[FF] My Wonderful Life -part 13-

    My Wonderful Life –part 13-

    =====================

-previously-

“Tapi waktu Siwon hyung yang menelepon, kau tidak kelihatan sedang ketakutan.” Kyuhyun mencubiti pipiku yang bersemu merah. “Dasar pembohong~!”

“Sakit.. sakit.. lepaskan, oppa~!” Tanganku sibuk menepis serangannya saat aku merasa seseorang mengawasi kami melalui spion dalam. “Mm.. Hyunyoung-ssi, gwaenchanha?”

Hyunyoung buru-buru mengalihkan pandangannya dan mendecakkan lidah dengan kasar. Ini hanya perasaan atau sepertinya dia mendadak kesal padaku? Aigo~


“Aigo~! Choi Jiyoo, Cho Kyuhyun!! Kalian membuat kami cemas!” teriakan Heechul terdengar tepat setelah kami tiba di hotel.

Eunhyuk langsung menghambur ke arahku, “Jagi~ gwaenchanhayo? Apa gadis ini menyakitimu?” Telunjuknya terarah lurus ke muka Hyunyoung.

“Mm.. ne, gwaenchanhayo.” disaat begini aku harus bersikap sok dingin. Bisa hancur harga diriku kalau aku terlihat manja pada Eunhyuk di depan oppadeul. Mereka tahu persis kalau kami sedang bertengkar.

Kudengar Leeteuk berdeham keras. “Sudahlah. Sikapmu itu jangan dibuat-buat begitu, Jiyoo-ah. Bilang saja kalau kau merindukan uri Hyukjae. Bukankah kau menangis di telepon?”

“A-aku menangis? Kapan? Aku lupa~!” dengusku. Kemudian aku berbisik pada Eunhyuk, “Kenapa semua orang tahu kalau aku menangis? Oppa memberitahu mereka ya?”

Dan Eunhyuk hanya mengangguk santai. “Kalau tidak begitu, mereka tidak akan mempedulikanku yang sudah sangat panik.”

“Omo~ oppa panik?”

Donghae masuk ke tengah-tengah kami. “Menurut Teuk hyung, anak ini hampir membuat Seoul gempar hanya gara-gara pacarnya yang sedang berada di Shanghai diculik orang. Untung saja dia belum sempat melapor pada menteri pertahanan!”

“Berlebihan~! Aku tidak sepanik itu.” Eunhyuk berusaha mengelak, tapi sepertinya aku bisa tahu semua tindakannya. Aah~ berarti dia masih peduli padaku. Setidaknya aku tidak bertepuk sebelah tangan. Apa kata dunia kalau hanya aku yang merindukannya sendirian?

Kulihat Leeteuk menatap Hyunyoung lurus. “Annyeong haseyo, Hyunyoung-ssi.”

“Ah, annyeong haseyo, oppa.” Hyunyoung tampak membungkukkan badan ke arah Leeteuk. Mereka saling kenal? Lagi-lagi perasaan ini. Aku tidak suka menjadi orang yang tidak tahu apa-apa. “Oppa ingat padaku?”

Leeteuk baru akan menyahut saat Kyuhyun berkomentar, “Aku lapar. Jiyoo-ah, ayo kita cari makanan. Kau juga lapar kan?”

Belum sempat aku menjawab, lagi-lagi Cho Kyuhyun menarik tanganku. Aku terpaksa menurut. Siapa tahu aku dapat penjelasan langsung dari Kyuhyun. Tapi sepertinya Eunhyuk melongo melihat kami bergandengan tangan. Aigo~ Tuhan, jangan biarkan kami bertengkar lagi!!


Kyuhyun sibuk mengaduk-aduk makanan di piringnya sementara pikiranku terus berdebat sendiri. Rasa penasaranku sudah sampai puncaknya sekarang. Kalau sampai aku tidak mendapat jawaban yang bagus, akan kubuat tuan muda Cho ini menyesal sudah membuatku kembali bertengkar dengan Lee Hyukjae.

“Oppa…” panggilku singkat. Ia mendongak. “Siapa tadi yang bilang lapar? Sekarang malah tidak menyentuhnya. Oppa baik-baik saja?”

Pria ini hanya menggeleng lalu mengapit makanannya dengan sumpit bambu. “Sepertinya kau mendapat masalah lagi.”

“Ne?” alisku terangkat. Buru-buru aku menoleh ke arah pandangan Kyuhyun. Aku langsung melihat sosok Eunhyuk yang berjalan cepat ke meja kami. “Omomo~”

Eunhyuk tampak terengah. “Hhh… siapa yang menyuruh kalian berselingkuh dengan terang-terangan begini?”

“Selingkuh? Ahh.. bukan begitu, oppa. Kyuhyun oppa, coba jelaskan.” Kyuhyun malah mengarahkan tatapan mengejek ke arahku. Aigo~ anak ini benar-benar mau main-main denganku!!

“Maaf saja, hyung. Choi Jiyoo ini sama sekali bukan tipe-ku,” jawabannya makin membuatku bernafsu membunuhnya!

Aku mendengus, “Cih~ Oppa juga bukan tipe-ku. Sama sekali bukan. Seratus persen BUKAN~!!”

“Lalu? Kenapa kau tadi malah menggandeng tangan Jiyoo? Dia ini calon noona iparmu,” Eunhyuk memang pintar membuatku panas-dingin.

Tawa Kyuhyun meledak. “Aigo~ hyung, tenang saja. Kami hanya makan bersama, malah tidak bisa dihitung sebagai kencan. Jangan cemas, kurasa Jiyoo ini masih sangat mengidolakanmu.”

“Aniyo~!” teriakanku membuat Eunhyuk memiringkan kepalanya. “Aku mencintainya, bukan mengidolakan. Itu dua hal yang berbeda.”

Bisa kulihat Eunhyuk tidak bisa membalas ucapanku. Aku sendiri tidak percaya aku bisa mengatakan hal seperti itu. Aigo~ aku sudah gila. Gila karena Lee Hyukjae!!

Kyuhyun bangkit dari kursinya, “Aish… aku tidak tahan pada pasangan seperti kalian. Dan lagi, aku tidak sudi memanggil anak kecil ini dengan sebutan ‘noona’~”

“Aku juga tidak mau dipanggil begitu oleh namja yang jelas-jelas lebih tua dariku!” sungutku. Tiba-tiba aku ingat sesuatu, “Ah, oppa, tunggu!” Kyuhyun menoleh. Bibirku bergetar, “Ada yang ingin kutanyakan,” Alisnya terangkat. “Soal Park Hyunyoung.”

Sejenak ia hanya diam. Membuatku makin panik. Kemudian Kyuhyun malah berjalan pergi. “Aku malas membahasnya. Kapan-kapan saja.”

Keningku berkerut. Lagi-lagi sikapnya aneh. Diam-diam aku mencuri pandang ke arah Eunhyuk. “Oppa, apa kau merindukanku?”


Kyuhyun memaksa kakinya melangkah cepat dari tempatnya bersama Jiyoo tadi. Kepalanya terasa sakit setiap kali mendengar nama Park Hyunyoung disebut. Ia menggumam pelan, “Park Hyunyoung? Aku tidak kenal.”

Perlahan kepingan kejadian masa lalu muncul di kedua pelupuk matanya. Membawanya kembali mengingat saat-saat menyebalkan itu.


“Kyuhyun-ah, Cho Kyuhyun~!” suara nyaring seorang gadis membahana di aula sekolah. Kyuhyun menoleh cepat mendengar namanya disebut. Ia mendengus begitu melihat gadis yang memanggilnya. “Aigo~ kenapa wajahmu begitu? Tidak suka melihatku?”

Lelaki yang dipanggil tadi mengomel, “Noona, mau apa kau ke sekolahku?”

“Omo~ memangnya aku tidak boleh datang ke sekolahku sendiri?” Ahra mengacak pelan rambut Kyuhyun. “Lagipula aku datang bukan untukmu. Mana Hyunyoung?”

Kyuhyun memutar bola matanya. “Sebenarnya siapa adik noona? Aku atau gadis cengeng itu?”

PLETAK~!

Jitakan manis datang tepat ke kepala Kyuhyun. Membuatnya spontan meringis. “Sakiit~” Kyuhyun berbalik untuk melihat sang tersangka. “Ya~! Kenapa memukulku?”

“Karena kau memanggilku ‘gadis cengeng’. Siapa yang mengizinkanmu memberi julukan aneh padaku?” Hyunyoung masih berdiri sambil mengepalkan tangannya. Badannya buru-buru membungkuk begitu melihat kehadiran Cho Ahra. “Annyeong haseyo, eonni.”

Ahra menyambut salam Hyunyoung dengan senyuman lebar. “Kau memang pintar memberi hadiah pada adikku ini.”

“Kamsahamnida,” ujar Hyunyoung santai. “Ah, tadi aku mendengar namaku disebut, ada apa, eonni?”

“Kuat sekali radar telingamu. Seperti telinga kelinci saja.” Kyuhyun berkomentar singkat. Badannya langsung mengelak saat melihat tangan Hyunyoung akan bergerak lagi.

Dengan sigap, Ahra menjadi penengah antara mereka. Ia menyodorkan kartu undangan. “Ulang tahun pernikahan ayah dan ibu. Mereka ingin aku mengundangmu.”

“Omomo~ paman dan bibi mengundangku? Kamsahamnida,” ujar Hyunyoung sambil meraih lembaran kartu dari tangan Ahra.

“Mm. Sekaligus merayakan keberhasilan anak ini mendapatkan juara matematika,” Ahra kembali mengacak rambut adiknya pelan. “Lagipula sejak kalian kelas 3 SMP ini kalian jarang berkumpul, kupikir kalian sedang bertengkar.”

Kyuhyun menyela cepat. “Noona~!”

“Eonni salah, anak bernama Cho Kyuhyun ini saja yang terlalu sibuk dengan kegiatan sekolah.” Hyunyoung merajuk. “Mana ada sahabat yang melupakan sahabat super baik hati sepertiku selain orang ini?”

Ahra memiringkan kepala. “Sahabat? Bukannya kalian pacaran?”

“A-aniyo~ siapa bilang? Kami kan hanya teman. Teman sejak kecil, eonni. Jangan melebih-lebihkan.” Hyunyoung langsung mengelak dan melirik Kyuhyun, “Benar kan?”

Mata Kyuhyun menyipit. “Geokjonghajimayo~ aku tidak pernah tertarik dengan gadis cengeng seperti dia.”

Hyunyoung baru akan membalas saat ucapan Kyuhyun terasa panas di telinganya. Entah kenapa ia merasa hal itu membuat dadanya sesak. Ia hanya diam dan membiarkan kata-kata itu terulang-ulang di telinganya. ‘Aku tidak pernah tertarik dengan gadis cengeng seperti dia.’


-3 months later-

“Ke luar negeri? Kenapa?” Ahra hampir membuat rumahnya bergema saat Hyunyoung memberi kabar kepindahannya pada keluarga Cho.

Hyunyoung tersenyum. “Memangnya kalau aku mau melanjutkan SMA di luar negeri butuh alasan? Appa pindah tugas ke Tokyo, jadi aku dan eomma mengikutinya.”

“Aigo~ sayang sekali, Hyunyoung-ah. Padahal Kyuhyun baru akan mencoba untuk menjadi penyanyi,” jelas Mrs. Cho sambil melirik anak lelakinya. “Memang belum pasti, tapi sepertinya kesempatannya sangat besar. Bukannya kau juga ingin menjadi penyanyi?”

Sekilas Hyunyoung memandang Kyuhyun tapi lelaki itu mendengus. “Itu hanya mimpi kami waktu kecil, ahjumma. Lagipula kami tidak akan selamanya menjadi anak kecil kan?”

“Omo~ uri Hyunyoung sudah menjadi gadis dewasa!” pekik Ahra. Menyadari tatapan adiknya yang terperangah, ia menyindirnya. “Kyuhyun-ah, tidak mau menahan Hyunyoung pergi?”

Kyuhyun mencibir. “Untuk apa? Kalau memang mau pergi, silahkan saja. Bukankah itu keinginannya?”
Benar. Pergi saja. Tidak usah kembali. Memangnya dia pikir untuk apa aku tetap menyimpan impian ini?

‘Lagipula kami tidak akan selamanya menjadi anak kecil kan?’ Ucapan yang meluncur dari bibir Hyunyoung terus menggema di telinganya. Membuat kepalanya semakin pening.


“Kyuhyun-ah, kau benar-benar tidak mau mengantar Hyunyoung ke bandara?” tanya Ahra begitu masuk ke kamar adik lelakinya.

Kyuhyun tidak menoleh. “Aniyo. Noona saja bersama Aboji dan Eomma. Aku akan ke kantor SM siang ini.”

Ahra menggumamkan sesuatu yang tak terdengar jelas sebelum menutup rapat pintu kamar adiknya. Begitu terdengar suara mobil menjauh, Kyuhyun bangkit dari ranjangnya. Ia sudah menolak mengantar kepergian Hyunyoung dan sekarang ia bingung harus melakukan apa. Ke kantor SM tadi hanya kebohongan kecilnya untuk menghindari paksaan Ahra menemui Hyunyoung untuk terakhir kalinya, mungkin.


May, 2007

Kyuhyun terbaring lemas di rumah sakit saat noona-nya masuk ke kamar. “Omo~ gwaenchanha? Apa parah sekali?”

“Seperti yang noona lihat, aku masih hidup. Jangan menangis begitu.” Kyuhyun berusaha tersenyum tapi malah makin terlihat memprihatinkan di mata Ahra. “Noona~ sudah kubilang aku baik-baik saja. Kenapa menangis?”

Ahra menyeka air mata di pipinya. “Aku sangat panik, bodoh~!” Setelah berhasil menenangkan diri, ia duduk di samping ranjang adiknya. “Ah, benar juga, apa Hyunyoung tidak menguhubungimu?”

Sudah dua tahun sejak kepergian Hyunyoung. Dan seingat Kyuhyun, gadis itu sama sekali tidak memberi kabar apapun padanya. Tidak sama sekali. Kyuhyun memang tidak berhenti memikirkannya, tapi ia tidak mau terus-menerus diingatkan tentangnya. “Noona, aku malas membicarakan ini. Ganti topik saja.”

“Ha? Baiklah~” Ahra mengangkat bahu mengikuti ucapan adiknya.



Jiyoo tampak tenang memerhatikan potongan-potongan cerita dari Eunhyuk. Sepertinya ia tidak salah memilih orang untuk bercerita panjang-lebar tentang Park Hyunyoung. Diam-diam ia berpikir bahwa gadis itu tidak bohong saat dia bilang kalau dia teman kecil Kyuhyun.

“Itu versi Kyuhyun,” ujar Eunhyuk sebelum mengakhiri dongengnya. Alis Jiyoo terangkat dan Eunhyuk kembali menjelaskan, “Tidak semua sudut pandangnya itu benar. Sepertinya dia malah belum tahu.”

Mendengar ucapan Eunhyuk yang membingungkan, Jiyoo bertanya. “Memangnya bagaimana versi Hyunyoung?”

“Kau ini sangat penasaran pada Kyuhyun. Kau menyukainya?” mata Eunhyuk menyipit. Tanpa perlu dijelaskan, Jiyoo tahu lelaki ini sedang cemburu –lagi- padanya.


Meja makan bundar itu dikelilingi member Super Junior dan Hyunyoung. Minus Kyuhyun dan Eunhyuk. Makanan khas Shanghai yang dipesan sang ‘magnae’, Henry, memenuhi setiap bagian meja. Leeteuk melirik Hyunyoung dan mulai bertanya, “Jadi, kenapa kau menculik Kyuhyun?”

“Dan Jiyoo!” potong Henry.

“Ah, Jiyoo ssi tidak termasuk. Hanya Kyuhyun,” sahut Hyunyoung setengah malu. Antusiasme saat menyebut nama Kyuhyun tampak jelas di wajahnya. Ia berdeham, “Kupikir dia akan suka saat kuberi kejutan seperti ini. Tapi kurasa dia sudah melupakanku.”

Leeteuk menopang dagu. “Sudah tiga tahun sejak kita bertemu, aku memang agak asing dengan wajahmu sekarang, tapi kurasa itu karena dulu kita hanya bertatap muka sebentar.”

“Kalau begitu, mungkin dia juga begitu.” Hyunyoung menundukkan kepalanya.

“Mana mungkin? Kalian sudah kenal sejak kecil, bagaimana bisa dia melupakanmu?” sela Donghae. “Ah, dan lagipula setelah pertolonganmu padanya, aku yakin dia tidak akan bisa lupa.”

Hyunyoung tersenyum samar. “Tapi dia tidak tahu apa-apa. Dia hanya tahu aku baru muncul di depannya hari ini.”


Napas Hyunyoung berat saat melihat tidak ada Kyuhyun di tengah-tengah keluarga Cho. Ahra memberitahunya bahwa Kyuhyun harus datang ke SM tapi ia merasa lelaki itu berbohong. Hyunyoung sadar belakangan ini hubungan mereka memburuk. Salahnya, memang. Ia yang pertama kali menjauh dari Kyuhyun. Ia sendiri tak tahu alasannya. Apa kata-kata Kyuhyun yang bilang kalau ia tidak mungkin menyukai gadis cengeng seperti Hyunyoung? Memangnya kenapa kalau Kyuhyun tidak mungkin menyukainya? Ataukah karena ia sudah berharap banyak pada lelaki itu?

“Hyunyoung-ah, sekali saja, apa kau menyukai Kyuhyun?” pertanyaan Ahra membuatnya tak berkutik. Apa iya? Apa benar ia menyukainya?

Hyunyoung tersenyum samar. “Eonni, kami hanya te-“

“Berhenti menggunakan alasan itu,” potong Ahra. “Kyuhyun memang tidak bilang apa-apa padaku, tapi aku mengenalnya seumur hidupku, dan aku tahu dia hanya melihatmu.”

Setitik rasa sesal itu merayapi dinding hatinya. Sesaat tadi Hyunyoung sangat ingin pergi dari bandara dan menemui lelaki itu sekali lagi.


April, 2007

Ponselnya nyaris terjatuh saat telinganya menerima kabar itu. Ahra tiba-tiba menghubunginya saat ia sedang melihat wajah Kyuhyun di majalah Korea yang dibelinya. Ia sudah tahu lelaki itu memulai debutnya dalam grup Super Junior. Tadinya ia sempat khawatir mendengar Kyuhyun sedikit mendapat penolakan, tapi sekarang sepertinya semuanya berjalan baik sampaai kabar itu terdengar.

“Kyuhyun kecelakaan. Mobil van yang ditumpanginya terguling.” Ahra tidak sempat melanjutkan ceritanya karena ia sendiri sudah akan terbang kembali ke Seoul.

Hyunyoung merasa kesadarannya menipis. Udara di sekitarnya seolah habis. Ia berniat akan pulang ke Seoul setelah appa mengizinkannya meneruskan kuliah disana. Tapi ia sama sekali tidak menyangka ia akan mengambil penerbangan ke Seoul karena alasan menakutkan ini.


Ia sampai di rumah sakit dan langsung menemui Ahra. Jantungnya memburu cepat saat mendengar kondisi Kyuhyun yang sangat kritis. Saat ini ia hanya ingin melihat wajahnya. Wajah yang sangat ia rindukan selama dua tahun ini.

“Darah! Kita butuh tambahan darah!!” seorang perawat berteriak begitu keluar dari kamar Kyuhyun. Ahra bilang ia dan ibunya sudah mendonorkan darah untuk Kyuhyun, tapi sepertinya masih belum cukup.

Tanpa sadar, kaki Hyunyoung melangkah maju. “Aku mau menyumbangkan darah. Golongan darahku sama dengannya.”


“Agashi,” seseorang memanggil Hyunyoung yang terduduk lemas di kursi koridor rumah sakit. Ia mendongak dan melihat salah satu member grup Kyuhyun. “Ah, Eunhyuk imnida.”

Hyunyoung memaksakan bangkit dan tersenyum. “Park Hyunyoung imnida.”

Lelaki itu kini duduk di sampingnya. “Kamsahamnida. Kudengar kau juga mendonorkan darah untuk uri Kyuhyunie.” Hyunyoung membalas ucapan Eunhyuk dengan tersenyum. “Member lain juga mengucapkan terima kasih padamu. Padahal kau tidak mengenalny-“

“Aku mengenalnya. Dia temanku,” potong Hyunyoung. Kata ‘teman’ membuat telinganya sendiri memanas.

Eunhyuk mengangguk paham kemudian berteriak. “Ah! Kau gadis yang pindah ke Jepang itu?” Kening Hyunyoung berkerut tapi ia tetap mengangguk. “Aku sering mendengar Kyuhyun bercerita tentangmu. Bukan padaku, memang. Tapi Teuk hyung selalu mendengarkan cerita Kyuhyun.”

Kelegaan membanjiri ulu hatinya. Diam-diam ia bersyukur lelaki itu tidak melupakannya. Tapi kemudian ia kembali menarik napas berat saat Eunhyuk bilang Kyuhyun merasa sangat kecewa padanya.


Ahra mendecakkan lidah dengan kesal di depan Hyunyoung. “Kau tidak mau menunggunya sadar? Padahal kupikir dia akan senang bertemu denganmu.”

“Benar. Bukankah kalian ini teman lama?” timpal Yesung yang berdiri di sampingnya.

“Aku akan memulai kuliahku, jadi aku tidak bisa lama-lama di Seoul.” Hyunyoung berbohong. Padahal ia sudah mendapat kampus di Seoul, hanya saja ia sama sekali tidak berani bertemu Kyuhyun. Ia terlalu takut lelaki itu akan membencinya.

“Baiklah, kami akan mengantarmu ke bandara,” ujar Shindong.

Hyunyoung menggeleng. “Tidak perlu. Sudah ada taksi menungguku di depan. Kamsahamnida.”

“Aigo~ kamilah yang harus berterimakasih karena kau sudah menyumbangkan darah untuknya,” Heechul menepuk pundak Hyunyoung. “Ah, Teuk hyung juga sangat berterimakasih padamu.”

“Teuk hyung?” alis Hyunyoung terangkat kemudian ia tersenyum. “Ah, lelaki yang kemarin kujenguk itu? Sampaikan salamku padanya, semoga dia cepat sembuh.”



“Benar-benar seperti cerita drama televisi,” gumam Jiyoo. “Mereka berdua sangat merepotkan. Kenapa tidak bilang saja kalau mereka saling menyukai? Hanya karena Hyunyoung pergi ke Jepang, Kyuhyun oppa sudah marah. Aneh~”

Eunhyuk menginterupsi. “Kau ini sangat tertarik pada Kyuhyun ya?”

“Aigo~ oppa, hanya karena aku ingin tahu, bukan berarti aku tertarik pada Kyuhyun oppa. Aku hanya penasaran, kenapa Kyuhyun oppa bilang dia tidak mengenal Hyunyoung?” Jiyoo bicara sendiri.

“Memangnya aku ini Kyuhyun? Mana kutahu,” dengusnya kesal.

Jiyoo memutar bola matanya. “Kenapa oppa mudah sekali cemburu?”

“Karena ada banyak orang yang seenaknya saja bisa menyentuhmu hanya karena kau ini manager kami. Memangnya mereka lupa kalau Choi Jiyoo ini belum genap seminggu jadi pacarku?” ungkap Eunhyuk. “Belum lagi orang itu yang selalu bersikap aneh padamu. Membuatku harus selalu waspada.”

Alis Jiyoo terangkat. “Orang itu? Nuguya? Memangnya ada orang seperti itu di dekatku?”

Belum sempat Eunhyuk menjawab, ponsel Jiyoo berdering nyaring. Jiyoo buru-buru menekan tombol hijau. “Yeoboseyo?… Ne, Sungmin oppa, waeyo?… Bersama Eunhyuk oppa di restoran dekat hotel… Kyuhyun oppa? Mollayo~ tadi memang bersamaku, tapi dia pulang lebih dulu. Kupikir dia sudah di hotel… He? Ah, arasseo. Aku bantu cari… Ne.”

Eunhyuk bergumam. “Orang itu…”

“Oppa, oppadeul mencari Kyuhyun oppa, ponselnya tidak bisa dihubungi. Ayo kita cari,” Jiyoo menarik lengan Eunhyuk cepat.

“Ya~ bukankah Kyuhyunie sudah dewasa? Dia bisa pulang sendiri,” sahut Eunhyuk.

Jiyoo menyipitkan mata. “Omo~ oppa ini benar-benar bukan hyung yang baik. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Kyuhyun oppa?”

“Kenapa kau hanya mencemaskannya?” selidik Eunhyuk.

Ucapannya membuat Jiyoo kembali menarik napas panjang. “Kalau mau cemburu lagi, oppa tunda dulu sampai Kyuhyun oppa ketemu. Bagaimana?”


Hyunyoung memutar otak berulang kali dengan cepat. Ia sibuk mencari alasan kenapa Kyuhyun malah tiba-tiba menghilang. Bukankah lelaki itu sudah mendengar dirinya tidak akan mengganggu hidupnya lagi?

Gadis itu baru akan membuka pintu kamar hotelnya saat ponselnya bergetar. “Yeoboseyo?”

“Nomor ponselmu tidak kau ganti?” suara itu membuat Hyunyoung tercekat. Kyuhyun menghubunginya? Bagaimana mungkin? Kyuhyun segera melanjutkan begitu tak mendengar suara Hyunyoung, “Aku ada di atap. Shanghai terlihat begitu kecil disini.”

Dengan cepat kesadaran Hyunyoung kembali, “Kau dimana? Di atap? Sedang apa? Semua orang sedang mencarimu sekarang, bodoh~!”

“Aku tidak suka mendengar cacianmu. Memangnya kau berhak memarahiku sekarang?” ujar Kyuhyun lemas.

Hyunyoung menarik napas berat. “Aku kesana sekarang. Jangan kemana-mana!”


Jiyoo’s PoV

Hhh… makhluk bernama lelaki itu memang aneh. Semua ucapannya tidak ada yang bisa dipercaya. Masih bilang tidak mengenal Park Hyunyoung tapi malah meneleponnya diam-diam begini. “Sudah?”

Kyuhyun mendongak dan terkesiap. “Bagaimana kau bisa menemukanku?”

“Aku adalah gadis ajaib. Oppadeul tidak akan bisa sembunyi lebih dari satu jam dari Choi Jiyoo. Arachi?” kupamerkan senyum lebar ke arahnya.

“Tidak menjawab pertanyaan,” dengus Kyuhyun.

Aku menarik napas panjang. “Semua orang di hotel ini mengenal Jo Kyuhyun, aku bisa bertanya. Tidak sulit kan?” Melihat Kyuhyun tersenyum, aku bertanya, “Jadi oppa memang mengenal Park Hyunyoung?”

“Begitulah. Tapi bisa kutebak kau sudah banyak mendengar dari semua hyung kan?” ujar Kyuhyun sambil melongo ke jalan raya di bawahnya.

“Salah~!” ralatku. Aku berjalan mendekatinya. “Hanya dari Eunhyuk oppa.”

Kyuhyun mendengus sebal. “Pasangan menyebalkan.”

“Oppa lebih menyebalkan~” mataku terarah pada sosok gadis yang terengah di depan pintu. “Ahh~ penculik oppa sudah datang.”

Lelaki di depanku ini berbalik dengan cepat. Kyuhyun menatap Hyunyoung tanpa berkedip. Bibirnya bergetar. “Kau datang…”

“Kalau begitu, aku pergi dulu,” aku berusaha menyeret langkahku tapi Kyuhyun menarik tanganku. “Oppa! Wae?”

“Aku butuh saksi. Kau disini saja.” Kyuhyun berjalan ke arah Hyunyoung. “Kenapa kembali?”

Kulihat Hyunyoung tersenyum. “Kenapa aku tidak boleh pulang?”

“Akan sulit bagiku melihatmu disini lagi,” ujar Kyuhyun tenang. Aigo~ dia ini bodoh atau idiot? Kenapa berkata begitu di depan seorang gadis? Sudah jelas gadis ini menyukainya. Ahh~ bodoh!

“Ara. Karena itu aku akan segera pergi dan tidak akan mengganggumu lagi, babo.” Hyunyoung menyapu poninya yang tertiup angin.

Aku tidak bisa menahan diri melihat pemandangan aneh ini. “YA~! Kalian berdua ini bodoh atau apa? Bilang saja kalau kalian itu saling merindukan! Memangnya sesulit itu?” Kutarik napas panjang, “Apa susahnya memulai hubungan dari awal lagi? Kenapa harus berpura-pura tidak kenal begini?”

“Awalnya aku memang tidak menyangka dia akan datang kesini. Wajahnya tidak terlihat jelas di mobil, jadi aku tidak mengenalinya. Tapi saat ia berbalik, aku bisa melihat mata yang sama. Mata menyebalkan yang sudah seenaknya saja meninggalkanku dan seenaknya kembali dengan dua kantung darah yang ia donorkan,” jelas Kyuhyun.

Sangat jelas terlihat Hyunyoung mengernyitkan alis. “Kau… tahu?” Ia berganti melirikku. Seolah menuduh aku yang sudah memberi tahu Kyuhyun.

Aku melengos. “Jangan lihat aku. Aku tidak tahu apa-apa.”

“Aku bukan orang bodoh, Hyunyoung-ah.” Kyuhyun menarik napas.

“Mianhae,” ujar Hyunyoung lemah. “Aku tidak bisa bertemu denganmu waktu itu. Aku takut… aku takut kau sudah membenciku.”

Kyuhyun mendesah. “Kau takut pada hal itu tapi kau tidak takut seandainya waktu itu aku mati?”

“Anii~ bukan itu. Apa kau tidak tahu bagaimana kacaunya aku saat Ahra eonni memberi kabar itu padaku? Aku hampir gila setiap kali memikirkan Cho Kyuhyun yang memejamkan mata dan sekarat.” terlihat jelas Hyunyoung sedang membayangkan masa-masa sulit itu. Masa-masa paling gelap dari Super Junior.

Mendengar jawaban ini, Kyuhyun merespon. “Aku memperjuangkan mimpi ini untuk kita. Menjadi penyanyi adalah mimpi kita kan? Aku benci saat kau anggap ini hanya mimpi anak kecil yang tidak akan abadi.”

“Karena selamanya kau dan aku hanya teman kecil kan?” ungkap Hyunyoung. Aigo~ aku makin tidak tahan mendengar basa-basi mereka.

“Memangnya kalian ini akan kecil selamanya, ha? Memangnya kenapa kalau kalian ini saling menyukai? Tidak ada yang salah dengan itu!!” sentakku nyaring.

“Dia tidak menyukaiku!!” ujar mereka bersamaan. Begitu berteriak, mereka langsung saling menatap lalu menunduk. Anehh~

Aku berdecak kesal. “Bukankah sudah kubilang? Kalian ini saling menyukai sejak dulu, hanya saja pikiran kalian itu kekanak-kanakan.”

“B-bukan begitu. Kurasa kau sudah menganggap ini berlebihan, Jiyoo-ssi. Kami memang tidak ada hubungan apa-apa selain teman.” Hyunyoung tetap bersikeras. Membuatku semakin ingin menjitak kepalanya!!

Kyuhyun menimpali. “Begitulah. Kami tidak ada apa-apa.”

Mendengar respon Kyuhyun, aku bisa melihat Hyunyoung menggigit bibir. “Ahh~ baiklah, aku harus bersiap ke bandara sekarang. Aku harus kembali ke Seoul, lalu pulang ke Tokyo.”

-TBC-
====================

PS: Inilah yang bikin aku bingung~!! Dong-ah, sulit banget bikin dirimu jadi gadis baik-baik. Kekeke~
Batere lappy mati, beneran aku gorok dirimu neng~

57 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 13-

  1. Argghh….masi kependekan….*plakk*
    tapi sumpah..ini keren bgt onn….>o<

    cho-kyu-hyun-sa-rang-hae…*pingsan*
    *bangun lg*

    gomawo ffx onn..*hug*

    • Kependekan?? Ini buatnya penuh perjuangan neng~ Tak tahukah dirimu susah banget bikin imejmu jadi gadis manis?? Susahh~ XDD

      Tuh kaaan~ selingkuh!! Selingkuhh!! Kibum-ah, kawin lari nyokk!! *unyuk gantung diri*
      Ga jadi dehh, Nyukk, aku padamu!! *apa sih?*

      Dasarr.. Giliran uda kelar aja sok baek dah. Ganti pake duit yak? Lumayan modal kawin. Kekeke~

  2. Lagian kan aq cntik,ngapain d manis2in?? *geje*
    woy..woy..brani2x ngajakin kibum kawin lari..sorry sorry sorry jek *sinjo nyasar*
    kibum ga bkal mw gt loh,dia kn tau kalo aq ma kyu tu cm krn tuntutn akting aj…*sok ngartis*

    dasar..si kunyuk pelit bgt y,smpe ga rela ngluarin duit bwt nikahan ato jgn2 emg ga rela nikah ma *kmu tw cpa*
    huakakak…xD

  3. ada 2 orang yang minta dijitak dipart ini😛
    1. Unyuk ~
    Gilaa yah ini anak yah cemburu tingkat dewa ckck~~
    Yang sabar aja yah JiYoo-ssi wkwkwk

    2. Hyunie ~
    Cuman bilang ” gue suka sama lo” geregeten gue!susaaah naujubilah -__- *dijitak kyuhyun
    semoga engga masuk spam lagi >,<

    • Ahahaha~ si unyuk kan emang lagi protektif2 ama Jiyoo *bangga* XDD

      Uwaaa~ suka banget ni ama bini kyu yang ini, biasanya pada ngamuk2 kalo lakinya di pair ama mahluk laen *baca: Hyunyoung* Saluut~!! ^o^

      Tenang~ kali ini langsung masuk komen. Gomawo~ *hug hug*🙂

      • masaaa? Hihihihihihi~ *ngapung
        Biasanya sih aku kalau ada fanfic kyu ngebayangin ceweknya aku wkwkwk~makanya ya gitu

        Itu jadi berasa si kyu cinta sama aku! Wkwkwk~ *menggila* mianhe hyunyoung-ssi😀 wkwkwk

    • Omomo~ yaahh.. onnie mah bawa2 kunyuk. Padahal pan part selnjutnya lagi miskin ide. Bener2 mau aku tamatin di part 15 nihh~ ><

      Tengkyu buat komen2 setianya. *hug-ppopo Hae* *dibuang ke jurang*😄

  4. stop,,, q jadi inget something…
    itu member yang lain ikutan ke cina gara” Jiyoo diculik apa kyu diculik???😄

    uminku kasian… T.T
    mending sama aku aja deh…😄

  5. HYAAAAAHHHHHH~~
    Ngebut bacanya >m<

    Mulai dri kim ajusshi, semoga sifatnya hanya terjadi di ff belaka~
    Kenyataannya jauhhhhh dri ini. Amin😉

    Terus jihyuk~ umm :3
    No comment xD

    Mr.chooooooooooooo❤
    Ga tau deh mau kommen apaan =.=

    Ku tunggu chapt 14nya ^m^

  6. haa~ bener bener!
    tu evil satu mang najong! (?)
    *d lempar k kutub sama kyu* haahahh

    huwaa~ kyuhyunnie cepet sembuh ye… *tiba2 inget dy yg lg sakit* T.T

  7. yeh si kyu udah cepet jadian sana~ *kibas-kibasintangan* /ditendanginistrinyakyu/ (==)a

    onniee~ ayoo part 14! HWAITING!😄

  8. asli bikin gregetan bgt konflik nya..
    sama2 keras kepala..

    itu juga sii unyuk oppa, napa cemburu mulu kerjaan nya..’?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s