[FF] My Wonderful Life -part 8-

-previously-

Dengan gontai, aku menyusuri jalanan sepi di depanku. Malam ini terasa lebih gelap dari biasanya. Lebih menyedihkan. Tak lama aku malah meneteskan buliran air jernih dari mataku. Andwae~ uljima, Choi Jiyoo. Uljima~~

“Ya~ sedang apa malam-malam begini di jalanan?” seorang namja mendatangiku.

Jiyoo’s PoV

Kupandangi wajahnya, “KEY! Kenapa kau ada disini?”

“Bersikaplah sopan, aku yang bertanya lebih dulu,” sahutnya. Hari ini aku sedang tidak mau memulai perdebatan dengannya. =.=

“Bukan urusanmu. Ka~” tegasku. Key malah menyamakan langkahnya denganku, “Aigo~ Kim Kibum, kau ini mau apa?”

“Gadis galak~ aku hanya ingin menemanimu,” ujarnya, “Ikutlah denganku.”

“Mwo? Sirheo~ aku ingin sendirian,” tolakku, “Kalau kau ingin membuatku kesal seperti biasanya, jangan hari ini. Datanglah lain kali saat suasana hatiku sedang baik.”

“Aish~ kenapa pikiranmu tentangku buruk sekali,” keluhnya. Aigo~ kurasa kali ini aku yang keterlaluan padanya. Bukan salah Key kalau perasaanku sedang jelek.

“Kibum-ah, mianhae,” jelasku, “Bukan salahmu, aku memang sedang jadi gadis menyebalkan akhir-akhir ini.”

Key memandangku, “Geureom, kau akan ikut denganku?”

“Cih~ memangnya kau mau mengajakku kemana?” tanyaku. Key hanya tersenyum sambil menarik pergelangan tanganku.

Key membawaku ke depan sebuah gedung tua yang berusia cukup lanjut. Suasana disini menyeramkan~ Gedung ini seperti setting-setting film horror. Aigo~ mau apa anak ini membawaku ke tempat super seram begini? Mau mengerjaiku?

“Ya~ mau apa kita kesini?” bulu kudukku meremang, “Ba-bagaimana kalau ada hantu?”

“Dasar penakut~” sahutnya, “Kalau benar-benar ada hantu, kita kan bisa lari bersama.”

Aku mendengus, “Omo~ kupikir kau lebih berani daripada aku. Lagipula tidak usah kau katakan juga aku sudah tahu kalau disini adalah sarang hantu.”

“Kau ini cerewet sekali,” Key menarik tanganku lagi, “Kaja~”

Key membuka paksa pintu yang langsung menuju ke atap gedung. Suasana disini berbanding terbalik dengan seramnya muka gedung. Di atap ini sejuk~ Langitnya juga dihiasi puluhan, tidak, ratusan bintang mungkin.

“Huwaa~ yeppeodda,” aku menunjuk ke langit, “Kau lihat lautang bintang itu?”

Key menatapku sambil tersenyum, “Disini menyenangkan kan?”

“Sangaaaat~” sahutku, “Bagaimana kau bisa terdampar di tempat seperti ini?”

“Mwo? Terdampar? Sembarangan,” tepisnya, “Ini tempat rahasiaku. Hanya kau yang kuajak kesini, jadi jaga rahasia ini, arasseo?”

“Ara~ Gomawo,” sahutku. “Tempat rahasiamu ini membuat perasaanku sedikit lebih nyaman.”

“Baguslah~ jangan terlalu memikirkan masalah sunbae,” Key memandang lurus ke depan, “aku yakin mereka sangat menyayangimu.”

Alisku mengernyit, “Kau tahu?”

“Ye. Hanya mendengar sedikit dari Taechan,” jelasnya, “Perusahaan juga sudah mendapat laporan dari beberapa sunbaenim. Jadi kurasa masalahmu bisa segera selesai.”

“Ah~ sudah berjalan sejauh ini? Kurasa Choi Jiyoo adalah gadis pembuat masalah,” desahku.

Key mengelus rambutku, “Anii~ kau hanya gadis yang beruntung karena disayangi banyak orang.”

“Gomawoyo~” kutatap wajahnya, “Ya~ aku baru tahu kalau Key yang membenciku ini bisa membuatku nyaman.”

“Kapan aku bilang aku membencimu?” tukasnya, “Aku hanya mencari lawan berdebat. Hanya kau yang bisa membalas kata-kataku.”

“Cih~ kau tetap menyebalkan,” dengusku. Kami hanya melempar senyum. Kurasa setelah ini hubunganku dengan Key bisa berubah menjadi lebih baik. ^^

Mendadak Key merogoh saku celananya. Ada panggilan masuk di henponnya, “Yeoboseyo? Ye. Sebentar lagi… Na? Dengan Jiyoo. Wae?… Ara~ cerewet…,” Key menyodorkan henponnya padaku, “Jinki hyung, dia ingin bicara denganmu.”

Kutempelkan henpon Key ke telingaku, “Yeoboseyo?”

“Aigo~ Jiyoo-ah?” suara yeoja, “Bagaimana kabarmu?”

“Nuguseyo?” tadi Key bilang kalau ini dari Jinki. Kenapa suara yeoja yang kudengar? Apa suara Jinki memang sefeminin ini?😄

“Ya~ ini aku, Shin Taechan,” ujarnya, “Manager SHINee, ingat?”

“Aaah, mianhae, Chan-ah. Kupikir tadi Jinki yang menelpon,” sahutku, “Bagaimana kabarmu?”

“Baiiik~” jawabnya, “Kau? Apa masih memikirkan oppadeul?”

“Geureom~ tapi aku baik-baik saja,” jawabku.

Seorang yeoja berteriak dari seberang, “Bohong~~ dia pasti tidak baik-baik saja!”

“He~? siapa itu?” tanyaku. Tiba-tiba pikiranku tertuju pada satu orang, “HYESUN-AH??”

Yeoja itu terkekeh pelan, “Ye. Ini Lee Hyesun. Kau merindukanku?”

“Sedang apa kau dengan Taechan?” aku bertanya sebelum menjawab pertanyaanku sendiri, “Berebut Donghae oppa lagi?”

“Aniyo. Donghae oppa kan hanya milikku. Untuk apa aku berebut dengan Shin Taechan?” ucapnya. Sedetik kemudian Hyesun berteriak, “YA! Shin Taechan, kenapa kau malah menjitak kepalaku?”

“Mian. Tanganku licin,” sela Taechan seenaknya. Aigo~ dua mahluk itu tidak pernah berhenti bertengkar. Tunggu sampai Donghae melihat kelakuan dua orang pemujanya yang berkelakuan preman.😄

“Kau sudah dengar soal laporan-laporan oppadeul atas Kim ahjussi?” tanya Hyesun tiba-tiba.

Aku mendesah, “Ye. Kibum menceritakannya padaku. Memangnya sudah sampai mana masalah itu? Apa akan banyak merubah keadaan? Aku rasa tidak.”

“Ya~ kenapa pikiranmu ini selalu jelek?” tegas Taechan, “Aku mendengar kabar kalau dalam waktu dekat ini Kim ahjussi akan dipanggil atasan. Mungkin akan ada sedikit keributan nantinya.”

“Keributan? Waeyo? Apa oppadeul akan mendapat masalah lagi?” tanyaku gegabah. Sudah cukup masalah yang kuberikan pada mereka. Aku tidak mau lagi melibatkan mereka. >.<

“Tenanglah~ Maksudku, mungkin saja nanti Kim ahjussi akan dipecat dan kau tahu kan bagaimana sifat ahjussi itu?” ujar Taechan lagi, “Dia bisa mengamuk. Menakutkan~”

“Haha~ justru itulah yang kutakutkan. Ahjussi itu benar-benar mirip goblin,” aku tertawa, “Geundae, dipecat? Kupikir itu mustahil. Kim ahjussi adalah manager oppadeul sejak debut, jadi mana mungkin SM memecatnya?”

“Molla~ tapi mungkin saja kan? SM pasti akan mencarikan solusi yang baik untuk masalah oppadeul ini,” sahut Hyesun. Kurasa aku mulai pintar membedakan mana suara Taechan dan mana suara Hyesun.😄

“Begitukah? Mudah-mudahan saja benar,” desahku pasrah.

“Ya! Semangatlah~” ujarnya, “Choi Jiyoo, aja aja hwaiting!!!!”

Aku tersenyum, “Arasseo~ Gomawoyo”

Perasaanku lebih baik saat dia bilang pihak SM akan mencari solusi dari masalah ini. Mudah-mudahan Super Junior bisa segera bebas dari tekanan Kim ahjussi. Dan sampai saat itu datang, aku akan bertahan untuk mereka. Cause they’re the most important part of my wonderful life.

-esoknya-

Taehee sibuk menyiapkan peralatan ala salonnya. Kali ini dia akan menjadi make-up artis untuk f(x). Dia memang mengajakku ikut, tapi aku perlu waktu untuk kembali menampakkan wajahku pada orang lain. Pada ahjussi itu. Bahwa aku bisa melakukan apapun. Aku tidak butuh perintah ataupun ancaman darinya. Karena aku adalah Choi Jiyoo.😄

“Onnie, apa tidak apa-apa di rumah sendirian?” tanyanya.

Aku menggeleng, “Gwenchanha~ kau bekerja saja yang rajin, arasseo?”

“Ne. Gomabseumnida, onnie.” Taehee melangkah melewati pintu keluar dan pergi menjauh. Sekarang apa yang akan kulakukan di rumah? Ini membosankan~~ >.<

“Ke dorm oppadeul?” pikirku, “Anii~ hanya akan menambah masalah kemarin lagi~”

‘drrt…drrt…’

[From: Anchovy Oppa]

Bogoshipoyo~~ ayo bertemu

Mwo? Kebetulan sekali! Apa aku harus bertemu dengannya? Apa tidak apa-apa? Aku takut malah ketahuan seperti kemarin dan membuat dia susah. Hwa~~ otte?

‘drrt…drrt…’

Anchovy Oppa calling…

“Yeoboseyo?” jawabku. Sepertinya dia tidak sabar gara-gara pesannya tidak segera kubalas.😄

“Ya~ Kaja! Aku sedang bosaan,” rengeknya. “Kau dimana?”

“Na?” kuputar otak, “Aku sedang bekerja. Oppa jangan mengganggu.”

“Mwo? Kau kerja apa?” tanyanya, “Apa pekerjaan yang berat? Kau baik-baik saja?”

Cih~ berlebihan. Tapi bicara soal baik-baik saja, “Oppa, bagaimana keadaan Jungsoo oppa?”

“Leeteuk hyung? Molla~ sejak pagi dia belum keluar dari kamarnya. Mungkin ingin istirahat seharian. Semalam tampangnya lesu, kami jadi tidak tega, lalu kami bertanya padanya, tapi dia bilang dia baik-baik saja. Kurasa Kim hyung melakukan sesuatu padanya,” terangnya, “Wae? Kenapa malah menanyakan Leeteuk hyung?”

Aku terhenyak. Leeteuk tidak dalam keadaan baik. Semalam ahjussi itu memang keterlaluan. Aku ingin merawatnya atau paling tidak mengatakan bahwa aku baik-baik saja. >.<

“Jiyoo? Kau masih disana?” tanya Eunhyuk. Aku jadi terlalu lama mengacuhkannya.

“Ye. Barusan sedang ada sedikit gangguan,” sahutku, “Oppa mau bertemu?”

“Geureom~” jawabnya semangat, “Kau dimana? Biar kujemput”

“Andwae~ aku yang akan menemui oppa,” ujarku.

“Geurae~ mau bertemu dimana?” tanyanya.

Eunhyuk’s PoV

Aku nekat melarikan diri dari pengawasan Kim hyung. Yang akan terjadi nanti, terjadilah~ Aku sedang ingin menemui gadis-ku sekarang.😄

Kulihat Jiyoo sudah duduk di kursi kayu. Aigo~ rambutnya diikat ke belakang. Neomu yeppeoda~

Tangannya melambai ke arahku, “Oppa!”

“Aku membuatmu menunggu?” tanyaku.

Ia menggeleng, “Aniyo. Aku juga baru sampai. Hari ini tidak ada jadwal? Bukankah sedang sibuk-sibuknya?”

“Kabur,” jawabku singkat. Jiyoo ingin menyatakan protesnya. Buru-buru kukeluarkan sesuatu dari saku jaketku, “Untukmu~”

“Apa ini? Sogokan supaya aku tidak menceramahi oppa?” tanyanya sengit. Aigo~ dia benar-benar marah gara-gara aku kabur.

“Ya~ jangan galak begitu,” kubuka bungkusan plastik hadiahku ini, “Mana ponselmu?”

Jiyoo mendengus, “Sirheo. Aku tidak mau menerima hadiah dari orang yang tidak bertanggung jawab pada pekerjaan.”

“Ara~ aku akan kembali kesana secepatnya. Aku pinjam dulu ponselmu,” pintaku. Jiyoo mengeluarkan henpon warna putihnya. Segera kupasangkan strap yang baru saja kubeli, “Otte? Kau suka?”

Jiyoo’s PoV

Seuntai strap ponsel berwarna biru dengan bentuk chibi Eunhyuk tergantung di ponselku. Sekarang aku punya dua barang yang selalu mengingatkanku padanya. Aish~ kenapa jantungku jadi sering mengamuk tak jelas begini? >.<

“Kyeowa~ oppa beli dimana? Kenapa malah memberiku yang berbentuk chibi oppa begini?” tanyaku, “Orang-orang akan berpikir kalau aku adalah penggemar berat Super Junior Eunhyuk.”

“Cih~ kau memang bukan penggemar Eunhyuk.” ujarnya, “Tapi ini tanda bahwa kau hanya akan mengingat seorang namja bernama Lee Hyukjae~ arasseo?”

“Tidak perlu oppa suruh pun aku akan terus memikirkan oppa,” aigo~ apa yang baru saja aku katakan? Harus segera diralat, “Maksudku, memikirkan oppadeul.”

“Sirheo. Aku tidak mau mendapat posisi yang sama dengan member lain,” bibirnya mendekat ke telinga kananku, “Aku mau jadi yang sedikit lebih spesial.”

Tiba-tiba jantungku berpacu tiga kali lipat lebih cepat dari biasanya. Mengingatkanku pada kejadian my first night kiss!! Lee Hyukjae, tanggung jawab kalau nanti jantungku ini berhenti berdetak~ >.<

“Bu-bukankah oppa harus segera pergi?” kucoba mengalihkan perhatiannya, “Pasti jadwal oppa sedang padat kan? Pergilah~”

“Kau mengusirku?” wajahnya merengut, “Aku tidak akan pergi sebelum kau menjawab pertanyaanku kemarin.”

Mati aku~ kenapa dia malah membahasnya sekarang? Sedikit lagi pasti aku membutuhkan alat pacu jantung! Bagaimana ini? Tuhaaan~ aku belum siap menjawabnya. Walaupun aku tahu apa yang akan kukatakan padanya, tapi mental dan jantungku masih belum siaaap~ >.<

‘drrt…drrt…’

Taehee Jung calling…

Omo~ kau penyelamatku, Taehee!! “Oppa, ada telepon. Sebentar ya.” Kujauhkan tubuhku dari Eunhyuk, “Yeoboseyo?”

“Onnie?” sahut Taehee dari seberang, “Kau sedang di rumah? Apa onnie sedang sibuk?”

“Anio, tidak sibuk. Waekuraeyo?” sepertinya ada hal yang sedang terjadi. Ada apa dengannya?

“Begini, ada beberapa perlengkapanku yang tertinggal, bisa antarkan ke stasiun tivi?” jelasnya. Aih~ masalah satu belum beres, datang lagi masalah lain. Tapi kurasa tidak apa-apa, toh aku tidak begitu mengenal member-member f(x).

Aku mengiyakan, “Geureom~ akan segera kubawakan. Tunggulah disana.”

Taehee sempat mengucapkan terima kasih sebelum aku menyudahi pembicaraan kami. Haha~ bebas dari resiko gagal jantung!😄

“Oppa, aku harus pergi sekarang. Temanku membutuhkan bantuan.” ucapku, “Oppa kembali bekerja saja, jadwal menantii~”

Matanya menyelidik, “Kau bukan sengaja ingin kabur dariku kan?”

DEG! Kenapa tiba-tiba dia bisa membaca pikiran? Kupasang wajah seserius mungkin, “Anii~ oppa pikir aku sama seperti oppa yang suka melarikan diri? Benar-benar ada urusan pekerjaan. Sekarang oppa pergi sajaaa~ Ka~”

“Sirheo~ aku ingin disini bersamamu,” tukasnya.

“Aish~ jadwal oppa menanti. Pergilaaah~” kudorong tubuhnya menjauh.

“Kenapa kau benar-benar mengusirku? Jahaat~” rengeknya, “Ya~ kau butuh tumpangan?”

Aku menggeleng mantap dan menjawab asal, “Tidak perlu. Arahnya berlawanan.”

Eunhyuk hanya menganggku paham sebelum berbalik meninggalkanku. Apanya yang berlawanan? Aku saja tidak tahu dia mau kemana dan dimana alamat stasiun tivinya!😄

-stasiun tivi-

Taehee berdiri menungguku di depan ruang make-up, “Onnie, maaf sudah merepotkan.”

“Ah~ aniyo. Gwenchanha~” kuserahkan tas besar yang dari tadi kutenteng dengan susah payah, “Ini~ sekarang kembalilah bekerja.”

“Ye. Kamsahamnida,” ujarnya, “Onnie langsung pulang saja, beristirahatlah.”

Usul yang bagus. Entah apa yang merasuki otak bodohku ini sampai aku bilang, “Sirheo. Aku akan menunggumu sampai selesai bekerja.”

Dan Taehee hanya mengangguk sambil tersenyum. JDERR!! Bodoh sekali dirimu, Choi Jiyoo! Bagaimana kalau ada salah satu kru yang mengenalimu sebagai manager Super Junior, ha?? Paboooo~~ (=3=)

Mau tidak mau aku harus memegang kata-kataku. Lagipula, mana mungkin aku tega melihat Taehee kesulitan mengangkut peralatan super merepotkannya? Ah~ sudahlah, terima saja~

Aku berjalan sambil terus menoleh ke kanan-kiri. Sikapku saat ini tidak berbeda dengan seorang maling yang tidak profesional.😄

Di tengah lorong pun aku hanya berjalan sambil menundukkan kepalaku sampai aku menubruk badan seseorang. Begitu kutatap dia, mataku langsung terbelalak.

=TBC=

16 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 8-

  1. okeeeeee mantap!
    ah jiyoooo payah neh, ditanyain hyuk susaaaah amat jawabnya…
    wkwkwkw
    lanjut part berikutnya…

  2. kok, rasanya pendek yap? -.-a
    yah~ karena (menurut saya) yang menarik cuma bagian kunyuk ketemuan Jiyoo.

    AAAAA Jiyoo payaaaaah. huuuuu~ *ngolok*

    hau? Jiyoo ketemuan ama sapa?
    jangan-jangan… >_>
    next part!

  3. Ahaha.. Uri kibum bae banget.. Apa jangan2……..

    Hyuk… Masa cuman yoo yg dkasi strap .. Tea juga mau!!😀

    bai de wei eni wei bas wei.. Yoo nabrak sapa tuh?.?
    Lanjoot~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s