[FF] My Wonderful Life -part 14-

My Wonderful Life –part 14-

====================

-previously-

“Dia tidak menyukaiku!!” ujar mereka bersamaan. Begitu berteriak, mereka langsung saling menatap lalu menunduk. Anehh~

Aku berdecak kesal. “Bukankah sudah kubilang? Kalian ini saling menyukai sejak dulu, hanya saja pikiran kalian itu kekanak-kanakan.”

“B-bukan begitu. Kurasa kau sudah menganggap ini berlebihan, Jiyoo-ssi. Kami memang tidak ada hubungan apa-apa selain teman.” Hyunyoung tetap bersikeras. Membuatku semakin ingin menjitak kepalanya!!

Kyuhyun menimpali. “Begitulah. Kami tidak ada apa-apa.”

Mendengar respon Kyuhyun, aku bisa melihat Hyunyoung menggigit bibir. “Ahh~ baiklah, aku harus bersiap ke bandara sekarang. Aku harus kembali ke Seoul, lalu pulang ke Tokyo.”

“Mworagoyo?” pekikku nyaring. Mataku sempat melihat ekspresi terkejut yang sama di wajah Kyuhyun. Tapi kenapa dia tidak berkata apa-apa?

Hyunyoung menjejalkan ponsel ke dalam tas. “Aku akan kembali ke Tokyo akhir minggu ini. Kupikir aku bisa bertemu dengan pria ini untuk terakhir kalinya, tapi sepertinya dia tidak mau melihatku lagi.”

“Hyunyoung-ssi, jangan be-“

“Sudahlah, Jiyoo. Dia ingin pergi lagi, untuk apa melarangnya?” Kyuhyun menarik tanganku paksa.

Kutepis tangannya. “APA KAU INI BODOH? Gadis ini akan pergi lagi bahkan mungkin tidak akan kembali, apa kau mau melepaskannya sekali lagi?”

“Apa dia pernah bertanya padaku? Apa dia pernah minta izin untuk meninggalkanku? Tidak. Dengan seenaknya saja dia pergi. Tanpa bertanya,” sentak Kyuhyun.

Aku terkesiap. Hyunyoung juga tidak bisa berkata apapun untuk membela diri. Kemudian Kyuhyun terduduk sambil bersandar di tembok. Dengan pelan, aku melangkah mendekat. “O-oppa?”

“Asal kau tahu saja, aku sangat membutuhkannya. Aku sangat membutuhkan gadis yang berdiri disitu,” telunjuknya mengarah ke muka Hyunyoung. “Tapi dia tidak pernah peduli padaku. Tidak peduli pada pria yang selalu memerhatikannya ini. Lalu seenaknya saja dia bilang bahwa impian masa kecil kami tidak akan abadi. Rasanya sakit. Mungkin beginilah rasanya ditolak.”

Hyunyoung menggigit bibir bawahnya. “Kau bilang kau tidak akan pernah menyukai gadis sepertiku kan? Memangnya kau pikir aku tidak sedih memikirkan ucapan penolakanmu itu?”

Kyuhyun mendongak dan mencibir. “Kau pikir aku bisa menjawab apa di depan Ahra noona? Sudah cukup sering dia menggodaku di rumah tentang kita, kalau aku bilang aku menyukaimu, dia bisa melompat girang.”

Alisku terangkat. “Ahra eonni? Ahh~ jangan-jangan oppa hanya gengsi? Dasar pria.” Pandanganku berganti pada Hyunyoung, “Hyunyoung-ssi, pria ini sudah menyukaimu sejak dulu. Kau juga kan?”

“He? M-mollayo,” ujarnya terbata. Aigo~ berhentilah bersikap sok lugu. Aku sudah hampir mati kesal melihat kelakuan mereka. Dengan cepat kuraih tangan Hyunyoung. Ia berteriak, “Apa yang kau lakukan?”

Aku menyuruhnya duduk di samping Kyuhyun. “Belajarlah jujur. Apa kalian akan terus begini selamanya? Tidak akan menyesal?”

“Jiyoo-ah, kau in-“ Kyuhyun baru akan mengomeliku saat kemudian Hyunyoung mencium pipi kanannya. Ia menyentuh pipinya pelan. “Hangat.”

Bibirku mengerucut dan mencibir. “Aku memang bilang untuk saling jujur, tapi bukan berarti kalian boleh memamerkannya di depanku. Aku pergi dulu. Annyeong~”

“Aku tidak pernah suka tidak bisa bertemu denganmu. Aku tidak suka berada di Tokyo sendirian,” sayup-sayup kudengar suara Hyunyoung. Aku memunggungi mereka dan tersenyum puas. Setidaknya satu masalah selesai di tanganku.

Satu masalah selesai dan masalah lainnya datang. Takdir. Aku menghela napas berat saat melihat Eunhyuk duduk di bawah tangga. Ia memandangiku curiga. Aigo~ firasatku bilang ini adalah masalah.

“Oppa, kenapa duduk disini?” aku menuruni beberapa anak tangga agar bisa melihatnya lebih dekat.

Eunhyuk menyipitkan mata. “Menunggumu selesai berselingkuh.”

“Mwo? Oppa ini mengigau ya? Siapa yang selingkuh?” sungutku. Memangnya definisi selingkuh itu diartikan sebagai bertemu atau bicara dengan pria lain?

“Tentu saja kau. Kenapa kau bisa tahu kalau Kyuhyun ada di atap?” selidiknya tajam.

“Aigo~ aku kan bisa bertanya pada semua petugas hotel. Memangnya oppa pikir Super Junior-M tidak terkenal?” aku duduk di sampingnya. “Kenapa Hyukie oppa-ku ini sangat pencemburu?”

Eunhyuk mengusap pipiku lembut. “Karena kau.”

“Bisakah aku minta sesuatu?” kulepaskan tangannya dari pipiku. Begitu ia mengangguk, aku menggenggam tangannya. “Demi aku, bisakah bersikap lebih wajar? Aku tidak bisa terus-menerus melihat wajah oppa yang marah. Membuatku tidak tenang dan takut.”

Matanya melihat jauh ke dalam mataku lalu mendesah. “Lupakan saja,” ujarnya singkat. “Bagaimana Kyuhyun? Kau tidak menyuruhnya kembali ke kamar?”

“Kyuhyun oppa sedang menyelesaikan masalahnya sendiri,” aku tersenyum. “Ah, lagipula aku sudah memberi tahu Leeteuk oppa. Tenang saja.”

Eunhyuk mengerutkan kening. “Masalah? Jangan-jangan kau berulah ya?”

“Berulah apa?”

“Aku melihat Hyunyoung-ssi terburu-buru menaiki tangga sampai tidak melihatku. Kau membuat mereka bersama sekarang?” tebaknya.

“Bingo~! Benar sekali! Aku tidak tahan melihat kelakuan mereka yang aneh, jadi kubuat saja mereka saling jujur,” lagi-lagi senyumanku tidak bisa hilang. Mendadak aku teringat sesuatu, “Oppa tahu kalau ada Hyunyoung-ssi, tapi tetap menyangka aku berselingkuh?”

Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Kupikir kau terlibat cinta segitiga bersama mereka.”

“Omomo~ sudah kubilang kan Kyuhyun oppa itu sama sekali bukan tipe-ku. Kenapa oppa tidak percaya?” kugembungkan pipiku.

“Mianhae. Cemburu itu sama sekali tidak pakai otak,” ujarnya ringan.

Aku mencibir. “Kalau cemburu oppa pakai otak, kurasa oppa tidak akan bersikap kekanak-kanakan begini.”

Leeteuk menarik napas lega begitu mendengar Jiyoo sudah menemukan Kyuhyun. Tapi kini perhatiannya terpusat pada Sungmin yang terduduk lesu. Ia tahu dongsaengnya itu masih belum, bahkan tidak bisa membiasakan diri dengan kehadiran Jiyoo dan Eunhyuk yang sedang bersama. Sang leader beringsut ke sampingnya, “Apa yang kau pikirkan?”

“He?” Sungmin menengok dengan alis terangkat. Mengerti maksud tatapan Leeteuk, ia mendesah. “Tidak ada.”

“Kau ini sama sekali bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan perasaan,” ujar Leeteuk. “Kau masih…”

Sungmin tersenyum samar,”Menyukai Jiyoo? Mollayo.” Kemudian ia mendongak, “Hyung, memangnya aku boleh menyukainya sekarang?”

“Semua orang menyukainya. Hanya saja, aku ingin tahu kau menyukainya sebagai apa,” Leeteuk meregangkan ototnya.

Lelaki di depannya hanya menarik napas berat dan bergumam. “Seandainya aku yang lebih dulu, dia pasti sedang di sampingku sekarang.”

Kening Leeteuk berkerut. “Jangan pernah menoleh ke masa lalu. Kau masih punya jalan di depanmu. Biarkan saja Jiyoo bersama Eunhyuk. Yang bisa kau lakukan adalah diam-diam mendukung mereka.”

Sungmin tidak menyahut. Dalam diam ia merutuk kenapa hidupnya sangat tidak beruntung? Meskipun ia dan Eunhyuk menyukai Choi Jiyoo dalam waktu yang sama, keberuntungan itu tidak pernah menghampirinya. Ia berpikir sepertinya ia butuh keajaiban dari bintang jatuh.

“Oppa~” panggilan manis itu membuatnya mendongak cepat. Jiyoo berdiri di pintu sambil melambaikan tangan. “Ada hujan meteor malam ini. Temani aku melihatnya.”

Leeteuk menjawab lebih cepat. “Kemana pacarmu itu? Kenapa kau tidak bersamanya saja?”

Sungmin bisa melihat gadis itu meniup poninya. Jiyoo mengerucutkan bibir, “Pacarku itu sudah tidur. Dia bilang akan menungguku tertidur, tapi dalam lima menit malah dia yang tertidur.”

“Yang lainnya?” lagi-lagi Leeteuk bertanya. Tapi kemudian ia menjawabnya sendiri, “Ah~ mereka pasti lelah atau malah jalan-jalan. Kaja~ kutemani kau.”

“DAEBAK~!” Jiyoo berlari kecil ke arah Leeteuk dan Sungmin. Tanpa ragu ia merangkul lengan keduanya, menempatkan tubuh mungilnya di tengah-tengah mereka. Merasa Sungmin agak risih, gadis itu menoleh. “Sungmin oppa? Tidak suka kugandeng ya?”

Pria itu hanya diam dan menggeleng pelan. Ia membutuhkan bintang jatuh. Bintang jatuh pembawa keberuntungan.

Aku bertopang dagu sambil sesekali mengembuskan napas berat. Mataku berkedip cepat memandangi langit yang gelap. Katanya ada hujan meteor, tapi kenapa langitnya malah mendung?

“Mana?” Leeteuk ikut mendongak ke langit. “Mana hujan meteornya?”

Dengan kesal, aku mengangkat bahu dan mengomel. “Bahkan sama sekali tidak ada bintang. Menyebalkan~”

“Mungkin kau salah melihat berita,” sahutan pertama Sungmin agak membuatku terkesiap. Seingatku sejak tadi dia memang tidak bicara.

“Aniyo~ mana mungkin?” ujarku. Tapi diam-diam aku berpikir, apa iya aku yang salah lihat berita? Mengingat sikapku yang ceroboh, kurasa itu salah satu hal yang mungkin kulakukan. “Lalu bagaimana sekarang?”

Leeteuk mengeratkan jaketnya dan menoleh ke arahku. “Masuk saja. Kita tidur.”

“Tapi aku sedang tidak bisa tidur. Oppadeul masuk saja duluan, aku mau disini. Disini sejuk~” kurentangkan kedua tanganku sambil menarik oksigen masuk ke dalam paru-paru. Dengan cepat Leeteuk mengacak rambutku dan berjalan menjauh. Tapi Sungmin tidak mengekor. Alisku terangkat, “Oppa? Tidak mau masuk?”

“Aku mendapat firasat akan ada hujan meteor malam ini. Aku mau menunggunya,” sahutnya sambil tersenyum. “Bagaimana pun, aku sangat membutuhkan keajaiban.”

Keningku berkerut. “Keberuntungan? Untuk apa? Uri Sungmin oppa sudah dikelilingi banyak keberuntungan kan?”

Sungmin tersenyum lagi. Kali ini dengan agak samar. “Ada satu keberuntungan yang kuinginkan.”

“Apa itu? Ahh~ tentang Younghyun eonni kan? Oppa belum bilang tentang perasaan oppa padanya?” tebakku. “Oppa harus cepat, kalau tidak orang lain bisa mendahului oppa.”

Entah ini perasaanku saja atau bukan tapi kurasa Sungmin bersikap aneh padaku. “Benar. Kalau tidak cepat, orang lain akan merebut keberuntunganku.”

“Maksu-“

“Langitnya,” Sungmin mendongak ke langit.

Aku ikut menatap ke atas dan menemukan ratusan, tidak, ribuan bintang disana. Telunjukku langsung terarah lurus dan aku berteriak. “Bintang jatuh!!”

“Ucapkan permohonanmu,” Sungmin menyuruhku sebelum kulihat ia sendiri memejamkan mata dan mengatupkan kedua telapaknya.

Setelah aku selesai dengan permohonanku, aku sibuk memerhatikan Sungmin. Sepertinya ia sangat menginginkan sesuatu. Ia menoleh ke arahku sambil tersenyum. “Oppa serius sekali.”

“Kau sudah mengucapkan permohonanmu?” pertanyaannya membuat bibirku tersenyum. Ia bertanya lagi, “Waeyo?”

Aku mengembuskan napas panjang. “Setelah apa yang sudah kudapatkan, aku tidak butuh apa-apa lagi. Aku punya semuanya sekarang. Oppadeul, teman-teman yang baik, dan Eunhyuk oppa, memangnya aku butuh apa lagi?”

Kulihat Sungmin terhenyak lalu bersuara, “Kau mau tahu permohonanku?”

“Permohonan itu tidak boleh diucapkan, oppa. Bagaimana kalau permohonan oppa tidak terwujud?” aku tersenyum, tapi aku sendiri sebenarnya juga ingin tahu permohonan apa yang diucapkan Super Junior Sungmin.

“Kau,” ucapannya membuat alisku terangkat. Apa maksudnya? Belum sempat aku bertanya, Sungmin memelukku dengan cepat. Tubuhku terlalu beku untuk sekedar menepisnya. “Saranghae.”

Sungmin bisa melihat Jiyoo sama sekali tidak menolak pelukannya. Mungkin otak gadis itu terlalu lambat mencerna kata-katanya yang memang mengejutkan. Ia sendiri tidak menyangka akan mengucapkan hal itu pada Jiyoo sekarang.

“O-oppa,” panggilan Jiyoo tidak membuat Sungmin melepaskannya. “Aku tahu semua perasaan oppa.”

Ucapan gadis itu memaksa Sungmin meregangkan pelukannya dan memandang Jiyoo lekat-lekat. Alisnya terangkat. “Kau tahu? Eunhyuk yang memberitahumu?”

“Aniyo.” Jiyoo menggelengkan kepala dan melepaskan tubuhnya perlahan dari Sungmin. Ia memandang lurus ke depan. “Younghyun eonni. Sepertinya dia satu-satunya gadis yang mengerti oppa.”

“Younghyun-ssi?”

Sekarang aku melihat kening Sungmin berkerut heran. Aku sendiri bingung, kenapa semua orang di sekelilingku sama sekali tidak peka? Kyuhyun tidak bisa melihat Hyunyoung dan Sungmin malah tidak sadar selalu ada Younghyun di belakangnya. Anehnya, kedua gadis itu memiliki huruf Hangeul yang terbalik. Takdir kah? Karena itu nasib kedua gadis itu sama sekali tidak beruntung.😄

“Oppa bisa belajar menyukainya kan?” tanyaku hati-hati.

Sungmin terkesiap mendengar ucapanku. “Kau memintaku merubah perasaanku? Kau pikir semudah itu?”

“A-aniyo. Oppa salah paham. Aku hanya takut suatu saat nanti oppa bisa menyesali hal ini,” aku berusaha menjelaskan.

“Aku tidak pernah menyesal karena sudah menyukaimu,” napasku tercekat mendengarnya. Aku tahu lelaki ini sangat menyayangiku. Tanpa Younghyun beri tahu pun, aku juga bisa merasakannya. Tapi ini…

“Begitukah?” suara yang membuatku memutar badan. Eunhyuk!! Mati aku~!!

Aku menarik napas. “Oppa, tolong jangan mengambil kesimpulan ya-“

“Aniyo. Aku tidak mengambil kesimpulan apa-apa,” ucapan Eunhyuk membuatku agak lega. “Tapi aku memang sudah tahu sejak dulu.”

DEGG! Benarkah? Dia tahu? Jangan-jangan orang yang Eunhyuk bicarakan tadi… Sungmin? Ahh~ aku pasti sudah gila!

“Sungmin-ah,” aku bisa mendengar Eunhyuk menanggalkan bahasa formalnya. Dan ini berarti TIDAK BAIK. “Kau menyukainya kan?”

Sungmin sama sekali tidak menyahut. Aku mendahului, “Oppa, kita masuk saja ya? Kaja~” Dengan cepat kutarik tangan Eunhyuk. Untungnya ia tidak menepis tanganku dan memilih untuk menurut. Setelah jauh meninggalkan Sungmin, aku menyuruh Eunhyuk duduk di ranjangku. “Tidak apa-apa kan?”

“Mana mungkin tidak apa-apa kalau aku melihat gadisku ber-“

“Ya.. Ya.. Ya… berarti oppa masih belum baik-baik saja.” aku buru-buru memotong kata-katanya.

Eunhyuk menarik napas berat kemudian merebahkan tubuh di ranjang. “Aku tidak mengerti kenapa Sungmin hyung masih saja menyukaimu. Padahal sudah jelas kau sekarang ini kan milikku.”

“Aku bukan barang,” dengusku. Sesaat kemudian aku bertanya, “Kenapa oppa tidak bicara baik-baik saja tadi? Tidak perlu bersikap menyebalkan seperti itu kan?

Ia hanya menatapku lalu mengangkat bahu. “Maaf saja. Aku bukan pria penyabar.”

“Menyebalkan~ bukankah sudah kubilang aku tidak akan selingkuh,” ujarku tenang.

Eunhyuk menengok sambil mengamatiku. “Aku tahu kau tidak akan melakukannya. Hanya saja… Sungmin hyung itu..”

“Oppa, lupakan saja masalah ini. Kembali ke kamar oppa sana. Besok kita harus pulang kan?” kutarik tangannya paksa. Tapi tenaganya yang lebih kuat malah membuatku terjatuh tepat di dadanya. “Omomo~ mianh-“

Ucapanku tertahan oleh pelukannya. Entah kenapa ia malah memelukku begini. “Aku tidak suka orang lain menyentuh, apalagi memelukmu seperti tadi.” bisiknya lirih.

Yesung berjalan gontai dan terseok menyusuri koridor hotel sambil membuka tiap pintu kamar semua membernya. Setelah mengabsen semua isi kamar, ia sampai di depan kamar Jiyoo. Ia sempat berdebat dengan pikirannya, apa ia juga akan masuk ke dalam kamar gadis itu atau tidak? Karena kalau sampai Eunhyuk tahu, ia tidak yakin kedamaian akan tetap ada.

Tapi toh akhirnya ia memegang kenop pintu sebelum Donghae menepuk pundaknya. “Hyung, apa kau melihat Hyukjae?”

“Hyukjae? Bukankah dia sekamar denganmu?” tangannya terhenti sambil memegang kenop pintu yang dingin itu. Kemudian ia terbelalak. “Apa mungkin..”

“APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN??” teriakan dengan kekuatan super nyaring memekakkan telingaku dan memaksaku membuka mata yang masih berat.

Aku menggosok mataku dan memastikan objek yang sedang kulihat. “Yesung oppa? Donghae oppa? Kenapa pagi-pagi begini sudah berisik? Omo~ kalian!! Kenapa masuk ke kamarku seenaknya?”

“Jiyoo-ya, kenapa kau tidur bersama Hyukjae? Apa yang kalian lakukan semalam?” tegur Donghae tegas. Eunhyuk? Apa maksudnya?

Kepalaku menoleh ke samping dan melihat Eunhyuk tidur di sampingku!! “OMOMO~!!” Tanganku mengguncangkan tubuhnya kencang, “OPPA~!! Bangun!! Apa yang kau lakukan disini?”

Eunhyuk menggeliat sebentar lalu tersenyum ke arahku, “Jagi~ kenapa kau sudah di kamarku pagi-pagi?”

“Ini kamarku~ apa yang oppa lakukan disini?” pikiranku melayang pada waktu semalam. “Oppa belum meninggalkan kamarku sejak semalam??”

Tatapan tajam Yesung terarah padaku, “Semalam?? Kalian tidur bersama semalam?”

“A-aniyo!!” sentakku. Tapi kalau dipikir-pikir, benar juga. Kami memang tidur bersama. Tanpa melakukan apapun kan? Pakaianku dan Eunhyuk masih lengkap, malah cardiganku masih kukenakan. Benar~ aku tidak melakukan apa-apa. “Mm… sepertinya memang begitu, tapi kami tidak melakukan apa-apa!!”

“Memangnya kenapa kalau kami tidur bersama?” Eunhyuk masih berwajah polos. Aigo~ sangat tidak membantu. “Kami memang tidak melakukan apa-apa, aku hanya tertidur disini, sepertinya.”

Yesung mengibas-ibaskan tangannya, “Sudahlah~ bukan urusanku apa yang mau kalian lakukan berdua, lagipula kalian sudah dewasa. Tapi, Hyukjae-ya, tunggu sampai Teuk hyung dan Heechul hyung mendengar ini. Kau pasti mati~”

“Hyung~ jangan katakan apa-apa, kami tidak berbuat macam-macam,” ujar Eunhyuk pucat. Ia sangat mengerti bagaimana protektif-nya Leeteuk dan Heechul padaku. Kekeke~

“Hyukjae-ya, aku kecewa~ lupakan saja nama EunHae!!” Aigo~ Donghae malah mendadak kesal dan meninggalkan kami. Yes~! EunHae moment akan terhapuskan untuk jangka waktu yang belum ditentukan!!

Eunhyuk melongo bingung melihat kelakuan Donghae kemudian menatapku, “Kita tidak melakukan apa-apa kan?”

“Ya~! Oppa kan pria, aku yang harus bertanya, oppa tidak berbuat macam-macam kan padaku?” matanya menyipit. Melihat kepalanya yang menggeleng kuat, aku menarik napas lega. “Tapi bagaimana dengan Donghae dan Yesung oppa? Pikiran mereka pasti aneh-aneh. Ahh~ lagipula kenapa oppa bisa tidur disini?”

Senyumnya terkembang. “Seingatku aku terus memelukmu sampai kau tertidur.”

“Jangan ingatkan aku~! Malu~~” kututup wajahku yang berubah merah dengan kedua telapak tanganku.

Tiba-tiba saja Leeteuk menyuruh kami berkumpul di kamarnya yang memang agak lebih luas dari yang lain. Aku merasa gugup. Takut-takut ia akan membicarakan insiden tadi pagi. Bagaimana kalau aku tidak dipercaya lagi sebagai gadis baik-baik? Aigo~

“Jiyoo-ya, kau harus berhenti menjadi manager Super Junior-M,” kata-kata itu membuat jantungku berhenti berdetak. Leeteuk tidak sedang bercanda. Beberapa member juga melayangkan tatapan terkejut yang sama ke arahnya. Mereka bergantian memandangiku dan Leeteuk.

“Waeyo, hyung?” pekik Eunhyuk. Kemudian ia menoleh pada Donghae, “Apa kau bicara macam-macam soal kejadian pagi ini?”

Donghae menggeleng, “Anieyo. Aku dan Yesung hyung kan hanya menakutimu.”

“Memangnya kenapa, oppa? Apa aku berbuat kesalahan?” tanyaku hati-hati.

“Dari awal kau itu salah. Kau membuat jadwal mereka semakin berantakan,” suara berat yang sangat kukenal. Tanganku membekap mulutku sendiri agar aku tidak berteriak. Kim Ahjussi!! Kenapa ia bisa ada disini?

“Hyung, kenapa kau ada disini?” Siwon sama terkejutnya denganku.

Kim Ahjussi tertawa. “Kenapa? Karena aku ini manager kalian kan?” Matanya kembali menatapku, “Dan kau, agashi, kali ini kau benar-benar harus berhenti.”

“Waeyo? Siapa yang berani memutuskan begitu?” ujar Eunhyuk.

“Perusahaan, Hyukjae-ya.” Kim Ahjussi mengangkat bahu dengan santai, “Tanyakan saja pada leadermu ini.”

Semua mata menuntut jawaban dari Leeteuk. Aura di kamar ini berubah suram begitu ia mengangguk. “Mianhaeyo. Sejak awal Jiyoo memang tidak resmi kan? Jadi perusahaan meminta Kim Ahjussi kembali menjadi manager tunggal kita.”

“Begitukah?” aku bangkit dan menarik napas panjang. Berusaha tetap baik-baik saja. Senyumanku terkembang samar.

“Kalian semua ikut aku kembali ke Seoul sekarang juga. Jiyoo-ssi, kau bisa naik pesawat lain sore ini. Nikmati jalan-jalanmu di Shanghai,” ujarnya dingin. Aku kesal setengah mati, tapi aku tidak bisa membalasnya. Ahh~

“Andwae! Aku akan naik pesawat yang sama dengan Jiyoo! Dia suka mabuk udara, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya nanti?” Eunhyuk berteriak seraya bangkit dari tempatnya.

Kim Ahjussi berpikir sebentar lalu berkomentar, “Tidak akan ada lagi yang boleh berhubungan dengan Choi Jiyoo dan itu berlaku detik ini. Termasuk hubungan asmara, Lee Hyukjae.”

Dengan paksa, ahjussi itu menarik Eunhyuk sambil memerintah oppadeul membawa koper mereka masing-masing. Agak miris melihatnya. Kenapa ini terjadi lagi? Aku memang bukan gadis beruntung.

“Dia akan baik-baik saja, Hyukjae-ya,” Leeteuk menepuk pundak Eunhyuk. Dari tadi ia memang memerhatikan Eunhyuk yang hanya melamun sambil menggigiti kuku jempolnya.

Eunhyuk mengalihkan pandangan dari jejeran gedung tinggi di luar jendela, “Tapi dia suka mabuk udara, hyung. Bagaimana kalau tidak ada yang merawatnya?”

“Ada Henry dan Zhoumi disana, mereka sama-sama menyayangi Jiyoo, sama seperti kita. Tenanglah~” ujar Leeteuk menenangkan. “Tapi kau tadi sempat menyebut-nyebut kejadian pagi ini? Ada apa denganmu dan Jiyoo?”

Ditanya begitu, Eunhyuk gelagapan, “E-eobseoyo, hyung.”

“Mereka tidur bersama!!” teriak Donghae yang berada di kursi belakang. Seluruh member yang kebetulan berada dalam satu mobil –Heechul, Sungmin, Siwon, dan Kyuhyun- mengarahkan tatapan terkejut ke arah Eunhyuk. Bahkan Heechul dan Leeteuk melotot.

Siwon bertanya, “Apa itu benar? Hyung, Jiyoo itu gadis baik-baik.”

“KAU INI~!! Sembarangan sekali!” Heechul menoyor kepala Eunhyuk, “Sudah kubilang jaga dia, kenapa malah menularkan sifat yadongmu padanya?”

“Dengarkan aku! Kami tidak melakukan apa-apa~” elak Eunhyuk membela diri. “Donghae-ya, bukankah kau tahu aku tidak berbuat macam-macam?”

Donghae hanya mengangkat bahu dan bersiul santai.

“Kau sedih?” Henry menarik kursi dan mendekat ke arahku. Tampangnya lucu, ia kelihatan sangat prihatin.

Aku menggeleng, “Aniyo. Lagipula aku ini sama sekali bukan manager resmi, jadi kupikir aku harus siap dengan hal-hal seperti ini.”

“Jadi kau rela melepaskan jabatanmu?” tanya Henry lagi. Ia memiringkan kepalanya untuk melihatku lebih jelas.

“Mm. Tapi bukankah sejak awal aku tidak punya jabatan apa-apa?” bisa kulihat ia mengangguk mengerti. Agak tidak rela rasanya. Tapi memangnya apalagi yang bisa kulakukan?”

“Lalu, kau dan Hyukjae?” kali ini pertanyaan terlontar dari Zhoumi. Membuatku terkesiap dan berpikir. Apa hubungan kami juga harus berakhir? Sama seperti jabatan manager sementara ini? Kuraba dadaku. Rasanya sakit.

-the next day-

@Seoul

Eunhyuk terus berjalan mondar-mandir sambil menempelkan ponsel ke telinganya. Sesekali ia memindahkan ponselnya dari telinga kiri ke telinga kanan dan sebaliknya. Seperti itu terus-menerus. Ia sedang frustasi karena Jiyoo sama sekali tidak menjawab teleponnya.

“Hyuk-ah, syuting! Letakkan ponselmu!” perintah Kim Ahjussi tidak membuat Eunhyuk berhenti memainkan ponselnya. Kim Ahjussi merebutnya paksa, “Sudah kubilang, tidak ada lagi yang boleh berhubungan dengan Choi Jiyoo!”

“Aku dan Jiyoo berkencan atau tidak, itu urusan pribadiku!” Eunhyuk merampas kembali barang pribadinya.

Leeteuk menengahi, “Hyuk-ah, kita sedang bekerja, nanti saja telepon Jiyoo lagi.”

“Hyung~ dia sama sekali tidak memberi kabar, padahal seharusnya dia sudah ada di Seoul kan?” ujarnya panik. Tangannya tetap sibuk berkutat dengan nama gadis itu di ponselnya. “Bagaimana kalau dia menghindari kita lagi? Seperti dulu?”

Kim Ahjussi berdeham keras, “Bicarakan hal itu nanti, setelah kalian selesai bekerja. Atau kau mau Choi Jiyoo terlibat masalah?”

Eunhyuk memutar badan cepat, “Apa yang sudah hyung lakukan padanya?”

“Sesuatu yang bisa membuat kalian menurut. Kembali syuting, sekarang!” perintah Kim Ahjussi kali ini membuat Eunhyuk menyerah.

“Mianhae,” Sungmin duduk di sebelah Younghyun tapi ia sama sekali tidak berani menatap gadis itu. Younghyun mengerutkan kening heran. “Sepertinya aku sudah menyakitimu dengan menjadikanmu sebagai pelarian.”

Gadis itu tersenyum, “Gwaenchanhayo, oppa. Setidaknya aku masih bisa di dekatmu.”

Sungmin menggeleng. “Andwae. Kau tidak boleh terus-menerus begini. Carilah kebahagianmu bersama pria yang baik, bukan pria yang masih menyukai gadis lain sepertiku.”

“Aku bukan penyuka pria baik,” tambahnya, “Aku menyukai pria bernama Lee Sungmin.”

“Younghyun-ah…,” panggil Sungmin lirih. “Kau salah orang.”

Younghyun menoleh dan menatap Sungmin dalam, “Sudah kubilang berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bisa membuat oppa menyukaiku.”

Tanganku menari indah di atas keyboard laptop yang sejak tadi menyala. Mencari daftar kampus yang bisa kujadikan tujuanku selanjutnya. “Inha? Universitas Wanita Baewha? Universitas Jeju? Ini kan di pulau Jeju? Ahjussi itu benar-benar ingin mengirimku jauh-jauh dari oppadeul!”

“Belum menemukan yang cocok?” Nara duduk bersila di ranjangku. Aku menggeleng lalu ia bergumam, “Kenapa ahjussi jahat itu repot-repot menyuruhmu mencari universitas?”

“Supaya dia tidak melihatku di dekat oppadeul lagi,” jawabku santai.

“He? Siapa yang bilang?” alis Nara terangkat.

Aku tersenyum hambar, “Dia sendiri yang bilang. Begitu aku mendarat dari Cina, dia yang menjemputku dan menawariku beberapa nama universitas Korea. Tapi setelah aku cari tahu, semua yang dia tawarkan itu sangat jauuuhh dari Seoul.”

“Ahjussi aneh~” ucapan Nara membuatku mengangguk-angguk setuju. “Eh, bagaimana kabar Eunhyuk oppa?”

Dengan susah payah, aku menarik napas panjang. “Baik, sepertinya.”

“Apanya yang ‘sepertinya’? Kalian bertengkar?” tanyanya panik. Aku menggeleng. Nara makin penasaran, “Lalu kenapa?”

“Ahjussi itu mengambil ponselku dan memberiku nomor lain. Aku benar-benar dibuang dari hidup mereka,” kepalaku menunduk sebentar lalu aku tersenyum, “Gwaenchanha~ memangnya siapa aku? Dulu hidupku baik-baik saja tanpa mereka.”

Nara memerhatikan wajahku, “Tanpa Eunhyuk oppa?”

-TBC-

==================

PS: part 15 bener-bener terakhir~ author capek ama ni epep.😄

Buat Lia onn: kontrak HyunMin di MWL kan uda mau tamat, jadi oneshoot HyunMin-nya aku satuin di MWL afterstory yaa?? Gapapa kan? >/\<

53 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 14-

  1. sungmin kasian yah?
    ngga di PiL, MWL, selalu kaya begini..
    sedih deh.. T___T
    jgn2 kmu ada dendam pribadi k umin ya shel?

    aduuuuh itu donghae, ngancurin mood mulu..
    pake ada acara anggap saja tidak ada nama EunHae..
    kaya yg bisa aja hidup tanpa unyuk..
    XDD

    • Hahaha~ abis kayanya emang pembawaannya umin gitu. Ini aku buatnya dulu lagi naksir dia, makanya jadi love triangle ama umin.😄

      Kalo yg donge mah emang aku lagi dendam ama dy. Dia kebanyakan EunHae moment ama suamiku nohh~ Biarin aja EunHae moment ilang disini. Kekeke~

  2. Huwee..trus kelanjutan kisah kyuhyunyoung gmn?mrka jadian ga?
    Ah..knp hyunyoung cm cium pipi c,harusx tu d bibir…*plakk*

    iya bener,si umin kasian bgt selalu dpt peran keak gt,.:'(
    ayo part 15 nya d tnggu..!!

  3. TBC lagi ini???
    lagi asik-asik baca juga…
    lanjutannya dibikin yang lama aja sekalian shel…
    biar aku gag kepikiran,,, minggu depan udah mulai kost sih…

    aku baru nyadar younghyun ama hyunyoung cuma bolak-balik doank…😄
    mana nasib kita beda” sama pula…😄

    itu ahjussi obsesinya nyingkirin jiyoo ya???
    kayaknya pingin banget jiyoo jauh dari oppadeul…

    kontrak udah mau selese???
    perpanjang deh…
    kalo ada proyek lagi aku ikutan…😄

    • baru kali ini nemu komen yg nyuruh apdetnya dilamain.😄 Okee~ aku lamain ampe taun depan. *uda unas tuhh, lupa tar ujung2nya*

      tu ahjussi kan ngefens ama Jiyoo *disambit sandal*
      Iyaa~ kontrak umin uda mau tamat, tpi tar aku bikinin afterstory-nya ama onnie. Jadi utangku lunass~ XDD

      • abisnya paling bentar 2minggu aku gag dirumah…
        gag tau bisa ke warnet apa gag…
        jadi 2minggu ato 3minggu lagi deh baru dikeluarin lanjutannya yak…😄
        kalo nggak besok keluarin lanjutannya…😄

        buset tu ahjussi kurang kerjaan bener…
        masih banyak yang bisa dijadiin fans kali…
        GB bertebaran dimana”…😄

        oke itu aku tanda tanganin(?)…
        tapi aku minta perpanjangan kontrak…
        boleh ya,,, boleh ya,,, boleh ya…😄 *puppy eyes*

      • busett~ besok? nyiksa itu mah namanya. Semalem baru kelar afterstory PiL, pagi ini ngebut MWL. Aftrstory yg next juga belon diketik, ada project ama icha, masih ada FF juga ama admin sjff. Uwaaa~ menggila. ><

        Aku ini anggota GB onn, ga tau? AS ama Oracara nohh~😄

        perpanjangan kontrak buat yg mana? Pan MWL uda mau tamat. FF baru gitu? Blon kepikiran, tar kalo ada, aku langsung tawarin ke onnie dehh~

      • yaudah…
        gag bisa besok 2minggu lagi aja postnya…
        biar aku bisa langsung baca…😄
        kamu juga bikin peoyek banyak bener…
        satu” makannya…😄

        kalo AS mah aku tau…
        aku kan leadernya…😄
        tapi oracara q gag ngerti…
        ehehehehehe…😄

        sip~ lah penawaran diterima…
        ntar langsung tawarin aja yak…
        kalo bisa lewat sms aja…
        kalo udah gag dirumah aku bakal jarang banget ol kayaknya deh… T.T

  4. Iya2…
    Maap ya kyu,hari ini saya balik k mas kibum dulu..*popo kyu*

    mas….,aq datang…>o<
    *lari k pelukan kibum*
    okok aq do'ain tp jangan lupa y.,utangmu blm lunas..xD

  5. poor jiyoo~
    bersyukur akhirnya ini dipost \m/
    hasil tagihan para readers mwahaha xD

    aueuh! makin penasaran saia!
    *menghantui shela again~ mwehehehe

    • halahh~ bersyukur, tapi tadi ngomel gara2 postnya di moment yg ga tepat. Dirimu itu~😄
      Readersnya pan terbatas, nyang kenal doang. ><

      Menghantui? Aku punya unyuk~! Kan hantu lebig takut ama dia *ditalak*

  6. shel…
    tega banget dah sama si sungmin…
    wkwkwkwk…
    di PiL di sini…. selalu merana…
    *peluk umin*
    *hae nangis*

    DONGHAE NAKAL!!!
    ngapain ember begitu sih ke orang2 soal JiHyuk tidur bareng…
    kayak situ nggak doyan nidurin saya aja #plakk
    *cekek hae*
    EunHae bubarlah kalian!!! wkwkwkwkwk

    lanjut shel…

    • Mampus aku diomelin semua orng gara2 nyiksa umin. ><

      Hahaha~ JiHyuk ga tidur bareng~!! Jiyoo disini masih polos onn.😄
      Ini adalah ungkapan dari dalam hati, Bubarkan EUNHAE~!!! XDD

      Yg mana yg dilanjut? PiL? MWL? Apa YooJin project??? Hehehe~

      • JiHyuk tidur dalam arti sebenar-benarnya…
        et dah si shela… jgn suudzon dlu ape…
        wkwkwkwk…
        Hae buat aku aja yaaaaa😀

        semua di lanjut…
        wkwkwkwkwk, PiL MWL YooJin juga… wkwkwkwk

      • Kalo ama onnie, apalagi uda malem gini, pikiranku ga bisa ga yadong~😄 *digetok sandal*
        Nemo? Ambill~ Unyuk ga butuh nemo.😄

        Mwo? Onnie mau nyiksa aku?? PiL kurang 2, MWL kurang 1, YooJin rencananya mau 2/3 part, masih ada project IMpressive ama Icha. Ngebul otakku~ ><

  7. ff kmu bgus2..
    Aq sneng bcnya..
    Ud gt main castnya unyuk..
    Bkin lg yg bnyak ya..
    Hehe..
    Trus yg main castnya yesung jg ya..
    Hehehe..
    Salam kenal..

    • makasihh~ makasih uda nyempetin baca+komen jugaa.. *bow*
      Rata2 emang unyuk sihh castnya, kan author ini bini resminyaa.😀
      Yesung mah tergantung request-an temen aja.😄
      Salam kenal juga, panggil Shela ajaa~

  8. Ya! Author~ kamu jahat banget sama Sungmin dimana-mana selalu jadi yang dapet pasangan terakhir *ikutbersedih* tapi aku suka banget ff ini! Aaaa keren bisa bikin ff ini kayak aku bener-bener hidup, apalagi pas bagian Hyukkie, kayak nonton drama~ Udah mau tamat? Yah sayang😦 But, keep writing! Hwaiting authoooor! \(^o^)/
    -maaf kepanjangaaan-

  9. wakakaakk~ *ngakak jungkir balik*
    Hae,, g sah jeleus gtu napa sama unyuk..
    klo mau tdur ama ak ajh, sini sini.. kkkk~~ *ditumpuk galon*

  10. hyaaa,,aku akhirnya nyampe ni part juga,,mian yah aku komen langsung disini,,hehehehe suka banget deh ma ni ff,,aku jeles ma ji yoo >< pengen deket2 anak2 suju juga…

    btw..kapan update part 15 nih..?? penasaran ma lanjutannya jihyuk couple nih…

    • Iyaa~ gapapa, yg pnting nampak.😄
      Yaudah, anggep aja Jiyoo itu dirimu. Jiyoo uda mulai jadi nama untuk umum sejak PiL kok.😄

      part 15 masih otw, berhubung baru bisa buka lappy alias hyukie lagi sekarang. ><
      Tungguin aja yahh~ kali aja tau2 aku ngapdet ff.😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s