[FF] My Wonderful Life -part 12-

    My Wonderful Life –part 12-

    ====================

-previously-

Tiba-tiba seorang gadis membuka pintu mobil dan duduk di belakang kemudi. Sialnya, kunci mobil masih menggantung indah di tempatnya. Ia langsung menginjak pedal gas tanpa sempat berkomentar apa-apa.

“A-agashi, siapa kau?” Jiyoo berteriak dari kursi belakang. “Hentikan mobilnya sekarang!!”


Gadis yang sibuk mengamati Kyuhyun melalui spion dalam tampak terkejut. “KAU SIAPA??”

“He?” Jiyoo mengerutkan kening. “Kau yang siapa? Seenaknya saja membawa mobil kami!”

“Aku tidak ada perlu denganmu. Aku hanya ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun,” sahutnya. Sesekali ia masih melirik Kyuhyun yang bersandar lemas di kursinya. “Apa dia sakit?”

“Ne, dia demam. Sebenarnya kau ini siapa, ha?” tantang Jiyoo. Padahal di dalam hati ia takut setengah mati. Selama hidupnya, Jiyoo sama sekali belum pernah punya pengalaman diculik orang.

“Park Hyunyoung imnida, ELF, dan teman kecil Cho Kyuhyun,” sahutnya santai.

Jiyoo makin bingung. “Kau ELF dan teman Kyuhyunie, lalu kenapa menculik kami?”

“Ralat,” Hyunyoung menghadap belakang saat lampu merah. “Aku hanya mau menculiknya, bukan menculikmu.”

“Sama saja~! Apa maumu?”

Kyuhyun terbangun mendengar kegaduhan antar 2 gadis itu. “Mm.. Jiyoo-ssi, kita dimana?”

“Masih di mobil,” Jiyoo menjawab dengan nada santai. “Dan sekarang kita sedang menjadi korban penculikan.”

“MWO? Penculikan? Bagaimana bisa?” sekarang kesadaran Kyuhyun terkumpul penuh.

Jiyoo mengangkat bahu. “Tanyakan saja pada gadis ini.”

“Sudah kubilang aku hanya mau menculik Cho Kyuhyun, itu artinya kau tidak dihitung.” Hyunyoung semakin menegaskan maksudnya.

“Agashi, kenapa kau mau menculikku? Apa kau ini anti-fans?” Kyuhyun mulai pucat. Kalau Hyunyoung ini anti-fans seperti bayangannya, berarti nyawanya sedang dalam bahaya, kan?

Hyunyoung mendengus kesal. “Cih.. kau bahkan sudah tidak mengenalku?”

“Memangnya kau ini siapa? Makanya kita bicara baik-baik saja,” Kyuhyun berusaha bernegoisasi sebisanya.

“Ingatanmu memang benar-benar lemah!!” tegas gadis bermantel biru itu. Mobil yang dikemudikannya semakin kencang. “Kau harus mengingatku sekarang~!”

Kyuhyun bersikeras. “Tapi aku memang tidak mengenalmu, agashi.”

“YA~!” Jiyoo mulai tak tahan dengan perdebatan 2 orang aneh di dekatnya. “Aku tidak peduli kalian ini saling kenal atau tidak. Yang jelas, aku mau kembali ke hotel dan pulang ke Seoul!!”


“APA? Mobilnya dibawa kabur orang tak dikenal?” Siwon memekik nyaring saat supir mereka memberitahu kabar terakhir.

Ryeowook mulai cemas. “Bagaimana dengan Jiyoo dan Kyuhyun? Berarti mereka diculik?”

“Telepon Teuk hyung,” usul Donghae.

“Coba hubungi saja ponsel mereka berdua,” Henry tiba-tiba bersuara. “Siapa tahu mereka bisa menjawab telepon kita.”

Siwon mengeluarkan benda tipis dari sakunya. “Biar kucoba.”

“Hhh… bagaimana kalau terjadi apa-apa pada mereka?” Ryeowook meremas-remas tangannya.

‘drrt… drrt…’

Ponsel Donghae bergetar. Telepon masuk. Tanpa melihat caller id, ia langsung menjawabnya. “Jiyoo-ah?… Ah, Hyukjae-ah, ye?… Ani, kami kehilangan Jiyoo dan Kyuhyun… Mobilnya dibawa orang tak dikenal saat mereka beristirahat di dalam mobil… Mollayo… Ne, sekarang kami sedang berusaha menghubungi salah satu dari mereka… Tenanglah, jangan panik begini… Geokjonghajima… Ne.”

“Siapa?” tanya Henry yang sejak tadi memerhatikan Donghae.

Donghae mengangkat bahu. “Eunhyuk. Dia langsung panik begitu aku memberitahunya soal ini.”

“Otte?” Ryeowook menyambut Siwon yang selesai dengan ponselnya. “Diangkat?”

“Ne. Kalian tahu apa yang kudengar?” tatapan bertanya terarah pada Siwon. “Mereka berdua sedang berdebat dengan sang penculik. Bahkan aku sama sekali tidak didengarkan.”


@Seoul

OMO~! Jiyoo diculik? Orang gila mana yang berani menculiknya? Kenapa harus dia? Kenapa bukan member lain saja? Gila, pikir Eunhyuk.

“Eunhyuk-ah, kau sudah membeli bahan dapur? Hari ini giliranmu belanja kan?” Sungmin menegur Eunhyuk begitu ia kembali dari rumah Younghyun.

Yang ditanya tidak merespon sama sekali. Pikirannya masih tertuju pada gadis-nya yang sedang berada di negeri orang dan sekarang dia diculik pula.

Sungmin mendekat. “YA~! Jawab aku,” Ia menangkap sesuatu di wajah Eunhyuk, “Kau kenapa?”

Lagi-lagi Eunhyuk tidak menjawab. Ia kembali berkutat dengan ponselnya. Segera ia tempelkan benda itu ke telinganya begitu tombol hijau sudah ditekan. “Hyung? Jiyoo diculik!!… Ne, mana mungkin aku bercanda… Baru saja Donghae memberitahuku… Molla… Ah, bukan cuma Jiyoo, Kyuhyun juga diculik… Ne, baik.”

Dan petir itu menyambar. Sungmin terpaku di tempatnya. Gadis itu diculik. Bagaimana keadaannya sekarang? Sungmin bergidik membayangkan Jiyoo yang sedang ketakutan. Tanpa komentar, ia berlalu meninggalkan Eunhyuk.


@Shanghai
Jiyoo’s PoV

Tut… Tut…

Aish… kenapa telepon Siwon langsung diputus? Bukannya langsung mencari bantuan malah seenaknya saja menutup telepon. Kami disini membutuhkan bantuan, haloo? Apa mereka lupa aku dan Kyuhyun sedang diculik?

“Pokoknya kau harus ikut aku!!” lagi-lagi gadis gila ini berteriak aneh. Sebenarnya dia ini siapa? Aku tahu namanya Park Hyunyoung, tapi kenapa dia sengaja cari masalah dengan Super Junior dan managernya?

Kyuhyun meladeninya. “Aku mau kembali ke hotel. Pulangkan kami~!”

“YA~! Kalian berdua tidak bisa diam?” kutekan keypad ponsel. Di ujung sana diangkat. “Yeoboseyo? Oppa, kenapa ditutup?… He? Hanya karena kami mengacuhkan oppa? Alasan itu tidak bisa diterima… Kami butuh bantuan… Molla, katanya dia teman Kyuhyun oppa, tapi Kyuhyun oppa sama sekali tidak mengenalnya-“

Hyunyoung memotong. “Itu karena ingatannya yang pendek!”

“Aku memang tidak mengenalmu,” Kyuhyun tak mau kalah.

“Terserah kalian~!” aku kembali pada Siwon di ujung telepon. “Begitulah. Sekarang? Molla, aku tidak tahu ini dimana… Ne, secepatnya panggil bantuan.”

“Yeoboseyo?” kulihat Kyuhyun menerima telepon masuk. “Ohh, hyung… Ne, kami diculik… Molla, gadis gila, aku tidak mengenalnya… Ne? Jiyoo? Mm. Kalau dia masih bisa berteriak berarti dia baik-baik saja kan? Begitulah.”

Kenapa namaku disebut-sebut? Tapi yang lebih mengejutkan, kami sedang diculik dan nada suara Kyuhyun masih terdengar santai~! Dia punya rasa takut atau tidak?

‘drrt… drrt…’

Mm? Telepon? My Anchovy🙂 calling…
Tanganku bergerak sendiri menekan tombol hijau. “Yeoboseyo, oppa?… Ak-aku takut…”

Air mataku meluncur begitu saja saat mendengar suaranya. Aku merasa takut pada penculikan ini atau aku sedang merindukannya? Tangisan ini sama sekali tidak bisa kubedakan sebabnya. Saat ini aku hanya ingin menangis..


@Seoul

“Apa katamu? Dia menangis sekarang? Wae?… Telepon? Dari siapa?” Sungmin menghentikan kata-katanya saat ia mendengar suara Eunhyuk dari luar kamarnya.

Eunhyuk menenangkan lawan bicaranya. “Uljima, aku akan semakin panik kalau kau begini… Tenanglah, mereka akan mencarikan bantuan… Jangan takut.”

“Ani, tidak perlu. Aku sudah tahu sebabnya… Ah, ne. Mereka pasti sudah mencari bantuan… Ne.” Sungmin mengakhiri pembicaraannya dengan Kyuhyun. Gadis itu menangis tiba-tiba saat menerima telepon dari Eunhyuk. Jiyoo bukan ketakutan, ia merindukan Hyukjae. Bodohnya kau, Lee Sungmin.


@Shanghai

Donghae berkeliling menyusuri seluruh kamar hotelnya. Kepalanya pusing. Manager dan membernya sedang diculik sekarang, tapi Siwon bilang tidak perlu lapor polisi. Membuat otaknya semakin bingung.

“Hyung, duduklah dulu. Kau membuatku pusing.” Ryeowook memijat pelipis kanannya.

Ia menurut dengan mengempaskan tubuh ke ranjang. Matanya mengarah pada Siwon. “Kita benar-benar tidak perlu lapor polisi? Atau setidaknya pada pihak berwajib?”

“Apa bedanya polisi dan pihak berwajib?” tanya Henry yang sejak tadi menopang dagu. “Lagipula kurasa Choi Jiyoo dan Kyuhyun baik-baik saja.”

“Tetap saja kita tidak bisa acuh begini. Bagaimanapun santainya mereka di telepon tadi, tetap saja judulnya penculikan.” Donghae menyela.

“Kita tunggu saja Teuk hyung disini, baru kita ambil langkah selanjutnya.” jelas Siwon.

Zhoumi terkesiap. “Leeteuk hyung mau kesini? Ke Shanghai?”

“Mm. Dia bilang begitu di telepon. Sepertinya kabar ini sudah sangat membuat Seoul gempar.” Siwon melirik Donghae. Seolah memberi pesan bahwa sang couple-lah yang bertingkah.

Donghae berkelit. “Jangan lihat aku begitu. Aku hanya memberi tahu Hyukjae, bukan berarti aku yang menyuruhnya membuat heboh seluruh negeri.”

“Jadi bagaimana sekarang?” tanya Ryeowook bingung.

Siwon mengangkat bahu. “Menunggu.”


Jiyoo’s PoV

Deretan gedung tinggi terlihat di samping jendela mobil. Perhatianku tidak terpusat kesana tapi otakku semakin berputar. Sekalipun gadis gila ini tidak berniat menculikku, tetap saja aku sedang duduk di dalam mobil ini sekarang~!

“Jiyoo-ah, kau lapar tidak?” Kyuhyun menyenggol lenganku.

Kupegangi perutku. Aku lapar. Tentu saja, kami belum makan siang. “Mm. Oppa lapar?”

“Sangat.” ujarnya memelas. Kemudian ia berbisik, “Menurutmu apa kita bisa minta makanan pada gadis ini?”

Mataku menyipit ke arah Hyunyoung lalu kujawab. “Kurasa dia bukan gadis yang dermawan.”

“Ahh~ tapi aku lapar.” Kyuhyun mulai merajuk. Matanya memandangku aneh. Lagi-lagi tatapan memelas itu dia arahkan padaku. “Jiyoo-ah, bilang padanya kita lapar.”

Napasku terasa berat lalu aku memejamkan mata sejenak. “Hyunyoung-ssi, apa kami boleh minta makanan? Kami lapar.”

“Sekarang aku sedang mencari restoran Korea. Jangan berisik.” Hyunyoung menjawab tanpa menoleh ke belakang. Ia menambahkan, “Kecuali kalau pria itu mau makan masakan berkuah kental khas Cina.”

Kyuhyun buru-buru menolak. “Sirheo~! Menjijikan.”

“Benar kan.” sempat kulihat Hyunyoung tersenyum singkat. Alisku terangkat. Apa dia benar-benar mengenal Kyuhyun?


“Ini dia~ samgyupsal! Bagaimana?” Hyunyoung membuka pintu penumpang dan menunjukkan papan nama restoran samgyupsal yang besar. “Kalian suka kan?”

Aku merajuk. “Sebenarnya aku mau makan jajangmyeon.”

“Siapa yang peduli denganmu? Sejak awal yang ingin kuculik itu-“

Kupotong kata-katanya, “Cho Kyuhyun kan? Aro~ tidak perlu kau ulang-ulang. Aku sangat mengerti.”

“Kalau begitu jangan protes lagi. Semua ini kulakukan hanya untuk Kyuhyun.” jelas Hyunyoung. Ucapannya membuat nafsu makanku hilang entah terbang kemana. Gadis autis~

Hyunyoung menarik tangan Kyuhyun tapi ia menolak dan malah menoleh ke arahku. “Kalau kau mau makan jajangmyeon, ayo kita cari mie saja.”

“Jinjja? Kaja~” mataku berkilat-kilat terang. Aigo~ di saat begini Cho Kyuhyun benar-benar terlihat seperti pria sejati.

“Andwae~!! Aku sudah sengaja mencarikan restoran Korea supaya kau bisa makan masakan yang kau sukai, kenapa malah mengurusi gadis menyebalkan ini?” sungut Hyunyoung.

“Mworagoyo? Gadis menyebalkan? Sepertinya kau butuh cermin, agashi~!” aku tidak bisa bersikap lunak lagi pada gadis penculik ini.

Kyuhyun menengahi. “Jiyoo-ah, kau kan sedang lapar, jangan sampai tenagamu habis. Kita cari makanan lain, kaja~”

Ia menggandeng lenganku dan kami mulai berjalan meninggalkan Hyunyoung. Kalau begini aku malah tidak tega padanya. Kulihat kepalanya tertunduk dalam. Apa dia sedang menahan diri supaya tidak menangis?

“Apa kau benar-benar lupa padaku?” pertanyaan itu membuat langkah Kyuhyun terhenti. Mataku bergantian menatapnya dan Hyunyoung. Entah kenapa walaupun mereka tidak bersuara, aku merasa ada sesuatu.


Leeteuk berjalan cepat memasuki lift hotel diikuti lima dongsaengnya. Wajah mereka pucat dan lelah setelah perjalanan udara dari Seoul ke Shanghai. Tapi pikiran mereka jauh lebih lelah memikirkan nasib Jiyoo dan sang magnae yang diculik gadis tak dikenal.

Setelah bunyi denting nyaring dari lift, mereka langsung menuju kamar Super Junior-M. Donghae bangkit dari sofa. “Hyung, kau sudah datang?”

“Ya~! Apa mereka benar-benar diculik?” Heechul menyerobot masuk ke tengah-tengah dongsaengnya. Matanya terbelalak begitu Siwon mengangguk. “Aish.. sebenarnya bagaimana ceritanya? Mana mungkin ada orang yang nekat menculik mereka?”

Ryeowook mengangkat bahu. “Kami juga belum tahu, hyung. Tapi menurut Jiyoo, gadis itu adalah teman Kyuhyunie.”

“Teman? Kenapa temannya malah menculiknya?” Yesung mengernyitkan alis.

“Kenapa belum lapor polisi?” tanya Eunhyuk panik. “Bukankah seharusnya kalian melaporkan penculikan ini? Kenapa masih santai disini?”

Donghae mencoba menenangkannya. “Aigo~ Hyukjae-ah, kami bukannya sedang santai, kami menunggu Teuk hyung sejak tadi.”

“Untuk apa? Bagaimana kalau penculik itu macam-macam pada mereka? Pada Jiyoo?” Eunhyuk bergidik membayangkan sang gadis yang dalam bahaya dan ketakutan. Tanpa ia sadari, seseorang di belakangnya juga tidak bisa mengalihkan pikiran buruk yang sama.

“Lagipula sepertinya mereka baik-baik saja, maksudku mereka tidak diancam atau sejenisnya, jadi-“ sahut Henry.

“Mworagoyo? Tadi Jiyoo menangis saat kutelepon, itu kau bilang baik-baik saja?” nada suara Eunhyuk meninggi.

Sungmin menengahi. “Eunhyuk-ah, tenanglah sedikit. Sikapmu sama sekali tidak membereskan masalah. Sekarang kita tanya saja pada Teuk hyung apa yang harus kita lakukan.”

“Bertanya apa lagi? Sudah jelas kita harus lapor polisi. Benar kan, hyung?” pandangan Eunhyuk beralih pada Leeteuk yang sejak tadi diam.

Leeteuk menjawabnya dengan menggeleng. “Kurasa mereka memang baik-baik saja, sepertinya penculik ini sama sekali tidak berniat buruk.”

“Hyung..” suara Eunhyuk terdengar putus asa.

“Eunhyuk-ah, coba kau pikir dengan akal sehat, mana ada penculik yang membiarkan korbannya menerima telepon sebebas itu?” jelas Leeteuk. “Lagipula, kalau benar dia teman Kyuhyun, kurasa aku tahu siapa orangnya. Dia tidak akan menyakiti Kyuhyun atau Jiyoo.”

Alis Heechul terangkat. “Kau kenal?”

“Hanya sebatas dugaan. Mungkin dia ingin bertemu Kyuhyun sekali lagi.” Leeteuk mengangkat bahu.

“Lalu kenapa Jiyoo harus dibawa-bawa? Bukankah lebih baik kalau dia tidak melibatkan orang lain?” tanya Sungmin yang baru bisa duduk tenang di sofa.

Eunhyuk menambahkan. “Benar~! Kenapa dia juga harus menculik Jiyoo?”

Leeteuk memberi tatapan berarti ke arah membernya. Seolah mengerti, mereka berkomentar bersamaan. “Korban penculikan yang tidak disengaja.”


Jiyoo’s PoV

Kenapa hidungku terasa gatal di saat seperti ini? Kurasa ada yang sedang membicarakanku. Firasatku jelek. Apa oppadeul sedang membicarakan sesuatu yang jelek tentangku? Ahh~ sudahlah.

“Kau benar-benar tidak ingat atau aku yang terlalu bodoh?” ucap Hyunyoung. Suaranya parau.

Aku menatap Kyuhyun yang masih menggenggam tanganku. Ekspresinya tidak bisa kubaca dan tidak ada suara yang keluar dari bibirnya. Aigo~ ada apa sebenarnya? Apa Kyuhyun memang mengenal gadis ini? Tapi kenapa dia tidak bilang sebelumnya?

“Mungkin aku-lah yang berharap terlalu banyak. Mianhaeyo.” Hyunyoung memunggungi kami. “Akan kuantar kalian kembali ke hotel, setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi.”

Kusenggol lengan Kyuhyun. “Oppa, apa oppa benar-benar tidak mengenal Hyunyoung-ssi? Ingat-ingatlah lagi, mungkin oppa pernah men-“

“Sudah kubilang aku tidak mengenalnya!” bentakan Kyuhyun membuatku tertegun. Dia tidak pernah berteriak seperti ini. Tidak padaku atau pada siapapun. Sejenak kemudian wajahnya melunak, “Mianhae, Jiyoo-ah. Sepertinya aku keterlaluan.”

“Ahh, gwaenchanha. Aku yang terlalu memaksa oppa.” aku berusaha tersenyum kecil. Tapi otakku terus berpikir, mungkinkah mereka memang saling kenal?

Hyunyoung membukakan pintu penumpang. “Masuklah. Kuantar kalian pulang.”


“Jinjjayo? Memangnya ada kejadian seperti itu?” Ryeowook mengernyitkan alis. Kemudian ia menggumam sendiri, “Ahh, aku tidak tahu Kyuhyun punya pengalaman seperti itu.”

Leeteuk mengangguk-angguk. “Begitulah yang kutahu.”

“Tapi bukannya tadi Kyuhyun sempat bilang di telepon kalau dia tidak mengenal gadis itu?” Sungmin berkomentar. Ia memang agak merasa aneh kalau magnae itu malah tidak mengenal Park Hyunyoung.

“Benar juga. Mana mungkin dia bilang tidak kenal?” gumam Heechul. “Atau ingatan Kyuhyun memang sependek ini?”

Eunhyuk menyela. “Siapapun gadis itu, kuharap dia bisa cepat mengembalikan Jiyoo dan Kyuhyun.”


Jiyoo’s PoV

Kurasa suasana di dalam mobil ini lebih hening dari biasanya. Gadis bernama Hyunyoung ini sama sekali tidak mengomel seperti tadi dan Kyuhyun juga tidak bersuara sama sekali. Aku makin bingung dengan hubungan mereka. Kalau memang mereka saling kenal, kenapa tidak mengaku? Sikap Kyuhyun malah jadi aneh.

Lamunanku buyar saat Kyuhyun menyenggol lenganku. “Jiyoo-ah, tidak apa-apa kalau kau tidak makan dulu?”

“Gwaenchanha. Aku tidak akan mati kalau hanya tidak sempat makan siang. Oppa?” aku balas bertanya. Mengingat Kyuhyun sedang sedikit demam dan butuh asupan energi, kurasa dia-lah yang membutuhkan makan siang.

Kyuhyun menggeleng pelan. “Aku sudah tidak lapar. Kau benar-benar tidak mau makan dulu? Aku harus menjagamu. Kalau tidak, Eunhyuk hyung bisa membunuhku.”

“Omo~ kenapa masih berani menyebut namanya? Aku sudah hampir lupa pada makhluk itu,” sungutku.

“Babo~! Kau pikir aku tidak tahu kalau kau menangis saat menerima telepon darinya? Kau merindukannya kan? Mengaku saja,” godanya. Aigo.. kalau sikapnya sudah menyebalkan begini, kurasa Kyuhyun sudah baik-baik saja.

Aku mengelak, “Waktu itu aku hanya takut, wajar saja kan kalau aku menangis.”

“Tapi waktu Siwon hyung yang menelepon, kau tidak kelihatan sedang ketakutan.” Kyuhyun mencubiti pipiku yang bersemu merah. “Dasar pembohong~!”

“Sakit.. sakit.. lepaskan, oppa~!” Tanganku sibuk menepis serangannya saat aku merasa seseorang mengawasi kami melalui spion dalam. “Mm.. Hyunyoung-ssi, gwaenchanha?”

Hyunyoung buru-buru mengalihkan pandangannya dan mendecakkan lidah dengan kasar. Ini hanya perasaan atau sepertinya dia mendadak kesal padaku? Aigo~

-TBC-
====================

PS: Bingung banget ngelanjutinnya. Gini nih efek ninggalin FF kelamaan.😦
Mood-nya juga lagi jelek2nya, mudah2an ga ngaruh lah disini. Mianhae~
Yang mau ni FF diterusin, komen aja. Kalo ga, ga usah ninggalin apa2, lumayan ngurangin tanggungan FF. Kekeke~

28 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 12-

  1. Lanjutkan!
    Lanjutkan!
    Lanjutkan!
    Aku butuh next part ni ff…!!

    Kereennnn….
    Sbenerx hyunyoung ada hubungn ap ma kyu??mantan istrikah??xD

    jiyoo tak ning se tak noro’ah…xD

    tengKYU onn….

    • Aish.. istri tak setia mampir.😄

      Kamu ama Kyu? Ya mantan majikan-pembantu lah. Kekeke~

      Jiyoo wajib noro’ teh. Dia itu biangnya artis epep. Je’ Hyunyoung la’ nyellaeh. Soro ondur koh~ XDD

  2. Ngaca mpokk.,.
    Saya ato situ yg tak setia??

    Yg ro’ menoro’ kening culik cpa?knp jd hyunyoung yg la’ nyella’…
    Harusx yg la’ nyella’ itu *kmu tau cpa* bukanx hyunyoung..
    Keke..xD

  3. weeew~~i like it ★★★★★
    kkkkkeek~
    Itu kayaknya kyuhyun muna deh~ T.T sook pura2 engga kenal padahal maah――tetoot― *?*

    • Huweee~ komenmu masuk spam. TT^TT
      Tenang aja, uda aku selametin.🙂

      Kyuhyun mah emang sok cool, sok ga kenal padahal mah ga kenal. *plakk*
      Eniwei, mian ya suamimu dijadiin percontohan disini. Omelin aja si Hyunyoung itu.😄

  4. annyeong…..
    ni ifah shel…^^

    ff nya keren bgt…
    cepetan d lanjut ya…ntar aq baca part 1 nya dulu..hehe
    kyu punya amnesia ya??koq bisa lupa ma hyunyoung yg cantik itu,,??

  5. shela~
    mianhae baru komen…
    aku sampe lupa isi ff’a yang mau aku komen…

    tapi tetep ada satu yang aku inget…
    Jiyoo itu kamu banget ya,,, beneran deh…😄

    si Hyunyoung kasian,,, di jutekin gitu ama kyu.. T.T

  6. brusaha komen wlopun tgn pgen lanjut ke part 13. jdi maklu yah qlo komennya aneh.. kilat nih #gaje
    gatau knapa aku juga jdi ikutan nyesk liat hyun” itu.. ksian juga..

  7. yayy, ini napa seperti ada yang disembunyiin sii kyu sih..’?!
    penasaran..

    ciieee, jiyoo, kangen aja jaim bgt ngomong nya..
    hhaha..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s