Midnite Mystery/Kyuhyun

“MIDNITE MYSTERY”

Cho Kyuhyun/SJ

===================

Gyorin’s PoV

“HAAH? Di perempatan jalan ini? Perempatan di depan rumahku ini?” matanya terbelalak ke arahku, “Gyorin-ah, ini nyata atau kau hanya ingin menakutiku??”

“YA! Choi Jiyoo, untuk apa aku menakutimu, ha? Di perempatan jalan itu memang pernah ada kejadian aneh” kurendahkan nada suaraku, “apa kau mau dengar?”

Jiyoo mengangguk ragu. Cih~ masih sok berani, awas kalau nanti kau minta aku menemanimu disini. Sepertinya anak ini lupa kalau sifat penakutnya bisa kambuh tiba-tiba.😄

“dulu, kira-kira 4 tahun yang lalu ada seorang pria yang sedang menunggu pacarnya disana. Dia memakai headphone dan memutar lagu dengan volume penuh. Saat menyusuri jalanan itu, pacarnya datang dan namja itu berjalan ke arahnya” kumulai ceritaku, “apa kau tahu apa yang terjadi?”

Gadis di depanku ini menelan ludah dan menggeleng. Tangannya sibuk meremas bantal yang ada di dekapannya. Aih~ Jiyoo memang sangat penakut.😄

“ada sebuah truk besar yang melaju kencang di belakangnya, gadis itu berteriak memperingatkan namjachingu-nya, tapi namja itu tidak mendengar. Dan…”

“truk itu menabrak namja itu hingga tewas?” Jiyoo menebak sambil menggigit bibir bawahnya.

Aku menggeleng, “anio. Truk itu berhenti karena ingin mengangkut sampah. Ternyata truk itu truk sampah! Hahaha~”

“YA!! Tidak lucu! Aku sudah bertekad mendengarkan ceritamu sampai tamaaat~ Kenapa kau malah mempermainkanku?” Jiyoo menekuk wajah innocent-nya.

“aku belajar dari pengalaman. Setiap aku menceritakan kisah horror padamu, kau pasti memaksaku menginap disini, dan aku tidak mauu~” kubereskan tumpukan buku hasil belajar bersama kami, “belajarlah beranii~ siapa lagi yang akan mendengarkan ceritaku kalau bukan kau?”

“geureom, bersedialah menginap disini setiap aku memintanya, jadi kau bisa mendapat pendengar setia” sahutnya ringan.

“suruh saja Hyukjae yang menginap disini~” usulku asal, “kalian bisa saling menemani, benar kan?”

“pervert~ Aku bukan yeoja seperti itu!!” Jiyoo melayangkan bantal ke arahku, “lagipula, Hyukjae-ku itu namja baik-baik”

“mworago? Apa aku tidak salah dengar? Baik-baik?” sergahku, “baik-baik dalam hal seperti apa?”

“sudahlaaah~ kau hanya akan memojokkannya lagi. Pulang sanaa” ia mengangkut tas-ku dengan paksa.

“aigo~ beginikah harga sebuah persahabatan di matamu? Choi Jiyoo, kenapa kau tega sekali padaku?” kupasang wajah memelas, “apa Hyukjae itu jauh lebih penting daripada aku? Park Gyorin?”

Jiyoo mengangguk mantap, “geureom~ Hyukjae-ku jauh lebih berharga. Sekarang berhentilah bermain-main, sudah malaam, kau harus pulang”

“ara~ Sampai jumpa besook” aku berjalan memunggungi Jiyoo yang berdiri di depan rumah mewahnya.

Kakiku melewati perempatan jalan yang tadi menjadi topik horror kami. Aku mulai terkekeh saat teringat wajah Jiyoo yang sedikit pucat dengan cerita karanganku. Bagaimana mungkin ada hantu di dunia ini? Konyoool~~

“kenapa tertawa?” sebuah suara parau menghentikan langkahku, “apa memang begitu lucu? Apa kau senang?”

“nu.. nuguya? Nuguseyo?” mataku berkeliling mencari sumber suara aneh itu. Kutemukan sesosok tubuh sedang bersandar di balik tiang listrik di ujung jalanan gelap ini. Namja. Aku sibuk mengamatinya, di telinganya ada headphone berwarna gelap. Tangannya dimasukkan ke saku celana. Wajahnya tidak terlihat jelas. Kenapa lampu jalanan ini mati disaat seperti ini?

“apa kau sedang menertawaiku?” tanyanya lagi. Bulu kudukku meremang. Bibirku gemetar. Omo~ apa ceritaku tadi memang benar-benar nyata? Tanpa butuh perintah, aku langsung melarikan diri. >.<

“hahaha~ kau pikir aku percaya ceritamu?” Jiyoo tertawa keras-keras di sampingku, “kalau kau mau mempermainkanku lagi, kali ini kau gagal, Gyorin-ah”

“aigo.. aku tidak main-main kali ini. Semalam memang ada hal aneh disana. Itu menyeramkaaan..” aku menggeleng kuat-kuat saat mengingat kejadian semalam.

“geureom, apa kau mau dengar cerita yang sebenarnya?” tawarnya. Alisku mengernyit. Jiyoo tersenyum aneh, “itu.. tentang kisah perempatan jalan itu. Mau dengar?”

“neo..” aku menatapnya bingung, “apa yang kau tahu soal cerita disana?”

Jiyoo memandang lurus ke papan tulis, “seorang namja memang pernah tewas disana dalam suatu kecelakaan”

“kau sedang membalas dendam ya?” aku merengut, “kau mau membodohiku gara-gara ceritaku semalam?”

“anio” Jiyoo menggeleng, “kau pikir aku tidak mendengar kabar-kabar aneh di lingkungan rumahku? Itu nyataa~ Wae? Apa Park Gyorin ini sudah menjadi penakut?”

“a.. aku tidak takut!! Aku hanya kaget dengan kejadian aneh semalam” tegasku. Terlambat, Jiyoo sudah terkekeh melihat wajahku yang pucat, “baiklaaah.. aku akan kesana lagi untuk menyelidikinyaa!!”

“mwo? Gyorin-ah, kau bercanda kan?” Jiyoo menempelkan tangannya ke dahiku, “apa kau sudah tidak waras?”

Kutepis tangannya, “YA! Park Gyorin ini sama sekali bukan penakuuut~”

“ara~ aku percayaa.. Karena itu, lebih baik kau batalkan saja niat muliamu itu. Arasseo?” bujuknya. Aku menolaknya. Sudah kubilang aku tidak percaya ada hantu di dunia ini, kejadian semalam pasti hanya halusinasi-ku!! Geundae, kalau itu benar, bagaimana?? >.<

8.34PM

“jagii~ disini dingin, bagaimana kalau kita tunggu di dalam saja?” Hyukjae menggosok-gosokkan telapak tangannya. Jiyoo mengabaikannya, “jagiyaa.. Jiyoo-ssi, kau tidak mendengarku?”

“ssstt.. diamlaaah. Aku juga penasaran dengan kabar mistis itu” telunjuk Jiyoo menempel di bibirnya, “kalau kau mau masuk, masuk saja duluan. Aku akan berada disini bersama Gyorin”

Hyukjae mendengus, “ara~ aku akan masuk sendiri. Gyorin-ah, awas kalau sampai kau membuat Jiyoo jadi gadis maniak misteri sepertimu!!”

“aish.. siapa yang kau panggil ‘maniak misteri’, ha? Aku hanya suka cerita omong kosong itu, bukan berarti aku seorang maniak!” tegasku.

Jiyoo menatapku, “Gyorin-ah, apa kau yakin hantu itu akan muncul disini?”

“berapa kali kubilang, itu bukan hantu!! Mungkin hanya orang iseng yang menakuti orang lewat” ujarku, “wae? Kau takut? Kalau kau takut, masuk saja sana bersama namjachingu-mu itu”

“ani~ aku tidak takuut. Aku bukan Jiyoo yang penakut lagi” sahutnya ragu-ragu. Cih~ bibirmu gemetaran begitu masih bilang kau tidak takut? Kau pikir aku bodoh ya? (=.=)

2 hours later

“dingiiiin….” Jiyoo memasukkan tangannya ke saku hoodie-nya. Berkali-kali dia bersin. Kurasa besok pagi dia akan demam. Aku jadi tidak enak. >.<

“Jiyoo-ssi, kau masuk saja. Hangatkan tubuhmu itu” kulepaskan sarung tangan yang kukenakan, “inii.. pakai ini saja. Aku takut kau akan demam gara-gara berdiri di tempat sedingin ini”

Jiyoo tersenyum, “gomawoyo~”

“JAGII…” Hyukjae menghambur keluar menemui gadis-nya, “neol gwaenchana? Apa kau tidak kedinginan?”

“eum~ disini dingin, oppa” rajuknya. Keluar lagi sifat manjanya. Aih.. mereka berdua memang pasangan aneh yang tak terpisahkan. (=.=)>

Hyukjae melepaskan syal yang melingkar di lehernya, “pakai ini~”

“YA! Kalau kalian berdua malah pacaran, bisa-bisa aku yang mati kepanasaaan” sungutku, “kalian berdua masuk sajaa. Ka~”

“geundae, bagaimana kalau hantu itu muncul?” tanya Jiyoo polos, “kalau dia memakanmu bagaimana, Gyorin-ah??”

“sejak kapan hantu punya hobi makan cemilan? Baboyaa~~” sergahku, “Hyukjae-ssi, ajak pacarmu ini ke dalam, biarkan otaknya yang membeku itu mencair pelan-pelan supaya pikirannya kembali normal”

Jiyoo dan Hyukjae kembali ke dalam sambil menggerutu pelan. Sedang merutuki kelakuanku yang makin menggila gara-gara imajinasiku ini, mungkin. Tapi sejujurnya, aku memang punya rasa penasaran dan rasa takut yang sebanding tentang ‘hantu’ ini. Bagaimanapun, aku penganut pecinta hal-hal logis dan sama sekali tidak membiarkan pikiran tentang hal aneh menyusupi otakku. Tapi bukan berarti aku tidak tertarik atau malah menjauhi hal seperti itu, beberapa kali aku berhasil membuat cerita mistik khayalan yang menakuti teman-temanku. Bodoh sekali mereka yang percaya ceritaku itu.😄

“nah, hantu imitasi, kalau kau mau muncul sekarang, aku tidak akan lari seperti kemarin!!” sepertinya ucapanku barusan memang didengar oleh seseorang. Atau sesuatu?

Lagi-lagi bulu kudukku mulai meremang. Sosok namja itu perlahan muncul. Kali ini dengan tampilan yang sama, tubuhnya bersandar di tiang listrik sambil memegang sebuah iPod. Hatiku sedikit tergelitik, apa hantu jaman sekarang itu paham fashion ya? (==;)

“neo..” bibirku bergetar lagi, “kau orang yang kemarin kan? Siapa kau, ha?”

Namja itu berdesis, “aku? Siapa aku? Menurutmu?”

“menurutku..” aku mulai merasa bodoh sekarang, “YA! Mana aku tahu?! Untuk apa aku bertanya kalau aku sudah tahu?”

“geurae?” kutangkap sedikit senyuman tipis lewat kilatan cahaya remang, “siapa barusan yang kau sebut hantu imitasi?”

“kau ini hantu?” baik~ aku memang bodoh!!

Namja itu berjalan ke arahku. Langkahnya tenang dan lambat. Jarak kami hanya 3 meter, tapi aku merasa kakinya berjalan dalam mode slowmotion, “kau mau ikut denganku?”

“he~ kemana?” apa dia mengajakku ke alam baka?? Aku mundur teratur, “YA! Jangan mendekaaat!!”

“waeyo? Ada pasar malam di dekat sini. Ayo kesana” ajaknya. Aku melongo mendengar ucapannya. Dia ini hantu atau bukan? Kenapa malah mengajakku ke pasar malam? Malam ini aku sudah cukup kehilangan akal sehatku dengan mengangguk setuju!! >.<

Seperti sepasang orang bodoh, kami berjalan berdua sambil berjauhan, tentu saja tanpa obrolan. Sesekali kulirik namja misterius ini, wajahnya terlalu tampan untuk ukuran hantu. Walaupun mungkin nasibku tidak akan seberuntung Bella Swan dalam Twilight yang bisa bertemu dengan Edward Cullen, tapi kurasa kalau namja ini benar-benar hantu, aku tidak akan bisa menolak pesonanya.

Dia mengajakku duduk di kursi kayu, “apa kau senang?”

“anio. Hanya berjalan dan melihat orang yang lalu-lalang, apa bagusnya?” dengusku, “eum.. siapa namamu?”

“Kyuhyun imnida. Cho Kyuhyun” sahutnya. Tapi tetap saja dengan tatapan kosong dan sama sekali tidak melirikku. (=.=)

“ah.. Kyuhyun-ssi, kenapa mengajakku kesini? Kita tidak saling kenal kan” ujarku, “apa kau mau tahu namaku?”

Dengan entengnya, Kyuhyun menggeleng. Kuraaang ajaaaar!! Baru kali ini ada namja yang menolak berkenalan denganku! >.<

Bisa kusimpulkan kalau dia adalah tipe namja yang angkuh, sombong, sok cool dan sok misterius. Setidaknya kalau dia hantu kan harus tetap menunjukkan sikap yang baik!!

“bintangnya indah,” kepalanya mendongak ke langit. Memang benar, malam ini bintang-bintang bermunculan. Tanpa sadar, aku malah terus memperhatikannya. Aku melihatnya. Aku melihat dia tersenyum. Hantu seperti dia bisa punya senyuman malaikat? Dan sekali lagi, di luar kesadaranku, bibirku mulai membentuk segaris senyuman.🙂

Kugelengkan kepalaku kuat-kuat, “Kyuhyun-ah, sebenarnya kau ini siapa? Kenapa tiba-tiba mengajakku kesini?”

“apa kau tidak kesepian?” tanyanya tiba-tiba. Dan itu tidak menjawab pertanyaanku, “tinggal di apartemen kecil sendirian, apa tidak kesepian?”

Alisku mengernyit, “bagaimana kau bisa tahu kalau aku tinggal di apartemen kecil?”

Apa dia ini penggemar rahasiaku?😄

Kyuhyun diam. Sedetik kemudian dia bangkit dari kursinya, “aku ingin bertemu lagi denganmu besok malam. Sekarang pulanglah, hati-hati”

Entah bagaimana persisnya kejadian ini berlangsung, yang kutahu Kyuhyun sudah mengecup keningku lembut. Rasa hangat memang menjalar ke seluruh tubuhku, tapi aku merasa sedih dengan ciumannya.

Belum sempat kubuka mulutku, dia sudah menjauh. Punggungnya tak terlihat lagi di tengah kerumunan orang disini. Siapa dia?

-the next day-

“MWO?” teriakan Jiyoo yang tepat di telingaku membuat alat pendengaran vital-ku berdengung. (=3=)

Kubekap mulutnya, “sstt~ diamlah!! Kau mau membuat telingaku tuli?”

“siapa suruh kau datang dengan cerita aneh begitu? Daya imaginasi-mu memang terlalu tinggi” Jiyoo menggeleng-gelengkan kepala.

“YA~ sudah kubilang aku tidak sedang berkhayal!! Ini nyata” ujarku. Pertemuanku dengan ‘hantu’ Kyuhyun itu memang terjadi kan semalam? Dan juga ciuman di kening itu, mana mungkin aku hanya berhalusinasi? (==’)

“geundae, bisa saja itu hanya mimpi kan? Kau terlalu memikirkan misteri aneh di dekat rumahku, jadi sampai terbawa mimpi. Bisa saja kan?”

Aku mendesah, “tapi aku juga yakin kalau itu bukan mimpi!!”

“lalu, Kyuhyun itu hantu atau bukan?” pertanyaan Jiyoo membuatku tidak bisa berkutik. Aku memang tidak bisa menjelaskan Kyuhyun yang bersamaku semalam itu manusia atau… Hiiyh~ dengan membayangkannya saja bisa membuatku merinding!! ><

“molla~ kalau pun memang ‘bukan manusia’, apa urusannya denganku? Kenapa malah menemuiku dan mengajakku ke pasar malam?? Itu kan aneeh~” cibirku.

Jiyoo terbahak, “jangan-jangan dia suka padamu!! Kalau benar, apa kau akan menerimanya?”

“aish.. kau ini terlalu tergila-gila pada Twilight ya? Jalan pikiranmu mulai sembarangan~ Aku tidak menganggap semalam sebagai kencan” jelasku. Bagaimana bisa disebut kencan kalau aku bahkan tidak tahu pasangan kencan-ku itu manusia atau bukan? O.o

Lagi-lagi ucapanku hanya disambut dengan suara tawa Jiyoo. Tertawa saja sepuasmu~ Lain kali aku tidak akan bercerita apapun padamu!! (=3=)

Tapi.. Cho Kyuhyun itu benar-benar nyata atau tidak? Aish.. tentu saja nyata!! Kalau tidak, bagaimana aku menjelaskan pasar malam yang kudatangi semalam? Apa itu termasuk khayalan-ku? Imaginasi-ku kan tidak setinggi itu~ >.<

7.16PM

“kau benar-benar akan menginap disini??” Jiyoo tercengang melihat ransel di pundak-ku. Aku mengangguk mantap. Ia menunjuk ransel hitam milikku, “kau akan menginap berapa lama?”

“belum tahu. Tapi aku bawa perlengkapan untuk 3 hari” aku nyengir di depannya.😄

“MWORAGO?? Ti.. tiga hari? Park Gyorin-ssi, kau ini sedang kabur dari rumah??” sahut Jiyoo.

“wae? Kau sangat tidak senang aku menginap disini??” sungutku. Kenapa lama-lama Jiyoo jadi makin pelit seperti namjachingu ajaibnya? (==)a

Jiyoo menggeleng, “bukan begitu~ aku hanya terkejut. Untuk apa sengaja menginap disini? Jangan bilang hanya untuk menyelidiki hantu itu”

“YA~ masih belum jelas kan dia ini hantu atau bukan, jadi jangan seenaknya membuat orang jadi hantu!!” kulepaskan sepatu kets-ku, “apa di rumahmu sedang tidak ada orang? Sepi sekali..”

“eum.. mereka pulang larut lagi. Ahh~ sudahlah, letakkan dulu ransel jumbo-mu, setelah itu kita tunggu kedatangan hantu itu di luar. Kaja~” Jiyoo membaca wajah protes-ku, “arasseo. Masih belum tentu hantu”

Aku mengambil jaket hijau dari ransel-ku. Entah kenapa aku sangat ingin memenuhi ucapannya. ‘aku ingin bertemu lagi denganmu besok malam’

Apa dia benar-benar akan menemuiku? Aish.. mengingatnya saja bisa membuat pipi-ku memanas. ><

Pertanyaanku sekarang, apa aku sudah menyukainya?

Kali ini Jiyoo tidak menemaniku. Perutnya sakit katanya. Babo~ kau pikir aku bodoh, ha? Memangnya aku tidak tahu hari ini kau akan berkelana di dunia maya-mu bersama Hyukjae? (==)a

Aku berdiri di dekat tiang listrik. Mataku berkeliling mencari bayangannya. Tiba-tiba keberanianku muncul. Aku berbisik, “Kyuhyun-ah.. Cho Kyuhyun..”

Baiklah~ aku tahu perbuatanku ini makin mirip orang bodoh. Untuk apa aku malah sengaja memanggilnya begini? Ahh~ otakku sudah rusak!! ><

“kau datang..” ada yang berbeda darinya sekarang. Kali ini dia menyambutku dengan senyuman!! Walaupun suasana disini cukup gelap dan bahkan menyeramkan, aku merasa senyumannya sangat.. bagaimana mengucapkannya ya.. mempesona?

“ahh.. kau sudah lama berdiri disitu? Aku tidak melihatmu” bibirku sedikit bergetar karena kedinginan. Ternyata jaket ini tidak mengurangi ganasnya cuaca malam ini. >.<

Kyuhyun berjalan mendekat. Eum.. sebentar, kakinya tidak melayang, berarti ini satu bukti yang menguatkan kalau dia masih golongan homo-sapien. Benar kan?😄

“temani aku ke taman. Mau kan?” tanyanya.

“he~ untuk apa?”

Kali ini Kyuhyun menarik tanganku. Baik~ bukan menarik, menggenggam lebih tepatnya!! Dia menggenggam tanganku. Omo~ tangannya juga hangat. Bukti lainnya kalau dia adalah manusia! XDD

“kedinginan?” Kyuhyun tampak memperhatikanku yang sibuk menggosok-gosokkan tangan.

Aku hanya mengangguk singkat. Saat ini aku harus memastikan semuanya. Apa namja di sampingku ini manusia atau.. bukan? Benar-benar bingung harus menganggap dia ini sebagai apa.

“Gyorin-ssi,” panggilannya membuatku terkesiap. Sejak kapan aku mengatakan namaku padanya? Kemarin? kurasa tidak. Lalu darimana dia tahu namaku?

Kyuhyun mengibaskan tangannya di depan wajahku. Aku kembali ke dunia nyata, “ne?”

“kenapa melamun? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” Kyuhyun mengamatiku. Aku menggeleng. Lagi-lagi dia menatapku, “kau tidak penasaran denganku?”

Bagus~ Dia yang memulainya. Tapi aku tidak boleh terlihat antusias. Dengan anggunnya, aku tersenyum sambil mengangguk pelan, “sebenarnya siapa kau?”

“kau lupa kecelakaan di jalanan ini setahun yang lalu?” pertanyaan ini makin membuatku terkejut.

Aku sudah berkali-kali ingin melupakannya, tapi sekarang ada orang yang membahasnya lagi. Tanganku mulai berkeringat di cuaca sedingin ini. Mau tidak mau aku melayangkan pikiranku ke masa itu.

“Gyorin-ah, ayo berikan uangmu itu!! Appa-mu ini membutuhkannya,” appa menarik-narik setelan jas sekolahku. Aku ketakutan. Luar biasa ketakutan sampai aku hanya bisa memejamkan mata.

Di tanganku tergenggam  erat beberapa lembar 10.000 won, “ANDWAE~ Ini uang milik umma. Aku tidak akan menyerahkannya pada appa!!”

Dengan susah payah aku berhasil melarikan diri dari appa. Aku berlari menghindarinya dan bersembunyi di balik tong sampah. Badanku gemetar hebat. Kutahan nafasku supaya appa tidak menemukanku.

Seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku nyaris berteriak sampai akhirnya orang ini membekap mulutku, “ssttt.. Jangan berisik. Dia bisa menemukanmu”

Kuturuti perintahnya. Aku diam. Bisa kulihat appa mulai menjauh dari gang kecil tempatku bersembunyi. Penyelamatku ini membuka bekapannya. Aku menghela nafas lega. Berharap appa akan jauh-jauh dari tempatku sekarang.

“gomabseumnida” kutundukkan kepalaku pada penyelamatku ini. Sekarang aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Matanya. Hidungnya. Dan senyumnya. Semuanya terlihat begitu sempurna di mataku. Butuh beberapa detik sampai aku berhasil menyadarkan diri, “eum.. nuguseyo?”

Namja ini tersenyum lembut, “tetanggamu. Rumahku tepat di sebelah apartemenmu”

Otakku berpikir. Rumah sebelah? Rumah itu kan rumah keluarga Cho. Jadi dia ini anak laki-laki disana? Baik sekali dia.🙂

Setelah itu semuanya gelap. Yang bisa kuingat adalah appa menemukanku. Di tangannya tergenggam sebatang kayu besar. Appa mengancamku untuk menyerahkan uangnya. Aku menolak dan kayu itu meluncur cepat ke arahku.

BRUK!!

Namja penolongku tergeletak dengan darah segar mengalir dari pelipisnya. Aku berteriak histeris. Dan tiba-tiba aku sudah ada di rumah. Keluarga itu pindah. Aku dan umma juga pindah apartemen. Baru 6 bulan berlalu saat aku bertemu Jiyoo yang baru pindah ke daerah yang paling tidak ingin kudatangi ini.

Aku menemukan Kyuhyun masih menatapku. Namanya Cho Kyuhyun kan? Cho. Apakah ini keluarga Cho yang sama? Berarti dia ini penolongku yang dulu? Atau mungkin bukan? Otakku benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini. Untuk mengingat wajah namja malang itu pun aku tak bisa.

“kau masih ingat?” lagi-lagi pertanyaannya membuat dadaku terasa sesak. Aku hanya diam. Sama sekali tidak bisa memberinya jawaban yang pasti. Berarti yang di sampingku ini benar-benar.. hantu??

Perlu waktu lama sampai aku mendesah, “kau pasti marah karena appa, tidak, aku sudah membunuhmu”

“he?” dahinya mengerut. Aku sama sekali tidak berani menatapnya. Sepertinya aku mulai merasa ketakutan. Bukan. Bukan takut karena dia ini hantu. Aku takut tidak bisa lagi menemuinya yang bahkan tidak nyata.

“mianhaeyo..” hanya itu kata yang bisa kuucapkan sebelum aku melarikan diri dari sana. Meninggalkannya yang masih membeku memandangi punggungku.

The next day

Di meja makan yang lebar ini kami hanya duduk berdua. Saling berhadapan. Jiyoo sibuk menyiapkan makanan yang harus kumakan. Diam-diam aku mendengus, dasar calon wanita rumah tangga. Dengan malas aku hanya mengaduk nasi di depanku. Tanpa sadar Jiyoo sedang memerhatikan tingkah menyebalkanku.

“masakanku tidak enak,” ujarnya, “mian..”

Agak lama sampai aku menangkap kekecewaan di wajahnya, “anii~ Aku memang tidak nafsu makan sekarang. Bukan salahmu, arachi?”

“tetap saja,” Jiyoo mengerucutkan bibirnya, “geumanhae~ Kalau tidak enak, tidak usah dimakan”

“aish.. Kau ini sensitif sekali. Ara~ akan kuhabiskan, bahkan aku akan makan 2 porsi!! Kau senang?” kulihat Jiyoo tersenyum penuh kemenangan. Terpaksa mulutku harus bekerja saat otakku tidak ingin.

Jiyoo mendadak berhenti menyendok, “ahh, benar, bagaimana nasibmu kemarin? Apa namja itu manusia??”

Aku tertegun. Jiyoo mulai tidak sabar dengan sikapku, “ceritanya agak.. aneh”

“ceritakan saja. Kita lihat bisa seaneh apa cerita itu” matanya menuntut penjelasan.

Aku menarik nafas panjang, “benar. Cho Kyuhyun itu bukan manusia”

Baiklah. Penjelasanku memang sama sekali tidak masuk akal. Saking tidak masuk akalnya, aku yakin sekali melihat Jiyoo terkesiap sampai matanya terbelalak lebar.

“ma.. maksudmu dia itu han-“ kali ini Jiyoo menelan ludah saat aku menjawabnya dengan anggukan singkat.

Aku mulai menceritakan peristiwa setahun lalu di sebuah lorong di jalanan ini. Bercerita semuanya. Juga tentang namja yang meninggal gara-gara melindungiku. Sebenarnya aku sama sekali tidak takut kalau dia itu hantu yang datang untuk membalas dendam padaku, bahkan kalau bisa aku ingin sekali bertemu dengannya sekali lagi untuk berterima kasih dan minta maaf.

“minta maaf? Wae? Karena sudah merenggut hidupnya?” Jiyoo memandangiku, “Gyorin-ssi.. Kau merasa bersalah padanya?”

Aku mengangguk, “padanya yang dulu. Geundae, saat bersamanya yang sekarang, aku..”

“menyukainya??” lagi-lagi matanya terbelalak lebar. Aku diam. Sama sekali tidak tahu harus menjawab apa. Apa iya aku mulai menyukainya? Bahkan dia sama sekali tidak ada!! Dia itu ‘sesuatu’ yang berbeda.

8.34PM

Ratusan kali kulirik jam dinding di depanku. Pasti ‘dia’ ada disana sekarang. Aku bingung harus kesana lagi atau cukup diam saja disini. Otakku sedang tidak bisa kuajak berpikir sehat.

Jiyoo berkomentar, “kalau kau mau menemui hantu itu, pergi saja”

Aku tersenyum pahit. Kali ini aku benar-benar tidak bisa membalas ucapannya soal ‘hantu’ Kyuhyun. Pikiranku mulai bergentayang mencari pembenaran. Kira-kira apa yang akan dilakukan Bella Swan saat ini? Bertemu Edward, tentu saja! Tapi Bella Swan bukan jatuh cinta pada hantu laki-laki yang sudah dibunuh ayahnya sendiri kan?

“AARGHH~~” kujambak rambutku frustasi. Bisa kulihat kalau Jiyoo sedang mengamatiku. Lagi. “Apa menurutmu aku harus menemuinya?”

“mungkin,” pandangan Jiyoo beralih ke layar komputer. “Tapi daripada aku melihatmu depresi seperti ini gara-gara hantu yang kau sukai, lebih baik kau pergi saja”

Berbekal saran, atau setidaknya komentar dari Jiyoo, aku mengambil sweater biru yang tergantung di lemari. Aku tidak peduli nantinya akan bagaimana, tapi aku memang menyukainya. Menyukai hantu yang sudah mencium keningku di pasar malam, Cho Kyuhyun.

Kusebarkan pandanganku ke sekeliling. “Apa dia akan muncul lagi?”

“mencariku?” suara emas yang kusukai. Seperti biasa dia akan menunggu sambil bersandar santai di tembok.

Kuatur debaran jantungku. “Mau bicara denganku tidak?”

“haruskah?” seulas senyum terbentuk di bibirnya, “kaja~”

Pasar malam lagi. Sekali lagi aku bersamanya disini. Kalau boleh kuteriakkan, aku sama sekali tidak keberatan dia ini manusia atau bukan, kurasa aku sudah terlanjur menyukainya. Konyol~

“Gyorin-ah,” panggilnya.

Kupotong kata-katanya, “aku minta maaf atas nama ayahku”. Alisnya mengerut. Kutarik nafas, “itu.. itu kecelakaan, ah, aku tahu kau tidak bisa menerima alasan itu. Tapi, aku benar-benar menyesal atas kematianmu. Aku tahu dari awal itu kesalahanku, membiarkanmu menyelamatkanku sampai kau harus.. mati”

“geuraeyo? Semuanya hanya kecelakaan ya?”

Aku sama sekali tidak berani menatapnya, “mianhae.. Aku bahkan tidak punya muka untuk hanya sekedar mengucapkan bela sengkawa pada keluargamu. Sekarang, saat kau muncul lagi di hadapanku setelah genap setahun dari kecelakaan itu, aku hanya bisa bilang maaf”

“geundae, aku menyukaimu” kata-kata itu memang meluncur dari bibirnya atau telingaku yang sudah rusak berat? Mataku terbelalak mendengarnya. Aku juga menyukainya..

“na do,” sahutku. Tapi buru-buru kusilangkan tanganku di depan dada. “Andwae!! Kita ini beda dunia, tidak mungkin terjadi!! Walaupun ada Edward Cullen dan Bella Swan yang sukses menjadi pasangan, tapi kurasa kita tidak akan bisa mengikuti jejak mereka!!”

Wajahnya berubah aneh dan kemudian aku yakin aku melihat dan mendengarnya tertawa terpingkal-pingkal. “Jangan seenaknya membunuh orang! Aku ini manusia~”

“he? Gojitmal~ Kalau kau hantu juga aku tidak bisa menolak pesonamu, jadi kalau kau buk-“ ucapanku terpotong oleh ciumannya. Tepat di bibirku. Terasa basah dan manis. Yang lebih penting: ada rasa hangat.

Matanya yang tajam menatapku, “percaya?”

“jadi setahun yang lalu kau belum.. mati?” kuputar lagi ingatanku, “tapi aku yakin ada upacara pemakaman di rumahmu”

Kyuhyun menggeleng, “memang. Kau tahu siapa yang mengorbankan nyawanya untukmu?”. Kali ini aku yang menggeleng. Matanya mengarah ke langit, “Cho Woohyun, kembaranku. Dia memang sudah tidak ada”

Kukerjabkan mataku, “Woohyun? Geureom, kenapa kau muncul sekarang? Apa kau dendam padaku?”

“anio. Hanya ingin tahu seperti apa Park Gyorin yang selalu dibanggakannya,” jelasnya. “Setiap pagi dia selalu melihatmu dari jendela kamarnya, setiap saat hanya bercerita gadis rumah sebelah begini, dia begitu, juga setiap kali melihatmu dibentak ayahmu, dia akan menggeram kesal”

“Woohyun.. Setelah setahun, aku baru tahu namanya sekarang? Babo saram…” kumaki diriku sendiri. “Kyuhyun-ssi, besok.. mau mengantarku ke tempat Woohyun sekarang?”

Di nisannya memang terukir nama Cho Woohyun. Tanggal kematiannya juga jelas, setahun lalu. Seikat lily putih kuletakkan disana.

“gomawoyo.. Aku tahu ini sangat terlambat, tapi tetap saja, terima kasih” kuusap batu persegi di depanku. “Aku sama sekali tidak pernah melupakanmu, karena itu aku mengira Kyuhyun ini adalah dirimu yang kembali. Otakku tidak bisa memikirkan kemungkinan yang lain selain penolongku”

Kyuhyun memegangi pundakku, “dia akan mengerti. Geokjonghajima~”

“ara..” kuusap air mataku, “Woohyun-ssi, kami pergi dulu. Ah, aku juga akan sering-sering menjengukmu kesini, akan kubawakan ratusan lily putih untukmu~”

Kutinggalkan tempat abadi Woohyun. “Aku tidak percaya aku sudah menemuinya”

“waeyo?” Kyuhyun menemaniku bersandar di mobil hitamnya.

“aku terlalu takut menghadapinya, terlalu merasa bersalah padanya”

“padahal mungkin dia sangat mengharapkan kedatanganmu” Kyuhyun merangkul pundakku, “sekarang, merasa lebih baik?”

Aku mengangguk dan tersenyum, “sangat baik. Sebenarnya sedikit kecewa”

Dahinya mengerut, “wae? Kau kecewa karena aku bukan Woohyun?”

“ani~ Aku memang menyukai Cho Kyuhyun yang berani mencium keningku di pasar malam” aku tertawa kecil. “Aku hanya kecewa, kenapa kulitmu ini tidak bersinar saat terkena sinar matahari?”

Kyuhyun mendengus, “berhentilah membicarakan soal hantu, vampire dan terutama Edward Cullen!!”

“Gyorin-ah, Kyuhyun tidak suka dibanding-bandingkan” suara lembut berbisik tepat di cuping telingaku. Mirip suara Kyuhyun. Apa mungkin Woohyun? Entahlah. Aku hanya bisa tersenyum saat mendengarnya.

-The End-

====================

Special to: ANIS. Mudah-mudahan suka, maaf cuma bisa di post lewat sini. >/\<

Thanks a lot buat Nam Woohyun/INFINITE yang uda bersedia jadi cameo hantu disini. LOL.😄

45 thoughts on “Midnite Mystery/Kyuhyun

    • Jyah.. dirimu dateng kaga ngomong2 ah.😄
      Perasaan Icha uda ngomong kan aku lagi pensiun dini untuk aktivitas di fb?
      Hehe~ Abis aku bingung mau ngabarin gimana. Mian deh.😄

      • oh, bilang atuh sekarang..
        assalamualaikum.. shelaaa.. ada vie niiiiih..😄

        nah, itu dia masalah.x..
        pas icha ngsms tentang kevakumanmu.. sms.x pending.. cuma setengah, itupun yg terakhir.. jadilah diriku ini tak tahu menahu..😄

        mh, jaman udah canggih buu..
        mention lah saya di twitter..😄

      • suka kok ngetwit..
        tapi cuma nongkrongin yg oppadeul ama liatin twit orang..😄

        komen.x:
        no comment deh..
        tak ada yg bisa kukomen..
        all thumbs up pokonyamah..

        p.s.: pesen hantu dong tiga, bentuknya kudu percis minho donghae kyuhyun..
        bisakah?😄

      • ahaha~ cuma jadi stalker yak?😄

        Aih… kaga dikasih komen malah dikasih jempol. ><
        Pesen hantu? maap neng, disini hantunya lagi abis, mau cendol aja ga? *ga nyambung. XD*

    • Ahay.. mampir juga toh? Makasih.. Makasih.. ^^
      Jyah.. ngatain kyu tar diomelin bininya loh. Di famz uda ada 2 biasnya c magnae tengil ><
      Kekeke~ saya pan bini yang berperasaan, memperkenalkan suami lebih dulu disini.😄

    • Jinjjayo? Jalan ceritanya sering stuck nih. Pingin bikin Kyu punya imej cool, pendiem de el el lah yang bisa bikin imej evilnya ilang, tapi jadinya malah kyu jarang nongol gitu.😄

      Gomawoyo~ ^^
      Amiiin~ Mudah2an makin bagus deh.🙂

      • ahahahahahaha…
        kyu jadi kayak cameo doank yak???
        padahah dia pemeran utama…

        mana jadi ‘hantu’ pula awalnya…
        hado,,, hado…
        ada” aja qm ne…😄

      • Iyaa~ makanya aku ngambil kesimpulan kalo kyu sama sekali ga ada imej cool samsek!😄

        Ahaha.. hantu gaul noh, make headphone. XDD Ujung2nya malah berasa kasian ama Woohyun yang cuma nongol bentar jadi hantu.😄

      • bwahahahahahaha…
        bener,,, kyu mah cocokan ama image evilnya… XDD

        bener tu gau bener dah…
        mana bawaannya ipod pula…
        padahal q ja gag punya ipod tapi hantu kyu malah punya… XDD

  1. Shela,, keren ff nya >,<
    Kirain hantu beneran, udah takut2 bacanya, hahaha
    Gimana sih dirimu merangkai kata? Bagus banget,, jadi pengen nulis cerpen, hehe
    Oh iy, yang add fb lo kemarin itu gue,, yang afrima widanti :p

  2. sumpah,,,antara ngakak sama terkesima….ini beneran lucu, konyol, tapi romantis…siapa coba yang gak serem kalo cowok yang ditemui cuma muncul malem, udah gitu misterius pula?? wkwkwkwk

    kerennnn….tapi yang bikin merinding itu yang terakhir,,,suara Woohyun >.<

    • hehe.. karya laamaaa~~ sangat berantakan, yahh.. gaje lah. .__.
      kadang ngerasa FF ini ga masuk akal.😄
      tapi makasihh banyak ya uda nyempetin komen. *bow*😀

      PS: kan kasian kalo woohyun ga nongol sampe akhir, jadi diselipin lahh~😄

  3. aaahhh, buka2 file lama shela, yg ini kocak.. hahahaha
    pas baca, curiga bukan hantu sih, cuma kocak aja pas di sangka hantu..
    keren keren😀

  4. suka sama ceritanya,

    O y salam kenal,dea imnida,mau tanya nich ini jihyuk couple yg ada d blognya kyuna teritori(Bnr ga nlsny ya?) kah?salam knal.

  5. wkwkwkwk… dr awal aku udh tau, pst manusia… cm gak nyangka, klo ternyata kyu pny kembaran… LOL…
    nice stiry shel…😀

  6. anyeooong…aq bru bca 2 ff kmu dan ternyta smua keren2 DAEBAK…ceritanya g monoton,smua menggalkn kesan trsendiri…aq rasa menjadi reader di WP kmu sunggh bruntung…slm kenal y!

  7. Ohh jadi yg ditemuin setaun lalu woohyun??
    Trs si kyu tgl dimana donk skrg??
    Brarti cerita kematiaan di tikungan bener yah? Cuma beda cerita ajah😀

  8. anyyeone eonn, aku pembaca baru aku suka suka sama cerita buatan eonni certanya gak ketebak. oh ya eonn aku mau nanya kalo mau minta pw ff lewat mana yaa eonn? tolong di bales yaa eonn gomawo:D

  9. Etdahh baru kali ini nemuin cerita yg kaya begini. Out of my expectation haha. Karna aku bukan tipe yg suka genre mystery tp trnyata jalan ceritanya malah bgini. Aku cuma mau bilang wooww buat cerita ini hehehehe
    Aaah, dan aku juga suka banget sm meaningless note kamu. Some of ur note are describing my feeling. Last, salam kenal. Aku ria, 92ln. Nice to land on this blog ^^

    • Hahaha… aku malah harus susah payah inget2 ini ceritanya tentang apa. ><
      Oh, helloooo there! Shela, 93ln. Selamat berjelajah! \o/ And i'll see ya around, yes?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s