[FF] My Wonderful Life -part 6-

-previously-

Kupandangi seluruh pesan dari mereka malam ini. Aku menekan tombol <mark all>, <delete>. Sebuah pertanyaan muncul di layar, [Delete marked messages?]. Pertanyaan itu sama seperti, Delete all memories about Super Junior? Dengan menahan air mata, kutekan <YES>

====================

Eunhyuk’s PoV

“Jiyoo benar-benar akan menginap di Incheon, hyung?” tanyaku. Tanganku sibuk memainkan flip henpon yang dari tadi kubuka dan kulipat.

Leeteuk hyung mengangguk, “begitulah~”

Sungmin hyung berubah panik, “dengan siapa dia disana? Bagaimana makannya?”

“cih~ dia bukan gadis kecil berusia 5 tahun” Heechul hyung menepuk kepala Sungmin hyung, “kalau ada yang berani mengganggunya akan mendapat tinju maut!”

Kangin hyung menambahkan, “dia juga tidak pernah kehabisan akal untuk mendapatkan bahan makanan”

“geundae,” sela Yesung hyung, “apa kalian tidak merasa aneh? Semua pesan dari kita tidak ada satu pun yang dibalas. Biasanya juga dia menelpon salah satu dari kita”

Hatiku makin tak karuan. Yesung hyung benar, tidak biasanya Jiyoo menolak membalas pesan dari kami. Apa ada yang tidak beres?

Leeteuk hyung bersuara, “YA! Kenapa pikiranmu itu selalu negatif? Bisa saja kan Jiyoo sedang tidur di bis? Hari ini jadwalnya juga cukup padat”

“geureom~ Pasti begitu” sahut Sungmin hyung, “besok pagi Jiyoo pasti akan langsung memberi kabar pada kita”

Benar~ Besok pagi dia akan memberi kabar. Pada kami. Padaku.

To: My Special Girl
-bogoshipoyo~ Saranghae. ^^-

====================

-esoknya-

Pertama kali yang kulakukan saat aku bangun adalah memeriksa henponku. Berharap dia membalas pesanku semalam.

“tidak ada?” pekikku saat melihat layar, “apa dia belum membacanya?”

‘ting…tong…’
Bel berbunyi. Kudengar Kyuhyun berteriak, “JIYOO SUDAH DATANG!!”

Aku segera beranjak turun dari ranjang. Pasti karena itu dia tidak membalas pesanku, karena dia akan pulang pagi ini. Semua member berkumpul di depan pintu.

“annyeong haseyo~” bukan Jiyoo. Ini bukan Jiyoo. Ini…..

“Kim hyung?” Leeteuk hyung mengarahkan tatapan bingung, “kapan kau keluar dari rumah sakit? Kudengar kau masih harus menjalani beberapa tes pemulihan”

“wae? Kalian tidak senang melihatku?” tanyanya. Kami menggeleng dengan kompak. Kim hyung tersenyum, “sekarang aku akan kembali menjadi manager Super Junior”

“MWO?” Heechul hyung menjadi member yang paling tidak bisa menutupi keterkejutannya, “geureom, Choi Jiyoo?”

Kim hyung merebahkan tubuhnya di sofa, “tentu saja tidak ada lagi Choi Jiyoo. Seperti kata kalian 2 bulan lalu, dia hanya penggantiku sementara”

Beberapa member saling bertukar pandang. Kami terdiam. Hari itu akan datang secepat ini? Aku belum sempat menanyakan apapun padanya.

“hyung, apa Jiyoo sudah tahu?” tanya Ryeowook. Raut khawatir tidak dapat dia sembunyikan.

“sudah. Bukankah dia sudah pergi dari sini?” Kim hyung tersenyum lagi. Kurasa aku mulai muak dengan senyumannya. Jadi Jiyoo pergi karena ini?

Kangin hyung berdiri dari tempatnya. Wajahnya menegang, “Jiyoo pergi karena hyung memaksanya?”

“Youngwoon-ah, tenanglah” Kim hyung tetap memasang senyum palsunya, “aku tidak memaksanya pergi. Aku hanya mengingatkan bahwa sekarang adalah saat-saat kebebasannya”

“mworago?” Donghae mengepalkan tangannya, “maksudmu kami hanya penjara baginya?”

Kim hyung malah tertawa, “hahaha… kau makin lucu, Donghae-ah. Bukankah dari awal dia tidak menjadi bagian apa-apa dari kalian? Sejak awal dia memang hanya ‘orang asing’ disini”

Caranya menyebut Jiyoo sebagai ‘orang asing’ membuatku marah, “Jiyoo bukan orang asing! Dia keluarga kami!!!”

“Eunhyuk-ah, kenapa kau begitu emosi?” Kim hyung menatapku, “apa kalian lupa kalau dia-lah yang membuatku masuk rumah sakit?”

“hyung,” Leeteuk hyung berdiri di depanku, “kita sudah pernah membahasnya, itu hanya kecelakaan. KECELAKAAN. Dan itu bukan keinginan Jiyoo, jadi berhentilah menganggap dia sebagai gadis jahat”

“ho~ kau membelanya sekarang?” Kim hyung mencengkeram kerah Leeteuk hyung, “dia, gadis bernama Choi Jiyoo itu sudah membuatku kehilangan kesempatan untuk memperoleh promosi di SM! Aku sudah menunggu kesempatan itu selama 5 tahun!! Kau tahu itu kan, Jungsoo?”

Mata kami terbelalak. Benarkah itu? Kim hyung menyimpan dendam seperti itu pada Jiyoo? Bukankah dia pernah bilang dia tidak marah pada Jiyoo?

“ne. Nan arayo~” Leeteuk hyung memulai perdebatan dengan Kim hyung, “tapi dendammu itu salah alamat. Seharusnya kau marah saja pada Lee Sooman sonsaengnim, kenapa dia malah memberikan promosi itu pada manager SHINee, Shin Taechan? Itu membuktikan bahwa kau juga masih belum pantas mendapatkannya”

“mworago? Kau berani mengatakan ini padaku?” Kim hyung melayangkan tinjunya ke arah Leeteuk hyung. Kejadian itu terlalu cepat. Badan Leeteuk hyung sudah terjatuh ke lantai dengan bibir yang berdarah.

Siwon memapah Leeteuk hyung, “hyung, gwenchana?”

“YA! Kau tidak mempunyai hak memukul leader kami!” Sungmin hyung pasang badan untuk Leeteuk hyung.

“geurae?” Kim hyung mengepalkan lagi tangan kanannya, “tentu saja aku berhak!”

Tangannya ditahan oleh Shindong hyung, “berhenti membuat kekacauan disini. Lebih baik hyung tinggalkan dorm ini”

Kim hyung mencibir, “cih~ kalian makin kurang ajar. Kalian pikir siapa yang membuat kalian begini terkenal, ha?”

Dia berjalan meninggalkan dorm kami. Hatinya cukup panas saat ini. Begitu pun kami. Kalau dia tidak segera keluar dari dorm ini, kami pasti akan langsung menghadapinya.

====================

-Incheon-

Jiyoo’s PoV

Puluhan pesan masuk ke henponku sejak semalam. Ada juga beberapa missed calls dari mereka. Tak satu pun kupedulikan. Atau setidaknya, tidak bisa kupedulikan. Pesan terakhir yang paling kuingat adalah ‘bogoshipoyo~ Saranghae’ dari Eunhyuk.

Kutarik nafas panjang, “entah harus senang atau sedih~”

‘drrt…drrt…’
From: Anchovy Oppa
-kami sudah tahu masalahnya. Pagi ini ada kekacauan di dorm. Kim hyung mengamuk dan Jungsoo hyung terluka. Pulanglah~ kita bicarakan bersama-

“mereka sudah tahu~” desahku, “Jungsoo oppa juga terluka, otte? Apa yang harus aku lakukan?”

[Pinky Oppa calling…]
“Sungmin oppa?” kubiarkan henponku bergetar, “mianhae~ aku tidak bisa mengangkat telepon darimu. Dari kalian”

=====================

Author’s PoV

Sungmin mondar-mandir dengan henpon menempel di telinganya. Tampaknya seseorang yang ingin dia hubungi tidak menjawab panggilannya.

“tidak diangkat?” tanya Kyuhyun sambil memegang handuk basah di tangannya. Sesekali diusapkan handuk itu ke bibir Leeteuk yang masih berdarah.

Leeteuk berteriak, “YA! Pelan-pelan sedikit”

“mianhae, hyung” sahut Kyuhyun. Diusapkan lagi handuk basah itu dengan lebih pelan.

Sungmin menggeleng, “anio. Otte? Apa ada yang tahu rumah Jiyoo di Incheon?”

Semua member mengangkat bahu. Tentu saja. Jiyoo belum pernah mengajak mereka ke rumahnya. Tidak sempat, tepatnya.

“aku akan meminta manager selain Kim hyung” tegas Heechul. Semua member menatapnya bersamaan, “wae? Bukankah itu ide yang bagus?”

“andwae, hyung” sahut Kibum, “itu hanya akan menambah masakah baru antara kita dan Kim hyung”

Yesung mengangguk, “geurae~ mungkin kita harus bertahan dulu sebentar”

Semua member diam lagi. Tidak ada jalan keluar yang tepat yang bisa mereka ambil. Bahkan satu-satunya orang yang ingin mereka temui sedang berada di Incheon.

====================

-siang harinya-

Leeteuk’s PoV

Aku masih meringis karena bibirku yang sobek. Otakku tidak bisa berpikir jernih. Apa yang bisa kami lakukan sekarang? Membiarkan Kim hyung menjadi manager kami juga bukan ide yang baik.

“aku akan mencarinya ke Incheon” kata Eunhyuk tiba-tiba. Kami berduabelas menatapnya heran.

Kangin menyahut, “michyeoso?”

“anio, hyung” Eunhyuk mengepalkan tangannya dengan yakin, “bukankah kita juga lebih suka Jiyoo yang menjadi manager kita?”

“otte?” desisku, “bagaimana caranya?”

Eunhyuk mengangkat bahu, “molla~ tapi akan kucari tahu caranya”

“aku ikut!” Sungmin berdiri tegak. Wajahnya serius. Bisa kupastikan dia tidak sedang bercanda dengan keputusannya.

Aku berdiri, “tidak ada yang akan meninggalkan dorm ini!”

“geundae, hyung” Siwon menimpali, “biarkan saja salah satu dari mereka mencari Jiyoo. Setelah ada Jiyoo, kita bisa mencari solusi dari semuanya”

“tidak ada solusi apapun yang bisa diambil” aku menghela nafas, “Kim hyung benar, sejak awal Jiyoo hanya pengganti sementara”

“hyung, aku-“ Eunhyuk menginterupsi.

Heechul menahannya, “geureom~ Choi Jiyoo memang bukan siapa-siapa bagimu” katanya lantang, “tapi dia orang yang penting bagi kami!”

“kau pikir bagiku tidak?” tegasku, “bagiku juga. Tapi tidak bisakah kita menjalani hidup yang memang sudah ada sebelum Jiyoo muncul? Tidak perlu merubah apapun!”

Kutinggalkan mereka sambil terus kuraba lukaku. Bukannya aku tidak mau mengusahakan apa-apa untuk Jiyoo, karena kenyataannya dia juga orang yang penting bagiku. Bagi Super Junior.

Kubuka lagi pesan itu di henpon-ku,
From: Uri Jiyoo
-oppa, gwenchana? Oppa pasti sangat terbebani sekarang. Mianhae. Masalah yang kutimbulkan malah semakin menyusahkan kalian. Aku tahu oppa akan membelaku sampai oppa melukai tubuh sendiri. Tapi aku minta jangan melakukan apa-apa lagi. Semuanya akan lebih baik kalau kalian menjalani hidup seperti dulu. Tanpa merubah apapun. Oppa bisa melakukannya kan? Demi 4jib dan ELF. Mulai sekarang tidak ada lagi Choi Jiyoo untuk Super Junior. Tapi aku akan selalu mendukung kalian. Super Junior, hwaiting! Saranghae~ ^^-

Kutarik nafas panjang, “kalau bukan karena kau yang memintaku, aku tidak akan pernah berbuat pasrah begini”

====================

Jiyoo’s PoV

Hatiku tetap tidak tenang. Apa Leeteuk oppa akan melakukan apa yang kuminta? Bagaimana kalau dia tidak bisa melakukannya?

“andwae~ Leeteuk oppa tidak akan melakukan semuanya” kucoba tersenyum, “dia tidak boleh mengorbankan album 4jib ini!”

Puluhan pesan tidak berhenti masuk ke henpon-ku. Aku mulai berpikir untuk ganti nomor. Tapi pasti aku tidak bisa meminta mereka melakukan apa yang paling baik untuk mereka. Huwaa~ bingung. >.<

Kupandangi wallpaper di layar henpon-ku. Foto Super Junior bersamaku. Kedua pipiku ditarik Eunhyuk dan Donghae agar terlihat tersenyum. Wajahku aneh sekali disini. Geureom~ mereka memaksaku berfoto bersama mereka! Mana mungkin wajahku tidak aneh?😦

“na~” foto itu mulai terlihat tidak jelas saat buliran air mataku menggantung, “bogoshippeunde~”

====================

-beberapa malam setelahnya-

Eunhyuk’s PoV

“hari ini aku akan menemani Jungsoo dan Hyukjae ke Sukira” kata Kim hyung pada kami, “bersiap-siaplah!”

Aku sudah muak dengan sikap Kim hyung yang makin menjengkelkan. Sikapnya tidak seperti manager artis, kurasa lebih seperti majikan yang memerintah anjing peliharaannya!

Kim hyung tampaknya bisa membaca pikiranku, “Hyukjae-ah, kenapa wajahmu itu?”

“anio. Tidak ada apa-apa” cibirku, “memangnya apa yang ada di wajahku? Tulisan ‘anjing baik’?”

“mwo? Kau mau menantangku?” tantangnya. Tentu saja! Kau pikir aku takut padamu, ha?

Leeteuk hyung menengahi, “ani, hyung. Hyukjae hanya sedang bercanda”

Kim hyung berlalu sambil berdesis kesal pada kami. Entah apa sikap sok bos-nya itu juga dia tunjukkan saat dia mengatur jadwal member yang lain atau tidak. Tapi yang jelas, aku sangat muak dengan sikapnya. Dulu Kim hyung tidak pernah bersikap seenaknya pada kami. Atau jangan-jangan kepalanya benar-benar terluka parah? Kalau tahu begini, seharusnya Jiyoo memukulnya lebih keras!

“cobalah bersikap lebih baik” Leeteuk hyung membujukku untuk kesekian kalinya, “jangan terus-menerus mencari masalah dengannya”

Kutenangkan diriku, “Jiyoo~”

“mworago?” tanya Leeteuk hyung. Aku hanya menggeleng. Dia tidak akan mengerti perasaanku. Aku merindukan 2 orang saat ini. Manager-ku. Sekaligus gadis-ku. Aku benar-benar ingin melihatnya sekarang.

====================

-Incheon-

Jiyoo’s PoV

Akhirnya kuputuskan kembali ke Seoul. Bukan untuk menemui mereka memang, aku hanya akan melanjutkan sekolahku disana. Tapi tidak bisa kusangkal kalau keputusanku ini memang 85% karena aku mengkhawatirkan mereka. Aku takut mereka makin kesulitan dengan jadwal mereka.

Nara menepuk bahuku, “benar-benar akan kembali?”

“ne. Apa kau pikir ini tindakan yang benar?” tanyaku, “atau lebih baik aku tetap bersembunyi disini?”

“untuk apa kau sembunyi?” jelasnya, “kau tidak salah kan? Tidak perlu lari. Bertemu dengan mereka pun tidak akan mengubah apa pun, itu katamu kan?”

Aku mengangguk lemah, “geurae~ bertemu pun tidak akan mengubah apa-apa. Baiklah, aku berangkat sekarang! Jaga dirimu~”

Nara memelukku, “ara~ Kau juga, awasi saja mereka dari jauh”

“ye. Aku hanya akan berbuat seperti itu” aku mengarahkan kakiku ke depan pintu, “annyeong-hi gaseyo~”

Nara melambaikan tangannya padaku. Senyumnya terkembang seolah menyemangatiku. Kupejamkan mataku dan kutarik nafas panjang. Kusiapkan hatiku. Aku harus menjaga mereka dari jauh, setidaknya hanya untuk memastikan mereka baik-baik saja.

====================

Dengan susah payah, aku mendapat tempat tinggal. Tidak jelek. Seorang gadis bernama Jung Taehee bersedia berbagi kamar denganku di dormnya. Aku bilang aku adalah mahasiswi yang sedang berkuliah di Seoul. Bukan bermaksud menipu~ hanya saja, mana mungkin aku bilang aku adalah mantan manager Super Junior yang ingin memata-matai mereka?😄

“onnie, hari ini akan pergi kuliah?” Taehee menyadarkanku dari lamunan tentangnya.

Aku menggeleng, “anii~ hanya melihat lingkungan universitas sambil mencari pekerjaan sambilan”

“pekerjaan sambilan?” tanyanya, “akan kutanyakan di salon tempatku bekerja”

“he~ kau bekerja di salon?” gadis semuda dia bekerja di salon? Aku pikir di toko buku atau kafe.

Taehee mengangguk, “ye. Kami sering menjadi make-up artis juga. Kami pernah merias After School, f(x) dan SNSD”

“jeongmal? Huwaa~~ beruntung sekali kau” pekikku, “hanya girlband?”

“anio. SHINee dan FTi juga pernah~” katanya bangga, “tapi aku belum pernah bertemu Super Junior”

“kau ELF?” tanyaku. Dia saja sangat ingin bertemu dengan mereka, aku malah sedikit bosan melihat ketigabelas namja itu.😄

“ne. Naneun ELF imnida~~ Aku suka pada Hangeng gege. Dia namja idamanku~~” dia tersenyum saat menyebutkan nama Hangeng.

“geureom~ dia namja yang sangat baik. Selama aku mengenalnya, dia namja yang selalu tersenyum dan tidak pernah mengeluh. Aku juga sangat mengaguminya” jelasku. ^^

Alisnya mengernyit, “onnie mengenalnya?”

Buru-buru kuputar otakku, “anii~ mana mungkin? Maksudku, selama aku menjadi ELF dan menyukai Super Junior”

Taehee hanya mengangguk paham. Dengan cepat kuhabiskan sarapanku dan langsung meninggalkan dormnya. Mianhae~ bukannya aku tidak mau jujur, hanya saja saat ini aku mau melakukan semuanya diam-diam.

====================

-jalan kecil dekat dorm-

Haha~ aku sudah sampai di dekat dorm. Penampilanku ini tidak mencolok kan? Hoodie cokelat, rompi putih, celana jins dengan kacamata hitam dan rambut diurai.

“ommo~ Sudah pagi begini tidak ada tanda-tanda mereka akan keluar” kubuka catatan kecil-ku, “jadwal Strong Heart, rekaman 4jib. Jadwalnya cukup padat hari ini~”

Aish…kenapa aku tidak bisa berhenti melepaskan status-ku sebagai manager mereka? >.<
Kulihat sebuah van putih berhenti di depan dorm. Van Super Junior. Kim ahjussi keluar dari pintu pengemudi. Ahjussi itu berlari kecil masuk ke dalam dorm.

“geurae~ Ahjussi itu akan mengurusi mereka lebih baik dariku” desahku.

Dari jauh kulihat Leeteuk, Hankyung, Heechul dan Yesung sudah berjalan menuju van mereka. Seperti biasa mereka terlihat sempurna~ Hanya saja rambut Leeteuk dan Heechul malah berubah blonde.

Aku berkomentar, “aigo~ kenapa warna blonde Leeteuk oppa seperti itu? Apa dia tidak bisa memilih warna yang lebih bagus?” (=.=)

Dalam hati aku hanya bersyukur bisa melihat mereka lagi. Mereka tampak semakin baik. Kim ahjussi benar-benar bisa menjaga mereka dengan baik. Kalau begini aku bisa tenang~ ^^

“geureom, aku akan kembali ke Incheon dan mengawasi mereka dari sana saja” aku bicara pada diriku sendiri.

====================

Author’s PoV

Seseorang mengendap di belakang Jiyoo. Matanya menatap punggung Jiyoo tajam. Kakinya berjalan pelan, nyaris tanpa suara. Bibirnya menyeringai. Tangannya terbuka, seolah siap menangkap mangsa.

Tak lama, tangan itu membekap mulut Jiyoo. Cukup erat tapi tetap membiarkan Jiyoo bisa tetap bernafas. Jiyoo meronta. Berjuang membebaskan diri.

=T.B.C=

20 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 6-

  1. itu siapah ? nnnnnnggg, kim ahjussikah ? kita saksikan di silet /pletaaaak
    onn, kenapa MWL belum dilanjutin lagi ? *tukang maksa*
    ehehehehehehe

  2. astaga, ternyata Kim ahjusshi malah dibikin antagonis =.=
    tapi, kok pake ninju teuki sih? T^T kan kasiaaaan

    akhirnya, Kibum dapet dialog lagi (takut dilupakan)

    ngomong-ngomong, kenapa umin juga ikutan suka Jiyoo?
    Jiyoo tetep ama kunyuk aja dah –pasangan abnormal😛

    Tak lama, tangan itu membekap mulut Jiyoo. Cukup erat tapi tetap membiarkan Jiyoo bisa tetap bernafas.
    = O.o AAH! siapa yang mbekep Jiyoo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s