[FF] My Wonderful Life -part 5-

-previously-

“cih~ gadis ini berani bermimpi memerintah kita” Leeteuk hyung melengos. Tapi diam-diam kami bertiga menahan tawa. Choi Jiyoo~ kau benar-benar gadis ajaib.

‘drrt…drrt…’
Leeteuk hyung mengangkat telponnya, “yeoboseyo?”
“…”
“jinjja? Onjeimnikka?”
“…”
“mwo? Anii~ bisakah ditunda?”
“…”
“ye. Arasseo. Kamsahamnida”

Wajah Leeteuk hyung berubah muram. Aku merasakan firasat buruk, “hyung? Waekeurae?”

=====================

Eunhyuk’s PoV

“hyung, ppaliwa~” Shindong hyung berubah tak sabar, “waekurae?”

Leeteuk hyung menatap Jiyoo yang sedang tertidur di pundakku, “dia…”

“wae?” tanyaku. Aku sudah mulai tidak sabar dengannya, “hyung? Ada apa?”

“Kim hyung sudah sembuh” senyum Leeteuk terkembang, tapi masih ada gurat sedih di setiap sudut wajahnya, “tidak lama lagi kita benar-benar akan berpisah dengannya”

Suasana dalam mobil mendadak sepi. Leeteuk hyung berwajah lusuh. Shindong hyung juga hanya bisa berwajah datar sambil memperhatikan Jiyoo.
Sisa perjalanan kami benar-benar membosankan. Selain Jiyoo yang sedang bersandar di pundakku, kabar kesembuhan Kim hyung juga membuat kami bertiga malas membuka mulut.

Shindong hyung membuka pintu mobil belakang, “akan kugendong Jiyoo. Naikkan dia ke punggungku, Hyukjae-ah”

Aku hanya menurut. Kupindahkan tubuh Jiyoo dengan hati-hati, “pelan-pelan, hyung”

-di dorm-

“kalian sudah pulang? Aku sudah membuatkan makan malam” Ryeowook berlari ke arah kami begitu kami membuka pintu dorm, “ommo~ anak ini tidur?”

Aku mengangguk, “ne. Hari ini dia terlalu bersemangat”

“hyung, akan kusiapkan selimut dan kasur untuk Jiyoo” Donghae bergegas masuk ke kamar Jiyoo.

Leeteuk menarik nafas panjang, “ottokajyo?”

“he? Waekeurae, hyung?” Hankyung duduk di sampingku, “apa yang terjadi?”

“Kim hyung sudah sembuh” jawabku cepat.

“mungkin kita akan segera berpisah dengannya” Leeteuk hyung menambahkan, “dengan Jiyoo”

“sirheo! Aku tidak mau! Jiyoo sudah bersama kita selama 2 bulan dan aku mulai menganggapya sebagai adik kecil-ku” Heechul hyung berteriak.

Kangin hyung menaruh telunjuk di bibirnya, “jangan berisik, hyung. Jiyoo sedang tidur”

“geundae,” Kyuhyun menimpali, “apa yang bisa kita lakukan tanpanya?”

Kibum mengangguk, “kita terlalu tergantung pada Jiyoo. Saat bersama Kim hyung kita tidak pernah dijaga sebaik ini”

“kalau memang harus melepasnya…” Hankyung menunduk, “lepaskan saja. Mungkin justru itu yang terbaik untuknya. Untuk kita”

Untuk sesaat kami hanya bisa terdiam. Kami sadar cepat atau lambat kami akan kehilangan Jiyoo, hanya saja kami tidak menyangka akan secepat ini. Saat kami mulai menyayanginya. Saat kami sangat peduli padanya. Dan….. saat aku mulai menyukainya?

====================

JiYoo’s PoV

Mataku pelan-pelan terbuka saat sayup-sayup kudengar suara TV. Kulirik jam yang berdiri di meja bundarku. 22.54. Aku beranjak dari ranjangku dan menemukan Sungmin tertidur di sofa, “oppa~ jangan tidur disini. Ayo pindah, disini dingin”

Sungmin membuka matanya sedikit lalu mendengus, “pergilah kau penyihir~”

Mworago? Penyihir? Kalau tidak ingat dia sedang setengah tertidur, akan langsung kusumpal bibir mungilnya dengan kaos kakiku! >.<
“oppa~ ini Choi JiYoo. Gadis manis dan baik hati, bukan penyihir. Ayo bangun~~”

“Jiyoo ~” Sungmin mengigau lagi, “jangan pergii~ jangan pergi dariku”

Sungmin menarik lenganku dengan kasar. Tubuhku hampir menimpa badannya. Hampir, karena aku menahan tubuhku dengan tangan kananku. Sekarang wajah kami sangat sangat sangat dekat. >.<

“Sungmin oppa, gwenchana?” tanyaku panik. Tidak penah Sungmin bertingkah seaneh ini.

Mata Sungmin terbuka sedikit, “anii~ sarangha-“

Eunhyuk datang tiba-tiba dan langsung melepaskan tangan Sungmin dariku, “hyung~ bangunlah”

“he?” Sungmin terjaga dan mengerjapkan matanya, “sedang apa kalian ramai-ramai disini? Belum tidur?”

“harusnya aku yang bertanya, sedang apa hyung disini?” tanya Eunhyuk. Perkiraanku, pasti dari tadi dia melihatku dan Sungmin yang sedang mengigau parah. >.<

“lupakan saja, sekarang lebih baik Sungmin oppa pindah ke kamar” sahutku cepat, “tidurlah~”

Sungmin mengangguk lemah. Dia berjalan meninggalkanku dan Eunhyuk. Agak lama kami saling diam. Kenapa aku malah salah tingkah begini di depannya?

“Jiyoo -sshi” panggilnya, “gwenchana?”

“na? Gwenchanayo~” jawabku, “kenapa oppa bisa tiba-tiba datang seperti tadi?”

Eunhyuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “eum…. Kebetulan?”

“geuraeyo?” aku mendesah. Hanya kebetulan? Kenapa aku sedikit kecewa? Jiyoo, kau aneh sekali, “geureom~ hanya kebetulan. Baiklah, aku akan kembali ke kamar. Oppa juga, tidur-“

Eunhyuk menarik lenganku. Bibirnya mendarat di bibirku. Rasa hangat langsung menjalar ke seluruh tubuhku. >///<
Aigo~ jantungku seperti berhenti berdetak! Bagaimana bisa seorang Lee Hyukjae melakukan hal seperti ini pada seorang yeoja?

Eunhyuk melepaskan ciumannya perlahan, “mian~”

“oppa?” kutatap matanya yang tak bisa membalas mataku, “waeyo?”

“saranghae” sahutnya singkat sebelum berlalu dari hadapanku. Pelan-pelan kuraba bibirku, rasa hangatnya masih ada. Ini pertama kalinya untukku~ >.<

====================

-esoknya-

Aigo~ Aku tidak bisa tidur semalam penuh. Setelah ‘serangan’ mendadak Eunhyuk semalam, tepatnya. >///<

“Jiyoo -sshi, selamat pagi~” Kyuhyun menepuk pundakku, “ommo~ kantung matamu itu, kenapa menghitam?”

“jinjja?” aku benar-benar sedang tidak bersemangat. Kyuhyun menyodorkan cermin kecil yang ada di atas meja. Kulihat wajahku, “he~ benar-benar hitam!”

“kau tidak tidur semalam?” Leeteuk mendadak muncul di pantulan cermin, “kau kan yang tidur paling awal”

Aku diam. Apanya yang paling awal? Aku terbangun dan diberi 2 perlakuan berbeda dari 2 namja di dorm ini. >.<

Sungmin datang sambil mengusap pipiku, “kau tidak tidur lagi sejak menyuruhku pindah ke kamar?”

“ye. Tidak bisa tidur” kepalaku mengangguk lemah. Sungmin hanya tersenyum simpul. Apa dia lupa tindakan nekatnya semalam? Padahal itu pertama kalinya aku dan Sungmin hanya berjarak 3 cm satu sama lain!! >.<

“PAGI SEMUA~~” Eunhyuk muncul tiba-tiba dengan senyum lebar terkembang di wajahnya. Buru-buru kupalingkan wajahku. Aku tidak bisa menatapnya untuk saat ini. (>o<)

Ryeowook muncul dari balik dapur, “sarapan siap!! Ayo makan~~”

“oppa, akan kubantu menyiapkan sarapannya” aku berlalu di depan Eunhyuk tanpa sekalipun memandangnya. Wajahku tertunduk tapi sekilas kutangkap cengiran kecil darinya. Aku bisa gila~~

====================

-di mobil-

Untung saja aku tidak berada di mobil yang sama dengannya. Hatiku masih belum siap untuk bersikap seperti biasanya.

Kutarik nafas panjang. Hankyung memperhatikan, “Jiyoo-sshi, gwenchana?”

“ah, gwenchana~” mana mungkin tidak apa-apa?

‘drrt…drrt…’
From: Anchovy oppa
-aku serius dengan kata-kataku. ;D-

MWO? Ige mwoya~? Apa-apaan dia?

‘drrt…drrt…’
From: Pinky oppa
-JiYoo-sshi, aku ingat kejadian semalam. Kau tidak bisa tidur gara-gara itu? ^o^-

Aish~ benar. Itu juga alasannya. Tapi itu bukan alasan terkuat. Tunggu dulu, sekarang mereka sedang berada dalam mobil yang sama kan?

====================

Eunhyuk’s PoV

Hehe~ aku penasaran dengan jawaban darinya. Daripada nanti kalau Jiyoo benar-benar pergi dan aku tidak sempat mengatakan apa-apa, lebih baik aku nekat!

“YA! Eunhyuk-ah, kenapa kau senyum-senyum begitu?” Kangin hyung melirik henpon di tanganku, “ah~ kau sedang melihat gambar-gambar yang mencurigakan ya?”

Aku tetap tersenyum, “anio. Hanya membayangkan sesuatu yang kulakukan semalam”

Kangin hyung melotot, “apa yang sudah kau lakukan semalam? Menonton film aneh lagi?”

“hyung~ aku bukan lelaki seperti itu” elakku, “aku melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Rasanya menyenangkan”

Kangin hyung mendengus. Aku nyengir lebar. Kulihat Sungmin hyung juga sibuk dengan henponnya. Berkali-kali dia membuka dan menutup flip henponnya. Senyumnya juga tak kalah aneh denganku.

Kutepuk pundaknya, “hyung, kau sedang apa?”

Sungmin hyung menggeleng, “anio. Hanya sedang senang”

Aku ikut tersenyum. Setidaknya ada orang lain yang juga sedang senang sepertiku.

‘drrt…drrt…’
From: My Special Girl
-oppa~ jangan mengungkit itu dulu. Aku benar-benar malu~ >.<-

“hahaha” tawaku meledak. Semua member di mobil mengarahkan pandangannya tepat ke arahku. Aku hanya bisa nyengir kuda, “mian. Ada lelucon lucu dari temanku”

Gadis ituu~~ Selalu membuatku terhibur. Tak lama, Sungmin hyung kembali tersenyum sambil memandangi layar henponnya. Sepertinya dia membaca pesan dari seseorang.

====================

Sungmin’s PoV

“hahaha” aku terkejut saat Eunhyuk tiba-tiba saja tertawa sesaat setelah menerima pesan di henponnya. Eunhyuk nyengir, “mian. Ada lelucon lucu dari temanku”

‘drrt…drrt…’
From: Sweetest Smile
-ye. Sedikitnya memang karena itu. Apa oppa memang hobi mengigau seperti semalam? Menakutkaan~ ^^v-

Aku tersenyum simpul. Tidakkah kau tahu aku sama sekali tidak pernah mengigau seperti semalam? Itu hanya terjadi saat aku memikirkanmu. Kau yang akan segera pergi dari kami. Dariku.

====================

Jiyoo’s PoV

Kulipat flip henponku setelah selesai mengirim pesan pada 2 namja itu. Entah bagaimana reaksi mereka, tapi mereka berdua berhasil membuatku tidak bisa berpikir jernih sekarang. >.<

‘drrt…drrt…’
From: Anchovy Oppa
-aku akan bicara padamu lagi nanti, jangan coba-coba menghilang, arasseo?-

He~ Otte? Dia mengajakku bicara? Sirheo~ Aku belum siap!! >///<

‘drrt…drrt…’
From: Pinky oppa
-haha~ ini gara-gara kau. Kau tahu apa yang akan kukatakan semalam? Hyukjae menghalangiku semalam. :(-

Bagaimana inii~? Aku bisa gilaa~~

Heechul mencubit pipiku, “YA! Ayo turun, kita sudah sampai. Kau mau di mobil sampai kapan?”

“sudah sampai?” aku menoleh ke jendela. Kami sudah berada di tempat parkir gedung. Eunhyuk dan Sungmin memandangku dari jauh. Aigo~~ >.<

====================

Seharian ini aku hanya duduk sambil tertunduk lesu di ruangan Super Junior. Walaupun kali ini mereka rapat tentang penampilan baru mereka di album 4jib lagi, aku sama sekali tidak bisa merengek ikut. Bagaimana mungkin aku memaksa ikut saat ada 2 namja yang sibuk memperhatikanku lekat-lekat?

“huaah~~” kutarik nafas kuat-kuat, “Choi JiYoo, aku benar-benar bingung kenapa nasibmu bisa beruntung dan sial secara bersamaan seperti ini?”

‘drrt…drrt…’
From: Anchovy oppa
-Disini membosankan~ kau sedang apa disana?-

Aigo~ siksaan batinku dimulai lagi. >.<
To: Anchovy oppa
-hanya duduk saja. Dengan mulut terbuka. (=o=)-

‘drrt…drrt…’
From: Anchovy oppa
-haha~ aku membayangkannya sekarang. Dasar~ lakukanlah yang lain-

To: Anchovy oppa
-ada yang lain? Aku sedang miskin ide-

‘drrt…drrt…’
From: Anchovy oppa
-pikirkan aku~ kekeke. Bercanda~ ^^v-

Mau tak mau aku melayangkan senyumku ke udara. Pelan-pelan pikiranku membawakan sepotong rasa hangat semalam. Jantungku kembali memburu tak karuan. >.<

‘drrt…drrt…’
From: Pinky oppa
-kau sudah bisa menebak apa yang akan kukatakan?-

To: Pinky Oppa
-anii~ aku bukan peramal. (=.=)-

‘drrt…drrt…’
From: Pinky oppa
-tebaaak~-

Heum…. Semalam~ apa yang akan Sungmin katakan semalam? “anii~ sarangha-“ Sarangha? Saranghae? Saranghaeyo?? >.<

To: Pinky Oppa
-molla~ otakku sedang buntu-

‘drrt…drrt…’
From: Pinky oppa
-Saranghaeyo~ ^^-

MWO? Jadi benar-benar ‘saranghaeyo’? Anii~ Andwae~~

‘tok…tok…’
“JiYoo-sshi, annyeong?” sosok namja setengah baya masuk ke ruangan Super Junior. Sosok yang kukenal. Ada sedikit firasat buruk saat dia masuk dan berjalan menghampiriku.

====================

-di mobil-

“hari ini benar-benar melelahkan. Tapi mudah-mudahan rencana album 4jib sukses!” Leeteuk menyandarkan kepalanya, “kita pasti akan membuat ELF kagum sekali lagi!”

Aku menyahut, “kalian tidak pernah berhenti memuat kami kagum. Tenang saja~”

Leeteuk tersenyum, “geurae? Kau selalu bisa membuatku semangat!”

“hwaiting!” sahutku, “oppa, bisakah aku pulang ke Incheon sebentar? Ada yang harus kuselesaikan disana”

“kau akan menemui Nara?” tanya Yesung. Aku menggeleng. Yesung melanjutkan, “geureom, untuk apa?”

“berhentilah mengurusi orang lain” potong Heechul, “urusi saja lagu solo-mu yang mulai melonjak naik itu“

Yesung tersipu, “hanya ingin tahu, hyung”

“geureom, apa kau mau urusanmu juga dicampuri orang lain?” tuntut Heechul.

“andwae~” sahut Yesung cepat, “aku tidak akan bertanya apa-apa lagi pada Jiyoo”

“bagus~” Heechul mengarahkan pandangannya ke arahku, “apa kami perlu mengantarmu sampai ke Incheon?”

Aku menggeleng, “tidak perlu. Aku akan naik bis kesana malam ini setelah mengantarkan Jungsoo oppa ke studio Sukira”

Leeteuk, Heechul, Hankyung dan Yesung mengangguk paham. Pikiranku melayang lagi. Inikah yang harus aku lakukan? Sungmin dan Eunhyuk. Bagaimana dengan perasaanku pada salah satu namja itu?

====================

Aku mengarahkan pandanganku ke luar jendela. Pandangan kosongku, tepatnya. Bis ini melaju kencang. Seolah mengajakku pergi menjauh dari mereka.

-flashback-

‘tok…tok…’
“Jiyoo-sshi, annyeong?” sosok namja setengah baya masuk ke ruangan Super Junior. Sosok yang kukenal. Ada sedikit firasat buruk saat dia masuk dan berjalan menghampiriku.

“Kim ahjussi?” kubungkukkan badanku, “annyeong haseyo. Anda sudah sehat?”

Kim ahjussi mengangguk, “ye. Berkat doa banyak orang”

“jwoisonghamnida atas perbuatanku 2 bulan lalu. Itu benar-benar kecelakaan” ujarku, “tapi anda tenang saja, aku sudah mengurus Super Junior dengan ba-“

“sudahi semuanya” potongnya.

“ye? Maksudnya?” raut wajahku menegang. Senyumnya terkembang.

“ne. Semua tugasmu sudah selesai. Tinggalkan mereka sekarang juga” Kim ahjussi memandangiku, “besok aku akan kembali sebagai manager mereka, dan kau? Kau akan kembali menjadi gadis biasa. Tanpa Super Junior”

Aku tertunduk lesu, “harus sekarang? Tidak bisakah aku berpamitan pada mereka?”

“andwae. Mereka sudah tahu kau akan segera pergi” jelasnya, “jangan merusak konsentrasi mereka saat ini. Kau tahu alasannya kan?”

“album 4jib” sahutku singkat, “arasseo. Aku akan kembali ke Incheon malam ini juga”

Kim ahjussi tersenyum puas. Tempatnya kini telah kembali. Dan aku? Benar katanya, aku akan kembali menjadi gadis super biasa. Tanpa Super Junior lagi.

-end of flashback-

Pelan-pelan air mataku terjatuh. Kenapa menangis? Bukankah ini yang kuharapkan? Segera kembali menjadi Choi Jiyoo yang biasa. Bukan Choi Jiyoo yang menjadi manager Super Junior. Dan bukan JiYoo yang sedang jatuh cinta pada Super Junior. Pada Lee Hyukjae.

‘drrt…drrt…’
From: Anchovy Oppa
-kata hyung kau ke Incheon malam ini, wae?-

‘drrt…drrt…’
From: Pinky Oppa
-kapan kau akan pulang?-

‘drrt…drrt…’
From: Angel Oppa
-..hati-hati di jalan~ ^^.. Kangin bilang kau harus bawa oleh-oleh yang banyak-

‘drrt…drrt…’
From: Heenim Oppa
-aku sudah merindukanmu. Aku ingin nasi gorengmu, buatan Hangeng mulai membosankan. (=.=)

‘drrt…drrt…’
From: CutieWookie Oppa
-cepatlah pulang~ Bantu aku memasak ^o^. Donghae hyung mengacaukan dapur. Katanya kalau dapur kacau, kau akan segera pulang. Geuraeyo?-

‘drrt…drrt…’
From: PerfectWon Oppa
-jaga dirimu dan berdoalah sebelum tidur. Shindong hyung lapar dan dia mulai menjilat tanganku-

‘drrt…drrt…’
From: Gamer Oppa
-aku menang Starcraft lagii~ XD-

‘drrt…drrt…’
From: Fried Rice Oppa
-JiYoo-sshi, suasana dorm kacau setelah 15 menit kau pergi. Bagaimana ini?-

‘drrt…drrt…’
From: NiceBum Oppa
-pakai jaket yang tebal~ malam ini dingin ^^. Jongwoon hyung pesan kau harus mendengarkan lagunya sepanjang perjalanan. Kau bisa?-

Kupandangi seluruh pesan dari mereka malam ini. Aku menekan tombol <mark all>, <delete>. Sebuah pertanyaan muncul di layar, [Delete marked messages?]. Pertanyaan itu sama seperti, Delete all memories about Super Junior? Dengan menahan air mata, kutekan <YES>

=T.B.C=

22 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 5-

  1. eh, itu si kim ahjussi kejam ! pengen dipukul pake bedug banget.
    ah.. senangnya dapat banyak sms dari oppadeul /pletak

  2. eh, itu si kim ahjussi kejam ! pengen dipukul pake bedug banget.
    onn, aku kasian sama Jiyoo, kalau itu aku, aku udah dendam kesumat mungkin.
    aku pindah part ya onn, penasaran akut tinggi nih, eheheh~~

  3. ah, sepertinya saya sendiri yang tidak marah sama Kim ahjusshi itu =w=a
    tapi, kenapa harus menghapus pesan mereka?
    nomernya engga dihapus juga kan?
    sayang loo, dapet nomer hape orang yang langka
    (ukh, saya geregetan liat SMSnya kyu)

  4. huh klo ada ahjussi ntu,,
    jadi inget manager Han di Baker King *promosi*

    sama nyebelinnya!! idih jahat! *mencak-mencak sendiri*

    aku mau lanjut ah…

  5. Kyaaa! Yoo..
    Kau… Benar2..
    Setelah melambungkan perasaanku kelangit ke7 lalu di hempas bgt aja?!

    Part ini nguras emosi.. Daebak!!

    Eni~wei~bas~wey..
    Ga nyangka tnyata hyuk rebutan ama umin..😀

    td liat lg SUJU EHB trus baca ini jadi kangen suju13..😥

  6. whoooaaa, senany nya bisa disukai 2 namja sekaligus..
    tapi bingung juga akhirnya..

    ngga tega bgt pasti waktu ngehapus sms2 yang isinya perhatian oppadeul..😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s