangkan saja, hampir dua minggu lebih beritamu dan Yuri eonni muncul di halaman pertama.”

“Mau bagaimana lagi?” Minho ikut-ikutan mendesah.

“Semua ini sudah menjadi masalah besar,” ucap petinggi SMe sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja kaca. Matanya terus memandangi kelima member SHINee. Detik berikutnya, ia menarik napas. “Mungkin untuk Cherry-yang semua ini tidak sulit, ia hanya tinggal membantah lalu menjaga jarak denganmu, Minho-ya.”

Minho mengerutkan kening lalu mengangguk paham. “Ye. Kurasa Cherry-ssi bisa mengatasi masalahnya. Jweisonghamnida, sajangnim.”

“Tidak ada jalan lain,” sang petinggi SMe itu mengusap-usap dagunya lalu kembali membuka mulut. “Skandal hanya bisa dilawan dengan skandal.”

Kelima member SHINee mengernyitkan alis, terutama Minho.

@SBS, Strong Heart

“Kaaaangsiiimjaaaang~~~” Kang Hodong membuka acara disambut dengan gemuruh tepuk tangan semua orang di studio. “Seunggi-ssi, kali ini seluruh tamu yang hadir disini sepertinya adalah para pembuat skandal.”

Seunggi memiringkan kepala. “Geuraeyo? Bagaimana bisa begitu?” Tapi kemudian ia menunjuk Cherry, “Ah, ada gadis yang mengawali dan mengakhiri kisah cintanya dari skandal, Cherry-ssi, annyeong haseyo.”

Bibir Cherry terangkat sedikit, sekedar tersenyum kecil. Ia menelan ludah dengan susah payah. “Annyeong haseyo.”

“Ada Cherry-ssi, lalu ada siapa lagi?” tanya Seunggi.

Kang Hodong mengibaskan tangan. “Eeiiii, kau tidak tahu berita yang baru? Yang ada di halaman utama dua minggu lalu.”

“Ah, gelang yang sama itu?” Seunggi mengangguk paham lalu mengalihkan matanya ke arah Minho. “SHINee Minho, annyeong haseyo.”

Minho melakukan hal yang sama dengan Cherry, tersenyum kecil. “Annyeong haseyo.”

“Tamu kita kali ini penuh dengan skandal. Jadi kali ini mereka harus menceritakan semua kebenaran dari skandal yang sudah muncul di kalangan netizen,” jelas Kang Hodong. “Tema kita kali ini: Aku benci skandal VS aku hidup dari skandal.”

Seunggi bertepuk tangan lalu berkata, “Tema yang menarik. Siapa yang akan mulai?” Matanya menemukan Simon D. “Sepertinya Supreme Team Simon D bisa mulai.”

Tepukan tangan penonton terdengar lagi, dilanjutkan dengan cerita Simon D tentang dia dan pacarnya sekarang. Lagi-lagi Cherry tidak tertarik mendengar cerita tamu lain. Kepalanya pusing, jadi ia hanya menunduk sambil memijat pelipisnya. Tahu Minho memperhatikannya, ia mendongak. Sudah tiga minggu sejak pengakuan cinta mereka, jadi ia baru bisa melihat lelaki itu disini. Dan perlu Cherry akui, entah bagaimana, ia sangat merindukan Minho.

Melihat Minho dan Cherry yang saling memandang, Seunggi berdeham. “Aigo.. sepertinya ada yang bisa menjadi penantang Strong Heart Simon D. Cherry-ssi dan Minho-ssi, siapa yang mau mulai lebih dulu?”

Mata Cherry melebar, sama sekali tidak tahu kalau ia akan langsung ditodong seperti ini. Mulut Cherry baru saja akan terbuka saat Minho mendahuluinya. “Aku saja.”

“Tulisan di papanmu, Skandal Yuri noona bersamaku membuatku hidup,” Kang Hodong menunjuk papan di samping Minho. “Apa kau dan Yuri-ssi benar-benar berkencan?”

Minho tersenyum. “Anieyo. Tidak seperti itu. Aku dan Yuri noona tidak ada hubungan apa-apa. Aku baru sadar kalau skandal itu memberiku sedikit kebahagiaan.”

Semua penonton berseru. Cherry tahu ia kesal, tapi ia menahannya setengah mati.

Setengah mati pula Minho menahan senyumannya. Ia melirik gadis itu tadi dan Minho tahu Cherry kesal. “Ng, kurasa banyak yang salah paham. Aku suka pada gadis lain sebelum dan saat skandal ini muncul.” Ucapannya membuat penonton terkejut lagi.

Kang Hodong mengernyitkan alis. “Ah, lalu apa maksudmu dengan skandal ini membuatmu hidup? Apa kau juga mulai menyukai Yuri-ssi dan melupakan gadis itu?”

Cherry menggigit bibir bawahnya. Bukannya ia tidak memikirkan kemungkinan yang satu itu. Tapi ia hanya takut kalau pikirannya itu malah jadi nyata, jadi ia tidak memikirkan apapun. Ia hanya bisa menarik napas panjang saat pikirannya disuarakan oleh Kang Hodong.

“Aniyo. Aku malah semakin tidak bisa melupakan gadis itu,” ujar Minho. Cherry reflek menoleh tapi ia segera mengendalikan diri. Minho tersenyum. “Selama tiga minggu terakhir, aku terus tenggelam dalam ketakutan, takut kalau gadis itu akan berubah pikiran padaku.”

Wajah Cherry terarah lurus ke depan tapi telinganya mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Minho. Dalam hati ia kesal, bagaimana bisa lelaki itu mengkhawatirkan hal sepele semacam itu?

Minho menunduk sebentar lalu melanjutkan. “Tapi pagi ini dia meneleponku, lagi. Aku tahu dia sudah cukup kecewa dengan berita dua minggu lalu, tapi kurasa tadi pagi adalah puncaknya.” Mata Minho berkedip satu kali. “Ia sedang takut, takut kehilanganku. Jadi kurasa aku merasa lebih hidup hanya dengan perasaan itu, tahu kalau gadis itu tidak akan pernah berubah.”

“Saaaaaangat romantis!” sela Leeteuk. Ia melirik Cherry sebentar sambil tersenyum.

Tepuk tangan dan teriakan penonton memenuhi ruangan. Seunggi segera melanjutkan ke targetnya yang berikut. “Cherry-ssi? Mau mulai dan mengalahkan cerita Minho-ssi?”

Tanpa sadar, Cherry tersenyum. “Ne, ng, papanku bertuliskan Lagi-lagi skandal menjadi awal cintaku.”

“Sepertinya menarik. Atau kau hanya mengulangi kisahmu yang dulu?” tebak Kang Hodong setengah bercanda.

“Aniyo, aniyo. Ini kisah baru, tapi aku juga heran kenapa semua kisah cintaku harus berawal dari skandal. Sepertinya semua orang menganggap ini lucu, tapi aku tidak suka dengan hal ini,” jelas Cherry. “Sekarang aku ingin berkata sekali lagi kalau ini adalah cinta baruku, yang untuk sekian kalinya hasil dari skandal.”

Seunggi mengernyitkan kening. “Jadi kau suka atau membenci skandal?”

“Aku suka,” jawab Cherry cepat, membuahkan lirikan tajam dari Minho. “Aku suka saat skandal itu membuatku mendapatkan cinta baru ini, tapi untuk selanjutnya kurasa aku tidak akan bisa suka lagi. Aku takut lelaki itu ragu padaku, padahal aku bisa memastikan kalau aku tidak akan berubah. Tidak sedikitpun.”

Penonton berteriak riuh, menggoda Cherry yang sekarang menunjukkan sisi kewanitaannya yang romantis. Kang Hodong bertanya lagi, “Kurasa kisah cintamu ini hasil dari skandal bersama Minho-ssi beberapa minggu yang lalu. Bagaimana tanggapanmu?”

“Ng, sepertinya begitu,” Cherry menoleh dan memandang Minho di sampingnya. “Sebelumnya aku minta maaf pada Minho-ssi yang sudah terlibat dalam skandal anehku itu.”

“Tapi sebenarnya kami juga sangat penasaran dengan skandal kalian. Kenapa Minho-ssi bisa muncul disana dan langsung membawamu pergi?” tanya Seunggi.

Bibir Cherry tertarik ke samping, membuat senyuman kecil disana. “Itu.. saat itu aku terlalu bingung menghadapi serangan paparazzi yang mengepung apartemenku kan, aku bahkan tidak tahu kalau Minho-ssi ada disana.”

“Aku disana untuk sebuah pemotretan dan wawancara. Tiba-tiba saat akan pulang, aku melihat kerumunan orang berkumpul mengelilingi Cherry-ssi, dan saat itu yang ada di kepalaku hanya bagaimana cara mengeluarkan dia dari sana,” jelas Minho. “Tapi aku terkejut setengah mati saat berita yang muncul malah jauh berbeda.”

Kang Hodong mengangguk-angguk. “Dari sanalah awal skandal aneh kalian. Sekarang bahkan kami sudah lupa kalau kalian tidak bercerita, karena setahuku kedua perusahaan sudah memberikan penjelasan, bukan begitu?”

“Dan sepertinya Minho-ssi lebih suka menggunakan gelang yang sama dengan Yuri-ssi,” sindir Seunggi.

Minho menggeleng sambil tersenyum. “Anieyo. Tolong jangan buat posisiku lebih sulit, hyung~”

“Arasseo, karena gadis yang tadi kau ceritakan kan?” tebak Seunggi, membuat Minho mengangguk cepat. “Ah, sepertinya Cherry-ssi dan Minho-ssi sama-sama mendapatkan cinta baru lewat skandal.”

Cherry mengibas-ibaskan tangannya. “Kali ini aku tidak mau hidup dari skandal. Orang itu akan hidup dalam takdir kami saja.” Ia menambahkan, “Aku juga harus berterima kasih pada Minho-ssi karena sudah membuatku mulai melihat orang itu.”

Minho menoleh ke arah Cherry cepat, menatapnya sejenak. Cherry membalas tatapannya lalu tersenyum.

“Haaah~ kalian nyaris membuatku terkena serangan jantung!” omel Leeteuk di ruang tunggunya bersama Cherry, Minho dan Eunhyuk.

Cherry nyengir lebar. “Memangnya oppa pikir apa yang akan kami ceritakan? Hal yang sebenarnya? Lalu apa artinya skandal Minho oppa?”

“Ng? Mworagoyo?” Eunhyuk menyipitkan mata. “Kau memanggilnya ‘oppa’ sekarang?”

“Ne, waeyo? Bukankah dia resmi jadi pacarku tiga minggu yang lalu?” mata Cherry melirik Minho sekilas. “Dan aku ingin memanggilnya dengan panggilan ‘Minho oppa’.”

“Kau bahkan tidak pernah memanggilku begitu,” dengus Eunhyuk. Kemudian ia memandang Cherry dan Minho bergantian. “Ya~ jangan terlalu serius begitu. Aku bercanda. Aku suka melihat kalian bersama. Geokjeonghajima~”

Minho mengembuskan napas panjang. “Hyung menakutiku. Kupikir aku harus melepaskan kekasihku yang baru saja genap tiga minggu ini kembali pada hyung.”

“Oppa pikir aku barang?” cibir Cherry kesal.

Leeteuk menengahi. “Jadi.. kalian akan pacaran diam-diam? Sama seperti Eunhyuk dulu?”

Mata Cherry dan Minho bertemu dan saling berkomunikasi. Kemudian Minho mengangguk. “Sepertinya begitu.”

“Hwaiting~ Minho-ya, jangan sampai kau sakit hati gara-gara adegan mesra gadis ini,” bisik Eunhyuk pelan.

Tapi telinga Cherry cukup tajam untuk mendengar hal itu. “Ya~ Minho oppa tidak kekanak-kanakan sepertimu!”

“Panggil aku ‘oppa’, bodoh~” tuntut Eunhyuk.

Cherry mendengus. “Arasseoyo, oppa bodoh~” Lalu ia mengeluarkan lidahnya. “Oppa bodoh, bagus kan nama barumu?”

“Aish.. kau jadi menyebalkan!” Eunhyuk bersiap mengejar Cherry sebelum Minho berdiri di depannya.

“Hyung, sekarang gadis itu adalah gadisku, jadi aku harus menjaganya baik-baik,” ucap Minho tenang. Eunhyuk tidak bisa menjawab apa-apa dan hanya diam sementara Cherry mengolok-oloknya dari balik tubuh jangkung Minho.

Tapi kemudian Minho menarik tangan Cherry. Gadis itu mendongak. “Mwoya?”

“Kau juga tidak boleh terlalu dekat dengan Hyuk hyung. Kalau tidak, aku bisa cemburu dan mulai membuat skandal lain dengan Yuri noona,” ancaman Minho membuat Cherry merengut.

Cherry mencibir, “Sana~ buat saja skandal yang banyak dengan Yuri eonni. Kau pikir aku peduli?”

“Geurae?” Minho menyenggol lengan Cherry, berusaha menggodanya. “Kau cemburu? Aku suka itu..”

“Siapa yang cemburu?”

“Kau, Park Chaeri-ssi.”

“Tidak. Sama sekali tidak!”

Leeteuk menarik lengan baju Eunhyuk. “Aku tidak suka melihat perkelahian pasangan seperti ini. Membuatku semakin merasa sedih.”

“Tenang saja, hyung. Malam ini akan kucarikan gadis cantik. Kaja~” Eunhyuk mengajak leadernya pergi menjauh dari pasangan baru yang masih saja berdebat.

-the next week-

Cherry mengerjap beberapa kali saat membaca artikel di internet. SHINee Jonghyun Berkencan dengan Shin Sekyung. Judulnya yang berukuran sedikit lebih besar dengan berita lain membuat perhatiannya hanya terarah kesana.

Ia lantas meraih ponsel dan menempelkannya ke telinga, menunggu jawaban. “Oppa dimana?”

Bel apartemennya berdenting dan Cherry langsung berlari kesana. Matanya melebar saat melihat Minho sudah ada di depan kamarnya. “Oppa~”

“Ada apa menyuruhku kesini?” Minho mengacak rambut Cherry pelan lalu melangkah masuk dan menyampirkan jaketnya.

“Ng, itu, aku baru baca kalau Jonghyun-i pacaran dengan Shin Sekyung. Apa itu benar?” Cherry bertanya langsung ke pointnya.

Minho mengangguk. “Wae?”

“Tidak, aku hanya bertanya,” ucap Cherry ragu. Tapi kemudian ia melanjutkan, “Kalau kita seperti mereka, apa yang akan terjadi?”

Lelaki di sampingnya itu menatap Cherry dengan pandangannya yang meneduhkan. “Menurutmu?”

“Ng, apa mungkin aku juga akan dicaci seperti itu? Atau aku akan membawa masalah untuk oppa dan SHINee?” tanya Cherry cemas.

Minho tampak berpikir sejenak lalu bertanya balik. “Kau mau kita pacaran terang-terangan?”

“Ingin..,” ucap Cherry. “Eh, tapi juga tidak. Aku tidak mau tertekan saat pacaran dengan oppa. Aku tahu aku tidak akan tahan selamanya pura-pura, tapi aku juga tidak mau membuat banyak orang sedih.”

Tangan Minho merengkuh wajah Cherry cepat. Sekarang wajah mungilnya hanya berjarak tiga senti dari Minho. “Anggap saja ini tantangan. Suatu saat nanti, tidak akan ada lagi hubungan pura-pura. Suatu saat nanti, Choi Minho ini akan mengumumkan hubungannya dengan aktris muda, Park Chaeri. Sampai saat itu tiba, apa kau bisa berjanji sesuatu?”

“Apa?” ucapan Cherry terbata, terlalu lemah hanya dengan jarak yang sangat dekat dengan Minho.

“Jangan berubah.” Minho menatap dalam ke arah mata gadis itu.

Cherry mengangguk pasrah, seolah mata Minho adalah kekuatan magis yang tidak bisa ditolak. Tapi kemudian ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “Anieyo! Aku tidak berubah, tidak akan berubah! Kenapa masih menyuruhku berjanji? Oppa tidak percaya?”

“Tidak,” ucapan Minho membuat Cherry menunduk kecewa. Minho menarik tubuh gadis itu semakin dekat. Ia mencium bibir Cherry cepat. “Aku tidak pernah setakut ini sebelumnya. Aku takut suatu saat nanti kau akan pergi, dengan skandalmu yang lain.”

“Ya~ Oppa tidak dengar ceritaku di Strong Heart? Sudah kubilang kan, aku tidak akan hidup dari skandal lagi. Sekarang aku hanya punya hidupku dan takdir untuk bersama seorang pria bernama Choi Minho, arasseo?”

Minho mengerutkan kening lalu tersenyum. “Aku suka janjimu ini.”

“Tapi..,” Cherry membuka mulutnya lagi. “Apa kita benar-benar tidak bisa seperti Jonghyun-i?”

Minho memutar bola matanya. “Aish.. kau mulai lagi. Aku tidak akan mendengarkanmu.” Ia menutup kedua telinganya rapat-rapat.

Sementara itu, Cherry terus merengek, “Ah~~ Oppa! Dengarkan aku!!”

-The End-

====================

Tamat~! Season 2 tamat. Sebelumnya, maaf kalo tiba-tiba ada pergantian main cast cowok. Soalnya uda mau mematenkan (?) Eunhyuk-Jiyoo couple, jadi terpaksa deh si Cherry dapet cowok laen.😄

50 thoughts on “Cherry’s Love 3/3 -season 2-

  1. hoaaaah daebak…
    akhirnya cherry putus daaah sama hyuk dapet minho…
    chukae… *sedih padahal*
    *hae nangis di pojokan*
    wakakakaka

  2. Cheho couple daebak! *gak kren bgt namanya*
    wkwk…
    Minho romantis bgt d,
    huaa..gak bsa ngmog apa2,tp aq paling suka ma ffmu yg ini eonn..hehe..
    Suka bgt pokokx,minho..minho…minho..>o<

  3. OMO!!! o.0
    Q suka bngt ma ff eonni yg nii….q sneng bngt bsa lhat MinRy couple brstu…

    Q tnggu season 3’y y eon,jgn lma”…. ^.^d

    • Jinjja? Makasiih yaa~😀
      Kamu lagi jadi MinRy shipper ya?😄

      Season 3nya mesti jaga jarak dulu. Kan biar banyak yg kangen ama Cherry’s Love <- ngeles, padahal ga ada ide.😄
      Makasihh again~ *bow*

  4. Gak ah…
    Aq lebh suka CheHo…xD *maksa*
    aigoo…bkn gt,maksudx aq paling suka ma ff yg ini.bkn brarti aq ga suka ma ff mu yg laen polaa..
    Aq suka smua ff mu kok,sumpah…^^

  5. uwa~ akhirnya jadian sama minho endingnya.. pas banget!
    lagi pula minho itu lebih dewasa pemikirannya daripada si eunhyuk /plaaaaaak
    hahaha udah eunhyuk sama jiyoo aja jangan sama yang lain xD
    itu si cherry nya malah jadi cemburuan kaya si eunhyuk dulu ya ahahaha..
    sabar cher, sabar xD (?)
    ah suka banget sama ffnya pokoknya ;3 ♥

    • Hehehe.. iya, soalnya aku mau mengeksiskan JiHyuk, jadi Cherry aku cariin cowok laen.😄
      Minho lebih dewasa? Emaaang~ lebih cakep, lebih keren, lebih segala2nya. *ditalak unyuk*
      Emang yang cocok ama Hyuk cuma Jiyoo seorang. Kekeke~~😄

      Makasihh yaa~😀 *bow*

  6. aaah~bagus bgt!! d^^b minho nya so sweet abisss hehe..tp aku lbih dmen ji-hyuk couple! bikin lg ff yg ada jihyuk nya ya😀 hehe hwaiting author!

  7. ah…… tamat deh..

    gw suka cara minho lindungi cherry dari eunhyuk hahahahahaha
    kok ga ada eunhyuk POV ya??
    mang di sengaja ya non??

  8. wah wah jadi ganti couple ni
    *ceritanya fans jihyuk couple ngambek :p*
    ckck~ makin kece aja sin ffmu neng *gigit*😄
    share morreeeeeeee *tereak pake toa*

    • Ani, ani, couple abadi mah tetep Jiyoo-Hyukjae kok~😄
      Jangan ngembek ah, kan Cherry itu orang laen. *ngeles*

      Makasiiih mbak~ Makasih uda setia ama FF-ku, makasih uda nyasar kesini dan ngajak author stres ini temenan, Hehe..😀 *hug*

      • kembali kasih cantik~ ^^
        terima kasih juga mau menampung reader gentayangan seperti saya HAHAHA~

        ngambek ah -3-
        gak mau baik kalo ga dibeliin tiket sushow 3😄
        *dilempar recehan*

      • Reader gentayangan??
        Saya suka reader gentayangan yang hobi komen, jadi kan bisa temenan ama saya. *nyindir SR*

        Ya, ya, yahh.. kok ngambek, mbak? Tar aku kirimin tiket plus kyu2nya dehh.😄
        Kok komen mbak evil kepending yah? WP lagi stres kayanya. ._.

  9. Aiyaa, aku jadi suka minho deh #minta maaf ke kyu# hehe
    Karakter minho disini dewasa, cocok buat cherry yg childish, hahaha
    Jihyuk kapan nih eksis lagi?? :p

    • Hahaha.. banyak yg jatuh cinta ama minho sekarang!!😄
      Bagus dehh, soalnya aku paling ga bisa bikin kyu jadi keren. #plak

      Jihyuk? Segeraaaa~~~!! Mereka segera comeback, jadi sekarang nikmati dulu MinRy couple ya. Mohon dukungannya buat mereka. *deep bow*

    • Iya, kyu emang ga keren, tapi ganteng,tinggi, n ga pelit tentunya, hehehe #dimarahin jiyoo nih pasti#
      Mian jihyuk,, tapi kalian emang cocok,, moga langgeng dah, hahaaaha

  10. Ahhh~~ TAMAT! lanjuut dengan EUNHYUK STORY, kak *dilempar Kyuhyun* :p
    XDD
    Cherry-nya udah ketularan Unyuk tuh jeles-jelesannya hahahaha…
    Kak Shela, yang Violetternya kapan update? *puppy eyes*

  11. aku langsung komen disini aja ya^^

    mauu protess!!! knp kunyuk gak dapat chaeri T.T kasian si kunyuk >.<

    tp ntar ada season 3 nya ya? *udah ke cinta fitri aja..PLAK!!* POKOKNYA NASIB KUNYUK HARUS DIPERJELAS *ditendang keluar blog*

    • Lha? kan uda ada Jihyuk couple, masa chaerinya juga ama unyuk? Aku kan lagi berusaha adil (?) XDD

      Season 3 yaa tetep ceritanya cherry, tapi masih belom kepikiran sihh. Tar aja kalo lagi murah ide. ><
      Masa unyuk ama cherry? Jiyoo gimana doooong??

  12. Sumpah onn, bagus banget😀 berasa jadi chaeri nya, tapi nggak tau kenapa aku lebih suka sama hyuk oppa, he9 #abaikan
    Onnie mau bikin season 3 nya apa mau nglanjutin violetter nya ????? *bener nggak itu nulisnya ?? He9*
    Pokoknya keep writing onn, aku suka ff Onnie =D

    • Lebih sreg ama unyuk? Mungkin soalnya onnie doyan banget pair ama dia kali yaa. -.-
      Tapi disini onnie mau bikin couple baru. Hehehe~😄

      Season 3 masih bakal ada, tapi ga tau kapan. Soalnya sekarang mau fokus ke Violetter dulu.🙂
      Makasihh uda baca+komen yaa~😀

  13. numpang absen nih shel,,,
    aku uda baca ini ff…
    tapi berhubung bacanya keroyokan langsung mpe part terakhir komennya juga iya yaaaaa…🙂

    yah,,, cherry jadinya ama mino???
    ckckckckckckc…
    padahal di season 1 cherry cinta bener dah ama unyuk…
    itu di part 1 apaan pula nanggung bener kenapa nggak 3 part kayak gitu aja smua… XP
    ngomong” bakal ada sampe season berapa ni???
    yang banyak aja sekalian biar kayak c***a f***i… XP

    • Iyaa. ama minho, soalnya kan uda ada couple JiHYuk, jadi cherry aku cariin yang laen. :p
      Nanggung gimana? -.-
      Kan emang dari jdul uda ketauan. Cherry’s Love, sama aja kali kaya sinetron itu.
      Aduh.. aduh.. ga nyadar ternyata. :p

  14. eonni ~~
    yg ini beneran BAGUS ~!!
    SUMPAH ^^v
    tapi aku gag dapet feel di couple ini eonn😦
    masa habis sama Hyuk ganti Mino😥
    hiks T_T
    #emangradagagrelaaaaaa T_T
    jeongmal mianhae eonni😦 #deepbow

  15. suka bgt sm endingnya, q mmg ngrs cherry lbh cocok sm minho.. mianhe unyuk oppa ^___^V.. tp eunhyuk oppa kan mmg udah punya jiyoo😛..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s