[FF] My Wonderful Life -part 7-

-previously-

Seseorang mengendap di belakang Jiyoo. Matanya menatap punggung Jiyoo tajam. Kakinya berjalan pelan, nyaris tanpa suara. Bibirnya menyeringai. Tangannya terbuka, seolah siap menangkap mangsa.

Tak lama, tangan itu membekap mulut Jiyoo. Cukup erat tapi tetap membiarkan Jiyoo bisa tetap bernafas. Jiyoo meronta. Berjuang membebaskan diri.

====================

Jiyoo’s PoV

Aku terus memukuli tangan asing yang membekap mulutku. Tenaganya kuat sekali. Mulai kurasakan dia menyeret tubuhku ke sebuah gang kecil buntu. Aku takuuut~~ >.<

“diam dan turuti saja aku” bisiknya. Aku mengenal suara ini. Sangat mengenalnya.

Dia membebaskan mulutku. Aku berbalik, “EUNHYUK OPPA~~”

“gwenchana? Apa tadi bekapanku terlalu keras?” tanyanya, “apa yang kau lakukan di dekat dorm? Kau ingin kembali ada kami ya?”

Kepalaku tertunduk, “anio. Hanya memastikan keadaan oppadeul saja”

“geuraeyo? Hanya untuk itu? Kau tidak akan kembali?” tuntutnya. Matanya memancarkan kemarahan. Tapi raut wajahnya muram, “aku…aku merindukanmu”

Ada sedikit hawa sejuk di hatiku, “na do~ Bagaimana oppa bisa tahu aku ada disini?”

“Nara mengirimiku pesan” sahutnya. Nara? Kwan Nara? Aish~ anak itu! >.<

“apa saja yang dia bilang? Apa dia bilang kalau aku akan segera muncul di dekat dorm ini?” tuntutku.

Eunhyuk mengangguk, “ye. 2 hari yang lalu dia mengabariku, tapi tidak ada member lain yang tahu”

“aigo~ anak itu cari mati” desisku pelan, “akan kuhapus nomor Jinki dari henponnya kalau aku pulang nanti”

“tidak perlu begitu. Nara hanya ingin membantuku. Membantu kami, maksudnya” jelasnya gugup, “kau tidak merindukan kami?”

Kutundukkan kepalaku lagi, “jeongmal bogoshippoyo~”

“geureom, kembalilah untukku” Eunhyuk buru-buru menggelengkan kepala, “anii~ untuk kami. Untuk Super Junior”

“andwae~ aku tidak bisa” jawabku, “Kim ahjussi sudah kembali. Kalian juga seharusnya kembali seperti dulu”

Eunhyuk berdesis, “kau tidak tahu bagaimana sikapnya pada kami? Kami tidak lebih dari sapi perah baginya!”

====================

Eunhyuk’s PoV

Wajah Jiyoo semakin sedih. Aku tahu ini bukan hal yang diinginkannya juga. Sama seperti kami. Tapi bahkan dia hanya bisa menerima semuanya tanpa bisa menuntut apapun.

“mianhae, oppa” Jiyoo terisak, “aku pikir ini jalan yang paling baik. Kupikir Kim ahjussi dapat mengurus kalian seperti dulu. Aku tidak tahu hal itu malah manyiksa kalian”

Kutarik dia dalam pelukanku, “cih~ gadis bodoh, mana mungkin ada yang bisa merawat kami sebaik dirimu? Setidaknya sebelum Kim hyung berubah menjadi ablis jahat seperti sekarang”

“iblis?” Jiyoo mengernyitkan alis, “oppa~ itu kelewatan kan~~~”

“anii~ memang benar” jelasku, “dia mengatur jadwal kami dengan sembarangan, bahkan tidak jarang kami malah melanggar jadwal dalam beberapa acara gara-gara cara managemennya yang buruk”

Jiyoo menatapku bingung, “jinjja? Tapi tidak ada yang menuntut oppadeul kan?”

“tenang saja~ sampai saat ini Leeteuk hyung bisa mengatasinya” aku baru sadar kalau Jiyoo masih kupeluk. Ah~ kurasa aku terlalu merindukannya, “Jiyoo-sshi?”

“waeyo, oppa?” tanyanya. Sepertinya dia juga tidak ingin melepaskan diri dariku.

“saranghaeyo~” ucapku. Aku makin mengeratkan rangkulanku, “would you be my girl?”

“aku…..” Jiyoo tidak berani menatapku. Apa dia akan memberiku jawaban yang baik kali ini? Aku menunggunya terlalu lama.

‘drrt…drrt…’

Aish… siapa yang menghubungiku disaat penting begini? Kurogoh henpon di saku celanaku.

[Sungmin hyung Calling…]

“Jiyoo-sshi, sebentar” aku menjauhkan diri dari Jiyoo, “yeoboseyo, hyung?”

“Hyukjae-ah~ kau ada dimana, ha?” cerocosnya, “kami menunggumu sekarang, apa kau mau setan merah itu marah lagi? Ppaliwa~~”

“ara~~ Aku segera kesana” kulipat flip henponku, “Jiyoo-sshi, kau akan menjawab pertanyaanku yang tadi kan?”

Jiyoo mengangguk, “ne. Tapi tidak sekarang. Sepertinya sekarang oppa harus pergi”

====================

Jiyoo’s PoV

Kupandangi punggung Eunhyuk yang menjauh pergi. Kurasakan jantungku masih memberontak, seperti ingin keluar. Aigo~ kalau tidak ada telepon masuk ke henponnya, kurasa aku benar-benar akan terkena serangan jantung. >.<

“bagaimana bisa dia menyatakan perasaannya padaku seperti itu? Membuatku panik saja!” gerutuku pelan.

‘drrt…drrt…’

From: Pinky Oppa

-berterimakasihlah padaku-

“he~~” kupelototi layar henponku, “Sungmin oppa tahu kejadian barusan?”

Kulayangkan pandanganku ke seluruh sudut gang kecil ini. Tapi aku tidak bisa menemukan sosoknya. Apa Sungmin benar-benar melihatnya? Melihat pernyataan cinta dari Eunhyuk?

“ottokajyo?” aku bertanya pada diriku sendiri. Aish~ tapi kan belum tentu Sungmin menyukaiku. Bisa saja itu hanya ungkapan sayangnya. Aku juga sering bilang saranghae pada member lain, dan mereka hanya menanggapinya sebagai ucapan sayang biasa.

====================

Kakiku menuju ke terminal bis untuk pulang. Hari ini aku sudah cukup banyak mendapat serangan jantung. Tapi saat mengingat serangan jantung kiriman si Anchovy itu, kenapa aku malah senyum-senyum sendiri? Apa iya aku benar-benar sudah gila?😄

‘drrt…drrt…’

[Anchovy Oppa calling…]

“yeoboseyo, oppa?” perlu beberapa detik untuk menenangkan amukan jantungku ini sampai aku menjawab panggilannya. >.<

“sekarang kau tinggal dimana?” tanyanya. Benar juga~ tidak ada yang tahu tempat tinggalku sekarang. Haruskah aku beri tahu?

Kepalaku menggeleng kuat-kuat, “oppa tidak perlu tahu. Sekarang aku tinggal dengan seorang teman dan aku akan baik-baik saja”

“bodoh~ lalu kapan kau akan memberiku jawaban?” tuntutnya. Aigo~ inikah tujuannya? Semakin menguatkan hatiku untuk tidak menjawabnya!😄

“anio~ oppa tidak boleh tahu. Akan kuberi kabar kalau aku sudah dapat jawabannya” jelasku, “oppa sedang dimana?”

“starking. Seperti biasa, syuting~ tapi disini membosankan” katanya. Bisa kubayangkan wajah kesalnya sekarang.😄

“dengan siapa saja? Jungsoo oppa juga?” tanyaku. Biasanya kan mereka selalu bersama. Atau juga bersama dengan Shindong.

“eum~” sahutnya, “ada Sungmin hyung dan Donghae juga. Leeteuk hyung menjadi leader yang cukup dimusuhi sekarang”

“he~~ waeyo? Kenapa begitu?” kataku dengan setengah berteriak, “andwae~ oppadeul tidak boleh begitu”

Eunhyuk diam sebentar, “karena dia tidak mau memperjuangkanmu. Dia malah membiarkan Kim hyung merasa menjadi orang yang paling berhak atas kami”

MWO? Leeteuk pasti menjaga janjinya padaku. Kasihan dia~ harus terluka fisik dan sekarang malah dimusuhi para dongsaengnya. Mianhae~~ TT.TT

“Jiyoo-sshi? Kau masih disana?” suara Eunhyuk beberapa kali terdengar di tengah-tengah lamunanku.

“ah, ye. Aku masih disini” jawabku lemah. Aku benar-benar telah membuat mereka semua susah~ Jiyoo-sshi, jeongmal paboya~~

“aku harus pergi sekarang” katanya kemudian. Entah kenapa aku malah ingin menangis sekarang. Dan aku ingin bilang aku membutuhkannya sekarang.

Aku mematung lagi sebelum akhirnya kujawab, “ne. Bekerjalah dengan baik”

“geundae,” sambungnya, “sepertinya aku tidak bisa meninggalkanmu sekarang. Apa kau baik-baik saja? Kalau kau ingin ak-“

“anio~ oppa pergi kerja saja. Na…” jawabku, “gwenchanayo~ Sampai bertemu lagi”

Kuputus pembicaraan kami. Kutekan tombol henponku.

To: Angel Oppa

-oppa~ walaupun aku pernah bilang untuk menyuruhmu melupakan gadis bernama Choi Jiyoo dan memulai semuanya lagi dari awal, tapi aku tidak bisa membiarkan oppa berjuang sendiri. Aku sedang di Seoul. Oppa bisa menyuruhku menemani oppa, arasseo?-

Kurasa hanya itu yang bisa kulakukan. Akhirnya malah membocorkan keberadaanku sendiri. Ah~ Jiyoo memang benar-benar gadis super bodoh sedunia. >.<

‘drrt…drrt…’

From: Angel Oppa

-..kenapa kau bisa tahu semua keadaanku? Apa kau sudah berubah menjadi agen rahasia? Haha~ Sudahlah, aku baik-baik saja. Kau lupa ya, aku ini leader Super Junior..-

Kata-kata yang seharusnya bisa menenangkanku malah semakin membuatku terluka. Sekali lagi, aku hanya bisa menyesal~

To: Angel Oppa

-mianhae~~ TT.TT-

[Angel Oppa calling…]

“yeoboseyo?” suaraku sedikit aneh karena menahan air mata.

“gwenchana?” tanya Leeteuk. Nada suaranya khawatir. Padahal banyak hal lain yang seharusnya dia khawatirkan selain gadis super bodoh yang hobi memberinya masalah.

Kuatur suaraku sedemikian rupa, “na? gwenchana. Hal terburuk apa yang bisa menimpaku? Tenang saja. Geureom, oppa?”

“he~?” Leeteuk balik heran, “aku? Memangnya aku kenapa? Aku baik-baik saja”

“gojitmal~” tukasku, “apa yang sudah terjadi antara oppadeul? Apa mereka marah pada oppa?”

Tawa khas Leeteuk terdengar, “haha~ kami kan sering begini, tidak perlu cemas”

“geundae, kali ini gara-gara aku kan?” aku mencoba mengorek isi hatinya.

“anio. Semuanya akan kembali normal. Tenang saja~” kali ini Leeteuk berhenti tertawa dan aku tahu itu berarti hal yang terjadi sangat serius.

“oppa~ bisakah kita bertemu?” ajakku, “ada yang ingin aku bicarakan”

Leeteuk mengelak, “Jiyoo-sshi, kau tahu kan jadwal-ku sangat padat. Aku tidak bi-“

“nan bogoshipoyo~ oppa” potongku, “jebal~~”

Dia menyerah, “dimana?”

“haha~ gomawoyo, oppa” sahutku, “di restoran favorit oppa, jam 8 malam”

“arasseo~” Leeteuk menyudahi pembicaraan, “sampai jumpa disana~”

Aku ingin meringankan bebannya. Beban di pundak Leeteuk sudah terlalu banyak. Terlalu berat dan terlalu menyakitkan untuk dipikul sendirian. Begitu banyak orang menyediakan pundak untuknya bersandar, tapi tetap saja dia terlalu memaksakan diri. Kalau membutuhkan bantuan, tinggal memintanya saja kan? Apa susahnya?

====================

-Pkl. 20.05-

To: Angel Oppa

-aku sudah sampai~~ Oppa, ppaliwa >.<-

Kututup flip henponku. Semoga dia segera datang~ Disini cukup sepi, dan mudah-mudahan tidak akan pernah ramai.😄

Leeteuk muncul dengan sweater putihnya, “Jiyoo-sshi, lama menunggu?”

“anio. Aku juga baru sampai” aku menggeleng, “oppa mau pesan apa?”

“molla~ terserah kau saja” sahutnya lemas, “aku sedang tidak lapar”

Aku mendengus, “andwae~ sekarang oppa harus makan yang banyak! Lihat saja tubuh oppa yang semakin kurus, membuat orang berpikir kalau oppa benar-benar tidak pernah makan!”

“aku tidak boleh terlihat gemuk~” tukasnya, “ini demi 4jib”

“aish~ makan sedikit saja tidak akan membuat oppa kehilangan otot-otot baru oppa” aku menunjuk lengannya yang memang terlihat sedikit lebih terbentuk sempurna~😄

Leeteuk menurutiku. Dia tidak akan pernah mengabaikan permintaanku. Memang orang yang terlalu baik~~ >.<

“kau ingin bicara apa?” tegurnya.

Aku tersenyum, “oppa~ kau tahu, kau tidak perlu terus melakukan ini demi aku”

“anio. Aku tidak melakukan apa-apa” kali ini dia yang tersenyum, “lagipula aku melakukan apa yang seharusnya kulakukan kan?”

“dengan menuruti permintaanku?” tebakku. Leeteuk mengangguk. Aku mendesah, “waeyo? Kalau oppa meneruskannya, oppa tahu apa yang akan dipikirkan oleh oppadeul yang lain?”

“ara~ sekarang pun mereka mulai sedikit menunjukkan sikap bermusuhan” jelasnya, “geundae, aku rasa itu bagus. Paling tidak, mereka akan aman dari sikap Kim hyung yang kasar. Cukup aku saja yang terkena pukulan itu”

“gara-gara aku~” desahku, “mianhae, oppa~”

“mwo? Bicara apa kau ini? Siapa yang bilang ini gara-gara kau?” tukasnya, “permintaanmu itu menyadarkanku untuk tidak melibatkan mereka, kau benar, seharusnya memang kembali ke awal”

“tetap saja~” tuntutku, “seharusnya oppadeul tidak perlu mempertahankanku, aku akan lebih senang kalau oppadeul melupakanku. Walaupun kenyataannya aku malah memilih kembali mengawasi kalian dari jauh. Jeongmal paboya~”

Leeteuk mengusap pipiku, “siapa bilang, ha? Kalau tadi siang kau tidak menghubungiku, aku rasa aku akan menyerah lebih awal”

“geureom, oppa akan terus bersikap acuh pada oppadeul yang lain?” tanyaku.

“bukan acuh~ hanya menghindarkan mereka dari masalah” tegasnya, “kau akan tetap disini?”

Aku mengangguk, “kurasa aku tidak akan bisa berhenti mengkhawatirkan oppadeul. Aku akan berada disini sampai oppadeul bisa kembali bertahan dengan Kim ahjussi”

“bertahan? Kau pikir kami sedang berperang?” Leeteuk memamerkan tawa spesialnya.

“ah~ aku sangat merindukan suara tawa oppa” ujarku, “tapi, apa benar oppadeul diperlakukan buruk oleh ahjussi itu?”

Leeteuk mengangguk, “beberapa saat setelah Kim hyung kembali, sikapnya memang lebih keras. Mungkin karena kami terlalu sering menyebutkan namamu”

Wajahku menegang, “na…namaku? Choi Jiyoo? Wae~~?”

“karena kami sangat menyayangimu, bodoh~” jelasnya.

“maksudku, kenapa Kim ahjussi marah saat mendengar namaku?” tanyaku, “apa dia masih dendan padaku?”

“haha~ bodoh!” Leeteuk banyak tertawa malam ini, “karena kami terlalu membandingkannya denganmu, arasseo?”

Aku nyengir, “hanya karena itu? Sebenarnya berapa usia ahjussi itu?”

====================

Leeteuk’s PoV

Tertawa seperti ini benar-benar menyenangkan. Gadis di depanku ini sudah memberi banyak kekuatan pada kami. Padaku. Tidak heran Hyukjae dan Sungmin menyukainya. Dan juga laki-laki itu, aku tidak akan bertanya lagi kenapa dia sangat memuja Choi Jiyoo sampai seperti itu.

“omo~ ada reuni mananger dan artisnya disini” suara namja yang sangat kukenal.

Badannya sudah berdiri tegap di belakang Jiyoo. Matanya menatap kami tajam. Jiyoo terlihat pucat. Bisa kutangkap bahwa ini bukan pertama kalinya Jiyoo menemui atau tepatnya, ditemui oleh lelaki ini.

“Kim hyung! Sedang apa kau disini?” aku berdiri dari kursiku dan menarik Jiyoo ke belakang tubuhku.

Kim hyung tertawa, “na? kau bertanya sedang apa aku disini? Aku sedang mencari anak asuhan-ku yang seharusnya sudah berada di dorm, bukan melakukan reuni yang tidak berguna ini. Dan kau, Park Jungsoo, apa yang kau lakukan disini? Ah~ ada orang lain yang kukenal juga, Jiyoo-sshi, untuk apa kau kembali ke Seoul? Kau bangga karena Super Junior sekarang lebih membelamu?”

Tubuh Jiyoo bergetar hebat. Tangannya berkeringat. Entah apa yang pernah terjadi padanya saat bersama Kim hyung, tapi aku bertaruh itu bukan kejadian yang pantas untuk dijadikan kenangan manis.

“Jungsoo-sshi, segera masuk ke mobil! Ppali~” perintahnya. Tubuhku masih enggan bergerak sesenti pun sampai dia menarik paksa tanganku, “ppaliwa~ kau tuli?”

“Kim ahjussi! Jangan berani memperlakukan Jungsoo oppa seperti itu!” Jiyoo mengeluarkan suara lantangnya, “atau aku akan membuatmu kembali berbaring di ranjang rumah sakit!!”

“MWO? Kau berani menantangku?” sergahnya, “kau hanya gadis lugu yang terlalu lama bermimpi berada di tengah-tengah Super Junior. Sudah saatnya kau bangun dari mimpi indahmu itu”

Kata-kata Kim ahjussi itu membekukan tubuhku. Mimpi? Semuanya hanya mimpi? Geurae~ saat ini pun aku tidak punya  hak untuk bermimpi lagi.

“na…” bibirku gemetar, “rasa sayangku bukan mimpi”

Kim ahjussi  tersenyum licik, “geureom~ semuanya nyata, tapi tidak abadi. Dan kau tahu akhir kisahnya kan?”

Aku tidak bisa membalas kata-katanya lagi. Kim ahjussi menyeret Leeteuk untuk mengikutinya. Inikah akhirnya? Kenapa akhirnya harus seperti ini?

“jeongmal paboya~” aku memaki diriku, “kenapa kau bisa sepolos ini, ha? Mereka bukan siapa-siapa lagi untukmu”

Dengan gontai, aku menyusuri jalanan sepi di depanku. Malam ini terasa lebih gelap. Lebih menyedihkan. Tak lama aku malah meneteskan buliran air jernih dari mataku. Andwae~ uljima, Choi Jiyoo. Uljima~~

“ya~ sedang apa malam-malam begini di jalanan?” seorang namja mendatangiku.

=TBC=

19 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 7-

  1. aelah, kunyuk =3=
    kenapa kamu kayak napsu amet ama Jiyoo?

    “From: Pinky Oppa

    -berterimakasihlah padaku-“
    = SUNGMIN-AAH!
    dasar! =,= nelpon tadi bukannya biar kagak keduluan ama kunyuk, hng?

    hiiks~ kasian Jiyoo T^T
    yaa kan setidaknya udah ngurus mereka -SJ- dengan baik
    (mungkin terlalu baik ampe 3member jatuh cinta dengannya)

  2. Haha, tea ikut nyumpahin deh…!
    Woi! SADAR AJHUSI! Masuk neraka baru nyaho lu..😀

    eeteuk oppa… Pasti susah jadi leader.. Dan slama ini oppa uda bjuang!! Sbentar lagi wamil..😦 keep fighting oppa!

    Gereget bgt ama yoo~ tinggal say yes, i do love U.. Susah amat.. Padahal amat aja ga susah.. -___- kasian kan nae hyuk… ^^

  3. ntah kenapa, part ini sedih yaa..

    nah berarti ada 3 orang donk yang suka ama jiyoo, yang satu lagi siapa..’?!
    hmm, penasaran..

  4. om om gainget umur. tar kalok detah masuk neraka mampus lu. *plak
    eh, tadi leeteuk bilang kalok sungmin, eunhyuk dan juga “laki laki itu” sapa? yg suka nambah satu? waaah, bakalan ada perang dunia. ><
    perjalanan kunyuk makin panjang buat ngedapetin jiyu. pokoknya aku ngedukung kunyuk sama jiyu. hwaiting LJH. ^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s