Paparazzi in Love -part 2-

PAPARAZZI in LOVE –chapter 2-


====================

-previously-

“Hyung, apa kau tahu dimana rumahnya?” Eunhyuk menyelimuti gadis ini dengan jaketnya.

Aku menggeleng. Bagaimana mungkin aku bisa tahu rumahnya kalau aku baru bertemu dengannya dua kali? Ahh~ apa yang harus kulakukan?

“Eunhyuk-ah, bagaimana ini?”

“Mm.. aku ada ide. Entah hyung mau mendengarkannya atau tidak,” ujarnya tiba-tiba.

Aku penasaran, “Apa itu? Marhaebwa~”

“Bawa saja gadis ini ke dorm,” PLETAAK!! “Hyung, kenapa tiba-tiba memukul kepalaku? Sakiiit~~”

Aku mendengus, “Siapa suruh idemu aneh begitu!! Kau tidak bisa cari ide lain?”

“Sudah kubilang kan kalau itu hanya usul. Tidak diterima juga tak masalah,” Eunhyuk mengelus kepalanya. Aish~ apa yang harus kulakukan pada gadis ini?

“Bagaimana kalau kita membawanya ke hotel?” pikiran itu tiba-tiba terlintas di otakku. Eunhyuk menatapku aneh. Alisku mengernyit. “Wae?”

Kepalanya menggeleng, “Tak kusangka hyung adalah namja seperti itu. Apa hyung sudah terpengaruh olehku? Hyung, selama ini hyung adalah panutanku, kalau sampai hyung juga menjadi sepertiku, siapa yang bisa menunjukkanku jalan yang benar?”

“Tutup mulutmu itu atau kau akan menerima pelajaran yang lebih menyakitkan dariku,” kukepalkan tanganku di depan mukanya. Eunhyuk patuh. Tidak ada lagi komentar lagi darinya.

“Eunhyuk-ah, mana kunci mobilnya?”

Lagi-lagi tatapannya aneh, “Hyung yang akan menyetir? Hyung pasti lelah, biar aku saja. Temani gadis itu di belakang”

“Sirheo. Kau saja yang di belakang. Ppali~” perintahku. Eunhyuk melemparkan kunci mobil ke arahku.

Eunhyuk’s PoV

Mau tidak mau aku harus menuruti perintah Teuki hyung. Sekarang aku duduk berdua dengan seorang gadis yang pingsan di kursi belakang. Kusandarkan kepala gadis ini ke pundakku. Telapak tanganku menempel ke pipinya. Ahh~ dia benar-benar demam.

“Mm… umma~” gadis di sampingku ini menggumam tak jelas. Sepertinya dia mengigau. Kulihat air matanya menetes, “Ummaaa… biarkan aku tinggal bersama umma~”

“Hyung…,” panggilku pendek. Tapi kurasa Teuki hyung terlalu sibuk dengan jalanan di depannya. Kuhapus air mata gadis ini, “Uljima~ wajahmu jelek kalau kau menangis.”

“Ne? Apa katamu barusan?” Teuki hyung melirikku lewat kaca depan. Aku menggeleng singkat. Teuki hyung berdeham, “Dia belum bangun? Apa suhu tubuhnya menurun?”

“Anio. Kurasa malah makin parah. Apa hyung yakin kita harus membawanya ke hotel? Maksudku, tidak bisa ya kita membawanya ke rumah sakit saja? Kasihan dia, hyung,” pintaku.

“Bagaimana kalau di rumah sakit ada wartawan? Sudahlah, kita saja yang merawatnya di hotel,” Teuki hyung menepikan mobil, “Aku akan membeli obat di apotik ini. Tunggulah sebentar”

Ahh~ seenaknya saja dia meninggalkanku disini. Kupandangi gadis di pundakku ini. Kasihan juga kalau kepalanya dimiringkan begitu. Pelan-pelan kupindahkan tubuhnya ke pangkuanku. Tangannya bergerak-gerak mencari sesuatu. Kupegang tangannya erat, “Pegang saja tanganku. Gratiss~”

@Axel Hotel, 2.45AM

Dengan menyamar sedemikian rupa, kami berhasil masuk kamar hotel. Kali ini aku yang kebagian tugas menggendong gadis mungil ini. Aku merasa… entahlah, merasa seperti seorang pangeran. Pangeran katak!!😄

Teuki hyung menyiapkan ranjang untuk gadis ini, “Baringkan dia disini. Pelan-pelan”

Aku melepaskan sepatu kets yang dikenakannya. Kuselimuti tubuhnya dengan selimut putih. Lagi-lagi tangannya bergerak seolah meraba sesuatu. Kusodorkan lagi tanganku. Sekali lagi tangan kami berpegangan seperti ini. Aku bersandar ke dinding sambil membiarkan tanganku dipinjam olehnya.

“Eunhyuk-ah, apa yang kau lakukan? Bantu aku mengopresnya,” Teuki hyung muncul membawa sebaskom air lengkap dengan handuk kecil. Mau tidak mau aku harus melepaskan tangannya. Sempat kulihat tangannya kembali meraba sekeliling. Ahh~ aku mau menggenggam tangan itu lagi.

‘drrt..drrt..’

[From: Sungmin hyung]

Eunhyuk-ah, dimana kau? Manager hyung menunggumu dari tadi. Kau sudah menyelesaikan materi koreo baru kan?

Kutepuk dahiku, “Ah! Aku lupa!! Hyung, kalau aku pulang sekarang, apa kau akan baik-baik saja?”

“Pulang? Andwae. Bantu aku merawat gadis ini,” Teuki hyung menempelkan handuk basah ke dahi ‘pasien’nya.

“Aku harus menyerahkan materi koreo pada manager hyung. Dia menungguku di dorm sekarang,” jelasku. Teuki hyung melayangkan wajah protes, tapi toh tetap meng-iyakan alasanku. Sebenarnya agak tidak rela melepaskan genggaman tangannya. Kurasa dia butuh… ‘pegangan’?

Leeteuk’s PoV

HOAAAH~ Ini sudah ke-sekian kalinya aku menguap lebar. Mataku sudah tidak bisa terbuka sempurna. Sesekali kepalaku tertunduk sampai aku ingat harus terus membalik kompresannya.

“Umma…,” he~ gadis ini masih bisa mengigau? Setelah merepotkanku sampai seperti ini, dia masih bisa mengigau memanggil umma-nya?

Kulihat lelehan air mata keluar dari mata bulatnya, “Umma… kajima~ Kajima~”

‘Kajima’? Memangnya pergi kemana umma-nya? Raut wajahnya menegang. Aku penasaran apa yang membuatnya memanggil-manggil umma-nya seperti ini?

“Umma… jangan tinggalkan aku sendirian disini. Aku takuuut… Siapapun~ jangan tinggalkan aku.”

Semakin melihat air matanya yang terus menetes, aku malah semakin tidak tega. Kuusap buliran air jernih itu dari wajahnya, “Uljima.. kau tidak sendirian.”

‘drrt..drrt..’

Kusambar ponsel-ku yang berada di atas meja. Pesan.

[From: My Saera]

Pesawatku akan take off besok siang jam 11.20. Aku sangat ingin bertemu oppa sebelum aku pergi. Jebal~ <Im Saera>

Aku menatap layar ponsel itu dengan pandangan nanar. Apa yang harus kulakukan? Aku sama sekali tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya.

7.16AM

Jiyoo’s PoV

Mataku terasa berat. Kepalaku masih pening. Kupegangi dahiku. Kutemukan sesuatu disana, apa ini? Handuk kecil? Heum.. seseorang mengopres kepalaku ternyata. Nugu? Raneul kah? (=.=)a

Ingatanku melayang pada mimpi semalam. Berkali-kali aku merasakan umma memegang tanganku lalu melepaskannya lagi. Terus-menerus seperti itu. Padahal kalau itu benar-benar umma pasti tidak akan menggenggam tanganku. Dia akan langsung melepaskan tangan kecilku. Sama seperti dulu. Aku tersenyum miris mengingatnya. :’)

Mataku menyapu sekeliling. Bodohnya, aku baru sadar kalau perabotan disini bukan perabotan di kamar ataupun rumahku, “Dimana aku?”

Aku menemukan seorang namja yang hanya bertelanjang dada sedang terlelap di sebelahku. Baiklaah, ada kemungkinan kalau aku sedang berhalusinasi sekarang. Kukerjab-kerjabkan mataku dan kulirik lagi sebelahku. Namja itu tetap disana. Memunggungiku dengan bagian belakang tubuhnya yang sempurna. Tapi pertanyaanku adalah: SIAPA ORANG INI?? APA YANG SUDAH DIA LAKUKAN PADAKU? (>o<)

“YA! PRIA MESUM, BANGUUUN~” kupukuli namja ini dengan guling di tanganku.

“Berhenti memukuliku!! Michyeoso?” badannya berbalik. Dan mimpi buruk sudah ada di depanku, the angel of badluck tidur seranjang denganku!! Aaarghh~ sebenarnya apa dosaku?? >.<

“Kau.. apa yang kau lakukan disini? Apa yang sudah kau lakukan, ha?” aku turun dari ranjang, “Dasar namja mesum!!”

Leeteuk ikut bangkit dari tempatnya, “Kau ini benar-benar gadis yang tidak tahu terima kasih. Kau pikir siapa yang menolong dan merawatmu semalaman?”

Kupejamkan mataku rapat-rapat. Aku tidak mau merusak pandanganku dengan abs-nya yang terbentuk sempurna ini, “PAKAI BAJUMU. KAU SEDANG TOPLESS, INGAT?”

“Memangnya kenapa? Ini kan hak-ku untuk berbuat apapun. Aku-lah yang membayar biaya hotel ini.” ucapnya santai.

“MWO? Ini… apa katamu barusan? Ini hotel? HOTEL??” berkali-kali kuteriakkan kata itu. Aku mulai menangis keras-keras. Air mataku mengalir deras. Masa depanku sudah hancur sekarang. (TT^TT)

“YA! Kenapa malah menangis? Pelankan suaramu, nanti kamar sebelah bisa marah-marah pada kita,” Leeteuk berlari membekap mulutku. Kali ini aku bisa merasakan suhu tubuhnya. Aarghh~ tapi itu membuatku merinding.😥

Kutenangkan diriku dan kulepaskan tangannya dari bibirku, “Kenapa kau melakukan ini padaku? Memangnya apa salahku? Aku masih 18 tahun, Leeteuk-sshi.”

“Gadis bodoh!! Memangnya apa yang kulakukan padamu, ha? Kau pikir aku mau menyentuhmu? Itu hal yang akan kulakukan kalau otakku sudah mulai tidak waras!!” ucapnya. Tangannya menyentuh dahi-ku, “Suhu tubuhmu sudah turun, apa kau masih pusing?”

Aku menggeleng lemah, “Itu.. apa kau yang merawatku?”

“Menurutmu siapa lagi, ha?” Leeteuk memakai kemeja tipis berwarna putih, “Siap-siaplah, aku akan mengantarmu pulang.”

“Mm… Leeteuk-sshi,” panggilku singkat. Leeteuk merespon dengan memandangku. Kepalaku tertunduk, “Gomabseumnida karena sudah merawatku. Geurigo, jwesonghaeyo, aku sudah berpikiran yang jelek tentangmu. Aku akan menebusnya.”

“Apa kau benar-benar tulus?” tanyanya. Aku mengangguk mantap. Leeteuk menatapku dengan tatapan yang mencurigakan, “Geureom, temani aku sarapan. Aku lapar. Kaja~”

Aku menatap Leeteuk yang melahap burger keju yang baru saja kubeli. Sepertinya dia sangat kelaparan. Sebenarnya pikiranku tentangnya sudah mulai sedikit berubah. Ternyata dia namja yang cukup baik.🙂

“Kenapa melihatku seperti itu? Kau tidak makan?” tanyanya. Leeteuk mengambil sebungkus burger di depannya, “Makanlah~ setelah ini kau harus minum obat.”

“Mm.. gomawoyo. Leeteuk-sshi, apa boleh aku menanyakan sesuatu?” pancingku perlahan. Kulirik jam tanganku. 10.45AM. Masih ada satu jam lebih.

“Mwoya?” Leeteuk tetap berkonsentrasi pada sarapan di tangannya.

Aku ragu-ragu menanyakannya, “Apa aku boleh mengambil uang ganti rugi kamera kemarin? Aku harus menyerahkan kamera-nya pada temanku.”

“Kau ini benar-benar gadis licik. Kenapa sempat menanyakan soal uang?” Leeteuk bahkan tidak menatapku. Ia mengeluarkan dua lembar uang dari dompetnya, “Dua ratus ribu kan?”

“Ye, kamsahamnida. Baiklah, aku harus pergi membeli kamera baru sekarang,” aku bangkit dari kursiku, “Geureom, annyeonghi gaseyo.”

“Tunggu…,” suaranya menahan langkahku. Apa lagi sih? Aneh sekali dia, “Biarkan aku mengantarmu membelinya.”

Alisku mengernyit, “Waeyo? Kau pikir aku menipumu dengan harga kameranya? Aku tidak berbohong, harganya memang sekitar 200.000won.”

“Siapa yang menuduhmu berbohong? Aku sedang ingin jalan-jalan hari ini,” ujarnya. Aneh sekali dia hari ini~ O.o

Kami sampai ke toko yang kudatangi kemarin. Kalau tidak salah aku melihat kamera yang persis seperti milik Raneul disini. Ahh~ kamera yang kuinginkan masih ada. Kamera itu masih tetap indah. (^o^)

“Agashi, mau membeli kamera yang kemarin?” tanya ahjussi penjaga toko, “Sengaja belum kujual karena aku ingin menyimpannya untukmu, agashi.”

“Geuraeyo? Aku masih harus menabung, ahjussi. Geundae, kalau tidak segera dijual, bisa-bisa ahjussi rugi,” aku memasang senyum pahit. Akhirnya aku menemukan kamera yang persis sama seperti milik Raneul, “Ahjussi, berapa harga kamera itu?”

“160.000won. Pilihan yang bagus, tapi sangat tidak sesuai dengan kepribadianmu,” jelas penjual itu. Memangnya kepribadian itu bisa dilihat melalui kamera yang dimilikinya ya? O.o

“Yang itu memang bukan untukku. Untuk temanku. Baiklah, aku beli yang itu, ahjussi,” pintaku. Kulihat Leeteuk terus mengamatiku, “Waeyo?”

“Kalau kau mau beli, ya beli saja. Kenapa jalan pikiranmu sangat rumit?” ucapnya. Ahh~ makin lama dia memang makin aneh. (-_-)7

“Aku memang sedang menabung untuk membelinya,” dengusku. Penjual itu menyerahkan kamera dan uang 40.000won ke tanganku, “Kamsahamnida, ahjussi”

Leeteuk terus-menerus memandangiku, “Kenapa tidak membeli kamera pilihanmu?”

“Aish.. berisik sekali!! Sudah kubilang aku akan menabung untuk membelinya. Memangnya apa pedulimu?” tegasku. Kusodorkan uang kembaliannya, “Ini kembaliannya. Gomapta sudah mau ganti rugi.”

“YA! Sekarang kau mau kemana?” tanyanya. Entah kenapa hari ini dia sangat cerewet. :3

Aku mengangkat kamera baru di tanganku, “Menyerahkan ini pada temanku. Kau pulanglah, kantung matamu menghitam. Kau butuh istirahat~ Annyeonghi gaseyo.”

Leeteuk’s PoV

Gadis ini mengangkat tas berisi kamera, “Menyerahkan ini pada temanku. Kau pulanglah, kantung matamu menghitam. Kau butuh istirahat~ Annyeonghi gaseyo.”

“Siapa namamu, agashi?” teriakku.

“Choi Jiyoo imnida~” gadis yang mengaku bernama Jiyoo itu melayangkan senyumnya, “Untuk semua bantuanmu, kamsahamnida~~”

Jiyoo. Gadis menyusahkan itu bernama Jiyoo. Cih~ menyebalkan. Kulirik arloji yang melilit tanganku. 12.13AM. Kurasa hal yang sangat kutakutkan itu sudah berakhir. Kukeluarkan ponsel dari saku celanaku. Aku mengaktifkan kembali benda tipis di tanganku.

4 new messages. Bisa kutebak siapa pengirimnya. Malas rasanya membuka satu per satu dan membaca isinya. Tapi aku merindukannya. Bahkan walaupun hanya sekedar pesannya.

[From: My Saera]

Oppa, aku harus berangkat siang ini. Berjanjilah kau akan mengantarku

[From: My Saera]

Jam 11.20 akan take off, oppa. Apa kau benar-benar akan melepaskanku begitu saja?

[From: My Saera]

Baiklah, aku menyerah. Tidak ada gunanya aku berjuang sendirian. Apa oppa tahu bagaimana perasaanku sekarang? Bayangkanlah sebuah gelas Kristal yang terjatuh dan hancur berantakan, seperti itulah. Persis sama.

[From: Sungmin Lee]

Dulu aku sudah membiarkan hyung bersama Saera dan sekarang hyung malah melepaskannya? Aku sangat menyesal sudah mengalah untukmu, hyung!!

Aku mendesah membaca semua pesan itu. Entah apa yang akan Sungmin lakukan saat aku tiba di dorm nanti. Tapi sekarang aku merasa seperti seorang pengecut. Menghindari Saera dengan berkeliling mengikuti Jiyoo.

Jiyoo’s PoV

“Raneul-ah…,” kulambaikan tanganku pada seorang gadis yang duduk manis di tengah restoran. Dia bersama seseorang, “Ah, Nara-ya, annyeong~”

“Annyeong? Sudah berapa lama kau tidak menghubungiku, Choi Jiyoo?” amuknya. Aigo~ masih galak ternyata. (-_-)

“Kenapa kau malah berteriak di tempat umum begini? Jagalah imej-mu sebagai pemimpin redaksi majalah terkenal,” sindirku. Kukeluarkan kamera yang baru saja kubeli, “Raneul-ah, gomawoyo~”

“Onnie, apa tidak salah? Sepertinya ini bukan milikku. Ini kan kamera baru,” Raneul mengamati setiap bagian kamera itu.

Aku gugup, “Mm.. memang bukan milikmu. Aku membeli yang baru.”

“Yang baru? Untuk apa, onnie?” ucap Raneul. Aish.. inilah saat tersulit-ku. Menceritakan yang sebenarnya pada Raneul dan Nara. (>o<)

“Begini, saat kecelakaan yang membuatku basah kuyup itu…,” aku menarik nafas dalam, “Sebenarnya aku terjun ke sungai Han untuk mengambil kamera-mu yang tenggelam.”

“MWO? Kau apa? Terjun ke sungai Han??” Nara berteriak panik. Raneul menatapku dengan pandangan prihatin. Aigo~ berhentilah memandangku seperti itu. ><

Aku mengangguk lemah, “Ne, tapi kameranya rusak. Jadi aku membelikan Raneul kamera yang baru.”

“Choi Jiyoo, kau benar-benar gadis terbodoh yang pernah kukenal!!” Nara membentakku, “Kalau memang sudah jatuh ke sungai, untuk apa kau nekat menenggelamkan diri, ha?”

“Onnie juga tidak perlu membelikanku kamera baru, aku akan mengerti kalau saja onnie bilang sejak awal,” jelas Raneul. Inilah bagian yang paling kucemaskan: perhatian mereka yang berlebihan. Selalu saja membiarkanku bermanja-manja dengan semua perhatian ini. Sekali saja, marahi aku~ (=.=)a

“Tenanglaaah~ aku masih hidup dan tidak menjadi timbunan harta karun di dasar sungai kan?” desahku. Terkadang akan terasa berat saat memiliki banyak kasih sayang disana-sini. >.<

“Darimana kau mendapatkan uang untuk membeli ini? Ini bukan hal yang bisa kau lakukan dalam waktu sehari kan?” tabak Nara.

Benar sekali~ memang hal yang mustahil untuk kulakukan. Tapi, bagaimana aku mengawali cerita yang menurutku ajaib ini? Soal Super Junior Leeteuk dan kejadian yang hampir menjadi halaman depan semua majalah gosip, belum lagi soal seranjang bersamanya!! Ahh~ bagaimana aku menceritakannya? (>o<)

Haruskah aku mengedit beberapa bagian dari ceritaku? Tapi apa yang harus kukurangi?? :3

“Mm.. ada seorang teman yang membantuku,” jawabku asal. Mudah-mudahan tidak ada pertanyaan tambahan dari Nara. Raneul tentu akan membiarkan kesaksianku apa adanya, onnie-nya saja yang kucemaskan. Biasanya dia akan menambah panjang daftar pertanyaan yang akan dia lontarkan padaku. Benar-benar paparazzi sejati!! (-_-)

Nara menatapku menyelidik. Dan aku tidak suka itu. >.<

“Gojitmal. Cepat ceritakan padaku yang sesungguhnya! Lengkap!!”

Aku mencari bantuan ke arah Raneul, tapi dia hanya berwajah pasrah. Geureom~ onnie-nya memang menakutkan, “Aku bicara jujur!”

“Choi Jiyoo~~” tegasnya. Haaah.. kenapa dia bisa sangat mengenalku?? ><

“Arasseoyo..” aku menyerah. Aku menceritakan awal pertemuanku dengan Super Junior Leeteuk, ciumannya dengan seorang gadis misterius, tindakannya yang seenaknya saja membuang kamera Raneul, aku yang tenggelam dengan memotong bagian pemberian nafas buatan dari Leeteuk sampai aku yang meminta ganti rugi padanya dengan menunggu di depan studio Sukira. Lengkap!! Hanya di-edit beberapa. :3

“Huwaaa~ itu kasus yang menarik!! Jiyoo-sshi…,” Nara tersenyum penuh arti ke arahku, “Apa kau mau mendapatkan uang untuk membantu biaya rumah sakit ayahmu?”

Wajahku menegang. Aku memang harus menyediakan banyak uang untuk perawatan appa yang berikutnya. Mataku berbinar, “Geureom~ Bagaimana caranya?”

“Kau akan suka dengan usulku ini…,” Nara mendekatkan wajahnya, “Tapi sebelumnya, kau harus berhenti kerja dari kantormu yang sekarang dan pindahlah ke majalah-ku. Aku tidak mau kalau atasanmu memperkarakanmu gara-gara bekerja sama dengan majalah lain.”

Aku mengangguk mantap. Apapun itu, asal berkaitan dengan pengobatan appa, aku pasti akan menyetujuinya, “Memangnya apa usulmu?”

-TBC-

====================

25 thoughts on “Paparazzi in Love -part 2-

  1. Aye licik yak? =w=
    Hhahaha~

    Nii sumpah ya, twinn~
    Ama Teukii pake JiYoo, ama Umin pake Saera, ntar akhirnya Unyuk ama Cherry dah. =.=
    Ckckckck~
    Naui twin emg berwajah 3. XDD

    Aniweii, ttep aja aye gg bsa ngebayangin angel bisa brubah jd devil,twin.
    Yg kbyang malah sii Kyu. XDD
    Hahaha~lanjutt!!! Aye pnasaran~bsok aye udh msti k skola bwt demo ekskul. TT.TT

    • Ahaha~ bukan licik twin, cuma cerdik.😄

      Namkor ada 3 sayang banget dianggurin. Jadi sebisa mungkin dipake. Siapa lagi yang mau make coba biar eksis? Kekeke~

      Sisi gelap si angel harus dimunculkan. *gaayaaa~*
      lanjut? tar dah kalo aye lagi ga badmood. ><

  2. eheum, eheum..
    tangan unyuk kok berasa tangan umma?
    kenapa tah?😄

    haduh haduh.. eunteuk moment.x dapet banget dah..
    betewe, sepertinya saya tau ide si nara..😄

  3. ckckckckckckckc…
    bener-bener dah…
    lagi asik tau” ada tulisan ‘TBC’…
    hu~h,,, mesti nunggu lagi ini…

    unyuk lagi gag perhitungan” amat yak…
    pegang tangannya gratis…
    biasanya bukannya si suruh bayar???😄

    unyuk keliatannya udah ada tanda” suka ama Jiyoo noh…
    gpp dah unyuk ama jiyoo mah udah biasa…
    tapi jangan” ntar jiyoo gag sama unyuk lagi…
    eh,,, kok malah nebak” gini…
    ntar aku tunggu lanjutannya aja deh… ^^

    • Uda selesai sampe part 4 onn, tp seperti biasa, males ngepostnya. ><
      Lagi badmood pula sekarang. ==a

      Tadinya sih mau disuruh bayar ama kunyuk, tp gara2 aku bilang kalo uda sukur bisa maen epep bareng aku, jadi ga jadi minta bayarannya.😄

      • huwaaaa????
        part 4???
        cepet amat???
        gara” liburan nggak ada kerjaan jadi bikin ff gtu yak???
        yaaaaah,,, masa males…
        kalo gtu q tunggu moodmu buat ngepost yak… ^^

        bwahahahahahahaha…
        jadi cuma gara” dia ngikut ngeksis jadi gag disuruh bayar bgono???
        ampun dah,,, bocah satu ini gampang amat di bujuk???😛

  4. saia komen saia komen😄
    setelah d ancem via twit tapi.. (_ _”)
    baru nyadar juga saia lum komen,, huehehehe..

    mang appa onn sakit paan sih? kanker ya?

    geli pas bagian leetuk😄
    ngakak sendiri😄
    mmuahahaha
    *PLAK*

    onn gimana? bau ikan ga tangan hyuk?😄
    wkwkwk
    *d plototin hyuk*

    *gaje*

    • akhirnya komen jg, onn pan tau ayu hobi banget mata2in blog org. XDD

      Appa onn skit ati gara2 onn bilang unyuk lbh ckep dri beliau. Kekeke~
      Bau ikan? Waah, blon tau rasanya dilempar k jurang ama monyet nih.😄

      Tengkyu yah uda komen+mampir+baca.😀

  5. aaahhh seru banget nih ceritanya…
    onn sambung lagi ke part 3 ya…
    Nara eksis! wkwkwkwk *kabur sebelum dikuliti icha*

  6. Cz di part 1 q udh komen di sjff,, langsung loncat z dah ksini yak? Hhee..
    Unyuuuuuk~
    *diliatin massa*
    kq q lebih seneng sama Eunhyuknya yak? ^^
    hwaah.. Lanjutin bca sja lah,, X3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s