Cherry’s Love 2/2 -season 1-

Cherry’s Love -season 1- [end]

====================

This is the end~ Sediih. TT.TT

Kapan lagi ada yang mau bikinin author ini epep selain diri sendiri? Haha~😄

====================

-previously-

“bangunlah dulu, lihat majalah ini” sekarang Nara menarik tanganku, “disini tertulis ‘Cherry-Yoo Seungho makan malam romantis’, apa yang kalian lakukan semalam??”

Badanku terasa terkena tegangan listrik 10.000watt. Kurampas majalah di depanku. Mataku terbelalak lebar saat melihat foto buram di halaman depan, “ige mwoya?? Kenapa malah ada berita seperti ini?”

“justru itulah yang ingin kutanyakaaan~ kenapa fotomu bersama Yoo Seungho bisa seperti ini?” Nara menginterogasiku, “bukankah semalam kau hanya bilang akan ada pesta kecil? Tapi aku yang orang awam pun tahu kalau lilin dan suasana romantis begitu bukan untuk pesta, Cherry-sshi”

Aku memandang foto itu lekat-lekat. Yoo Seungho sedang mencium tanganku. Entah darimana foto ini diambil. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, “apa ini juga salah satu rencananya?”

“rencana apa? Cherry-ya, jangan membuatku gila!! Apa kau sudah lihat komentar netizen atas berita ini??” sergah Nara. Aku mulai takut mendapat komentar pedas dari netizen yang tak berperasaan. Bisa-bisa nasibku malah seperti artis lain yang berakhir dengan batu nisan. Hiiii~~ TT.TT

“bagaimana? Apa responnya menakutkan?” tanyaku ragu-ragu.

Nara menggeleng, “mereka sangat ingin kalian menjadi pasangan asli. Beberapa memang kecewa karena Seungho dekat denganmu, tapi sisanya malah mendukung 100%”

Aku mengerjabkan mata, “he~ kalau begitu apa yang membuatmu cemas? Aku pikir aku akan diteror para netizen”

Nara mengambil ponselku dan menunjukkan wallpaper yang terpampang disana, “bagaimana komentarnya nanti? Apa kau tidak khawatir, ha?”

Kutatap fotoku bersama dengan Eunhyuk. Kulirik lagi fotoku dengan Yoo Seungho di halaman depan majalah ini, “dia belum menelpon?”. Nara menggeleng, “mana ponselku, aku akan menjelaskan padanya sebelum orang lain yang memberitahunya”

“jangan sekarang, kau ada pemotretan pagi ini” Nara membolak-balik buku catatan kecilnya, “dan siangnya…”

Kata-katanya menggantung, “ne, siangnya aku harus kemana?”

“Strong Heart.. ada Yoo Seungho juga” lanjutnya, “dan yang pasti ada Super Junior Eunhyuk!! Ottoke??”

Lagi-lagi badanku langsung lemas, “geureom, aku akan bicara dengannya disana”

“Park Chaeri-sshi, micyeoso??” bagus sekali! Nara berteriak tepat di kupingku, “bagaimana kalau dia malah sudah mengambil kesimpulan yang aneh-aneh, ha? Bagaimana kalau nanti dia sama sekali tidak membutuhkan penjelasanmu? Dan lagi, nanti juga akan Yoo Seungho, ingat??”

“kekhawatiranmu itu berlebihan. Santailah sedikit~” aku mencoba tenang, “dia tidak akan termakan skandal seperti itu. Lagipula semalam aku memang bersamanya, jadi mana mungkin dia curiga padaku yang macam-macam? Aku benar kan??”

Nara mengkerutkan alisnya, “geundae, aku sama se-“

“sudahlaaah~ ini hanya skandal kecil. Semuanya akan baik-baik saja” sahutku ringan. Tapi sebenarnya aku jauh lebih takut dari Nara. Bukan imej-ku yang kukhawatirkan, tapi ‘namja-ku’. Hanya dia yang kucemaskan. Aku tidak mau dia malah kecewa padaku. Aku kan gadis baik-baik nan setiaaa~~

11.24 AM

“aku akan segera menemuimu di parkiran” kuakhiri pembicaraanku dengan Nara yang berada di ujung telepon. Pemotretan selesai agak lambat dari waktu yang ditentukan. Dan itu menjadi ketakutanku yang paling nyata. Bagaimana aku bicara dengannya kalau aku sendiri datang terlambat ke studio Strong Heart?? Baiklaaah~ aku mulai cemas pada hubungan kami. >.<

‘drrt..drrt..’

Kurogoh ponsel di tas-ku. Seungho Yoo calling…

Aish.. mau apa namja ini??

“yeoboseyo?” kujawab panggilannya dengan sedikit malas. Kalau dia bukan sunbae-ku, akan kuabaikan teleponnya. Dan lagi, kalau dia bukan ‘pasangan’ skandal-ku, akan langsung kumatikan ponselku ini!😦

“kau sudah di studio? Ada sesuatu yang harus kita pastikan” ujarnya terburu-buru. Aih~ bisa kutebak pasti soal skandal itu.

“aku masih akan menuju kesana. Setengah jam lagi aku sampai. Memangnya apa yang harus dipastikan??” aku mencari-cari tujuannya.

“sudah baca berita pagi ini?” ternyata benar-benar karena skandal itu, “di internet juga sudah ramai. Aku tahu respon mereka memang baik, tapi aku takut skandal ini akan menyusahkanmu”

Geureom~ hal ini sangat menyusahkaaaan!! Aku mendesah, “aku benar-benar tidak tahu bagaimana para paparazzi itu bisa mendapatkan foto seperti itu. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak mau banyak kesalahpahaman yang muncul dari skandal ini”

“klarifikasi saja di Strong Heart. Kudengar mereka akan menanyakan beberapa hal soal semalam pada kita. Aku akan menceritakan hal yang sebenarnya, lagipula semalam memang tidak ada kejadian apa-apa kan?” ujarnya tenang, “aku tidak mau membuat namjachingu-mu cemburu”

“geuraeyo? Baiklaaah~ kurasa masalah ini bisa selesai dengan baik” sedikit bersikap ramah untuk sekedar berterimakasih, “kamsahamnida, sunbaenim”

Strong Heart

Ternyata aku memang tidak bisa menemuinya sama sekali. Ahh~ dia malah sok menyibukkan diri sejak aku dan Nara tiba disini. Aku sibuk menebak apa dia sudah membaca skandal pagi ini? Karena tidak mungkin sikapnya seperti ini kalau dia belum membacanya. Baik~ aku makin takuuut!! >.<

“Cherry-sshi!!” Seungho berlari kecil ke arahku. Aku tersenyum simpul padanya. Sepertinya Eunhyuk tahu kalau Cherry-nya dihampiri namja lain. Apa reaksinya?

“hyung, aku mau ke tempat parkir sebentar mengambil tas di mobil” dia malah pamit keluar pada Teukie oppa!! Aaarghhh… dia benar-benar marah~ TT.TT

Aku meniup poniku ke atas tanda depresi. Ternyata dia memang sudah tahu berita pagi ini. Kalau begini, bagaimana aku menjelaskan padanya??

“Cherry-sshi, annyeong” Teukie oppa menghampiriku. Sikapnya agak berbeda. Mungkin karena ada Seungho ya? O.o

“ah, annyeong haseyo, sunbaenim” aku mengikuti akting Teukie. Seungho sepertinya bisa membaca pikiranku, dia langsung pamit dan meninggalkanku.😄

“apa dia namja yang ada di majalah bersamamu? Bukankah dia lawan mainmu?” tanya Teukie sambil terus memperhatikan Seungho yang sudah menjauh.

Aku mengangguk lemas, “Eunhyuk oppa sudah tahu ya? Sikapnya jadi aneh sejak aku tiba disini”

“ne. Dia malah mogok bicara sejak pagi. Biasanya dia akan marah-marah sendiri, tapi sepertinya yang ini agak lain. Bicaralah dengannya, Cherry-sshi” ujar Teukie. Aku membalasnya dengan senyum miris. Bagaimana bisa aku bicara dengannya kalau sikapnya saja seperti ini? Aku. Bisa. Gila. Karena. Lee. Hyuk. Jae. (=o=)>

Strong Heart sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu. Pikiranku sibuk melayang kemana-mana. Sesekali Kang Hodong dan Lee Seungki harus mengulang pertanyaannya padaku. Member Super Junior yang hadir sesekali melirikku. Semuanya hanya melirikku, Teukie, Shindong, Siwon dan Donghae. Kecuali mahluk itu. Mahluk bernama Lee Hyukjae itu malah mengabaikanku sama sekali. Mengabaikan yeojachingu sepertiku adalah perbuatan kriminal tingkat berat!! >.<

“Cherry-sshi, bagaimana tanggapanmu tentang berita hangat pagi ini? Aku sudah melihat foto kalian dan kalian benar-benar serasi” Kang Hodong mulai membahas skandal ini. Inilah yang aku tunggu-tunggu!!

“sebenarnya itu bukan seperti yang ada di pikiran semua orang, yang terlihat disana juga bukan sepasang kekasih, hanya sebatas teman saja” jawabku lancar, “benar kan, Seungho sunbae?”

Seungho mengangguk setuju, “semalam kami berencana akan makan malam, tapi bukan makan malam romantis berdua, melainkan bersama dengan kru dan para pemain lain”

“ahh.. geureom, kenapa yang terlihat malah seperti itu? Sangat jauh berbeda dari penjelasan kalian” sergah Kang ahjussi, “bagaimanapun, kalian benar-benar cocok. Kenapa tidak diresmikan saja?”

Haha~ aku hanya bisa berpura-pura tertawa, padahal aku ingin mengamuk!😦

“bisa saja, tapi sayangnya kami memang hanya teman. Kami salah mengira waktu pestanya. Kupikir pestanya semalam, tapi ternyata baru akan diadakan malam ini” jelas Seungho, “aku sangat malu pada Cherry-sshi. Aku membawanya ke jam yang salah”

Pembicaraan tentang skandal menyebalkan itu berakhir untuk sementara. Kurasa sebagian besar orang di studio ini sudah mulai bisa menarik kesimpulan bahwa kejadian semalam itu sama sekali TIDAK BENAR. Aku baru sadar ternyata sebagian besar orang memang tidak mencakup keseluruhan. Buktinya Eunhyuk masih acuh padaku. >.<

“tenang saja, sebentar lagi dia juga akan bicara padamu” bisik Teukie. Lagi-lagi aku hanya tersenyum miris. Kenapa namja itu sangat membingungkaaan~~?

Kang ahjussi melanjutkan acaranya, “bicara tentang pasangan idaman, Leeteuk-sshi, bagaimana kriteria pasangan favoritmu?”

Aku benar-benar tidak menyimak acara ini ya? Kenapa tiba-tiba malah membahas pasangan idaman? Konsentrasi-lah, Park Chaeri!! >.<

Teukie berpikir sebentar, “eum… mungkin yang sangat menyukaiku? Karena kalau dia sangat menyukaiku, aku bisa menyukainya lebih dan lebih”

“ahh~ hyung, sepertinya kau akan menikahi seorang ELF” celetuk Eunhyuk. Teukie hanya tersenyum sambil menunduk. Pasti akan ada salah satu ELF yang beruntung beberapa tahun lagi.🙂

“geureom, Eunhyuk-sshi, bagaimana pasangan yang kau inginkan?” Kang ahjussi melempar pertanyaan pada Eunhyuk. Aku penasaran apa jawabannya saat aku ada di depannya.

“yang menyukaiku, itu pasti. Lalu, yang tidak pernah membuatku cemburu, tidak pernah dekat dengan namja lain selain aku” kata-katanya 100% menyindirku!! Aku memang selalu membuatnya cemburu, aku juga selalu dekat dengan namja lain, karena aku adalah aktris, ingaat?? Kau juga seorang idola kan?!

“adakah yeoja seperti itu di ruangan ini?” pertanyaan ini mengarah pada beberapa selebriti wanita yang memang ada disini. Termasuk aku. >.<

Eunhyuk sempat melirikku, “animnida. Tidak ada yeoja seperti itu disini”

Baiklaaah!! Dia benar-benar sudah membuatku kesaaal!! Memangnya aku dianggap apa disini? Apa aku sudah bukan yeojachingu-nya? Seenaknya saja dia bilang begitu hanya karena skandal yang belum jelas kebenarannya! Ani, skandal yang memang TIDAK BENAR!!

“Cherry-sshi, bagaimana namja idamanmu?” Seungki sunbae memandangku yang sejak tadi sibuk mengutuki namja menyebalkan itu, “disini ada 5 member Super Junior, adakah yang menjadi pasangan impianmu?”

Aku tersenyum manis, “eum~ ada. Namja yang tidak pelit, menyenangkan dan pengertian. Mungkin seperti…. Siwon oppa?”

Bisa kulihat Eunhyuk mulai berwajah kesal atas ucapan yang melucur dari bibirku. Haha~ Bagaimana, Lee Hyukjae? Sekarang skor kita satu sama!!😄

Seluruh studio menyambut jawabanku dengan seruan. Teukie hanya menatapku bingung. Siwon malah lebih bingung lagi. Mianhae~ aku tidak sengaja membuat kalian menjadi korban keegoisan kami. >.<

“apa-apaan ucapanmu tadi?” Eunhyuk menahan langkahku menuju mobil, “kenapa malah bilang kalau namja impianmu itu Siwon? Aku ada disanaa~”

“geurae! Aku juga disana, dan oppa malah sengaja menyindirku kan? Aku hanya membalas perkataan oppa” sergahku kasar.

Eunhyuk berwajah kesal, “itu gara-gara fotomu di internet. Aku benci melihatmu bersama namja itu, kau sudah tahu kan?”

“aku sudah mengklarifikasinya tadi. Tapi oppa tetap mengabaikanku. Lalu aku harus bagaimana?” tanyaku, “apa oppa tahu bagaimana takutnya aku saat oppa mengacuhkanku seperti tadi?”

“kenapa tidak menjelaskan langsung padaku? Apa kau menganggapku sama seperti penggemarmu atau para netizen?” tuntutnya.

“tadi pagi ingin menelpon, tapi aku ada pemotretan. Setelah itu pemotretannya agak terlambat dari jadwal dan aku datang ke studio ini juga terburu-buru. Bertemu oppa pun, oppa malah mengabaikanku” jelasku panjang-lebar-tinggi sama dengan volume!! Aku menatapnya, “bagaimana aku bisa bicara pada oppa, marhaebwa~~”

Eunhyuk menunduk, “geuraeyo? Kalau begitu, masalah selesai”

“b.e.l.u.m” ujarku, “oppa berhutang beberapa permintaan maaf padaku!! Bagaimana bisa oppa tidak mengakuiku seperti tadi? Kenapa malah bilang kalau di studio tadi tidak ada yeoja idaman oppa? Atau memang tidak ada ya? Aku tidak dianggap ada?”

“Cherry-sshi, jagiya~ kenapa kau cerewet begini?” jawabnya tenang, “apa kau mau semua orang tahu kalau aku menyukai salah satu yeoja di dalam tadi? Bisa-bisa muncul skandal lain. Lagipula, tidak perlu kukatakan pun, kau sudah tahu kalau yeoja favoritku sekarang sedang berdiri di depanku. Dia sedang memarahiku sekarang”

“terserahlah~ aku mau pulang sekarang” tegasku. Langkahku tertahan saat Eunhyuk berdiri menghadangku, “waegurae? Aku benar-benar lelah hari ini, oppa minggirlaah”

“eum.. apa kau mau aku bilang pada semua orang kalau kau ini gadis-ku?” tanyanya. Dan jawaban yang langsung kuteriakkan adalah, ‘MAU!!’

Aku menggeleng, “tidak perlu. Kalau aku memang yeoja egois, aku pasti akan memaksa oppa melakukannya, tapi aku kan yeoja yang baik hatii”

“dan cerewet..” selanya. Tampangku masam saat Eunhyuk mengacak rambutku, “karena itulah aku sangat menyukaimu. Eum.. mianhae, Cherry-sshi”

“untuk apa?”

Ia mendengus, “kau bilang tadi aku berhutang permintaan maaf kan? Kenapa sekarang malah bertanya lagi? Semua gadis memang susah ditebak”

Tawaku melambung di udara, “aku hanya bercanda. Aku tidak akan pernah meminta permintaan maaf atau terima kasih dari orang yang penting bagiku. Dan karena oppa adalah orang yang sangat penting, jadi permintaan maaf itu kuanggap tidak akan pernah ada”

Eunhyuk mencubit pipi kananku, “Park Chaeri, apa aku boleh melamarmu disini?”

“andwae~ kurang persiapan, kurang romantis!!” sergahku. Bibirku menyentuh pipinya, “tapi akan kujamin aku tidak akan berani menolaknya”

Barisan yeoja memegang lightstick dan balon biru safir menghiasi pandanganku. Sebenarnya aku malas ikut berdesak-desakan di studio MuBank ini, tapi dia berhasil membujukku. Ralaat, dia dan member lain. :3

“semangati kami, baru kali ini kan kau melihat perform kami secara live sejak comeback Super Junior 3 minggu lalu?” ujar Teukie. Para dongsaengnya mengangguk setuju. Dan lagi, Wookie malah mengancamku untuk tidak mengajariku memasak. Kalau dia berhenti mengajariku, bagaimana aku bisa memasak makanan kesukaan Eunhyuk? >.<

Begitulah bujukan mereka, atau mungkin ancaman? Yang jelas, sekarang aku berada disini sendirian. Yeoja bernama Kwan Nara malah sibuk mengurusi Gameboy-nya yang sedang manja karena habis operasi. Sahabat macam apa itu? Apa cinta lebih penting dari persahabataaan??

Langkahku terhenti saat seorang anak kecil menarik mantelku, “noona, anda Cherry noona kan?”

Ahh~ kenapa masih ada yang mengenaliku? Apa kacamata hitam dan syal yang menutup sebagian wajahku ini masih kurang menyamarkan identitasku? Tapi biarlah, dia kan hanya anak kecil.😄

“ne, annyeong, Cherry imnida. Siapa namamu?” aku menekuk lututku dan menyamakan tinggi kami, “bagaimana kau bisa mengenaliku? Berapa umurmu?”

Jemari mungilnya menunjukkan umurnya baru 7 tahun, “annyeong haseyo, Lee Seojin imnida. Aku adalah penggemar berat noona, mana mungkin tidak mengenali noona?”

Aku terkekeh, “ahh~ kau sangat lucu. Gomawoyo~”

“noona akan pergi melihat Suju?” tanyanya polos.

“ne, apa kau juga?” bocah itu hanya mengangguk. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling, “geureom, kenapa sendirian? Dengan siapa kau kesini?”

Seojin menunjuk yeoja bersweater biru yang berlari kecil ke arahnya, “YA! Lee Seojin, noona bilang jangan pergi kemana-mana kan?”

“ini.. noona-mu?” tanyaku. Seojin meng-iyakan. Aku tersenyum pada yeoja itu, “annyeong haseyo”

“annyeong haseyo, Lee Hyesun imnida. Neo..” gadis bernama Hyesun itu meneliti wajahku. Apa dia juga mengenaliku? Gawaat, “nuguya?”

JDER!! Kupikir dia mengenalku, “Park Chaeri imnida. Hanya kebetulan mengobrol dengan Seojin. Geureom, annyeonghi gaseyo”

‘drrt..drrt..’

[From: My Monkey Boy]

-aku menunggumu di belakang gedung. Beri aku semangat sebelum tampil-

“oppa~” kutemukan namja itu bersandar di tembok. Dia sudah tampil menjadi Super Junior Eunhyuk dengan segala perlengkapannya. Tapi bagaimanapun, bagiku dia tetap Lee Hyukjae. Tetap sama. ^^

Wajahnya yang biasa konyol sekarang berubah serius. Kepalanya yang sejak tadi menunduk mulai terangkat. Matanya menembus jauh ke dalam mataku, “Cherry-sshi.. apa aku boleh menjadikanmu milikku?”

Belum sempat kutanyakan maksudnya, Eunhyuk sudah mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya. Kotak mungil yang terbuat dari kayu berwarna putih itu berhiaskan ukiran indah di setiap sudutnya. Pelan-pelan ia membukanya. Kutemukan sebuah cincin terselip di dalamnya.

“ini… untuk apa?” tanyaku polos.

“babo~ untuk melamarmu! Aku tahu ini sama sekali tidak romantis, tapi aku tidak menemukan waktu yang tepat untuk mengatakannya. Jangan merusak lamaranku” ujarnya, “Park Chaeri-sshi, walaupun kau melarangku mengucap kata maaf dan terima kasih, ijinkan aku melanggarnya hanya untuk kali ini”

Deg.. deg.. deg.. Rasanya jantungku malah berdebar dua, tidak, mungkin malah tiga kali lipat dari biasanya!! >.<

“terima kasih untuk selalu berada di sampingku. Terima kasih untuk mengijinkanku berada di sampingmu dan terima kasih untuk semua kenangan yang kau berikan” kata-kata yang sangat sulit kubayangkan akan keluar dari bibirnya, “kemudian, maaf sudah membuatmu bersabar melebihi batasmu. Maaf untuk semua kekesalan yang pernah kutumpahkan padamu dan maaf untuk keegoisanku kali ini yang menginginkanmu menjadi milikku selamanya”

Mataku sudah berkaca-kaca, tapi kuputuskan untuk tidak merusak momen ini. Eunhyuk berlutut dan meraih tanganku. Cincin yang sejak tadi berada rapi di kotaknya sudah berpindah ke jari manisku. Ia mencium tanganku sebelum berdiri. Cukuuup~ aku benar-benar tidak tahan untuk tidak menangis. :’)

“YA! Kenapa malah menangis?? Ini mengharukan atau kau memang tidak suka lamaranku?” Eunhyuk menatapku lekat-lekat.

“anio~ aku sendiri tidak tahu kenapa aku menangis…” mati-matian aku menyeka air mataku. Ahh~ apa ini mimpi? Kalau memang iya, biarkan aku terlelap selamanya dalam mimpi ini~~ (>o<)

“gadis bodoh~ setidaknya katakan dulu jawabanmu” perintahnya. Eunhyuk mengusap rambutku, “sekarang berhentilah menangis, aku tidak suka melihatnyaaa”

“aku.. aku juga mau berhenti” kataku sesenggukan, “tapi air mataku tidak bisa berhenti keluaaar~ Ottoke??”

Entah apa yang merasukinya sampai dia bisa berbuat seperti ini: Eunhyuk mencium kedua pelupuk mataku dengan lembut, “aku sudah menghentikan tangisanmu”

“noona..”

Aku menoleh, “Seojin-ah, sedang apa kau disini?”

“kenapa noona menangis? Apa orang ini sudah menyakiti noona?” Seojin memasang kuda-kuda, “YA! Walaupun kau adalah artis, aku tidak akan membiarkanmu membuat Cherry noona-ku menangis”

“mworagoyo? ‘Cherry noona-ku’? Siapa yang mengijinkanmu member panggilan seperti itu pada Cherry-ku??” Eunhyuk malah tidak mau kalah.

“siapa kau berani memanggil Cherry noona seperti itu?” tantang Seojin, “noona, siapa orang aneh ini? Aku pernah melihat wajahnya di poster besar milik Hyesun noona, apa dia Super Junior?”

Aku mengangguk, “panggil dia Eunhyuk hyung yaa~ Hyung ini adalah orang yang sangat penting bagi noona”

Eunhyuk menoleh ke arahku, “apa itu artinya ‘iya’??”

“bukankah sudah ada jaminan kalau aku tidak akan menolaknya?” kuseka air mata yang masih tersisa di pipiku.

“ahh~ kalian berpacaran? Andwae~ noona, tunggulah aku 10 tahun lagi” rengeknya, “aku akan menjadi namja yang lebih keren dari hyung ini”

Kubelai rambut Seojin, “gomawoyo, Seojin-ah. Tapi noona sangat menyukai hyung ini, bisakah kau menjaga rahasia ini?”

“baiklaah..” sahutnya lemas, “geundae, kalau hyung ini menyakiti noona, hubungi saja aku!!”

Aku tertawa, “geureom~ kalau hyung ini berani macam-macam, noona akan melaporkannya pada Lee Seojin. Seojin-ah, noona-mu suka siapa di Super Junior?”

“mollayo~ Donghae, Dongho atau siapalah namanya” jawabnya polos. Eunhyuk terkekeh mendengar nama couplenya disebutkan sembarangan. Kuajak Seojin menemui Donghae untuk berfoto bersama. Kumintakan pula tanda tangannya.

“berikan itu pada noona-mu saat kalian mau pulang, bilang padanya kalau suatu hari nanti kau akan menjadi orang dewasa yang keren seperti hyung itu” pesanku sebelum Seojin pergi, “dan lagi, bilang pada semua orang kalau noona adalah yeojachingu-nya Super Junior Eunhyuk”

“noona~ aku bertemu Cherry noona dan pacarnya, Super Junior Eunhyuk!!” Seojin berlari ke arah Hyesun. Aku sengaja mengikutinya. ^^

“gojitmaaal~ ayo kita pulang sekarang” sepertinya Hyesun tidak menghiraukan kata-kata Seojin, “ahh~ kalau Cherry itu pacarnya Eunhyuk, berarti aku adalah istri Lee Donghae. Kkaja~”

“aku tidak bohong! Noona akan menyesal kalau tidak mendengarkan aku” Seojin kesal dan meyerahkan ponsel juga kertas tanda tangan Donghae.

Hyesun terbelalak melihat ponsel dan kertas di tangannya, “igo.. kapan kau berfoto dengan Donghae oppa? Tanda tangannya juga.. kenapa tidak mengajakku? Ya! Seojin-ah, tunggu~”

Aku menarik nafas lega. Tubuhku berbalik dan meninggalkan penggemar kecil-ku. Sesekali kulirik cincin putih yang melingkar di jari manisku. Cincin ini indah, bukan karena mahal atau terbuat dari emas, terasa indah saat merasakan perasaan lembut si pemberinya. ^^

“Cherry-sshi, kenapa kau malah bilang pada Seojin kalau kita berpacaran? Kalau semua orang tahu kan bisa merepotkan” Eunhyuk mendadak muncul. Dia langsung menyejajarkan langkahnya denganku.

“aku lega sekarang~” ucapku. Eunhyuk mengernyitkan dahinya. Aku menangkap kebingungannya, “setidaknya aku sudah menceritakannya pada orang lain. Walaupun hanya pada satu orang, aku senang sudah bercerita tentang perasaanku pada oppa. Rasanya menderita saat aku hanya sendirian. Hanya sendirian merasakan semuanya, sepertinya selama ini aku tidak berbeda dengan ELF yang lain, mencintai oppa sepihak”

“mianhae. Aku malah tidak bisa membaca perasaanmu itu” Eunhyuk menggenggam tanganku.

“haha~ tidak perlu, hanya perasaan egois seorang gadis, tidak usah dipedulikan” aku tersenyum lembut ke arahnya.🙂

one week later

“ahh~ dia melakukannya lagi!!” aku menggeram pelan saat melihatnya di layar kaca. Kuremas kuat-kuat kertas naskah dalam genggamanku.

“waeyo?” Nara menghampiriku, belum sempat kujawab, dia langsung menyelamatkan kertas yang sudah lusuh di tanganku, “YA! Itu kertas penting, jangan kau hancurkaaan!!”

Aku nyengir mendengar omelannya. “mianhae. Aku kesal padanyaa~ Untuk apa dia mengeluarkan dance begitu?? Membuat semua gadis berteriak ke arahnya! Aku yakin dia senang pamer otot seperti itu!!”

“Park Chaeri.. jangan mulai lagii~~” Nara menghela nafas, “kalian sudah bertunangan sekarang, belajarlah dewasaa~ Arasseo?”

“ye, Mrs. Cho~” sindirku. Nara menjitak kepalaku pelan sebelum kembali ke kamarnya. Saat aku melihat tivi lagi ternyata perform mereka sudah selesai. Aah~ benar-benar tidak tahan melihat dance-nya tadi!! Kuraih ponselku yang tergeletak di atas meja.

[To: My Monkey Boy]

-sangat senang mendapat teriakan, ha? Apa kataku soal ‘pamer abs’?-

‘drrt..drrt..’

[From: My Monkey Boy]

-ini balas dendaaam~ siapa yang menyuruhmu mencium pipi Yoo Seungho di episode kemarin? Kapan drama itu akan selesai??-

[To: My Monkey Boy]

-tinggal 1 episode. Jadi oppa berhentilah mengeluh~ ^^ Aku mengambil drama lain lagi, mau dengar?-

‘drrt..drrt..’

[From: My Monkey Boy]

-lagi? Park Chaeri, kau mau membuat tunanganmu ini kesal sampai kapan? Siapa lawan mainnya?-

[To: My Monkey Boy]

-Choi Siwon~~ kekeke. XD-

‘drrt..drrt..’

[From: My Monkey Boy]

-ANDWAE~~-

=THE END=

================

Endingnya aneh yak? Ngegantung. Biar seru *ditimpukin sembako*

No komen-lah, author emang lagi stress.😄

PS: kalo respon dari Cherry’s Love ini bagus, author bakal bikin season 2nya. In different story🙂

Kamsahamnida~~ ^o^

39 thoughts on “Cherry’s Love 2/2 -season 1-

  1. New reader dsini, keren bgt ffnya bhsanya ga bikin bingung. Dua2nya cemburuan jd tambah seru crtanya. Penasaran gmn klo hyuk cemburu ma siwon

    • Haii new readerr~🙂
      Makasihh uda mampir kesini yaa~ Maaf kalo disini cuma isi FF ama curhatan author doang. >< Cherry's Love positif ga bakal diterusin gara2 uda ada namkor yang sama ama Cherry-nyaa. Author ga sukkaa~ *ditabok*
      Makasih lagii dehh~ *bow*

  2. Hmmm.. Saya boleh panggil kamu shela atau shel? Kekeke

    Kalo lamaran diterima itu artinya tunangan ya? #bingung#
    suka bgt ff di sini,,
    Mian shel ,saya agak malas kasih komen,hehe
    Tapi demi semangatmu, naega berikan seribu(dikurangi 999) komen deh, hahaha

  3. Cherry, umur nya brp sih? Seumuran dgn nara? Wkwkwk, ada aksi manas-manasi gr2 brta gk jelas… yaa ampuun.

    “terima kasih untuk selalu berada di sampingku. Terima kasih untuk mengijinkanku berada di sampingmu dan terima kasih untuk semua kenangan yang kau berikan” kata-kata yang sangat sulit kubayangkan akan keluar dari bibirnya, “kemudian, maaf sudah membuatmu bersabar melebihi batasmu. Maaf untuk semua kekesalan yang pernah kutumpahkan padamu dan maaf untuk keegoisanku kali ini yang menginginkanmu menjadi milikku selamanya” >>> huaaa…unyuk romantis amat xD . namja keren. tp blm sedetik ud ilang imej ny. Pke adu mulut sgla ma anak kecil. Gk malu ya, kekekke

    Yeoja bernama Kwan Nara malah sibuk mengurusi Gameboy-nya yang sedang manja karena habis operasi. Sahabat macam apa itu? Apa cinta lebih penting dari persahabataaan?? >>> ini pas kyuhyun kclakaan 2007 ya??? Ini nara shbt jiyoo yg merangkap jd manager, atau manager yg merangkap jd shbt????

    Ceritanya lumayan seru dan ringan. Ff nya bagus XDD
    Ngomong2 nama cherry itu imut juga ya,😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s