U Need Me Forever/Minho

U Need Me Forever


Seorang siswi Buseok High School bersandar di gerbang sekolahnya. Matanya tampak tak sabar. Sesekali dia menoleh ke dalam sekolahnya. Tidak muncul juga namja yang ditunggunya. Berulang kali dia mengomel sendiri sambil terus menatap jam digital di layar ponselnya.

“aigo~ sebenarnya kemana anak itu” keluhnya. Tertulis Gong Yoonhye di nametag seragamnya. Yoonhye terus berbicara sendiri, “apa dia tidak tahu kalau dia harus menemaniku dulu sebelum dia berangkat? Menyebalkaaan~”

Seorang namja menepuk pundaknya, “mian. Parkirannya penuh. Sudah lama kau berdiri disini?”

“YA! Choi Minho, apa kau tidak bisa lebih lama lagi?” Yoonhye merengut, “kau kan harus ikut aku dulu sebelum berangkat ke SMe. Kalau kau tidak bisa memperhitungkan waktu, bisa-bisa kau malah dipecat sebelum berhasil debut disana”

“kenapa kau galak sekali? Yang menjadi trainee kan aku, bukan kau” Minho menjewer kuping Yoonhye, “naiklah. Kita berangkat”

“kkaja!” Yoonhye menaiki motor sport hitam milik Minho, “eh, tapi kali ini jangan ngebut lagi. Kau sudah janji padaku”

“itu janji kemarin, sudah tidak berlaku” Minho menyalakan motornya, “pegangan! Ini akan jadi pengalamanmu bersalaman dengan angin”

Motor itu melaju kencang. Yoonhye memeluk pinggang Minho saat angin mulai membelai seluruh bagian wajahnya. Kunciran kudanya langsung rusak seketika. Kalau sudah begini Yoonhye akan langsung menghadiahkan jitakan manis ke kepala Minho. Mereka berhenti di depan gedung kosong yang selama ini menjadi tempat rahasia mereka.

“huwaa~~ aku tidak pernah bosan berada di tempat ini” Yoonhye terus menaiki anak tangga yang menuntunnya kea tap gedung, “aku suka tempat tinggi~~”

Minho mendengus, “kenapa kau malah memintaku berhenti disini? Kupikir kau akan menemaniku membeli barang-barang untuk persiapan debut-ku. Lagipula, kalau kita lama-lama disini aku bisa terlambaaat”

“seperti katamu, yang menjadi trainee kan kau, bukan aku” gadis berkuncir kuda itu menjulurkan lidahnya.

“cih~ bilang saja kau ingin membuatku terlambat” tuduh Minho.

Yoonhye meninju lengan namja jangkung di sebelahnya, “mwo? Ya! Choi Minho, untuk apa aku melakukan hal konyol begitu? Kalau kau mau pergi, pergi saja. Memangnya aku tidak bisa pulang sendiri?”

“aish~ kau pikir apa yang bisa kau lakukan tanpaku? Kau akan selalu bergantung padaku” tegas Minho,” lalu kenapa kau malah menyuruhku berhenti di tempat ini?”

“eum…kau akan segera menjadi artis kan?” Yoonhye menundukkan kepalanya, “aku tidak ingin kita berpisah tanpa mempunyai kenangan apa-apa”

“Ya! Kau pikir aku akan pergi untuk selamanya, ha?” Minho mengacak rambut Yoonhye.

Yoonhye mendengus, “geureom~ kau akan lebih sibuk, tentu saja sama seperti pergi untuk selamanya”

“cih~ aku tidak akan sesibuk itu, arasseo?” ujar Minho, “lalu, mau membuat kenangan seperti apa?”

Gadis berlesung pipi itu mengeluarkan kamera digital dari tasnya, “tada~ kita foto-foto disini! Otte?”

“aish~ kupikir kau menyiapkan sesuatu yang lebih istimewa” cibir Minho.

“tidak mau? Geurae~ tidak usah saja” Yoonhye bersiap memasukkan kembali kamera yang susah payah ia pinjam dari sahabatnya.

“kenapa kau ini mudah sekali marah, ha?” Minho merebut kamera dari tangan halus Yoonhye, “sini~ biar aku saja yang menjadi fotografermu”

Yoonhye menutupi wajahnya dengan kedua tangan, “sirheo~~ kita harus berfoto bersama”

Demi kenangan yang mereka inginkan, terambil beberapa gambar diri mereka berdua. Dalam hati masing-masing berharap bahwa ini bukan kenangan terakhir. Minho dan Yoonhye berbaring memandangi langit yang tengah mendung. Entah kenapa bahkan cuaca pun seolah menaungi mereka.

“kalau aku sudah menjadi artis, apa kau akan kesepian?” tanya Minho tiba-tiba.

Yoonhye mengalihkan pandangan, “kesepian? Untuk apa? Tidak akan!”

“padahal aku berharap kau akan merindukanku sedikit” mata Minho berharap. Yoonhye hanya tersenyum simpul. Diam-diam dia mengangguk dan berkata dalam hati, ‘aku akan sangat merindukanmu’

====================

Hari-hari Minho dan Yoonhye terus berjalan seperti itu sampai akhirnya Minho memulai debutnya di SHINee. Mereka jarang bertemu. Minho dengan SHINee-nya dan Yoonhye dengan kehidupan barunya sebagai mahasiswi biasa.

Hari ini Minho malas latihan. Tiba-tiba bayangan Yoonhye muncul di kepalanya. Dia sibuk melihat foto Yoonhye dan dirinya di ponsel saat Key menghampirinya, “apa yang kau lakukan? Foto siapa itu?”

Buru-buru Minho menutup flip ponselnya, “ani. Bukan siapa-siapa. Mau apa kau kemari?”

“aish… kau mau bermain rahasia denganku? Foto siapa itu?” Key berusaha merebut ponsel dari tangan Minho. Terjadilah pertarungan rebut-merebut ponsel diantara mereka,😄

Seorang yeoja datang tiba-tiba dan langsung memeluk Minho, “oppa~ bogoshipoyo”

“YA! Park Hyeorie, ayo lepaskan aku! Kau membuatku tidak bisa bernafas” sekuat tenaga Minho melepaskan dekapan Hyeorie. Sementara itu ponselnya tadi malah sudah berpindah ke tangan Key.😄

“yeppeodda~ Foto siapa ini? Yeojachingu-mu ya?” terka Key.

“aish… kembalikan ponsel-ku” Minho berusaha merebut ponselnya tapi Hyeorie lebih cepat sedetik darinya.

“coba kulihat” Hyeorie mengamati foto di layar ponsel itu, “siapa gadis ini? Kenapa dia berani mendekati oppa seperti ini? Dia shawol gila ya?”

Minho merebut ponselnya lagi, “jangan bicara sembarangan! Itu bukan urusanmu. Mau apa kau kesini? Appa-mu sedang tidak ada di kantor”

“nan arayo~ aku kan ingin menemui oppa” lagi-lagi Hyeorie bergelayut manja di lengan Minho. Diam-diam Key berlagak mau muntah mendengar kata-kata Hyeorie.😄

====================

-di tempat lain-

“MWORAGO? Aku menjadi trainee di SMe??” Yoonhye terbelalak menatap ahjussi setengah baya di depannya, “geundae, waktu itu aku hanya mengantarkan Hyunyoung casting. Aku tidak ada niat jadi artis, ahjussi”

“tapi setahuku kau mengikuti casting itu dan kau terpilih. Lagipula kau sudah menandatangani surat kontrak itu. Jadi besok pagi aku tunggu kau di kantor” ahjussi itu meninggalkan Yonhye dengan mobil Ford hitamnya.

“aish…. Ottokajyo? Apa aku harus pergi kesana?” Yoonhye berpikir keras.

“geurae~ kau harus kesana! Wujudkan impianku ini. Jebal~” Hyunyoung mulai merengek. Yoonhye berpikir lagi. SMe kan tempat Minho menjadi artis, Yoonhye merasa hal itu akan sedikit membantunya. Dia bisa minta bantuan pada Minho agar dia bisa membatalkan surat kontrak SMe itu.

“geureom, aku benar-benar harus kesana?” tanya Yoonhye. Hyunyoung mengangguk semangat.

Di sisi hatinya yang lain Yoonhye sangat menginginkan pertemuan kembali dengan Minho. Hatinya sudah mulai meronta. Rasanya dia sangat ingin melihat Minho. Sesak di dadanya kini berkurang dengan harapan bertemu Minho segera. Sesegera mungkin.

====================

“hyung, kita harus berkumpul di ruang latihan!” seru Taemin pada keempat hyungnya. Mereka berempat menatap Taemin dengan heran.

“wae~~?” tanya mereka bersamaan. Taemin yang memang tidak tahu apa-apa, hanya bisa mengangkat bahunya. Akhirnya SHINee berjalan menuju ruang latihan mereka. Sesekali Minho memandangi wallpaper ponselnya. Sekali lagi fotonya dan Yoonhye terpampang indah disana.

‘ah…. Bogoshipoyo~’ pikir Minho, ‘akan bagus kalau kau ada disini bersamaku’

“anak-anak, perkenalkan, ini adalah teman duet kalian” manager SHINee menjentikkan jari, “keluarlah, Gong Yoonhye”

Minho menoleh dan melihat Yoonhye sudah ada di depannya, ‘MWO? Teman duet? Yoonhye? Teman duet SHINee?’

“ahjussi, kau bilang aku hanya trainee, kenapa tiba-tiba menyebutku sebagai teman duet mereka?” Yoonhye kesal. Tiba-tiba matanya menangkap bayangan yang tidak asing, “Minho??”

“Yoonhye-ah, apa yang kau lakukan disini?” Minho tidak kalah bingung.

“molla~ tanyakan saja pada ahjussi ini” sahut Yoonhye asal. Minho hanya tertawa. Sikap Yoonhye masih sama sekali sama. Tidak berubah. Sama seperti Yoonhye yang dirindukannya.

“bersikaplah sopan. Dia itu manager kami” Minho menjewer telinga Yoonhye. Yoonhye hanya mendengus sebal.

Taemin menyikut Minho, “hyung, hyung mengenal yeoja ini? Siapa dia?”

“dia yeoja yang ada di ponselmu itu kan?” Key berbisik. Jonghyun dan Onew hanya sibuk mengamati Yoonhye dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mereka bepikir, ‘bagaimana mungkin yeoja begajulan begini lolos audisi?’😄

“namanya Gong Yoonhye. Teman sekolahku” jelas Minho, “Yoonhye-ah, beri salam. Kita akan menjadi rekan kerja kan”

“ara~ Annyeong haseyo, joneun Gong Yoonhye imnida. Bangapesumnida yorobunn” Yoonhye bersikap sopan pada para namja di depannya, “kau Kibum, Jinki, Jonghyun dan Taemin kan?”

Mereka berempat menyahut, “ye. Annyeong haseyo”

“baiklah, kali ini kalian berkenalan lah dulu. Besok baru mendiskusikan lagu kalian, arasseo?” manager SHINee meninggalkan ruangan setelah SHINee mengangguk mengerti.

“ya~ Sebenarnya apa yang kau lakukan disini? Kau mulai berminat jadi artis, ha?” Minho mengacak rambut Yoonhye.

“aish…. Sejak kapan aku bercita-cita jadi artis begitu? Ani. Ini gara-gara temanku, aku mengantarkan dia casting, tapi aku dipaksa ikut juga. Kemarin ahjussi itu malah datang padaku dan memaksaku kesini” Yoonhye mendengus, “sungguh sial~”

“hahaha…. Seharusnya kau senang bisa bersamaku lagi. arasseo?” Minho tertawa.

“sembarangan! Aku bisa hidup dengan baik tanpamu” sahut Yoonhye asal. Keempat member lain hanya bisa menatap mereka heran. Bingung karena Minho-Yoonhye sudah sangat akrab.

Seorang yeoja menatap geram pada mereka, “OPPA! Siapa yeoja ini?”. Tanya Hyeorie sambil menunjuk Yoonhye.

“dia teman duet kami untuk single selanjutnya” jelas Onew.

“aku tidak bertanya padamu! Aku bertanya pada Minho oppa. Kenapa kalian bisa langsung sedekat ini, ha?” Hyeorie mengomel tak jelas.

Onew mengumpat dalam hati, ‘kenapa Minho dipanggil oppa, sedangkan aku tidak? Aku kan lebih tua darinya’

“Jinki hyung benar. Dia penyanyi yang lolos audisi kemarin. Namanya Gong Yoonhye” jawab Minho cuek.

Hyeorie melembut, “jeongmal? Hanya teman duet? Baguslah. Oppa lapar tidak? Temani aku makan ya. Kkaja!”

Hyeorie menarik paksa Minho. Keempat member SHINee hanya mencibir dari belakang. Sementara Yoonhye hanya bisa menatap punggung Minho yang menjauh.

===================

“sedang apa kau disini? Mau bunuh diri?” Minho menghampiri Yoonhye yang berada di atap gedung. Mereka berbaring menatap langit malam. Hari ini mereka memang mulai latihan. Jadwal besok pun masih ada perkenalan Yoonhye ke publik.

“kau pikir aku ini dirimu?” Yoonhye tertawa, “anii~ Hanya gugup”

Minho membelai rambut Yoonhye, “memang seperti itu. Tapi tenanglah. Semuanya akan berjalan baik-baik saja. Pejamkan matamu”

Yoonhye memejamkan matanya, “apa kau juga seperti ini? Dulu, saat kau akan memulai debut? Apa perasaanmu seperti aku?”

“geurae~ bahkan mungkin lebih parah. Aku tidak bisa berhenti ke kamar mandi” jelasnya. Yoonhye hanya tersenyum. Mereka kembali dekat sekarang. Rasanya kerinduan mereka selama ini mulai terbayar lunas.

“kau memang tidak punya rasa percaya diri yang besar. Aku berbeda denganmu” ucap Yoonhye.

“jeongmalyo? Apa kau yakin dengan kata-katamu? Berani menghina Choi Minho, sang Flaming Charisma, ha?” Minho mulai menggendong Yoonhye, “akan kulemparkan kau ke bawah”

“haha… turunkan aku!!” teriak Yoonhye. Mereka tertawa bersama.

Seseorang memperhatikan mereka berdua. Matanya nanar melihat Minho membelai, tersenyum bahkan tertawa begitu lepas di depan Yoonhye. Padahal selama ini Minho tidak pernah tersenyum seperti itu padanya. Tangannya meremas tas tangan berwarna merah jambu.

Dia mengeluarkan ponsel dari sakunya, “ahjussi, berikan semua data tentang Gong Yoonhye padaku. Selidiki juga apa hubungannya dengan Choi Minho sebelum ini. Berikan padaku secepatnya!”

====================

-esoknya, perkenalan Gong Yoonhye-

“jadi, bagaimana ceritanya Yoonhye-sshi terpilih menjadi teman due SHINee di single terbaru ini?” seorang jurnalis bertanya. Semua pertanyaan dijawab oleh manager atau terkadang Onew, sang leader.

Tiba-tiba sebuah pertanyaan terlontar, “untuk Minho-sshi, apa benar Yoonhye-sshi adalah temanmu saat sekolah dulu?”

Minho menjawab dengan tenang, “ye. Dia sahabatku dari SMA”

“geureom, apa benar rumor yang mengatakan kalau Gong Yoonhye bisa memulai debutnya disini karena adanya back up darimu?” pertanyaan itu mengejutkan Minho, terlebih Yoonhye yang memang belum siap untuk hal semacam ini.

“itu semua tidak benar. Yoonhye dan Minho memulai jalan karirnya sendiri-sendiri. Sama sekali tidak ada hubungannya” Onew mencoba menjelaskan. Tapi serangan paparazzi makin menggila. Sampai akhirnya konferensi pers itu terpaksa dihentikan.

Key mendengus kesal, “kabar macam apa itu? Beraninya menyebarkan rumor sejahat itu!”

“Yoonhye noona, gwenchana? Jangan cemas, rumor itu akan segera hilang” Taemin menepuk punggung Yoonhye pelan. Yoonhye hanya tersenyum getir.

“geundae, kalau kabar kalian yang menjadi teman sejak SMA itu juga terbaca, berarti ini bukan gosip yang mudah” jelas Jonghyun.

“kenyataannya kami memang sahabat kan? Kurasa itu bukan hal yang aneh” Yoonhye membuka suara.

“bukan begitu. Sampai kabar seperti itu juga tersebar berarti ada seseorang yang ingin mengganggu karirmu. Tidak banyak yang tahu kalau kalian ini sahabat kan?” Onew menjelaskan panjang lebar, “apa ada yang sengaja menghambat Yoonhye?”

“tapi siapa? Yoonhye belum mengenal banyak orang disini” tanya Key.

Tiba-tiba beberapa member Super Junior mengunjungi ruang latihan SHINee. Ada Leeteuk, Sungmin, Eunhyuk dan Siwon.

Mereka berenam membungkukkan badan, “annyeong haseyo, sunbaenim”

“kami dengar ada sedikit masalah pada acara perkenalan penyanyi baru kalian” Leeteuk berdiri di samping Onew.

“ye. Sedikit. Akan segera selesai” Key menjelaskan, “tidak perlu khawatir”

“jeongmalyo? Kami rasa tidak akan semudah itu” Siwon menyalakan tivi kecil di ruang latihan. Di layar terlihat ratusan shawol menolak kehadiran Yoonhye. Mereka semua tidak mau gadis yang hanya mengandalkan koneksi seperti Yoonhye masuk menjadi bagian dari album baru SHINee ataupun bagian dari SMe.

Minho melirik Yoonhye yang gemetaran. Tangannya mulai menggenggam jemari Yoonhye yang basah karena keringat, “tenanglah. Kau akan baik-baik saja. Aku akan menjagamu”

Onew menarik nafas panjang, “geureom, kami harus bagaimana, sunbae?”

“batalkan saja duetnya dan aku akan pergi dari sini. Mudah kan?” Yoonhye melepaskan tangan Minho, “dengan begitu aku tidak akan menjadi beban bagi SHINee ataupun SMe”

“andwae! Siapa yang bilang kau bisa berbuat begitu, ha?” Minho membentaknya, “sudah kubilang aku akan menjagamu”

Sepasang mata menatap perdebatan mereka dengan tajam. Bibirnya membentuk senyum puas. Sungmin yang menyadari sepasang mata lain sedang mengawasi mereka langsung menarik diri secara diam-diam.

“apa yang kau lakukan disini, nona Park Hyeorie?” tanyanya. Hyeorie agak terkejut menyadari kehadirannya bisa ketahuan oleh Sungmin.

“bukan urusanmu” Hyeorie meninggalkan Sungmin, “aku tidak ada urusan denganmu ataupun sekelompok sampah itu”

====================

Lagi-lagi Minho menemukan Yoonhye duduk sambil mengamati langit malam di atas atap. Tapi kali ini ada sedikit butiran air jernih yang tumpah dari matanya.

“hapus air matamu. Kau tidak cocok menangis” Minho menyodorkan sapu tangannya. Yoonhye menerimanya tanpa banyak merespon, “semuanya akan baik-baik saja”

“tidak akan. Penolakan sudah datang dari banyak pihak, kalau aku meneruskannya, kalian bisa mendapat masalah. Jadi sebelum semuanya terlanjur, lebih baik aku mundur sekarang kan?” Yoonhye menatap Minho dalam-dalam.

“kau…..” Minho tetap tidak memalingkan pandangan dari Yoonhye, “kau tidak seperti Yoohye yang kucintai”

Yoonhye terkejut, “mworago? Apa katamu?”

“aku menyukai Gong Yoonhye sejak dulu. Jeongmal saranghae~” Minho menyentuh pipi Yoonhye dan mulai mencium bibir gadis itu dengan lembut. Tanpa ada paksaan, Yoonhye membiarkan kehangatan menjalar ke seluruh tubuhnya.

====================

“sekarang kalian malah berani berciuman! Geureom, ini akan menjadi akhir karir kalian!” Hyeorie yang mengintip dari jauh kembali mengeluarkan hapenya. Seseorang menahan tangannya, “aish…. Siapa kau?”

Sungmin-lah yang terlihat disitu, “hentikan perbuatanmu. Itu hanya akan membuatmu semakin tenggelam dalam dendam tanpa ujung”

“kau tidak mengerti apa-apa” Hyeorie tersenyum picik, “lagipula kau ada bukti apa bahwa aku-lah yang melakukan semua ini, ha? Kau hanya akan disebut pembohong besar”

“keurae~ aku memang tidak punya bukti untuk membuktikan kata-kataku” Sungmin mengeluarkan hapenya, “tapi aku tahu kau menyuruh manager hyung untuk menyelidiki Gong Yoonhye dan kebetulan sekali aku juga mengenal wartawan yang kau suruh menyebarkan rumor ini. Apa itu cukup?”

“kau…..” mata Hyeorie mulai berair, “kau sama sekali tidak mengerti perasaanku! Minho itu milikku. Aku mencintainya dengan tulus tapi gadis bernama Yoonhye itu merebutnya! Aku menginginkan Minho!”

Sungmin memeluk tubuh mungil gadis itu, “tenanglah. Belajarlah untuk merelakan sesuatu yang memang bukan menjadi milikmu. Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan”

Hyeorie makin terisak dalam pelukan Sungmin. Menyesali perbuatan bodoh dan mencoba menyingkirkan segala dendam di hatinya.

====================

Beberapa hari kemudian rumor itu menghilang dan akhirnya kegiatan promo single SHINee bersama Yoonhye bisa kembali berjalan dengan baik.

“SHINee dan Yoonhye, HWAITING!!” seru SHINee dan Yoonhye sebelum tampil di atas panggung. Tiba-tiba Hyeorie datang ke ruangan mereka, membawa sebuah buket bunga mawar putih.

“semoga penampilan kalian sukses” ucapnya tulus, “mianhae, kemarin aku sudah membuat kalian susah. Aku benar-benar egois”

“geurae~ kau memang egois” sahut Minho. Yoonhye segera menyikutnya.

“ani. Gwaenchana. Lagipula tanpa kau lakukan itu aku juga tidak akan meneruskan perjalanan karirku” jelas Yoonhye.

“mwo? Kau akan mengundurkan diri dari dunia keartisan? Waeyo?” Hyeorie terkejut, “ini gara-gara aku kan?”

“aish…. Sudah kubilang bukan. Tenang saja” Yoonhye tersenyum pada Hyeorie.

Minho merangkul Yoonhye, “ini semua gara-gara aku. Bukan kau”

“he?” Hyeorie mengkerutkan alisnya.

“kalau aku terus menjadi artis, aku tidak akan bisa pacaran dengannya dengan bebas. Hal itu hanya akan menambah anti-fans. Hehe” ucap Yoonhye girang.

“kalian pacaran?” Hyeorie terbelalak tak percaya.

“tentu saja! Aku tidak akan membiarkan gadis ceroboh seperti dia berpacaran dengan namja lain yang tidak bisa menjaganya” sahut Minho

“aish…. Aku bisa menjaga diriku sendiri tanpamu! Arasseo?” dengus Yoonhye.

Dengan cepat Minho mencium bibir Yoonhye lagi, “kau tidak akan bisa menolak yang ini kan. Akui saja, kau akan selalu membutuhkanku”

=THE END=

15 thoughts on “U Need Me Forever/Minho

  1. halaaah halaah..
    siapa itu yoonhye??
    *jealous mode on*

    winter onn?
    what’s wrong with u??
    (winter onn: kaga tau, tanyain aja author..)

  2. Mwoyaaaa???
    XDDD
    kalo tiap mau berbuat jahat imbalanX dipeluk umin gtu..
    Unn mah mw2 aj d..
    Hahahahaha..*pletak*
    XDDD
    thax lizzy..
    Udah ngajak2 jungah maen dsni..XDDD

  3. Mwoyaaaaaa???
    XDDD
    hyeo rie ngeksis disini??
    XDD
    kalo tiap mw berbuat jahat imbalanX di peluk umin,unn rela shel..
    Rela..Lahir batin..XDDD
    thax yah lizzy udah ngajakin jungah ngeksis…XDDD

  4. onnie~ ff mu kereeen!
    bagus banget dah. aku suka, onn!😄

    minho gentle banget♥
    key juga, make acara rebut hp buat liat foto aku segala~
    *emang itu disebut gentle ya? haha*

    wah, jadi trainee SMe~ mimpi apa aku semalem?
    sungminie, gomawo udah bantuin aku+minho~
    minnie baik banget dah~😀

    ada kissu nya 2 kali~
    waa .. senangnya!😄
    yg kedua di depan member shinee pula~ :DD
    dasar minho oppa..🙂

    onnie, gomawo udah bkin ff req aku!
    jeongmal” gomawoyo, onnie~ ^^
    onnie is the best!!😄
    hwaiting bikin ff yg lainnya onnie! ^^

  5. onnie~ ff mu kereeen!
    bagus banget dah. aku suka, onn!😄

    minho gentle banget♥
    key juga, make acara rebut hp buat liat foto aku segala~
    *emang itu disebut gentle ya? haha*

    wah, jadi trainee SMe~ mimpi apa aku semalem?
    sungminie, gomawo udah bantuin aku+minho~:D

    ada kissu nya 2 kali~
    waa .. senangnya!😄
    yg kedua di depan member shinee pula~ :DD
    dasar minho oppa..🙂

    onnie, gomawo udah bkin ff req aku!
    jeongmal” gomawoyo, onnie~ ^^
    onnie is the best!!😄
    hwaiting bikin ff yg lainnya onnie! ^^

  6. hwe,,, bagus shel bagus…
    biar kata eksperimen hasinya bagus kuq…
    lain kali mesen satu yang romantis kayak gini yak… XDD

    eh,,, hyeorie tu namkornya winter pan???

    • Ahh.. masih agak kurang ‘sreg’ onn. ><
      Tapi gomawo~ ^^
      Sip~ Tar kalo dapet ide soal Umin, aku kasih buat onnie dah.🙂

      Hu'um. Waktu itu aku emang lagi butuh cast yang suka juga ama Minhonya..😄

      • yaaaah~ kalo gtu gaya nulismu berarti emank yang kayak biasa’a ganti” POV gtu kali…
        kalo gaya nulis yang ini mungkin gara” qm lum biasa aja,,, kalo uda biasa kan sreg” aja pasti… ^^

        mantep dah,,, q tunggu lowh… >.<

        jyah winter jadi cameo doank donk… XDD

  7. Choi MinHo..
    Aigoo.. Flaming kmu romantis bangeeettttt…
    *tatapanmupeng*

    suka bgt sama kata2 minho:
    “itu janji kemarin, sekarang udah gak berlaku..” hahaha.. Bisa buat ditiru kata2nya.. *evil smile*

    cuma kayaknya ada yang kurang tapi apaaaa yaaa??
    Ah..kurang yesungie shel..hahaha

    • Omo~~~ ini FF lamaku. ><
      Masih amat sangat berantakan. *sekarang juga sih. XD*

      Kurang yesung? Yahh.. dia lagi sibuk ama ddangkoma, ga bisa diganggu. XDD
      Makasihh uda baca ya onn~😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s