Paparazzi in Love -part 3-

PAPARAZZI in LOVE –chapter 3-

====================

-previously-

Wajahku menegang. Aku memang harus menyediakan banyak uang untuk perawatan appa yang berikutnya. Mataku berbinar, “Geureom~ Bagaimana caranya?”

“Kau akan suka dengan usulku ini…,” Nara mendekatkan wajahnya, “Tapi sebelumnya, kau harus berhenti kerja dari kantormu yang sekarang dan pindahlah ke majalah-ku. Aku tidak mau kalau atasanmu memperkarakanmu gara-gara bekerja sama dengan majalah lain.”

Aku mengangguk mantap. Apapun itu, asal berkaitan dengan pengobatan appa, aku pasti akan menyetujuinya, “Memangnya apa usulmu?”

The next day

Huwaaa~ apa benar tindakan yang sedang kulakukan? Memangnya aku berbakat jadi stalker seperti ini? Kwan Nara benar-benar gadis gila!! ><

“Cari tahu soal gadis yang bersama Super Junior Leeteuk. Buntuti kemanapun dia pergi. Cari info sebanyak-banyaknya tentang dia dan gadis itu. Lebih bagus kalau kau bisa mendapat keterangan langsung dari Leeteuk.” bisik Nara

Kugigit bibir bawahku, “Ini.. mustahil kan? Bagaimana bisa aku memata-matainya seperti itu? Geurigo, aku sama sekali tidak mengenalnya. Perkenalan kami hanya kecelakaan!!”

Aahh.. tapi ini kesempatan emas untuk mendapatkan berita bagus! Aku tidak akan memaksamu. Apa kau benar-benar tidak ingin melakukannya?” tanya Nara cemas. Aku tahu dia tidak akan memaksaku melakukan hal yang tidak kuinginkan. Hanya saja, kesempatan ini sangat sayang kalau dilewatkan. Aarghh~~ aku bingung. (>o<)

“Apa kau yakin aku bisa melakukannya? Selama ini aku sama sekali tidak pernah meliput berita seperti ini, aku hanya juru kamera magang yang selalu ditempatkan di tempat-tempat peresmian saja. Aku tidak yakin,” kutarik nafas dalam-dalam.

Raneul menepuk pundakku, “Onnie, coba saja dulu. Bukan jadi reporter gosip kan, hanya bukti foto saja juga sudah cukup.”

“Geuraeyo? Hanya bukti gambar sudah cukup?” tanyaku. Nara mengangguk. Aku menghembuskan nafas panjang, “Baiklah. Akan kucoba!!”

Memang bukan sepenuhnya salah Nara sampai aku rela menerima pekerjaan gila ini. Aku juga yang cukup berambisi mendapatkan uang lebih untuk pengobatan appa. Sekarang aku terjebak dalam mobil VW-ku yang kuparkir di depan dorm mereka. ><

Sebuah mobil keluar dari dorm mereka. Itu salah satu mobil Super Junior, “Yang di dalamnya.. nuguya?? Ahh~ aku tidak menyelidiki dulu di mobil mana Leeteuk biasa naik!! Babo~ Siapa peduli? Coba ikuti saja!!”

Kuinjak pedal gas mobil VW-ku. Mobil yang kubuntuti ini sebuah minivan putih. Sialnya, aku lupa mobil apa yang dia pakai waktu di Sukira!! O.o

“Ehh~ berhenti di stasiun tivi? Apa.. Starking? Berarti ini memang mobil Leeteuk??” aku mulai bersorak dalam hati.😄

Baiklah~ lihatlah debut pertamaku sebagai stalker! Aku pasti bisa mendapatkan banyak bukti gambar Leeteuk dan gadis itu!! XDD

Aku berjalan mengendap di koridor yang lumayan lebar. Di kanan-kiriku sekarang ada beberapa ruang tunggu artis. Setahuku memang sebelum syuting, mereka harus di ‘permak’ di ruangan itu.😄

“Siapa yang kau cari?” suara itu mengejutkanku!! Namja di depanku ini mengamatiku, “Ahh~ kau gadis yang kemarin!!”

“Eunhyuk-sshi? Sedang apa kau disini?” pertanyaan bodoh!! (=3=)

“Syuting Starking. Kau?” kenapa tingkahnya seolah sudah mengenalku? Baru juga bertemu semalam, dia juga sudah seenaknya memanggilku ‘noona’ (>o<) Sok akrab~~ Tapi bagus juga, diam-diam dia adalah member favoritku.🙂

Kugaruk kepalaku yang tidak gatal, “Mm.. aku sedang.. aku mendapat tugas untuk mengambil beberapa gambar suasana syuting Starking.”

“Geurae? Geureom, ikut saja denganku. Kaja~” Eunhyuk seenaknya menggandengku. Ahh~ aku jadi salah tingkah setengah mati!! Dia terbiasa dengan skinship ya? Tanganku mulai berkeringat. ><

Eunhyuk mengajakku masuk ke ruang tunggu artis. Kuhentikan langkahku, “Mau apa kesini? Bukankah lebih baik langsung ke studio?”

“Kau juga harus mengucapkan salam pada Teuki hyung kan? Bukankah kau itu yeojachingu-nya?” Eunhyuk memandangku.

“He? Kapan aku pernah bilang kalau aku ini pacarnya?? Kau salah~~ kami bahkan belum tentu cocok menjadi teman,” aku tertawa aneh. Memang benar kan, menjadi teman pun belum tentu kami akan akur.😄

“Jadi kau ini.. siapa?” alisnya mengernyit. Pertanyaan ini yang paling kuhindari, aku ini siapanya?? Teman, bukan. Yeojachingu? Mustahil~ Musuh? Dibilang musuh pun, kemarin dia sudah berbaik hati menemaniku seharian. Aargh~~ lalu apa hubungan kami?? ><

“Eunhyuk-ah, dimana kau meletakkan iPod-ku?” Leeteuk merogoh bagian dalam tas hitamnya. Matanya terbelalak saat melihatku yang sudah berdiri manis di sebelah Eunhyuk, “YA! Apa yang kau lakukan disini?”

“Na? Aku… aku sedang mengambil gambar suasana filming disini,” aku mengacungkan kamera yang dipinjamkan Raneul.

“Geurae? Kau tidak sedang berbohong kan?” terkanya. Memangnya aku ini benar-benar tidak bakat berbohong ya? Setiap berusaha berbohong pasti ada saja yang menyadarinya. (=.=) Jangan-jangan aku memang tipe yeoja yang baik hati, jujur dan menyenangkan?😄

“Untuk apa aku berbohong? Apalagi padamu~” sungutku.

“Siapa namamu?” Eunhyuk mengamati wajahku. Ahh~ baru kali ini aku melihatnya dari jarak sedekat ini!! Meskipun banyak yang bilang kalau Eunhyuk adalah salah satu member yang aneh, tapi entah kenapa aku malah menjadikannya member favorit-ku!! Numero uno~😄

Aku menunduk, “Ah, Choi Jiyoo imnida..”

“Mm.. karena kau bukan yeojachingu Teuki hyung, berarti aku tidak akan memanggilmu ‘noona’, geundae, kau harus memanggilku ‘oppa’, arasseo?” ucapnya santai.

“o.. oppa? Wae?” aku hanya menggunakan panggilan itu untuk namjachingu saja. Kalau aku memanggilnya begitu, lama-lama aku bisa menganggapnya sebagai.. namjachingu? ><

PLETAAK!!

“SAKIIIT~~ kenapa akhir-akhir ini kau suka sekali memukulku, hyung?” Eunhyuk mengelus kepalanya pelan. Kepalanya baru saja menjadi korban penganiayaan dari tangan kejam Leeteuk. Jahat~ (==’)

“Untuk apa kau tebar pesona pada yeoja sepertinya? Pekerjaan kita masih banyak. Kaja~” Leeteuk melirik sinis ke arahku. Ciih~ baru kemarin bersikap baik, sekarang sudah berubah lagi. Aku curiga dia punya kepribadian ganda. >w<

“Jiyoo-sshi,” panggil Eunhyuk, “Jangan menangis lagi. Kalau kau mau, aku bisa menghiburmu setiap saat. Membuat orang tertawa adalah bakatku sejak lahir.”

“He? Maksudnya?” alisku mengernyit heran. Tapi Eunhyuk hanya tersenyum sebelum berbalik meninggalkanku. Memangnya kapan aku pernah menangis di depannya? O.o

Dua jam lebih di studio dan hasilnya nihil. Nol besar. Tidak ada sesuatu yang bisa kujadikan berita. Gadis itu juga sama sekali tidak muncul di dekat Leeteuk. Apa lebih baik aku menyerah saja? Pekerjaan reporter gosip seperti ini sama sekali bukan keahlian-ku. ><

“Sekarang apa yang harus kulakukan?” kuhempaskan tubuhku ke jok kulit mobil mungilku. Yang aku ingat hanya.. yeoja itu berperawakan manis, mungil dan rambutnya sebahu. Aku sama sekali tidak tahu nama ataupun yang lainnya tentang yeoja itu!! Aargh~~ aku akan meledak!😦

“Nama?  Saera.. Eunhyuk pernah menyebutkan nama seorang wanita saat aku di Sukira!! Benar, namanya Saera!! Aah~ ada sedikit titik terang! Choi Jiyoo, HWAITING~~!!” aku menyemangati diri sendiri. (^o^)/

KRUYUUUK~

“Tapi aku lapar. Seharian ini hanya makan sepotong roti. Aku harus makan sesuatu~” kuelus perutku yang sedang protes. ><

Aku terhenti di sebuah warung makan. Berhubung aku juga harus berhemat, jadi kurasa semangkuk ramen sudah cukup. Ya, semangkuk sudah cukup. Walaupun sepertinya cacing-cacing di perutku ini akan kembali melancarkan aksi demo lagi. >w<

Kunikmati jatah ‘seadanya’ yang bisa kudapatkan ini. Harus makan pelan-pelan supaya bisa bertahan lebih lama. T^T

Tiba-tiba kulihat pintu warung ini terbuka dengan beberapa orang yang masuk. Mereka menimbulkan sedikit kegaduhan disini. Membuat nafsu makanku berkurang sama sekali. Menyebalkan~ (=.=)

“Ahh~ Jiyoo-ssi, kau disini juga?” suara ini.. suara yang sama dengan suara yang menegurku di studio!!

“Eunhyuk-ssi? Ah, ani, Eunhyuk oppa??” mataku sedikit terbelalak. (o.o)

Eunhyuk melayangkan pandangan berbinarnya ke arahku, “aku senang kau memanggilku begitu!!”

“Kau ini sedang mengikuti kami ya??” bagus sekali~ Angel of Badluck itu juga ada disini!! (-__-)

“Memangnya kau ini siapa sampai harus diikuti olehku? Aku tidak ada urusan denganmu. Lagipula, setahuku ini adalah tempat umum,” cibirku.

“Hyung, siapa gadis ini?” ini.. Lee Donghae? Aku baru sadar mereka tidak hanya sedang berdua!! Ada member lain disini!! Selain Donghae, ada Heechul, Shindong, Sungmin dan Ryeowook. Dan aku sukses menghancurkan kesan pertama yang harusnya bisa meninggalkan pandangan yang bagus pada mereka tentangku. ><

“Jangan dipedulikan, dia hanya paparazzi gila.” sahut Leeteuk santai. Aish.. aku benar-benar ingin menjitak kepalanya!! :3

“Bukaaan~ dia ini teman baru kami, namanya Choi Jiyoo,” bela Eunhyuk. Benar kan, dia itu bukan member aneh, dia malah member yang paling baik.😄

Eunhyuk menambahkan, “Tadinya kukira dia adalah pacar baru Teuki hyung, tapi kupikir Teuki hyung juga tidak akan mau dengan gadis yang kekanak-kanakan seperti dia. Umurnya masih 18 tahun!!”

Baiklah~ kutarik kata-kataku tentang Eunhyuk!! X(

“Pacar baru, ha?” Sungmin yang sejak tadi hanya diam mulai menyorotkan tatapan tajamnya ke arah Leeteuk.

Tanpa harus jadi paparazzi pun, aku bisa tahu kalau ada sesuatu di antara Leeteuk dan Sungmin. Dan yang pasti ada hubungannya dengan gadis misterius yang bersama dengan Leeteuk. Ahaha~ Choi Jiyoo memang sangat cerdas!!😄

“Sudahlah, ayo kita makan~” ajak Shindong. Sepertinya masalah di antara mereka sudah menjadi rahasia umum di lingkungan para member. Yang harus kulakukan hanya mencari info dari salah satunya.😄

Heechul menyenggol pundakku, “YA! Kau tidak mau bergabung?”

“Tidak per-“ setelah kupikir lagi, ini adalah kesempatan langka!! Aku harus memanfaatkannya dengan baik, “Ah, tapi baiklah kalau kalian memaksa.”😄

“He~ siapa yang memaksamu? Kalau tidak mau juga tak apa,” cibir Heechul. :3

Dan sekarang disinilah aku~ Berada satu meja dengan Super Junior. Tidak lengkap memang, tapi dengan begini saja aku bisa mendapat beberapa informasi dari mereka.😄

“Jiyoo-sshi, duduklah di sebelahku~” ajak Eunhyuk. Aku menurut saja, sejak tadi memang dia terlalu memperhatikanku. Apa dia menyukaiku? Haha~ khayalanku memang sangat tinggi.😄

“Teuki hyung bilang kau adalah paparazzi, benarkah?” tanya Ryeowook. Cinta pertamaku di Super Junior. Pemilik suara dewa. (>o<)

Aku mengangguk, “Geundae, sebenarnya aku juga hanya juru kamera yang magang. Bukan paparazzi dalam arti sebenarnya.”

“Berarti kami aman kan bersamamu? Kau tidak akan menulis macam-macam tentang kami?” Donghae mencoba menggodaku.

“Geureom~ bahkan aku tidak punya hak untuk menulis artikel berita,” aku tertawa. Kenapa berada di tengah-tengah mereka bisa membuatku merasa begitu nyaman? Rasanya sikap canggungku di depan orang asing malah hilang begitu saja di depan mereka.🙂

“Jiyoo-sshi, bagaimana kau bisa bertemu Teuki hyung? Pasti pertemuan itu sangat romantis, benar tidak?” pertanyaan Sungmin ini agak membuatku tidak nyaman. Aku tidak mengerti ada masalah apa, tapi kurasa dia sedang berusaha memojokkan Leeteuk. O.o

“Sungmin-ah…,” potong Heechul. Ia tersenyum ke arahku, “Ya~ apa menjadi paparazzi itu menyenangkan, Jiyoo-sshi?”

“Ye. Geundae, yang lebih menyenangkan itu saat aku mengintip objek-ku lewat lensa kamera. Meskipun kameraku hanya kamera murah, tetap saja terasa menyenangkan,” ujarku semangat. Semua mata menatapku aneh, “Waeyo? Kenapa memandangku begitu?”

“Kau benar-benar gadis satu banding seribu!!” sahut Heechul. Alisku mengernyit. Aku tidak mengerti. Sama sekali~ O.o

Donghae mengerti ekspresi-ku, “Maksudnya, kau itu gadis yang polos. Gadis yang jarang sekali ditemukan.”

“Ahh~ geuraeyo? Apakah itu berarti aku sama seperti spesies langka yang hampir punah?” tanyaku lugu. Dan bisa ditebak, ucapanku tadi disambut dengan suara tawa yang menggema. Setidaknya aku senang sudah menghibur mereka. :3

“Huwaaa~~ kenyaang..” Shindong menepuk-nepuk perutnya yang sudah terisi penuh. Aku hanya tersenyum melihatnya. (^^;)

“Berat badanmu bisa bertambah gara-gara pola makanmu ini, hyung. Bagaimana kalau Nari noona tidak mau menikahimu?” sahut Ryeowook. Aigo.. kupikir dia adalah namja polos yang lugu. Tapi ternyata kata-katanya bisa kejam juga.😄

Eunhyuk menyenggolku, “Jiyoo-sshi, mau kuantar pulang?”

“YA! Eunhyuk-ah, kenapa kau malah tebar pesona di depannya? Aku kan couple-mu,” rengek Donghae. Omo~ aku tidak pernah membayangkan kalau aku akan melihat Eunhae-moment di depan mataku. ><

“Kenapa kau tidak bisa membiarkanku mencari yeojachingu?” sahut Eunhyuk. Apa katanya barusan? Yeojachingu?? Benarkah? >///<

PLETAAK!!

Heechul menjitak kepalanya, “Di otakmu ini hanya ada yeojachingu ya? Urusi saja couple-mu ini!!”

“Hyung~~” lagi-lagi Eunhyuk hanya bisa mengelus kepalanya. Ia menatapku lagi, “Jiyoo-sshi, bagaimana? Mau kuantar pulang kan?”

Aku tersenyum ramah, “Tidak perlu. Aku membawa mobil, oppa. Gomabseumnida” ^^

Raut kecewa tergambar jelas di wajahnya. Apa Eunhyuk memang menyukaiku ya? Bolehkan kalau aku membanggakan diri sedikit?😄

“Ada yang lihat Teuki hyung?” Donghae melihat sekelilingnya. Semua member menggeleng tak tahu. Benar juga, kemana angel of badluck itu? Tunggu dulu, Lee Sungmin juga tidak ada. Apa mereka…

“Mungkin mereka masih ke toilet.” sahut Heechul. Tenang sekali wajahnya, padahal kupikir dia lumayan peka dengan masalah yang sedang terjadi di antara mereka. (==)a

Rasa ingin tahuku memuncak, “Mm.. ada barangku yang ketinggalan. Aku ambil ke dalam dulu ya~”

“Terserah kau, kami kan tidak akan pulang bersamamu.” lagi-lagi Heechul si lidah tajam beraksi. Dasar AB~~~ (=o=)

Aku tersenyum pahit menanggapi komentarnya. Dia pikir aku akan pulang bersama mereka? Aku kan hanya bersikap sopan. :3

Sudahlah~ untuk apa peduli pada ucapannya? Aku hanya akan berkonsentrasi pada tugasku. Kutenteng kamera ke arah toilet. Aku harus hati-hati, bagaimana pun ini adalah toilet pria. ><

“Jadi hyung meninggalkan Saera untuk gadis bernama Jiyoo itu?” kudengar Sungmin agak berteriak pada leadernya.

Aku hanya bisa mengintip mereka sedikit. Sungmin dan Leeteuk saling berhadapan. Wajah Sungmin kesal, sedangkan si angel of badluck itu hanya diam saja. Ada apa sebenarnya? O.o

Leeteuk mendesah, “Terserah apa katamu. Ayo pulang.”

“HYUNG! Jangan bersikap seperti pengecut!! Saera bukan mainan yang bisa kau telantarkan begitu saja!” kali ini kudengar Sungmin agak berdesis.

“Neo..” Leeteuk menatap Sungmin kesal, “Jangan ikut campur urusanku!!”

Sungmin tersenyum miris, “Semua hal tentang IM SAERA adalah urusanku!!”

“Wae? Wae? Kenapa sekarang Im Saera menjadi urusanmu, ha? Saera adalah gadisku!!” Leeteuk tak kalah menyentak. Aku sampai terkejut. Baru kali ini aku melihat mereka bersikap seperti ini. Menakutkan~~ ><

“Mworagoyo? Gadis-mu? Perlukah aku ingatkan siapa yang melepaskannya kemarin? Geurigo, hyung, apa kau lupa siapa yang pertama kali mencintainya??” ujar Sungmin lirih. Satu-satunya hal yang bisa kutangkap dari perdebatan mereka ini adalah: love triangle :3

PRANGG!!

Omo~ aku kaget sekali! Leeteuk meninju cermin di depannya dengan kuat. Cermin berukuran 40x30cm itu retak. Aku sempat melirik tangan kanannya. Berdarah. Tentu saja.

“Kalau Saera mencintaiku, apa itu salahku? Kalau kau tidak bilang padanya soal perasaanmu itu, apa itu juga SALAHKU?? Katakan, Lee Sungmin, apa aku yang salah?” Leeteuk berdesis pelan. Bibirnya bergetar, menahan luka dan air mata. Aku benar-benar tidak bisa berkomentar apapun saat melihat mereka.

“Geurae. Aku yang tidak berani bilang apapun padanya. Bahkan saat dia akan pergi kemarin, aku tidak bisa mengatakannya. Kau tahu kenapa?” Sungmin menunduk, “Karena dia bilang selamanya dia akan selalu menjadi milik PARK JUNGSOO!!”

Leeteuk tertegun. Kurasa dia sama sekali tidak menyangka jawaban dari bibir Sungmin. Kini mereka benar-benar diam. Aku semakin takut untuk masuk terlalu ke dalam masalah ini. Karena ini masalah intern mereka. Kalau aku bersikeras menjadikan ini berita, bisa-bisa aku tidak akan berhenti menyalahkan diri sendiri. ><

Sungmin mulai beranjak dari tempatnya, “Sedikit pun tidak ada AKU di hatinya, hyung. Aku hanya bisa menjaganya, bukan memilikinya.”

Aku bersembunyi dari Sungmin. Kututup mulutku agar tidak ada suara yang bisa membuatnya curiga. Sekarang aku hanya bisa memandangi Leeteuk dari jauh. Wajahnya datar. Kalau memang dia sangat mencintai gadis bernama Saera itu, kenapa malah melepaskannya? Apa dia orang bodoh?

“Aish.. tanganku!!” Leeteuk mengibaskan tangan kanannya. Kurasa baru sekarang efek sakitnya terasa. Benar-benar namja naïf. (=.=)

Ahh~ aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menghampirinya, “Kemarikan tanganmu!!”

“Sedang apa kau disini? Lepaskan tanganku!” ditariknya lagi tangan dengan darah mengalir itu. Aish.. orang ini sangat aneh!!

Kubasahi tissue dari tas-ku, “YA! Kubersihkan dulu lukamu. Darahmu itu tidak berhenti keluar. Lihat dan diam saja!!”

Leeteuk menurut. Dia terus menatapku saat aku mulai membalut lukanya dengan sapu tangan putihku. Segan rasanya dipandangi orang seperti ini. ><

“Wa-wae?” akhirnya kuberanikan diri bertanya. Aku menatap matanya. Pandangannya nanar. Rasanya aneh sekali melihat Super Junior Leeteuk seperti ini. Aku merasakan sisi lain dirinya yang.. rapuh?

“Kau mendengarnya?” tanyanya tiba-tiba. Aku tidak berani untuk tidak mengangguk. Leeteuk tertawa, “Konyol kan? Sikapku tadi, sangat konyol kan?”

“Ne, memang sangat konyol dan menyebalkan!!” entah apa yang merasukiku sampai kata-kata itu meluncur mulus dari bibirku. Habislah aku sekaraaaang~~ (>o<)

“Aku dan Sungmin memang menyukai Saera. Saera memilihku. Kami bersama selama 2 tahun,” jelasnya, “Saat pertama kali kita bertemu di tepi sungai Han, aku menciumnya sebagai ucapan selamat tinggal. Kami berpisah.”

Aku terhenyak mendengar pengakuannya, “Geureom, wae? Kenapa kau melepaskannya? Bukankah itu menyakiti mereka? Bahkan mungkin juga melukaimu..”

“Mm.. menurutmu apa yang akan kau lakukan kalau kau jadi aku?” matanya memandangku lagi. Pandangan nanar yang sangat tidak kusukai.😦

“Aku.. mungkin aku akan tetap mempertahankannya. Dia memilihku dan aku menyukainya, apapun yang terjadi, aku tidak akan melukai apalagi melepaskannya,” kata-kataku terdengar cukup bijak, sepertinya.😄

“Tidakkah itu artinya kau terlalu egois? Mengorbankan temanmu demi kebahagiaanmu sendiri?” Leeteuk tersenyum miris, “Lagipula, dengan tekanan disana-sini sebagai yeojachingu seorang selebriti, apakah itu tidak akan melukainya?”

Benar juga. Bagaimanapun keputusan yang dia ambil, sama saja menyakiti semua orang. Bahkan mengorbankan perasaannya sendiri. Aah~ aku pasti sudah bunuh diri kalau aku yang berada di tempatnya!! (T^T)

“Jadi kau memutuskan untuk..”

Leeteuk menatapku lagi, “Menghapus seorang Park Jungsoo dari otaknya dan membiarkan Park Jungsoo menjadi orang jahat di mata semua orang”

“Leeteuk-sshi…,”aku mendekat dan menenggelamkan kepalanya dalam tubuhku. Kubelai rambut blondenya lembut. Dan sepertinya aku sudah benar-benar tidak waras sampai aku berani memeluknya secara tiba-tiba seperti ini!! (>o<)

-TBC-

====================

29 thoughts on “Paparazzi in Love -part 3-

  1. yaaaaaaaaaaaaaaaaaah,,,
    TBC lagi…

    uminku….
    shela,,, kamu apain uminku… TT.TT
    mending umin sama aku aja dah daripada rebutan saera ama teuki…😄
    jangan jahatin uminku lagi ya shel…😄

    aku nggak bisa nebak lanjutannya bakal jadi gimana… ><

  2. hiii.. umin ngamuk seremm ><
    unnniii ~ umin mending dg ayu ajaa😀
    yaa ~ *lup uminku*
    *d plototin minnielf*
    hehe *nyengirkuda*

    ciee ganti tema blog😀
    *toel2 shella unn*
    wkwkwk *gaje*

  3. aaaah, jiyu~ jan nurutin omonganya nara plis. itu bisa ngelukain perasaan Leeteuk. apalagi Leeteuk udah terbuka mau cerita masalahnya sama kamu. berarti dia percaya sm kmu. jadi jan ngeruntuhin kepercayaan itu plis. (/\) *Reader banyak mintak –“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s