[FF] My Wonderful Life -part 3-

-previously-

JiYoo sibuk memandangi kalungnya dan memikirkan alasan Eunhyuk memberikan kalung yang diinginkannya. Sementara sepasang mata terus mengawasinya sejak Eunhyuk memasangkan kalung itu di leher JiYoo. Pandangannya nanar dan tajam secara bersamaan.

Tangannya mengepal kuat dan bibirnya berdesis kesal, “sial!”

====================

Ryeowook’s PoV

Kulihat Leeteuk hyung berdiri sambil mengamati sesuatu dari jauh. Aku melihat dia sedang sibuk memperhatikan JiYoo.

“hyung, sedang apa disini?” kutepuk pundaknya, “belum tidur?”

Leeteuk hyung terkejut, “YA! Kau ini mengagetkanku saja! Belum. Aku belum mengantuk”

“tidurlah. Jadwal hyung akan lebih padat dariku” ujarku. Leeteuk hyung hanya berwajah enggan. Sepertinya dia masih belum mau meninggalkan ‘pemandangan’ yang dia sukai, “keureom, aku akan tidur duluan. Jangan tidur terlalu malam, hyung”

“arasseo. Gomawoyo~” Leeteuk hyung kembali fokus dengan kesibukannya. Apa yang dia lakukan? Kenapa kulihat dia menatap JiYoo dengan kesal? Atau…….. Leeteuk hyung menyukai JiYoo???

===================

-esoknya-

JiYoo’s PoV

“sarapaaann!!” teriakku. Semua member, kecuali Ryeowook dan Hankyung masih berselimut sambil berkhayal jauh ke alam mimpi. Aku menatap Hankyung, “oppa~ sampai kapan mereka semua akan tidur? Jadwal mereka agak padat. Pagi ini ada syuting Starking, siangnya ada pemotretan, malam ini juga aku harus ikut Leeteuk oppa dan Eunhyuk oppa siaran Sukira”

“haha… pekerjaanmu benar-benar berat ya” sahutnya. Tentu saja! Bagaimana mungkin aku bisa mengatur semua jadwal mereka secara bersamaan? Tidak mati saja aku sudah bersyukur. >.<

Ryeowook menghampiriku, “JiYoo-sshi, pergilah bangunkan Leeteuk hyung, asal dia sudah bangun, member lain akan mengekor”

“ah! Benar juga! Oppa pintar sekali!!” tanganku mampir ke pipi Ryeowook. Wajahnya jadi aneh saat aku mencubit kedua pipinya.😄

“aish…. Sakiiiit~” keluhnya. Buru-buru aku melarikan diri darinya sebelum dia membalasku. ^0^

‘tok… tok… tok…’
“Jungsoo oppa, apa kau sudah bangun? Cepat bangun, kita sarapan” tidak ada jawaban dari dalam kamar, “oppa, aku masuk ya?”

Kubuka perlahan pintu kamarnya. Kamarnya sedikit berantakan. Laptopnya berada di atas meja dalam keadaan terbuka. Jangan-jangan sebelum tidur dia masih sempat meng-update CY-nya? (=.=)

Tubuhnya masih tertutup selimut putih. Hanya kulihat sedikit rambutnya. Tapi kenapa warnanya beda ya? Aku tidak salah masuk kamar kan?

Kugoyangkan badannya, “oppa~ bangunlah. Ayo kita sarapan”. Saat kubuka selimutnya, ternyata dia hanya memakai celana pendek, “YA!! Oppa! Cepat pakai bajumu!”. Kututup kedua mataku dengan selimut yang ada di tanganku. Memalukan~ >.<

Wajahnya berbalik ke arahku, “aish… JiYoo! Apa yang kau lakukan disini? Berikan selimut itu!”

“ini bukan Jungsoo oppa? Ini…. Eunhyuk oppa! Sedang apa di kamar Jungsoo oppa? Apa semalam kalian tidur bersama?” tanyaku. Kedua mataku masih terpejam rapat. >.<

“berikan dulu selimutnya. Akan segera kujelaskan” kusodorkan selimut itu dengan takut-takut, “sudah aman! Hehehe”

“siapa yang menyuruh oppa tertawa? Apa oppa tahu, oppa hampir membuatku gila!” dengusku, “kenapa tidur hanya memakai celana pendek, ha?”

“aku kepanasan~ kamarku panas, disini lebih dingin. Aku juga lebih nyaman begini” jelas Eunhyuk, “lagipula kenapa kau sembarangan masuk kesini? Jangan-jangan kau selalu begini ya pada Leeteuk hyung?”

“ANIYO. Ini pertama kalinya aku masuk tanpa ijin kesini” aku memandang sekeliling, “dimana Jungsoo oppa?”

“eum…. Molla~ semalam saat aku pindah kesini dia masih ada” sahutnya, “tapi kalau begini berarti kau sudah menodaiku, JiYoo”

“MWO? Apa-apaan itu? Aku tidak melihat apa-apa!” tegasku. Aku memang tidak sempat melihat apa-apa kan? Lagipula melihatnya pun aku juga tidak akan senang. >.<

“yaa! Kenapa pagi-pagi begini kalian sudah berisik, ha?” Heechul muncul di depan pintu, “YA! Hyukjae-ah, apa yang sudah kau perbuat pada JiYoo? Kau ini cari mati ya?”

“Hyukjae-ah, michyoseo? JiYoo ini hanya manager sementara” Sungmin ikut membelalakkan mata sipitnya, “apa yang sudah kau lakukan padanya?”

Siwon langsung menarik tanganku, “JiYoo-sshi, gwenchana?”

“JiYoo-sshi, apa yang laki-laki mesum ini lakukan padamu? Ayo bilang padaku!” Kangin menggulung lengan piyamanya.

“kalian ini bicara apa, ha? Aku tidak melakukan apa-apa padanya” Eunhyuk mencoba membela diri. Kami memang tidak melakukan apa-apa. Kalau pun Eunhyuk sempat memikirkannya, akan kubuat dia pingsan dengan tinju mautku!😄

‘CKLIK!!’

“Jongwoon hyung, apa yang kau lakukan? Aku sedang bertelanjang dada!!” serunya pada Yesung yang sedang menggenggam kamera digital di tangannya.

“akan kumasukkan ke CY atau kusebarkan di internet. ‘Naked Anchovy’. Judul itu akan menjadi favorit” Yesung mengatakan semua hal itu dengan santai. Dasar mahluk-mahluk ajaib! (=.=)

Leeteuk muncul dari bawah ranjang, “YA! Tidak bisakah untuk sehari saja kalian membiarkanku tidur dengan nyenyak? Semalam aku mengobrol dengan ELF Indonesia sampai jam 3 pagi!”

“hyung, sedang apa kau di bawah sana?” tanya Eunhyuk heran, “bukankah semalam kau masih tidur di sampingku?”

“kau masih berani bertanya?” wajah Leeteuk berubah kesal, “kau pikir siapa yang menendangku ke bawah dan malah merebut ranjang dan selimutku, ha?”

“jadi Eunhyuk oppa mengalahkan Jungsoo oppa tadi malam?” tanyaku sambil menahan tawa. Di kepalaku malah terbayang adegan mereka berdua yang berebut ranjang. Sampai akhirnya Eunhyuk mengeluarkan jurus tendangan satria baja hitam dan membuat Leeteuk KO.😄

Leeteuk oppa melengos dan tidak mau menatapku, “ye. Seperti itulah”

He? Kenapa sikapnya padaku jadi aneh begini? Apa aku sudah melakukan kesalahan padanya? >.<

“yaa! Bagaimana kalau foto Hyukjae dan JiYoo ini kita sebar luaskan. Itu akan membuat Hyukjae semakin digilai para gadis. Setidaknya itulah yang akan dipikirkan mereka” Heechul mengusulkan.

Aku menggeleng, “ada fotoku kan? Awas kalau foto itu berani oppa sebarkan!” aku mengomel lagi dan akhirnya membuat mereka tertawa puas. Bagus sekali. >.<

=====================

Sarapan pagi ini berisik seperti biasanya. Tentu saja, 14 orang berkumpul bersama di meja makan. Belum lagi Heechul yang mengajak serta Heebum. Padahal dia tahu aku sama sekali tidak bisa dekat-dekat dengan binatang berbulu. >.<

“Heechul oppa~ singkirkan Heebum. Aku kan alergi” keluhku. Tanganku sibuk menutup hidung dan mulutku.

“jeongmalyo? Jangan-jangan kau hanya takut pada kucing ya?” Heechul mengangkat Heebum, “kemarilaaah~ Heebum ingin kau gendong”

“SIRHEO!! Jauhkan dia dariku, oppa. Jebal~~” ujarku. Hidungku mulai gatal dan aku bersin-bersin tanpa henti.

“JiYoo-sshi, gwenchanayo?” Kyuhyun menahan lenganku. Aku hanya mengangguk lemah. Alergi-ku memang hanya alergi ringan. Paling parah mungkin hanya pingsan.

Eunhyuk mengambil Heebum dari tangan Heechul, “akan kuletakkan Heebum di beranda”

“YA! Hyukjae-ah, andwae~ bagaimana nanti kalau Heebum malah bunuh diri dari sana?” rengek Heechul.

“hyung, kalau Heebum benar-benar loncat dari beranda berarti dia sudah bosan hidup bersamamu. Relakan saja” Sungmin menahan Heechul.

“ara~ ara~ aku tidak akan menggoda JiYoo lagi” Heechul memohon.

Eunhyuk menurunkan Heebum dari tangannya, “hyung kan tahu alergi JiYoo, kalau sedang kumat akan berbahaya”

“aish… Hyukjae-ah, kenapa kau perhatian begitu pada JiYoo? Aha! Kau menyukainya ya?” goda Heechul.

“a…aniyo. Kalau JiYoo sakit nanti siapa yang akan mengurus kita? Belum lagi dia nanti pasti akan merepotkan” Eunhyuk memalingkan wajahnya yang merah.

“arasseo~ kalau aku sakit, aku tidak akan menyusahkan kalian. Tenang saja” sahutku sambil tersenyum, “ada rapat album 4jib kalian di kantor SM. Cepat selesaikan sarapannya”

====================

Leeteuk’s PoV

Cih~ perhatian sekali kau padanya. Kalung itu dan caramu memperhatikan JiYoo benar-benar membuatku kesal.

“oppa~ kenapa tidak makan? Apa hari ini oppa tidak enak badan?” JiYoo mengamati wajahku baik-baik. Tangannya pun sempat menyentuh keningku.

Kutepis tangannya, “ani. Aku baik-baik saja”. Aku beranjak dari kursiku sambil memegang roti di tanganku.

JiYoo menyusulku, “apa oppa marah padaku? Kenapa hari ini sikap oppa dingin begini? Aku berbuat salah ya?”

Aku menggeleng, “ani. Bukan salahmu. Aku akan siap-siap sekarang”. Sekali lagi kutinggalkan dia menuju kamar mandi.

“Jungsoo~~ kendalikan perasaanmu. Kenapa kau bersikap begini pada JiYoo?” kubasuh wajahku dengan air, “aku harus merubah sikapku padanya”

Setelah selesai mandi, kukeringkan rambutku dengan handuk putih milikku. Kulihat para dongsaeng-ku sibuk bersiap-siap. Kutangkap sesuatu di depan mataku. Eunhyuk berlari keliling dorm sambil menenteng sebuah buku berwarna biru.

“oppa~~ kembalikan diary-ku sekaraaaaang!!” JiYoo mengikutinya dari belakang dengan berlari kecil.

“ambil saja kalau kau bisaa~” Eunhyuk menyodorkkan diary itu beberapa kali. Benar-benar membuatku kesal lagi.

Aku merebut diary JiYoo dengan paksa dari tangan Eunhyuk saat dia berhenti di depanku, “berhenti bermain-main!”

JiYoo menghampiriku sambil terengah-engah, “gomapta, oppa. Oppa sudah selesai mandi? Bajunya sudah kusiapkan di kamar oppa”

“ne. Gomawo” aku berlalu darinya menuju kamarku. Aigo~ perasaanku makin tidak karuan. Jungsoo, kendalikan dirimu!!

====================

JiYoo’s PoV

Sikap Leeteuk lain sekali dari biasanya. Dingin dan ketus padaku. Tapi tadi sedikit membelaku saat Eunhyuk sedang bercanda denganku. Mungkin suasana hatinya sedang buruk. (o_o”)

“hari ini ada 3 van seperti biasa. Pembagiannya bagaimana?” tanya Sungmin, “seperti biasa?”

Aku mengangguk, “ne. Aku akan di van bersama Leeteuk oppa sampai Yesung oppa. Sisanya dibagi 2 saja”

Member lain setuju. Tapi lagi-lagi Leeteuk bersikap aneh. Biasanya dia akan duduk di kursi belakang bersama denganku dan Heechul, tapi sekarang dia malah memilih duduk di samping supir. Apa ada yang salah denganku? >.<

Setelah sampai di SM, aku malah tidak diijinkan ikut rapat. (=.=)
“tapi aku kan manager Super Junior!” rengekku, “kenapa aku tidak boleh ikut rapat ini?”

Shindong menggelengkan kepalanya, “tapi kau tetap orang luar. Kalau kami bocorkan padamu, nanti tidak akan ada lagi kejutan di album ini, arasseo?”

“keunde aku ka-“ aku tetap mencoba berdebat dengan mereka.

Kyuhyun memotong, “tidak ada tapi-tapian. Tunggu disini sampai kami selesai”

“sekarang lebih baik kau duduk manis disini. Jangan berkeliaran jauh-jauh. Jadilah anak yang baik hari ini” Donghae mengacak rambutku.

“aku bukan anak keciiiiiiil~” kutepis tangannya dari kepalaku, “kalau kalian terlalu lama, aku akan pulang sendiri!” (=3=)

“haha… memangnya kau berani?” Siwon mencubit pipiku, “diamlah disini. Kami tidak akan lama”

Begitulah…. Sekarang aku sendirian menunggu di ruangan mereka. Tiba-tiba pintu terbuka dan muncullah sosok malaikat yang pernah ada dalam mimpiku! Choi Minho dan SHINee ada di depanku! >.<

“ah, annyeong haseyo” sapa Onew, “JiYoo-sshi, mana sunbaenim?”

“rapat” sahutku singkat. Aku masih setengah kesal pada sunbae mereka dan setengah terpesona pada mereka.😄

“rapat album baru ya?” tanya Minho. Aigo~ orang ini sering muncul di mimpiku. Aslinya ternyata jauuuuh lebih tampaaaaan. >.<

Taemin mengibas-ibaskan tangannya di depanku, “noona, gwenchana?”

“ye? Ani. Gwenchana” kuatur nafasku, “ne, mereka sedang rapat soal album 4jib. Tapi aku tidak dijinkan ikut~”

“haha… tentu saja. Mana mungkin gadis cerewet sepertimu diijinkan ikut rapat? Nanti kau malah mengacaukan rencana kejutan mereka untuk semua ELF” sahut Key. Mahluk ini memang sama sekali tidak bisa bersikap ramah padaku.

“kau mau mengajakku berkelahi, ha?” tantangku. Member SHINee yang lain menatapku terkejut. Mungkin mereka heran kenapa ada gadis seperti Choi JiYoo di dunia ini.😄

“sudahlah. Tidak perlu emosi” Minho menahan lenganku. Membuatku panas-dingin saja. >.<

“kau juga, Kibum-ah. Bisa-bisa kau terkena tinju mautnya. Kau sudah dengar kan cerita tentangnya dari Kangin sunbae?” ujar Jonghyun. MWORAGO? Memangnya apa yang mereka dengar dari Kangin? Pasti sesuatu yang buruk. (=3=)

‘drrt… drrt…’
From: Nara Kwan
-minggu besok kau pulang?-

To: Nara Kwan
-ye. Waeyo?-

From: Nara Kwan
-belikan aku ayam goreng yang ada di CF SHINee!! Di kotaknya ada gambar Onew!!-

Cih~ apa-apaan gadis ini? Mengirim pesan tidak penting begini padaku. Aku pikir ada sesuatu yang gawat di rumah, tapi dia hanya menyuruhku membawakan oleh-oleh?
Kalau tidak ingat bahwa Kwan Nara adalah sahabatku dari kecil dan teman serumahku di Incheon, aku tidak akan mendengarkan permintaannya.😄

“otte? Apa iya aku harus menenteng sekotak ayam dalam bis ke Incheon?” keluhku. Tiba-tiba terlintas ide dalam kepalaku! Aku tidak akan membawakannya ayam itu!!, “Jinki-sshi, apa boleh aku minta sesuatu?”

“ye? Waekeurae?” tanya Onew sambil menatapku.

“hanya permintaan kecil” kuambil secarik kertas dan spidol hitam, “tolong berikan tanda tanganmu. Jebal~”

“he? Aku tidak tahu kau adalah penggemar beratku. Gomawoyo~ JiYoo-sshi” Onew berlari ke arahku. Tangannya terbuka. Waaah…. Apa dia ingin memelukku?

Key langsung berdiri di depanku dan menerima pelukan Onew. Aku selamaaaaat~~~ >.<

“YA, hyung! Dia hanya meminta tanda tanganmu, bukan memintamu memeluknya” jelas Key. Tumben bisa bersikap baik padaku, “jangan sampai kau mengotori tanganmu hanya untuk memeluk gadis seperti dia”

Kujitak kepala Key, “aish… sembarangan sekali kau ini! Lain kali akan kubuat kau menyesal!”. Aku menatap Onew lagi, “bukan untukku, untuk sahabatku. Bolehkah?”

Onew mengangguk, “kupikir untukmu. Padahal kalau benar, aku bisa menyombongkannya di depan sunbaenim. Siapa nama sahabatmu itu?”

“Kwan Nara. Tulis juga supaya dia berhenti menyusahkan Choi JiYoo” biar saja. Siapa tahu kalau Onew yang menyampaikannya, Nara akan lupa untuk membuatku tuli dengan harapan-harapannya tentang Onew.😄

“sudah? Kita ada latihan sekarang. Jangan terlalu lama menghabiskan waktu dengannya” Key melangkah pergi, “kkaja!”

“aish…. Anak itu!” dengusku. Onew menyerahkan kertas yang berisi tanda tangannya, “kamsahamnida, Jinki-sshi”

“ye. Lain kali kau saja ya yang meminta tanda tanganku? Akan kubuat sunbaenim kesal setengah mati” kata Onew.

“he? Maksudnya?” aku malah bingung dengan ucapannya, “untuk apa mereka kesal gara-gara itu?”

“mereka bilang, kau tidak pernah mencoba meminta tanda tangan ataupun berfoto bersama mereka. Itu membuat mereka sedikit kesal” jelas Minho. Apa benar begitu? Haha… konyol sekali mereka itu.😄

“baiklah, JiYoo-sshi. Kami pergi latihan dulu” Jonghyun pamit. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.

“noona, bye-bye” Taemin melambaikan kedua tangannya. Minho mengikuti member lainnya dari belakang. Aah… kenapa aku hanya sebentar bertemu dengannya? >.<

==================

-di mobil-

“selanjutnya aku harus menemani Leeteuk oppa, Eunhyuk oppa dan Shindong oppa untuk syuting Starking” aku membolak-balik halaman catatan kecil-ku.

“berarti kau akan menurunkan kami di dorm dulu kan?” tanya Heechul. Aku hanya mengangguk, “keureom, siapa saja member lain yang akan berada di dorm hari ini? Aku bosan~”

Kulihat lagi buku kecil-ku, “ada Donghae oppa, Kyuhyun oppa dan Kibum oppa di sorm. Bermain game saja bersama Kyuhyun oppa”

Heechul hanya mengangguk paham. Tak lama akhirnya kami sampai di depan dorm. Dari van yang kunaiki, hanya menurunkan Heechul. Sedangkan Hankyung dan Yesung akan ada pekerjaan di tempat lain secara terpisah.

====================

Kami sampai di studio Starking, tapi sikap Leeteuk malah semakin dingin. Dan kali ini bukan hanya padaku, tapi juga pada Eunhyuk. Bahkan beberapa kali Leeteuk tidak konsentrasi pada syuting kali ini. >.<

“Jungsoo-sshi! Jangan main-main terus! Seriuslah sedikit!” produser mulai meninggikan nada suaranya pada Leeteuk. Kesalahannya dalam syuting ini memang terlalu sering. Bukan seperti Leeteuk yang biasanya. >.<

“ye. Jweosonghamnida” dan Leeteuk harus sering-sering minta maaf.

“break 10 menit!!!” akhirnya ada waktu istirahat juga.

“oppadeul! Sebelum melanjutkan syuting, berkumpulah dulu. Ada yang ingin kubicarakan” aku benar-benar tidak bisa membiarkan situasi seperti ini berlanjut.

Mereka duduk di depanku. Bergantian kutatap mereka satu-persatu. Tampak Leeteuk-lah yang paling tidak nyaman dengan perintahku kali ini, “mau bicara apa? Ppaliwa~~”

“Leeteuk oppa sebenarnya kenapa? Kenapa seharian ini bersikap aneh? Sampai syuting pun tidak konsentrasi seperti tadi?” mataku menatapnya tajam, “aku tahu aku hanya manager sementara, tapi aku tidak bisa diam melihat sikap oppa yang berubah begini”

Leeteuk balas memandangku. Lalu matanya berganti pada Eunhyuk, “akan kujelaskan. Tapi ini benar-benar alasan yang kekanak-kanakan. Jangan tertawa!”

=TBC=

23 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 3-

  1. aduuuh nara ngeksis…
    ayam yg ada onyunya.. wakakaka

    aduuuh shel, kayaknya qt bedua sama2 flames nih…
    hiks…
    lanjut part berikutnya

  2. hng ? Ada Apa Dengan Leeteuk ? (AADL)
    habeuum, leeteuk, udah kamu sama aku ajaa, pasti hepeli ever after deh, heuh -3-
    onn, ini udah sampe part 14 ya ? okedeh, saya akan setia membaca ff ini *nyimpen tangan di dada*

  3. UWOOOH!
    cinta segitiganya dimulaaaaaai! *dance*

    “JiYoo-sshi, apa yang laki-laki mesum ini lakukan padamu? Ayo bilang padaku!” Kangin menggulung lengan piyamanya.
    = yeoboo~ calm down~😮

    Key langsung berdiri di depanku dan menerima pelukan Onew. Aku selamaaaaat~~~
    = KYAAAAA! OnKey momeeeent! <3333
    ntar ada 2Min moment juga ga?😄

  4. klo nama aja ga sopan!
    onnie aja ya, yayaya *kedip-kedip mata*

    oiya tadi yang add fb itu akkuuu…
    makasih ud di confirm ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s