Paparazzi in Love -part 1-

Kekeke~ Malem-malem dateng ama postingan baru.

====================

PAPARAZZI in LOVE –chapter 1-

==================

Jiyoo’s PoV

Kilatan blitz menghujam ke arah mereka tanpa ampun. Para paparazzi itu menghadiahi mereka dengan blitz dari berbagai jenis kamera. Begitu juga denganku, kuarahkan lensa kamera tua-ku ke arah mereka. Kurasa kegiatan ini akan berlangsung sampai 2 jam ke depan. Ahh~~ tanganku pasti akan pataah. (==’)

“Dengan pengguntingan pita di depan kita, maka stadium kota baru ini resmi dibuka,” ujar sang empunya acara. Sudah 2 tahun aku jadi juru kamera yang magang, tapi hanya acara-acara seperti ini yang kudapat? Benar-benar menyedihkaaan~😥

Setelah acara selesai, aku memilih berkutat dengan kameraku di pojok ruangan, “Aigo~ hasilnya jelek! Bagaimana ini? Kalau sampai hasil jepretanku ini tidak diterima, aku pasti benar-benar akan diusir dari apartemen!!” (T^T)

“Onnie, waekuraeyo?” aih.. Bidadari penyelamatku dataaang!!😄

“Eum.. hasil fotonya jelek lagi,” aku tersenyum pahit, “Raneul-sshi, apa boleh onnie…”

Raneul menyodorkan kamera mahalnya, “Ne, silahkan. Aku akan setorkan foto yang berbeda pada Nara onnie”

“Aigo~ Kwan Raneul, kau memang pahlawaaaan!!” kusambar kameranya, “Geundae, apa benar tidak apa-apa? Bagaimana kalau Nara memecatmu?”

“Gwaenchanha. Nara onnie tidak akan berani memecatku. Lagipula, onnie harus membayar uang sewa bulan ini kan? Jadi bayaran kali ini pasti sangat berharga,” ujarnya, “Kalau memang butuh hasil yang bagus, kenapa masih memakai kamera seperti itu? Itu kamera murah, jadi hasilnya juga kurang bagus”

Aku tersenyum miris, “Onnie masih menabung untuk mendapatkan kamera baru, onnie bukan kau yang bisa langsung mendapatkan kamera dari Nara. Pasti menyenangkan ya bisa bekerja di majalah yang sama, Nara pemimpin redaksi dan kau juru kameranya”

“Geureom, kenapa menolak bekerja di majalah kami? Malah memilih majalah lain. Itu sedikit menyinggung Nara onnie,” jelasnya.

“Geurae? Mianhae.. onnie pikir akan lebih baik kalau mendapat pekerjaan dengan usaha sendiri,” aku tersenyum, “baiklaah, akan onnie cetak dulu. Kau tunggulah disini, onnie segera kembali”🙂

Mataku berbinar melihat kamera jenis terbaru yang terpampang indah dalam kotak kaca. Ada satu yang menarik perhatianku, kamera Canon klasik berwarna hitam. Ahh.. sangat bagus!! ^o^

“Agashi, apa berminat pada kamera ini?” tanya si penjual. Aku mengangguk semangat. Ahjussi ini tersenyum, “Hanya 90.000 won”

MWO? 90.000?? Kamera yang bagus dengan harga yang bagus pula! (==’)a

Aku menciut, “mungkin harus menabung dulu, ahjussi”

Ahjussi itu hanya tersenyum melihatku. Aku mendesah pasrah saat harus meninggalkan kamera menawan itu. Kakiku melangkah lemas keluar dari toko. Tanganku memegang sebuah amplop cokelat berisi hasil foto Raneul. Sedikit mengulur waktu sambil memikirkan hidupku yang cukup berantakan, aku berhenti di samping sungai Han. Menatap air jernih yang mengalir dengan tatapan lesu.😦

“Usiaku delapan belas tahun. Seharusnya kan aku menjadi gadis yang manis dan sempurna dengan namjachingu, pergaulan kelas atas dan liburan ke luar negeri,” aku menarik nafas panjang, “Tapi aku? Aku terjebak dalam pekerjaan kecil dengan bayaran yang tidak kalah kecilnya. Hanya bisa merepotkan Nara dan Raneul. Ahh… bodooooh!!” (>o<)

Tiba-tiba mataku menangkap sepasang bayangan. Namja dan yeoja berdiri tak jauh dari tempatku. Yang Yeoja memunggungiku. Sepertinya mereka akan…. Berciuman? O.o

Nafasku tertahan saat melihat wajah sang namja. Super Junior Leeteuk?? Dan yeojanya… siapa itu? Aku tidak mengenalnya. (-_-)7

Bodoh, apa yang kau lakukan, Jiyoo? Ini kesempatan emas!! Kuambil kamera Raneul. Segera kubidik momen yang ingin kuabadikan ini. Dengan beberapa jepretan, aku akan segera menjadi juru kamera tetap dan yang pasti: naik gajii!!😄

‘CKLIIK..’

Choi Jiyoo memang ditakdirkan menjadi gadis super super super bodoh!! Kamera ini ada blitznya!

Tak butuh waktu lama saat Leeteuk menangkap basah seseorang sedang memotretnya. Buru-buru dia menyuruh yeoja itu menyembunyikan wajah. Leeteuk berjalan ke arahku. Hatiku ciut, tapi aku juga harus memperlihatkan wibawaku sebagai seorang paparazzi. >.<

“Agashi, mohon serahkan kameramu sekarang juga,” pintanya sopan. Bagaimana ini? Apa aku harus menyerah dan membiarkan bayaran lebih-ku melayang begitu saja? Andwaee~~

“Si.. sirheoyo. Tidak bisa. Ini akan menjadi berita hangat untuk majalah kami,” sahutku berwibawa. Padahal jantungku mau meledak rasanya. (>o<)

“Tolong hargai privasi-ku. Aku tidak mau dia terekspose ke media,” Leeteuk menunjuk yeoja di belakangnya. Wajahnya masih tertutup jaket putih. Leeteuk memberi isyarat padanya agar yeoja itu pergi, “Dia tidak ada hubungan apa-apa denganku”

“Leeteuk-sshi, gojitmal~  Mana mungkin dua orang tanpa hubungan khusus bisa berciuman seperti tadi? Sebenarnya siapa gadis itu? Apa dia yeojachingu-mu?” pelan-pelan aku mulai merasa percaya diri. Inilah yang dilakukan para paparazzi gosip: menekan korbannya sampai mengaku!!😄

“Sudah kubilang dia bukan siapa-siapa!! Jangan memaksaku melukaimu, agashi,” ancamnya. Baiik~ aku mulai ketakutan sekarang. Sangat ketakutan!! >.<

Leeteuk mencoba merebut kamera dari tanganku. Dengan reflek, kupertahankan kamera di tanganku. Hanya ini satu-satunya harapanku untuk memperoleh bayaran lebih. Jadi tidak akan kubiarkan orang lain menghilangkan kesempatanku, baik itu seorang leader Super Junior sekalipun!! (>w<)

“Geurae, akan kubeli foto itu, jadi berikan padaku sekarang!” tawarnya, “Berapa harga yang kau inginkan?”

Aku mulai tergoda dengan tawarannya. Ini bagus kan? Dengan begini aku mungkin bisa mendapatkan uang lebih banyak!!😄

“Eum… 500.000 won. Bagaimana?” usulku. Tapi bukankah itu terlalu sedikit? Aku bisa mendapat lebih kalau aku menyerahkannya pada pemimpin redaksi, “Ani, 2.000.000 saja. Berikan aku 2.000.000”

Matanya terbelalak, “Mwo? Kau mau merampokku? Dari 500.000 bagaimana bisa langsung naik ke 2.000.000?? Sirheo!!”

“Sirheo? Geurae~ lupakan saja pembicaraan kita,” aku beranjak meninggalkannya. Leeteuk menarik lenganku, “Jangan menarikku!! Apa yang kau inginkan, Leeteuk-sshi?”

“Arasseo. Akan kuberikan, tapi aku harus mengambil uangnya dulu,” ujarnya. Ia menyuruhku mengikutinya, “Kau ini benar-benar gadis yang licik”

“Apa boleh buat, aku juga sedang butuh uang,” jelasku. Kami berjalan bersama. Tiba-tiba Leeteuk merebut kamera yang kupegang, “YA!! Kembalikaaan~ Siapa barusan yang bicara soal licik? Kau itu lebih licik!! Kembalikan sekarang juga~”

“Ani, sampai aku membuang bukti yang bisa membuatmu berhenti memerasku,” Leeteuk melempar kamera di tangannya dengan santai. Dia membuangnya ke dalam sungai!!😦

“YA! Kenapa kau buang, ha?? Itu kamera mahal! Harganya bisa 200.000won lebih!!” aku membuka sepatuku dan terjun ke sungai.

Leeteuk terperangah melihat tindakanku, “YA!! Agashi, apa yang kau lakukan? Aku bisa membelikanmu kamera yang baru!”

“Bagaimana ini? Gadis ini tenggelam dan belum sadar,” sayup-sayup suara menggema di telingaku. Tapi kenapa semuanya gelap? Apa yang terjadi?

“Nafas buatan, beri dia nafas buatan,” sahut suara lainnya.

Aku merasakan sesuatu menyentuh bibirku. Rasanya sesuatu itu basah. Ada angin yang menembus tenggorokanku. Pelan-pelan kubuka kelopak mataku yang berat dan aku melihatnya. Wajah Super Junior Leeteuk yang sangat dekat, ani, bahkan bibirnya mencium bibirku!! >3<

Kudorong tubuhnya, “APA YANG KAU LAKUKAN??”

Alisnya mengernyit, “Apa yang kulakukan? Aku baru saja menolongmu, agashi”

“Menolong? Bagian mana dari kata menolong yang kau artikan sebagai mencium??” pekikku.  Tiba-tiba aku teringat sesuatu, “Kameranya? Mana kameranya??” (>o<)

Leeteuk memegang kamera yang basah, “Kalau yang kau maksud adalah sampah ini, ada disini”

“Ini bukan sampah!! Ini kamera mahal berharga 200.000won!!” kurebut benda itu darinya. Aku mulai menggigil, “Aigo.. dingin sekaliii~” >w<

“Tentu saja dingin. Siapa yang menyuruhmu terjun ke sungai di musim seperti ini?” sergahnya. Tapi tak lama, Leeteuk meraih jaketnya yang ada di atas rumput, “Pakai ini. Bajumu itu basah semua”

“Huwaaa~ ada Leeteuk oppa!!” seorang gadis berteriak histeris. Dia berlari menembus kerumunan orang yang mengitariku dan Leeteuk, “Oppa, apa yang kau lakukan disini? Aigo~ kau menolong seorang gadis yang tenggelam? Kau sangaaaat keren!!”

Keren? Apanya yang keren? Kalau bukan karena dia membuang kamera ini, aku tidak akan terjun ke sungai!! Dengan kata lain, dialah yang membuatku tenggelam. (=3=)

Aku bangkit dari tempatku. Leeteuk menahan lenganku, “Mau kemana kau?”

“Pulang. Lagipula aku harus menjelaskan pada temanku tentang kamera yang rusak ini,” jawabku sekenanya. Kueratkan balutan jaketnya ke tubuhku. Kuraih tas yang kutinggalkan di kursi kayu sebelum aku terjun bebas tadi. Leeteuk tetap membuntutiku, “Apa yang kau inginkan? Berhentilah mengikutiku!!”

“Lalu jaketku itu mau kau bawa kemana?” tanyanya. Aish.. menyebalkan sekali dia!! Sangat perhitungan! =.=

Kulepaskan jaket itu, “Baik! Aku tidak butuh!! Kau ambil saja”

Aku tidak akan mau bertemu dengannya lagi!! Tidak akan! Kalau aku bisa bertemu dengan Eunhyuk, baru akan kupertimbangkan untuk bertemu dengannya lagi.😄

“ONNIE~ kenapa bajumu itu??” pekik Raneul saat aku memasuki apartemen mungilku.

Aku tersenyum pahit, “Ada sedikit kecelakaan saat perjalanan pulang. Kau sudah lama disini?” :3

“Ye, onnie tidak juga kembali, jadi kupikir lebih baik aku menunggu disini. Bukankah aku sudah mengirim pesan?” Raneul membawakan tas selempang bututku.

“Pesan? Lewat ponsel?” aku merasakan firasat buruk. Raneul mengangguk. Bukankah ponselku kusimpan di… “PONSELKU~~” (=o=)

“Waekurae?” Raneul menatapku panik. Kukeluarkan ponsel tipis dari saku celanaku yang basah, “Omo~ ponselnya basaah. Bagaimana onnie, apa masih berfungsi??”

Kutekan semua keypad. Nihil. Aku hanya bisa menggeleng lemas. Belum menjelaskan kamera Raneul yang rusak dan sekarang ponselku pun malah jadi barang rongsokan. Ingin menangis rasanya~~ (T^T)

“Sudahlah~ akan kubelikan ponsel baru untuk onnie. Onnie butuh ponsel seperti apa?“

“Tidak perlu,” larangku, “Raneul-sshi, ada yang harus kukatakan padamu. Soal kame-“

‘drrt..drrt..’

“Onnie, tunggu sebentar, ada telepon masuk,” Raneul menjauhkan tubuhnya dariku. Wajahnya sedikit serius. Pasti Nara yang menelponnya. Siapa lagi yang bisa membuat orang menjadi gugup selain dia?  (><)

Raneul kembali bersandar di sofa-ku. Baiklah.. ceritakan sekarang, “Begini, Raneul-sshi, onnie tidak sengaja me-“

“Aku harus segera kembali ke kantor. Nara onnie sudah mengomel saat tahu aku malah berkunjung kesini. Aku pergi dulu, onnie. Cepatlah mandi, jangan sampai kau sakit,” langkahnya terhenti di depan pintu, “Ah, besok siang antarkan kamera-ku ke restoran favorit kita ya, aku memerlukannya untuk acara pameran busana.”

“He~? Geundae, Raneul-sshi, kameranya-“ terlambat. Raneul sudah menutup pintunya rapat, “…sudah rusak. Haah~ ottoke??”

Kesimpulan hari ini: super sial gara-gara namja bernama Park Jungsoo atau Leeteuk atau Teukie atau si Angel!! Ahh~ berarti aku harus menabung untuk mengganti kamera Raneul? Aish.. itu kan mustahil! Dalam waktu kurang dari 20 jam aku harus mendapatkan 200.000won, benar-benar mission impossible!! (>o<)

Aku membiarkan siraman shower membasahi rambutku. Setelah mendinginkan otak, kurebahkan tubuh mungilku ke atas sofa. Kuambil remote tivi yang tergeletak di meja bulat di depanku. Berkali-kali mengganti channel tanpa membiarkan mataku ini tertuju ke arahnya. Pikiran frustasi itu datang lagi. Kamera~ apa yang harus kulakukan untuk mendapatkannya? T^T

“Andwae! Setidaknya aku harus berusaha memperjuangkan hak-ku!!” kupandangi jam dinding yang menggantung, “Seharusnya kalau aku menunggu disana, aku bisa bertemu dengannya kan?”

@Sukira, 11.35PM

“Jwesonghamnida, mereka masih siaran. Silakan tunggu di luar saja,” sahut seorang pegawai radio. Aigo.. mereka kejam sekali, mana boleh membiarkan seorang tamu menunggu di luar? Apa mereka mau membuatku mati kedinginan??😦

“Di luar? Geundae, di luar kan dingin. Tidak bisakah aku menunggu disini saja?” pintaku. Kukeluarkan jurus puppy-eyes andalanku. Wanita menyebalkan ini tetap menggeleng. Nasiiib~

“Noona, ambilkan aku kopi,” seseorang menghampiri wanita itu. Sepertinya aku mengenal suara ini. Ini adalah suara dari the angel of badluck!! =3

Kutarik lengan t-shirt yang dikenakannya, “IKUT AKU SEKARANG~”

“YA! Agashi, siapa kau? Aku masih harus siaran,” rutuknya. Rupanya daya ingatnya sangat lemah. Baru tadi siang menimpakan kesialan, sekarang dia masih bertanya siapa aku? Hah~ yang benar saja! (=o=)

“Lihat wajahku baik-baik! Pastikan kalau kau ingat padaku!!” tegasku.

Leeteuk mengamati tiap lekuk wajahku, “Kau paparazzi gila tadi siang? Apa yang kau lakukan disini? Apa kau memang sangat suka membuntutiku, ha?”

“Membuntutimu? Kau pikir aku tidak bisa menemukan berita lain selain ciumanmu dengan seorang gadis siang ini??” tukasku. Leeteuk membungkam mulutku dengan tangan kanannya. Sekarang dia berada tepat di belakangku. Aish.. apa dia tidak bisa memperlakukan yeoja dengan baik?

“Kau benar-benar mau membuatku marah? Jangan bicara apapun tentang kejadian siang tadi,” bisiknya. Bibirnya dekat dengan cuping telingaku. Cukup dekat sampai aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Wangi tubuhnya memenuhi rongga hidungku.

STOP~ kurasa ini bukan waktu yang tepat untuk terpesona olehnya!! Sadarkan dirimu, Choi Jiyoo~ (>o<)

Kugigit tangannya kuat-kuat, “AUW~~ Apa yang kau lakukan? Kenapa malah menggigitku?”

“Memangnya kau pikir aku bisa bernafas dengan bekapanmu? Kau mau membunuhku?” tukasku, “Lagipula, kenapa harus takut dengan masalah tadi siang? Bukankah kau sudah menghancurkan buktinya dengan sangat sukses?”

“Sebenarnya apa yang kau inginkan, agashi?” Leeteuk melipat kedua tangannya. Sikapnya sangat sangat angkuh. Dia benar-benar berpikir kalau dia-lah pusat perhatian di seluruh dunia!! X(

Kukeluarkan kamera Raneul dari tas-ku, “Ganti ini. Ini rusak gara-gara kau!!”

“Kenapa harus aku yang menggantinya? Kau pikir kau ini siapa?” tantangnya. Aarghhh~ dia benar-benar membuatku meledak!!

“Kau ini punya otak tidak? Memangnya siapa yang seenaknya membuang kamera ini ke sungai, ha? Seingatku, orang menyebalkan yang melempar benda ini ke sungai dan membuatku tenggelam serta merebut ciuman pertamaku dengan paksa itu sekarang ada di DEPANKU!!” sergahku panjang-lebar. Bicara dengan orang seperti dia memang harus punya keahlian khusus. (=3=)

“Hyung, kita harus siaran. Apa yang kau lakukan di luar?” Eunhyuk muncul dari balik pintu. Matanya sedikit terkejut saat melihat Leeteuk yang terlihat ‘sedikit’ memelukku dari belakang, “Siapa gadis ini? Bukankah hyung baru putus dari Saera noona?? Aah.. hyung melepaskan Saera noona karena gadis ini??”

“Hyukjae-ah, jangan bicara sembarangan!!” Leeteuk seperti terganggu dengan nama ‘Saera’ tadi. Tapi, kenapa dia malah seenaknya berteriak di telingaku?! Setelah berencana membunuh dengan membekap mulutku, sekarang dia mau aku menderita tuli permanen?! (=.=)

Leeteuk melangkah masuk meninggalkanku. Kutarik bagian belakang t-shirtnya, “Mau kemana? Selesaikan dulu urusanmu denganku. Ganti~”

“Sebentar lagi aku selesai siaran. Kau tunggulah disini,” ujarnya santai. Tapi disini kan dingin, aku bisa mati membeku. Leeteuk meraih jaket yang tergantung di pojok ruangan, “Pakai ini”

Kurapatkan dekapan jaket yang membalut tubuhku ini. Aroma tubuhnya masih sama. Segar sekali saat menghirupnya. Sama sekali tidak terlukis kalau pemilik aroma tubuh ini adalah namja yang sangat menyusahkan. (>o<)

Kurasa aku tertidur sambil bersandar di dinding saat sesuatu mengusap kepalaku. Kubuka mataku perlahan. Aish.. kenapa kepalaku pusing sekali?

“Berapa harga kameranya?” Leeteuk sudah berdiri di depanku. Tangannya memegang sebuah dompet hitam. Dia mengeluarkan beberapa lembar seratus ribu won. Dasar sombong~ (==’)

Jariku menunjukkan angka 2. Kepalaku masih terasa pening. Sepertinya aku terlalu lama menunggu di cuaca sedingin ini, “Jam berapa sekarang?”

“Mm.. setengah satu dini hari” Leeteuk melirik arloji di tangan kirinya.

“Noona, apa tidak apa-apa kau pulang selarut ini? Haruskah Jungsoo hyung mengantarmu pulang?” Eunhyuk sudah duduk di sampingku. Sejak kapan dia ada disini? Apa mataku juga sudah tidak bisa berfungsi dengan benar? >.<

“Aku tinggal sendirian, jadi tidak akan ada yang mencemaskanku,” bibirku mengulas senyum lemah, “Geundae, kenapa memanggilku ‘noona’? Umurku masih 18 tahun.”

“Kau kan yeojachingu Jungsoo hyung, jadi aku harus menghormatimu,” Eunhyuk memamerkan senyuman yang lebar.

Aku bangkit dari tempatku, “YA! Siapa yang bilang kalau aku ini yeoja-“

Kepalaku makin pening. Dan semuanya berubah gelap.

Leeteuk’s PoV

Gadis ini berdiri dari tempatnya, “YA! Siapa yang bilang kalau aku ini yeoja-“

Aku  yang berada tepat di depannya menangkap tubuhnya dengan sigap, “Gwaenchanha? YA! Katakan sesuatu. Eunhyuk-ah, bagaimana ini?”

“Bawa ke mobil, hyung,” Eunhyuk berlari menuju mobil. Dengan cepat dia langsung membukakan pintu penumpang. Aku sendiri menggendong gadis ini ala bride. Pelan-pelan aku mendudukkan tubuhnya di kursi penumpang.

“Dia pingsan?” tanya Eunhyuk polos.

“Menurutmu? Babo~ Apa yang harus kita lakukan dengannya sekarang?” aku menghela nafas panjang. Kutempelkan telapak tanganku ke dahinya. Panas. Tentu saja. Setelah terjun ke sungai dalam cuaca sedingin ini, dia juga harus menungguku di luar sampai kedinginan. Aku akan takjub kalau ada orang yang sehat-sehat saja.

“Hyung, apa kau tahu dimana rumahnya?” Eunhyuk menyelimuti gadis ini dengan jaketnya.

Aku menggeleng. Bagaimana mungkin aku bisa tahu rumahnya kalau aku baru bertemu dengannya dua kali? Ahh~ apa yang harus kulakukan?

“Eunhyuk-ah, bagaimana ini?”

“Mm.. aku ada ide. Entah hyung mau mendengarkannya atau tidak,” ujarnya tiba-tiba.

Aku penasaran, “Apa itu? Marhaebwa~”

-TBC-

====================

23 thoughts on “Paparazzi in Love -part 1-

    • Ahaha~ pan biar pada penasaran.😄
      SIP~ Tar aku mention dirimu berkali-kali. XDD
      Makasih ya uda mampir~ Maap ga bisa ngasih jajanan. Teh ama sirupnya juga lagi abis, ntar aja mampir lagi yak. Anggep rumah sendiri. Kekeke~

  1. ffnya oke. tapi aku lgsg shock waktu baca kamera seharga 90rb won. omo~~ kalo di kurs ke rupiah, cuma sekitar 900rb lhoh. saia mau sangat kamera canon seharga itu. ^^

  2. teuki oppa jahat…. kamera ny maen buang” ajah… :(:(:(
    kan kasian jiyoo jd ga bisa bkin berita spektakuler😀
    apa yah ide ny unyuk???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s