[FF] My Wonderful Life -part 15/ending-

-previously-

“Ahjussi itu mengambil ponselku dan memberiku nomor lain. Aku benar-benar dibuang dari hidup mereka,” kepalaku menunduk sebentar lalu aku tersenyum, “Gwaenchanha~ memangnya siapa aku? Dulu hidupku baik-baik saja tanpa mereka.”

Nara memerhatikan wajahku, “Tanpa Eunhyuk oppa?”

Aku menarik napas panjang lalu tersenyum. “Siapa aku sampai berani memutuskan hal seperti itu? Apa aku pantas menjadikannya sebagai salah satu alasanku untuk hidup? Konyol~”

“Kau ini pacarnya, ingat?” teguran itu menohok telingaku. Benar. Kami pacaran.

“Tapi seandainya tidak ada kecelakaan yang kusebabkan pada Kim ahjussi itu, aku bahkan tidak akan bisa mengenalnya,” elakku cepat. “Sudahlah. Lupakan saja~ kenapa kita malah membahas hal ini? Aku akan baik-baik saja.”

Nara memandangku cemas. “Aku bisa memberitahu mereka kalau kau ada disini.”

“Andwae~ sekarang hidup mereka akan kembali normal, jangan sampai aku merusaknya lagi. Hidup normal tanpa Choi Jiyoo,” mataku menerawang jauh. Kali ini aku harus membiarkan mereka tenang. Ya.

@dorm

Eunhyuk kembali memainkan ponsel dalam genggamannya. Nomor tujuannya sama sekali tidak pernah aktif. Sejak ia kembali ke Seoul, gadis itu tidak memberi kabar padanya. “Hhh… Choi Jiyoo~ kau dimana?”

“Belum bisa dihubungi?” suara Donghae berhasil mengejutkannya. Eunhyuk menggeleng lemas lalu memasukkan kembali ponselnya. “Zhoumi bilang Jiyoo memang sudah kembali ke Seoul kemarin sore. Dia malah ikut bingung waktu kuberitahu Jiyoo sama sekali tidak bisa dihubungi.”

Mendengar penjelasan Donghae, Eunhyuk menjambak rambutnya frustasi. “Ahh~ aku tidak tahu harus bagaimana lagi!! Sudah dua kali dia menghilang seperti ini! Aku bisa gila~!”

“Benar juga. Dulu juga seperti ini, pergi tanpa kabar.” Donghae teringat sesuatu tentang Jiyoo, “Hyuk-ah, kenapa kau tidak menghubungi temannya?”

“Nugu?” alis Eunhyuk terangkat.

Donghae terlihat berpikir agak lama, “Itu… yang pernah datang kesini, yang sempat membuat heboh gara-gara menghilang bersama Onew di studio. Siapa namanya… Nari? Nara?”

“Kwan Nara! Benar~!” Eunhyuk kembali mengeluarkan benda tipis dari sakunya dan mulai menelepon.

Alunan musik lembut terdengar melalui headphone di telingaku. Mataku terpejam rapat sementara ahjussi di sampingku ini sibuk di belakang kemudi. Kim ahjussi menjemputku pagi ini dari rumah Nara. Aku berani bertaruh semalam ia melompat kegirangan begitu aku memutuskan akan mengikuti perintahnya dengan memilih salah satu universitas terjaaaaaauh yang sudah ia tawarkan.

“Universitas Inha dengan jurusan administrasi bisnis… Ne. Siapkan satu kamar asrama putri… Ye, kamsahamnida,” Kim ahjussi melepaskan earphonenya dan menoleh ke arahku. “Agashi, sudah kusiapkan semua keperluanmu disana.”

Aku bisa melihat dia bicara padaku tapi aku memilih mengacuhkannya sampai Kim ahjussi melepaskan headphone di telingaku. “Mwoya~?”

“Dengarkan kalau orang lain sedang bicara,” tegasnya. Aku terkesiap ngeri mendengar nada suaranya yang meninggi padaku.

Kuatur napasku yang masih berantakan. “Aku mendengarkan~ aku akan jadi mahasiswi yang baik disana, mengingat tuan Kim-lah yang sudah menjaminku. Begitu kan?”

“Kau memang harus segera disingkirkan jauh-jauh,” omelnya lagi.

“Bukankah kau sedang melakukannya?” aku yakin gumamanku sangat pelan tapi Kim ahjussi melirikku tajam. “Aku hanya berkomentar. Jweosonghamnida~”

Perjalanan kami selanjutnya hanya berlangsung sepi. Aku malas bicara dengan ahjussi ini. Karena pasti nantinya kami akan kembali adu mulut. Dan aku lelah. Aku memilih kembali memasang headphone ke telingaku lagi dan mendengar suara rap Eunhyuk. Ahh~ aku merindukannya.

@dorm

Eunhyuk berjalan mondar-mandir dengan gelisah saat mendengar kabar Jiyoo yang akan dibawa pergi jauh. Ia memandangi membernya satu per satu, “Apa kalian rela membiarkannya pergi begitu saja? Tidak cukup berarti kah Choi Jiyoo di mata kalian?”

“Bukan begitu, Hyuk-ah. Memangnya apa yang bisa kita lakukan?” ujar Yesung.

“Lalu apa yang bisa kita dapat kalau kita diam begini? Dia akan pergi lagi, sama seperti dulu,” Eunhyuk hanya berhenti sebentar lalu kembali berjalan bolak-balik di depan membernya.

Sungmin menyela, “Lalu apa yang kau dapatkan kalau kau terus mondar-mandir begini?”

Mata Eunhyuk melirik Sungmin tajam. Di otaknya sama sekali belum lupa apa yang sudah Sungmin ucapkan pada Jiyoo. Bayangan saat lelaki itu memeluk tubuh gadisnya pun masih tergambar jelas. Ia menggeram kesal tapi tidak mengatakan apa-apa.

“Kalau kau mau marah padaku, marah saja,” ujar Sungmin santai. “Aku bukan orang dengan tingkat kekanak-kanakan yang berlebihan sepertimu.”

“Mwo?!” Eunhyuk hampir maju ke depan Sungmin sebelum Leeteuk menahannya, “Hyung! Lepaskan aku! Aku mau bilang pada orang ini kalau aku bukan anak kecil!”

Sungmin mendesah, “Kau memang bukan anak kecil, usiamu sudah 24 tahun kan? Hanya saja, sikapmu itu terus menyusahkan Jiyoo.”

“Ya!” tangan Eunhyuk membentuk kepalan kuat.

“Kalau Jiyoo memang mau pergi dari sini, memangnya kenapa? Kau mau terus melarangnya sekolah?” kaki Sungmin melangkah maju.

Eunhyuk mematung. Kemudian ia mengulang kata-kata Sungmin, “Sekolah?”

“Dia masih harus kuliah kan? Kau ini pacarnya atau bukan sampai tidak peduli pada hal sepenting itu?” ucapan singkat Sungmin mengakhiri perdebatan mereka. Ia melangkah ringan meninggalkan Eunhyuk yang masih menatap kosong ke arah lantai.

Tangan Leeteuk yang menepuk pundaknya membuat Eunhyuk menoleh. “Kenapa aku tidak tahu? Kenapa dia tidak bilang apa-apa, hyung?”

“Mungkin Jiyoo lupa memberitahumu, Hyuk-ah,” kilah Leeteuk.

Eunhyuk memutar badan cepat, “Semua orang tahu?” Dengan setengah berbisik, ia terus memandangi wajah membernya. Kemudian ia nyaris berteriak, “Semua orang tahu dan membiarkanku terus menjadi orang bodoh?!”

“Hyuk-ah,” panggilan tenang Heechul tidak membuat raut wajah Eunhyuk melunak. “Kim hyung sudah mencarikan sekolah yang bagus untuk Jiyoo, jangan khawatir.”

“Ini bukan soal sekolah bagus atau tidak, hyung! Sebenarnya kalian semua menganggapku apa, sampai hal sepenting ini pun tidak ada yang memberitahuku?” Eunhyuk meledak. Napasnya memburu cepat karena kesal. “Sejak awal kalian melihat tingkahku yang seperti orang gila saat Jiyoo menghilang, kalian tahu aku mencemaskannya tapi kalian lebih suka menganggapku sebagai lelucon pribadi kalian!”

Setelah lelah berteriak dan marah, Eunhyuk berjalan cepat keluar dorm. Ia masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya dengan kasar. Napasnya tak beraturan, ia masih kesal dan bingung. Seluruh dunianya terbalik. Ia benar-benar merasa dikhianati.

Tangannya memainkan layar sentuh ponselnya. Nomor itu tetap sama, tidak aktif. Ia mendesah, “Choi Jiyoo..”

Jantungku nyaris berhenti berdetak saat Nara bilang ia memberitahu Eunhyuk soal kepergianku. Sekarang otakku sudah tidak bisa berpikir jernih. Aku sibuk menebak-nebak apa yang dipikirkan Eunhyuk soal hal ini? Kurasa aku sudah berbuat kesalahan dengan merahasiakan hal ini hanya pada Eunhyuk dan Donghae. Bagaimana tanggapan mereka saat tahu hanya mereka yang ketinggalan kabar dariku? Aku bisa mengatasi omelan atau kekesalan Donghae, tapi dia..?

“Kau tidak mendengarkanku?” teguran Kim ahjussi membuatku mendongak. Hal terakhir yang kuingat adalah ahjussi di depanku ini sedang menjelaskan soal apa-apa saja yang akan kubutuhkan di asrama ini.

Aku berusaha bersikap tenang walaupun hatiku ciut dengan semburat wajah kasarnya. “Aku mengerti semuanya. Kalau aku membutuhkan sesuatu pun, aku tinggal memberitahumu kan?”

Kim ahjussi mengangkat bahu, “Sepertinya kau sudah paham. Kalau begitu, aku akan pergi sekarang.”

“Ahjussi,” panggilku singkat. Ahjussi itu memandangiku dengan alis berkerut. “Kau benar-benar membenciku?”

“Mungkin. Tapi aku tidak akan bersikap sebaik ini pada orang yang kubenci, jadi jangan memaksaku melakukan hal lain yang lebih buruk,” jelasnya. Terdengar santai tapi sangat menusuk telingaku.

Otakku bisa menangkap peringatan keras di balik kata-kata itu. Memikirkannya sekali lagi saja sudah membuat kepalaku sakit. Dadaku terasa sesak saat mengartikan ucapannya. Ia memintaku menjauh dari Super Junior. Ahjussi itu menyuruhku menghilang dari hidup Lee Hyukjae.

@dorm

Leeteuk terus melirik Eunhyuk yang hanya diam di meja makan. Hari ini ia sengaja membuat semua member berkumpul, terutama Eunhyuk dan Sungmin. Sebagai leader, ia sama sekali tidak mau ada hal sekecil apapun yang dipendam di antara adik-adiknya. Sebelum masalah ini terkubur dan mengendap menjadi dendam, ia harus menuntaskannya. Sekarang.

“Aku tidak akan berpura-pura lagi,” ujarnya mengawali. Leeteuk menarik napas panjang, “Soal Jiyoo dan Kim hyung, apa ada di antara kalian yang mau bertanya?”

Pertanyaan itu jelas ditujukan pada Eunhyuk. “Sejak kapan kalian tahu?” ucapnya pelan.

“Hyuk-ah, tidak semua~ Aku sendiri juga baru tahu,” kilah Donghae yang duduk di sampingnya. Matanya bergantian menatap Leeteuk, “Aku juga mau tahu hal itu.”

“Sehari setelah kita kembali ke Seoul,” Leeteuk balik memandangi Donghae kemudian ia melihat Eunhyuk yang bingung. Tanpa perlu bertanya, Leeteuk tahu apa yang menjadi pertanyaannya. “Jiyoo yang memberitahuku. Aku dan Sungmin, tepatnya.”

Rahang Eunhyuk mengeras. Punggungnya menegak karena terkejut. “J-jiyoo?”

Melihat anggukan kepala Leeteuk, ia makin tidak mengerti. Kali ini banyak pertanyaan tak terduga yang memenuhi otaknya. Kenapa Jiyoo tidak memberitahunya? Kenapa harus ada nama Sungmin? Apa alasannya?

“Jadi, sekarang Jiyoo akan masuk kuliah? Dimana?” tanya Donghae. Ia tidak menemukan jawaban dari wajah membernya. Kemudian ia bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. “Jiyoo merahasiakannya? Lagi?”

Heechul mengangkat bahu. “Kita kenal Choi Jiyoo~”

“Dia memang berniat pergi selamanya…” bisik Eunhyuk. Ia berhasil membuat semua orang memandanginya tapi tidak satu pun bisa menyanggah ucapannya.

“Kau membuatnya patah hati,” ucapan Sungmin di ujung telepon membuat dadaku tiba-tiba terasa nyeri. Seolah tak merasa kata-katanya sudah membuat napasku tertahan, ia menambahkan. “Kenapa kau tidak memberitahunya?”

Aku menghela napas panjang lalu bergumam. “Kalau saja bisa, aku malah tidak mau kemana-mana.”

“Apa Kim hyung melakukan sesuatu?” pertanyaan ini benar-benar tepat sasaran. Kemudian Sungmin membiarkannya tidak terjawab. “Jiyoo-ya, kenapa harus aku?”

“Ng?”

Sungmin mendesah dan bisa kurasakan ia menahan napas. “Kenapa kau harus menghubungiku? Kenapa bukan Teuk hyung atau yang lain saja? Kenapa harus Lee Sungmin?”

“Oppa…,” panggilanku lebih terdengar seperti lirihan. “Sejak dulu, aku merasa aku selalu bisa bergantung padamu. Aku merasa bisa bersandar pada Lee Sungmin…”

Kemudian Sungmin bergumam, “Tapi bagaimana denganku? Siapa yang bisa menyediakan pundaknya untukku?”

“Aku bis-“

Sungmin memotong kata-kataku, “Jangan. Jangan katakan kau bisa. Kau.. tidak bisa, Jiyoo-ya.”

Saat itu juga rasanya dadaku terasa ratusan, tidak, bahkan jutaan kali lebih sesak dari sebelumnya. Lukaku bertambah parah waktu aku sadar sudah melukainya sekali lagi. Seandainya ia tahu aku tidak bisa memilih. Tidak, kalau masih ada Lee Hyukjae. Bagiku, mencintai Lee Hyukjae itu bukan pilihan. Itu adalah takdirku.

Pandangan Sungmin berubah kosong. Ponselnya masih tergantung di tangannya dengan bebas. Sesaat kemudian, ia tersenyum samar. “Mencintaimu itu sulit.”

“Kurasa mencintai seseorang memang selalu sulit,” suara Eunhyuk membuatnya memutar badan. Ia melihat Eunhyuk bersandar di tembok dan menatapnya. “Jiyoo kan?”

Sungmin berubah pucat. Apa yang harus ia katakan? Ia sudah berjanji akan merahasiakannya dari semua orang, terutama lelaki di depannya ini. Tapi dengan cepat, ia bersikap tenang. “Apa?”

“Kau.. mencintai Jiyoo kan?” pertanyaan itu lebih terdengar seperti pernyataan. Kelegaan luar biasa menjalar di sekujur tubuh Sungmin. Nyaris saja ia membocorkan soal gadis itu.

“Tidak ada gunanya aku menjawabmu,” sahutnya dingin.

Eunhyuk menarik semua udara masuk ke dalam paru-parunya, berharap rongga dadanya terisi penuh dengan oksigen. “Tapi semuanya juga sudah sia-sia. Tidak ada yang bisa memilikinya lagi sekarang. Tidak aku, tidak juga kau.”

“Choi Jiyoo bukan barang,” geram Sungmin. “Sejak awal tidak ada siapapun, hanya kau.”

“Dia.. egois. Setelah mendapatkan semuanya, dia pergi. Tidakkah kau pikir gadis itu sangat egois?” Eunhyuk berbisik. “Setelah aku sudah tidak bisa kemanapun, dia pergi. Tidak ada kabar atau ucapan perpisahan untukku. Kenapa dia begitu egois?”

Sungmin berdecak. “Lalu kau? Memangnya apa yang kau tahu soal dia, selain ocehan bodohmu barusan, apa lagi yang kau tahu?”

“Aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan. Gadis macam apa yang pergi begitu saja seperti ini?” ucap Eunhyuk.

Sungmin bisa menangkap nada putus asa dalam suaranya. Kemudian ia sadar, sebesar apapun luka yang ia rasakan sama sekali tidak sebanding dengan rasa sakit lelaki ini.

-the next day-

Hari pertamaku di universitas. Kurasa Kim ahjussi sama sekali tidak akan membiarkanku membolos pagi ini karena ia sudah datang menjemputku pagi-pagi. Aku sedikit bermain tebakan dengan kepalaku sendiri, ia tidak mau melihatku terlambat atau justru tidak mau mendengar kabar kaburnya aku dari asrama?

Aku tertawa geli membayangkan kemungkinan yang terakhir. Kim ahjussi melirikku tajam, “Apa yang lucu?”

“Eobseo. Hanya ada lelucon konyol. Mau dengar?” tawarku.

Ia menggeleng lalu fokus kembali ke jalanan di depannya. Aku mengangkat bahu santai dan mengedarkan pandangan ke luar jendela mobil. Sekelebat gedung bertingkat buru-buru menjadi flash cepat yang tertangkap otak kananku. Mataku terpejam. Seketika itu pikiranku melayang kembali padanya..

“Sekaaaaaaali saja, jagiya~” rengekan Eunhyuk pagi ini benar-benar membuat telingaku mau pecah.

Entah sudah keberapa kalinya aku menggeleng. “T.I.D.A.K.”

“Kenapa kau sangat perhitungan? Itu kan hanya permintaan kecil,” ia mengerucutkan bibirnya di depanku. Sindrom manjanya muncul lagi.

Aku mendesah lalu menatapnya. “Kadang aku bingung, aku ini pacaran dengan lelaki 24 tahun atau remaja 18 tahun. Kenapa oppa selalu kekanak-kanakan begini?”

“Aku hanya berwujud 18 tahun di depanmu,” ucapannya santai tapi berhasil membuat pipiku memanas. “Wajahmu merah.”

“He?” dengan cepat, kutempelkan kedua telapakku ke pipi. Aku memejamkan mata begitu membayangkan wajahku sekarang.

“Gwaenchanha~ kau manis kalau sedang begitu,” ujarnya lagi. Sekali lagi membuat kedua pipiku terasa lebih panas.

Aku mengomel, “Berhenti~ Oppa membuatku sesak napas.”

“APA? Kenapa? Apa yang sudah lelaki mesum ini lakukan padamu, Jiyoo-ya?” mendadak Leeteuk dan yang lainnya muncul mengelilingi kami.

“Hyung, aku tidak melakukan apa-apa. Berhenti memata-matai kami,” rengek Eunhyuk.

Alisku mengernyit heran. “Memata-matai?”

“Anak ini wajib dipantau. Kami takut dia melakukan sesuatu padamu,” jelas Heechul santai. Melihatku masih bingung, ia menerangkan. “Bisa kau bayangkan apa yang bisa orang yadong ini lakukan padamu? Aku bisa menebaknya dalam waktu kurang dari sedetik.”

Donghae mengangguk setuju. “Jiyoo-ya, kau tidak akan bisa menebak apa yang ia pikirkan.”

“YA~! Kalian ini suka mencemarkan nama baik orang lain ya?” omel Eunhyuk.

“Jiyoo-ya,” kali ini Leeteuk yang menginterupsi. “Apa yang dia minta padamu? Kami mendengar anak ini sampai harus merengek padamu.”

“Ah, itu…,”

“Ciuman? Dia memintamu menciumnya??” potong Yesung.

Aku mengibaskan tangan dengan cepat. “Anii~ Oppadeul tahu soal Eunhyuk oppa yang ketagihan hot dog kan?” Semua member mengangguk tapi tetap tidak mengerti maksudku. “Dia minta aku menyiapkan hot dog setiap sarapan, makan siang dan makan malam.”

“Ha?” Heechul terperanjat lalu menoleh pada Eunhyuk. “Ya! Kau mau membuat kita semua mabuk hot dog?”

“Aku sedang suka makan itu,” Eunhyuk berkilah cepat.

Leeteuk menggelengkan kepalanya, begitu juga dengan Donghae. Keningku berkerut. “Waeyo?”

“Kami tidak menyangka seorang cassanova sepertinya hanya bisa meminta hal seperti itu padamu,” ucap mereka bersamaan. Kemudian mereka malah melangkah pergi meninggalkanku dan Eunhyuk.

Aku, yang masih bingung, langsung menyipitkan mata pada Eunhyuk. “Memangnya kenapa, oppa? Apa lagi yang bisa kau minta?”

“Banyak,” bibirnya tersenyum aneh. Kemudian seolah berusaha menghipnotisku, matanya menatap jauh ke dalam mataku. Ia membiarkan kelopak mataku menutup perlahan.

“YA!! Seperti itu contohnya, Jiyoo-ya~!!” teriakan Heechul membuatku reflek membuka mata. Badanku memutar cepat dan menemukan semua member sedang melihat kami seolah kami ini adalah hiburan tersendiri bagi mereka.

Eunhyuk berusaha menyembunyikan rasa malunya dengan berlari mengejar semua membernya. Lagi-lagi aku berpikir, apa aku sedang tinggal bersama sekumpulan anak kecil? Mereka semua, kadang begitu menyenangkan dengan setiap senyuman di bibirnya, tapi kadang begitu rapuh dengan usaha pura-puranya di depan kamera.

Hidupku disini begitu sempurna. Terlalu sempurna, sampai akhirnya Tuhan harus mengurangi kesempurnaan itu..

‘DUK.. DUK.. DUK..’

Suara hentakan keras membahana sebelum Jiyoo terbangun dari tidurnya. Tubuhnya berguncang tapi gadis itu tetap tidak sadar apa yang terjadi dalam mobil. Kim ahjussi berusaha tetap menguasai kemudi, tapi gagal saat mobil sedan itu berputar cepat dan terbalik dua kali. Kepalanya membentur setir di depannya sebelum ia pingsan.

Aku melihat bayangan orang tuaku, adik laki-lakiku dan Nara. Mereka berputar perlahan dan teratur. Tapi kemudian bayangan mereka berputar semakin cepat, saking cepatnya aku merasa bayangan mereka mulai pudar dan menghilang.

Berikutnya aku bisa melihat wajah yang lain muncul. Terlihat samar dan kabur, tapi otak kecilku berbisik, itu keluarga baruku. Sekelompok orang yang menjadi tempatku bersandar. Keluarga baru yang membuatku nyaman. Kemudian aku merasa ada satu wajah yang mulai nyata. Eunhyuk. Lee Hyukjae.

Perlahan memoriku berputar lagi. Aku mulai mengingat bagaimana aku bisa terjebak di antara mereka, bagaimana aku selalu ingin berjuang untuk mereka, dan bagaimana rasanya saat aku harus meninggalkan mereka. Aku tidak mau. Aku tidak rela.

“Jiyoo-ya…,”

Apa? Kau memanggilku? Kau mengucapkan namaku?

Basah. Entah bagaimana, aku bisa merasakan tanganku basah. Tapi anehnya aku bisa tahu kalau itu adalah air mata. Air matanya..

Aku ingin sekali membuka mata. Aku tahu aku sedang terpejam karena semuanya terlihat gelap. Hitam dan sama. Bangun! Biarkan aku bangun dan menyeka air matanya..

Entah sudah berapa lama aku tidak bisa membuka mata. Aku menjadi buta dalam tubuhku sendiri. Tapi aku tahu kalau aku sedang ada di rumah sakit. Hidungku bisa mencium bau obat yang menusuk dan suasananya yang sepi.

Tidak ada perubahan dalam semua pandanganku. Semuanya tetap gelap. Mataku memang tidak bisa melihat apa-apa, tapi telingaku bisa mendengar banyak hal. Kadang aku mendengar suara Leeteuk atau yang lainnya bergantian menanyakan bagaimana keadaanku. Atau kadang aku mendengar suara asing, perkiraanku itu suara dokter atau perawat. Suara yang paling sering kudengar adalah suaranya. Eunhyuk sering memanggil namaku.

“Jiyoo-ya.. Jagi..”

Aku merasa aku tersenyum saat mendengar kata-kata itu. Tapi sepertinya Eunhyuk tidak bisa melihat senyuman yang memang tak terlihat dariku.

Hari keberapa ini..?

Mataku tetap tidak bisa terbuka tapi rasanya sudah jadi sedikit lebih ringan. Kemudian aku bisa melihat tubuhku sendiri yang terbaring di ranjang putih. Kepalaku diperban, begitu juga kaki dan tanganku. Ada memar dimana-mana. Aku berdecak kesal, “Wajahku~~”

Tapi aku mengalihkan pandanganku lagi. Bisa kulihat Eunhyuk berdiri di sampingku, di samping lelaki berjas putih. Dokter, mungkin.

Kumiringkan kepalaku untuk melihat lebih jelas. Mereka berdiri membentuk setengah lingkaran di samping ranjang. Punggung mereka tegang. Butuh waktu agak lama sampai aku bisa menarik kesimpulan: aku sedang sekarat.

Bunyi panjang yang memekakkan telinga terdengar seperti bel kematian. Suara itu muncul dari benda kotak yang tadinya menunjukkan detak jantungku sendiri. “Tidak.. Ini bohong kan?! Aku pasti masih hidup!!”

Aku bisa melihat garis panjang disana. Aku bisa melihat Eunhyuk hampir terjatuh sebelum ia sempat meraih tangan dokter itu untuk menahan tubuhnya. Aku bisa melihat ia menangis tapi aku tidak bisa menyeka air matanya, aku tidak bisa memberitahunya kalau aku ada disampingnya..

“AKU BELUM MATI~!!!”

Teriakan itu sama sekali tidak terdengar, tidak ada yang menoleh ke arahku. Semua orang sibuk bersedih sambil memandangiku, tubuh yang terbaring kaku di ranjang putih yang sudah divonis meninggal dunia.

Aku berjalan mendekati Eunhyuk, “Oppa.. aku masih disini. Aku belum mati!! Lihat aku!”

Badanku mulai terasa berat. Aku tidak bisa menebak-nebak apa yang akan terjadi padaku sekarang, kecuali ini saatnya aku benar-benar pergi. Kakiku terseret dengan mudahnya ke arah tubuhku sendiri.

Eunhyuk terus memandangi tubuh Jiyoo yang masih terbaring. Ia sendirian saat bunyi panjang itu terdengar, tapi sekarang sudah ada semua member di sampingnya. Leeteuk menatap kosong sosok gadis yang berbalut perban itu.

Walaupun tidak menangis, Heechul menggenggam tangan Jiyoo. “Ya! Manager bodoh, bangun~! Kau mau melihat kami tidak tampil sempurna di atas panggung? Kau suka melihat kami tampil setengah-setengah di depan teman-teman ELF kami?”

“Jagi…,” bisik Eunhyuk. “Jangan buat aku memanggil seperti itu untuk terakhir kalinya.”

“Hyuk-ah, relakan saja Jiyoo,” Donghae menepuk pundak couplenya pelan, berharap bisa memberi sedikit kekuatan.

Tapi kemudian kelopak mata gadis itu terbuka perlahan. Jiyoo langsung mengarahkan pandangannya ke sekeliling.

Semua member saling bertukar pandang lalu berteriak bersama, “HANTU JIYOO~~!!”

-two month later-

“…Dan kita semua langsung lari meninggalkan kamar Jiyoo!!” cerita Kyuhyun tentang insiden ‘hantu’ku itu masih berlanjut dan terus terulang.

Aku mendesah kesal. “Itu karena oppadeul bodoh~ Seenaknya saja memanggilku hantu! Aku masih hidup.”

“Tapi jelas-jelas dokter itu bilang kau sudah mati,” Kyuhyun melingkarkan telunjuk ke lehernya.

Kumiringkan kepalaku sejenak, “Benar. Aku juga melihat garis panjang yang muncul dari benda kotak itu. Tapi kemudian aku mendengar sebuah kata dan aku terbangun.”

“Kata? Kata apa?” tanya Ryeowook yang mendongak setelah selesai mengupaskan sebuah apel untukku.

Mataku melirik Eunhyuk yang duduk di sampingku. “Jagi..”

“Mesranyaaa.. sudah mau mati tetap saja romantis,” cibir Yesung.

Eunhyuk menoleh dan memandangku lama. “Aku mengucapkan kata itu berkali-kali, kupikir kau tidak mendengarnya.”

“Aku mendengar semuanya, tenang saja,” aku tersenyum lama. “Terima kasih, sudah membawaku kembali.”

“Yang mau berterima kasih itu aku, Jiyoo-ya,” Eunhyuk meringis. “Terima kasih sudah kembali kesini.”

Heechul membuka pintu kamarku dengan kasar, membuat kami semua nyaris terlompat kaget. “Hentikan drama picisan kalian. Ada yang harus kukatakan pada Jiyoo.”

“Apa?” keningku berkerut heran.

“Soal Kim hyung,” napas Heechul terengah-engah. “Dia mengajakmu taruhan.”

Aku makin bingung. “He?”

“Begini, Kim hyung menantangmu,” Leeteuk muncul di belakang Heechul sambil memasukkan tangan ke dalam saku mantelnya. “Siapapun yang lebih cepat keluar dari rumah sakit, dia akan menjadi manager kami, tidak akan ada batas waktu.”

“Jinjja?” mataku berbinar tapi kemudian wajahku berubah murung. “Hhh… tentu saja dia yang akan menang. Ahjussi itu hanya patah tangan, sedangkan aku? Oppadeul tidak lihat tangan, kaki, dan kepalaku yang parah ini?”

Heechul menggoyangkan telunjuknya. “Jangan takut, kami akan membantumu.”

“Maksudnya?”

Tiba-tiba Shindong yang sejak tadi tidak kulihat, mengeluarkan sebuah botol pembersih lantai. “Kamar Kim hyung ada di sebelah kamar ini kan?”

Leeteuk dan Heechul mengangguk tanpa ragu. Member lain dan aku ikut mengiyakan tapi tetap dengan raut wajah bingung.

“Hana.. dul.. set…,” Shindong mulai menghitung.

Kemudian terdengar teriakan nyaring dari kamar ahjussi itu. “AAUWW~!”

“Oppadeul..?” mataku menatap Leeteuk, Heechul, dan Shindong bergantian. “Jangan bilang kalian sengaja membuat ahjussi itu celaka?”

“Aniyo. Kim hyung pasti akan baik-baik saja. Kami tidak menuangkannya terlalu banyak. Cukup untuk membuat Kim hyung menginap disini selama seminggu, jadi waktumu untuk sembuh bisa lebih cepat darinya,” ujar Leeteuk.

Aku geleng-geleng kepala, “Oppa…,” Kemudian aku tersenyum, “Buatlah sampai dua bulan ke depan.”

“Arasseo~” Heechul mengacungkan jempolnya.

Mereka tertawa mendengar permintaanku. Sekalipun aku ingin sekali melanjutkan kuliah ke tempat yang sudah disiapkan ahjussi itu, tapi sepertinya aku belum siap meninggalkan keluargaku ini. Keluarga bernama Super Junior. Dan aku juga masih belum mau melepaskan hidupku yang sangat menakjubkan ini. The last, my wonderful life is totally perfect when I’m with Lee Hyukjae..

-THE END-

====================

Finally, MWL part 15 tamat jugaaa~ Di tengah-tengah kesibukan sekolah, akhirnya bisa juga nyelesain ni FF. Fiuhh~ maaf atas keterlambatannya. Ini juga nulisnya dari hari ini pas pulang sekolah sampe jam 8 malem. Sekitar 8 jam.. ><

PS: kenapa serba 8 yak? Berasa makin jodoh ama unyuk.😄

Respect,😀

-Angela Choi-

77 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 15/ending-

  1. T.T
    jiyoo kok ga jd mati c??#plakk

    kekeke…keren2 onn…
    D tunggu amore cafex y…
    Bikin aftr story jg dong,buat kyuhyunyoung…xD

    • Hehh~ cari mati ni anak!!
      Itulah kenapa aku bilang hak penuh ada pada author, nak~ Bisa selalu dibikin hepi ending.😄

      Kaga ahh, kyuhyunyoung kan cuma selingan. Couple aslinya kyuhyun kan Kwan Nara~😛

  2. Mianhae bru bs komen skrng. , ^^v
    Soalx bru ngikutn MWL. . .

    Keren keren. . . Ngakak bc endingx. .
    15 thumbs up. . ! ^^

  3. AAAAAAAAAAAAAAAA *gigit bantal*
    Kereeeeeen >.<
    Udah beneran ngira dirimu mening***~ hiks hiks
    Eh ga taunya idup lagi, pake acara dibilangin hantu segala xD
    Maaf yo, diriku baru mampir neng hihi~ *sodorin unyuk*

    • Yaelahh, kenapa semua orang ngarep jiyoo-nya meninggal sihh? Hiksu~ T^T
      Hehh~ yg ngulang2 cerita hantu jiyoo tuh suamimu, mbak.😄
      Hehe.. gapapa, tetep makasih uda mampir lagi~🙂

  4. tuuuuh kan..
    ga bilang2 lagiii..
    untung lagi kunjungan rutin..😄

    tamat juga ini MWL..

    haduh.. entah mengapa, saya merasa simpati kepada nasib kim hyung di akhir cerita..
    dikasih apaan tuh si ahjussi??😄

    • Mwo? kunjungan rutin??😄

      Ho’oh~ akhirnya bisa fokus buat namatin mwl. Itung2 ngurangin tanggungan lahh. Kerjain ini super duper kilat, malah kayanya uda ga pake mikir.😄

      Dikasih cairan pembersih lantai, lha trus dituangin deh di kamarnya, jadi tu ahjussi jatoh. AKhirnya kan tar lebih parah dari jiyoo~😄

      • iyaloah kunjungan rutin..
        biar kalo kalian ngpost ff ga bilang2.. ak masih tetep bacaa..😄

        ooh.. begitu toh.. turut berduka cita deh ama pembersih lantainya..

    • HWAAAH *telat* BAGUS SEKALI EON!
      tapi kependekan~ aku maunya ampe 30 part kebih gitu, eon /PLAK

      as always fanfic eonni emang bagus bagus deh. sweet banget. kaya’ komik :3 aku suka aku suka~~

      amore cafenya cepetan dong eon. aku bingung kenapa si haejin *iya ya haejin ya yg diusir?* diusir.
      ntar bisa bisa mereka kumpul kebo dong dirumah donge kkekekeee~

      • Makasih uda mampir.🙂
        Jyahh~ 30 part? Yang ada eonni tepar atuhh.😄

        Huwaaa… super duper makasihh~😀 Makasih uda jadi pendukung setia FF eonni yaa~

        Amore cafenya ntar dulu ya sayang, lagi sibuk sekolah soalnya. Mungkin tar kalo ada waktu senggang bakal eonni lanjutin sampe tamat. ><
        Semua pada ngira mereka diusir ya? Hehe…😄

    • Makasih uda baca~🙂
      After story? Ga dehh kayanya, soalnya part mwl kan uda panjaaaaaaang banget. Ditambah after story tar pada bosen.😄

      Doain aja buat amorenya yaa.. Mudah2an ga miskin ide+waktu. Mesti bener2 nunggu nganggur buat mikirin FF. Makasih dukungannya~😀

  5. grrrrrr,,, too much JiHyuk!!! *plakk*
    aku kira Jiyoo mau mati…
    eh malah gag jadi,,, mana dibilang hantu pula…
    ckckckckckckck,,, q bingung jiyoo tu untung apa sial disini…😄

    ini yang terakhir nih???
    yaudah deh,,, mau gimana lagi…
    selanjutnya apaan lagi ni yang bakal kamu tulis???😄

  6. “HANTU JIYOO”

    hahahahahahhaha.. gw ngakak bacanya
    sebodoh itukah mereka ampe ga bisa bedain hantu ama orang yg baru siuman hahahahhahahaha, gw mo guling2 gabisa, dah di ktr soale ;p

    thanks dah di post the last chap ini, tetep kocak walopun ada adegan yg mengarukan…

    mending buat after story untuk sungmin aja, biar nasibnya ga apes2 bgt hehehehehhe..

    • Hehehe~ berhasil juga ternyata nyelipin adegan kocak di tengah2 cerita serius ini.😄
      Jangan guling2, tar diliatin orang. Maluu~

      After story-nya sungmin? Mungkiiin~ kalo dapet moodnya yaa.🙂
      Makasih juga uda baca part terakhir ini.😀

  7. DAEBAK!!!! KEREN BGT
    tadinya udah siapin tisu buat nangis, tapi langsung ngakak gara2 mereka tereak “hantu jiyoo” wkwkwkwkwk

    senangx akhrnya hepi ending…selamat yo buat ji hyuk couple ^^
    ada rencana bkn after story nya? ato amore cafe donk hehehehe *ditendang byk maunya*

    • Makasih.. makasih..😀
      Kalo ga geje, tar imej asli Jiyoo ilang dong?😄

      JiHyuk couple ga ditakdirin menderita. Kekeke~ Apalagi kalo authornya aku.😄
      Ga bakal ada after story kayanya. Partnya kan uda banyak, JiHyuk moment uda bertebaran di mana2.
      Kalo amore, tar aja kalo ada waktu senggang. ><
      Makasih uda baca yaa~🙂

  8. XDD sukaaa~~! >.<
    kirain memang beneran si JiYoo-nya mau mat* au-aunya idup lagi yang katanya habis denger kata, " Jagi~~" dari seorang Lee HyukJae-Monkey-Anvchovy-Unyuk /plaak😄
    Paraaaah idenya Icul wkwkwk~ kirain si Ahjushinya mau diseret dicekek beneran XDD (dipelototin sama Chul) ^^v
    DaeBaa~k!
    kekekeke~~

    p.s Unyuk tuh kalau diceritainnya udah menderita (PLAK) atau mellow-mellow ngena feellnya (apassih)

    • Huwaaa~ makasiih, makasiihh~~😀
      Aigoo, Jiyoo-nya dilarang mati, tar mesti ganti judul dong, bukan My Wonderful Life lagi. Kekeke~
      JiHyuuuuuuk ftw~!! *as usual*😄
      Ichul emang raja tega bin kejem, sodaraan lah ama Jiyoo. XDD

      Huahahaha~ tampang unyuk emang tampang2 menderita kali yak? =.=

  9. bknnya bosan…komennya gk mau masuk, biasalah aq baca+komen lewat hp..*lempar hp*

    sukur yg laen masuk komennya😀, FFnya seru sih jd aq komen dr awal..xb

  10. huwa , sempet stress gara gara gak tau kelanjutan nya . baru baca part 1 seh itu pun di sjff .
    tapi gokil abis endingnya . kalo jiyoo meninggal pasti lebih gokil /plak
    kasihan kim ahjussi .
    daebak lah .

  11. Huah,,,
    akhirnya nyampe juga,,,

    mian onn part 12-14 nya ga kukomen,,
    suka” ga masuk…

    syukur deh happy ending…
    cuma mau bilang…

    Good job, I like it ^^

  12. zzzziiingg << rider geje mendarat ..
    hehe daebakk as usual ..
    ii unyukk jelesaan🙂 *gigit jawline unyukk*
    intinyaa sukaaaaaa~~ !!!
    saya mau lanjut ngobrakngabrik blog lagii aah~😀

  13. jeongmal minahe, karena baru bisa komen skrng

    aku reders baru sih & lebih sering baca dr handphone, jd gak bisa komen..

    tapi aku salut sama ffnya, nice ff

    aku rasa ini yg diharapin smua ELF n KPOP lovers^^ bisa jd yeoja d ff ini

    sekali lagi NICE ff^^

  14. sheeeraaaa yg ini baru dibaca tadi malam sekaligus langsung tamat, jd comentnya diborong lg yah^^

    awalnya krain hyuk bkn main cast tapi lama-lama keluar jg sang pahlawannya….

    eunhyuk sang raja cuek disini bisa sangat manja dan kekanak kanakan…. cemburuannya emang hyuk bgt lah.

    endingnya gak nyangka ky gitu sedikit aneh tp ketutup ama isinya kok.

    • iyaaa~~~😀

      ini ff pertama-ku onn. Pertaaaamaaa banget, makanya kepanjangan, alurnya ngalur-kidul pula. -.-
      ff ini aib sebenernya. xD

      disini feel hyuknya kurang banget, aku aja malu sendiri pas baca ulang. >///<

      makasihh uda baca yaaa~😀

  15. haha ff perdana yah???? klo ff perdana onn m chul… blm kenal hyuk…

    sumpah greget bgt m c’hyuk disini,,,, kaya bocah bgt, cemburuan gila lah,,,, tapi asik kok bacanya

  16. mwoooyyaaa kembar???
    cemburu ama c’ikan?? sama ceh onn jg kadang cemburu m mereka low lg bareng, malah klo hyuk ngapel kerumah tu c’kaka nempel” mulu.. tidak bisa dibiarkan eunhae moment berlanjut.

      • hihi sifatnya gt?? hoho,, pertahankan sifat itu dan cepetan buat lg ff,,, gada yg bisa dibaca neh,, sebelumnya onn mau ksh tau mianh y kklo onn cm bc ff yg hyuk z,,,

  17. EONNIIIIIIIIIIIIIIIIII ~~~~ ^^/
    nangis baca FF yg ini eonn ~~
    FF yg ini cinta segitiga sama bang Umin ><
    huaaaaaaaaaaaaa ~~❤ KEREN <''

    Semua member saling bertukar pandang lalu berteriak bersama, “HANTU JIYOO~~!!”

    wkwkwk😀
    ngakak baca ini eonn😀
    member suju emang aneh2 aja .. orang belum mati dipanggil hantu ..
    ckckckck ~~

    maafkan kome saya yg seperti rel KA ini eonni -_-v #deepbow

  18. EONNIIIIIIIIIIIIIIIIII ~~~~ ^^/
    nangis baca FF yg ini eonn ~~
    FF yg ini cinta segitiga sama bang Umin ><
    huaaaaaaaaaaaaa ~~❤ KEREN <''

    “HANTU JIYOO~~!!”

    wkwkwk😀
    ngakak baca ini eonn😀
    member suju emang aneh2 aja .. orang belum mati dipanggil hantu ..
    ckckckck ~~

    maafkan kome saya yg seperti rel KA ini eonni -_-v #deepbow

  19. Thooor, aku udah baca ff ni dari awal sampe end dan maaf banget komennta aku satuin disini😦 ff ini daebak!! Aku paling kesel ama ming ama kyu -_- terus itu hyuk kasian banget ga dpt kabar apa apa dari jiyoo dan memberdeul pada ga ngerti perasaan hyuk apa –‘ aaaaaah pokonya aku selalu suka ff jihyuk! :p

  20. huwwaa. . keren. . . .>< aq sempet nyangka klu jiyoo bkal meninggal. . .tpi ternyata dia bangun gara2 s kunyuk manggil dia "jagi"
    soo sweet. . .
    oppadeul gila kali y sampe2 sgitunya ma kim hyung. .?? tpi author daebak!!! aq gag nyangka endingnya gni. . .
    O,iya maaf bru sempet komen d part ini cz aq bcanya ngebut. . .gpp kn???

  21. ending nya keren, kirain bakal sad ending, tp syukur lah..

    terus gimana kelanjutan cerita yesung-sungmin-kyuhyun..’?!

  22. Huwaaa dpet shock therapy baca part ending ini kirain emank bkalan mati yoo nya,, totally perfect,,, daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s