[FF] My Wonderful Life -part 4-

-previously-

“Leeteuk oppa sebenarnya kenapa? Kenapa seharian ini bersikap aneh? Sampai syuting pun tidak konsentrasi seperti tadi?” mataku menatapnya tajam, “aku tahu aku hanya manager sementara, tapi aku tidak bisa diam melihat sikap oppa yang berubah begini”

Leeteuk balas memandangku. Lalu matanya berganti pada Eunhyuk, “akan kujelaskan. Tapi ini benar-benar alasan yang kekanak-kanakan. Jangan tertawa!”

====================

Leeteuk’s PoV

Aku menarik nafas dalam-dalam, “gara-gara kalung itu”. Aku mengarahkan telunjukku ke kalung yang melingkar indah di leher JiYoo.

JiYoo menatapku bingung, “aku tidak mengerti. Apa hubungannya dengan kalung ini?”

“itu pemberian Hyukjae kan?” tanyaku. JiYoo mengangguk. Mataku manatap Eunhyuk, “sudah berapa lama kita kenal?”

Eunhyuk berpikir sebentar, “mungkin 8 atau 9 tahun. Waeyo, hyung?”

“apa barang termahal yang pernah kau berikan padaku?” tuntutku. Eunhyuk sibuk mencari jawaban dalam kepalanya, “itu dia! Aku hyung-mu selama hampir 10 tahun, tapi kau lebih memperhatikan JiYoo yang baru kau kenal selama 2 bulan!”

====================

JiYoo’s PoV

Mataku menatap heran pada Leeteuk. Jadi alasannya seharian ini bersikap aneh padaku hanya gara-gara masalah sekecil ini? (=o=)

“huaaah… sekarang aku sudah lega. Syuting lagi~” dengan ringannya, Leeteuk bangkit dari kursinya, “kkaja!”

Aku, Eunhyuk dan Shindong hanya bisa melongo melihat kelakuan si Angel Without Wings itu. Jadi hanya masalah sekecil ini bisa mengganggu pikirannya? Setidaknya lain kali aku akan lebih berhati-hati pada Leeteuk! >.<

Aku merapikan jas Leeteuk, “apa benar hanya gara-gara masalah sepele ini, oppa?”

“ye. Tapi sekarang kau tidak perlu cemas, aku sudah baik-baik saja” Leeteuk tersenyum sambil menatap bayangannya dalam cermin, “mian. Pasti sudah membuatmu cemas dan takut”

“aish… tentu saja! Aku pikir akan ada perang dunia saat oppa mulai marah pada Eunhyuk oppa” ujarku.

Leeteuk tersenyum, “terkadang aku memang suka memendamnya sendiri. Aku kan leader. Mana boleh menunjukkan sisi lemahku pada orang lain?”

“keuraeyo~ oppa adalah uri angel” aku membalas senyumnya,”tapi itu hanya julukan, oppa bukan benar-benar malaikat. Oppa tetap manusia yang bisa sedih. Apa salahnya oppa berbagi pada orang lain? Selalu sembunyi dalam senyuman juga bukan hal yang bisa dibanggakan, hanya akan membuat oppa menyimpan rasa sakit yang semakin dalam”

Leeteuk menatapku dalam. Matanya mulai berair, “gomawoyo, JiYoo-sshi”

“mwoya? Aku tidak melakukan apa-apa. Lagipula bukan hanya aku yang berpikir seperti itu, semua ELF juga pasti mengerti perasaan oppa” kuusap air matanya dengan tissue, “jangan selalu bertahan sendiri. Masih ada 14 orang dibelakang oppa, masih ada aku dan masih ada jutaan ELF disamping oppa, berbagilah pada kami, arasseo?”

“kenapa kau bisa menjadi sedewasa ini? Apa kau benar-benar masih berusia 17 tahun?” Leeteuk menunjukkan lesungnya dan tersenyum indah. Senyum inilah yang sangat diharapkan ELF. ^^

“JiYoo-sshi!” Shindong memanggilku, “Heechul hyung menelpon, dia ingin bicara denganmu! Ppaliwa~ sepertinya penting”

“ne. Sebentar” aku menatap Leeteuk lagi, “selamanya aku hanya gadis 17 tahun yang menjadi tawanan Super Junior. Tapi aku juga gadis yang akan selalu menyayangi kalian. Sekarang aku menjadi gadis yang harus menerima telepon dari namja bernama Kim Heechul. Bersiaplah syuting, oppa!”

Kuterima henpon dari Shindong, “yeoboseyo, oppa?”

“pulanglah ke dorm! Ada masalah disini” Heechul sedikit panik.

“waekurae?” tanyaku, “kalian bertiga baik-baik saja kan disana?”

“cepatlah pulang, JiYoo~~” kali ini Donghae menimpali. Lalu teleponnya langsung diputus. Ada apa disana? Mana mungkin aku meninggalkan 3 member yang sedang syuting disini? Tapi apa aku harus mengabaikan 3 member di dorm? Aku pusiiing~~ >.<

Aku menemui Leeteuk, Eunhyuk dan Shindong, “aku harus segera kembali ke dorm, sepertinya ada masalah disana”

“ada apa disana? Lalu kami bagaimana?” tanya Shindong.

“oppa tenang saja, setelah aku menyelesaikan masalah di dorm, aku akan segera kembali kesini” kuraih tas tanganku yang tergeletak di atas meja, “aku segera kembali!”

Aku berlari kecil menuju basement untuk mencari mobil van Super Junior. Sempat pula tubuhku menabrak seseorang sampai terjatuh, “YA! Dimana matamu?”

“jweosonghamnida. Aku buru-buru” kudongakkan kepalaku, “Jonghyun-ah?”

“JiYoo-sshi! Kupikir siapa yang berani menabrakku. Mau kemana kau? Bukankah syutingnya sudah dimulai?” Jonghyun menepuk-nepuk bajunya yang kotor. Dia bersama Onew. Benar juga, sekarang mereka kan juga jadi bintang tamu di Starking.

“ye. Sudah dimulai, oppadeul juga sudah di dalam. Ada sesuatu yang harus kuselesaikan. Mianhae untuk yang tadi” kulambaikan tanganku pada mereka. Jonghyun dan Onew hanya menatapku heran.

====================

Kyuhyun’s PoV

Heechul hyung sibuk mondar-mandir di depanku sambil mengeluh, “mana JiYoo? Kenapa belum datang juga?”

“hyung, tenanglah sedikit. Perjalanan dari sana ke dorm ini kan juga tidak sebentar.JiYoo pasti datang” sahutku sambil terus menatap layar laptop-ku. Gadis di sebelahku ini terus saja memandangiku tanpa berkedip, “YA! Kenapa kau terus melihatku seperti itu?”

Dia hanya menggeleng sambil tersenyum. Cih~ kenapa gadis ini bisa nyasar ke dorm kami?

“oppadeul~ aku sudah disini!” suara JiYoo terdengar dari pintu depan, “ada masalah apa?”

====================

JiYoo’s PoV

“oppadeul~ aku sudah disini!” Aku penasaran ada apa sebenarnya di dorm ini. Heechul dan Donghae sepertinya yang paling tidak sabar melihatku disini, “ada masalah apa?”

Donghae menarik tanganku, “lihat itu!”. Telunjuknya mengarah pada sosok seorang gadis yang sibuk memperhatikan Kyuhyun dari ujung kaki sampai ujung rambut.

“NARA-YA??” pekikku, “sedang apa kau disini?” (>o<)

Nara hanya menoleh sebentar padaku lalu kembali memandangi Kyuhyun. Aish…. Anak ini! Bukankah sudah kubilang minggu besok aku akan pulang? Kenapa malah tersesat disini? (=.=)

“dia temanmu kan? Tiba-tiba dia muncul di depan pintu sambil berteriak memanggil namamu” jelas Heechul, “kalau kami tidak membawanya masuk, kami rasa dia akan terus berteriak sampai semua orang berkumpul di depan dorm!”

Donghae menimpali, “kau tahu yang harus kau lakukan”

“arasseo~ akan segera kubereskan masalah ini” kutarik tangan Nara, “mau apa kau ke Seoul?”

“SMS-ku tidak kau balas, aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan membawakan ayam pesananku saat kau pulang nanti” jelas Nara, “lagipula kalau aku datang kesini aku bisa bertemu dengan Super Junior secara langsung”

“kedatanganmu adalah bencana bagiku. Bisa tamat riwayat-ku kalau Jungsoo oppa tahu aku membawa teman masuk ke dorm. Lagipula…” kukeluarkan selembar kertas dari tas-ku, “aku tidak hanya akan membawakan gambar Onew padamu, ini juga untukmu”

Mata Nara berbinar, “ini tanda tangan Onew? SHINee Onew? Asli??”

“ommo~ kapan aku memberimu barang imitasi, ha?” tukasku, “sekarang pulanglah, aku masih harus bekerja”

“sirheo. Bawa aku bertemu Onew dulu” tuntutnya, “jebal~ JiYoo-sshi, kau tahu kan aku sangat menyukainya?”

Kugelengkan kepalaku, “andwae~ tidak bisa! Kau harus pulang sekarang juga”

“keurae! Kau tidak mau membantuku? Akan kuberitahu pada mereka bahwa kau pernah menjual foto mereka waktu mereka sedang tidur!” Nara berjalan ke arah Donghae, “oppa, apa kau tahu kalau Ji-“

Kubekap mulutnya sambil berbisik, “ara~ bertemu Onew kan? Kkaja!!”. Aku pamitan pada Heechul, Donghae dan Kyuhyun, “kami pergi dulu! Baik-baiklah di dorm”

=====================

-di studio-

“aish… bisa-bisanya kau menggunakan hal itu sebagai ancaman! Aku sangat membencimu~ Kwan Nara” keluhku. >.<

Nara hanya tertawa, “jinjja? Kau bisa membenciku? Bukankah Choi JiYoo sangat menyayangi Kwan Nara?”

Aku mendengus sebal. Kami terus berjalan menyusuri koridor studio menuju ruangan Onew dan Jonghyun. Beberapa kru memandangi kami. Aku takut nantinya kami akan diusir keluar. Peraturan disini kan melarang membawa orang asing masuk studio. >.<

“hanya bertemu kan? Lihat saja, Onew sedang syuting” tanyaku, “sudah puas? Kkaja! Kuantar kau ke terminal bis”

“sirheo. Aku mau bicara dengannya” ujar Nara sambil memandang lurus ke arah Onew.

“mworago? Nara-ya, michyeoso? Kau mau membuatku mati?” tukasku. Tapi Nara malah melayangkan tatapan memohonnya padaku. inilah yang selalu menjadi kelemahanku, “arasseo~ akan kuusahakan! Tunggulah disini”

Nara mengangguk senang. Sekarang tinggal bagaimana caraku membawa Onew kesini. Aku berjalan ke samping studio. Beruntung Onew beranjak dari tempatnya untuk izin ke toilet!😄

“Jinki-sshi!” panggilku. Dia segera menoleh, “boleh minta bantuanmu sekali lagi?”. Onew menatapku penasaran.

====================

Eunhyuk’s PoV

“aigo~ kemana Onew-sshi? Kami harus merekam bagiannya” seorang kru mengeluh disampingku. Aneh juga, tadi Onew hanya pamit ke toilet. Kenapa sekarang dia menghilang?

“hyung, tadi kulihat Onew hyung bicara dengan JiYoo-sshi sebelum dia ke toilet. Apa kalian tahu dia kemana?” Jonghyun menghampiriku.

Aku hanya bisa mengangkat pundak, “molla~ baiklah, akan kucari mereka. Tolong tenangkan dulu semua kru”. Jonghyun mengangguk paham.

Kukeluarkan henponku. Kutekan nomor 2 yang menjadi speed dial-ku untuk JiYoo, “angkatlah, Choi JiYoo!!”

“oppa~ tolong aku” jawabnya.

“waeyo? Kau dimana?” aku langsung panik, “cepat beritahu dimana kau sekarang! Ppaliwa~”

JiYoo terisak, “di ruangan SHINee”

Ruangan SHINee? Sedang apa dia disana? Jangan-jangan Onew melakukan sesuatu padanya? Atau Key yang suka bertengkar dengan JiYoo itu tiba-tiba datang dan berbuat macam-macam pada JiYoo?

Aku membuka pintu dengan kasar, “JiYoo-sshi? Kau ada dimana?”. Diam-diam JiYoo keluar dari bawah meja, “YA! Sedang apa kau disana?”

“mianhae~” JiYoo mulai menangis, “aku kehilangan Onew!!”

“mwo? Maksudmu?” kuusap sungai kecil di matanya, “uljima~ ceritakan pelan-pelan. Apa yang terjadi padamu dan Jinki-sshi?”

“tadi aku hanya menyuruh Onew untuk menemui temanku di luar ruangan studio. Tapi tiba-tiba mereka sudah tidak ada saat aku mau menjemput Onew kembali ke studio” JiYoo menjelaskan sambil menangis lagi, “aku membuat masalah lagi hari ini. Ottoke?”

Aku mendesah, “geureom, kita harus mencari mereka. Tenang saja, mereka pasti tidak pergi jauh”. Kukeluarkan henpon putihku, “kau sudah mencoba menghubungi Onew atau temanmu itu?”

“sudah. Tapi tidak diangkat” JiYoo masih saja terisak.

“tenanglah. Akan kusuruh beberapa karyawan untuk mencari mereka” ujarku, “lagipula kenapa kau malah membawa penculik kesini?”

JiYoo meninju lenganku, “Nara bukan penculik~”

====================

Onew’s PoV

Gadis di depanku ini malah mengagumi pemandangan kota dari tempat tinggi ini. Sesekali angin menerbangkan rambut kami.

“ini menyenangkan~~” teriaknya, “wuaaah… lihat barisan mobil kecil itu!!”

“cih~ kupikir gadis sepertimu akan takut berada di atas sini” sahutku.

Nara tersenyum. “aku suka disini. Anginnya sejuk~”. Tiba-tiba telunjuknya mengarah ke langit, “langitnya ceraaah~”

Aku ikut memandang langit. Masih ada gadis sepolos dia? Kupikir saat JiYoo minta tolong untuk menemui penggemar beratku dia adalah gadis kota yang akan selalu berpura-pura di depanku. Tapi ternyata dia malah gadis yang sama lugunya dengan JiYoo. Entah kenapa aku malah membawanya kesini. Tempat rahasiaku.

“aku harus berterima kasih pada JiYoo. Kupikir dia akan mengacuhkan permintaanku untuk bertemu denganmu” Nara tersenyum. Kali ini ke arahku.

“haha… sepertinya kau sudah banyak menyusahkannya” tanyaku.

Dia mengangguk, “sepertinya begitu. Tapi aku juga berterimakasih padamu. Kamsahamnida, Onew-sshi”

“ini gara-gara JiYoo yang memintaku. Tapi aku juga tidak menyesal sudah menemuimu disini, kau gadis yang menarik” kucubit pipinya. Nara hanya tersipu.

Kutatap kedua matanya dalam-dalam. Mataku tak berkedip. Pelan-pelan kudekatkan wajahku. Nara memejamkan matanya. Aigo~ apa yang aku lakukan? Kenapa tubuhku malah bergerak sendiri?

“Jinki-sshi, apa yang akan kau lakukan?” Nara bertanya sambil tetap menutup matanya. Aku jadi gelagapan sendiri.

“apa kita bisa bertemu lagi?” kubisikkan kata-kata itu di telinganya. Nara membuka matanya dan menatapku heran.

“pasti! Aku akan minta JiYoo selalu mengantarku menemuimu” janjinya.

Aku tersenyum, “geureom, akan kulakukan lain kali”

“he? Apanya?” Nara masih bingung. Aku menggeleng dengan cepat. Mana mungkin aku bilang akan menciumnya lain kali karena aku sama sekali tidak berpengalaman? Memalukan~

“JINKI-SSHI!!” suara cempreng seorang namja. Eunhyuk hyung sudah berdiri di pintu, “syutiiing!!”

“aigo~ benar! Syuting!” kutepuk dahiku, “Nara-ya, aku harus pergi! Pastikan kita akan bertemu lagi lain kali, arasseo?”

Nara mengangguk sambil melambaikan tangannya padaku. Apa aku bisa bertemu dengannya lagi?

====================

JiYoo’s PoV

Onew berlari cepat tapi sempat tersenyum padaku dan Eunhyuk. Kalau tidak ingat bahwa Onew sedang buru-buru, akan kuberi dia tinju mautku! Beraninya membuat orang panik begini! >.<

Aku melangkah cepat ke arah Nara. Eunhyuk menahan lenganku, “JiYoo-sshi, jangan emosi”

“arasseo~ oppa pergi saja, syutingnya bisa berantakan kalau tidak ada oppa” kuanggukkan kepalaku. Eunhyuk berbalik meninggalkanku. Benar! Tidak boleh emosi, JiYoo!

“JiYoo-sshi!” Nara menghambur ke pelukanku, “gomawo~ hari ini aku sangat senang! Kau tahu, ternyata Jinki berharap bisa bertemu denganku lagi!! Waah… hatiku benar-benar bisa meledak karena terlalu senang”

“geuraeyo? Kau senang?” tanyaku. Nara mengangguk. “geureom, sekarang kau harus pulang. Kkaja!”

Wajahnya memelas lagi, “tidak bisakah aku tinggal bersamamu di Seoul?”

“anii~ hari ini kau sudah memberi banyak masalah padaku:” jelasku, “apa kau tahu aku menangis saat mencari kalian kemana-mana?”

“mianhae. Aku tidak tahu” kepalanya menunduk. Aish… tingkahnya ini selalu membuatku tidak tega!! >.<

Kukeluarkan henponku, “ini. Ada nomor Jinki disini. Kau boleh menelponnya saat kau sudah tiba di rumah”

Wajahnya berubah senang lagi, “gomawoyo~ JiYoo-sshi. Saranghae~~”

“sirheo. Aku masih normal. Kkaja, kuantar kau sampai kau duduk dalam bis” kugandeng lengannya. Akhirnya aku bisa juga mengirim mahluk bernama Kwan Nara itu pulang dengan selamat. ^0^

====================

-studio-

“JiYoo-sshi, Nara sudah pulang?” Onew menghampiriku. Jonghyun menemani di sampingnya.

“ye. Rumahnya kan memang di Incheon” jelasku. Wajah Onew tidak berbeda jauh seperti saat Nara memohon padaku. Membuatku tidak tega saja, “tenanglah~ aku sudah memberikan nomormu padanya. Dia akan menghubungimu saat dia sampai di Incheon”

“jeongmal?” tanyanya. Kuanggukan kepalaku. Onew merentangkan kedua tangannya lagi, “gomawoyo~ JiYoo-sshi”

“JINKI-SSHI!!! Apa yang akan kau lakukan pada uri JiYoo?” Shindong sudah berdiri tegap di belakang Onew.

Onew mundur 3 langkah, “anio, sunbaenim. Aku tidak mau melakukan apa-apa padanya”

“haha… jangan sembarangan mendekati JiYoo, hyung” ujar Jonghyun, “tiga pengawalnya sedang ada disini sekarang. Kkaja, lebih baik kita pulang”

“ye. Dongsaeng-mu lebih pintar, Jinki” Leeteuk menepuk pundak Onew, “pulanglah”

Onew mengangguk sambil berbisik padaku, “gomawo”

====================

“hari ini benar-benar melelahkaaan~” kurebahkan tubuhku di kursi belakang mobil, “jeongmal pigonhae~~”

Eunhyuk tertawa, “geureom! Kau berlari kesana-kemari hari ini. Mana mungkin tidak lelah?”

Aku tersenyum pahit, “ne. Ini karena sepasang mahluk ajaib itu!”

“geundae, aku heran” Leeteuk menimpali, “bagaimana bisa kau tidak marah pada mereka berdua? Biasanya kau akan langsung melayangkan tinjumu kan?”

“aish…. Tidak selalu, oppa~” kupandangi lampu-lampu di luar jendela, “lagipula, aku tidak bisa marah pada mereka. Mereka kan bukan sengaja ingin menyusahkanku?”

“ommo~ Uri JiYoo sangat berhati besar” kata-kata Leeteuk sayup-sayup terdengar lalu menghilang sama sekali.

====================

Eunhyuk’s PoV

“ommo~ Uri JiYoo sangat berhati besar” saat Leeteuk hyung menyelesaikan kata-katanya, pundakku terasa berat. Kepala JiYoo bersandar di pundakku. Matanya terpejam rapat. Wajahnya lusuh. Pasti hari ini dua kali lebih melelahkan daripada biasanya.

“hyung, jangan berisik” ucapku, “anak ini sudah berlayar ke alam mimpi”

Shindong hyung menoleh dari kursi depan, “aigo~ dia benar-benar seperti anak kecil. Gampang sekali tidurnya”

Leeteuk hyung melepaskan jaketnya. Dia menyelimuti gadis di sampingku ini dengan jaket, “aku jadi penasaran bagaimana jika nanti dia tidak mengurusi kita lagi”

“akan berantakan?” tanyaku. Leeteuk hyung dan Shindong hyung mengangguk setuju.

“oppadeul~~” JiYoo menggumam pelan. Kami bertiga menunggu apa yang akan dia ucapkan dalam tidurnya, “cepat buatkan aku makanan. Aku lapar. Ppali~~”

“cih~ gadis ini berani bermimpi memerintah kita” Leeteuk hyung melengos. Tapi diam-diam kami bertiga menahan tawa. Choi JiYoo~ kau benar-benar gadis ajaib.

‘drrt…drrt…’
Leeteuk hyung mengangkat telponnya, “yeoboseyo?”
“…”
“jinjja? Onjeimnikka?”
“…”
“mwo? Anii~ bisakah ditunda?”
“…”
“ye. Arasseo. Kamsahamnida”

Wajah Leeteuk hyung berubah muram. Aku merasakan firasat buruk, “hyung? Waekeurae?”

=TBC=

20 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 4-

  1. ahahahahaha, ngakak baca leeteuk cemburu, omaygaaat, leeteuk, kamu kan sering dikasih kalung serba seribu sama aku, ngga cukup yah ? hiks *komen gapen*
    ffnya rame onn, seperti biasaaa *hug onnie* aku lompat ke part 5 ya onn *swing*

  2. haih, tuki boteeek (bohong) >_>
    hayooo ngakuuu, ntar digigit semut loo kalo ga ngaku

    betewe ini pertama kali baca FF berlanjut, dengan tokoh artis ‘sampingan’nya SHINee,
    biasanya saya nemunya bareng DBSK😀

  3. huwa~… teuki..teuki,, smpe segitunya *geleng-geleng kepala*
    sapose itu yang nelpon???

    *lari-lari ke part berikutnya*

  4. astaga, sii dubu bisa2 nya lupa sama syuting nya, kasian sii jiyoo sampe nangis gitu..
    onew-nara, bakalan pasangan yang nyusahin jiyoo nih..

  5. Hwaaa kaik’a ada cinta pada pandangan pertama nih!! Bakal ada pasangan baru nih??

    What? Masalah baru??
    Ya amplop aq kira teukie cemburu ternyata iri -_-”

    Next part ya thorr ..😉

  6. njir. om teuki cemburu sama jiyoo? demi apaaaa??? kekanakan vanger taugasi. bener bener gainget umur. >< *plak
    kalok cemburu sm kunyuk si wajar. tauk aja sii teuk suka jiyoo. itu normal.-.
    kenapa sii leader jadi labiiiiiilll?????? *readersyarav
    eh, itu sii bang teuk d telpon siapa yak? kenapa yak? penasaran.-.
    yauda yeth, di cut aja koar koarnya/? lngsng cus ke part berikutnya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s