Cherry’s Love 2/3 -season 2-


====================

-previously-

“Aku sudah bisa bersikap biasa di depannya, mungkin. Jadi kupikir kami akan menjadi.. teman?”

Jawaban itu menyakiti Cherry. Tangan kanannya terangkat untuk menutup mulut, menahan ledakan tangis yang bisa keluar kapan saja. Sementara tangan kirinya mencengkeram bagian depan mantelnya, mencoba meringankan luka yang ada di dalam sana, tapi sia-sia. Luka itu merembes dan berdarah.

Cherry menyeret kakinya dengan susah payah. Rasanya seluruh kekuatannya sudah musnah saat itu juga. Ia jatuh terduduk begitu pintu lift tertutup. Berkali-kali ia bergumam, “Ini adalah endingnya..” berkali-kali dengan nada putus asa.

Mata Minho menangkap bayangan gadis yang tak asing. Ia menyipitkan matanya lalu menepuk pundak Eunhyuk. “Hyung, aku keluar sebentar. Langsung saja masuk ke dorm, ada Jinki hyung disana.”

Eunhyuk melongo, “He? Jinki? Bukannya kau yang ingin bicara denganku?”

Ucapan Eunhyuk sudah tak didengarnya lagi. Kaki Minho berlari, berusaha mengejar gadis yang tadi melarikan diri. Minho menuruni tangga, menuju basement tempat mobil biasa diparkir. Napasnya tersengal tapi ia mengacuhkannya. Matanya menyapu sekeliling.

“Dimana dia?” tanya Minho, lebih pada dirinya sendiri. Pandangannya tertuju pada pintu lift yang belum terbuka. Ia melangkah perlahan.

Denting nyaring lift terdengar, menandakan pintunya sudah terbuka. Tubuh Minho berubah kaku saat melihat Cherry duduk bersandar sambil memeluk lututnya sendiri. Wajah gadis itu sudah basah, matanya bengkak.

Minho terus mengamati Cherry. Gadis itu menangis sesenggukan lalu akhirnya menyeka air matanya. Cherry bangkit dan menemukan Minho berada di depannya. Alisnya terangkat, “Kau.. bagaimana kau bisa ada disini? Bukankah tadi kau sedang.. bersama Eunhyuk?”

“Aku melihatmu berlari meninggalkan kami,” ujarnya. Minho berjalan mendekati gadis itu. “Apa yang ada di kepalamu saat ini?”

Cherry menggeleng. “Bukan yang ada di kepalaku, tapi apa yang ada disini,” Ia menempelkan tangan ke depan dadanya.

“Sekuat apa pengaruh Eunhyuk hyung pada hatimu?” tanya Minho, nyaris terdengar putus asa. Cherry memahami pertanyaan itu, tapi ia tidak menjawab. Minho mulai berteriak, “SEPERTI APA EUNHYUK HYUNG BAGIMU?”

Cherry terkesiap saat lelaki jangkung di depannya ini berteriak kasar. “Seperti apa? Kau mau tahu? Cobalah mencintai seseorang selama dua tahun lebih lalu kau bisa menjawabnya sendiri!” tegasnya.

Mata Minho tetap menatapnya tajam, padahal Cherry yakin lelaki itu tidak akan bisa menyela ucapannya. Minho mengembuskan napas berat. “Dia adalah hidupmu.. seperti apapun kau menyangkalnya, dia tetap pusat kehidupanmu.”

“Kau.. tahu,” gumam Cherry. Kemudian ia berdeham, “Bagus kalau kau tahu bagaimana rasanya. Sekarang kau tidak punya hak lagi bertanya soal hal itu.”

Minho masih mengarahkan tatapan tajam padanya. “Kau tidak mau tahu bagaimana aku bisa tahu apa yang kau rasakan?”

Cherry berpikir sejenak lalu menggelengkan kepala. “Aku tidak mau tahu tentangmu.” Kakinya melangkah cepat meninggalkan Minho. Lelaki itu menahan pergelangan tangannya. Cherry berbalik, “Apa?”

“Suatu saat nanti.. kau akan mau tahu semua tentangku,” ujar Minho singkat. Cherry memutar bola matanya dan tetap menuju mobil Porsche. Minho mendesah, “Tentangku yang menyukaimu, Park Chaeri.”

Cherry menyalakan shower dan menikmati air hangat yang menerpa tubuhnya. Matanya terpejam, mencoba menenangkan pikirannya yang lelah. Ia memijat tengkuknya. Rasanya seluruh bagian atas tubuhnya nyaris remuk. Kepalanya luar biasa sakit dan otaknya sudah lumpuh. Belum lagi perasaannya yang masih berantakan.

Ia baru akan membuka lemari pakaian saat ponselnya berdering. “Ya?”

“Buka laptop dan lihat artikel tentangmu,” ucap suara di ujung telepon.

Cherry mengernyitkan kening. Pertama kali Nara meneleponnya dari Itali hanya untuk memerintahnya? Tapi ia menurut. Cherry berkutat di internet dengan baju handuk dan rambutnya yang belum sempat dikeringkan. Mulutnya terbuka tapi ia tidak bisa menemukan suaranya. Ia tertegun.

“Sudah? Apa yang sebenarnya terjadi di Seoul? Kapan kau ke pub malam?” pertanyaan Nara meluncur berurutan, membentuk deretan masalah baru di kepala Cherry. “Dan dengan siapa kau kesana?”

Tangan kiri Cherry memegang ponsel dan sebelah tangannya yang bebas sibuk memijat pelipisnya. “Apa ini~~~?” pekiknya, mengacuhkan pertanyaan-pertanyaan Nara.

“Hhh.. bukankah hal itu yang sedang kutanyakan, Cherry-ssi?” omel Nara.

Mata Cherry masih terbelalak melihat tampilan berita terbaru tentang dirinya. Cherry dan Kebiasaannya. Judul itu menyedot tenaganya. Bagaimana bisa judul seperti itu diberikan untuknya, sementara foto yang terpasang disana adalah fotonya saat keluar pub bersama seorang pria yang wajahnya tak terlihat?

Lelaki itu jelas Minho. Kejadiannya juga baru semalam tapi kenapa sudah ada berita seperti ini? Dasar netizen, maki Cherry dalam hati. Foto yang ada di bawah lebih mengejutkan, sangat tidak jelas dan nyaris buram, tapi siapapun bisa melihat kalau ini adalah foto orang yang berciuman di dalam mobil. Mobil Porsche miliknya.

Tapi ada hal lain yang menarik perhatian Cherry. Disana tertulis bahwa Cherry sudah berkencan dengan salah satu idola dari sebuah boyband terkenal selama dua tahun. Jantung Cherry berhenti. Ia menebak-nebak siapa yang dimaksud disini? Eunhyuk atau Minho?

“Apa.. maksudnya?” gumam Cherry, lupa kalau dia masih terhubung melalui telepon dengan managernya.

Nara mendesah, “Benar, apa maksudnya? Kenapa bisa begini?” Kemudian ia memekik, “Jangan bilang kau benar-benar mabuk di pub?”

“Aku…,” ucapannya terbata. “Semalam aku memang ke pub, dan ya, aku sedikit mabuk.”

“PARK CHAERI~~ kau mau membuatku gila? Dengan siapa kau kesana? Apa dengan Eunhyuk?” buru-buru Nara meralat ucapannya, “Tapi sepertinya lelaki ini bukan dia. Siapa lelaki yang bersamamu? Kau tidak…”

“Tidak! Tentu saja tidak! Kau sangat mengenalku kan, Kwan Nara?” tegas Cherry, membantah dugaan yang sempat mampir di kepala Nara. “Itu.. Choi Minho.”

“Ng? Minho? SHINee Minho? Kenapa? Bagaimana bisa?”

Cherry memindahkan ponsel ke telinga kanannya. “Kami bertemu disana, tidak sengaja pastinya. Lalu dia memapahku ke mobil saat aku mulai.. mabuk.”

Nara mulai tidak sabar, “Tapi kalian tidak melakukan apa-apa kan?”

“Ng, yang itu.. tidak, tidak juga,” Cherry mencoba mencari jawaban yang tepat. Mendengar Nara hampir menuntut, ia mendesah. “Kami hanya.. berciuman.”

“Kau apa? CHERRY-YA~~ kau sangat ingin membunuhku ya?” Nara frustasi. “Bagaimana bisa kalian.. bukan, bagaimana bisa kau melakukan itu di tempat umum?

Cherry mengembuskan napas berat. “Aku.. mabuk.”

“Park Chaeri.. kenapa kau harus ke pub? Kenapa kau tidak habiskan saja wine yang ada di dorm dari para produsermu?” omel Nara lagi. “Kali ini kita harus bagaimana? Ini bukan skandal palsu ala Yoo Seungho tiga bulan lalu. Ini lebih RUMIT.”

“Ara.. biarkan saja lah, besok juga sudah tenang,” Cherry mencoba meredakan ketegangan, menenangkan dirinya sendiri yang mulai panik.

Nara mendesah. “Lalu soal ‘Cherry yang berkencan dengan salah satu idola dari sebuah boyband terkenal selama dua tahun’ itu bagaimana bisa ketahuan? Apa kau dan Minho membicarakan soal Eunhyuk?”

“Aku tidak ingat. Kau tahu kan bagaimana aku kalau aku sudah mabuk?” bisik Cherry lirih.

“Kau akan meracau sembarangan,” jawab Nara datar. Kemudian ia berteriak, “Lalu kita harus bagaimana? Skandal yang baru ini bisa menyusahkanmu.”

Cherry mengangguk lemas walaupun tahu Nara tidak bisa melihatnya. Ia segera menutup flap ponsel saat ia bilang akan segera mengurus skandal baru ini. Kepalanya jadi dua kali lebih pening. Cherry kembali memijat tengkuknya. Tapi kemudian ia penasaran dengan komentar netizen. Cherry menelan ludah dan menggerakkan scroll bar.

“Benar-benar gadis jaman sekarang, terlalu bebas.”

“Apa dia benar-benar berkencan dengan seorang idola? Siapa?”

“Pria itu terlihat familier. Apa dia artis?”

“Hhh…,” Cherry mendesah. Rata-rata komentarnya hanya terpaku pada sang pria dan idola yang dikencaninya. Setidaknya belum ada komentar yang benar-benar menunjukkan cacian. “Bagaimana tanggapan Minho?”

@SBS

Kali ini Cherry harus tahan dengan tatapan tak bersahabat dari banyak orang yang ditemuinya di studio. Seperti yang ia duga, semua orang adalah netizen yang aktif. Ia menggigit bibir, berkali-kali menepis pikiran negatif yang mungkin bersarang di otak setiap orang yang memandangnya aneh.

Seseorang menepuk pundaknya, Cherry berbalik tegang. “Kita benar-benar harus bicara.” Tangan Eunhyuk menariknya ke sebuah ruangan kosong. “Berita apa itu?”

“Kau.. tahu?” tanya Cherry. Tapi kemudian ia mendesah. “Mianhae.. pasti kau ikut terseret dalam berita itu kan?”

“Ani, bukan itu yang mau kukatakan. Itu.. Minho kan?” Eunhyuk bertanya dengan nada hati-hati. “Sejak kapan kalian mulai berkencan?”

“Ng?” alis Cherry terangkat heran.

Eunhyuk menggaruk pipinya. “Kalian sudah berkencan selama dua tahun, itu jelas bohong, tapi ciuman itu.. benar kan?”

“Kurasa aku tidak perlu membahas ini denganmu,” tegas Cherry. Tiba-tiba ia kesal saat Eunhyuk sama sekali tidak sadar kalau pria yang dimaksud sudah berkencan dengannya selama dua tahun adalah Super Junior Eunhyuk!

“Aku tahu. Aku hanya bertanya kan?” Eunhyuk mengangkat bahu ringan. “Apa kau akan menceritakan ini di studio? Hodong hyung nyaris histeris saat membaca skandalmu.”

Cherry merengut. Kenapa harus Kang Hodong yang histeris, bukan dirinya?

“Hyuk-ah, ada yang harus kita siapkan. Kaja,” Leeteuk membuka pintu dan menarik Eunhyuk. Cherry bertanya-tanya sejak kapan Leeteuk menguping di depan pintu?

“Topik kita hari ini adalah: sakit hati dan cinta baru,” Kang Hodong membuka topik Strong Heart hari ini. “Banyak aktris yang datang hari ini, apa diantara mereka ada yang akan memulai cerita lebih dulu?”

Seunggi menunjuk seorang wanita yang duduk di paling ujung, “Park Shinhye-ssi, papanmu bertuliskan ‘Cintaku ada pada Geunsuk’ Apa maksudnya?”

Saat cerita pertama dimulai, Cherry sama sekali tidak berniat menyimak. Jantungnya berdebar cepat, apa dia memang harus menceritakan skandalnya semalam? Atau dia harus mencari bahan lain untuk diceritakan? Lagi-lagi kepalanya berdenyut nyeri. Sisa pengaruh alkohol masih belum benar-benar meninggalkannya.

Kang Hodong memastikan cerita Park Shinhye adalah strong heart sementara. Lalu Lee Seunggi memandang papan milik Cherry, “Ah, ada tulisan yang menarik di salah satu papan. ‘Skandal adalah awal dan akhir kisah cintaku’? Cherry-ssi, siap berbagi cerita?”

Cherry mendongak kaget dan menatap sekeliling. Kamera sedang terarah padanya, ia sadar sedang jadi pusat perhatian karena harus jadi yang selanjutnya.

“Kau membicarakan skandal, apa kau hidup dari skandal?” goda Kang Hodong, membuat Cherry terpaksa tertawa.

“Ng, kurasa tidak ada aktris yang bisa hidup dari skandal,” ujarnya. Ia mengusap papannya, “Beberapa bulan yang lalu ada skandal tentangku, kita tidak perlu menyebutkan secara detail, tidak ada yang tidak tahu soal itu.” Ucapannya membuat semua orang tertawa. Cherry melanjutkan, “Karena skandal itu, aku dan pacarku nyaris bertunangan.”

Lee Seunggi mengernyitkan alis, “Bertunangan? Apa pria itu tidak cemburu?”

“Cemburu. Sangat cemburu, tapi akhirnya dia mengerti dan memberiku sebuah cincin,” ungkap Cherry, mengenang sikap manis Eunhyuk waktu itu.

“Ah, tapi sekarang ada skandal lagi tentangmu, apa tanggapan pacarmu itu? Apa dia malah melamarmu dan mengajakmu menikah?” Kang Hodong membuat Cherry tertawa lagi.

Cherry mengibaskan tangannya. “Aniyo, aniyo. Kami sudah putus sebelum ada skandal ini.”

“Hoo~ jinjjayo? Bagaimana bisa?” Lee Seunggi penasaran. “Tapi, Cherry-ssi, bisakah kau jelaskan bagaimana skandal baru ini terjadi lagi? Apa itu benar-benar kau?”

Mata Cherry mengerjap beberapa kali, terkejut. Ia menelan ludah, tahu kalau pertanyaan ini akan keluar tapi ia masih belum bisa menjelaskan dengan benar. Cherry sempat melirik ke samping, menemukan Leeteuk yang terus menatapnya cemas.

Kemudian ia tersenyum, “Skandal itu dimulai saat aku putus, karena itu judul ceritaku adalah awal dan akhir cintaku yang selalu berhubungan dengan skandal.” Cherry melanjutkan, “Lalu soal kejadian itu, aku sedang di pub untuk menghadiri pesta temanku. Karena sedang patah hati, jadi aku terlalu banyak minum sampai harus diantar ke dalam mobil oleh pria yang kupanggil ‘teman’. Kalau pertanyaannya apa itu aku, ya, itu aku.”

Pengakuan Cherry membuat semua orang terkejut. Kang Hodong berdecak, “Jarang ada akris jujur sepertimu. Apa saat itu kau benar-benar mabuk?”

“Yaa.. aku hanya gadis 18 tahun yang beruntung karena aku terkenal. Selebihnya aku tetap gadis patah hati yang butuh minum,” jelasnya, lagi-lagi mengundang tawa. Cherry membungkukkan badan, “Maaf sudah mengecewakan banyak orang.”

Lee Seunggi menimpali, “Tapi justru komentar netizen banyak yang berspekulasi tentang pria yang bersamamu. Apa kalian benar-benar berciuman?”

“Ng, animnida. Maksudku, sangat disayangkan foto itu tidak jelas, jadi apa yang sebenarnya terjadi tidak kelihatan semua orang,” ujar Cherry tenang. Padahal jantungnya sudah berdebar tiga kali lebih cepat. Ia harus tetap memasang wajah normal kalau tidak mau kebohongannya terbongkar.

“Ah, berarti foto yang paling menggemparkan itu tidak benar,” simpul Kang Hodong. “Lalu soal dirimu yang sudah berkencan selama dua tahun dengan idola dari salah satu boyband, apa itu benar?”

Cherry menelan ludah dengan susah payah. Jawaban apa yang harus ia berikan? Matanya melirik ke samping lagi, menemukan Leeteuk menggeleng sekali. Cherry membuka mulut, “Animnida. Pacarku itu orang biasa, bukan idola.”

Ponsel Cherry langsung berdering begitu ia mengaktifkannya. Dengan cepat, ia masuk ke dalam mobil dan menempelkan benda tipis itu ke telinga. “Ya?”

“Kemana saja kau? Kenapa ponselmu tidak aktif? Apa paparazzi menyusahkanmu?” lagi-lagi serangan pertanyaan mendarat ke telinga Cherry.

“Berhenti berteriak, Kwan Nara-ssi,” omel Cherry. “Aku baru selesai syuting Strong Heart, mana mungkin aku bisa mengaktifkan ponsel? Dan tenang saja, aku sudah mengatakan apa yang harus katakan supaya skandal ini mereda.”

Nara memekik, “Jinjja? Apa sekarang sudah baik-baik saja?”

“Mudah-mudahan,” ujar Cherry pasrah. Tapi mendadak pandangannya tertuju pada Leeteuk yang berdiri di samping pintu kemudi mobil. “Ng, Nara-ya, lain kali aku yang akan meneleponmu. Aku harus pergi sekarang. Nikmati Itali. Annyeong~”

Cherry membuka pintu dan tersenyum pada Leeteuk. “Oppa~ ada apa?”

“Apa skandal itu benar-benar karena kau putus dari Eunhyuk?” tanya Leeteuk tanpa basa-basi.

“Begitulah. Kenapa? Oppa pikir itu hanya karanganku saja ya?”

Leeteuk bersandar di mobil Cherry. “Ani, hanya penasaran. Tapi lelaki itu, kurasa aku mengenalnya. Benar tidak?”

“Minho,” jawaban Cherry membuat Leeteuk mengerutkan kening. “Itu Minho. Kami tidak sengaja bertemu di pub semalam.”

“Kalau begitu, ceritamu tadi tidak benar?”

Cherry mengangguk lemah. “Bagian pesta temanku itu bohong, begitu juga bagian foto palsu yang tadi kukatakan.” Leeteuk baru akan bersuara saat Cherry buru-buru memotong, “Ani, ani, kami tidak ada hubungan apa-apa. Itu.. murni kesalahanku yang terlalu mabuk.”

“Kalian benar-benar berciuman?” tanya Leeteuk, nyaris berteriak.

“Itu kesalahan. Tolong jangan dibahas lagi, jebal,” pinta Cherry. “Lagipula tidak ada hal gila lain yang kulakukan selain hal itu.”

Leeteuk tersenyum aneh. “Kau menyukainya?”

“Ani, ani. Kenapa bicara begitu?” Cherry menundukkan kepala, menyembunyikan semburat merah di pipinya.

“Kurasa bagus kalau kalian pacaran. Minho kan-“

“Ah, aku harus pergi sekarang,” sekilas Cherry melirik jam tangannya. “Ada syuting lagi di tempat lain. Kita bicara lagi nanti ya, oppa.”

“Tidak bisa,” ujar Leeteuk. Cherry mengernyitkan alis. “Aku harus menyusul Kyuhyun ke Itali. Kau lupa?”

Cherry mengangguk. “Benar juga. Liburan kalian sudah datang, bersenang-senanglah.”

“Tentu saja~” sahut Leeteuk. Kemudian ia mengelus kepala ‘adik kecil’nya itu. “Chaeri-ya, kau sudah bisa melupakan Eunhyuk kan?”

Mata Cherry menatap lurus ke arah Leeteuk. Ia menelan ludah dan mengangguk. “Tenang saja. Aku baik-baik saja.”

Leeteuk tersenyum dan membukakan pintu mobil untuk Cherry sebelum masuk kembali ke gedung SBS. Cherry menyandarkan tubuh sambil memejamkan matanya. Ia membuka mulut dan bergumam, “Aku baik-baik saja. Aku AKAN baik-baik saja.”

-the next day-

Cherry baru bisa bernapas lega saat semua pertanyaan para staff, produser dan teman-temannya berakhir. Sejak ia tiba di lokasi syuting dramanya, semua orang mencecarnya dengan pertanyaan yang sama. Semua tentang skandal pub malam.

“Cherry-ya, untung saja kau bisa mengatasi skandal ini,” ujar salah satu asisten sutradara. “Sekarang semua orang tahu bagaimana polosnya dirimu. Kukira kau akan melindungi imejmu.”

Senyuman Cherry terkembang tanpa ada yang tahu ada rasa terpaksa disana. “Ne. Kupikir aku harus jujur.”

“Aku ingin tahu siapa lelaki yang bisa membuatmu patah hati begitu. Pria jahat,” celetuk orang yang ada di belakang Cherry. “Lelaki itu pasti sudah merasa hebat karena sampai membuatmu terlibat dalam skandal ini bersama temanmu.”

Cherry tersenyum lagi, kali ini terlihat sedikit pahit. Tapi kemudian ia teringat sesuatu tentang skandal itu. Bagaimana dengan Minho? Ia meraih ponsel yang ada di tas tangannya. Jarinya bergerak lincah mencari sebuah nama disana.

Ia bangkit dan meninggalkan kerumunan ‘paparazzi’nya. “Maaf, aku harus menelepon.”

Tapi tidak, ia tidak menelepon. Cherry hanya berdiri mematung di pojok ruangan sambil memegang ponsel. Layarnya sudah menunjukkan nama dan nomor yang benar, Minho Choi. Tapi Cherry merasa tidak bisa menekan layar sentuh ponselnya.

Cherry menimbang-nimbang. Kemudian ia menarik napas dan melakukan hal yang tadinya mustahil itu. Terdengar nada sambung sebelum seseorang menjawab. “Yeoboseyo?”

Merasa aneh dengan suara di ujung telepon, ia bertanya, “Ini ponsel Choi Minho kan?”

“Ne. Ini Cherry noona ya?” suaranya terdengar seperti suara Taemin. “Aku tahu ini dari noona karena di layar ponselnya muncul nama Beautiful Smile.”

“Ya~ Lee Taemin, kembalikan ponselku!” teriak orang lain di dekatnya. Terdengar ringisan pelan Taemin sebelum suara lain menggantikannya. “Ne? Cherry-ssi?”

Tiba-tiba Cherry merasa gugup. Apa benar Minho menyebutnya Beautiful Smile? Ia menggeleng-gelengkan kepala, mencoba menjaga kesadarannya. “Ng, apa kau tahu soal.. skand-“

“Skandalmu? Aku tahu,” potong Minho. “Tapi bukankah itu sudah selesai?”

“Ne. Aku hanya ingin tahu, apa skandal itu menyusahkanmu?”

Minho diam sejenak lalu berkata, “Kenapa bisa menyusahkan? Tidak ada yang menduga itu aku kan? Lagipula daripada menyusahkanku, bukannya itu lebih menyulitkan untukmu?”

“Mm.. aku hanya takut kau-“

“Secemas itu kau padaku?” pertanyaan itu membuat Cherry tertegun. Tapi Minho tertawa. “Hanya bercanda. Aku baik-baik saja. Kupikir kau tidak akan meneleponku gara-gara kau marah.”

“Ng? Aku apa? Marah? Kapan aku marah?” tegas Cherry. Ia merasa tidak marah pada lelaki itu, setidaknya setelah kebaikan Minho padanya, ia bisa menghilangkan sejuta alasan untuk marah pada Minho.

Minho tertawa nyaring. “Jadi kau tidak marah? Sia-sia aku terus memikirkanmu. Aku takut kau marah saat aku membentakmu di tempat parkir.”

“Ah, yang itu. Aniyo, kurasa aku sedang tidak waras saat kau membentakku, jadi aku tidak marah,” ucap Cherry santai. “Aku juga minta maaf.”

“Untuk?”

Cherry tersenyum membayangkan Minho mengerutkan kening. “Bersikap sangat tidak menyenangkan setiap kau berusaha membuatku senang. Kurasa aku agak sensitif kemarin.”

“Aku juga akan minta maaf,” Minho melanjutkan, “Karena sudah terus-menerus mengganggumu dan membuatmu tidak nyaman sejak kemarin.”

“Dimaafkan,” sahut Cherry menahan tawa. “Ah, dan juga, terima kasih sudah bersabar padaku. Lelaki yang tahan padaku hanya Leeteuk oppa. Dan sekarang ada kau. Gomapta.”

Minho diam. Ia tidak menjawab sampai akhirnya ia berbisik, “Aku akan selalu bersabar menunggu.”

“Ng? Apa katamu barusan?” Cherry agak berteriak karena suasana di sekitarnya mulai riuh.

“Ani, bukan apa-apa. Kurasa sudah waktunya syuting ya?” tebak Minho. Ia sibuk merutuk dalam hati, kenapa Tuhan tidak pernah berpihak padanya. Sedikit lagi, hanya sedikit lagi ia bisa bilang hal penting itu pada Cherry.

Minho menggenggam ponsel dan memandangi layar di depannya. Ia tersenyum kecil. Lagi-lagi ia hanya bisa menarik napas berat. Kali ini bukan waktunya.

“Hyung~~ Jinki hyung memanggilmu,” Taemin berteriak dari jauh. Ia berbisik saat mendekati Minho, “Kurasa ada masalah.”

Minho mengernyitkan alis, “Masalah?”

Taemin mengangkat bahu, “Sepertinya. Jinki hyung baru saja menerima telepon dari manager hyung lalu segera menyalakan komputer. Dia menyuruhku memanggilmu sekarang.”

Tanpa bertanya lagi, Minho mengekor dari belakang. Mereka sampai di tempat Onew menunggu. Onew sibuk memandangi layar komputer saat Taemin mendekatinya, “Hyung, matamu bisa rusak kalau kau melihat sedekat itu.”

Onew menoleh. Matanya langsung menatap Minho. “Kau dan Cherry pergi ke pub kan kemarin?” Minho mengangguk. Onew menambahkan, “Pub di dekat café milik temanmu, dekat Apgujeong?”

“Ne, hyung. Kenapa? Bagaimana kau bisa tahu? Aku belum bercerita padamu soal kejadian Che-“

“Karena itu semua sekarang ada di internet, Choi Minho,” telunjuk Onew mengarah ke monitor.

Mata Minho terbelalak melihat judul berita yang ada di depannya. Pengobat sakit hati Cherry, SHINee Minho? Identitas lelaki misterius Cherry terbuka, netizen meyakini kalau lelaki itu adalah SHINee Minho. Teka-teki pacar Cherry yang dikatakan seorang idola semakin dikuatkan dengan hubungan dekatnya dengan beberapa idola, seperti Super Junior Leeteuk dan sekarang SHINee Minho. Minho membaca tulisan di akhir artikel, apakah pacar Cherry adalah anak asuhan SM entertainment?

“Itu..”

“Itu memang kau kan? Dan sekarang SM terbawa dalam skandal ini,” Onew menghela napas. “Manager hyung menyuruhku memastikan berita ini padamu. Apa Eunhyuk hyung belum mendengar soal hal ini?”

Minho menggeleng kaku. “Tidak, aku tidak tahu. Bagaimana ini?” Tidak ada yang menjawab pertanyaannya. Ia merogoh ponsel di sakunya, mencoba menelepon Cherry. Nomor yang ada hubungi sedang berada di luar area. Mohon tinggalkan pesan setelah nada berikut.

Cherry hanya diam di dalam mobil saat matanya melihat banyak orang berkumpul di sekitar dorm-nya. Tangannya gemetar. Ia menggigiti kukunya sambil memperhatikan orang-orang yang tanpa diberitahu pun, sedang menunggunya.

Satu-satunya orang yang tahu apa yang harus dilakukannya hanya Leeteuk. Cherry menyalakan ponsel untuk mencari nomor Leeteuk. Tapi kemudian ia mengurungkan niatnya saat ia melihat puluhan pesan dari Minho. Semuanya berisi kekhawatiran pria itu padanya. Matanya mendadak panas, pandangannya berubah kabur karena air mata yang menggantung.

Cherry buru-buru menyeka matanya saat ponselnya berdering. Minho meneleponnya. “Y-yeoboseyo?” jawabnya dengan suara terisak.

“Cherry-ya! Akhirnya! Dimana? Kau ada dimana?” nada cemas Minho membuat Cherry tertegun. Siapa Cherry sampai ada lelaki seperti Minho? Minho berteriak, nyaris frustasi, “Demi Tuhan! Jawab aku!”

“A-aku di.. depan dorm,” suara Cherry masih sesenggukan.

Minho menurunkan suaranya, “Kau.. menangis? Kau pasti ketakutan. Jangan kemana-mana, aku segera kesana.”

Teleponnya diputus sebelum Cherry melarang Minho menyusulnya. Bahkan sebelum ia menjelaskan alasannya menangis. Cherry sendiri tidak tahu kenapa ia menangis. Ia takut, memang. Tapi ia tidak akan menangis hanya karena takut. Cherry tidak tahu, tapi yang jelas bukan ketakutan yang membuatnya menangis.

Minho memacu motornya melewati jalan raya yang sudah bersih dari salju. Pikirannya sibuk bermain tebak-tebakan. Permainan yang menakutkan karena ia menebak seburuk apa situasinya sampai gadis itu menangis di telepon? Ia juga membayangkan wajah Cherry yang basah saat menangis, pemandangan yang tidak menyenangkan untuknya.

Ia bergidik melihat banyak orang berkumpul di depan gedung apartemen Cherry. “Ah, seharusnya aku tidak kesini.” Minho menyadari kesalahannya.

Tapi seolah bisa menjawabnya, Minho berani bertaruh ia pasti akan tetap mendatangi Cherry, apapun kondisinya. Siapa yang bisa menolak saat gaya gravitasi pribadimu, dalam hal ini Cherry, menarikmu?

Minho menyapu sekeliling. Ia langsung bisa melihat Porsche hitam di seberang jalan. Jantungnya seolah berhenti saat gadis itu membuka pintu. “Aish.. apa yang kau lakukan?” geramnya.

Beberapa orang yang menyadari kehadiran Cherry, sang aktris dengan skandal hangat hari ini, langsung berlari mendekat dan dengan cepat menenggelamkan tubuh Cherry dalam kerumunan. Minho frustasi, matanya tidak bisa melihat gadis itu lagi.

Tarikan napas ke-100 Cherry membuatnya sedikit tenang. Ia membaranikan diri membuka pintu mobilnya. Tapi seperti kebodohannya yang lain-lain, ia langsung menyesali perbuatannya. Semua orang langsung mengelilinginya.

“Cherry-ssi, apa kau dan SHINee Minho sedekat itu?”

“Ada yang bilang kalau foto itu memang foto kalian saat berciuman, bagaimana pendapatmu?”

“Apa kau memang berkencan dengan idola dari SM? Berikan pernyataanmu?”

Kepala Cherry mendadak pening. Ia memegangi pelipisnya dan berusaha menjaga penglihatannya agar tetap jelas. Tapi kemudian tubuhnya limbung, keseimbangannya hilang entah kemana. Sebuah tangan hangat menahan lengannya. Ia mendongak dan melihat Minho memakai masker lengkap dengan topi hitam dan kacamata.

“Maaf, Cherry-ssi sedang kurang sehat,” ucapnya sambil memegangi pundak Cherry. Minho menyembunyikan tubuh Cherry dalam jaket. Ia berbisik, “Bodoh.”

Seseorang memekik, “Bukankah kau SHINee Minho?” Membuat semua orang menatapnya dan menjadikan Minho sebagai pusat perhatian.

“Pegang tanganku,” ucapnya. Minho menarik tangan Cherry dan mengajaknya berlari menuju motornya. “Naik.”

Cherry menurut, entah kenapa ia bisa langsung menurut pada perintah Minho. Ia memeluk pinggang Minho erat. Motor itu meninggalkan para paparazzi itu di belakang.

Seharusnya Cherry tenang saat ia sudah tidak lagi berada dalam kerumunan paparazzi tadi, tapi ketakutannya malah meledak. Tubuhnya bergetar, Cherry mulai menangis. Ia mengeratkan pelukannya pada Minho dan memejamkan mata. Ketenangan mulai menjalari tubuh Cherry saat Minho memegang tangannya. Minho tahu gadis itu menangis tapi ia tidak mau memastikannya. Ia terlalu takut pada hal itu.

-TBC-

====================

Part 2 kelar.. Fiuh~~

Proyek menjadikan ini FF NC uda dibatalkan, mengingat keterbatasan author pada penulisan NC. Ternyata pernah baca bukan berarti langsung jago NC. Dasar emang author ga bakat. T^T

51 thoughts on “Cherry’s Love 2/3 -season 2-

  1. Loh,itu posternya sama keak yg d part 1 kn?victoria y?
    Hahaha

    terharu…minho romantis..kpn y kibum bsa keak gt??:'(
    trus unyuk gmn tuh?jgn bilng ntr dia malah jd ma jiyoo..xD
    yah..knp NC ny dbtalin,ntr d part3 coba bkin NC lg y,hwaiting!!kekeke..

    • Iyaa~~ kirain dirimu ga nyadar kalo itu vic, istriku (?)
      Hehehe.. Abis bikin ni poster terinspirasi dari foto MinToria yg mesra banget.😄

      Kekeke.. Jiyoo lagi cuti hamil, jadi ga bakal nongol sementara. XDD
      Ng? Nyoba NC? Mnyeraaaah~~~~ ><

  2. wah mkin seru ja konfliknya……
    keren” feel nya dpt bgt sinkron ma kta”nya
    lanjut……jgn d’bkin Nc drimu khan memang bergya sperti nie
    romantis tp tetap pd jalurnya….
    hehehehehehehe

  3. anyeong,,,,,,,,
    romantis bgt,,,,,,so sweet bgt,,,,seru bgt,,,t.o.p.b.g.t.
    aplgi part kissu yg dlam mobil,,jhongmal aq suka,,,aq suka,,,,,

    author.a jempol 1.00000000000000000000…
    oia,,,w mau nanya,,,,,author punya ff minho yg laen gx???????

  4. cingu author buat yg cast.a minho lgi donk….aq suka bgt am ff qmu,,,,,,
    jhongmal ff qmu jempolan punya^^
    ff minho yg one shoot aq udah bca..yg jdul.a u need me forever kn???

  5. w udah bca ff minho d blog nie…yg jdul.a u need me forever..

    cingu author bikin lgi donk ff.a minho…
    ff.a cingu bagus bgt lho…….
    jempolan^^

    • Iyaa, yang itu.. Oneshoot masih berantakan, jaman dulu soalnya. ><

      FF minho? Ini kan Minho lagi jadi cast utama. Tar pasti ditambah lagi kalo ada peran yg pas buat dia yaa. Makasih uda baca~😀

    • Hahaha~ kamu tu JiHyuk shipper ya? Ngarepnya onnie pair ama hyuk mulu.😄
      Iyaa, doain ya sayaaang~~ ><
      Buat JiHyuk, uda ada idenya, tinggal nunggu pengembangan ceritanya aja. Makasih, makasih.😀 *hug hug*

  6. seruu banget! endingnya gak sama eunhyuk ya? yah.. sedih deh😥
    ditunggu part selanjutnya
    btw, aku new reader disini nih.. salam kenal buat authornya, ffnya keren🙂

    • Annyeong~~ makasih uda mampir. *bow*🙂

      Ng? Suka ya kalo author pair ama unyuk? Jangan2 dirimu itu JiHyuk shipper??😄
      Tenang aja, Cherry emang ama Minho, nah Eunhyuk kan uda ama Jiyoo. Forever~~

      Salam kenal juga. Shela imnida.😀

  7. new reader here, salam kenal buat authornya🙂
    ffnya keren banget..
    endingnya gak sama eunhyuk ya nanti??
    penasaran sama lanjutannya..

  8. hwa kak shela

    knapa gak sama nyuk lagi kasihan mas nyuk-q

    yah udah biar nyuk ma q aja….wkwkwk……

    padahal q seneng banget klo dia ma nyuk gapapa….biar nyuk istrinya banyak…..ke..ke..ke..

    tapi bagus kuk aku suka semua cerita nya…….

    • Kenapa ga ama hyuk? Soalnya pair unyuk tu cuma ama jiyoo. Cuma ada Jihyuk couple.😀
      Jadiii, ga ada pair ama cewe laen, makanya Cherry dijodohin aja ama Minho~~

      Makasih uda baca yaa~🙂

  9. aduh , neng cherry sabar yak . khan udah di hibur tuh ma bang minho . kalo gak mau bang minho nya buat eike aja . kekeke
    author , great job . suka cara nyampein gimana romantisnya minho . daebak .

  10. Suka minho disini :*:*:*
    udh cherry ny ama minho ajah…
    Kasian minho udh brkorban byk….
    Hua… Aq mw dibonceng ama minho… Hihihi….

  11. mslhnya mkn ruwet aja:-/.. q sk bgt krktr minho disini, justru sifatnya mlh lbh dewasa dibanding eunhyuk oppa ya.. kira2 akhirnya cherry milih siapa ya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s