[FF] My Wonderful Life -part 10-

-previously-

Younghyun menatap namja yang disukainya itu dengan pandangan nanar, “Aku mengerti perasaan oppa. Terkadang aku juga merasakan hal yang sama.”

“Jinjja? Kapan?” tanya Sungmin.

“Saat oppa melayangkan tatapan yang sangat kuinginkan pada Jiyoo, saat oppa memperhatikan Jiyoo lebih dari siapapun dan saat hanya Jiyoo yang ada di mata oppa,” jelas Younghyun. Pelan-pelan matanya berair mengingat semua itu. Rasa yang dia pendam pada namja di depannya itu sudah terlalu dalam.

“Kau mau menjadi yeojachinguku?” pertanyaan itu tiba-tiba meluncur dari bibir Sungmin.

Sungmin’s PoV

Gadis bernama Lee Younghyun di depanku ini hanya terbelalak. Apa permintaanku ini terlalu mengejutkan?

“Otte? Kau mau?” tanyaku sekali lagi, “Atau kau sudah punya namjachingu?”

Younghyun menggeleng, “Anii~ aku hanya…”

“Terkejut?” tebakku. Ia mengangguk. Kupandangi langit, “Tenang saja. Hanya mencoba mengubah perasaanku pada Jiyoo. Kalau kau ingin mengalihkan pikiranmu dari sesuatu, kau harus mencari minat pada hal lain kan?”

“Geureom, hanya pelarian?” tanyanya, “Aku hanya pelarian oppa dari Jiyoo?”

Aku mengangguk lemas, “Mungkin saat ini hanya itu yang kubutuhkan. Aku butuh orang lain untuk menepikan gadis itu di hatiku. Aku tahu ini tidak adil untukmu, dan kau tahu kau tidak harus menerimanya.”

Younghyun bangkit dari tempatnya, “Oppa lihat saja nanti, aku akan membuat oppa berhenti mengharapkan Jiyoo! Karena aku adalah satu-satunya yeoja yang mengerti oppa!”

“Kau setuju?” aku terkejut setengah mati saat Younghyun menganggukkan kepalanya dengan mantap. Aku baru tahu ada gadis yang mau saja dijadikan orang kedua di hati seorang namja. Apa dia masih waras?

Jiyoo’s PoV

Suasana di kafe kecil ini seketika berubah ramai luar biasa. Mungkin karena hari ini benar-benar hal yang patut dirayakan oleh kami. Kenapa semuanya bisa menjadi sebaik ini? Benar-benar beruntung~ ^o^

Eunhyuk mencubit pipiku, “Jagi, apa yang kau pikirkan? Kenapa diam sambil tersenyum aneh begitu?”

“Oppa! Jangan panggil aku dengan panggilan ‘jagi’! Aku masih syok~” kupegangi pipiku yang memanas. >///<

“Ya~ kita ini kan pasangan kekasih, kenapa dilarang memanggil ‘jagi’?” protesnya.

Donghae mendekati kami, “Karena kau hanya akan memanggil ‘jagi’ padaku, arasseo?”

“Tidak sudi~” rengek Eunhyuk, “Jiyoo-sshi, dia mencoba merayuku~~”

“Oppa, aku percaya kau akan lebih bahagia bersama dengan Donghae oppa,” sahutku asal. “Hiduplah dengan baik.”

Eunhyuk hanya menggembungkan pipinya. Untuk pertama kalinya, aku sudah membuat namjachingu-ku kesal. Edisi perdana!!😄

Omo~ namjachingu? Itu juga pertama kalinya aku menyebutnya ‘namjachingu’. Rasanya itu sangat memalukaaaan~ >.<

Shindong menepuk pundakku, “Jiyoo-sshi, kau lihat Sungmin tidak?”

“Sungmin oppa? Molla~” aku mengangkat bahu. Kulihat Sungmin kembali masuk dalam kafe, “Ah, itu dia!”

Aku berniat berjalan ke arahnya saat kemudian langsung kuurungkan niatan itu. Karena di belakangnya malah ada Younghyun. Apa mereka tadi pergi bersama? Bagaimana bisa? Dan tangan mereka… berpegangan???

-dorm-

“MWO?” Eunhyuk membuat suaranya menggema di seluruh penjuru dorm, “Kenapa Jiyoo tidak bisa tinggal disini lagi?”

Kangin menjitak kepalanya, “Babo! Kau pikir kami tidak tahu isi otakmu itu?”

“Maksudnya?” kukernyitkan alisku. Memangnya apa isi otak Eunhyuk??

“Tidak perlu terlalu dipikirkan” ujar Kibum.

Hankyung menambahkan, “Tenang saja. Kami hanya mencoba menyelamatkanmu darinya. Nappeun namja. Dia adalah nappeun namja.”

“Ya~ aku bukan lelaki seperti itu!” Eunhyuk melayangkan protesnya, “Jangan membuat yeojachingu-ku berpikiran yang tidak-tidak!”

Pintu dorm tiba-tiba terbuka, “Jadi kabar itu sudah sampai di telinga kalian?”

“Kim hyung!” Leeteuk berdesis, “Sedang apa disini?”

“Wae? Aku tidak boleh mengucapkan selamat pada rekan baruku?” Kim ahjussi berjalan ke arahku, “Jadi kau akan kembali ke tengah-tengah mereka? Kau sudah merasa menang sekarang?”

“Animnida,” jawabku, “Sejak awal aku tidak pernah ingin berperang dengan ahjussi. Jadi aku tidak kenal kata-kata menang atau kalah.”

“Cih~ kau pikir aku ini anak kecil? Aku tahu kau sangat senang bisa mengambil tempatku sedikit demi sedikit,” telunjuknya terarah ke wajahku.

Kutepis tangannya, “Ahjussi, aku benar-benar tidak pernah ingin memulai perang denganmu. Aku juga sudah muak mendengar perlakuanmu pada oppadeul.”

“Geuraeyo? Kau pikir siapa yang membesarkan nama mereka selama ini?” tukasnya, “itu AKU! Bukan kau! Bukan gadis yang tidak tahu apa-apa sepertimu!”

“Hyung! Cukup!” Leeteuk berdiri di depanku, “Sekarang kau bisa pergi dari sini. Berhenti mengganggu kami. Pulanglah.”

“Kau akan menantangku lagi, Jungsoo?” tantangnya. Tangannya mengepal kuat. Dengan cepat dia mengangkat kepalannya ke udara.

‘DUK!’

Kim ahjussi roboh dan terkapar di karpet. Pipinya membiru. Tanganku masih dalam posisi mengepal, “Jangan coba-coba mendekati oppadeul!”

Mata semua member tertuju ke arahku. Menatapku terbelalak. Kurasa aku baru saja mengeluarkan jurus tinju maut legendarisku.😄

Dengan mengumpat, Kim ahjussi meninggalkan dorm ini. Mudah-mudahan suasana damai akan datang lagi. Walaupun aku tidak yakin apa itu akan berjalan dalam waktu yang lama.

“Huwaaa~ Choi Jiyoo, kau benar-benar jagoan!!” seru Yesung.

Heechul berdecak kagum, “Baru kali ini kami menonton serangan itu secara langsung! Kesempatan langka!”

Member lain manggut-manggut setuju. Bahkan Ryeowook sempat mengacungkan jempolnya padaku. Aku hanya nyengir mendengar pujian mereka. Pujian atau sindiran kah? Aah~ pujiaaaan.😄

Kangin menepuk pundak Eunhyuk, “Eunhyuk-ah, berhati-hatilah.”

“Sekarang aku setuju kalau Jiyoo tinggal bersama kita lagi,” sahut Leeteuk, “Eunhyuk tidak akan berani macam-macam dengan Jiyoo.”

“Ya~ memangnya hal macam apa yang bisa kulakukan padanya?” Eunhyuk merengut.

Aku menimpali, “Apa itu hal yang buruk?”

Member lain hanya mengangkat bahu sambil tersenyum aneh. Aigo~ aku benar-benar tidak mengerti apa maksud mereka. Tapi yang penting aku bisa bersama mereka lagiii~~ ^o^

-the next morning-

Aku sibuk mengepak pakaianku. Kulipat semuanya semampuku dalam ukuran yang masih bisa kuanggap rapi.😄

Seseorang memelukku dari belakang, “Jagiya~~ jangan pergi.”

“Oppa,” aku berbalik melepas tangannya, “Aku kan manager kalian. Dan ini tugas manager, arasseo?”

Eunhyuk merengut, “Kau bukan manager kami, kau manager Suju-M sekarang. Itu artinya kau akan jarang bersamaku. Aah~ sirheo~~”

“Aish~ kenapa oppa jadi manja begini?” tanyaku. Wajahnya masih merengut. Kucubit pipinya, “Hanya 3 hari di Cina, aku janji tidak akan lama.”

Eunhyuk menatapku dengan pandangan mengiba. Matanya berkedip dengan cepat. Jurus Puppy eyes.  Aigo~ lucu sekali~~ >.<

“Lamaaa~ 3 hari itu lama,” rengeknya lagi.

“Hyung, biarkan Jiyoo bersama kami dulu selama 3 hari,” Siwon muncul dengan hanya mengenakan singlet putih yang memamerkan seluruh otot trisep dan bisep andalannya. Singlet itu tipis. Membuatku bisa mengintip abs di baliknya. Aigo~ >///<

Tiba-tiba pandanganku berubah gelap. Sesuatu menghalangi pemandangan menyenangkan tadi, “Jagiya~~ jangan melihat sesuatu yang tidak boleh kau lihat.”

“Oppa~” kuturunkan telapak tangannya yang masih menempel di pelupuk mataku, “Memangnya apa yang kulihat?”

“Itu,” matanya mengarah pada abs sempurna milik tuan muda Choi. Kenapa dia bisa tahu aku sedang memelototi perut persegi Siwon?😄

“Anio. Aku tidak melihat itu~~” elakku.

“Kau pikir aku bodoh?” ujarnya, “Dan kau, Choi Siwon, jangan pakai kaos setipis itu kalau berkeliaran di dorm. Ada seorang gadis disini, kecuali kalau kau sedang berada di kamarmu sendiri. Arasseo?”

“Dulu kan Jiyoo sudah sering melihatku begini, hyung,” Siwon bingung, “Kenapa sekarang tidak boleh?”

Eunhyuk salah tingkah, “Sekarang kan Jiyoo ini yeojachingu-ku. Jadi aku tidak mau dia tergoda pada namja lain! Apalagi namja sepertimu!”

“Memangnya Siwon oppa namja seperti apa?” pancingku, “Namja tampan, baik, rajin ke gereja dan namja super sempurna ya?”

“Jagiya~~” rengeknya lagi. Aigo~ manja sekali dia padaku.😄

“Haha~ arasseo,” sahutku, “Aekarang biarkan aku menyelesaikan urusan lipat-melipat bajuku”

Donghae merangkul pundakku dari belakang, “Jiyoo-sshi, selama kau di Cina bersamaku, bagaimana kalau kita menjadi pasangan kekasih sementara?”

“Mwo?” kukernyitkan alisku, “Maksudnya?”

“Aish~ kenapa kau polos sekali, ha?” desis Donghae. Tangannya menunjuk ke arah Eunhyuk, “Kita buat orang itu cemburu.”

“Ya! Donghae-ah,” Eunhyuk menepis tangan Donghae dari pundakku, “Jangan merayu yeojachingu baru-ku.”

“Wae? Kenapa tidak boleh?” tanyanya, “Sejak awal kan Jiyoo ini milik bersama.”

Mworago? Apa katanya tadi? Apa itu ‘milik bersama’? Aigo~ memangnya aku ini barang?? X(

“Oppa, aku in-“

Eunhyuk menggenggam tanganku, “Nae Jiyoo bukan barang. Dia gadis-ku. Jadi jangan ada yang berani mendekatinya lebih daripada aku. Arasseo?”

“Haha~ Eunhyuk-ah, kau benar-benar namja yang overprotektif,” sahut Leeteuk, “Bisa-bisa Jiyoo malah meninggalkanmu kalau kau begitu.”

“Perdebatan tentangku sudah selesai atau belum?” tanyaku kesal, “Lebih baik oppadeul segera sarapan. Wookie oppa sudah bangun dari subuh untuk menyiapkan sarapan. Ka~~”

“Omo~ kita diusir,” Heechul berusaha menggodaku, “Kaja~”

“Jagiya~ jangan cemberut. Nanti kau terlihat jelek gara-gara hobi mengomel begitu,” rayu Eunhyuk.

Aku merengut, “Biar saja! Kalau perlu, oppa cari saja yeoja yang tidak hobi mengomel sepertiku.”

Chu~

Eunhyuk mencium pipi kananku, “Untuk sekarang dan seterusnya aku masih sangat membutuhkan yeoja yang cerewet sepertimu.”

“Oppa~” aku tersipu untuk beberapa detik, “MWORAGO? Yeoja cerewet??”

Eunhyuk buru-buru menghilang sebelum aku menyadarinya. Aish~ namjachingu stress!! (=.=)

“Jiyoo-ya, pagi,” Sungmin sudah berdiri di sampingku. “Sedang apa kau?”

“Mengepak barang. Nanti malam kan Suju-M akan terbang ke Cina,” sahutku, “Ini debut pertamaku sebagai manager mereka. Doakan aku, oppa~”

Sungmin tersenyum, “Geureom~ aku memang selalu menyelipkan namamu dalam doaku.”

“Jinjja? Doa seperti apa?” perhatianku masih tertuju pada pakaian-pakaian yang kulipat.

“Doa…,” ujarnya pelan, “Lupakan saja! Yang jelas doa-doa yang baik.”

“Gomawoyo.” kualihkan pandanganku padanya, “Oppa, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Mweot?”

“Oppa dan Younghyun onnie…,” ucapku pelan, “Berpacaran?”

Sungmin tersenyum simpul, “Wae? Kau cemburu?”

“Na? Geureom~” jawabku asal, “Bagaimana bisa oppa tidak cerita apapun padaku?”

“Aku ingin kecemburuan yang lain,” ujarnya. Alisku bertaut. Sungmin melanjutkan, “Hanya pendekatan biasa. Aku tidak tahu apa dia juga menyukaiku.”

“Huwaa~ sejak kapan oppa menyukainya?” pekikku dengan sedikit euphoria yang berlebihan.

Sungmin’s PoV

“Huwaa~ sejak kapan oppa menyukainya?” gadis di depanku ini menatapku dengan mata kecilnya yang sekarang sedang berbinar.

Aku mengangkat bahu, “Molla~ sejak aku terlalu sering melihatnya, mungkin. Tapi sekarang di matanya hanya akan ada namja lain.”

“He~?” air mukanya berubah, “Kenapa bisa begitu? Apa Younghyun onnie menyukai namja lain?”

Bukan! Bukan Younghyun!! Aku sedang membicarakan dirimu! Seorang Choi Jiyoo. Apa aku benar-benar bisa melepaskanmu dari otakku? Kau seperti bagian dariku. Bagian yang akan selalu terlihat di mataku.

“Mm… begitulah,” akhirnya hanya itulah yang bisa kujawab. Aku tidak bisa menatap matanya. Karena aku takut hanya dengan matanya saja, dia bisa melihat jauh ke dalam hatiku. Melihat kebohongan yang sedang kulakukan.

“Tenang saja~ aku akan membantu oppa!” ujarnya mantap, “Aku bisa membujuk Younghyun onnie untuk menerima oppa. Namja seperti oppa pasti tidak akan bisa ditolak yeoja manapun.”

Geureom, bagaimana dengan yeoja sepertimu, Jiyoo? Apa kau juga tidak akan menolakku? Apa kau akan langsung menjawab ‘iya’ kalau aku mengatakan sesuatu yang sudah dikatakan Hyukjae padamu?

Jiyoo’s PoV

Sungmin hanya menanggapi kata-kataku dengan senyum getir. Kurasa dia sangat menyukai Younghyun. Baguslah~~ berarti aku memang murni salah paham. Jiyoo-ah, jeongmal baboyaa~😄

“Hyung?” Eunhyuk muncul dari ruang makan, “Apa yang kau lakukan disini?”

Sungmin menggeleng, “Hanya mengobrol dengan yeojachingu-mu. Wae? Sekarang bicara pada Jiyoo pun sudah dilarang?”

“Ani~ tidak ada satupun yang akan berubah, oppa,” sahutku cepat, “Cepatlah sarapan.”

Sungmin menoleh padaku sebentar lalu melemparkan senyum. Eunhyuk terlihat tidak nyaman dengan itu semua.

“Jagiya~ jangan terlalu dekat dengan Sungmin hyung,” pintanya. Raut wajahnya menunjukkan jurus Puppy lagi! >.<

“Waeyo?”

“Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan namja lain,” ucapnya tegas. Aigo~ aku baru tahu kalau dia adalah namja yang sangat perhitungan.

“Dengan Super Junior juga?” tanyaku. Eunhyuk mengangguk. Aku berpura-pura muram, “Dengan namja manapun?”

Eunhyuk mengangguk lebih dari sekali, “Tidak boleh dekat dengan namja manapun. Tidak terkecuali.”

“Geundae…,” ucapku lesu. Dia memperhatikan ekspresiku, “Aku sangat dekat dengan namdongsaeng-ku. Berarti aku juga harus menjauh juga dari anak laki-laki berumur 10 tahun itu?”

“Aish~ kalau hanya adikmu, mana mungkin bisa kularang?” Eunhyuk merengut lagi, “Selain dia, tidak boleh~~”

“Arasseo,” sahutku singkat, “Aku akan segera mencari tempat tinggal lain yang hanya ada sekumpulan gadis di sekelilingku. Begitu kan?”

“Aniyo~” jawabnya. “Kau mau membuatku kesal ya?”

“Aku sedang bertanya, Tuan Lee,” tukasku.

“Itu bukan bertanya~~” dengusnya. “Kau sedang menggodaku.”

“Memang. Karena aku baru tahu kalau oppa benar-benar namja yang hobi cemburu,” ujarku santai.

Eunhyuk mendekatkan wajahnya, “Aku tidak suka namja lain mendekati gadis-ku.”

Tubuhku membeku. Matanya menatap ke dalam mataku dalam-dalam. Jantungku mulai memberontak lagi. Pelan-pelan Eunhyuk mendekat. Kupejamkan mataku. ><

“Ah!” pekikku tiba-tiba, “Masih ada yang harus kubereskan di kamar. Sampai nanti, oppa.”

Aku mendengar Eunhyuk terkikik pelan di balik punggungku. Kulangkahkan kakiku makin cepat. Aigo~~ ini kan dorm. Bagaimana kalau ada member lain yang melihat kami?? Baboya~ >.<

“Ya~ aku melihatnyaaaa.”

Kubalikkan tubuhku, “Yesungie oppa!! Kau sedang mengintipku??”

“Mengintip kalian,” ralatnya, “Aniyo. Untuk apa aku mengintip orang yang sedang pacaran? Hanya membuatku sakit hati.”

“Aish~ sakit hati kenapa? Jangan bilang kalau oppa juga menyukai Eunhyuk oppa?” tebakku asal.

Yesung mengacak rambutku, “Babo~ aku iri pada Hyukjae yang sudah punya yeojachingu. Aku kan juga kesepian, hari-hariku hanya ditemani Ttangkoma. Itupun tidak membantu.”

“Kalau begitu pergi cari yeoja yang baik,” perintahku.

“Jiyoo-sshi, akan kuberitahu rahasia terbesarku,” bisiknya. “Dengarkanlah baik-baik.”

Aku mendekatkan telingaku ke arah Yesung. Bibirnya akan membisikkan sesuatu saat seorang namja melihat kami.

Eunhyuk’s PoV

Kuputuskan untuk mencari gadis-ku lagi. Kenapa dia mendadak malu-malu begitu. Apa gara-gara kami sedang berada di dorm? Aish~~ dia sangat menggemaskan.😄

Tiba-tiba kulihat Yesung hyung dan Jiyoo. Mereka berada dalam jarak yang lebih dekat dariku dan Jiyoo tadi. Kenapa Jiyoo bisa sedekat itu dengan namja lain? Sungmin hyung dan sekarang Yesung hyung.

“Sedang apa kalian berdua?” tegurku, “Jagiya, tadi kau mengelak dariku, kenapa sekarang malah dekat sekali dengan Jongwoon hyung?”

=TBC=

31 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 10-

  1. Shelaaaa…………… I’m coming!!! ^0^
    hahaahaa…
    onn baru baca ni epep, kgak papa yah??😄

    Cie ciee… unyuk bru jadian am jiyoo tp dah d tinggal 3 hari.. hahah
    eh, bang donge ngapa pgen jadian smentara ama jiyoo *lirik bang donge dgn tatapan pembunuh* O__o

    lanjut ah…

  2. ho’oh shel,
    ni bini ikan lg bete, trus iseng2 dah bka blog punyamu *iseng?* /PLAK
    yasud lah baca aj dah..
    lagian pan onn penasaran ama ni cerita😄

    Ha? apa? kagak doyan seafood?
    lah ntu si ikan teri pan makhluk laut juga.. O__o

  3. Kangin menepuk pundak Eunhyuk, “Eunhyuk-ah, berhati-hatilah.”
    = pengen banget saya tebelin ni kalimat -..-

    Eunhyuk mendekatkan wajahnya, “Aku tidak suka namja lain mendekati gadis-ku.”
    ECIYEH XDDDDD
    ini hyukjaenya egois ato emang lagi ngeberusahain ceweknya setia dengannya? >.>

  4. Wkwk, tinju legendaris yoo😀

    Hyuk tingkahmu nggemesin deh chu~ :*

    protektif bgt ama yoo~

    bru aja jadian udah berantem ckck…

    Suka karakter hyuk disini.. Manja2 gmana gt.. ^^v

    oya.. Ada typo x aja mw dbenerin pas “Aekarang biarkan aku menyelesaikan urusan lipat- melipat bajuku”

    lanjoot~>

  5. akhirnya bisa komen jugaa…….
    setelah seharian siang2 suntuk di kantor baca pake hape (kalo pake kompie takut ketauan si bos)
    keren ceritanya, jadi pengen ngerti jiyoo seperti apa sih,kok jadi favorit semua orang??? *saya juga mau…. he
    oke deh, mau lanjut dulu

  6. ckck, sii unyuk protektof bgt yaa..

    bang umin sabar yaa..
    masih ada yang mau sama kamu ko’..
    *nunjuk diri sendiri..
    :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s