[FF] My Wonderful Life -part 11-

My Wonderful Life –part 11-

====================

-previously-

Tiba-tiba kulihat Yesung hyung dan Jiyoo. Mereka berada dalam jarak yang lebih dekat dariku dan Jiyoo tadi. Kenapa Jiyoo bisa sedekat itu dengan namja lain? Sungmin hyung dan sekarang Yesung hyung.

“Sedang apa kalian berdua?” tegurku, “Jagi, tadi kau mengelak dariku, kenapa sekarang malah dekat sekali dengan Jongwoon hyung?”

Jiyoo tampak salah tingkah di depanku, “O-oppa, jangan salah paham. Ini ha-“

“Aah~ sudahlah! Kau memang kelihatan lebih senang saat dengan namja lain kan?” kupalingkan wajahku.

Leeteuk hyung mendadak muncul dari balik dapur, “Ada apa ini? Eunhyuk-ah, kenapa kau berteriak begitu?”

“Anak ini sudah mengira yang tidak-tidak,” sahut Yesung hyung, “Benar-benar seperti anak kecil.”

“Mwo? Anak kecil?” sergahku, “Ini adalah urusanku dengan Jiyoo. Jangan ada yang ikut campur!”

“Jiyoo-sshi, memangnya ada apa?” Sungmin hyung mendekat ke samping Jiyoo. Mataku mulai terasa panas. Rasanya sangat tidak suka!

“Eunhyuk oppa salah paham,” jelas Jiyoo pendek.

“Salah paham? Aku salah paham apa?” tegasku, “Aku tidak suka melihat Jiyoo dekat dengan namja manapun. Memangnya aku tidak boleh cemburu pada yeojachingu-ku sendiri?”

Kangin hyung memandangku aneh, “Dengan kami juga tidak boleh, ha?”

“Dengan siapa pun!” jawabku. Semua member mulai menatapku dengan tatapan aneh seperti milik Kangin hyung.

“Hyukjae-ah, memangnya baru pertama kali kau melihat kami dekat dengan Jiyoo?” sahut heechul hyung.

“Tapi sekarang berbeda, hyung~” elakku, “Jiyoo ini gadis-ku sekarang.”

“Kekanak-kanakan,” timpal Jiyoo tiba-tiba. Mataku menatapnya tajam. Jiyoo balik menatapku, “Iya kan? Kenapa oppa harus selalu bertingkah kekanak-kanakan begini?”

Tanganku mengepal kuat. Memangnya salah kalau aku memberi banyak batasan padanya? Aku ini namjachingu-nya kan?

“Geurae! Aku memang seperti anak kecil! Lain kali tolak saja anak kecil sepertiku!” kutinggalkan Jiyoo dan member lain yang masih menatapku aneh.

Jiyoo’s PoV

“Jiyoo-sshi, gwaenchanhayo?” tanya Leeteuk sesaat setelah namja egois itu menjauh. Aku hanya tersenyum kecut. Leeteuk menepuk pundakku, “Sudahlah~ dia memang begitu. Padahal kan kalian baru berpacaran sehari, tapi sikapnya sudah begitu.”

“Aah~ untuk apa memikirkan namja menyebalkan seperti dia?” sahutku asal. “Aku akan menyiapkan barang lain yang akan oppadeul bawa ke Shanghai.”

Aku berjalan cepat menuju kamarku. Dalam hati aku malah mengutuk tindakan bodohku. Kenapa aku terlalu emosi seperti tadi? Babo~~

‘Tok… tok…’

Pintu kamarku diketuk dari luar. Buru-buru kunormalkan lagi air mukaku, “Nuguseyo?”

“Lee Donghae disini,” ucap suara itu, “Kau sibuk? Bukalah~”

Aku membuka pintu kamarku sebagian. Rasanya enggan sekali bicara dengan siapa pun. Suasana hatiku berubah menjadi super buruk secara mendadak. X(

“Waekuraeyo, oppa?”

“Sepertinya kau juga kesal seperti mahluk itu,” terkanya. Lagi-lagi aku menunjukkan senyum pahit. Benar sekali! Gara-gara mahluk bernama Lee Hyukjae itu. Donghae memaksa masuk, “Kenapa kalian tidak berbaikan saja? Ini hanya masalah sepele, jangan dibesar-besarkan.”

Aku mendengus, “Oppa bilang saja hal itu padanya. Siapa yang memulainya duluan?”

“Galak sekali~~” omelnya, “Mau bagaimana lagi? Dia memang begitu. Mengertilah sedikit.”

“WAE? Kenapa harus aku? Kenapa bukan dia saja?” teriakku. Donghae menatapku terkejut. Kupelankan suaraku, “Ahh~ mianhae, oppa. Sama sekali tidak ada maksud marah pada oppa.”

“Gwaenchanha,” ia tertawa di depanku. Aku merasa kisah cintaku dengan couplenya ini menjadi hiburan yang bagus untuknya. (=.=)

Tampaknya jadi hiburan gratis juga untuk member lainnya, “OPPADEUL! Tidak perlu mengintip lagi! aku tahu kalian menguping pembicaraan kami!”

Shindong keluar pertama dengan cengiran lebar terpampang di wajah chubby-nya, “Mian~”

“Kau hebat sekali bisa menebak kami disini!” puji Kyuhyun sambil mengacungkan jempolnya ke arahku. Aku hanya memelototi mereka satu per satu.

“Ara~ Mianhae. Kami sama sekali tidak bermaksud menguping,” ujar Leeteuk, “Hanya berusaha mendamaikan kalian.”

“Sirheo~ aku sudah dewasa! Eunhyuk oppa juga!” tegasku, “Kami bisa menyelesaikannya sendiri.”

“Baiklaah~ kami angkat tangan dari masalah kaliaaan,” Heechul mengomel dan melangkah menjauhiku.

Siwon mendekat, “Tidak perlu dipikirkan. Eunhyuk hyung terlalu menyukaimu.”

“Tidak perlu membahas orang itu lagi!” sergahku, “Super Junior-M siap-siap ke bandara malam ini!!”

Member lain mulai meninggalkanku satu per satu. Kutarik nafas panjang untuk menenangkan diri. Dan ternyata hal itu sangat PERCUMA! Tidak bisa membuat perasaanku lebih nyaman. Begini ya rasanya berpacaran? ><

-At nite, 8.43 PM-

“Oppadeul, gomapta sudah mengantar,” aku membungkukan badan ke arah member yang berdiri memanjang di depanku. Ada satu orang yang absen. Lee Hyukjae. Kurasa hubungan kami tidak akan membaik dalam waktu dekaaat. TT.TT

“Jiyoo-sshi, tenang saja, kami akan bicara padanya,” sahut Leeteuk.

Aku tersenyum getir, “Tidak perlu. Bukankah sudah kubilang kalau aku bisa membereskannya sendiri?”

“Sudahlah, kau punya kami selama di Cina, lupakan saja Hyukjae,” Donghae merangkul pundakku. Aku adalah gadis normal, dan jantungku mulai berdebar hebat. >.<

Siwon melirik arlojinya, “Sudah waktunya, kaja~”

Kali ini tuan muda Choi yang merangkulku. Aku merasa seperti mainan yang suka dioper kesana-kemari. Barusan Lee Donghae, dan sekarang Choi Siwon. Benar-benar bingung harus senang atau sedih. Sedih karena masalahku dengan Eunhyuk dan senang karena aku-lah gadis paling beruntung saat ini.😄

Begitu turun pesawat, kepalaku berdengung hebat. Badanku terasa lemas. Terpaksa Siwon dan Kyuhyun kembali memapahku. Mataku mulai berkunang-kunang. Aigo~ aku benci naik pesawat.

“Ini pertama kalinya kau naik pesawat ya?” Kyuhyun terus-terusan menggenggam tanganku. “Tanganmu sampai dingin begini.”

Kepalaku yang pusing kupaksakan mengangguk. Tapi bibirku sama sekali tidak punya kekuatan untuk bicara. Siwon tertawa pelan. “Mirip sekali dengan Hyukjae, benar kan?”

Kali ini kudengar Ryeowook terkekeh. “Eunhyuk hyung malah lebih parah, sudah berkali-kali naik pesawat, tapi penyakitnya tidak pernah hilang.”

“Kalian memang benar-benar belahan jiwa,” Donghae ikut-ikutan meledekku. Awas saja kalau aku sudah sembuh seutuhnya, akan kulemparkan sepatu tipisku ini ke arahnya. Menyebalkan.

Kulihat 2 orang namja bermata sipit menunggu kami di mobil. Salah satunya melambaikan tangan. “Hai~! Bagaimana penerbangannya?”

“Henry,” Ryeowook menghambur ke arah Henry. “Bagaimana kabarmu?”

“Hao. Katakan, bagaimana perjalanan kalian?” Henry seolah akan menjadi pelaku penghinaanku selanjutnya. Kenapa? Karena aku yakin sekali dia melirik sambil terkekeh saat melihatku yang berjalan dengan susah payah.

Zhoumi berjalan menghampiri kami. “Jiyoo-ssi, kau kenapa?” Bagus sekali, dia menggumamkan sesuatu dalam bahasa mandarin. Buru-buru ia meralat bahasanya. “Mianhae, aku lupa kau tidak bisa bahasa mandarin. Kau kenapa? Kau kelihatan tidak sehat.”

“Mabuk udara,” Donghae menjawab sekenanya. “Sama dengan pacarnya, merepotkan kalau sudah naik pesawat.”

Henry tertawa puas. “Kupikir kau gadis yang tidak takut apapun, ternyata bisa mabuk juga?” Ucapannya disambut gelak tawa dari member lain. Hhh… kesal~

“Berhenti tertawa atau…,”

“Atau apa? Kau mau melapor pada Hyukjae?” lagi-lagi Donghae menggodaku. Aku hanya bisa mendengus sebal. Kenapa mereka tidak bisa berhenti menyebutkan namanya saat aku sedang kesal begini?

Author’s PoV

Eunhyuk terus memelototi ponsel yang digeletakkan di atas meja. Pandangannya penuh harap. Sudah 3 jam ia menunggu benda mungil itu berdering, bergetar atau sekedar bersuara. Tapi nihil. Ponselnya diam walaupun pemiliknya sudah mengarahkan tatapan galak ke arahnya.

“Menunggu teleponnya?” Leeteuk berjalan santai membawa segelas air. Ia duduk di seberang Eunhyuk. “Telepon saja duluan.”

Yang ditanya hanya menggeleng. “Apa benar hyung sudah mengantar Jiyoo ke bandara? Seharusnya dia sudah sampai di Shanghai kan?”

“Sudah kubilang telepon saja,” ujar Leeteuk, “Kau sangat cemas kan? Meneleponnya bukan pekerjaan susah, Hyukjae-ah.”

Dering telepon terdengar membahana. Tanpa banyak tingkah, Eunhyuk langsung menempelkan ponsel ke telinganya. Tapi ternyata bukan ponselnya yang bersuara. Itu milik Leeteuk.

“Ne? Jiyoo-ssi… Ah, geuraeyo? Ne… Na? di dorm 11, bersama Hyukjae… Baiklah… Jaga dirimu…,” suara leadernya itu membuat Eunhyuk agak terganggu. Benarkah itu Jiyoo? Kenapa gadis itu tidak menghubunginya? Apa ia tidak tahu saat ini aku sedang mencemaskannya? Berulang kali Eunhyuk merutuk dalam hati.

Begitu Leeteuk mengakhiri pembicaraannya di ponsel, Eunhyuk menerornya dengan pertanyaan. “Mereka sudah sampai, hyung? Sudah di hotel?”

Leeteuk mengernyitkan alis. “Kenapa kau semangat sekali?”

“Hhh… karena gadis itu sama sekali tidak mengabariku, hyung. Aku cemas,” tangannya memainkan ponsel.

“Sudah kubilang kau harus mengalah,” tegas Leeteuk. “Mereka sudah sampai. Sudah di hotel. Henry dan Zhoumi menyambut mereka. Apa lagi yang ingin kau tahu?”

Eunhyuk menggumamkan sesuatu, “Bagaimana keadaan Jiyoo?”

“Kedengarannya cukup baik untuk orang yang baru saja terkena mabuk udara,” sahut Leeteuk santai.

“Mwo? Mabuk udara?” mata Eunhyuk agak terbelalak. “Geureom, bagaimana kondisinya sekarang? Apa dia baik-baik saja?”

Lagi-lagi Leeteuk mengernyitkan alis. “Kenapa kau semangat begini? Dia baik-baik saja. Dia bilang semua member merawatnya dengan baik, walaupun Henry sering menggodanya.”

“Henry sering menggodanya? Kenapa bisa begitu, hyung?”

“YA~! Mana kutahu! Tanyakan saja pada Jiyoo,” Leeteuk bangkit dan meninggalkan Eunhyuk yang sedang bingung.

Eunhyuk mulai berkutat dengan pikirannya. Kenapa Henry bisa menggoda Jiyoo? Atau jangan-jangan pria itu juga menyukai gadisnya? Sama seperti…

“Eunhyuk-ah, kau tidak menelpon Jiyoo?” Sungmin merebahkan ke sofa yang sama dengan Eunhyuk.

“Tidak perlu. Untuk apa menelpon kalau dia sudah punya banyak penjaga?” sahutnya sambil setengah mendengus.

Sungmin bisa menjawab sikap acuh Eunhyuk padanya. “Aku tidak menyukainya.”

“Ne?”

“Aku tidak menyukai Jiyoo. Geokjonghajima,” Sungmin tersenyum samar. “Kau takut aku mendekatinya kan?”

Eunhyuk berkilah. “Untuk apa aku takut? Jiyoo sudah jelas menyukaiku. Apa yang kutak-“

“Kau ini memang tidak takut, hanya saja sikapmu itu sedikit kekanak-kanakan,” suara Yesung menggema di antara mereka. “Kenapa sampai cemburu pada membermu sendiri? Kami tidak mungkin merebut Jiyoo-mu.”

Kata-kata ‘Jiyoo-mu’ membuat Eunhyuk sedikit tersipu. Baru kali ia mendengar istilah baru itu. “Arayo. Aku hanya tidak suka ada namja lain di dekatnya.”

“Egoisnya,” sahut Sungmin. “Aku punya orang lain yang harus kucintai, jadi tidak usah cemburu. Jiyoo juga tahu hal itu.”

Yesung tersenyum aneh. “Nado~ aku punya yeoja yang kuincar. Geokjonghajima.”

“He? Jinjjayo?” Eunhyuk mengerutkan kening. “Kenapa aku tidak tahu?”

“Karena kau terlalu sibuk dengan kecemburuanmu sendiri,” Yesung memutar bola matanya. “Aku hampir menceritakan ini pada Jiyoo saat kau datang dan marah-marah.”

Eunhyuk mulai berpikir keras. Berarti kemarahannya kemarin itu, sia-sia?

Sungmin menepuk pundaknya. “Telepon saja.”

Matanya kini tertumbuk pada benda tipis yang sejak tadi ia biarkan tergeletak di atas meja. Diraihnya ponsel itu. Eunhyuk mencari namanya. [My Special Girl]

Sungmin tersenyum samar saat memerhatikan tingkah Eunhyuk. Semua hal yang dikatakannya sama sekali tidak benar. Ya. Ia memang menyukai seorang gadis. Namanya Choi Jiyoo.

‘drrt… drrt…’

[From: Younghyun Lee]

Yeobo~ ayo kencan😀

Belum sempat ia membalas pesan aneh itu. Seseorang sudah menghubunginya. “Yeoboseyo?”

“Oppa~ temani aku ke taman bermain,” Younghyun bersorak semangat di seberang telepon.

“Taman bermain?” teriakannya membuat Eunhyuk dan Yesung memandangnya heran. Sungmin menjauhkan tubuhnya dari mereka. “Kenapa aku harus menemanimu?”

Younghyun diam sejenak. “Mm… tentu saja karena aku sudah memutuskan harus membuat oppa bisa melihatku. Oppa tidak boleh hanya melihat Jiyoo lagi. Benar kan?”

“Aku tidak yakin kau bisa membuatku berubah secepat itu,” sahutnya. Sungmin mendesah. “Baiklah, kita lihat saja. Kau dimana? Biar kujemput.”

Saat Sungmin menjauhkan diri, Yesung terus memerhatikannya. Bagaimana bisa anak itu mengatakan hal yang berbeda dengan perasaannya? Memangnya cinta itu bisa membuat orang seperti itu?

Bicara tentang cinta, Yesung teringat pada seseorang. Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya. Segera menekan keypad dengan cepat. Ia mengirimkan pesan dan mulai menunggu.

[From: Turtle Girl]

Makanan Ttungttungbo juga sedang habis, oppa. Kaja~!

Yesung tersenyum aneh setelah membacanya. Ia tahu setelah ini ia harus semakin memanjakan Ttangkoma. Tidak bisa dibantah kalau usahanya ini bisa berjalan karena makhluk kecil kesayangannya itu.

@Shanghai

Jiyoo terbaring sambil meringkuk di ranjangnya. Kepalanya masih terasa berputar gara-gara benda besar yang disebut pesawat. Wajahnya makin pucat dan badannya masih gemetar. Biasanya setelah menelepon Leeteuk perasaannya akan lebih baik. Tapi ini? Gadis ini sama sekali tidak merasakan sesuatu yang baik. Ia malah memburuk. Membayangkan di sebelah Leeteuk ada namja itu.

“Gwaenchanha?” Ryeowook duduk di sampingnya. Ia meletakkan cangkir berisi teh hangat di meja. “Minumlah.”

Gadis itu bangkit perlahan dan bersandar ke pinggiran ranjang. “Ne, gwaenchanha. Mungkin sebentar lagi akan baikan.”

“Sudah menelepon ke Seoul?” Donghae bertanya tanpa menoleh ke arah Jiyoo. Ia sibuk merapikan setelan jasnya. “Aigo.. bagaimana caranya memasang dasi ini?”

Jiyoo tersenyum samar. “Oppa, kemarilah, biar kubantu.” Tangannya menari membuat simpul dasi yang sempurna. “Mm. Aku sudah menelepon Leeteuk oppa. Memberi tahu kalau kita sudah sampai dan diam di hotel gara-gara mabuk udaraku.”

“Sudahlah, jalan-jalannya kan hanya rencana kami untukmu,” Siwon muncul dari kamar mandi. Ia memakai setelan jas yang serupa dengan milik Donghae. Tubuh manekinnya terbalut sempurna. Membuatnya terlihat mengagumkan.

“Tetap saja kan, aku tahu oppadeul ingin pergi jalan-jalan,” sahut Jiyoo lemah.

“HYUNG~!” teriakan Kyuhyun terdengar seketika saat ia masuk ke kamar.

Ryeowook mengamati si magnae. “Waekurae?”

Kyuhyun duduk di samping Jiyoo sambil meluruskan kakinya. “Ada orang aneh yang mengikutiku.”

“He? Orang aneh?” Zhoumi tampak memerhatikan ucapan Kyuhyun. “Orang aneh bagaimana?”

“Molla~ seperti stalker,” ucap Kyuhyun masih dengan nafas terengah-engah.

Jiyoo memiringkan kepalanya. “Memangnya disini juga ada stalker?”

“Lumayan,” ujar Siwon singkat. “Kyuhyun-ah, bukannya sudah sering ada yang seperti itu? Kenapa kau panik?”

“Aku bukan panik karena takut, hanya saja sepertinya aku pernah melihat gadis itu,” jelas magnae.

Donghae menatap Kyuhyun bingung. “Memangnya ada berapa kenalan stalker-mu?”

“Hyeori eonni dan Younghyun eonni kan sedang di Seoul, lagipula mereka itu stalker pribadi Sungmin oppa dan Yesung oppa.” Jiyoo tampak berpikir.

Ryeowook menengahi. “Sudahi dulu pembicaraan tentang stalker ini, waktu kita tidak banyak. Ayo berangkat.”

“Jiyoo-ah, kau bagaimana?” Henry menampakkan raut cemas. “Bukannya lebih baik kau disini saja?”

Jiyoo menggeleng. “Mana bisa begitu? Manager itu harus mengikuti artisnya.”

Dengan mengenakan sweater hijau dan syal putih, Jiyoo berjalan keluar mengikuti 7 member Super Junior-M. Kali ini Kyuhyun benar. Saat meninggalkan kamar dan masuk ke dalam mobil pun ternyata memang ada yang mengikuti mereka.

Jiyoo’s PoV

Aish… kepalaku masih agak pusing. Eunhyuk pernah bilang kalau mabuk udara itu bisa hilang dengan sendirinya. Tapi kenapa ini tidak juga hilang? Kurasa semakin memikirkan Lee Hyukjae rasa peningku ini tidak akan pernah hilang.

Di belakang panggung, Ryeowook mengambilkan kursi. “Duduklah, tidak mungkin kau berdiri sepanjang pertunjukan kan?”

“Gomapta, oppa,” kubiarkan tubuhku santai. Berusaha beristirahat sejenak. Tapi otakku malah tidak bisa berhenti bekerja. Banyak hal yang kupikirkan, sejauh ini sepertiganya adalah karena Lee Hyukjae sama sekali tidak meneleponku. Menyebalkan.

Kyuhyun menarik kursi di sebelahku. Wajahnya agak pucat. Berulang kali ia mendesah. “Hhh… kapan acara ini selesai?”

“Mm… masih 2 jam lagi. Oppa kenapa?” kuamati raut mukanya. Sama sekali bukan seperti Cho Kyuhyun yang selalu bersemangat. “Sakit?”

Senyum terpaksa terkembang di wajahnya. “Aniyo. Sedikit mabuk udara, mungkin.”

Tanganku bergerilya ke kening dan pipinya. “Omo~ Oppa demam? Akan kucarikan obat.”

“Gwaenchanha, kau kan juga sedang sakit. Aku baik-baik saja,” ucapnya memaksa. “Selesai perform, aku mau ke mobil duluan.”

Keningku berkerut, tapi toh aku mengangguk saat Kyuhyun bilang begitu. Managernya mabuk udara dan sekarang artisnya malah sakit, manager macam apa aku ini?

@Seoul

“Sibuk lagi?” Eunhyuk memaki ponselnya sendiri. “Hhh… aku sudah hampir gila!”

Leeteuk terkekeh. “Cinta itu butuh pengorbanan. Berusahalah lebih keras.”

Eunhyuk hanya mendengus mendengarnya. Otaknya mulai memikirkan cara lain menghubungi gadisnya. Bagaimana pun caranya, ia ingin mendengar suaranya. Suara Jiyoo!!

“Annyeong haseyo~!” suara seorang gadis memasuki dorm. Bukan, itu bukan suara Jiyoo. Gadis itu masuk bersama Sungmin.

Leeteuk memicingkan matanya. “Kau… stalker kan? Lee Younghyun, benar tidak?”

“Ne, Lee Younghyun imnida,” gadis berambut sebahu itu memberi salam singkat kemudian matanya berkeliaran. “Kemana Jiyoo? Kenapa dorm ini sepi sekali?”

Sungmin baru akan buka suara saat Eunhyuk mendahuluinya. “Jiyoo ke Shanghai bersama Super Junior-M. Sungmin hyung tidak memberitahumu?”

“Ani. Kami sibuk berkeliling taman bermain, jadi tidak sempat membicarakan apapun,” Younghyun tersenyum lebar sambil menatap Sungmin. Yang dilihat hanya tersenyum tipis.

Eunhyuk mulai menangkap situasi. “Ahh… kalian pacaran?”

“Mm. Baru beberapa hari,” sahut Younghyun. “Kira-kira sama sepertimu dan Jiyoo.”

Kepala Sungmin tertunduk. Leeteuk mengernyitkan alis. Ia tahu benar bagaimana perasaan Sungmin pada Jiyoo. Mustahil ia bisa semudah itu berpaling pada gadis lain, apalagi di hari yang sama saat Jiyoo menerima Eunhyuk.

Lagi-lagi dorm 11 kedatangan tamu. Yesung masuk sambil menenteng kotak kaca Ttangkoma. Seorang gadis mengikutinya. Ia juga membawa kotak kecil berisi kura-kura. “Nah, kita amankan saja mereka disini.”

“Hyeori-ssi, sedang apa kau disini?” Younghyun mengarahkan telunjuknya ke arah gadis yang bersama Yesung.

Yesung mengambil alih jawaban. “Kami sedang berbagi cara perawatan kura-kura.”

“Hyung, kenapa harus disini? Kenapa tidak di dorm 12 saja?” Eunhyuk yang sedang butuh ketenangan sangat terganggu dengan tamu-tamu yang datang ke dormnya.

Yesung menggumam. “Di atas ada Heebum dan teman-temannya. Kami takut kenyamanan kura-kura ini terganggu.”

“Tapi kalian malah mengganggu kenyamananku,” rutuk Eunhyuk. Leeteuk terkekeh mendengarnya. Ia sangat tahu Eunhyuk sedang frustasi gara-gara Jiyoo, dan pastinya sangat butuh ketenangan, bukannya kehadiran manusia-manusia ajaib lengkap dengan kura-kura mereka.

@Shanghai

Akhirnya performnya selesai. Tapi kurasa member lain akan menunggu sampai acara berakhir. Diam-diam kuperhatikan Kyuhyun yang semakin pucat. “Oppa, kita ke mobil saja. Kaja.”

“Memangnya boleh?” tanyanya polos.

Aku tertawa. “Tentu saja boleh, siapa yang akan melarang?” Kupapah tubuhnya meninggalkan backstage. Tentu saja segera melapor pada member lainnya. “Oppa, aku dan Kyuhyun oppa akan menunggu di mobil.”

Siwon memiringkan kepala. “Wae? Dia juga sakit? Baiklah, kalian di mobil saja.”

Izin sudah didapat, jadi aku membiarkan Kyuhyun bersandar di kursi penumpang. “Masih pusing?”

Kyuhyun tersenyum samar. “Tidak juga. Sudah agak lumayan. Gomawo.”

“Oppa, itu sudah jadi tugasku, kan?” tegasku. “Jadi tenang saja, aku akan merawat kalian dengan baik.”

Tiba-tiba seorang gadis membuka pintu mobil dan duduk di belakang kemudi. Sialnya, kunci mobil masih menggantung indah di tempatnya. Ia langsung menginjak pedal gas tanpa sempat berkomentar apa-apa.

“A-agashi, siapa kau?” Jiyoo berteriak dari kursi belakang. “Hentikan mobilnya sekarang!!”

-TBC-

29 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 11-

  1. Cara yg bgus untuk menculik artis,hahahahaha *pletak*

    kesian kesian kesian..jiyoo mabok,mabok hyukjae *loh??*

    yesung oppa yesung oppa..
    jgan main kura2,bgaimana kalo kita bermain hati?? bermain cinta..*plakk bug duk jduar gludak gluduk*

    • Lagi rajin beneran jd stalker onn?😄

      Iyaa.. Jiyoo mabok hyukjae gara2 tu cwo pamer2 badan!! ==a
      Sttresss berat!! ><

      Huahaha~ yakin lah ga bakal nyesel pair ama yesung, pan dy uda jd super romantis. Kekeke~😄

  2. ckckckckck…
    aku bingung mau komen apaan…
    banyak yang pingin aku komen…

    mulai dari jiyoo mabok udara,,,
    stalker kyu,,,
    pasangan kura” aneh…😄
    aaaaaaaaaaah,,, banyak dah…
    aku sampe bingung…😄

  3. hmmhmm.. baru sadar kalo saya baru baca wonderful life ampe part9..
    yg terakhir d post d fb..
    jadi deh baru baca sekarang..

    kenapa yah, begitu teringat stalker yang ngebuntutin kyuhyun.. pikiran hanya tertuju pada satu nama.. XDD

    ckck, sumpah si ikan kesayanganku iseng banget disini.. kaya ga ada kerjaan lain selain ngegodain unyuk.. XDD

    • udaah.. ntar kalo 12 publish bilang2 iaa..
      ampe chapt berapa nih?

      siapa lagi sih yg cinta kyu ampe suami ditinggalin..😄

      itulaaah.. saya juga bingung.. saking demen.x dia ama unyuk.. aye dianggurin di rumah.. T__T

  4. lagi blogwalking ketemu blog-mu… kkee~~ga papa yah kubaca fanfic-nya🙂
    Lanjutannya kapan?
    Mannaso pangawoyo~

  5. EUNHYUK LEBAY!!!
    baru pnya cwe aj dah kyak gitu! /PLAK
    hahahah~~

    bingung euy mu komen apa *loh*

    lanjut baca…. ^^

  6. Woi.. Ikutan dong tapi tea mau’a nyulik hyuk,..😀

    Itu pst cuman mw nyulik kyu.. Tp yoo kebawa.. Sapa coba yg mw nyulik yoo ^^v

    hyuk mah PO BOX.. Di depan yoo aja marah2.. Tp khawatir’a stengah idup..

    Gmana kalo dy tau yoo dculik..?
    Dunia gempar x y? =.=a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s