[FF] My Wonderful Life -part 2-

-previously-

“sudahlah! Terserah kau saja!!” Heechul mengakhiri percakapannya dan kembali pada kami dengan wajah kusut. Sangat menakutkan saat Heechul sudah berubah mood seperti ini. Kami hanya bisa menatapnya dengan hati-hati. Di saat begini, pasti atmosfer hening langsung menyergap. Benar-benar menakutkan.

Selalu aku-lah yang mulai bertanya, “oppa, waekuraeyo? Gwenchana?”

Heechul menghela nafas panjang, “ini karena….”

====================

Heechul’s PoV

“gara-gara Yoonhee! Gadis itu benar-benar membuatku kesal! Sudah tahu salah, tetap saja tidak mau minta maaf!” aku mengacak rambutku, “aah… gadis itu membuatku gila!”

JiYoo menggeleng-gelengkan kepalanya, “jadi kalian bertengkar lagi? Kali ini kenapa? Masih ribut masalah kalung untuk Heebum?”

“aish… kau! Anak kecil bicara sembarangan! Kapan kami pernah bertengkar gara-gara masalah sepele begitu, ha?” aku melengos. Dasar JiYoo! Sok tahu sekali dia! Aku kan tidak kekanak-kanakan begitu!

“hyung, apa kau lupa kejadian minggu lalu?” Ryeowook menimpali, “minggu lalu hyung dan Yoonhee noona kan berdebat dari masalah warna sampai bentuk bandul untuk kalung milik Heebum”

Kukepalkan tanganku, “kapan? Aku tidak ingat!”. Ryeowook hanya menunduk saat melihat kepalan tanganku. Anak kecil masih berani melawanku!

“yaa! Kalau bukan JiYoo dan Siwon yang menjadi penengah kalian, bisa-bisa hyung dan Yoonhee-sshi langsung main cakar-cakaran kan?” Kangin ikut memojokkanku. Membuatku tidak bisa berkutik saja! Benar-benar keterlaluan! Aku tidak lupa kejadian itu, aku kan hanya tidak ingin mengungkitnya! Apa tidak ada orang yang bisa membelaku?

“lalu, sekarang kalian kenapa lagi?” Leeteuk menengahi, “tidak bisakah kalian bicara baik-baik berdua? Tanpa adu mulut seperti biasanya? Kalian kan sudah dewasa.”

“kali ini benar-benar bukan salahku. Ini salah gadis keras kepala itu! Siapa suruh dia menghilangkan cincin permata yang kuberikan?” kujelaskan masalahku, “itu cincin yang kubeli sebagai kado ulang tahunnya bulan Agustus kemarin, tapi sekarang dengan santainya dia hanya bilang ‘cincin darimu hilang saat aku naik bis ke Incheon’. Hah! Bilang maaf pun tidak!”

JiYoo menanggapi, “ya sudah, tinggal menyuruhnya minta maaf apa susahnya?”

“yaa! Kau tidak mengerti ya? Itu cincin yang harus dia jaga, aku sama sekali tidak membutuhkan kata maafnya, aku hanya ingin dia menjaga barang pengikat kami dengan baik!” nada bicaraku mulai meninggi. Aku benar-benar membentak JiYoo, member lain hanya melayangkan tatapan jangan-kasar-pada-JiYoo ke arahku. Arasseo~ aku juga tidak mau begitu padanya. Hanya saja emosiku sudah tidak bisa ditahan.

“lalu, oppa mau bagaimana?” wajah JiYoo biasa saja. Padahal kupikir dia akan menangis saat kubentak. Gadis aneh~

“molla~ biarkan saja-lah!” lagi-lagi aku mendengus sebal dan berjalan menuju dapur.

====================

JiYoo’s PoV

Haaah… selalu saja begini. Mereka benar-benar pasangan yang merepotkan. Sekalinya bertengkar, bisa membuat rusuh seisi dorm. Aku heran kenapa mereka bisa tahan lama begitu. Kalau aku jadi Yoonhee, aku pasti akan kembali pada Kyuhyun. Setidaknya Kyuhyun akan lebih suka berkutat dengan game-nya daripada berdebat masalah yang kecil dengan pacarnya. Aku tidak mengerti kenapa mereka malah putus. Bahkan sekarang mereka benar-benar menjadi pasangan oppa-dongsaeng.😄

‘ting…tong…’

“biar aku yang bukaa!” aku menghambur ke pintu depan dan membuka pintu, “onnie?”

Kulihat Yoonhee berdiri dengan penampilan seperti biasanya. Rambut kuncir kuda dan dengan t-shirt santai. Dia tersenyum padaku, “JiYoo-ah, annyeong?”

“ah, annyeong haseyo, onnie. Ayo masuk” kubawakan tas tangan yang dia pegang, “Heechul oppa ada di dapur. Kau bisa langsung bicara dengannya disana”

“kau sudah tahu? Dasar Kim Heechul tidak bisa jaga mulut! Sudah kubilang kali ini selesaikan berdua, tapi ternyata dia tetap mengadu padamu!” Yoonhee mengepalkan tangannya. Jangan-jangan akan terjadi perang lagi. Kalau mereka sudah mulai bertengkar seperti ini, mereka benar-benar seraaam! >.<

Diam-diam Leeteuk menyuruh kami semua masuk ke dalam, “berpura-puralah sedang mengerjakan sesuatu, jangan sampai terlibat!”

Leader benar-benar ingin menghindarkan kami dari bencana, musibah dan marabahaya yang sedang terjadi dalam dorm ini. Sepertinya kali ini agak sedikit lebih serius. Lebih baik aku tidak ikut campur lagi. Aku masih sayang nyawaku.😄

Tangan seseorang menahanku, “JiYoo-ah, kita mengintip saja dari balik pintu. Ottoke?”

“mwoya? Apa Eunhyuk oppa masih waras? Kalau Heechul oppa tahu, kita bisa benar-benar TAMAT!” kulingkarkan telunjukku di leher. Mengintip, mencuri dengar apalagi ikut campur, bisa menjadi cara tercepat angkat kaki dari dunia yang fana ini. >.<

“anii~ Tidak akan. Leeteuk hyung juga akan bersama kita” sahutnya. Kulihat Leeteuk sudah siap dengan helm panci dan tongkat baseball. Takut-takut Heechul menjadi liar dan mulai menyerang.😄

Leader macam apa itu? Masih bilang supaya kami jangan terlibat, tapi rupanya dia sendiri malah paling ingin bergosip. Sampai bertaruh nyawa begitu hanya untuk mendengar kelanjutan masalah Heechul-Yoonhee. >.<

“yaa! Jangan bengong!” Leeteuk mencubit pipi kananku, “kkaja!”

====================

Heechul’s PoV

Ada sedikit wajah menyesal padanya. Baguslah. Berarti dia memang mengaku salah. Tapi kenapa dia masih belum minta maaf padaku?

“aku menunggu permintaan maafmu!” ujarku kasar, “ppali!”

Yoonhee hanya menundukkan kepalanya, “ara~ Mianhae. Aku yang salah. Kau puas?”

“yaa! Permintaan maaf macam apa itu? Cepat temukan cincin itu!” aku mendengus, “aku tidak mau cincin itu hilang begitu saja, paling tidak tunjukkan tanggung jawabmu”

“kau….” Yoonhee mulai menaikkan nada suaranya, “sudah kubilang sepertinya cincin itu hilang di bis, setelah kutanyakan, tidak ada cincin yang ditemukan. Pasti sudah diambil orang lain. Aku sudah berusaha mencarinya”

“tetap saja aku ingin kau menemukannya. Bagaimana pun caranya!” sergahku. Aku terlalu kasar kah? Tapi aku memang benar-benar kecewa saat dia bilang cincin itu hilang.

Yoonhee mendengus, “arasseo! Akan kukembalikan cincin itu padamu!”

Setelah mengatakan itu, Yoonhee meninggalkanku dengan emosi. Mulutku juga tidak bisa memanggilnya kembali. Aku tidak ingin dia mengembalikan cincin itu. Benar-benar tidak ingin.

Kutarik nafas dalam-dalam, “yaa! Kalian bertiga! Keluar sekarang!”. Kutemukan 3 ekor penguntit keluar dari balik pintu dapur.

====================

JiYoo’s PoV

Heechul langsung menemukan kami. Ternyata nalurinya tajam juga, padahal kupikir kami benar-benar tidak terlihat. Sekarang kami bertiga dipaksa menjadi pencari solusi dari masalah Heechul-Yoonhee. Menyebalkan! Kenapa tadi aku mau mengikuti tingkah 2 orang abnormal tadi? >.<

“bagaimana pun juga kalian bertiga harus membantuku menyelesaikan masalah ini!” ujar Heechul, “kalau berani menolak, akan kubuat kalian menyesal telah mengenal seorang Kim Heechul!”. Dan dengan santainya Heechul meninggalkan kami bertiga yang bertampang kusut. X(

Aku hanya bisa melirik Eunhyuk dan Leeteuk dengan tatapan sebal. Gara-gara mereka, kali ini aku mendapatkan masalah yang sama sekali tidak ingin kuhadapi. Mencari solusi damai yang bagaimana pun sama saja seperti jalan buntu. >.<

“Eunhyuk-ah, ini gara-gara kau yang tadi terlalu berisik” Leeteuk mengeluh, “kita tidak akan tertangkap basah kalau kau bisa lebih tenang sedikit”

Eunhyuk membalas, “hyung, ini juga gara-gara tongkat pemukul itu. Setiap kali hyung bergerak pasti tongkat itu menimbulkan suara”

Mereka berdua mulai masuk dalam perdebatan. Masing-masing mencari pembenaran sendiri. Padahal semuanya juga salah. (=.=)

“sudahlah! Leeteuk oppa dan Eunhyuk oppa sama-sama salah! Aku juga, kenapa aku mau mengikuti ajakan sesat kalian” aku terpaksa menengahi, “sekarang kita harus bagaimana? Ada yang punya ide?”

Leeteuk bertampang serius. Kurasa sekarang dia memutar otak mati-matian. Eunhyuk juga kelihatannya sedang mencari solusi yang tepat untuk masalah Heechul-Yoonhee. Kalau aku, aku benar-benar tidak ada ide sama sekali. Otakku buntu. >.<

“bagaimana kalau….” Leeteuk mulai bersuara, “kita mengatur dinner yang romantis untuk mereka? Bagaimana pun juga, dari masalah yang kita dengar tadi, Heechul sudah keterlaluan. Jadi kita harus membuatnya minta maaf”

“hajiman….” kugigit jempolku, “apa Heechul oppa mau melakukannya? Harga dirinya kan terlalu tinggi”

“keurae, JiYoo benar, hyung. Lagipula bagaimana dengan Yoonhee-sshi? Mungkin dia malah menolak ajakan Heechul hyung. Mereka berdua sama-sama mempunyai ego yang tinggi” Eunhyuk mulai ragu dengan ide Leeteuk.

Kali ini Leeteuk berpikir cukup keras, “bagaimana kalau kita bertiga bagi tugas? Ada yang membujuk Yoonhee dan ada yang melunakkan Heechul?”

Aku menimbang-nimbang ide yang satu ini. Seharusnya kalau kami melakukannya dengan benar, semuanya akan berjalan sesuai rencana. Eunhyuk hanya mengangguk setuju.

“baiklah, kita coba begitu saja!” sahutku, “sekarang pembagiannya?”

“kau dan Eunhyuk pergi membujuk Yoonhee-sshi, aku yang akan menemui Heechul. Setuju?” Leeteuk menatap kami bergantian. Kami berdua hanya mengangguk. Mudah-mudahan saja Yoonhee mau mendengarkan kami berdua. >.<

====================

Eunhyuk’s PoV

Kami meninggalkan dorm dan langsung menuju rumah Yoonhee. Sepanjang perjalanan, kami hanya sibuk menebak kira-kira bagaimana reaksi Yoonhee saat melihat kami. Bagaimana kalau dia malah mengusir kami pulang? Bisa-bisa rencana yang disusun Leeteuk berantakan.

“JiYoo-ah, apa kau gugup?” tanyaku. Gadis di sampingku ini hanya menggeleng sambil terus menggigiti kuku jari tangannya. JiYoo benar-benar gugup. Kutarik tangan kanannya dan kugenggam erat, “tenanglah. Semuanya akan berjalan sesuai rencana”

JiYoo hanya mengangguk lemah. Tangannya sedikit dingin. Dasar gadis sok kuat. Seharian hanya menyembunyikan rasa takutnya sambil menggigiti kuku. Kalau tangannya sudah digenggam erat baru tenang. Benar-benar pembohong yang buruk.

====================

JiYoo’s PoV

Akhirnya kami sampai di dekat apartemen Yoonhee. Tapi aku malah melihat Yoonhee sedang berada di toko aksesoris dekat taman. Apa yang dia lakukan?

“oppa, itu Yoonhee onnie kan?” telunjukku mengarah ke gadis berambut sebahu. Tidak mungkin aku salah lihat kan? Mataku masih normal.😄

Eunhyuk memperhatikan arah yang kutunjuk, “keuraeyo. Itu Yoonhee-sshi, ayo kesana”

Eunhyuk kembali menarik tanganku. Sejak kapan dia hobi menggenggam tanganku begini? Untung saja tidak banyak orang yang ada di sekitar kami. Kalau tidak, bisa-bisa tamat riwayatku dihabisi para ELF. >.<

Yoonhee melihat kedatangan kami. Dia sama sekali tidak berwajah seram atau berniat mengusir kami. Tapi wajahnya malah telihat kusut. Sepertinya dia benar-benar tertekan dengan masalah ini. Tentu saja! Heechul menyuruhnya menemukan cincin yang sudah jelas-jelas hilang, mana mungkin tidak kesal? Kadang-kadang mahluk bernama Kim Heechul itu memang keterlaluan! X(

“onnie, apa yang kau lakukan disini? Ayo ikut kami saja ke dorm. Heechul oppa ingin minta maaf” jelasku. Aku benar-benar bingung harus bicara apa padanya.

“sirheo. Dia menyuruhku menemukan cincin yang sama persis, tapi aku tidak bisa menemukannya” wajah Yoonhee berubah muram. Aku jadi tidak tega padanya. >.<

Eunhyuk menarikku ke pojok ruangan, “JiYoo-ah, ottoke? Yoonhee tidak mau ikut. Apa yang akan kita lakukan?”

“sudahlah, sekarang akan kuselesaikan dengan caraku” aku kembali pada Yoonhee, “onnie, biar kubantu mencarinya. Seperti apa cincinnya?”

“yaa! Bagaimana kalau kita tidak bisa menemukan yang sama persis? Waktu kita bisa terbuang sia-sia disini” bisik Eunhyuk.

“aish….kenapa sekarang oppa yang jadi pesimis begini? Pokoknya aku akan membantu Yoonhee onnie untuk mencari cincin itu! Walaupun aku harus mencarinya sampai ke pelosok Seoul, aku pasti bisa menemukannya!” tekadku sudah benar-benar bulat! Akan kubuat Kim Heechul itu menyesal karena telah membuat Yoonhee sangat sedih begini! X(

“keureom…..” Eunhyuk tersenyum, “kita mau mulai darimana?”

“oppa~ gomapta” ujarku. Aku berpaling pada Yoonhee, “onnie, dimana lagi toko aksesoris di dekat sini? Dan juga toko perhiasan kalau perlu”

“sekitar 6 blok dari sini. Ada toko perhiasan juga di pusat perbelanjaan dekat sini” jelasnya.

Aku tersenyum yakin, “kkaja!” ^0^

====================

Eunhyuk’s PoV

Sudah 2 jam kami hanya berkeliling mencari cincin permata yang persis seperti milik Heechul hyung. Tapi dari semua toko yang kami masuki, hasilnya nihil. Nol besar. Kakiku pegal setengah mati. Bukankah mengajak Yoonhee ke dorm dan dinner romantis bersama Heechul hyung sudah cukup? Kenapa harus repot-repot ikut mencari cincin itu? Kadang-kadang aku bingung dengan cara berpikir JiYoo.

Sesuatu yang dingin menyentuh pipiku, “AISH…”

JiYoo malah sudah berdiri di sampingku. Tangannya memegang minuman kaleng dingin. Kaleng beku itu yang mengagetkanku, “ini, oppa. Haus kan?”

“yaa! Dasar kau ini, selalu saja mengejutkanku!” kuterima kaleng itu, “gomawo. Aah… segar sekali~”

“mianhae, oppa. Aku terlalu terburu-buru memutuskan sesuatu, akhirnya malah menyusahkan oppa. Tapi kalau oppa lelah, oppa duduk saja, biar aku yang mencari cincin itu sampai ketemu” JiYoo tersenyum.

Kucubit pipinya, “gadis bodoh, siapa yang bilang aku lelah? Staminaku lebih tahan banting dibandingkan siapa pun. Siwon saja hanya setengah dariku, arasseo?”

“haha… arasseo. Aku percaya” gadis ini malah tertawa lepas. Padahal aku tahu dia sama sekali tidak percaya. Karena aku juga tidak mempercayai kebohonganku yang satu itu. Sejak kapan aku bisa mengalahkan tuan muda Choi? Kurasa dalam mimpi pun tidak akan pernah.

“Yoonhee-ah, kita mau kemana lagi? Apa kau tahu tempat lainnya?” tanyaku sambil sesekali meneguk minuman segar di tanganku.

“ada satu toko perhiasan di dekat sini, mau coba kesana?” ucap Yoonhee. Aku melirik JiYoo dan dia hanya mengangguk.

“keureom, kkaja!” ajakku. Untuk ke-sekian kalinya kami masuk ke toko perhiasan. Mudah-mudahan saja ini yang terakhir.

===================

JiYoo’s PoV

Disini banyak sekali deretan cincin permata. Tapi aku belum menemukan satu yang sama persis dengan milik Yoonhee. Haaah…. Menyebalkan. X(

“aigo~ sepertinya yang ini sama dengan milikku” Yoonhee berseru di depan kotak kaca. Tangannya menunjuk ke cincin yang berada di deret terakhir, “otte? Mirip kan?”

Eunhyuk mengamati cincin yang ditunjuk Yoonhee, “keurae! Persis! 100 % sama!!”

“jinjjayo?” kuhampiri mereka, “bagaimana onnie? Mau beli yang ini?”

“keundae….” Yoonhee melirik label harga, “200.000 won. Terlalu mahal. Apa Heechul oppa membelinya dengan harga semahal ini?”

“molla~ mungkin saja” ujarku, “jadi?”

Yoonhee menggeleng pasrah. Benar juga, bagaimana pun harganya terlalu mahal. Mana mungkin kami bisa membelinya. Uang bulananku saja hanya tinggal 45.000 won. Benar-benar memalukan untuk seorang manager boyband terkenal.😄

Tiba-tiba Eunhyuk maju ke depan, “ahjussi, saya mau cincin yang itu. Tolong bungkuskan”. Eunhyuk mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya.

“oppa! Benar-benar mau membelinya? Itu 200.000 won kan? Biaya hidup oppa selama 2 bulan lebih!” aku menatap Eunhyuk lekat-lekat. (o_o)

“wae~~? Kau pikir aku tidak mampu, ha?” tampangnya terlihat sedikit kesal.😄

“aniyo. Hanya saja itu menjadi hal yang sangat tidak bisa kupercaya. Oppa kan sangat pelit” sahutku asal. Tapi memang bukan rahasia umum kan? 😄

Eunhyuk mendengus, “mworago? Aku bukan pelit, aku irit”

“aish… pembelaan macam apa itu? Keundae….” ujarku, “apa benar tidak apa-apa?”

Eunhyuk hanya mengacak poniku sambil tersenyum jahil. Baiklah, satu masalah sudah selesai. Dengan begini masalah Heechul-Yoonhee bisa segera berakhir dengan damai. I hope. ^/\^

Tiba-tiba pandanganku tertumbuk pada seuntai kalung dengan bandul berbentuk bintang. Mataku berbinar, “yeppeodda~~”. Kulirik label harganya. 30.000 won. Kugelengkan kepalaku, “mahaaal~ Lain kali saja. Aku akan menabung!!”

“JiYoo-ah, apa yang kau lihat?” suara Yoonhee mengagetkanku. Cincin itu sudah tersemat di jari manisnya.

“ah, aniyo” aku menggeleng, “sudah selesai? Aigo~ cantik sekali cincin itu di jari onnie”

“aish… kau ini bisa saja” Yoonhee menatapku dan Eunhyuk bergatian, “gomawoyo JiYoo-ah, Hyukjae-ah. Akan kubalas bantuan kalian ini”

“tidak perlu, noona” Eunhyuk tersenyum, “tagihannya akan kuberikan pada Heechul hyung”

Yoonhee tertawa mendengarnya. Kupikir Eunhyuk sudah sembuh dari penyakit kikirnya, tapi kenapa sama sekali tidak berubah? (=.=)

Kupalingkan sekali lagi pandanganku ke arah kalung bintang itu. Kuhela nafas dalam-dalam. Selamat tinggal, kalung cantik. Mungkin kau memang bukan untukku.😥

====================

Heechul’s PoV

Saat Hyukjae dan JiYoo sampai ke dorm bersama Yoonhee, aku hanya pura-pura melengos. Kenapa ego-ku terlalu tinggi? Padahal aku melihat cincin Yoonhee sudah bertengger kembali di jari manisnya. Pasti dia benar-benar berjuang keras untuk mendapatkannya kembali.

JiYoo menyikutku, “oppa, Yoonhee onnie sudah menemukan cincinmu”

“aish… ara~ kau pikir aku buta?” sergahku. Aku berganti menatap Yoonhee, “kau… dimana kau menemukannya?”

“aku mencari yang sama persis, karena yang kau berikan sudah benar-benar hilang. Mianhae” Yoonhee melepas cincin dari jarinya, “ini, kukembalikan padamu”

“onnie?” JiYoo terkejut, “kenapa malah dikembalikkan?”

Leeteuk menepuk lenganku, “Heechul-ah inma~ Jangan diam saja!”

“arasseo” aku kembali menatap Yoonhee, “aku tidak ingin kau mengembalikkannya. Simpanlah lagi dan jangan pernah kau hilangkan. Mianhae, tadi aku terlalu kasar padamu. Kim Heechul memang keterlaluan”

“ani. Aku yang salah. Kenapa aku bisa menghilangkan benda yang paling berarti untukku?” mata Yoonhee mulai berkaca-kaca. Kuambil cincin itu dari tangannya dan kesemakan lagi di jari manisnya. Yoonhee mengusap air matanya lalu kupeluk dia. Bisa kulihat Eunhyuk dan Leeteuk ber-highfive. JiYoo menunjukkan acungan jempolnya padaku.

Yoonhee berada di dorm sampai hari mulai gelap. Aku mengambil knci mobil, “akan kuantar kau pulang. Kkaja!”. Yoonhee mengangguk sambil terseyum. Kulihat dia masih berpamitan pada JiYoo dan member lainnya sebelum menyusulku ke pintu depan.

===================

JiYoo’s PoV

“huaaah…. Akhirnya case closed!!” aku merebahkan tubuhku di sofa, “aku tidak akan mau kalau harus terlibat dalam masalah-masalah seperti ini!”

Mataku berat. Seluruh tubuhku pegal. Inilah akibatnya kalau berkeliaran di pusat kota seharian. Tapi baguslah semuanya tidak sia-sia. ^^

“JiYoo-ah?” suara Eunhyuk, “kau tidur? Jangan tidur disini, pindahlah ke kamarmu”

Kubuka mataku, “ani. Hanya beristirahat. Oppa belum tidur? Jadwal oppa dan Leeteuk oppa agak padat besok pagi. Pergilah tidur sekarang”

“ara~ aku akan tidur setelah memberikan sesuatu padamu” jawabnya. Tangannya merogoh saku celana. Kupicingkan mataku dengan penuh rasa ingin tahu.

“oppa mau memberi apa padaku? Jangan-jangan oppa mau memberiku masalah lagi ya?” godaku. Dia hanya diam sambil menggenggam sesuatu. Mwoya?

“sembarangan!” Eunhyuk menunjukkan sesuatu yang berkilau, “tada~~”

Benda itu teruntai indah. Kalung bintang yang kulihat di toko perhiasan tadi siang sekarang ada di depanku, “yeppeodda~ kalung ini untuk apa?”

“yaa! Kau ini bodoh atau lugu? Tentu saja kalung harus dipasang di leher” Eunhyuk mencubit pipiku. >.<

“ara~ Tapi kenapa kalung ini diberikan padaku? Harganya kan mahal” ujarku.

“kau ini terlalu banyak bertanya. Berbaliklah, akan kupakaikan ini di lehermu” Eunhyuk benar-benar memasangkan kalung bintang itu, “yak! Selesai. Cocok sekali untukmu. Simpanlah baik-baik. Jangan sampai kau menghilangkannya”

Eunhyuk beranjak pergi sebelum kutahan lengannya, “oppa tidak akan mengirimkan tagihannya padaku kan? Karena aku sedang tidak punya uang” >.<

“aish…. Kau ini!” dia mengacak rambutku, “akan kulakukan kalau kau tidak bisa menjaganya! Arasseo?”

“ne. Kamsahamnida, oppa. Akan kujaga baik-baik!” ujarku saat Eunhyuk berjalan menuju kamarnya, “selamat tidur!”

Kupandangi bintang di kalungku. Ternyata kau malah datang padaku, kalung cantik. Huaaah….. kau sangat cantik~~ ^0^

“keundae…..” bisikku, “kenapa tiba-tiba Eunhyuk oppa yang pelit itu bisa menukarkan uang yang tidak sedikit itu menjadi seuntai kalung ini?”

====================

Author’s PoV

JiYoo sibuk memandangi kalungnya dan memikirkan alasan Eunhyuk memberikan kalung yang diinginkannya. Sementara sepasang mata terus mengawasinya sejak Eunhyuk memasangkan kalung itu di leher JiYoo. Pandangannya nanar dan tajam secara bersamaan.

Tangannya mengepal kuat dan bibirnya berdesis kesal, “sial!”

=T.B.C=

28 thoughts on “[FF] My Wonderful Life -part 2-

  1. omo omo omo~~~ hyukjae-ya ! kau janji beliin aku daster ! tapi belum dibeliin ! kau jaad hyukjae-ya !! *lari ke pelukan leeteuk*
    onn, aku punya pilling, Jiyoo sama eunhyuk yaaa ? ah, biarkan, 100 thumbs up buat onnie ! *lebay*

  2. sayakelewatankomenpartini.___.
    hih, bang chullie galak >_>
    untung ketemu cincin yang sama

    “tidak perlu, noona” Eunhyuk tersenyum, “tagihannya akan kuberikan pada Heechul hyung”
    = kau sungguh keterlaluan

    AAAAAA
    hyukjae-yaa~ kau sungguh menggemaskaaan~😄
    rasanya pengen tak cubit pipimu saat ngasih kalung buat Jiyoo

  3. AAA~~ akhrnya aq bca dsni juga..gk sbr nunggu d post d sjff..

    ahh iya anyong, ChiQ reader bru dsni..hem sbnrnya qu udh da komen d ff yg laen sblmnya, tp aq lp..^^

    wah..wah..deskripsi kalungnya sma persis sma kalungqu, hemm jgn2 emang kmbran..wohoho..

  4. annyeong ^^….
    weleh…weleh itu si Heenim kejam amat yak??? *ditendang chul*

    aku reader baru disini,,
    tadi baca di Suju FF part 1nya,,
    trus langsung menuju kesini… *ga nanya*
    hhe…

  5. Teukkie megang panci, dkk. Ngakak abis ngebayanginny! Wkkwkw
    Waduh”..
    Hyukkie-ji yoo kyknya gak akan mulus ni
    Hohoho cao part 3!

  6. Eaaa, mulai ada ketertarikan nih..
    Hhehe..
    Heechul sadis, ckck..

    Penasaran siapa yang diam2 memperhatikan itu yaa..’?!

    ok, mau baca next chap aja..
    Bye..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s